0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
481 tayangan8 halaman

Keputusan Pembelian Konsumen

Dokumen tersebut membahas tentang keputusan pembelian konsumen. Secara singkat, dokumen tersebut menjelaskan definisi keputusan pembelian konsumen menurut para ahli, karakteristik keputusan pembelian konsumen, hubungan antara keputusan pembelian dengan faktor-faktor seperti kualitas produk, dan pengaruh kualitas produk terhadap keputusan pembelian konsumen.
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
481 tayangan8 halaman

Keputusan Pembelian Konsumen

Dokumen tersebut membahas tentang keputusan pembelian konsumen. Secara singkat, dokumen tersebut menjelaskan definisi keputusan pembelian konsumen menurut para ahli, karakteristik keputusan pembelian konsumen, hubungan antara keputusan pembelian dengan faktor-faktor seperti kualitas produk, dan pengaruh kualitas produk terhadap keputusan pembelian konsumen.
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Anggota kelompok :

- Nehemia Tuwo / 18061102324


- Imanuel Pojoh / 18061102310

- KEPUTUSAN PEMBELIAN KONSUMEN


BAB I. TINJAUAN PUSTAKA

1.1 TELAAH TEORI

1.1.1 PENGERTIAN/DEFINISI KEPUTUSAN PEMBELIAN KONSUMEN

Menurut Philip Kotler & Kevin Lane Keller (2009, p.184) Keputusan pembelian
konsumen adalah proses integrasi yang digunakan untuk mengombinasikan pengetahuan untuk
mengevaluasi dua atau lebih perilaku alternatif dan memilih satu di antaranya. Keputusan
konsumen adalah sebuah pendekatan penyelesaian masalah pada kegiatan manusia untuk
membeli suatu barang atau jasa dalam memenuhi keinginan dan kebutuhannya.

Keputusan pembelian konsumen merupakan proses dimana konsumen memilih dan


mengevaluasi produk atau jasa, sering kali konsumen mempertimbangkan berbagai hal yang
sesuai dengan kebutuhannya dalam proses keputusan pembelian tersebut. Hasil produk yang
dipilih dari keputusan pembelian menjadi produk pilihan dari konsumen untuk memenuhi
kebutuhan.

Menurut pendapat saya apa yang dikatakan Philip Kotler & Kevin Lane Keller sudah
benar karena menurut teori tersebut kita dapat memahami bahwa keputusan pembelian
konsumen itu adalah mengevaluasi dua atau lebih perilaku alternative dan kita bisa memilih
satu diantaranya agar kita bisa dapat memenuhi keinginan atau kebutuhan kita sendiri.

1.1.2 KARAKTERITIK/INDIKATOR KEPUTUSAN PEMBELIAN KONSUMEN

Menurut Kotler Keputusan Pembelian Konsumen terdiri dari karakteristik & indikator

Ada tiga indikator dalam menentukan keputusan pembelian (kotler, 2012), yaitu:

a. Kemantapan pada sebuah produk

Pada saat melakukan pembalian, konsumen memilih salah stu dari beberapa alternatif. Pilihan
yang ada didasarkan pada mutu, kualitas dan factor lain yang memberikan kemantapan bagi
konsumen untuk membeli produk yang dibutuhkan. Kualitas produk yang baik akan
membangun semangat konsumen sehingga menjadi penunjang kepuasan konsumen.

b. Kebiasaan dalam membeli produk

Kebiasaan adalah pengulangan sesuatu secara terus-menerus dalam melakukan pembelian


produk yang sama. Ketika konsumen telah 13 melakukan keputusan pembelian dan mereka
merasa produk sudah melekat dibenaknya bahkan manfaat produk sudah dirasakan. Konsumen
akan merasa tidak nyaman jika membeli produk lain.

c. Kecepatan dalam membeli sebuah produk

Konsumen sering mengambil sebuah keputusan dengan menggunakan aturan (heuristik) pilihan
yang sederhana. Heuristik adalah sebuah proses proses yang dilakukan seseorang dalam
mengambil sebuah keputusan secara cepat, menggunakan sebuah pedoman umum dalam
sebagian informasi saja.

1.2 TELAAH JURNAL PENELITIAN

1.2.1 Telaah Jurnal

- Jurnal Internasional

 Howard, J.A. and Shay, R.P. (1988) Measuring The effect of Marketing Information on
Buying Intention. The Journal of Service Marketing, Vol.2, No.4 Fall, P.27-36.

 Javenpaa, 1999, consumer trust in an internet store acroos cultural validation, Journal of
computer mediate communication

 Jung-Chae Suh and Youjae Yi, 2006, When Brand Attitudes Affect the Customer
Satisfaction-Loyalty Relation The Moderating Role of Product Involvement Journal Of
Consumer Psychology, 16(2), 145–155

 McKenna, 1995, Relationship Marketing ; Succsesfull Strategies for the age of costumer
(6th edition) Addison, Wesley publishing Company

 Morgan, R.M. and Hunt, S.D. (1994), The commitment trust theory of relationship
marketing, Journal of Marketing, Vol. 58, July, pp. 20-38.
 Mowen et. al., 1990 in Pan, Yue, and Zinkhan, George M., 2006. “Determinants of Retail
Patronage: a Meta-Analytical Perspective.” Journal of Retailing, 82, pp. 229-243

 Kotler. P (2001), Marketing, Planning, Implementing and Analizing, Milennium Edition,


Prentice Hall.

 Remiasa Marcus, 2007, Analisis Persepsi Pelanggan Terhadap Kualitas Layanan Coffee
Shop Asing Dan Coffee Shop Lokal, Jurnal Manajemen Perhotelan, Vol.3, No.2,

 Loudon, David L. and Dela Bitta, Albert J, 1993, Consumer Behavior, Concepts and
Aplications, 4th ed. McGraw-Hill, Inc: New York

 Oliver, Richard L, 1997, Satisfaction: A. Behavioral Perspective on The Consumer,


McGraw-Hill: New York

Jurnal Nasional

 Goenadhi, L. (2011, Oktober). ‘’Faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku konsumen


dalam keputusan pembelian mobil toyota avanza di Kota Banjarmasin. jurnal
Manajemen dan Akuntansi, Vol 12, 155-158.

 Lesmana, R., & Ayu, S. D. (2019). Pengaruh Kualitas Produk Dan Citra Merek Terhadap
Keputusan Pembelian Kosmetik Wardah PT Paragon Tehnology And Innovation. Jurnal
Pemasaran Kompetitif, 2(3), 59-72.

 Harahap, D. A. (2015).;;analisis faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan pembelian


konsumen dipajak usu (pajus) Medan. Jurnal Keungan dan bisnis, 227-242.’’

 Lesmana, R. (2017). Pengaruh Citra Perusahaan Terhadap Keputusan Pembelian


Konsumen PT. Garuda Indonesia Tbk.(Persero). JIMF (Jurnal Ilmiah Manajemen
Forkamma), 1(1).

 Luhmey, H. R. (2018).’’Kajian kualitas produk Desain Produk dan Citra merek terhadap
keputusan pembelian di hook outlet’’Kediri. kediri: Universitas Nusantara Persatuan
Guru Republik Indonesia.’’

 Lesmana, R., Widodo, A. S., & Sunardi, N. (2020). The Formation of Customer Loyalty
From Brand Awareness and Perceived Quality through Brand Equity of Xiaomi
Smartphone Users in South Tangerang. Jurnal Pemasaran Kompetitif, 4(1), 1-12.

 Balawera, A. (2013, Desember). Green’’Marketing Dan Corporate Social Responsibility


Pengaruhnya Terhadap Keputusan Pembelian Konsumen Melalui Minat Membeli Produk
Organik Di Freshmart Kota Manado. Jurnal Emba, 1(vol 1 no. 4), 2117-2129.

 Badri, E. N. (2018).’’Pengaruh Promosi dan Lokasi terhadap Proses keputusan pembelian


pada konsumen Cafe Add Coffe Bandung, Univeristas Pasundan .

 NST, M. R., & Yasin, H. (2014).’’Pengaruh Promosi dan Harga terhadap minat beli
perumahan obama PT. Nailah Adi Kurnia Sei Mencirim Medan. Manajemen dan bisnis,
135-143.;

 Adhi, a. i., NP Endang, W. M., & Shanti , P. (2016). pengaruh factor psikologis terhadap
keputusan berkunjung. jurnal Admiinistrasi Bisnis (JAB), Vol 30 NO 1.

1.2.2. Hubungan Keputusan Pembelian Konsumen dengan variabel lain

- Proses pengambilan keputusan pembelian konsumen dipengaruhi oleh tiga faktor


utama yaitu (Engel et.al, 1994):

 Faktor perbedaan individu terdiri dari sumber daya konsumen, motivasi dan keterlibatan,
pengetahuan, sikap, kepribadian, gaya hidup dan demografi.

 Faktor lingkungan yang terdiri dari budaya, kelas sosial, pengaruh pribadi, keluarga dan
situasi.

 Proses psikologis terdiri dari pengolahan informasi, pembelajaran, perubahan


sikap/perilaku.
Menurut Kotler (2000), faktor-faktor utama yang memengaruhi perilaku pembelian
konsumen adalah faktor kebudayaan, faktor sosial, faktor personal dan faktor psikologi
sebagai berikut:

Faktor Kebudayaan

Faktor-faktor kebudayaan mempunyai pengaruh yang paling luas dan mendalam terhadap
perilaku konsumen. Pemasar harus memahami peran yang dimainkan oleh kultur, sub-
kultur, dan kelas sosial pembeli.

Faktor Sosial

Perilaku seorang konsumen yang dipengaruhi oleh faktor-faktor sosial seperti perilaku
kelompok acuan (kelompok referensi), keluarga, serta peran dan status sosial dari
konsumen.

Faktor Pribadi

Keputusan seorang pembeli juga dipengaruhi oleh karakteristik pribadi, yaitu usia pembeli
dan tahap siklus hidup pembeli, pekerjaan, kondisi ekonomi. Gaya hidup, serta kepribadian
dan kondisi ekonomi, gaya hidup, serta kepribadian dan konsep diri pembeli.

Faktor Psikologis

Pilihan pembelian seseorang dipengaruhi pula oleh empat faktor psikologis utama, yaitu
motivasi, persepsi, pengetahuan (learning), serta keyakinan dan sikap.

Selain empat faktor tersebut, perilaku konsumen juga dapat dipengaruhi dari stimuli
pemasaran berupa bauran pemasaran yang meliputi (Kotler, 2000;34):

- Hubungan antara Keputusan Pembelian Konsumen dan Kualitas Produk Menurut Kotler
(2002).
keputusan pembelian konsumen adalah tindakan dari konsumen untuk mau
membeli atau tidak terhadap produk. Berbagai faktor dapat mempengaruhi konsumen
dalam melakukan pembelian suatu produk atau jasa, biasanya konsumen selalu
mempertimbangkan kualitas, harga dan produk sudah yang sudah dikenal oleh
masyarakat.

Kualitas produk sendiri merupakan salah satu faktor dari keputusan pembelian
yang dimana termasuk dari faktor psikologis, melalui faktor psikologis seorang
konsumen dalam berpresepsi berdasarkan stimulus yang mempengaruhi.

Menurut Juran dan Godfrey (1999), kualitas memiliki arti kebebasan dari
kekurangan kebebasan dari kesalahan yang mengharuskan dilakukannya pengerjaan
ulang atau yang mengakibatkan kegagalan lapangan, ketidakpuasan pelanggan, klaim
pelanggan, dan sebagainya, di dalam pengertian ini, arti kualitas berorientasi pada
biaya, dan kualitas yang lebih tinggi biasanya harganya lebih rendah. Kualitas produk
sendiri memiliki tujuh aspek menurut Aaker (1991).

aspek yang pertama yaitu kinerja yang mengacu pada karakteristik operasi
utama suatu produk, karena aspek ini melibatkan kualitas atribut terukur, dalam aspek
ini 23 terdapat manfaat utama dari produk yang biasanya menjadi pertimbangan
pertama konsumen untuk memutuskan membeli produk tersebut atau tidak.
Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh Mahapatra, Kumar, dan Chauhan
(2010), telah diamati bahwa kinerja produk secara signifikan mempengaruhi keputusan
pembeli.

Aspek yang kedua adalah fitur istimewa melibatkan atribut obyektif dan terukur
berupa kebutuhan individu yang objektif, serta prasangka, mempengaruhi persepsi
konsumen menjadi perbedaan kualitas. Fitur istimewa ini meliputi karakteristik
tambahan yang melengkapi dasar selain manfaat utama dari suatu produk. Fitur
istimewa berkaitan dengan keputusan pembelian konsumen, karena konsumen
cenderung memilih produk dengan berbagai fitur istimewa tambahan dari suatu produk
untuk mendapatkan manfaat lebih selain dari manfaat utama. Berdasarkan hasil
penelitian yang dilakukan oleh Siddique, Jamil, dan Ali (2013), menunjukkan hasil bahwa
berbagai fitur dari telepon genggam mempengaruhi keputusan pembelian.

Aspek yang ketiga adalah adalah kesesuaian, atau sejauh mana desain dan
operasi karakteristik suatu produk memenuhi standar yang ditetapkan. Aspek ini yang
paling cocok dengan pendekatan tradisional untuk kualitas. Untuk memutuskan
pembelian suatu produk konsumen mencari produk yang dapat diterima dengan
memenuhi standar yang telah ditetapkan.

Aspek keempat adalah keandalan aspek ini mencerminkan kemungkinan


rusaknya produk atau gagal dalam jangka waktu yang ditentukan. Di antara langkah
yang paling umum dari kehandalan adalah waktu untuk kegagalan 24 pertama, waktu
yang berarti antara kegagalan, dan tingkat kegagalan per satuan waktu.
Kebanyakan konsumen memutuskan membeli produk dengan keandalan yang terjamin,
produk yang tidak mudah rusak atau gagal menjadi pilihan utama.

Aspek yang kelima adalah daya tahan yang berupa ukuran hidup atau usia
produk, daya tahan memiliki aspek ekonomi dan teknis. Secara ekonomis Produk yang
awet akan lebih berkualitas dan menghemat pengeluaran biaya dibandingkan produk
yang cepet habis atau cepat diganti. Maka dengan adanya aspek ini sangat jelas bahwa
konsumen akan memutuskan membeli produk dengan daya tahan yang bagus dan baik.
Hasil penelitian yang dilakukan oleh Sathya dan Vijayasanthi (2016), menunjukkan
bahwa konsumen akan memikirkan daya tahan suatu produk dan hal tersebut
mempengaruhi keputusan pembelian konsumen.

Aspek keenam adalah aspek ini berkaitan dengan kualitas servis, atau kecepatan,
kesopanan, kompetensi, dan kemudahan perbaikan. Maka dengan mudahnya suatu
produk untuk diberikan layanan servis atau diperbaiki maka konsumen akan
memutuskan membeli produk dengan kualitas produk yang lebih tinggi. Berdasarkan
penelitian yang dilakukan oleh Hejazi dan Shojaei (2015), kualitas servis berpengaruh
terhadap sikap konsumen dalam niat konsumen dalam memilih barang yang akan dibeli.

Aspek yang ketujuh yaitu adalah kecocokan dan hasil yang merupakan
bagaimana sebuah produk terlihat dan hasil dari keseluruhannya, hal yang jelas menjadi
soal penilaian pribadi dan refleksi dari preferensi individu. Konsumen akan berpresepsi
jika suatu produk memiliki desain yang bagus dan menarik perhatian maka produk
tersebut memiliki kualitas yang tinggi pula.

BAB II. RUMUSAN MASALAH DAN TUJUAN

Rumusan Masalah

masalah yang akan diteliti adalah sebagai berikut:

1. Bagaimana pengaruh merek produk terhadap keputusan pembelian konsumen?


2. Bagaimana pengaruh gaya hidup terhadap keputusan pembelian konsumen?

3. Bagaimana pengaruh celebrity endorser terhadap keputusan pembelian konsumen?

4. Bagaimana pengaruh merek produk, gaya hidup, dan celebrity endorser

secara simultan terhadap keputusan pembelian konsumen

Tujuan

Adapun tujuan dari penelitian ini adalah sebagai berikut:

1. Untuk menguji bagaimana merek produk mempengaruhi keputusan

pembelian.

2. Untuk menguji bagaimana gaya hidup mempengaruhi keputusan

pembelian.

3. Untuk mengetahui bagaimana celebrity endorser mempengaruhi keputusan pembelian.

4. Untuk mengetahui bagaimana merek produk, gaya hidup, dan celebrity

endorser secara simultan mempengaruhi keputusan pembelian

DAFTAR PUSTAKA
Kotler, Philip. 2010. Manajemen Pemasaran. Edisi tiga belas Bahasa Indonesia.Jilid 1 dan 2.Jakarta :
Erlangga.

Swastha,basu. 2007. Manajemen pemasaran analisa perilaku konsumen. Yogyakarta: BPFE Daryanto,
2011.Manajemen Pemasaran : Sari Kuliah, Cetakan I, Satu Nusa, Bandung

Anda mungkin juga menyukai