Anda di halaman 1dari 7

Irwan Hermansah dan Eva Ariesti ISSN : 0853 - 7283

Pengaruh Volume Penjualan Buku Cetak Terhadap Peningkatan Laba Bersih

(Studi Kasus PT Indo Perkasa Usahatama Semarang)

Irwan Hermansah
Staf Pengajar Jurusan Akuntansi FE Universitas Negri Semarang
Eva Ariesti
Alumni Jurusan Akuntansi FE Universitas Negri Semarang

ABSTRACT

Dalam penelitian ini yang menjadi objek adalah laporan laba rugi PT.Indo Perkasa Usahatama
Semarang dan metode yang digunakan adalah verifikatif dan deskriptif dan teknik pengumpulan data
yang digunakan berdasarkan wawancara dan observasi. Adapun operasional variabelnya yaitu variabel X
(volume penjualan Buku cetak) dan variabel Y (laba bersih). Sampel yang diambil dalam penelitian ini
adalah laporan laba rugi tahun 2000 sampai dengan 2003. Alat uji yang digunakan untuk menguji
hipotesis yang telah ditetapkan yaitu Uji KorelasiPearson.Dari hasil analisis perkembangan volume
penjualan dan laba bersih PT. Indo Perkasa Usahatama Semarang tahun 2000 sampai dengan 2003 bahwa
dengan semakin meningkatnya volume penjualan perusahaan ternyata membawa keuntungan yang sangat
besar bagi perusahaan. Hal ini dapat dilihat dari hasil laba bersih yang setiap tahunnya meningkat seiring
dengan perubahan volume penjualan. Sedangkan dari hasil analisis perhitungan statistik bahwa koefisien
korelasi yang diperoleh sebesar 0,99 yang berarti hubungan antara volume penjualan dengan laba bersih
adalah sangat erat dan positif atau bisa dikatakan mempunyai hubungan yang sempurna yaitu apabila
volume penjualan naik maka laba bersih akan terdorong untuk naik juga. Sebaliknya apabila volume
penjualan turun maka laba bersih akan terdorong untuk turun juga. Sedangkan untuk mengetahui besar
keeratan pengaruh antara volume penjualan terhadap peningkatan laba bersih serta untuk diketahui
besarnya pengaruh faktor-faktor lain yang mempengaruhi laba bersih, maka dilakukan dengan
menghitung koefisien determinasi dengan tingkat signifikan 5% yaitu diperoleh sebesar 98% sedangkan
sisanya sebesar 2% dipengaruhi oleh faktor lain selain dari volume penjualan. Dengan ini dapat ditarik
kesimpulan bahwa volume penjualan memiliki pengaruh yang signifikan terhada peningkatan laba
bersih.

Keyword : Laba bersih, Volume penjualan

1. Pendahuluan

Pada era globalisasi sekarang ini tingkat Dengan semakin banyaknya pesaing
persaingan dalam dunia usaha semakin tinggi dalam dunia usaha yang sama membuat
dan hanya badan usaha yang memiliki kinerja konsumen akan mempunyai banyak pilihan yang
atau performa yang baik yang akan bertahan. diberikan oleh perusahaan-perusahaan sehingga
Dalam persaingan usaha yang semakin konsumen akan lebih selektif dalam menentukan
kompetitif perusahaan dituntut untuk semakin pilihan produk yang diinginkannya.
efisien dalam menjalankan aktivitasnya terlebih Dalam suatu perusahaan, permasalahan
dalam kondisi ekonomi saat ini yang penuh yang paling berat dihadapi adalah masalah
dengan ketidakpastian dimana krisis ekonomi penjualan produk perusahaan, baik produk
yang melanda Indonesia sangat berat dan perusahaan yang berupa barang atau jasa.
merusak segala sektor dari perekonomian Penjualan produk ini memerlukan perhatian
sehingga perlu mengoptimalkan sumber daya yang khusus sehingga dapat mencapai target
yang dimiliki. yang telah ditetapkan oleh suatu perusahaan

Jurnal Akuntansi FE Unes, Vol. 3, No. 2, 2008 Page 1


Irwan Hermansah dan Eva Ariesti ISSN : 0853 - 7283

dimana PT Indo Perkasa Usahatama Semarang pihak. Untuk itulah perusahaan memutuskan
di tahun 2002 pernah mengalami suatu kejadian untuk menambah sistem penjualan produknya
yaitu volume penjualan tidak sesuai dengan dengan melakukan saluran distribusi yang mana
target yang telah ditetapkan sehingga merupakan salah satu unsur marketing yang
berpengaruh terhadap laba. Pada saat itu penting bagi perusahaan didalam menyalurkan
perusahaan memproduksi suatu produk baru barangnya ke tangan konsumen sehingga
tetapi perusahaan kurang dalam diharapkan adanya peningkatan penjualan yang
mempromosikannya, sehingga penjualan tidak sangat menguntungkan bagi perusahaan.
sesuai dengan target yang diharapkan. Perolehan laba perusahaan salah satunya
Kegiatan penjualan adalah salah satu dipengaruhi oleh faktor penjualan, selain itu
faktor penentu atas perolehan laba yang optimal faktor lain yang mempengaruhi besarnya laba
sehingga kontinuitas perusahaan terjamin perusahaan adalah harga jual dari produk
dengan perkembangan perusahaan yang tersebut. Harga jual merupakan masalah
diharapkan akan terus meningkat. Dalam setiap tersendiri yang harus dapat perhatian dari pihak
penjualan harus ada perencanaan dan strategi manajemen karena dengan harga jual yang wajar
serta kerjasama antara bagian yang terkait untuk maka target penjualan akan tercapai dan
dapat mencapai sasaran yang telah ditetapkan. perusahaan akan memperoleh laba sesuai dengan
Penjualan dapat dijadikan sebagai alat yang diharapkan.
penunjang membayar segala beban yang Berdasarkan uraian diatas, penulis
menjadi tangungan dalam setiap kegiatan merasa tertarik untuk melakukan penelitian yang
operasional. kemudian dituangkan dalam bentuk skripsi yang
Dalam mengatasi persaingan sekarang berjudul :
ini, setiap perusahaan selalu dituntut untuk “Pengaruh Volume Penjualan Terhadap
memaksimalkan kualitas produksi barangnya Peningkatan Laba Bersih Pada PT Indo Perkasa
dan setelah barang tersebut telah selesai Usahatama Semarang”.
diproduksinya, perlu adanya sistem penjualan
dan pemasaran yang baik dan tepat agar dapat 1.2 Identifikasi Masalah
memenuhi kebutuhan para konsumen serta
menjaga agar para konsumen tetap Sehubungan dengan latar belakang
menggunakan produk yang dihasilkan oleh masalah yang telah diuraikan diatas, penulis
perusahaan tersebut. mengidentifikasikan masalah sebagai berikut:
Agar perusahaan dapat mencapai tujuan 1. Bagaimana perkembangan volume
tersebut, perusahaan perlu menentukan suatu penjualan pada perusahaan PT Indo
strategi pemasaran salah satunya adalah strategi Perkasa Usahatama Semarang.
dalam promosi sebagai upaya meningkatkan 2. Bagaimana perkembangan laba bersih
laba yang optimal. Hal ini sejalan dengan pada perusahaan PT Indo Perkasa
persaingan yang semakin ketat mendorong Usahatama Semarang.
perusahaan untuk mempromosikan produk yang 3. Bagaimana pengaruh volume
ditawarkan agar dapat meningkatkan penjualan. penjualan terhadap laba bersih pada
Terobosan yang diambil merupakan perusahaan PT Indo Perkasa
suatu langkah yang dapat memberikan Usahatama Semarang.
keuntungan serta kemudahan bagi kedua belah
II. TINJAUAN PUSTAKA Sebenarnya pengertian penjualan sangat luas,
2.1. Pengertian Penjualan beberapa para ahli mengemukakan tentang
2.1. 1. Penjualan definisi penjualan antara lain :
Menurut Basu Swastha dalam buku
Penjualan merupakan salah satu fungsi Manajemen Penjualan yaitu :
pemasaran yang sangat penting dan menentukan “Menjual adalah ilmu dan seni
bagi perusahaan dalam mencapai tujuan mempengaruhi pribadi yang dilakukan oleh
perusahaan yaitu memperoleh laba untuk penjual untuk mengajak orang lain agar
menjaga kelangsungan hidup perusahaan.

Jurnal Akuntansi FE Unes, Vol. 3, No. 2, 2008 Page 2


Irwan Hermansah dan Eva Ariesti ISSN : 0853 - 7283

bersedia membeli barang/jasa yang penjual antara lain sopan, pandai


ditawarkannya”. (1998 ; 8) bergaul, pandai berbicara, mempunyai
kepribadian yang menarik.
Menurut Soemarso dalam buku
Akuntansi Suatu Pengantar Jilid I menyatakan
bahwa : b. Kondisi Pasar
“Penjualan bersih (net sales) adalah Pasar sebagai pihak pembeli atau pihak
penjualan dikurangi dengan pengembalian, yang menjadi sasaran dalam penjualan
pengurangan harga, biaya transpor yang dapat pula mempengaruhi kegiatan
dibayar untuk langganan dan potongan penjualan. Adapun faktor-faktor kondisi
penjualan yang diambil”. (1995 ; 253). pasar yang perlu diperhatikan adalah :
- Jenis pasarnya, apabila pasar
Dari penjelasan di atas dapat konsumen, pasar industri, pasar
disimpulkan bahwa penjualan adalah suatu penjual, pasar pemerintah, ataukah
proses pembuatan dan cara untuk mempengaruhi pasar internasional.
pribadi agar terjadi pembelian (penyerahan) - Kelompok pembeli atau segmen
barang atau jasa yang ditawarkan berdasarkan pasarnya
harga yang telah sepakati oleh kedua belah pihak - Daya beli konsumen
yang terkait di dalam kegiatan tersebut. - Frekuensi pembeliannya
2.1.2. Faktor-faktor yang mempengaruhi - Keinginan atau kebutuhan
penjualan c. Modal
Dalam praktek, kegiatan penjualan ini Akan lebih sulit bagi penjual untuk menjual
dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu : barangnya apabila barang yang dijual belum
a. Kondisi dan Kemampuan Penjual dikenal oleh calon pembeli atau apabila
Transaksi jual beli atas barang atau jasa lokasi pembeli jauh dari tempat penjual
itu pada prinsipnya melibatkan dua dalam keadaan seperti ini, penjual harus
pihak yaitu penjual pada pihak pertama memperkenalkan dulu/membawa barangnya
dan pembeli pada pihak yang kedua. Di ketempat pembeli. Untuk melaksanakan
sini penjual harus dapat meyakinkan maksud tersebut diperlukan adanya sarana
pembelinya agar dapat berhasil serta usaha seperti usaha promosi dan lain
mencapai sasaran penjualan yang sebagainya. Semua ini hanya dapat
diharapkan. Untuk maksud tersebut dilakukan apabila penjual memiliki sejumlah
penjual harus dapat beberapa masalah modal yang diperlukan untuk itu.
penting yang berkaitan yaitu : d. Kondisi Organisasi Perusahaan
- Jenis dan karateristik Pada perusahaan yang besar, biasanya
barang yang akan masalah penjualan ini ditangani oleh bagian
ditawarkan. penjualan yang dipegang oleh ahli bidang
- Syarat penjualan penjualan, lain halnya dengan perusahaan
- Harga produk kecil dimana masalah penjualan juga
- Pelayanan purna jual, ditangani oleh orang yang melakukan
seperti fungsi-fungsi lain. Hal ini disebabkan karena
pembayaran, jumlah tenaga kerjanya lebih sedikit, sistem
garansi, dan organisasinya lebih sederhana, masalah yang
sebagainya. dihadapi serta sarana yang dimilikinya juga
Masalah-masalah di atas biasa menjadi tidak sekomplek perusahaan besar, biasanya
pusat perhatian pembeli sebelum masalah penjualan ini ditangani oleh
melakukan pembelian. Dengan tenaga pimpinan dan tidak diberikan pada yang
penjual yang baik dapat dihindari lain.
timbulnya rasa kecewa pada para e. Faktor Lain
pembeli dalam pembeliannya. Adapun Faktor-faktor lain seperti periklanan,
sifat-sifat yang harus dimiliki seorang peragaan, kampanye, pemberian hadiah,

Jurnal Akuntansi FE Unes, Vol. 3, No. 2, 2008 Page 3


Irwan Hermansah dan Eva Ariesti ISSN : 0853 - 7283

seiring mempengaruhi penjualan. Ada 2.3 Jenis-Jenis Laba


pengusaha yang berpegang pada satu prinsip Jenis-jenis laba dalam hubungannya
bahwa “paling penting membuat barang dengan perhitungan laba, yaitu :
yang baik”. Bilamana prinsip tersebut 1. Laba kotor yaitu perbedaan antara
dilaksanakan maka diharapkan pembeli akan pendapatan bersih dan penjualan dengan
membeli lagi barang yang sama. Maka oleh harga pokok penjualan.
karena itu perusahaan tersebut akan 2. Laba dari operasi yaitu selisih antara
melakukan upaya para pembeli tertarik pada laba kotor dengan total beban operasi.
produknya. 3. Laba bersih yaitu angka terakhir dalam
2.1.3. Fungsi danTujuan Penjualan perhitungan laba-rugi dimana untuk
Fungsi penjualan meliputi aktivitas- mencarinya laba operasi ditambah
aktivitas yang dilakukan oleh penjual untuk pendapatan lain-lain dikurangi dengan
merealisasikan penjualan seperti : beban lain-lain.
1. menciptakan permintaan
2. mencari pembeli 2.4. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Laba.
3. memberikan saran-saran Faktor- faktor yang berpengaruh
4. membicarakan syarat-syarat penjualan terhadap laba, antara lain :
5. memindahkan hak milik. 1. Biaya.
Secara umum penjualan juga biasa Biaya yang timbul dari perolehan atau
diartikan sebagai suatu bentuk perpindahan mengolah suatu produk atau jasa akan
(transfer) dari penjual kepada pembeli sesuai mempengaruhi harga jual produk yang
dengan syarat dan kondisi yang disepakati. bersangkutan.
Tujuan dari penjualan yaitu menjual dari apa 2. Harga jual.
yang telah dihasilkan dan bukan menghasilkan Harga jual produk atau jasa akan
apa yang dapat dijual. Penjualan dalam mempengaruhi besarnya volume
perusahaan mempunyai tujuan diantaranya penjualan produk atau jasa yang
adalah sebagai berikut : bersangkutan.
1. Mencapai volume penjualan tertentu 2. Volume penjualan dan produksi.
2. Mendapatkan laba tertentu Besarnya volume penjualan berpengaruh
3. Menunjang pertumbuhan perusahaan terhadap volume produksi produk atau
Perusahaan yang kegiatan utamanya jasa tersebut, selanjutnya volume
melakukan penjualan biasanya menyatakan produksi akan mempengaruhi besar
jumlah penjualannya dalam bentuk unit. Unit ini kecilnya biaya produksi.
merupakan bagian dari hasil (penjualan produk 2.5. Hubungan Antara Volume Penjualan
yang terjual dibandingkan dengan produk yang Dengan Laba Bersih
tersedia yang biasa dinyatakan dalam bentuk Dalam hal ini untuk mengetahui
data nomerik/deretan angka hubungan antara volume penjualan dengan laba
bersih dapat di lihat pada komponen-komponen
2.2 Laba dalam laporan laba rugi perusahaan yang saling
Pengertian laba menurut Sofyan Syafri terkait yang menyatakan adanya hubungan yang
Harahap dalam bukunya Teori akuntansi erat mengenai hubungan antara keduanya.
adalah sebagai berikut : Karena dalam hal ini dapat diketahui bahwa laba
Menurut FASB Gains (laba) adalah : akan timbul jika penjualan produk perusahaan
“Naiknya nilai equity dari transaksi yang lebih besar dibandingkan dengan biaya-biaya
sifatnya insidentil dan bukan kegiatan yang dikeluarkan. Faktor utama yang
utama entity dan dari transaksi atau mempengaruhi besar kecilnya laba adalah
kejadian lainnya yang mempengaruhi entity pendapatan. Pendapatan dapat diperoleh dari
selama satu periode tertentu kecuali yang hasil penjualan barang dagangan perusahaan.
berasal dari hasil atau investasi dari Keberhasilan suatu perusahaan dapat
pemilik”. (2002 ; 228) dilihat pada tingkat laba yang diperoleh
perusahaan itu sendiri karena tujuan utama

Jurnal Akuntansi FE Unes, Vol. 3, No. 2, 2008 Page 4


Irwan Hermansah dan Eva Ariesti ISSN : 0853 - 7283

perusahaan pada umumnya adalah untuk yang diambil dibidang pemasaran harus
memperoleh laba yang sebesar-besarnya dan ditujukan untuk menentukan produk dan
laba merupakan faktor yang menentukan bagi pasarnya, harganya, serta promosinya yang
kelangsungan hidup perusahaan itu sendiri. penting, pengusaha harus dapat memberikan
Seperti diketahui bahwa pendapatan kepuasan kepada konsumen jika menginginkan
utama perusahaan dagang adalah pendapatan usahanya berjalan terus, atau konsumen
penjualan biasa disingkat menjadi penjualan, mempunyai pandangan yang baik terhadap
yang menunjukkan penambahan dalam ekuitas perusahaannya. Jaminan yang lebih baik atas
pemilik dari pengiriman persediaannya kepada barang dan jasa dapat dilakukan sesudah
para pelanggan. (Penjualan bersih adalah penjualan, jadi jelas bahwa penjualan itu hanya
pendapatan penjualan dikurangi dengan berbagai merupakan satu kegiatan saja didalam
pengurangan penjualan). Beban utama dari pemasaran.
perusahaan dagang adalah harga pokok Untuk mengetahui hubungan antara
penjualan. Pada saat persediaan di jual kepada volume penjualan dengan laba bersih, perlu
pelanggan maka biaya persediaan menjadi beban diketahui terlebih dulu definisi dari volume
bagi perusahaan. Kelebihan pendapatan penjualan dan laba bersih yaitu :
penjualan dari harga pokok penjualan disebut Menurut Alimiyah & Padji dalam buku
sebagai laba bruto (gross profit). Ukuran usaha kamus istilah Akuntansi Suatu Pengantar,
ini dapat membantu mengukur keberhasilan Volume Penjualan adalah :
suatu usaha. Laba kotor yang tinggi merupakan ”Jumlah penjualan yang berhasil
kunci keberhasilan. dicapai atau ingin dicapai oleh suatu
perusahaan pada periode tertentu”
(2003:126)
2.6. Kerangka Konseptual Menurut Henry Simamora dalam
Kegiatan Perencanaan dalam sebuah perusahaan bukunya Akuntansi Basis Pengambilan
sangatlah dibutuhkan untuk mempermudah Keputusan Bisnis menyatakan bahwa :
perusahaan dalam mencapai tujuan yang telah
ditentukan sebelumnya. Tujuan yang ”Laba bersih adalah perbedaan
dimaksudkan adalah mengenai tujuan antara pendapatan dengan beban,
perusahaan secara kualitas yang menyangkut
citra dan kinerja perusahaan maupun secara jikalau pendapatan melebihi hasilnya
kuantitas yang menyangkut kegiatan operasional adalah bersih”.
perusahaan salah satunya dalam bentuk (2000:25)
penjualan.
Proses penjualan akan berlangsung Dari kedua definisi diatas dapat
dengan baik apabila perusahaan sebagai pihak disimpulkan bahwa laba atau keuntungan adalah
penjual menerapkan perencanaan yang baik perbedaan antara pendapatan dengan beban yang
yang bisa mengoptimalkan penjualan, salah satu berasal dari berbagai transaksi-transaksi selama
bentuk perencanaan tersebut adalah anggaran periode tertentu.
penjualan yang didasarkan atas ramalan Dari beberapa pendapat diatas dapat
penjualan. disimpulkan bahwa adanya hubungan antara
Kadang-kadang orang mempunyai salah volume penjualan dalam meningkatkan laba
pengertian tentang istilah penjualan yang bersih perusahaan, dan sesuai dengan pendapat
dianggap sama dengan istilah pemasaran. yang diutarakan oleh Budi Rahardjo dalam
Pemasaran meliputi kegiatan yang lebih luas, bukunya Memahami Laporan Keuangan
sedangkan penjualan hanyalah merupakan satu menyatakan bahwa :
kegiatan saja didalam pemasaran. ”adanya hubungan yang erat mengenai
Proses pemasaran itu dimulai jauh sejak volume penjualan terhadap peningkatan laba
sebelum barang-barang di produksi, tidak bersih perusahaan dalam hal ini dapat dilihat
dimulai pada saat produksi selesai, juga tidak pada laporan laba rugi perusahaan, karena
berakhir dengan penjualan. Semua keputusan dalam hal ini laba akan timbul jika penjualan

Jurnal Akuntansi FE Unes, Vol. 3, No. 2, 2008 Page 5


Irwan Hermansah dan Eva Ariesti ISSN : 0853 - 7283

produk lebih besar dibandingkan dengan dikelompokkan, dianalisis, kemudian


biaya-biaya yang dikeluarkan. Faktor utama diinterprestasikan sehingga diperoleh gambaran
yang mempengaruhi besar kecilnya laba yang sebenarnya.
adalah pendapatan, pendapatan dapat 4.2 Analisis Regresi Linear Berganda
diperoleh dari hasil penjualan barang Metode ini digunakan untuk mengetahui
dagangan perusahaan”. (2000;33) pengaruh atau hubunganantara variabel bebas
dengan variabel terikat. Pengolahan data peneliti
Keberhasilan suatu perusahaan dapat dibantudengan aplikasi komputer, yaitu dengan
dilihat pada tingkat laba yang diperoleh menggunakan Statistical Product andService
perusahaan itu sendiri karena tujuan utama Solutions (SPSS) 16.00 for Windows.
perusahaan pada umumnya adalah untuk Persamaan regresi linier berganda dapat
memperoleh laba yang sebesar-besarnya dan dirumuskan sebagai berikut:
laba merupakan faktor yang menentukan bagi Y = a + b1X1 + e
kelangsungan hidup perusahaan itu sendiri. Keterangan:
Perhitungan laba pada suatu perusahaan Y = Laba Bersih
dilakukan pada akhir periode akuntansi dan a = Konstanta
perhitungan ini dituangkan dalam suatu laporan b1, b2 = Koefisien regresi
keuangan perusahaan. X1 = Volume penjualan
e = Standard error
2.8 Hipotesis Penelitian 4.3 Dampak Perubahan SecaraKeseluruhan
(Uji F)
Hipotesis merupakan suatu pernyataan yang Uji F dilakukan untuk melihat pengaruh
bersifat sementara, dugaan, anggapan, pendapat keseluruhan variable independen terhadap
atau asumsi yang mungkin benar dan mungkin variabel dependen. Perhitungannya
salah satu yang masih harus diuji kebenarannya menggunakan Minitab 14. Untuk mengetahui
dengan melakukan suatu penelitian atas apakah variable independen secara keseluruhan
pengamatan terhadap objek penelitian. mempengaruhi variabel variabel
Berdasarkan masalah yang diteliti, sehingga dependen pada tingkat signifikansi tertentu
hipotesis yang peneliti ajukan dalam penelitian dilakukan langkahlangkah sebagai berikut :
ini yaitu : 1. Perumusan hipotesis
”Pengaruh Volume penjualan buku H : β = 0, , ,
cetak terhadap peningkatan laba bersih Hipotesis nol (H ) yang hendak diuji adalah
perusahaan” apakah semua parameter dalam model sama
dengan nol. Artinya, semua variabel independen
bukan merupakan penjelas yang signifikan
III. METODE PENELITIAN terhadap variabel dependen.
Data yang dikumpulkan dari penelitian H:∃≠0,,,
ini adalah data sekunder. Datab sekunder Hipotesis alternatifnya (H ), tidak semua
merupakan data yang telah diolah lebih lanjut parameter secara simultan sama dengan nol.
dan disajikan, baik oleh pihak pengumpul data Artinya, paling sedikit terdapat satu variabel
atau oleh pihak lain misalnya dalam bentuk independen merupakan penjelas yang signifikan
tabel, diagram, dan lain-lain (Juanda, 2003). terhadap variabel dependen.
Data sekunder diperoleh dari data PT Indo 2. Menentukan F tabel
Perkasa Usahatama Semarang, studi literatur, Dengan taraf nyata (α = 5%), yaitu tingkat
laporan penelitian, dan laporan keuangan yang kesalahan yang masih dapat ditolerir.
diterbitkan bank maupun internet. Derajat bebas pembilang = k-1 = 2-1 = 1
Derajat bebas penyebut = n-k = 9-2 = 7
4. ANALISIS HASIL PENELITIAN Dengan demikian F tabel sebesar F 0,05 (7,1) =
4. 1 Analisis Korelasi 5,59
Metode ini merupakan suatu metode di mana 3. Menentukan besarnya F hitung
data yang telah diperoleh, disusun,

Jurnal Akuntansi FE Unes, Vol. 3, No. 2, 2008 Page 6


Irwan Hermansah dan Eva Ariesti ISSN : 0853 - 7283

Hasil perhitungan menggunakan program ninitab 1. Peningkatan Laba dapat dilakukan


menunjukkan nilai F hitung adalah 53,71. dengan peningkatan volume penjualan.
4. Membandingkan F hitung dengan F tabel 2. Penulis menyarankan agar tidak
a. Jika F hitung > F tabel atau F hitung < -F menjadikan analisa penelitian ini
tabel, maka H ditolak dan H diterima. sebagai satu-satunya alat analisis
b. Jika –F tabel < F hitung < F tabel, maka H dalam usaha untuk meningkatkan laba
diterima dan H ditolak Hasil uji menunjukkan perusahaan, karena seabiknya
bahwa F hitung > F tabel, yaitu 53,71>5,59. dilakukan pula analisis dengan model-
Dengan dengan demikian, maka H ditolak dan H model analisis lainnya.
diterima, sehingga volume penjualan
berpengaruh secara signifikan terhadap laba
pada taraf nyata 5%. Kelayakan model regresi DAFTAR PUSTAKA
yang telah dibuat juga dapat dilihat pada hasil uji
analysis of variance (ANOVA). ANOVA Alimiyah dan Padji. 2003, “Kamus Istilah
merupakan uji hipotesis kesesuaian model Akuntansi”, Bandung : Yrama Widya.
dengan data yang ada (Iriawan dan Astuti,
2006). Hipotesis yang digunakan sama dengan Budi Rahardjo. 2007. “Keuangan dan Akuntansi
hipotesis uji F, dengan daerah penolakan p-value untuk Manajer Non Keuangan”.
< α. Yogyakarta : Graha Ilmu.
Dari hasil uji ANOVA menggunakan α sebesar
0,05, di dapat pvalue = 0 sehingga model regresi Basu Swastha. 2001, “Manajemen Penjualan”.
yang dibuat nyata (tolak H ). Edisi 3, cetakan 5. Yogyakarta : BPFE.

V. KESIMPULAN DAN SARAN Henry Simamora. 2000. “Akuntansi Basis


1. Kesimpulan Pengambilan Keputusan Bisnis”, Jilid 1.
Berdasarkan hasil penelitian mengenai Jakarta : Salemba Empat.
pengaruh volume penjualan buku cetak terhadap
laba bersih, maka dapat disimpulkan: Soemarso S.R., 2002, Akuntansi Suatu
1. Variabel Volume penjualan Pengantar, Salemba Empat, Buku 1,
berpengaruh terhadap laba Edisi 5, Jakarta.
2. Variabel Volume penjualan buku cetak
Berpengaruh signifikan terhadap Laba Sugiyono. 2009. MetodologiPenelitianBisnis.
3. Tahun 2002 pernah mengalami suatu Bandung: Alfabeta CV.
kejadian yaitu volume penjualan tidak Sugiyono. 2010.
sesuai dengan target yang telah MetodePenelitianKuantitatifKualitatifda
ditetapkan sehingga berpengaruh n R&D. Bandung: Alfabeta CV.
terhadap laba.
2. Saran Soemarso SR, 2002. Akuntansi Suatu
Pengantar, edisi lima, Jakarta: salemba
Berdasarkan hasil penelitian penulis empat.
memberikan saran :

Jurnal Akuntansi FE Unes, Vol. 3, No. 2, 2008 Page 7