LAPORAN LATAR BELAKANG TENTANG FILIPINA SELATAN: TERORISME DAN PROSES PERDAMAIAN

13 Juli 2004

ICG Asia Report N°80 Singapore/Brussels

DAFTAR ISI RINGKASAN EKSEKUTIF .......................................................................................................... i

I. II. III. IV. V.

PENDAHULUAN ........................................................................................................... 1 LATAR BELAKANG KONFLIK DI FILIPINA SELATAN .................................... 4 TEROR DAN PROSES PERDAMAIAN ..................................................................... 7 TEROR DAN FRAKSI DI MILF ............................................................................... 11 KAMP HUDAIBIYAH DAN AKADEMI MILITER ISLAMI .............................. 16
A. B. CIKAL BAKAL KERJASAMA JI - MILF.................................................................................17 PERKEMBANGAN KAMP HUDAIBIYAH ...............................................................................19

VI. AL-GHOZI DAN BOM JAKARTA SERTA PEMBOMAN HARI RIZAL, 2000 22 VII. ZULKIFLI, BOM DEPARTMENT STORE FITMART, DAN HUBUNGAN ABU SAYYAF ....................................................................................................................... 24
A. B. RUMAH AMAN DI GENERAL SANTOS CITY ........................................................................26 MEMBANGUN KEMBALI HUBUNGAN ABU SAYYAF ..........................................................27

VIII. BOM DAVAO ............................................................................................................... 28 IX. KERJASAMA BERJALAN MILF DENGAN KELOMPOK JIHAD................... 31 X. KESIMPULAN ............................................................................................................. 32 LAMPIRAN
A. B. C. D. E. F. G. PETA FILIPINA.....................................................................................................................34 KRONOLOGI PERISTIWA BOM DAN PERKEMBANGAN TERKAIT DI FILIPINA ........................36 PROSES PERDAMAIAN GRP-MILF......................................................................................38 KOMUNIKE BERSAMA ANTARA PEMERINTAH REPUBLIK FILIPINA DAN MORO ISLAMIC LIBERATION FRONT ............................................................................................................43 ABOUT THE INTERNATIONAL CRISIS GROUP .......................................................................44 ICG REPORTS AND BRIEFING PAPERS .................................................................................45 ICG BOARD OF TRUSTEES, INTERNATIONAL ADVISORY BOARD AND SENIOR MEMBERS .....48

ICG Asia Report N°80

13 Juli 2004

LAPORAN LATAR BELAKANG TENTANG FILIPINA SELATAN: TERORISME DAN PROSES PERDAMAIAN RINGKASAN EKSEKUTIF
Laporan yang terus mengalir mengenai kaitan antara kelompok separatis Moro Islamic Liberation Front (MILF /Front Pembebasan Islam Moro) dan jaringan teror Jemaah Islamiyah (JI) membawa suasana mendung dan merupakan ancaman bagi proses perdamaian antara MILF dan pemerintah Filipina. Kendati pimpinan MILF tetap menampik segala kaitan tersebut, seluruh bukti menunjuk adanya hubungan operasional dan pelatihan yang masih berjalan. Yang belum jelas, apakah pucuk pimpinan mengetahui keberadaan kegiatan tersebut dan enggan mengakuinya, atau anggota JI serta kelompok jihad yang sealiran menjalin hubungan dengan komandan MILF secara perorangan tanpa sepengetahuan pimpinan MILF. Laporan latar belakang ini, yang merupakan kelanjutan serangkaian laporan mengenai terorisme di Asia Tenggara, menilik sejarah persekutuan antara JI dan MILF, seberapa jauh kerjasama yang dijalin di masa lalu, serta status hubungan saat ini. Paradoks sentris pada proses perdamaian di Filipina selatan adalah bahwa proses tersebut merupakan hambatan jangka pendek utama mendongkel jaringan teroris sekaligus unsur yang senantiasa perlu bagi setiap upaya jangka panjang penanggulangan teror. Upaya bergerak langsung melawan teroris yang tertanam di wilayah yang dikuasai MILF membawa risiko terjadinya peningkatan kekerasan serta macetnya perundingan. Akan tetapi tanpa kesepakatan perdamaian yang berhasil, daerah tersebut akan tetap ditandai iklim ketiadaan hukum yang merupakan lahan subur bagi terorisme. Yang perlu dicapai pada jangka pendek adalah mencegah kemungkinan meletusnya kembali perang. Salah satu langkah yang dapat diambil, yaitu segera memberlakukan mekanisme kerjasama antara pemerintah Filipina dan MILF yang telah disepakati kedua belah pihak pada tahun 2002 namun belum pernah dijalankan, untuk bertindak terhadap unsur kriminal yang mencari suaka di wilayah MILF. Hal ini perlu diperkuat agar teroris asing diperhatikan secara khusus. Peningkatan akuntabilitas MILF terhadap proses perdamaian melalui cara tersebut dapat diimbangi dengan menunjuk dewan perdamaian tetap di pihak pemerintah Filipina, yang dilengkapi sumber daya yang memadai guna membangun kesepakatan diantara para stakeholder utama, mengenai bentuk otonomi yang lebih sempurna. JI yang kini mempunyai reputasi buruk akibat kegiatannya, terutama di Indonesia, mulai bercokol di daerah Filipina selatan pada tahun 1994 dengan memperdalam hubungannya dengan kelompok separatis MILF yang dirintis ketika sama-sama berada di Afghanistan pada tahun 1980an. Hubungan pribadi yang terjalin antara ketua MILF pertama Salamat Hashim dengan pimpinan JI seperti Abdullah Sungkar dan Zulkarnaen memungkinkan berdirinya kamp pelatihan dibawah perlindungan MILF yang meniru sistim kamp di Afghanistan dimana organisasi tersebut pertama dibentuk, serta pengalihan keterampilan yang mematikan kepada generasi baru operator. Selain mengisi jajaran JI di Indonesia yang terkikis akibat penangkapan yang dilakukan pada masa pasca bom Bali, beberapa lulusan tersebut telah melancarkan serangan teror di Filipina bersama unsur MILF setempat dan Kelompok Abu Sayyaf. Menurut informasi yang diperoleh ICG, ada indikasi bahwa arsitek dari serangan-serangan yang dilakukan belum lama ini adalah lulusan kamp di Mindanao yang berasal dari Jawa bernama Zulkifli.

Southern Philippines Backgrounder: Terorism and the Peace Process ICG Asia Report N°80, 13 July 2004

Page ii

Zulkifli ditangkap di Malaysia pada akhir tahun 2003, namun sebelum itu ia berhasil mengarahkan aksi bom di Davao pada Maret dan April 2003, yang menewaskan 38 orang dan hingga saat ini merupakan hambatan besar bagi perundingan perdamaian. Hubungan JI-MILF jelas tengah berlanjut, namun dengan cara yang lebih didesentralisasi. Semenjak tentara Filipina melibas kamp-kamp utama MILF pada tahun 2000, pasukan MILF tersebar menjadi satuan-satuan yang lebih kecil dan bersifat otonom, dan kadang kala tidak diakui pimpinan MILF yang menyebutnya “komando-komando yang hilang”. Sebelumnya bentuk MILF memang sudah agak longgar, akan tetapi menyusul gebrakan tahun 2000 serta kematian Salamat Hashim di bulan Juli 2003, satuan-satuan tersebut menjadi kian mandiri. Saat ini belum begitu jelas bagaimana pandangan pimpinan baru MILF yang mengitari pengganti Hashim, yaitu Al-Haj Murad, terhadap ikatan dengan JI. Secara resmi, MILF telah menafikkan terorisme. Karena itu, mengingat apa yang kini terungkap mengenai kaitan JI-MILF, ada tiga kemungkinan menafsirkan sikap resmi tersebut, yang seluruhnya menunjukkan dampak buruk bagi proses perdamaian. Jika pucuk pimpinan MILF yang terlibat perundingan perdamaian memang tidak tahumenahu tentang kerjasama dengan JI pada tingkat lokal, atau menganut sikap “jangan bertanya, jangan ungkapkan” yang memberi keleluasaan bagi komandan setempat untuk bertindak sendiri-sendiri, maka lepasnya kendali dari pusat tersebut bisa jadi berarti kesepakatan tidak mungkin dilaksanakan. Jika setidaknya beberapa pejabat utama MILF bukan saja mengetahui adanya hubungan dengan JI, bahkan memandangnya sebagai unsur penting dalam menerapkan strategi “berunding sambil berperang”, maka itikad baik yang mutlak diperlukan agar perundingan berhasil menjadi tanda tanya. Ketiga kemungkinan tersebut dapat dikaitkan dengan pengelompokan menjadi faksi yang terjadi didalam tubuh MILF yang tampaknya kian menajam sejak kematian Salamat Hashim.

Singapore/Brussels, 13 Juli 2004

ICG Asia Report N°80

13 Juli 2004

LAPORAN LATAR BELAKANG TENTANG FILIPINA SELATAN : TERORISME DAN PROSES PERDAMAIAN
I.
PENDAHULUAN
hubungan kerjasama dengan seluruh kelompok tersebut, terutama dengan JI yang konon menyelenggarakan pelatihan pada kamp-kamp yang dikuasai MILF dan yang selnya di Mindanao merencanakan sejumlah besar tindakan teror yang terjadi di Filipina antara tahun 2000 hingga 2003. MILF menyangkal seluruh kaitan tersebut. Ada perbedaan dasar antara Negara Filipina dengan tetangga-tenagganya di Asia Tenggara yang samasama menjadi sasaran JI. Di Filipina terdapat gerakan pemberontakan Islami yang telah berlangsung lama dengan kekuatan yang mampu menghambat penyelenggaraan tugas negara di sebagian besar wilayah selatan, akan tetapi dalam keadaan desentralisasi yang sedemikian sehingga apa yang terwujud bukannya pemerintah bayangan, melainkan kantong-kantong anarki. Daerah-daerah kekuasaan tersebut didominasi oleh “komandankomandan” pemberontak setempat dengan kadar keterikatan yang berbeda-beda terhadap koalisikoalisi payung semacam MILF atau ASG, namun dengan kekuasaan yang lebih berakar pada piramida loyalitas marga dan suku yang bersifat khusus. Tidak jelas seberapa jauh pimpinan pusat MILF dapat mengendalikan komandan-komandan tersebut. Proses negosiasi dengan MILF yang telah berjalan sejak tahun 1996 kerap mengalami kemacetan akibat permasalahan “komando yang hilang” maupun “unsur-unsur tak terkendalikan” yang bernaung di wilayah MILF namun tidak diakui oleh pimpinan MILF. Laporan ini mengkaji hubungan MILF dengan organisasi-organisasi teroris setempat, dengan lebih menyorot kepada JI. Laporan menonjolkan kesulitan-kesulitan khusus yang dihadapi negara Filipina dalam menumpas jaringan teroris yang tertanam pada sebuah pemberontakan domestik dengan kerumitan dinamika tersendiri. Perlawanan yang efektif terhadap jaringan-jaringan tersebut menuntut sebuah gabungan langkah-

Bayang-bayang terorisme tengah menghantui proses perdamaian di Filipina selatan. Laporan yang terus mengalir tentang kaitan antara kelompok separatis Moro Islamic Liberation Front (Front Pembebasan Islami Moro/MILF), jaringan Jemaah Islamiyah (JI) yang bergerak di kawasan ini, serta kelompok Abu Sayyaf (ASG) membawa suasana mendung bagi perundingan di Kuala Lumpur antara MILF dan pemerintah Filipina, serta menggarisbawahi kemelut yang kian tumbuh antara berbagai gerakan pemberontakan yang telah berakar yang telah berakar di dalam negeri, dengan “perang melawan terorisme” yang dilancarkan secara global. Dalam perseteruan ini, Mindanao kian dipandang sebagai lahan garis depan.1 MILF dipandang luas sebagai organisasi revolusi yang berjuang untuk mencapai hak menentukan nasib sendiri bagi rakyat Muslim di negara Filipina (Moro). Demikianlah MILF mencanangkan diri, dan kepada dunia luas telah menyatakan penafikannya terhadap terorisme. Hingga saat ini, AS belum memasukkan MILF di dalam daftar organisasi teroris, tidak seperti halnya ASG, Gang Pentagon, dan New People's Army (Tentara Rakyat Baru/NPA), yang juga melakukan perlawanan terhadap tentara Filipina.2 Namun demikian Manila maupun Washington meyakini MILF menjalin

Laporan ini mengikuti kebiasaan setempat dalam penggunaan istilah "Mindanao" dan "Filipina" secara bergantian bagi pulau utama Mindanao di wilayah selatan bersama dengan gugusan kepulauan Sulu. 2 NPA yang komunis dan kelompok Abu Sayyaf masuk dalam klasifikasi Organisasi Teror Asing (Foreign Terorist Organizations /FTOs). Gang Pentagon, sebuah sindikat penculikan yang memiliki hubungan tidak begitu jelas dengan MILF, termasuk dalam Terorist Exclusion List (TEL) yang tidak begitu ketat, bersama kelompok pecahan NPA yaitu Brigade Alex Boncayao. Lihat Departemen Luar Negeri AS, "Patterns of Global Terorism 2003".

1

Malaysia dan Singapura. yang kegiatannya terganggu namun tidak hilang akibat dilancarkannya serangkaian lebih 200 penangkapan diseluruh wilayah. mengakibatkan 22 orang tewas. Kedua. Laporan ini disusun oleh konsultan ICG yang bekerja dengan staf ICG. Keterangan yang diperoleh saat wawancara dan dari berita acara pemeriksaan diperkuat dengan bahan dari sumber-sumber yang tersedia bagi publik. justru penangkapan yang berdasarkan pekerjaan reserse polisi yang kurang memadai kebanyakan dimanipulasi untuk kepentingan politik jangka pendek. serta bagaimana hal tersebut merongrong upaya lebih luas memerangi terorisme di kawasan ini. terutama kepada para pengarah opini di Mindanao. sebagaimana diurai dalam laporan ini. Laporan ini mengkaji peristiwa pemboman di Davao pada bulan Maret dan April 2003 dalam rangka upaya memahami mengapa pola tersebut terus bertahan.4 Peristiwa bom di Bandara Internasional Davao dan dermaga Sasa menimbulkan korban tewas sebanyak 38 jiwa. tampaknya dengan cara sangat mudah. akan tetapi penyelidikan yang dilakukan pihak pemerintahan tidak menghasilkan kesimpulan apapun dan serangan tersebut belum dikonfirmasikan. peristiwa serangan yang paling dahsyat terjadi di Asia Tenggara setelah Bali. tidak mampunya negara tersebut untuk 4 3 Serangan pada Hari Rizal terhadap lima sasaran di Metro Manila pada 30 Desember 2000. Isu teroris lebih sering disepelekan sebagai jurus pemerintahan atau militer untuk membenarkan tindakan terhadap MILF. 13 July 2004 page 2 .3 Pelarian AlGhozi selama tiga bulan melintasi negara tersebut disusul dengan kematiannya secara mengenaskan di propinsi Cotabato pada bulan Oktober 2003 menjadi kontroversi yang membuahkan teori-teori komplotan yang merupakan makanan sehari-hari masyarakat Filipina seputar perdebatan mengenai isu JI. yang selanjutnya cepat terlupakan – atau bahkan membuahkan kemarahan yang mendalam – ketika kasus yang dikedepankan jaksa tercecer.. Alih-alih. orang-orang yang hadir pada Kamp Hudaibiyah. Tidak ada upaya yang berkelanjutan maupun terkoordinasi untuk meyakinkan publik yang skeptis terhadap keonaran JI.- langkah yang khas dari polisi. Ada tiga sebab utama mengapa peran negara Filipina sangat penting dalam perkembangan ancaman teroris yang tengah berlangsung di Asia Tenggara. Kerancuan pun melanda bencana kecelakaan kapal feri di Teluk Manila pada akhir Februari 2004 yang menewaskan lebih 100 penumpang. Akan tetapi tidak seperti kasus Bali. Beberapa penangkapan yang dilakukan sehubungan dengan peristiwa bom teroris – yang kian meningkat di Filipina sejak tahun 2000 (lihat Lampiran B) – didasarkan atas bukti yang sangat lemah. pelaku bom "Hari Peringatan Rizal" – keberhasilannya segera pudar ketika yang bersangkutan melarikan diri dari penjara. yang sebagian besar terjadi di Indonesia. Sebaliknya di Filipina tidak banyak dilakukan penangkapan. Salah satu proses peradilan yaitu terhadap Fathur Rahman al-Ghozi. Pertama. berdasarkan wawancara luas dengan anggota MILF di Filipina. Peradilan yang transparan disertai cepatnya vonis yang dijatuhkan terhadap pelaku utama bom Bali. Selain itu ICG menggunakan berbagai berita acara pemeriksaan terhadap para tersangka di Indonesia dan Filipina. . selain itu segudang bukti yang telah diterbitkan ikut membantu mencerahkan wacana yang terjadi di masyarakat tentang sifat dari ancaman tersebut. dimana JI memegang peran kunci. setahun kemudian kasus-kasus tersebut masih terkatung-katung. atau secara lebih umum membela agamanya terhadap musuh-musuhnya. sejak pertengahan 1990an Filipina menjadi salah satu lahan pelatihan utama bagi JI maupun kelompok sealiran. militer dan Negara Filipina pernah digambarkan sebagai mata rantai yang paling lemah dalam upaya menghambat ancaman serangan lanjutan oleh jaringan teroris JI di wilayah Asia Tenggara. yang bertekad membina kekuatan militer untuk tujuan mendirikan negara Islam di Indonesia. atau bahkan penerapan keadaan darurat militer. diplomasi.Southern Philippines Backgrounder: Terorism and the Peace Process ICG Asia Report N°80. yang secara memalukan terjadi tepat pada hari dimana Manila menandatangani kesepakatan baru melawan terorisme dengan Perdana Menteri Australia John Howard yang tengah berkunjung. Kelompok Abu Sayyak mengklaim bertanggung jawab atas pengeboman terhadap kapal feri. serta pejabat-pejabat di Indonesia dan Filipina. kendati telah diketahui keberadaan operator senior JI selama bertahun-tahun. dengan melakukan pengecekan silang terhadap keterangan yang diperoleh saat wawancara. dan pelaku yang mengaku bertanggung jawab kini berada didalam tahanan. yang merupakan hari libur memperingati pahlawan nasional Filipina Jose Rizal. berandil besar menghilangkan sikap berdiam diri terhadap keberadaan JI di Indonesia.

Hal ini dapat membawa keuntungan jangka pendek yang cukup memuaskan. dengan menggalang sentimen anti-Muslim. . serta dalam pernyataanpernyataan MILF dimuka umum. atau dapatkah mereka memberi 5 Sel Al-Qaeda yang paling terkenal di Filipina yaitu yang pernah dikepalai Ramzi Yousef dan Khalid Sheikh Mohammad yang menjadi otak peristiwa 11 September. dengan upaya eksploitasi terhadap aspirasi tersebut untuk tujuan lain. termasuk al-Qaeda dimasa lalu. tentunya Manila sangat tergoda untuk menempuh salah satu dari dua opsi yang mudah. Ini menjadikan upaya mencari perdamaian di Mindanao hal yang sangat mendesak. Laporan ini menunjuk adanya pola kolusi yang lama terbentuk antara MILF. dana dan barang selundupan. akan tetapi kemungkinan besar akan berujung dengan terjadinya polarisasi masyarakat Filipina. Muhammad Jamal Khalifa. melepaskan kekangan terhadap AFP. hingga tahun 1995. MILF menjadi semakin rentan terhadap infiltrasi dari kekuatan-kekuatan luar yang mempunyai agenda tersendiri. Opsi mudah lainnya yang dapat ditempuh Manila adalah memainkan kartu perang. Menyusul kematian Hashim pada Juli 2003. 13 July 2004 page 3 . Hal ini berarti memupuk budaya yang nampak di beberapa bagian pemerintahan. Opsi yang lebih sulit namun pada akhirnya satusatunya yang menjanjikan. terutama di kawasan selatan. senantiasa menjadikannya mudah dimanfaatkan oleh operator “serigala tunggal” (yang bekerja sendiri) maupun oleh sel-sel dari berbagai organisasi jihad. Akankah jajaran pimpinan melanjutkan kolusi dengan sponsor dari luar negeri yang terlibat terorisme dalam rangka memperoleh dukungan luar bagi upayanya mencapai kemerdekaan atau otonomi? Akankah mereka tetap menganggap sudah semestinya penduduk Muslim setempat mendukung mereka berdasarkan polarisasi etnis. Hal ini menuntut komitmen yang lebih kuat untuk mengimplementasikan kesepakatan otonomi yang sungguh-sungguh dan lebih baik pada kawasan selatan Filipina yang mayoritas Islam. sejak tahun 1972 diperkirakan sekitar 120.5 Ketiga –.. media dan masyarakat madani. serta komando militer lawan komando politik. Ancaman yang paling signifikan bagi Filipina maupun wilayah lebih luas adalah kemungkinan meningkatnya keterkaitan antara terorisme internasional dengan gerakan perlawanan dalam negeri yang saling menopang. mendirikan jaringan organisasi berkedok di Filipina pada awal tahun 1990an yang hingga kini masih menjadi sumber keprihatinan. Kepemimpinannya terpecah berdasarkan berbagai alur: kesukuan. Selain itu MILF harus menghadapi beberapa pilihan yang sulit. Menjelang dilanjutkannya perundingan. Salah satu opsi tersebut adalah menghindari permasalahan yang pelik dalam rangka mencapai kesepakatan secara cepat serta memperoleh keuntungan perdamaian jangkapendek. Konflik-konflik yang saling terkait tersebut masih bekum cukup dilaporkan. Sejumlah besar ikatan penting tersebut mengalir dari pendiri dan ketua MILF pertama Salamat Hashim. generasi. dan Angkatan Bersenjata Filipina (AFP) yang menunggu di latar samping serta siap bertindak terhadap setiap pelanggaran oleh MILF. orientasi agama berhadapan dengan yang sekuler. dan memaksimalkan bantuan dari AS dalam rangka perang terhadap terorisme. peningkatan gerakan perlawanan. Pada era dimana solidaritas Islam di kancah internasional kian meningkat sejak Soviet meyerbu Afghanistan. mengandalkan suasana yang memungkinkan yang ditimbulkan oleh adanya perlawanan kaum separatis yang sudah lama berjalan di kawasan selatan Filipina. Ipar Osama bin Laden.dan yang paling mendasar – operator kelompok jihad. MILF menikmati dukungan terselubung yang luas di kawasan selatan Filipina yang masyarakatnya dominan Muslim.Southern Philippines Backgrounder: Terorism and the Peace Process ICG Asia Report N°80. dan masih secara merupakan sumber keprihatinan yang sangat besar. Osama bin Laden and The Future of Terorism (London. yang cenderung menyangkal permasalahan JI. The New Jackals: Ramzi Yousef. 1999). ASG dan JI.000 jiwa telah hilang. akan tetapi upaya utama dari organisasi tersebut dilakukan untuk memperoleh dukungan diplomasi dan materi dari dunia Muslim di luar negeri.- secara efektif memantau perbatasan maupun arus pergerakan penduduk. yang sebagian besar didasarkan atas hubungan-hubungan pribadi yang terjalin melalui pengalaman bersama dalam pelatihan dan peperangan. MILF tiba pada sebuah persimpangan jalan. adalah untuk mengakui realita ancaman JI serta bekerja dengan sabar namun gigih untuk memilah antara aspirasi sah masyarakat Muslim di Filipina memperoleh hak penentuan nasib sendiri. Lihat Simon Reeve. serta terkonsolidasinya MILF seputar kepemimpinan garis keras yang berkomitmen mempererat ikatan dengan organisasi-organisasi jihad internasional.

saat ingatan mereka masih segar akan perang salib yang dilakukannya selama berabadabad melawan penjajahan kaum Moor. Dengan diperolehnya kemerdekaan Filipina pada tahun 1946.au/articles/23/ph2. Salamat Hashim. yang dikemudian hari menjadi pimpinan pada kelompok mujahidin yang anti-Soviet di Wawancara dengan Hashim Salamat yang dimuat Nida'ul Islam. selain itu. Akan tetapi ketika Spanyol pada akhirnya menyerah kepada AS dalam perebutan Filipina tahun 1898.org. yang oleh presiden Mesir Gamel Abdul Nasser dihukum mati pada tahun 1966. Pemukiman kaum Kristen yang berarti baru dimulai pada awal abad kedua puluh. Hal ini merupakan permainan yang terlalu berbahaya dalam dunia pasca 11 September tersebut.. menempuh pendidikan di Al-Azhar dari tahun 1959 hingga 1969.htm.- layanan yang sungguh-sungguh kepada konstituen yang katanya mereka wakilkan. April-Mei 1998. dan akhirnya meninggalkannya dengan nyaris memperoleh gelar doktor yang “hanya kurang skripsi”. yang secara etnis berasal dari Maguindanao dari daerah Cotabato. proses integrasi politik dan ekonomi di bagian selatan dipercepat. seiring dengan tersisihnya kaum Muslim. orang Filipina Muslim semakin mulai mengenal jatidiri mereka setelah memperoleh beasiswa ke Manila dan negara Timur Tengah. 13 July 2004 page 4 . harus membantu sedapat mungkin agar MILF menjatuhkan pilihan yang tepat. terutama di Universitas Al-Azhar di Cairo.islam. diantara perangkat strategi yang dimilikinya. dengan dukungan dari komunitas internasional. Pada tahun 1950an. karena itu Manila.6 Diantara rekan-rekan Hashim di Al-Azhar termasuk Burhanuddin Rabbani dan Abdul Rasul Sayyaf. II. dan sebagian lagi akibat pilihan yang dibuat secara sadar untuk menyimpan opsi terorisme yang mudah ditampikkan bila perlu. dapat dilihat pada www. 6 . selain membawa bekal berupa jaringan siap jadi dari berbagai ikatan Islami internasional. LATAR BELAKANG KONFLIK DI FILIPINA SELATAN Konflik yang terjadi di kawasan selatan Filipina sudah lama rentan terhadap keterlibatan dalam pergelutan untuk merebut kekuasaan secara regional maupun global. Ia menjadi ketua pendiri Ikatan Mahasiswa Filipina (Philippine Student's Union) (1962) dan sekretaris jenderal Organisasi Mahasiswa Asia. Istilah “Moro” untuk pertama kalinya diperuntukkan bagi penduduk Muslim pada kepulauan tersebut oleh orang Spanyol yang mulai melakukan kolonisasi terhadap bagian utara dan tengah gugusan pulau itu pada tahun 1565. terlebih lagi ia dipengaruhi oleh pemikiran tokoh radikal dari Persaudaraan Muslim (Muslim Brotherhood) Syed Qutb. serta mengisolasi para ekstremis? Dilema yang dihadapi MILF sebagian timbul dari persamaan latarbelakang dan pengalaman formatif bersama kalangan Islami yang berasal dari negara lain.Southern Philippines Backgrounder: Terorism and the Peace Process ICG Asia Report N°80. wilayahwilayah luas yang dikuasai penduduk Muslim di bagian selatan sebagian besar masih belum terjamah.

terutama setelah pendirinya mangkat. yang menganut julukan orang Spanyol dahulu dalam upaya mencetak jatidiri baru guna mempersatu ke tigabelas suku Muslim di kawasan selatan tersebut. anggota-anggota komite sentral melakukan upaya diplomatis dengan melakukan perjalanan ke ibukota negara-negara di Timur Tengah dan Asia Barat. Manila. yang ditandatangani Misuari pada tahun 1976. secara pribadi Hashim sudah lama menikmati akses dan dukungan dari kalangan tingkat atas diseluruh kawasan Timur Tengah. Kemudian berangkat “Gelombang 67” atau Kelompok Bombardir. yang bersama Marawi City. masing-masing menuju daerah Cotabato dan Lanao. selain itu pasokan senjata dari Libya diselundupkan melalui negara bagian Sabah di Malaysia timur dengan bantuan dari ketua dewan menterinya. Selanjutnya Libya menggantikan Malaysia sebagai tempat pelatihan utama mulai pertengahan 1970an. orientasi dari gerakan separatis tersebut lebih kepada mencari dukungan komunitas Islam internasional ketimbang membangun lembagalembaga untuk menjalankan pemerintahan sendiri di negerinya. Warga Muslim di Filipina ("Bangsamoro") merupakan 5 persen dari penduduk negara itu yang berjumlah 83 juta. Pada tahun 1970.. serta membawa permasalahan mereka ke hadapan Organisasi Konferensi Islam (Organization of the Islamic Conference/OIC). membentuk Daerah Otonomi di Mindanao Muslim (Autonomous Region in Muslim Mindanao/ARMM). dan Pakistan. kamp-kamp PLO (Organisasi Pembebasan Palestina) di Timur Tengah. Mereka merupakan mayoritas hanya di propinsi Maguindanao. Hingga saat ini sebagian besar MILF lebih bersikap pragmatis ketimbang ideologis seperti yang digambarkan secara umum. 8 7 . Lima suku terbesar yaitu Maguindanao ("Bangsa dari Bantaran Pasang") dan Maranao ("Bangsa dari Danau"). Nyatanya. yang dikenal sebagai “Top 90” dan termasuk ketua MNLF Nur Misuari yang orang asli Tausag/Sama. Namun sebenarnya Hasyim mencari dukungan dari negaranegara OIC dengan menekankan kesediaannya untuk mematuhi ketentuan perjanjian perdamaian Tripoli. Sejak awal. yang kemudian menjadi MILF di tahun 1984. akan tetapi MNLF sudah melakukan persiapan yang baik. kader-kader dikirim ke luar negeri untuk menjalani latihan militer dengan bantuan dari kaum ningrat Muslim yang menyimpan rasa tidak puas. setelah Manila bersikeras mengadakan referendum dengan persyaratan yang ditentukannya sendiri. yang terpusat di kepulauan Sulu dan daerah pesissir Zamboanga selatan. Rombongan pertama. Sementara para komandan di lapangan menggalang dukungan berdasarkan akses terhadap pasokan tersebut. Secara umum diyakini bahwa lepasnya sayap “Kepemimpinan Baru” dibawah Hasyim. Sementara Misuari tetap Wawancara ICG dengan kerabat Hashim.8 Konflik massa yang terus mendidih di kawasan Selatan akhirnya memuncak menjadi perang saudara setelah Presiden Ferdinan Marcos menyatakan diberlakukannya keadaan darurat militer pada bulan September 1972. menetap lebih satu tahun di Pulau Pangkor dekat Pulau Pinang di Malaysia. yang tercipta pada tahun 1990. Tawi-Tawi dan Basilan. di akhir 1977 kepada OIC dan Rabitat alAlam al-Islami lah fraksi Hasim menyampaikan “Instrumen Pengambil Alihan” yang disusunnya ketika persaingannya dengan Misuari dan pengikutnya yang orang Tausug tidak lagi terbendung.Southern Philippines Backgrounder: Terorism and the Peace Process ICG Asia Report N°80. Perjanjian tersebut bukannya menuntut kemerdekaan melainkan otonomi dikawasan selatan yang Muslim. dan selama tahun 1980an ditambah lagi dengan Syria. serta Tausug ("Bangsa Arus") dan Sama. ketika perang berada pada puncaknya hingga akhir 1975. serta menjadi salah satu calon pertama untuk memimpin Front Pembebasan Nasional Moro (Moro National Liberation Front/MNLF). yang membawa keahlian baru dalam penggunaan artileri ringan dari Malaysia. akan tetapi sebagaimana MNLF yang mendahuluinya. dan yang tidak mengenal kompromi dalam hal kemerdekaan. Hashim memimpin upaya-upaya tersebut serta memperluas kontak-kontak internasionalnya dalam kedudukannya selaku ketua urusan luar negeri MNLF. Januari 2004. Iranun. Hashim mulai tertarik kepada politik separatis. akan tetapi Misuari kemudian kembali ke tuntutan semula yaitu sesesi penuh. yaitu sandaran pokok MNLF nya Nur Misuari.- Afghanistan. menyusul “Gelombang 300” termasuk Al-Haj Murad. yang merupakan daerah asal dua suku tersebut diatas sebelum berpisah berabad-abad yang lalu. yang memberi status pengamat khusus kepada MNLF pada Mei 1977.7 Sekembalinya ke Cotabato. Kendati OIC masih mengakui MNLF sebagai wakil bangsa Moro pada tingkat pemerintahan. yang menggantikan Hashim selaku ketua MILF setelah kematiannya pada Juli 2003. Lanao del Sur. Komite sentral MNLF bermarkas di Libya pada 1974-1975 dan seterusnya. Sulu. berakar dari agendanya yang lebih militan dan berbasis agama. 13 July 2004 page 5 . Tun Mustapha Harun. organisasi tersebut rentan terhadap perpecahan. Mulai tahun 1969.

12 Kamp Abu Bakar as-Siddique. yaitu Akademi Abdulrahman Bedis didirikan pada tahun 1987 dibawah pimpinan para alumnus Aghanistan seperti Benjie Midtimbang. meraih pengalaman di Afghanistan membawa kemungkinan peningkatan status yang lebih tinggi. 1999). diseluruh Mindanao telah berdiri setidaknya tujuh kamp: Abu Bakar. dan baru kembali ke Filipina pada Desember 1987.13 Ketika rundingan perdamaian ambruk dan pemerintah melancarkan serangan terbesar terhadap MILF di tahun 2000. Namun demikian masa telah berganti.. gerakan tersebut tengah mencari pengakuan resmi bagi tigabelas kamp “besar” dan 33 kamp “kecil”. 1990). dan mengadakan kontak dengan fraksi-fraksi Sayyaf. Bangsamoro: A Nation under Endless Tyranny (Kuala Lumpur. hal. Ibid. hal. Sampai dengan tahun 1985.93. Ali. serta kekuatan yang dihimpun MILF berkat pelatihan yang diberi warga Muslim asing. mulai tahun 1980 fraksi Hashim di MNLF mengirim hingga 500 orang ke perbatasan AfghanistanPakistan untuk dilatih bersama warga negara Asia Tenggara lainnya. 13 July 2004 page 6 . termasuk ikatan dengan Osama bin Laden. seraya membangun jaringan dukungan terbuka maupun rahasia. Maret 2003 dan Januari 2004. hanya segelintir yang tiba setelah 1991. Islamabad dan Lahore.11 antara 10. Maret 2003. Mengingat riwayatnya yang panjang bersama berbagai asosiasi internasional Islam. kiranya bukan hal mudah memutus ikatan-ikatan timbal balik tersebut. yang tetap merupakan sayap yang tidak begitu menonjol dalam gerakan tersebut. Jeddah. Sayyaf.Southern Philippines Backgrounder: Terorism and the Peace Process ICG Asia Report N°80. Saat ini pimpinan MILF tetap menyangkal bukti bahwa kamp-kampnya melindungi teroris asing. 11 . 12 Salah Jubair.168. hingga tahun 1996 ketika tercapai kesepakatan “final” di Jakarta antara pemerintah dan MNLF pimpinan Misuari. 10 Wawancara ICG dengan berbagai anggota dan mantan anggota komite sentral MILF. termasuk JI.K. Karachi. Selebihnya sampai di Afghanistan setelah gagal menyelesaikan program akademis pada sekolah-sekolah Islam dikawasan tersebut. dan kepergian Salamat Hashim bisa jadi memberi peluang bagi organisasi tersebut untuk melakukan perubahan mengikuti zaman.9 Hashim bermarkas di Pakistan pada tahun 1982. yang kedepan menjadi lokasi Akademi Bedis serta merupakan kamp MILF terbesar hingga direbut pasukan pemerintah pada bulan Juli 2000.000 pendukung MILF menjalani latihan dasar. Menurut pengakuan seorang mantan anggota komite sentral. yang mengawali program pelatihan secara besar-besaran. Perkiraan terhadap kekuatan bersenjata MILF sangat berbeda-beda oleh karena jumlah personil paruh-waktu yang besar. 9 Wawancara ICG dengan anggota komite sentral MILF. Jumlah warga Moro yang mengikuti pelatihan di perbatasan Afghanistan tampaknya mencapai puncaknya antara 1986 dan 1988.000 personil. Muslim Separatism: The Moros of Southern Philippines and the Malays of Southern Thailand (Oxford. Khalid. Sebagian besar datang dalam gelombang terdiri dari lima atau sepuluh orang yang dikirim oleh komandan lapangannya di Mindanao. serta dapat dimobilisasi untuk mendukung anggota tetap angkatan bersenjata gerakan tersebut yang berjumlah hingga 15. sudah berdiri secara tetap pada tahun 1981. Alih-alih pulang tanpa membawa gelar sarjana. 13 W. Che Man.000 Jaringan luas kamp-kamp MILF diawali pada bulan-bulan setelah Kesepakatan Tripoli tahun 1976 sebagai kawasan “perkemahan” yang diakui pemerintah bagi Komite Revolusioner Kutawato dari MNLF (inti dari fraksi Hashim yang kelak pecah dengan Misuari pada 1977).- dikaitkan erat dengan pendukung utamanya Libya. Menurut laporan. Omar. Busrah. Hashim menghabiskan dasawarsa 1978-1987 denghan berulang-alik antara Cairo. Rabbani atau Gulbuddin Hekmatyar. Othman dan Salman.10 Kembalinya Hashim dan para pejuang veteran dari Afghanistan memberi semangat baru bagi MILF. Kaitan utama dengan bin Laden dibentuk dengan perantaraan teman kelas Hashim di Al-Azhar. Sebuah sekolah pelatihan perwira. antara 1987 dan 1990 sebanyak 122. solidaritas perorangan yang diperkuat sepanjang masa-masa perjuangan bahkan jauh sebelum dunia luas mengenal nama Osama bin Laden.

pemerintah mengupayakan penyelesaian akhir yang sejalan dengan yang dicapai di Jakarta. Hal ini merupakan mekanisme utama pemantauan gencatan senjata (selain itu ada juga Tim-tim Pemantauan Lokal). Upaya untuk bertindak langsung melawan para teroris yang tertanam di wilayah yang dikuasai maupun dipengaruhi MILF tak urung berhadapan dengan risiko terjadinya eskalasi gerakan dan ambruknya perundingan. gencatan senjata tahun 1997 dan CCCH dapat dibangun kembali. MILF secara diam-diam membangun kekuatannya.14 MILF tidak terlibat dalam proses menuju Jakarta. . MILF melakukan manuver untuk mencapai posisi taktis yang menguntungkan. Ketika pemerintahan Ramos menandatangani perjanjian dengan MNLFnya Misuari di Jakarta pada September 1996. Sejumlah besar pendukung MNLF mulai beralih ke MILF.15 yang kini menjadi gugus depan baru perjuangan kaum Moro.. Sebelum Jakarta. "Perjanjian bagi Penghentian Permusuhan Secara Umum" yang dicapai pada 18 Juli 1997. dan tidak ada yang dihasilkan selain beberapa kesepahaman yang sangat terlokalisir. Pedoman pelaksanaan tersebut menetapkan Komite-Komite Kordinasi pemerintah dan MILF bagi Penghentian Permusuhan. dan hasil proses tersebut yang mengecewakan meningkatkan kedudukan mereka dimata warga Muslim. namun sekaligus menjadi unsur yang sangat diperlukan bagi setiap jalan keluar berjangka panjang. Bantuan yang dijanjikan sebagian besar tidak terwujud. Sebaliknya. Bahkan setelah peperangan besar di tahun 2000 dan 2003. mulai memasang jarak dengan Misuari pada awal 1990an. selain itu upaya keduabelah pihak untuk bernegosiasi dengan setengah hati selama Misuari menjadi pusat perhatian. kadangkala dengan bergabung bersama unsurunsur ASG. setelah hampir setahun terlibat pertemuan-pertemuan tak menonjol di berbagai kota propinsi sekitar Mindanao. Abu Sayyaf dan Dewan Komando Islam. dan kadangkala tampaknya bersedia meninggalkan kerangka yang 14 Lihat Lampiran C untuk keterangan rinci mengenai hal ini serta seluruh perjanjian yang disebut selnjutnya pada tulisan ini 15 Dewan Komando Islam. bersama pedoman pelaksanaanya menjadi rujukan dasar bagi seluruh perjanjian yang dicapai selanjutnya.- III. Pada intinya. kawasan tersebut tetap tidak mengenal hukum sehingga terorisme dapat tumbuh subur. Ketika pembicaraan dimulai secara tentatif pada Agustus 1996. Pada Juli 1993 Hasyim menyatakan tidak mungkin melakukan perundingan sebelum pemerintah menyelesaikan usrusannya dengan MNLF. 13 July 2004 page 7 . dan yang adapun hilang lantaran korupsi. Apakah lawan berunding tersebut sepenuhnya menguasai pasukannya di lapangan? Dapatkah mereka mempertahankan kesepakatan ketika menghadapi perlawanan garis keras yang berasal dari dalam timnya masing-masing? Kajian singkat terhadap proses perdamaian menunjukkan betapa sulitnya mengatasi masalah-masalah tersebut.Southern Philippines Backgrounder: Terorism and the Peace Process ICG Asia Report N°80. Kesulitan lain bagi masing-masing pihak dalam proses perdamaian adalah mengenal siapa saja yang patut dihadapi lawan berunding. Tujuan perjanjian tersebut sebagai implementasi “akhir” dari kesepakatan Tripoli tahun 1976 yang dipertentangkan. TEROR DAN PROSES PERDAMAIAN Adapun yang menjadi paradoks inti pada proses perdamaian Filipina selatan yaitu bahwa proses tersebut merupakan penghalang jangka pendek yang utama dalam upaya mendongkel jaringan terorisme. yakni fraksi MNLF terkuat di semenanjung Zamboanga. sementara pemerintah Filipina berupaya agar pembicaraan tidak mencapai tingkatan internasional karena khawatir MILF bakal memperoleh status setengah berperang seperti yang pernah dinikmati Misuari. Dipimpin Melham Alam dan Hashim Bogdadi. Akan tetapi tanpa kesepakatan damai yang berhasil. Pasukan MNLF di Sulu yang setia kepada Misuari pun telah melanjutkan pertempuran sejak November 2001. Sementara itu. berlandaskan Wilayah Otonom di Minadanao Muslim yang lahir dari sebuah perjanjian yang dibuat di Jeddah tahun 1976. strategi negosiasi MILF menggunakan konsep inkrementasi dan tidak dapat diubah – artinya setiap kesepakatan merupakan langkah maju yang kecil dan kumulatif. terbersit harapan cukup besar tercapainya perdamaian. pada April 1995. akan tetapi baru mencanangkan keberadaannya pada Maret 2000. bersama Abu Sayyaf terlibat dalam penjarahan terhadap kota Ipil di Zamboanga del Sur (kini Zamboanga Sibugay). MILF tidak dipandang sebagai ancaman besar. selain itu dorongan untuk mencapai kesepakatan tanpa memikirkan implementasinya membuat mekanismenya tak berdaya.

tujuannya adalah untuk menegaskan batas-batas pengaruh MILF agar kelompok tersebut dapat dituntut tanggung jawab apabila terjadi tindakan melawan hukum atau bentrokan. . Perang besar-besaran yang kemudian menyusul mengakibatkan 900. Maka terjadilah pertempuran sengit. sementara MILF berupaya agar kamp-kampnya diakui. dimana para penyerang diyakini berbasis. Serangan bunuh diri yang dilancarkan dua warga Arab terhadap sebuah markas divisi tentara Filipina pada buldan Oktober menambah ketegangan disekitar Kamp Abu Bakar. Bagi pemerintah Filipina.2. yang bahkan sebelum mengambil alih kekuasaan sudah mulai menghubungi Malaysia menyangkut mediasi pihak ketiga. keadaan dilapangan sudah jauh memburuk. Darapanan. dewan pemberontak memandang hal tersebut sebagai bentuk awal kedaulatan bagi kaum Bangsamoro. Akan tetapi kemenangan Presiden Estrada hanya berlangsung sesaat.Bilal.2). Kamp-kamp tersebut pun yang nyata merupakan pusat kekuatan politik. religius dan militer bagi MILF.- telah dibangun guna mencapai penyelesaian yang tuntas secepatnya. Omar dan Badr -. Sekali lagi. Peristiwa pengeboman diatas kapal feri dilepas Kota Ozamis pada 25 Februari 2000 menewaskan 39 penumpang dan mengakibatkan eskalasi besar-besaran. mulai bersikap menahan terhadap pengakuan tersebut. yang secara simbolis menyamaratakan kedudukannya dengan pemerintah sebelum diselenggarakannya perundingan untuk mencapai penyelesaian yang menyeluruh.pada Oktober 1999. Bahasa tersebut diulang pada Pedoman Pelaksanaan tentang Aspek Keamanan dari Perjanjian GRP-MILF Tripoli tentang Perdamaian tahun 2001 (pasal 2. ayat 4 (b). mekanisme pemantauan gencatan senjata lambat laun diperkuat.17 Tidak adanya bahasa khusus menyangkut terorisme merupakan hal luar biasa: tidak seperti pada tudingan penculikan di Rajahmuda. bentrok dengan oknum MILF disekitar Kamp Rajahmuda pada bulan Juni. dan perundingan pun tidak pernah mencapai tahap yang substansiil. serta Komunike Bersama tentang Larangan Terhadap Tindakan Kriminal tanggal 6 Mei 2002 yang dibahas lebih lanjut dibawah ini. ayat 3.16 Sepanjang 1997-1999. Inspeksi dan verifikasi yang dilakukan terhadap 39 kamp lain yang diklaim oleh MILF rencananya diakhiri dengan pengakuan selambatnya pada 31 Desember 1999. Bagi pemerintah. Dengan tiadanya mediasi internasional. MILF.Southern Philippines Backgrounder: Terorism and the Peace Process ICG Asia Report N°80. hak untuk melakukan pengejaran yang gencar menjadi permasalahan yang genting. setiap pengakuan merupakan langkah maju menuju status berperang secara de facto. seranganserangan bunuh diri tidak mengundang operasi dari AFP. Abdullah Macaapar. dan mekanisme gencatan senjata menambah garis pertahanan mereka. Lanao del Norte. 14 November 1997. Komandan kamp tersebut. yang mundur dari 16 Wawancara ICG dengan perunding MILF. “Memberi suaka atau bantuan kepada unsur kriminil atau yang tidak mengenal hukum” selanjutnya ditetapkan sebagai “tindakan provokasi yang terlarang” berdasarkan perjanjian November 1997. MILF memperoleh "pengakuan" atas kamp-kamp Abu Bakar dan Busrah pada Februari 1999. 13 July 2004 page 8 . Rajahmuda.. Penggantinya adalah wakil presiden Gloria Macapagal-Arroyo. Perjanjian untuk menghentikan permusuhan tahun 1997 dicapai menyusul pertempuran yang paling sengit yang pernah terjadi. sehingga dewannya bersikeras agar proses tersebut diselesaikan sebagai syarat untuk melakukan rundingan resmi Pemerintahan Estrada bersama dengan tokoh politik setempat serta anggota Konggres Filipina yang menentang perjanjian Jakarta serta dengan keras pemberian konsesi lebih banyak lagi kepada MILF. Akan tetapi bagi MILF. Cotabato City.000 warga sipil mengungsi dan berakhir dengan jatuhnya Kamp Abu Bakar pada 9 Juli 2000. dan atas lima kamp lagi -. MILF beranggapan penculikan semata-mata menjadi alasan untuk melancarkan operasi militer. Pelaksanaan Pedoman Operasional Perjanjian GRP-MILF tentang Penghentian Permusuhan. membalas serangan yang dilancarkan AFP dengan menduduki pusat kota Kauswagan pada 17 Maret 2000. ketika pasukan tentara Filipina (AFP) yang konon tengah melacak penculik. Sebuah skandal korupsi mengakibatkan posisinya diguling ketika warga militer maupun sipil bangkit di Manila pada tanggal 20 Januari 2001. Maret 2003. alias Komandan Bravo. para tersangka disebut mencari suaka di sebuah kamp MILF: John Mack di Inudaran. 17 Pasal 1. Ketika perundingan formal diresmikan pada 25 Oktober 1999. Konflik di Lanao pun menyebar ke Maguindanao pada April 2000 ketika AFP mencanangkan tekadnya untuk membersihkan jalan CotabatoMarawi ("Narciso Ramos") dari pasukan MILF yang mendirikan pos pemeriksaan dan memungut pajak atas penggunaan jalan.

Ketika itu timbul anggapan yang dirangsang dengan pernyataan MILF. Tagum dan Tacurong. Pada tahun sebelum terjadinya serangan Buliok. Pelatihan bersama telah diumumkan mulai pada 26 Juli 2004 hingga pertengahan Agustus 2004. seraya menekan keinginannya agar dilakukan “koordinasi” sebelumnya apabila pasukan AS mendekati “wilayah” MILF. tentara Filipina membenarkan serangan oleh beberapa batalyon terhadap “kompleks Buliok” – yang menggantikan Kamp Abu Bakar sebagai markas besar Salamat Hashim – sebagai operasi pembersihan terhadap sindikat penculikan Geng Pentagon yang mencari perlindungan di kawasan Rajamudah. Mindanao mempunyai riwayat panjang pelemparan granat tangan dan “pillbox” ke medan kota maupun lapangan bola basket. Kendati berbagai penyelidikan polisi menunjuk adanya keterlibatan langsung MILF. Pada empat pekan pertama enam serangan bom dilancarkan terhadap kota Kabacan. selama perundingan berlangsung.19 Pemerintahan Arroyo telah berupaya agar konflik dengan MILF dipisahkan dari perang melawan terorisme. Arroyo akhirnya . Koronadal. media dan masyarakat madani terhadap motivasi AFP. keganasannya.- perundingan pada 15 Juni 2000.. serangan bom di kota-kota propinsi di Mindanao menimbulkan korban tewas terus menerus: General Santos City.Southern Philippines Backgrounder: Terorism and the Peace Process ICG Asia Report N°80. Tacurong. menuntut adanya keterlibatan pihak asing sebagai prasyarat melanjutkan pembicaraan. Libya. Dua aspek pertama tersebut sudah mulai mengalami kemajuan ketika perang meletus lagi pada tangal 11 Februari 2003. Lanao del Norte dan Siocon. bandara Cotabato City. Akan tetapi skala operasinya. Baru setelah Fathur Rahman al-Ghozi tertangkap lebih satu tahun kemudian terungkap kaitannya dengan JI dan MILF. yang semakin nyata sejak tahun 2000 namun tidak dihiraukan sampai dengan peristiwa pemboman pada tanggal 4 Maret 2003 di Bandara Internasional Davao City. serta wilayah leluhur. Zamboanga del Norte. Sebagaimana pada tahun 1997. berupa tindak kekerasan sambil lalu yang biasanya berakar pada perselisihan antar lingkungan. atau menghadapi risiko ditetapkan sebagai sebuah Organisasi Teroris Asing. Seraya memerintahkan serangan udara dan artileri terhadap “sel-sel teroris yang tertanam” didalam MILF sebelum keberangkatannya ke Washington tanggal 17 Mei 2003 dalam rangka kunjungan kenegaraan. dengan membangun diatas perjanjian-perjanian yang lalu dan berputar pada tiga aspek: keamanan. serta waktunya – rencananya pada hari yang sama perunding dari pemerintah memaparkan sebuah rancangan usulan perdamaian “fast track” – pada umumnya menambah kesangsian warga Muslim. selanjutnya berkembang menjadi upaya hubungan sipil dan pelatihan militer dengan AS yang tengah berjalan. 13 July 2004 page 9 . kedua belah pihak menetapkan agenda yang substantif hingga Juni 2001. rehabilitasi. tempo serangan kian meningkat. bernama “Bayanihan” dan berpusat di Zamboanga City. dengan mengimbau kepada AS supaya organisasi tersebut tidak dimasukkan dalam daftar hitam.18 Menyusul seruan dari Hashim untuk melancarkan “perang jihad habis-habisan” setelah peristiwa Buliok. sehingga ancaman teroris kini tampil lain pada agenda Manila. Kidapawan dan Zamboanga semuanya terkena berkali-kali (Lampiran B). yang menewaskan puluhan warga sipil. disertai serangan MILF terhadap Maigo. Menyusul pertemuan di Kuala Lumpur dan Tripoli. 20 Hal ini kendati ada kerjasama militer yang erat antara pemerintah dengan AS melawan Abu Sayyaf. bandara Davao City. dan di Irak. yang disebut belakangan itu menikmati kekebalan berdasarkan jaminan keselamatan dan keamanan yang ditandatangani pada tahun 2000. membalas tantangan tersebut. Persitiwa bom pada Hari Peringatan Rizal tanggal 30 Desember di Manila tidak segera dipahami. Hingar bingar dilatarbelakang tersebut mengelabui gejala baru yang nampak pada peristiwa kekerasan. 18 Rundingan resmi terputus pada Maret 2002 namun telah dilanjutkan melalui “jalan belakang” hingga saat ini. 19 . Latihan bersama “Balikatan” selama enam bulan di pulau Basilan mulai Februari 2002 yang bertujuan menumpas habis sarang ASG dimana sejumlah besar warga setempat maupun warga asing ditawan dengan tuntutan tebusan. bahwa hal tersebut berkaitan dengan manuver militer serta jatuhnya Presiden Estrada yang diambang pintu. Serangan tersebut menewaskan 22 orang serta membawa konflik kedalam jantung kawasan metropolitan di Filipina. Sehingga yang ditinggal adalah kesenjangan kredibilitas yang parah. dan polisi menerbitkan surat penangkapan terhadap para tersangka termasuk pimpinan MILF.20 Akan tetapi menyusul pemboman besar untuk kedua kalinya di Davao pada tanggal 2 April 2003 dan di Korondal pada 10 Mei. Beberapa di antara serangan tersebut pelaksanaannya kurang sempurna dan jumlah korban yang ditimbulkan tidak besar. sementara kekhawatiran atas terorisme melampaui permasalahan “pemanjaan kriminal” oleh MILF pada wacana resmi. Terhadap kiprah tersebut secara resmi MILF bersikap netral dan waspada. ia berseru kepada organisasi tersebut agar “meninggalkan semua ikatan teroris” selambatnya 1 Juni.

Pada akhirnya. Kemungkinan lainnya. Akhirnya.21 Secara terpisah para donatur dari Bank Dunia dan Jepang menjanjikan bantuan “pasca konflik” lainnya. Status semi perang yang tidak jelas yang diperoleh MILF bagi kamp-kampnya memaksa AFP menanggapi sikap tersebut secara terselubung dengan menggunakan bahasa pemburuan tindak kriminal. dan bahwa hal ini akan terwujud secara alami begitu senapan tidak lagi bersuara. seraya merayu kaum “moderat” dengan janji-janji pembangunan. kelanjutan pembicaraan formal di Kuala Lumpur telah mengalami penundaan berkali-kali sejak Agustus 2003. 22 Naskah perjanjian 6 Mei 2002 yang memberi mandat kepada Kelompok Ad Hoc untuk Aksi Bersama terlampir sebagai Lampiran D. kembali. hal mana dipupuk atau ditolerir oleh pimpinan MILF. maka ditandatanganilah sebuah Penghentian Permusuhan secara Timbal Balik yang baru pada 19 Juli 2003. Bagi MILF. dan tidak jelas pula apakah tim interim sudah berfungsi atau belum. masing-masing pihak telah menunjukkan kesediaannya melanjutkan konflik berskala rendah. lihat PeaceWatch. Adapun kurang jelas apakah pengamat internasional tersebut mengawali atau menyusul perjanjian yang komprehensif.- Hingga saat ini para jurubicara MILF tetap menyangkal adanya ikatan seperti yang dimaksud itu. Arroyo sekali lagi memilih untuk berunding. Pemerintah Filipina memandang pembangunan ekonomi sebagai kunci mencapai stabilitas jangka panjang. Masalah-masalah tersebut dibahas secara berkala pada pertemuan CCCH maupun “jalur belakang”. Tidak jelas mengapa AHJAG belum juga terbentuk setelah disepakati lebih dua tahun lalu. akan tetapi sebuah Kelompok Ad Hoc untuk Aksi Bersama dibawah CCCH yang diberi mandat untuk melarang “komando hilang” pada Mei 2002. Lembaga Perdamaian Amerika Serikat telah menawarkan jasa fasilitasi serta paket bantuan senilai $30 juta apabila dibuat perjanian. 7 Juli 2004. seluruh nilai dollar ($) pada laporan ini adalah dollar AS. serta meningkatkan seruan bagi perdamaian dari para “pencinta damai” di pemerintahan dan masyarakat madani. bahwa serangan teror merupakan inisiatif mandiri di pihak fraksi MILF yang lebih militan yang bergandengan dengan Abu Sayyaf. Desember 2003. Selain itu pemerintah pun bermaksud memecah belah MILF. Menghadapi keadaan remis tersebut. maka hingga Juli 2004 ada risiko hilangnya paket bantuan sebesar $30 juta. seperti yang terjadi pada tahun 2000 dan 2003.Vol. Sekembalinya dari AS. Prospek tercapainya penyelesaian sangatlah muram.Southern Philippines Backgrounder: Terorism and the Peace Process ICG Asia Report N°80. Di jangka pendek. permasalahan penarikan tentara Filipina dari kompleks Buliok. Akibat tidak adanya kemajuan dalam rundingan perdamaian. Pada pertemuan CCCH yang kelimabelas pada 7-8 Februari 2004. serta kaitan MILF dengan terorisme merupakan rintangan utama bagi keberlanjutan perundingan. bertempur seraya melakukan perundingan memberi peluang untuk membangun kekuatan sambil menahan tindak balasan AFP. Namun demikian. 13 July 2004 page 10 . sementara tetap melakukan tekanan militer terhadap “penganut garis keras” – yang oleh beberapa pengamat disebut strategi “salami” dimana perlawanan dikelupas lapis demi lapis Meningkatnya serangan teror sejak tahun 2000 telah menambah kerumitan pada keadaan skakmat yang bertahan lama dan bertingkat rendah tersebut. United States Institute of Peace.22 Begitu rundingan formal dimulai 21 Untuk keterangan rinci. telah disepakati “formalisasi” Tim Aksi Interim bersama (Interim Action Team /I-ACT) "sebagai mekanisme transisi hingga dimulainya operasionalisasi Kelompok Ad Hoc untuk Aksi Bersama (Ad Hoc Joint Action Group /AHJAG)". masing-masing pihak menghendaki penyelesaian yang berbeda. sementara memperbesar perbedaan mereka dengan para “pemburu perang”. bisa juga sebagian atau seluruh pimpinan MILF yang tengah menjalankan rundingan dengan Manila . maka hal tersebut bisa jadi merupakan salah satu elemen dalam strategi politik campuran yang sengaja dianut pada tingkat tertinggi MILF – dengan demikian meningkatkan pertaruhan pasca 11 September hingga ambang yang bahaya. agenda yang tersisa pada kerangka Tripoli tahun 2001 – yaitu wilayah leluhur – menjadi yang paling sulit. masih belum juga operasional.X. Sejauh terorisme membawa urgensi baru untuk menyelesaikan konflik di Filipina selatan. Manila Times. JI atau unsur luar lainnya. dakwaan kriminal terhadap pimpinan MILF sehubungan peristiwa pemboman di Davao.. Tindak balasan berupa pemboman di perkotaan telah mengalihkan perhatian pasukan keamanan. N°1. "RP loses $30-M US fund for Mindanao". seperti pada tahun 1996. akan tetapi bersikap hati-hati agar tidak mengusik peran utama Malaysia sebagai mediator. Lima putaran pembicaraan rintisan dilakukan di Kuala Lumpur hingga akhir Februari 2004 dalam rangka menyiapkan landasan bagi sebuah Tim Survei Awal Malaysia untuk mengunjungi Mindanao selama satu pekan mulai 22 Maret 2004 untuk menyiapkan pengiriman sebuah Tim Pemantau Internasional yang dipimpin OIC. Sementara itu sasaran MILF tak terpisahkan dari politik – akan tetapi Manila tidak akan pernah berkompromi soal kedaulatan. Kecuali disebut lain.

yang juga dikenal sebagai Abu Widad. Untuk mengevaluasi alternatif-alternatif tersebut. sebelum serangan AFP pada Februari 2003. 58.Southern Philippines Backgrounder: Terorism and the Peace Process ICG Asia Report N°80. TEROR DAN FRAKSI DI MILF Kendati MILF merupakan kelompok separatis bersenjata yang paling ampuh di Asia Tenggara. 1974). yaitu Islamic Centre di Buliok. Kabar terlambat mengenai kematiannya di sebuah kamp terpencil dikelilingi oleh segelintir ajudan-ajudan terpercaya. atau tidak berdaya mengendalikan kegiatan teroris yang memanfaatkan wilayah territorial. Selaku wakil ketua urusan dalam. sebagai orang asli Maranao totok. 13 July 2004 page 11 . Ternyata pengganti terpilih Hashim bukan Murad melainkan Alim Abdulaziz Mimbantas. asma. Internal Brigade. dan juga tidak menguasai kedalaman pengetahuan tentang agama yang merupakan sumber pokok dari pamor sang ketua pendiri. segera disusul berita meningkatnya perpecahan kedalam fraksi-fraksi di MILF.A. Mahid Mutilan (yang juga wakil gubernur Daerah Otonom di Mindanao Muslim (ARMM) serta mantan gubernur Lanao del . Demikian pula. merupakan yang paling terpercaya dari tiga letnan utama Hashim.. Mimbantas. ia kurang mampu menjembatani penggolongan menurut suku yang terjadi didalam gerakan tersebut. Organisasi tersebut sering disebut monolitis. tidak banyak yang tercatat maupun yang dipahami mengenai cara kerja didalamnya. berada dalam keadaan kesehatan memburuk setelah dievakuasi dari markas besarnya. dengan memegang kendali atas jaringan intelijen lokal MILF. Pagalungan. serta pasukan pengawal ketua. Hashim yang menderita penyakit jantung. propinsi Maguindanao. yang juga alumnus Universitas Al-Azhar (B. dibanding Hashim yang ayahnya orang Maguindanao dan ibunya orang Maranao/Iranun.- sesungguhnya tidak mengetahui. Sedemikian kental kerahasiaan yang menyelimuti kepemimpinanya sehingga kematian Hashim pada tanggal 13 Juli 2003 tidak lama setelah hari ulang tahunnya yang ke 61 berlalu. maupun personil MILF. dan maag. sumber daya. Pasukan Keamanan Dalam Negeri (Internal Security Forces / ISF). Akan tetapi Mimbantas tidak memiliki daftar kontak pribadi yang luas diantara dunia Muslim. tidak diungkapkan kepada umum sampai 5 Agustus ketika Al-Haj Murad Ebrahim diumumkan sebagai ketua yang baru. sehingga menambah ketidakpastian sekitar keberlanjutan perundingan perdamaian. maka perlu kajian lebih dalam terhadap dinamika internal di MILF. dan sekaligus mertuanya dari isteri pertama. IV. Mimbantas memperoleh dukungan kuat para ulama Maranao – yang sebagian besar dipimpin oleh rekan Hashim di Al-Azhar.

24 Wawancara ICG dengan anggota komite pusat MILF di Cotabato dan Manila. Selaku Mufti Besar Kutawato. Keduanya menjadi model bagi masyarakat Islam yang didambakan dimasa depan. Bandingkan dengan sekitar 5. sebagian besar pasukan tetap MILF yang terdiri dari enam divisi menduduki posisi-posisi tetap dalam mempertahankan kamp-kampnya. dan ISF dikonsolidasikan menjadi bagian yang tak terlepas dari BIAF yang sifatnya tetap. Komandan Clay. Abu Bakar dan Busrah.setidaknya secara resmi – berada dibawah komando Murad dan Gambar. Desember 2003-Januari 2004. namun jumlah pengikutnya yang bersenjata mungkin ridak melebihi beberapa ratus orang. Sementara itu jabatan semula Mimbantas sebagai wakil ketua urusan dalam negeri tampaknya dibiarkan kosong. Sebelum tahun 2000. juga asal Maguindanao. sementara Murad menduduki jabatan ketua 23 "GMA does not listen to peace advisers". ia digantikan oleh Murad selaku ketua umum KRC. 14 Desember 2003. Popularitas pribadi Murad diantara basis massa gerakan tersebut banyak membantu sayap MNLF “Kepemimpinan Baru” dibawah Hashim untuk memulihkan diri menyusul hengkangnya Malaguiok. maupun sebagai simbol status perang secara de facto yang tengah dirundingkan. mungkin akibat persaingannya dengan ketua KRC bidang politik Amelil "Ronnie" Malaguiok. berumur 55 tahun. namun kastaf yang baru adalah Sammy Al-Mansour (Sammy Gambar). Kendati selama Murad menjabat sebagai wakil ketua kedua jabatan tersebut dirangkapnya. Pasigan sendiri merupakan tokoh tetua yang berpengaruh yang duduk di komite pusat membidangi urusan da’wah. yang semula menduduki jabatan deputi kastaf dibawah Murad. yang ketika itu bertanggung jawab untuk mendapatkan senjata melalui kepala suku MNLF Nur Misuari yang berbasis di Sabah. Dua dasawarsa kemudian pengumuman tentang kematian Hashim yang tertunda menutup suatu titik balik yang lebih penting lagi bagi Murad dan MILF. lama menjadi wakil ketuanya Hashim membidangi urusan militer dan didukung para komandan lapangan dan pejuang biasa yang basis agamanya tidak terlalu kuat. yaitu Murad. merentang melintasi beberapa kotamadya. yakni dibidang urusan militer.000 orang bersenjata yang setia kepada saingannya untuk merebut tampuk pimpinan. yang mungkin mencerminkan manuver oleh fraksi-fraksi yang berdasarkan golongan etnis tersebut.1. Sheikh Omar Pasigan. sehingga -. sebelum berganti nama menjadi MILF pada Maret 1984. Kendati menurut Mimbantas dirinya menyerahkan kedudukan ketua umum secara sukarela kepada Murad dimana transisinya cukup lancar. sesama rekan pada gelombang Top 90.Southern Philippines Backgrounder: Terorism and the Peace Process ICG Asia Report N°80. Philippine Daily Inquirer. yaitu Tentara Islam Bangsamoro (Bangsamoro Islamic Armed Forces / BIAF). yang juga sesama orang Maguindanao. umum dengan dukungan dari wakil ketua III MILF Ghazali Jafaar. yang juga nama julukannya. Pada akhirnya Mimbantas memperoleh jabatan yang sebelumnya diduduki Murad. Naiknya ke pucuk pimpinan MILF dimulai 30 tahun yang silam ketika dirinya mengantikan Komandan Ali "Cassius Clay" Sansaluna selaku ketua bidang militer pada Komite Revolusioner Kutawato (Kutawato Revolutionary Committee / KRC) di MNLF. Hubungan tersebut banyak membantu membawa para ulama asal Maguindanao kedalam pihak Murad. 13 July 2004 page 12 . adalah pemisahan jabatan yang didudukinya dari jabatan kepala staf sayap bersenjata MILF. . Jafaar yang membidangi urusan politik adalah saudara sepupu Murad dari pamannya dipihak ibu. seraya menggagalkan perundingan yang belum lama dirintis dengan rezim Marcos dan sebagai imbalan menerima jabatan politik yang menggiurkan. Ketika Malaguiok menyerahkan diri kepada pemerintah pada April 1980.23 adanya tenggang waktu tiga pekan – dimana diduga Mimbantas sendiri menderita penyakit jantung – tampaknya menunjukkan bukan demikian halnya.- Sur) – dan dari komandan lapangan yang lebih militan. tewas ditangan salah seorang pengawalnya pada Juni 1974.24 Perubahan-perubahan terhadap Dewan Harian Jihad yang beranggotakan kurang lebih tujuh orang dan yang menjalankan urusan sehari-hari komite pusat yang lebih besar. terutama dari sesama orang Maguindanao. merupakan tindak lanjut atas perubahan organisasi yang penting menyusul serangan pemerintah tahun 2000 yang dapat menambah tekanan-tekanan sentrifugal didalam gerakan tersebut di masa pasca Hashim. dimana dua kamp terbesar. "Kagi" Murad. hal. Hambatan penting terhadap kekuasaan yang baru dipegang Mimbantas selaku wakil ketua bidang militer. 21.. yang asli orang Maranao.

S. Iranun dan Kalibugan yang merupakan minoritas bercampur aduk dengan penduduk lumad dan Kristen yang dominan.25 Dengan demikian Divisi Lapangan I dibawah Komandan Jack Abdullah menjadi Komando Markas 105 yang berpusat di Rawa Liguasan. Sampai dengan pertengahan 2001.. Selain itu unsur-unsur ASG serta sebuah kelompok pecahan MNLF yang keras. Sama. Enam divisi tersebut ditambah ISF. Pada struktur lama. Komandan Gordon diketahui mempunyai kaitan langsung dengan JI pada akhir 1990an. begitulah yang dituliskan mengenai MNLF seperempat abad yang lalu. Komando Markas 107 dibawah Cosain "Sonny" Soso yang ada disana dibangun dari Brigade 101 yang lama (Divisi 1). satuan-satuan tetap yang besar yang sebelumnya bermarkas disana – yaitu divisi-divisi Markas Besar dan Pengawal Negara – tidak dapat dipertahankan dan terpecah menjadi formasi yang lebih kecil. selain lokasi dari serangkaian pemboman kota selama dua tahun terakhir. tidak mampu menunjang divisi tetap sendiri. Sementara Komandan Jack beroperasi diatas lahan yang cukup mudah dicapai di Maguindanao di pusat jantung wilayah pemberontak dan jalur komunikasinya dengan kepimpinan Murad mungkin cukup erat. T. yang biasanya penganut animisme tetapi adakalanya sudah menjadi Kristen 27 "MILF refutes military claim of internal rift". Dengan hilangnya bagian bawah kamp Abu Bakar pada Juli 2000. bahkan orang Muslim dari suku Maguindanao. yang melakukan pemberontakan diseluruh negara sejak akhir 1960an. masing-masing di daerah Davao dan Zamboanga. 1980). Penduduk Muslim di Davao yang jumlahnya sedikit dan tersebar luas. sebagai Komandan Komando Markas 109. Mindanews. 230. mereka kini menikmati otonomi yang lebih besar dari Staf Umum yang dikepalai Murad. selain itu setidaknya satu batalyon dari Divisi Pengawal Negara dibawah Samir Hashim masih tetap berada dibawah komandonya sebagai bagian dari Komando 25 Markas 106 yang terpusat di Cotabato Utara. dan pejuang Iranun yang konon masih melindungi unsurunsur JI di daerah perbatasan Maguindanao-Lanao kemungkinan ada di bawah komandonya. dan Divisi Lapangan II dibawah Tops Julhanie di kawasan Cotabato selatan kini berfungsi sebagai Komando Markas 104. George. Samir Hashim. sebagaimana pula pimpinan di tingkat lebih rendah menikmatinya dari Komando Markas masing-masing. yakni Dewan Komando Islam. dijadikan sembilan Komando Markas yang terbagi atas komando satuan dan seksi. struktur divisi lama yang kurang lebih mengikuti model AFP diganti dengan sistim Komando Markas yang lebih menyerupai pasukan gerilyanya Tentara Rakyat Baru (New People's Army / NPA) yang komunis. 2 April 2004. dan tidak lagi menghiraukan perintah dari pusat.- Strategi tersebut memudahkan komunikasi dan menyediakan struktur komando yang relatif lebih merekat.J. ketimbang memiliki pasukan konvensional yang terikat pertahanan yang sifatnya statis Kendati sebagian besar komandan divisi berpangkat sama dibawah struktur baru tersebut. 13 July 2004 page 13 . Komandan divisi pasukan pemberontak senantiasa menjadi “pusat kekuasaan mandiri yang bergerak atas prakarsanya sendiri”.27 Yang juga berpotensi masalah bagi kepemimpinan pusat adalah Komando Markas 107 dan 108 yang beroperasi dikejauhan. Perubahan ini dimaksudkan untuk memudahkan melakukan taktik hit-and-run yang lebih gesit dan pengelakan. selain itu wilayah operasi dan pengikut bersenjatanya yang berasal dari wilayah itu cenderung bertahan terus kendati organisasinya telah berubah nama. Tausug. Istilah Lumad digunakan untuk suku asli non Muslim seperti misalnya Tiruray.26 Daerah tersebut merupakan titik pusat operasi pengejaran AFP terhadap pemimpin Abu Sayyaf yang buron. mempunyai ambisi sendiri untuk menduduki pucuk pimpinan tersebut. Di Zamboanga. menambah kondisi bergejolak pada daerah tersebut. yang konon menentang aksesi Murad.Southern Philippines Backgrounder: Terorism and the Peace Process ICG Asia Report N°80. Maguindanao. Kadaffy Janjalani. 26 . daerah yang dikuasai Julhanie mencakup wilayah adat lumad di pegunungan serta pusat-pusat penduduk Kristen yang membentang hingga garis pantai Sultan Kudarat dan propinsi Sarangani. adik mendiang ketua. Divisi Markas Besar dibawah pimpinan Komandan Gordon Saifullah saat ini telah menjadi Komando Markas 101 di wilayah Kamp Abu Bakar. Hal ini menjadikan pemberontakan Moro di semenanjung tersebut yang dipimpin Komandan MILF Aloy Al-Ashrie mempunyai ciri khas tersendiri yang anarkis. Revolt in Mindanao: The Rise of Islam in Philippine Politics (Oxford. Subanen dan Tboli. Amelil Umbra yang mantan komandan Brigade 206 masih beroperasi disekitar Kamp Omar. hal. masing-masing divisi BIAF yang seluruhnya berjumlah enam divisi terdiri dari enam brigade yang masing-masing terdiri dari enam battalion.

29 Akan tetapi menurut Mukhlis. Saat ini mereka tersebar diseantero Komando Markas 102 dan 103 yang menurut laporan dipimpin Rajahmuda Balindong dan Yayah Luksadatu – yang disebut terakhir ini juga menjadi kepala staf Gambar. 13 July 2004 page 14 . Saat ini hal tersebut tercermin dalam cabang kotamadya yang jumlahnya tak terhingga di sekitar Danau Lanao. dirinya tetap bekerja pada Komando Markas 102 dan 103 sebagai pelatih untuk taktik gerilya dan peledakan selama 2001 – 2003.- Basis massa Muslim yang jumlahnya sedikit dan terpencar di semenanjung Zamboanga membatasi pengaruh sayap politik serta mengurangi keterikatan dengan pusat maupun pengumpulan zakat. yang semuanya berimplikasi kurang baik bagi proses perdamaian. bahkan ikut ambil bagian dalam serangan MILF terhadap kota Maigo sebulan sebelum tertangkap. "Orangorang di Lanao berbeda dengan kami". Jika pada akhir 1970an persatuan antar suku antara para Tausug dari daerah kepulauan dan para Maguindanao dari daerah daratan tidak dapat dipertahankan dalam MNLF. dengan membawa perjuangan ke wilayah musuh dan meringankan tekanan terhadap kampkamp MILF. atau memangkas keterangannya berdasarkan hal-hal 28 Wawancara ICG. Ada beberapa kemungkinan dibalik sikap MILF tersebut. sementara orang Maguindanao mempunyai pengalaman cukup lama tentang kekuasaan relatif terpusat dibawah dua kesultanan utama. Akan tetapi hal ini berarti juga bahwa beberapa orang Maranao.Southern Philippines Backgrounder: Terorism and the Peace Process ICG Asia Report N°80. tutur seorang petinggi Dewan Harian Jihad asal Maguindanao dengan gamblang. dan unsur-unsur ISF dibawah Abdulaziz Mimbantas. Menurut Mukhlis. 28 Mei 2003 dan Philippine Star. lemahnya organisasi pada tingkat akar rumput di Lanao menghambat keterpaduan MILF secara lembaga maupun pengawasan politik terhadap sayap militer. dan dibawah pengawasan lepas Hambali. Menurutnya. Kesaksian Saifullah "Mukhlis" Yunos yang tertangkap pada 25 Mei 2003 memberi indikasi bahwa unsur-unsur Divisi Lapangan 3 BIAF yang didominasi orang Maranao lah yang memegang andil dalam melakukan pemboman Hari Rizal di Manila dengan bermitra bersama operator JI Fathur Rahman al-Ghozi. 29 Mei 2003. dan banyak yang merasa Lanao sudah bebas karena tidak ada orang Kristen didalam pemerintahan. Komando Markas 108 dibawah Ashrie (dahulu Divisi Lapangan 4) diketahui mencari sumber pendapatan alternatif dengan melakukan penculikan dan pemerasan. yang masingmasing jumlah penduduknya jauh lebih kecil dibanding ditempat lain di negara itu. “tertarik kepada kelompok ekstremis sebagai tahapan lebih lanjut dalam perjuangan mereka”. dan menewaskan 22 orang. 29 Today. terutama yang lebih muda. sejak dahulu kekuasaan Maranao lebih terpecah dimana berbagai daerah kekuasaan kecil saling berebut pengaruh. Selain itu para komandan lapangan di Lanao tampaknya beroperasi dengan tingkat otonomi dari pusat yang lebih khusus. “Para ulamanya terbagi atas begitu banyak kelompok. oleh karena itu tidak dirasakan perlu melakukan organisasi”. Petinggi MILF Ghazali Jafaar dan Sammy Gambar. Asal usul riwayat perbedaan antara politik Maguindanao dan Maranao tersebut cukup panjang. maka demikian pula perbedaan antara orang Maguindanao dan orang Maranao mempunyai potensi yang sama dalam MILF saat ini. Berbagai kecenderungan perpecahan politik tersebut cukup penting mengingat apa yang telah diketahui tentang kaitan MILF dengan kegiatan teroris. Sudah pasti salah satu kemunghkinannya adalah bahwa pejabat MILF tersebut tidak mengatakan yang sebenarnya. cukup banyak orang Maranao yang “fanatik"..28 Sebagaimana di Zamboanga. akan tetapi pada umumnya lebih bersifat rutin dan mudah dikendalikan oleh pimpinan pusat apabila diperlukan dalam konteks kesepakatan perdamaian baru. December 2003. Kendati kegiatan kriminal bukannya tidak dilakukan di jantung tanah MILF. dijalankan sesuai instruksi yang diberi Komandan Divisi 3 Solaiman Pangalian kepada “staf khususnya” – agar mewujudkan seruan Salamat Hashim untuk melakukan jihad menyusul serangan Abu Bakar. terkadang disertai taktik militer liar dengan mengambil sandera dan menjarah kota propinsi yang mayoritas penduduknya orang Kristen. maupun juru bicara Eid Kabalu. Namun demikian yang menjadi tantangan paling besar bagi Murad adalah pasukan-pasukan Maranao yang dahulunya tergabung dalam Divisi Lapangan 3 dibawah Alim Solaiman Pangalian. tercatat menyangkal hubungan Mukhlis dengan MILF. . lima peristiwa pemboman yang terkoordinasi di ibukota Filipina pada 30 Desember 2000. yang merupakan teroris yang paling diburu di Asia Tenggara sampai dengan tertangkapnya di Thailand pada bulan Agustus 2003.

maka hubungan antara para spesialis teror dan persatuan MILF mungkin akan mengalami ujian. akan tetapi inisiatifnya lebih berada pada para spesialis yang kegiatannya mendapat momentum tersendiri serta mencerminkan agenda campuran. Sebagaimana pengalaman NPA dalam hal pemberontakan perkotaan. para pemberontak kemudian lari atau ditumpas. Motivasi pemboman bisa saja mencakup gabungan dari yang tergolong biasa (misalnya pemerasan. untuk pertama kalinya dimanfaatkan di medan perang di Mindanao melalui pembuatan ranjau darat yang diimprovisasi dan granat yang diluncurkan dengan roket serta melalui operasi sabotase seperti peledakan menara kabel listrik. . Sejumlah satuan. terpecah belah. Disini mungkin dapat dilihat kesejajaran dengan garis strategi yang dianut Tentara Rakyat Baru (NPA) pada tahun 1974 yang dikenal sebagai “sentralisasi kepemimpinan. yang memimpin organisasi tersebut. 13 July 2004 page 15 . maka kurang tepat menggambarkan keadaan ini sebagai konflik antara orang Maguindanao yang “moderat” dengan orang Maranao yang “ekstremis”. dan kian banyak lulusan kamp yang melihat peluang baru untuk mencari dana dengan menggunakan keterampilan tersebut.diyakini oleh beberapa simpatisan MILF. maka yang tersirat adalah bahwa kegiatan teror sudah merupakan kebijakan pada pucuk pimpinan . Dalam kasus MILF. dan membiarkan setiap satuan menghimpun kekuatannya dengan cara masing-masing. Mukhlis menarik kembali pengakuan bersalah yang dibuatnya berkaitan dengan kasus Hari Rizal pada tanggal 9 September 2003. dengan hanya berpedoman pada perintah yang samar. Pelatihan sistematis pembuatan bom di kampkamp MILF setidaknya dimulai akhir 1980an. Mengingat sifat MILF yang tidak begitu kompak dan lebih bersandar kepada kepribadian perorangan. Manila Times. kemungkinannya pimpinan tertinggi disekitar Salamat Hashim sudah dari awal memutuskan untuk memanfaatkan apa adanya . dimana ia mengaku telah disiksa dan tidak mengetahui tata cara pengadilan. dan Partai Komunis di Filipina. yang adakalanya diperoleh dari perbatasan Afghanistan. Sebagaimana runtuhnya resim Marcos mengubah lingkungan strategi NPA dan pada akhirnya memaksa memuncaknya ketegangan antara para Maois dan para pemberontak.. yang menunjuk keengganan melibatkan MILF serta pengecekan silang hal-hal penting dengan pernyataan tersangka teroris lainnya seperti al-Ghozi. Lihat "Moclis recants: I'm a fall guy". Seiring dengan meningkatnya tekanan terhadap kepemimpinan MILF baru untuk menurunkan kapasitas teror yang dimilikinya. Selain itu bukannya mustahil bahwa para petinggi tersebut memang disekat dari pengetahuan tentang detil operasi yang dapat menempatkan mereka dalam posisi yang sulit.30 Kenyataannya mungkin lebih rumit. Namun demikian. para komandan SOG setempat seperti Mukhlis menyambut baik sokongan dari sesama rekan lulusan Afghanistan untuk mengembangkan program-program spesialis. dapat berdampak paling besar terhadap Penjelasan lainnya – bahwa Mukhlis dimanfaatkan untuk melibatkan MILF didalam kegiatan teroris . pelampiasan dendam pribadi).Southern Philippines Backgrounder: Terorism and the Peace Process ICG Asia Report N°80.- teknis yang kurang jelas. Hal ini dapat memperburuk perselisihan yang ada antar golongan etnis dan fraksi sebagaimana telah diuraikan diatas. desentralisasi operasional”. Oleh karena pada umumnya keterlibatan MILF dalam tindakan teror didasarkan atas motivasi pragmatis dan hubungan antar perorangan. Ketika sikap ortodoks ala Mao untuk “mengelilingi kota-kota dari pedesaan” diterapkan kembali diawal 1990an. keterampilan dalam penggunaan bahan peledak. perlunya penegasan kontrol dari pusat oleh kepemimpinan yang didominasi orang Maguindanao guna mengendalikan para spesialis teror. yang sifatnya taktis (serangan pengalihan atau destabilisasi) dan yang berupa jihad (dengan sponsor dari luar negeri). Pendapat tersebut tidak didukung oleh berita acara pemeriksaan terhadap Mukhlis yang diperoleh ICG. Perusahaan angkutan bis dan 30 toko serba ada di kota-kota propinsi Mindanao sudah sering dijadikan sasaran pemerasan yang disertai ancaman bom sejak awal 1990an. Jika mereka sendiri yang merekayasa penyekatan ini. Hal ini dimanfaatkan para komandan divisi di MILF jika diperlukan. maka peristiwa 11 September dan Bali bisa jadi mengubah sifat kemampuan MILF untuk melakukan tindakan teror dari asset taktis menjadi hambatan strategis. Keleluasaan yang diperoleh bagi inisiatif setempat menimbulkan tumbuhnya sebuah fraksi pemberontak perkotaan di Mindanao yang hingga pertengahan 1980an telah menjadi basis kekuatan utama kelompok tersebut. kian meningkatnya cabang kelompok teroris tersebut direstui oleh pimpinan MILF sepanjang maksud mereka tercapai. mungkin menjadi semakin tergantung kepada perolehan pendapatan melalui terorisme komersial tersebut dalam upaya memberi subsidi bagi biaya operasi MILF secara keseluruhan Dengan semangat kewiraswastaan tersebut. terutama Kelompok-Kelompok Operasi Khusus (Special Operations Groups/SOG ) yang terikat divisi dan brigade BIAF. 10 September 2003.

Jika Murad mencapai kesepakatan perdamaian dengan pemerintah atas dasar paket otonomi yang lebih sempurna. maka para pejuang militan yang tersingkir bisa jadi akan memperkuat kembali ikatannya dengan sekutu jihad dari luar negeri. Mohammed Khalifa.- pesaing asal Maranao yang otonominya tidak boleh diganggu gugat. terpaksa lari dari sebuah apartemen di Manila setelah bahan kimia yang digunakan untuk membuat bom terbakar. bernama Kamp Hudaibiyah. yang belakangan terbukti bersalah dalam peristiwa bom World Trade Centre pada tahun 1993. lebih mendalam daripada dengan al-Qaeda. Marawi City.31 Cikal bakal ikatan tersebut lah yang akan kami tilik pada bagian berikut. dua warga Palestina dan seorang warga Jordania yang diyakini sebagai anggota sel yang sama ditangkap dan diketahui telah mengadakan kontak dengan Wakil Ketua MILF Ghazali Jafaar disamping pemimpin lainnya. diyakini dibentuk melalui kontak dengan Kelompok Abu Sayyaf Group. kendati sifatnya lebih pragmatis ketimbang ideologis. Sebuah sel alQaeda didirikan di Filipina pada tahun 1991. ketimbang dengan MILF. Persekutuan tersebut diperkokoh melalui kesepakatan Salamat Hashim dengan pimpinan JI di tahun 1994 untuk mendirikan kamp pelatihan yang dikelola JI bagi rekrut MILF. yang konon siap dipertimbangkannya. 13 July 2004 page 16 . 4 Maret 2002. 33 ICG Asia Report N°63. Jemaah Islamiyah in South East Asia: Damaged But Still Dangerous. Akan tetapi pada November 2001. Sel tersebut. dan upaya mengulang pengalaman tersebut di Mindanao lah yang kini merupakan ancaman terbesar bagi proses perdamaian.. dan kelompok jihad lainnya dijalin di kamp-kamp pelatihan di Afghanistan pada pertengahan 1980an. mulai terungkap adanya jaringan Jemaah Islamiyah. "Rumbles in the Jungle". .Southern Philippines Backgrounder: Terorism and the Peace Process ICG Asia Report N°80. serta penangkapan Fathur Rahman al-Ghozi di Manila pada Januari 2002. V. Januari 2004. Keberadaan sel menjadi perhatian dunia pada tahun 1995 ketika Ramzi Yousef. Bom tersebut sedianya digunakan dalam komplotan untuk meledakkan sebelas pesawat udara yang berada diatas Laut Pasifik. Time Asia. ICG pernah menguraikan tentang program pelatihan JI di Mindanao. di tahun 1998. Jemaah Islamiyah. yang didirikan oleh ipar Osama bin Laden. Hingga akhir 1990an anggota sel telah berhubungan dengan komandan puncak MILF. 26 Agustus 2003. didalam Kamp Abu Bakar milik MILF di Maguindanao and belakangan. akan tetapi lebih berdasarkan kontak dengan Kelompok Abu Sayyaf ketimbang dengan MILF. Persekutuan dengan JI. 32 31 Wawancara ICG. KAMP HUDAIBIYAH DAN AKADEMI MILITER ISLAMI Ikatan MILF dengan al-Qaeda. dan memperluas pengaruh JI di Filipina maupun kawasan yang lebih luas.. namun belum jelas apa sifat hubungan tersebut.33 Informasi baru yang diperoleh ICG lebih mengungkap secara rinci pentingnya upaya tersebut untuk mendidik generasi baru dalam keahlian teroris seperti misalnya membuat bom.32 Baru setelah tertangkapnya limabelas orang tersangka di Singapura pada Desember 2001. untuk mendirikan sebuah akademi Anthony Spaeth. Dalam laporannya yang terdahulu.

akan tetapi dari awal berhasil menggalang dukungan dari intelijen Pakistani dan dari dermawan kaya asal Saudi . pada beberapa dokumen Indonesia. Partai Sayyaf memiliki jaringan yang paling lemah di Afghanistan diantara tujuh partai mujahidin besar. Pulau Sulawesi di Indonesia telah menjalin ikatan perdagangan dengan Mindanao sejak berabad-abad.36 35 34 Salah seorang yang terlibat dalam pendirian Camp Hudaibiyah menegaskan kamp tersebut didirikan dengan tujuan JI melatih MILF ketimbang anggota JI lainnya. 36 Lihat Laporan ICG. setelah kekalahan Kahar Muzakkar dan pemberontakan Darul Islam (DI) di Sulawesi Selatan. Dan saat ini ikatan tersebutlah yang merupakan hambatan yang paling besar bagi tercapainya kesepakatan perdamaian di Filipina selatan A.35 Mungkin segelintir dari mereka mempunyai ikatan dengan pejuang DI yang lama. Utomo Pamungkas alias Mubarok. termasuk pemboman Hari Rizal di Manila pada Desember 2000. Beberapa diantaranya -. banyak pengikutnya yang lari ke Filipina selatan. 13 July 2004 page 17 .Taurus. akan tetapi tampaknya para lulusan Kamp Hudaibiyah memegang peran kunci dalam sejumlah serangan teroris di Filipina. Thoriqudin. Setelah serangan tahun 2000. 1979-1989.34 Pengaturan tersebut berlanjut hingga Juli 2000 ketika tentara Filipina menyerbu Kamp Abu Bakar. cit. Wawancara ICG.- militer yang juga berada didalam kompleks Kamp Abu Bakar.000 warga Indonesia yang saat ini berada di Filipina selatan yang terkonsentrasi di kota-kota General Santos City. termasuk persitiwa bom di Davao tahun 2003.900 warga Indonesia di Mindanao. JI terpaksa memindahkan operasinya keluar Abu Bakar dan lebih dalam ke pegunungan dimana kemudian didirikan kamp pelatihan baru yang dikenal sebagai Jabal Quba. dan tempat lain di Indonesia. CIKAL BAKAL KERJASAMA JI . Akan tetapi banyak lagi yang masih bebas.B. Akibat serbuan tersebut. mayoritasnya merupakan penduduk taat hukum dan beragama Kristen. dan segelintir lainnya masih tetap terlibat pergerakan illegal manusia. ketika para pejuang Filipina dilatih dibawah instruktur Indonesia. selain ke Malaysia (Sabah. Komunikasi dengan Jakarta. seperti juga kelompok jihad kecil lainnya yang berbasis di Indonesia.MILF Kaitan antara pejuang militan Islam di Indonesia dengan Mindanao sudah ada jauh sebelum terciptanya MILF atau Jemaah Islamiyah. Ittihad-i Islami Bara-yi Azadi-yi Afghanistan. terutama melalui pulau Sangihe dan Talaud dilepas pantai Sulawesi Utara. Mustofa (Mustopa. bertempat di kampkamp milik seorang pemimpin Afghanistan.Hambali. Kamp pelatihan Sayyaf dinamakan Akademi Militer Afghanistan Mujahidin Ittihad-e-Islamiy. op. senjata dan bahan peledak antara Indonesia dan Filipina. Diantara yang menjadi pelatih atau instruktur di Kamp Hudaibiyah termasuk banyak anggota JI yang paling terakit dengan peristiwa bom Bali maupun tindakan kekejaman lainnya di Indonesia dan Filipina. Lihat Jason Burke. sudah tewas. Konsulat Jenderal Indonesia telah melakukan survei terhadap 6. Juli 2004. Kerjasama yang paling sistematis antara keompok jihad di Filipina dan di Indonesia terjadi antara MILF dan JI. Para lulusan tersebut mewujudkan ikatan timbal balik yang kuat antara operator jihad di Asia Tenggara dan Moro. Gambaran bagaimana persisnya sifat hubungan kerja MILF dengan JI masih suram. Sekitar 85 persen beragama Kristen.66. sepert al-Ghozi. ada disebut "Pohantun" tetapi yang dimaksud adalah kamp Sayyaf. Davao City. Al-Qaeda: Casting a Shadow of Teror (I. hal. terutama Balikpapan dan Samarinda di Kalimantan Timur. mengikuti partai politiknya. Cotabato serta Davao dan sekitarnya. kendati pada skala yang lebih kecil dan bersifat lebih terpencar. Januari 2004. yang sebagian besar merupakan anggota Darul Islam. Dari sekitar 7. Mustafa). Jemaah Islamiyah. tidak sebagaimana diklisekan secara umum di Filipina. JI masih tetap mengirim pemudapemuda ke Mindanao untuk mengikuti latihan. Namun demikian pemahaman terhadap sejarah program pelatihan di Mindanao mungkin dapat memberi gambaran mengenai susunannya saat ini. Abdul Rasul Sayyaf. maupun di pulau-pulau Sarangani dan Balut dilepas ujung selatan Mindanao. dan Nasir Abbas – kini sudah ditahan atau secara aktif bekerjasama dengan polisi. Beberapa lainnya. hubungan tersebut dimulai pada pertengahan hingga akhir 1980an di Afghanistan. Anggota JI warga Indonesia pernah dilatih bersama Sayyaf . Di Pushtun. Sebagaimana telah disebut.000 hingga 8. 2003). Tidak ada kamp pelatihan di Afghanistan selama pendudukan Soviet. serta dalam pelatihan militer yang tengah diselenggarakan di Mindanao. namanya Harbi Pohantun Ittihad-e-Islamiy Mujahidin Afghanistan.. Faiz Abu Bakar Bafana.Southern Philippines Backgrounder: Terorism and the Peace Process ICG Asia Report N°80. namun belum jelas apakah kesepakatannya dibuat dengan para komandan secara perorangan atau dengan MILF secara umum. operator JI dan MILF bekerjasama dalam berbagai operasi. Pada tahun 1960an. dan hanya beberapa bagian di Mindanao Tengah yang belum diliput karena kekurangan dana. dengan dana dari Saudi. terutama Tawao).

AlGhozi menjadi akrab dengan dua pejuang MILF. dan selanjutnya diganti dengan kelompok lain. Gelombang kedua tersebut mulai berlatih sejak tahun 1986 dan termasuk Mustofa. dan peserta latihan pun sebagian besar warga Indonesia. Sedemikian keras kerja yang dikerahkan untuk tugas tersebut sehingga tidak diperlukan lagi latihan fisik lainnya. Hingga Maret-April 1995.37 Selanjutnya pada Oktober 1994. sekitar limabelas warga Bangladesh.Southern Philippines Backgrounder: Terorism and the Peace Process ICG Asia Report N°80.- Diperkirakan ada empat warga Moro yang bergabung dengan sekitar 60 warga Indonesia yang membentuk gelombang kedua DI menuju akademi militer dibawah Sayyaf yaitu Kamp Saddah. Ada juga beberapa orang Filipina. Qotadah alias Basyir. Solahudin dan Habib. namun ternyata rekan mereka dari MILF belum melakukan persiapan bagi program pelatihan. yang bertemu dengan Hashim di Pakistan sekitar 1984.000 pesos (ketika itu sama dengan $2. dan Nasir Abbas. dekat perbatasan Pakistan dengan Afghanistan. mantan ketua Mantiqi III maupun ketua satuan operasi khususnya. anggota JI asal Jawa dan veteran perjuangan di Afghanistan. Mei 2004. serta ketua operasi militer JI Zulkarnaen. dan yang satunya lagi untuk siswa. Nasir Abbas. dan dikemudian hari bergabung bersamanya untuk melakukan pemboman Hari Rizal di Manila pada Desember 2000. Kurram Agency. Tidak lama kemudian ketika pelatihan di Afghanistan tidak mungkin lagi diteruskan. Kamp tersebut dinamakan berdasarkan Perjanjian Hudaibiyah. yang ditangkap pada April 2003 dan kemudian dihukum penjara selama sepuluh bulan. Pada Mei 1995. Lokasi tersebut ditemukannya di bagian atas Abu Bakar. warga Malaysia dari Sabah. mengambil prakarsa untuk mencari lokasi yang relatif aman dan terpencil untuk menjalankan pelatihan. 13 July 2004 page 18 . Mei 2004. yang sedianya termasuk pelajaran ketat tentang penggunaan peluncur granat. Wawancara ICG. dengan restu Hashim. 38 Tiga orang kemudian pergi setelah satu bulan. yang dihukum penjara tujuh tahun pada Mei 2004. gencatan senjata yang disepakati antara Muhammad dengan kaum Quraysh di tahun 628 dimana beliau kemudian diperbolehkan berdakwah dengan bebas. Saat itu beberapa pemimpin JI sudah akrab dengan Salamat Hashim. Pada Januari 1993.. Abdullah Sungkar. Dua warga Moro pada gelombang kedua ini pada gilirannya melatih gelombang-gelombang susulan. sekitar limabelas warga Pakistan. yang termasuk dalam gelombang keempat peserta akademi militer di Afghanistan. seorang bernama Nasrullah. seorang pemimpin DI dan bersama Abu Bakar Ba'asyir merupakan pendiri pesantren al Mukmin (dikenal juga sebagai Pondok Ngruki) diluar Solo. Okasha alias Zubair. yang pernah mengunjungi Mindanao di 1989-90 dan yang menjadi pemandu kelompok. yang dikemudian hari mengawasi program pelatihan di Mindanao selaku ketua JI di wilayah Mantiqi III. mendirikan kamp tersendiri di Torkham. mortir. Mereka tinggal selama dua bulan. 40 Zulkarnaen mendirikan kamp di Torkham sekitar tahun 1993. diantaranya Mukhlis Yunos. Afghanistan antara 1993-1994. bersama pemimpin JI lainnya ia memutuskan memindahkan pelatihan ke Mindanao dengan alasan lebih murah dan lebih dekat. Seluruh instruktur terdiri dari anggota JI asal Indonesia. Nasir Abbas. Jawa Tengah.500). kamp baru tersebut telah berjalan lancar. Fathur Rahman al-Ghozi. Afghanistan. dan dialah yang menamakan kamp baru tersebut Hudaibiyah. terpaksa menggunakan parang untuk membersihkan lahan tersebut.40 Sahabat lama tersebut menyambut al-Ghozi setibanya di Kamp Abu Bakar. berdekatan dengan perbatasan propinsi antara Maguindanao dan Lanao del Sur. untuk pembangunan dua buah barak di Hudaibiyah. Zulkarnaen memberi perintah kepada lima anggota JI untuk berpindah dari Afghanistan ke Mindanao guna mendirikan kamp baru dalam rangka melatih pejuang MILF. 37 Wawancara ICG.39 Kelompok pelatihan pertama di Kamp Hudaibiyah yang terdiri dari 60 orang. Pada Desember 1996. dan hanya tinggal Nasir Abbas dan Qutadah sebagai instruktur. Parachinar.38 Mereka tiba di Kamp Abu Bakar. pada tahun1993. selain senjata kecil. pecah dari Darul Islam dan mendirikan Jemaah Islamiyah. Januari 2004. 39 Wawancara ICG. . senjata anti-tank serta howitzer. Ketika mengajar pada sebuah kamp yang dikelola JI di Torkham. satu untuk para instruktur. tiba di Mindanao untuk kunjungan satu bulan guna menggantikan Nasir Abbas dan mengembangkan program pelatihan. seorang ahli peledak. tiga orang dari Tajikistan dan segelintir warga Arab. seluruhnya warga Moro dari MILF. Mereka adalah Mustofa. Zulkarnaen membawa dana sebanyak kurang lebih 60. termasuk Sungkar sendiri. yang kelak menggantikan Mustofa selaku ketua Mantiqi III.

MILF secara aktif membantu JI dalam mendirikan akademi pelatihan militer yang dicontoh sesuai induknya di Afghanistan. Hamzah. tersangka bom Bali yang masih buron. Bafana selaku bendahara Mantiqi I mencari tambahan dana sebesar RM40. 43 Sebagian besar keterangan pada bagian ini berasal dari berita acara pemeriksaan terhadap Taufiq Rifqi.400) dengan memungut iuran khusus dari anggota. yang ditangkap sehubungan dengan bom Bali). mendirikan Mantiqi III guna memberi dukungan jarak dekat bagi kegiatan JI yang kian meningkat di kawasan SabahKalimantan Timur-Sulawesi-Mindanao. dengan jeda selama dua pekan pada akhir semester pertama dan kedua. Maka dari 1994 hingga 1998. agama. dan ketika itu belum ada bukti kuat mengenai kaitan MILF dengan al-Qaeda. lulusan SMU atau madrasah aliyah dengan nilai cukup dan penguasaan atas empatbelas mata pelajaran 41 Wan Min bin Wan Mat. Menurut Bafana ia mendengar dari Hambali bahwa pungutan tersebut telah menjadi sumbangan wajib tetap sebesar RM40. PERKEMBANGAN KAMP HUDAIBIYAH Hingga tahun 1998.41 Kuliah tersebut terdiri dari tiga semester yang masing-masing berjangka waktu enam bulan. Said. Musthofa. di kemudian hari kriteria seleksi tampaknya menjadi lebih mudah. Qotadah diganti selaku kepala instruktur oleh Ilyas. yaitu Pesantren Lukman al-Hakiem di Johor. alias Hanif. Muadz. yang ditangkap di Cotabato City. Anwar. Semua ini terjadi sebelum keterlibatan anggota JI dalam tindakan teror di kawasan ini. yang ketika itu memimpin Mantiqi I JI yang berbasis di Malaysia. dapur. Ketika Bafana mengunjungi Kamp Hudaibiyah pada bulan Juni 1998. yang tinggal hingga pertengahan 1998. dan Zubeir. Berita acara pemeriksaan. anggota JI yang berasal dari Kudus. yang dimaksudkan untuk membeli senjata bagi pelatihan di Mindanao. dimana warga Filipina maupun warga Indonesia sama-sama merupakan pelatih maupun siswa. Pada akhir 1997 Hanif diganti oleh Omar Patek. asrama staf pelatih yang menampung sepuluh orang. sekalipun demikian. 13 July 2004 page 19 . 13 Desember 2002. menyebut tahun 1997 sebagai awal dimulainya akademi militer. Faiz Bafana. kendati yang disebut belakangan itu keberadaanya di Filipina sudah mapan. 11 Maret 2003. sebanyak duapuluh kadet dari Mantiqi II tengah menjalani latihan senjata api dengan menggunakan duabelas pucuk senapan M-16. anggota JI yang ditahan di Singapura.Southern Philippines Backgrounder: Terorism and the Peace Process ICG Asia Report N°80.42 Hingga awal September 1998. 44 42 Kelompok sepuluh siswa pertama terdiri dari:Taufiq Rifqi. Abu Farhan. sebuah akademi militer yang berkembang penuh telah beroperasi di halaman Kamp Hudaibiyah lengkap dengan pelatihan kadet perwira (Kuliah Harbiyah Dauroh-1 atau KHD1). Kamp Hudaibiyah telah berkembang mencakup lima bangunan permanen dengan asrama untuk menampung duapuluh siswa.43 Menjelang akhir bulan. Ibrahim dan .44 Anggota paling penting dari kelompok yang B. menyebut akademi tersebut sebagai "proyek markaziyah (dibawah komando JI pusat) yang merupakan tanggung jawab Abu Bakar Baasyir".000 yang ditarik dari Mantiqi I dan II dan dari markaziyah setiap enam bulan. Tolhah (nama lain dari Herlambang. Tujuh orang yang menyusul yang dikawal al-Ghozi adalah Zulkifli. menyuruh Bafana mengirim RM20. Kelompok pertama yang terdiri dari sepuluh peserta disusul kemudian dengan tujuh peserta lagi yang dikawal al-Ghozi.000 ($10. sehingga seluruhnya berjumlah tujuhbelas siswa. mulailah pelatihan semester pertama akademi militer.200) melalui Maybank kepada Fathur Rahman al-Ghozi. Syarat bagi peserta akademi adalah pria lajang berusia antara depalanbelas dan 23 tahun. Zaid. dan mushollah yang dapat menampung antara 30 hingga 40 orang. Mustaqim. Pada awal 1998. Pada tahun 1996 Wan Min ikut serta dalam program tambahan selama dua bulan di Hudaibiyah yang diatur oleh Hambali dengan tujuan memperdalam motivasi diantara warga Malaysia yang tergabung dalam JI. Kiranya sulit bagi siapapun untuk memaparkan bahwa MILF pada tahapan itu tengah membantu dan terlibat terorisme di kawasan tersebut. Qotadah mengambil alih tugas selaku instruktur utama di Hudaibiyah hingga pertengahan 1997. yang saat itu baru mempunyai dua divisi wilayah. warga Malaysia yang ditahan sehubungan keterkaitannya dengan JI. Jawa Tengah.000 ($5.. yang saat itu menjabat sebagai bendahara kamp. dimana biaya operasionalnya pun berasal dari yang bersangkutan. Berita acara pemeriksaan terhadap Faiz Abu Bakar Bafana. Ibu Sirin. Filipina. JI. Usman. khusus bagi kebutuhan kamp di Mindanao. dan 19 Februari 2003.- Dengan dipanggilkannya kembali Nasir ke Malaysia oleh Zulkarnaen guna membantu menjalankan pesantren JI yang sekaligus tempat perekrutan. Abdurrohman. pada Oktober 2003. Mereka juga disyaratkan sudah menjadi anggota JI setidaknya selama dua tahun. Hambali. Pada bulan Juli tahun yang sama.

Said tewas ketika sedang bertempur. Nu'im alias Abu Irsyad. yang mengajarkan tentang taktik dan bahan peledak. sedangkan kelompok kedua mendapat pengalaman pada pekan berikutnya. Rangkaian latihan praktek kedua diadakan pada hari terakhir pelatihan pada Februari 2000. Haris. Qotadah. Sebelumnya Minabay Atas pernah menjadi ajang bentrokan sengit antara MILF dan pasukan pemerintah antara Januari 1997 dan Oktober 1998. jeda selama dua pekan dimanfaatkan untuk melakukan “pengalaman jihad” dengan dukungan MILF.62mm FN FAL.. black powder. ia dibantu Fathur Rahman Al-Ghozi yang ditugaskan dibidang pelajaran agama. kelompok-kelompok terdiri dari delapan atau sembilan kadet dibawa ke Markas Sultan di Barangay Minabay Atas.Southern Philippines Backgrounder: Terorism and the Peace Process ICG Asia Report N°80. Mustofa alias Abu Tolut alias Hafiz Ibrahim mengambil alih jabatan direktur. Hamzah alias Hasanuddin kembali ke Jawa. dan dibiasakan menggunakan mortir 60mm dan 81mm dengan contoh dari instruktur. Latihan dasar senjata termasuk penggunaan senapan berkaliber . Para kadet melakukan patroli. Mustaqim alias Muzayyin. katup peledak dan komponen kawat peledak berjangka waktu. kembali ke Indonesia. M-16. Basyir – yang kadangkala dipanggil Abu Basyir tetapi bukan Abu Bakar Ba'asyir – memberi orientasi keseluruhan bagi KHD-1. penyerbuan. penyergapan dan pengunduran. Al-Ghozi. Latihan tersebut diadakan secara berkelompok dengan empat orang per kelompok. dan terakhir diketahui berada di Poso (ia merupakan menantu Adnan Arsal.46 Buldon. dan Hudaifah tertangkap di Malaysia pada tahun 2004. dan Thoriqudin alias Abu Rusdan. Ihsan. Setiap siswa diberi jatah amunisi sepuluh peluru untuk praktek latihan keterampilan penggunaan pistol.30 dan senapan mesin berkaliber . Usman masih buron. . M-1 Garand. Mustaqim (bukan Mustaqim yang veteran dari Afghanistan dan menjadi direktur akademi) masih berada di Filipina dan menjadi seorang ahli bahan peledak . alat peledak yang diimprovisasi (improvised explosive devices / IEDs) menggunakan mortir 60mm. Pada semester ketiga. manuver.45. ammonium nitrat dan RDX. dengan susunan instruktur: Abu Dujanah alias Abu Musa. Selama semester pertama. Wahyudin. Para instruktur terdiri dari Surya alias Qital alias Abu Humam. Muhaimin alias Ziad yang mengajarkan pembacaan peta. C-4. dekat Sungai Banganan berhadapan dengan garis depan pemerintahan. black powder dengan katup peledak dan kawat peledak. Latihan dasar praktek peledakan meliputi pengenalan. dengan pemusatan kepada penggunaan TNT. menjadi inspektur upacara pada acara peresmian. Melalui kesepakatan tetap dengan Komandan MILF Gordon Saifullah dari Divisi Markas Besar.50. ketua urusan militer untuk Mantiqi II dan anggota komando pusat JI. yang masih buron. Selama semester kedua. Direktur akademi. Latihan taktik meliputi pengawasan. Thoriqudin. sumbu peledak dan peledak. yang menjadi instruktur senjata. seorang veteran Afghanistan. turut menjadi instruktur. Faris alias Mukhlas menjadi direktur pada semester kedua. Ibrahim. Al-Ghozi. dan penanganan TNT. 46 "Barangay" adalah istilah Filipina untuk desa atau wilayah perkotaan. dari April hingga September 1999. identifikasi. dari akhir September 1998 hingga Maret 1999. dengan tombol listrik maupun nonlistrik. Muadz masih berada di Filipina. Para siswa diberi jatah amunisi tiga peluru untuk setiap senapan. alias Abu Rusdan. beberapa pekan sebelum hari wisuda. dan tingkat ketegangan di tempat itu masih tinggi. dimana kelompok pertama mendapat pengalaman selama pekan pertama pada jeda semester tersebut. alias Khairuddin. 13 July 2004 page 20 . Dari kelompok ini Zulkifli ditahan sejak September 2003. serta gabungan ammonium nitrat dan bensin. seorang veteran Afghanistan dan ahli peledak serta ajudan terpercaya Zulkarnaen. Para siswa mendapatkan latihan yang lebih mendalam tentang peledakan sebelum menjalankan latihan praktek untuk pertama kalinya pada Februari 2000. salah seorang pemimpin mujahidin setempat). M-14 dan senapan serbu 7. mencakup empat topik baru setiap pekan. dan Qotadah alias Basyir. . pengamatan. Para kadet dibagi menjadi dua kelompok. dan M-60. Dikemudian hari Thoriqudin menggantikan Abu Bakar Ba'asyir selaku amir “penjabat” setelah Ba'asyir melepaskan tugas hariannya di JI pada pertengahan 2000 guna memusatkan perhatian kepada Majelis Mujahidin Indonesia (MMI). dan Nasir Abbas. berjaga dan menjalankan 45 Hudaifah. Muklas mengarahkan pelatihan dengan bantuan Hambali dan Nuim alias Zuhroni. yang dikemudian hari mengepalai divisi regional JI atau wakalah di Mindanao (disebut Wakalah Hudaibiyah) dan menjadi perancang sejumlah besar tindakan pemboman disana.- tiba belakangan adalah seorang lulusan Ngruki bernama Zulkifli.45 Pada akhir semester kedua.

Said tewas pada bulan September 2000. siswa dari Singapura bahkan kadangkala tinggal di Hudaibiyah hanya selama tiga pekan. Muadz (taktik). Ibrahim (senjata). Terutama pegawai negeri dan warga Singapura tidak mempunyai waktu cukup. Program tersebut telah disetujui pada tingkat tertinggi MILF. Program pelatihan JI di Mindanao sangat penting untuk menghasilkan generasi baru operator yang mampu menggantikan peran para veteran Afghanistan yang kian menipis seiring dengan penangkapan pasca bom Bali yang dilakukan di Indonesia. Selain kurikulum penuh pelatihan kadet selama delapan belas bulan. pasukan pemerintah meninggalkan kebijakan lama yang memberi “pengakuan” atas kontrol MILF terhadap Kamp Abu Bakar. Gelombang kedua lulus pada tahun 2002. Singapura. Singapore dan Thailand. hal. Amir alias Yusuf dan 47 Shoify alias Siswanto ditangkap di Semarang. juga disediakan kursus pendek berjangka waktu dua dan empat bulan. Khalid. Husin Aziz.- pengintaian didalam radius berjarak 250 meter dari garis lingkar kamp. Bisa jadi pula pimpinan MILF kurang menyadari sejauh mana para komandan lokal membuat kesepakatan dengan JI maupun kelompok lainnya. Menurut pemerintahan Singapura. Jawa Tengah. Pada Juni 2000. pada Juli 2003 berkaitan dengan persembunyian senjata besar-besaran. Musab dan Ukasyah. Mustofa memilih sembilan orang untuk tetap tinggal sebagai instruktur bagi gelombang berikutnya. Malaysia. Said (perbekalan). menurut pemerintah Singapura. Lanao del Sur. yang merupakan jalan belakang dari Abu Bakar melalui jalan tapak kuda menuju ke Butig. namun evakuasi segera dilakukan. 13 July 2004 page 21 . Sebelumnya ketegangan mulai memuncak sejak September 1999. Mustaqim (peledakan). . Kementerian Dalam Negeri. menjadi suaka bagi para pejuang MILF dan keluarganya yang terusir oleh pertempuran. yang letaknya diluar jangkauan biasa senjata artileri. dan Hussin dan Habibullah mendapatkan latihan militer dari MILF. Usman (latihan jasmani). Abu Aiman. namun tetap dilanjutkan di masa sesudah peristiwa bom Bali di Oktober 2002. dimana Gunung Api Makaturing terletak pada perbatasan Lanao del Sur dan Maguindanao. Kendati Kamp Hudaibiyah sendiri baru diduduki pada April 2001. Setidaknya disediakan kursus pendek dengan instruktur tamu dari Indonesia. Mungkin karena kegiatan pelatihan dilakukan di daerah terpencil sejak jatuhnya Abu Bakar – dan oleh karenanya lebih mudah disangkal dan/atau lebih sulit dikendalikan – tidak ada upaya dari pimpinan MILF untuk memberangusnya. Pelatihan semester ketiga yang berlangsung dari Oktober 1999 hingga kurang lebih Maret 2000. Abu Salmah dan Mukhriz. Diantara delapanbelas tersangka JI yang ditahan di Singapura pada September 2002. Abdullah Sungkar dan Zulkarnaen.47 Satu pekan sebelum wisudanya gelombang pertama yang terdiri dari tujuhbelas kadet di bulan Maret atau April 2000. yang tewas dalam kecelakaan saat menjalankan latihan. dan pusat kompleks kamp tersebut dikuasainya pada tanggal 9 Juli.48 Abu Bakar Ba'asyir sendiri hadir pada acara wisuda yang diadakan untuk pertama kalinya oleh akademi. dan pada Februari 2000 pertempuran terbuka pecah di propinsi Lanao del Norte dan Maguindanao. Aqil. Kantor Salamat Hashim yang terletak di bagian pusat kompleks Abu Bakar juga dievakuasi ketika pasukan pemerintah berhasil menembus pertahanan luar kamp. Ada bukti yang kian "The Jemaah Islamiyah Arrests and the Threat of Terorism". serta menjalankan tugas penjagaan pada Kamp Abu Bakar terhadap serangan dari tentara Filipina dan juga membantu MILF membeli bahan untuk pembuatan alat peledak. Kamp Jabal Quba. ketua Mantiqi III. tiga orang "memiliki hubungan yang erat dengan MILF". Gelombang kedua yang terdiri dari limabelas kadet mulai menjalankan latihan pada April 2000. atas dasar hubungan pribadi antara Salamat Hashim. Musab.49 Latihan tersebut dikacaukan oleh pecahnya perang antara pasukan pemerintah dan pasukan MILF di awal 2000. Ibnu Gholib. dan kini menjadi pusat dugaan bahwa MILF tetap melindungi personil JI. Kholad. sekitar bulan September 1999 dan Maret 2000. Zulkifli Jaffar dan Habibullah Hameed "telah melakukan bai'ah (baiat) dihadapan ketua MILF Hashim Salamat". Yang pertama tersebut pada umumnya diperuntukkan bagi anggota Mantiqi I dari Malaysia atau Singapura yang sulit meninggalkan pekerjaan untuk jangka waktu yang lama.. Shoify. dan akademi militer tersebut dipindahkan ke Kamp Jabal Quba di Gunung Kararao. Ibnu Tahsin. Tsaqof. Januari 2003. tidak pernah direbut pasukan pemerintah. Ibnu Suroqoh. dengan menginap di Kamp Hudaibiyah selama beberapa malam. dan barang-barang miliknya dibawa ke Hudaibiyah. diselenggarkan dibawah pengarahan Mustofa. Amir. Mustaqim ditangkap di Jawa Tengah pada Juli 2004. 49 Mereka adalah: Waqid. Ukasyah. Zulkifli (pelatih senjata). Hubungan JI-MILF mendahului timbulnya JI sebagai organisasi teror.Southern Philippines Backgrounder: Terorism and the Peace Process ICG Asia Report N°80. 48 Instruktur tersebut termasuk: Hamzah (pelatih utilitas). tanpa Kholad. dan Taufiq Rifqi (logistik). Hudaifah (agama). Kararao.18.

Solahudin. Alim Abdulaziz Mimbantas – yang saat ini menduduki jabatan wakil ketua MILF urusan militer. yang tampaknya memimpin operasi terhadap Caday. Lanao del Sur. alias Usman.50 Juga terlibat erat adalah dua alumni Afghanistan. dan pada bulan September 1989. diterima dalam Angkatan Keamanan Dalam Negeri MILF yang dipimpin saudara Macaangcos. duta besar Filipina di Jakarta pada 1 Agustus. bertempur melawan tentara Filipina.51 Pelaku bom Bali dikemudian hari termasuk Dul Matin. melainkan juga untuk menjalankan aksi teror di Filipina serta menghidupkan kembali Kelompok Abu Sayyaf. sebagaimana pada awalnya dilaporkan. namun demikian Hambali. yang juga mengalami luka berat. termasuk Imam Samudra. menempuh perjalanan ke perbatasan Afghanistan dengan bantuan mantan walikota Masiu Macaangcos Mimbantas.) Dua orang yang berada di dekat lokasi kejadian tewas dalam aksi bom terhadap dutabesar. teman kelas Hambali di Kamp Saddah milik Sayyaf. Bukti baru menunjukkan bahwa beberapa pelaku bom Bali. Mubarok dan Ali Imron juga mengambil bagian dalam operasi terhadap duta besar. Setelah mengemban 50 Wawancara ICG. Sarjiyo pernah tinggal di Mindanao selama dua tahun antara 19951997. 24 Maret 2003. 2000 Petunjuk awal mengenai ikatan yang kian erat antara kelompok jihad di Indonesia dan Filipina terlihat pada serangan terhadap rumah tinggal Leonides Caday. Amrozi. beberapa bulan setelah ia kembali. 13 July 2004 page 22 . 52 Al-Ghozi dan Mukhlis bukan rekan sekelas di Afghanistan sebagaimana sering disebut. Kontak utama Al-Ghozi di MILF adalah Mukhlis Yunos. Mukhlis merupakan kakak kelas alGhozi dan sudah pergi beberapa bulan sebelum kedatangannya. orang Maranao asal Masiu. 4 Maret2003. AL-GHOZI DAN BOM JAKARTA SERTA PEMBOMAN HARI RIZAL.Southern Philippines Backgrounder: Terorism and the Peace Process ICG Asia Report N°80. Kendati al-Ghozi sendiri tidak berada langsung dibawah perintah Hambali selaku ketua Mantiqi I. yang mencampurkan bahan peledaknya. terlibat upaya meledakkan gereja-gereja di Medan pada Mei 2000. Januari 2004..52 Mukhlis. VI. (Bukan aksi bom yang pertama kali dilakukan oleh JI diatas wilayah Indonesia.- berkembang bahwa para lulusan Hudaibiyah menerapkan latihan yang diperolehnya bukan saja untuk menghidupkan kembali jajaran JI di kandangnya di Indonesia. dan Berita Acara Pemeriksaan terhadap Fathur Rahman al-Ghozi. yang melakukan sebagian besar perencanaan. . 51 Berita Acara Pemeriksaan terhadap Edi Setiono. Bali. “meminjamnya” pada bulan Juli melalui kawan lama al-Ghozi di MILF sejak Torkham. Edi Setiono. serta Sarjiyo alias Sawad.

alias Abu Zainab. Ketika Mukhlis dan tim al-Ghozi berhasil melakukan lima pemboman hampir secara serentak di Manila pada tanggal 30 Desember 2000. Sebaliknya Al-Ghozi.54 Apapun kebenaran mengenai riwayat perkenalan mereka. berhasil digagalkan hanya berkat keberuntungan dan kordinasi intelijen yang baik antara pihak berwajib di Singapura dan di Filipina. yang sering melihatnya berada di pasar yang berdekatan.56 Petang berikutnya.Southern Philippines Backgrounder: Terorism and the Peace Process ICG Asia Report N°80. Mereka segera disusul dua lagi siswa Mukhlis yang tergabung dalam Divisi 3 SOG. Al-Ghozi tertangkap di 53 "Debriefing Report. 56 Philippine Star. ia bertutur telah bertemu dengan Salamat Hashim dan Al-Haj Murad di Kamp Hudaibiyah.55 Ketika ia mengunjungi Mukhlis dirumahnya di Marawi City pada November 2000. bertemu dengan mereka di bandara udara. dan al-Ghozi ditemani seorang warga Singapura bernama Hussin. Hambali dan Faiz Abu Bakar Bafana tiba di Manila untuk melakukan survei terhadap sasaran mereka. dimana antara 1991 dan 1999 ia menjalani latihan peledakan serta memimpin operasi peledakan seperti pengeboman terhadap menara listrik. dan Debriefing Report. Kehadiran warga Indonesia.- tugas selama dua tahun. Mukhlis. kawasan bisnis di kota Manila. yang merupakan hari raya Rizal. setidaknya enam bulan setelah kepergian Mukhlis.000). Beberapa hari kemudian mereka disusul oleh Al-Ghozi. Talisay (oleh jaksa Cebu City diidentifikasi sebagai Antonio Reyes) dan membeli 30 kilo TNT seharga 80. dan bahwa Mukhlis harus membentuk tim untuk mencari bahan peledak bagi operasi jihad di Manila dalam rangka melakukan pembalasan atas hilangnya Kamp Abu Bakar. dan kemudian pergi dengan pesawat udara setelah tinggal selama satu pekan. dengan panggilan Tony dari Tanke. mengaku baru bertemu dengannya pada bulan Maret 1998. juga di Marawi. agaknya di bulan Desember. ia lebih banyak menghabiskan waktu dengan MILF ketimbang dengan JI dan sudah dianggap bergabung dengan yang pertama disebut itu. dan pada hari berikutnya mereka menginap di Hotel Dusit di Makati. Penawaran Al-Ghozi berupa bantuan dana yang diperlukan melengkapi kebulatannya. Mukhlis dan Amir menumpang feri menuju Manila. "Amir Paute". 27 Mei 2003. Al-Ghozi sebelumnya telah kembali ke Filipina pada Oktober 2000 usai memimpin serangan terhadap Duta Besar Caday di Jakarta. Haji Mukhlis Umpara Yunos aka Saiffula Yunos". Hal ini sepenuhnya sejalan dengan pemahaman Mukhlis atas seruan Salamat untuk melakukan jihad. Mukhlis. 54 "Tactical Interrogation Report on Fathur Rohman Al-Ghozi". pada November 2000 keduanya sudah bekerja sama secara erat dalam rangka mewujudkan seruan Salamat Hashim untuk melakukan perang besar-besaran menanggapi tertangkapnya Kamp Abu Bakar. 27 Agustus 2003. alias Abu Ali. dan Mohammad Guindolongan. pangkatnya dinaikkan menjadi komandan kompi dan selanjutnya ia ditugaskan di Kelompok Operasi Khusus (Special Operations Group / SOG) dari Divisi Lapangan 3 dibawah Alim Solaiman Pangalian. Mei 2004. 13 July 2004 page 23 . tidak banyak orang yang menduga ada kaitan dengan Indonesia. Moro dan dua lagi rekan Mukhlis dari SOG. "Zainal Pax" dan "Salman Moro".. . ia beserta Bafana memberi keleluasaan kepada tim untuk menyelesaikan tugasnya.000 pesos (ketika itu sekitar $2. perantara pembelian bahan peledak bernama Cosain Ramos. menurut sumber-sumber ICG. sebagaimana juga disampaikan kepadanya oleh komandan divisinya. melakukan perjalanan ke Cebu City untuk mencari komponen bom. Pada pertengahan November 2000. Sedianya Hambali mentargetkan kedutaan Israel dan AS tetapi ketika menemukan hal itu tidak dimungkinkan. al-Ghozi. Rencana AlGhozi selanjutnya untuk melakukan serangan terhadap kepentingan AS di Singapura dengan menggunakan bahan peledak yang dibeli dari sumber yang sama di Cebu City.53 Mukhlis mengaku bertemu dengan al-Ghozi di Marawi pada tahun 1996. Mukhlis sudah mengetahui keberadaan Kamp Hudaibiyah serta kunjungan yang sering dilakukan al-Ghozi kesana. Ramos menghubungi pemasoknya. Mukhlis Yunos. yang tiba di Kamp Saddah pada tahun 1990. Saat itu. "Ustadz Said" dan "Osama Ara". Pax. dengan TNT yang disembunyikan dibawah buah mangga. saat Ghozi mengunjungi Mindanao untuk pertama kalinya. Malaysia dan Singapura sudah umum diketahui diantara warga setempat disana. dan salah seorang peserta pelatihan dari MILF. 55 Wawancara ICG. Solaiman Pangalian. al-Ghozi. Pertemuan pertama tersebut berlangsung di rumah seseorang bernama Abdulatif. Pada tanggal 1 Desember.

Indira Abdullah. kemungkinan dalam perjalanan menuju atau dari pertemuan Mantiqi. 58 Wwancara ICG. Lihat Today. selain dengan pemboman terhadap bandara udara Cotabato dan Komunikasi kepada ICG. DAN HUBUNGAN ABU SAYYAF Zulkifli merupakan salah seorang dari enam warga Indonesia yang ditangkap pada bulan September 2003 di lepas pantai Sabah ketika tengah kembali dari Filipina. termasuk "PNP hunts Indons linked to Davao blasts". Jaybe Ofrasio tampaknya memberi bantuan kepada Zulkifli untuk memperoleh paspor dengan mangaku bersaudara. 11 November 2003. Juni 2004.Southern Philippines Backgrounder: Terorism and the Peace Process ICG Asia Report N°80. VII. Berita tentang penangkapan Zulkifli baru diketahui umum pada Februari 2004. 57 . "Filipino held in Belfast wanted for helping JI". Zol.- Manila pada 15 Januari 2002. Zulkifli melakukan perjalanan dengan menggunakan paspor Filipina atas nama Doni Ofrasio dan ditahan polisi Malaysia karena pelanggaran imigrasi. atas dugaan menjalankan transfer dana untuk JI. konon milik seorang Jordan Abdullah. bernama Jaybe Ofrasio. Jabbar dan (mungkin) Badrudin dan Bro.58 Kutipan-kutipan bukti dari operator ASG dan MLF yang tertangkap. Geol. Philippine Daily Inquirer. dan dua hari kemudian lebih satu ton bahan peledak dengan tujuan Singapura berhasil di sita dari sebuah rumah aman di General Santos City. Irlandia Utara. 13 July 2004 page 24 . yang di gerebeg setelah penangkapan terhadap Taufiq Rifqi. Tampaknya. Cotabato City.57 Berbagai sumber ICG telah membenarkan bahwa Zulkifli tersebut sama dengan yang diidentifikasi oleh Taufiq Rifqi sebagai salah seorang dari tujuhbelas kadet peserta gelombang pertama pelatihan perwira di Kamp Hudaibiyah pada September 1998. Jul. Jol. Konon ia tengah pulang guna menemui pentolan JI. 6 Februari 2004. Jordan Abdullah ditangkap pada 3 April 2004. untuk membahas pengambil alihan Mantiqi III. mengkaitkan Zulkifli dengan serangkaian serangan pembakaran dan bom terhadap berbagai toko serba ada di General Santos City dan Tacurong di awal 2002. yang mungkin masih ada hubungan keluarga dengan isteri Jaybe Ofrasio. Today. ZULKIFLI. yang juga dikenal sebagai Julkipli. Gul Kipli. dan "JI hand starting to be visible in bank accounts". Sebuah rumah yang diduga menjadi rumah aman JI di Bagua. Juni 2004. 8 April 2003. yang kemudian dibenarkan oleh sumber ICG. hal. Roberto Delfin. 7. The Australian. dan yang kemudian ditunjuk sebagai pemimpin (qaid) Wakalah Hudaibiyah pada Juli 2000. 9 Mei 2004. Zulkifli. juga merupakan arsitek beberapa peristiwa pemboman di Mindanao dari tahun 2000 sampai dengan penangkapan terhadap dirinya. Lihat juga keterangan dari Direktur Polisi Nasional Filipina (PNP) bidang Intelijen Gen. Abu Dujana. setidaknya salah satu dari beberapa rumah aman di Cotabato City juga diperoleh melalui jasa Ofrasio. setelah tertangkapnya salah seorang rekannya di Belfast. BOM DEPARTMENT STORE FITMART..

Juni 2004. sementara Mustaqim adalah sekretaris kamp. nama-nama Usman. tiba secara bersama dalam kelompok tujuh orang yang dikawal Fathur Rahman al-Ghozi. termasuk Zulkifli. di Cotabato City pada Desember 2001. kepadanya Zulkifli sendiri memperlihatkan keahliannya merakit bom yang menurutnya diperoleh dari MILF di Kamp Abu Bakar. Pada Februari 2002. Hamzah dan Usman paling besar kemungkinannya berinteraksi erat dengan operator senior ASG seperti Umug. Ibid.. Usman. dan Usman merupakan pejabat penghubung. ia "sesungguhnya menyaksikan pembuatan [sebuah] bom rakitan" yang dilengkapi alat pengukur waktu.60 Pernyataan yang dibuat tahanan Abu Sayyaf Noor Mohammad Umug merupakan kunci dalam mengkaitkan Zulkifli dan Wakalah Hudaibiyah dengan pemboman terhadap Fitmart dan peristiwa bom lainnya di Mindanao. mengungkapkan kepada pemeriksa dari Polisi Nasional Filipina (PNP) pada April 2003 bahwa "Julkipli alias Zol/Jol. Ibrahim dan Mustakim" termasuk pimpinan atau anggota Jemaah Islamiyah di Mindanao yang diketahuinya. alias Basit Usman". 22 Juli 2002. Hamdan alias Hamja (Hamzah). Taufiq Rifqi alias Amy Erza". 59 60 Dalam keterangannya. Di Tacurong.59 Iapun dikaitkan dengan sejumlah rumah aman JI di daerah Cotabato. empat dari lima orang tersebut.. Umug mengaku bertemu dengan kelima orang tersebut dalam sebuah apartemen yang disewa "Julkipli" di Campo Muslim. secara sukarela membuat pengakuan telah bertemu dengan seorang warga Indonesia "alias Badrudin/alias Jul". Ahmad Akmad Usman y Batabol. 13 July 2004 page 25 . "sekitar 2001". Ibrahim bertanggungjawab menjalankan program pelatihan di Jabal Quba. perencanaan bagi pemboman toko serba ada Fitmart di General Santos City berlangsung di apartemen yang sama tersebut pada Maret 2002. op. yakni Koronadal Commercial Centre. Cotabato City.Zulkifli. ia bertemu dua kali dengan Zulkifli dirumah yang disewa yang bersangkutan di Kimpo St. yang kemudian terbakar pada dini hari berikutnya tanggal 19 Maret. dan ribuan orang kehilangan pekerjaan atau terpaksa direlokasikan.Southern Philippines Backgrounder: Terorism and the Peace Process ICG Asia Report N°80. Menurut Usman. Mustaqim dan Ibrahim terdaftar berurutan. 63 "Partial Tactical Interrogation Report. 13 November 2003.- Davao pada awal 2003.62 Terlebih lagi. Jemaah Islamiyah. Ketika itu kelima alumni Kamp Hudaibiyah tersebut memegang posisi puncak di Wakalah Hudaibiyah atau aktif di Kamp Jabal Quba. Berdua mereka mengawasi mal pertokoan Kimball Plaza sebelum meletakkan alat penyebab kebakaran didalam gedung tersebut. Bagua. Seorang mantan anggota JI bertutur kepada ICG bagaimana Zulkifli dengan cermat merencanakan peletakan dan pengaturan waktu dari ketiga bom di Fitmart General Santos City. Cotabato City. dan seingat Rifqi. dimana yang tiga pertama -. Menurut Umug. satu lagi dekat pintu keluar untuk menangkap orang yang lari setelah bom pertama meledak. Ke lima nama tersebut sesuai dengan yang dikemudian hari diungkapkan oleh Taufiq Rifqi sebagai anggota gelombang pertama pada Akademi Militer Islam di Kamp Hudaibiyah (1998-2000). Kerugian yang ditimbulkan diperkirakan senilai puluhan juta dollar. Seperti tercatat diatas. Menurut Umug. Wawancara ICG. 67. dan satu lagi di halaman parkir yang dimaksudkan untuk mengenai orang yang masih juga berhasil lolos melalui pintu keluar. . termasuk lokasi persembunyian bahan peledak milik al-Ghozi yang konon diperuntukkan bagi serangan terhadap sasaran Barat di Singapura. fn. cit. yang kemudian hari dijabat Rifqi. seperti halnya Umug.. Zulkifli merupakan ketua wakalah sementara Hamzah adalah pejabat keuangan. Usman bertemu Zulkifli di General Santos City. ia dibantu operator MILF bernama Abdulbasit Usman dan beberapa orang lainnya. dimana dalam peristiwa yang belakangan tersebut limabelas orang tewas. mal lainnya di General Santos City.61 Umug yang ditangkap pada Mei 2002 di Cotabato City. juga terbakar. dimana.63 Pada tanggal 31 Maret. Pada serangan di General Santos City. Abdulbasit Usman. Zulkifli merupakan otak pemboman toko serba ada Fitmart pada 4 Maret 2002 di Tacurong dan 21 April di General Santos City. yang diidentifikasi oleh Umug sebagai rekan teras Zulkifli pada pemboman Fitmart. satu didalam toko. baik operator Abu Sayyaf maupun MILF diyakini terlibat bersama anggota lain JI. 62 "Debriefing Report. 61 Sebagian besar pernyataan tersebut di muat secara ringkas pada artikel yang dikutip Laporan ICG. yang mengakibatkan hancurnya sebagian kawasan bisnis kota tersebut.

seraya mengatakan ia cuma "pemandu" bagi warga Indonesia dan seorang komandan peleton di MILF. dan Almoktar "Amok". Baem Samuya dan Nasruddin Sulayan. Muhaladin "Datu".66 Satu lagi adalah rumah seorang nelayan yang berasal dari Kepulauan Sangihe Talaud. General Santos City. Pada tanggal 23 Oktober 2002. yang telah mereka jemput di Indonesia. Uskar Malo Makawata alias Kar". Wawancara ICG. Abdulbasit Usman meremehkan arti dirinya. dua hari setelah ditangkapnya Fathur Rahman al-Ghozi di Manila. tampaknya ia berjalan keluar begitu saja. Malagat bersaudara. mengaku dipekerjakan sebagai tukang kayu di rumah Sala pada Juli 2002.Southern Philippines Backgrounder: Terorism and the Peace Process ICG Asia Report N°80.2. Hal. Rumah yang sama juga disebut sebagai salah satu dari tiga rumah yang digunakan oleh warga Indonesia yang diduga merupakan teroris senior. melarikan diri ketika dilakukan penggerebegan pada tanggal yang sama – mungkin pada penggerebegan yang sama. tetapi tidak disinggung tentang kemungkinan hubungan mereka dengan Hadji Sarsi. yang merupakan saudara sepupu asal Kepulauan Sangir. yang lahir di General Santos City dengan ayah yang warga Indonesia dan ibu asal Maguindanao. Security Council. Polisi setempat menjelaskan ia tidak dapat dibuikan karena belum didakwa ataupun termasuk dalam tuntutan kasus Fitmart. 27. dan tiga warga Indonesia yang tidak memiliki dokumen. oleh petinggi polisi dan militer Filipina ia dihadirkan dalam sebuah konferensi pers di istana kepresidenan di Manila.64 A. Pada petang hari tanggal 14 September 2002. SunStar (General Santos City). Cotabato City. memandu para teroris dari Indonesia menuju kontak mereka di MILF dan tempat-tempat perlindungan. di Barangay Tambler. Kemudian laporan Pers menggambarkannya sebagai pernah dilatih di Afghanistan dan Libya (dalam pengakuannya tanggal 22 Juli. Bahkan ia dibawa ke perhatian Kelompok Pengamat PBB sebagai orang yang secara pribadi terkait al-Qaeda. teroris Indonesia Abdul Sasamu.. selama berkunjung di Mindanao. Zulkifli menemani Abdulbasit Usman menuju alamat yang tampaknya menjadi rumah aman JI di Purok 39. Davao City. Oleh karena itu pelariannya yang mudah tiga bulan kemudian justru merupakan hal luar biasa. Tampaknya mereka pergi ke Indonesia untuk beberapa waktu sebelum dilaporkan kembali ke General Santos City pada tanggal 15 Oktober 2002. rumah Sala digerebeg. 69 Dalam Laporan Pemeriksaan Taktis tertanggal 17 Januari 2002. Sarangani. "Abu Narih". 67 .69 Menurut ketiga bersaudara tersebut. yang mengidentifikasi ke tiga orang yang berhasil lolos itu sebagai teroris senior. pada November Setibanya di General Santos City pada Februari 2002. yang berujung dengan ditangkapnya 64 Akan tetapi dua hari kemudian. Mohammad "Odtud". "Abdul Sasamu" dan "Baem Samuya" pada September 2002. 65 Purok adalah lingkungan warga yang kecil didalam sebuah barangay (desa atau wilayah perkotaan). 66 "Initial Tactical Interrogation Report.2. dan pernah bekerja di Saudi Arabia di awal 1990an). Januari 2004.68 Menurut sumber ICG. saat diizinkan berkeliaran tanpa pengawasan di halaman Kelompok Mobil Polisi propinsi di Alabel. Ini merupakan rumah utama Mohammad dan salah satu saudaranya. Annex II. yang seluruhnya diidentifikasi sebagai pelaku bom Fitmart. Warga Indonesia tersebut. Makawata adalah pengurus dua kapal nelayan milik Sala yang bersandar di dermaga pada pantai desa. yang digunakan untuk perdagangan tukar barang antara General Santos City dan Indonesia. ia mengaku pernah mengikuti latihan di Kamp Abu Bakar namun hanya untuk tiga bulan. seperti juga nomor milik seorang "Badrudin/Bro". Selanjutnya mereka menjadi bagian dari kisah bom Davao. Kemungkinannya.67 Nomor telepon seluler Makawata ditemukan tersimpan dalam kartu SIM milik Abdulbasit Usman.- Dalam pengakuannya yang dibuat sehari setelah ia ditangkap pada Juli 2002. Ia dilapor telah dilepaskan karena kurang bukti akan tetapi ditahan kembali ketika disebut oleh Suryadi Masud pernah menjadi tuan rumah bagi alias Marwan (Zulkifli bin Hir). dan baru pergi sepuluh hingga limabelas menit sebelumnya. yang hampir pasti Zulkifli. Ia menyangkal terlibat dalam pemboman Fitmart dan menuding Zulkifli sebagai pelaku yang sesungguhnya. 28 Oktober 2002. menurut kedua saudara sepupu itu. Amin. yang kerap dijadikan kedok untuk gerak-gerik JI. seseorang bernama Hassim Sumangkay. Uskar Makawata. S/2002/1338. Barangay Fatima. Tiga warga Indonesia lainnya tinggal di rumah itu selama hampir sepekan sebelum terjadi penggerebegan. Bagua. mengaku memiliki rumah keluarga di desa 39. 13 July 2004 page 26 . 68 Makawata masih menjadi tahanan di Biro Imigrasi di Manila. Lihat United Nations. Hadji Malagat yang disebut dalam laporan pemeriksaan Abdulbasit Usman maupun Uskar Makawata ada hubungannya dengan ketiga Malagat bersaudara yang ditahan pada 17 Januari 2002. RUMAH AMAN DI GENERAL SANTOS CITY Makawata. yang diduga menjadi ketua Kumpulan Mujahidin Malaysia. dengan ditemani warga Indonesia keempat.65 yang milik seorang Hadji Sarsi Malagat. 15 September 2002. selain oleh orang lain yang terkait JI. warga Kimpo. karena menyembunyikan bahan peledak milik al-Ghozi. Polisi Filipina menduga Makawata. dan yang ketiga milik seorang Fernando Sala di Barangay Fatima. Hal ini sesuai dengan keterangan sumber ICG kedua.

Malagat bersaudara kemudian setuju menyewakan rumah untuk mereka. hal.- 2001 mereka dihampiri oleh tiga warga Indonesia yang menginap di kota tetapi terganggu dengan orang-orang yang minum-minum disana. MEMBANGUN KEMBALI HUBUNGAN ABU SAYYAF Antara awal 2001 dan penangkapan terhadap mereka masing-masing pada September dan Oktober 2003. sebuah pulau Indonesia tidak jauh dari Mindanao. kali ini melalui Kamp Jabal Quba. Mereka kemudian memanggil saudara ketiga. Zulkifli setuju menerima siswa dari Abu Sayyaf dengan imbalan orang-orangnya sendiri memperoleh 72 B. Taupik dan Hassan kembali tanpa al-Ghozi. "Summary of Information: Umar Faruq". Kedua bersaudara tersebut ketika diperiksa menyangkal adanya kaitan organisasi. katup peledak. 15 Januari 2004. akan tetapi ketika diwawancara oleh ICG Datu mengaku "pernah" menjadi anggota MILF. Badan Intelijen Nasional. yang ditangani seseorang bernama Benjie Gundang. Penjara General Santos City. warga Indonesia sudah hengkang. Darul Imam Shafi'ie didirikan dibawah International Islamic Relief Organisation antara 1988-1989. dan karenanya mungkin menerima pelajaran tentang peledakan dari Wali Khan Amin Shah. namun polisi berhasil menemukan barang terlarang yang dikubur – lebih dari satu ton bahan peledak. Diantara mereka sendiri mereka berbicara dalam bahasa Indonesia. yang paling tua dari ketiga bersaudara tersebut. yang baru saja ditahan. Pada 17 Januari 2002 pagi hari. 71 Dallas Morning News. anggota sel Manila dibawah Ramzi Yousef yang diduga pernah mengajar di Darul Imam Shafi'ie pada tahun itu. Amok. dari SMU untuk membantu menggali lubang. ketika masih dipimpin di Filipina oleh saudara ipar Osama Bin Laden. . Muhammad Jamal Khalifa. dan mereka mengaku sebagai pengusaha dari Marori. yang menjadi sumber utama kewenangannya selaku amir ASG setelah kematian Abdurajak di 1998. Jurubicara MILF Eid Kabalu secara terbuka mengakui keberadaan kelas tersebut. 1 Maret 2003. 74 Yang terakhir ini mungkin "kelas 1993" yang disebut komandan ASG Hamsiraji Sali pada serangkaian pemboman terhadap menara listrik diawal 2003. yang beranggapan MILF lebih memperhatikan uang ketimbang jihad..72 Akan tetapi seperti JI. sedangkan kelompok berjumlah 90 peserta. oleh karena itu mereka tengah mencari penginapan baru. Taupik (mungkin Taufiq Rifqi) dan seseorang bernama Hassan. akan tetapi pelatihan disebutnya berlangsung di Kamp Abu Bakar. dan khususnya karena sebuah akademi yang tidak terkenal yang didanai al-Qaeda bernama Darul Imam Shafi'ie. Philippine Daily Inquirer. Namun pada awal 2001. Mungkin alumnus yang paling penting adalah Kadaffy Janjalani. guna memperoleh latihan dari JI.75 Kadaffy Janjalani sudah lama menghendaki pengiriman personil untuk dilatih di Kamp Hudaibiyah akan tetapi MILF menolak gagasan tersebut.71 ditolak oleh pendiri Abu Sayyaf amir Abdurajak Janjalani.70 Di antara Hari Natal dan Tahun Baru. yang menurut pengakuannya adalah barang dagangan untuk dijual di Marori. dan wawancara ICG dengan Datu dan Odtud Malagat.1. Ketika kemudian disiang hari rumah tersebut digerebeg. Indonesia. tidak pernah mengikuti latihan di luar negeri. Upaya terdahulu oleh operator al-Qaeda Omar al-Faruq di 1994 untuk "meyakinkan ASG agar menyatukan dan mengkonsolidasi kekuatan bersama MILF" pernah 70 Berdasarkan Laporan Pemeriksaan Taktis. Setiap kelas berjumlah 50 siswa dan kurang lebih hampir sama terbagi antara siswa MILF dan Abu Sayyaf. Ke tiga orang tersebut adalah Abu Saad (al-Ghozi). dan tujuhbelas pucuk senapan M-16 yang dikemas dengan lemak agar tidak berkarat akibat air laut. yang tidak seperti kakakkakaknya Abdurajak dan Hector. sebagai bagian yang penting dari tugas JI di Filipina. 13 July 2004 page 27 . tali peledak. 17 Maret 2002. tetapi ketika berada di tempat umum berbicara dalam bahasa Tagalog. Keahliannya dibidang peledakan. kemampuan melakukan teror yang dimiliki Abu Sayyaf sebagian karena kamp pelatihan MILF.74 Pelajaran agama diberikan di kampus Marawi City dan latihan militer di Kamp Busrah milik MILF di Lanao del Sur. 73 Nama tersebut merujuk kepada empat mashab hukum Islam Sunni. ASG konon melakukan pendekatan terhadap Zulkifli selaku ketua Wakalah Hudaibiyah.Southern Philippines Backgrounder: Terorism and the Peace Process ICG Asia Report N°80. diperoleh di Kamp Busrah. al-Ghozi. dan diperkirakan telah menghasilkan tiga gelombang peserta latihan antara 1990 dan 1993. 75 Kadaffy Janjalani adalah lulusan kelas 1992. menurut Muhaladin "Datu" Malagat. Zulkifli dan Taufiq Rifqi memperkokoh hubungan baru antara JI dan Kelompok Abu Sayyaf. Taupik dan Hassan menurunkan beberapa peti dari truk. dan yang paling umum dipakai di Asia Tenggara. Mereka meminta bantuan Datu dan saudaranya Odtud untuk mengubur peti tersebut dihalaman rumah sewaan itu.73 Zulkifli tampaknya menganggap pemulihan ikatan pelatihan yang lalu. Abdurajak Janjalani merupakan alumnus tahun 1989-1990 pada akademi militer Abdul Rasul Sayyaf di Afghanistan dan menamakan Kelompok Abu Sayyaf untuk menghargainya .

Komisi tersebut tidak menemukan bukti keterlibatan militer. tetapi berkelanjutan dengan penyelenggaraaan operasi bersama dengan kesertaan JI.Southern Philippines Backgrounder: Terorism and the Peace Process ICG Asia Report N°80. yang menampilkan kelompok tersangka ketiga. ASG dan MILF.- pengalaman praktis pada kamp-kamp ASG. Selanjutnya sedikitnya dua peserta latihan JI dikirim ke Basilan atau Jolo. pihak jaksa menolak membatalkan tuduhan terhadap pemimpin MILF. Zulkifli melakukan kunjungan di Zamboanga dari Desember sampai dengan Januari untuk mengadakan kontak dengan pemimpin ASG. baik PNP maupun pihak intelijen militer bersikeras bahwa MILF bertanggung jawab atas peledakan di Davao. sekembalinya dari Basilan. Seorang operator JI bernama Zaki kemudian selama paruh awal 2003 tinggal di Zamboanga dan Basilan. Serangan terhadap bandara internasional Davao dan pelabuhan feri. bisa jadi merupakan salah satu aksi operasi bersama tersebut. BOM DAVAO Serangan bom terhadap Bandara Internasional Davao pada 4 Maret 2003 dan terhadap pelabuhan Davao di Sasa pada 2 April 2003 masing-masing menewaskan 22 dan enambelas orang.78 Walikota Davao City Rodrigo 78 76 77 Wawancara ICG. namun juga membebaskan MILF dari tuduhan terhadap mereka. sehingga merupakan serangan teroris yang dipastikan terburuk di Asia Tenggara sesudah Bali. sebagaimana kemudian diketahui ICG. Tidak jelas apakah rencana tersebut terwujud. Kendati timbul kebingungan. yang bermaksud melakukan perjalanan ke Kamp Jabal Quba untuk mengikuti program pelatihan selama dua bulan. kasusnya belum berhasil dibawa ke pengadilan. akan tetapi adanya tanda-tanda bangkitnya kemampuan Abu Sayyaf belum lama ini mungkin ada kaitannya dengan ikatan tersebut bersama pelaku jihad dari luar negeri. . 13 July 2004 page 28 . PNP juga telah mengidentifikasi lima warga Indonesia yang diyakininya berkomplot dengan MILF dalam serangan tersebut. Gelombang kedua kadet asal JI lulus dari akademi militer JI di Kamp Jabal Quba pada November 2002. Mindanews. Juni 2004. Akan tetapi pihak intelijen militer Filipina memaparkan versi yang samasekali berbeda. serta menuding 160 anggota lainnya. Keterangan ini – yang tidak sesuai dengan berkas yang telah disusun oleh pihak jaksa terhadap lima orang tersangka yang ditahan PNP – menjadi dasar bagi tudingan terhadap kepemimpinan MILF. konon dengan keterlibatan MILF Meski skala kejadian cukup besar serta kaitan MILF tersebut menjadi hambatan bagi rundingan perdamaian.. 3 April 2004. Keduanya merupakan operasi JI. Polisi Nasional Filipina (Philippine National Police / PNP) yang memimpin penyelidikan telah menahan dua kelompok tersangka dari MILF secara tersendiri. Abdulmukim Ong Edris". sementara Zulkifli menerima peserta perorangan maupun kelompok-kelompok kecil dari Abu Sayyaf untuk mengikuti kursus pendek selama beberapa pekan atau bulan. yang tidak terbatas pada pelatihan. di Cotabato City Zaki bertemu dengan seorang Abu Nadjan dari ASG (kemungkinannya rekan satu gelombang dengan Kadaffy Janjalani pada tahun 1992 di Kamp Busrah). berbaur dengan ASG dalam rangka mempersiapkan diri mengikuti program pelatihan bersama di Kamp Jabal Quba. dan selanjutnya pelantikan seorang perwira penghubung tambahan dari JI bernama Mustaqim dua bulan kemudian guna memberi dukungan kepada Usman mungkin mencerminkan kerjasama yang meningkat dengan ASG. Jauh berbeda dengan Bali. yang kasusnya masih belum terungkap dan merupakan hambatan utama bagi proses perdamaian. dan setelah melakukan beberapa penyelidikan kembali.76 Menyusul beberapa ledakan bom di Zamboanga City pada Oktober 2002. termasuk sebagian besar pucuk pimpinan MILF. VIII. Polisi Nasional Filipina. Pada Juli 2003.77 dimana diantara sebelas orang yang tewas termasuk seorang tentara AS. Komisi yang dibentuk Presiden Gloria Arroyo pada September 2003 dengan mandat menyusun laporan dalam jangka waktu 30 hari tentang tudingan keterlibatan militer dalam peristiwa pemboman tersebut – tudingan yang dibuat oleh oknum pemberontak militer pada Juli 2003 – baru menyerahkan hasil temuannya pada Maret 2004. yang diduga diawasi oleh Janjalani. perhatian dunia terhadap peristiwaperistiwa pemboman tersebut tidak besar. "Debriefing Report. "MILF hasn't refuted CPO bomb charges".

selain itu tidak melibatkan petinggi MILF. Idar dan Jimmy Balulao. Menurut sumber ICG. 9 April 2003. Terso dan Undungan merupakan ayah dan paman dari Montaser Sudang. akan tetapi banyak keterangan didalam kedua dokumen tersebut tidak sesuai. Today. Haji Akhmad dan Hamja (Hamzah). Kelompok tersangka pertama. Menurut keterangan ini. yang komandan brigade. 13 July 2004 page 29 . Maret 2003. begitu pula peranannya dalam serangan di Davao. Sulaiman. Rex Mohir. 8 April 2003. Zulkifli lah yang memimpin strategi dalam kedua peristiwa tersebut. Terso dan Undungan Sudang. Menurut Delfin. Direktur bidang intelijen PNP Roberto Delfin yang mendukung tuduhan Duterte tersebut.Southern Philippines Backgrounder: Terorism and the Peace Process ICG Asia Report N°80. penyelidikan yang dipimpin PNP memusatkan perhatian terhadap anggota MILF yang diduga menjalankan serangan tersebut. dan mereka diidentifikasi sebagai Guindatu Mamintal Dulang. Pada 11 April 2003 menyusul peristiwa pemboman di dermaga Sasa. Nasruddin Ibrahim. 83 "Sworn Statement of Jimmy Balulao". Abu Narih dan "alias Jul" – yang bersama tiga orang pertama diidentifikasi sebagai pelaku bom Fitmart. Tiga orang lain yang belum diketahui identitasnya menuju Tagum untuk menjalankan serangan untuk mengalihkan perhatian (meledak satu jam setelah bom bandara dan menewaskan satu orang). Penangkapan terhadap Akmad dan Bagundang dilakukan berdasarkan sketsa yang dibuat dari keterangan saks. yang semuanya terlibat dalam peristiwa peledakan ganda tanggal 3 Mei 2000 di General Santos City. 9 April 2003. yang tidak melibatkan kelima tersangka yang ditahan itu. Juni 2004. secara terbuka mengidentifikasi kelima tersangka warga Indonesia: Nasruddin. Philippine Star. Setelah ditahan dua hari. Zulkifli. alias Komandan Bimbo. rekan Zulkifli di Abu Sayyaf. 80 Dokumen intelijen militer Filipina rahasia.- Duterte – yang sebelumnya bersikap lunak terhadap MILF – menuduhnya melakukan kerjasama dengan JI dan al-Qaeda untuk melancarkan serangan tersebut. Tampaknya kasus yang disusun jaksa terpusat pada pengakuan tersebut. dan seorang pria lainnya. Balulao memberi pengakuan telah meletakkan bom di bandara. Sebaliknya.79 Pihak intelijen militer Filipina juga menduga adanya keterlibatan warga Indonesia. Delfin menuding Sulaiman telah membantu al-Ghozi menyembunyikan bahan peledak di General Santos City. Menurut tuturan Delfin identitas tiga orang Indonesia lainnya yang menjadi tersangka tersebut belum jelas. bagaimana persis peran yang dimainkannya tidak begitu jelas. Keterangan alternatif tersebut yang disusun pihak intelijen militer. Sikap sinis masyarakat bertambah dengan pembersihan secara dini dari tempat kejadian perkara di bandara. dan "Sworn Statement of Tohami Bagundang".. yang meletakkan bom di gedung ruang tunggu di bandara. mengidentifikasi Akmad sebagai komandan MILF commander dan Idar sebagai keponakannya. Bimbo 79 Lihat "PNP hunts Indons linked to Davao blasts". yang berhasil diperoleh ICG. 82 . Mori Ali Usman dan Tong Abbas. dan Bagundang mengakui keterlibatannya dalam operasi di bandara dan dermaga.83 Sebaliknya tuduhan terhadap pimpinan MILF didasarkan atas keterangan yang samasekali terpisah. yang masih ditahan hingga saat ini. Tong Abbas. menunjukkan bahwa kedua kejadian bom di Davao dilakukan oleh operator dari Brigade 212 MILF. dan keponakan dari Al-Haj Murad. perwira yang mengkomandoi Kelompok Operasi Khusus 212. yang menghambat penyidikan forensik.81 Tidak satupun tersangka warga Indonesia yang disebut oleh Delfin atau pihak intelijen militer termasuk dalam surat dakwaan yang diserahkan PNP ke pihak jaksa. Ustadz Baem Samuya. ditangkap sehari setelah kejadian bom di bandara Davao semata-mata atas dasar bukti tidak langsung. Nasruddin Sulayan[g]. Esmael Mamalangkas. Tohami Bagundang. namun dengan nama yang berbeda: Hadji Abdul Sasamu. 81 Wawancara ICG. dan hampir dapat dipastikan adalah Zulkifli. yang kini sama sekali menolak pemikiran bahwa MILF terlibat peristiwa peledakan. Dongdong Pidtukasan.80 Kendati pihak intelijen militer dapat merinci gerakan warga Indonesia tersebut serta hubungannya dengan MILF pada bulan-bulan menjelang peledakan di Davao. Noor Mohammad Umug. Bagundang kemudian melibatkan Mamalangkas. yang merupakan anggota tim yang paling berpengalaman. 8 April 2003. Balulao adalah ipar Idar. Nasruddin juga terlibat peristiwa bom Bali dan oleh sumber ICG diidentifikasi sebagai ketua Mantiqi III Mustofa. korban ledakan di bandara yang pada awalnya diduga sebagai pelaku bom bunih diri berdasarkan keanggotaannya dalam MILF. Rex Mohir dan pelaku bom bandara juga menjalankan serangan bom di dermaga. tuduhan terhadap dua bersaudara Sudang dibatalkan tetapi sempat memperdalam sikap sinis dari banyak pengamat setempat. sebagaimana halnya dengan versi yang disampaikan PNP.82 Lima tersangka baru ditangkap di Cotabato City pada 8 April 2003: Esmael Akmad. dan "Suspected key planner of Davao wharf bombing nabbed". Idar dan Balulao.

pertemuan-pertemuan konon diselenggarakan di Cotabato City yang dihadiri wakil kepala staf MILF ketika itu. 90 Wawancara ICG. sampai akhir bulan ketika ia mendampingi Sulayang menuju Cotabato City untuk menemui seorang warga Afghanistan yang sedang berkunjung. Agenda pertemuan didominasi perlunya menanggapi serangan yang dilancarkan pemerintah pada 11 Februari. Manawe Ibrahim. dimana ia tengah ditahan. 13 July 2004 page 30 . Sammy Gambar. warga Indonesia tersebut yang kini bergabung bersama Abu Narih dilaporkan menetap disana selama empat bulan. 89 Menurut sebuah sumber kepada ICG. Samir Hashim. akan tetapi para jaksa tampaknya tidak mengenakan dakwaan berkaitan dengan persitiwa Davao terhadapnya. satu bulan setelah mereka nyaris tertangkap ketika rumah aman Fernando Sala digerebeg. kerjasama JI – MILF tersebut. Selagi mendung perang mulai menyelimutu Buliok pada awal Februari 2003.89 Namun belum jelas siapa di hirarki MILF yang menyetujui serangan tersebut. Taufiq Rifqi alias Amy Erza".86 bergabung dengan warga Indonesia lainnya di Kamp Khalid.- menerima perintahnya langsung dari wakil ketua urusan militer pada saat itu Al-Haj Murad pada 12 Februari 2003. banyak lagi perwira MILF yang terlibat dalam perencanaan serangan bom.87 Menyusul pertemuan Staf Umum MILF disekitar daerah Buliok pada 1-16 Januari 2003. dan yang ditahan oleh pihak berwajib di Malaysia sejak September 2003 – memang benar pelaku utama dalam komplotan serangan bom di Davao. Bimbo ditangkap pada Oktober 2003 selaku tersangka dalam kasus pemboman tahun 2000 di General Santos City. Dokumen rahasia intelijen militer Filipina. Januari 2004. dengan hanya keluar untuk bertemu dengan rekan mereka dari MILF di kota Cotabato dan General Santos.84 Sementara itu. namun konon ia berada di Malaysia dari akhir April 2002 (mungkin menyusul bom Fitmart) hingga 20 Mei 2002. Achmad Pasigan. serangan tersebut dilaksanakan dibawah pengawasannya dengan bantuan dari mitranya di MILF dan Abu Sayyaf. Davao City. selain itu ia tidak didakwa dan belum dikeluarkan surat penangkapan terhadapnya. Keterangan dari berbagai sumber independen meyakini ICG bahwa Zulkifli – pelaku bom dan pembakaran di toko Fitmart yang lulusan Ngruki dan mantan ketua Wakalah Hudaibiyah. Wawancara ICG. 13 November 2003. 87 "Debriefing Report. ketua operasi Achmad Pasigan konon bertemu dengan warga Indonesia yang tersisa di Kamp Khalid. 85 Lihat bagian VII diatas. Zulkifli mungkin terus ke Zamboanga. dimana ia tinggal untuk beberapa waktu pada Januari 2003. Menurut Taufiq Rifqi. dan lima warga Indonesia yang dipimpin Sasamu dan Samuya. pihak intelijen militer menemukan jejak anggota JI yang diduga pelaku bom Fitmart. Samuya dan Sulayang pada pertengahan Oktober 2002. Wawancara ICG. ketika ia kembali melalui Cotabato City.. yang diperoleh ICG. mungkin dengan menggunakan bahan dari MILF dan pelaku di lapangan dari Abu Sayyaf. dan sifat sesungguhnya. 84 Dokumen rahasia intelijen militer Filipina. akan tetapi identitasnya tidak dijelaskan. ASG menghasilkan pelaku di lapangan yang lebih baik ketimbang MILF karena umunya menguasai lebih banyak bahasa. dengan mengadakan kontak bersama Kadaffy Janjalani dari ASG. yang diperoleh ICG.88 Zulkifli satu-satunya warga Indonesia yang disebutsebut oleh PNP maupun pihak intelijen militer berkaitan dengan peristiwa bom di Davao. Kemungkinannya. Maret 2003.Southern Philippines Backgrounder: Terorism and the Peace Process ICG Asia Report N°80. serta kemungkinan melakukan serangan bom – yang akan “diawasi” oleh warga Indonesia tersebut namun dilaksanakan oleh SOG -konon dibahas sebelum Sasamu dan Samuya kembali ke Kamp Khalid. Operator MILF cukup memadai sepanjang beroperasi di Maguindanao atau Lanao . yakni Sasamu. Maret 2003. Juni 2004. 88 . di propinsi Sarangani.85 Setelah mengadakan kontak dengan komandan lapangan Brigade 205 Manawe Ibrahim di Kamp Khalid Ibn al-Walid. Juni 2004. 86 Tidak jelas berapa lama Zulkifli pergi. Zulkifli tampaknya kembali ke General Santos City dari Indonesia pada pertengahan Desember 2002.90 Proses pengadilan yang transparan terhadap Zulkifli diperlukan untyuk mengungkapkan seberapa jauh.

91 Carolyn O. menurutnya "MILF selaku organisasi pembebasan telah berulang kali secara terbuka menolak penggunaan terorisme untuk mencapai tujuan politik". The Philippine Star.. kelompok yang berbasis di Sulawesi. Arguillas. seorang anggota MILF bernama Sammy Abdulgani yang mengaku bergabung dengan JI. Maguindanao pada April 2003. 93 Ibid. Namun demikian beberapa anggota JI pada akhirnya bekerjasama begitu erat dengan MILF sehingga dianggap anggota. 27April 2004. Wawancara ICG. mengaku mereka semua termasuk dalam sel beranggotakan enam orang yang menerima perintah dari seorang warga Indonesia bernama Usman.94 ICG memperoleh keterangan dari beberapa sumber di Indonesia bahwa sejak awal 2004. Tampaknya beberapa diantara mereka merupakan anggota JI. karena sebuah sumber yang mengenal operasi JI di Mindanao menyampaikan kepada ICG bahwa tidak seorangpun warga Filipina (bahkan juga warga Thailand) pernah menjadi anggota JI. 94 .- IX.92 Abdulgani yang ditangkap bersama tiga warga Filipina yang konon juga anggota JI. KERJASAMA BERJALAN MILF DENGAN KELOMPOK JIHAD Pada 20 Juni 2003 setelah mengalami tekanan intensif dari pemerintah.91 Penolakan yang dinyatakan berulang kali hingga saat itu terhadap setiap keterlibatan dalam kegiatan teror mungkin bukannya kebohongan yang disengaja melainkan keengganan mengakui bahwa tindakan yang dilakukan MILF patut dicap "terorisme". kendati jelas sudah mengenai adanya operasi bersama dengan warga Filipina. Mindanews. "Salamat issues policy statement rejecting teror. akan tetapi ada juga anggota dari fraksi-fraksi Darul Islam.93 Pengakuan Abdulgani perlu dicermati lebih lanjut. Juni 2004.Southern Philippines Backgrounder: Terorism and the Peace Process ICG Asia Report N°80. seorang lagi adalah Mustafa alias Usama yang berasal dari Jawa yang datang di Filipina sekitar tahun 1996 serta menikah dengan warga Filipina. Akan tetapi tudingan mengenai kerjasama JI-MILF tetap berlanjut. Ermita welcomes move". 22 Juni 2003. Menurut beberapa laporan pers ia mengaku terlibat peristiwa bom di bandara Cotabato pada Februari 2003 dan di terminal bis di Parang. Pada April 2004. Al-Ghozi termasuk didalamnya. yang dilaporkan menggantikan Zulkifli setelah yang disebut belakangan tersebut ditangkap. dan setidaknya satu kelompok kecil yang berbasis di Jakarta. Salamat Hashim mengeluarkan pernyataan tiga ayat yang isinya menolak penggunaan teror. 92 Edith Regalado. 13 July 2004 page 31 . dan mungkin juga hal yang sama sebaliknya terjadi dengan anggota MILF dan JI. warga Indonesia masih dikirim menuju kamp-kamp MILF dan Abu Sayyaf untuk mengikuti latihan dalam kelompok-kelompok kecil. "JI Suspect Says Indon JI Teror Group Linked With MILF". ditahan karena diduga merencanakan pemboman terhadap beberapa pelabuhan di Mindanao. Dalam pernyataan tersebut.

masih tetap berlanjut. dan mungkin juga perencanan aksi teroris. Belum jelas apakah pemimpin MILF yang baru. pernyataan tersebut terdengar sumbang. yang semuanya tidak memberikan petunjuk yang menggembirakan untuk mencapai perdamaian abadi. Ada tiga kemungkinan tentang kesungguhan pernyataan tersebut. bahkan menganggapnya sebagai elemen penting dalam strategi mempertahankan kapasitas militer dan solidaritas dengan kelompok jihad internasional bersamaan dengan negosiasi yang tengah dijalankan. Meningkatnya secara tajam jumlah maupun kepiawaian serangan bom di Filipina sejak tahun 2000 bisa jadi mencerminkan sikap yang lebih agresif dipihak pimpinan JI di Mindanao dibawah Zulkifli. jelas sekali. selain itu ada konfirmasi dari sumber ICG sendiri bahwa pelatihan. 13 July 2004 page 32 . jangan bertutur”. tampaknya setidaknya memperoleh persetujuan tersirat dari pimpinan puncak MILF. Kedua. yang membentuk jaringan luas terdiri dari pelaku lapangan asal lokal. bahwa setidaknya beberapa petinggi MILF bukan hanya mengetahui keberadaan program tersebut. KESIMPULAN Tidak disangsikan bahwa MILF selaku organisasi memiliki hubungan kerjasama yang erat dengan pimpinan Jemaah Islamiyah yang sudah ada sebelum mencuatnya JI secara resmi pada tahun 1993. Gambaran tersebut dibuat lebih rumit dengan kenyataan bahwa baik MILF maupun Abu Sayyaf telah menjalin hubungan dengan kelompok asal Indonesia selain JI. memiliki kewenangan ataupun keinginan untuk menutup kamp-kamp dimaksud dan membatasi ikatan organisasi tersebut dengan JI dan organisasi serupa. Apakah hubungan yang tengah berjalan tersebut direstui kepemimpinan di masa pasca Hashim? Inilah pertanyaan yang paling penting. yang diselenggarakan oleh komandan setempat secara perorangan – yang kerap disebut “komando yang hilang”. termasuk program pelatihan tindak teror. Jika mereka tidak dapat mengendalikan pimpinan lokal. Bahkan “pelatihan” bisa berupa satu orang Filipina yang melatih satu orang Indonesia. AlHaj Murad.Southern Philippines Backgrounder: Terorism and the Peace Process ICG Asia Report N°80. Struktur MILF yang longgar dan di desentralisasi memungkinkan pimpinan politik didalamnya menafikkan pengetahuan tentang setiap kegiatan. ya. terkadang dengan mengadu domba antara yang satu dengan yang lainnya. Hubungan tersebut sifatnya sangat pragmatis yang lebih berdasarkan kepentingan bersama ketimbang kepercayaan dan tujuan yang sama. dan jawabannya belum menunjukkan kejelasan. Kemungkinan ketiga. karenanya ketimbang satu pusat pelatihan yang besar. Adakah indikasi bahwa kerjasama MILF dengan JI atau kelompok jihad lainnya tetap dilanjutkan setelah pernyataan Salamat Hashim pada Juni 2003 yang isinya menolak tindakan terorisme? Ya. mereka tidak mengetahui keberadaan program semacam itu. sebagaimana telah dicatat. Pengakuan Abdulgani menunjuk adanya hubungan yang tengah berjalan. yaitu oleh Salamat Hashim sendiri. Kendati MILF menyangkal kaitan apapun dengan Mukhlis Yunos yang bekerjasama dengan al-Ghozi pada aksi bom Hari Rizal. pimpinan puncak MILF yang tengah melakukan negosiasi dengan pemerintah Filipina benar tidak tahu menahu tentang kesepakatan yang terjalin pada tingkat lokal dengan kelompok jihad dari Indonesia maupun tempat lain. maka kemampuan organisasi tersebut untuk mematuhi setiap kesepakatan disangsikan. Hubungan itu dibina didalam kamp pelatihan mujahidin dan diperkokoh dengan didirikannya kamp dihalaman Kamp Abubakar milik MILF pada tahun 1994. Operator JI di Mindanao memilih bekerjasama dengan MILF maupun Kelompok Abu Sayyaf.. dengan menganut sikap “jangan bertanya.- X. tampaknya saat ini ada beberapa tempat latihan yang lebih kecil. Hubungan tersebut pun direstui di tingkat puncak MILF. tetapi mereka pun tidak mencari tahu. Apakah persetujuan menyelenggarakan pelatihan dari pihak pimpinan MILF termasuk menyetujui tindakan bom ataupun serangan lainnya yang dengan sengaja menjadikan warga sipil sebagai sasarannnya? Pada beberapa kasus. dan dengan demikian pula prospek bagi keberhasilan setiap kesepakatan perdamaian antara MILF dengan pemerintah Filipina. atau sebaliknya. Pertama. Agar kesepakatan . Aksi bom pasca Buliok. Ada tiga pertanyaan yang penting untuk mengevaluasi hubungan MILF dengan organisasi teroris saat ini. Tidak tercatat adanya pernyataan dari pimpinan MILF yang mengutuk serangan terhadap dutabesar Filipina di Jakarta beberapa bulan sebelumnya. Setelah tahun 2000 ketika Kamp Abu Bakar diserbu tentara Filipina. keadaan menjadi lebih lentur.

Perlu ditarik garis yang tegas antara mereka yang menjalankan upaya proses perdamaian dan hirarki MILF.. Eduardo Ermita dan Silvestre Afable. Komunike tersebut hendaknya diperkuat agar secara tersurat memperhatikan para tersangka tindak kriminal yang berasal dari luar negeri dan hal ini harus segera ditindak lanjuti. sebagai awal integrasi kedalam angkatan bersenjata dari sebuah daerah dengan otonomi yang lebih sempurna. yakni Jesus Dureza. dengan mereka yang berada diluar proses tersebut serta mungkin tidak lagi berkomunikasi dengan hirarki. maka kemampuan Murad untuk mengikutsertakan dan menyelaraskan para komandannya akan sangat tergantung pada persepsi mereka bahwa tidak akan terulang kegagalan kesepakatan Jakarta tahun 1996 dengan MNLF.95 Dalam rangka persiapan melanjutkan pembicaraan resmi di Kuala Lumpur. Pemerintah Arroyo dapat menunjukkan itikad baiknya dengan memperhatikan kepentingan serupa dari MILF sehubungan dengan pertanggungan jawaban. Tiang sentral proses perdamaian seyogyanga terdiri dari formalisasi dan regulasi secara bertahap terhadap sayap militer MILF. peralihan menuju “komando markas” sejak tahun 2000. Guna memperkecil bahaya 95 tersebut ketika perundingan berlanjut. 13 July 2004 page 33 . pihak militer dan polisi. yang penting adalah mencegah meletusnya konflik seperti yang terjadi pada tahun 2000 dan 2003. Dewan negosiasi pemerintah perlu memiliki kesinambungan serta status diplomatik. 13 Juli 2004 Keluhan utama MILF dalam menjalankan negosiasi adalah kecepatan pergantian lawan bicara mereka dari GRP. Otonomi yang sungguh-sungguh dan terlaksana penuh bagi kaum Muslim di Filipina merupakan syarat mutlak guna mencapai kemenangan jangka panjang dalam perang terhadap teror di Mindanao. serta kematian Salamat Hashim kesemuanya meniadakan kemungkinan tersebut. perlu dibentuk dewan perdamaian tetap yang bekerja penuh waktu serta dilengkapi dengan staf yang memadai untuk berhubungan dan membina konsensus dengan stakeholder utama pada Konggres Filipina. Untuk itu kepada MILF pemerintah perlu menyampaikan daftar orang yang diduga melakukan tindakan kriminal yang mencari suaka di “wilayah” MILF. . serta politisi setempat dan kelompok masyarakat madani. Juga diperlukan sebuah Ad Hoc Joint Action Group yang melakukan kerjasama untuk menahan para tersangka. mungkin langkah yang terpenting yang dapat diambil Manila dalam rangka membangun perdamaian yang abadi adalah menjamin penawaran sebuah paket otonomi yang layak kepada MILF. pemerintah dan MILF harus segera melengkapi dan merealisasikan komunike bersama yang dicetuskan pada tanggal 6 Mei 2002 (Lampiran D). ataupun bahkan keberadaan kaitannya dengan terorismenya sendiri. Tim pendukung senantiasa silih berganti ketika anggota dewan mengundurkan diri untuk mengurus prioritas lain.- perdamaian dapat berjalan. Singapore/Brussels. Apabila tercapai kesepakatan perdamaian. Yang paling besar kemungkinannya menjadi pemicu adalah timbulnya kembali tuduhan mengenai kaitan dengan terorisme. Adanya anggota MILF “paruh waktu”.Southern Philippines Backgrounder: Terorism and the Peace Process ICG Asia Report N°80. Sejak Mei 2003 sudah ada tiga ketua GRP yang pernah memimpin. Dalam jangka pendek. Namun demikian. Hal ini supaya proses perdamaian memiliki daya tahan dan membangun dasar bagi implementasi yang berkelanjutan terhadap setiap kesepakatan yang mungkin tercapai. pemerintah Filipina perlu memastikan bahwa pimpinan MILF setidaknya memiliki komitmen untuk mengakhiri setiap pelatihan keterampilan militer terhadap pasukan atau perorangan asing dan untuk menjatuhkan sanksi terhadap setiap anggota yang ditemukan telah melakukan latihan atau terlibat komplotan melakukan tindak kekerasan terhadap warga sipil.

. 13 July 2004 page 34 .Southern Philippines Backgrounder: Terorism and the Peace Process ICG Asia Report N°80.- LAMPIRAN A PETA FILIPINA .

. 13 July 2004 page 35 . .Southern Philippines Backgrounder: Terorism and the Peace Process ICG Asia Report N°80. terbitan bersama Anvil Publishing dan Southern Philippines Center for Arts and Ecology (SPACE).- Peta berdasarkan versi asli pada ‘Mindanao on the Mend’.

3 Mei. 4 September. Enam bom. Quezon City. Dua korban luka-luka. SM Megamall. 14. Dua korban tewas. General Santos City. M/V Our Lady of Mediatrix. Rumah Tinggal Duta Besar Filipina. 10. Malagutay. Jakarta. 24 Juni. Tiga korban tewas. Fitmart Store. Zamboanga City. General Santos City. 4. 21 April. Tacurong . dua korban tewas. Fitmart Store. Manila. 2001 7. 21 Mei. 2 Oktober. 17 Januari: Serangan terhadap kompleks Malagat. Tujuh korban tewas. Ozamis City. 2. Dua korban tewas. 3. 13 July 2004 page 36 . Serangan Hari Rizal. 18 Oktober. General Santos City. 19 Maret: pembakaran Kimball Plaza. tali peledak. Sembilan korban tewas. 13. Terminal bis di Pagadian. 27 April: “Perang besar-besaran” dilancarkan terhadap MILF. 12. 5. Lima korban tewas. 22 korban tewas. 8. 1 Agustus. Satu korban tewas. tujuhbelas armalites.Southern Philippines Backgrounder: Terorism and the Peace Process ICG Asia Report N°80. 9 Juli: Kamp Abu Bakar Jatuh. 17 Oktober. 31 Maret: pembakaran Koranadal Commercial Centre. 4 Maret. Tiga korban tewas termasuk seorang tentara AS. 25 Februari. katup peledak. Zamboanga City. tiga korban tewas. General Santos City. 9. Empat bom. 28 Oktober. Balintawak. Shop-O-Rama dan Shoppers' Plaza. 39 korban tewas. General Santos City. General Santos City. 10 Oktober. . 2 bom. Terminal bis Kidapawan. Manila. bom didalam bis. Lima bom. 30 Desember. 6.- LAMPIRAN B KRONOLOGI PERISTIWA BOM DAN PERKEMBANGAN TERKAIT DI FILIPINA 2000 1.. Limabelas korban tewas. 11. Zamboanga City. berhasil mengungkapkan keberadaan satu ton bahan peledak. 2002 15 Januari: Al-Ghozi tertangkap di Manila.

D. . Kidapawan. 19. Koronadal. 27. 2 April. 24. 3 Januari. 10 Juli. Terminal bis Parang. Sembilan korban luka-luka. Pigkawayan. Davao City. 7 Maret. Sabah. Fort Pilar Shrine. Datu Piang. 5 April. September: Tertangkapnya Zulkifli alias Jul. Koronadal. 2003 18.- 15. 22 korban tewas. 16. Satu korban tewas. 29. (Belum ada konfirmasi apakah kebakaran akibat serangan atau kecelakaan) Superferry Fourteen. 22. 26.C. Tagum. Bandara udara Cotabato City. Pasar umum Kabacan. 4 Maret. Parang. Satu korban tewas. 13 Juli: Salamat Hashim wafat. Lima hingga 22 korban tewas (berbagai laporan berbeda). 27 Februari.. Cotabato. Delapan belas korban tewas termasuk walikota Saudi Ampatuan. Tacurong. 12 Oktober: Kematian Al-Ghozi. Kurang lebih 100 korban tewas. Cagayan de Oro City.Southern Philippines Backgrounder: Terorism and the Peace Process ICG Asia Report N°80. 23. Enambelas korban tewas. Zamboanga City. 31 Desember. Sembilan orang tewas. 21. 4 Maret. 11 Februari 2003: Serangan tentara Filipina terhadap Buliok dimulai. 14 Juli: Al-Ghoz melarikan diri. 28 Januari. 25. Tacurong. 20 Februari. 2004 28. Tiga korban tewas. Manila Bay. 17 Mei: Presiden Filipina Gloria Arroyo mengunjungi Washington. Malaysia. 20 Oktober. Dermaga Sasa. 10 Mei. 2 Oktober: Tertangkapnya Taufiq Rifqi. 24 Desember. Sembilan korban tewas. 17. Bush ke Manila. 20 Februari. Satu korban tewas. Satu orang tewas. Pelaku bom tewas. 20. 25 Mei: Mukhlis Yunos tertangkap. 13 July 2004 page 37 . Cotabato City. 19 Oktober: Kunjungan Presiden AS George W. Bandara udara Davao City. Satu orang tewas.

Zacaria Candao. PERJANIAN TINGKAT LOKAL 3 September 1994: Memorandum Kesepakatan Murad-Rosario Diaz. 13 Januari 1987: Serangan MILF menanggapi Kesepakatan Jeddah. 16 Januari 1987: Al-Haj Murad bertemu dengan wakil GRP Aquilino Pimentel. 17 Januari 1987: Perjanjian gencatan senjata mengakhiri serangan MILF. Februari 1979: Pertemuan di Istana Malacanang dengan wakil MILF Abukhalil Yahya. Omar Pasigan. 18 Januari 1987: Presiden Corazon Aquino bertemu dengan Murad di Cotabato City. menetapkan butir-butir pembicaraan. PEMERINTAHAN AQUINO (Februari 1986-Juni 1992) 3 Januari 1987 Kesepakatan Jeddah dengan MNLF Membangkit kembali perjanjian 1976.. 13 July 2004 page 38 . Cotabato. 29 Januari 1995: Kesepakatan MalMar. PEMERINTAHAN RAMOS (Juni 1992-Juni 1998) 24 November 1992: Utusan GRP Haydee Yorac bertemu dengan Murad dekat Kamp Abu Bakar. berujung dengan Daerah Otonomi di Mindanao Muslim (Autonomous Region in Muslim Mindanao / ARMM) meliputi empat propinsi yang disepakati dalam plebisit November 1989. berkaitan dengan perselisihan sehubungan proyek irigasi Malitubog-Maridagao ("MalMar") di Carmen.Southern Philippines Backgrounder: Terorism and the Peace Process ICG Asia Report N°80. Tidak ada kemajuan lebih lanjut. Juli 1993: Salamat Hashim mengumumkan akan menantikan hasil pembicaraan MNLF. . Pembicaraan macet akibat permasalahan plebisit untuk menentukan cakupan territorial. Tidak ada kemajuan lagi. Tidak ada kemajuan hingga 1996. Desember 1992: MILF membentuk dewan perdamaian. Pasukan MILF menuntut peran keamanan didaerah itu.- LAMPIRAN C PROSES PERDAMAIN GRP-MILF PEMERINTAHAN MARCOS (Desember 1965-Februari 1986) 23 Desember 1976 Perjanjian Tripoli dengan MNLF Menetapkan wilayah otonomi yang mencakup tigabelas propinsi di Filipina selatan.

pertemuan Komite Teknis di Simuay. 12 September 1997: "Implementing Administrative Guidelines of the GRP-MILF Agreement on the General Cessation of Hostilities" (Pelaksanaan Pedoman Administrasi Kesepakatan Penghentian Umum Permusuhan). . masing-masing tiga anggota. 26 Februari 1997: "Administrative Procedures in the Conduct of GRP-MILF Technical Committee Meetings". Ditandatangani di Cagayan de Oro. Ditandatangani di Cotabato. Ditandatangani di Simuay. petugas penghubung (masing-masing satu). 13 July 2004 page 39 . (Tata Tertib Administrasi dalam Penyelenggaraan Pertemuan Komite Teknis GRP-MILF). dia ditahan sejak November 2001. Sekretariat bersama CCCH. Maguindanao (Kamp Abu Bakar). Ditandatangani di Simuay.- 18 April 1996 Memorandum Kesepahaman MILF-AFP (Narciso Ramos Highway). namun digulingkan pada 2001. Ditandatangani di Simuay. di Cagayan de Oro. 2 September 1996 Kesepakatan Jakarta dengan MNLF Sasarannya pelaksanaan "final" dari Perjanjian Tripoli di empatbelas propinsi melalui proses dua tahap. 4 September 1997: "Agreement by the GRP and MILF" (Kesepakatan antara GRP dan MILF). Penegakan hukum setempat dengan koordinasi bersama “penghubung khusus” dari MILF. 25 Maret 1997: "Composition of the Interim Ceasefire Monitoring Committee and Assigned Tasks and Functions” (Komposisi Komite Sementara Pemantauan Gencatan Senjata). jurubicara (masing-masing tiga). Davao City. CCCH bertemu setiap bulan. 3 Agustus 1996: Pertemuan pertama antara sekretaris eksekutif GRP Ruben Torres dan wakil ketua MILF Ghazali Jafaar. sosialisasi tuntas kesepakatan kepada seluruh satuan. Pembentukan sub komite. Ditandatangani di Cotabato. Komite Penemuan Fakta (Independent Fact Finding Committee / IFFC) menggantikan ICMC.Southern Philippines Backgrounder: Terorism and the Peace Process ICG Asia Report N°80. 7 Januari 1997: Jafaar melantik anggota MILF. dan kembali bertempur. Plebisit memperluas ARMM meliputi lima propinsi pada 2001. markas dewan MILF dekat Cotabato City: pembukaan resmi perundingan tingkat bawah. kerahasiaan. 10 September 1996: Pembentukan Komite Teknis GRP dan MILF (masing-masing sebelas anggota) dan dewan perdamaian. GRP harus mundur dari Rajahmuda dalam waktu limabelas hari. 16 Juni 1997: Serangan TENTARA FILIPINA di Rajahmuda 18 Juli 1997: "Agreement for General Cessation of Hostilities" (Perjanjian Penghentian Umum Permusuhan). CCCH akan melakukan verifikasi terhadap lokasi dan posisi kamp MILF. keamanan. Pembentukan Komite Koordinasi Penghentian Permusuhan (CCCH). ketua dewan GRP melantik anggota komite. format rapat. 16-22 Januari 1997: Pertempuran di Buldon. Selanjutnya komite teknis diperluas menjadi duabelas anggota dan dikelompokkan menjadi Sub komite Penghentian Permusuhan. Pembentukan Komite Sementara Pemantauan Gencatan Senjata (ICMC) dengan delapan anggota dari masyarakat madani. sekretariat (masing-masing enam anggota). 27 Januari 1997: "Interim Cessation of Hostilities in Buldon" (Penghentian Sementara Permusuhan di Buldon). berbasis di Cotabato. ditunjang dengan bantuan dari United Nations Multi-Donor Trust Fund. pengungsi dihimbau untuk kembali. dan Penetapan Agenda 25 Oktober 1996: General Fortunato Abat. Nur Misuari menjadi gubernur ARMM ditengah janji-janji bantuan pembangunan.. masing masing enam anggota.

Bilal. Badr.- 14 November 1997: "Implementing Operational Guidelines of the GRP-MILF Agreement on the General Cessation of Hostilities" (Pelaksanaan Pedoman Operasional Kesepakatan GRP-MILF tentang Penghentian Umum Permusuhan). Ditandatangani di Sultan Kudarat. inspeksi oleh CCCH untuk dimulai segera setelah penentuan pedoman dan tata tertib identifikasi dan verifikasi. dan tiga anggota pengganti masing-masing dari GRP dan MILF. 24 Oktober 1998: "A Resolution for the Immediate Cessation of Hostilities at Datu Piang. dan pembentukan Tim Gerak Cepat (Quick Response Team / QRT). Rajahmuda.. memperluas IFFC. Kamp-kamp Omar dan Badr pada 23 Juni. Ditandatangani di Sultan Kudarat. Shariff Aguak and Talayan. 6 Februari 1998: "Agreement to Sustain the Quest for Peace" (Kesepakatan Melanjutkan Upaya Perdamaian). dan Darapanan untuk verifikasi sesuai Ketentuan V pada kesepakatan 12 September 1997. MILF serahkan daftar tigabelas kamp besar dan 33 kamp kecil sesuai kesepakatan 12 September 1997. Kamp Bilal pada 12 Juni. "memberi suaka kepada unsur kriminal atau tanpa mengenal hukum" ditetapkan sebagai "tindakan provokasi terlarang". PEMERINTAHAN ESTRADA (Juni 1998-Januari 2001) 27 Agustus 1998 "General Framework of Agreement of Intent between the GRP and the MILF" (Kerangka Umum Kesepakatan Maksud antara GRP dan MILF).Southern Philippines Backgrounder: Terorism and the Peace Process ICG Asia Report N°80. 10 Februari 1999: "Agreement to Reaffirm the Pursuit of Peace" (Kesepakatan Penegasan Kembali Upaya Perdamaian). Othman pada 25 Juli dan Salahudin pada 27 Juli. Ditandatangani di Cotabato City. . 11 Maret 1998: "Agreement Creating a Quick Response Team" (Kesepakatan Pembentukan Tim Gerak Cepat). Buldon. penugasan CCCH menjadwalkan penentuan perbatasan kamp untuk pertemuan berikut. MILF agar tidak bergerak "diluar wilayah yang telah ditentukan" tanpa kliring. Maguindanao). Penentuan perbatasan kamp untuk dimulai dalam waktu tujuh hari. Maguindanao. 10 Februari 1999: "First Joint Acknowledgement" (Pengakuan Bersama Pertama). Ditandatangani di Sultan Kudarat. Ditandatangani di Simuay. Ditandatangani di Cotabato City. pengawal keamanan bersenjata agar mendampingi CCCH. Ditandatangani di Simuay. 17 Februari 1999: "Joint CCCH Statement" (Pernyataan Bersama CCCH). Maguindanao" (Ketetapan Pembentukan Kontingen Pemantauan Bersama untuk Pengawasan Keadaan Perdamaian di Minabay Atas. Ditandatangani di Marawi. Pengaktifan CCCH. dan kantor cabang di Marawi dan tempat lain. menyelesaikan permasalahan kunci setempat dan menghentikan kegiatan penebangan kayu Cotabato Timber Company. 13 July 2004 page 40 . Buldon. Menetapkan ketentuan dasar. Jabalsur pada 24 Juli. 16 Oktober 1998: "A Resolution Creating a Joint Monitoring Contingent to Oversee the Peace Situation in Upper Minabay. Shariff Aguak dan Talayan. Buldon. Ditandatangani di Cotabato City. "Tahap Satu" verifikasi oleh CCCH terhadap Kamp Abu Bakar pada 10 Juni. Kamp Busrah pada 13 Juni. dan tiga anggota tetap. mengoperasikan kantor Pemantauan CCCH Monitoring di Cotabato. Maguindanao). Kamp-kamp Darapanan dan Rajahmuda pada 21 Juni. QRT terdiri dari tiga ketua dari masyarakat madani. Maguindanao" (Ketetapan Penghentian Segera Permusuhan di Datu Piang. 18 Mei 1999: "Rules and Procedures in the Determination and Verification of the Coverage of Cessation of Hostilities" (Ketentuan dan Tata Tertib Penentuan dan Verifikasi Peliputan Penghentian Permusuhan). Prioritas untuk Kamp-kamp Omar. Pengakuan terhadap Kamp-kamp Abu Bakar dan Busrah sesuai penghentian permusuhan selama perundingan perdamaian. GRP agar mundur lima kilometer dari sungai Baganan. Ditandatangani di Marawi. "Tahap Dua" verifikasi terhadap Kamp-kamp Abu Ubaidah dan Khalid pada 22 Juli. 17-18 September 1998: Pertemuan pleno Komite Teknis.

Pembentukan dewan resmi perdamaian masing-masing beranggotakan enam orang. 27 April . Ditandatangani di Sultan Kudarat. verifikasi dan pengakuan terhadap kamp agar selesai selambatnya 31 Desember. 6 Oktober 1999: "Second Joint Acknowledgement" (Pengakuan Bersama Kedua). Omar dan Badr.- 2 September 1999: "Agreement on Joint Effort to Pursue a Just. (Perjanjian Tripoli). 6 Oktober 1999: "Agreement Authorizing the GRP-MILF CCCH to relay orders to the military field commanders of both parties" (Kesepakatan Pemberian Wewenang kepada CCCH GRP-MILF untuk menyampaikan perintah kepada komandan lapangan militer di kedua belah pihak). 20 Januari 2000: "Joint Communiqué of First Formal Meeting" (Komunike Bersama tentang Pertemuan Resmi Pertama). ditandatangani di Putrajaya. Maguindanao. Sultan Kudarat [province]" (Kesepakatan penghentian pertempuran sepanjang Jalan Raya Nasional dari Cotabato City hingga Isulan. penguatan kemampuan CCCH dan IFFC. Sultan Kudarat. peliputan media dan ketentuan umum. Rajahmuda.. aspek kemanusiaan dan rehabilitasi dan pembangunan. Ditandatangani di Sultan Kudarat. ditandatangani di Tripoli. 12 Januari 2000: "Agreement to cease the fighting along the National Highway from Cotabato City to Isulan. Darapanan. Menetapkan agenda tiga butir: aspek keamanan. (Kesepakatan Kerangka). Pengakuan terhadap Kamp-kamp Bilal. 13 July 2004 page 41 . [propinsi] Sultan Kadarat”. pedoman dan mandat. . Ditandatangani di Sultan Kudarat. Simuay. CCCH agar melakukan verifikasi terhadap pematuhan dan ketegangan yang dilaporkan sepanjang Jalan Raya Nasional di Lanao del Sur.Southern Philippines Backgrounder: Terorism and the Peace Process ICG Asia Report N°80. Ditandatangani di Sultan Kudarat.9 Juli 2000: "Perang besar-besaran" PEMERINTAHAN MACAPAGAL-ARROYO (20 Januari 2001-sekarang) 24 Maret 2001: "Agreement on the General Framework for the Resumption of Peace Talks between the GRP and MILF" (Kesepakatan tentang Kerangka Umum Berlanjutnya Perundingan Perdamaian antara GRP dan MILF). inspeksi. Equitable and Lasting Peace" (Kesepakatan Bersama Upaya Perdamaian yang Adil dan Abadi). 25 Oktober 1999: Peresmian Perundingan Perdamaian di Dawah Centre. Ditandatangani di Sultan Kudarat. Jaminan kekebalan terhadap penahanan bagi perunding MILF selama berlangsungnya pembicaraan perdamaian. 9 Maret 2000: "GRP-MILF Agreement on Safety and Security Guarantees" (Kesepakatan GRP-MILF tentang Jaminan Keamanan dan Pertahanan). Malaysia. Mewajibkan komandan lapangan militer untuk segera dan secara ketat mengikuti perintah dari CCCH. Gencatan senjata mulai berlaku mulai pukul 6 petang. Ditandatangani di Sultan Kudarat. ditandatangani di Kuala Lumpur. pemulihan kondisi pra perang (status quo ante bellum). 22 Juni 2001: "Agreement on Peace between the GRP and MILF" (Kesepakatan tentang Perdamaian antara GRP dan MILF). 7 Agustus 2001: "Implementing Guidelines on the Security Aspect of the GRP-MILF Tripoli Agreement on Peace of 2001" (Pelaksanaan Pedoman Aspek Keamanan dari Perjanjian Tripoli antara GRP-MILF tentang Perdamaian 2001). Jadwal pembukaan pembicaraan resmi. tata tertib perundingan oleh dewan. aspek wilayah leluhur (hak ulayat). 17 Desember 1999: "Agreement on the Rules and Procedures on the Conduct of the Formal Peace Talks between the GRP and MILF Peace Panels" (Kesepakatan tentang Ketentuan dan Tata Tertib Perundingan Resmi Perdamaian antara Dewan Perdamaian GRP dan MILF).

22 Maret 2004: Malaysian Advance Party tiba. . 19-20 Februari 2004: Putaran keempat Perundingan Penjajakan. mengunjungi kamp-kamp MILF di Mindanao. Davao City. 7-8 Februari 2004: Pertemuan bersama CCCH kelimabelas. Davao City. Meresmikan Tim Aksi Sementara (IACT) menjelang pengoperasionalisasi AHJAG.- 6 Mei 2002: Komunike Bersama tentang Larangan terhadap Tindakan Kriminal. Memberi mandat kepada Lembaga Pengembangan Bangsamoro (Bangsamoro Development Agency / BDA) untuk mengelola pembangunan di wilayah MILF. 15-16 June 2004: Pertemuan bersama CCCH kedelapanbelas.Southern Philippines Backgrounder: Terorism and the Peace Process ICG Asia Report N°80. Rehabilitation and Development Aspect of the GRPMILF Tripoli Agreement on Peace" (Pelaksanaan Pedoman Aspek Kemanusiaan. Kuala Lumpur. ditandatangani di Putrajaya. Malaysia. Pembahasan operasionalisasi AHJAG. Kesepakatan mengenai penugasan Malaysian Advance Party dalam rangka persiapan pengiriman Tim Pemantauan Internasional OIC. Kuala Lumpur. Pembahasan kemungkinan inspeksi oleh CCCH terhadap Mount Kararao. 19 Juli 2003: Penghentian Permusuhan Secara Timbal Balik (kesepakatan gencatan senjata yang berlaku saat ini). Davao City. ditandatangani di Cyberjaya. 3-4 Mei 2004: Pertemuan bersama CCCH Ketujuhbelas. 6 September 2003: Putaran Ketiga Perundingan Penjajakan. Rehabilitasi dan Pembangunan dari Perjanjian Tripoli antara GRP-MILF tentang Perdamaian). 30 Juni 2002: Pertemuan Bersama CCCH Kelima. Davao City. 2 Desember 2003: Pertemuan bersama CCCH. 11 Februari 2003: Serangan Buliok oeh TENTARA FILIPINA. Seruan pembentukan Kelompok Ad Hoc Aksi Bersama dibawah CCCH (terlampir dalam Lampiran D). 28 Maret 2003: Putaran Pertama Perundingan Penjajakan. Pembahasan tetap tertundanya operasionalisasi AHJAG. Davao City. Pembahasan pengunduran dari Buliok dan penarikan dakwaan tentang Bom Bandara Davao 23 Juni 2003: Putaran Kedua Perundingan Penjajakan. 13 July 2004 page 42 . Kuala Lumpur. 7 Mei 2002: "Implementing Guidelines on Humanitarian.. Kuala Lumpur.

. termasuk apa yang dinamakan “komando hilang” yang beroperasi di Mindanao. diperlukan tindakan segera dan bersama bagi tercapainya keamanan dan perbaikan masyarakat yang terkena dampak. MILF dan GRP menyatakan kepatuhan yang sungguh-sungguh terhadap implementasi dari kesepakatan ini. Kelompok tersebut akan beroperasi bergandengan dengan Komite Koordinasi Penghentian Permusuhan (CCCH) masing-masing. 13 July 2004 page 43 . MILF wajib mencegah masuknya unsur kriminal kedalam wilayah/lingkungan MILF. 2. 5. MILF dan GRP wajib membentuk Kelompok Ad Hoc Aksi Bersama melawan unsur kriminal guna mencari dan menahan unsur kriminal tersebut. MILF dapat mengajukan permintaan bantuan dari AFP atau PNP dalam penyelenggaraan operasi terhadap unsur kriminal yang berada didalam wilayah/lingkungan MILF.- LAMPIRAN D KOMUNIKE BERSAMA ANTARA PEMERINTAH REPUBLIK FILIPINA DAN FRONT PEMBEBASAN ISLAM MORO (JOINT COMMUNIQUE BETWEEN THE GOVERNMENT OF THE REPUBLIC OF THE PHILIPPINES AND THE MORO ISLAMIC LIBERATION FRONT ) 1.Southern Philippines Backgrounder: Terorism and the Peace Process ICG Asia Report N°80. 6. . termasuk kesepakatan perdamain lain yang berlaku. . Pemerintah Republik Filipina (GRP) dan Front Pembebasan Islam (MILF) sepakat memberlakukan isolasi dan larangan terhadap semua sindikat kriminal dan kelompok penculikan untuk memperoleh tebusan. agar perundingan perdamaian terhadap berbagai permasalahan materiil dapat berlangsung menuju perdamaian yang adil dan abadi di Mindanao. Ditandatangani pada hari ini tangal 6 Mei 2002 di Cyberjaya. upaya program pembangunan yang efektif. serta penyampaian pelayanan dasar yang efisien bagi kaum miskin: untuk itu. 7. Kedua belah pihak sepakat bahwa kegiatan yang dilakukan kelompok kriminal tersebut merupakan hambatan bagi berlangsungnya proses perdamaian. 3. AFP/PNP wajib menyampaikan kepada MILF perintah pemerangan berisi nama dan identitas unsur kriminal sebagaimana digariskan dalam Pelaksanaan Pedoman Aspek Keamanan dari Kesepakatan Perdamaian Tahun 2001 antara GRP-MILF yang diduga bersembunyi didalam wilayah/lingkungan MILF. Kesepakatan tersebut wajib di tegakkan oleh MILF dan GRP melalui Komite Koordinasi Penghentian Permusuhan (CCCH) masing-masing. Sistim koordinasi cepat akan dibentuk oleh Kelompok Ad Hoc Aksi Bersama GRP-MILF untuk meningkatkan hubungan komunikasi dan kerja diantara mereka dalam rangka keberhasilan penahanan atau penangkapan unsur kriminal sesuai kesepakatan ini dengan ketentuan unsur kriminal yang beroperasi diluar wilayah/lingkungan MILF dianggap berada diluar cakupan proses perdamaian. 4.

to highlight its crisis analyses and to generate support for its policy prescriptions. a 12-page monthly bulletin. and in Latin America. with advocacy offices in Washington DC. Eritrea. Ploughshares Fund. the Finnish Ministry of Foreign Affairs. Rwanda. Foundation and private sector donors include Atlantic Philanthropies.org .Southern Philippines Backgrounder: Terorism and the Peace Process ICG Asia Report N°80. Myanmar/Burma. and its President and Chief Executive since January 2000 has been former Australian Foreign Minister Gareth Evans. London and Moscow. Kabul. Armenia. the Royal Danish Ministry of Foreign Affairs.- APPENDIX E ABOUT THE INTERNATIONAL CRISIS GROUP The International Crisis Group (ICG) is an independent. the whole region from North Africa to Iran. Teams of political analysts are located within or close by countries at risk of outbreak. the United Kingdom Department for International Development. Kashmir. John Merck Fund. Sigrid Rausing Trust.. the Swedish Ministry for Foreign Affairs. Montenegro and Serbia. the Swiss Federal Department of Foreign Affairs. the Luxembourgian Ministry of Foreign Affairs. multinational organisation. Georgia. ICG's reports and briefing papers are distributed widely by email and printed copy to officials in foreign ministries and international organisations and made generally available at the same time via the organisation's Internet site. diplomacy. Sierra Leone. The following governmental departments and agencies currently provide funding: the Australian Agency for International Development. Liberia. Pristina. Carnegie Corporation of New York. Osh. Sarlo Foundation of the Jewish Community Endowment Fund.which includes prominent figures from the fields of politics. escalation or recurrence of violent conflict. Pretoria. the Royal Norwegian Ministry of Foreign Affairs. working through field-based analysis and high-level advocacy to prevent and resolve deadly conflict. Albania. the Turkish Ministry of Foreign Affairs. Jakarta. Somalia. the Dutch Ministry of Foreign Affairs. the U. Based on information and assessments from the field. non-profit. Kosovo. ICG produces regular analytical reports containing practical recommendations targeted at key international decision-takers. Sudan. Sasakawa Peace Foundation. John D. Dakar.S.icg. www. ICG raises funds from governments. Indonesia. Macedonia. Côte d'Ivoire. in the Middle East. charitable foundations. Open Society Institute. the Irish Department of Foreign Affairs. companies and individual donors. Belgrade. providing a succinct regular update on the state of play in all the most significant situations of conflict or potential conflict around the world. Henry Luce Foundation Inc. ICG's approach is grounded in field research. In Africa. Bogotá. ICG is chaired by former Finnish President Martti Ahtisaari.org. Moldova.icg. Ethiopia. the New Zealand Agency for International Development. the Japanese International Cooperation Agency. the Canadian International Development Agency. July 2004 Further information about ICG can be obtained from our website: www. 13 July 2004 page 44 . in Asia. in Europe. Bill & Melinda Gates Foundation. ICG works closely with governments and those who influence them. Pakistan. Agency for International Development. the Canadian Department of Foreign Affairs and International Trade. Tajikistan. including the media. Bosnia and Herzegovina. the German Foreign Office.. the United Kingdom Foreign and Commonwealth Office. Azerbaijan. Ford Foundation. MacArthur Foundation. the United States Institute of Peace and the Fundação Oriente. the Austrian Federal Ministry of Foreign Affairs. the French Ministry of Foreign Affairs. Burundi. Turkmenistan and Uzbekistan. business and the media -is directly involved in helping to bring ICG reports and recommendations to the attention of senior policy-makers around the world. William & Flora Hewlett Foundation. The organisation currently operates seventeen field offices (in Amman. ICG's international headquarters are in Brussels. Uganda and Zimbabwe. New York. Dushanbe. ICG also publishes CrisisWatch. Islamabad. & Catherine T. Democratic Republic of the Congo. Sarajevo. the Republic of China Ministry of Foreign Affairs (Taiwan). Nepal. with over 100 staff members on five continents. Colombia and the Andean region. Quito. Cairo. Kazakhstan. Skopje and Tbilisi) with analysts working in over 40 crisis-affected countries and territories across four continents. The ICG Board -. Nairobi. Charles Stewart Mott Foundation. Afghanistan. Guinea. those countries include Angola. Kyrgyzstan.

21 November 2002 Afghanistan: Judicial Reform and Transitional Justice. 29 April 2003 Radical Islam in Central Asia: Responding to Hizb ut-Tahrir. 16 May 2002 Kashmir: Confrontation and Miscalculation. 20 August 2002 The OSCE in Central Asia: A New Strategy. 4 December 2003 Afghanistan: The Constitutional Loya Jirga. Asia Report N°65. Asia Report N°59. Asia Briefing. Asia Report N°22. Asia Report N°30. Asia Report N°25. Asia Report N°14. Asia Report N°51.Soft Landing or Strategic Pause?. 11 July 2002 Pakistan: Madrasas. 10 July 2003 . 11 September 2002 Central Asia: The Politics of Police Reform. 30 June 2003 Central Asia: Islam and the State. 10 December 2002 Cracks in the Marble: Turkmenistan's Failing Dictatorship. Asia Report N°46. 28 August 2001 (also available in Russian) Central Asian Perspectives on the 11 September and the Afghan Crisis. 12 June 2003 Nepal: Obstacles to Peace. 4 April 2002 Central Asia: Water and Conflict. 27 November 2001 (also available in Russian) Tajikistan: An Uncertain Peace. 17 January 2003 Uzbekistan's Reform Program: Illusion or Reality?. 30 September 2003 Nepal: Back to the Gun. Asia Report N°69. Asia Report N°21. Asia Report N°62. 22 October 2003 Kashmir: The View from Islamabad. 26 November 2001 (also available in Russian) Afghanistan and Central Asia: Priorities for Reconstruction and Development. 15 March 2002 The Loya Jirga: One Small Step Forward? Afghanistan & Pakistan Briefing. Afghanistan Briefing. 14 March 2003 Pakistan: The Mullahs and the Military. 4 December 2003 Kashmir: The View from New Delhi. Asia Report N°20. 30 January 2002 (also available in Russian) Central Asia: Border Disputes and Conflict Potential. 16 January 2004 Nepal: Dangerous Plans for Village Militias. 24 April 2003 Central Asia: Last Chance for Change. Asia Report N°57.- APPENDIX F ICG REPORTS AND BRIEFING PAPERS ON ASIA SINCE 2001 ASIA AFGHANISTAN/SOUTH ASIA Afghanistan and Central Asia: Priorities for Reconstruction and Development. Asia Report N°42. Afghanistan Briefing. Asia Report N°56. 28 September 2001 (also available in French and Russian) Central Asia: Drugs and Conflict. Asia Report N°50. Asia Briefing. Asia Report N°38. Asia Report N°35. 1 March 2001 (also available in Russian) Incubators of Conflict: Central Asia's Lokalised Poverty and Social Unrest. Asia Report N°37. Asia Report N°36. Pakistan Briefing. 28 January 2003 Afghanistan: Women and Reconstruction. Extremism and the Military. 20 March 2003 Nepal Backgrounder: Ceasefire -. Asia Report N°44. 30 May 2002 Kyrgyzstan's Political Crisis: An Exit Strategy. 4 July 2001 (also available in Russian) Uzbekistan at Ten -. Asia Report N°16. 5 August 2003 Peacebuilding in Afghanistan. Asia Report N°49. Asia Report N°48. Central Asia Briefing. Asia Briefing. Asia Report N°58.. 18 February 2003 (also available in Russian) Tajikistan: A Roadmap for Development. Central Asia Briefing. Asia Report N°70.Repression and Instability. 27 November 2001 Pakistan: The Dangers of Conventional Wisdom. Asia Report N°73. 4 December 2003 Kashmir: Learning from the Past. 10 April 2003 Afghanistan's Flawed Constitutional Process. Afghanistan Briefing. 8 June 2001 (also available in Russian) Central Asia: Fault Lines in the New Security Map. Asia Report N°26. 21 August 2001 (also available in Russian) Kyrgyzstan at Ten: Trouble in the "Island of Democracy". Asia Report N°34. Asia Report N°33. 17 February 2004 CENTRAL ASIA Islamist Mobilisation and Regional Security. Asia Report N°26. 17 June 2003 Afghanistan: The Problem of Pashtun Alienation. 29 September 2003 Disarmament and Reintegration in Afghanistan. 29 July 2002 The Afghan Transitional Administration: Prospects and Perils. Asia Report N°45. 30 July 2002 Pakistan: Transition to Democracy? Asia Report N°40.Southern Philippines Backgrounder: Terorism and the Peace Process ICG Asia Report N°80. Asia Report N°64. 12 December 2003 Unfulfilled Promises: Pakistan's Failure to Tackle Extremism. Asia Report N°68. Asia Report N°41. 3 October 2002 Kashmir: The View From Srinagar. 12 March 2002 Securing Afghanistan: The Need for More International Action. 13 July 2004 page 45 . 24 December 2001 (also available in Russian) The IMU and the Hizb-ut-Tahrir: Implications of the Afghanistan Campaign.

6 June 2003 Taiwan Strait II: The Risk of War. 6 June 2003 Taiwan Strait IV: How an Ultimate Political Settlement Might Look. 28 May 2004 TAIWAN STRAIT Taiwan Strait I: What's Left of "One China"?. Asia Report N°12. 20 February 2001 (also available in Indonesian) Indonesia's Presidential Crisis. 10 October 2002 Impact of the Bali Bombings. 20 September 2001 Indonesia: Violence and Radical Muslims. 2 April 2002 Myanmar: The Future of the Armed Forces. Indonesia Briefing. 26 February 2004 NORTH KOREA North Korea: A Phased Negotiation Strategy. 18 July 2001 The Megawati Presidency.-Indonesia Military Ties. Indonesia Briefing. 8 February 2002 Aceh: Slim Chance for Peace. 21 May 2001 Aceh: Why Military Force Won't Bring Lasting Peace. Indonesia Briefing. Indonesia Briefing.Southern Philippines Backgrounder: Terorism and the Peace Process ICG Asia Report N°80. Asia Report N°53. Indonesia Briefing. Asia Report N°61. Indonesia Briefing. 7 November 2003 Indonesia Backgrounder: A Guide to the 2004 Elections. Asia Report N°13. 1 August 2003 OTHER REPORTS AND BRIEFING PAPERS For ICG reports and briefing papers on: • Africa • Europe • Latin America • Middle East and North Africa • Issues . 11 October 2001 Indonesia: Natural Resources and Law Enforcement. 2 April 2002 Myanmar: The HIV/AIDS Crisis. 11 March 2004 INDONESIA Indonesia: Impunity versus Accountability for Gross Human Rights Violations. 9 April 2003 (also available in Indonesian) Aceh: Why the Military Option Still Won't Work. Asia Report N°19. 2 February 2001 Indonesia: National Police Reform. Asia Report N°63. Asia Report N°54. 21 May 2002 Al-Qaeda in Southeast Asia: The case of the "Ngruki Network" in Indonesia. 9 May 2003 (also available in Indonesian) Indonesia: Managing Decentralisation and Conflict in South Sulawesi. 6 December 2001 Myanmar: The Military Regime's View of the World. Asia Report N°71.. Indonesia Briefing. Engagement or Another Way Forward? Asia Report Nº78. Asia Report N°43. Indonesia Briefing. 24 October 2002 Indonesia Backgrounder: How the Jemaah Islamiyah Terorist Network Operates. Asia Report N°28.S. 13 March 2001 Indonesia's Presidential Crisis: The Second Round. 27 February 2003 (also available in Indonesian) Dividing Papua: How Not to Do It. 3 February 2004 MYANMAR Myanmar: The Role of Civil Society. 8 August 2002 Indonesia: Resources and Conflict in Papua. 18 December 2003 Indonesia Backgrounder: Jihad in Central Sulawesi. 27 June 2001 Indonesian-U. Asia Report N°15. 13 July 2004 page 46 . Asia Report N°23. Asia Report N°39. 31 October 2003 Is Radical Islam Inevitable in Central Asia? Priorities for Engagement. 8 May 2002 Resuming U. Asia Report N°27. Asia Report N°24. Indonesia Briefing. Asia Report N°52. Indonesia Briefing. Asia Report N°76. 7 May 2003 Myanmar: Sanctions. 11 December 2002 (also available in Indonesian) Aceh: A Fragile Peace. Asia Report N°32. 20 December 2001 (also available in Indonesian) Indonesia: The Search for Peace in Maluku. Asia Report N°75. 26 August 2003 The Perils of Private Security in Indonesia: Guards and Militias on Bali and Lombok. Indonesia Briefing. 10 October 2001 Indonesia: Next Steps in Military Reform. Asia Report N°31.- Youth in Central Asia: Losing the New Generation. 23 July 2003 Jemaah Islamiyah in South East Asia: Damaged but Still Dangerous. Indonesia Briefing. Asia Report N°17. Indonesia Briefing. 12 June 2001 (also available in Indonesian) Aceh: Can Autonomy Stem the Conflict? Asia Report N°18. Asia Report N°29. Myanmar Briefing. 27 March 2002 Indonesia: The Implications of the Timor Trials. Asia Report N°67. Asia Report N°55. Asia Report N°47. 10 September 2001 Indonesia: Ending Repression in Irian Jaya. Military Ties. 27 September 2002 Myanmar Backgrounder: Ethnic Minority Politics. Asia Report N°72. 7 December 2001 Myanmar: The Politics of Humanitarian Aid. Asia Report N°66. Asia Report N°60. 27 June 2001 Communal Violence in Indonesia: Lessons from Kalimantan. Asia Briefing. 6 June 2003 Taiwan Strait III: The Chance of Peace. 18 July 2003 Aceh: How Not to Win Hearts and Minds. Asia Report N°74. Asia Briefing. 22 December 2003 The Failure of Reform in Uzbekistan: Ways Forward for the International Community.S. 21 February 2001 Bad Debt: The Politics of Financial Reform in Indonesia. 13 September 2002 Tensions on Flores: Lokal Symptoms of National Problems.

org .Southern Philippines Backgrounder: Terorism and the Peace Process ICG Asia Report N°80.- • CrisisWatch Please visit our website www. 13 July 2004 page 47 .icg..

S.S. Denmark Barbara McDougall Former Secretary of State for External Affairs. Pat Cox Former President of European Parliament Joanne Leedom-Ackerman Novelist and journalist. former Chair Human Rights Commission of Pakistan Kenneth Adelman Former U. Assistant Secretary of State and Ambassador to Turkey James C. Ministry of Foreign Affairs. Ambassador and Director of the Arms Control and Disarmament Agency Ellen Johnson Sirleaf Senior Advisor. U. Kenya Cheryl Carolus Former South African High Commissioner to the UK. Netherlands Trifun Kostovski Member of Parliament. Taiwan Swanee Hunt Founder and Chair of Women Waging Peace. Poland Maria Livanos Cattaui.Gujral Former Prime Minister of India Stephen Solarz. Vice-Chairman Secretary-General. Sweden Morton Abramowitz Former U.- APPENDIX G ICG BOARD OF TRUSTEES Martti Ahtisaari.S.K. President & CEO Former Foreign Minister of Australia Lena Hjelm-Wallén Former Deputy Prime Minister and Foreign Affairs Minister. International Chamber of Commerce I. Civil Liberties Organisation. Honorary Chairman. former First Deputy Managing Director of International Monetary Fund Christine Ockrent Journalist and author. former Secretary General of the ANC Wim Kok Former Prime Minister. Japan Friedbert Pflüger Foreign Policy Spokesman of the CDU/CSU Parliamentary Group in the German Bundestag Victor M Pinchuk .S. Kulick Chairman. Congressman Carla Hills Former U. Pegasus International. former Liberian Minister of Finance and Director of UNDP Regional Bureau for Africa Ersin Arioglu Member of Parliament. Huang Deputy Secretary General to the President. Ambassador to Austria Adnan Abu-Odeh Former Political Adviser to King Abdullah II and to King Hussein. Hong Kong Wesley Clark Former NATO Supreme Allied Commander. India Zbigniew Brzezinski Former U. Canada Mark Eyskens Former Prime Minister of Belgium Ayo Obe President.F.. former U. Indonesia Uffe Ellemann-Jensen Former Minister of Foreign Affairs. U. The Asahi Shimbun. Yapi Merkezi Group Emma Bonino Member of European Parliament. Summary or Arbitrary Executions.. former U. First Eastern Investment Group. former Jordan Permanent Representative to UN Asma Jahangir UN Special Rapporteur on Extrajudicial. former European Commissioner Shiv Vikram Khemka Founder and Executive Director (Russia) of SUN Group. Vice-Chairman Former U. Macedonia. Secretary of Housing. Chairman Former President of Finland Bronislaw Geremek Former Minister of Foreign Affairs. 13 July 2004 page 48 .S. Europe Elliott F. Citigroup Inc. National Security Advisor to the President Bethuel Kiplagat Former Permanent Secretary. France Yoichi Funabashi Chief Diplomatic Correspondent & Columnist. Trade Representative Gareth Evans. France Stanley Fischer Vice Chairman.S. Nigeria Journalist and author.S.S.S.Southern Philippines Backgrounder: Terorism and the Peace Process ICG Asia Report N°80. Turkey. Ruth Dreifuss Former President. Modern Africa Fund Managers. founder of Kometal Trade Gmbh Victor Chu Chairman. Switzerland Todung Mulya Lubis Human rights lawyer and author.

. and Chief Negotiator with Syria Fidel V. UK Mohamed Sahnoun Special Adviser to the United Nations Secretary-General on Africa Ghassan Salamé Former Minister Lebanon. Salim Former Prime Minister of Tanzania. U.S. . founder of Interpipe Scientific and Industrial Production Group Surin Pitsuwan Former Minister of Foreign Affairs. Thailand Itamar Rabinovich President of Tel Aviv University. Paris Salim A. former Defence Secretary. Professor of International Relations. Schoen & Berland Associates.S.- Member of Parliament. former Secretary General of the Organisation of African Unity Douglas Schoen Founding Partner of Penn. Ramos Former President of the Philippines George Robertson Former Secretary General of NATO. Ukraine. former Israeli Ambassador to the U. 13 July 2004 page 49 .Southern Philippines Backgrounder: Terorism and the Peace Process ICG Asia Report N°80.

Finland Thorvald Stoltenberg Former Minister of Foreign Affairs. Arms Control and Non-proliferation Pär Stenbäck Former Minister of Foreign Affairs.. Anglo American PLC Michael J. The Boston Globe.Southern Philippines Backgrounder: Terorism and the Peace Process ICG Asia Report N°80. Mitchell Mo Mowlam Cyril Ramaphosa Michel Rocard Volker Ruehe Michael Sohlman Leo Tindemans Shirley Williams As of July 2004 .- William Shawcross Journalist and author. 13 July 2004 page 50 . Open Society Institute Uta Zapf Chairperson of the German Bundestag Subcommittee on Disarmament. and whose advice and support are called on from time to time.S. MacEachen Matt McHugh George J. Rita E. U. UK Chairman Emeritus. Hauser (Chair) Marc Abramowitz Allen & Co. Berland John Chapman Chester Peter Corcoran John Ehara JP Morgan Global Foreign Exchange and Commodities George Kellner George Loening Douglas Makepeace Richard Medley Medley Global Advisors Anna Luisa Ponti Quantm George Sarlo Jay T. Russia George Soros Chairman. Director. Snyder Tilleke & Gibbins International LTD Stanley Weiss Westfield Limited John C. Taylor INTERNATIONAL ADVISORY BOARD ICG's International Advisory Board comprises major individual and corporate donors who contribute their advice and experience to ICG on a regular basis. Norway Ernesto Zedillo Former President of Mexico. Grigory Yavlinsky Chairman of Yabloko Party and its Duma faction. Zainab Bangura Christoph Bertram Eugene Chien Gianfranco Dell'Alba Alain Destexhe Malcolm Fraser Marianne Heiberg Max Jakobson Mong Joon Chung Allan J. Whitehead Yasuyo Yamazaki Sunny Yoon SENIOR ADVISERS ICG's Senior Advisers are former Board Members (not presently holding executive office) who maintain an association with ICG. Yale Center for the Study of Globalization William O.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful