BASIC PHOTOGRAPHY
Oleh Untung Subagyo
Pengertian Photography
• Fotografi (dari bahasa Inggris: photography,
yang berasal dari kata Yunani yaitu "photos" :
Cahaya dan "Grafo" : Melukis/menulis.) adalah
proses melukis/menulis dengan menggunakan
media cahaya.
Jenis-jenis Fotografi
1. Landscape Photography Menjadi Sarana untuk Lebih Dekat dengan Alam
Dumul Mori , ISO 100 , F 22, Speed 91 Sec
maka landscape photography merupakan jenis fotografi yang mengabadikan keindahan
alam. Tipe fotografi ini juga kerap disebut dengan nama fotografi outdoor. Objek foto
para fotografer outdoor cukup beragam. Anda bisa memilih untuk memotret di tengah
hutan, di pinggir danau, atau lokasi-lokasi lain yang menawarkan suasana alami.
Jenis-jenis Fotografi
2. Portraiture Photography, Jenis Fotografi yang Berfokus Pada Manusia
Jenis fotografi selanjutnya adalah
portraiture photography yang
secara khusus bertujuan untuk
mengabadikan ekspresi manusia.
Terkadang, objek foto
dari portraiture photographyini
adalah satu orang, tapi tak jarang
pula objek fotonya adalah beberapa
orang sekaligus. Hal yang paling
penting dari fotografi ini adalah
upaya untuk menampilkan ekspresi
dari objek foto.
Gadis Berpayung dan Berkebaya Merah , ISO 400 , F 2.8, Speed 1 / 500 Sec
Jenis-jenis Fotografi
3.Macro Photography, Mencari Keindahan Pada Objek-Objek Kecil
Jepretan kamera yang
bagus bisa diperoleh di
mana saja. Bahkan, bisa
pula didapatkan dari
keberadaan serangga atau
hewan kecil yang ada di
sekitar rumah. Jenis
fotografi yang dipakai untuk
mengabadikan keindahan
tersebut adalah macro
photography. Lewat
fotografi ini,
Anda berkesempatan untuk mengabadikan objek secara close-up dalam
jarak yang ekstrem. Tak jarang, seorang fotografer makro memilih untuk
memotret mata serangga sebagai objek fotonya
Jenis-jenis Fotografi
4. Fashion Photography, Jenis Fotografi dengan Kesan Glamor
Fashion photography memiliki tujuan
utama untuk menjual sebuah produk.
Oleh karena itu, kesan glamor menjadi
ciri khas dari tipe fotografi ini. Dalam
sesi pemotretannya, fashion
photography bisa dilakukan di mana
saja, asalkan hasil foto terlihat menarik.
Dalam praktiknya, fotografi ini juga
membutuhkan kerjasama tim yang
solid, melibatkan pencahayaan, lokasi,
model, serta lokasi. Salah satu
Gadis Berbaju Hanbok , ISO 250 , F 2.8, Speed 1 / 100 Sec
contoh fashion photograpy yang saat ini
begitu populer adalah foto prewedding.
Jenis-jenis Fotografi
5. Menampilkan Suasana di Sekitar Menjadi Lebih Menarik dengan Street
Photography
Silver Man , ISO 640 , F 5.6 , Speed 1 / 5000 Sec
Jenis-jenis Fotografi
6. Night Shoot Photography
Seongsan Bridge, ISO 800 , F 11 , Speed 30 Sec
Cara Kerja Kamera DSLR
DSLR adalah kependekan dari Digital Single lens Reflex. Dalam bahasa yang
gampang, DSLR adalah kamera yang memanfaatkan cermin untuk
mengarahkan cahaya dari lensa ke viewfinder.
SEGITIGA EXSPOSURE
Apa itu Shutter Speed?
Shutter speed merupakan ukuran
kecepatan buka tutup jendela sensor atau
selama apa sensor menerima cahaya.
Kecepatan shutter diukur dalam
satuan second (detik), semakin
cepat shutter speed semakin cepat pula
sensor menerima cahaya, dan sebaliknya
Semakin lama shutter speed yang
diberikan, maka hasil foto akan semakin
terang karena intensitas cahaya yang
masuk ke sensor semakin banyak dan
banyak di gunakan dalam keadaan gelap.
Gambar di bawah menggunakan shutter speed yang lambat ( long exposure )
Mapo Bridge , ISO 250 , F 13 , Speed 30 Sec
Gambar di bawah menggunakan shutter speed yang CEPAT
Bermain Sepak Bola , ISO 3200 , F 4 , Speed 1/8000 Sec
Perbandingan Speed Lambat VS Cepat
Apa itu Apperture ?
Aperture atau bukaan lensa adalah ukuran
seberapa besar atau kecil terbuka-nya iris
pada lensa yang diukur dengan f-number
Semakin besar bukaan
lensa (f-number semakin
kecil), semakin banyak pula
cahaya yang masuk ke dalam
sensor kamera. Alasannya
sederhana, ibarat jendela,
semakin lebar dibuka maka
cahaya yang masuk semakin
berlimpah juga..
Apperture Kecil ?
Bercanda , ISO 400 , F 4 , Speed 1/160Sec Bercanda 02 , ISO 400 , F 4 , Speed 1/160 Sec
Jadi kalau ingin mendapatkan foto yang bokeh (biasanya digunakan untuk
pemotretan manusia / potraiture), gunakan aperture terbesar (f-number
terkecil) yang dimiliki oleh lensa kamu, contoh : f/1.2.
Appeture Besar ?
Sungai Han , ISO 100 , F 11 , Speed 30 Sec Jembatan Sepeda , ISO 100 , F 22 , Speed 61 Sec
Untuk mendapatkan ruang tajam yang luas (biasanya pemotretan landscape),
gunakan bukaan terkecil (f-number terbesar) di lensa kamu, contoh : f/22.
Pengaruh Besar Kecil Bukaan
Lensa (Aperture) terhadap Shutter Speed
Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, semakin besar bukaan lensa maka
intensitas cahaya yang masuk akan semakin banyak.
Hal ini tentu berakibat pada Shutter Speed..
.. karena jumlah cahaya yang masuk semakin banyak, maka shutter speedyang kamu
dapatkan akan semakin cepat.
Apa Itu ISO?
Secara definisi ISO adalah ukuran tingkat sensifitas sensor kamera terhadap cahaya.
Semakin tinggi setting ISO maka semakin sensitif sensor kamera terhadap cahaya.
Untuk mendapatkan gambaran yang jelas tentang setting ISO, coba bayangkan
sekumpulan semut pekerja.
Sebuah ISO adalah sebuah semut pekerja, jika kamera diatur ke ISO 100, artinya
kamu memiliki 100 semut pekerja; dan
Jika kamera diatur ke ISO 200, artinya kamu memiliki 200 semut pekerja.
Tugas setiap semut pekerja adalah memungut cahaya yang masuk melalui lensa dan
bertugas membuat gambar.
Jika menggunakan 2 buah lensa yang masing-masing diatur pada aperture f/1.4,
dengan pengaturan ISO kamera pertama menggunakan ISO 200 sementara kamera
kedua ISO 100, maka kamera siapakah yang paling cepat menghasilkan gambar?
Jelas kamera pertama (ISO 200) kan?
Mengapa Perlu Menaikkan ISO?
Kondisi minim cahaya;
Sudah menggunakan Aperture dengan bukaan
terbesar;
Sudah mengatur Shutter Speed pada
kecepatan paling “wajar”;
.. tapi tidak juga bisa menghasilkan eksposur
yang normal.
Namun dengan menaikkan
nilai ISO, akan
mengakibatkan kualitas
gambar yang dihasilkan
menjadi berkurang, akan
muncul noise atau bintik-
bintik pada foto