0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
496 tayangan24 halaman

Resensi Buku

Resensi buku ini membahas tentang analisis berbagai referensi untuk memahami konteks dan bentuk resensi buku, identifikasi buku untuk merancang model teks resensi, dan keterkaitan antara sikap yang harus dimiliki oleh resentator dengan ayat Al-Quran.

Diunggah oleh

Fazz Rrur
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
496 tayangan24 halaman

Resensi Buku

Resensi buku ini membahas tentang analisis berbagai referensi untuk memahami konteks dan bentuk resensi buku, identifikasi buku untuk merancang model teks resensi, dan keterkaitan antara sikap yang harus dimiliki oleh resentator dengan ayat Al-Quran.

Diunggah oleh

Fazz Rrur
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

RESENSI BUKU

Capaian Pembelajaran
1. Dengan menganalisis berbagai referensi, mahasiswa dapat menyimpulkan konteks dan

bentuk resensi buku dengann benar.

2. Dengan mengidentifikasi sebuah buku, mahasiswa dapat merancang model teks resensi

buku berdasarkan struktur dan aspek penilaian dengan baik.

3. Dengan menyimpulkan konteks resensi buku, mahasiswa dapat membuat resensi buku

secara mandiri dan kelompok.

4. Dengan melakukan analisis, mahasiswa dapat menghubungkan sikap yang harus dimiliki

oleh resentator dengan ayat yang terdapat dalam al-Quran.


PETA KONSEP
BENTUK
PENGENALAN
KONTEKS RESENSI
BUKU
STRUKTUR

ASPEK PENILAIAN

ANALISIS MODEL FORMULASI


RESENSI TEKS RESENSI BAHASA
BUKU
MANFAAT RESENSI
BUKU

RESENSI BUKU
TERJEMAHAN

RESENSI BUKU
MEREKONSTRUKSI
BERBAHASA
TEKS RESENSI BUKU
INDONESIA

RESENSI BUKU
BAHASA ASING
A. Pengenalan Konteks Resensi Buku
Resensi buku merupakan suatu karya yang dihasilkan setelah melakukan kegiatan

membaca pemahaman terhadap karya orang lain. Kegiatan ini dilakukan untuk mengkritisi

secara objektif karya tersebut guna pengembangan ilmu pengetahuan. Kata resensi secara

etimologi berasal dari bahasa Belanda yaitu recensie, dalam bahasa Inggris Review; sedangkan

dalam bahasa Latin disebut revidere atau recensere yang secara keseluruhan bermakna

mengulas, menimbang atau menilai (Herson dkk. 2013:201). Secara istilah, kata resensi diartikan

sebagai sebuah tulisan berupa timbangan buku tentang kelebihan dan kekurangan tulisan yang

terdapat dalam buku tersebut.

Pada dasarnya resensi adalah upaya yang dilakukan untuk melakukan penilaian terhadap

suatu karya baik karya fiksi maupun nonfiksi. Bahkan beberapa ahli menyatakan bahwa resensi

diartikan sebagai sebuah pertimbangan terhadap karya orang lain. Dalam hal ini, penilaian tidak

hanya pada segi bentuk dan struktur, akan tetapi juga meliputi daya tarik, tema dan isi serta

kemungkinan karya tersebut disukai atau tidak disukai (Herson, dkk. 2013:205). Berdasarkan hal

tersebut sehingga resensi buku juga disebut dengan ulasan buku, atau timbangan buku.

Resensi buku yang dibuat dalam bentuk artikel bertujuan untuk memberikan penghargaan

kepada karya orang lain, sepanjang dilakukan secara objektif. Sifat subjektivitas resentator sebisa

mungkin harus dihilangkan. Bahkan perasaan yang bersifat pribadi seperti senang atau tidak
senang terhadap penulis wajib diabaikan (Rosidi, 2009:60). Objektivitas selama meresensi harus

diperhatikan mengingat kegiatan memiliki tujuan penting yakni agar pembaca memiliki

ketertarikan untuk membaca karya orang lain. Bahkan, dengan menyusun resensi, maka

resentator dapat termotivasi untuk membuat karya-karya baru dan lebih baik dari yang ada

sebelumnya (Rosidi, 2009:61).

Dengan berdasar pada pemaparan definisi di atas, maka dapat dipahami bahwa resensi

buku merupakan salah satu manifestasi dari suatu proses sosial yang terjadi di wilayah akademik.

Proses tersebut dilakukan secara terstruktur dengan melewati tahapan yang telah ditetapkan demi
mencapai suatu tujuan (Martin & Rose, 2003:7-8).
Sebagai bagian dari rumpun karya ilmiah, menulis resensi buku membutuhkan

kemampuan pembacaan kritis, penafsiran serta daya analitis yang kuat dari resentator. Oleh

sebab itu, kemahiran dalam mengurai, menganalisis isi buku, mengekspresikan diri harus

dijadikan satu kesatuan. Dengan demikian, resentator dapat menghasilkan suatu resensi yang

baik, jelas, padat dan objektif sesuai dengan yang diharapkan.

1. Bentuk

Resensi buku sebagai sebuah tulisan yang berbentuk artikel, maka tulisan ini dapat dibuat

dalam berbagai bentuk berdasarkan rumpun tulisan yang diresensi dan berdasarkan pola

penulisan. Bentuk resensi berdasarkan genre dibagi menjadi resensi buku fiksi dan nonfiksi.

Buku fiksi bisa berbentuk novel, roman dan karya sastra lainnya. Sedangkan nonfiksi berupa

buku-buku ilmiah dan buku populer (Mursidi, 2016:60).

Resensi berdasarkan pola penulisan dibagi menjadi tiga kategori yakni meringkas,

menjabarkan dan mengulas. Resensi dengan jenis meringkas persis penyajian yang menekankan

pada permasalahan buku secara singkat dan padat. Jenis ini menyajikan kata dan kalimat secara

sederhana namun tetap mencakup keseluruhan isi buku beserta dengan data-data yang

ditampilkan dalam buku tersebut. Resensi jenis menjabarkan; berisi penjabaran hal-hal utama

yang terdapat dalam sinopsis. Resensi jenis ini banyak digunakan dalam meresensi karya fiksi.

Yang terakhir, resensi jenis mengulas yang menekankan pada ringkasan aspek penting dari
sebuah buku kemudian diulas atau diinterpretasikan dengan seksama. Ulasan tersebut meliputi

struktur, bahasa yang digunakan teknik penulisan serta perbandingan dengan buku-buku sejenis

serta penilaian atas kelebihan dan kekurangan buku tersebut (Mursidi, 2016:60-61). Jenis resensi

inilah yang digunakan dalam merensi buku-buku ilmiah.

Pendapat yang berbeda mengenai bentuk resensi dikemukakan oleh beberapa ahli sebagai

berikut (Herson, dkk. 2013:206-207):

a. Resensi Informatif; merupakan resensi yang memuat ringkasan mengenai gambaran


umum isi buku. Tulisan ini hanya menjabarkan bagian-bagian penting dari isi buku serta
kelebihan dan kekurangan yang dimiliki oleh buku tersebut. Bentuk ini dapat digunakan

untuk merensi karangan fiksi maupun nonfiksi.

b. Resensi deskriptif; resensi deskriptif memiliki penyajian yang lebih kompleks. Resensi

ini menjabarkan isi buku perbagian/bab secara detail dan terperinci. Ulasan buku ini

banyak digunakan dalam meresensi buku nonfiksi untuk menelusuri bagian-bagian

penting dari buku tersebut. Penjelasan yang mendetail diperlukan untuk mengetahui

besarnya manfaat yang bisa didapatkan dari buku tersebut. Kekuatan argumen penulis

juga dapat ditemukan saat meresensi dengan menggunakan bentuk ini.

c. Resensi kritis: bentuk resensi ini membutuhkan daya kritis yang tinggi dari resentator.

Resensi ini berisi ulasan yang sangat detail mengenai suatu ilmu pengetahuan tertentu

sehingga menghasilkan sebuah kritikan yang tajam dan bersifat objektif. Resensi ini

banyak digunakan pada bidang sastra untuk mengkritik karya-karya yang telah dihasilkan

oleh seseorang. Meskipun demikian, bentuk ini juga masih dapat digunakan pada bidang

lain.

Dengan mengenali bentuk-bentuk resensi dapat memberikan kemudahan bagi resentator

untuk memilih bentuk yang sesuai dengan genre buku yang ingin diresensi.

2. Struktur

Menelusuri sebuah resensi buku, dapat ditemukan bagian-bagian dari resensi tersebut.
Hal tersebut dapat menjadi petunjuk bahwa resensi memiliki suatu struktur yang lengkap.

Struktur resensi buku terdiri atas identitas, orientasi, tafsiran, evaluasi dan simpulan. Struktur

tersebut dapat digambarkan sebagi berikut;

STRUKTUR TEKS
RESENSI BUKU

IDENTITAS ORIENTASI TAFSIRAN EVALUASI RANGKUMAN

Gambar 1. Struktur
Resensi Buku

Resensi buku sebagai suatu perwujudan dari kegiatan akademik, maka karya ini memiliki

struktur yang saling terkait satu dengan yang lain. Dengan mengacu pada istilah yang diajukan

oleh Martin, bahwa dalam suatu resensi dua genre yakni genre makro dan genre mikro. Kedua

genre tersebut memiliki hubungan yang saling terkait. Bentuk genre makro yang dimaksud

meliputi buku, resensi, iklan, brosur, artikel, berita dan editorial. Pemaparan Isi dari genre makro

kemudian disebut genre mikro yang meliputi eksplanasi, rekon, deskripsi, ekposisi, dan diskusi

(Martin&Rose, 2008:35). Untuk melihat keterkaitan tersebut maka diperlukan pengembangan

keterampilan berpikir kritis dengan cara menelusuri bagian-bagian dari resensi buku berikut ini;

a. Identitas

Resensi buku diawali dengan menampilkan informasi buku tersebut. Meskipun bersifat

optimal, tetapi identitas penting sebagai sebuah perkenalan bagi pembaca sebelum lebih jauh

menelusuri hasil tulisan resensi yang ada. Identitas dalam resensi memuat Judul, identitas

penulis, penerbit, Kota terbit, jumlah bab dan jumlah halaman serta harga (Sulistyo, 2006:7).

Sementara itu, pendapat lain menyatakan bahwa identitas berisi judul, pengarang, penerbit,

tahun, jumlah halaman, hak cipta, media bahasa, serta warna sampul. Bahkan, jika diperlukan

maka dapat ditambahkan dengan informasi lain berupa skala penerbitan dan nomor izin terbitan

(Paristiyani, dkk. 2016:47). Keseluruhan informasi tersebut merupakan data faktual yang

disampaikan tanpa adanya rekayasa dari penulis.

Identitas buku juga biasanya diawali/ dilengkapi dengan judul resensi berupa kata atau

klausa. Judul yang dimaksudkan tentunya berbeda dengan judul buku yang diresensi. Judul

tersebut diupayakan tidak dalam bentuk kalimat kompleks, karena judul ini hanya bertujuan

untuk memancing pembaca untuk mengetahui isi dari resensi tersebut (Rosidi, 2009:65).
Identitas
ISLAM DAN PEMBANGUNAN
Judul

Pengarang Prof. Dr. Bustanuddin Agus, M.A

Penerbit PT RajaGrafindo Persada, Jakarta

Tahun 2007

Jumlah Halaman 224 halaman

Bahasa Indonesia

Sampul (Optional) Hitam, Putih bergambar

b. Orientasi
Bagian orientasi dari sebuah resensi merupakan pengantar dari keseluruhan isi resensi.
Bagian ini menjelaskan mengenai jenis buku yang sedang diresensi; masuk dalam kategori atau
bidang ilmu apa?; latar belakang pengarang buku; target pembaca buku tersebut; kedudukan
buku yang sedang diresensi; serta pendapat umum resentator terhadap buku yang diresensi.

Paragraf Orientasi
Buku ini ditulis oleh Bustanuddin Agus
1
yang merupakan seorang Guru besar dari
Fakultas ilmu Sosial olitik (FISIP)
Universitas Andalas Padang. Sosok yang
lahir tahun 1948 ini pernah mengenyam
pendidikan di Universitas Al-Azhar Kairo.
Tahun 1975 menyelesaikan gelar Magister
di bidang Ushul Fiqh.
Tulisan ini merupakan himpunan dari tulisan-
2
tulisan lainnya yang berkaitan dengan
pembangunan bangsa dan agama Islam. Buku
ini tidak hanya ditujukan bagi akademisi, akan
tetapi semua orang yang berminat untuk
mengetahui Islam dan umatnya.

Jenis pemaparan yang digunakan pada bagian orientasi adalah deskripsi dan eksposisi.

Bagian ini terdiri atas dua paragraf dimana paragraf pertama menggunakan deskripsi untuk

menjelaskan latar belakang pengarang. Sedangkan eksposisi digunakan untuk menjabarkan hal

yang menjadi harapan atau tujuan dari lahirnya buku tersebut.

c. Tafsiran

Isi dari tafsiran dalam resensi adalah hasil penafsiran yang dilakukan oleh resentator

setelah membaca dan menganalisa substansi yang ditulis oleh pengarang buku. Pada bagian ini

resentator menceritakan/mendeskripsikan kembali hasil bacaannya dari tulisan pengarang.

Selanjutnya, resentator akan membuat ringkasan buku yang telah dibaca dengan seksama

sehingga nantinya dapat menampilkan saripati dari buku tersebut; serta memberikan

perbandingan buku yang sedang diulas dengan buku lain yang sejenis. Dengan demikian,

meskipun isinya merupakan ringkasan, tetapi tafsiran isi dapat dimunculkan perbagian (Bab

demi Bab). Hal ini menunjukkan perbedaan antara resensi buku dengan ringkasan buku.

Tafsiran isi pada resensi buku pengulas memiliki ketajaman dalam menganalisa dan

memahami isi buku kemudian menuangkannya kembali dengan menggunakan bahasa sendiri.

Hasil tafsiran dibuat dalam bentuk kalimat-kalimat pendek, ringkas dan padat tanpa mengurangi

esensi isi buku yang sedang diulas. Ringkasan yang dibuat “wajib” mendeskripsikan keseluruhan

isi buku (Paristiyani, dkk. 2016:49)

Buku ini memaparkan mengenai Islam dan pembangunan.


3
Dalam pemaparan buku ini, Bustanuddin secara gamblang
menjelaskan mengenai fenomena sosial budaya;
kepemimpinan umat; serta budaya dan kehidupan lokal.
Bustanuddin menganggap bahwa topik ini sangat menarik
untuk dikaji dan didiskusikan karena banyaknya fenomena
sosial yang terjadi di masyarakat.

4 Satu diantara sekian banyak fenomena yang terjadi tersebut

adalah keteladanan pemimpin dan peran ulama bersama

dengan pemerintah dalam menjalankan pemerintahan.

5 Berdasar pada kesadaran penulis bahwa perhatian kepada

ajaran Islam dan manusia serta penganutnya, terutama pada

kehidupan modern yang bersifat sekuler dan materialistis.

Maka tulisan ini dihadirkan sebagai pencerahan bagi “diskusi


dan perdebatan” mengenai Islam dan kehidupan sosial

penganutnya.

Bentuk paragraf atau dalam istilah lain disebut genre mikro yang digunakan dalam

tafsiran isi adalah paragraf deskripsi dan rekon. Paragraf deskripsi digunakan untuk menjelaskan

isi buku pada bagian detail, ciri, situasi, rincian dan sifat yang terdapat dalam materi buku

tersebut. Untuk memberikan tanda pada bagian deskripsi dapat dicetak dengan huruf tebal.

Sedangkan rekon digunakan untuk memaparkan latar belakang dan situasi pengarang saat

menuliskan buku yang sedang diulas. Jika dibutuhkan bentuk rekon dapat diberi tanda garis

bawah.

d. Evaluasi
Evaluasi atau penilaian merupakan kegiatan yang dilakukan untuk menyatakan pendapat,

sikap, terhadap suatu objek yang dinilai. Kedudukan pendapat sikap dan posisi penilai dalam hal

ini tidak dapat dibedakan satu persatu, akan tetapi dalam pandangan Martin, keseluruhannya

mencakup gradasi positif negatif, baik buruk, setuju atau tidak setuju dan hal lain yang

dinyatakan secara opposite (Martin J.R. & White, 2005:345). Evaluasi pada sebuah resensi

merupakan tahapan ketiga dimana resentator memberikan penilaian berdasarkan hasil


pemahaman dan tafsiran terhadap buku yang sedang diulas. Pada bagian ini, pengulas harus
memberikan penilaian secara objektif, kritis dan analitik. Beberapa hal penting yang harus

dipertimbangkan dalam memberikan evaluasi antara lain aspek yang dinilai dan dasar penilaian.

Pada bagian aspek penilaian meliputi kedalaman isi materi; struktur uraian dan tampilan gagasan

perbab; diksi dan gaya bahasa yang digunakan; serta kelebihan dan kekurangan yang dimiliki

oleh buku tersebut. Tujuan dilakukannya sebuah evaluasi didasarkan pada tujuan dan manfaat

dari buku tersebut bagi kehidupan sosial masyarakat. (Penjelasan dari keseluruhan aspek tersebut

dapat dilihat lebih lanjut pada bagian berikutnya).

Tahap Evaluasi

6 Beberapa kelebihan yang dimiliki buku ini diantaranya adalah

pemilihan topik yang cukup banyak sehingga dapat dilihat

keterkaitan antar bab yang sangat bagus. Selain itu, buku ini

juga menjelaskan secara sistematis apa yang perlu dipahami

dan didiskusikan oleh pembaca.


Namun demikian, beberapa kelemahan juga dimiliki buku ini
7
seperti penyajian topik yang tidak tuntas sebelum beralih ke
topik yang lainnya. Kemudian pola bahasa yang digunakan
agak sulit untuk dipahami. Hal tersebut “agak” menggangu
mengingat buku ini ditujukan bukan hanya pada akademisi
melainkan seluruh lapisan masyarakat.
Buku ini lebih bisa dipahami oleh kalangan yang bergelut di
8
bidang sosiologi agama. Beberapa buku yang memiliki
kesamaan judul/topik (boleh menyebutkan judul buku lain)
yang dibahas dapat menjadi acuan bagi semua pihak.
Meskipun berbeda, namun buku-buku yang ditulis tetap akan
9
membawa manfaat bagi pembaca.

Genre mikro yang digunakan dalam menampilkan evaluasi adalah diskusi. Pada bagian
evaluasi, resentator memberikan gambaran timbal balik/dua sisi berdasarkan hasil bacaan dan
perbandingan dengan buku lain yang sejenis. Oleh karena itu, dalam evaluasi, penekanan tidak

hanya dilakukan pada satu hal, akan tetapi juga hal lainnya yang kemungkinan bertolak

belakang. Untuk mendapatkan pemahaman yang lebih dalam, cermati contoh evaluasi di atas.

e. Simpulan

Tahap ini berisi rangkuman dan saran yang diberikan perlu pengulas secara subjektif

maupun objektif. Setelah melewati tahapan identitas, orientasi, tafsiran dan evaluasi, maka

resentator dapat memberikan kesimpulan atau rangkuman dari keseluruhan tahapan tersebut.

Rangkuman dalam hal ini tidak hanya berfungsi sebagai gambaran dari isi resensi, tetapi juga

sekaligus menjadi penegasan kembali pendapat atau gagasan penulis yang telah ada pada tahap

orientasi.

Rangkuman
10 Buku tentang Islam dan Pembangunan ini sangat
berguna sebagai usaha untuk memahami setiap
permasalahan umat Islam. Informasi yang detail
mengenai Agama, sumber daya manusia dan
martabat bangsa dikaji dengan seksama oleh
Bustanuddin dalam buku ini sehingga sangat patut
untuk dihargai sebagai sebuah kekayaan intelektual.

Tahap simpulan menggunakan genre mikro berupa deskripsi dan ekposisi. Deskripsi

digunakan untuk memaparkan secara seksama hasil simpulan yang dibuat oleh pengulas.

Sedangkan eksposisi digunakan untuk memberikan penegasan terhadap pernyataan yang ada

pada bagian sebelumnya. Bagian ini sekaligus menjadi penutup keseluruhan resensi. Dengan

demikian, resentator dapat memberikan krirtik dan saran kepada pengarang dan penerbit, serta

anjuran kepada pembaca untuk membeli atau tidak membeli buku tersebut (Widyowati,
2011:37).
B. Analisis Model Teks Resensi

1. Aspek Penilaian

Penilaian dalam resensi sebagaimana yang telah dijelaskan meliputi beberapa aspek

antara lain; kedalaman isi pembahasan; cara pengorganisasian dari bab ke bab lainnya; serta

kelebihan dan kekurangan yang dimiliki oleh buku tersebut. Berdasarkan empat aspek tersebut,

kemudian dapat dikembangkan dengan mengajukan pertanyaan. Jawaban dari setiap pertanyaan

dapat menjadi isi dari resensi buku. Hal-hal yang menjadi pertanyaan dasar di antaranya apakah

buku tersebut dapat memberian manfaat kepada orang lain; apakah buku tersebut dapat dipahami

oleh target sasaran; bagaimana gaya bahasa yang digunakan serta apa keunggulan dan

kelemahannya.

Dengan menjawab pertanyaan tersebut, maka resentator dapat menunjukkan sikap dan

pendapatnya terhadap buku yang sedang diulas. Misalnya Aspek penilaiaan pertama kali melihat

struktur teks yang ada dalam buku. Maka pengulas dapat mengatakan bahwa struktur dan

penyampaian gagasan dalam buku ini sangat bagus…. atau bisa juga sebaliknya. Pernyataan

sikap dan pendapat pengulas terlihat baik secara subjektif maupun objektif. Ketajaman dalam

melihat setiap aspek yang dinilai akan menciptakan resensi yang baik dan berkualitas.

2. Formulasi Bahasa

Formulasi bahasa juga menjadi salah satu aspek yang dinilai oleh resentator saat menulis

resensi. Oleh karena itu, perhatian pengulas terhadap diksi yang digunakan juga menjadi penting.

Pembahasan mengenai konteks bahasa yang digunakan dalam meresensi menunjukkan sesuatu

yang saling berhadapan seperti setuju dan tidan setuju; baik dan buruk; lebih dan kurang;

subjektif dan objektif serta bentuk penilaian lainnya. Berdasar pada formulasi bahasa pulalah

keberpihakan dan penghargaan pengulas dapat terlihat.

Contoh Formulasi bahasa yang digunakan untuk menyatakan sikap dan


penghargaan
a Positif
….Buku ini memiliki banyak kelebihan…………………….
…..buku ini menjelaskan secara detail….
b Negatif.
…..namun demikian, buku ini memiliki kelemahan….

3. Manfaat/ Fungsi Teks Resensi Buku

Dengan melihat dari berbagai sudut pandang, manfaat penulisan resensi buku sangat

besar bagi penerbit, penulis buku, penulis resensi maupun pembaca (Rosidi, 2009:61). Pada

hakikatnya, resensi buku bertujuan untuk menginformasikan kepada pembaca mengenai kualitas

dan kelayakan sebuah buku untuk dibaca dan dimiliki. Hasil resensi tidak hanya memberikan
tambahan ilmu pengetahuan baru, namun sekaligus dapat menjadi pertimbangan bagi orang lain

untuk menggali lebih jauh ilmu pengetahuan tersebut (Amalianudin, 2017:19).

Di sisi lain, bagi penulis buku, kehadiran perensensi yang melakukan ulasan terhadap

buku yang ditulisnya akan menjadi masukan mengenai keberterimaaan dan respon masyarakat

terhadap apa yang ditulisnya. Selain itu, melalui resensi pembaca dan masyarakat dapat

memberikan apresiasi terhadap apa yang telah dikembangkan dan dikaji oleh penulis. Sedangkan

bagi pembaca, yang tidak memiliki waktu banyak untuk membaca buku secara keseluruhan,

maka resensi buku hadir sebagai alat pemberi informasi yang lengkap dan padat (Coelho: 1-2).

Selain itu, secara sederhana resensi buku menjadi media latihan untuk keperluan

penulisan karya ilmiah yang memiliki bobot lebih besar seperti artikel, jurnal, laporan penelitian,

proposal penelitian, skripsi tesis dan disertasi serta buku-buku ilmiah. Semakin sering melakukan

ulasan materi dari sebuah buku maka semakin terampil seseorang dalam menulis. Berdasarkan

hal tersebut, maka manfaat resensi dapat disimpulkan bahwa (Herson dkk, 2013:206):

a. Resensi bermanfaat untuk mengetahui kelemahan dan kelebihan sebuah buku.

b. Dapat merangsang minat baca seseorang sehingga meningkatkan kecerdasan

berpikirnya (Lasa Hs: 26).


c. Resensi dapat mempengaruhi seseorang untuk membangun pemikiran, merenungkan

dan melaborasi setiap permasalahan yang dimunculkan dalam buku (Rosidi,

2009:63).

d. Menjadi masukan bagi penulis buku mengenai kekuatan dan kelemahan hasil

karyanya.

e. Secara finansial dapat memberikan keuntungan bagi resentator jika, hasil resensinya

dapat diterbitkan oleh penerbit, baik ilmiah maupun jurnalistik (Rosidi, 2009:63).

Menelisik banyaknya manfaat dari penulisan resensi, maka tidak ada alasan untuk tidak

melakukan kegiatan tersebut. Pemahaman dan pengembangan ilmu pengetahuan dapat dimulai

dari kegiatan-kegiatan posistif seperti ini.

C. Menyusun Resensi Buku Dari Berbagai Jenis

1. Resensi Buku Bahasa Indonesia

Resensi buku/ulasan buku tidak hanya dapat dilakukan pada buku-buku berbahasa

Indonesia, tetapi juga pada buku terjemahan dan buku-buku berbahasa asing. Resensi buku

berbahasa Indonesia tentu menjadi lebih mudah dalam hal pemahaman dan penulisan kembali

intisari dari materi hasil bacaan. Dengan keyakinan bahwa Bahasa Indonesia merupakan sarana

akademik untuk mengeksperesikan diri baik secara lisan maupun tulisan, maka kegiatan menulis
resensi akan jauh lebih menarik dan menyenangkan.

Untuk menulis resensi buku berbahasa Indonesia, anda dapat memanfaatkan buku-buku

yang tersedia diperpustakaan maupun menelususri buku-buku elektronik di dunia maya. Dengan

melakukan resensi terhadap buku-buku berbahasa Indonesia dengan menggunakan Bahasa

Indonesia, maka secara tidak langsung menjadi ajang promosi di tingkat nasional maupun

internasional. Perhatikan contoh resensi buku berikut;

Resensi buku; ISLAM DAN PEMBANGUNAN

Identitas Judul : ISLAM DAN PEMBANGUNAN


Pengarang : Prof. Dr. Bustanuddin Agus, M.A
Penerbit : PT RajaGrafindo Persada, Jakarta
Tahun : 2004
Jumlah Hlm.: 224
Sampul : Hitam Putih Bergambar
Orientasi Buku ini ditulis oleh Bustanuddin Agus yang merupakan
seorang Guru besar dari Fakultas ilmu Sosial Politik (FISIP)
Universitas Andalas Padang. Sosok yang lahir tahun 1948 ini
pernah mengenyam pendidikan di Universitas Al-Azhar
Kairo. Tahun 1975 meneyelesaikan gelar Magister bidang
Ushul Fiqh.
Tafsiran Isi Tulisan ini merupakan himpunan dari tulisan-tulisan
lainnya yang berkaitan dengan pembangunan bangsa dan
agama Islam. Buku ini tidak hanya ditujukan bagi
akademisi, akan tetapi semua orang yang berminat untuk
mengetahui Islam dan umatnya.
Buku ini memaparkan mengenai Islam dan
pembangunan. Dalam pemaparan buku ini, Bustanuddin
secara gamblang menjelaskan mengenai fenomena sosial
budaya; kepemimpinan umat; serta budaya dan kehidupan
lokal. Bustanuddin menganggap bahwa topik ini sangat
menarik untuk dikaji dan didiskusikan karena banyaknya
fenomena sosial yang terjadi di masyaraka.
Satu di antara sekian banyak fenomena yang terjadi
tersebut adalah keteladanan pemimpin dan peran ulama
bersama dengan pemerintah dalam menjalankan
pemerintahan. Berdasar pada kesadaran penulis bahwa
perhatian kepada ajaran Islam dan manusia serta
penganutnya, terutama pada kehidupan modern yang
bersifat sekuler dan materialistis. Maka tulisan ini
dihadirkan sebagai pencerahan bagi “diskusi dan
perdebatan” mengenai Islam dan kehidupan sosial
penganutnya.
Evaluasi Beberapa kelebihan yang dimiliki buku ini diantaranya
adalah pemilihan topik yang cukup banyak sehingga dapat
dilihat keterkaitan antar bab yang sangat bagus. Selain itu,
buku ini juga menjelaskan secara sistematis apa yang perlu
dipahami dan didiskusikan oleh pembaca.
Namun demikian, beberapa kelemahan juga dimiliki buku
ini seperti penyajian topik yang tidak tuntas sebelum
beralih ke topik yang lainnya. Kemudian pola bahasa yang
digunakan agak sulit untuk dipahami. Hal tersebut “agak”
menggangu mengingat buku ini ditujukan bukan hanya
pada akademisi melainkan seluruh lapisan masyarakat.
Buku ini lebih bisa dipahami oleh kalangan yang bergelut
di bidang sosiologi agama. Beberapa buku yang memiliki
kesamaan judul/topik (boleh menyebutkan judul buku lain)
yang dibahas dapat menjadi acuan bagi semua pihak.
Meskipun berbeda, namun buku-buku yang ditulis tetap
akan membawa manfaat bagi pembaca.
Rangkuman/ Buku tentang Islam dan Pembanguanan ini sangat
Kesimpulan berguna sebagai usaha untuk memahami setiap
permasalahan umat Islam. Informasi yang detail mengenai
Agama, sumber daya manusia dan martabat bangsa dikaji
dengan seksama oleh Bustanuddin dalam buku ini sehingga
sangat patut untuk dihargai sebagai sebuah kekayaan
intelektual.

2. Resensi Buku Terjemahan

Untuk menambah wawasan ilmu pengetahuan, buku-buku berbahasa asing terkadang

diperlukan. Sayangnya, tidak semua orang meskipun memiliki kecerdasan intelektual yang

tinggi, memiliki kemampuan berbahasa asing yang mumpuni. Oleh karena itu, pembaca dapat

memanfaatkan buku-buku terjemahan yang ada di perpustakaan maupun di toko buku. Bahkan

buku-buku terjemahan juga bisa didapatkan melalui dunia maya.

Resensi buku terjemahan pada dasarnya hampir sama dengan buku lainnya.

Perbedaannya hanya terletak pada identitas buku yang diresensi. Selain itu, ketajaman

pemahaman perlu ditingkatkan agar mampu memahami hasil terjemahan tersebut dengan benar.

Berikut contoh resensi buku terjemahan.

Identitas
FIKIH PEREMPUAN (MUSLIMAH)
Judul Busana dan Perhiasan, Penghormatan
atas Perempuan, sampai Wanita Karir.

Pengarang Syaikh Mutawalli As-Sya’rawi

Penerjemah Yessi Basyaruddin, Lc

Penerbit AMZAH

Tahun 2009

Jumlah Halaman 190 halaman

Bahasa Indonesia

Sampul Latar Abu-abu Hijau motif bunga merah


Orientasi Buku ini merupakan terjemahan dari

buku asli yang berjudul Fiqh Al-Mar’ah

Al muslimah yang ditulis oleh Syaikh

Mutawalli As-Sya’rawi. Satu hal yang

sangat penting dari buku ini adalah

manfaat yang disebarkan kepada

pembaca berbahasa Indonesia. Syaikh

Mutawalli Asy-sya’rawi menulis buku ini

dengan memperhatikan landasan hukum

masalah yang dikaji baik dari Alqur’an,

Hadist, Ijma, qiyas, Maupun pendapat

para ulama.

Tafsiran Isi Pada bagian awal buku ini disajikan

pembahasan dengan menggunakan model

diskusi mengenai segala sesuatu yang

berkaitan dengan fikih perempuan mulai dari

bersuci hingga perkara Talak. Hal ini

sepertinya dianggap sangat penting karena

berkaitan langsung dengan apa yang dialami

dan dilakukan kaum wanita.

Pada bagian berikutnya dibahas mengenai

kedudukan perempuan pada masa jahiliyah

hingga perempuan di zaman Islam. Pada

bagian ini penulis menjabarkan mengenai

kehidupan.

Kemudian buku ini ditutup dengan


penjelasan mengenai penyatuan Wanita dan

laki-laki dalam bingkai pernikahan.+

Evaluasi Salah satu di antara sekian banyak kelebihan

yang dimiliki buku ini adalah penyajiann

yang bersifat tanya jawab sehingga akan lebih

mudah dipahami bagian-bagian penting yang

sedang dibahas. Selain itu, pilihan bahasa

yang digunakan oleh penerjemah juga

sederhana sehingga memudahkan pembaca

dari berbagai kalangan untuk memahaminya.

Di samping kelebihan yang dimiliki buku ini,

beberapa kelemahan juga ditemukan di

antaranya pembahasan yang terkesan sangat

singkat sehingga pembahasan menjadi tidak

tuntas. Selain itu, pembahasan betul-betul

hanya didasarkan pada pertanyaan yang ada

tanpa adanya pengembangan lagi.

Rangkuman/Simpulan Buku ini merupakan salah satu alternatif


bancaan yang akan memberikan kekayaan

ilmu pengetahuan, terutama pada kajian fiqih

wanita. Meskipun di sajikan secara singkat

untuk tiap bagiannya, namun akan menjadi

sesuatu yang bermakna dan bermanfaat dalam

memahami setiap sendi kehidupan muslimah.


3. Resensi Buku Berbahasa Asing

Resentator buku berbahasa asing harus memiliki kemampuan berbahasa asing yang baik

sebelum melakukan kegiatan resensi buku. Mengingat kegiatan ini memerlukan keterampilan

membaca, maka keterampilan ini menjadi bagian paling penting yang harus dimiliki. Resensi

buku bahasa asing secara struktur sama dengan buku berbahasa Indonesia. Struktur tersebut

meliputi identitas, orientasi, tafsiran, evaluasi dan rangkuman. Pada saat membaca buku,

resentator dapat menandai bagian-bagian yang terkait dengan struktur tersebut.

Untuk membuat kosntruksi suatu resensi buku, maka ada beberapa fase yang dapat

dilalui. Fase tersebut berupa langkah operasional yang dapat dilakukan secara sistematis.

Langkah-langkah tersebut dapat dijelaskan berikut ini;

a. Menemukan/ memutuskan buku yang ingin diresensi; buku yang akan diresensi

memerlukan pertimbangan diantaranya, kesesuaian minat dan bidang kajian,

kemampuan resentator serta tujuan dilakukannya resensi.

b. Membaca kritis dan membaca pemahaman; ketelitian dan kecermatan merupakan dua

hal penting yang harus dimiliki dalam kegiatan membaca pemahaman. Bagian demi

bagian harus dibaca dengan seksama. Dalam proses ini pengulas dapat membuat

catatan-catatan penting guna dari buku yang sedang diulas.

c. Meringkas materi; ringkasan materi berupa poin-poin penting dari materi ini
kemudian nantinya dapat dimasukkan ke dalam tafsiran isi. Ringkasan ini harus

memuat materi buku secara keseluruhan.

d. Mengeksplor buku pembanding; buku-buku dengan topik dan pembahasan yang sama

diperlukan saat melakukan resensi. Perbandingan dengan buku-buku lain menjadi

dasar penilaian yang dimasukkan ke dalam bagian evaluasi. Dengan adanya

pembanding, maka penilaian menjadi lebih tajam dan tidak memihak.

e. Menyusun resensi secara utuh; saat menyusun resensi; maka sebaiknya berdasar pada

struktur yang telah ada. Esensi dari tiap tahapan struktur harus direalisasikan dengan
baik. Setelah selesai, maka pengulas dapat meminta bantuan pihak lain untuk
melakukan pengecekan untuk memastikan tidak ada hal yang terlupakan dalam

resensi tersebut.
RANGKUMAN
Berdasarkan uraian yang tersebut, maka konsep resensi sebagai bagian dari rumpun karya

ilmiah dapat disimpulkan sebagai berikut:

1. Resensi pada dasarnya adalah “mengkritik dan menilai” hasil karya orang lain

berdasarkan pertimbangan dan prinsip yang ada. Resensi buku merupakan sebuah hasil

karya yang dihasilkan melalui kegiatan membaca pemahaman. Resentator dapat

menuangkan gagasan, pikiran, serta sikap yang didasarkan pada pemahamannya pada

materi yang diulas.

2. Bentuk resensi buku dapat berupa resensi fiksi dan nonfiksi. Selain itu, berdasarkan

tujuan penulisannya maka resensi dapat berbentuk resensi kritis, resensi informatif dan

resensi deskriptif.

3. Struktur resensi terdiri atas identitas, orientasi, tafsiran, evaluasi serta rangkuman.

Identitas berisi informasi yang terkait dengan buku dan pengarang; orientasi berisi

informasi mengenai sasaran target pembaca buku tersebut; tafsiran berisi ringkasan

materi buku yang disampaikan perbagian (per bab); Evaluasi merupakan bagian yang

berisi penilaian terhadap kualitas dan kelayakan buku yang diulas; serta rangkuman

yang berisi penjelasan singkat dan padat mengenai hal-hal yang telah dijelaskan pada

bagian sebelumnya.
4. Beberapa hal penting yang harus diperhatikan dalam meresensi sebuah buku yaitu

aspek penilaian yang digunakan, formulasi bahasa yang digunakan serta manfaat

penulisan resensi. Aspek penilaian meliputi kedalaman materi, kualitas dan

keberterimaan buku di masyarakat serta kelebihan dan kekurangan buku; formulasi

bahasa terkait dengan pengungkapan gagasan dan pernyataan sikap yang mencakup

hal-hal seperti setuju tidak setuju, baik dan buruk, menghargai atau tidak menghargai

dan sebagainya. Manfaat penulisan resensi dapat dirasakan baik oleh penulis buku,

penulis resensi, pembaca maupun penerbit.


5. Resensi buku dapat dilakukan pada buku fiksi maupun nonfiksi. Mengingat bahwa

buku yang diresensi dapat berupa buku berbahasa Indonesia, buku terjemahan maupun

buku asing, maka pemilihan buku untuk diresensi hendaknya disesuaikan dengan

bidang kajian, minat serta kemampuaan bahasa yang dimiliki oleh resentator.

LATIHAN
1. Menurut pemahaman anda, bagian mana yang paling penting dalam menganalisis teks

resensi buku, sertakan alasan anda!

2. Diskusikanlah hal-hal yang termasuk dalam struktur resensi buku! Buat struktur resensi

buku dalam bentuk bagan!

3. Bersama dengan teman kelompok, lakukanlah resensi terhadap sebuah buku yang

bertema pendidikan Islam, kemudian bandingkan hasil resensi kelompok saudara dengan

kelompok lain!

4. Perhatikan hasil resensi dari kelompok lain, kemudian jelaskan bagian-bagian yang

belum memenuhi aspek penilaian!

5. Berikan solusi/perbaikan terhadap hasil resensi buku yang belum memenuhi keseluruhan

struktur resesensi buku!


TES FORMATIF
1. Uraikan secara seksama hasil pemahaman saudara mengenai resensi buku, struktur dan

penilaiannya!

2. Bacalah dengan seksama sebuah buku ilmiah, lalu buatlah ringkasan. Kemudian

rekonstruksi menjadi resensi berdasarkan strukturnya!

3. Menurut pendapat anda, hal-hal penting apa yang harus diperhatikan dalam meresensi

sebuah buku!

4. Jelaskan perbedaan mendasar penulisan resensi antara buku berbahasa Indonesia dengan

buku-buku terjemahan!

5. Dalam menulis resensi, peresensi harus memiliki sikap objektif dalam menilai buku yang

diresensi. Tuliskan ayat yang memerintahkan kita untuk bersikap jujur dan objektif

terhadap orang lain!

6. Berikan tanggapan anda, jika seorang peresensi melakukan kebohongan dalam menilai

hasil karya orang lain!


REFERENSI
Evi. Widyowati. Pengembangan Buku Pengayaan Menulis Resensi Buku Dengan Pendekatan
Kontekstual. Semarang, 2011.
Fanissa Amalianudin.”Hubungan Implementasi Program Gembok Cinta RBU dengan Minat
Kunjung Masyarakat di Taman Bacaan Masyarakat Rumah Baca Ujungberung.” Vol. 4,
no. 1, (Mei 2017)
Herson, Kadir dan lian Puluhulawa. Pias-Pias Materi Bahasa Indonesia Dan Sastra Indonesia.
Yogyakarta: Deepublish, 2013.
Imron, Rosidi. Menulis Siapa Takut? Yogyakarta: Kanisius, 2009.
Kiftiawati, Sulistyo. Rangkuman dan pembahasan Soal Bahasa Indonesia. Jakarta: Puspa Swara,
2006.
Martin &Rose, D, Genre Relation; mapping Culture. London; Equinox, 2008.
Martin and Rose D. Working with Discourse. London & New York: Continum, 2003.
Martin J.R& White P.R.R. The Language of Evaluation. London & New York; Palgrave, 2005.
N. Mursidi. Tip Sukses Meresensi Buku di Koran. Jakarta: Gramedia, 2016.
Paristiyani, Wardani dkk. Bahasa Indonesia untuk Perguruan Tinggi. Jakarta; Direktorat Dikti,
2016.
Paulo, Coelho. Teknik Menulis Resensi Buku.
Tim Cahaya Eduka. Sukses Kuasai Materi Bahasa Indonesia.

Anda mungkin juga menyukai