Resensi Buku
Resensi Buku
Capaian Pembelajaran
1. Dengan menganalisis berbagai referensi, mahasiswa dapat menyimpulkan konteks dan
2. Dengan mengidentifikasi sebuah buku, mahasiswa dapat merancang model teks resensi
3. Dengan menyimpulkan konteks resensi buku, mahasiswa dapat membuat resensi buku
4. Dengan melakukan analisis, mahasiswa dapat menghubungkan sikap yang harus dimiliki
ASPEK PENILAIAN
RESENSI BUKU
TERJEMAHAN
RESENSI BUKU
MEREKONSTRUKSI
BERBAHASA
TEKS RESENSI BUKU
INDONESIA
RESENSI BUKU
BAHASA ASING
A. Pengenalan Konteks Resensi Buku
Resensi buku merupakan suatu karya yang dihasilkan setelah melakukan kegiatan
membaca pemahaman terhadap karya orang lain. Kegiatan ini dilakukan untuk mengkritisi
secara objektif karya tersebut guna pengembangan ilmu pengetahuan. Kata resensi secara
etimologi berasal dari bahasa Belanda yaitu recensie, dalam bahasa Inggris Review; sedangkan
dalam bahasa Latin disebut revidere atau recensere yang secara keseluruhan bermakna
mengulas, menimbang atau menilai (Herson dkk. 2013:201). Secara istilah, kata resensi diartikan
sebagai sebuah tulisan berupa timbangan buku tentang kelebihan dan kekurangan tulisan yang
Pada dasarnya resensi adalah upaya yang dilakukan untuk melakukan penilaian terhadap
suatu karya baik karya fiksi maupun nonfiksi. Bahkan beberapa ahli menyatakan bahwa resensi
diartikan sebagai sebuah pertimbangan terhadap karya orang lain. Dalam hal ini, penilaian tidak
hanya pada segi bentuk dan struktur, akan tetapi juga meliputi daya tarik, tema dan isi serta
kemungkinan karya tersebut disukai atau tidak disukai (Herson, dkk. 2013:205). Berdasarkan hal
tersebut sehingga resensi buku juga disebut dengan ulasan buku, atau timbangan buku.
Resensi buku yang dibuat dalam bentuk artikel bertujuan untuk memberikan penghargaan
kepada karya orang lain, sepanjang dilakukan secara objektif. Sifat subjektivitas resentator sebisa
mungkin harus dihilangkan. Bahkan perasaan yang bersifat pribadi seperti senang atau tidak
senang terhadap penulis wajib diabaikan (Rosidi, 2009:60). Objektivitas selama meresensi harus
diperhatikan mengingat kegiatan memiliki tujuan penting yakni agar pembaca memiliki
ketertarikan untuk membaca karya orang lain. Bahkan, dengan menyusun resensi, maka
resentator dapat termotivasi untuk membuat karya-karya baru dan lebih baik dari yang ada
Dengan berdasar pada pemaparan definisi di atas, maka dapat dipahami bahwa resensi
buku merupakan salah satu manifestasi dari suatu proses sosial yang terjadi di wilayah akademik.
Proses tersebut dilakukan secara terstruktur dengan melewati tahapan yang telah ditetapkan demi
mencapai suatu tujuan (Martin & Rose, 2003:7-8).
Sebagai bagian dari rumpun karya ilmiah, menulis resensi buku membutuhkan
kemampuan pembacaan kritis, penafsiran serta daya analitis yang kuat dari resentator. Oleh
sebab itu, kemahiran dalam mengurai, menganalisis isi buku, mengekspresikan diri harus
dijadikan satu kesatuan. Dengan demikian, resentator dapat menghasilkan suatu resensi yang
1. Bentuk
Resensi buku sebagai sebuah tulisan yang berbentuk artikel, maka tulisan ini dapat dibuat
dalam berbagai bentuk berdasarkan rumpun tulisan yang diresensi dan berdasarkan pola
penulisan. Bentuk resensi berdasarkan genre dibagi menjadi resensi buku fiksi dan nonfiksi.
Buku fiksi bisa berbentuk novel, roman dan karya sastra lainnya. Sedangkan nonfiksi berupa
Resensi berdasarkan pola penulisan dibagi menjadi tiga kategori yakni meringkas,
menjabarkan dan mengulas. Resensi dengan jenis meringkas persis penyajian yang menekankan
pada permasalahan buku secara singkat dan padat. Jenis ini menyajikan kata dan kalimat secara
sederhana namun tetap mencakup keseluruhan isi buku beserta dengan data-data yang
ditampilkan dalam buku tersebut. Resensi jenis menjabarkan; berisi penjabaran hal-hal utama
yang terdapat dalam sinopsis. Resensi jenis ini banyak digunakan dalam meresensi karya fiksi.
Yang terakhir, resensi jenis mengulas yang menekankan pada ringkasan aspek penting dari
sebuah buku kemudian diulas atau diinterpretasikan dengan seksama. Ulasan tersebut meliputi
struktur, bahasa yang digunakan teknik penulisan serta perbandingan dengan buku-buku sejenis
serta penilaian atas kelebihan dan kekurangan buku tersebut (Mursidi, 2016:60-61). Jenis resensi
Pendapat yang berbeda mengenai bentuk resensi dikemukakan oleh beberapa ahli sebagai
b. Resensi deskriptif; resensi deskriptif memiliki penyajian yang lebih kompleks. Resensi
ini menjabarkan isi buku perbagian/bab secara detail dan terperinci. Ulasan buku ini
penting dari buku tersebut. Penjelasan yang mendetail diperlukan untuk mengetahui
besarnya manfaat yang bisa didapatkan dari buku tersebut. Kekuatan argumen penulis
c. Resensi kritis: bentuk resensi ini membutuhkan daya kritis yang tinggi dari resentator.
Resensi ini berisi ulasan yang sangat detail mengenai suatu ilmu pengetahuan tertentu
sehingga menghasilkan sebuah kritikan yang tajam dan bersifat objektif. Resensi ini
banyak digunakan pada bidang sastra untuk mengkritik karya-karya yang telah dihasilkan
oleh seseorang. Meskipun demikian, bentuk ini juga masih dapat digunakan pada bidang
lain.
untuk memilih bentuk yang sesuai dengan genre buku yang ingin diresensi.
2. Struktur
Menelusuri sebuah resensi buku, dapat ditemukan bagian-bagian dari resensi tersebut.
Hal tersebut dapat menjadi petunjuk bahwa resensi memiliki suatu struktur yang lengkap.
Struktur resensi buku terdiri atas identitas, orientasi, tafsiran, evaluasi dan simpulan. Struktur
STRUKTUR TEKS
RESENSI BUKU
Gambar 1. Struktur
Resensi Buku
Resensi buku sebagai suatu perwujudan dari kegiatan akademik, maka karya ini memiliki
struktur yang saling terkait satu dengan yang lain. Dengan mengacu pada istilah yang diajukan
oleh Martin, bahwa dalam suatu resensi dua genre yakni genre makro dan genre mikro. Kedua
genre tersebut memiliki hubungan yang saling terkait. Bentuk genre makro yang dimaksud
meliputi buku, resensi, iklan, brosur, artikel, berita dan editorial. Pemaparan Isi dari genre makro
kemudian disebut genre mikro yang meliputi eksplanasi, rekon, deskripsi, ekposisi, dan diskusi
keterampilan berpikir kritis dengan cara menelusuri bagian-bagian dari resensi buku berikut ini;
a. Identitas
Resensi buku diawali dengan menampilkan informasi buku tersebut. Meskipun bersifat
optimal, tetapi identitas penting sebagai sebuah perkenalan bagi pembaca sebelum lebih jauh
menelusuri hasil tulisan resensi yang ada. Identitas dalam resensi memuat Judul, identitas
penulis, penerbit, Kota terbit, jumlah bab dan jumlah halaman serta harga (Sulistyo, 2006:7).
Sementara itu, pendapat lain menyatakan bahwa identitas berisi judul, pengarang, penerbit,
tahun, jumlah halaman, hak cipta, media bahasa, serta warna sampul. Bahkan, jika diperlukan
maka dapat ditambahkan dengan informasi lain berupa skala penerbitan dan nomor izin terbitan
(Paristiyani, dkk. 2016:47). Keseluruhan informasi tersebut merupakan data faktual yang
Identitas buku juga biasanya diawali/ dilengkapi dengan judul resensi berupa kata atau
klausa. Judul yang dimaksudkan tentunya berbeda dengan judul buku yang diresensi. Judul
tersebut diupayakan tidak dalam bentuk kalimat kompleks, karena judul ini hanya bertujuan
untuk memancing pembaca untuk mengetahui isi dari resensi tersebut (Rosidi, 2009:65).
Identitas
ISLAM DAN PEMBANGUNAN
Judul
Tahun 2007
Bahasa Indonesia
b. Orientasi
Bagian orientasi dari sebuah resensi merupakan pengantar dari keseluruhan isi resensi.
Bagian ini menjelaskan mengenai jenis buku yang sedang diresensi; masuk dalam kategori atau
bidang ilmu apa?; latar belakang pengarang buku; target pembaca buku tersebut; kedudukan
buku yang sedang diresensi; serta pendapat umum resentator terhadap buku yang diresensi.
Paragraf Orientasi
Buku ini ditulis oleh Bustanuddin Agus
1
yang merupakan seorang Guru besar dari
Fakultas ilmu Sosial olitik (FISIP)
Universitas Andalas Padang. Sosok yang
lahir tahun 1948 ini pernah mengenyam
pendidikan di Universitas Al-Azhar Kairo.
Tahun 1975 menyelesaikan gelar Magister
di bidang Ushul Fiqh.
Tulisan ini merupakan himpunan dari tulisan-
2
tulisan lainnya yang berkaitan dengan
pembangunan bangsa dan agama Islam. Buku
ini tidak hanya ditujukan bagi akademisi, akan
tetapi semua orang yang berminat untuk
mengetahui Islam dan umatnya.
Jenis pemaparan yang digunakan pada bagian orientasi adalah deskripsi dan eksposisi.
Bagian ini terdiri atas dua paragraf dimana paragraf pertama menggunakan deskripsi untuk
menjelaskan latar belakang pengarang. Sedangkan eksposisi digunakan untuk menjabarkan hal
c. Tafsiran
Isi dari tafsiran dalam resensi adalah hasil penafsiran yang dilakukan oleh resentator
setelah membaca dan menganalisa substansi yang ditulis oleh pengarang buku. Pada bagian ini
Selanjutnya, resentator akan membuat ringkasan buku yang telah dibaca dengan seksama
sehingga nantinya dapat menampilkan saripati dari buku tersebut; serta memberikan
perbandingan buku yang sedang diulas dengan buku lain yang sejenis. Dengan demikian,
meskipun isinya merupakan ringkasan, tetapi tafsiran isi dapat dimunculkan perbagian (Bab
demi Bab). Hal ini menunjukkan perbedaan antara resensi buku dengan ringkasan buku.
Tafsiran isi pada resensi buku pengulas memiliki ketajaman dalam menganalisa dan
memahami isi buku kemudian menuangkannya kembali dengan menggunakan bahasa sendiri.
Hasil tafsiran dibuat dalam bentuk kalimat-kalimat pendek, ringkas dan padat tanpa mengurangi
esensi isi buku yang sedang diulas. Ringkasan yang dibuat “wajib” mendeskripsikan keseluruhan
penganutnya.
Bentuk paragraf atau dalam istilah lain disebut genre mikro yang digunakan dalam
tafsiran isi adalah paragraf deskripsi dan rekon. Paragraf deskripsi digunakan untuk menjelaskan
isi buku pada bagian detail, ciri, situasi, rincian dan sifat yang terdapat dalam materi buku
tersebut. Untuk memberikan tanda pada bagian deskripsi dapat dicetak dengan huruf tebal.
Sedangkan rekon digunakan untuk memaparkan latar belakang dan situasi pengarang saat
menuliskan buku yang sedang diulas. Jika dibutuhkan bentuk rekon dapat diberi tanda garis
bawah.
d. Evaluasi
Evaluasi atau penilaian merupakan kegiatan yang dilakukan untuk menyatakan pendapat,
sikap, terhadap suatu objek yang dinilai. Kedudukan pendapat sikap dan posisi penilai dalam hal
ini tidak dapat dibedakan satu persatu, akan tetapi dalam pandangan Martin, keseluruhannya
mencakup gradasi positif negatif, baik buruk, setuju atau tidak setuju dan hal lain yang
dinyatakan secara opposite (Martin J.R. & White, 2005:345). Evaluasi pada sebuah resensi
dipertimbangkan dalam memberikan evaluasi antara lain aspek yang dinilai dan dasar penilaian.
Pada bagian aspek penilaian meliputi kedalaman isi materi; struktur uraian dan tampilan gagasan
perbab; diksi dan gaya bahasa yang digunakan; serta kelebihan dan kekurangan yang dimiliki
oleh buku tersebut. Tujuan dilakukannya sebuah evaluasi didasarkan pada tujuan dan manfaat
dari buku tersebut bagi kehidupan sosial masyarakat. (Penjelasan dari keseluruhan aspek tersebut
Tahap Evaluasi
keterkaitan antar bab yang sangat bagus. Selain itu, buku ini
Genre mikro yang digunakan dalam menampilkan evaluasi adalah diskusi. Pada bagian
evaluasi, resentator memberikan gambaran timbal balik/dua sisi berdasarkan hasil bacaan dan
perbandingan dengan buku lain yang sejenis. Oleh karena itu, dalam evaluasi, penekanan tidak
hanya dilakukan pada satu hal, akan tetapi juga hal lainnya yang kemungkinan bertolak
belakang. Untuk mendapatkan pemahaman yang lebih dalam, cermati contoh evaluasi di atas.
e. Simpulan
Tahap ini berisi rangkuman dan saran yang diberikan perlu pengulas secara subjektif
maupun objektif. Setelah melewati tahapan identitas, orientasi, tafsiran dan evaluasi, maka
resentator dapat memberikan kesimpulan atau rangkuman dari keseluruhan tahapan tersebut.
Rangkuman dalam hal ini tidak hanya berfungsi sebagai gambaran dari isi resensi, tetapi juga
sekaligus menjadi penegasan kembali pendapat atau gagasan penulis yang telah ada pada tahap
orientasi.
Rangkuman
10 Buku tentang Islam dan Pembangunan ini sangat
berguna sebagai usaha untuk memahami setiap
permasalahan umat Islam. Informasi yang detail
mengenai Agama, sumber daya manusia dan
martabat bangsa dikaji dengan seksama oleh
Bustanuddin dalam buku ini sehingga sangat patut
untuk dihargai sebagai sebuah kekayaan intelektual.
Tahap simpulan menggunakan genre mikro berupa deskripsi dan ekposisi. Deskripsi
digunakan untuk memaparkan secara seksama hasil simpulan yang dibuat oleh pengulas.
Sedangkan eksposisi digunakan untuk memberikan penegasan terhadap pernyataan yang ada
pada bagian sebelumnya. Bagian ini sekaligus menjadi penutup keseluruhan resensi. Dengan
demikian, resentator dapat memberikan krirtik dan saran kepada pengarang dan penerbit, serta
anjuran kepada pembaca untuk membeli atau tidak membeli buku tersebut (Widyowati,
2011:37).
B. Analisis Model Teks Resensi
1. Aspek Penilaian
Penilaian dalam resensi sebagaimana yang telah dijelaskan meliputi beberapa aspek
antara lain; kedalaman isi pembahasan; cara pengorganisasian dari bab ke bab lainnya; serta
kelebihan dan kekurangan yang dimiliki oleh buku tersebut. Berdasarkan empat aspek tersebut,
kemudian dapat dikembangkan dengan mengajukan pertanyaan. Jawaban dari setiap pertanyaan
dapat menjadi isi dari resensi buku. Hal-hal yang menjadi pertanyaan dasar di antaranya apakah
buku tersebut dapat memberian manfaat kepada orang lain; apakah buku tersebut dapat dipahami
oleh target sasaran; bagaimana gaya bahasa yang digunakan serta apa keunggulan dan
kelemahannya.
Dengan menjawab pertanyaan tersebut, maka resentator dapat menunjukkan sikap dan
pendapatnya terhadap buku yang sedang diulas. Misalnya Aspek penilaiaan pertama kali melihat
struktur teks yang ada dalam buku. Maka pengulas dapat mengatakan bahwa struktur dan
penyampaian gagasan dalam buku ini sangat bagus…. atau bisa juga sebaliknya. Pernyataan
sikap dan pendapat pengulas terlihat baik secara subjektif maupun objektif. Ketajaman dalam
melihat setiap aspek yang dinilai akan menciptakan resensi yang baik dan berkualitas.
2. Formulasi Bahasa
Formulasi bahasa juga menjadi salah satu aspek yang dinilai oleh resentator saat menulis
resensi. Oleh karena itu, perhatian pengulas terhadap diksi yang digunakan juga menjadi penting.
Pembahasan mengenai konteks bahasa yang digunakan dalam meresensi menunjukkan sesuatu
yang saling berhadapan seperti setuju dan tidan setuju; baik dan buruk; lebih dan kurang;
subjektif dan objektif serta bentuk penilaian lainnya. Berdasar pada formulasi bahasa pulalah
Dengan melihat dari berbagai sudut pandang, manfaat penulisan resensi buku sangat
besar bagi penerbit, penulis buku, penulis resensi maupun pembaca (Rosidi, 2009:61). Pada
hakikatnya, resensi buku bertujuan untuk menginformasikan kepada pembaca mengenai kualitas
dan kelayakan sebuah buku untuk dibaca dan dimiliki. Hasil resensi tidak hanya memberikan
tambahan ilmu pengetahuan baru, namun sekaligus dapat menjadi pertimbangan bagi orang lain
Di sisi lain, bagi penulis buku, kehadiran perensensi yang melakukan ulasan terhadap
buku yang ditulisnya akan menjadi masukan mengenai keberterimaaan dan respon masyarakat
terhadap apa yang ditulisnya. Selain itu, melalui resensi pembaca dan masyarakat dapat
memberikan apresiasi terhadap apa yang telah dikembangkan dan dikaji oleh penulis. Sedangkan
bagi pembaca, yang tidak memiliki waktu banyak untuk membaca buku secara keseluruhan,
maka resensi buku hadir sebagai alat pemberi informasi yang lengkap dan padat (Coelho: 1-2).
Selain itu, secara sederhana resensi buku menjadi media latihan untuk keperluan
penulisan karya ilmiah yang memiliki bobot lebih besar seperti artikel, jurnal, laporan penelitian,
proposal penelitian, skripsi tesis dan disertasi serta buku-buku ilmiah. Semakin sering melakukan
ulasan materi dari sebuah buku maka semakin terampil seseorang dalam menulis. Berdasarkan
hal tersebut, maka manfaat resensi dapat disimpulkan bahwa (Herson dkk, 2013:206):
2009:63).
d. Menjadi masukan bagi penulis buku mengenai kekuatan dan kelemahan hasil
karyanya.
e. Secara finansial dapat memberikan keuntungan bagi resentator jika, hasil resensinya
dapat diterbitkan oleh penerbit, baik ilmiah maupun jurnalistik (Rosidi, 2009:63).
Menelisik banyaknya manfaat dari penulisan resensi, maka tidak ada alasan untuk tidak
melakukan kegiatan tersebut. Pemahaman dan pengembangan ilmu pengetahuan dapat dimulai
Resensi buku/ulasan buku tidak hanya dapat dilakukan pada buku-buku berbahasa
Indonesia, tetapi juga pada buku terjemahan dan buku-buku berbahasa asing. Resensi buku
berbahasa Indonesia tentu menjadi lebih mudah dalam hal pemahaman dan penulisan kembali
intisari dari materi hasil bacaan. Dengan keyakinan bahwa Bahasa Indonesia merupakan sarana
akademik untuk mengeksperesikan diri baik secara lisan maupun tulisan, maka kegiatan menulis
resensi akan jauh lebih menarik dan menyenangkan.
Untuk menulis resensi buku berbahasa Indonesia, anda dapat memanfaatkan buku-buku
yang tersedia diperpustakaan maupun menelususri buku-buku elektronik di dunia maya. Dengan
Indonesia, maka secara tidak langsung menjadi ajang promosi di tingkat nasional maupun
diperlukan. Sayangnya, tidak semua orang meskipun memiliki kecerdasan intelektual yang
tinggi, memiliki kemampuan berbahasa asing yang mumpuni. Oleh karena itu, pembaca dapat
memanfaatkan buku-buku terjemahan yang ada di perpustakaan maupun di toko buku. Bahkan
Resensi buku terjemahan pada dasarnya hampir sama dengan buku lainnya.
Perbedaannya hanya terletak pada identitas buku yang diresensi. Selain itu, ketajaman
pemahaman perlu ditingkatkan agar mampu memahami hasil terjemahan tersebut dengan benar.
Identitas
FIKIH PEREMPUAN (MUSLIMAH)
Judul Busana dan Perhiasan, Penghormatan
atas Perempuan, sampai Wanita Karir.
Penerbit AMZAH
Tahun 2009
Bahasa Indonesia
para ulama.
kehidupan.
Resentator buku berbahasa asing harus memiliki kemampuan berbahasa asing yang baik
sebelum melakukan kegiatan resensi buku. Mengingat kegiatan ini memerlukan keterampilan
membaca, maka keterampilan ini menjadi bagian paling penting yang harus dimiliki. Resensi
buku bahasa asing secara struktur sama dengan buku berbahasa Indonesia. Struktur tersebut
meliputi identitas, orientasi, tafsiran, evaluasi dan rangkuman. Pada saat membaca buku,
Untuk membuat kosntruksi suatu resensi buku, maka ada beberapa fase yang dapat
dilalui. Fase tersebut berupa langkah operasional yang dapat dilakukan secara sistematis.
a. Menemukan/ memutuskan buku yang ingin diresensi; buku yang akan diresensi
b. Membaca kritis dan membaca pemahaman; ketelitian dan kecermatan merupakan dua
hal penting yang harus dimiliki dalam kegiatan membaca pemahaman. Bagian demi
bagian harus dibaca dengan seksama. Dalam proses ini pengulas dapat membuat
c. Meringkas materi; ringkasan materi berupa poin-poin penting dari materi ini
kemudian nantinya dapat dimasukkan ke dalam tafsiran isi. Ringkasan ini harus
d. Mengeksplor buku pembanding; buku-buku dengan topik dan pembahasan yang sama
e. Menyusun resensi secara utuh; saat menyusun resensi; maka sebaiknya berdasar pada
struktur yang telah ada. Esensi dari tiap tahapan struktur harus direalisasikan dengan
baik. Setelah selesai, maka pengulas dapat meminta bantuan pihak lain untuk
melakukan pengecekan untuk memastikan tidak ada hal yang terlupakan dalam
resensi tersebut.
RANGKUMAN
Berdasarkan uraian yang tersebut, maka konsep resensi sebagai bagian dari rumpun karya
1. Resensi pada dasarnya adalah “mengkritik dan menilai” hasil karya orang lain
berdasarkan pertimbangan dan prinsip yang ada. Resensi buku merupakan sebuah hasil
menuangkan gagasan, pikiran, serta sikap yang didasarkan pada pemahamannya pada
2. Bentuk resensi buku dapat berupa resensi fiksi dan nonfiksi. Selain itu, berdasarkan
tujuan penulisannya maka resensi dapat berbentuk resensi kritis, resensi informatif dan
resensi deskriptif.
3. Struktur resensi terdiri atas identitas, orientasi, tafsiran, evaluasi serta rangkuman.
Identitas berisi informasi yang terkait dengan buku dan pengarang; orientasi berisi
informasi mengenai sasaran target pembaca buku tersebut; tafsiran berisi ringkasan
materi buku yang disampaikan perbagian (per bab); Evaluasi merupakan bagian yang
berisi penilaian terhadap kualitas dan kelayakan buku yang diulas; serta rangkuman
yang berisi penjelasan singkat dan padat mengenai hal-hal yang telah dijelaskan pada
bagian sebelumnya.
4. Beberapa hal penting yang harus diperhatikan dalam meresensi sebuah buku yaitu
aspek penilaian yang digunakan, formulasi bahasa yang digunakan serta manfaat
bahasa terkait dengan pengungkapan gagasan dan pernyataan sikap yang mencakup
hal-hal seperti setuju tidak setuju, baik dan buruk, menghargai atau tidak menghargai
dan sebagainya. Manfaat penulisan resensi dapat dirasakan baik oleh penulis buku,
buku yang diresensi dapat berupa buku berbahasa Indonesia, buku terjemahan maupun
buku asing, maka pemilihan buku untuk diresensi hendaknya disesuaikan dengan
bidang kajian, minat serta kemampuaan bahasa yang dimiliki oleh resentator.
LATIHAN
1. Menurut pemahaman anda, bagian mana yang paling penting dalam menganalisis teks
2. Diskusikanlah hal-hal yang termasuk dalam struktur resensi buku! Buat struktur resensi
3. Bersama dengan teman kelompok, lakukanlah resensi terhadap sebuah buku yang
bertema pendidikan Islam, kemudian bandingkan hasil resensi kelompok saudara dengan
kelompok lain!
4. Perhatikan hasil resensi dari kelompok lain, kemudian jelaskan bagian-bagian yang
5. Berikan solusi/perbaikan terhadap hasil resensi buku yang belum memenuhi keseluruhan
penilaiannya!
2. Bacalah dengan seksama sebuah buku ilmiah, lalu buatlah ringkasan. Kemudian
3. Menurut pendapat anda, hal-hal penting apa yang harus diperhatikan dalam meresensi
sebuah buku!
4. Jelaskan perbedaan mendasar penulisan resensi antara buku berbahasa Indonesia dengan
buku-buku terjemahan!
5. Dalam menulis resensi, peresensi harus memiliki sikap objektif dalam menilai buku yang
diresensi. Tuliskan ayat yang memerintahkan kita untuk bersikap jujur dan objektif
6. Berikan tanggapan anda, jika seorang peresensi melakukan kebohongan dalam menilai