0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
255 tayangan18 halaman

Resensi Buku

Resensi Buku

Diunggah oleh

sasacrops
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
255 tayangan18 halaman

Resensi Buku

Resensi Buku

Diunggah oleh

sasacrops
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

Tugas Terstruktur Dosen Pengampu

Bahasa Indonesia Rezki Akbar Norrahman, S.Si., M.Pd

RESENSI BUKU

Oleh Kelompok 12

Fatimah Azmi Syawali 230102030040

Muna 230102030294

Yasmin Noor Jannah 230102030225

UNIVERSITAS ISLAM NEGERI ANTASARI BANJARMASIN


FAKUKTAS SYARIAH
PROGRAM STUDI HUKUM TATANEGARA
2023
2

DAFTAR ISI

BAB I ...................................................................................................................... 3

PENDAHULUAN .............................................................................................. 3

A. Latar Belakang ....................................................................................... 3

B. Rumusan Masalah .................................................................................. 3

C. Tujuan ..................................................................................................... 3

BAB II .................................................................................................................... 4

PEMBAHASAN ................................................................................................. 4

A. Pengertian Resensi.................................................................................. 4

B. Jenis-Jenis Resensi ................................................................................. 6

C. Tujuan Resensi ....................................................................................... 8

D. Manfaat Resensi.................................................................................... 10

E. Unsur-Unsur Resensi............................................................................ 12

BAB III ................................................................................................................. 17

PENUTUP......................................................................................................... 17

KESIMPULAN ............................................................................................. 17

DAFTAR PUSTAKA .......................................................................................... 18


3

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Membaca buku merupakan aktivitas yang sering dilakukan sebagian orang
dalam kehidupan sehari-hari. Beberapa orang tertarik membaca buku karena
penilaian orang lain tentang buku yang akan dibacanya. Penilaian tersebut biasanya
disebut dengan resensi buku. Resensi merupakan salah satu upaya menghargai
tulisan atau karya orang lain dengan cara memberikan komentar secara objektif.

Menulis resensi adalah salah satu usaha untuk mengenalkan buku pada
orang lain yang belum membaca buku tersebut, sehingga setelah membaca resensi
tentang buku tersebut akan tergerak hatinya untuk membaca karya orang lain
tersebut. Resensi buku adalah salah satu cara membudidayakan minat baca terhadap
buku baru. Resensi juga sering diistilahkan dengan timbang buku, tinjauan buku,
bedah buku, dan sebagainya. Tinjauan buku adalah semacam evaluasi dari sudut
pandang kritis dimana presensi memikirkan secara mendalam dan rinci bagian-
bagian dari buku yang diresensi tersebut sehingga dapat menilai baik dan buruknya
sebuah buku.

B. Rumusan Masalah
1. Apa pengertian, jenis-jenis, dan unsur-unsur resensi buku?
2. Apa tujuan dan manfaat menulis resensi?

C. Tujuan
1. Untuk mengetahui pengertian, jenis-jenis, dan unsur-unsur resensi buku
2. Untuk mengetahui tujuan dan manfaat menulis resensi
4

BAB II
PEMBAHASAN

A. Pengertian Resensi
Pengertian resensi secara etimologi berasal dari bahasa Latin, yaitu
“revidere” atau “recensere” dan bahasa Inggris yang berasal dari kata “review”,
yang mengandung makna dasar “memeriksa, mencermati, meninjau atau melihat
kembali” sesuatu. Dari pengertian tersebut, objek resensi tidak hanya terbatas pada
buku saja tetapi dapat juga berupa film, drama, pameran, dan berbagai
bentuk/tampilan tulisan.1

Resensi dapat diartikan sebagai tulisan tentang pertimbangan buku atau


wawasan tentang baik atau kurang baiknya kualitas suatu tulisan yang terdapat di
dalam sebuah buku. Resensi dapat diartikan pula sebagai suatu tulisan yang
membrikan penilaian terhadap suatu karya buku (fiksi/nonfiksi), pementasan drama
atau musik, dan film dengan cara mengungkapkan segi keunggulan dan
kelemahannya secara objektif. Dari pengertian tersebut dapat dikatakan bahwa
resensi merupakan salah satu upaya menghargai tulisan atau karya orang lain
dengan cara memberikan komentar secara objektif.2

Mengacu pada kegiatan yang dilakukan dalam meresensi buku maka dapat
diartikan bahwa meresensi buku adalah kegiatan membaca, memahami,
menganalisis, mengevaluasi, dan mengungkapkan keunggulan dan kelemahan
sebuah buku sebagai informasi untuk orang lain. Dan hasil proses meresensi buku
itu disebut resensi buku. Dengan demikian, resensi buku merupakan sebuah
deskripsi, analisis kritis, dan evaluasi atas mutu, makna, dan signifikansi sebuah
buku dan bukan sekedar sinopsis atau menceritakan kembali isi buku.3

1
B. P. Sitepu, Teknik Menyusun Resensi Buku, (Jurnal Pendidikan Penabur, Juni 2013,
https://www.academia.edu/download/35290748/ ) hal. 101, diakses pada 27 November 2023
2
Imron Rosadi, Menulis Siapa Takut?, (Yogyakarta: Kanisius, 2009), hal. 60
3
B. P. Sitepu, loc. cit.
5

Pengertian paling sederhananya, resensi buku adalah sebuah tulisan yang


dihasilkan dari usaha seorang pembaca untuk memberikan komentar atau kesan
buku yang sudah dibacanya. Dan komentar itu dapat berupa kritik dan pujian.
Namun, dalam perkembangannya, resensi telah menjadi metode terendiri untuk
memetakan jalan pikiran sebuah buku yang sedang dibaca, resensi buku adalah
penulisan kembali apa saja yang sudah diserap pembaca.4

Resensi buku berbeda dengan ringkasan buku. Ringkasan buku umumnya


faktual, berisi informasi mengenai penulis, judul, waktu, tempat penerbitan, dan
rangkuman isi buku. Sedangkan resensi buku lebih cenderung personal dan
merupakan ekspresi pendapat pembaca dari karya yang dibacanya secara lebih
spesifik. Resensi mengandung isi seperrti ringkasan, tapi mengulas lebih dalam
dengan memasukkan pendapat pribadi si pembaca karya. Namun, di Indonesia,
timbangan buku hanya menggunakan satu istilah, yaitu resensi buku. Sedangkan di
negara Barat ada dua istilah secara prinsip, yakni ringkasan buku (book report) dan
resensi buku (book review).5

Resensi buku termasuk dalam keluarga besar esei (tulisan yang bukan puisi
dan bukan naskah akademik-ilmiah). Namun ruang buku ada dalam ruang yang
khusus. Ada dua ciri pembedanya, yaitu (1) resensi buku selalu ditandai oleh Kartu
Tanda Buku (KTB) dan (2) resensi buku adalah ulasan atas satu atau lebih buku
yang tak hanya mencantumkan judul, penulis, dan halaman kutipan, tapi juga
menceritakan isi buku dan bila perlu pengalaman sang penulis atas buku itu. Jika
tak ada kedua unsur itu, maka disebut dengan artikel.6

4
Diana AV Sasa dan Muhidin M Dahlan, Berguru Pada Pesohor Panduan Wajib Menulis Resensi
Buku, (Yogyakarta: Dbuku, 2011), hal. 2
5
Ibid, hal. 3
6
Ibid, hal. 7-8
6

B. Jenis-Jenis Resensi
Terdapat berbagai jenis-jenis resensi sebagai berikut:

1. Resensi informatif. Biasanya dilakukan dengan memaparkan bagian-


bagian penting hanya secara singkat dari isi buku dan lebih menekankan
tentang kelebihan dan kelemahan isi buku atau karya tersebut.
2. Resensi Deskriptif. Resensi ini lebih banyak dilakukan untuk mengulas
buku-buku nonfiksi guna mengetahui secara rinci mengenai isi yang
terkandung pada setiap topik-topik atau bagian bab bukunya. Ulasan
secara detail tiap babnya dilakukan guna kepentingan untuk mengetahui
manfaat dan pentingnya informasi yang disampaikan dari buku tersebut
serta mencari kekuatan yang argumentatif yang dituangkan penulis di
dalam buku tersebut.
3. Resensi Kritis. Lebih berbentuk ulasan detail dengan menggunakan
metode dan pendekatan ilmu pengetahuan tertentu. Hasil resensi ini
biasanya cukup kritis dan objektif.7

Menurut Ali Usman, resensor senior, penulisan resensi umumnya dibagi tiga
sebagai berikut:

1. Deskripsi. Metode paling mudah untuk melakukan resensi buku, karena


hanya sekedar mengulas dan mempromosikan buku.
2. Kritis. Berani mengungkapkan kelebihan dan kekurangan buku dalam
menulis resensi sebuah buku.
3. Komparasi. Membandingkan buku yang diresensi dengan karya lain
yang sejenis. Metode penulisan ini biasanya dilakukan oleh resensor
senior.8

Selain itu, resensi juga diklasifikasikan menjadi tiga bidang garapan, yakni
(1) buku fiksi dan nonfiksi, (2) pementasan seni, seperti film, kaset, tari, drama,

7
Harson Kadir dan Lian Puluhulawa, Pias-Pias Materi Bahasa dan Sastra Indonesia Untuk Kelas
XII SMA/MA, (Yogyakarta: Deepublish, 2012) hal. 206-207
8
Andi Andrianto, Menaklukkan Media Berbagi Pengalaman Menulis Opini dan Resensi Buku,
(Jakarta: PT. Elex Media Komputindo, 2011), hal. 99-100
7

serta sinetron, dan (3) pameran seni, baik seni patung atau lukisan. Namun yang
lebih sering dilakukan mahasiswa di perguruan tinggi adalah menulis resensi buku
nonfiksi atau buku ilmiah yang integral dengan keterampilan membaca buku di
perguruan tinggi.9

Berdasarkan media atau forumnya, resensi dapat dibagi lagi menjadi dua
kelompok, yaitu resensi ilmiah dan resensi ilmiah populer. Dari kedua resensi buku
tersebut hal yang membedakannya adalah bahasa dantata cara penulisan yang
digunakan. Dalam sebuah resensi buku ilmiah menggunakan tata cara dan prosedur
keilmuan tertentu, menggunakan rujukan atau acuan, dan bahasa resmi dari buku
serta pembahasan dipaparkan selengkap-lengkapnya. Sementara itu, resensi buku
ilmiah populer tidak menggunakan rujukan atau acuan tertentu. Selain itu, isi
resensi hanya sering memaparkan bagian-bagian yang menarik saja. Penyajiannya
pun tidak terlalu tunduk pada bahasa resmi atau bahasa kaku. Penulisan resensi
karya ilmiah, diperlukan adanya pengumpulan data, informasi, atau pengetahuan
tambahan yang berkaitan dengan tema karangan ilmiah yang akan diresensi.
Pengetahuan tambahan ini dapat mempermudah dalam kegiatan menilai atau
bahkan membandingkan karya ilmiah satu dengan karya ilmiah lainnya.10

Selain meresensi karya ilmiah terdapat juga resensi ilmiah populer. Resensi
karya ilmiah populer ini banyak mengangkat atau memilih buku-buku yang ringan
dan cenderung banyak diminati oleh kalangan generasi muda. Tulisan-tulisan
ilmiah populer lazimnya menggunakan ragam bahasa yang sifatnya sedikit santai.
Resensi karya ilmiah populer lazimnya berisi atau membicarakan tentang ilmu
pengetahuan dengan teknik penyajian yang sederhana mengenai hal-hal kehidupan
sehari-hari. Sehingga dapat disimpulkan bahwa berdasarkan forumnya, resensi
dapat dibedakan dari segi penggunaan bahasa.11

9
Hamidulloh Ibda, Peningkatan Keterampilan Menulis Resensi Buku Ilmiah pada Mahasiswa
Melalui Program Satu Semester Satu Resensi (Tutor Tensi), (Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra
Indonesia, Vol. 2, No. 1, Januari 2020,
https://pdfs.semanticscholar.org/662a/41c026012097cb750f998bea4934ab80fc7d.pdf), hal. 3
10
Septian Refvinda Argiandini, Keterampilan Menulis Resensi, 2019,
https://osf.io/preprints/inarxiv/u26dz/, hal. 6
11
Ibid
8

Selain dengan media forumnya resensi buku juga dapat dibedakan


berdasarkan isi sajian atau isi resensinya. Resensi buku berdasarkan isi sajiannya
dapat digolongkan menjadi tiga jenis yaitu resensi informatif, resensi evaluatif, dan
resensi informatif-evaluatif. Sebuah resensi informatif berisi informasi tentang hal-
hal dari suatu buku. Pada umumnya, isi resensi ini hanya ringkasan mengenai apa
isi buku atau hal-hal yang bersangkutan dengan isi buku. Sedangkan resensi
evaluatif lebih banyak menyajikan penilaian peresensi tentang isi buku atau hal-hal
yang berkaitan dengan buku. Resensi buku pada dasarnya adalah deskripsi yang
melibatkan analisis kritis dan bertujuan mengevaluasi makna dan pentingnya
sebuah buku. Menganalisi secara kritis adalah memahami secara mendalam dan
melakukan upaya-upaya analisis-evaluatif bacaan sebagai kebutuhan untuk
menguji, apakah informasi tersebut otentik atau tidak.12

Sedangkan resensi informatif-evaluatif menyajikan semacam ringkasan


buku atau hal-hal penting yang ada di buku juga menyajikan penilaian peresensi
tentang isi buku. Resensi informatif-evaluatif merupakan resensi yang paling
banyak dipilih oleh penulis maupun pembaca karena dianggap paling ideal dan
mencakup kedua jenis resensi lainnya. Dari paparan diatas dapat disimpulkan
bahwa resensi buku dapat digolongkan menjadi tiga, yang mana ketiga jenis
tersebut memiliki kajian masing-masing.13

C. Tujuan Resensi
Sebelum menulis resensi, hendaknya peresensi memahami terlebih dahulu
tujuan resensi. Secara umum tujuan meresensi sebuah buku yaitu untuk
menginformasikan isi buku tentang yang ditulis dan dibahas kepada masyarakat
luas dan para pembaca pada khususnya. Resensi bertujuan menyampaikan kepada
pembaca apakah sebuah buku atau hasil karya sastra patut mendapat sambutan dari
masyarakat atau tidak. Seorang peresensi buku akan memeberi tahu pembaca
tentang buku itu, apa kelebihan dan kelemahannya, apakah peresensi

12
Ibid, hal. 7
13
Ibid
9

merekomendasikannya atau tidak, dan bagi siapa buku itu berguna. Pada intinya
penulis resensi akan memberitahukan isi dari garis besar buku yang ia resensi.
Dalam hal ini seorang peresensi harus paham mengenai seluruh isi karya atau buku
tersebut agar dapat disampaikan kepada masyarakat, layak tidaknya karya atau
buku ini dinikmati dan dibaca oleh masyarakat pada umumnya. Selain itu resensi
juga menyediakan dan menyajikan jawaban yang ditimbulkan oleh pembaca ketika
melihat buku yang baru diterbitkan.14

Saat meresensi, kita juga akan memberikan komentar atau tanggapan,


semacam penilaian terhadap kelebihan dan kekurangannya. Resensi akan
memperkenalkan kepada pembaca karya pengarang baru dan selalu mengajak kita
mengikuti perkembangan dari yang lebih lama menuju yang baru. Penulis resensi
juga memiliki tujuan untuk mengajak pembaca untuk memikirkan, merenungkan,
dan mendiskusikan masalah yang muncul dalam sebuah buku. Resensi juga dapat
bertujuan untuk memperkenalkan suatu karya atau buku keluaran terbaru kepada
orang lain yang belum membaca karya atau buku yang diresensi. Secara sederhana
teks resensi juga bertujuan menyajikan informasi secara komprehensif tentang
sebuah karya, serta mempengarui penikmat karya untuk memikirkan,
merenungkan, dan mendiskusikan fenomena dalam suatu karya, serta memberikan
pertimbangan kepada pembaca apakah sebuah karya layak dinikmati atau tidak.15

Berikut uraian lain dari tujuan resensi buku:

1. Sebagai bahan masukan untuk penulis buku selanjutnya, karena dengan


diresensinya buku yang ditulis akan diketahui kelemahan buku tersebut.
2. Untuk mengetahui kualitas buku yang ditulis.
3. Untuk mendapatkan kebutuhan finansial (menambah pendapatan).
4. Sebagai alat promosi buku-buku yang baru diterbitkan.16

14
Ibid, hal. 4
15
Ibid
16
Sujinah dkk., Buku Ajar Bahasa Indonesia Edisi Revisi, (Surabaya: UM Surabaya Publishing,
2018), hal. 133
10

Media massa sering menyajikan kolom resensi untuk para penulis resensi
dalam membagikan komentar maupun pujian pada sebuah karya, seperti buku.
Tujuan menulis resensi buku bagi media massa sebagai berikut:

1. Membantu pembaca mendapat gambaran dan penilaian umum terhadap


buku yang diresensi.
2. Memaparkan kelemahan dan kelebihan buku yang diresensi.
3. Menjelaskan latar belakang dan alasan buku tersebut diterbitkan.
4. Mengetahui perrbandingan buku yang telah dihasilkan penulis yang sama
atau buku-buku karya penulis lain yang sejenis.
5. Bagi penulis buku yang diresensi, resensi buku bisa sebagai masukan
berharga bagi proses kreatif penulis selanjutnya.17

D. Manfaat Resensi
Menulis resensi juga mendatangkan banyak manfaat bagi para pembaca
maupun untuk para penulis resensi. Manfaat menulis resensi dapat mempertajam
kemampuan menulis dan berpikir kritis seseorang. Ada empat manfaat membuat
resensi buku, yaitu (1) mengasah intelektual, (2) memahami secara mendalam isi
buku yang diresensi, (3) mendapat penghasilan jika resensi tersebut dimuat di
media massa, dan (4) akan dikenal dan direkrut untuk terus meresensi buku oleh
penerbit buku jika telah produktif membuat resensi.Tulisan resensi yang dihasilkan
juga dapat dimanfaatkan oleh penerbit media massa, sebuah resensi buku
dimanfaatkan sebagai berita khas yang memberikan informasi cukup cermat, teliti,
dan menarik bagi pembaca.18

Dengan menulis, seseorang mampu mengungkapkan gagasan secara


sistematis, jelas, logis, serta mampu berkomunikasi sesuai dengan konteks. Selain
itu, melalui kegiatan menulis, gagasan yang diungkapkan dapat diketahui oleh
banyak orang sehingga dapat bermanfaat bagi masyarakat luas. Manfaat yang

17
Tri Agus Susanto, Ayo Menulis Di Media Massa, (Yogyakarta: Penerbit dan Percetakan Lintang
Pustaka Utama, 2013) hal. 8
18
Septian Refvinda Argiandini, op. cit., hal. 5
11

palingdirasakan oleh peresensi adalah bertambahnya wawasan dan


pengetahuannya. Berdasarkan pendapat tersebut dalam hal ini keterampilan
menulis seseorang juga akan semakin meningkat dengan sering berlatih membaca
dan menulis sebuah resensi. Sehingga menjadi penulis resensi juga banyak menarik
masyarakat untuk mencobanya, karena selain banyak manfaat yang akan dirasakan
oleh para penulis resensi, karena hasil karya tulis resensi juga dapat digunakan
sebagai lapangan pekerjaan. Menjadi seorang peresensi buku memang tidak akan
sia-sia, karena ilmu dan pengetahuan yang ia dapat akan sangat membantu untuk
dirinya maupun untuk orang lain yang membaca karya resensi yang dihasilkan.19

Adapun manfaat tulisan resensi bagi pembaca ialah mendapatkan


bimbingan dalam memilih buku, berminat untuk membaca atau mencocokkan
seperti apa yang ditulis dalam resensi, dan pembaca yang tidak memiliki waktu
untuk membaca buku, dapat menggunakan resensi sebagai sumber informasi yang
tidak bisa dibacanya.20

Paling tidak, ada tiga keuntungan meresensi buku bagi seorang peresensi
sebagai berikut:

a. Dalam bidang psikologi, menulis adalah soal eksistensi. Dengan


menulis, ada kebanggaan tersendiri bagi penulisnya apalagi bila resensi
itu mendapatkan sambutan dari pembacanya.
b. Secara ekonomi, jika sebuah resensi dimuat di media cetak komersial,
kerja meresensi itu bisa memberikan asupan ekonomis. Beberapa media
massa nasional membayar sebuah resensi yang dimuatnya dengan jutaan
rupiah. Dan beberapa penerbit yang bukunya diresensi kerap membri
tambahan honor dan sejumlah buku sebagai ucapan atas diresensinya
buku mereka.

19
Ibid
20
Anton Wahyudi, Bahasa Indonesia, (Buku Perkuliahan Program S-1 Jurusan Bahasa dan Sastra
Arab Fakultas Adab UIN Sunan Ampel Surabaya, 2013,
https://core.ac.uk/download/pdf/146820329.pdf#page=82), hal. 76
12

c. Menurut bidang keilmuan, meresensi pada dasarnya dalah latihan


paling dasar sebelum menjadi penulis buku. Dengan meresensi buku
kita tahu bagaimana sebuah buku dibuat.21

Menulis resensi buku juga bermanfaat bagi penulis buku, penerbit, dan
media massa. Bagi penulis buku, resensi yang ditulis orang lain tentang karyanya
adalah bentuk apresiasi berupa pembuktian bahwa bukunya sampai ke pangkuan
pembacanya. Dengan resensi, penulis buku dapat mengembangkan karya lebih baik
untuk karya-karya selanjutnya. Resensi atas karyanya pula yang membantu penulis
buku mengenalkan dirinya sebagai seorang penulis kepada khalayak.22

Bagi penerbit, resensi buku membantu penerbit untuk mengiklankan


bukunya secara gratis yang secara tidak langsung akan mendongkrak nilai
penjualan. Sedangkan bagi media massa yang menyediakan kolom resensi di
halamannya akan terbantu untuk meningkatkan nilai pemasarannya. Terutama bila
yang diresensi adalah buku yang ditulis oleh penulis ternama, karya laris, atau milik
penerbit besar.23

E. Unsur-Unsur Resensi
Unsur-unsur yang harus ada dalam sebuah resensi dan membangun sebuah
teks resensi sebagai berikut:

1) Judul resensi
2) Data buku
Mencakup judul buku, pengarang, penerbit, dan tahun terbit beserta
cetakannya.
3) Pendahuluan
Biasanya menyajikan gambaran umum tentang buku yang diresensi.

21
Diana AV Sasa dan Muhidin M Dahlan, op. cit., hal. 4-5
22
Ibid, hal. 6
23
Ibid, hal. 6-7
13

4) Inti atau pernyataan resensi buku


Menjelaskan kelemahan dan kelebihan buku yang diresensi.
Peresensi juga menilai apakah buku tersebut layak untuk dibaca atau
tidak. Para peresensi harus menilai buku tersebut secara objektif dan
akurat.
5) Penutup
Biasanya berisi alasan kenapa buku tersebut ditulis dan kepada siapa
buku tersebut ditujukan.24

Sedangkan struktur teks resensi terdiri atas:


1. Jenis buku, peresensi mengklasifikasikan golongan buku.
2. Latar belakang buku, berisi format buku, gambar, cover, kertas yang
dipakai, jenis huruf, tebal buku, dan informasi yang mendukung
tentang fisik buku atau karya seni yang akan diresensi.
3. Bahasa yang digunakan.
4. Nilai-nilai buku, berupa gambaran umum isi buku dan peresensi
dapat membandingkan karya yang diresensi.
5. Kesimpulan, berisi tentang simpulan dari resensi buku yang memuat
tentang kelayakan karya tersebut.

Sebelum menulis resensi, seorang peresensi harus menyiapkan beberapa hal


berikut.
1. Memilih dan mencari buku yang akan diresensi, pilihlah buku yang
disukai. Namun jika resensi itu ditujukan untuk dimuat media
massa, sebaiknya pertimbangkan bahwa buku itu belum pernah
diresensi di media itu, isinya mengadnung unsur kebaruan terkait
dengan isu publik yang sedang hangat dibicarakan di media massa,
memiliki kedekatan dengan karakter media.

24
Septian Refvinda Argiandini, op. cit., hal. 10
14

2. Buku terbitan baru atau lama? Buku terbitan kapan yang akan
diresensi? Tergantung. Jika resensi tersebut dikirim ke media massa,
umumnya buku baru yang rentang setahun ke belakang dari
sekarang. Tapi bila resensi diperuntukkan untuk kebutuhan khusus,
seperti untuk diterbitkan menjadi sebuah buku, maka kriterianya
bukanlah terbitan baru atau lama tetapi pada topik apa yang akan
diangkat.
3. Meresensi buku mulanya adalah aktivitas membaca.membaca bagi
peresensi adalah pekerjaan mutlak. Mata baca seorang peresensi
adalah gabungan dari mata wisatawan dan mata seorang penyidik.
Ia bisa saja mengagumi sebuah buku, tapi di kelokan lain ia akan
menjadi penuduh buku yang keras atas buku-buku yang tak becus
dan mengantongi catatan kriminal berta, seperti penjiplakan dan
pencemaran nama baik buku tersebut.
4. Menyiapkan serangkaian pertanyaan interogatif dan menyusun
daftar pertanyaan itu dengan mengurutkan apa yang harus dijawab
oleh buku tersebut. Pertanyaan itu seklaigus menjadi peta gagasan
dalam menyusun resensi nantinya.25

Sedangkan berikut adalah beberapa hal yang harus dipahami oleh peresensi
sebelum menulis resensi, yakni:

1. Harus memahami sepenuhnya tujuan pengarang buku. Dapat


diketahui dari kata pengantar atau bagian pendahuluan dalam
sebbuah buku.
2. Harus menyadari sepenuhnya tujuan dari meresensi buku.
3. Harus memahami sepenuhnya latar belakang pembaca yang menjadi
sasarannya dengan memperhatikan selera, tingkat pendidikan, dan
status sosialnya.
4. Memahami karakter media massa.26

25
Diana AV Sasa dan Muhidin M Dahlan, op. cit., hal. 10-14
26
Anton Wahyudi, op. cit., hal. 76-77
15

Ada enam langkah yang baik untuk meresensi buku, antara lain:

1. Pengenalan terhadap buku yang akan diresensi. Mengenalkan tema


buku disertai dengan deskripsinya, kemudian mencantumkan
identitas buku.
2. Membaca dan memahami buku yang akan diresensi berulang kali,
sehingga persoalan utama buku dapat diketahui.
3. Memberikan tanda pada bagian-bagian teks atau isi buku yang
patut mendapatkan perhatian khusus.
4. Membuat sinopsis atau intisari singkat buku yang akan diresensi.
5. Menentukan sikap atau menilai buku. Dengan memperhatikan
keterkaitan antar bab dalam buku tersebut, adanya keistimewaan
penulis dalam buku, penggunaan bahasa, dan tampilan buku.
6. Menyunting dan membaca ulang hasil resensi dengan
menggunakan dasar-dasar meresensi buku.27

Hal-hal yang dianggap penting bagi peresensi dalam menulis resensi


sebagai berikut:
1. Mencantumkan identitas buku (judul buku, pengarang, penerbit,
tahun terbit dan edisinya, jumlah halaman, dan harga jikalau
diperlukan).
2. Membuat pembukaan tulisan resensi, dengan memperkenalkan
pengarang buku, menjelaskan keistimewaan buku, merumuskan
tema buku, mengungkapkan kritik terhadap kelemahan buku,
mengungkapkan kesan kelebihan buku, memperkenalkan penerbit,
mengajukan pertanyaan, dan membuka percakapan atau dialog.
3. Membuat isi pernyataan resensi buku. Biasanya memuat tentang
sinopsis, ulasan singkat, keunggulan buku, kelemahan buku,

27
Ibid, hal. 78-79
16

rumusan kerangka buku, penggunaan bahasa penulis buku, dan


kesalahan-kesalahan buku.
4. Menutup isi resensi buku, umumnya dengan memberikan saran
atau sasaran untuk pembaca buku.28

28
Ibid, hal 79-80
17

BAB III
PENUTUP

KESIMPULAN
1. Pengertian resensi buku adalah sebuah tulisan yang dihasilkan dari usaha
seorang pembaca untuk memberikan komentar atau kesan buku yang sudah
dibacanya, dan komentar itu dapat berupa kritik dan pujian. Resensi juga
terbagi menjadi beberapa jenis, yaitu (1) resensi informatif; (2) resensi
deskriptif; dan (3) resensi kritis. Menurut Ali Usman, resensi ada tiga jenis,
yakni deskripsi, kritis dan komparasi. Berdasarkan media atau forumnya,
resensi dapat dibagi menjadi dua, antara lain resensi ilmiah dan resensi
populer. Lalu, berdasarkan isi sajian atau isi resensinya dibagi menjadi tiga
jenis, yaitu (1) resensi informatif; (2) resensi evaluatif; dan (3) resensi
informatif-evaluatif. Kemudian, teks resensi dibuat berdasarkan unsur-unsur
berikut: judul resensi, data buku, pendahuluan, inti atau penyataan resensi
buku, dan penutup. Sedangkan, struktur resensi terdiri atas jenis buku, latar
belakang buku, bahasa yang digunakan, nilai-nilai buku, dan kesimpulan.
2. Tujuan resensi umumnya adalah untuk menginformasikan isi buku tentang
yang ditulis dan dibahas kepada masyarakat luas dan para pembaca pada
khususnya, sebagai bahan masukan untuk penulis buku selanjutnya, untuk
mengetahui kualitas buku yang ditulis, untuk mendapatkan kebutuhan
finansial, dan sebagai alat promosi buku-buku yang baru diterbitkan.
Sedangkan manfaat resensi dapat mengasah intelektual, memahami secara
mendalam isi buku yang diresensi, mendapat penghasilan jika resensi tersebut
dimuat di media massa, dan penulis akan dikenal dan direkrut untuk terus
meresensi buku oleh penerbit buku jika telah produktif membuat resensi.
18

DAFTAR PUSTAKA
Andrianto, Andi. 2011. Menaklukkan Media Berbagi Pengalaman Menulis
Opini dan Resensi Buku. Jakarta: PT. Elex Media Komputindo.
Argiandini, Septian Refvinda. 2019. Keterampilan Menulis Resensi, 2019,
https://osf.io/preprints/inarxiv/u26dz/
Ibda, Hamidulloh. Januari 2020. Peningkatan Keterampilan Menulis
Resensi Buku Ilmiah pada Mahasiswa Melalui Program Satu Semester Satu Resensi
(Tutor Tensi). Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Vol. 2, No. 1.
https://pdfs.semanticscholar.org/662a/41c026012097cb750f998bea4934ab80fc7d.
pdf
Kadir, Harson dan Puluhulawa, Lian. 2012. Pias-Pias Materi Bahasa dan
Sastra Indonesia Untuk Kelas XII SMA/MA. Yogyakarta: Deepublish.
Rosadi, Imron. 2009. Menulis Siapa Takut?. Yogyakarta: Kanisius.
Sasa, Diana AV dan Dahlan, Muhidin M. 2011. Berguru Pada Pesohor
Panduan Wajib Menulis Resensi Buku. Yogyakarta: Dbuku.
Sitepu, B. P. Juni 2013. Teknik Menyusun Resensi Buku. Jurnal Pendidikan
Penabur. https://www.academia.edu/download/35290748/
Sujinah dkk. 2018. Buku Ajar Bahasa Indonesia Edisi Revisi. Surabaya: UM
Surabaya Publishing.
Susanto, Tri Agus. 2013. Ayo Menulis Di Media Massa. Yogyakarta:
Penerbit dan Percetakan Lintang Pustaka Utama.
Wahyudi, Anton. 2013. Bahasa Indonesia. Buku Perkuliahan Program S-1
Jurusan Bahasa dan Sastra Arab Fakultas Adab UIN Sunan Ampel Surabaya.
https://core.ac.uk/download/pdf/146820329.pdf#page=82

Anda mungkin juga menyukai