Anda di halaman 1dari 15

c  cc  


 c
c   c  
     
By rohmanpsikfkkumj

PERSEPSI PERAWAT TENTANG KONSEP SPIRITUALITAS DAN ASUHAN SPIRITUAL,


SEBUAH RENUNGAN

Oleh Rohman Azzam (PSIK FKK UMJ, rohman.azzam@yaho.co.id)

Indonesia adalah negara yang menganut dan mengakui faham Ketuhananð Sikap ini tercermin
dari rumusan konstitusi dasar negara Pancasila, dalam pernyataan sila pertamanya, Ketuhanan
yang Maha Esa. Telah dipahami bersama bahwa Dasar Negara Pancasila merupakan sumber dari
segala sumber hukum yang berlaku di Indonesia. Pernyataan tersebut mengandung arti, semua
peraturan perundangan yang ada di Indonesia harus merujuk dan tidak boleh bertentangan
dengannya. Konsekwensi dari sikap konstitusional itu diantaranya adalah semua penduduk di
Indonesia wajib berketuhanan dan dilarang berkembangnya ateisme. Klien adalah anggota
masyarakat yang merupakan bagian dari penduduk baik dalam skala nasional (klien sebagai
bagian dari penduduk suatu negara) maupun dalam skala global (klien sebagai bagian dari
penduduk dunia).

Klien dalam perspektif keperawatan seperti dikemukakan Henderson (2006) merupakan


individu, keluarga atau masyarakat yang memiliki masalah kesehatan dan membutuhkan bantuan
untuk dapat memelihara, mempertahankan dan meningkatkan status kesehatannya. Sebagai
manusia, klien selain sebagai mahluk individu, juga merupakan mahkuk sosial dan mahluk
Tuhan. Berdasarkan hakikat manusia itu, maka keperawatan memandang manusia sebagai
mahluk yang holistik yang terdiri atas aspek biologis (fisiologis), psikologis, sosiologis, kultural
dan spiritual. Hal ini seperti di nyatakan Xiaohan (2005) bahwa manusia merupakan satu
kesatuan yang utuh yang terdiri atas fisiologis (  ), psikologis (  ), sosial
(social), spiritual ( 
 ), dan kultural ( 
). Hal serupa dikemukakan Dossey & Dossey
(1998), Govier (2000), dan Stoter (1995) dalam Govier (2000) yang menyatakan bahwa manusia
merupakan mahluk unik dan kompleks yang terdiri atas berbagai dimensi. Dimensi yang
komprehensif pada manusia itu meliputi dimensi biologis (fisik), psikologis, sosial, kultural dan
spiritual. Dalam kata lain, Makhija (2002) mendeskripsikan bahwa tiap individu manusia adalah
mahluk yang holistik yang tersusun atas    dan  
 ð Beberapa pandangan pakar di
atas, sesungguhnya memiliki esensi yang sama bahwa manusia adalah mahluk unik yang utuh
menyeluruh, yang tidak saja terdiri atas aspek fisik, melainkan juga psikologis, sosial, kultural
dan spiritual.

Tidak terpenuhinya kebutuhan manusia pada salah satu saja diantara dimensi di atas akan
menyebabkan ketidaksejahteraan atau keadaan tidak sehat. Kondisi tersebut dapat dipahami
mengingat dimensi fisik, psikologis, sosial, spiritual, dan kultural atau dimensi  dan
 
  merupakan satu kesatuan yang utuh. Tiap bagian dari individu tersebut tidaklah akan
mencapai kesejahteraan tanpa keseluruhan bagian tersebut sejahtera. Terkait konsep ini, Plato
dalam Makhija (2002) mengungkapkan bahwa tidak sepatutnya berusaha mengobati dan
menyembuhkan mata tanpa kepala, atau mengobati kepala tanpa badan, demikian juga badan
tanpa jiwa, karena bagian-bagian tersebut tidak akan pernah sejahtera kecuali keseluruhannya
sejahtera. Kesadaran akan konsep ini melahirkan keyakinan dalam keperawatan bahwa
pemberian asuhan keperawatan hendaknya bersifat komprehensif atau holistik, yang tidak saja
memenuhi kebutuhan fisik, psikologis, sosial, dan kultural tetapi juga kebutuhan spiritual klien.

Dimensi spiritual merupakan salah satu dimensi penting yang perlu diperhatikan oleh perawat
dalam memberikan asuhan keperawatan kepada semua klien. Bahkan, Makhija (2002)
menyatakan bahwa keimanan atau keyakinan religius adalah sangat penting dalam kehidupan
personal individu. Lebih lanjut dikatakannya, keimanan diketahui sebagai suatu faktor yang
sangat kuat ( 
 ) dalam penyembuhan dan pemulihan fisik. Mengingat pentingnya peranan
spiritual dalam penyembuhan dan pemulihan kesehatan maka penting bagi perawat untuk
meningkatkan pemahaman tentang konsep spiritual agar dapat memberikan asuhan spiritual
dengan baik kepada semua klien.

Sementara itu, jika kita lakukan analisis situasi saat ini, termasuk di Indonesia, kenyataannya
menunjukan bahwa asuhan spiritual ( 
  
) belum diberikan oleh perawat secara
kompeten. Setidaknya fakta tersebut, didasarkan oleh beberapa data yang didapat penulis dari
hasil penelusuran terhadap berbagai sumber di beberapa negara maupun pengalaman dan
observasi klinis penulis di beberapa institusi atau lembaga pelayanan kesehatan dimana penulis
pernah melaksanakan praktik klinik. Fakta tersebut antara lain seperti yang di kemukakan oleh:
1) Rankin dan DeLashmutt (2006) dalam penelitiannya yang menemukan bahwa banyak perawat
mengakui belum memahami secara jelas dan mengalami kebingungan antara konsep spiritualitas
dan religius, 2) kesimpulan Rieg, Mason dan Preston, (2006) dalam studinya juga
memperlihatkan terdapat banyak perawat yang mengakui bahwa mereka tidak dapat memberikan
asuhan spiritual secara kompeten karena selama masa pendidikannya mereka kurang
mendapatkan panduan tentang bagaimana memberikan asuhan spiritual secara kompeten, 3)
Makhija (2002) melihat bahwa praktik asuhan spiritual menjadi sulit ditemukan akibat terjadinya
pergeseran budaya dalam pelayanan kesehatan dan kedokteran yang lebih berespon terhadap
kepentingan bisnis yang berorientasi material, dan 4) kesimpulan sementara penulis dari hasil
observasi penulis selama melaksanakan praktik di tatanan pelayanan kesehatan yang
menyimpulkan bahwa asuhan spiritual belum dilakukan oleh perawat dalam praktik
profesionalnya sehari-hari dengan dibuktikan oleh sulitnya menemukan dokumen dalam catatan
keperawatan yang memperlihatkan bukti bahwa asuhan spiritual telah dilakukan dengan baik.

Disamping itu merujuk pada hasil riset yang dilakukan di negara lain seperti oleh Oswald (2004)
dalam disertasinya berjudul 
 
    
     
  
 di Drake
University Amerika, yang merekomendasikan empat hal untuk dilakukakn penelitian lebih lanjut
meliputi 1) perlunya penelitian lanjutan yang serupa pada populasi dan lokasi (termasuk negara)
berbeda, yang mempunyai latar belakang sosiobudaya berbeda, 2) penelitian dilakukan dalam
kerangka waktu yang lebih panjang, 3) perlunya memperluas data demografi meliputi tiga area
antara lain lokasi dimana perawat melakukan praktik profesionalnya (  
 ),
tingkat pendidikan perawat (       
), dan lamanya bekerja (
 

  
); dan 4) penelitian spiritualitas dan asuhan spiritual dalam kurikulum
pendidikan keperawatan. Hasil studi tersebut kiranya menjadi fenomena penting yang perlu
dilakukan studi lebih lanjut.

Berdasarkan uraian di atas tampak adanya dua pertentangan antara pentingnya asuhan spiritual di
satu sisi dan fakta permasalahan aplikasi asuhan spiritual oleh perawat di sisi lainnya, sekaligus
juga peluang dan tantangan untuka melakukan studi lebih lanjut terkait dengan spiritualitas dan
asuhan spiritual. Untuk itu perlu direnungkan dan dilakukan pengkajian lebih lanjut bagaimana
persepsi perawat tentang konsep spiritualitas dan asuhan spiritual, sebagai langkah awal untuk
mulai memfokuskan dan mendudukan sama pentingnya aspek spiritual, seperti juga aspek
lainnya (fisik, psiko, dll). Setelah itu perlu pula studi lanjutan tentang faktor-faktor apa yang
mempengaruhi implementasi asuhan spiritual, baik faktor pendukung maupun penghambatnya.

c   
           

 
 
  

 
    

  
 
  
  

  
 
   
   
    


 
   
    

 
 

c c   
 
  


 
  
  
    
    

      

 

   
   


  

  


 



 
   
 
    
    
   


 
      
  
 
  
 


 
  


    

   




        

    
     



 


!        



  
 
 
     

     
   

 

 
  " 

 
  

    


     
   
 

     

  


      

    
     
  
 

     

  
   

   
 
     
  
    


 
   #



      



 


$
 
     

 

 
   

 

          

 
   
 
        

 
"

 

  

 


  
   
   

      
      

 

 

     

       
  
  



      

  
 
  


          
      



   
 
    


 

  
  
  
        

   
  

  




     
     
     
 
  





% 

    
  
 
         


         

 
   

        

 
      
 
   
 






BAB II
KECERDASAN SPIRITUAL
A. Pengertian Kecerdasan Spiritual
Ê 
     
 
   

     
       
  
  
    
    
Ê  
 
   
spirit     

spritus  

 
        

 
  
    spirit    



  immaterial 

  
 
 
 

   

 


 
     
 

    
    
    
          
   
      
 


   
 
 
  
 
 
 !   "  Kamus Besar Bahasa Indonesia#$
%
& ! 
'()
 *'+
,& Kekuatan ESQ: 10 Langkah Meningkatkan Kecerdasan Emosional
Spiritual
 -&   #.  %!,! 
  
*//()
 
'+
$!0 Kamus Lengkap Psikologi#$
%1 ! ')
 '
2/
3 .4  
%
5    
       
   
  
  
  
  
    
      
      Ê6  
     
  .6 76
   
Ê6     


 8'/

  
  
      
   
     
       
        .6 76Ê     

   
 
 

 .6 
76    
   


  
       

   
Ê 
    
  
  

 

    ,     
94   
  

 
       
 
      
 
 



  
  
 

 
 
,    
:   
    

 ,  
 
     & 
    
 9  
     
  
  
    , 
     
        
     ;  

      
  


    
'/-<- 
ahasia Sukses Membangun Kecerdasan Emosi & Spritual
ESQ#$
%-*//')
 '=
    

   
. 
-
  
     5, 8  


 

   


   


 
    
  ''
1  >

  
  Ê    
 
 5   8!    
  
   # 
 )  5   
 
   8$ 
 
   
     
  at home 
 in side 

        .       


          
5   8
 
 
'*
Ê 
-<- 
     
 
      
     
 
    
       


    
#)      
  
#
 
) 
    - '(
   
    
   
  
    .   



           

''Ê ? @Antara Tuhan, Manusia dalam Alam; Jembatan Filosofis dan
eligius Menuju Puncak Spritual
  - @ 3#9
%.10*//()

 '
'*Ibid
'(-<- 
op. cit=

            


 
  



    



    
      

Ê4! 

 
 
    
 
  

          


    

      
       
   
  

:
  
  -  
 1 

4  Ê-A   
  6Ê
- $ B+*%*
-
%Dialah yang mengutus seorang asul kepada kaum yang buta
huruf dari kalangan mereka sendiri yang membacakan kepada
mereka ayat-ayat-Nya, menyucikan (jiwa) mereka dan
mengajarkan kepada mereka kitab dan hikmah (sunnah), meskipun
sebelumnya mereka benar-benar dalam kesesatan yang nyata.8
Ê 
   .  
       

       

     
  

   
     

 
 
  
 
 
 -1.Al-Qur¶an dan Terjemahannya, Edisi Khat Madinah#& 
%Ê 0
4 *//=)==(
Ê
     
-   

   
  
 

 

   
      
  
     
  
 

!   

  .       
 
     
     
    
 
  5 


8
  
Ê              
 
 
 
?   


  

      


    
    
    
    4  

 



 


 
 
  
   
   
    5   8     
@     
  
   
  Ê

  

   
   
5  
 
8
  -  
   
     
 
 
 
  
 
 9 
 

  
  

 
   
      
  


   
# 
)
    
  

 
          $  
   
 
 

 ,    

   
     
     
 


 
  
 .
    

  

#  . 
  
   
 ) 
 

#  . 
  
  
 

  , )   


     
   
   


        


 
 
    
  
 
  
        
,    
 5
8  
  , 5 
8
 ,  
  

    
. 
    
   
 


 

    
      


        
   
   
      
. Ê  
   
 
   
 

     

   
    
   ,
  
       



 
    Ê 
      
       
  
 
    
 

             
 

 Ê ? @op. cit'/
   
      


 
 
 
Ê   
      
  
   
 
  . Ê     


   
        
 
.     
      

      
Ê  

   
     
!       
 
    $ 
  
     
       
      '/
    
   
 
  

        
 
   4 
  5  8.   -

     

  
    
, 4  ,    
   

 
   
   

  
    
     

     


  @#   

)Ê
    
  
  
        
@Ê    
     
!C 
.
Membangkitkan Kesadaran Spritualitas
 1
-

#& %!
? *//*)
 ''
'/Ibid.'

         


   
  
4    

  


 
 
  -       

       
 

 

, 
  & 
   
  
 
         
     
      
 
   

   
  
  
 !     
        
  
$   
     

   
 
     


  
  
 
 
     
        

B. Ciri-Ciri Kecerdasan Spiritual
1 
-7  
  $  1
 
=    
 '*
'   
 
   
 
*   
  

    
 

 
  
   
   
 
 -   , 
   
'* 
 D D
 DE
#
  

)
 
  
    
 .   
 
         
     

(   
      
2   
        
  

   
-    
 
      
  
   .    
    
 .      
 
- 
6 B Ê 
=   
  

  

   ,  
     
 
   
    
   
      
4  
4Ê
#*///)       
 
 #Ê6)        
 
  
5  8
 5

8
     
5   8 

5 

8'(
    

 
 
    
    
 
 
      
  
 

      
 
   %
4
!Ê
 "F 7A  Mendidik Kecerdasan#$
%! 

'(
! >*//()
 '2+
4  ,  ? $ 
4  

 10  
 
  ,
,
      1    


  
   

 
 
 C    
 
 
  


 
 
 
       '2
C  
 #

 ) 
  
    
   
     

 
 
  
    
 
   





 
Ê      
   
  
         
 
      - ÊA,

         
    
 
; 
  
  

    
  
    
 
  
   - 
  
    
  

 

   
'2,
,Kecerdasan ohaniyah Transcendental Intelegensi# %< 
.! *//()
 ('/
>  
       

  
 
 
 



    %
')4   
     

  
*)4 
    
  
()4        
 
   
2)4      
=)4   
 
      
+)4 
     
)4         
   
  
   


    

  
  !  
  
  

      
     
        

  

      


   
      
    
       
 
F-   6ÊF  
#2')
%2+
-
%Barang siapa yang mengerjakan amal yang saleh maka
(pahalanya) untuk dirinya sendiri dan barang siapa yang
berbuat jahat maka (dosanya) atas dirinya sendiri; dan sekalikali
tidaklah abb-mu menganiaya hamba-hamba (Nya).15
'=  
 -1.Op. Cit.2'
4  ! ? 
!    
  
  
   

 
  7
  
    

 
 
      
   
     
   Ê  


  
       



 Ê 
-    
- Ê#') '/
-
%Maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan
dan ketaqwaannya, (8) sesungguhnya beruntunglah orang
yang mensucikan jiwa itu, (9) dan sesungguhnya merugilah
orang yang mengotorinya. (10)16
&  -  
 
   

     - 
   
   

 
    
 
  
     
     
 
>    
     
   -  
 
   
  
 
   

. 
'+ Ibid==
-    - 6 B 
F  

%(/
-
%Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: ³Tuhan kami
ialah Allah´ kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka,
maka malaikat akan turun kepada mereka (dengan
mengatakan); ³Janganlah kamu merasa takut dan janganlah
kamu merasa sedih; dan bergembiralah kamu dengan
(memperoleh) surga yang telah dijanjikan Allah kepadamu´.17
Ê  4   - 
>      
    
  -   
 

    
 


  
 - ÊA,   
 
        
 
 
 
      
     
      
!      -   




  
 

   
   

   
         - 
' Ibid2/
F- ÊA,   - G.
''%
-
%(yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau
duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan
tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): ³Ya
Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia.
Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka.
(QS. Ali µImran (3) ayat 191).18
0      
.      
   



          
        
  
       
-    - 6 B 
-
, %'
-
%Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan,
sebahagian mereka (adalah) menjadi penolong bagi sebahagian
yang lain. Mereka menyuruh (mengerjakan) yang ma¶ruf,
mencegah dari yang mungkar, mendirikan sembahyang,
menunaikan zakat, dan mereka ta¶at kepada Allah dan asul-
Nya. Mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah; sesungguhnya
Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.19
' Ibid=
' Ibid'
& & 
4       
  
 
 
          4 
 

    
   
  
    
    
      
-       
- .(%'(2
-
%(yaitu) orang-orang yang menafkankan hartanya), baik diwaktu
lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan
amarahnya dan mema¶afkan (kesalahan) orang. Allah menyukai
orang-orang yang berbuat kebajikan.20
4  7 

4       
   
       
 
   
 
   
     
 
 
*/ Ibid+
C. Fungsi Kecerdasan Spiritual
4    
     
 
 -          
   
    
 - 


         @*'
F-    
F  

((%
-
%Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang
menyeru kepada Allah, mengerjakan amal yang saleh, dan
berkata: ³Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang
menyerah diri?´ 22
-
%Sesungguhnya Allah Ta¶ala jika mencintai seorang hamba, Allah
menyeru kepada Jibril, kemudian berfirman: µSesungguhnya Aku
mencintai fulan, maka cintailah dia.¶ Lalu, Jibril mencintainya.
Kemudian (Jibril) menyeru penduduk langit dan berkata:
³Sesungguhnya Allah mencintai fulan maka hendaklah kalian
mencintainya.´ Kemudian penduduk langit pun mencintainya.
Kemudian diletakkan padanya penerimaan di bumi (yakni dicintai
penduduk bumi).
*'4: - Meledakkan IESQ dengan Langkah Taqwa dan Tawakal#$
%
3 ?*//=)
 '''
** 
 -1.Op. Cit2'

Demikian pula jika (Allah) membenci seorang hamba, (Allah)


menyeru Jibril, kemudian berfirman: µSesungguhnya Aku
membenci fulan, maka hendaklah engkau membencinya.¶ Maka
Jibril pun membencinya, lalu (Jibril) menyeru penduduk langit dan
berkata: ³Sesungguhnya Allah membenci fulan, maka hendaklah
kalian membencinya.´ Maka penduduk langit pun membencinya,
kemudian diletakkan padanya kebencian di muka bumi ini.´ (H..
Muslim 2637).23

 
  
 
   
 
     
           
$ 
       
  :



      

  - 
  

E 
   
E  
    
   @*2

 
  
        
    
 
 %
'4   
   
!    
     
    


       


 


 


          
 
   
 
   
      *=
- *
    
   
 %
$
   
    


    
   
  
 
*(?  4  ?Ê4  #& 
% F 4
B
AA

 B'()  2*/(/
*24: - op. cit.'*
*=Ê  Kecerdasan Spritual#$
%< ! 
:
*//2)
 **

    
    
 
    
    - ÊA,Ê   -  

- 1B #'()
*
-
%(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi
tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan
mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram.26
   

     
  

   
  


    
   
 
   
   
  
.  
 
    
    


     
    

         
 

 
         
      
 
   
 

 
     
 


    
5guidance8  
        
*    
   
 
     *Ê 
 
1 Ê-A   
   ummi

 
           
 &       
 
*+  
 -1.Op. Cit*=(
* 4: - Op. Cit*2
  ?      
  
 
 
 -  
   
Ê
     
       
  
        
    
-       @ 
- @=(%+
-
%³Yang mempunyai akal yang cerdas; dan (Jibril itu)
menampakkan diri dengan rupa yang asli´.28
(    
   
  
     
 
 - ÊA,.        
 
     
 - 


         @*$   
 
  
   
         
  $ 
   
       
2    
  
 
   
(/
?   
  
   
 
   4 
 
  
 
  
* 
 -1.op. cit.=*+
*4: - op. cit''
(/Ê  op. cit'/(

   


%')Love #
)0
  
           
 
 
  


    

4      
  
 
     

 
    
  
 
       .
 

     ,
      
 
 
  
   
 


        


   
  
  , 
 


- ÊA,     
  
  
 
     
  Ê .   




  - #the love of God) 
  
-    
    
 
 *)BB   
  
   

,  


  B

    




  , 
   
  
, 
  BB   

   , 
 
    
 Ê6
 
  
      
 

   

5   
 8('() &  
  
    
    
 
     
(' Ê  op. cit.''
  ?  
 
 

     
 
=    
   
 
     
    
    (*
3 .4 #*///) 
      
 #Ê6)    
     
  
 
  
   
      

 

        

   
   
 
+       
     

    




 
 
 
 
  
   
  

.       
- 
Ash-Shabuur 
 

  
 
 
  
 taqarub
  Al-Wahhaab 

     
- Ar-ahim((
-       @   
- -B
+%=  
%
(* 4
!Ê
 "F 7A  op. cit2
(( -<- 
op. cit'+*
-
%Katakanlah: ³Sesungguhnya aku (berada) di atas hujjah yang
nyata (Al-Qur¶an) dari Tuhanku sedangkan kamu
mendustakannya. Bukanlah wewenangku (untuk menurunkan
azab) yang kamu tuntut untuk disegerakan kedatangannya.
Menetapkan hukum itu hanyalah hak Allah. Dia menerangkan
yang sebenarnya dan Dia pemberi keputusan yang paling
baik´. (2
   Ê 
         

  .6 76   
     
 
     

 (=-
.6  

       
 
 

       

$  76
  
 
      
 
  
       
  
 
Ê6         

   ?
 ?
 
 FB  FB   
  
$   
      
 
 
            


  
 
     
 
 
 -1.Op. Cit'(2
(2
3 .4 SQ Memanfaatkan Kecerdasan Memaknai Kehidupan,
(=
Terjemahan ahmi Astuti ± Ahmad Nadjib Burhani #& .  & *//')

 '*/
D. Pengaruh SQ terhadap IQ dan EQ
         

Ê6.6 76   
    
 

   
 
  7Ê6
-<  
   .676 
Ê6 
 


   

 
 :
    
  
 
 %
< 
  Ê6    
   
  .6 76   
Ê6
Paradigma Paradigma
S Kepentingan Ë 


Persepsi
IQ EQ
SQ (  )
Spiritual
TUHAN
     

  
#
muthma¶innah)(+
   Ê!  
   1 
          
   
  B      
           
          
   E 

  
  
   Ê6  
 
  .6 76 Ê6
  .6 76 

      


      
   Ê6 
   ?    


     
 
 
.6 76