Anda di halaman 1dari 40

KAWASAN ASIA BARAT

Tugas Makalah
Disusun sebagai syarat memenuhi tugas
Mata Kuliah Pendidikan Komunitas Asia di Program Studi
Pendidikan Kimia

Oleh :
Kelompok 1
1. Nurmasita G. Labolo (A251 20 001)
2. Asriani Abd. Muin (A251 20 005)
3. Sakinah (A251 20 021)

Program Studi Pendidikan Kimia


Jurusan Pendidikan Matematika Dan Ilmu Pengetahuan Alam
Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan
Universitas Tadulako
2022
KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat


danhidayah-Nya sehingga kami dapat menyelesaikan tugas makalah yangberjudul
“Kawasan Asia Barat” ini tepat pada waktunya.
Adapun tujuan dari penulisan dari makalah ini adalah untuk memenuhi
tugas mata kuliah Pendidikan Komunitas Asia pada program studi Pendidikan
Kimia.Selain itu, makalah ini juga bertujuan untuk menambah wawasan bagi para
pembaca dan juga bagi penulis.
Kami mengucapkan terima kasih kepada ibu Dra.Vanny M. A. Tiwow,
M.Sc, Ph.D,selaku dosen pada mata kuliah Pendidikan Komunitas Asia yang telah
memberikan tugasini, sehingga dapat menambah pengetahuan dan wawasan
sesuai dengan bidangstudi yang kami tempuh. Selain itu, kami juga mengucapkan
terima kasih kepadasemua pihak yang telah bersedia membagi ilmu dan
pengetahuannya, sehinggakami dapat menyelesaikan makalah ini.
Kami sebagai penulis menyadari bahwa makalah yang kami tulis ini
masih jauh dari kata sempurna. Oleh karena itu, kami mengharapkan segala
bentuk saran serta masukan baik berupa kritik dan nasihat yang membangun dari
berbagai pihak. Semoga makalah ini dapat memberikan manfaat bagi
perkembangan dunia pendidikan.

Palu, 16 Februari 2022

Kelompok 1

DAFTAR ISI

ii
SAMPUL................................................................................................................. i
KATA PENGANTAR......................................................................................................ii

DAFTAR ISI....................................................................................................................iii

BAB I PENDAHULUAN................................................................................................1

1.1 Latar Belakang.........................................................................................................1

1.2 Rumusan Masalah....................................................................................................1

1.3 Tujuan......................................................................................................................2

BAB II PEMBAHASAN.................................................................................................3

2.1 Gambaran Umum Kondisi Geografis dan Konflik Yang Pernah/Sedang Terjadi di
Negara Oman...........................................................................................................3

2.2 Gambaran Umum Kondisi Geografis dan Konflik Yang Pernah/Sedang Terjadi di
Negara Palestina......................................................................................................6

2.3 Gambaran Umum Kondisi Geografis dan Konflik Yang Pernah/Sedang Terjadi di
Negara Qatar............................................................................................................9

2.4 Gambaran Umum Kondisi Geografis dan Konflik Yang Pernah/Sedang Terjadi di
Negara Siprus.........................................................................................................14

2.5 Gambaran Umum Kondisi Geografis dan Konflik Yang Pernah/Sedang Terjadi di
Negara Suriah........................................................................................................17

2.6 Gambaran Umum Kondisi Geografis dan Konflik Yang Pernah/Sedang Terjadi di
Negara Turki..........................................................................................................20

2.7 Gambaran Umum Kondisi Geografis dan Konflik Yang Pernah/Sedang Terjadi di
Negara Uni Emirat Arab........................................................................................22

2.8 Gambaran Umum Kondisi Geografis dan Konflik Yang Pernah/Sedang Terjadi di
Negara Yaman.......................................................................................................25

2.9 Gambaran Umum Kondisi Geografis dan Konflik Yang Pernah/Sedang Terjadi di
Negara Yordania....................................................................................................29

BAB III PENUTUP.......................................................................................................33

3.1 Kesimpulan............................................................................................................33

iii
3.2 Saran......................................................................................................................33

DAFTAR PUSTAKA.....................................................................................................34

iv
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Asia Barat merupakan bagian wilayah dari Benua Asia yang terkenal
dengan julukan “Timur Tengah”. Timur Tengah kuno merupakan daerah besar
yang terdiri dari tiga daerah penting, yaitu Mesopotamia, Suriah-Palestina dan
Mesir. Pada umumnya Negara-negara yang terletak di Asia Barat adalah
Negara yang memiliki sejarah dan latar belakang sebagai bangsa Arab karena
diperkirakan para leluhur dari bangsa timur tengah ( Sumeria, Akadia,
Babilonia, Assyria, Kaldea, Ameria, Phoenesia, Ibrani, Arab, dan Abissina )
pernah hidup bersama sebagai satu bangsa pada satu tempat dan masa tertentu.
Bangsa Arab merupakan pewaris peradaban kuno yang berkembang pesat
di tepi sungai Eufrat dan Tigris di daerah Mesopotamia ( Teluk persia yang
membentang ke arah barat laut meliputi Irak, sebagian kecil dari Iran, Suriah,
dan Lebanon ). Bangsa Timur Tengah dikatakan sebagai bangsa penakluk
dunia karena bangsa ini merupakan penghasil peradaban umat manusia yang
pertama didunia. Salah satu contohnya adalah Peradaban Mesopotamia kuno
yang mendominasi peradaban lain pada zamannya.

1.2 Rumusan Masalah


1.2.1 Apa gambaran umum kondisi geografis dan konflik yang
pernah/sedang terjadi di Negara Oman?
1.2.2 Apa gambaran umum kondisi geografis dan konflik yang
pernah/sedang terjadi di Negara Palestina?
1.2.3 Apa gambaran umum kondisi geografis dan konflik yang
pernah/sedang terjadi di Negara Qatar?
1.2.4 Apa gambaran umum kondisi geografis dan konflik yang
pernah/sedang terjadi di Negara Siprus?
1.2.5 Apa gambaran umum kondisi geografis dan konflik yang
pernah/sedang terjadi di Negara Suriah?

1
1.2.6 Apa gambaran umum kondisi geografis dan konflik yang
pernah/sedang terjadi di Negara Turki?
1.2.7 Apa gambaran umum kondisi geografis dan konflik yang
pernah/sedang terjadi di Negara Uni Emirat Arab?
1.2.8 Apa gambaran umum kondisi geografis dan konflik yang
pernah/sedang terjadi di Negara Yaman?
1.2.9 Apa gambaran umum kondisi geografis dan konflik yang
pernah/sedang terjadi di Negara Yordania?

1.3 Tujuan
1.3.1 Untuk mengetahui gambaran umum kondisi geografis dan konflik
yang pernah/sedang terjadi di Negara Oman
1.3.2 Untuk mengetahui gambaran umum kondisi geografis dan konflik
yang pernah/sedang terjadi di Negara Palestina
1.3.3 Untuk mengetahui gambaran umum kondisi geografis dan konflik
yang pernah/sedang terjadi di Negara Qatar
1.3.4 Untuk mengetahui gambaran umum kondisi geografis dan konflik
yang pernah/sedang terjadi di Negara Siprus
1.3.5 Untuk mengetahui gambaran umum kondisi geografis dan konflik
yang pernah/sedang terjadi di Negara Suriah
1.3.6 Untuk mengetahuigambaran umum kondisi geografis dan konflik
yang pernah/sedang terjadi di Negara Turki
1.3.7 Untuk mengetahuigambaran umum kondisi geografis dan konflik
yang pernah/sedang terjadi di Negara Uni Emirat Arab
1.3.8 Untuk mengetahuigambaran umum kondisi geografis dan konflik
yang pernah/sedang terjadi di Negara Yaman
1.3.9 Untuk mengetahuigambaran umum kondisi geografis dan konflik
yang pernah/sedang terjadi di Negara Yordania

2
BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Gambaran Umum Kondisi Geografis dan Konflik Yang Pernah/Sedang


Terjadi di Negara Oman
2.1.1 Kondisi Geografisdi Negara Oman

Oman adalah sebuah negara yang terletak di Benua Asia, tepatnya di


pesisir tenggara Jazirah Arab Asia Barat Daya atau lebih terkenal disebut
dengan kawasan Timur Tengah. Negara yang secara astronomisnya berada
diantara 16°-28°LU dan 52°-60°BT ini berbatasan dengan Arab Saudi di
sebelah Barat, Yaman disebelah barat daya dan Uni Emirat Arab di sebelah
barat lautnya. Sedangkan disebelah tenggara adalah Laut Arab dan disebelah
timur lautnya adalah Teluk Oman.
Pada akhir abad ke-17, Oman merupakan sebuah kesultanan kuat yang
bersaing dengan Portugal dan Inggris untuk pengaruh di Teluk Persia dan
Samudera Hindia. Pada puncaknya yaitu abad ke-19, Kesultanan Oman
memiliki pengaruh yang luas dan kendali terhadap dari selat Hormuz hingga
ke Iran dan Pakistan bahkan hingga ke kepulauan Zanzibar (Kepulauan di
sebelah timur pesisir Afrika). Namun kekuatan Kesultanan Oman tersebut
menurun pada abad ke-20 dan menjadikannya sebagai salah satu kesultanan

3
yang dipengaruh oleh Britania Raya (Inggris Raya). Meskipun demikian,
Kesultan Oman tidak pernah menjadi negara protektorat atau koloni Britania
Raya.
 Sistem Pemerintahan
Sistem Pemerintahan yang dianut oleh Oman adalah sistem pemerintahan
Monarki Absolut yaitu sistem pemerintahan yang kepala negara dan kepala
pemerintahannya adalah seorang Sultan atau Raja. Sultan Oman saat ini
adalah Sultan QABOOS bin Said Al-Said yang berkuasa sejak tahun 1970.
Sultan QABOOS bin Said Al-Said merupakan penguasa saat ini yang paling
lama menjabat di Timur Tengah. Ibukota Oman adalah kota Muscat.
Luas wilayah Oman adalah sebesar 309.500 km2 dengan jumlah penduduk
sebanyak 4.613.241 jiwa. Mayoritas penduduk Oman adalah etnis Arab
yang beragama Islam. Bahasa resmi Kesultanan Oman adalah bahasa Arab.
Pertumbuhan penduduk Oman adalah sebesar 2.03%.
 Perekonomian
Di bidang Perekonomian, Oman sangat tergantung pada sumber daya
minyak dan gas yang menyumbangkan sekitar 68% hingga 85% (tergantung
fluktuasi harga komoditas minyak dan gas) dari pendapatan pemerintah.
Pada tahun 2016, harga minyak global yang rendah menyebabkan defisit
anggaran Oman menjadi US$13,8 miliar atau sekitar 20% dari PDB Oman.
Defisit tersebut diperkirakan akan berkurang menjadi 12% dari PDB pada
tahun 2017 setelah Oman mengurangi subsidi pemerintah. Sejak Januari
2018, Oman memiliki aset luar negeri yang cukup untuk mendukung nilai
tukar mata uangnya yang tetap. Dengan demikian, Oman dapat menutupi
defisitnya.
Di hubungan luar negeri, Oman adalah negara anggota PBB dan lembaga-
lembaga Internasional lainnya yang berada di bawah PBB. Oman juga
merupakan negara anggota Liga Arab, Dewan Kerjasama untuk Negara
Arab di Teluk dan Organisasi Kerjasama Islam (OKI).
 Kebudayaan

4
Budaya Oman tenggelam dalam cara pengajaran Islam. Oman telah
mengembangkan aspek Islamnya sendiri, dengan 70% populasi mengikuti
Sekolah Ibadi Abdullah Ibn Abadh. Ibadisme mewakili satu-satunya
ekspresi Khawarijisme yang tersisa, yang dikembangkan sebagai salah satu
perpecahan pertama dalam Islam dan aliran Islam lainnya seperti Sunni dan
Syiah juga dipraktikkan. Seperti negara-negara Islam lainnya, di Oman kita
juga dapat membuktikan pentingnya semua hari raya Islam. Oman memiliki
budaya paling beragam di Dewan Kerjasama Teluk.
2.1.2 Konflik Yang Pernah/Sedang Terjadi di Negara Oman
Oman menjadi negara Teluk Arab pertama yang kembali mengirim
Duta Besar ke Suriah. Pengiriman Duta Besar ini dilakukan setelah konflik
yang terjadi di Suriah sejak 2011 lalu. Oman adalah salah satu negara Arab
yang mempertahankan hubungan diplomatik dengan Suriah sejak
pemberontakan 2011, meskipun ada tekanan dari Amerika Serikat dan
sekutu Teluk lainnya.
Menteri luar negeri Oman sebelumnya, Yusuf bin Alawi, telah
mengunjungi Suriah dalam kunjungan resmi dua kali sejak pemberontakan
meletus di negara itu. Bin Alawi mengunjungi Damaskus pada tahun 2015
untuk membahas cara-cara menyelesaikan krisis di Suriah. Menurutnya,
peran Oman dalam konflik tersebut adalah untuk memberikan dukungan
kemanusiaan.

5
2.2 Gambaran Umum Kondisi Geografis dan Konflik Yang Pernah/Sedang
Terjadi di Negara Palestina
2.2.1 Kondisi Geografisdi Negara Palestina

Palestina adalah negara berdaulat secara de jure di kawasan Timur


Tengah dengan wilayah antara lain Tepi Barat, Jalur Gaza, dan Yerusalem
Timur sebagai ibu kota meskipun sekarang kursi pemerintahan masih berada
di Ramallah. Letak astronomis negara Palestina adalah di antara 31,35°
hingga 32,55° LU dan 34,87° hingga 35,54° BT. Sebagian besar wilayah
yang diklaim oleh Negara Palestina telah diduduki oleh Israel sejak 1967
sebagai akibat Perang Enam Hari.
Batas-batas wilayah negara Palestina: Utara: Israel, Selatan: Israel dan
Mesir, Barat: Israel, Mesir, dan Laut Mediterania, Timur: Israel dan
Yordania.
Palestina merupakan negara yang berada di wilayah Timur Tengah.
Wilayah Timur Tengah dikenal dengan kawasan yang kaya akan minyak
bumi. Wilayah Palestina dari sudut pandang geografis sangat strategis, dan
menjadi penghubung tiga benua, yaitu Asia, Afrika dan Eropa. Justru karena
letak strategis tersebut, konflik menjadi rawan muncul. Seperti halnya
konflik Palestina dan Israel yang masih berlangsung sampai dengan tahun
2021 ini.
 Geografi

6
Palestina memiliki wilayah yang terletak di Mediterania Timur.
Menurut visi Otoritas Palestina tentang solusi status akhir dengan Israel,
wilayah Negara Palestina meliputi Yerusalem Timur, Tepi Barat dan Jalur
Gaza. Tepi Barat memiliki luas wilayah sekitar 5.655 km2, sedangkan luas
Jalur Gaza sekitar 365 km2.
Luas wilayah Tepi Barat 15 kali lebih besar dari Jalur Gaza. Jalur
Gaza terletak di lepas Laut Mediterania sepanjang 42 km, Jalur Gaza
merupakan jalur yang sempit dan karena itu pula jalur ini dinamai sebagai
Jalur Gaza. Luas maksimum bagian utara dan tengah Jalur Gaza adalah 5
km, sedangkan luas maksimum selatan adalah 12 km.
Di bagian utara dan timur Jalur Gaza berbatasan dengan Israel yang
panjang perbatasannya sekitar 51 km, dan di bagian selatan berbatasan
dengan negara Mesir yang panjang perbatasannya adalah 11 km. Di bagian
utara, barat dan selatan wilayah Tepi Barat berbatasan dengan Israel (307
km). Di bagian timur berbatasan dengan Yordania (97 km) dari Sungai
Yordan dan Laut Mati.
 Budaya

Di antara bom dan berbagai serangan lainnya, ada keindahan yang


tersembunyi di negara Palestina. Seperti negara lain di dunia, Palestina juga
memiliki ragam budaya yang telah diwariskan dari generasi ke generasi.
Budaya yang ada merupakan perwujudan dari nilai-nilai yang ada dalam
masyarakat Palestina.
hobe adalah kostum tradisional wanita Palestina, dan Dabke adalah
tarian tradisional Palestina. Selain budaya, masyarakat Palestina juga
memiliki jiwa nasionalis, yang tercermin dalam lagu kebangsaan Fidai.

7
Thobe adalah pakaian tradisional untuk wanita Palestina. Butuh waktu
berbulan-bulan untuk menyelesaikan gaun dengan motif bordir khusus.
Faktanya, beberapa gaun Thobe bisa mencapai ribuan dolar. Dulu, petani
biasa merawat gaun Thobe di waktu senggang. Sejarah Thobe kembali ke
awal abad ke-19, ketika ada kerajinan tangan di desa-desa.
2.2.2 Konflik Yang Pernah/Sedang Terjadi di Negara Palestina

Palestina pada mulanya adalah bagian dari Daulah Islamiyah di


bawahTurki ‘Utsmani. Tetapi dengan dikuasai wilayah ini oleh Inggris
(1917), seterusnyadicaplok sebagian besar (48 %) oleh Yahudi, Palestina
yang mayoritas penduduknyaMuslim menjadi tidak merdeka. Zionis Israel
menguasai Palestina karena mendapatsokongan dari sekutu utamanya yaitu
Amerika Serikat, Inggris dan Prancis. SementaraPalestina berjuang sendiri,
karena negara-negara Islam sekitarnya sudah pernahingin membantu pada
tahun 1968, tetapi mengalami kekalahan dalam peperanganenam hari.
Akibatnya, Mesir, Suriah, Yordania dan Palestina lepas sebagian
wilayahnya.Terakhir, Palestina semakin terpuruk, dan jika disahkan RUU
Yahudi yang diajukanoleh Benyamin Netanyahu ke Parlemen Israel,
Palestina dan Arab Islam akan semakin terdesak.
Dalam rentang tahun 1948-1968, Israel sudah cukup eksis dan kuat di
Palestina sertadi sekitar Timur Tengah umumnya. Buktinya dalam
peperangan pada 1967, beberapanegara Islam yang terlibat, seperti Mesir,
Yordania, Suriah, Bairut, Arab Saudi, Irak danPalestina sendiri berhadapan

8
dengan Israel, tetapi dalam kenyataannya umat Islam dengannegara masing-
masingnya tidak dapat berbuat banyak, kecuali itu, Israel menjadi
sahnyaberdiri sebagai satu negara merdeka dari hasil caplokan beberapa
negara Islam yangdisebut di atas.
Pertanyaannya, bagaimana bisa berdiri Israel sebagai satu Negara
merdeka, di satuwilayah kekuasaan sah Turki Usmani? Hal ini tidak lepas
dari dukungan dan keinginan beberapa negara Barat, dan Inggris khususnya.
Orang-orang Yahudi dalam sejarahnyasampai pada zaman modern
menghalalkan segala cara demi terwujudnya rencana dantarget kekayaan
dan politiknya.19 Di Inggris, Eropa sebelumnya, tepatnya tahun 1897, sudah
dibentuk satu organisasi yang bernama Judenstat atau kemudian lebih
popular State ofIsrael. Organisasi ini berideologi seperti makna zionisme
(zion artinya batu atau merujukke haikal Sulaiman yang ada di al-Quds)
untuk dijadikan sentra negara Yahudi.

2.3 Gambaran Umum Kondisi Geografis dan Konflik Yang Pernah/Sedang


Terjadi di Negara Qatar
2.3.1 Kondisi Geografisdi Negara Qatar

Qatar adalah sebuah negara kaya yang terletak di semenanjung Arab,


Timur Tengah Asia Barat. Pendapatan Perkapita Qatar yang sangat tinggi
yaitu sebesar US$. 124.100,- (2017) menjadikannya sebagai negara Terkaya
di Dunia. Tulang punggung perekonomiannya adalah industri pertambangan

9
Gas Alam dan Minyak Bumi. Qatar merupakan pengekspor Gas alam
terbesar ke-2 di dunia dengan jumlah ekspornya 118,9 miliar meter kubik
(data 2014). Qatar juga tercatat sebagai negara pengekspor minyak bumi
terbesar di dunia yaitu sebesar 1,303 juta barrel per hari (2013). Pendapatan
Domestik Bruto (PDB) berdasarkan Paritas Daya Beli adalah sebesar US$
339,5 miliar.
 Geografis
Secara geografis, Qatar yang memiliki luas wilayah 11.586 km2 ini
berbatasan darat dengan Arab Saudi di sebelah selatannya. Sedangkan sisi
lainnya dibatasi oleh Teluk Persia. Jumlah Penduduk Qatar adalah sebanyak
2.444.174 jiwa dengan pertumbuhan penduduknya sekitar 1,55% di tahun
2020. Mayoritas penduduk Qatar beragama Islam yaitu sebanyak 77,5%.
Bahasa resmi Qatar adalah bahasa Arab.
 Sistem Pemerintah
Sistem Pemerintahan Qatar berbentuk Monarki Absolut yaitu negara
yang dikepalai oleh seorang Raja yang disebut dengan Emir. Sedangkan
kepala pemerintahannya adalah seorang perdana menteri yang diangkat oleh
Emir. Berdasarkan sistem pemerintahan Monarki Absolut Qatar, Emir
memiliki kekuasaan tertinggi atas semua keputusan politik. Ibukota Qatar
adalah Kota Doha.
Di hubungan luar negeri, Qatar merupakan anggota PBB dan
lembaga-lembaga dibawah PBB, Qatar juga merupakan anggota dari OPEC,
Liga Arab dan Organisasi Kerjasama Islam (OKI).
 Budaya
Pria berpakaian panjang putih. Laki-laki di Qatar, terutama yang
merupakan orang asli selalu menggunakan pakaian panjang berwarna putih.
Pakaian ini terdiri dari celana panjang di dalam dan baju panjang, mirip
dengan pakaian yang sering kita lihat di foto-foto pejuang kita, seperti
Pangeran Diponegoro dan KH Ahmad Dahlan. Baju ini dinamakan thoub
Biasanya pakaian ini juga dilengkapi dengan sorbannya (ghutra) dan lilitan-
atasnya yang hitam (oogal). Pakaian ini tidak hanya dipakai oleh orang lokal

10
saja, banyak juga expat yang menggunakan baju serupa. Memang untuk
yang belum biasa terasa agak risih, tapi lama-lama juga biasa.
Wanita berpakaian serba hitam. Berkebalikan dengan lelaki,
perempuan di Qatar berpakaian serba hitam, dari atas ke bawah. Pakaian
yang disebut abaya ini dipergunakan sebagai pakaian luar. Biasanya pakaian
biasa, seperti jeans, kaos, kemeja, dll tetap dipergunakan di dalam pakaian
hitam tersebut. Sebagai penutup kepala, wanita Qatar menggunakan kain
panjang yang dibelit-belitkan sehingga menutupi rambut dan leher (sheila),
yang di Indonesia disebut jilbab. Seperti halnya pakaian bapak-bapak, ibu-
ibu Indonesia pun banyak yang menyukai pakaian abaya ini, karena simple
dan cukup nyaman.Walaupun mungkin untuk yang baru datang ke Qatar hal
ini akan dirasa kurang sreg.
Mobil Putih. Bila di Indonesia warna mobil putih merupakan warna
tidak favorit, maka di Qatar warna inilah yang justru banyak peminatnya.
Beberapa tahun yang lalu, mobil-mobil di jalanan Qatar bisa dibilang
mempunyai warna yang seragam, yaitu putih. Baru dua tahun terakhir ini
banyak warna-warna baru bermunculan, sehingga warna mobil di jalanan
lebih variatif. Apakah kecenderungan ini berhubungan dengan warna
pakaian atau cuaca setempat? Kelihatannya belum ada yg melakukan studi
lebih lanjut. Yang jelas, walaupun awalnya aneh, banyak juga expat yang
mengikuti trend warna putih ini. Harga jualnya lebih bagus? Mungkin.
Mendahulukan Wanita. Bila Anda berada di antrian panjang, lalu tiba-
tiba ada yang nyelonong langsung ke barisan terdepan, bagaimana perasaan
Anda? Di Qatar hal ini sering terjadi. Terutama apabila yang sedang antri
adalah laki-laki, maka apabila ada wanita datang untuk urusan yang sama,
maka wanita akan didahulukan. Trik ini pun banyak digunakan pria untuk
mengindari antri dengan meminta istrinya yg maju.
Ciuman. Bersalaman adalah hal sangat lazim dilakukan oleh
kebanyakan orang bila bertemu. Tetapi Qatar memiliki hal yang unik, yaitu
menyentuhkan hidung mereka beberapa kali bila bertemu teman sesama
lelaki yang cukup dekat. Dan hal ini dilakukan dimana pun dan kapan pun.

11
Pemandangan ini memang jarang ditemui di negara kita. Dan sejauh ini
belum terlihat orang Indonesia yang mengkuti praktek ini dalam
kesehariaannya.
2.3.2 Konflik Yang Pernah/Sedang Terjadi di Negara Qatar
Empat negara di Timur Tengah yakni Arab Saudi, Bahrain, Uni
Emirat Arab (UEA) dan Mesir memutuskan hubungan diplomatik dengan
Qatar. Alasannya, Qatar dituduh membiayai para teroris. Para diplomat
Qatar diberi waktu 48 jam untuk meninggalkan negara-negara Teluk
tersebut. Tak hanya memutuskan hubungan diplomatik, empat negara itu
juga memblokade Qatar di wilayah udara. Pesawat Qatar Airways dilarang
melewati wilayah udara dari keempat negara itu. Oleh sebab itu, rute
penerbangan Qatar Airways pun berubah dan harus berputar ke arah Iran,
yang menjadi pintu satu-satunya untuk masuk ke Qatar.
Agar Qatar terlepas dari blokade, negara Teluk tersebut mengajukan
13 permintaan. Mereka meminta Qatar untuk memutuskan hubungan
dengan semua organisasi teroris dan sektarian seperti Ikhwanul Muslimin,
ISIS, al-Qaeda dan lainnya, termasuk menghentikan semua pendanaan bagi
individu atau kelompok yang dianggap teroris oleh negara-negara Teluk
tersebut.
Qatar juga harus menyerahkan tokoh-tokoh teroris yang menjadi
buronan Arab Saudi cs, membekukan aset mereka dan memberikan
informasi seperti tempat tinggal tinggal hingga informasi keuangan dari para
buronan kepada Arab Saudi cs. Tak hanya itu, Qatar juga diminta agar tidak
memberikan kewarganegaraan kepada buronan Arab Saudi. Pemutusan
hubungan diplomatik dengan Iran yang menjadi pintu masuk ke Qatar juga
masuk dalam daftar permintaan negara-negara Teluk. Iran adalah musuh
bebuyutan Arab Saudi sehingga negara Teluk meminta Qatar untuk
mengusir Garda Revolusi Iran dan memutus hubungan kerja sama militer
dan meminta Qatar untuk menjalankan perdagangan yang dengan
memperhatikan sanksi Dewan Keamanan PBB bagi Iran. Tak hanya Iran,
Negara Teluk juga meminta Qatar menghentikan kerja sama militer dengan

12
Turki dan menutup pangkalan militer Turki yang saat ini sedang dalam
tahap pembangunan. Kantor berita Al Jazeera juga harus ditutup, termasuk
beberapa kantor berita lainnya yang didanai Qatar seperti Arabi21, Al
Araby, Middle East Aye dan lainnya. Menurut Analis Frank Gardner, hanya
ada dua pilihan bagi Qatar yaitu Qatar menerima semua permintaan dan
kembali ke kumpulan negara Teluk atau memberontak dan menolak
permintaan itu dengan konsekuensi diusir dari GCC, diblokade negara
Teluk tetapi mungkin di sisi lain akan menguatkan hubungannya dengan
Iran dan Turki. Jika dilihat dari daftar permintaan Arab Saudi cs tersebut,
sudah tentu akan membuat Qatar keberatan. Sheikh Mohammed bin
Abdulrahman Al Tani dari Qatar mengungkapkan bahwa permintaan itu
dibuat untuk ditolak. Selain itu, permintaan negara Teluk tersebut juga
dianggap tak masuk akal dan di sisi lain melanggar kedaulatan Qatar.
Sikap keras kedua belah pihak seakan menipiskan harapan soal
resolusi damai pasca-Ramadan, seperti yang diprediksi oleh beberapa analis.
Munculnya permintaan Arab Saudi cs dan sikap Qatar yang enggan
memenuhi permintaan itu membuat konflik Teluk masih jauh dari kata
damai.
Penolakan Qatar atas permintaan empat negara tersebut kemungkinan
akan memicu serangkaian sanksi ekonomi dan politik tambahan, menurut
para konsultan risiko dari Eurasia Group. Ini juga akan menyebabkan
kebuntuan selama berbulan-bulan atas konflik di Teluk Persia tersebut.
Qatar memang berada dalam posisi terjepit. Menerima permintaan Arab
Saudi cs berarti kehilangan Turki dan Iran. Sedangkan jika menolak, Qatar
kemungkinan akan menerima sanksi tambahan lainnya, bahkan bisa jadi ada
sanksi lain dari para sekutu Arab Saudi. Baca juga: Imbas Ekonomi
Putusnya Hubungan Diplomatik Saudi-Qatar Bagi negara-negara Teluk, jika
Qatar menerima permintaan itu maka akan menjadi sinyal yang baik
termasuk dalam menekan musuh bebuyutannya Iran. Sedangkan jika Qatar
menolak, mereka dapat menekan Qatar dengan berbagai sanksi tambahan.
Arab Saudi akan dengan “percaya diri” menjalankan berbagai cara untuk

13
menekan Qatar. Hal itu juga tak lepas dari dukungan AS. Mantan senat
penasihat kebijakan luar negeri AS, James Jatras mengungkapkan bahwa
sebagai sekutu, Arab Saudi tentu berpikir jika AS akan mendukung semua
langkah yang dilakukan oleh Riyadh, dan mungkin sekutu lain akan
melakukan hal yang sama dalam mendukung Riyadh, padahal sebenarnya
AS hanya mengejar agenda mereka sendiri di wilayah tersebut.
“Mohammed bin Salman mengira ia memiliki cek kosong dari Presiden
Trump dan ia sudah bertindak sesuai, tetapi pemerintah AS memainkan
permainan yang lebih besar,” ujar Jatras. Jatras mengingatkan bahwa Arab
Saudi dan Qatar sesungguhnya sedang membahayakan keamanan dan
stabilitas kawasan dan wilayah mereka sendiri, yang pada ujungnya dapat
mempengaruhi masa depan keduanya, jika ketegangan di Teluk tak segera
diredakan.

2.4 Gambaran Umum Kondisi Geografis dan Konflik Yang Pernah/Sedang


Terjadi di Negara Siprus
2.4.1 Kondisi Geografis di Negara Siprus

Negara Siprus terletak di Timur Laut Mediterania yang merupakan


pulau terbesar ketiga di kawasan ini. Negara Siprus merupakan salah satu
negara anggota di Uni Eropa. Sehingga memberikan kemudahan bagi
wisatawan asing yang ingin mengunjungi negara Siprus sebab ada kelebihan
tersendiri bagi negara – negara anggota Uni Eropa salah satunya

14
kemudahannya dalam pembiayaan. Keunikan yang ada di Siprus dapat
dilihat dari bangunannya, yaitu dapat dilihat berbagai macam fasilitas yang
modern namun tidak meninggalkan unsur sejarahnya.
Iklim di negara Siprus termasuk ke dalam subtropis yang sedikit
kering. Sehingga saat musim panas akan terasa sangat panas, dan suhu
terpanas bisa mencapai 95 derajat Farenhait. Sedangkan pada musim dingin
tidak terlalu dingin, terutama di daerah bagian pesisir pantai. Negara Siprus
merupakan negara yang berbentuk pulau, sehingga tidak heran jika negara
ini dikelilingi oleh pantai dan perairan.
Sebagian besar Siprus didominasi oleh dua pegunungan, yaitu
Pegunungan Troodos yang menutupi hampir sebagian besar wilayah bagian
selatan dan Daerah Kyrenia. Sedangkan titik tertinggi Siprus berada di
puncak Gunung Olympus dengan tinggi 1.952 m dan termasuk ke dalam
Pegunungan Troodos. Sedangkan untuk daerah Kyrenia mempunyai
ketinggian mencapai 1.024 m.
 Batas Wilayah Negara Siprus
Meskipun Siprus dikelilingi oleh lautan, bukan berarti negara ini tidak
mempunyai batas – batas wilayah dengan negara lain. Pada bagian utara,
Siprus berbatasan dengan negara Turki. Sedangkan pada bagian timur
berbatasan dengan negara Israel, Lebanon, dan Suriah. Pada bagian selatan
berbatasan dengan negara Mesir dan di sebelah barat berbatasan dengan
Laut Mediterania.
Siprus termasuk pulau terbesar ketiga di Laut Mediterania setelah
Italia, Sardinia dan Sisilia. Negara ini terletak pada 34o dan 36o LU dan
32o dan 35o LS. Ada beberapa sumber mengatakan bahwa negara Siprus
masuk ke dalam wilayah Eropa, Timur Tengah dan Asia Barat.
 Sistem Pemerintahan Negara Siprus
Negara Siprus merupakan negara yang berbentuk Republik
Presidensial. Sehingga kepala negara dan kepala pemerintahan dipimpin
oleh seorang Presiden. Dan pada tanggal 1 Mei 2004, negara ini
memutuskan untuk bergabung sebagai anggota Uni Eropa. Akan tetapi

15
hanya bagian selatan saja yang bisa ikut bergabung. Meskipun daerah utara
telah memaksa pemerintah untuk bersatu dengan daerah selatan, keinginan
tersebut tidak dapat dipenuhi. Hingga kini hanya bagian selatan saja yang
menjadi anggota Uni Eropa.
Negara Siprus terbagi menjadi 6 distrik antara lain, Famagusta,
Larnaca, Kyrenia, Nicosia, Limassol, dan Paphos. Selain itu, Siprus
mempunyai 4 exclaves di mana dua wilayah yaitu desa Xylotymvou dan
desa Ormidhia terdapat Pangkalan Sovereign Inggris Dhekelia. Sedangkan
untuk wilayah ketiga terdapat Pembangkit Listrik Dhekelia di daerah ini
juga telah dibagi dua oleh jalan Inggris. Dan zona terakhir, merupakan zona
penyangga PBB dan mengubah daerah tersebut menjadi Paralimni.
 Perekonomian Negara Siprus
Sebagian besar pendapatan negara Siprus berasal dari sektor
pariwisata. Hal ini didukung dari banyaknya bangunan – bangunan
bersejarah yang ada di Siprus. Selain itu, julukan negara Siprus sebagai
Daratan Cinta menjadikan banyak wisatawan asing untuk datang
berkunjung dan mereka percaya jika Siprus tempat lahirnya Dewi Cinta,
Aphrodit. Selain dari sektor pariwisata, negara Siprus juga mengandalkan
pendapatannya dari pertanian berupa anggur, tembakau, kentang dan jeruk.
Sektor pertambangan juga berperan dalam perekonomian negara ini, hasil
tambang tersebut berupa marmer, gipsum, besi dan hasil pertambangan
utamanya yaitu tembaga. Meskipun dikelilingi oleh perairan Mediterania,
namun sebagian besar masyarakatnya tidak suka memancing ikan di sini.
 Budaya
Siprus Yunani dan Siprus Turki memiliki banyak kesamaan dalam
budaya mereka karena pertukaran budaya tetapi juga memiliki perbedaan.
Beberapa makanan tradisional (seperti Souvlaki dan Halloumi ) dan
minuman serupa, serta ekspresi dan cara hidup. Keramah tamahan dan
membeli atau menawarkan makanan dan minuman untuk tamu atau orang
lain adalah umum di antara keduanya. Dalam kedua komunitas, musik,
tarian dan seni adalah bagian integral dari kehidupan sosial dan banyak

16
ekspresi artistik, verbal dan nonverbal, tarian tradisional seperti Tsifteteli,
kesamaan dalam kostum tari dan pentingnya ditempatkan pada kegiatan
sosial dibagi di antara masyarakat. Namun, kedua komunitas memiliki
agama dan budaya agama yang berbeda, dengan Siprus Yunani secara
tradisional menjadi Ortodoks Yunani dan Siprus Turki secara tradisional
adalah Muslim Sunni, yang sebagian telah menghambat pertukaran budaya.
Siprus Yunani memiliki pengaruh dari Yunani dan Kekristenan, sedangkan
Siprus Turki memiliki pengaruh dari Turki dan Islam.

Festival Karnaval Limassol adalah karnaval tahunan yang diadakan di


Limassol, Siprus. Acara yang sangat populer di Siprus diperkenalkan pada
abad ke-20.
2.4.2 Konflik Yang Pernah/Sedang Terjadi di Negara Siprus
Siprus tahun 1950-an yang berada dibawah kekuasaan Inggris
sebagianbesar wilayahnya didiami oleh etnis Greek Cyproit yang pada saat
ituingin menjadikan Siprus sebagai bagian dari Yunani sedangkan
sekitardua puluh persen dari penduduknya merupakan etnis Turki yang
jugadidorong oleh kepentingan Turki di kawasan laut Mediterania.
Tidakhanya Turki, Inggris juga memiliki agenda tersendiri di kawasan
lautMediterania.Pada tahun 1955 terdapat gerakan teroris dari etnis
Yunanidi Siprus yang bernama EOKA melakukan serangan kepada
Inggrisuntuk menuntut self-determination bagi kelompok etnis Yunani.
Padatahun 1960 Siprus akhirnya melepaskan diri menjadi
kawasanindependen dari kekuasaan Inggris dengan Yunani, Turki, dan
Inggrissebagai tiga negara guarantor atas kemerdekaan Siprus. Hingga
tahun1963, sistem pemerintahan di Siprus berjalan baik dan seimbang
denganpresiden yang berasal dari etnis Yunani dan wakil presiden dari
etnisTurki berdasar pada pembagian kekuasaan yang tercantum
dalamUndang Undang Republik Siprus.

17
2.5 Gambaran Umum Kondisi Geografis dan Konflik Yang Pernah/Sedang
Terjadi di Negara Suriah
2.5.1 Kondisi Geografisdi Negara Suriah

Negara Suriah merupakan salah satu negara di kawasan Timur Tengah


atau Asia Barat yang sudah tidak asing di telinga kita. Negara ini sudah
sejak lama mengalami konflik perang saudara yang dipicu dari
pemberontakan di tahun 2011.
Selain perang saudara, pemanasan global juga menjadi salah satu
pemicu terjadinya pemberontakan tahun 2011 berupa kekeringan parah yang
melanda negara Suriah. Hal inilah yang memaksa sebanyak 1,5 juta orang
mulai bermigrasi dari pedesaan ke perkotaan, hingga akhirnya memperparah
tingkat perekonomian dan memunculkan kekacaan sosial.
 Ekonomi Negara Suriah
Negara Suriah mengandalkan sektor pertanian dan industri sebagai
sumber pendapatan negara. Bagi penduduk yang tinggal di gurun dan stepa,
mereka memelihara ternak seperti domba dan kambing dengan cara
mengembalakannya, namun usaha ini mempunyai potensi yang amat kecil
untuk diekspor.
Sektor industri banyak ditemukan di kota – kota besar yakni Damascus,
Homs dan Haleb dengan hasil industri berupa semen, gelas, gula, aspal,
sabun, tekstil, bahan pangan, dan pupuk. Selain itu, industri pariwisata juga
dimanfaatkan oleh Suriah dengan memanfaatkan peninggalan bangunan
bersejarah dan reruntuhan bangunan tua.
Namun saat ini setelah mengalami perang sipil negara Suriah
mengalami kemerosotan di bidang ekonomi, khususnya kegiatan ekspor

18
barang. Di tahun 2018 kegiatan ekspor barang hanya mencapai US$700 juta
padahal di tahun 2010 bisa mencapai US$12,2 milyar.
Dan saat ini negara Suriah mengandalkan mitra perdagangan eksternal
bersama Rusia dan Iran untuk menstabilkan perekonomian negaranya.
 Budaya
Suriah adalah sebuah masyarakat tradisional dengan sejarah
budaya yang panjang. Pengaruhnya merasuk pada keluarga, agama,
pendidikan dan disiplin diri dan budi pekerti. Citarasa Suriah pada seni rupa
tradisional tertuang pada tari-tarian al-Samah, Dabkeh dalam seluruh ragam
mereka dan tari pedang.
2.5.2 Konflik Yang Pernah/Sedang Terjadi di Negara Suriah
Pada bulan Juni 2011 tentara Suriah menembaki puluhan demonstran
di kota Hamah yang menewaskan puluhan orang. Tindakan yang dilakukan
tentara Suriah tersebut dianggap melanggar hak asasi manusia, sehingga
dunia internasional mengambil sikap. Pada bulan Agustus 2011, Amerika
Serikat, Uni Eropa, Inggris, Kanada dan Perancis menyatakan rezim Suriah
tidak lagi sah dan juga melakukan pengusiran terhadap duta besar Suriah di
masing-masing negara tersebut.
Pada bulan Juli 2011, sebuah video tersebar melalui youtube dan
dalam video tersebut terekam tujuh anggota militer Suriah dipimpin oleh
Kolonel Rial Al-Assad yang menyatakan membelot dari ketentaraan Suriah
dan mendirikan Free Syrian Army (FSA). FSA mengaku melakukan
pengeboman di kantor Keamanan Nasional Suriah pada pertengahan Juli
2011, yang menewaskan delapan pejabat elit militer Suriah.
Pada tanggal 23 Agustus 2011, aktivis oposisi Suriah membentuk
Syrian National Council (SNC) yang menyerukan rencana intervensi militer
PBB namun rencana tersebut diveto oleh Rusia dan Cina. Akhirnya SNC
beraliansi dengan FSA.
Pada tanggal 25 September 2011, Presiden Perancis Hollande
menyatakan dukungannya terhadap rakyat Suriah dan meminta
dilindunginya liberated zone (daerah yang dikuasai pemberontak). Bentuk

19
perlindungan yang diusulkan adalah pemberlakuan “no fly zone” (daerah
larangan terbang) di wilayah yang dikuasai pemberontak, dengan diawasi
oleh pesawat tempur negara adidaya. Rencana tersebut diveto oleh Rusia
dan Cina karena sama saja dengan mengizinkan militer asing terjun
langsung ke Suriah.
Upaya penyelesaian sengketa Suriah selain dilakukan PBB adalah
melalui Liga Arab dan Uni Eropa. Pada bulan November 2011 Liga Arab
membekukan keanggotaan Suriah dan memberlakukan sanksi ekonomi dan
politik atas pemerintah Suriah. Selain itu Liga Arab memerintahkan
anggotanya agar menarik duta besar mereka dari Damaskus. Pada tanggal
19 Desember 2011, Suriah menyepakati masuknya misi pengamat Liga
Arab yang membawa kesepakatan penyelesaian sengketa. Suriah awalnya
menyetujui isi dari protokol pertama kesepakatan tersebut, namun ketika
ditawarkan protokol kedua yaitu agar Bashar Al-Assad menyerahkan
kekuasaan agar tercapai penyelesaian sengketa Suriah menolak. Uni Eropa
memberlakukan embargo senjata dan penerbangan serta sanksi terhadap 13
pejabat Suriah yang dipandang bertanggung jawab. Sanksi yang diberikan
adalah larangan pemberian visa dan pembekuan aset, yang mulai berlaku
pada tanggal 10 Mei 2011. Sanksi tersebut kemudian dicabut pada tanggal
28 Mei 2013 karena tidak berhasil meminimalkan sengketa. Usaha terakhir
dunia internasional adalah membentuk negara gabungan Arab dan Barat
yang terwujud dalam Konferensi Jenewa.

2.6 Gambaran Umum Kondisi Geografis dan Konflik Yang Pernah/Sedang


Terjadi di Negara Turki
2.6.1 Kondisi Geografisdi Negara Turki

20
Negara Turki merupakan salah satu negara yang masuk kawasan
Eurasia, artinya sebagian wilayahnya berada di Asia dan lainnya berada
di Eropa. Tidak heran jika kebudayaannya merupakan percampuran antara
budaya barat dan budaya timur.
Negara ini termasuk negara terbesar ke-37 di dunia yang dikelilingi
oleh tiga lautan penting yakni Laut Hitam di bagian utara, Laut Aegea di
bagian barat dan Laut Mediterania di selatan.
 Ekonomi Negara Turki
Perekonomian negara Turki saat ini telah berada pada kategori maju
menurut IMF. Bahkan Turki berada diurutan ke-18 dengan PDB nominal
terbesar dan juga PDB menurut PPP terbesar ke-17 du dunia.
Negara ini terkenal sebagai produsen terkenal di dunia, mulai dari
produk pertanian, kendaraan bermotor, tekstil, kapal, transportasi, bahan
bangunan, peralatan rumah tangga, hingga elektronik. Beberapa produk
tersebut telah diekspor ke sejumlah negara seperti Jerman, Inggris, Irak,
Italia, Amerika Serikat dan Prancis.
Turki juga melakukan kegiatan impor barang berupa mesin, bahan
kimia, barang setengah jadi, saran transportasi dan bahan bakar. Beberapa
negara yang bekerja sama dalam kegiatan impor ini yakni Republik Rakyat
Tiongkok, Jerman, Rusia, Amerika Serikat, Italia dan lain sebagainya.
Meskipun begitu, dipertengahan tahun 2019 Turki pernah terkena
resesi, namun perlahan perekonomiannya mulai membaik bahkan telah
tumbuh ke arah positif pada kuartal ketiga. Pertumbuhan ini didukung dari

21
sektor pertanian yang naik hingga 3,7%, industri naik 1,6%, namun sektor
konstruksi melemah 7,8%.
 Budaya
Pada tahun-tahun permulaan republik, pemerintah menggelontorkan
sejumlah besar sumber daya terhadap seni rupa seperti lukisan, ukiran, dan
arsitektur. Ini dilakukan sebagai proses modernisasi dan penciptaan jatidiri
kebudayaan. Karena adanya faktor-faktor kesejarahan yang berbeda-beda
mendefinisi jatidiri bangsa Turki, budaya Turki memadukan upaya-upaya
yang jelas akan modernisasi dan Westernisasi yang diterima secara bertahap
sejak dasawarsa 1700-an, dengan keinginan yang serentak untuk
memelihara nilai-nilai kesejarahan dan keagamaan tradisional.
2.6.2 Konflik Yang Pernah/Sedang Terjadi di Negara Turki
Operasi militer yangdilakukan Turki terhadap milisiKurdi di Suriah
pasca-penarikanpasukan AS tidak muncul begitusaja, bahkan sudah
direncanakansebelumnya oleh Recep TayyipErdogan. Hal tersebut
seakanmenunjukkan bahwa konflikantara Tuki dan Kurdi sulituntuk
dielakkan, bahkan semakinmenjadi. Hal tersebut terlihat antaralain dari
pengerahan pasukan Turkike perbatasan Suriah, khususnyaSuriah timur laut
yang dikuasaisuku Kurdi. Pengerahan pasukanTurki tersebut ditujukan
untukmemerangi milisi Kurdi yangdianggap Erdogan sebagai terorisdan
secara faktual mengendalikanperbatasan Suriah-Turki. Erdoganberkeinginan
membuat zonapenyangga selebar 30 kilometerdi perbatasan Suriah-Turki,
yangnantinya akan dipakai untukmenempatkan 2 juta dari 3,6 jutapengungsi
Suriah yang kini beradadi Turki.
Untuk konflik Turki danKurdi, masyarakat internasionalbisa saja
mendorong dan berharapbahwa hal tersebut dapat diatasisecara langsung
oleh merekamelalui dialog. Namun, jikamemerhatikan perkembanganberita
terakhir, setidaknya hingga16 Oktober 2019, jalan dialogsepertinya belum
menjadi opsi,khususnya oleh Turki. PresidenTurki Recep Tayyip
Erdogan,misalnya, menolak proposalpresiden AS Donald Trumpuntuk
melakukan pembicaraangencatan senjata dengan KurdiSuriah, tetapi ia

22
setuju untuk terusberdialog dengan AS (sindonews.com., 16 Oktober 2019).
Iniartinya, meskipun saluran dialogsecara langsung antar-pihakyang
berkonflik masih tertutup,ternyata masih ada peluang untukmenyelesaikan
konflik Turki-Kurdisecara damai melalui keterlibatanpihak ketiga.

2.7 Gambaran Umum Kondisi Geografis dan Konflik Yang Pernah/Sedang


Terjadi di Negara Uni Emirat Arab
2.7.1 Kondisi Geografisdi Negara Uni Emirat Arab

 Letak Geografis
UEA berdiri pada 2 Desember 1971 setelah Inggris menarik
pasukannya dari wilayah Teluk. Letak geografis UEA sangat strategis
sehingga memungkinkan para pedagang dari wilayah India yang
akan ke Timur Tengah maupun Eropa melewati wilayah Teluk
Arab. UEA menjadi pusat perdagangan mutiara dan jalur perdagangan
antara kawasan Asia dengan kawasan Eropa. Pada saat ini, peran
UEA tersebut berkembang menjadi tempat transit penerbangan
internasional, pelabuhan internasional, jalur pipa minyak internasional
serta pusat bisnis untuk wilayah Timur Tengah (Pratama, 2004)
 Keadaan Budaya Uni Emirat Arab
Setelah terbentuknya Uni Emirat Arab kehidupan sosial budaya
masyarakat di UEA pun mengalami perkembangan. Perkembangan yang
terjadi pada masyarakat Uni Emirat Arab dapat dilihat dari beberapa aspek
seperti pendidikan dan gaya hidup/ budaya mereka. Pendidikan di Uni
Emirat Arab mulai mengalami perkembangan semenjak ditemukannya

23
minyak di negara tersebut.Penemuan minyak tersebut menjadi sumber
pendapat yang menjanjikan bagi negara sehingga dapat membantu
pembangunan fasilitasfasilitas yang mendukung perkembangan masyarakat
seperti halnya fasilitas pendidikan.
Selain dalam hal pendidikan perkembangan masyarakat UEA juga
dapat dilihat pada perkembangan budaya mereka. Budaya Emirat didasarkan
pada budaya Arab dan telah sangat dipengaruhi oleh budaya Persia.
Arsitektur terinspirasi Arab dan Persia merupakan bagian dari ekspresi
identitas Emirati setempat. Pengaruh Persia pada budaya Emirati terlihat
nyata dalam arsitektur tradisional Emirati dan kesenian rakyat. Misalnya
"barjeel" telah menjadi tanda identifikasi arsitektur Emirat tradisional dan
dikaitkan dengan pengaruh Persia. Budaya Emirati lokal juga telah
dipengaruhi oleh budaya Afrika Timur dan India. (Wikipedia, 2018)
Pengaruh budaya Arab / Islam memang begitu terlihat pada berbagai aspek
kehidupan masyarakat di Uni Emirat Arab. Hal tersebt tidak terlepas dari
pengaruh agama Islam yang masuk di UEA. Masuknya islam ditandai
dengan datangnya utusan dari Nabi Muhammad pada tahun 632 yang
membawa islam menyebar ke seluruh wilayah. Namun selepas Nabi
Muhammad meninggal terjadilah satu pertempuran besar yang disebut
sebagai perang ridda di wilayah Dibba atau sekarang dikenal sebagai
Fujairah. Pada perang tersebut kaum muslim berhasil menang dan
menaklukan para non-muslim di Semenanjung Arab dan kemudian islam
pun terus berkembang hingga saat ini.
2.7.2 Konflik Yang Pernah/Sedang Terjadi di Negara Uni Emirat Arab
Kisruh minyak antara UEA dan Saudi kian membebani hubungan
kedua negara yang belakangan merenggang. Saat ini Riyadh dan Abu
Dhabi sudah bersitegang ihwal sejumlah isu lain, seperti perang di
Yaman, normalisasi Israel, hingga kebijakan pandemi.
Pada 2019 lalu UEA menarik diri dari koalisi bentukan Saudi
untuk menggempur gerilayawan Houthi di Yaman. Pada saat yang sama,
sebuah kelompok bersenjata dukungan UEA di Yaman Selatan

24
dikabarkan bertempur dengan serdadu pemerintah yang didukung
Saudi.
Kedua negara juga kian bersaing dalam hal ekonomi. Baru-baru
ini, Riyadh mengancam akan mengucilkan perusahaan asing dari tender
pemerintah jika tidak merelokasi kantor pusatnya ke Arab Saudi.
Ancaman itu dinilai diarahkan kepada Dubai sebagai pusat keuangan di
Teluk.

2.8 Gambaran Umum Kondisi Geografis dan Konflik Yang Pernah/Sedang


Terjadi di Negara Yaman
2.8.1 Kondisi Geografisdi Negara Yaman

 Letak geogrfis
Negara Yaman berada di bagian selatan Semenanjung Arab yang berbatasan
dengan Laut Arab, Teluk Aden, dan Laut Merah. Yaman terletak di selatan
Arab Saudi dan barat Oman. Luas wilayah negara Yaman adalah 527.970
km². Sejumlah pulau Laut Merah termasuk Kepulauan Hanish, Kamaran,
dan Perim, serta Pulau Socotra di Laut Arab adalah milik Yaman. Letak
astronomis negara Yaman adalah 12° hingga 19°LU dan 42° hingga55°BT.
 Budaya yaman
Pakaian khas masyarakat Yaman berbeda dengan mereka yang
tinggal di Semenanjung Arab. Laki-laki Yaman umumnya mengenakan
thawb(gamis untuk laki-laki)panjang dan longgar dan dilengkapi dengan
jaket di atasnya.

25
Mereka juga sering mengenakan futah tradisional seperti sarung di
Indonesia.Futahtersebut biasanya kerap dipakai bersama dengan kemeja.
Selain itu, serban juga digunakan bagi pria sebagai penutup kepala atau topi
bambu yang ditenun yang dikenal sebagai kopiah.
Sementara untuk wanita, pakaian yang dikenakan bergantung pada
kegiatan yang dilakukannya sehari-hari. Di Yaman Utara, wanita di kota
biasanya mengenakan sharsaf, rok hitam, kerudung dan cadar.Pa kaiannya
menutupi seluruh tubuh. Sedang kan di Yaman Selatan, pemerintahnya me
nen tang keras aturan berpakaian seperti itu.Sementara di pedesaan, wanita
sering berpakaian jubah lebar, sehingga mereka dapat bergerak bebas, tapi
wajah mereka tetap tertutup oleh cadar dengan warna pakaian yang lebih
bervariasi.
Sedangkan di daerah lain wilayah Yaman, tak jarang wania
mengenakan sepatu dengan celana panjang longgar yang dikenal sebagai
sirwal. Wanita yang bekerja di luar rumah biasanya mengenakan topi jerami
bertepi lebar (dhola) untuk melindungi wajah dari terik matahari.
 Pengaruh Kuat Budaya Islam
Mayoritas penduduk Yaman adalah pemeluk Islam. Jumlahnya
mencakup 98 persen dari populasi. Ajaran Islam merupakan pedoman serta
tuntunan pada seluruh aspek kehidupan di masyarakat. Islam telah tersebar
luas di Yaman bahkan semenjak masa Nabi Muhammad SAW.
Sejarah mencatat, Ali bin Abi Thalib adalah orang yang
mengenalkan agama ini kepada penduduk Yaman pada 630 M.Tidak butuh
waktu lama bagi agama Islam berkembang pesat di sana.
Kontribusi Yaman terhadap pencapaian peradaban gemilang umat
Muslim Abad Pertengahan sangat besar.Banyak dari penduduk yang terjun
di kancah kemiliteran kekhalifahan. Mereka turut serta dalam ekspedisi
perluasan wilayah Islam yang berakhir sukses.
Pada perjalanan selanjutnya, warga Yaman terbagi ke dalam dua
kelompok besar, yakni penganut Suni, jumlahnya mencapai 50-55 persen
penduduk Muslim serta Syiah yang sekitar 42-47 persen. Selain itu, secara

26
mazhab, Suni pun terbagi lagi dengan mayoritas atau 50-55 persen adalah
pengikut Mazhab Syafi'i, sementara 40-45 persen terkait aliran Zaidi.
Sementara 2-5 persen adalah penganut Mazhab Ismaili.
Pengikut Suni banyak menetap di wilayah selatan dan tenggara.
Adapun di utara merupakan pusat pengikut Zaidi, sedangkan pengikut
ajaran Jafari memilih kawasan tengah, seperti Ibu Kota Sana'a sebagai
basisnya.
Budaya Islam terasa kuat di Sana'a sebagai ibu kota Yaman. Kota ini
menjadi refleksi Islam baik dari sisi arsitektur maupun tradisi yang berlaku
di tengah- tengah warganya.
Islam masih menjadi satu-satunya manifestasi budaya di kota Tarim
Yaman. Masyarakat Tarim merupakan masyarakat yang masih sangat
memegang teguh syari’at agama Islam para ulama Hadhramaut sejak dulu,
yakni sekitar tahun 10 H yang dipimpin oleh Sayyidina Ziyad bin Lubaid al-
Anshari yang diutus Rasulullah saw. Dalam segi sosial budaya, masyarakat
di Kota sangat menjunjung tinggi hak-hak dan martabat perempuan, hal ini
sangat tercermin dalam kehidupan sehari-hari keluarganya. Wanita Tarim
terbiasa dari sejak kecil dibesarkan di lingkungan ulama, siang malam
bahasan mereka adalah majelis ilmu, alqur’an, adab, akhlak, tasawwuf.
Mereka dibesarkan tidak kenal musik, tidak kenal kejahatan, tidak kenal
wajah orang fasiq, bahkan para wanitanya itu tidak pernah melihat lelaki
selain ayah, kakak, dan pamannya. Sistem sosial budaya di kota Tarim yang
demikian itu, berdampak pada konformitas muslimah di kota Tarim.
2.8.2 Konflik Yang Pernah/Sedang Terjadi di Negara Yaman
Perang Yaman dimulai sejak tahun 2011 pada waktu itu terjadi
gelombang protes besar-besaran oleh masyarakat Yaman untuk menuntut
turunnya Presiden Ali Abdullah Saleh karena dianggap terlalu lama
menduduki kursi pemerintahan yaitu selama 33 tahun. Perang yang terjadi
di Yaman banyak menimbulkan korban warga sipil mulai dari anak-anak
dan orang tua.

27
Pada bulan Februari 2012 Presiden Ali Abdullah Saleh resmi
mengundurkan diri sebagai presiden Yaman dan mengakat wakil presiden
Abd Rabbo Mansour Hadi sebagai presiden Yaman yang baru. Konflik
antara Kelompok Houthi dengan pemerintah Yaman berlangsung pada
bulan September 2014 di kota Sana’a, pada saat itu Kelompok Houthi
menguasai Kota Sana’a dengan membakar stasiun televisi dimiliki oleh
pemerintah Yaman , kemudian kelompok Houthi melakukan penyerangan
terhadap Istana Perdana Menteri Yaman Salem Basindwa dan Istana
Kepresidenan, tindakan tersebut membuat Perdana Menteri Yaman Salem
Basindwa mengundurkan diri sebagai syarat gencatan senjata yang
dilakukan oleh Kelompok Houthi. Pada tanggal 23 Januari 2015, serangan
Kelompok Houthi ke Istana Kepresidenan membuat Abd Rabbo Mansour
Hadi menyatakan mundur sebagai Presiden Yaman yang mengakibatkan
kekuasaan pemerintahan di Yaman mengalami kekosongan.
Aksi penolakan oleh masyarakat Yaman mendapat reaksi keras dari
Kelompok Houthi, kemudian kelompok tersebut menyatakan perang
terhadap siapa saja yang tidak setuju dengan kelompok tersebut, tanpa
memperdulikan warga sipil dan pemerintah. Beberapa negara mulai
menutup kedutaan mereka di Yaman karena mengetahui situasi semakin
memburuk. Dengan bantuan Dewan Keamanan PBB ke negara Arab Saudi,
tetapi tidak lama setelah itu presiden Abd Rabbo Mansour Hadi menarik
pengunduran dirinya sebagai presiden Yaman dan menyatakan Aden
sebagai ibu kota sementara Yaman.
Pihak-pihak yang bertikai di Negara Yaman, berdasarkan berita yang
dikutip dari BEIRUT (Reuters) pihak yang terlibat didalam konflik di
Yaman adalah pemerintah Arab Saudi, Uni Emirat Arab dan koalisi arab
melawan kelompok Houthi sebagai kelompok pemberontak pemerintah
Yaman. Pemerintah Yaman meminta bantuan kepada Arab Saudi, Uni
Emirat Arab dengan meminta negara tersebut mengirimkan angkatan
bersenjata mereka. Angkatan udara Arab Saudi secara khusus telah terlibat
di Yaman. UAE, yang juga mendukung rencana transisi 2012.

28
Negara-negara lain dalam koalisi tidak terlalu terlibat, meskipun
Sudan telah menempatkan sejumlah pasukan di darat. Kemudian kelompok
Houthi yang sekarang dipimpin oleh saudaranya Abdul Malik yang
didirikan pada 1990-an oleh Hussein Badreddin al-Houthi, anggota
minoritas Syiah Zaidi Yaman, yang membentuk sekitar sepertiga dari
populasi masyarakat Yaman.
Kelompok Pemberontak ini menentang pemerintah Yaman, mereka
yang muak dengan korupsi dan kekejaman dari presiden otoriter yang lama
dan sekutu Saudi, Ali Abdullah Saleh Gerakan Houthi melakukan gerakan
perlawanan terhadap pemerintah Yaman.

2.9 Gambaran Umum Kondisi Geografis dan Konflik Yang Pernah/Sedang


Terjadi di Negara Yordania
2.9.1 Kondisi Geografisdi Negara Yordania

 Letak Geografis
Yordania terletak strategis di persimpangan Benua Asia, Afrika, dan
Eropa, tepatnya berada di daerah Levant yang merupakan tempat lahirnya
peradaban. Letak astronomis negara Yordania adalah di antara 29°LU
hingga 34°LU dan 34° hingga 40°BT. Luas wilayah negara Yordania adalah
89.341 km² dengan jarak dari sisi paling utara (Umm Qais) ke titik paling

29
selatannya (Aqaba) adalah 400 kilometer. Bagian timur negara ini berupa
dataran tinggi kering yang diirigasi oleh oasis dan aliran air musiman. Kota-
kota besar kebanyakan terletak di bagian barat laut kerajaan karena tanahnya
yang subur dan curah hujan yang cukup. Kota besar Yordania antara lain:
Irbid, Jerash, dan Zarqa di barat laut. Ibu kota Amman dan Al-Salt di barat.
Madaba, Al-Karak dan Aqaba di barat daya. Kota-kota besar di bagian timur
negara adalah kota-kota oasis yakni AzradanRuwaished.
 Budaya
Yordania merupakan bagian tak terpisahkan dari dunia Arab sehingga
tradisi budaya Arab mendominasi daerah itu. Salah satunya mengenai
makna keluarga. Meskipun jumlah mereka telah turun karena banyak yang
telah menetap dan mengadopsi budaya urban, penduduk Badui pedesaan
mempertahankan cara hidup yang lebih tradisional, melestarikan kebiasaan
yang diwariskan dari generasi ke generasi.
Kehidupan desa berputar di sekitar keluarga besar, pertanian, dan
perhotelan; modernitas hanya ada dalam bentuk kendaraan bermotor untuk
transportasi. Orang Yordania yang tinggal di perkotaan, sebagian menikmati
semua aspek budaya modern, populer, dari produksi teater dan konser musik
hingga opera dan pertunjukan balet. Sebagian besar kota besar memiliki
bioskop yang menawarkan film Arab dan asing. Anak-anak
muda Yordania sering mengunjungi kafe internet di ibu kota, di mana
espreso disajikan di terminal komputer.
Masakan negara menyajikan hidangan menggunakan kacang, minyak
zaitun, yogurt, dan bawang putih. Dua hidangan paling populer
di Yordania adalah masakan domba atau kambing dan nasi dengan saus
yoghurt, dan mansaf, ayam yang dimasak dengan bawang, yang keduanya
disajikan pada hari libur dan pada acara keluarga khusus. Tarif harian
termasuk khubz (roti datar) dengan saus sayuran, daging panggang, dan
semur, disajikan dengan teh manis atau kopi yang dibumbui dengan
kapulaga.

30
Hari raya yang diakui termasuk hari kelahiran Nabi Muhammad, dua
ʿīds (festival; ald al-Fiṭr dan ʿĪd al-Aḍḥā), dan festival Islam besar lainnya,
bersama dengan acara sekuler seperti Hari Kemerdekaan dan ulang tahun
almarhum Raja Ḥussein.
2.9.2 Konflik Yang Pernah/Sedang Terjadi di Negara Yordania
Salah satu peristiwa sejarah paling penting yang terjadi di wilayah
Palestina adalah Perang Enam Hari atau Perang Arab-Israel tahun 1967.
Pertempuran ini melibatkan Israel melawan tiga negara Arab, yakni Mesir,
Suriah,danYordania.Dalam konflik tersebut, Israel menarik perhatian dunia
karena memenangkan pertempuran. Kendati Perang Arab-Israel hanya
berlangsung selama enam hari, yaitu 5-10 Juni 1967, namun kekalahan Arab
atas Israel mengubah wajah geopolitik Timur Tengah selamanya.
saat itu, sebagian wilayah Palestina sekarang dikuasai Mesir dan Yordania.
Tanggal 28 Mei 1964, Palestine Liberation Organization (PLO) atau
Organisasi Pembebasan Palestina muncul. Inilah entitas yang mempelopori
upaya pengakuan kedaulatan terhadap Palestina sebagai negara berdaulat.
Sebelum pecahnya Perang Enam Hari pada 1967 itu, Jalur Gaza berada di
bawah pendudukan Mesir, sedangkan Tepi Barat (West Bank) dan
Yerusalem Timur merupakan milik Yordania.
Latar Belakang Perang Enam Hari Sejak Israel menyatakan
kemerdekaannya pada 1948, hubungan negara zionis ini dengan negara-
negara tetangganya tidak kunjung membaik. Tahun 1950, Mesir menutup
kawasan Selat Tiran yang sangat perannya sangat vital bagi Israel. Kapal-
kapal Israel harus melewati Selat Tiran jika tidak ingin memutari Afrika
Selatan untuk mencapai benua Afrika dan Timur Jauh (Asia Tenggara).
Pada 1956, Israel menyerang Semenanjung Sinai dalam upaya membuka
Selat Tiran. Israel berhasil memaksa Mesir membuka Selat Tiran dan
menjamin keamanan kapal-kapal mereka untuk bisa melewati perairan
tersebut. Sebagai penengah konflik, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB)
menempatkan pasukan darurat di sepanjang tapal batas antara Israel dan
Mesir untuk mencegah terjadinya perang antara kedua negara tersebut.

31
Namun, benih-benih konflik antara Israel dan Mesir tidak juga mereda.
Dikutip dari History, Israel juga terlibat ketegangan dengan Suriah. Hal itu
disebabkan karena Suriah melindungi pasukan gerilya Palestina yang
menyerang perbatasan Israel pada pertengahan 1960-an. Sebagai balasan,
Israel menyerang balik yang berpuncak pada April 1967. Terjadi perang
udara dan serangan meriam antara Israel kontra Suriah. Pertempuran kecil
ini dimenangkan oleh Israel dan berakhir dengan kehancuran
Konflik Israel dengan negara-negara Arab semakin panas. Terlebih
kala itu masih dalam situasi Perang Dingin antara Uni Soviet melawan
Amerika Serikat (AS). Uni Soviet mendukung Mesir, sementara AS ada di
belakang Israel. Pada pertengahan 1967, Mesir menerima informasi dari
intelijen Uni Soviet bahwa tentara Israel sudah menuju perbatasan utara
Suriah untuk menyiapkan serangan. Rupanya, itu informasi palsu namun
Mesir sudah terpantik. Sebagai bentuk dukungan pada Suriah, Presiden
Mesir kala itu, Gamal Abdel Nasser, mengerahkan pasukan menuju
Semenanjung Sinai. Setelah tiba di wilayah tersebut, barulah Mesir
menyadari bahwa informasi dari intelijen Uni Soviet tersebut keliru.
Kendati demikian, Mesir tetap mempertahankan pasukannya di
Semenanjung Sinai dan mengusir pasukan darurat PBB yang menjaga
perbatasan antara Mesir dan Israel. Bagi pemerintah Israel, tindakan Mesir
mengusir pasukan PBB itu adalah aksi casus belli, yaitu upaya untuk
memprovokasi perang. Terlebih, Mesir melarang (lagi) lalu-lintas kapal
Israel melewati Selat Tiran. Di saat itu juga, Gamal Abdel Nasser
menghubungi Raja Yordania untuk meminta bantuan pertahanan.
Perang Fase II: Israel vs Yordania Gamal Abdel Nasser membujuk
Raja Yordania, Hussein I, agar menyerang Israel. Presiden Mesir itu
mengatakan kepada Hussein I bahwa pihaknya berhasil mematahkan
serangan Israel. Yordania menerima informasi itu mentah-mentah dan
menyiapkan serangan terhadap Israel. Tentara Yordania kemudian
menembaki Israel dengan meriam dari Yerusalem. Israel membalas dengan
serbuan yang lebih mematikan sehingga berhasil merebut Yerusalem dan

32
Tepi Barat. Tidak hanya itu, Israel juga meluaskan serangannya dan
merebut Kota Tua Yerusalem yang mencakup kompleks Masjid Al-Aqsa
pada 7 juni 1967.

33
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Kawasan Asia Barat ini sering juga disebut sebagai kawasan Timur
Tengah, karena Kawasan ini berada di tengah belahan bumi timur. Keadaan
alam Asia Barat cenderung tandus dan kering karena intensitas hujan yang
rendah. Hal ini disebabkan karena letak geografis kawasan ini yang berada di
antara tiga benua luas yang mengapitnya, yaitu Asia, Eropa dan Afrika
sehingga angin yang bertiup ke daerah ini bersifat kering dan hanya
membawa uap air yang sangat sedikit sekali setelah melewati daerah-daerah
luas di sekitar Timur Tengah. Sehingga tanaman yang dapat hidup di daerah
ini hanya kaktus di daerah gurun-gurun, pohon kurma di daerah oase-oase
dan pohon zaitun di daerah sekitar pesisir pantai laut Mediterania.
3.2 Saran
Penulis menyadari bahwa makalah ini masih memiliki banyak kesalahan
dan kekurangan, baik kesalahan penulisan maupun kekurangan referensi.
Oleh karena itu, penulis berharap agar pembaca dapat memberikan kritik dan
saran demi menjadikan makalah ini lebih baik.

34
DAFTAR PUSTAKA

Asmardika Rahman, “Kronologi konflik Yaman Hingga Kini”, hlm. 1,


http://news.okezone.com/read/2015/03/28/18/1125649/kronologi-konflik-yaman-
hingga-kini. diakses 16Februari2022.
Debora, yantina.2017.Konflik Qatar yang Semakin
Meruncing.https://tirto.id/konflik-qatar-yang-semakin-meruncing-cr9c.
[diakses 16 februari 2022].
Dickson.2022.Profil Negara Oman.https://ilmupengetahuanumum.com/profil-
negara-oman/#:~:text=Profil%20Negara%20Oman%20%E2%80%93%20Oman
%20adalah,disebut%20dengan%20kawasan%20Timur%20Tengah.[diakses 16
februari 2022].
Dickson.2022.Profil Negara
Qatar.https://ilmupengetahuanumum.com/profil-negara-qatar/.[diakses 16
februari 2022].
Fanack.com, E. (2020, September 1). Geography of Palestine. Retrieved Juli 7,
2021, from fanack.com: https://fanack.com/palestine/geography-of-palestine/
Ismail, I. (2012). Ekspresi Nilai-nilai Keislaman dalam Melestarikan
Budaya Pembangunan Lingkungan Binaan.
Khaeruddin, K., & Hidayat, S. (2020). Uni Emirat Arab: Kuasa Ekonomi di Timur
Tengah (2002-2018). Chronologia, 2(2), 1-10.
Lestari Ika.2020.Negara Turki:Karakteristik-Ekonomi-
FaktaMenarik.https://ilmugeografi.com/ilmu-sosial/negara-turki.[diakses
16 februari 2022].
Maharani, Esthi.2020.Oman Negara Teluk Pertama yang Kirim Duta Besar ke
Suriah.https://www.republika.co.id/berita/qhtrj2335/oman-negara-teluk-pertama-
yang-kirim-duta-besar-ke-suriah.[diakses 16 februari 2022].
Nor, Mohd. Roslan Mohd. “Konflik Israel-Palestin dari Aspek Sejarah
Modern dan LangkahPembebasan dari Cengkaman Zionis,” dalam Journal
of Tamaddun, Desember 2010.

35
OPEC.2021.Uni Emirat Arab Sulut Konflik dengan Arab Saudi Soal Kuota
Minyak.https://www.dw.com/id/uni-emirat-arab-sulut-konflik-dengan-arab-
saudi/a-58161478.[diakses 16 februari 2022].
Safitri, K., Alvionita, M., & Maulidya, R. (2018). Kajian Psikologi Lintas
Budaya: Analisis Dampak Sistem Sosial Budaya Arab Yaman Di Kota
Tarim Terhadap Konformitas Muslimah Tarim Dalam Mata Kuliah
Tafahum Tsaqofi. semnasbama, 2.
Victor.S.M.2019. Konflik Turki-Kurdi Dan SituasiKeamanan Di Suriah Pasca-
PenarikanPasukan Amerika Serikat.Pusat PenelitianBadan Keahlian DPR RI

36