Praktikum Sistem Produksi: Modul III
Praktikum Sistem Produksi: Modul III
2021
I BAB I
PENGUMPULAN DATA
Pada Bab I ini akan menjelaskan mengenai alat dan bahan yang digunakan
pada saat praktikum sistem produksi modul II yaitu mengenai “Perencanaan
Produksi Agregat”, menjelaskan mengenai metodologi praktikum dan langkah
proses perhitungan data.
1.1.1 Alat
a. Alat tulis;
b. Kalkulator;
d. Lembar pengamatan
1.1.2 Bahan
Tes Lisan
PEMAPARAN
MATERI
TIDAK
PAHAM
YA
Line balancing
ANALISIS
FINISH
a. Start
b. Tes Lisan
Sebelum Ke pemaparan Materi Praktikan masuk perkelompok untuk tes
lisan pada tes lisan kali ini praktikan harus merifiew materi modul dua yang
didapatkan pada praktikum sebelumnya.
c. Pemaparan Materi
d. Line balancing
Dalam tahap ini tim praktikan menghitung data yang sudah dihitung
menggunakan metode peramalan pada modul sebelumnya, lalu dilanjutkan
dengan proses perhitungan line balancing dari metode pembebanan
berurut, metode wilayah dan metode bobot posisi.
e. Analisis
Pada tahap ini tim praktikan melakukan analisis setelah selesai membuat
perhitungan lalu dianalisis mulai dari metode pembebanan berurut, metode
wilayah dan metode bobot posisi.
f. Finish
BAB II
PENGOLAHAN DATA
Pada BAB II menjelaskan pengolahan data pada modul III praktikum sistem
produksi mengenai perhitungan line balancing dengan menggunakan metode
bobot posisi, metode pembebanan berurut dan metode wilayah.
2.1 Lintasan Yang Diinginkan
Untuk menghitung waktu lintasan membutuhkan data waktu siklus dan data
jumlah permintaan. Berikut ini merupakan perhitungan waktu lintasan dengan
menggunakan formula dibawah ini:
hari kerja × jam kerja × menit ×detik
waktu lintasan=
jumlah permintaan
a. Inspeksi
293 ×7 × 60× 60
waktu lintasan=
60330
waktu lintasan=122
b. Transportasi
293 ×7 × 60× 60
waktu lintasan=
73078
waktu lintasan=101
c. Operasi
293 ×7 × 60× 60
waktu lintasan=
70206
waktu lintasan=105
d. Delay
293 ×7 × 60× 60
waktu lintasan=
53425
waktu lintasan=13 8
2.2 Metode Bobot Posisi
Dibawah ini merupakan perhitungan dari metode bobot posisi yang diilihat
dari precedence diagram yang telah di jumlahkan dari terbesar ke terkecil, berikut
merupakan perhitungan nya:
2.2.1 Operasi
Berikut adalah prosedur untuk membuat line balancing dengan
metode bobot posisi untuk produk operasi:
a. MPS produk
Dimana untuk mps produk ini didapat pada praktikum Analisa
perancangan kerja untuk tabelnya adalah sebagai berikut:
Tabel 2.1 MPS produk
Periode MPS
13 4802
14 4919
15 4918
16 4944
17 5011
18 5040
19 5154
20 5236
21 5086
22 5234
23 5042
24 4945
jumlah 60330
2.2.2 Transportasi
Berikut adalah prosedur untuk membuat line balancing dengan
metode bobot posisi untuk produk trasportasi::
a. MPS produk
Dimana untuk mps produk ini didapat pada praktikum Analisa
perancangan kerja untuk tabelnya adalah sebagai berikut:
Tabel 2.5 MPS produk
Hari
Periode MPS Kerja
13 4850 25
14 4970 24
15 5145 25
16 5462 25
17 5792 23
18 5967 25
19 6107 24
20 7273 25
21 6755 24
Tabel Lanjutan 2.6 MPS produk
Hari
Periode MPS Kerja
22 7212 25
23 6860 24
24 6686 24
jumlah 73078 293
Setelah ditemukan mps dari produk kemudian di hitung untuk mencari
lintas yang diinginkan dimana untuk rumus untuk mencari lintasan yang
diinginkan adalah ;
Lintasana yang dinginkan = jumlah hari kerja x jam kerja x satuan
menit x satuan detik
Limtasan yang di inginkan = 293 x 7 x 60 x 60 : 39637
Lintasan yang di inginkan = 186
b. Operasi pengikut
Tabel 2.6 operasi pengikut
Operasi
Operasi Bobot WB
Pengikut
1 396 33 2
2 296 31 3
3 265 15 4
4 250 33 5
5 220 18 6
6 202 49 7
7 153 16 8
8 137 14 9
9 123 19 10
10 104 30 11
11 74 16 12
12 58 58
c. Hitung kapasitas dari stasiun kerja
Dimana untuk menghitung mencari stasiun kerja adalah
Jumlah = WB operasi 1 + WB operasi 2 + WB operasi 3 + WB
operasi 4 + WB operasi 5 + WB operasi 6 + WB operasi 7 =
Jumlah = 33 +31 + 15 + 33 + 18 + 49 + 16= 195
Tabel 2.7 kapasitas stasiun kerja
1 1 33 79
2 31
3 15
4 33
2 5 18 100
6 49
Tabel Lanjutan 2.7 kapasitas stasiun kerja
7 16
8 14
3 9 19 95
10 30
11 16
4 12 58 58
1 1 33 79 78%
2 31
3 15
4 33
2 5 18 100 99%
6 49
3 7 16 95 94%
Tabel Lanjutan 2.8 perhitungan nilai efisiensi
8 14
9 19
10 30
11 16
4 12 58 58 57%
Efisiensi 82%
1 30
1 2 19 92
3 26
4 17
5 17
2 68
6 51
3 7 51 51
4 8 91 91
5 9 34 34
4 238 21 5
5 217 7 6
6 210 28 7
7 182 51 8
8 131 31 9
9 100 9 10
10 91 46 11
11 45 40 12
12 5 5
4 21
5 7
6 28
7 51
2 137
8 31
2.3.2 Transportasi
Berikut adalah prosedur untuk membuat line balancing dengan
metode pembobotan berurut untuk produk transportasi:
2.3.3 Inspeksi
Berikut adalah prosedur untuk membuat line balancing dengan
metode pembobotan berurut untuk produk inspeksi:
Tabel 2. 21 Hasil perhitungan metode pembebanan berurut
Operasi WB Matriks Pendahulu Matriks Pengikut
1 30 0 0 0 2 0 0
2 19 1 0 0 3 0 0
3 26 2 0 0 4 0 0
4 17 3 0 0 5 0 0
5 17 4 0 0 6 0 0
6 51 5 0 0 7 0 0
7 51 6 0 0 8 0 0
8 91 7 0 0 9 0 0
9 34 8 0 0 0 0 0
Perhitungan efisiensi
Berikut merupakan perhitungan yang menunjukkan nilai efisiensi dari
metode pembebanan berurut:
Nilai efisiensi rata-rata didapatkan dari efisiensi setiap stasiun kerja.
Nilai efisiensi sendiri didapatkan dari jumlah waktu baku pada setiap
stasiun dibagi dengan waktu siklus.
Jumlah 92
Efisiensi= x 100 %= X 100 %=64 %
Lintasan diinginkan 164
Efisiensi 1+ Efisiensi 2
Rata−rata efisiensi=
n
88 % +65 %+ 51%
Rata−rata efisiensi= =170 %
3
Jumla
Work Operas Wakt h Efisiens
Stasiun i u Waktu i
1 20
1 2 18 64 52%
3 26
2 4 86 86 70%
5 86
3 6 15 115 94%
7 14
8 11
4 9 55 118 97%
10 52
Efisiensi 78%
Nilai efisiensi rata-rata didapatkan dari efisiensi setiap stasiun kerja.
Nilai efisiensi sendiri didapatkan dari jumlah waktu baku pada setiap
stasiun dibagi dengan waktu siklus.
Jumlah 130
Efisiensi= x 100 %= X 100 %=97 %
Lintasan diinginkan 136
Efisiensi 1+ Efisiensi 2+ Efesiensi3
Rata−rata efisiensi=
n
52 %+70 % +94 %
Rata−rata efisiensi= =78 %
3
Berikut ini adalah tabel efesiensi dari metode wilayah;
Tabel 2.26 Nilai efisiensi metode wilayah
Work Jumlah
Stasiun Operasi Waktu Waktu Efisiensi
1 20
1 2 18 64 52%
3 26
2 4 86 86 70%
5 86
3 6 15 115 94%
7 14
2.4.3 Inspeksi
Berikut adalah prosedur untuk membuat line balancing dengan
metode wilayah untuk produk inspeksi:
Pembebanan stasiun kerja, putuskan apakah mutilisasi waktu telah
dapat diterima. Jika tidak, periksa seluruh pekerjaan yang memiliki
hubungan keterkaitan dengan operasi yang telah dibebankan. Putuskan
apakah penalaran pekerjaan-pekerjaan tersebut akan meningkatkan utilisasi
waktu stasiun kerja, jika ya lakukan perubahan tersebut.
Berikut adalah gambar jaringan atau diagram precedence setelah
digambar ulang;
BAB III
PEMBAHASAN DAN ANALISA DATA
Pada BAB III ini akan dijelaskan mengenai pembahasan dan analisis data
kesimpulan berdasarkan perhitungan line balancing produksi pada pengolahan
data di BAB II.
3.1. Pembahasan
Berikut ini merupakan pembahasan penggunaan line balancing dalam
pembuatan goodie bag menggunakan 3 metode yang digunakan;
3.1.1 Operasi
Pembuatan Line balancing pada proses produksi Goodie bag ini
menggunakan metode dengan nilai efisiensi yang paling besar. Berikut
adalah table 3.1 yang menunjukkan rekapitulasi nilai efisiensi dari ketiga
metode dari pembuatan goodie bag Operasi adalah sebagai berikut:
Tabel 3.1 Rekapitulasi nilai efisiensi
Metode Nilai Efisiensi
Bobot Posisi 78 %
Pembebanan Berurt 78 %
Wilayah 78 %
Berdasarkan table diatas, dapat dilihat bahwa nilai efisiensi dari ketiga
metode tersebut sama. Maka, metode yang dipilih boleh yang mana saja.
Sebagai contoh, metode yang dipilih adalah metode wilayah.
3.1.2 Transportasi
Pembuatan Line balancing pada proses produksi Goodie bag ini
menggunakan metode dengan nilai efisiensi yang paling besar. Berikut
adalah rekapitulasi nilai efisiensi dari ketiga metode dari pembuatan goodie
bag Transportasi sebgai berikut:
Tabel 3. 2 Rekapitulasi nilai efisiensi
Metode Nilai Efisiensi
Bobot Posisi 82 %
Pembebanan Berurt 82 %
Wilayah 82 %
Bobot Posisi 73 %
Pembebanan Berurt 73 %
Wilayah 73 %
Berdasarkan table diatas, dapat dilihat bahwa nilai efisiensi dari ketiga
metode tersebut sama. Maka, metode yang dipilih boleh yang mana saja.
3.2. Analisis
3.2.1 Operasi
Kita dapat menganalisis bahwa tingkat efisiensi setiap metode yang
dilakukan adalah sama yaitu 78%, maka kita akan memilih salah satu
metode sebagai pembahasan hasil. Berikut adalah table perhitungan metode
Wilayah :
3.2.2 Transportasi
Pada produk transportasi dari ketiga metode perhitungan line
balancing, ketiga metode tersebut memiliki persamaan tingkat efisiensi yaitu
82%, maka dari itu kita dapat memilih salah satu metode dan dalam hal ini
kami memilih metode wilayah. Berikut perhitungannya:
Tabel 3.6 Hasil Trial error metode wilayah
Work Jumlah
Stasiun Operasi Waktu Waktu Efisiensi
1 33
1 2 31 79 78%
3 15
Tabel lanjutan 3.6 Hasil Trial error metode wilayah
Work Jumlah
Stasiun Operasi Waktu Waktu Efisiensi
4 33
2 5 18 100 99%
6 49
7 16
8 14
3 9 19 95 94%
10 30
11 16
4 12 58 58 57%
Efisiensi 82%
Hasil perhitungan pada metode wilayah diketahui bahwa masing-
masing stasiun kerja dapat bekerja optimal rata rata 82%.. Berdasarkan hasil
ini, maka ilustrasi stasiun kerjanya ditunjukkan pada gambar berikut:
3.2.1 Inspeksi
Pada produk Inspeksi dari ketiga metode perhitungan line balancing,
ketiga metode tersebut memiliki persamaan tingkat efisiensi yaitu 64%,
maka dari itu kita dapat memilih salah satu metode dan dalam hal ini kami
memilih metode wilayah. Berikut perhitungannya:
Tabel 3.7 Hasil Trial error metode wilayah
Operas
Stasiun WB Jumlah efesiensi
i
1 30
2 19
1 92 88%
3 26
4 17
5 17
2 68 65%
6 51
3 7 51 51 49%
Operas
Stasiun WB Jumlah efesiensi
i
4 8 91 91 87%
5 9 34 34 32%
Efisiensi 64%
Hasil perhitungan pada metode wilayah diketahui bahwa masing-
masing stasiun kerja dapat bekerja optimal rata rata 64%.. Berdasarkan hasil
ini, maka ilustrasi stasiun kerjanya ditunjukkan pada gambar berikut:
3.2.2 Delay