Odd Ratio, Risk Ratio, dan Prevalence Ratio
Dalam studi kesehatan masyarakat saat melakukan analisis secara epidemiologi, ukuran asosiasi
mengkuantifikasi hubungan antara paparan dan penyakit di antara kedua kelompok. Paparan
yang dimaksud tidak hanya terbatas pada paparan makanan, gigitan nyamuk, pasangan dengan
penyakit menular seksual, atau adanya pembuangan limbah beracun, tetapi juga karakteristik
yang melekat pada orang (misalnya, usia, ras, jenis kelamin), karakteristik biologis (status
kekebalan tubuh), karakteristik yang diperoleh (status perkawinan), kegiatan (pekerjaan,
kegiatan rekreasi), atau kondisi di mana mereka tinggal (status sosial ekonomi atau akses ke
perawatan medis).
Ukuran asosiasi yang dijelaskan pada bagian berikut membandingkan kejadian penyakit antara
satu kelompok dengan kejadian penyakit di kelompok lain. Contoh ukuran asosiasi adalah risk
ratio (risiko relatif), rate rasio, odds ratio, dan proportionate mortality ratio (rasio kematian
proporsional).
Risk Ratio
Definisi risk ratio
Risk ratio (RR), juga disebut risiko relatif, membandingkan risiko kejadian kesehatan (penyakit,
cedera, faktor risiko, atau kematian) antara satu kelompok dengan risiko di antara kelompok lain.
Ia melakukannya dengan membagi risiko (incidence proportion (proporsi insiden), attack rate) di
kelompok 1 dengan risiko (proporsi insiden, attack rate) di kelompok 2. Kedua kelompok biasanya
dibedakan oleh faktor demografis seperti jenis kelamin (misalnya, kelompok laki-laki
dibandingkan kelompok perempuan) atau dikelompokkan berdasarkan paparan faktor risiko
yang dicurigai (misalnya, kelompok yang makan atau tidak makan salad kentang). Seringkali,
kelompok studi utama diberi label kelompok yang terpapar, dan kelompok pembanding diberi
label kelompok yang tidak terpapar. RR sama dengan prevalence ratio (PR) jika outcome yang
diukur terjadi dalam kerangka waktu yang singkat.
Metode untuk menghitung risk ratio
Rumus untuk menghitung risk ratio (RR) adalah:
𝑟𝑒𝑠𝑖𝑘𝑜 𝑝𝑒𝑛𝑦𝑎𝑘𝑖𝑡 (𝑝𝑟𝑜𝑝𝑜𝑟𝑠𝑖 𝑖𝑛𝑠𝑖𝑑𝑒𝑛, 𝑎𝑡𝑡𝑎𝑐𝑘 𝑟𝑎𝑡𝑒) 𝑑𝑖 𝑘𝑒𝑙𝑜𝑚𝑝𝑜𝑘 𝑠𝑡𝑢𝑑𝑖 𝑢𝑡𝑎𝑚𝑎
𝑅𝑅 =
𝑟𝑒𝑠𝑖𝑘𝑜 𝑝𝑒𝑛𝑦𝑎𝑘𝑖𝑡 (𝑝𝑟𝑜𝑝𝑜𝑟𝑠𝑖 𝑖𝑛𝑠𝑖𝑑𝑒𝑛, 𝑎𝑡𝑡𝑎𝑐𝑘 𝑟𝑎𝑡𝑒)𝑑𝑖 𝑘𝑒𝑙𝑜𝑚𝑝𝑜𝑘 𝑝𝑒𝑚𝑏𝑎𝑛𝑑𝑖𝑛𝑔
Jika risk ratio menunjukkan hasil 1,0 indikasinya menunjukkan risiko yang identik di antara kedua
kelompok. Jika risk ratio lebih besar dari 1,0 menunjukkan peningkatan risiko untuk kelompok
dalam pembilang (biasanya kelompok yang terpapar). Jika risk ratio kurang dari 1,0 menunjukkan
penurunan risiko untuk kelompok yang terpapar, yang menunjukkan bahwa mungkin paparan
sebenarnya melindungi terhadap terjadinya penyakit.
Contoh kasus: Menghitung risk ratio
Contoh A: Saat terjadi wabah tuberkulosis di antara narapidana di South Carolina pada tahun
1999, 28 dari 157 narapidana yang tinggal di sayap Timur asrama menderita TB, dibandingkan
dengan 4 dari 137 narapidana yang tinggal di sayap Barat. Data telah diringkas dalam tabel silang
2 x 2 disebut demikian karena memiliki dua baris untuk status paparan dan dua kolom untuk
hadil/dampaknya. Berikut adalah format penyusunan data secara umum dan notasinya.
Tabel 1. Format umum dan notasi untuk tabel silang 2 x 2
Sakit Sehat Total
Terpapar a b a + b =H1
Tidak Terpapar c d c + d =H0
Total a + c = V1 b + d = V0 T
Di contoh ini, paparannya adalah bagian sayap asrama dan outcomenya adalah tuberculosis,
ditunjukkan pada tabel 2.
Tabel 2. Insiden Infeksi Mycobacterium Tuberculosis (TB) di antara Narapidana Penjara yang
Terinfeksi HIV dan Berkumpul menurut Tempat Sayap Asrama (Carolina Selatan, 1999)
Sakit TB Tidak Sakit TB Total
Sayap Timur a=28 b=129 H1=157
Sayap Barat c=4 d=133 H0=137
Total 32 262 294
Sumber data: McLaughlin SI, Spradling P, Drociuk D, Ridzon R, Pozsik CJ, Onorato I. Extensive transmission of Mycobacterium
tuberculosis among congregated, HIV-infected prison inmates in South Carolina, United States. Int J Tuberc Lung Dis 2003;7:665–
672.
Untuk Untuk menghitung risk ratio, pertama-tama hitung risiko atau attack rate untuk setiap
kelompok. Berikut adalah rumusnya:
Attack Rate (Risiko)
Attact rate untuk kelompok terpapar = a/a+b
Attack rate untuk kelompok yang tidak terpapar = c/c+d
Untuk contoh ini:
Risiko TBC pada narapidana di sayap timur = 28/157 = 0,178 = 17,8%
Risiko TBC pada narapudana di sayap barat = 4/137 = 0,029 = 2,9%
Risk ratio hanyalah rasio dari dua risiko ini:
Risk Ratio = 17,8/2,9 = 6,1
Dengan demikian, narapidana yang tinggal di asrama sayap Timur memiliki kemungkinan 6,1 kali
lebih besar untuk menderita TBC dibandingkan mereka yang tinggal di sayap Barat.
Rate Ratio
Rate Ratio membandingkan menurut kejadian, menurut kelompok orang-waktu, atau menurut
kematian dari dua kelompok. Seperti Risk Ratio, kedua kelompok biasanya dibedakan oleh faktor
demografis atau oleh paparan agen penyebab yang dicurigai. Rate untuk kelompok utama yang
diamati dibagi dengan rate untuk kelompok pembanding. Rate ratio sama
Rate Ratio = Rate untuk kelompok utama yang diamati/ Rate untuk kelompok pembanding
Interpretasi nilai rate ratio mirip dengan risk ratio. Artinya, rate ratio 1,0 menunjukkan tingkat
yang sama dalam dua kelompok, rate ratio yang lebih besar dari 1,0 menunjukkan peningkatan
risiko untuk kelompok di pembilang, dan rate ratio kurang dari 1,0 menunjukkan penurunan
risiko untuk kelompok di pembilang.
CONTOH: Menghitung Rate Ratio (Lanjutan)
Pejabat kesehatan masyarakat dipanggil untuk menyelidiki peningkatan yang dirasakan dalam
kunjungan ke rumah sakit kapal untuk penyakit pernapasan akut (ISPA) oleh penumpang kapal
pesiar di Alaska pada tahun 1998. Para pejabat membandingkan kunjungan penumpang ke
rumah sakit kapal untuk ISPA selama Mei-Agustus 1998 dengan periode yang sama tahun 1997.
Mereka mencatat 11,6 kunjungan untuk ISPA per 1.000 wisatawan per minggu pada tahun 1998,
dibandingkan dengan 5,3 kunjungan per 1.000 wisatawan per minggu pada tahun 1997. Hitung
Rate Ratio.
Rate Ratio = 11,6/5,3 = 2,2
Penumpang di kapal pesiar di Alaska selama Mei-Agustus 1998 lebih dari dua kali lebih
kemungkinannya untuk mengunjungi rumah sakit kapal mereka untuk ISPA daripada penumpang
pada tahun 1997.
Odds Ratio (OR)
Odds Ratio (OR) adalah parameter asosiasi yang mengukur hubungan antara paparan (dengan
dua kategori) dan outcome kesehatan (juga diukur dalam 2 kategori). Mengacu pada empat sel
pada Tabel 1, odds ratio dihitung sebagai:
Odds Ratio= ad/bc
di mana
a = jumlah orang yang terpapar dan menderita penyakit
b = jumlah orang yang terpapar tetapi tanpa penyakit
c = jumlah orang yang tidak terpapar tetapi menderita penyakit
d = jumlah orang yang tidak terpapar: dan tanpa penyakit
a+c = jumlah total penderita penyakit (kasus-pasien)
b+d = jumlah total orang tanpa penyakit (kontrol)
Rasio odds kadang-kadang disebut rasio hasil silang karena pembilangnya didasarkan pada
perkalian nilai di sel “a” dikalikan dengan nilai di sel “d”, sedangkan penyebutnya adalah hasil kali
sel “b” dan sel “c. ” Sebuah garis dari sel "a" ke sel "d" (untuk pembilang) dan satu lagi dari sel
"b" ke sel "c" (untuk penyebut) membuat x atau silang pada tabel dua-dua.
Tabel 3. Paparan dan Penyakit pada Populasi Hipotetis 10.000 Orang
Sakit Sehat Total Risk
(Penyakit X) (tanpa
Penyakit X)
Terpapar a=100 b=1.900 2.000 5,0%
Tidak Terpapar c=80 d=7.920 8.000 1,0%
Total 180 9.820 10.000
CONTOH: Menghitung Odds Ratio
Gunakan data pada Tabel 3 untuk menghitung Risk ratio risiko dan odds ratio
1. Risk Ratio
5,0/1,0 = 5,0
2. Odds Ratio
(100 × 7.920)/(1.900 × 80) = 5,2
Perhatikan bahwa odds ratio 5,2 mendekati risk ratio 5,0. Itulah salah satu fitur menarik dari odds
ratio, ketika outcome kesehatan tidak umum, odds ratio memberikan perkiraan risk ratio yang
masuk akal. Fitur menarik lainnya adalah bahwa odds ratio dapat dihitung dengan data dari studi
kasus-kontrol, sedangkan risk ratio maupun rate ratio tidak dapat dihitung pada studi kasus
kontrol.
Dalam studi kasus-kontrol, peneliti mendistribusikan sekelompok pasien kasus (didistribusikan
dalam sel a dan c dari tabel dua kali dua), dan kelompok non-kasus atau kontrol (didistribusikan
dalam sel b dan d).
Odds Ratio adalah ukuran pilihan dalam studi kasus-kontrol. Sebuah studi kasus-kontrol
didasarkan pada penataan sekelompok orang dengan penyakit ("kasus-pasien") dan kelompok
sebanding tanpa penyakit ("kontrol"). Jumlah orang dalam kelompok kontrol biasanya
ditentukan oleh peneliti. Seringkali, ukuran populasi dari mana pasien kasus datang tidak
diketahui. Akibatnya, resiko, rate ratio dan risk ratio tidak dapat dihitung dari studi kasus-kontrol.
Namun, Anda dapat menghitung odds ratio dan menafsirkannya sebagai perkiraan risk ratio,
terutama bila penyakit ini jarang terjadi pada populasi.