0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
2K tayangan10 halaman

Latar Belakang Aliran Seni Realisme

Realisme adalah aliran seni yang menggambarkan kehidupan nyata dengan akurat. Bermula di Prancis abad ke-19 sebagai reaksi terhadap romantisme, realisme diwakili pelukis seperti Courbet, Manet, dan Millet yang menggambarkan rakyat biasa dan kehidupan seharian. Aliran ini kemudian mempengaruhi seni di Eropa dan Amerika hingga akhir abad ke-19.

Diunggah oleh

Dynand
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
2K tayangan10 halaman

Latar Belakang Aliran Seni Realisme

Realisme adalah aliran seni yang menggambarkan kehidupan nyata dengan akurat. Bermula di Prancis abad ke-19 sebagai reaksi terhadap romantisme, realisme diwakili pelukis seperti Courbet, Manet, dan Millet yang menggambarkan rakyat biasa dan kehidupan seharian. Aliran ini kemudian mempengaruhi seni di Eropa dan Amerika hingga akhir abad ke-19.

Diunggah oleh

Dynand
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Latar Belakang Realisme

A. Pengertian

Realisme adalah aliran seni yang mengangkat peristiwa keseharian yang


dialami oleh banyak orang (masyarkaat luas). Istilah realisme pada aliran ini bukan
merujuk pada tingkat kemiripan atau keakuratan gambar lukisan dengan referensinya.
Realisme adalah sebuah aliran seni yang mengacu pada berbagai macam karya
seni yang merujuk atau menggambarkan benda ataupun keadaan yang memiliki
bentuk yang nyata dan menyerupai aslinya. Realisme menolak sebuah imajinasi liar
dan imajinatif demi sebuah pengamatan yang cermat terhadap sebuah objek ataupun
peristiwa. Hingga pasti tema yang diangkat oleh aliran ini adalah wacana yang
realistik

B. Sejarah dan Gerakan Kebudayaan

Realisme pertama muncul di Prancis sekitar pertengahan abad ke-19. Realisme


merupakan gerakan menolak Romantisisme, dan sebaliknya berusaha
menggambarkan subjek dan situasi kontemporer dengan kebenaran dan akurasi.
Realis memberontak terhadap subyek eksotis dan emosionalisme berlebihan dari
Romantisisme yang telah mendominasi sastra dan seni Prancis sejak akhir abad ke-18.
Pelukis pertama yang menyatakan dirinya realis adalah Gustave Courbet.
Realisme menjadi terkenal sebagai gerakan kebudayaan di Prancis sebagai
reaksi terhadap paham Romantisme yang telah mapan di pertengahan abad 19.
Gerakan ini biasanya berhubungan erat dengan perjuangan sosial, reformasi politik,
dan demokrasi. Realisme kemudian mendominasi dunia seni rupa dan sastra
di Prancis, Inggris, dan Amerika Serikat di sekitar tahun 1840 hingga 1880. Penganut
sastra realisme dari Prancis meliputi nama Honoré de Balzac dan Stendhal. Sementara
seniman realis yang terkenal adalah Gustave Courbet dan Jean François Millet.
C. Karakteristik dan Ciri-ciri

Karakteristik karya realisme adalah usaha untuk mempresentasikan bentuk


dari ide seniman dengan seadanya sesuai kenyataan menghindari idealisasi bentuk,
tanpa adanya elemen tambahan seperti unsur fantasi dan supernatural. Subject matter
yang umum dalam lukisan realisme adalah rakyat jelata, dengan warna cenderung
gelap untuk menunjukkan kesengsaraan. Ciri khas aliran realisme yang tidak terlalu
terikat oleh unsur seni klasik membuat banyak ahli dan kritikus seni menganggap
aliran ini sebagai pelopor seni modern yang kita kenal saat ini.

Ciri-ciri aliran seni lukis realisme

1. Mengangkat peristiwa keseharian yang dialami oleh orang kebanyakan


2. Menggambarkan masyarakat dan situasi kontemporer yang nyata dan khas
dengan lingkungan keadaan sehari-harinya
3. Karya realis menggambarkan manusia dari semua kelas dalam situasi dan kondisi
aslinya.
4. Realisme tidak setuju terhadap subjek seni yang dibesar-besarkan (dramatis) ala
Romantisisme.
5. Memiliki detail gambar yang menyerupai aslinya (natural) melalui teknik tinggi
yang dikuasai oleh pelukisnya.
6. Tidak menutupi kehidupan rakyat sederhana yang tidak memiliki rumah mewah
atau pakaian mahal seperti kaum bangsawan.
7. Objektif terhadap kaum atas, dalam artian tidak hanya kebaikannya saja yang
diperlihatkan, Misalnya: mengangkat peristiwa tragisnya perang yang hasilkan
oleh permainan politik kelas atas, melalui penggambaran pion-pion kecil
dibawahnya.
D. Tokoh/Seniman Aliran Realisme

1. Gustave Courbet (1819-1977) adalah seorang pelukis


asal Prancis yang memimpin gerakan Realisme dalam lukisan Prancis abad ke-
19. Berkomitmen untuk hanya melukis apa yang dapat ia lihat, ia menolak
konvensi akademik dan Romantisisme dari generasi para artis seni rupa pada
masa sebelumnya. Independensiannya menghimpun contoh yang mempengaruhi
kalangan artis pada masa berikutnya, seperti Impresionis dan Kubistis. Ia adalah
pelopor gerakan Realisme pada pertengahan abad ke-19. Konsep Realisme
Gustave Courbet adalah menolak tema yang tidak terlihat langsung dengan
pengalaman hidup yang nyata di suatu tempat dan pada waktu tertentu. Ia
terkenal dengan ucapannya, “Perlihatkan aku bidadari, aku akan melukisnya”
Pernyataannya bahwa seniman harus melukis objek yang nyata dan ada diikuti
dengan manifesto Realisme dan pameran di “Paviliun Realisme” pada tahun
1855.

Judul lukisan : A Burial at Ornans


Ukuran Lukisan : 3,15 x 6,65 meter
Ciri Khas : Dalam lukisan historis, biasanya seniman menyewa model sebagai
pemerannya. Tapi Gustave Courbet ingin melukis orang yang sama dengan
melayat saat propesi terjadi. Hasilnya adalah penggambaran yang sangat
realistis dari kehidupan di Ornans, dan dari tiap-tiap tokoh.
Tema : Ukuran tersebut hanya boleh dipakai untuk melukis tema historis,
sementara Gustave Courbet menggunakannya untuk peristiwa “sehari-hari”.
Lukisan ini mendokumentasikan prosesi pemakaman paman Gustave Courbet
yang dihadirinya pada tahun 1848

2. Edouard Manet (1832-1883) adalah seorang pelukis


Prancis. Dia adalah salah satu seniman abad ke-19 yang pertama kali melukis
kehidupan modern, dan tokoh penting dalam transisi
dari Realisme ke Impresionisme. Lahir dalam sebuah rumah tangga kelas atas
dengan koneksi politik yang kuat, Manet menolak masa depan yang awalnya
direncanakan untuk dia, dan menjadi asyik dalam dunia seni lukis. Karya-karya
awalnya, Le déjeuner sur l'herbe dan Olympia, kedua tahun 1863, menimbulkan
kontroversi besar dan menjadi titik kumpul bagi para pelukis muda yang akan
menciptakan Impresionisme. Hari ini, lukisan-lukisan ini dianggap
lukisan watershed yang menandai lahirnya seni modern. 20 tahun terakhir hidup
Manet melihatnya membentuk ikatan dengan seniman-seniman besar lainnya dari
waktu itu, dan mengembangkan gayanya sendiri yang akan digembar-gemborkan
sebagai inovatif dan berfungsi sebagai pengaruh besar bagi pelukis masa depan.
Judul Lukisan : Luncheon on the Grass (1863)
Ukuran Lukisan : 2, 08 x 2, 64 meter
Ciri Khas : Edouard Manet menampilkan sosok wanita telanjang yang jujur,
tidak digambarkan dengan tubuh ideal. Sang wanita sedang berinteraksi
dengan santai bersama 2 pria berpakaian rapi dan terlihat seperti bangsawan
Tema : Pandangan wanita tersebut menatap ke arah pengamat lukisan, seolah
manet menantang langsung batasan estetika dan etika publik.

3. Jean Francois Millet (1814-1875) adalah pelukis Prancis


dari mazhab Barbizon. Ia merupakan anak pertama dari Jean Louis Nicolas dan
Aimee Henriette Adelaide Henry Millet, anggota komunitas petani di desa
Gruchy. Karyanya bertema kehidupan tani yang sederhana sehingga ia dijuluki
sebagai pelukis petani. Ia belajar dari pelukis konvensional Paul Delaroche,
pelukis klasik Poussin dan pelukis realis Goya. Sejak menetap di Barbizon ia
meninggalkan tema klasik dan telanjang (Oedipus taken from tree) dan beralih
pada tema petani dengan tetap mempertahankan realismenya. Kritik bahwa
temanya vulgar dan sosialistik ditanggapinya dengan mengatakan bahwa aku
hanya bercerita sebisaku tentang apa yang kulihat dan kurasakan sendiri selagi
aku bekerja. Millet meraih reputasi dan kesuksesan awal pada 1860-an. Pada
awal dekade tersebut ia dikontrak untuk melukis 25 karya dengan imbalan uang
saku bulanan untuk tiga tahun ke depan. Pada Pameran Universal di Paris (1867)
Millet akhirnya diakui sebagai pelukis ulung dalam seni lukis modern Prancis.
Namun, namanya tenggelam pada awal abad ke-20.

Judul Lukisan : The Gleaners (1857)


Ukuran Lukisan : 84 x 111 cm
Ciri Khas : Secara komposisi menunjukkan sebuah sore dimana 3 wanita
petani sedang mengumpulkan sisa jerami yang sudah dipanen. Wajah mereka
dilukiskan secara tidak jelas, menandakan sosok-sosok bisa berarti siapapun di
masyarakat Perancis dan tidak spesifik kepada 1-2 orang saja. Kontras antara
latar depan yang berbayang dan latar belakang yang terang menggambarkan
jarak. Penduduk yang miskin seolah-olah ditinggalkan oleh penduduk lainnya
yang makin menjauh.
Tema : Tema yang sangat dekat dengan kehidupan penduduk desa ini berkali-
kali muncul di benak Millet selama 7 tahun ia bermukim di Barbizon. Millet
merasa tema ini abadi karena berhubungan dengan cerita dari Perjamuan
Lama.
4. Dullah (1919-1996) adalah salah saru pelopor aliran
Realisme di Indonesia, sekaligus pelukis bersejarah di negara ini. Dullah lahir
sebagai anak sulung di keluarga pengrajin batik. Ia pertama kali belajar melukis
pada umur 16 dari S. Sudjojono dan Affandi. Pada saat ibukota Indonesia
dipindah ke Yogyakarta, Dullah mendirikan kelompok Seniman Indonesia Moeda
(SIM) bersama Sudjojono. Kelompok ini diserahi tugas mendokumentasikan
perjuangan penduduk Yogyakarta semasa Perang Kemerdekaan dalam bentuk
lukisan. Lewat kanvas, Dullah menampilkan berbagai peristiwa bersejarah dan
kejadian memilukan dari masa sebelum Indonesia merdeka. Lukisan Persiapan
Gerilja hingga saat ini masih dipajang di Istana Kepresidenan Bogor.

Juduk Lukisan : Persiapan Gerilja (1947)


Ukuran Lukisan : 102 x 83 cm
Ciri Khas : Sebagai seniman, Dullah sangat konsisten. Ia tetap
mempertahankan corak Realisme dalam karyanya, walaupun banyak seniman
menganggap aliran ini sudah ketinggal zaman. Secara visual karya ini
memilki tingkat pengerjaan yang kompleks, nilai ide dan sejarahnya sangat
tinggi. Penggarapan figur dikerjakan dengan sangat detail dan kuat dengan
warna-warna yang begitu mengena yang sesuai dengan karakter sosok para
pejuang.
Tema : Lukisan ini didedikasi sebagai bentuk dokumentasi perjuangan yang
sama sekali tidak menggambarkan adegan pertempuran di medan laga atau
kontak senjata dengan penjajah. Lukisan ini menggambarkan sebuah persiapan
untuk melaksanakan sebuah pertempuran.

\
Kesimpulan

Realisme adalah aliran seni yang mengangkat peristiwa keseharian yang


dialami oleh banyak orang . Realisme adalah sebuah aliran seni yang mengacu pada
berbagai macam karya seni yang merujuk atau menggambarkan benda ataupun
keadaan yang memiliki bentuk yang nyata dan menyerupai aslinya. Realisme menolak
sebuah imajinasi liar dan imajinatif demi sebuah pengamatan yang cermat terhadap
sebuah objek ataupun peristiwa. Hingga pasti tema yang diangkat oleh aliran ini
adalah wacana yang realistik. Realis memberontak terhadap subyek eksotis dan
emosionalisme berlebihan dari Romantisisme yang telah mendominasi sastra dan seni
Prancis sejak akhir abad ke-18.
Daftar Pustaka

The Art Story Contributors (2015). “Realism”.


https://www.theartstory.org/movement/realism/. Diakses pada tanggal 14 February
2022.

The Metropolitan Museum of Art (2011). “Gustave Courbet”.


http://www.metmuseum/exhibitions/listing/2008/gustave-courbet. Diakses pada
tanggal 15 February 2022.

Human (2019). Sekretariat Kabinet Republik Indonesia. https://setkab.go.id/lukisan-


persiapan-gerilya-dan-pemandangan-di-kaliurang/. Diakses tanggal 15 February 2022.

Tharbroni, Gamal (2019). Aliran Realisme – Pengertian, Sejarah, Tokoh & Contoh.
https://serupa.id/aliran-romantisisme/ . (akses 14 Februari 2022).

Yono,Mudi (2019). Aliran Romantis. https://pdfcookie.com/download/aliran-dalam-


seni-rupa-ro2n43q6e7v4 (akses 9 Februari 2022).

Anda mungkin juga menyukai