Anda di halaman 1dari 10

DISKUSI

DINAMIKA KELOMPOK AGENDA II LATSAR CPNS

TUTOR
Dr. H. SUYANTO, M.Si

OLEH

14-1-01-Annisa Noorrahmi, S.Kep., Ns


14-1-02-Anjarina Nur Mutia, SKM
14-1-03-Annida Sahlina, S.Tr.Gz
14-1-04-Annisa Nurlaila, S.E
14-1-05-Anton Wahyudi, SKM
14-1-06-Apriyadi, S.Ak
14-1-07-drg. Ariska Endariantari
14-1-08-dr. Armiati
14-1-09-apt. Ashri Almiahsari, S. Farm
14-1-10-Aspihani, S.Si.T

LATIHAN DASAR CPNS GOLONGAN III ANGKATAN XIV


KELOMPOK I BPSDMD PROVINSI
KALIMANTAN SELATAN
TAHUN 2022
A. Mengapa di Dalam Pelatihan Harus Ada Dinamika Kelompok dan Mengapa
Harus dilakukan Pada Awal Kegiatan

Dinamika kelompok adalah suatu mode dan proses yang bertujuan meningkatkan nilai-
nilai kerjasama kelompok. Dengan pengertian tersebut maka dinamika kelompok perlu
dilakukan pada awal kegiatan. Hal ini bertujuan agar antar sesama anggota kelompok
membentuk kerjasama saling menguntungkan dalam mengatasi tugas/pekerjaan yang
membutuhkan pemecahan masalah, seperti dengan membagi pekerjaan sesuai tugas dan
keahlian masing-masing.
Hal tersebut akan membuat pekerjaan menjadi lebih mudah, cepat, efektif dan efisien.
Selain itu, dengan melakukan dinamika kelompok pada awal kegiatan, maka akan
menciptakan iklim demokratis dalam kehidupan berkelompok dengan memungkinkan setiap
individu/anggota kelompok memberikan masukan, interaksi dan memiliki peran yang sama
dalam kesuksesan kelompok.

B. Mengapa Perlu dibuat Grup Whatsapp dan Apa Tujuannya ?

WhatsApp grup penting dibuat betujuan untuk menjaga silaturahmi dan kekompakan antar
anggota kelompok grup baik antara sesama staf maupun pejabat struktural. Siapapun di dalam
grup bebas berbagi dan mendapat informasi yang bermanfaat dan sesuai tujuan awal
pembuatan grup.

C. Definisi Dan Fungsinya Struktur Organisasi


a. Definisi
Membuat dan mengesahkan seluruh keputusan – keputusan dan kebijakan-
kebijakan organisasi yang bersifat strategis melalui kesepakatan dalam Rapat
Pengurus Dinamika Kelompok.
b. Fungsi
1) Merupakan pemegang kekuasaan tertinggi dalam pimpinan organisasi
2) Merumuskan kebijakan untuk pengembangan organisasi
3) Mengkoordinasikan kegiatan dan pengembangan organisasi.
4) Bertanggung jawab terhadap seluruh Keputusan Musyawarah dan melaksanakan
program kerja sebaik-baiknya dengan  seluruh jajaran pengurus pusat organisasi
5) Melaksanakan tugas dan tanggung jawab lain yang dipandang perlu menurut
kepentingan dan perkembangan organisasi
6) Dalam melaksanakan tugas bertanggung jawab kepada Kongres Organisasi

1. Wakil Ketua
a) Definisi
Pendamping ketua, bertanggung jawab atas kepengurusan berbagai hal
dan memperlancar kegiatan seksi-seksi, juga mengganti melaksanakan tugas
ketua, apabila ketua berhalangan. Sebagai seorang wakil ketua, ia harus
memiliki sikap tegas, jujur, sabar, serta memiliki rasa tanggung jawab atas
pekerjaan.

b) Fungsi
1) Membantu Ketua dan bertanggung jawab kepada ketua apabila dalam
pengambilan keputusan ketua tidak ada.
2) Wakil ketua dapat menggantikan ketua dalam pengambil suatu keputusan.
3) Memimpin rapat-rapat atas kesepakatan ketua, serta meminta masukan
kepada ketua sebelum mengambil keputusan.
4) Wakil ketua tidak mempunyai kewenangan sebelum ada keputusan ketua,
namun dalam segala sesuatu yang bersifat darurat wakil ketua berhak
untuk mengambil kebijakan yang selayaknya.
5) Memberi saran, kritik, serta nasehat kepada kepanitiaan tertentu, secara
lisan demi kesuksesan kegiatan tersebut.

2. Sekretaris
a) Definisi
Membuat dan mengesahkan keputusan dan kebijakan organisasi bersama-
sama ketua dalam bidang administrasi dan penyelenggaraan organisasi.

b) Fungsi
1) Membantu Sekum melakukan pengelolaan administrasi kesekretariatan,
korespondensi dan kearsipan.
2) Membantu Sekum melakukan pengelolaan inventaris organisasi serta
pengadaan kebutuhan kesekretariatan.
3) Membantu Sekum mengkoordinasikan kegiatan antar pengurus dengan
pengurus, pengurus dengan DPW, pengurus dengan pihak luar
4) Membantu Sekum membuat laporan periodik kegiatan organisasi
5) Membantu Sekum mempersiapkan dan mengkoordinasikan kepanitiaan
dan persiapan teknis lainnya untuk kegiatan organisasi
6) Membantu Sekum melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh Ketua
Umum sesuai dengan kepentingan dan perkembangan organisasi
7) Dalam melaksanakan tugas bertanggung jawab kepada Ketua Umum

3. Bendahara
a) Definisi
Membuat dan mengesahkan keputusan dan kebijakan organisasi bersama-
sama Ketua dalam hal keuangan dan kekayaan organisasi.

b) Fungsi
1) Melaksanakan tata pembukuan penerimaan, pengeluaran dan pembayaran
keuangan organisasi.
2) Melakukan pengadaan kebutuhan barang organisasi.
3) Menyusun rencana anggaran dan TOR nya
4) Membuat laporan periodik keuangan organisasi.
5) Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh Ketua Umum dan
berkoordinasi langsung dengan Sekretaris Umum
6) Dalam melaksanakan tugasnya, bertanggungjawab kepada Ketua Umum

4. Inventaris
a) Definisi
Melaksanakan penyiapan bahan perumusan kebijakan, koordinasi,
pembinaan, pengendalian dan pemberian bimbingan kegiatan di bidang
inventarisasi aset.

b) Fungsi
1) Bertanggung jawab langsung terhadap seluruh kegiatan kepala bagian
inventaris
2) Melakukan inventarisasi dan pencatatan seluruh aset yang dimiliki oleh
Kelompok
3) Memberikan pelayanan dibidang pengadaan yaitu peralatan, sarana dan
prasarana;
4) Melakukan pengecekan barang secara berkala;
5) Mencatat dan mengarsip disposisi surat masuk terkait dengan pengadaan
maupun pemeliharaan aset.

5. Keamanan
a) Definisi
Melaksanakan kegiatan untuk membantu usaha-usaha penumbuhan
kesadaran masyarakat di bidang keamanan, ketentraman dan ketertiban
sehingga masyarakat merasa aman dan tenteram, Meningkatkan kegiatan
pembinaan, Melaksanakan kegiatan untuk membantu meningkatkan
kemampuan dan ketrampilan petugas keamanan serta membantu mengawasi
pelaksanaan program Pemerintah di bidang ketertiban. melaksanakan tugas
lain yang diberikan oleh Ketua maupun Sekertaris yang berkaitan dengan
tugas seksi keamanan.

b) Fungsi
1) Penyusunan rencana kerja sesuai dengan bidangnya.
2) Penyelenggaraan kegiatan sesuai dengan rencana kerja.
3) Pengkoordinasian dengan seksi-seksi agar terwujudnya keserasian
rencana kerja.
4) Pengkoordinasian dengan seksi yang sesuai dengan bidangnya agar
terwujudnya keserasian rencana kerja.
5) Pengendalian kelompok-kelompok kerja yang dibentuk berdasarkan
wilayah dan jenis kegiatan.
6) Pengawasan terhadap kegiatan masing-masing;
7) Pelaksanaan pengawasan dan mencatat segala kegiatan dalam seksi
serta mengevaluasi kegiatan yang telah dilaksanakan.
8) Penyusunan laporan secara berkala (triwulan, semester, tahunan )
9) Pemberian saran dan pendapat pada Ketua sesuai bidang tugasnya.
10) Penyelenggaraan tugas tertentu yang diberikan oleh Ketua.
6. Keagamaan
a) Definisi
Meningkatkan kesadaran beragama, Membuat schedule program
keagamaan yang lebih baik/menyentuh/kontekstual dalam meningkatkan
dan memakmurkan rumah ibadah.
b) Fungsi
1) Rencana program-program keagamaan untuk 3 (tiga) tahun ke depan,
dlam bentuk time table didalamnya mencakup jenis program dan
pembiayaannya.
2) Pelaporan dan bertanggung jawab langsung kepada Ketua
3) Penyusunan laporan secara berkala (triwulan, semester, tahunan )
4) Pemberian saran dan pendapat pada Ketua sesuai bidang tugasnya.
5) Penyelenggaraan tugas tertentu yang diberikan oleh Ketua yang
berkaitan langsung dengan seksi Keagamaan.

7. Humas
a) Definisi
Bertugas untuk menjembatani hubungan antara perusahaannya dengan
publik. Tidak hanya itu, tetapi humas juga secara rutin menjaga kualitas
hubungan antara perusahaan dan publik. Tujuannya agar tidak terjadi
kesalahpahaman antara kedua belah pihak.
b) Fungsi
1) Tugas Pokok dan Fungsi (Tupoksi) Humas paling umum adalah
penyusunan dan penyebarluasan informasi, dokumentasi, publikasi, dan
protokoler.
2) Tupoksi Humas secara teknis sama dengan tugas wartawan dan Event
Organizer (EO).
3) Aktivitas humas seperti publikasi dan hubungan media diarahkan pada
peningkatan dukungan, bantuan, dan partisipasi publik dalam bentuk
sarana, prasarana, tenaga, dan dana, untuk memudahkan pencapaian tujuan
organisasi.
4) Humas hendaknya melibatkan publik dalam penyelesaian berbagai
masalah yang dihadapi oleh organisasi.
5) Humas juga membuat dan mengembangkan pencitraan yang baik untuk
organisasi dan kepada para pimpinan atau stakeholder dengan sasaran
terjalinnya hubungan yang baik antara publik internal dengan publik
eksternal.
6) Menurut pakar humas, Frank Jefkins, tugas pokok dan fungsi humas
terkait dengan manajemen krisis, penerbitan, pencitraan, dan
masalah keuangan.
7) Semua organisasi pasti pernah mengalami masa krisis sehingga dibutuhkan
adanya persiapan dalam mengatasinya. Divisi humas akan bermanfaat
sebagai tim manajemen krisis dalam organisasi yang berhubungan dengan
masyarakat.
8) Humas juga bertugas menciptakan identitas perusahaan. Tugas ini sangat
penting karena menyangkut semua aspek organisasi secara keseluruhan
dan merupakan bagian paling penting dari semua jenis komunikasi dalam
organisasi.
c. Bagan Struktur Organisasi

Anton Wahyudi, SKM


Ketua

Isaas Newton
CEO & President

Annisa Nurlaila, S.E


Wakil Ketua

Annisa Noorrahmi, S.Kep., Ns drg. Ariska Endariantari


Sekretaris Bendahara

Aspihani, S.Si.T Apriyadi, S.Ak apt. Ashri Almiahsari, S. Farm Anjarina Nur Mutia, SKM
Seksi Keagamaan Seksi Keamanan Seksi Humas Seksi Dokumentasi

Isaas Newton
CEO & President

dr. Armiati Annida Sahlina, S.Tr.Gz


Seksi Humas Seksi Dokumentasi
d. Dokumentasi Diskusi
1. Foto Zoom Agenda II Hari Pertama ( 09 Juni 2022 )

2.

Screenshots Diskusi via Grup Whatsapp


D. Apa Tujuan Mengikuti Pelatihan Dasar CPNS
Pelatihan Dasar Calon Pegawai Negeri Sipil (Latsar CPNS) adalah pendidikan dan
pelatihan dalam Masa Prajabatan yang dilakukan secara terintegrasi untuk
membangun integritas moral, kejujuran, semangat dan motivasi nasionalisme dan
kebangsaan, karakter kepribadian yang unggul dan bertanggung jawab, dan
memperkuat profesionalisme serta kompetensi bidang. Adapun tujuan pelatihan dasar
CPNS ini adalah :
1. Mengembangkan kompetensi CPNS yang dilakukan secara terintegrasi.
Kompetensi diukur berdasarkan kemampuan menunjukkan sikap perilaku bela
negara; mengaktualisasikan nilai-nilai dasar PNS dalam pelaksanaan tugas
jabatannya; mengaktualisasikan kedudukan dan peran PNS dalam kerangka
Negara Kesatuan Republik Indonesia; dan menunjukkan penguasaan
Kompetensi Teknis yang dibutuhkan sesuai dengan bidang tugas.
2. Untuk membentuk PNS profesional yang berkarakter yaitu PNS yang
karakternya dibentuk oleh sikap dan prilaku disiplin PNS, nilai-nilai dasar
PNS, dan pengetahuan tentang kedudukan dan peran PNS dalam NKRI serta
menguasai bidang tugasnya sehingga mampu melaksanakan tugas dan
perannya secara profesional sebagai pelayan masyarakat.
3. Untuk lebih memperdalam Tupoksi dari seorang ASN melalui pembelajaran
Blanded Learning, Habituasi maupun Aktualisasi dan Klasikal guna
menambah wawasan lebih luas lagi serta syarat untuk menjadi 100% ASN.
4. Melatih diri agar siap menjadi pimpinan-pimpinan di masa yang akan datang
yang mampu membawa perubahan.
5. Agar mempunyai sikap prilaku yang baik dalam melayani masyarakat.