0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
411 tayangan61 halaman

Materi Kuliah Rekayasa Kegempaan

Dokumen tersebut membahas tentang materi kuliah rekayasa kegempaan yang mencakup tiga poin utama yaitu penjelasan masalah kegempaan, perhitungan beban gempa pada struktur gedung, dan analisis struktur gedung dengan beban gravitasi dan gempa. Juga dibahas tentang potensi gempa di Indonesia yang berada di cincin api dengan banyak sesar aktif dan gempa besar terjadi setiap tahunnya."
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
411 tayangan61 halaman

Materi Kuliah Rekayasa Kegempaan

Dokumen tersebut membahas tentang materi kuliah rekayasa kegempaan yang mencakup tiga poin utama yaitu penjelasan masalah kegempaan, perhitungan beban gempa pada struktur gedung, dan analisis struktur gedung dengan beban gravitasi dan gempa. Juga dibahas tentang potensi gempa di Indonesia yang berada di cincin api dengan banyak sesar aktif dan gempa besar terjadi setiap tahunnya."
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

Materi Kuliah

Rekayasa Kegempaan
oleh:

Riawan Gunadi

Jurusan Teknik Sipil


Politeknik Negeri Bandung
2022
Capaian Pembelajaran:
Mahasiswa mampu:
 menjelaskan masalah kegempaan
 mampu melakukan perhitungan beban gempa yang bekerja
pada struktur gedung.
 mampu melakukan analisis struktur gedung dengan beban
gravitasi dan gempa
Referensi:

1. Badan Standarisasi Nasional (2019), Tata Cara Perencanaan


Ketahanan Gempa untuk Struktur Bangunan Gedung dan Non
Gedung (RSNI 03-1726-2019)
2. Irsyam, Masyhur (2018), Peta Gempa, Perkembangan, dan
Aplikasinya untuk Perancangan Struktur dan Infrastruktur Tahan
Gempa Indonesia, Seminar Nasional Teknik Sipil – Universitas
Jenderal Ahmad Yani – 2018
3. Pusat Studi Gempa Nasional (2017), Peta Sumber dan Bahaya
Gempa Indonesia Tahun 2017, Pusat Penelitian dan Pengembangan
Perumahan dan Permukiman – Kementerian Pekerjaan Umum dan
Perumahan Rakyat.
4. United States Geographical Survey (USGS)
BAB 1
PENDAHULUAN
1.1 GEMPA TEKTONIK
Gempa merupakan getaran pada lapisan-lapisan tanah yang diakibatkan
oleh:
Gempa merupakan getaran pada lapisan-lapisan tanah yang diakibatkan
oleh:
a. sebab alami (gempa alami)
pergeseran lapisan-lapisan tanah (gempa tektonik)
a. sebab alami (gempa alami)
aktivitas gunung api (gempa vulkanik),
pergeseran lapisan-lapisan tanah (gempa tektonik)
b. perbuatan manusia (gempa buatan)
aktivitas gunung api (gempa vulkanik),
getaran
b. perbuatan mesin(gempa buatan)
manusia
ledakan.mesin
getaran
ledakan
Gempa tektonik
Gempa tektonik

 terjadi pada tempat-tempat tertentu di mana terdapat sesar


(patahan, atau fault) aktif
 terjadi akibat lapisan-lapisan tanah yang bergerak relatif berlawanan,
satu sama lain
 dipicu oleh akumulasi tegangan yang telah melampaui batas kekuatan
lapisan-lapisan tanah tersebut
 dipancarkan ke segala arah sebagai gelombang getaran tiga dimensi
Gempa tektonik
Gempa tektonik

 terjadi pada tempat-tempat tertentu di mana terdapat sesar


(patahan, atau fault) aktif
 terjadi akibat lapisan-lapisan tanah yang bergerak relatif berlawanan,
satu sama lain
 dipicu oleh akumulasi tegangan yang telah melampaui batas kekuatan
lapisan-lapisan tanah tersebut sehingga terjadi pergeseran lapisan
tanah yang mencapai jara tertentu.
 dipancarkan ke segala arah sebagai gelombang getaran tiga dimensi
Gempa tektonik
Gempa tektonik

 Hypocentre/focus merupakan sumber pelepasan energi gempa


 Epicentre merupakan tempat di permukaan tanah yang paling
dekat dengan hypocentre
 Sesar/patahan/fault adalah retakan pada lapisan-lapisan tanah
yang mengalami pergerakan relatif satu sama lain
 Kedalaman gempa merupakan jarak vertikal antara hypocentre
dengan epicentre
 Dari hypocentre getaran gempa menyebar sebagai getaran 3D
 Dari epicentre getaran meyebar dipermukaan tanah
Sumber:
https://earthscience.stackexchange.com/questio
ns/2100/is-the-epicenter-always-directly-above-
the-hypocenter (29 Sept ‘20)
BesaranGempa
Besaran Gempa

a. Skala Magnitude
 berhubungan dengan besarnya energi yang dilepaskan di
hypocentre
 pada umumnya digunakan adalah Mw

b. Skala Intensitas
 berhubungan dengan percepatan gerakan permukaan tanah
 pada umumnya digunakan Skala Mercalli (Modified Mercalli
Intensity-Scale) atau MMI – Scale
 Besarnya intensitas dipengaruhi oleh magnitude, kedalaman
hypocentre, kondisi tanah antara hypocentre – permukaan, dan
jarak epicentre – lokasi yang ditinjau
Skala Magnitude
Skala magnitude dinyatakan salah satunya dengan M atau Mw, misalnya
Mw 6. Secara matematis Mw merupakan besaran tanpa dimensi yang
dinyatakan dalam formula:
𝟐
𝐰 𝟑 𝐨)
𝐰 𝐨)

Mo merupakan “momen” dalam satuan dyne.cm yang dinyatakan


dengan

Moment (MO) = rigidity x area x slip

Rigidity merupakan kuat geser antar lapisan tanah, area adalah luas
bidang geser antar lapisan tanah, dan slip adalah jarak pergeseran yang
terjadi.
Skala Intensitas (MMI-Scale)
I. Not felt Not felt except by very few under especially favorable conditions.
Felt only by a few people at rest, especially on upper floors of
II. Weak
buildings.
Felt quite noticeably by people indoors, especially on upper floors of
buildings. Many people do not recognize it as an earthquake. Standing
III. Weak
motor cars may rock slightly. Vibrations similar to the passing of a
truck. Duration estimated.
Felt indoors by many, outdoors by few during the day. At night, some
awakened. Dishes, windows, doors disturbed; walls make cracking
IV. Light
sound. Sensation like heavy truck striking building. Standing motor
cars rocked noticeably.
Felt by nearly everyone; many awakened. Some dishes, windows
V. Moderate
broken. Unstable objects overturned. Pendulum clocks may stop.
Felt by all, many frightened. Some heavy furniture moved; a few
VI. Strong
instances of fallen plaster. Damage slight.
Damage negligible in buildings of good design and construction; slight to
VII. Very
moderate in well-built ordinary structures; considerable damage in
strong
poorly built or badly designed structures; some chimneys broken.
Damage slight in specially designed structures; considerable damage in
VIII. ordinary substantial buildings with partial collapse. Damage great in
Severe poorly built structures. Fall of chimneys, factory stacks, columns,
monuments, walls. Heavy furniture overturned.
Damage considerable in specially designed structures; well-designed
IX. frame structures thrown out of plumb. Damage great in substantial
Violent buildings, with partial collapse. Buildings shifted off foundations.
Liquefaction.
X. Some well-built wooden structures destroyed; most masonry and frame
Extreme structures destroyed with foundations. Rails bent.
Few, if any, (masonry) structures remain standing. Bridges destroyed.
XI.
Broad fissures in ground. Underground pipe lines completely out of
Extreme
service. Earth slumps and land slips in soft ground. Rails bent greatly.
XII. Damage total. Waves seen on ground surfaces. Lines of sight and level
Extreme distorted. Objects thrown upward into the air.
Skala Intensitas (BMKG)
Data Percepatan Tanah Akibat Gempa (El Centro – 1940)

4000

3000
Ground Acceleration,

2000
mm/sec2

1000

0
0 10 20 30 40 50 60
-1000

-2000

-3000
Time, sec
Contoh Data Gempa (Palu, 28 September 2018)

Sumber : USGS dalam Nurdin, 2020


1.2 POTENSI GEMPA DI INDONESIA
1.2 POTENSI GEMPA DI INDONESIA

Indonesia

Sumber: http://en.wikipedia.org/wiki/Ring_of_Fire; September 19,2014


Posisi Geografis Indonesia

 terletak di daerah pertemuan empat lempeng besar yaitu lempeng


Eurasia, Indo-Australia, Laut Philipina, dan Pasifik.
 tersusun atas beberapa lempeng kecil yaitu, Burma, Sunda, Laut
Banda, Laut Maluku, Timor, Kepala Burung, Maoke, dan Woodlark.

(Sumber: Peta Sumber dan Bahaya Gempa Indonesia Tahun 2017).


Peta Kedalaman Hypocenter
(Data kejadian gempa sampai dengan 2016)

(Sumber: Peta Sumber dan Bahaya Gempa Indonesia Tahun 2017)


Jumlah Sumber Gempa
di Indonesia
Peta Gempa 2010 Peta Gempa 2017 Catatan
53 buah 295 buah 450%

Sebaran sesar aktif, antara lain:


Jumlah Sesar Aktif
No Lokasi Peta Gempa Peta Gempa
2010 2017
1 Sumatera 19 55
2 Jawa 10 37
3 Sulawesi 12 48
4 Maluku dan Papua 12 79
5 Nusa Tenggara - Laut Banda - 49
Peta Sumber Gempa Indonesia
(2017)

(Sumber: Irsyam, 2018)


Peta Sumber Gempa Pulau Jawa
(2017)

(Sumber: Irsyam, 2018)


Peta Sumber Gempa Pulau Sulawesi
(2017)

(Sumber: Irsyam, 2018)


Data Kejadian Gempa M6+
di Indonesia

Tanggal Koordinat Magnitude Kedalaman


No
(2019) Hypocenter (R) (km)
1 24 Jun 6.389 oS - 129.220 oE 7.3 208.3
2 24 Jun 2.862 °S - 138.492°E 6.1 22.0
3 19 Jun 2.252 °S - 138.404 oE 6.3 12.1
4 12 Apr 1.815 °S - 122.580 oE 6.8 15.5
5 24 Mar 1.660 °N - 126.296 oE 6.1 45.0
6 02 Peb 2.846 °S - 100.074 oE 6.0 20.0
7 22 Jan 10.415 °S - 119.017 oE 6.3 24.0
8 21 Jan 10.328 °S - 119.152 oE 6.0 26.0
9 06 Jan 2.258 °N - 126.758 oE 6.6 43.2
(Sumber: United States Geographical Survey)
Data Jumlah Kejadian Gempa M6+
di Indonesia sampai dengan Juni 2019

Jumlah
Tahun Catatan
Kejadian
2019 9 Sampai dengan Bulan Juni; Terbesar M7.3
2018 16 Terbesar M7.5
2017 6 Terbesar M6.7
2016 14 Terbesar M7.8
2015 12 Terbesar M7.0

(Sumber: United States Geographical Survey)


Catatan Khusus

Tahun Magnitude Catatan


2005 M6.7 Nias, 5 Juli
M6.9 Nias, 19 Mei
M6.7 Nias, 14 Mei
M6.4 Nias, 16 April
M6.0 Nias, 3 April
M6.1 Nias, 28 Maret
M6.4 Kep Mentawai, 10 April (17:24)
M6.5 Kep Mentawai, 10 April (11:14)
M6.7 Kep Mentawai, 10 April (10:29)
2004 M9.1 Aceh, 26 Desember
**Terjadi 32 kali gempa M6+ dengan 25 di antaranya terjadi di Sumatera
(Sumber: United States Geographical Survey)
BAB 2
METODA ANALISIS
2.1 PARAMETER
2.1 PARAMETER ANALISIS/DESAIN
ANALISIS/DESAIN
a. Gempa Rencana untuk Struktur Gedung
Gempa
Gempa rencana
rencana dalam
untuk desain
strukturstruktur
gedunggedung dipilih dengan
yang digunakan intensitas
dalam desain
tertentu dengan intensitas
dipilih dengan risiko sebesar 2% untuk
tertentu terjadinya
dengan risiko intensitas
sebesar yang lebih
2% untuk
terjadinya
besar selamaintensitas yang
50 tahun lebihrencana
umur besar selama
gedung.50Gempa
tahun rencana
umur rencana
untuk
gedung. Gempa rencana untuk gedung memiliki perioda ulang (return
gedung memiliki
period) 2500 perioda ulang (return period) 2500 tahun.
tahun.
b. Kategori Risiko dan Faktor Keutamaan
b. Kategori Risiko dan Faktor Keutamaan
Kategori Risiko merupakan klasifikasi gedung berdasarkan tingkat
Kategori Risiko merupakan
kepentingannya. Kategori klasifikasi bangunan gedung
risiko berpengaruh berdasarkan
terhadap faktor
tingkat kepentingannya.
keutamaan bangunan Kategori
gedung, yangrisiko berpengaruh
merupakan faktorterhadap
pengali besarnya
pengaruh
faktor keutamaan bangunan gedung, yang merupakan faktor pengali
gempa
pengaruhdalam proses
gempa analisis
dalam proses struktur
analisisgedung.
struktur gedung.
Kategori Risiko dan Faktor Keutamaan (SNI 1726-2019)
.
.
Kategori Risiko dan Faktor Keutamaan (SNI 1726-2019)
c. Kelas Situs
Sub
Bab
5.3
&
5.4

K S
e i
l t
a u
s s
.
.
Situs dekat sesar
Situs yang memenuhi salah satu
kondisi berikut ini harus L
dikategorikan dekat sesar:
1. Berjarak 15 km dari proyeksi
permukaan sesar aktif yang
diketahui dan mampu menghasilkan
kejadian gempa dengan Mw 7 atau
lebih besar, atau
2. Berjarak 10 km dari proyeksi SNI 1726-2019
permukaan sesar aktif yang
diketahui dan mampu menghasilkan
kejadian gempa dengan Mw 6 atau
lebih besar.
Contoh:
Koordinat
L
Gedung
Innovation
Center Polban

Long= 107.5716
Latt= -6.8722
Analisis respons spesifik-situs
(Site specific Response Analysis/SSRA)
d. Respon Spektra Desain
4 Respon Spektra Desain
Respon spektra desain dipengaruhi oleh
 lokasi
 kelas situs/jenis tanah
1.2
Respon spektra dapat di- Tanah Keras
down load dari PUPR 1
Tanah Sedang
(Puslitbang Permukiman). 0.8
Tanah Lunak

Sa (g)
Data yang juga didapatkan 0.6
adalah SDS, SD1, dan S1 0.4
(parameter percepatan
0.2
respons spektral MCE dari
peta gempa pada perioda 1 0
0 1 2 3 4
detik). T (detik)
1.2
SDS
1
0.8
Sa (g)

0.6
SD1
0.4 Sa = SD1/T

0.2
0
0 Ts 1 2 3 4
T (detik)
e. KategoriDesain
Kategori Desain Seismik
Seismik(KDS)
(KDS)
4

Respon Spektra ditentukan berdasarkan Kategori Risiko, SDS, dan SD1


(Tabel 8 dan 9 SNI 1726 – 2019, jika S1 < 0.75)
Untuk wilayah dengan S1 > 0.75:

 Struktur dengn kategori risiko I, II, dan III termasuk Kategori


Desain Seismik E.
 Struktur dengn kategori risiko IV termasuk Kategori Desain
Seismik F.

Kategori Desain Seismik (KDS) untuk nilai S1 > 0.75


KATEGORI RISIKO
S1
I, II, atau III IV
> 0.75 E F

*** Catatan: S1 adalah parameter respons spektral percepatan gempa


MCER terpetakan untuk perioda 1.0 detik.
2.2
2.2PROSEDUR
PROSEDURANALISIS YANGYANG
ANALISIS DIIJINKAN
DIIJINKAN
BAB33
BAB
PROSEDURGAYA
PROSEDUR GAYA LATERAL
LATERAL EKIVALEN
EKIVALEN
(Sub Bab 7.8)

Prinsip dasar: menggantikan pengaruh gempa dengan beban lateral statik


yang ekivalen.
D D
F

V
F4

F3

F2

F1

V = gaya geser dasar seismic


(base shear)
3.1 GAYA GESER DASAR SEISMIK
(Sub Bab 7.8.1) F4

F3

F2

F1

V
Koefisien Respon Seismik * Cs > 0,44 SDS Ie > 0,01
(Sub Bab 7.8.1.1) * Jika S1 > 0,6 g maka
,
Respon Spektra Desain dipilih berdasarkan:
 nama kota (koordinat lokasi gedung)
 jenis tanah
1.2
SDS
1
0.8
Sa (g)
0.6
SD1
0.4 Sa = SD1/T

0.2
0
0 Ts 1 2 3 4
T0 T (detik)
1.2
SDS
1
0.8
Sa (g)

0.6 1.2
SD1 Sa = SD1/T SDS
0.4 1

0.2 0.8

Sa (g)
0 0.6 Sa = SD1/T
0 Ts 1 2 3 SD1
4
0.4
T (detik)
0.2
0
0 Ts 1 2 3 4
T (detik)
Perioda Fundamental Struktur
(Sub Bab 7.8.2)

Perioda getar:
waktu yang diperlukan oleh suatu system untuk mengalami satu
buah getaran sempurna.

Perioda getar fundamental:


waktu yang diperlukan untuk terjadinya getaran ragam (mode)
pertama yangdiharapkan merupakan getaran dalam bentuk gerak
translasi
Perioda Getar Hasil Analisis Struktur

Model Ragam/Mode 1 Ragam/Mode 2 Ragam/Mode 3


Lumped Mass 2D T1, w1 T2, w2 T3, w3
Perioda Fundamental Pendekatan

hn

V
.
.
Persyaratan Perioda Getar Fundamental

T < Cu Ta
Persyaratan Perioda Getar Fundamental
Faktor Modifikasi Respon
(Tabel 12)

Struktur Elastik Struktur Ductile (Daktail)


d d
F F

sendi plastis
V
Ve struktur
elastis V = base shear
d = simpangan akibat gempa
struktur
daktail m R = faktor modifikasi respon
R
Vm
f2 f Subscript :
Vy
Vn f1 e : puncak kondisi elastik
y : leleh
m : maksimum
dn dy dm d n : nominal (desain)
Berat Seismik
W4
Berat seismik terdiri dari
 berat sendiri (dead load W3
atau self weight)
 beban mati tambahan W2
(superimposed dead load)
 beban hidup (live load) W1
sesuai kombinasi beban yang
dibutuhkan
3.2 DISTRIBUSI GAYA GESER DASAR
SEISMIK
(Sub Bab 7.8.3)

W3
F3
W2
F2

W1 h3
F1
h2
h1

V
k
2.0
1.0

0.5 2.5 T (sec)


3.6 ARAH GAYA GEMPA

Arah gempa bersifat acak dan tak terduga, tidak selalu sejajar dengan
sumbu utama denah struktur gedung.
Untuk mengantisipasi hal tersebut, gaya lateral akibat gempa pada
setiap denah lantai ditempatkan sebagai berikut.

( + 30% Fx + 100% Fy ) ( + 100% Fx + 30% Fy )

Anda mungkin juga menyukai