GEMPA BUMI
Disusun oleh :
Nama : RINDANG
KURNIAWAN
NIM : 112160111
A. Pengertian gempa bumi
Gempa bumi (earthquake) adalah getaran
yang berasal dari dalam bumi dan
merambat sampai ke permukaan bumi
disebabkan oleh adanya tenaga endogen.
Lempeng-lempeng kerak bumi bergerak perlahan saling bergesekan, menekan, dan
mendesak bebatuan. Akibatnya, tekanan bertambah besar. Jika tekanannya besar,
bebatuan di bawah tanah akan pecah dan terangkat. Pelepasan tekanan ini
merambatkan getaran yang menyebabkan gempa bumi. Setiap tahun, terjadi sekitar 11
juta gempa bumi dan 34.000-nya tergolong kuat.
Macam – Macam istilah Gempa :
Hiposentrum: titik asal gempa bumi terjadi di bawah
permukaan
Episentrum: proyeksi vertikal sumber gempa ke
permukaan bumi
Gerakan patahan: gerakan kulit bumi sepanjang
retakan/pecahan dalam batuan merupakan sumber
gempabumi paling umum yg dirasakan manusia: San
Andreas Fault, California, Patahan Semangko Sumatera
Patahan dapat di permukaan atau di bawah permukaan
Blind faults: patahan yg tidak memecahkan permukaan
(tdk sampai ke permukaan)
Penyebab Gempabumi
Normal Fault (patahan turun)
Reverse Fault (patahan naik)
Left Lateral Fault (patahan geser)
Istilah-sitilah yang Berhubungan dengan Gempa Bumi :
Beberapa istilah yang berhubungan dengan gempa bumi, yaitu sebagai berikut.
Hiposentrum, yaitu titik pusat terjadinya gempa yang terletak di lapisan bumi bagian
dalam.
Episentrum, yaitu titik pusat gempa bumi yang terletak di permukaan bumi, tegak
lurus dengan hiposentrum.
Fokus, yaitu jarak antara hiposentrum dan episentrum.
Isoseista, yaitu garis pada peta yang menghubungkan daerah-daerah yang mengalami
intensitas getaran gempa yang sama besarnya.
Pleistoseista,
yaitu garis pada peta yang menunjukkan daerah yang paling kuat
menerima goncangan gempa. Daerah tersebut terletak di sekitar episentrum.
Homoseista, yaitu garis pada peta yang menghubungkan daerah yang menerima
getaran gempa yang pertama pada waktu yang bersamaan.
Jenis Gempa bumi
Berdasarkan penyebabnya
Gempabumi tektonik
Gempabumi volkanik
Gempabumi runtuhan
Berdasarkan kedalaman sumber gempa
Dangkal (< 50 km)
Menengah (50-300 km)
Dalam (300-700 km)
Berdasarkan jarak episentrum
Lokal (< 100 km)
Jauh (100-300 km)
Sangat jauh (> 300 km)
Berdasarkan penyebabnya
1) Gempa bumi vulkanik (Gunung Api) adalah suatu gempa bumi yang
terjadi akibat adanya aktivitas magma gunung api, yang biasa terjadi
sebelum gunung tersebut meletus.
2) Gempa bumi tektonik adalah Gempa ini disebabkan oleh adanya
aktivitas tektonik, yaitu pergeseran lempengan tektonik secara
mendadak yang mempunyai kekuatan dari yang kecil sampai yang
sangat besar.
3) Gempa bumi runtuhan adalah jenis gempa bumi yang biasanya
terjadi pada daerah kapur atau pada daerah pertambangan, jenis
gempa ini jarang terjadi dan bahaya yang di akibatkan dari gempa
bumi runtuhan kecil, umumnya gempa runtuhan terjadi pada wilayah
lokal.
Berdasarkan kedalaman sumber gempa
1. Gempa dangkal, dengan kedalaman hiposentrum kurang dari 50 km.
2. Gempa menengah dengan kedalaman hiposentrum antara 50 km-300 km.
3. Gempa dalam dengan kedalaman hiposentrum lebih dari 300 km – 700
km.
Berdasarkan jarak episentrum
1. Gempa Dangkal, memiliki kedalaman hiposentrum kurang dari 100 km di
bawah permukaan bumi.
2. Gempa Menengah, memiliki kedalaman hiposentrum antara 100 km–300
km di bawah permukaan bumi.
3. Gempa Dalam, memiliki kedalaman hiposentrum lebih dari 300 km.
Skala Gempa Menurut Richter
Skala Gempa Menurut Richter
Pengukuran Gempa bumi
Intensitas
Seberapa kuat gempa dirasakan oleh pengamat
Penilaian kualitatif dari kerusakan yang ditimbulkan oleh
gempa
Tergantung jarak dan kuatnya gempa
Ditentukan dari intensitas goncangan dan kerusakan dari
gempa
Magnitudo
Berhubungan dg energi yg dilepaskan
Pengukuran kuantitatif jumlah energi yg dilepas oleh
gempa
Tergantung pada ukuran patahan yang rusak
Ditentukan dari rekaman seismik
Getaran yang disebabkan oleh gempa bumi dapat merambat
melalui 3 macam gelombang gempa, sebagai berikut :
1)Gelombang longitudinal yaitu gelombang gempa yang
merambat dari sumber gempa ke segala arah, dengan kecepatan
7 - 14 km per detik. Gelombang inilah yang pertama dicatat
oleh seismograf dan yang pertama kali dirasakan orang di
daerah gempa, sehingga dinamakan gelombang primer.
2)Gelombang transversal, yaitu gelombang yang sejalan dengan
gelombang primer dengan kecepatan 4 - 7 km per detik,
dinamakan juga gelombang sekunder.
3)Gelombang panjang atau gelombang permukaan, yaitu
gelombang gempa yang merambat di permukaan bumi dengan
kecepatan sekitar 3,5 - 3,9 km per detik. Gelombang inilah yang
paling banyak menimbulkan kerusakan.
Alat Pengukur Gempa Bumi.
Seismograf adalah alat yang digunakan atau dipakai untuk
mengukur kuat dan lemahnya suatu gempa bumi. Berdasarkan arah
getaran yang diukur, seismograf dibedakan menjadi 2 (dua) macam
:
Seismograf horisontal yaitu suatu jenis seismograf yang mencatat
kekuatan gempa ataupun getaran bumi dengan arah secara
horizontal (mendatar).
Seismograf vertikal yaitu jenis dari seismograf yang mencatat
getaran bumi dengan arah secara vertikal.
Besaran gempa didasarkan pada amplitudo gelombang tektonik
dan dicatat oleh alat Seismograf dengan menggunakan Skala
Richter.
Gambar Seismograf
Gelombang Gempa
Jenis material dan cepat rambat
gelombang gempa
Intensitas
Gempa
Korelasi Skala Richter dan Intensitas
M=1 to 3: terekam dalam seismograp lokal, tetapi
umumnya tdk terasa
M= 3 to 4: sering terasa, tak ada kerusakan
M=5: terasa scr luas, sdkt kerusakan di dekat
episentrum
M=6: kerusakan pd gedung dg struktur jelek &
struktur lain dlm radius 10 km
M=7: gempa besar, menyebabkan kerusakan serius
sampai 100 km
M=8: gempa sangat besar, kerusakan besar,
kehilangan nyawa sampai lebih 100 km
M=9: dasyat, jarang, kerusakan hebat pd daerah yg
luas lebih dari 1000 km
Bahaya dari Gempabumi
Ground Motion: Menggoyang struktur kolaps
Liquefaction: Perubahan cohesionless soils yg stabil
masa fluida, menyebabkan kerusakan struktur
Gerakan Tanah: Dipicu oleh getaran/goncangan
Kebakaran: Dampak tdk langsung gempa-bumi dipicu
oleh rusaknya jaringan gas & listrik
Tsunami: Gelombang besar timbul karena displasemen
dasar laut yg cepat saat terjadi patahan bawah laut
Kerusakan karena Gempa bumi
Gempa mempunyai efek yg bervariasi,
termasuk perubahan dalam kenampakan
geologi, kerusakan man-made structures dan
dampak thd kehidupan manusia dan binatang
Kerusakan Gempabumi tergantung banyak
faktor:
Ukuran gempa
Jarak dari pusat Gempa
Sifat material di lokasi
Keadaan struktur di area
Akibat yang ditimbulkan gempa bumi, diantaranya seperti:
Dampak fisik :
Bangunan banyak yang hancur atau roboh.
Tanah longor akibat goncangan.
Jatuhnya korban jiwa.
permukaan tanah menjadi merekat, retak dan jalan menjadi putus.
Banjir karena rusaknya tanggul.
Gempa dasar laut dapat menyebabkan tsunami.
Dan sebagainya.
Dampak sosial:
Menimbulkan kemiskinan.
Kelaparan.
Menimbulkan penyakit.
Bila pada sekala yang besar ( dapat menimbulkan tsunami yang besar), bisa melumpuhkan politik,
system ekonomi dan lain-lain.
Dan sebagainya.
Ground Shaking
Frekuensi getaran berbeda untuk gelombang seismik yang
berbeda
Body wave dg frekuensi tinggi goncangan gedung rendah
Surface wave frekuensi rendah goncangan gedung tinggi
Intensitas getaran juga tergantung jenis material bawah
permukaan
Material lepas akan memperbesar goncangan dibandingkan batuan yang
keras/kompak
Respon gedung thd goncangan berbeda, tgt material dan
konstruksi
Kayu lebih fleksibel, holds up well
Material dari tanah (earthen materials), beton tak bertulang (unreinforced
concrete ) sangat rentan thd goncangan
Korelasi Magnitudo-Energi Gempa
Ukuran gempabumi dalam skala Richter magnitudo lokal di sebelah kiri.
Semakin besar angka, semakin besar gempabumi. Skala di sebelah kanan
menunjukkan besarnya ekivalen peledak yg dibutuhkan untuk menghasilkan
energi yg dilepaskan gempabumi.
PERSIAPAN MENGHADAPI GEMPA
BUMI
Sebenarnya, yang lebih penting dalam menghadapi gempabumi adalah
bagaimana menghindar supaya tidak terkena dampak, baik langsung maupun
tidak langsung dari bencana gempabumi.
Apabila tidak memungkinkan menghindar dari bencana, tindakan yang perlu
dilakukan adalah usaha untuk mengurangi agar korban bencana sekecil
mungkin (mitigasi).
Salah satu usaha yang dapat dilakukan adalah dengan sosialisasi melalui
pendidikan informal maupun formal, yaitu dengan memasukkan pengetahuan
tentang geologi dan gempabumi ke dalam kurikulum di pendidikan dasar
maupun menengah
Dengan memasukkan pengetahuan geologi ke dalam kurikulum formal,
selain merupakan usaha mitigasi, siswa juga akan memahami potensi
bencana geologi yang lain serta memahami potensi sumber daya geologi.
Memahami sumber daya geologi tidak kalah pentingnya dengan mitigasi
bencana geologi, yaitu untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan
sustainabilitas sumber daya geologi dan menjaga kelestarian lingkungan.
SEKIAN…………..
TERIMA