0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
161 tayangan3 halaman

Program Pengendalian TBC di Puskesmas Lambunu 1

Dokumen ini memberikan kerangka acuan kegiatan program tuberkulosis (TBC) di UPTD Puskesmas Lambunu 1, meliputi tujuan peningkatan deteksi dini pasien TBC, kepatuhan minum obat, dan pencegahan penularan. Dokumen ini juga menjelaskan rencana kegiatan seperti sosialisasi, deteksi dini, kunjungan rumah, serta monitoring dan pelaporan kegiatan.

Diunggah oleh

Fitrianti Hasanah
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
161 tayangan3 halaman

Program Pengendalian TBC di Puskesmas Lambunu 1

Dokumen ini memberikan kerangka acuan kegiatan program tuberkulosis (TBC) di UPTD Puskesmas Lambunu 1, meliputi tujuan peningkatan deteksi dini pasien TBC, kepatuhan minum obat, dan pencegahan penularan. Dokumen ini juga menjelaskan rencana kegiatan seperti sosialisasi, deteksi dini, kunjungan rumah, serta monitoring dan pelaporan kegiatan.

Diunggah oleh

Fitrianti Hasanah
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

PEMERINTAH KABUPATEN PARIGI MOUTONG

DINAS KESEHATAN
UPTD PUSKESMAS LAMBUNU 1
Alamat : Jl. R.A Kartini No.21 Desa Wanamukti, Kec. Bolano Kode Pos 94489
e-mail : uptd.puskesmaslambunu1@gmail.com Telp./Hp 0821-3131-9990

KERANGKA ACUAN KEGIATAN PROGRAM


TUBERKULOSIS (TBC)

I. PENDAHULUAN
Pengendalian TB di Indonesia dilaksanakan sesuai dengan azas
desentralisasi dalam kerangka otonomi dengan Kabupaten/kota sebagai titik
berat manajemen program, yang meliputi: perencanaan, pelaksanaan,
monitoring dan evaluasi serta menjamin ketersediaan sumber daya (dana,
tenaga, sarana dan prasarana). Pengendalian TB dilaksanakan dengan
menggunakan strategi DOTS sebagai kernangka dasar dan memperhatikan
srategi global untuk mengendalikan TB (Global Stop TB Strategy).
Pada tahun 1999, WHO memperkirakan setiap tahun telah terjadi 583.000
kasus baru dengan kematian karena TB sekitar 140.000. secara kasar diperkirakan
setiap 100.000 penduduk Indonesia terdapat 130 penderita baru TB BTA positif.
Sedangkan berdasarkan hasil Survei Kesehatan Rumah Tangga (SKRT) tahun
1995 menunjukkan bahwa penyakit TB merupakan penyebab kematian nomor
tiga, setelah penyakit kardiovaskuler dan penyakit saluran pernapasan pada semua
kelompok usia, dan nomor satu dari golongan penyakit infeksi
Target program penanggulangan TB adalah tercapainya penemuan pasien
baru TB BTA positif paling sedikit 70% dari perkiraan, menyembuhkan 85% dari
semua pasien serta mempertahakan keadaan tersebut. Target ini diharapkan dapat
menurunkan tingkat prevalensi dari kematian akibat TB. Menurut data kegiatan
TB paru di UPT Puskesmas Talango jumlah penderita BTA positif tahun 2014
berjumlah 48 orang dan dinyatakan sembuh. Sedangkan pada tahun 2015
penderita BTA positif berjumlah 28 orang dan juga dinyatakan sembuh. Hal ini
menandakan bahwa jumlah penderita TB mengalami penurunan.

II. LATAR BELAKANG


Penemuan dan pengobatan dalam rangka pengendalian TB dilaksanakan
oleh seluruh Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) dan Fasilitas
Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjut (FKRTL), meliputi: Puskesmas, Rumah
Sakit Pemerintah dan Swasta, Rumah Sakit Paru (RSP), Balai Besar/Balai
Kesehatan Paru Masyarakat (B/BKPM), Klinik Pengobatan serta Dokter Praktik
Mandiri (DPM).
Pengobatan untuk TB tanpa penyulit dilaksankan di FKTP. Pengobatan TB
dengan tingkat kesulitan yang tidak dapat ditatalaksana di FKTP akan dilakukan
di FKTRL dengan mekanisme rujuk balik apabila faktor penyulit telah dapat
ditangani. Obat Anti Tuberkulosis (OAT) untuk pengendalian TB diberikan
secara cuma-cuma dan dikelola denganmanajemen logistik yang efektif demi
menjamin ketersediannya.
Oleh karena itu, untuk mengatasi pencegahan dan penularan penyakit TB
dilakukan kegiatan progran TB di wilayah kerja UPTD Puskesmas Lambunu I.
III. TUJUAN UMUM
Meningkatkan cakupan temuan dan deteksi dini pasien TBC dalam rangka
pencapaian tujuan pembangunan kesehatan untuk meningkatkan derajat
kesehatan masyarakat.
IV. TUJUAN KHUSUS
a. Meningkatkan pengetahuan tentang penyakit TB dan pencegahannya
b. Meningkatkan pengetahuan kepatuhan menelan obat TB
c. Mencegah penularan pada kontak keluarga penderita TB
d. Memberikan pelayanan pada pasien suspek TB
e. Meningkatkan kesadaran dalam perilaku hidup bersih dan sehat

V. KEGIATAN POKOK
Kegiatan pokok program TB paru yaitu melakukan deteksi dini dan
diagnosis pasien suspek TB. Rincian kegiatan ini meliputi: Sosialisasi dan
penyuluhan, penemuan Kasus Secara Dini" Pemeriksaan BTA (+), Pelacakan
sumber penularan TB Anak, Kunjungan Rumah Pada Penderita TB Mangkir.
Kegiatan ini dilakukan di luar gedung maupun di dalam gedung. Kegiatan di
luar gedung dilakukan pada saat kunjungan rumah atau pun penemuan
pemeriksaan luar gedung. Kegiatan dalam gedung dilakukan di ruang poli
P2M yang dilanjutkan untuk pemeriksaan laboraturium.

VI. CARA PELAKSANAAN KEGIATAN


A. Penyuluhan TB di desa
1. Menyiapkan dan mengirim surat Undangan Penyuluhan / Sosialisasi.
2. Bekerjasama dengan pihak Desa dalam menyiapkan tempat dan sarana
penyuluhan.
3. Penyuluhan oleh petugas TB
B. Deteksi Dini TBC
1. Berkoordinasi dengan aparat desa terutama kepala dusun, ketika ada
warga yang bergejala maka petugas TB akan memeriksa dahaknya.
2. Berkoordinasi dengan petugas laboraturium untuk pemeriksaan dahak.
C. Kepatuhan menelan obat TB
1. Memberikan edukasi terhadap keluarga pasien tb
2. Bekerjasama dengan keluarga pasien agar bisa mengawasi pasien dalam
meminum obat tb
3. Melakukan kunjungan rumah pada penderita TB
4.

VII. SASARAN
Sasaran kegiatan ini adalah pasien dengan tanda dan gejala batuk lama
lebih dari 2 minggu tidak sembuh-sembuh atau pasien suspek TB.
VIII. JADWAL KEGIATAN
NO KEGIATAN JAN FEB MAR APR MEI JUN JUL AGS SEP OKT NOV
POKOK
1 Inovasi
Pojok
PDKT
(Pengambilan
Dahak
Berkualitas
dan Tepat)

2 Deteksi
Dini TBC

3 Kepatuhan
Menelan
Obat TB

IX. MONITORING EVALUASI PELAKSAAAN KEGIATAN DAN


PELAPORAN

1. Pelaporan kegiatan ini dilakukan setiap akhir kegiatan. Hasil laporan


kegiatan dievaluasi pada bulan berikutnya dengan membuat RTL
pencapaian program

X. PENCATATAN PELAPORAN DAN EVALUASI KEGIATAN


1. Semua hasil kegiatan didokumentasikan oleh koordinator program TB
2. Hasil kegiatan dilaporkan kepada kepala Puskesmas
3. Hasil evaluasi kegiatan ditindak lanjuti dan disampaikan pada rapat mini
lokakarya di Puskesmas

Penanggung Jawab Satuan Pelaksana Wanamukti, Mei 2022


Program/UKM Pengelola Program TB

Irfan Dwi Jupriadi, S.Kep.,Ns Nyoman Muliawan, A.Md.Kep


Nip : 19930827 201908 1 001 Nip : 19670910 199101 1 003

Mengetahui,
Kepala UPTD Puskesmas Lambunu 1

Ahkam Bakir Mangkau, SKM


Nip : 19680327 199102 1 003

Anda mungkin juga menyukai