Anda di halaman 1dari 8

Pelaksanaan Pendidikan dan Pelatihan PPI

Frekwensi pelatihan internal karyawan RS Sari


1 3 9
Asih Ciputat masih kurang 3
Frekwensi pelatihan IPCN/IPCD ke luar RS Sari
1 3 9
12
Asihj Ciputat masih kurang 3
Durasi pemberian materi orientasi pada peserta
3 3 27
didik masih kurang 3
Pelaksanaan pendidikan dan penyuluhan kepada
1 3 6
masyarakat rumah sakit belum rutin dilakukan
2
SDM Komite PPIRS
Rasio IPCN dengan kapasitas Rumah Sakit belum
sesuai UU
3 1 4 12
13
Tenaga Statistik 4 1 4 16
Administrasi 4 1 4 16
Fasilitas Komite PPIRS

14 Perangkat Komputer dan Printer tidak memadai 3 1 2 6

Ruangan Komite PPIRS tidak memadai 4 1 5 20


Pelaksanaan imunisasi Hepatitis B belum
9
menyeluruh pada karyawan di area berisiko

Pelaksanaan Medical Cek Up (MCU) belum rutin


9
setiap tahun untuk karyawan yang Berisiko

Kejadian terpapar penyakit pada petugas akibat


48 1
lingkungan dan risiko pekerjaan
Penerapan penggunaan AB secara bijak belum
36 3
terlaksana
Frekwensi pelatihan internal karyawan RS Sari
9
Asih Ciputat masih kurang
Frekwensi pelatihan IPCN/IPCD ke luar RS Sari
9
Asihj Ciputat masih kurang
Durasi pemberian materi orientasi pada peserta
27 4
didik masih kurang

Pelaksanaan pendidikan dan penyuluhan kepada


6
masyarakat rumah sakit belum rutin dilakukan

Rasio IPCN dengan kapasitas Rumah Sakit belum


12
sesuai UU
Tenaga Statistik 16
Administrasi 16

Perangkat Komputer dan Printer tidak memadai 6

Ruangan Komite PPIRS tidak memadai 20 5


Komite Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (Komite PPI)
RS SARI ASIH CIPUTAT
Tahun 2019

No Potensial Risk/Masalah SCORE


1 Penerapan kewaspadaan Isolasi 80
2 Ventilator Associated Pneumoni (VAP) 60
3 Kepatuhan penerapan kewaspadaan standar di PPI 75

4 Pengelolaan Peralatan yang belum sesuai dengan kriteria Spaulding : alat 48


kritikal, semi kritikal dan non kritikal
5 Infeksi Daerah Operasi (IDO) 64
6 Infeksi Aliran Darah Primer (IADP) 48
7 Pelaksanaan imunisasi Hepatitis B belum menyeluruh pada karyawan di area 64
berisiko
8 Ruangan Komite PPIRS tidak memadai 64
9 Antibiotik resistant organisms (MRSA,ESBL,VRE) 60
10 Ketidakpatuhan penggunaan APD sesuai indikasi 60
11 Fasilitas APD yang tidak selalu tersedia 60
12 ketidakpatuhan pelaksanaan bunles HAI's ( IADP,ISK,VAP) 45

13 Ketidakpatuhan penatalaksanaan penyuntikan yang aman dan praktek 60


lumbal fungsi
14 Ketidakpatuhan terhadap 5 moment HH 45

15 Ketidakpatuhan terhadap pengendalian lingkungan (5R,fisik 48


bangunan,vektor)

16 Pelaksanaan Medical Cek Up (MCU) belum rutin setiap tahun untuk 48


karyawan yang Berisiko

17 Kejadian terpapar penyakit pada petugas akibat lingkungan dan risiko 48


pekerjaan
18 Penerapan penggunaan AB secara bijak belum terlaksana 48
19 Frekwensi pelatihan internal karyawan RSHS masih kurang 48
20 Rasio IPCN dengan kapasitas Rumah Sakit belum 48
21 Kepatuhan penerapan kewaspadaan standar di PPI 75
22 Pengetahuan petugas tentang kewaspadaan standar PPI 45

23 Fasilitas Hand Hygiene yang belum merata ketersediaanya ( tissue)di unit 45


tertentu,sabun antisptik yang belum seragam
24 Frekwensi pelatihan IPCN/IPCD ke luar RSHS masih kurang 48
25 Infeksi Saluran Kemih (ISK) 27
26 Kuranya Tenaga Administrasi di komite PPIRS 36
27 Kurangnya Tenaga Statistik di Komite PPIRS 16

28 ketersedian fasilitas pemilahan sampah belum tersedia secara kontinue 27


( plastik,tempat sampah,Safety box )
29 Ketidakpatuhan pelaksanaan etika batuk 27
30 Durasi pemberian materi orientasi pada peserta didik masih kurang 16
31 Perangkat Komputer dan Printer tidak memadai 27

32 24
Kesiapsiagaan fasilitas menghadapi Pandemic Influenza (H5N1,H1N1,H7N9)
33 Kepatuhan terhadap pemilahan sampah 18
34 Ketidak patuhan penatalaksanaan linen 24
35 HAP 18
36 Kesiapsiagaan menghadapi KLB 20

37 Pelaksanaan pendidikan dan penyuluhan kepada masyarakat rumah sakit 16


belum rutin dilakukan
ngendalian Infeksi (Komite PPI)
H CIPUTAT
hun 2019
TIME LINE PELAKSANAAN PROGRAM KERJA PPIRS TAHUN 2017
WAKTU PELAKSANAAN (MINGGU KE DALAM BULAN)
NO. FOKUS PROGRAM STRATEGI/ACTION JAN FEB MARET APRIL MEI JUNI JULI AUGUS SEPT OKT NOP DES
I II III IV I II III IV I II III IV I II III IV I II III IV I II III IV I II III IV I II III IV I II III IV I II III IV I II III IV I II III IV
1) Reedukasi kebersihan tangan dan cara
melakukan audit HH kepada kepala/wakil
ruang/IPCLN dengan melakukan koordinasi
dengan IPSG

2) Memberikan sosialisasi hasil audit k unit


1 Kebersihan Tangan
3)Melakukan kegiatan HH award
5)Koordinasi dengan POKJA IPSG dan SIRS
untuk reedukasi pelaporan Audit HH secara
online

1) Pelatihan Cleaning servise ada materi tentang


APD
2) Koordinasi Kesling dan vendor untuk
ketersediaan APD ( sarung tangan rumah
2 APD tangga)
3) Reedukasi dan sosialisasi SPO penggunaan
APD kepada unit
4) Monitoring dan supervisi rutin
1) Koordinasi Kesling dan vendor untuk
Pengolahan ketersediaan plastik untuk tempat sampah
Limbah,Limbah benda
3 2)Monitoring dan supervisi ke unit
tajam dan prktik
menyuntik yang aman 3)Koordinasi dengan Instalasi Kesling untuk
sosialisasi SPO Pengolahan limbah ke Unit
1)edukasi petugas gizi dan cleaning servis di
Instalasi gizi
2).Sosialisasi SPO pembersihan lingkungan
3)Pengajuan/usulan pembuatan poster untuk
Pengendalian Perilaku hidup bersih dan sehat di tempat
4 umum
Lingkungan
4)Koordinasi dengan IPSRS untuk pemeliharaan
dan pemantauan jamur dan bakteri pada AC,
koloni kuman, kerusakan plafon dan celah serta
keramik retak.
5)Monitoring dan supervisi rutin
1)Reedukasi dan Sosialisasi SPO pengelolaan
Proses Penanganan linen di ruangan, transportasi dari laundry
5
linen
2) supervisi dan feedback ke unit
1)Reedukasi Proses sterilisasi
6 Penanganan Sterilisasi 2)monitoring dan supervisi ke unit
3) Reedukasi tentang penatalaksanaan pasien
reuse

1)Edukasi pemakaian APD dan proses


Pengelolaan makanan pengelolaan makanan (Saat di ruangan
7 dapur,saat transportasi keruangan dan
di Unit Gizi
pembagian ke pasien
2)Monitoring dan feedback ke unit gizi
Integrasi program 1.Sosialisasi dan reedukasi bundle HAIs
pencegahan dan ( VAP,ISK,IADP)
pengendalian infeksi
dengan komite mutu 2.Koordinasi dengan komite mutu untuk
dan keselamatan analisa,dan feedback ke unit/smf
8 pasien,terkait dengan 3.Koordinasi dengan komite mutu untuk
Surveilans HAIs aktif
melakukan PDSA HAIs
4.Koordinasi dengan Instalasi Intensif untuk
pembahasan kamus indikator VAP
5.Surveilans HAIS ke Unit
1).Sosialisasi kebijakan dan SPO tentang
kewaspadaan isolasi
2) Koordinasi dengan HUMAS untuk pembuatan
rambu-rambu untuk pasien dengan
immunocompromaize
3) Membuat rekomendasi dengan Ka.Instalasi
IRI,Intensif,RIK Parahyangan dan untuk
menentukan ruangan isolasi sementara ketika
ruangan tekanan negatif penuh dengan
menggunakan Hepa Portable.
Penerapan
9 4) Rekomendasi ke direktur untuk perencanaan
Kewaspadaan Isolasi
penambahan ruang isolasi tekanan negatif.

5) Edukasi petugas untuk tatalaksana


kewaspadaan isolasi (penempatan pasien sesuai
transmisi,pemantauan ruang tekanan
negatif,pembersihan ruang isolasi dan
pemakaian APD)
6) Pembuatan Form pemantauan ruangan
tekanan negatif
Surveilans MDRO dan 1.Koordinasi dengan Patologi klinik untuk
penanggulangan pemeriksaan swab yang berisiko MRSA dan cek
penyakit dan ulang setelah terapi.
organisme bermakna
10 secara epidemiologis
2)reedukasi tentang penatalaksanaan
MDRO( MRSA)
3)Monitoring dan supervisi MDRO
Pengontrolan dan 1.Melakukan Audit ICRA Bangunan Pre-Intra
pemantauan fungsi Dan Post Renovasi.
11 mekanis dan teknis
(mechanical and 2.Sosialisasi Kepada vendor tentang ICRA
engineering) bangunan saat awal proses

1)Koordinasi Bag.SDM untuk pelaksanaan


kesehatan karyawan dan vaksinasi Karyawan
2)Memberikan rekomendasi kepada manajemen
12 Kesehatan karyawan Rumah sakit tentang pelaksanaan vaksin
hepatitis B dan rekomendasi petugas di area
berisiko sebagai target Vaksin.

1)Follow up usulan permintaan SDM


IPCN,Statistik/Epidemiologi/administrasi

2)Pegajuan usulan pelatihan dan pembuatan


Pendidikan dan TOR pelatihan PPI 2016
13
pelatihan
3) mengajukan usulan pelatihan IPCN secara
teratur ke bidang DIKLIT.
1)Koordinasi dengan Tim Siapsiaga bencana
1) Edukasi petugas untuk kesiapan menghadapi
KLB,kasus emerging dan reemerging deases
Kesiapsiagaan
Menghadapi kasus 2) Koordinasi dengan unit terkait untuk keiapan
14 KLB,kasus emerging dan reemerging deases
Emerging dan
Reemerging Deasese
3)Simulasi disaster infeksi
IV