CRITICAL BOOK REPORT
BUSANA TAILORING
Dosen Pengampu :
Halimul Bahri, S.Pd,. M.Pd
OLEH :
Irmayanti Dalimunthe (5193343040)
Robiyatul Adawiyah Harahap (5191143006)
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN TATA BUSANA
UNIVERSITAS NEGERI MEDAN
TAHUN 2022
i
KATA PENGANTAR
Pertama-tama saya mengucapkan puji dan syukur kepada tuhan yang maha
esa, karena berkat rahmat dan hidayah-nya sehingga saya dapat menyelesaikan tugas
“CRITICAL BOOK REPORT”. Tugas ini dibuat untuk memenuhi salah satu mata
kuliah saya yaitu “Busana Tailoring”
Tugas critical book report ini disusun dengan tujuan dan harapan agar dapat
menambah pengetahuan dan wawasan kita. Saya menyadari bahwa tugas ini masih
jauh dari kata sempurna. Apabila dalam tugas ini terdapat banyak kekurangan dan
kesalahan, saya mohon maaf karena sesungguhnya pemahaman dan pengetahuan saja
masih sedikit dan terbatas. Oleh karena itu, saya mohon saran dan kritikan yang
mebangun dari pembaca guna menyempurnakan tugas ini. Saya berharap semoga
tugas critical book report ini dapat bermanfaat bagi kita semua. Atas perhatiannya
saya ucapkan terimakasih.
Medan, 5 Desember 2022
i
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Busana merupakan istilah yang sudah tidak asing lagi bagi kita semua. Istilah busana
berasal dari bahasa sanskerta yaitu “bhusana” dan istilah yang popular dalam bahasa
Indonesia yaitu “busana” yang dapat diartikan “pakaian”. Namun demikian pengertian
busana dan pakaian terdapat sedikit perbedaan, dimana busana mempunyai konotasi “pakaian
yang bagus atau indah” yaitu pakaian yang serasi, harmonis, selaras, enak di pandang,
nyaman melihatnya, cocok dengan pemakai serta sesuai dengan kesempatan.
Sedangkan pakaian adalah bagian dari busana itu sendiri. Busana dalam pengertian luas
adalah segala sesuatu yang dipakai mulai dari kepala sampai ujung kaki yang memberi
kenyamanan dan menampilkan keindahan bagi sipemakai.
B. Tujuan
Adapun tujuan dari critical book ini adalah :
1. Terampil dalam membuat busana kerja dengan system tailoring
2. Dapat mengetahui teknik dalam pembuatan jas dan rok
3. Menambah pengetahuan dan wawasan bagi penulisan dan pembaca mengenai
ruang lingkup busana tailoring.
C. Manfaat
Manfaat pembuatan laporan tailoring adalah :
1. Mengetahui cara membuat pakaian kerja dengan menggunakan system tailoring
2. Merupakan tugas akhir dari perkuliahan tailoring selama 16 kali pertemuan.
3. Dapat memahami konsep-konsep dalam membuat pakaian kerja dengan system
tailoring.
1
4. Mengetahui langkah-langkah dalam membuat pakaian kerja dengan system
tailoring.
5. Dapat mengetahui teknik dalam pembuatan busana kerja dengan system tailoring,
baik dalam teknik menjahit, membuat pola maupun mengambil ukuran.
D. Identitas Buku
Buku utama (1)
1. Judul buku: Pembuatan Busana KErja Model Blazer
2. Cetakan : Pertama
3. Pengarang/penulis: Astuti
4. Penerbit : Universitas Pendidikan Indonesia
5. Kota terbit : Bandung
6. Tahun terbit : 2010
Buku kedua (2)
1. Judul buku: Busana Wanita
2. Penulis : Wahyu Eka P.S
3. Penerbit : KTSP
4. ISBN : 602-8950-14-5
2
BAB II
RINGKASAN ISI BUKU
A. Ringkasan Buku Utama
Busana tailoring adalah busana yan dijahit dengan jahitan yang halus dan
dengan penyelesaian menggunakan jahitan tangan, dibuat dari bahan yang berkualitas
baik, seperti wol atau sejenisnya. Pada proses pembuatannya memperhatikan
kehalusan, kerapian, kekuatan jahitan,dengan penggunaan lapisan serta banyak
menggunakan keterampilan tangan. Pembuatan busana tailoring memerlukan
kecakapan khusus seperti keterampilan tangan, ketelitian, keuletan, kesabaran dan
ketekunan dalam bekerja untuk menghasilkan busana yang rapih dan bagus. Tailoring
dibagi menjadi beberapa tipe yaitu :
1. The Hard Tailoring Busana Tailoring yang dibuat dari bahan yang memiliki
konstruksi tetap dan bersifat agak kaku, sehingga bentuk busananya terkesan
kuat, dan bersifat maskulin.
2. The Soft Tailoring Busana tailoring yang dibuat dari bahan yang memiliki
konstruksi kain tetap dan bersifat lembut , tidak kaku, sehingga bentuk
busananya terkesan kuat, busananya dapat mengikuti bentuk tubuh, dan bersifat
feminin Konsep dari busana tailoring yaitu :
1. Kompabilitas Yaitu cara menggabungkan antara bahan desain dan teknik
yang digunakan.
3
2. Fitting Yaitu kesesuaian bentuk alami dari badan pemakai
3. Shaping Memberikan bentuk pada busana ditentukan oleh pemilihan bahan
dan teknik pengerjaan
4. Kestabilan Menjaga bahan dari perubahan bentuk,dengan mengadakan
penyusutan bahan.
5. Reducing Pengurangan bagian kampuh Busana tailoring dapat dilihhat dari
jenis, model, teknik menjahit dan penyelesaiannya.
Syarat – Syarat Busana Tailoring
1. Tampak Luar
a. Terdapat kerah
b. Terdapat saku vest atas
c. Saku pada bagian depan ( kanan dan kiri )
d. Kup depan atau garis hias
e. Lengan jas
f. Lubang kancing tangan / paspoille
g. Belahan belakang
2. Tampak Dalam a. Bagian dalam tertutup dengan lining ( furing ) b. Terdapat
saku pada bagian lining depan c. Menggunakan bahan pelapis d. Terdapat
bantalan pada bagian bahu
MACAM – MACAM BUSANA TAILORING Model busana tailoring dapat
digolongkankan menjadi 2 , yaitu :
1. Duex Piece: busana yang terdiri dari 2 bagian, yaitu atasan dan bawahan.
Misal : ( blus + rok ), ( blus + celana ), ( blus + kulot ), ( gaun + blaser )
2. Three Piece: busana yang terdiri dari tiga bagian, yaitu dalaman, bagian luar
dan bawahan
a. Dalaman biasanya terdiri dari kamisol, blus dan kemeja.
b. Bagian luar biasanya terdiri dari blaser dan jas.
c. Bawahan bias terdiri dari dari rok celana atau kulot
4
CARA MENGAMBIL UKURAN
a. Lingkar leher = Di ukur sekeliling lingkar leher terbesar dengan meletakan
jari telunjuk ditekuk leher mulai dari kanan kekiri.
b. Lingkar badan = untuk mengmbil ukuran lingkar badan dilkukan dengan 2
cara yaitu - Diukur sekeliling badan terbesar dalam keadaan bernafas,
kemudian ditambah kelonggaran sebanyak 4 centimer. Diukur mulai dari
belahan tengah depan kemeja sampai pada sisi jahitan samping tepat pada
ketik kemeja
c. Lebar punggung = diukur dari puncak bahu kiri sampai ujunng bahu kanan.
d. Panjang punggung = diukur mulai dari ruas tulang leher belakang hingga
batas garis pinggang.
e. Panjang baju = diukur dari pangkal leher hingga panjang yang diinginkan
f. Panjang lengan = diukur dari ujung bahu terendah hingga
panjang yang diinginkan. Untuk lengan pendek sampai siku dan untuk lengan
panjang diukur sampai pergelangan tangan.
g. Lingkar siku = diukur sekeliling siku ditambah 4 cm.
h. Lingkar lubang lengan =diukur sekeliling lengan ditambah 2 atau diukur
lingkar lengan muka dan belakang pada pola yang telah di ubah. i. Lingkar
pangkal lengan = diukur sekeliling pangkal lengan dan beri kelonggaran
B. Ringkasan Buku Pembanding
Menjelaskan pengertian dan tujuan berbusana, peranan busana bagi pemakai, dan
unsur unsur berbusana harmonis. Alat dan Bahan. Menjabarkan satu per satu alat
yang dibutuhkan sepanjang proses jahit menjahit, dibagi menjadi 4 bagian, antara lain
: alat untuk mengukur, alat untuk membuat pola, alat untuk menjahit, dan bahan
pelengkap membuat busana.
5
Mengukur
Cara mengambil ukuran sebelum masuk ke pembuatan pola, ada gambar nyata di
setiap penjelasan ukuran, misalkan saat mengambil ukuran Lingkar Pinggang, selain
menjelaskan bagian mana yang dimaksud Lingkar Pinggang juga ada foto
pengambilan ukuran Lingkar Pinggang, dan seterusnya. Ada juga Tabel Ukuran
Standart Busana Wanita Dewasa secara umum mulai dari ukuran S (Small), M
(Medium) dan L (Large).
Membuat Pola Dasar
Pola dasar yang dijabarkan pada bab ini antara lain : Pola dasar badan (tengah
muka (TM) & tengah belakang (TB)) Pola dasar lengan Pola dasar rok (depan dan
belakang). Selain itu juga ada Pemindahan Lipit Kupnat Pola Dasar dalam Garis
Hias.
Karakteristik Busana Kerja Wanita Model busana kerja harus menunjang
aktivitas pekerjaan Model busana kerja wanita harus serasi, sederhana (tidak banyak
lipit, kerut, ploi, jahitan tindis dan saku) sehingga tidak mengganggu aktifitas.
Pemilihan tekstil yang memberikan kesan nyaman, tidak tembus pandang, mengkilap,
tidak terlalu tebal dan kasar. Sesuaikan Pakaian dengan Bidang Pekerjaan Tampil
Modis Hindari Busana Seksi Hindari Sepatu yang Terlalu Tinggi
Ciri Ciri Busana Kerja Model Lengan yang sesuai digunakan untuk membuat
mantelpak dan pantsuit yaitu lengan jas, lengan yang terdiri dari dua bagian yaitu
bagian depan dan belakang Apabila model mantelpak dan pansuit yang dipilih, maka
kerah jas menjadi pilihannya. Kerah jas terdiri dari dua bagian yaitu bagian kerah dan
revers (lapel). Model rok yaitu model rok yang sederhana, tidak banyak lipitan,
kerutan, ploi dan saku, agar tidak mengganggu aktifitas kerja Model pantalon yaitu
model yang sederhana, tidak banyak detail seperti tindisan dan saku
6
BAB III
PEMBAHASAN
A. Kelebihan Buku
Buku utama
Pada buku utama sudah bagus, buku ini menjerlaskan tentang pola dasar wanita
dan pecah pola busana secara raktis, setiap materi pola dalam buku ini juga
dicantumkan gambar sehingga mempermudah pembacadalam mempelajari dan
memahaminya, buku ini juga memberi tip bagi yang kesulitan dalam pembuatan pola
serta dalam setiap proses pembuatan pola buku ini juga memaparkan langkah-langkah
pembuatan pola dan pecah pola secara baik.
Buku pembanding
Kelebihan buku konstruksi pola ini adalah dijelaskan secara rinci mengenai
ukuran cara pengambilan busana, mengukur pajang rok, pola dasar wanita,
pemindahan kup, macam-macam leher, macam-macam lengan dan sebagainya.
Materi pada dibuku ini dijelaskan secara runtut atau sistematis, dijelaskan secara
detail, tidak membingungkan. Penulisan buku juga sangat jelas, penataan tulisan
sangat bagus, warna dan gambar pada buku sangat menarik dan dapat mempermudah
dan meningkatkan minat baca bagi para pembaca. Penggunaan bahasa yang lugas
memberikan kemudahan dalam memahami setiap materi yang disampaikan penulis.
Cara pengambilan pengukuran bdan wanita lebih simple.
B. Kekurangan Buku
7
Buku utama
Pada buku utama adalah kurang sistematis dalam penyusunannya, dalam
buku ini menjelaskan dahulu tips kesulitan pembuaan pola baru proses pembuatan
pola, jadi menurrut saya buku ini kurang sistematis dan rapi, sehingga dalam
memahamisisteatika penulisan bbuku , pembaca kesulitan dalam membacanya.
Buku pembanding
Disamping kelebihan-kelebihan buku yang sudah dijelaskan diatas, buku ini juga
memiliki kelemahan yang patut untuk dikoreksi, dan pengoreksian ini ditunjukkan
agar dapat diperbaiki. Adapun kekurangan atau kelemahan buku tersebut adalah buku
ini merupakan penjelasakan pada kerah rebah sulit dipahami dan sangat singkat
dibandingkan dengan materi lain dalam buku ini.
8
BAB IV
PENUTUP
A. Kesimpulan
Mempelajari pembuatan pola busana tailoring merupakan bagian penting
dalam membuat busana, dengan menggunakan pola busana yang dihasilkan akan
tepat dipakai dan nyaman dibadan. Pola busana dapat dijadian panduan agar tidak
terjadi kesalahan sewaktu menggunting kain. Dalam pembuatan pola dasar busana
wanita diharapkan mampu memiliki keahlian khusus dan teliti karean pembuatan
busana wanita membutuhkan ilmu yang bik, karena proses pecah pola busana wanita
sangat banyak. Serta memiliki tujuan agar busana yang dijahit dengan jahitan yang halus
dan dengan penyelesaian menggunakan jahitan tangan,dibuat dari bahan yang berkualitas
baik, seperti wol atau sejenisnya. Pada proses pembuatannya memperhatikan kehalusan,
kerapian, kekuatan jahitan,dengan penggunaan lapisan serta banyak menggunakan
keterampilan tangan. Hal ini meningkatkan ketelitian dan kecakapan terhadap penjahit busan
tailoring.
9
10