BAB IV
PERANCANGAN & PERENCANAAN
SIMULATOR SIMULATOR UJI PRESTASI MESIN PENDINGIN UDARA (AC)
DENGAN FLUIDA KERJA FREON R32
4.1. PERANCANGAN DAN PERENCANAAN
Perancangan dan Perencanaan suatu konstruksi unit simulator simulator uji prestasi
mesin pendingin udara (ac) dengan fluida kerja freon R32, tahapan pertama yang harus
dilakukan selanjutnya seperti studi pustaka pada buku referensi dan browsing internet
terkait, indentifikasi masalah keseluruhan materi kerangka berfikir dalam mengembangkan
dan Menyusun TA, literatur tentang pokok bahasan mesin pendingin, heat transfer,
thermodinamika teknik dan penunjang lainnya, pilihan dari unit mesinjadi, suku cadang
konstruksi mesin, material baja, instrumentasi yang mengacu pada perencanaan dan
perancangan hendaknya mudah diperoleh di niaga lokal, penting didiskusikan dalam
kelompok proyek tugas akhir dalam tahapan pembuatan dan perakitan konstruksi pada
workshop/balai yasa pemesinan, uji coba mesin, dan analisis.
4.2. Pemilihan mesin AC dan bahan
Dalam konsep perancangan dan perencanaan“simulator simulator uji prestasi mesin
pendingin udara (ac) dengan fluida kerja freon R32” terdapat beberapa unit mesin siap
pakai yang dipilih dan suku cadang siap rakit, baja profil, artinya dapat dibeli di pasar local
secara utuh antara lain :
1. Unit AC split 0,5 pk merk Samsung AR05KRFLAWKNSE
2. Alat – alat ukur/intrumentasi untuk pengujian unit simulator
2.1. Thermometer digital
2.2. Presure gauge
2.3. Watt meter digital
3. Pipa hollow segi empat ukuran 1,5 x 3,5 x 400 Cm
4. Bahan pembantu lainnya
4.3. Gambar perancangan dan perencanaan
Gambar.4.1. Instalasi pemipaan & Instrumentasi
Gambar.4.2. Kerangka Simulator
4.4. Analisis Rancangan
Gambar.4.3.Skematis dari siklus pendinginan termasuk perubahan tekanan
Siklus refrigerasi ideal dalam diagram P-h (Gambar) 1 ke 2, Proses kompresi
menyebabkan kenaikan tekanan dari tekanan rendah (LP) ke tekanan tinggi (HP). Proses
ini berlangsung secara isentropik. Garis 1 ke 2 mengikuti garis isentropik pada diagram P-
h. Karena berlangsung secara isentropik maka entropi pada titik 1 dan titik 2 adalah sama.
Kondisi pada titik 1 berupa saturasi gas dan dan titik 2 dalam keadaan superheated.
Enthalpynya naik dari h1 ke h2. Refrigeran mengalami kenaikan suhu..
Pemerintah Indonesia melalui Departemen Perindustrian dan Perdagangan
(41/M-IND/PER/5/2014) kemudian (40/M-DAG/PER/7/2014) dan
(55/M-DAG/PER/9/2014) menetapkan mulai tahun 2015 diberlakukan implementasi
HPMP (HCFC Phase-Out Management Plan). Yang artinya penghapusan Freon R22 untuk
industri ini serta merevisi syarat dan ketentuan impor Bahan Perusak Ozone (BPO) dan
melarang impor produk yang memakai Freon R22. Pihak dealer & toko masih bisa
menjual produk mereka sampai stock habis, dan melayani purna jual sampai dengan tahun
2030, saat dimana Freon R22 dihapus dari Indonesia.
4.5. Data spesifikasi AC Samsung
Speksifikasi Teknis AC split SAMSUNG 0,5 pk
Model AR05TGHQASIX
Tegangan/ Amper / Phase /Frequensi 1Φ / 220V / 1,5 Amp / 50Hz
Komsumsi daya listrik 350 W, Maks ; 560 W
Kapasitas Pendinginan 4800 Btu/hr /1,40 kW
Refrigeran R32
Massa Refrigeran 320 gr
Tekanan freon tinggi [out] 4,30 Mpa
Tekanan freon rendah [in] 1,70 Mpa
Suhu rendah 26 O
C
Suhu tinggi 64 OC
4.6. Theoretical Characteristics of Refrigeration Cycle Freon R32
Studi Literatur ini direferensikan dan dikutip dari data spesifikasi AC split merk
Samsung 0,5 pk dan katalog DAIKIN untuk pendampin dan digunakan refrigerant R 32
sebagai media fluida kerja mesin pendingin udara tersebut.
* Critical temperature OC 78.1 dan Critical pressure MPa 5.78
Suhu sisi keluar Evaporator t1 = 26 °C
Tekanan sisi isap/Evaporator Pressure p1 = 1,7 Mpa
Suhu sisi keluar Condensor t2 = 64 °C
Tekanan sisi tekan/ Condenser Pressure p2 = 4,30 Mpa
seluruh parameter ditetapkan, untuk analisis dengan diagram (P–h).freon R32
h3/h4 h1 h2
4.7. Kerja dari fulida kerja data teori freon 32
4.7.1. Perhitungan Spesifik Enthlaphi Freon R32
* Critical temperature OC 78.1 dan Critical pressure MPa 5.78
Suhu sisi keluar Evaporator t1 = 26 °C = 299 OK
Tekanan sisi isap/Evaporator Pressure p1 = 1,7 Mpa
Suhu sisi keluar Condensor t2 = 64 °C = 337 OK
Tekanan sisi tekan/ Condenser Pressure p2 = 4,30 Mpa
Rujukan Diagram P – h Refigeranrt R 32 ( Gamar.4.4. )
Entalphi di ttik 1 dan titik 2
h1 = 425 [kJ/kg] sampai 450 [kJ/kg]
h1 = 425 – [ 8/40 ] * [ 425 – 450 ]
h1 = 430 [kJ/kg]
Entalphi di ttik 2 dan titik 3
h2 = 450 [kJ/kg] sampai 500 [kJ/kg],
h2 = 450 – [ 8/40 ] * [ 450 – 500 ]
h2 = 460 [kJ/kg]
Entalphi di ttik 3 dan titik 4 diagram gambar.4.3.
h3 = h4 = 250 [kJ/kg] sampai 450 [kJ/kg],
h3 = h4 = 250 – [8/40] * [250 – 300 ]
h3 = h4 = 260 [kJ/kg]
Komsumsi energi listrik compressor
Ek = V. I . COS ∅
Ek = 220 . 1,7. 0,99 / 1000
Ek = 0,37 [kW]
Tingkat Efesiensi Penggunaan Energy (EER)
Data kapasitas pendingin Ac spli 0,5 = 4800 [ Btu/hr ] → = 1,44 [ Kw ]
EER = kapasitas pendingin / komsumsi listrik
= 1,47 Kw / 0,37 kW
EER = 3,97
4.8. Koefisien Kinerja / Coeffisient Of Perfomance (COP)
1) Kerja kompresi
qw = h2 – h1
qw = (457 – 363)
qw = 94 [kJ/kg]
2) Laju aliran massa refrigerant R32
ṁ = Daya kompressor / Kerja kompresi
ṁ = Ek [kW] / qw [kJ/kg]
ṁ = 0,436 / 50
ṁ = 0,00872 [kg/s]
3) Pelepasan kalor kondensor
qc = h2 – h3
qc = 473 – 273
qc = 200 [kJ/kg]
4) Kapasitas kondensor
Qc = ṁ . qc
Qc = 0,00872 . 200
Qc = 1,744 [kW]
5) Efek refrigerasi
qe = h1 – h4
qe = 423 – 273
qe = 150 [kJ/kg]
6) Kapasitas Evaporator
Qe = ṁ . qe
Qc = 0,00872 . 150
Qc = 1,308 [kJ/kg]
7) COP (coefficient of performance) aktual
COPAktual = qe / qw → =150 / 50
COPAktual = 3
8) COP (coefficient of performance) Carnot
COPCarnot = Suhu Evaporator[ K ]
¿¿
280
COPCarnot =
[321−280]
COPCarnot = 6,8
9) Efesiensi sistim Ac split 0,5 pk
COP Aktual
η=
COPCarnot
3
η= . 100%
6,8
η = 44 %