Keselamatan Kerja di Kapal Penangkap Ikan
Keselamatan Kerja di Kapal Penangkap Ikan
BAB 2
MENERAPKAN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA
bagi anak buah kapal, serta dapat memberikan 2. Bahan/peralatan yang rusak atau tidak dapat
iklim yang baik dalam menimbulkan stabilitas dipakai
sosial dilingkungan masyarakat
3. Ventilasi dan penerangan kurang
ketenagakerjaan. Secara langsung terjadinya
kecelakaan ditempat kerja dapat dikelompokkan 4. Lingkungan yang sesak, lembab dan bising
secara garis besar menjadi 2 (dua) penyebab 5. Bahaya ledakan/terbakar
yaitu :
6. Kurang sarana pemberi tanda peringatan
2.1.2.1. Tindakan Tidak Aman Dari Manusia
(Unsafe Acts) 7. Keadaan udara beracun adanya gas, debu
dan uap
1. Bekerja tanpa wewenang
Keadaan tidak aman inilah yang selanjutnya
2. Gagal untuk memberi peringatan akan menimbulkan kecelakaan dalam bentuk
3. Bekerja dengan kecepatan salah seperti :
4. Menyebabkan alat pelindung tidak berfungsi 1. Terjatuh
5. Menggunakan alat yang rusak 2. Terbakar/terkena ledakan
6. Bekerja tanpa alat keselamatan kerja 3. Tertimpa benda jatuh
7. Menggunakan alat secara salah 4. Terkena arus listrik
8. Melanggar peraturan keselamatan kerja 5. Kontak dengan benda berbahaya atau
radiasi
9. Bergurau di tempat kerja
6. Terjepit benda
10. Mabuk,
2.2. Peralatan Keselamatan Kerja
11. Mengantuk
Berdasarkan Undang - undang Keselamatan
Seseorang yang melakukan tindakan tidak
Kerja N0.1. Tahun 1970, pasal 12b dan pasal
aman atau kesalahan yang mengakibatkan
12c, bahwa tenaga kerja diwajibkan :
kecelakaan disebabkan karena :
1. Memahami alat-alat perlindungan diri.
1. Tidak tahu
2. Memenuhi atau mentaati semua syarat-
Yang bersangkutan tidak mengetahui
syarat keselamatan kerja.
bagaimana melakukan pekerjaan dengan
aman dan tidak tahu bahaya-bahayanya Dalam pasal 13 disebutkan juga bahwa barang
sehingga terjadi kecelakaan siapa yang akan memasuki tempat kerja,
diwajibkan untuk mentaati semua petunjuk
2. Tidak mau
keselamatan dan kesehatan kerja dan wajib
Walaupun telah mengetahui dengan jelas menggunakan alat-alat perlindungan diri yang
cara kerja/peraturan dan bahaya-bahaya diwajibkan.
yang ada serta yang bersangkutan
Dalam pasal 14 disebutkan bahwa perusahaan
mampu/bisa melakukannya, tetapi karena
diwajibkan secara cuma-cuma menyediakan
kemauan tidak ada, akhirnya melakukan
semua alat perlindungan diri yang diwajibkan
kesalahan atau mengakibatkan kecelakaan
pada tenaga kerja yang berada dibawah dan
bagi setiap orang yang memasuki tempat kerja
tersebut.
3. Tidak mampu
Ada 2 macam alat-alat pelindung keselamatan
Yang bersangkutan telah mengetahui cara
yaitu terdiri dari :
yang aman, bahaya-bahayanya, tetapi
belum mampu atau kurang terampil, 2.2.1. Alat Pelindung Untuk Mesin-Mesin
akhirnya melakukan kesalahan dan gagal. dan Alat-Alat Tenaga
2.1.2.2. Keadaan Tidak Aman (Unsafe Alat pelindung ini disediakan oleh pabrik
Condition) pembuat mesin dan alat tenaga misalnya kap-
kap pelindung dari motor listrik, katup-katup
1. Peralatan pengaman yang tidak memenuhi
pengaman dari ketel uap, pompa-pompa dan
syarat
sebagainya.
Menjaga kaca pengaman masker las 10. Sarung tangan yang terbuat dari kain
dari tumbukan benda keras.
Menyimpan sarung tangan pada tempat
Menjaga kebersihan kaca masker las yang aman.
dari menempelnya kotoran.
Menghindari sarung tangan dari terkena
5. Masker pelindung muka benda tajam.
Membersihkan masker las, setelah 11. Sarung tangan las
digunakan.
Menyimpan sarung tangan pada tempat
Meletakkan masker las tersebut pada yang aman.
tempat yang aman.
Menghindari sarung tangan dari terkena
Menjaga kaca pengaman masker las benda tajam.
dari tumbukan benda keras. 12. Sepatu keselamatan
Menjaga kebersihan kaca masker las Menyimpan sepatu pada tempat yang
dari menempelnya kotoran. aman.
6. Pelindung mata
Menjaga kebersihan sepatu pengaman.
Menghindari kaca pelindung mata dari
Menghindari sepatu pengaman tersentuh
terkena benda keras.
panas secara langsung.
Menyimpan pelindung mata pada tempat 13. Jaring keselamatan
yang aman.
Menghindari jaring tersentuh langsung
Menjaga kebersihan pelindung mata. dengan benda tajam
7. Kaca mata las acytelin
Menghindari jaring tersentuh panas
Membersihkan masker las, setelah secara langsung.
digunakan. 14. Tutup telinga
Meletakkan masker las tersebut pada Menyimpan pada tempat yang aman.
tempat yang aman.
Mencegah peralatan tutup telinga (Ear
Menjaga kaca pengaman masker las muff) bersentuhan benda keras.
dari tumbukan benda keras.
Menghindari sumbat telinga bersentuhan
Menjaga kebersihan kaca masker las panas secara langsung.
dari menempelnya kotoran.
8. Kaca mata yang terbuat dari karet
2.3. Tindakan Pencegahan Untuk
Memasuki Ruang Tertutup
Menghindari kaca mata dari terkena
solar. Pada ruangan-ruangan tertutup seperti palkah,
tanki, ruang pompa, koferdam, gudang/store
Menyimpan kaca mata pada tempat yang tidak berventilasi terdapat kemungkinan
yang aman. timbul gas beracun atau uap beracun atau
Menjaga kaca mata karet dari terkena berkurangnya kandungan oksigen.
kotoran langsung. Apabila terjadi suatu kecelakaan yang
mengakibatkan terlukanya personil/ seseorang
Membersihkan permukaan kaca mata
di dalam sebuah ruangan yang tertutup,
dari kotoran yang menempel.
langkah pertama yang diambil ialah alarm harus
9. Peralatan pelindung dada dibunyikan. Walaupun kecepatan / waktu sering
merupakan hal yang vital dalam usaha
Menjaga kebersihan peralatan pelindung
menolong jiwa/nyawa orang, namun
dada.
pelaksanaan pertolongan-pertolongan
Menyimpan pada tempat yang aman. penyelamatan tidak boleh dicoba sampai
bantuan dan peralatan-peralatan yang
Menghindari alat pelindung dari terkena
diperlukan telah didapat.
benda tajam.
Terdapat banyak contoh dimana nyawa orang 4. Penggunaan gas permanen pada ruang
hilang disebabkan oleh usaha-usaha yang muat kapal tanker.
terburu-buru / tergopoh-gopoh dan persiapan-
persiapan yang buruk. Bila diadakan
2.3.2 Pengujian Oksigen, Gas dan Uap
pengaturan-pengaturan dan penyusunan - Sebelum memasuki ruang di atas perlu
penyusunan sebelumnya, hal ini merupakan dilakukan pengujian/test terlebih dahulu
suatu hal yang sangat berharga didalam terhadap oksigen, gas dan uap sebelum
mengadakan suatu reaksi yang cepat dan dinyatakan aman. Pada prinsipnya terdapat tiga
efektif. tipe peralatan untuk pengujian atmosfer dalam
ruang tertutup yaitu :
Tali-tali penolong, alat-alat bantu pernapasan
dan sarana-sarana lain dari peralatan 1. The combusible gas indicator (Explosimeter)
penyelamatan harus dalam keadaan siaga serta
Alat mengukur keberadaan dan kandungan
siap pakai, demikian pula suatu tim yang terlihat
uap hidrokarbon di udara. Explosimeter tidak
untuk menaggulangi keadaan darurat patut
cocok untuk mendeteksi gas dan uap
tersedia.
berkonsentrasi terlalu rendah, tidak
Apabila dicurigai bahwa suatu atmosfer yang mengindikasikan penurunan kandungan
tercampur/kotor sehingga menjadi tidak aman oksigen atau presentasi kandungan
merupakan salah satu sebab dari kecelakaan hidrogen dan juga tidak mengukur
itu, maka petugas / orang yang masuk kedalam kandungan racun dalam atmosfer.
ruangan itu harus menggunakan alat pelindung
pernapasan serta mungkin, tali-tali penolong
juga dipakai. 2. Chemical absorbtion detector
Sebelumnya suatu kode dari isyarat-isyarat Alat mendeteksi keberadaan gas dan uap
sudah disetujui bersama. Perwira yang bertugas tertentu pada thereshold limit value levels.
untuk pelaksanaan pekerjaan penyelamatan Thereshold limit value levels (biasanya
tersebut harus tetap berada diluar ruangan, menunjukan gas dalam PPM) berkaitan
dimana ia dapat mengadakan kontrol yang dengan tingkat penunjukan harian untuk
efektif. delapan jam, rata-rata konsentrasi yang
dapat ditoleransi dan merupakan petunjuk
2.3.1 Berkurangnya Kandungan Oksigen yang berguna dalam mengontrol bahaya
1. Bila suatu tanki kosong tertutup dan tidak dalam ruang tertentu. Zat yang dapat
terbuka dalam jangka waktu relatif lama, ditentukan secara teliti detektor ini adalah
kandungan oksigen akan berkurang karena berzene dan hydrogen sulphide.
digunakan oleh baja dalam proses karat. 3. Oxygen content meter
Oksigen juga dapat berkurang pada ketel
yang tidak digunakan yang telah diberi Alat untuk mengukur prosentase kandungan
bahan kimia penyerap oksigen sebagai oksigen, di dalam ruang yang dicurigai
pencegahan karat. Pengurangan oksigen terjadi kekurangan oksigen. Setiap kapal
dalam palka juga dapat terjadi bilamana harus memiliki alat tersebut.
digunakan untuk memuat yang menyerap Dalam hal darurat dimana ruangan yang
oksigen seperti : sayur-mayur yang dimaksud dicurigai tidak aman, gunakanlah alat
membusuk atau fermentasi, irisan kayu, bantu pernapasan seperti breathing aparatus
produk dari baja yang mulai berkarat dan dari type yang disahkan (approved type), namun
lain-lain. sebelum memakai alat tersebut, periksalah
2. Hidrogen dapat terjadi dalam tangki muatan dengan disaksikan oleh nahkoda atau perwira
yang diberi perlindungan latodis. yang bertugas. Hal-hal yang diperiksa minimal
Konsentrasi hidrogen mungkin masih antara lain :
terdapat di bagian atas kompartemen, 1. Tekanan sumber udaranya
sehingga mendesak oksigen.
2. Alarm tekanan rendah pada self contained
3. Jika CO2, atau uap digunakan untuk breathing aparatus
memadamkan kebakaran, maka kandungan
oksigen akan berkurang dalam ruang 3. Kekedapan masker dan jumlah sumber
tersebut. udaranya.
2.4. Pencegahan Kecelakaan
Menurut ASSE dalam “Thje Dictionary of term d. Uji kesehatan untuk pemindahan pegawai
used in the safety professional”, bahaya adalah pengamatan keterbatasan fisik dari pekerja,
suatu keadaan atau perubahan lingkungan yang dll.
mengandung potensi untuk menyebabkan
Sedangkan untuk memperoleh karyawan/ABK
cedera, penyakit, kerusakan harta benda,
yang tepat dari segi pengetahuannya,
bahaya ini dapat berbentuk bahaya mekanik,
keterampilan dan sikap kerja sesuai kompetensi
fisik, kimia, dan listrik. Usaha Pencegahan
perlu dilakukan pembinaan, baik bagi
Kecelakaan melalui :
pekerja/ABK baru, maupun pekerja lainnya.
1. Perancangan mesin atau peralatan dengan
2. Dari Segi Kemauan
memperhatikan segi-segi keselamatannya.
Dari segi kemauan, perlu dilakukan program
2. Perancangan peralatan atau lingkungan
yang mampu / mau, memberikan motivasi pada
kerja yang sesuai dengan batas kemampuan
para pekerja agar bersedia bekerja secara
pekerja, agar tercipta “The Right Design for
aman.
Human” sehingga dapat dihindari
ketegangan jiwa, badan maupun penyakit Faktor-faktor yang mempengaruhi kemauan
kerja terhadap manusia. karyawan dalam bidang keselamatan kerja
antara lain :
3. Pembelian yang didasarkan mutu dan syarat
keselamatan kerja. a. Contoh yang diberikan oleh pengawas,
pimpinan madya maupun pejabat teras
4. Pengelolaan (pengangkutan, penyusunan,
perusahaan.
penyimpanan) bahan-bahan produksi
dengan memperhitungkan standar b. Komunikasi, dalam bentuk safety contact,
keselamatan yang berlaku. safety indoctrination, propaganda & publikasi
kesela-matan dan lain-lain.
5. Pembuangan bahan limbah/ ballast/air got
dengan memper-hitungkan kemungkinan c. Partisipasi karyawan, seperti : safety talks,
bahaya-nya, baik terhadap masyarakat safety meeting safety observer program dan
maupun lingkungan sekitarnya. lain-lain.
2.4.4.2. Pendekatan Sub Sistem Manusia. d. Enforcement, melalui penerapan peraturan
keselamatan kerja dan saksi-saksinya.
Tinjauan terhadap unsur manusia ini dapat
berdiri sendiri, tetapi harus dikaitkan dengan e. Hadiah ( Reward ) dalam bentuk “Safe
interaksinya bersama unsur lingkungan fisik dan Behavior Reinforcement “ maupun “Award
sistem manajemen. Program”
Dari sudut manusia secara pribadi, kita harus f. Dari segi keadaan mental, seperti: marah,
mengusahakan agar dapat dicapainya ketegangan kerja (stress), kelemahan
penempatan kerja yang benar (the right man in mental, bioritmik, dll. Dapat diatasi melalui
the right job) disertai suasana kerja yang baik. perencanaan alat dan kepengawasan yang
baik, sehingga tercipta suasana kerja yang
Oleh karena itu usaha pencegahan kecelakaan
aman dan nyaman.
ditinjau dari sudut unsur manusia meliputi antara
lain : 2.4.4.3. Pendekatan Sub Sistem Manajemen.
1. Dari Segi Kemampuan Manajemen merupakan unsur penting dalam
usaha penanggulangan kecelakaan, karena
Dari segi kemampuan, dapat dilakukan program
manajemenlah yang menentukan pengaturan
pemilihan penempatan dan pemindahan
unsur produksi lainnya. Dalam kaitannya
pegawai yang baik, selain itu perlu dilaksanakan
dengan manajemen ini, perlu digaris bawahi
pendidikan yang terpadu bagi semua karyawan
bahwa keselamatan kerja yang baik harus
sesuai dengan kebutuhan jabatan yang ada.
terpadu dalam kegiatan perusahaan. Ini dapat
Karyawan / ABK yang secara fisik mampu
terwujud jika keselamatan kerja dipadukan
melaksanakan pekerjaannya dengan baik, perlu
dalam prosedur yang ada dalam perusahaan
dilakukan :
Selain usaha untuk memadukan keselamatan
a. Uji kesehatan pra kerja
kerja kedalam sistem prosedur kerja
b. Uji kesehatan tahuanan secara berkala perusahaan, masih diperlukan usaha-usaha lain
untuk memadukan keselamatan kerja dalam
c. Penempatan kerja yang baik