0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
56 tayangan12 halaman

Keselamatan Kerja di Kapal Penangkap Ikan

1. Dokumen membahas tentang keselamatan dan kesehatan kerja di kapal penangkap ikan, termasuk peraturan, alat pelindung diri, dan istirahat awak kapal. 2. Peraturan keselamatan antara lain UU No. 1/1970, SOLAS 1974, dan ILO & WHO yang bertujuan mencegah kecelakaan dan menjaga kesehatan awak kapal. 3. Alat pelindung seperti pelindung kepala dan badan wajib digunakan untuk m

Diunggah oleh

suwondo
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
56 tayangan12 halaman

Keselamatan Kerja di Kapal Penangkap Ikan

1. Dokumen membahas tentang keselamatan dan kesehatan kerja di kapal penangkap ikan, termasuk peraturan, alat pelindung diri, dan istirahat awak kapal. 2. Peraturan keselamatan antara lain UU No. 1/1970, SOLAS 1974, dan ILO & WHO yang bertujuan mencegah kecelakaan dan menjaga kesehatan awak kapal. 3. Alat pelindung seperti pelindung kepala dan badan wajib digunakan untuk m

Diunggah oleh

suwondo
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd

TEKNIKA KAPAL PENANGKAP IKAN

BAB 2
MENERAPKAN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA

Kemajuan teknologi telah membawa dampak


Komponen terpenting dalam menjaga
positif dalam pengembangan pendidikan, tata
keselamatan jiwa dan keselamatan peralatan
hubungan sosial serta pengetahuan
kerja adalah pengetahuan tentang penggunaan
masyarakat, yang pada akhirnya berpengaruh
perlengkapan keselamatan kerja bagi awak
terhadap pola hidup serta tingkah laku manusia
kapal, utamanya adalah awak kapal bagian
di dalam memenuhi kebutuhan serta tugas dan
mesin.
tanggungjawabnya.
Penggunaan alat perlengkapan keselamatan
Kemajuan teknologi juga telah merubah sifat
kerja ini telah di standarisasi baik secara
dan bentuk pekerjaan. Banyak mesin-mesin,
nasional maupun internasional, sehingga wajb
bahan maupun proses baru yang kita temui
digunakan ketika akan melaksanakan kegiatan
sebagai hasil kemajuan teknologi. Akan tetapi
kerja utamanya adalah kegiatan kerja di ruang
kemajuan teknologi juga membawa akibat
mesin.
sampingan yang merugikan bila tidak ditangani
dengan baik, yaitu dalam bentuk bahaya- Terdapat beberapa macam perlengkapan
bahaya baru yang muncul seperti kecelakaan keselamatan kerja, mulai dari pelindung kepala,
kerja, penyakit akibat kerja, pencemaran badan hingga kaki telah disiapkan. Dengan
lingkungan dan sebagainya. demikian kenyamanan kerja pada lingkungan
kerja dapat tercipta, dan kecelakaan yang
Tidak jarang suatu industri di kapal, karena
diakibatkan karena faktor kelalaian manusia
kurang teliti dalam perencanaan, kurang
maupun faktor karena kelelahan bahan resiko
perawatan mesin atau alat kerja yang digunakan
yang ditimbulkannya dapat diperkecil atau
rusak , patah, pecah atau meledak, dapat
dihindari.
menimbulkan berbagai jenis kecelakaan dan
mengakibatkan korban jiwa. 2.1. Peraturan Keselamatan dan
Akhirnya kemajuan yang telah dicapai oleh Kesehatan Kerja
suatu industri akan menjadi kurang berarti dan Peraturan-peraturan yang berkaitan dengan
bermanfaat serta bahkan dapat keselamatan dan kesehatan kerja di kapal
membahayakan bagi kehidupan pekerjanya, antara lain sebagai berikut ini :
apabila tidak direncanakan dan ditangani secara
teliti. 1. UU No. 1 Th. 1970 mengenai keselamatan
kerja.
Keselamatan dan kesehatan kerja adalah suatu
kegiatan untuk menciptakan lingkungan kerja 2. Peraturan Menteri No. 4 Tahun 1980
yang aman, nyaman dan cara peningkatan mengenai syarat-syarat pemasangan dan
serta pemeliharaan kesehatan tenaga kerja baik pemeliharaan alat pemadam api ringan.
jasmani, rohani dan sosial. Keselamatan dan 3. SOLAS 1974 beserta amandemen -
kesehatan kerja secara khusus bertujuan untuk amandemennya mengenai persyaratan
mencegah atau mengurangi kecelakaan dan keselamatan kapal.
akibatnya, dan untuk mengamankan kapal,
peralatan kerja, dan produk hasil tangkapan. 4. STCW 1978 Amandemen 1995 mengenai
standar pelatihan bagi para pelaut.
Secara umum harus diketahui sebab-sebab dan
pencegahan terhadap kecelakaan, peralatan, 5. ISM Code mengenai code manajemen
serta prosedur kerjanya di atas kapal. internasional untuk keselamatan
pengoperasian kapal dan pencegahan
Secara khusus prosedur dan peringatan bahaya pencemaran.
pada area tahapan kegiatan operasi
penangkapan perlu dipahami dengan benar oleh 6. Occupational Health Th. 1950 mengenai
seluruh awak kapal didalam menjalankan usaha kesehatan kerja.
tugasnya. 7. International Code of Practice mengenai
petunjuk - petunjuk tentang prosedur /

DIREKTORAT PEMBINAAN SMK 17


TEKNIKA KAPAL PENANGKAP IKAN

keselamatan kerja pada suatu peralatan, untuk meningkatkan kesejahteraan, produksi


pengoperasian kapal dan terminal. dan produktivitas.
2. Memberikan perlindungan terhadap orang
lain yang berada di tempat kerja agar selalu
2.1.1. Menurut Undang-Undang No.1 Th. selamat dan sehat.
1970
3. Memberikan perlindungan terhadap setiap
Kecelakaan diartikan suatu kejadian yang tidak sumber produksi agar selalu dapat dipakai
diinginkan yang mengakibatkan cedera dan digunakan secara aman dan efisien.
terhadap manusia atau kerusakan terhadap
harta benda serta lingkungan kerja, yang 2.1.2. Menurut ILO & WHO
meliputi :
Menurut ILO & WHO Join Commitee on
1. Kecelakaan kerja Occupational health 1950 bahwa usaha
kesehatan kerja haruslah ditujukan untuk :
2. Kebakaran
1. Meningkatkan dan memelihara kesehatan
3. Peledakan
karyawan di laut pada kondisi yang sebaik-
4. Penyakit akibat kerja baiknya.
5. Pencemaran lingkungan kerja 2. Menghindarkan para karyawan dari
gangguan kesehatan yang mungkin timbul
2.1.1.1. Kecelakaan Kerja akibat kerja.
Kecelakaan kerja adalah suatu kecelakaan yang 3. Melindungi pelaut dari pekerjaan-pekerjaan
terjadi pada seorang karena hubungan kerja yang mungkin dapat mempengaruhi
dan kemungkinan besar disebabkan karena kesehatannya serta dapat menimbulkan
adanya kaitan bahaya dengan pekerja dan kecelakaan.
dalam jam kerja
4. Menempatkan pelaut pada tempat yang
2.1.1.2. Keselamatan Kerja sesuai dengan kondisi sosiologis masing-
Keselamatan kerja adalah suatu usaha atau masing.
kegiatan untuk menciptakan lingkungan kerja Peraturan IMO mengenai pencegahan
yang aman dan mencegah semua bentuk kecelakaan dan kesehatan kerja bagi pelaut,
kecelakaan. untuk itu IMO membuat petunjuk pencegahan
2.1.1.3. Kesehatan Kerja kelelahan untuk melaksanakan tugas (Fitness
duty) antara lain :
Kesehatan kerja adalah suatu usaha tentang
1. Maksimum jam kerja pelaut rata-rata tidak
cara-cara peningkatan dan pemeliharaan
lebih dari 12 jam perhari, setiap perwira dan
kesehatan tenaga kerja pada tahap yang
rating yang akan diberi tugas jaga harus
setinggi-tingginya baik jasmani, rohani maupun
minimal 10 jam istirahat dalam periode 24
sosial.
jam.
Kecelakaan dengan segala bentuk dan
2. Jumlah jam istirahat boleh dibagi tidak lebih
akibatnya dapat merugikan pengusaha dan
dari 2 periode yang salah satu periodenya
mayarakat, karena kecelakaan kerja akan
paling sedikikt 6 jam lamanya.
menimbulkan penderitaan lahir batin dan
kerugian yang bersifat ekonomis. Jadi K3 3. Pengecualian dari kondisi butir 1 dan 2 di
adalah masalah bersama dari semua pihak atas, sepuluh jam minimal istirahat boleh
yang terlibat dalam proses produksi barang dan dikurangi akan tetapi tidak boleh kurang dari
jasa, yaitu pemerintah, pengusaha/pengurus 6 jam secara terus menerus dan
tenaga kerja dan masyarakat. pengurangan tersebut tidak melebihi dari 2
hari dan tidak kurang dari 70 jam istirahat
Adapun sasaran dan tujuan yang akan dicapai
untuk periode 7 hari.
dari adanya Undang-undang N0.1. Tahun 1970
secara umum adalah : Dengan terciptanya keselamatan dan kesehatan
kerja dengan baik dan tepat akan memberikan
1. Memberikan perlindungan terhadap tenaga
ketenangan dan kegairahan kerja yang dapat
kerja agar selalu dalam keadaan selamat
menunjang terjadinya pertumbuhan dan
dan sehat dalam melaksanakan pekerjaan
perkembangan produksi dan produktivitas kerja

DIREKTORAT PEMBINAAN SMK 18


TEKNIKA KAPAL PENANGKAP IKAN

bagi anak buah kapal, serta dapat memberikan 2. Bahan/peralatan yang rusak atau tidak dapat
iklim yang baik dalam menimbulkan stabilitas dipakai
sosial dilingkungan masyarakat
3. Ventilasi dan penerangan kurang
ketenagakerjaan. Secara langsung terjadinya
kecelakaan ditempat kerja dapat dikelompokkan 4. Lingkungan yang sesak, lembab dan bising
secara garis besar menjadi 2 (dua) penyebab 5. Bahaya ledakan/terbakar
yaitu :
6. Kurang sarana pemberi tanda peringatan
2.1.2.1. Tindakan Tidak Aman Dari Manusia
(Unsafe Acts) 7. Keadaan udara beracun adanya gas, debu
dan uap
1. Bekerja tanpa wewenang
Keadaan tidak aman inilah yang selanjutnya
2. Gagal untuk memberi peringatan akan menimbulkan kecelakaan dalam bentuk
3. Bekerja dengan kecepatan salah seperti :
4. Menyebabkan alat pelindung tidak berfungsi 1. Terjatuh
5. Menggunakan alat yang rusak 2. Terbakar/terkena ledakan
6. Bekerja tanpa alat keselamatan kerja 3. Tertimpa benda jatuh
7. Menggunakan alat secara salah 4. Terkena arus listrik
8. Melanggar peraturan keselamatan kerja 5. Kontak dengan benda berbahaya atau
radiasi
9. Bergurau di tempat kerja
6. Terjepit benda
10. Mabuk,
2.2. Peralatan Keselamatan Kerja
11. Mengantuk
Berdasarkan Undang - undang Keselamatan
Seseorang yang melakukan tindakan tidak
Kerja N0.1. Tahun 1970, pasal 12b dan pasal
aman atau kesalahan yang mengakibatkan
12c, bahwa tenaga kerja diwajibkan :
kecelakaan disebabkan karena :
1. Memahami alat-alat perlindungan diri.
1. Tidak tahu
2. Memenuhi atau mentaati semua syarat-
Yang bersangkutan tidak mengetahui
syarat keselamatan kerja.
bagaimana melakukan pekerjaan dengan
aman dan tidak tahu bahaya-bahayanya Dalam pasal 13 disebutkan juga bahwa barang
sehingga terjadi kecelakaan siapa yang akan memasuki tempat kerja,
diwajibkan untuk mentaati semua petunjuk
2. Tidak mau
keselamatan dan kesehatan kerja dan wajib
Walaupun telah mengetahui dengan jelas menggunakan alat-alat perlindungan diri yang
cara kerja/peraturan dan bahaya-bahaya diwajibkan.
yang ada serta yang bersangkutan
Dalam pasal 14 disebutkan bahwa perusahaan
mampu/bisa melakukannya, tetapi karena
diwajibkan secara cuma-cuma menyediakan
kemauan tidak ada, akhirnya melakukan
semua alat perlindungan diri yang diwajibkan
kesalahan atau mengakibatkan kecelakaan
pada tenaga kerja yang berada dibawah dan
bagi setiap orang yang memasuki tempat kerja
tersebut.
3. Tidak mampu
Ada 2 macam alat-alat pelindung keselamatan
Yang bersangkutan telah mengetahui cara
yaitu terdiri dari :
yang aman, bahaya-bahayanya, tetapi
belum mampu atau kurang terampil, 2.2.1. Alat Pelindung Untuk Mesin-Mesin
akhirnya melakukan kesalahan dan gagal. dan Alat-Alat Tenaga
2.1.2.2. Keadaan Tidak Aman (Unsafe Alat pelindung ini disediakan oleh pabrik
Condition) pembuat mesin dan alat tenaga misalnya kap-
kap pelindung dari motor listrik, katup-katup
1. Peralatan pengaman yang tidak memenuhi
pengaman dari ketel uap, pompa-pompa dan
syarat
sebagainya.

DIREKTORAT PEMBINAAN SMK 19


TEKNIKA KAPAL PENANGKAP IKAN

2.2.2. Alat Pelindung Untuk Para Pekerja atau pekerja yang


(Personal Safety Equipment) bekerja
Alat pelindung untuk para pekerja adalah membersihkan
gunanya untuk melindungi pekerja dari bahaya- tanki bahan bakar
bahaya yang mungkin menimpanya sewaktu- pada kapal.
waktu dalam menjalankan tugasnya seperti :
Masker las Digunakan oleh
1. Helm pelindung batok kepala yang pekerja yang
2. Alat pelindung muka dan mata dilengkapi menggunakan las
dengan listrik, fungsinya
3. Alat pelindung badan tangkai melindungi muka
4. Alat pelindung anggota badan (lengan dan pemegang dan mata dari
kaki) percikan bunga api
listrik.
5. Alat pelindung pernafasan
6. Alat pelindung pendengaran Masker las Digunakan oleh
yang pekerja yang
Adapun jenis-jenis perlengkapan kerja, seperti
dilengkapi menggunakan las
yang dimaksud pada pasal 13 dan pasal 14
dengan listrik, fungsinya
Undang-undang Keselamatan Kerja N0.1 Tahun
penutup melindungi muka,
1970 adalah :
kepala. mata dan kepala
1. Alat-alat pelindung batok kepala. dari percikan
bunga api listrik.
2. Alat-alat pelindung muka dan mata.
3. Alat-alat pelindung badan. Masker Dikenakan oleh
4. Alat-alat pelindung anggota badan seperti pelindung pekerja yang
lengan dan kaki. muka. pekerjaannya
berhubungan
5. Alat-alat pelindung pernafasan. dengan reaksi
6. Alat-alat Pencegah jantung. kimia.

7. Alat-alat pelindung pendengaran. Pelindung Digunakan oleh


8. Alat-alat pencegah tenggelam. mata. pekerja yang
menggunakan las
2.2.3. Kegunaan Alat Keselamatan Kerja listrik, fungsinya
Adapun jenis peralatan keselamatan kerja melindungi mata
beserta kegunaannya dapat dilihat pada tabel
dibawah ini : Kaca mata Digunakan oleh
las acytelin pekerja yang
Tabel. 2. Alat Keselamatan Kerja menggunakan las
Dan Kegunaannya acyteline yang
fungsinya
Alat-Alat Kegunaan Bagi melindungi dari
Keselamatan Pemakai percikan bunga api.

Topi Pelindung kepala Kaca mata Untuk melindungi


keselamatan dari benturan dan yang terbuat pekerja yang
terkena benda dari karet pekerjaannya
yang jatuh. berhubungan
dengan debu.
Topi Digunakan pekerja
penyemprot untuk pekerjaan Peralatan Digunakan oleh
pasir. penyemprotan pelindung pekerja yang
menggunakan dada. pekerjaannya
pasir di dok kapal mengelas dengan
menggunakan las

DIREKTORAT PEMBINAAN SMK 20


TEKNIKA KAPAL PENANGKAP IKAN

listrik dan las (Ear muff) pekerja untuk


karbit. Fungsinya menghindari dari
untuk mencegah suara bernada
anggota badan tinggi dan keras
terutama dada dari
percikan bunga api.

Sarung Digunakan untuk


2.2.4. Perawatan Perlengkapan
tangan yang kerjaan mengecat Keselamatan Kerja Awak Kapal
terbuat dari dan melakukan Perawatan merupakan salah satu kegiatan yang
kain perawatan dan sangat penting dalam upaya memperpanjang
perbaikan pada usia pakai dari peralatan keselamatan kerja.
motor diesel. Adapun jenis perawatan yang dilakukan untuk
setiap jenis peralatan keselamatan kerja dapat
Sarung Digunakan oleh dilihat pada tabel di bawah ini, sebagai berikut :
tangan las pekerja yang
pekerjaannya 1. Topi Keselamatan
mengelas dengan  Membersihkan topi setelah digunakan.
menggunakan las
listrik dan las  Meletakkan pada tempatnya setelah topi
karbit, fungsinya keselamatan digunakan.
untuk menghindari  Hindari menempatkan topi keselamatan
tangan dari pada tempat yang berhubungan
percikan bunga api. langsung dengan panas.

Sepatu Dikenakan oleh 2. Topi Penyemprot Pasir


keselamatan pekerja untuk  Membersihkan topi penyemprot pasir
(Safety menghindari dari setelah digunakan.
shoes) terperosot dan
terkena beban  Meletakkan pada tempatnya setelah
berat pada waktu digunakan.
bekerja.  Menjaga penempatan peralatan tersebut
dari tempat yang aman sehingga tidak
mudah hilang.
Jaring Digunakan pada 3. .Masker las yang dilengkapi dengan tangkai
keselamatan pekerja yang pemegang
melaksanakan
pekerjaan diatas  Membersihkan masker las, setelah
mesin yang digunakan.
beroperasi.
 Meletakkan masker las tersebut pada
tempat yang aman.
Pengeruk Digunakan untuk
menemukan orang  Menjaga kaca pengaman masker las
yang jatuh dari tumbukan benda keras.
terbenam dalam
 Menjaga kebersihan kaca masker las
air, atau barang-
dari terkena kotoran.
barang yang
terjatuh ke dalam 
air.
4. Masker las yang dilengkapi dengan penutup
kepala.
Sumbat Digunakan oleh
telinga (Ear pekerja untuk  Membersihkan masker las, setelah
plug) menghindari diri digunakan.
dari suara bising.
 Meletakkan masker las tersebut pada
Tutup telinga Digunakan oleh tempat yang aman.

DIREKTORAT PEMBINAAN SMK 21


TEKNIKA KAPAL PENANGKAP IKAN

 Menjaga kaca pengaman masker las 10. Sarung tangan yang terbuat dari kain
dari tumbukan benda keras.
 Menyimpan sarung tangan pada tempat
 Menjaga kebersihan kaca masker las yang aman.
dari menempelnya kotoran.
 Menghindari sarung tangan dari terkena
5. Masker pelindung muka benda tajam.
 Membersihkan masker las, setelah 11. Sarung tangan las
digunakan.
 Menyimpan sarung tangan pada tempat
 Meletakkan masker las tersebut pada yang aman.
tempat yang aman.
 Menghindari sarung tangan dari terkena
 Menjaga kaca pengaman masker las benda tajam.
dari tumbukan benda keras. 12. Sepatu keselamatan
 Menjaga kebersihan kaca masker las  Menyimpan sepatu pada tempat yang
dari menempelnya kotoran. aman.
6. Pelindung mata
 Menjaga kebersihan sepatu pengaman.
 Menghindari kaca pelindung mata dari
 Menghindari sepatu pengaman tersentuh
terkena benda keras.
panas secara langsung.
 Menyimpan pelindung mata pada tempat 13. Jaring keselamatan
yang aman.
 Menghindari jaring tersentuh langsung
 Menjaga kebersihan pelindung mata. dengan benda tajam
7. Kaca mata las acytelin
 Menghindari jaring tersentuh panas
 Membersihkan masker las, setelah secara langsung.
digunakan. 14. Tutup telinga
 Meletakkan masker las tersebut pada  Menyimpan pada tempat yang aman.
tempat yang aman.
 Mencegah peralatan tutup telinga (Ear
 Menjaga kaca pengaman masker las muff) bersentuhan benda keras.
dari tumbukan benda keras.
 Menghindari sumbat telinga bersentuhan
 Menjaga kebersihan kaca masker las panas secara langsung.
dari menempelnya kotoran.
8. Kaca mata yang terbuat dari karet
2.3. Tindakan Pencegahan Untuk
Memasuki Ruang Tertutup
 Menghindari kaca mata dari terkena
solar. Pada ruangan-ruangan tertutup seperti palkah,
tanki, ruang pompa, koferdam, gudang/store
 Menyimpan kaca mata pada tempat yang tidak berventilasi terdapat kemungkinan
yang aman. timbul gas beracun atau uap beracun atau
 Menjaga kaca mata karet dari terkena berkurangnya kandungan oksigen.
kotoran langsung. Apabila terjadi suatu kecelakaan yang
mengakibatkan terlukanya personil/ seseorang
 Membersihkan permukaan kaca mata
di dalam sebuah ruangan yang tertutup,
dari kotoran yang menempel.
langkah pertama yang diambil ialah alarm harus
9. Peralatan pelindung dada dibunyikan. Walaupun kecepatan / waktu sering
merupakan hal yang vital dalam usaha
 Menjaga kebersihan peralatan pelindung
menolong jiwa/nyawa orang, namun
dada.
pelaksanaan pertolongan-pertolongan
 Menyimpan pada tempat yang aman. penyelamatan tidak boleh dicoba sampai
bantuan dan peralatan-peralatan yang
 Menghindari alat pelindung dari terkena
diperlukan telah didapat.
benda tajam.

DIREKTORAT PEMBINAAN SMK 22


TEKNIKA KAPAL PENANGKAP IKAN

Terdapat banyak contoh dimana nyawa orang 4. Penggunaan gas permanen pada ruang
hilang disebabkan oleh usaha-usaha yang muat kapal tanker.
terburu-buru / tergopoh-gopoh dan persiapan-
persiapan yang buruk. Bila diadakan
2.3.2 Pengujian Oksigen, Gas dan Uap
pengaturan-pengaturan dan penyusunan - Sebelum memasuki ruang di atas perlu
penyusunan sebelumnya, hal ini merupakan dilakukan pengujian/test terlebih dahulu
suatu hal yang sangat berharga didalam terhadap oksigen, gas dan uap sebelum
mengadakan suatu reaksi yang cepat dan dinyatakan aman. Pada prinsipnya terdapat tiga
efektif. tipe peralatan untuk pengujian atmosfer dalam
ruang tertutup yaitu :
Tali-tali penolong, alat-alat bantu pernapasan
dan sarana-sarana lain dari peralatan 1. The combusible gas indicator (Explosimeter)
penyelamatan harus dalam keadaan siaga serta
Alat mengukur keberadaan dan kandungan
siap pakai, demikian pula suatu tim yang terlihat
uap hidrokarbon di udara. Explosimeter tidak
untuk menaggulangi keadaan darurat patut
cocok untuk mendeteksi gas dan uap
tersedia.
berkonsentrasi terlalu rendah, tidak
Apabila dicurigai bahwa suatu atmosfer yang mengindikasikan penurunan kandungan
tercampur/kotor sehingga menjadi tidak aman oksigen atau presentasi kandungan
merupakan salah satu sebab dari kecelakaan hidrogen dan juga tidak mengukur
itu, maka petugas / orang yang masuk kedalam kandungan racun dalam atmosfer.
ruangan itu harus menggunakan alat pelindung
pernapasan serta mungkin, tali-tali penolong
juga dipakai. 2. Chemical absorbtion detector
Sebelumnya suatu kode dari isyarat-isyarat Alat mendeteksi keberadaan gas dan uap
sudah disetujui bersama. Perwira yang bertugas tertentu pada thereshold limit value levels.
untuk pelaksanaan pekerjaan penyelamatan Thereshold limit value levels (biasanya
tersebut harus tetap berada diluar ruangan, menunjukan gas dalam PPM) berkaitan
dimana ia dapat mengadakan kontrol yang dengan tingkat penunjukan harian untuk
efektif. delapan jam, rata-rata konsentrasi yang
dapat ditoleransi dan merupakan petunjuk
2.3.1 Berkurangnya Kandungan Oksigen yang berguna dalam mengontrol bahaya
1. Bila suatu tanki kosong tertutup dan tidak dalam ruang tertentu. Zat yang dapat
terbuka dalam jangka waktu relatif lama, ditentukan secara teliti detektor ini adalah
kandungan oksigen akan berkurang karena berzene dan hydrogen sulphide.
digunakan oleh baja dalam proses karat. 3. Oxygen content meter
Oksigen juga dapat berkurang pada ketel
yang tidak digunakan yang telah diberi Alat untuk mengukur prosentase kandungan
bahan kimia penyerap oksigen sebagai oksigen, di dalam ruang yang dicurigai
pencegahan karat. Pengurangan oksigen terjadi kekurangan oksigen. Setiap kapal
dalam palka juga dapat terjadi bilamana harus memiliki alat tersebut.
digunakan untuk memuat yang menyerap Dalam hal darurat dimana ruangan yang
oksigen seperti : sayur-mayur yang dimaksud dicurigai tidak aman, gunakanlah alat
membusuk atau fermentasi, irisan kayu, bantu pernapasan seperti breathing aparatus
produk dari baja yang mulai berkarat dan dari type yang disahkan (approved type), namun
lain-lain. sebelum memakai alat tersebut, periksalah
2. Hidrogen dapat terjadi dalam tangki muatan dengan disaksikan oleh nahkoda atau perwira
yang diberi perlindungan latodis. yang bertugas. Hal-hal yang diperiksa minimal
Konsentrasi hidrogen mungkin masih antara lain :
terdapat di bagian atas kompartemen, 1. Tekanan sumber udaranya
sehingga mendesak oksigen.
2. Alarm tekanan rendah pada self contained
3. Jika CO2, atau uap digunakan untuk breathing aparatus
memadamkan kebakaran, maka kandungan
oksigen akan berkurang dalam ruang 3. Kekedapan masker dan jumlah sumber
tersebut. udaranya.
2.4. Pencegahan Kecelakaan

DIREKTORAT PEMBINAAN SMK 23


TEKNIKA KAPAL PENANGKAP IKAN

Untuk dapat mencegah terjadinya kecelakaan, 4. Beban masa depan.


maka kita harus mengetahui penyebab
2.4.3.2. Bagi Perusahaan
terjadinya kecelakaan tersebut.
1. Biaya pengobatan dan kegiatan pertolongan.
2.4.1. Sebab-Sebab Kecelakaan
2. Biaya ganti rugi yang harus dibayar.
Dari hasil penelitian ternyata 80-85 %
kecelakaan disebabkan oleh faktor kesalahan 3. Upah yang dibayar selama korban tidak
dan kelalaian manusia yang lebih dominan. bekerja.
Kecelakaan umumnya diakibatkan karena 4. Biaya lembur.
berhubungan dengan sumber tenaga misalnya
tenaga gerak mesin dan peralatan, kimia, 5. Hilangnya kepercayaan masyarakat.
panas, listrik dan lain-lain di atas ambang dari 6. Penurunan produktivitas korban setelah
tubuh atau struktur bangunan. Kerugian- bekerja nanti.
kerugian tersebut tidak sedikit menelan biaya
dan untuk mengatasi hal tersebut perlu adanya 2.4.3.3. Bagi Masyarakat
usaha pencegahan melalui usaha keselamatan 1. Menimbulkan korban jiwa / cacat.
kerja yang baik.
2. Kerusakan lingkungan.
2.4.2. Penyebab Terjadinya Kecelakaan
3. Kerusakan harta.
Adapun penyebab yang dapat menimbulkan
terjadinya kecelakaan adalah faktor manusia. Setelah kita mengetahui sebab dan proses
Kecelakaan yang disebabkan oleh faktor terjadinya kecelakaan, maka kita dapat
manusia karena manusianya mempunyai sifat- menentukan cara penanggulangannya, baik
sifat antara lain : untuk meniadakan atau mengurangi akibat
kecelakaan itu.
1. Tidak tahu, dimana yang bersangkutan tidak
mengetahui bagaimana melakukan Pada masa lalu, usaha keselamatan kerja
pekerjaan dengan aman , dan tidak tahu ditujukan untuk mengatasi “Unsafe Act” dan
bahaya-bahaya yang ditimbul-kannya “Unsafe Condition” yang ternyata hanya
sehingga terjadi kecelakaan. merupakan gejala dari adanya ketimpangan
pada unsur sistem produksi.
2. Tidak mau yang bersangkutan, walupun
telah mengetahui dengan jelas cara kerja / Karena perbaikan terhadap Unsafe Act dan
peraturan dan bahaya-bahaya yang Unsafe Condition ini tidak merubah sebab
ditimbulkan-nya serta mampu atau dapat utama kecelakaan (ketimpangan unsur
melakukannya, tetapi kemauannya tidak ada produksi), maka perbaikan ini sangat bersifat
yang berakibat terjadinya kesalahan tambal sulam dan tidak permanen. Usaha yang
sehingga terjadi kece-lakaan. bersifat permanen dapat dicapai dengan
melakukan pencegahan atau perbaikan
3. Tidak mampu / tidak bisa, yang terhadap ketimpangan yang ada pada ketiga
bersangkutan telah mengetahui cara yang unsur sistem produksi (manusia, lingkunagn fisik
aman dan bahaya -bahaya yang mungkin dan manajemen).
ditimbul-kannya, namun belum mampu atau
kurang terampil sehingga melakukan suatu 2.4.4. Pencegahan
kesalahan yang fatal. Perbaikan pada unsur sistem produksi ini selain
2.4.3. Akibat Kecelakaan Kerja dapat mencegah terjadinya kecelakaan/insiden
yang merugikan, juga dapat meningkatkan
Adapun akibat yang dapat ditimbulkan dari produktifitas perusahaan.
kecelakaan kerja adalah :
2.4.4.1. Pendekatan Sub Sistem Lingkungan
fisik.
2.4.3.1. Bagi Karyawan Usaha keselamatan kerja yang diarahkan pada
1. Kematian / cacat. lingkungan fisik ini bertujuan untuk
menghilangkan, mengendalikan atau
2. Persoalan kejiwaan akibat cacat, kerusakan mengurangi akibat dari bahaya-bahaya yang
bentuk tubuh atau kehilangan harta. terkandung dalam peralatan, bahan-bahan
3. Kesedihan/penderitaan keluarga akibat produksi maupun lingkungan kerja.
kehilangan salah satu anggota keluarga.

DIREKTORAT PEMBINAAN SMK 24


TEKNIKA KAPAL PENANGKAP IKAN

Menurut ASSE dalam “Thje Dictionary of term d. Uji kesehatan untuk pemindahan pegawai
used in the safety professional”, bahaya adalah pengamatan keterbatasan fisik dari pekerja,
suatu keadaan atau perubahan lingkungan yang dll.
mengandung potensi untuk menyebabkan
Sedangkan untuk memperoleh karyawan/ABK
cedera, penyakit, kerusakan harta benda,
yang tepat dari segi pengetahuannya,
bahaya ini dapat berbentuk bahaya mekanik,
keterampilan dan sikap kerja sesuai kompetensi
fisik, kimia, dan listrik. Usaha Pencegahan
perlu dilakukan pembinaan, baik bagi
Kecelakaan melalui :
pekerja/ABK baru, maupun pekerja lainnya.
1. Perancangan mesin atau peralatan dengan
2. Dari Segi Kemauan
memperhatikan segi-segi keselamatannya.
Dari segi kemauan, perlu dilakukan program
2. Perancangan peralatan atau lingkungan
yang mampu / mau, memberikan motivasi pada
kerja yang sesuai dengan batas kemampuan
para pekerja agar bersedia bekerja secara
pekerja, agar tercipta “The Right Design for
aman.
Human” sehingga dapat dihindari
ketegangan jiwa, badan maupun penyakit Faktor-faktor yang mempengaruhi kemauan
kerja terhadap manusia. karyawan dalam bidang keselamatan kerja
antara lain :
3. Pembelian yang didasarkan mutu dan syarat
keselamatan kerja. a. Contoh yang diberikan oleh pengawas,
pimpinan madya maupun pejabat teras
4. Pengelolaan (pengangkutan, penyusunan,
perusahaan.
penyimpanan) bahan-bahan produksi
dengan memperhitungkan standar b. Komunikasi, dalam bentuk safety contact,
keselamatan yang berlaku. safety indoctrination, propaganda & publikasi
kesela-matan dan lain-lain.
5. Pembuangan bahan limbah/ ballast/air got
dengan memper-hitungkan kemungkinan c. Partisipasi karyawan, seperti : safety talks,
bahaya-nya, baik terhadap masyarakat safety meeting safety observer program dan
maupun lingkungan sekitarnya. lain-lain.
2.4.4.2. Pendekatan Sub Sistem Manusia. d. Enforcement, melalui penerapan peraturan
keselamatan kerja dan saksi-saksinya.
Tinjauan terhadap unsur manusia ini dapat
berdiri sendiri, tetapi harus dikaitkan dengan e. Hadiah ( Reward ) dalam bentuk “Safe
interaksinya bersama unsur lingkungan fisik dan Behavior Reinforcement “ maupun “Award
sistem manajemen. Program”
Dari sudut manusia secara pribadi, kita harus f. Dari segi keadaan mental, seperti: marah,
mengusahakan agar dapat dicapainya ketegangan kerja (stress), kelemahan
penempatan kerja yang benar (the right man in mental, bioritmik, dll. Dapat diatasi melalui
the right job) disertai suasana kerja yang baik. perencanaan alat dan kepengawasan yang
baik, sehingga tercipta suasana kerja yang
Oleh karena itu usaha pencegahan kecelakaan
aman dan nyaman.
ditinjau dari sudut unsur manusia meliputi antara
lain : 2.4.4.3. Pendekatan Sub Sistem Manajemen.
1. Dari Segi Kemampuan Manajemen merupakan unsur penting dalam
usaha penanggulangan kecelakaan, karena
Dari segi kemampuan, dapat dilakukan program
manajemenlah yang menentukan pengaturan
pemilihan penempatan dan pemindahan
unsur produksi lainnya. Dalam kaitannya
pegawai yang baik, selain itu perlu dilaksanakan
dengan manajemen ini, perlu digaris bawahi
pendidikan yang terpadu bagi semua karyawan
bahwa keselamatan kerja yang baik harus
sesuai dengan kebutuhan jabatan yang ada.
terpadu dalam kegiatan perusahaan. Ini dapat
Karyawan / ABK yang secara fisik mampu
terwujud jika keselamatan kerja dipadukan
melaksanakan pekerjaannya dengan baik, perlu
dalam prosedur yang ada dalam perusahaan
dilakukan :
Selain usaha untuk memadukan keselamatan
a. Uji kesehatan pra kerja
kerja kedalam sistem prosedur kerja
b. Uji kesehatan tahuanan secara berkala perusahaan, masih diperlukan usaha-usaha lain
untuk memadukan keselamatan kerja dalam
c. Penempatan kerja yang baik

DIREKTORAT PEMBINAAN SMK 25


TEKNIKA KAPAL PENANGKAP IKAN

kegiatan operasi perusahaan. Umumnya usaha-


usaha ini dirumuskan dalam suatu program
keselamatan kerja yang komponen-
komponennya antara lain :
1. Kebijakan keselamatan kerja (Safety Policy)
dan partisipasi manajemen (Manajemen
Participation).
2. Pembagian tanggung jawab dan
pertanggungjawaban (Accountability) dalam
bidang keselamatan kerja.
3. Panitia keselamatan kerja (Safety
Commitee).
4. Peraturan standar dan prosedur
keselamatan kerja.
5. Sistem untuk menentukan bahaya, baik
yang potensial melalui inspeksi, analisa
kegagalan (Fault Tree Analysis). Analisa
keselmatan (Job Safety Observation).
Incident Recall Techniques maupun yang telah
terjadi melalui penyelidikan kecelakaan
(Accident Investigation):
1. Pencegahan secara teknik melalui:
pengawasan teknik, perlindungan mesin,
alat-alat keselamatan, perlindungan
perorangan (Personal Protective
Equipment), program medis, pengendalian
lingkungan dan tata rumah tangga.
2. Prosedur pemilihan, penempatan dan
pemindahan pegawai serta program
pembinaan.
3. Program motivasi yang meliputi : indoktrinasi
keselamatan kerja, pertemuan keselamatan
kerja dan lain-lain.
4. Enforcement dan Supervission.
5. Emergency Action Plan (Rencana Tindakan
Darurat).
6. Program Pengendalian Keba-karan.
7. Pengendalian Tuntutan dan Biaya Ganti
Rugi.
8. Penilaian efektifitas program keselamatan
kerja, melalui Catatan dan Analisa
Kecelakaan, Pelaporan Kecelakaan Audit
Keselamatan, perhitungan biaya dan operasi
produksi.

DIREKTORAT PEMBINAAN SMK 26


TEKNIKA KAPAL PENANGKAP IKAN

DIREKTORAT PEMBINAAN SMK 27


TEKNIKA KAPAL PENANGKAP IKAN

Anda mungkin juga menyukai