Proposal Heriyanto
Proposal Heriyanto
Oleh:
HERIYANTO
NIM. Q1A1 18 140
Oleh:
HERIYANTO
NIM. Q1A1 18 140
Materai
Rp. 10.000
HERIYANTO
NIM. Q1A1 18 140
iii
HALAMAN PENGESAHAN
Menyetujui;
Pembimbing I Pembimbing II
Mengetahui,
Ketua Jurusan/ Program Studi Ilmu dan Teknologi Pangan
iv
UCAPAN TERIMA KASIH
tetap dilimpahkan kepada junjungan kita Nabi besar Muhammad salallahu alaihi
wasalam, kepada keluarganya dan para sahabatnya yang telah membawa kita
pada kedamaian dan rahmat bagi semesta alam. Penelitian ini berjudul “Aplikasi
yang disusun untuk memenuhi salah satu syarat dalam menyelesaikan studi pada
Terwujudnya hasil penelitian ini tidak terlepas dari berbagai pihak yang
telah mendorong dan membimbing penulis, baik dari segi moral maupun materi
hingga terselesaikan hasil penelitian ini. Sehingga dari pada itu, pada kesempatan
ini dari hati yang paling dalam penulis mengucapkan terima kasih kepada kedua
orang tua penulis, kepada Ayahanda Alm. H. Muh Hadiri dan Ibunda Rostina
yang telah melahirkan saya, atas perhatian, doa, dukungan moral dan materi yang
diberikan selama ini. Ucapan terima kasih juga penulis haturkan Kepada Ibu Dr.
Sarinah, SP., M.Si sebagai Pembimbing I dan Ibu Dr. Rosmawaty, SP., M.Si
v
sebagai pembimbing II yang telah banyak memberikan pengarahan sejak
1. Bapak Prof. Dr. Muhammad Zamrun F., S.Si., M.Si., M.Sc selaku Rektor
Universitas Halu Oleo yang telah menerima penulis di Universitas Halu Oleo
(UHO).
2. Bapak Prof. Dr. Ir. R Marzuki Iswandi, M. Si selaku Dekan Fakultas Pertanian
Universitas Halu Oleo, beserta Wakil Dekan I Bapak Prof. Dr. Ir. H. Andi
Khaeruni R., M.Si Wakil Dekan II Bapak Dr. Awwaluddin Hamzah, S.P.,M.Si
dan Wakil Dekan III Bapak Dr. La Ode Alwi, S.P., M.P yang telah
pendidikan di UHO..
3. Bapak Nur Asyik, SP., M.Si selaku Ketua Jurusan/Program Studi Ilmu dan
Teknologi Pangan Universitas Halu Oleo dan Sekretaris Jurusan Ibu Mariani
L., S.P., M.Sc yang telah membimbing penulis selama mengikuti pendidikan.
5. Seluruh Dosen dan Staf lingkup Jurusan/Program Studi Ilmu dan Teknologi
penelitian ini.
vi
7. Pegawai administrasi Jurusan Ilmu dan Teknologi Pangan Fakultas Pertanian
9. Orang tua penulis Ayahanda Alm. Ridwan Lesmana dan Ibunda Nurdianti yang
ITP 2018 konsentrasi Manjemen Industri Pertanian yang tidak bisa penulis
sebutkan satu-persatu yang telah banyak membantu selama masa studi penulis.
11.Serta pihak-pihak lain yang bersangkutan dan memberi informasi dalam hasil
Penulis
vii
KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT. karena atas berkah,
ini. Salam dan salawat kepada Rasulullah Muhammad SAW yang menjadi teladan
dalam menghantarkan kita selalu menuntut ilmu untuk bekal akhirat dan duniawi.
ini tidak lepas dari bantuan berbagai pihak berupa saran, pembimbing, dan
bantuan dalam bentuk lain, maka penulis menyampaikan terima kasih kepada
semua pihak yang telah membantu menyelesaikan hasil penelitian ini. Penulis
kepada ibu Dr. Sarinah, SP., M.Si sebagai Pembimbing I dan Ibu Dr. Rosmawaty,
SP., M.Si sebagai pembimbing II yang telah banyak membantu baik secara moral
maupun bimbingan, saran, kritik, nasehat, serta permohonan maaf atas segala
kesalahan penulis baik yang disengaja maupun tidak disengaja mulai awal
Penulis
viii
RIWAYAT HIDUP
Alm. H. Muh Hadiri dan Ibu Alm Rostina. Penulis besar dan
pendidikan formal di SDN 1 ASINUA pada tahun 2006 dan berhasil lulus pada
pendidikan di SMAN 1 UNAAHA dan berhasil lulus pada tahun 2018. Pada
tahun 2018, penulis diterima menjadi Mahasiswa jurusan Ilmu dan Teknologi
organisasi Forum Insan Seni Pertanian (FISTA). Pada tahun 2022 penulis
untuk memperoleh gelar sarjana pada jenjang S1 di jurusan Ilmu dan Teknologi
ix
ABSTRAK
x
DAFTAR ISI
Halaman
HALAMAN SAMPUL.................................................................................i
HALAMAN JUDUL....................................................................................ii
HALAMAN PERNYATAAN.....................................................................iii
HALAMAN PENGESAHAN......................................................................iv
UCAPAN TERIMA KASIH.......................................................................v
KATA PENGANTAR..................................................................................viii
RIWAYAT HIDUP......................................................................................x
ABSTRAK....................................................................................................xi
ABSTRACT...................................................................................................xii
DAFTAR ISI.................................................................................................xv
DAFTAR TABEL........................................................................................xv
DAFTAR GAMBAR....................................................................................xvii
DAFTAR LAMPIRAN................................................................................xvii
I.PENDAHULUAN......................................................................................1
xi
3.6. Metode Analisis Data..............................................................................25
3.6.1.Analisis Deskriptif.............................................................................25
3.6.2. Interpretative Structural Modelling (ISM).......................................26
DAFTAR PUSTAKA....................................................................................30
xii
DAFTAR TABEL
Tabel Halaman
xiii
DAFTAR GAMBAR
Gambar Halaman
xiv
DAFTAR LAMPIRAN
Lampiran Halaman
xv
1
I. PENDAHULUAN
sektor ini diharapkan dapat menjamin ketahanan pangan yang berakar pada
2015).
Keripik merupakan makanan ringan atau camilan berupa irisan tipis yang
sangat populer di kalangan masyarakat karena sifatnya yang renyah, gurih, tidak
terlalu mengenyangkan dan tersedia dalam aneka rasa seperti asin, pedas dan
manis. Keripik memiliki sifat yang kering, sehingga lebih awet dan mudah
disajikan kapan pun, berbagai jenis keripik bisa dikonsumsi dengan cara yang
berbeda yaitu diantaranya keripik buah, sayur dan umbi. Keripik buah merupakan
camilan sehat yang terbuat dari bahan alami berupa buah-buahan segar. Kehadiran
keripik buah menjadi salah satu langkah untuk menciptakan produk kreasi yang
jumlah badan usaha di Indonesia serta mempunyai andil 99,6 persen dalam
penyerapan tenaga kerja. Salah satu bidang industri kecil yang paling pesat
periode krisis di Indonesia yang dimulai sejak tahun 1997, industri manufaktur
hanya tumbuh 5,3% bahkan mengalami kontraksi sebesar -11,4% pada tahun
1998. Pada masa itu industri besar mengalami penurunan jumlah yang signifikan,
sebaliknya industri kecil yang sebagian besar merupakan sektor non formal
malah mengalami peningkatan. Menurut Hamid 2005, pada saat krisis jumlah
Usaha Kecil Menengah (UKM) dan Koperasi justru bertambah dari 99,8%
menjadi 99,9% dari pelaku usaha di Indonesia. Sumbangan terhadap PDB juga
naik dari 39,8% menjadi 59,36%. Menyadari betapa pentingnya peran IKM,
2007, bahwa pengembangan industri kecil adalah cara yang dinilai paling besar
perekonomian, walaupun UKM hanya memiliki tenaga kerja, asset, dan omzet
yang tergolong kecil, namun dengan jumlah yang besar membuat UKM ini
ketika melihat ketahanan ekonomi UKM yang begitu besar saat ini (Purwidianti
dan Rahayu, 2017). Meski kontribusinya kuat, UKM tetap ada rentan terhadap
tahun 2020 mencapai 64 juta. Angka tersebut mencapai 99,9 persen dari
kompetitif. Produksi industri pengolahan keripik buahh saat ini sebagian besar
masih tergantung pada permintaan pasar. Banyaknya UKM yang bergerak dalam
bidang yang sama dan memproduksi produk yang sama, mengharuskan UKM
dapat bersaing agar usaha yang dijalankan bertahan lama (Novia et al, 2021).
Salah satu industri rumah tangga yang memproduksi keripik adalah UKM
dimulai dari penerimaan bahan baku, proses produksi dan produk akhir.
Pengembangan produk adalah salah satu faktor yang penting dalam proses daur
perbaikan dan peningkatan nilai tambah produk agar produk yang dihasilkan
dapat diterima oleh pasar. Dalam proses pengembangan produk, terdapat empat
(Klintong et al., 2012). Selain itu, dengan melakukan kajian terhadap siklus hidup
sebuah grafik. (Rasdan et al, 2013) memaparkan bahwa pendekatan ISM diawali
dengan identifikasi elemen yang sesuai dengan masalah atau isunya hingga
(lebih penting dari ‘atau’ akan dipelajari terlebih dahulu) dan kategori dari setiap
gagasan atau ide (misalnya mempunyai kategori yang sama atau sama dengan)
(Heumasse, 2014).
2. Apa saja solusi yang disarankan dengan diketahuinya faktor kunci dalam
Sesuai dangan latar belakang masalah dan rumusan masalah yang telah
Hasil penelitian ini diharapkan dapat berguna bagi berbagai pihak, yaitu :
penulis dimasa perkuliahan, serta sebagai salah satu syarat untuk memperoleh
2. Bagi lembaga pemerintahan, hasil penelitian ini sebagai bahan masukan dan
usaha.
2.1. Keripik
Keripik adalah sejenis makanan ringan berupa irisan tipis dari umbi-
umbian, buah-buahan, atau sayuran yang digoreng di dalam minyak nabati. Untuk
menghasilkan rasa yang gurih dan renyah biasanya dicampur dengan adonan
tepung yang diberi bumbu rempah tertentu. Adonan tepung ini akan melapisi buah
atau sayur atau umbi-umbian yang digoreng sehingga selain menghasilkan tekstur
Hasil olahan bahan pangan seperti buah, sayur, dan umbi-umbian menjadi
mengandung serat yang banyak dan praktis sehingga camilan sehat seperti keripik
olahan jenis keripik sebagai kerupuk. Perbedaan yang sangat mendasar dari kedua
jenis produk pangan ini adalah bahan pengisi berpati yang dicampur dengan bahan
baku dan cara pengolahan bahan bakunya. Pada proses atau cara pengolahan
keripik, bahan baku tidak dihancurkan dan dicampur dengan bahan pengisi
berpati, melainkan bahan baku hanya diiris tipis atau dipotong kemudian langsung
digoreng tanpa proses pengeringan atau diberi adonan tepung yang tipis menutupi
8
permukaan bahan sebelum digoreng. Perbedaan yang sangat mendasar ini ditandai
pula dengan produk akhir dari keripik maupun kerupuk (Jamaluddin, 2018).
Keripik pisang adalah produk makanan ringan yang dibuat dari irisan buah
pisang dan digoreng, dengan atau tanpa bahan tambahan makanan yang diizinkan
(SNI 01-4315-1996). Buah pisang yang akan dibuat menjadi keripik dipilih yang
matang, dipilih jenis pisang olahan seperti pisang kepok, tanduk, nangka, kapas
dan jenis pisang olahan lainnya. Manfaat pengolahan pisang menjadi keripik
buah pisang, selain itu keripik pisang juga memiliki nilai gizi yang cukup tinggi
sehingga baik untuk dijadikan camilan (Haryanto et al, 2013). Keirpik ubi adalah
sejenis makanan ringan berupa irisan tipis dari umbi-umbian yang mengandung
pati. Biasanya kripik singkong melalui tahap penggorengan, tetapi ada pula yang
domianan, asin, pedas, manis, gurih, atau paduan dari semuanya (Valentina,
2009).
usaha untuk secara cermat melakukan berbagai upaya produktif, salah satunya
meningkat dan adanya perubahan selera pasar yang tinggi menuntut perusahaan
semakin pesat mengharuskan suatu industri untuk dapat melakukan perbaikan dan
peningkatan nilai tambah produk agar produk yang dihasilkan dapat diterima oleh
pasar. Dalam proses pengembangan produk, terdapat empat tahapan siklus hidup
produk tersebut. Pengembangan produk yang dilakukan oleh industri harus dapat
tidak dapat memenuhi selera dan keinginan konsumen, maka bisa menjadi
(Santoso, 2016).
Warfield pada tahun 1975 yang digunakan sebagai analisa system kompleksitas
yang cukup tinggi dan saling berinteraksi (Mohammed et al, 2008). Metodologi
ISM adalah sebuah proses pembelajaran yang interaktif dimana sekumpulan dari
2011) ISM merupakan suatu teknik dalam permodelan deskriptif yang merupakan
memecahkannya dalam bentuk grafik dari hubungan langsung antar elemen dan
10
penelitian, brainstorming.
berdasarkan pendekatan.
dimasukan kedalam SSIM dengan melakukan konversi angka menjadi huruf yang
- V jika Eij = 1 dan Eji = 0; adanya variabel i mencapai / memicu adanya variabel j,
tidak sebaliknya.
- A jika Eij = 0 dan Eji = 1; adanya variabel i dicapai / dipicu dengan adanya
- X jika Eij = 1 dan Eji = 1; variabel i dan variabel j saling memicu untuk tercapai
- O jika Eij = 0 dan Eji = 0; variabel i dan variabel j tidak berhubungan atau
berkaitan. Nilai 1 yang berari terdapat hubungan kontektual antar eleman ke- i dan
elemen ke- j, sedangkan Eij = 0 berarti tidak ada hubungan kontektual antara
biner.
12
mengacu pada hasil olahan RM yang telah memenuhi aturan transtivitas dan
didapatkan nilai Driver-Power (DP) dan nilai Dependence (D) untuk menentukan
dalam RM
dalam RM
- Jika hubungan Ei terhadap Ej = X dalam SSIM, maka elemen Eij = 1 dan Eji = 1
dalam RM
dalam RM
System Reachability Set (Ri).Dimana sebuah set dari seluruh elemen yang dicapai
dari elemen Ei dan Antecendent Set (Ai) yang merupakan sebuah set dari seluruh
elemen baru diseleksi untuk level berikutnya dengan menggunakan aturan yang
13
yang berbeda.
penyekatan RM, dimana urutan kolom dimulai dari elemen pertama pada level.
g. Menyusun matrik diagram: dengan konsep directional graph dan sebuah grafik
jumlah elemen dengan deskripsi elemen actual. ISM memberikan gambaran yang
klasifikasi sub elemen dengan prinsip dasarnya dari struktur didalam suatu system
yaitu:
c. Kendala utama
h. Ukuran aktivitas yang digunakan untuk mengevaluasi hasil dari setiap aktivitas
b. Usulan
c. Parameter
e. Nilai
g. Aktivitas
Dari setiap elemen yang dikaji dijabarkan menjadi sejumlah sub elemen
adanya suatu pengarahan (direction) dalam terminology sub ordinat untuk melihat
symbol V, A, X, O.
aturan transitivitas yaitu didapatkan nilai Driver Power (SP) dan nilai Dependence
(D) untuk menentukan klasifikasi sub elemen. Klasifikasi sub elemen dibagi
menjadi 4
15
bagian, yaitu:
Sub elemen yang masuk dalam sektor 1 ini tidak memiliki keterkaitan
masuk dalam sektor ini jika nilai DP = 0,5 X dan nilai D = 0,5 X adalah jumlah
sub elemen.
Sub elemen yang termasuk dalam sektor 2 adalah elemen yang tidak
bebas yaitu jika nilai DP = 0,5 X dan nilai D > 0,5 X adalah jumlah sub elemen.
secara hati-hati karena hubungan antar sub elemen tidak stabil dan memberikan
dampak antar sub elemen. Sub elemen yang masuk didalam sektor ini jika nilai
Sub elemen yang termasuk dalam sektor 4 merupakan bagian sisa dari
system jika nilai DP > 0,5 X dan nilai D < 0,5 X adalah jumlah sub elemen.
alternatif yang dapat dipilih dalam pengembangan wisata bahari Pulau Harapan
Modeling adalah elemen lembaga yang membuat sebuah program, agar program
jaring apung secara berkelanjutan. Tiga faktor penting tersebut adalah faktor
ikan terbang asap pada UKM di Kabupaten Majene, kemudian menentukan faktor
17
kunci atau elemen kunci dari kendala yang dihadapi dalam masalah inovasi ikan
inovasi ikan terbang asap yaitu kurangnya kompetensi SDM (7), dan kurangnya
pemahaman manajemen usaha (10), adanya sistem nilai dan budaya (P8),
Teknologi yang dianut oleh pelaku UKM (P5) merupakan faktor kunci dalam
Structural Modelling) yang bertujuan untuk untuk menentukan elemen kunci dari
efektif PPTK dan tingkat pemanfaatan akses informasi. Serta aspek kebijakan:
Kelembagaan Sistem Bagi Hasil Petani Kopi dan Agroindustri Kopi”. Metode
kelembagaan sistem bagi hasil antara petani kopi dan agroindustri kopi.
18
mendorong keberhasilan sistem manajemen bagi hasil dari hasil ISM adalah
fasilitator dan agroindustri. Pelaku lain yang juga mempunyai daya dorong tinggi
Kelima elemen pelaku ini berada pada sektor independent sehingga mempunya
daya dorong besar terhadap sistem walaupun tidak tergantung pada sistem. Pelaku
yang tergantung pada sistem adalah petani, pemerintah pusat, kelompok tani,
perguruan tinggi dan lembaga litbang. Keempat pelaku yang berada pada sektor
ketergantungan ini akan terlibat dalam sistem bagi hasil bila pelaku lainnya telah
diangkat jadi topik penelitian. Survei ini dilakukan untuk mengetahui kondisi
masalah. Permasalahan yang terdapat pada UKM “Barokah” terdiri dari beberapa
faktor. Studi literatur dilakukan untuk mencari referensi-referensi dan teori yang
kontekstual dalam hal ini diolah dengan menggunakan software ISM professional
sesuai dengan level yang dihasilkan. Kemudian dalam model ISM untuk
UKM Barokah
Identifikasi permasalahan
Model ISM
Alat yang digunakan dalam penelitian ini adalah kusioner, perangkat keras
komputer serta berbagai perangkat lunak yang compatible salah satunya dengan
menggunakan bantuan Software ISM Run . Bahan yang digunakan adalah data
primer yang diperoleh dari hasil wawancara dan data sekunder dari hasil telaah
Jenis penelitian ini adalah penelitian survei (survey research) yaitu suatu
penyelidikan yang dilakukan untuk memperoleh fakta-fakta dari gejala yang ada
data penelitian ini adalah data primer yaitu dilakukan dengan teknik wawancara
dan melakukan observasi lapangan. Dalam hal ini, peneliti melakukan wawancara
data sekunder adalah studi literatur berupa pengumpulan jurnal, artikel, peneitian
22
penelitian ini.
3.4.1. Subjek
hal ini mereka yang bertindak sebagai pemberi informasi yang berhubungan
dengan penelitian yang dilakukan (Wiyandani, 2008). Subjek penelitian ini adalah
3.4.2. Objek
“Barokah”.
pada penelitian ini dilakukan pada UMKM Barokah yang terletak di daerah
elemen dan sub elemen yang yang diberikan pembobotan berdasarkan pakar untuk
3.7.1. Observasi
Para ilmuan hanya dapat bekerja berdasarkan data, yaitu fakta mengenai dunia
kenyataan yang diperoleh dari observasi. Menurut Fatoni (2011) observasi adalah
Kabupaten Konawe.
3.7.2. Wawancara
wawancara (interview) adalah suatu kejadian atau suatu proses interaksi antara
3.7.3. Kuesioner
24
merupakan teknik pengumpulan data yang efisien bila peneliti tahu pasti variabel
yang akan diukur dan tahu apa yang bisa diharapkan dari responden.
3.7.4. Dokumentasi
kabar, majalah, prasasti, notulen rapat, agenda dan sebagainya. Data yang berupa
seperti dokumen dapat dipakai untuk menggali sebuah informasi yang terjadi
pada masa yang sudah berlalu. Peneliti perlu memiliki kepekaan teoritik untuk
memaknai semua dokumen tersebut sehingga tidak sekedar barang yang tidak
Metode analisis data dalam penelitian ini dilakukan dengan cara analisis
Data dan informasi yang telah diperoleh dalam tahap pengumpulan data
menyajikan dalam dalam susunan yang rapi dan baik untuk kemudian dianalisis.
Data yang sudah diperoleh akan dianalisis secara dekriptif (Prastowo, 2016).
status sekelompok manusia, suatu objek, suatu set kondsi, sautu sistem pemikiran,
ataupun suatu kelas peristiwa pada masa sekarang (Prastowo, 2016). Metode
Konawe.
modelling (ISM). Metode ISM merupakan metode deskriptif yang merupakan alat
26
1. Identifikasi elemen-elemen
dengan matriks Structural Self Interaction Matrix (SSIM). Matriks ini merupakan
hasil presepsi responden atau pakar terhadapa hubungan kontekstual antar elemen.
27
Setelah SSIM terbentuk, kemudian tabel Reachability Matrix (RM) yaitu dengan
a. Jika simbol dalam SSIM adalah V, maka nilai E ij = 1 dan nilai Eij = 0
dalam RM.
b. Jika simbol dalam SSIM adalah A, maka nilai E ij = 0 dan nilai Eij = 1
dalam RM.
c. Jika simbol dalam SSIM adalah X, maka nilai E ij = 1 dan nilai Eij = 1
dalam RM.
d. Jika simbol dalam SSIM adalah O, maka nilai E ij = 0 dan nilai Eij = 0
dalam RM.
reachability, yaitu kondisi dimata jika Eij = 1 Ejk = 1, maka Eik = 1. Eij adalah
yang akan dibentuk. Berdasarkan hal tersebut, dua perangkat diasosiasikan dengan
dapat dicapai.
28
dari matriks RM yang telah dimodifikasi didapat nilai driver power (DP) dan nilai
Identifikasi variabel
Establishing
contextual
relationship (Xi,j)
between relationship
variabels (I,j)
Membuat Structural
Self Interaction
Matrix (SSIM)
Mebuat Reachibility
Matrix
Membuat transitivity
Level Partion
Model ISM
unaaha yang bergerak di bidang keripik. UMKM ini berkembang sejak tahun
antara lain keripik pisang, keripik singkong, dan keripik makaroni. Namun untuk
produk keripik singkong yang dikenal oleh masyarakat sekitar dibuktikan dengan
No Elemen pelaku
1 Petani
2 Pedagang
3 Konsumen
4 Indsutri terkait
5 Dinas koperasi dan UMKM
6 Lembaga keuangan
7 Dinas perindustrian dan perdagangan
Elemen kendala
No
1 Lemahnya sistem kelembagaan
2 Lemahnya industri terkait dalam mengakses modal pada lembaga
keuangan
3 Lemahnya jaringan dan kerja sama yang saling mendukung di antara
pengusaha
4 Kurang adanya dukungan pemerintah dalam pengembangan
5 Rendahnya pendidikan dan keterampilan
No Elemen kebutuhan
1 Pembinaan pelaku usaha
2 Jaminan permodalan
3 Dukungan pemerintah
4 Jaminan kualitas
5 Jaminan kuantitas
6 Ketersediaan alat
31
Elemen tujuan
1 Meningkatkan pangsa pasar
2 Memperluas lapangan kerja
3 Meningkatkan keterampilan SDM
4 Meningkatkan pendapatan petani
5 Meningkatkan mutu keripik
6 Meningkatkan diversifikasi produk
7 Meningkatkan pendapatan daerah
Pada bagian ini setelah pakar mengisi kuesioner maka peneliti melakukan
konversi jawaban dari kuesioner VAXO kedalam table hasil kuesioner yang
Tahapan tersebut dilakukan dengan bantuan software ISM Run Berikut ini tabel
pakar:
4.2.2.1.
Tabel 4.5 Structrural Self Interaction Matrix (SSIM) awal elemen pelaku
7 6 5 4 3 2 1
1 V O O X V X
2 V O V X X
3 O V O X
4 X X X
5 X X
6 X
7
32
Tabel 4.6 Structrural Self Interaction Matrix (SSIM) awal elemen kendala
5 4 3 2 1
1 X X X X
2 X X X
3 X X
4 X
5
Tabel 4.7 Structrural Self Interaction Matrix (SSIM) awal elemen kebutuhan
6 5 4 3 2 1
1 X X X V X
2 X X X X
3 X X V
4 A V
5 X
Tabel 4.8 Structrural Self Interaction Matrix (SSIM) awal elemen tujuan
7 6 5 4 3 2 1
1 V X X V A X
2 X X A X X
3 X X V X
4 X X X
5 X X
6 X
7
merupakan olahan dari pakar yang telah dikonversi menggunakan software ISM.
1 2 3 4 5 6 7
1 1 1 1 1 0 0 1
2 1 1 1 1 1 0 1
3 0 1 1 1 0 1 0
4 1 1 1 1 1 1 1
5 0 0 0 1 1 1 1
6 0 0 0 1 1 1 1
7 0 0 0 1 1 1 1
33
1 2 3 4 5
1 1 1 1 1 1
2 1 1 1 1 1
3 1 1 1 1 1
4 1 1 1 1 1
5 1 1 1 1 1
1 2 3 4 5 6
1 1 1 1 1 1 1
2 1 1 1 1 1 1
3 0 1 1 1 1 1
4 1 1 0 1 1 0
5 1 1 1 0 1 1
6 1 1 1 1 1 1
1 2 3 4 5 6 7
1 1 1 0 1 1 1 1
2 1 1 1 1 0 1 1
3 1 1 1 1 1 1 1
4 0 1 1 1 1 1 1
5 1 1 0 1 1 1 1
6 1 1 1 1 1 1 1
7 0 1 1 1 1 1 1
perubahan symbol VAXO yang terdapat pada tabel SSIM sebelumnya diubah
menjadi matrik biner. Tahapan setelah menjadi matrik biner dilakukan penyekatan
transvity untuk mengetahui kelengkapan causal loop agar dapat diketahui ranking,
level, driver power setiap sub elemen. Berikut merupakan hasil RMM yang telah
ditransivity:
34
untuk membuat driver power dan urutan rangkingnya berdasarkan nilai driver
1 2 3 4 5 6 7 DP R
1 1 1 1 1 1 1 1 7 1
2 1 1 1 1 1 1 1 7 1
3 1 1 1 1 1 1 1 7 1
4 1 1 1 1 1 1 1 7 1
5 1 1 1 1 1 1 1 7 1
6 1 1 1 1 1 1 1 7 1
7 1 1 1 1 1 1 1 7 1
D 7 7 7 7 7 7 7
L 1 1 1 1 1 1 1
1 2 3 4 5 DP R
1 1 1 1 1 1 5 1
2 1 1 1 1 1 5 1
3 1 1 1 1 1 5 1
4 1 1 1 1 1 5 1
5 1 1 1 1 1 5 1
D 5 5 5 5 5
L 1 1 1 1 1
1 2 3 4 5 6 DP R
1 1 1 1 1 1 1 6 1
2 1 1 1 1 1 1 6 1
3 1 1 1 1 1 1 6 1
4 1 1 1 1 1 1 6 1
5 1 1 1 1 1 1 6 1
6 1 1 1 1 1 1 6 1
D 6 6 6 6 6 6
L 1 1 1 1 1 1
35
1 2 3 4 5 6 7 DP R
1 1 1 1 1 1 1 1 7 1
2 1 1 1 1 1 1 1 7 1
3 1 1 1 1 1 1 1 7 1
4 1 1 1 1 1 1 1 7 1
5 1 1 1 1 1 1 1 7 1
6 1 1 1 1 1 1 1 7 1
7 1 1 1 1 1 1 1 7 1
D 7 7 7 7 7 7 7
L 1 1 1 1 1 1 1
.
36
5.1. Kesimpulan
DAFTAR PUSTAK
Agung, T. C. W., Kusrini N., dan Gafur S. 2018. Analisis Faktor Yang
Mempengaruhi Pasokan Minyak Goreng Bekas Rumah Makan
Menggunakan. Jurnal Social Economic Of Agriculture. 7(2): 116-128.
Agustin A., Azmi N., Armis., dan Asril. 2021. Analisis Pengembangan Usaha
Nenas Sakinah Berdasarkan Aspek Keuangan Konvensional dan Syariah
(Hamdi’s Method). Jurnal Tabarru’ : Islamic Banking And Finance.
4(1): 219 – 230.
Haryanto D., Nawansih O., dan Nurainy F. 2013. Penyusunan Draft Standard
Operating Procedure (SOP) Pengolahan Keripik Pisang (Studi Kasus Di
Salah Satu Industri Rumah Tangga Keripik Pisang Bandar Lampung).
Jurnal Teknologi Industri Dan Hasil Pertanian. 18(2): 132-143.
Heumasse N., Anwar S., dan Puspita N. 2014. Desain Kebijakan Pulau Harapan
Dalam Pengembangan Wisata Bahari Dengan Menggunakan
Interpretative Structural Modeling. Journal Of Tourism Destination And
Attraction. 2(2): 59-68.
Idarstuti dan Dahniar. 2019. Analisis Faktor Kendala Inovasi Ikan Terbang
Asap (Hirundichthys Oxycephalus) Pada UKM Di Kabupaten Majene.
Journal Of Agritech Science. 3(2): 134-139.
Ilhami, R. S., & Rimantho, D. 2017. Penilaian Kinerja Karyawan dengan Metode
AHP dan Rating Scale. Jurnal Optimasi Sistem Industri, 150-157.
Irnawati R., Simbolon D., Wiryawan B., Murdiyanto B., dan Nurani T W. 2013.
Teknik Interpretative Structural Modelling (ISM) Untuk Strategi
Implementasi Model Pengelolaan Perikanan Tangkap Di Taman
38
Jerrard Rn, Barnes N, dan Reid A. Design, Risk And New Product Development
In Five Small Creative Companies. Int J Design. 2(1): 2130.
Mohammed, I., Shanker, R., & Banwet, D. 2008. Creating flex-lean-agle value
chain by outsourcing. bussiness process management journal, Vol. 14
No. 3 PP. 338-389.
Novia C., Saiful., dan Utomo D. 2021. Analisis Swot Peningkatan Daya Saing
Pada UKM Keripik Nangka Di Kabupaten Malang. Media Informasi Dan
Komunikasi Ilmiah Teknologi Pertanian. 12(1): 61-69.
Phohl, H., Gallus, P., & Thomass, D. 2011. Interpretive Stuctural modeling of
supply chain risks. international journal of physical distribution and
logistic management, Vol. 4 No. 9 PP. 839-859.
Rasdan, R., Eriyatna, Affandi, M., & Machfud. 2013. Analisis struktur program
penguatan bisnis pemula bagi wirausaha pemuda menggunakan
Interpretive Structural Modeling. Jurnal aplikasi manajeen, Vol. 11 No.
4 Hal. 525-536.
Rizal M., Ernani L., dan Muaniggar R. 2019. Model Pengelolaan Optimal
Pangkalan Pendaratan Ikan Meulaboh Aceh Barat Berbasis Interpretative
Structural Modeling (ISM). Journal Of Aceh Aquatic Science. 3(1): 58-
75.
Sandriana N., Hakim A., dan Saleh C. 2015. Strategi Pengembangan Produk
Unggulan Daerah Berbasis Klaster Di Kota Malang. 5(1): 89-100.
Santoso I. 2016. Integrasi Analisis Product Life Cycle dan Metode AHP-Topsis
Dalam Perumusan Strategi Pengembangan Produk. Jurnal Teknologi
Industri Pertanian. 26 (2):227-235.
Widiyati A., Djokosetiayanto D., Bengen D., Kholil M., dan Arifin Z. 2009.
Analisis Faktor Penting Dalam Pengelolaan Perikanan Budidaya Di
Keramba Jaring Apung Berkelanjutan Dengan Metode Interpretative
Structural Modeling ( ISM) Di Waduk Cirata, Jawa Barat. J.Ris
Akuakultur. 4(2): 277-290.
Data peneliti :
Nama : Heriyanto
Lembaga peneliti : Universitas Halu Oleo
Judul penelitian : Aplikasi Interpretative Structural Modelling (ISM) Dalam
Pengembangan Keripik Barokah Pada Skala Industri
Rumah Tangga di kecamatan Unaah Kabupaten Konawe
Paraf :
Petunjuk umum
Panduan Pengisian
2. Isi kolom tersebut dengan memberikan tanda variabel (V-A-X-O) yang telah
disediakan berdasarkan penilaian yang diberikan; misalnya
Kajian Elemen
a. Elemen Pelaku
1 Petani
2 Pedagang
3 Konsumen
4 Indsutri terkait
5 Dinas koperasi dan UMKM
6 Lembaga keuangan
7 Dinas perindustrian dan perdagangan
b. Elemen Kendala
c. Elemen Kebutuhan
d. Elemen Tujuan
Keterangan:
Elemen Pelaku
kebutuhan pelaku dalam pengembangan UMKM keripik Barokah dapat
diartikan sebagai aktor-aktor yang terlibat dalam upaya mengembangkan
keripik Barokah.
Petani: berperan dalam menyediakan bahan pangan
Pedagang: memberikan informasi yang valid mengenai pesaing, harga,
produk baru untuk produsen dan juga konsumen dengan tujuan agar
penawaran dan permintaan tetap stabil.
Konsumen: aliran suatu produk biasanya menandakan disinilah produk
dipakai atau digunakan.
Industri terkait: industri yang secara langsung berkaitan dengan dengan
usaha tersebut.
Dinas koperasi dan UMKM: memberikan bantuan penanaman modal pada
usaha tersebut.
Lembaga keuangan: menghimpun dana dalam bentuk simpanan dan
menyalurkan dalam bentuk pinjaman.
44
Elemen kendala
Elemen kendala pengembangan yang terjadi pada UMKM Barokah.
Lemahnya sistem kelembagaan: data kuantitas UMKM dapat terpantau
dengan baik jika para pelaku UMKM melakukan pengurusan izin usaha,
pelaku UMKM kuarng memahami prosedur dan persyaratan perizinan
usaha yang berakibat lemahnya kelembagaan usaha.
Lemahnya industri terkait dalam mengakses modal pada lembaga
keuangan: modal pinjaman dari bank atau lembaga keuangan lainnya sulit
diperoleh, karena persyaratan secara administratif dan teknis yang diminta
oleh bank tidak dapat dipenuhi.
lemahnya jaringan dan kerja sama yang saling mendukung di antara
pengusaha: dalam hal ini mempunyai jaringan usaha yang sangat terbatas
dan kurangnya kerja sama di antara pengusaha oleh karena produk yang
dihasilkan jumlahnya sangat terbatas dan mempunyia kualitas yang kurang
kompetitif.
Kurang adanya dukungan pemerintah dalam pengembangan: pemerintah
kurang memperhatikan keberadaan UMKM Barokah di Kecamatan
Unaaha Kabupaten Konawe, sementara UMKM Barokah memiliki
peranan dalam pendapatan daerah.
Rendahnya pendidikan dan keterampilan: pendidikan yang dimiliki oleh
pemilik UMKM relatif kurang tinggi dan profesionalisme, kemampuan
teknikal serta manajerial yang rendah.
Elemen kebutuhan
Elemen kebutuhan diperlukan untuk mendukung pengembangan UMKM
Barokah.
pembinaan pelaku usaha: upaya yang dilakukan oleh pemerintah, dunia
usaha dan masyarakat melalui pemberian bimbingan dan penyuluhan
untuk menumbuhkan dan meningkatkan kemampuan usaha kecil agar
menjadi usaha yang tangguh dan mandiri serta dapat berkembang menjadi
usaha menengah.
Jaminan permodalan: adanya lembaga keuangan seperti bank, koperasi
dalam penyaluran bantuan kredit permodalan.
Dukungan pemerintah: upaya yang dilakukan pemerintah dengan dengan
melakukan pendekatan secara personal pada UMKM. Bantuan juga
45
Lembar Pertanyaan
1. Menurut bapak/ibu untuk pengembangan keripik barokah, bagaimana keterkaitan antar pelaku?
2. Menurut bapak/ibu untuk pengembangan keripik barokah bagaimana keterkaitan antar kendala?
3. Menurut bapak/ibu untuk pengembangan keripik barokah bagaimana keterkaitan antar kebutuhan?
4. Menurut bapak/ibu untuk pengembangan keripik barokah bagaimana keterkaitan antar tujuan?
Meningkatkan
pangsa pasar
Memperluas
lapangan kerja
Meningktakan
keterampilan
SDM
Meningkatkan
pendapatan
petani
Meningkatkan
mutu keripik
Meningkatkan
diversifikasi
produk
Meningkatkan
pendapatan
daerah