Anda di halaman 1dari 7

Makalah kewirausahaan (kisah orang sukses)

DAFTAR ISI

Kata Pengantar …………………..…………………………………………………… i

Daftar Isi ………………………......…………………………………………………. ii

BAB I PENDAHULUAN

Latar Belakang Masala .……………..………………………....................... 1

Metode Pembahasan …...….………………………………………………… 2

Batasan Masalah ……….…...……………………………………………….. 3

Tujuan …………………..…….……………………………………………… 3

BAB II ISI

Sejarah Singkat ……………………………………………………………… 4


Omset ………………………………………………………………………… 5

Keunggulan ……………..…………………………………………………… 7

BAB III PENUTUP

Kesimpulan …………….…….……………………………………………… 8

Saran ………………………….……………………………………………… 9

Dokumentasi …………..….………………………………………………… 10

BAB I

PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG MASALAH

Wirausaha merupakan suatu proses atau cara untuk melakukan suatu usaha yang bertujuan untuk
mendapatkan hasil atau keuntungan yang diharapkan dengan cara memproduksi, menjual atau
menyewakan suatu produkk barang atau jasa.

Dalam menjalankan suatu usaha (wirausaha) seorang pelaku usaha harus memiliki :

1. Skill (kemampuan)

Seorang pelaku usaha harus memiliki skil (kemampuan) untuk berwirausaha karna tanpa skil
(kemampuan) seorang pelaku usaha tidak akan mungkin bisa berwirausaha. Jadi skill (kemampuan)
adalah modal utama yang harus dimiliki dalam berwirausaha.

2. Tekad (kemauan)

Apabilaseorang pelaku usaha telah mempunyai skill (kemampuan) tapi tanpa ada tekad (kemauan
yang kuat) untuk berwirausaha maka skill (kemampuan) berwirausaha itu akan sia-sia karena tidak
dapat tersalurkan. Jadi pada dasarnya skill dan tekad itu harus dimiliki oleh seorang pelaku
wirausaha

3. Modal

Modal merupakan aspek yang sangat menunjag dalam hal memulai dan menjalankan suatu usaha
disamping mempunyai skill dan tekad.

4. Target dan Tujuan

Seorang pelaku usaha apabila ingin menjalankan suatu usaha maka harus bisa menentukan targer
dan tujuan pemasarannya. Karena apabila target dan tujuan tidak direncanakan maka usaha yang
dijalankan tidak mungkin dapat bertahan lama.
5. Tempat

Tempat berwirausaha merupakan aspek yang harus dimiliki bila ingin menjalankan wirausaha.
Karena tempat juga sangat menunjang dalam hal wirausaha dan bisa menjadikan suatu bahan
pertimbangan oleh konsumen mengenai wirausaha yang sedang dijalankan.

B. METODE PEMBAHASAN

Dalam hal ini penulis menggunakan:

a. Metode Naratif

Sebagaimana ditunjukan oleh judulnya, pembahasan ini bertujuan untuk memberikan suatu cerita
dari narasumber tentang suatu usaha yang sedang dijalankan samapi mencapai kesuksesan.

b. Survai

Proses yang dilakukan melalui wawancara, mengumpulkan data-data dan keterangan dari seorang
narasumber yang ada hubungannya dengan usaha yang sedang dijalankan.

C. BATASAN MASALAH

Agar masalah pembahasan tidak terlalu luas dan lebih terfokus pada masalah dan tujuan dalam hal
ini pembuatan makalah ini, maka dengan ini penyusun membatasi masalah hanya pada ruang
lingkup tentang kisah awal mulanya berwirausaha sampai mencapai kesuksesan.

D. TUJUAN

( Sebagai contoh yang bisa ditiru apabila ingin menjalankan suatu usaha

( Untuk memenuhi tugas kedua mata kuliah Kewirausahaan


BAB II

ISI

A. SEJARAH SINGKAT

Ibu Aah adalah salah seorang dari banyak pemilik kos-kosan yang sukses. Beliau keturunan Bandung
asli sedangkan suaminya Alm. Bapak Peman keturunan tasik. Mereka mempunyai 7 orang anak dan
tinggal di daerah Pasteur yang kala itu belum di bangun jembatan layang. Singkat cerita setelah
beberpa lama kemudian rumahnya digusur karena pada waktu itu ada proyek pembangunan jalan
layang lalu akhirnya beliau pun membeli rumah yang sederhana yang berukuran 7x10 di daerah
Gatot Subroto jln. Maleer 4 No. 24C RT 006/RW002 yang dibeli pada tahun 1982 yang pada waktu
itu beliau membelinya dengan harga Rp. 1.500.000,-. Namun berhubung suaminya mempunyai
warisan rumah dari orang tuanya di Tasikmalaya tepatnya di daerah Manonjaya maka belia dan,
suaminya beserta anak-anknya pindah ke Tasikmalaya tetapi dan rumah yang baru dibelinya di
bandung dbiarkan kosong. Tak lama setelah pindah rumah ke Tasikmalaya suaminya meninggal
dunia dan akhirnya beliau tinggal bersama bersama anak-anaknya. Beliau pun harus menghidupkan
keluarganya sendiri tanpa suami tercinta.

Kemudian beliau membeli sebuah mesin jahit bekas dari tetanganya untuk membuka usaha jahit
pakaian. Walaupun pengasilannya kecil tapi beliau tak penah mengeluh dan selalu menjalankan
usahanya dengan penuh semangat dan kesabaran. Singkat cerita setelah 5 anaknya yang telah
berkeluarga maka beliau beserta 2 anak yang masih sekolah pindah ke bandung untuk menempati
rumah yang pernah dibelinya sekaligus untuk mencoba buka usaha jahit baju di Bandung. Setelah
lama tinggal di bandung dengan penghasialan jahit baju yang pas-pasan dan anak-anaknya telah
berkeluarga semua, akhirnya sekitar tahun 1998 secara tidak disengaja ada seseorang yang berasal
dari Ambon mencari tempat kos dan kebetulan dirumahnya ada 1 kamar ukuran 2x3 yang kosong
akhirnya kamar itu pun koskan. Kemudian uang kos yang didapatkan perbulannya selalu beliau
sisihkan untuk ditabung. Akhirnya setelah satu tahun kemudian uang yang ditabungkannya itu beliau
gunakan untuk memperbaiki rumahnya dan sekaligus membangun 6 kamar ke atas (tingkat) dengan
ukuran masing-masing 2x3.

Tetapai maksud beliau membangun kamar tersebut bukan untuk di sewakan untuk jadi koskan
melainkan untuk anak-anaknya apabila datang mengunjunginya agar tidak berebut kamar karena
semua anaknya telah berkeluarga. Namun karena anak-anaknya tidak setiap hari berkunjung dan
tidak selalu berbarengan apabila berkunjung maka kamarnya selalu kosong dan beliau pun akahirnya
berpikir untuk menjadikannya kamar kosan. Setelah berunding dengan anak-anaknya dan diijinkan
untuk dijadikan kamar kos maka ke 6 kamar barunya pun dijadikan kosan

B. OMSET

Pada awalnya pendapatan pertama adalah Rp. 200.000,- perbulan karena pada saat itu hanya ada
satu kamar yang terisi. Tapi beliau tak pernah mengeluh dan selalu bersabar menunggu kamar kos
lainya ada yang mengisi, akhirnya dengan kesabarannya lama-lama kosannya pun penuh dan selalu
ada yang ngisi apabila ada kamar kos yang kosong. Kebanyakan penghunikosnya adalah mahasiswa
dan pegawai.

Pada saat itu pendapatannya Rp. 1.400.000,-perbulan dan uang hasilnya pun selalu beliau sisihkan
untuk ditabung. Kemudian tahun berikutnya karena ada kenaikan harga BBM dan listrik harga kosan
pun naik menjadi Rp. 250.000,- per bulan dan pendapatanya bertambah menjadi Rp. 1.750.000,- tapi
masih penghasilan kotor. Untuk penghasilan bersihnya diperkirakan hanya Rp. 1.500.000,-

Setelah beberapa tahun kemudian sekitar tahun 2005 beliau berfikir untuk membangun kamar
kosan baru di deerah berbeda tapi pada saat itu yang menjadi kendala utama saat pross
pembangunannya adalah modal. Beliau masih kekurangan modal karena uang tabungannya masih
kurang untuk membangun kosan baru yang memerlukan modal yang cukup besar. Beliau pun tak
pernah putus asa dan akhirnya beliau berfikir untuk meminjam modal tambahan ke bank.

Singkat cerita kamar kos barunya pun selesai dibangun dengan jumlah kamar 22 dengan ukuran 2x3
dengan harga Rp. 400.000,- perkamar perbulan pendapatan kotor dari kosan barunya adalah Rp.
8.800.000,- per bulan. Belum lagi beliau harus bayar cicilan ke bank selama 5 tahun cicilan. Jadi
diperkirakan pendapatan bersih perbulanya adalah Rp. 5.000.000,- tapi kini setelah cicilan ke
banknya selesai penghasilannya bertambah menjadi Rp. 7.000.000,- per bulan.

Kamar kosan juga akan naik harganya apabila 1 kamar diisi oleh 2 orang. Karna apabila 1 kamar di isi
2 orang maka harga kos menjadi Rp. 500.000,- jadi tiap bertambah 1 orang maka harga kos
bertambah Rp. 100.000,-. Misalkan tiap kamar diisi 2 orang maka pendapatannya menjadi Rp.
11.000.000,- tapi itu masih penghasilan kotor di perkirakan penghasilan bersihnya sekitar Rp.
7.000.000,- per bulan dari kosan barunya. Jadi total penghasilan bersih dari kosan lama dan kosan
baru diperkirakan mencapai Rp.8.500.000,- perbulan dan kini telah mencapai Rp. 10.000.00,-
perbulan seelah cicilan ke banknya selesai.

Menurut ibu Aah, Rencana tahun kedepannya beliau akan membangun kosan lagi di daerah
Pasteur/Tamansari (daerah tempat tingalnya dulu) dan Tasikmalaya (tempat kelahiran suaminya)
karena beliau berencana ingin pindah lagi dan menetap selamanya di Tasikmalaya. Tetapi katanya
pembangunan kosan itu masih dalam tahap perencanaan jadi belum dapat dipastikan kapan akan
dimulai pembangunannya, selain itu beliau juga punya rencana untuk pergi haji terlebih dahulu.
Apabila kosan yang beliau rencanakan jadi maka beliau diperkirakan akan mendapatkan pendapatan
sekitar Rp. 30.000.000,- perbulannya untuk kosan baru yang direncanakanya itu. Tapi meurut beliau
kosan barunya itu akan dibangun setelah selesai melaksanakan haji.

C. KEUNGGULAN

Ada pun keunggulan kosan ibu Aah adalah:

( Aman. Maksudnya aman dari tindak kejahatan pencurian. Misal : pencurian kendaraan bermotor
dan pencurian jemuran pakaian.

( Air bersih

( Sinar matahari bisa masuk apabila pagi hari

( Bayaran kosan bisa nunggak apabila mepet asal tidak lebih dari 3 bulan

( Listrik tidak bayar lagi walaupun banyak membawa barang-barang yang menggunakan listrik. Misal:
Majicom, TV, computer/notebook, dispenser, dll.

( Ada 1 kamar mandi untuk 2 kamar


( Lemari pakaian dan kasur telah disediakan

( Ada dapur umum jadi penghuni kos bisa masak sendiri tetapi untuk pengisian gas LPG ditanggung
oleh penghuni kos yang suka menggunakannya

( Tiap kamar mandi disediakan 2 ember untuk nyuci pakaian atau ngerendem pakaian

( Dekat dengan warung nasi karna posisinya berhadap-hadapan

( Harga relatip terjangkau untuk hunian kos didaerah tersebut

BAB III

PENUTUP

A. KESIMPULAN

Jadi ibu Aah adalah seorng pemilik kos yang sukses dari sekian banyak pemilik kosan yang sukses.
Walau usianya sudah tua tapi semangat berjuangnya seperti masih berusia muda tak pernah
menyerah, selalu berusaha dan berdoa. Dengan sikapnya yang ramah terhadap semua orang,
penampilan yang sederhana dan rumah yang ditempatinya sederhana tapi dibalik semua itu
beliaulah salah satu dari banyak pemilik kosan yang sukses dengan pendapatan perbulannya telah
mencapai puluhan juta.

Jadi intinya kita jangan pernah memandang seseorang hanya dari penampilan luarnya saja karena
penampilan itu bisa menipu selain itu juga kita tidak boleh menyerah apalagi putus asa dalam
melakukan usaha apa pun Karena semua yang kita lakukan pasti ada jalannya. Mamang kegagalan
merupakan cmbuk untuk sebuah kesuksesan tapi dibalik kegagalan itu pasti ada hikmahnya. Ada
pepetah bilang “masih banyak jalan menuju roma” kita memang harus selalu optimis dengan
semuanya. Dalam segala hal yang kita lakukan pasti ada ujian, cobaan dan tantangannya. Secara
tidak disadari itu merupakan musuh yang tidak kita ketahu darimana datangnya, arahnya dan
tujuanya tapi itu semua memang harus kita hadapi. Bila kita mampu menghadapinya maka
tunggulah kesuksesan telah menunggu. Tapi kita juga jangan lupa berdoa karena dalam suatu hadis
dikatakan “kejerlah akhiratmu maka dunia akan mengejarmu”jadi dalam melakukan usaha apapun
harus diimbangi dengan keimanan.

B. SARAN
 Untuk penyempurnaan pembuatan makalah kedepannya, saya mengharapkan adanya saran
dari semua pihak baik dosen maupun seluruh mahasiswa yang membaca makalah
kewirausahaan ini terhadap kekurangan yang terdapat pada makalah ini.

Anda mungkin juga menyukai