SENI MENGENDALIKAN EMOSI NEGATIF PADA
REMAJA
MA. RAUDLATUL ULUM GUYANGAN TRANGKIL PATI
KARYA TULIS
Diajukan Guna Memenuhi Tugas Akhir dan Sebagai Syarat Kelulusan di
Madrasah Aliyah Raudlatul Ulum
Guyangan Trangkil Pati
Oleh:
1. Nurul Izzatis Shofwah
2. Sabrina Salma Salsabila
Program : MIPA 6
MADRASAH ALIYAH RAUDLATUL ULUM GUYANGAN
TRANGKIL PATI TAHUN 2022
PERSETUJUAN
Karya tulis yang berjudul “SENI MENGENDALIKAN EMOSI NEGATIF
PADA REMAJA” yang ditulis oleh :
1. Nama :
NISN :
Program :
2. Nama :
NISN :
Program :
Telah diperbaiki dan disetujui oleh Guru Pembimbing untuk selanjutnya
diuji dan disidangkan di depam Dewan Penguji Karya Tulis Kelas XII
Madrasah Aliyah Raudlatul Ulum Tahun Pelajaran 2022/2023.
Guyangan, ....................2022
Mengetahui,
Kepala MA. Raudlatul Ulum Guru Pembimbing
Drs. H. Najib, M.Ag
NIP. 196407101994031004
PENGESAHAN
Karya tulis yang berjudul “SENI MENGENDALIKAN EMOSI NEGATIF
PADA REMAJA” yang ditulis oleh :
1. Nama :
NISN :
Program:
2. Nama :
NISN :
Program :
Telah dipertahankan di depan Tim Penguji Karya Tulis Kelas XII Madrasah
Aliyah Raudlatul Ulum Tahun Pelajaran 2022/2023.
Pada tanggal........................
Tim Penguji
Ketua, Sekretaris,
Penguji 1, Penguji 2,
PERSEMBAHAN
Karya tulis ini penulis persembahkan kepada :
1. Bapak dan Ibu tercinta yang telah membimbing, mendoakan, dan
memberi nasehat kepada penulis.
2. Bapak dan Ibu guru yang telah membimbing dan mendidik penulis.
3. Ibu Sunarti, S.Pd., wali kelas XII MIPA 6 yang telah memberikan
pengarahan dan nasehat-nasehatnya.
4. Bapak Fuadi Abdul Jabbar, S.Ag.M.Pd.I., pembimbing yang selalu
mengarahkan dan menyarankan penulis.
5. Teman-teman senasib seperjuangan yang selalu mendukung penulis.
6. Seluruh pembaca yang telah menyempatkan waktunya untuk
membaca karya tulis ini.
KATA PENGANTAR
Puji syukur Alhamdulillah penulis haturkan ke hadirat Allah SWT yang
telah melimpahkan rahmat, taufik, dan hidayah-Nya. Sholawat dan salam
semoga selalu tercurahkan kepada Nabi Agung Muhammad SAW.
Karya tulis yang berjudul “SENI MENGENDALIKAN EMOSI
NEGATIF PADA REMAJA” penulis selesaikan dalam rangka memenuhi
syarat kelulusan kelas XII Madrasah Aliyah Raudlatul Ulum.
Karya tulis ini tidak akan terselesaikan tanpa adanya bantuan dari
pihak lain. Oleh karenanya, penulis mengucapkan terima kasih kepada:
1. Bapak Drs. KH. Najib Suyuthi, M.Ag. Pembina Yayasan Pendidikan
Raudlatul Ulum sekaligus Kepala Madrasah Aliyah Raudlatul Ulum.
2. Bapak KH. Faruq Suyuthi, Bendahara Yayasan Pendidikan Raudlatul
Ulum.
3. Ibu Sunarti, S.Pd. wali kelas XII MIPA 6.
4. Bapak Fuadi Abdul Jabbar, S.Ag.M.Pd.I., pembimbing penyusunan
karya tulis ini.
5. Bapak dan Ibu guru yang mengajar di Madrasah Aliyah Raudlatul
Ulum.
6. Semua pihak yang telah membantu penulis.
Penulis menyadari bahwa karya tulis ini belum sempurna. Untuk itu,
saran dan kritik dari pembaca sangat diharapkan. Atas kritik dan saran
pembaca, penulis mengucapkan terima kasih.
Guyangan,
DAFTAR ISI
ABSTRAK
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Masa remaja merupakan masa peralihan dari masa anak-anak
menuju masa yang lebih dewasa. Pada masa ini, remaja mulai
mengalami perkembangan dari segi fisik, mental, sosial, dan
emosionalnya. Batasan usia menurut Badan Kependudukan dan
Keluarga Berencana (BKKBN) pada usia 10 tahun sampai 24 tahun
dan belum menikah. Dimana masa ini, adalah masa yang sulit bagi
remaja itu sendiri, keluarganya, mauoun lingkungannya.
Salah satu perkembangan masa remaja yang banyak menjadi
topik pembicaraan di masyarakat yaitu emosional yang tinggi. Emosi
dengan tingkat kepekaan reaktivitas yang tinggi dan berubah-ubah
dalam kurun waktu yang terbilang sangat singkat dapat
memengaruhi peristiwa atau situasi yang ada di lingkungannya.
Emosi sering dikaitkan dengan hal yang identik dengan perasaan
(Whiting, 2011). Secara umum, emosi dikelompokkan menjadi dua,
yaitu emosi positif yang terdiri dari bahagia, excitement, kasih
sayang, terkejut atau heran (wonder), dan emosi negatif terdiri dari
marah, sedih, takut (Yudadi dan Budisetyani, 2013).
Fenomena emosi negatif pada remaja yang sering terjadi di
lingkungan sekitar adalah masalah kecil yang seharusnya dapat
diselesaikan dengan baik sejak awal, dapat memuncak menjadi
masalah yang sangat besar karena diperkeruh oleh kemarahan yang
tidak terselesaikan (Siregar, 2017). Oleh karena itu, jelas bahwa
emosi negatif akan semakin buruk dan merugikan diri sendiri
maupun orang lain jika tidak mampu untuk mengendalikannya.
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang yang telah disebutkan, maka dapat
dirumuskan beberapa permasalahan sebagai berikut :
1. Apa faktor-faktor yang memicu emosi negatif pada remaja
2. Apa dampak yang timbul dari emosi negatif pada remaja
3. Bagaimana cara mengendalikan emosi negatif pada remaja
C. Tujuan Penelitian
Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah untuk
mengetahui bagaimana cara mengendalikan emosi negatif pada
remaja dengan baik dan benar.
D. Manfaat Penelitian
Manfaat penelitian ini adalah untuk memberikan informasi terkait
emosi negatif pada remaja dan cara pengendaliannya.
BAB II
KAJIAN TEORI
A. Kajian Pustaka
Kajian pustaka dilakukan untuk memperoleh gambaran tentang
hubungan topik penelitian yang akan dilakukan dengan penelitian
serupa yang pernah dilakukan sebelumnya, sehingga tidak terjadi
pengulangan penelitian yang dilakukan.
Sejauh penelusuran penulis terhadap karya tulis ini, setidaknya
terdapat beberapa tulisan yang selaras dengan bahasan dalam topik
karya tulis ini, seperti :
- Anifa Tuzzuhroh Nurbaiti, (2019) dengan judul “Pengaruh
Teknik Art Therapy terhadap Pengelolaan Emosi Marah pada
Siswa Kelas XI SMA Negeri 3 Bantul”. Hasilnya menunjukkan
bahwa penggunaan teknik art therapy dapat membantu
meningkatkan pengelolaan emosi marah pada siswa kelas XI
SMA Negeri Bantul. Dengan data skor pre-test 55,16 dan skor
post-test 72, maka mengalami peningkatan sebanyak 16,84 poin.
- Claudia Sabrina, Seni Mengendalikan Emosi, 2020, hal 81.
Proses mengendalikan emosi dapat dilakukan dengan bantuan
olah seni tari karena jenis gerakan tari ini dapat meningkatkan
keefektifan tugas sehari-hari dan membantu seseorang menjadi
lebih fokus dalam melakukannya.
- M. Anis Bachtiar, Aun Falestian Faletehan, (2020) dengan judul
“Self Healing sebagai Metode Pengendalian Emosi”. Penelitian
ini untuk menguji pengaruh self-healing terhadap pengendalian
emosi negatif siswa SMP NU Mojoagung. Hasilnya, self-healing
berdampak positif terhadap siswa dalam mengendalikan emosi,
dengan data post-test 0% siswa yang merasa (jengkel, gelisah,
frustasi, selalu berpikir negatif, sulit berkonsentrasi, marah, dan
kehilangan rasa humor). Selain itu, masih terdapat 87,5% siswa
yang sering mengalami ledakan emosi dan 12,5% siswa yang
sulit mengambil keputusan.