AKUNTANSI KEUANGAN MENENGAH 1
MATERI AJAR 22 (5 JUNI 2023)
Investasi dalam Surat Berharga/
Investasi dalam Sekuritas/
Investasi dalam Efek
(Investment in Securities/Investment in Effects)
Berdasarkan Karakteristik/Sifat dari Sekuritas digolongkan menjadi:
A. Investasi dalam Surat Berharga/ Sekuritas/Efek Utang (Investment in Debt Securities/ Effects)
B. Investasi dalam Surat Berharga/ Sekuritas/Efek Ekuitas (Investment in Equity Securities/ Effects)
Berdasarkan Jangka Waktu/Periode Berinvestasi dari Sekuritas digolongkan menjadi:
A. Investasi dalam Surat Berharga/ Sekuritas/Efek Utang (Investment in Debt Securities/ Effects):
1. Jangka Pendek/Sementara (Short Term/Temporary)
2. Jangka Panjang (Long Term)
B. Investasi dalam Surat Berharga/ Sekuritas/Efek Ekuitas (Investment in Equity Securities/ Effects):
1. Jangka Pendek/Sementara (Short Term/Temporary)
2. Jangka Panjang (Long Term)
Berdasarkan Tujuan Berinvestasi dari Sekuritas diklasifikasikan menjadi:
A. Investasi dalam Surat Berharga/ Sekuritas/Efek Utang (Investment in Debt Securities/ Effects):
1. Diperdagangkan (Trading) ---> Jangka Pendek
2. Tersedia untuk Dijual (Available for Sales) ---> Jangka Pendek
3. Dimiliki Hingga Jatuh Tempo (Held To Maturities) ---> Jangka Panjang
B. Investasi dalam Surat Berharga/ Sekuritas/Efek Ekuitas (Investment in Equity Securities/ Effects):
1. Diperdagangkan (Trading) ---> Jangka Pendek
2. Tersedia untuk Dijual (Available for Sales) ---> Jangka Pendek
3. Metode Ekuitas (Punya Pengaruh dan Pengendalian)/Equity Method (Having Influence and Control) --->
Jangka Panjang
Investasi dalam Surat Berharga/ Sekuritas/Efek Utang
(Investment in Debt Securities/ Effects)
1. Jangka Pendek/Sementara (Short Term/Temporary)
2. Jangka Panjang (Long Term)
2. Jangka Panjang (Long Term)
Perhitungan Nilai Wajar/Harga Pasar/Harga Perolehan
Cara lain menghitung Nilai Wajar/Harga Pasar dengan mencari Nilai Kini/Sekarang (Present Value) atas
Investasi dalam Surat Berharga Utang:
- dengan bantuan Tabel Nilai Kini/Sekarang
- dengan bantuan alat elektronik (kalkulator, software SPSS, dll)
Contoh Kasus 1A: ---> sudah dibuat pada Kasus 1 Investasi J.Pendek (tidak usah dibuat lagi/sbg pembanding)
PT Polsri Tbk. membeli/berinvestasi dalam Surat Berharga Utang dalam jangka panjang yaitu Obligasi pada
PT Polines Tbk. dengan Nilai Wajar Rp209.000.000 pada tanggal 10 Juni 202x3. Obligasi mempunyai Nilai
Nominal Rp200.000.000, tingkat bunga ditetapkan 12%, tanggal jatuh tempo setiap semester pada tanggal
10 Juni dan 10 Desember. Umur Obligasi 2 tahun.
Pengakuan Amortisasi Premi atau Diskon setiap tanggal 10 Juni dan 10 Desember dengan Metode Garis
Lurus. Klasifikasi surat berharga adalah Dimiliki Hingga Jatuh Tempo.
Jawaban:
Jurnal pembelian Obligasi:
10/6/x3 – Investasi dalam Obligasi Rp209.000.000 --> sebesar N.Wajar = H.Perolehan
Kas Rp209.000.000
Contoh Kasus 1A: ---> Kasus 1 baru yang hrs dibuat, data Nilai Wajar tdk diketahui dan harus dicari
PT Polsri Tbk. membeli/berinvestasi dalam Surat Berharga Utang dalam jangka panjang yaitu Obligasi pada
PT Polines Tbk. pada tanggal 10 Juni 202x3. Obligasi mempunyai Nilai Nominal Rp200.000.000, tingkat
bunga ditetapkan 12%, tanggal jatuh tempo setiap semester pada tanggal 10 Juni dan 10 Desember. Umur
Obligasi 2 tahun.
Klasifikasi surat berharga adalah Dimiliki Hingga Jatuh Tempo.
Pengakuan Amortisasi Premi atau Diskon setiap tanggal 10 Juni dan 10 Desember dengan Metode Garis
Lurus.
Tambahan data: dicari dan diketahui informasi Tingkat Bunga Pasar/Efektif 14%
Jawaban:
Jurnal pembelian Obligasi:
10/6/x3 – Investasi dalam Obligasi Rp193.226.520
Kas Rp193.226.520
Perhitungan Nilai Kini atas Investasi dalam Obligasi:
1. Nilai Kini atas Obligasi = Nilai Tabel n (periode) dan i (Tk. Bunga Efektif)
n = 2 tahun x 2 kali/thn à 10 Juni dan 10 Desember
n = 4 kali
i = 14%/tahun x ½ tahun à 10/6 - 10/12 dan 10/12 - 10/6
i = 7%
= Nilai Tabel (n=4; i=7%) x Nilai Nominal
= 0,76290 x Rp200.000.000 = Rp152.580.000
2. Nilai Kini atas Bunga = Nilai Tabel (n=4; i=7%) x Bunga
= Nilai Tabel (n=4; i=7%) x (%Bunga Ditetapkan x N.Nominal x Periode)
= 3,38721 x (12%/12bln x Rp200.000.000 x 6 bln)
= 3,38721 x Rp12.000.000 = Rp40.646.520
Total Nilai Kini/N.Wajar atas Investasi dlm Obligasi = Rp152.580.000 + Rp40.646.520 = Rp193.226.520
Catatan: - Nilai Tabel Bunga, cari di Lampiran A Buku Ajar Kieso
- Cari Ni.Tabel utk menghitung Ni.Kini atas Obligasi yaitu Tabel yg berjudul: Nilai Sekarang dr
Anuitas di Muka Rp1 utk n periode, lalu cari pertemuan nilai dari Periode: 4 dan nilai Bunga:
7% yaitu 0,76290
- Cari Ni.Tabel utk menghitung Ni.Kini atas Bunga yaitu Tabel yg berjudul: Nilai Sekarang dr
Anuitas Biasa Rp1 utk n periode, lalu cari pertemuan nilai dari Periode: 4 dan nilai Bunga: 7%
yaitu 3,38721
Contoh Kasus 1B: ---> Kasus 1 baru yang hrs dibuat, data Nilai Wajar tdk diketahui dan harus dicari
PT Polsri Tbk. membeli/berinvestasi dalam Surat Berharga Utang dalam jangka panjang yaitu Obligasi pada
PT Polines Tbk. pada tanggal 10 Juni 202x3. Obligasi mempunyai Nilai Nominal Rp200.000.000, tingkat
bunga ditetapkan 12%, tanggal jatuh tempo setiap semester pada tanggal 10 Juni dan 10 Desember. Umur
Obligasi 2 tahun. Klasifikasi surat berharga adalah Dimiliki Hingga Jatuh Tempo.
Pengakuan Amortisasi Premi atau Diskon setiap tanggal 10 Juni dan 10 Desember dengan Metode Garis
Lurus.
Tambahan data: dicari dan diketahui informasi Tingkat Bunga Pasar/Efektif 10%
Jawaban:
Jurnal pembelian Obligasi:
10/6/x3 – Investasi dalam Obligasi Rp207.091.400
Kas Rp207.091.400
Perhitungan Nilai Kini atas Investasi dalam Obligasi:
1. Nilai Kini atas Obligasi = Nilai Tabel n (periode) dan i (Tk. Bunga Efektif)
n = 2 tahun x 2 kali/thn à 10 Juni dan 10 Desember
n = 4 kali
i = 10%/tahun x ½ tahun à 10/6 – 10/12 dan 10/12 – 10/6
i = 5%
= Nilai Tabel (n=4; i=5%) x Nilai Nominal
= 0,82270 x Rp200.000.000 = Rp164.540.000
2. Nilai Kini atas Bunga = Nilai Tabel (n=4; i=5%) x Bunga
= Nilai Tabel (n=4; i=5%) x (%Bunga DitetapkanxN.NominalxPeriode)
= 3, 54595 x (12%/12bln x Rp200.000.000 x 6 bln)
= 3, 54595 x Rp12.000.000 = Rp42.551.400
Total Nilai Kini atas Investasi dlm Obligasi = Rp164.540.000 + Rp42.551.400 = Rp207.091.400
Catatan: - Nilai Tabel Bunga, cari di Lampiran A Buku Ajar Warren
- Cari Ni.Tabel utk menghitung Ni.Kini atas Obligasi yaitu Tabel yg berjudul: Nilai Sekarang dr
Anuitas di Muka Rp1 utk n periode, lalu cari pertemuan nilai dari Periode: 4 dan nilai Bunga:
5% yaitu 0,82270
- Cari Ni.Tabel utk menghitung Ni.Kini atas Bunga yaitu Tabel yg berjudul: NilaiSekarang dr
Anuitas Biasa Rp1 utk n periode, lalu cari pertemuan nilai dari Periode: 4 dan nilai Bunga: 5%
yaitu 3, 54595
Simpulannya: - Tk. Bunga Ditetapkan < Tk. Bunga Efektif = Nilai Nominal > Nilai Wajar
12% < 14% = Rp200 Jt > Rp193.226.520
- Tk. Bunga Ditetapkan > Tk. Bunga Efektif = Nilai Nominal < Nilai Wajar
12% > 10% = Rp200 Jt < Rp207.091.400
Cara lain menghitung Nilai Wajar/Harga Pasar dengan mencari Nilai Kini/Sekarang (Present Value)
atas Investasi dalam Surat Berharga Utang:
- dengan bantuan data Kurs yaitu perbandingan antara Nilai Wajar/Harga Perolehan dengan Nilai Nominal
Contoh Kasus 1A: ---> Kasus 1 baru yang hrs dibuat, data Nilai Wajar tdk diketahui dan harus dicari
PT Polsri Tbk. membeli/berinvestasi dalam Surat Berharga Utang dalam jangka panjang yaitu Obligasi pada
PT Polines Tbk. dengan Kurs 104,5 (Dibaca 104,5%) pada tanggal 10 Juni 202x3. Obligasi mempunyai Nilai
Nominal Rp200.000.000, tingkat bunga ditetapkan 12%, tanggal jatuh tempo setiap semester pada tanggal
10 Juni dan 10 Desember. Umur Obligasi 2 tahun. Pengakuan Amortisasi Premi atau Diskon setiap tanggal
10 Juni dan 10 Desember dengan Metode Garis Lurus. Klasifikasi surat berharga adalah Dimiliki Hingga
Jatuh Tempo.
Jawaban:
Jurnal pembelian Obligasi:
10/6/x3 – Investasi dalam Obligasi Rp209.000.000 --> sebesar N.Wajar = H.Perolehan
Kas Rp209.000.000
Perhitungan:
Kurs = Nilai Wajar : Nilai Nominal
104,5% = Nilai Wajar : Rp200.000.000
Nilai Wajar = Rp200.000.000 x 104,5%
Nilai Wajar = Rp209.000.000
Investasi dalam Surat Berharga/ Sekuritas/Efek Ekuitas
(Investment in Equity Securities/ Effects)
1. Jangka Pendek/Sementara (Short Term/Temporary)
2. Jangka Panjang (Long Term)
2. Jangka Panjang (Long Term)
Surat Berharga Ekuitas yang dibeli oleh investor disesuaikan dengan tujuan berinvestasi.
- Kalau membeli dalam jumlah minoritas ( < 50%), tujuan investor berinvestasi hanya untuk jangka waktu
pendek/sementara sehingga diklasifikasikan sebagai Diperdagangkan (Trading) dan Tersedia untuk
Dijual (Available for Sales) dan menggunakan Metode Nilai Wajar (Fair Value Method).
Investor membeli dalam jumlah minoritas karena hanya untuk mencari keuntungan bukan untuk
menguasai/mempunyai pengaruh dan pengendalian atas investee.
- Kalau membeli dalam jumlah mayoritas ( > 50%), tujuan investor berinvestasi hanya untuk jangka
panjang sehingga diklasifikasikan sebagai Metode Ekuitas (Equity Method).
Investor membeli dalam jumlah mayoritas karena selain untuk mencari keuntungan tetapi juga untuk
menguasai/mempunyai pengaruh dan pengendalian (influence & controlling) atas investee. Investor
biasa disebut perusahaan induk (Parent’s Corporation) dan Investee biasa disebut perusahaan anak
(Subsidiary’s Corporation).
- Perbedaan dalam pengakuan dan pencatatan atas transaksi penerimaan pengumuman dividen pada
RUPS adalah tidak dicatat sebagai Pendapatan Dividen tetapi sebagai pengurangan atas akun
Investasi pada Saham Biasa. Hal ini tidak dilakukan pada penerimaan dividen atas Saham Preferen.
Contoh Kasus 1A:
PT Polsri Tbk. membeli Surat Berharga Ekuitas yaitu Saham Biasa PT AA Tbk. sebanyak 10.000 lembar dari
15.000 lembar jumlah Saham Biasa yang beredar (outstanding ordinary stocks/shares) yang bernilai
nominal Rp10.000/lembar dengan harga pasar Rp20.000/lembar pada 10 Januari 202x3. PT Polsri Tbk.
berinvestasi dengan tujuan mengalokasikan kas yang sedang tidak dipakai untuk bisa mempengaruhi dan
mengendalikan PT AA sehingga diklasifikasikan sebagai Metode Ekuitas (Equity Method)
Jawaban:
Jurnal pembelian saham:
10/1/x3 -- Investasi dalam Saham Biasa Rp200.000.000
Kas Rp200.000.000
Perhitungan:
% Saham yg dibeli = jumlah saham dibeli : jumlah saham beredar
= 10.000 lb : 15.000 lb = 0,67 = 67% ---> mayoritas = Metode Ekuitas
Investasi dalam Saham Biasa = harga pasar/harga perolehan
= harga pasar per lembar x lembar yg dibeli
= Rp20.000/lb x 10.000 lb = Rp200.000.000
Investasi dlm Saham Biasa ber(+) --> Rp200.000.000 krn beli surat berharga, aset: Investasi+
Kas ber(-) --> Rp200.000.000 krn beli tunai
Contoh Kasus 1B:
PT Polsri Tbk. membeli Surat Berharga Ekuitas yaitu Saham Biasa PT Kk Tbk. sebanyak 1.000 lembar dari
1.000 lembar jumlah saham biasa yang beredar (outstanding common stocks/shares) yang bernilai nominal
Rp100.000/lembar dengan harga pasar Rp200.000/lembar pada 10 Januari 202x3. PT Polsri Tbk.
berinvestasi dengan tujuan mengalokasikan kas yang sedang tidak dipakai untuk bisa mempengaruhi dan
mengendalikan PT AA sehingga diklasifikasikan sebagai Metode Ekuitas (Equity Method).
Jawaban:
Jurnal pembelian saham:
10/1/x3 -- Investasi dalam Saham Biasa Rp200.000.000
Kas Rp200.000.000
Perhitungan:
% Saham yg dibeli = jumlah saham dibeli : jumlah saham beredar
= 1.000 lb : 1.000 lb = 100% --> mayoritas = Metode Ekuitas
Investasi dalam Saham Biasa = harga pasar/harga perolehan
= harga pasar per lembar x lembar yg dibeli
= Rp200.000/lb x 1.000 lb = Rp200.000.000
Investasi dlm Saham Biasa ber(+) --> Rp200.000.000 krn beli surat berharga, aset: Investasi+
Kas ber(-) --> Rp200.000.000 krn beli tunai
Penerimaan Dividen Saham Setiap Periode Pembukuan per Tahun
Penerimaan Dividen bergantung pada jenis dividen yaitu:
1. Dividen Kas (Cash Dividend) yaitu menerima uang/Kas
2. Dividen Saham (Stock Dividend) yaitu menerima sertifikat Saham tambahan investee
3. Dividen Properti (Property Dividend) yaitu menerima Aset investee berupa Aset Tetap, Investasi dalam
Surat Berharga, dll
4. Dividen Likuidasi (Liquidating Dividend) yaitu menerima Kas atas melikuidasi investee.
Yang paling sering diberikan oleh investee kepada investornya adalah jenis Dividen Kas karena lebih
praktis/gampang dibagi-bagi dan bisa disediakan kapanpun. Penerimaan Dividen Kas yang hanya dijadikan
Contoh Kasus pada Materi ini.
Walaupun pada judul dinyatakan penerimaan Dividen adalah per tahun, bisa juga penerimaan terjadi per 3
bulan (triwulan), per 4 bulan (kwartal), atau per 6 bulan (semester). Penerimaan Dividen kurang dari 1
tahun jarang dilakukan sehingga yang dipakai sebagai Contoh Kasus adalah yang sering diapikasikan aalah
per tahun saja.
Jenis dividen yang diterima diumumkan pada saat/tanggal tertentu setiap periode pembukuan per
tahunnya di Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yaitu rapat yang diselenggarakan investee dan
mengundang para investor untuk mendengarkan pengumuman pembagian dividen serta agenda lainnya
seperti pertanggungjawaban manajemen investee selama satu periode pembukuan, rencana di masa
datang dalam jangka pendek dan panjang.
Ada 3 tanggal yang berhubungan dengan Dividen atas Saham yaitu:
1. Tanggal penerimaan pengumuman dividen yaitu tanggal diselenggarakan RUPS.
2. Tanggal pendataan/registrasi ulang investor yaitu tanggal pendataan/penentuan atas para investor yang
berhak atas dividennya.
3. Tanggal penerimaan pembayaran dividen yaitu tanggal dibayarkannya dividen oleh
investee/emiten bisa sama di tanggal RUPS atau bisa 1-2 minggu berikutnya.
Pembukuan atas Dividen atas Saham dilakukan pada 2 tanggal pencatatan dividen setiap periode
pembukuan per tahunnya:
1. Tanggal penerimaan pengumuman dividen.
2. Tanggal penerimaan pembayaran dividen.
Contoh Kasus 1A:
PT Polsri Tbk. membeli Surat Berharga Ekuitas yaitu Saham Biasa PT AA Tbk. sebanyak 10.000 lembar dari
15.000 lembar jumlah Saham Biasa yang beredar (outstanding ordinary stocks/shares) yang bernilai
nominal Rp10.000/lembar dengan harga pasar Rp20.000/lembar pd 1 Januari 202x3. PT Polsri Tbk.
mengklasifikasikan sbg Metode Ekuitas.
PT Polsri Tbk. mempunyai pengaruh dan pengendalian atas PT AA Tbk. karena memiliki 67% Saham Biasa.
PT AA Tbk. mengundang semua investor yaitu PT Polsri Tbk. salah satunya untuk menghadiri RUPS pada
tanggal 24 Desember 202x3. Salah satu agenda RUPS yaitu mengumumkan Dividen Kas akan dibagikan
untuk pemegang Saham Biasa senilai Rp100.000.000 pada tanggal 3 Januari 202x1.
Jawaban:
Jurnal penerimaan pengumuman Dividen Kas: (Setiap periode pembukuan per tahun)
24/12/x3 – Piutang Dividen Kas Rp66.666.667
Investasi dalam Saham Biasa Rp66.666.667
Perhitungan:
Dividen diterima PT Polsri = % Saham yg Dibeli x Total Dividen
= (10.000 lb : 15.000 lb) x Rp100.000.000
= 66,67% x Rp100.000.000 = Rp66.666.667
Piutang Dividen Kas ber(+) --> Rp66.666.667 krn blm/baru akan diterima, Piutang +
Investasi dalam Saham Biasa ber(-) --> Rp66.666.667 krn diakui penerimaan dividen berarti pengurangan
nilai atas Investasi yg sdh dilakukan, walau Kas blm +
Jurnal penerimaan pembayaran Dividen Kas: (Setiap periode pembukuan per tahun)
3/1/x1 – Kas Rp66.666.667
Piutang Dividen Kas Rp66.666.667
Kas ber(+) --> Rp66.666.667 krn diterima tunai sdh jt. tempo berupa Dividen Kas
Piutang Dividen Kas ber(-) --> Rp66.666.667 krn sdh dilunasi PT AA
Perlakuan Akuntansi yang sama utk Jenis Dividen lainnya ---> (Mahasiswa tdk usah buat)
Penyesuaian atas Nilai Wajar setiap tutup buku:
- Investasi dalam Surat Berharga Utang/Ekuitas tidak wajib melakukan penyesuaian atas perubahan
(peningkatan/penurunan) Nilai Wajar/Harga Pasar pada saat perusahaan tutup buku.
- Alasannya adalah investasi apapun untuk jangka panjang ditujukan untuk periode lebih dari 12 bulan
sehingga perubahan (peningkatan/penurunan) Nilai Wajar/Harga Pasar pada saat tutup buku dalam
jangka pendek (≤ 12 bulan) tidak penting diketahui utk dibukukan
Penjualan Sekuritas/Surat Berharga Ekuitas
Contoh Kasus:
PT Polsri Tbk. membeli Surat Berharga Ekuitas yaitu Saham Biasa PT AA Tbk. sebanyak 10.000 lembar dari
15.000 lembar jumlah Saham Biasa yang beredar (outstanding ordinary stocks/shares) yang bernilai
nominal Rp10.000/lembar dengan harga pasar Rp20.000/lembar pada 1 Januari 202x3. PT Polsri Tbk.
mengklasifikasi Metode Ekuitas.
Penjualan semua Saham Biasa PT AA Tbk. pada tanggal 5 Juli 202x9 dengan Nilai Wajar Rp210.000.000
sesudah 9 tahun 6 bulan dimiliki.
Dividen yang pernah diterima 9 tahun 6 bulan senilai Rp50.000.000
Jawaban:
Jurnal penjualan Saham Biasa:
5/7/x3 – Kas Rp210.000.000
Investasi dalam Saham Biasa Rp150.000.000
Keuntungan atas Penjualan Saham Biasa Rp60.000.000
Perhitungan:
Selisih penjualan = N.Wajar/H.Jual – Nilai Terbawa/Tercatat (Saldo Investasi - dividen)
= Rp210.000.000 – (Rp20.000/lb x 10.000 lb) - Rp50.000.000
= Rp210.000.000 – Rp150.000.000
= Rp60.000.000 --> N.Wajar > H.Tercatat = Untung
Kurs Jual S. Biasa = N. Wajar tgl 5/7/x3 : N. Nominal
= Rp210.000.000 : (Rp10.000/lembar x 10.000 lb)
= Rp210.000.000 : Rp100.000.000
= 2,1 = 210% --> biasa ditulis 210
Kas ber(+) --> Rp210.000.000 krn jual tunai
Investasi dalam Saham Biasa ber(-) --> Rp150.000.000 krn surat berharga dijual, Aset (-)
Keuntungan a/ Penjualan S. Biasa ber(+) --> Rp60.000.000 krn N.Wajar >, Pendapatan(+)
Tugas Mahasiswa:
- Buatlah Semua Kasus dengan mengerjakan ulang secara lengkap sampai dengan perhitungan dan
penjelasannya , seperti Semua Contoh Kasus yang sudah saya buatkan pada Materi ini.
- Pakailah warna-warna tertentu sebagai asal-muasal nilai tertentu pada setiap Kasusnya.
- Kalian wajib mencari dan memakai kata-kata dan kalimat-kalimat berbeda/tidak sama dengan yang
saya/temanmu buat.
Kalian wajib memakai angka/nilai yang dipakai berbeda dengan yang saya/temanmu buat kecuali
Rumus serta cara berhitung yang pasti sama, tetapi nilai dan cara penulisannya pasti beda.
Hitunglah dengan benar dan teliti masing-masing saldo yang dibuat.
- Jangan salah aturan/tata-cara menulis/menjurnal seperti yang sudah dijelaskan panjang-lebar di Materi-
materi Ajar sebelumnya.
- Wajib diskusi per kelompok dan unggahlah masing-masing SESEGERA MUNGKIN pada LMS dan Email
Kelas dan jangan menunggu DEADLINE!!!
Peringatan keras untuk Mahasiswa yang selalu menjadi 3 terbawah apalagi telat kumpul!!