0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
167 tayangan7 halaman

Tujuan dan Arsitektur Komputasi Terdistribusi

Dokumen ini membahas tentang komputasi terdistribusi, yang mempelajari penggunaan terkoordinasi dari komputer yang terpisah secara fisik. Tujuannya adalah menyatukan sumber daya terpisah menjadi sistem gabungan yang lebih besar kapasitasnya.

Diunggah oleh

Datin Lppm
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
167 tayangan7 halaman

Tujuan dan Arsitektur Komputasi Terdistribusi

Dokumen ini membahas tentang komputasi terdistribusi, yang mempelajari penggunaan terkoordinasi dari komputer yang terpisah secara fisik. Tujuannya adalah menyatukan sumber daya terpisah menjadi sistem gabungan yang lebih besar kapasitasnya.

Diunggah oleh

Datin Lppm
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Komputasi terdistribusi

Dalam pengetahuan komputer, komputasi TERSESBAR mempelajari penggunaan terkoordinasi


dari komputer yang secara fisik terpisah atau terdistribusi. Sistem terdistribusi
membutuhkan perangkat lunak yang lain dengan sistem terpusat.

Daftar inti
 1 Tujuan
 2 Arsitektur
 3 Infrastruktur komputasi terdistribusi
 3.1 Jurnal dan konferensi komputasi terdistribusi
 4 Lihat pula

Tujuan
Tujuan dari komputasi terdistribusi adalah menyatukan kemampuan dari sumber daya (sumber
komputasi atau sumber informasi) yang terpisah secara fisik, ke dalam sebuah sistem gabungan yang
terkoordinasi dengan kapasitas yang jauh melebihi dari kapasitas individual komponen-komponennya.

Tujuan lain yang ingin dicapai dalam komputasi terdistribusi adalah transparansi. Kenyataan bahwa
sumber daya yang digunakan oleh pengguna sistem terdistribusi berada pada lokasi fisik yang terpisah,
tidak perlu diketahui oleh pengguna tersebut. Transparansi ini memungkinkan pengguna sistem
terdistribusi bagi melihat sumber daya yang terpisah tersebut seolah-olah sebagai satu sistem komputer
tunggal, seperti yang biasa digunakannya.

Salah satu masalah yang dihadapi dalam usaha menyatukan sumber daya yang terpisah ini selang lain
adalah skalabilitas, dapat atau tidaknya sistem tersebut dikembangkan lebih jauh bagi mencakup
sumber daya komputasi yang banyakan.

Arsitektur
Banyak arsitektur perangkat lunak dan keras yang bervariasi yang digunakan bagi komputasi
terdistribusi. Pada tingkat yang lebih rendah, penghubungan beberapa [CPU] dengan
memakai jaringan sangat dibutuhkan. Pada tingkat yang lebih tinggi menghubungkan babak yang
berlanjut dalam CPU tersebut dengan sistem komunikasi juga dibutuhkan.

Arsitektur umum yang memungkinkan sistem terdistribusi selang lain:


 klien-server: klien menghubungi server bagi pengambilan data, belakang server
memformatnya dan mempertunjukkannya ke pengguna.
 arsitektur 3-tier: Kebanyakan aplikasi web adalah 3-Tier.
 arsitektur N-tier: N-Tier biasanya menunjuk ke aplikasi web yang menyalurkan lagi
permintaan kepada pelayanan enterprise. Aplikasi jenis ini paling berjasa bagi kesuksesan
server aplikasi.
 Tightly coupled: biasanya menunjuk kepada satu set mesin yang sangat bersatu yang
menjalankan babak yang sama secara paralel, membagi tugas dalam bagian-bagian, dan
belakang mengumpulkan kembali dan menyatukannya sebagai hasil yang belakang sekali.
 Peer-to-peer: sebuah arsitektur di mana tidak mempunyai mesin khusus yang meladeni sebuah
pelayanan tertentu atau mengatur sumber daya dalam jaringan. Dan semua kewajiban dibagi
rata ke semua mesin, yang dikenal sebagai peer.
 Service oriented di mana sistem diatur sebagai satu set pelayanan yang dapat diberikan
melewati antar-muka standar.
 Mobile code: berdasarkan prinsip arsitektur mendekatkan pemrosesan ke sumber data
 Replicated repository: Di mana repository diciptakan replikanya dan disebarkan ke dalam
sistem bagi menolong pemrosesan online/offline dengan syarat keterlambatan pembaharuan
data dapat diterima.

Infrastruktur komputasi terdistribusi


 Moab Grid Suite — Cluster workload management, reporting tools, and end user submission
portal
 Remote procedure call — This high-level communication mechanism allows processes on
different machines to communicate using procedure calls even though they don't share the
same address space.
 Distributed objects — Systems like CORBA, Microsoft D/COM, Java RMI, ReplicaNet [1]
 SOAP
 XML-RPC
 GLOBE
 Acute [2] — Distributed functional programming with migration based on OCaml.
 PYRO — Python Remote Objects
 BOINC — Berkeley Open Infrastructure for Network Computing
 GLOBUS — Home of the Globus Toolkit
Jurnal dan konferensi komputasi terdistribusi
 The International Conference on Dependable Systems and Networks
 Symposium on Principles of Distributed Computing
 Journal of Parallel and Distributed Computing
 IEEE transactions on Parallel and Distributed Systems
 Distributed Computing

Lihat pula
 Daftar proyek komputasi terdistribusi
 Komputasi grid

(https://p2k.unkris.ac.id/id3/3065-2962/Komputasi-Terdistribusi_24013_p2k-unkris.html )

Daftar proyek komputasi terdistribusi


Komputasi terdistribusi pada landasannya adalah suatu infrastruktur yang menghubungkan
suatu komputer dengan komputer lain di semua dunia yang bertujuan untuk melaksanakan suatu
komputasi yang melilit sehingga suatu proyek yang melilit dan memakan waktu lama oleh
satu superkomputer hanya memerlukan waktu yang lebih sedikit jika dilakukan dengan sistem
komputasi terdistribusi. Untuk cerminan superkomputer tercepat per Juni 2005 yang dipegang oleh
Bluegene/L memiliki kecepatan komputasi 136.800 GFlops atau 136,8 TFlops. Sedangkan
suatu komputer Pentium 4 memiliki kecepatan rata-rata 1.3 GFlops. Menurut buku rekor Guinness,
proyek seti@home semenjak diluncurkan pada 17 Mei 1999 hingga Juli 2001 sudah mencapai
komputasi sebesar 890 ZFlops.

Sebagian proyek komputasi terdistribusi di dunia selang lain:

Daftar isi
 1 GRID
 2 BOINC
 2.1 SETI@home
 2.2 Climateprediction@net
 2.3 Einstein@home
 2.4 LHC@home
 2.5 Predictor@home
 3 GIMPS
 4 Pranala luar

GRID
GRID adalah suatu proyek yang memakai sistem komputasi terdistribusi yang bertujuan untuk
penelitian terhadap kanker, antraks, cacar dan proyek Human Proteome Folding Project.

Per 13 September 2005, GRID sudah memiliki 1.283.184 user dengan total
3.380.882 komputer dengan cpu time mencapai 434.312 tahun 27 hari 8 menit 30 menit 7
detik.
Daftar Negara dengan cpu time paling tinggi

GIMPS
Great Internet Mersenne Prime Search (GIMPS) adalah suatu proyek yang memakai sistem komputasi
terdistribusi untuk melaksanakan anggaran untuk mencari bilangan-bilangan yang adalah bilangan
prima Mersenne yaitu suatu angka dengan rumus :

Mn = 2n − 1.

Delapan bilangan prima Mersenne terbesar ditemukan dengan memakai GIMPS. Bilangan prima
Mersenne terbesar waktu ini memiliki 9.808.358 digit angka. Lihat juga artikel mengenai bilangan
prima terbesar yang dikenal.

Pranala luar
 (Inggris) GRID
 (Inggris) BOINC
 (Indonesia) Komputer LIPI public cluster
BOINC
BOINC atau Berkeley Open Infrastructure for Network Computing (BOINC) adalah
suatu infrastruktur komputasi terdistribusi yang dikembangkan oleh tim dari University of California,
Berkeley Amerika Serikat. Perangkat lunaknya sendiri gratis dan open source yang dirilis di bawah
GNU Lesser Public License. BOINC sendiri terdiri dari sebagian proyek.

SETI@home

SETI@home adalah proyek yang memakai sistem komputasi terdistribusi untuk melaksanakan
anggaran terhadap sinyal-sinyal dari angkasa luar yang sebagian luhur bersumber dari teleskop radio
Arecibo untuk mencari kandidat terbaik untuk sinyal yang bersumber dari extraterrestrial
intelligence atau kecerdasan dari luar angkasa.

Climateprediction@net

Climateprediction@net adalah proyek yang memakai sistem komputasi terdistribusi untuk


melaksanakan anggaran melilit terhadap perubahan iklim.

Einstein@home

Einstein@home adalah proyek yang memakai sistem komputasi terdistribusi untuk melaksanakan
pencarian terhadap bintang neutron berputar atau dinamakan juga pulsar dengan memakai data dari
LIGO dan detektor gelombang gravitasi GEO.

LHC@home

LHC@home adalah proyek yang memakai sistem komputasi terdistribusi untuk melaksanakan simulasi
perjalanan partikel di dalam suatu Large Hadron Collider (LHC) yaitu suatu mesin yang mempercepat
partikel di dalam ruangan berpotongan donat. LHC@home sendiri menghasilkan komputasi sebesar
LHC 15 Petabytes atau 15 juta Gigabytes per tahun.

Predictor@home
Predictor@home adalah proyek yang memakai sistem komputasi terdistribusi untuk melaksanakan
anggaran terhadap probabilitas hubungan selang protein dengan suatu penyakit.

Daftar Negara dengan nilai paling tinggi untuk total semua proyek BOINC (per 13 September 2005)
No. Negara Total cpu time (tahun:hari:jam:menit:detik)
1 Amerika Serikat 1,610,092,672
2 Jerman 427,299,744
3 Britania Raya 371,713,792
4 Kanada 191,907,664
5 Australia 111,986,128
6 Perancis 107,182,224
7 Belanda 95,328,368
8 Jepang 85,162,256
9 Italia 72,938,888
10 Ceko 72,936,376
....    
61 Indonesia (92 anggota) 1,343,109

GIMPS
Great Internet Mersenne Prime Search (GIMPS) adalah suatu proyek yang memakai sistem komputasi
terdistribusi untuk melaksanakan anggaran untuk mencari bilangan-bilangan yang adalah bilangan
prima Mersenne yaitu suatu angka dengan rumus :

Mn = 2n − 1.

Delapan bilangan prima Mersenne terbesar ditemukan dengan memakai GIMPS. Bilangan prima
Mersenne terbesar waktu ini memiliki 9.808.358 digit angka. Lihat juga artikel mengenai bilangan
prima terbesar yang dikenal.

Pranala luar
 (Inggris) GRID
 (Inggris) BOINC
 (Indonesia) Komputer LIPI public cluster

Anda mungkin juga menyukai