0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
42 tayangan15 halaman

Definisi, Tujuan, dan Fungsi Anggaran

Bab ini membahas tentang tinjauan pustaka mengenai anggaran, meliputi definisi anggaran, tujuan penyusunan anggaran, fungsi anggaran, manfaat anggaran, dan jenis-jenis anggaran.

Diunggah oleh

Siti Khumairah
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
42 tayangan15 halaman

Definisi, Tujuan, dan Fungsi Anggaran

Bab ini membahas tentang tinjauan pustaka mengenai anggaran, meliputi definisi anggaran, tujuan penyusunan anggaran, fungsi anggaran, manfaat anggaran, dan jenis-jenis anggaran.

Diunggah oleh

Siti Khumairah
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Anggaran

2.1.1 Definisi Anggaran

Bagi perusahaan anggaran merupakan hal yang sangat perlu sebagai

perencanaan, koordinasi, dan pengendalian. Pemahaman mengenai anggaran

perlu kita ketahui melalui pengertian-pengertian dari beberapa sumber. Menurut

Sasongko (2019:2), “Anggaran adalah rencana kegiatan yang akan dijalankan oleh

manajemen dalam satu periode yang tertuang secara kuantitatif.” Sehubungan

dengan itu menurut Sjahrial dkk,(2017:49) “Anggaran (budget) adalah rencana

terinci yang dinyatakan secara formal dalam ukuran kuantitatif, biasanya dalam

satuan uang, untuk menunjukkan perolehan dan penggunaan sumber-sumber suatu

organisasi dalam jangka waktu tertentu, biasanya dalam satu tahun.”

“Anggaran (budget) merupakan rencana tertulis mengenai kegiatan suatu

organisasi yang dinyatakan secara kuantitatif dan umumnya dinyatakan dalam

satuan uang untuk jangka waktu tertentu” Nafarin (2000:9). Menurut Siregar

(2014:112), “Anggaran adalah ekspresi kuantitatif suatu rencana yang dinyatakan

dalam satuan fisik atau keuangan atau keduanya.”

2.1.2 Tujuan Penyusunan Anggaran

Menurut Nafarin (2000:12), ada beberapa tujuan disusunnya anggaran,

antara lain:

1) Untuk digunakan sebagai landasan yuridis formal dalam memilih sumber


dan penggunaan dana.
2) Untuk mengadakan pembatasan jumlah dana yang dicari dan digunakan.

1
3) Untuk merinci jenis sumber dana yang dicari maupun jenis penggunaan
dana, sehingga dapat mempermudah pengawasan.
4) Untuk merasionalkan sumber dan penggunaan dana agar dapat mencapai
hasil yang maksimal.
5) Untuk menyempurnakan rencana yang telah disusun, karena dengan
anggaran lebih jelas dan nyata terlihat.
6) Untuk menampung dan menganalisa serta memutuskan setiap usulan yang
berkaitan dengan keuangan.

2.1.3 Fungsi Anggaran

Menurut Nafarin (2000:5), seluruh fungsi anggaran di dalam suatu

organisasi dapat dikelompokkan ke dalam empat fungsi pokok, yaitu fungsi:

1) Planning (Perencanaan)
Fungsi ini ditetapkan untuk tujuan jangka panjang, tujuan jangka pendek,
sasaran yang ingin dicapai, strategi yang akan digunakan dan sebagainya.
didalam fungsi ini berkaitan dengan segala sesuatu yang ingin dihasilkan
dan dicapai perusahaan di masa mendatang. termasuk di dalamnya
menetapkan produk yang akan dihasilkan, bagaimana menghasilkannya,
sumber daya yang dibutuhkan untuk menghasilkan produk tersebut,
bagaimana memasarkan produk tersebut dan sebagainya.
2) Organizing (Pengorganisasian)
Setelah segala sesuatu yang ingin dihasilkan dan dicapai perusahaan di
masa depan telah ditetapkan, maka perusahaan harus mencari sumber daya
yang dibutuhkan untuk merealisasikan rencana yang telah tersebut.
Dimulai dari upaya memperoleh bahan baku, mencari mesin yang
dibutuhkan untuk mengelola bahan tersebut, bangunan yang dibutuhkan
untuk mengelola produk tersebut, mencari tenaga kerja dengan kualifikasi
yang dibutuhkan, mencari modal yang dibutuhkan untuk menghasilkan
produk yang direncanakan dan sebagainya.
3) Actuating (Menggerakkan)
Setelah sumber daya yang dibutuhkan diperoleh, maka tugas manajemen
selanjutnya adalah mengarahkan dan mengelola setiap sumber daya yang
telah dimiliki perusahaan tersebut agar dapat digunakan sesuai dengan
fungsinya masing-masing. Setiap seumber daya yang ada harus
dikerahkan, dikoordinasikan satu dengan lainnya agar dapat bekerja
optimal untuk mencapai tujuan perusahaan.
4) Controlling (Pengendalian)
Setelah sumber daya yang dibutuhkan perusahaan diperoleh dan diarahkan
untuk bekerja sesuai dengan fungsi masing-masing, maka langkah
berikutnya adalah memastikan bahwa setiap sumber daya tersebut telah
bekerja sesuai dengan rencana yang telah dibuat perusahaan untuk
menjamin bahwa tujuan perusahaan secara umum dapat dicapai. Fungsi ini
2
berkaitan erat dengan upaya untuk menjamin bahwa setiap sumber daya
organisasi telah bekerja dengan efektif dan efisien.

2.1.4 Manfaat Anggaran

Menurut Nordiawan (2012:15) anggaran mempunyai banyak manfaat,

,antara lain:

1) Anggaran merupakan alat komunikasi internal yang menghubungkan


departemen (divisi) yang satu dengan departemen (divisi) lainnya dalam
organisasi maupun dengan manajemen puncak.
2) Anggaran menyediakan informasi tentang hasil kegiatan yang
sesungguhnya dibandingkan dengan standar yang telah ditetapkan.
3) Anggaran sebagai alat pengendalian yang mengarah manajemen untuk
menentukan bagian organisasi yang kuat dan lemah. Hal ini akan dapat
mengarahkan manajemen untuk menentukan tindakan koreksi yang harus
diambil.
4) Anggaran memengaruhi dan memotivasi manajer dan karyawan untuk
bekerja dengan konsisten, efektif dan efisien dalam kondisi kesesuaian
tujuan perusahaam dengan tujuan karyawan.
5) Anggaran sebagai alat pengawasan yang baik, jika perusahaan sedang
menyelesaikan suatu kegiatan, maka manajemen perusahaan dapat
membandingkan pelaksanaan kegiatan dengan anggaran yang telah
ditetapakan dalam perusahaan.

2.1.5 Jenis-jenis Anggaran

Menurut Sasongko (2019:10-128), jenis-jenis anggaran sebagai berikut :

1) Anggaran penjualan

Anggaran penjualan menyajikan informasi tentang perkiraan jumlah barang

jadi yang akan dijual oleh perusahaan dan harga jual yang diharapkan

diperoleh untuk periode anggaran mendatang. Perusahaan umumnya memulai

proses penyusunan dari anggaran penjualan karena anggaran penjualan akan

memengaruhi penyusunan anggran produksi, anggran biaya produksi, anggran

beban operasi, anggaran laba rugi, anggaran kas dan anggaran neraca.

3
2) Anggaran Produksi

Anggaran produksi adalah anggaran yang disusun oleh perusahaan untuk

menentukan jumlah barang jadi yang harus diproduksi perusahaan. Anggaran

ini harus dibuat setelah anggaran penjualan disusun karena perusahaan harus

menentukan jumlah barang jadi yang harus diproduksi dalam rangka

mendukung target penjualan yang ada di anggaran penjualan. Untuk dapat

menyusun anggran produksi dibutuhkan data seperti estimasi jumlah unit

barang jadi yang akan dijual pada periode mendatang, estimasi jumlah

persediaan barang jadi pada akhir periode anggaran, dan estimasi jumlah

persediaan barang jadi pada awal periode anggaran.

3) Anggaran Pemakaian Bahan Baku

Anggaran pemakaian bahan baku menyajikan informasi tentang kuantitas dan

biaya yang dikeluarkan untuk memproduksi barang jadi.

4) Anggaran Pembelian Bahan Baku

Setelah mengetahui jumlah bahan baku yang diperlukan untuk memproduksi

barang jadi, perusahaan harus menentukan banyaknya bahan baku yang akan

dibeli dalam satu periode anggaran. Jumlah bahan baku yang akan dibeli

pada satu periode anggaran dapat diketahui dengan menyusun anggaran

pembelian bahan baku. Selain itu, anggaran pembelian bahan baku juga

memperlihatkan harga bahan baku per unit dan total nilai pembelian bahan

baku dalam rupiah.

4
5) Anggaran Tenaga Kerja Langsung

Anggaran biaya tenaga kerja langsung memperlihatkan jumlah jam tenaga

kerja langsung yang dibutuhkan untuk meproduksi barang jadi yang

ditetapkan dalam anggaran produksi. Selain itu, anggaran biaya tenaga kerja

langsung memperlihatkan perkiraan tingkat upah yang akan diberikan oleh

perusahaan kepada tenaga kerja langsungnya.

6) Anggaran Biaya Overhead Produksi

Anggaran biaya overhead produksi memperlihatkan perkiraan biaya overhead

produksi yang harus dikeluarkan oleh perusahaan utnuk mencapai target

produksi seperti yang ditetapkan dalam anggaran produksi.

7) Anggaran Biaya Produksi

Anggaran biaya produksi memperlihatkan seluruh biaya produksi yang akan

dikeluarkan pada suatu tahun anggaran. Anggaran biaya produksi sebenarnya

hanya mengumpulkan informasi-informasi yang terdapat pada anggaran

pemakaian bahan baku, anggaran tenaga kerja langsung, dan anggaran

overhead.

8) Anggaran Beban Operasi

Setelah anggaran biaya produksi disusun, langkah berikutnya menyusun

anggaran beban operasi. Beban operasi adalah beban-beban yang dikeluarkan

untuk kegiatan-kegiatan selain kegiatan produksi. Kegiatan-kegiatan yang

menjadi sumber pengeluaran beban operasi umumnya terbagi dalam dua

kelompok kegiatan, yaitu kegiatan penjualan dan administrasi.

5
9) Anggaran Laba Rugi

Anggaran laba rugi disusun untuk memberikan informasi kepada manajemen

tentang jumlah laba atau rugi bersih yang akan diperoleh perusahaan dalam

suatu periode anggaran.

10) Anggaran Kas

Anggaran kas disusun oleh perusahaan agar pihak manajemen memeperoleh

informasi tentang likuiditas perusahaan pada periode mendatang karena

anggaran kas menyajikan informasi tentang perkiraan jumlah penerimaan dan

pengeluaran kas pada periode mendatang

11) Anggaran Neraca

Anggaran neraca adalah anggaran yang paling akhir disusun oleh perusahaan

dalam proses penyusunan anggaran induknya (master budget). Anggaran

neraca menyajikan informasi kepada manajemen tentang hasil akhir dari

seluruh anggaran yang telah disusun sebelumnya. Anggaran neraca juga

memperlihatkan kepada manajemen tentang pengaruh kebijakan yang

diambil oleh manajemen terhadap aset, kewajiban, dan ekuitas perusahaan

dalam suatu periode anggaran.

2.1.6 Syarat Penyusunan Anggaran Perusahaan

Penyusunan anggaran perlu memperhatikan beberapa syarat sebagai berikut:

1) Realistis. Artinya tidak terlalu optimis maupun pesimis. Anggaran dibuat


berdasarkan kemampuan yang ada baik kemampuan secara finansial
maupun sumber daya manusianya
2) Luwes. Artinya tidak terlalu kaku, dan memiliki peluang untuk
disesuaikan dengan keadaan yang mungkin berubah. Pihak manajemen
perlu mengamati perubahan lingkungan yang terus-menerus terjadi agar
dapat melakukan penyesuaian bilamana diperlukan.
6
3) Kontinyu. Artinya perlu diperhatikan secara terus-menerus dan tidak
merupakan suatu usaha yang insidentil. Anggaran adalah merupakan
kegiatan yang senantiasa selalu harus mendapatkan perhatian. Misalnya
setelah 3 bulan berjalan anggaran maka perlu dilihat apakah program yang
tercermin dalam anggaran sudah berjalan sesuai dengan rancana, akalu
belum harus dilakukan evaluasi dan kalau perlu dilakukan penyesuaian-
penyesuaian atau perlu direvisi, sehingga apa yang sudah menjadi tujuan
atau target manajemen dapat tercapai (Husnayetti, 2012:11).

2.1.7 Keunggulan dan Kelemahan Anggaran

Anggaran memiliki keunggulan dan kelemahan antara lain sebagai berikut:

1) Keunggulan
a) Hasil analisis lingkungan internal perusahaan yaitu analisis data
historis perusahaan yang menjelaskan kekuatan dan kelemahannya
kemudian dijadikan bahan baku untuk membuat program kerja di
masa mendatang.
b) Hasil analisis lingkungan eksternal yang menjelaskan peluang bisnis
dan kendala yang dihadapinya, kemudian dijadikan bahan baku untuk
membuat program kerja di masa mendatang.
c) Sebagai alat pedoman kerja dan pengendalian kegiatan operasional
dan keuangan.
d) Sebagai sarana koordinasi antar seksi, bagian, divisi dalam suatu
perusahaan.
e) Sebagai sumber rasa tanggungjawab dan partisipasi aktif semua
kepala seksi, bagian, divisi dalam suatu perusahaan.
f) Sebagai dasar untuk mengetahui wewenang dan tanggungjawab
semua level manajer.
2) Kelemahan
a) Prediksi kegiatan bisnis di masa mendatang, belum tentu tepat
mendekati kenyataan.
b) Perubahan kondisi politik, sosial, ekonomi, bisnis di masa mendatang
sulit diprediksi sehingga sering tidak terjangkau dalam pemikiran
pembuat anggaran.
c) Sering terjadi konflik kepentingan dalam penyusunan anggaran
maupun dalam pelaksanannya.
d) Pembuat anggaran (kepala seksi, bagian, divisi) sering berpikir
subyektif mementingkan seksinya, bagiannya, atau divisinya saja.
e) Anggaran pada umumnya sangat idealistik sehingga sulit dicapai dan
dapat mengakibatkan para pelaksan frustasi (Prawironegoro, 2010:13).

7
2.2 Anggaran Penjualan

Budget Penjualan adalah budget yang merencanakan secara sistematis dan

lebih terperinci tentang penjualan perusahaan selama periode tertentu yang akan

datang, yang di dalamnya meliputi kualitas barang, jumlah barang, harga barang,

waktu penjualan, serta tempat (daerah) pemasaran (Munandar, 2017:41)

Menurut Nafarin (2000:23), “Anggaran penjualan merupakan dasar

penyusunan anggaran lainnyab dan pada umumnya anggaran penjualan disusun

terlebih dahulu sebelum menyusun anggaran lainnya.”

2.2.1 Data dan Informasi untuk Menyusun Budget Penjualan

Menurut Munandar (2017:42-43), data dan informasi yang dibutuhkan

untuk menyusun budget penjualan, antara lain:

1) Data internal, yaitu data dan informasi yang ada di dalam perusahaan
sendiri, seperti misalnya :
a) Perkembangan penjualan di waktu-waktu yang lalu, baik tentang jenis
(kualitas), jumlah (kuantitas), harga, waktu, maupun tempat (daerah)
pemasarannya.
b) Kebijakan-kebijakan perusahaan yang berhubungan dengan
pemasaran.
c) Kapasitas yang nantinya diperlukan untuk menunjang penjualan
d) Tersedianya karyawan yang ditugasi di bidang pemasaran, baik
jumlahnya (kuantitas), maupun keterampilannya (kualitas).
e) Tersedianya fasilitas-fasilitas penunjang kegiatan pemasaran, seperti
misalnya gudang, kendaraan pengangkut, jaringan pemasaran, dan
sebagainya.
f) Tersedianya modal kerja untuk menunjang kegiatan pemasaran
2) Data eksternal, yaitu data dan informasi yang ada di luar perusahaan
sendiri, tetapi dirasa mempunyai pengaruh terhadap budget penjualan,
seperti misalnya:
a) Pesaing dan tingkat persaingan di pasar.
b) Posisi perusahaan dalam persaingan.
c) Jumlah penduduk dan tingkat pertumbuhannya.
d) Rata-rata penghasilan penduduk dan tingkat pertumbuhannya.
e) Konsumen, baik jumlahnya, tingkat penghasilannya, selera serta
keinginannya, dan sebagainya.
8
f) Elastisitas permintaan terhadap produk yang akan dijual oleh
perusahaan (demand elasticity), yang nantinya akan sangat
berpengaruh terhadap harga jual.
g) Agama, adat-istiadat, dan berbagai kebiasaan masyarakat.
h) Kebijakan-kebijakan pemerintah, baik di bidang politik, ekonomi,
sosial, budaya, maupun keamanan.
i) Keadaan perekonomian nasional maupun internasional.
j) Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, dan sebagainya.

2.2.2 Prosedur Penyusunan Anggaran Penjualan

Langkah penyusunan anggaran penjualan menurut Nafarin (2000:176),

yaitu:

1) Mempertimbangkan faktor yang memengaruhi anggaran penjualan.


2) Menetapkan harga jual untuk produk tertentu dan daerah tertentu.
3) Membuat taksiran (ramalan penjualan) tiap jenis produk yang akan dijual
dan penentuan produk yang akan dijual pada daerah tertentu.
4) Memperhitungkan anggaran penjualan.
5) Menyusun anggaran penjualan.

2.2.3 Forecast Penjualan

Forecast penjualan merupakan suatu perkiraan penjualan pada periode

tertentu yang akan datang dan dibuat berdasarkan data-data yang pernah terjadi

dan/atau mungkin akan terjadi. Teknik membuat forecast penjualan dapat

dilakukan secara kualitatif dan kuantitatif atau perpaduan dari cara kualitatif dan

kuantitatif.

Forecast penjualan yang dibuat secara kualitatif, seperti menggunakan

metode pendapat (judgement method). Sumber pendapat yang dipakai sebagai

dasar melakukan forecast penjualan, antara lain: pendapat salesman, manajer

pemasaran, dan pendapat para ahli atau survei konsumen. Forecast penjualan

yang menggunakan metode kuantitatif, umumnya menggunakan metode statistik.

9
Adapun metode statistik yang dapat dipergunakan dalam membuat forecast

penjualan, seperti analisis trend, standar kesalahan forecasting, dan analisis

korelasi (Nafarin, 2000: 24).

2.2.4 Metode Peramalan dan Penaksiran Anggaran Penjualan

Menurut Nafarin (2000:33), menjelaskan ada tiga metode penganggaran

penjualan yaitu:

1) Metode Least Square

Dengan menggunakan metode trend linear ini kecendrungan permintaan di

masa yang akan datang diwujudkan dalam bentuk garis lurus. Fungsi

persamaan dari metode ini adalah:

2) Metode Trend Moment

Metode moment menggunakan cara-cara perhitungan statistika dan matematika

tertentu untuk mengetahui fungsi garis lurus sebagai pengganti garis patah-

patah yang dibentuk oleh data historis perusahaan. Dengan demikian pengaruh

unsur subjektif juga dapat dihindarkan. Fungsi garis lurus :

3) Metode Kuadrat (Trend Garis Lengkung)

Pada dasarnya semua metode trend menggunakan prinsip yang sama, yaitu

berusaha mengganti atau mengubah garis patah-patah dalam grafik yang

dibentuk oleh data historis, menjadi garis yang teratur bentuknya, agar dapat

digunakan untuk melakukan penaksiran-penaksiran (forecasting). Adapun garis

yang lebih teratur tersebut secara umum dapat berbentuk garis lurus (linear)
10
dan dapat pula berbentuk garis lengkung (nonlinear). Bentuk parabola

semacam ini dinyatakan dalam suatu persamaan atau fungsi parabola, yaitu :

Sementara itu menurut Sasongko (2019:15-24), terdapat empat metode

dalam membuat perkiraan penjualan, yaitu:

1) Metode Rata-rata Bergerak (Moving Average)

Metode Rata-rata Bergerak (Moving Average) menggunakan sejumlah data dari

masa lalu untuk memperoleh perkiraan hasil di masa mendatang. Metode ini

akan sangat bermanfaat apabila kita dapat memastikan bahwa permintaan pasar

(pelanggan) akan tumbuh secara stabil untuk beberapa periode mendatang.

2) Metode Trend Moment

Metode trend moment menggunakan persamaan . Untuk mencari

nilai a dan b, digunakan persamaan di bawah ini.

∑ ∑ ∑

3) Metode Perkiraan Asosiatif: Regresi dan Analisis Korelasi

Berikut ini adalah persamaan regresi sederhana yang dapat digunakan untuk

memprediksi nilai variabel dependen berdasarkan perubahan yang terjadi pada

nilai variabel dependen berdasarkan perubahan yang terjadi pada nilai variabel

independen.

11
Dimana:

y = nilai dari variabel dependen adalah penjualan produk


a = konstanta atau garis intercept
b = slope atau kemiringan dari garis regresi
x = variabel independen

4) Metode Analisis Industri

Metode yang digunakan untuk melakukan peramalan penjualan dengan

memperkirakan penjualan industrinya. Jika pertumbuhan penjualan industri

tempat perusahaan berada menurun maka membuat penjualan perusahaan yang

ada di dalamnya juga menurun.

2.2.5 Standar Kesalahan Forecasting

Didalam analisis trend ada dua metode yang dapat digunakan dalam ramalan

penjualan, yaitu metode trend garis lurus (least square dan moment) dan metode

trend garis lengkung. Untuk menentukan metode yang paling sesuai dari kedua

metode tersebut, dipergunakanlah standar kesalahan forecasting (SKF). Nilai SKF

yang terkecil menunjukkan bahwa peramalan yang disusun mendekati kesesuaian.

Menurut Nafarin (2000:105), rumus standar kesalahan forecasting (SKF) adalah

sebagai berikut:

∑ -
SKF =√

Keterangan :
X = penjualan nyata
Y = ramalan penjualan
n = jumlah data yang dianalisis

12
2.3 Anggaran Pembelian

Menurut Christina (2001:74), “Anggaran adalah semua anggaran yang

berhubungan dengan perencanaan secara terperinci mengenai penggunaan barang

dagang selama periode yang akan datang”.

Menurut Welsch (2001:207), anggaran pembelian dapat dibagi berdasarkan:

1) Jumlah setiap barang dagang yang akan dibeli.

2) Penentuan waktu pembelian.

3) Perkiraan besarnya biaya barang yang dibeli.

Menurut Welsch (2001:208) untuk mebuat anggaran pembelian, manajer

perlu bertanggung jawab atas hal-hal berikut:

1) Mematuhi kebijakan-kebijakan manajemen tentang tingkat persediaan


barang dagang.
2) Menentukan jumlah unit dan waktu pembelian untuk setiap jenis barang
dagang.
3) Memperkirakan biaya per unit dari setiap barang dagang yang akan dibeli.

2.3.1 Tujuan Penyusunan Anggaran Pembelian

Tujuan penyusunan anggaran pembelian menurut Christina (2001:75)

adalah sebagai berikut:

1) Perkiraan jumlah kebutuhan barang dagang.


2) Pekiraan jumlah pembelian barang dagang yang dibutuhkan.
3) Dasar perkiraan kebutuhan dana dalam pembelian barang dagang.
4) Dasar penentuan komponen harga pokok produk karena pemakaian
barang dagang.
5) Dasar pengawasan penggunaan barang dagang.

13
2.3.2 Faktor-Faktor Yang Perlu Dipertimbangkan Dalam Penyusunan Anggaran

Pembelian

Faktor-faktor yang perlu dipertimbangkan dalam penyusunan anggaran

pembelian menurut Christina dkk, (2001:76) adalah sebagai berikut:

1) Anggaran unit kebutuhan barang dagang.


2) Biaya pengadaan (set-up cost).
3) Biaya-biaya penyimpanan dan risiko penyimpanan (carrying cost)
4) Fluktuasi harga barang dagang.
5) Tersedianya barang dagang di pasar.
6) Kebijakan perusahaan terhadap persediaan barang dagang, yang pada
umumnya dipengaruhi oleh: fasilitas tempat penyimpanan, risiko
kerugian, biaya-biaya penyimpanan, tingkat perputaran persediaan bahan
baku, lead time dan modal kerja yang dimiliki.

2.3.3 Metode Penyusunan Anggaran Pembelian

Metode penyusunan anggaran pembelian menurut Sasongko (2019:42-43)

adalah sebagai berikut:

1) Anggaran pembelian dengan stabilitas produksi


Metode pembelian dengan stabilitas produksi adalah kebijakan untuk
berproduksi pada tingkat produksi yang sama setiap bulannya dalam satu
tahun.
2) Anggaran pembelian dengan stabilitas persediaan
Maksud dari metode ini adalah perubahan pada setiap periodenya itu
sama (fluktuasi dari persediaan). Cara penyusunannya adalah:
a) Menentukan selisih antara persediaan awal dan akhir dan
membandingkan selisih tersebut dengan periode yang ingin
dianggarkan.
b) Jika persediaan awal lebih besar dari persediaan akhir maka rencana
produksi atau rencana pembelian lebih kecil daripada penjualan.
c) Jika persediaan awal lebih kecil dari persediaan akhir maka rencana
produksi atau rencana pembelian lebih besar daripada penjualan.

14
2.3.4 Format Penyusunan Anggaran Pembelian

Tabel 2.1 Format Anggaran Pembelian


Rencana Persediaan Persediaan Rencana
Kebutuhan
Bulan Penjualan Akhir BD Awal BD Pembelian
(c=a+b)
(a) (b) (d) (e=c-d)
Januari
Februari
Maret
April
Mei
Juni
Juli
Agustus
September
Oktober
November
Desember
Sumber : Nafarin (2000:21)

15

Anda mungkin juga menyukai