0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
82 tayangan31 halaman

Rencana Pascatambang Berkelanjutan CV Bintang Utama

Dokumen tersebut membahas rencana pascatambang yang akan dilaksanakan oleh CV Bintang Utama Manyampa setelah selesainya kegiatan penambangan di Kabupaten Bulukumba. Rencana ini mencakup profil wilayah tambang, program reklamasi lahan bekas tambang dan pemantauan lingkungan pascatambang, serta biaya yang dibutuhkan untuk merealisasikan rencana tersebut.

Diunggah oleh

Ramli Ramli
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
82 tayangan31 halaman

Rencana Pascatambang Berkelanjutan CV Bintang Utama

Dokumen tersebut membahas rencana pascatambang yang akan dilaksanakan oleh CV Bintang Utama Manyampa setelah selesainya kegiatan penambangan di Kabupaten Bulukumba. Rencana ini mencakup profil wilayah tambang, program reklamasi lahan bekas tambang dan pemantauan lingkungan pascatambang, serta biaya yang dibutuhkan untuk merealisasikan rencana tersebut.

Diunggah oleh

Ramli Ramli
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

BAB I

PENDAHULUAN

1.1.Latar Belakang

Kegiatan pembangunan seringkali menyebabkan kerusakan lingkungan,

sehingga menyebabkan penurunan mutu lingkungan, berupa kerusakan ekosistem yang

selanjutnya mengancam dan membahayakan kelangsungan hidup manusia itu sendiri.

Kegiatan seperti pembukaan hutan, penambangan, pembukaan lahan untuk industri

lain. Akibat yang ditimbulkan antara lain kondisi fisik, kimia dan biologis tanah menjadi

buruk, seperti contohnya lapisan tanah tidak berprofil, terjadi bulk density (pemadatan),

kekurangan unsur hara yang penting, pH rendah, pencemaran oleh logam-logam berat

pada lahan bekas tambang, serta penurunan populasi mikroba tanah. Untuk itu

diperlukan adanya suatu kegiatan sebagai upaya pelestarian lingkungan agar tidak

terjadi kerusakan lebih lanjut. Upaya tersebut dapat ditempuh dengan cara

merehabilitasi ekosistem yang rusak. Dengan rehabilitasi tersebut diharapkan akan

mampu memperbaiki ekosistem yang rusak sehingga dapat pulih, mendekati atau

bahkan lebih baik dibandingkan kondisi semula.

Harus diakui aktivitas pertambangan mineral dan batubara sangat berpotensi

menyebabkan gangguan terhadap fungsi lingkungan.Sebagai kebijakan yang searah

dengan pembangunan berkelanjutan dan tetap mengedepankan fungsi lingkungan,

maka tiap perusahaan pemegang IUP haruslah memiliki konsep sejak awal tentang

penataan lahan bekas tambang.

Pascatambang_CV. Bintang Utama Manyampa Page 1


Pertambangan yang baik dan benar merupakan suatu keharusan bagi setiap

pemegang IUP baik pada tahapan Eksplorasi, maupun tahapan Operasi Produksi yang

akan dilakukan oleh pemegang IUP tersebut. Salah satu kewajiban yang menjadi suatu

tanggung jawab pemegang Izin Usaha Pertambangan adalah penataan dalam bentuk

adanya atau tersusunnya suatu dokumen yang membahas masalah perlindungan

lingkungan, salah satu bentuk aplikasinya adalah kewajiban rencana pascatambang.

Kegiatan pascatambang yang menjadi tanggungjawab pemegang IUP (CV.

BINTANG UTAMA MANYAMPA) yaitu berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 78 Tahun

2010 tentang Reklamasi dan pascatambang yang menjadi dasar regulasi pada

pelaksanaan reklamasi dan pascatambang serta petunjuk teknis penyusunan Laporan

Rencana Reklamasi dan pascatambang dan Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya

Mineral nomor 7 tahun 2014 tentang pelaksanaan Reklamasi dan Pascatambang.

Pemegang IUP CV. BINTANG UTAMA MANYAMPA merupakan perusahaan

pemegang IUP eksplorasi yang diterbitkan oleh Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan,

penyusunan dokumen ini adalah salah satu persyaratan peningkatan IUP Eksplorasi ke

IUP Operasi Produksi.

1.2. Maksud dan Tujuan

Kegiatan pertambangan telah berlangsung sejak lama, pengelolaan

pertambangan tersebut relatif tidak berubah, yang berubah adalah sekala kegiatannya.

Mekanisasi peralatan pertambangan telah menyebabkan sekala pertambangan semakin

membesar. Perkembangan teknologi menyebabkan lebih ekonomis, sehingga semakin

luas dan semakin dalam mencapai lapisan bumi jauh di bawah permukaan. Hal ini

Pascatambang_CV. Bintang Utama Manyampa Page 2


menyebabkan kegiatan tambang menimbulkan dampak lingkungan yang sangat besar

dan bersifat penting. Pengaruh kegiatan pertambangan mempunyai dampak yang

sangat signifikan terutama berupa pencemaran antara lain air permukaan dan air tanah.

Rencana pascatambang diharapkan menjadi dokumen yang dinamis, yang akan

ditinjau secara berkala dan diperbaharui sesuai dengan rencana pertambangan dan

operasi yang dibuat di masa yang akan datang, perubahan kondisi tapak tambang,

keterlibatan masyarakat dan masukan yang diperoleh akibat perkembangan teknologi

dan metode rencana penutupan. Dokumen ini menguraikan rencana pascatambang

yang diukur pada tingkat konseptual untuk menyediakan dasar perhitungan biaya

reklamasi dan rehabilitasi dokumen Pascatambang yang final dan akurat yang akan

disampaikan sebelum pelaksanaan pascatambang.

Pada pascatambang, infrakstruktur dan fasilitasnya, pemegang IUP CV. BINTANG

UTAMA MANYAMPA akan mereklamasi lahan bekas tambang dan bukan bekas

tambang dengan cara yang aman dan berwawasan lingkungan untuk memenuhi

tujuanantara lain sebagai berikut:

 Perlindungan terhadap kesehatan dan keselamatan masyarakat sekitar WIUP

 Mengurangi atau mencegah degradasi lingkungan akibat penambangan.

 Mereklamasi lahan bekas tambang dan lahan bukan bekas tambang untuk

memungkinkan penggunaan kembali yang bermanfaat bagi masyarakat dan

pemerintah.

Pascatambang_CV. Bintang Utama Manyampa Page 3


1.3. Pendekatan dan Ruang Lingkup

Aktivitas pertambangan haruslah dijalankan secara berkelanjutan karena

sifatnya yang sementara atau jangka pendek dan mengambil sumberdaya yang tak

terpulihkan (un-renewable resources).Pemulihan lahan yang terganggu akibat aktivitas

pertambangan harus dioptimalkan sehingga menjadi lahan yang produktif. Selain itu,

manfaat dari aktivitas pertambangan perlu dikonversi ke dalam bentuk lain

(transformasi manfaat) agar pembangunan tetap dapat berlanjut dan tetap

memberikan manfaat kesejahteraan di daerah sekitarnya.

Pemegang IUP dalam hal ini CV. BINTANG UTAMA MANYAMPA akan

melanjutkan reklamasi bekas tambang secara progresif selama usia tambang, untuk

mengurangi luas area yang harus direklamasi pada saat pascatambang. Pemegang IUP

menjalankan program revegetasi di wilayah yang tidak aktif dengan cara yang mutakhir,

termasuk di dalamnya mengganti dan memberi tingkatan kesuburan pada tanah.

Tindakan rehabilitasi dan reklamasi akan diimplementasikan secara progresif

selama sisa umur tambang (khususnya di daerah yang sudah ditambang). Sebagian

besar bekas tambang, bangunan dan infrastruktur akan dibongkar dan tapak akan

direklamasi pada saat tambang ditutup. Secara keseluruhan untuk area tambang yang

telah terganggu akan dilakukan tindakan reklamasi tambang, termasuk revegetasi yang

menggunakan jenis tumbuhan local. Kegiatan revegetasi ini sedapat mungkin akan

memulihkan kondisi area bekas tambang.

Secara umum, rencana pascatambang antara lain adalah

Pascatambang_CV. Bintang Utama Manyampa Page 4


1. Profil wilayah yang terdiri dari

a. Lokasi dan kesampaian wilayah

b. Kepemilikan dan peruntukan lahan

c. Rona lingkungan awal yang meliputi: peruntukan lahan, morfologi, air permukaan, air

tanah, biologi akuatik dan terestrial, serta sosial, budaya, dan ekonomi sesuai dengan

dokumen lingkungan hidup yang telah disetujui.

d. Kegiatan lain disekitar tambang

2. Deskripsi kegiatan pertambangan yang meliputi keadaan cadangan awal, sistem dan

metode penambangan, pengolahan, serta fasilitas penunjang.

3. Rona lingkungan awal yang meliputi: peruntukan lahan, morfologi, air permukaan, air

tanah, biologi akuatik dan terestrial, serta sosial, budaya, dan ekonomi

4. Program pascatambang meliputi: reklamasi pada lahan bekas tambang dan lahan diluar

bekas tambang, pengembangan sosial, budaya dan ekonomi, pemeliharaan hasil

reklamasi, pemantauan.

5. Organisasi termasuk jadwal pelaksanaan pascatambang

6. Kriteria keberhasilan pascatambang, meliputi standar keberhasilan pada tapak bekas

tambang, fasilitas pengolahan dan pemurnian, fasilitas penunjang dan pemantauan

7. Rencana biaya pascatambang

Pascatambang_CV. Bintang Utama Manyampa Page 5


BAB II

PROFIL WILAYAH

2.1. Lokasi dan Kesampaian Daerah

Secara geografis Kabupaten Bulukumba terletak pada koordinat antara 5°20” sampai

5°40” Lintang Selatan dan 119°50” sampai 120°28” Bujur Timur. Batas-batas

wilayahnya adalah:

- Sebelah Utara: Kabupaten Sinjai

- Sebelah Selatan: Kabupaten Kepulauan Selayar

- Sebelah Timur: Teluk Bone

- Sebelah Barat: Kabupaten Bantaeng

Pascatambang_CV. Bintang Utama Manyampa Page 6


Lokasi

Gambar 1

Peta Tunjuk Kabupaten Bulukumba

2.2 Kepemilikan dan Peruntukan Lahan

Status lahan merupakan hal utama dalam penentuan pola serta pemanfaatan

ruang pascatambang, status kepemilikan lahan merupakan hak milik perusahaan

(pemilik IUP). Lahan kegiatan pertambangan merupakan kawasan atau wilayah dimana

areal tersebut tidak terdapat kegiatan usaha masyarakat.

Secara umum tataguna lahan berada diluar dari wilayah kawasan kehutanan

atau merupakan wilayah APL (area pengguna lainnya).Wilayah izin usaha pertambangan

Pascatambang_CV. Bintang Utama Manyampa Page 7


(WIUP) dan sekitarnya atau wilayah Desa Manyampa Kecamatan Ujung Loe Kabupaten

Bulukumba, peruntukannya untuk area tambak ikan

2.3. Rona Lingkungan Awal

1. Komponen Geofisik Kimia


Lokasi pengukuran kualitas udara maupun kualitas perairan dilakukan yaitu untuk

kualitas udara di daerah pemukiman dan daerah penambangan di Desa Manyampa Kec.

Ujung Loe Kab. Bulukumba

a. Temperatur Udara
Temperature udara merupakan unsur iklim yang sangat penting.Temperature

udara ini selalu berubah-ubah dengan tempat dan waktu, sebagai eksperesi dan

perambatan energi yang dipancarkan oleh gelombang elektromagnetik dari cahaya.

Temperatur ini secara fisik dan respon oleh permukaan bumi yang variatif yang

memungkinkan terjadinya perbedaan dipermukaan bumi ini.Oleh sebab itulah maka

seringkali berubah dari satu tempat ketempat lain. Disamping itu temperatur juga akan

mengalami perubahan dari satu waktu ke waktu lainnya pada tempat yang sama

berkaitan dengan rotasi bumi

Hasil pengukuran langsung suhu di lingkungan sekitar wilayah studi,

rangkuman umum tentang perubahan temperatur tersebut adalah suhu udara

kisaran210C .

b. Debu

Debu salah satu paremeter yang dikaji, dari perakkiraan sumber dampak terjadi

dari kegiatan penggalian dan pengolahan, oleh karena itu parameteter ini perlu dikaji.

Adapun nilai paparan debu di udara sekitar lokasi rencana tambang dan pemukiman

Pascatambang_CV. Bintang Utama Manyampa Page 8


yaitu 19,78 µg/Nm3dan SO2 0,26 µg/Nm3 dan CO 374,27 µg/Nm3. Masih memenuhi

standar kualitas udara Berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 41 Tahun 1999 tentang Baku

Mutu Udara AmbienNasonal.

2. Kalitas Perairan Parameter Fisika

a. Temperatur (Suhu)

Besarnya panas dalam suatu bahan ditunjukkan oleh besaran yang disebut suhu atau

temperatur dengan satuan pengukuran derajat celcius dan diukur dengan

menggunakan alat thermometer. Suhu yang tinggi dalam air akan mempengaruhi

ketersediaan oksigen dan pada akhirnya dapat mengganggu kehidupan mikroorganisme

dalam air. Hasil analisis temperatur sampel air sekitar tapak proyek menunjukkan nilai

pada kisaran 210C. Nilai temperatur sampel air ini masih memenuhipersyaratan Nilai

Baku Mutu (deviasi 3 dari temperatur udara) berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor

82 Tahun 2001, tentang Pengelolaan Kualitas Air dan Pengendalian Pencemaran Air.

3. Komponen Biologi Darat

Keadaan vegetasi yang di rencana areal Pertambangan CV. BINTANG UTAMA

MANYAMPA dan sekitarnya terdiri atas pepohonan dan tanaman pekarangan.Pada

kebun campuran dan tanaman pekarangan terdapat beberapa jenis tanaman yang

didominasi oleh jenis tanaman budidaya yaitu pisang, mangga, jambu, beberapa

tanaman yang juga di jumpai seperti pohon jati.

Adapun daerah sekitar yaitu lahan Perkebunan.Rendahnya vegetasi sekitar

lokasi di pengaruhi oleh kondisi substrat tanah sekitar yang cenderng berbatu sehingga

tidak semua lahan dapat ditumbuhi pepohonan.

Pascatambang_CV. Bintang Utama Manyampa Page 9


3. Sosial, Budaya dan Ekonomi

Hampir keseluruhan masyarakat di Kecamatan Ujung Loe ber-etnis bugis dan

merupakan penduduk asli daerah ini. Masyarakat Kecamatan Ujung Loe hampir secara

keseluruhan menganut agama Islam, sehingga kehidupan keagamaan dalam

masyarakat bersifat homogen.Ada beberapa sarana ibadah yang ada di wilayah

kecamatan ini.

Pascatambang_CV. Bintang Utama Manyampa Page 10


BAB III

DESKRIPSI KEGIATAN PERTAMBANGAN

3.1. Keadaan Sumber Daya dan Cadangan Awal

Perhitungan Sumberdaya komoditas batuan jenis Tanah Urug dalam wilayah izin

usaha pertambangan (WIUP) atas nama CV. BINTANG UTAMA MANYAMPA Kecamatan

Ujung Loe Kabupaten Bulukumba ditentukan berdasarkan tingkat kepercayaan.

Perkiraan potensi sumberdaya yang mungkin (possible), ditentukan berdasarkan hasil

perkalian luas penyebaran, tebal rata-rata dalam meter

Berdasarkan hasil perhitungan dengan menggunakan rumus tersebut diatas

jumlah sumberdaya komoditas batuan jenis Tanah Urug adalah sebesar 8.658.100 m3.

Dari jumlah sumberdaya ini, sebagian telah ditingkatkan menjadi cadangan melalui

pengkajian kelayakan ditinjau dari beberapa aspek, sehingga untuk sementara jumlah

cadangan adalah 8.658.100 m3 yang dilakukan secara bertahap dan mengikuti kaidah

keilmuan geologi yang berlaku, terdapat beberapa kegiatan dalam eksplorasi antara lain

pemetaan geologi. Berdasarkan hasil eksplorasi tersebut akan didapat sumberdaya dan

cadangan baru disuatu lokasi dalam wilayah izin usaha pertambangan.

3.2. Sistem dan Metode Penambangan

Kegiatan pertambangan yang dilakukan adalah menggunakan sistem tambang

terbuka (quary) pada daerah perbukitan dengan mengambil elemen material batuan

dan tanah yang dilokasi tersebut, dengan metode kerja sebagai berikut :

Pascatambang_CV. Bintang Utama Manyampa Page 11


a) Material tambang yang ada diperbukitan di bongkar dan di ambil dengan

cara mekanis menggunakan alat gali excavator.

b) Proses ini akan menghasilkan bongkahan batu ukuran besar dan kecil. Batu-

batu tersebut akan dikumpulkan berdasarkan ukurannya didalam lokasi

kegiatan atau juga dapat langsung dilakukan pemuatan menggunakan

excavator atau wheeloader sebagai alat muat kedalam dump truck sebagai

alat angkut untuk dibawa ke lokasi pemesanan material.

Metode penambangan tersebut dianggap relatif lebih baik dan efisien karena

pembukaan lahan dilakukan secara bertahap dan lubang-lubang bekas tambang bisa

langsung dilakukan penataan lahan untuk persiapan reklamasi dan pascatambang.

3.3. Fasilitas Penunjang

Kegiatan operasi produksi dapat beroperasi apabila ditunjang oleh fasilitas

penunjang yang memadai sehingga sarana infrastruktur yang dibuat sifatnya hanya

menjadi pendukung kegiatan, perusahaan hanya membangun kantor,

gudang/workshop, toilet, dan sarana olah raga yang pembangunannya melibatkan

masyarakat/penduduk lokal di sekitar wilayah izin usaha pertambangan. Sarana

olahraga yang disamping dimanfaatkan oleh pekerja tambang juga oleh masyarakat

sekitar lokasi pertambangan yaitu Desa Manyampa Kec. Ujung Loe Kab. Bulukumba

Pascatambang_CV. Bintang Utama Manyampa Page 12


BAB IV

RONA LINGKUNGAN AKHIR LAHAN PASCATAMBANG

4.1. Keadaan Cadangan Tersisa

Industri pertambangan merupakan salah satu industri yang memiliki potensi

mengganggu lingkungan hidup dimana penambangan dengan bantuan alat mekanis

dilakukan terhadap sumberdaya/cadanganyang tidak dapat dilepaskan dari lingkungan

pembentukannya di bumi. Daerah dengan tatanan geologis tertentu akan menghasilkan

sumberdaya serta cadangan mineral yang ekonomis. Oleh karena itu, pertambangan

memiliki potensi untuk menjadi agen perubahan di suatu daerah karena umumnya

tambang berlokasi di remote area yang akhirnya dapat membuka akses dan

meningkatkan infrastruktur di sekitar lokasi tersebut.

Setelah melakukan perhitungan sumber daya dan cadangan dimana jumlah

cadangan di wilayah izin usaha pertambangan (WIUP) adalahs ekitar 8.658.100 m3

sedangkan sasaran produksi per tahunadalah sekitar 120.400 m 3 kemungkinan lamanya

izin usaha pertambangan yang diberikan oleh Gubernur Sulawesi Selatan sesuai

ketentuan yang berlakuadalah selama 69 tahun maka perkiraan jumlah produksi selama

masa berlakunya izin usaha pertambangan tersebut yaitu 69 tahun adalah sebesar

8.658.100 m3.

Setelah berakhir izin usaha pertambangan maka langkah selanjutnya adalah

bagaimana penghitungan sisa cadangan yaitu nilai angka neraca didapat dari nilai

sumber daya kemudian dikurangi data produksi selama 69 tahun masa izin. Maka

Pascatambang_CV. Bintang Utama Manyampa Page 13


neraca sumber daya komoditas mineral bukan logam jenis Tanah Urug yang tersisa

setelah masa izin usaha pertambangan berakhir adalah masih ada sumber daya yang

tersisa, yang memungkinkan ditingkatkan menjadi cadangan sehingga masih bisa

diperpanjang.

4.2 Peruntukan Lahan

Pemulihan lahan yang terganggu akibat aktivitas pertambangan harus

dioptimalkan sehingga menjadi lahan yang produktif. Selain itu, manfaat dari aktivitas

pertambangan perlu dikonversi ke dalam bentuk lain (transformasi manfaat) agar

pembangunan tetap dapat berlanjut dan tetap memberikan manfaat kesejahteraan di

wilayah izin usaha pertambangan (WIUP) dan sekitarnya.

Peruntukan lahan pada akhir pascatambang sebelumnya akan disesuaikan

dengan Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Bulukumba yang ditetapkan dalam

Perda, dan beberapa masukan dan hasil konsultasi pemangku kepentingan. Secara garis

besar kondisi lahan pada akhir kegiatan usaha pertambangan telah direhabilitasi.

4.3 Morfologi

Kegiatan operasi produksi (penambangan Tanah Urug). Untuk meminimalisasi

dampak lingkungan pascatambang, maka perusahaan pemegang IUP diwajibkan untuk

melakukan upaya reklamasi, untuk mencapai kondisi seperti sebelum ditambang atau

kondisi lain yang telah disepakati dalam dokumen lingkungan. Masalah utama yang

timbul akibat kegiatan penambangan Tanah Urug di wilayah izin usaha pertambangan,

adalah terjadinya perubahan kondisi lingkungan berupa perubahan morfologi dan

Pascatambang_CV. Bintang Utama Manyampa Page 14


topograpi akibat kegiatan pertambangan, bebarapa upaya untuk mengelola lahan

pascatambang difokuskan untuk memperbaiki siklus hidrologi dan kegiatan revegetasi

agar supaya bisa memelihara daya dukung lingkungan seperti kondisi sebelum

ditambang. Untuk menganalisis kemungkinan penggunaan lahan pascatambang sebagai

antara lain penampung air, persawahan dan pemukiman dilakukan pendataan geologi

dan litologi, pengambilan conto, interpretasi petrographi, uji infiltrasi, karakteristik

hidrologi, curah hujan, sifat fisik dan kimia air dan tanah. Dengan melakukan rekahan

buatan, menggunakan tanaman tertentu dan rekayasa teknik pada lahan bekas

tambang dan bukan bekas tambang, maka diperkirakan sebagian air permukaan dapat

dikembalikan sebagai suplai airtanah, yang otomatis akan mengurangi airluah. Dengan

upaya ini diharapkan akan terjadi proses secara alamiah pada lantai pascatambang,

sehingga dalam jangka panjang, siklus hidrologi didaerah ini akan seperti kondisi

sebelum ditambang.

Walaupun topografi sebelum penambangan tidak bisa direplikasi total, bentang

alam setelah penambangan diharapkan dapat bersatu dengan baik dengan area

sekitarnya yang tidak terganggu. Penggunaan tumbuhan alami dan jenis pepohonan

akan mempercepat proses reklamasi. Seiring dengan waktu, reklamasi tapak dan upaya

revegetasi akan menghasilkan bentang alam yang tampak alami dan menyatu dengan

sangat baik dengan topografi di sekitarnya. Vegetasi yang telah direklamasi dengan baik

akan mengaburkan bentukan yang dibuat manusia

Pascatambang_CV. Bintang Utama Manyampa Page 15


4.4. Sosial, Budaya, dan Ekonomi

Rencana kegiatan pascatambang, pemegang IUP telah melakukan

pengembangan dan pemberdayaan masyarakat sesuai ketentuan yang berlaku, dan

dirancang untuk meningkatkan kepercayaan diri masyarakat dan meringankan dampak

dari pascatambang melalui pengembangan usaha oleh masyarakat sebagaimata

pencaharian baru.

Aktifitas usaha ekonomi produktif banyak tumbuh di pedesaan.Sebagian besar

kelompok usaha rakyat yang dikenal dengan istilah Usaha Mikro Kecil dan Menengah

(UMKM) ini masih dijalankan secara tradisional.Ciri usaha yang bersifat tradisional

adalah belum adanya penerapan manajemen yang jelas, orientasi usahanya berjangka

pendek, dalam arti sekedar memenuhi kebutuhan hidup sesaat, tidak ada investasi

jangka panjang dan tidak berorientasi pasar.Untuk mengangkat potensi usaha kecil ini,

kemudian ditawarkan bentuk usaha dengan konsep kelompok usaha bersama. Dengan

cara ini diharapkan masyarakat sasaran mampu menciptakan dinamika ekonomi

pedesaan. Program ini dilaksanakan berdasarkan empat prinsip utama, yaitu : (1)

Keberpihakan kepada kepentingan masyarakat, (2) Menjadi bagian strategi bisnis

perusahaan, (3) Berkontribusi untuk peningkatan ekonomi keluarga dan kualitas hidup

masyarakat dan (4) Menjunjung tinggi etika bisnis. Pengembangan dan pemeberdayaan

masyarakat sekitar wilayah izin usaha pertambangan (WIUP) di Kecamatan Ujung Loe

Kabupaten Bulukumbajuga dapat dilakukan melalui penerapan usaha jasa

pertambangan melalui perizinan yaitu izin usaha jasa pertambangan (IUJP) dan surat

keterangan terdaftar (SKT) sepanjang kegiatan pertambangan bisa dilakukan oleh

kontraktor lokal, maka kontraktor dari luar sedapat mungkin dihindari.

Pascatambang_CV. Bintang Utama Manyampa Page 16


BAB V

PROGRAM PASCATAMBANG

Program pascatambang antara lain kegiatan pembongkaran fasilitas

pertambangan, kemudian dilakukan kegiatan reklamasi pada lahan yang telah

dibongkar, pemeliharaan dan perawatan serta sosial dan ekonomi. Pada saat

pascatambang, seluruh struktur buatan manusia akan dibongkar kecuali pemerintah

atau masyarakat masih ingin mempertahankan selanjutnya dilakukan reklamasi pada

lahan yang telah dibongkar. Permukaan tanah akan dibuat bertingkat untuk menutupi

bekas-bekas topografi asli yang terganggu. Penutupan dengan tanah pucuk akan

dipersiapkan sebelum tahap penanaman, sebagai langkah akhir reklamasi lahan. Untuk

memastikan keberhasilan reklamasi, akan dilakukan perawatan dan pemantauan hingga

tutupan vegetasi telah mencapai pertumbuhan yang cukup stabil dan kuat untuk dapat

bertahan sehingga kriteria keberhasilan pascatambang dapat dicapai yang telah

ditetapkan oleh pemerintah.

Penjelasan secara rinci juga dijelaskan dalam bab ini yaitu tentang penonaktifan

dan atau pembongkaran beberapa fasilitas di area tapak tambang, fasilitas pengolahan,

fasilitas bengkel, serta fasilitas penunjang lainnya.

Pascatambang_CV. Bintang Utama Manyampa Page 17


5.1. Reklamasi

a. Tapak bekas tambang

1. Pembongkaran fasilitas tambang

Pembongkaran sarana penunjang fasilitas tambang tidak terlalu membebani

perusahaan pemegang IUP OP dikarenakan dibuat semi permanen dan sebagian lagi

tidak dibongkar melainkan dihibahkan atau disumbangkan bagi kegiatan sosial

kemasyarakatan yang ada disekitar wilayah kegiatan operasi produksi (penambangan)

oleh CV. BINTANG UTAMA MANYAMPA dan jika akan dilakukan pembongkaran akan

melibatkan masyarakat sekitar penambangan, material sisa dapat dimanfaatkan lebih

lanjut oleh masyarakat atau bangunan itu sendiri tetap dipelihara untuk dimanfaatkan

sebagai sarana kegiatan ekonomi kerakyatan di sekitar wilayah izin usaha

pertambangan di Kecamatan Ujung Loe Kabupaten Bulukumba.

2.Reklamasi lahan bekas fasilitas Tambang

Tanah atau areal bekas lokasi kegiatan operasi produksi atau lahan bekas

tambang dan lahan bukan bekas tambang tersebut dapat direklamasi. Kegiatan lain dan

sangat penting yaitu lahan bekas penyimpanan BBM, Oli, Sisa Solar harus segera

dibersihkan karena termasuk B3, drum oli bekas dikeluarkan. Media yang digunakan

untuk menyerap ceceran oli dan solar tersebut harus dimusnahkan sesuai ketentuan

peraturan perundang undangan yang berlaku.

Pascatambang_CV. Bintang Utama Manyampa Page 18


3. Pembongkaran dan reklamasi jalan tambang

Akses jalan bekas tambang dan bukan bekas tambang yang ada dipertimbangkan

untuk dibuat lebih baik lagi, selain tidak adanya akses jalan di lokasi penambangan juga

dapat berfungsi sebagai jalan rintisan untuk mempermudah kegiatan ekonomi

masyarakat,selain itu bekas jalan tambang dapat dimanfaatkan untuk kegiatan

pengangkutan hasil budidaya masyarakat yang hidup di sekitar wilayah izin usaha

pertambangan

4. Reklamasi lahan bekas tambang permukaan

Lahan bekas tambang permukaan berupa front tambang secara keseluruhan

direklamasi secara bertahap serta sumber air untuk kegiatan budidaya pertanian. Lahan

bekas penambangan ditata kembali kemudian melakukan penyebaran tanah pucuk dan

penataan akhir permukaan tanah dan sebagian revegetasi.

5.Reklamasi lahan bekas tambang kolam pengendap

Bekas kolam pengendap akan dibongkar atau diratakan kembali dikarenakan

pembuatan kolam pengendap hanya meninggalkan tanggul-tanggul kolam, air pada

kolam dipompa keluar dan tanggul-tanggul pembatasnya diratakan kembali atau kolam

mini akan dipertahankan sebagai kolam ikan atau reservoir air untuk kebutuhan

masyarakat di sekitar wilayah izin usaha pertambangan.

6. Pengamanan lahan bekas tambang

Lokasi lahan bekas pertambangan yang telah direklamasi diberi tanda

peringatan dilarang masuk sampai kegiatan reklamasi dan pascatambang benar-

Pascatambang_CV. Bintang Utama Manyampa Page 19


benardisetujui oleh stakeholder yang berkompeten sesuai ketentuan keberhasilan

pascatambang.

b. Fasilitas Penunjang

1. Reklamasi lahan bekas landfill

Sampah organik dan sampah industri yang dihasilkan dari aktifitas

penambangan maupun aktifitas tenaga kerja seperti sisa bungkus makanan, plastik air

mineral sebagian langsung dibuang pada tempat sampah non B3 dan dimusnahkan,

sedangkan material lain yang lebih besar dikumpulkan terlebih dahulu. Setelah

pascatambang landfill yang dipenuhi dengan material besar akan diremediasi dan

diolah setelah material pengisinya dipindahkan terlebih dahulu.

2. Remediasi Tanah

Yang terkontaminasi tumpahan oli dan solar yaitu menggunakan media yang

berfungsi menyerap tumpahan kemudian pencucian dengan detergen lalu penambahan

zat organic dan anorganic untuk mengembalikan kesuburan tanah pada bekas

tumpahan oli.

5.2. Pengembangan Sosial, Budaya dan Ekonomi

Pemegang izin usaha pertambangan operasi produksi (IUP OP) harus mempunyai

komitmen untuk membangun dan membina hubungan positif dengan masyarakat

sekitar WIUP di Kecamatan Ujung Loe Kabupaten Bulukumba, Pemegang IUP OP

tersebut memiliki komitmen untuk menyediakan peluang bagi pengembangan di bidang

social, pendidikan dan ekonomi, kesehatan termasuk upaya upaya khusus untuk

Pascatambang_CV. Bintang Utama Manyampa Page 20


memberi pelatihan dan memperkerjakan warga setempat. Hal yang terpenting adalah

komitmen pemegang IUP OP untuk menghormati masyarakat adat dan budayanya,serta

secara berkesinambungan bersama mereka mengenai hal-hal yang menyangkut

kepentingan bersama.

Pemegang IUP memahami kebutuhan masyarakat untuk memelihara tradisi budaya

mereka yang unik dan bertekad membantu mereka mewujudkan aspirasi tersebut.

Perusahaan pemegang IUP OP dalam hal ini CV. BINTANG UTAMA MANYAMPA

membantu kelompok-kelompok yang ada dalam masyarakat dengan acara-acara

budaya lokal seperti membiayai sejumlah acara budaya tahunan di sekitar WIUP di

Kecamatan Ujung Loe Kabupaten Bulukumba.

5.3. Pemeliharaan

Reklamasi pada area bekas tambang dan bukan bekas tambang atau fasilitas

pendukung kegiatan pertambangan akan dipantau secara berkala. Penyulaman

tanaman, pemupukan dan penanaman rumput akan dilakukan apabila diperlukan

dalam tahapan kegiatan pascatambang

Pemantauan akan dilakukan untuk menunjukkan bahwa kriteria penyelesaian

telah dipenuhi dan bahwa lahan tersebut aman, dan telah mencapai tujuan

penggunaan lahan yang relevan. Pemantauan biasanya meliputi kualitas air, vegetasi,

social, stabilitas tanah, dan pelaporan. Pemantauan vegetasi akan dilakukan setahun

sekali pada plot-plot pengamatan permanen di lokasi reklamasi yang representative.

Pemeliharaan juga akan diperlukan dalam periode setelah pelaksanaan penutupan

selesai, mengakui bahwa dibeberapa daerah strategi penutupan mungkin tidak segera

Pascatambang_CV. Bintang Utama Manyampa Page 21


berhasil dan bahwa beberapa aktifitas perbaikan biasanya akan diperlukan termasuk

pengendalian erosi dan sedimentasi serta perbaikan vegetasi, pengolahan air dan akses

pemeliharaan jalan disekitar wilayah izin usaha pertambangan yang memasuki tahap

pascatambang.

Pascatambang_CV. Bintang Utama Manyampa Page 22


BAB VI

PEMANTAUAN KEGIATAN PASCATAMBANG

Pelaksanaan tahapan kegiatan pascatambang yang dilakukan oleh perusahaan

wajib dipantau, baik pelaksanaan program-program yang telah dicanangkan untuk

dilakukan oleh perusahaan.Pemantauan tersebut mencakup data. Analisa laboratorium,

kondisi nyata pelaksanaan program pascatambang dan pelaporan kepada

instansi/lembaga yang berwewenang yang berfungsi sebagai tim penilai dan pengawas

kegiatan pascatambang. Hal-hal yang menjadi perhatian dari laporan kegiatan tersebut

sebagai berikut :

6.1. Kestabilan Fisik

Pelaporan hasil penimbunan kembali front penambangan, penanganan erosi

dan sedimentasi dilaksanakan dan dilaporkan tertulis pertriwulan tahun kerja, dan

pemantauan dan pengawasnya dilakukan pertriwulan, pelaporan dan pengawasnnya

dalam hal ini menyangkut antara lain keselamatan dan kesehatan kerja (K3) pekerja

tambang yang terlibat pada kegiatan pascatambang, keselamatan operasi yang

berhubungan dengan kestabilan lereng dan saluran pengelak dokumentasi, kegiatan

tersebut dilakukan dengan mengambil sample langsung dilapangan, pengukuran, dan

pelaporan sesuai rencana pascatambang, koreksi dan perintah dari instansi terkait

terutama dari instansi energi dan sumber daya mineral dan dari badan lingkungan

Pascatambang_CV. Bintang Utama Manyampa Page 23


hidup sesuai kewenangannya, harus ditaati oleh perusahaan pemegang IUP OP yaitu

CV. BINTANG UTAMA MANYAMPA.

6.2. Air permukaan dan air tanah

Pemantauan dan pengambilan sampel kualitas air permukaan dilakukan pada sumur

warga, alur anak sungai dan kolam pengendap dengan standar baku sifat fisika dan

kimia dari air permukaan, pengambilan sampel air tanah bisa dilakukan dengan

membuat sumur bor dalam atau geolistrik pada saat rona awal dilakukan dicek ulang

dititik yang sama untuk melihat perubahan muka air tanah dan kondisi air tanah.

6.3. Flora dan Fauna

Pemantauan flora dan fauna dilakukan pertriwulan dan dilaporkan setiap triwulan

6.4. Sosial dan Ekonomi

Pemerintah dan masyarakat akan memantau mengenai kewajiban sosial dan

ekonomi masyarakat, laporan pemantauan ini dapat berupa pengambilan data pada

pustu, fasilitas pelayanan kesehatan dan puskesmas yang tersebar di sekitar wilayah izin

usaha pertambangan dalam wilayah Kecamatan Ujung Loe Kabupaten Bulukumba.

Pascatambang_CV. Bintang Utama Manyampa Page 24


BAB VII

ORGANISASI KEGIATAN PASCATAMBANG

Struktur organisasi adalah merupakan suatu bagian dari sistem manejemen yang

sangat penting, terutama dalam pengelolaan suatu perusahaan, khususnya usaha

pertambangan mineral dan batubara salah satunya usaha pertambangan terhadap

komoditas tambang batuan jenis Tanah Urug.

Struktur organisasi suatu perusahaan bertujuan untuk mengatur setiap kegiatan

dan orang yang terlibat didalamnya, sehingga pelaksanaan pekerjaan yang dibebankan

kepada masing bagian/pekerja dapat dipertanggung jawabkan. Dengan adanya kegiatan

usaha pertambangan, maka akan memerlukan banyak pekerja tambang termasuk usaha

jasa pertambangan yang terlibat dalam kegiatan tersebut. Pekerja tambang umumnya

dapat dipenuhi oleh masyarakat sekitar wilayah izin usaha pertambangan, sedangkan

pekerja tambang dengan kualifikasi khusus bila tidak terdapat di sekitar lokasi maka

akan diusahakan dari daerah lain baik dalam wilayah Kabupaten Bulukumba maupun di

luar wilayah Kabupaten Bulukumba.

Adapun struktur organisasi dan pekerja tambang pada usaha kegiatan

pertambangan komoditas tambang batuan jenis Tanah Urug yang diusulkan sebagai

berikut :

1.Pimpinan

2. Pengawas

3.Manejer/Bagian Umum, terdiri dari seksi kepegawaian, Keuangan, Pemasaran

Pascatambang_CV. Bintang Utama Manyampa Page 25


4. Manejer Produksi terdiri dari seksi perawatan, pengendalian mutu, operasi produksi

Kewajiban pelaksanaan pascatambang yang dilakukan oleh perusahaan bukan

hanya bertanggung jawab terhadap masalah pascatambang, melainkan juga mencakup

permasalahan sosial seperti kondisi sosial masyarakat, pemutusan hubungan tenaga

kerja (pekerja tambang) oleh sebab itu perlu disusun suatu susunan organisasi yang

diajukan oleh perusahaan pemegan IUP OP. Keterlibatan bersama dan keterbukaan

dalam melaksanakan program pascatambang merupakan tanggung jawab besar yang

harus dilaksanakan dalam bentuk pemantauan dan pengawasan kegiatan pelaksanaan

pascatambang,

7.1. Organisasi Pascatambang

GUBERNUR SULSEL

(Decomisioning,
persetujuan
pengembalian WIUP
kepada pemerintah

PEMANGKU INSTANSI
Kepala Teknik
KEPENTINGAN(Lembaga TERKAIT(Dinas ESDM,
Tambang (KTT)
swadaya masyarakat dan Dinas Kehutanan
tokoh masyarakat) pertambangan, BLHD
Kabupaten Bulukumba)

Pascatambang_CV. Bintang Utama Manyampa Page 26


7.2. Jadwal Pelaksanaan Pascatambang

Adapun tahapan kegiatan pelaksanaan pascatambang yang akan direncanakan

adalah sebagai berikut :

 Pembongkaran tapak bekas tambang

 Pembongkaran fasilitas penunjang

 Pengembangan sosial, budaya dan ekonomi

 Pemeliharaan

 pemantauan

Pascatambang_CV. Bintang Utama Manyampa Page 27


BAB VIII

KRITERIA KEBERHASILAN PASCATAMBANG

Pelaksanaan kegiatan pascatambang yang direncanakan dan disusun dalam

dokumen rencana pascatambang oleh pemegang IUP OP dalam hal ini CV. BINTANG

UTAMA MANYAMPA dalam Wilayah Izin Usaha Pertambangan dinyatakan akan

berhasil, diukur dengan kenyataan di lapangan antara lain :

 Pembongkaran fasilitas tambang sesuai rencana dokumen pascatambang.

 Reklamasi lahan bekas tambang sesuai dokumen pascatambang.

 Pembongkaran dan reklamasi jalan tambang sesuai dokumen pascatambang.

 Reklamasi tambang permukaan sesuai rencana dokumen pascatambang.

 Reklamasi lahan bekas kolam pengendap sesuai rencana dokumen

pascatambang.

 Pengamanan semua lahan bekas tambang sesuai rencana dokumen

pascatambang.

 Reklamasi lahan bekas bangunan dan pondasi beton sesuai dokumen

pascatambang

 Pemulihan (remediasi) sesuai rencana dokumen pascatambang.

 Pengembangan sosial budaya dan ekonomi ( sesuai rencana dokumen

pascatambang)

 Pemeliharaan ( sesuai rencana dokumen pascatambang)

 Pemantauan ( sesuai rencana dokumen pascatambang)

Pascatambang_CV. Bintang Utama Manyampa Page 28


BAB IX

RENCANA BIAYA PASCATAMBANG

Besarnya nilai jaminan pascatambang yang diserahkan oleh pemegang IUP OP

CV. BINTANG UTAMA MANYAMPA kepada bank pemerintah tergantung dari

perhitungan besarnya biaya rencana pascatambang, komponen biaya pascatambang

terdiri dari biaya langsung dan biaya tidak langsung dengan rincian sebagai berikut.

9.1 Biaya Langsung

a. Pembongkaran fasilitas tambang termasuk bangunan dan sarana penunjang yang

sudah tidak digunakan lagi. Pembongkaran bangunan-bangunan tersebut lebih

mudah dan bahkan tidak akan dibongkar melainkan dihibahkan atau

disumbangkan kepada pemerintah atau warga masyarakat setelah kegiatan

berakhir, biaya pembongkaran sebesar Rp. 5.000.000

b. Reklamasi lahan bekas fasilitas tambang, rencana biaya sebesar Rp. 4.000.000

c. Pembongkaran dan reklamasi jalan tambang, rencana biaya sebesar Rp.5.000.000

d. Reklamasi tambang permukaan, rencana biaya Rp. 4.000.000

e. Remediasi areal seluas 100 m2 sebagai tempat penyimpanan BBM dengan

penyiraman detergen, penyerapan dengan pasir dan serbuk kayu bekas gergaji

serta penambahan tanah pucuk, penambahan pupuk serta penanaman

covercrop, perkiraan biaya sebesar Rp.3.000.000

f. Bantuan social kepada masyarakat berupa bantuan untuk kegiatan keagaman,

kemasyarakatan, bibit pertanian sebesar Rp. 2.000.000.

Pascatambang_CV. Bintang Utama Manyampa Page 29


g. Pemantauan fisik dan pengambilan sample tanah dan air serta uji laboratorium

sebesar Rp.1.000.000.

Jumlah Biaya Langsung adalah = Rp. 24.000.000

9.2. Biaya Tidak Langsung

a. Biaya Mobilisasi dan demobilisasi alat sebesar 2,5% atau hasil perhitungan

sebesar Rp. 5.000.000

b. Biaya perencanaan reklamasi sebesar 4% dari biaya langsung yaitu :Rp.

2.000.000

c. Biaya administrasi dan keuntungan pihak ketiga sebagai pelaksana 5 % dari biaya

langsung yaitu :Rp.2.000.000,-

d. Biaya Supervisi

Biaya supervise 5 % dari biaya langsung yaitu : Rp.1.000.000,-

Jumlah Biaya tidak langsung adalah :Rp. 10.000.000,-

9.3. Total Biaya Pascatambang

Total biaya adalah jumlah biaya langsung dan jumlah biaya tidak langsung yaitu :

Jumlah biaya langsung : Rp. 24.000.000,-

Jumlah biaya tidak langsung : Rp. 10.000.000,-

Jadi Total Biaya Pascatambang : Rp. 34.000.000,-

Pascatambang_CV. Bintang Utama Manyampa Page 30


Tabel 1

Rekapitulasi Rencana Dan Biaya Pascatambang

NO. DESKRIPSI BIAYA LUAS BIAYA (Rp)


1. Biaya Langsung
a. Pembongkaran fasilitas bekas 5.000.000
Tambang
b. Reklamasi lahan bekas tambang 4.000.000
c. Pembongkaran dan reklamasi jalan 5.000.000
tambang
d. Reklamasi tambang permukaan 4.000.000
e. Remediasi 3.000.000
f. Pengembangan social, Budaya 2.000.000
g. Pemantauan 1.000.000
Total Biaya Langsung 24.000.000
2. Biaya Tidak Langsung
a. - Biaya Mobilisasi dan Demobilisasi 5.000.000
Alat (2,5%) atau hasil perhitungan.
b. - Biaya Perencanaan Reklamasi (4%) 2.000.000
c. - Biaya Administrasi dan keuntungan 2.000.000
pihak ketiga (5%)
d. - Biaya Supervisi (5%) 1.000.000
TOTAL 10.000.000
Total Keseluruhan 34.000.000

Pascatambang_CV. Bintang Utama Manyampa Page 31

Anda mungkin juga menyukai