Anda di halaman 1dari 82

[Date] 1

LAPORAN PERTANGGUNGJAWABAN TEKNIS & KEUANGAN


TKML 2023

I. MEKANISME PENYUSUNAN LAPORAN PERTANGGUANJAWABAN


TEKNIS
A. PENDAHULUAN
1. Kegiatan TKM Lanjutan Tahun 2023 merupakan kegiatan
pengembangan usaha dari wirausaha- wirausaha yang pernah
mendapatkan bantuan usaha perluasan kesempatan kerja dari
Kemnaker RI.
2. Mekanisme penyusunan Laporan Pertanggungjawaban Laporan
Teknis ini bertujuan untuk memberikan panduan mengenai
penyusunan Laporan Perkembangan Usaha dari TKM Lanjutan
TA 2023.

B. KETENTUAN
1. Laporan Pertanggungjawaban Teknis dibuat oleh penerima
bantuan Kegiatan TKM Lanjutan dengan berpedoman pada
juknis dan mekanisme Kegiatan TKM Lanjutan.
2. Dokumen Laporan Pertanggungjawaban Teknis dibuat dalam
bentuk hard copy (print out) yang dijilid rapi, disimpan oleh
penerima bantuan kegiatan TKM Lanjutan untuk keperluan
pemeriksaan auditor internal (Inspektorat Jenderal Kemnaker)
maupun eksternal (BPK atau BPKP). Laporan dalam bentuk file
hasil scan diupload ke laman bizhub.kemnaker.go.id dan media
penyimpanan digital lainnya dengan tautan atau link yang akan
ditentukan kemudian.
3. Jangka waktu pelaksanaan kegiatan adalah 30 (tiga puluh) hari
dan dimulai sejak ditetapkan Surat Keputusan mengenai jangka
waktu pelaksanaan kegiatan TKML TA 2023 yang ditanda
tangani oleh Kepala BBPPK Bandung Barat

[Dat 2
C. OUTLINE LAPORAN TEKNIS TKML 2023
Cover...............................................................................................
Halaman
Pengesahan....................................................................................
Bab I. Pendahuluan (Latar Belakang, Tujuan, dan Manfaat)
Bab II. Perencanaan Kegiatan yang dilakukan (Ide Bisnis)
Bab III. Hasil yang telah dicapai
Bab IV. Permasalahan yang Muncul
Bab V. Strategi Pemecahan Masalah
Bab VI. Penutup
Penjelasan :
Bab I. Pendahuluan
Menjelaskan dan menguraikan mengenai latar belakang
kegiatan TKM Lanjutan yang merupakan tahap
pengembangan dari TKM Pemula.
Bab II. Perencanaan Kegiatan yang dilakukan (Ide Bisnis)
Memuat plan bisnis usaha mulai dari diversifikasi produk,
pemasaran, tenaga kerja dan sebagainya.
Bab III. Hasil yang telah dicapai
Permasalahan atau kendala yang dihadapi TKM Lanjutan
pada saat pengembangan usaha.
Bab IV. Permasalahan yang muncul
Permasalahan atau kendala yang dihadapi TKM Lanjutan
pada pengembangan usaha.
Bab V. Strategi Pemecahan Masalah
Bagaimana memecahkan masalah yang ada pada saat
melaksanakan kegiatan usaha TKM Lanjutan
Bab VI. Penutup
Hal yang disampaikan untuk menutup laporan

[Dat 3
II. MEKANISME PENYUSUNAN LAPORAN PERTANGGUANJAWABAN
KEUANGAN
A. PENDAHULUAN
1. Pendanaan bantuan Kegiatan TKM Lanjutan Tahun 2023
berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN)
yang disalurkan melalui Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran
(DIPA) Balai Besar Perluasan Kesempatan Kerja (BBPKK)
Bandung Barat – Kemnaker R.I., Oleh karena itu, seluruh tata
cara penggunaan, pembayaran dan pertanggungjawaban
anggaran serta penyetoran pajak mengikuti peraturan dari
Kementerian Keuangan R.I.
2. Mekanisme penyusunan Laporan Pertanggungjawaban
Keuangan ini bertujuan untuk memberikan panduan tata cara
penggunaan dana, penatausahaan bukti-bukti pengeluaran,
penghitungan dan penyetoran pajak serta penyusunan laporan
pertanggungjawaban secara benar agar tercapai ketertiban dan
kelancaran pelaksanaan pertanggungjawaban keuangan
Kegiatan TKM Lanjutan.

B. KETENTUAN UMUM
1. Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) Keuangan dibuat oleh
penerima bantuan Kegiatan TKM Lanjutan dengan
berpedoman pada juknis dan mekanisme Kegiatan TKM
Lanjutan.
2. Dokumen LPJ Keuangan dibuat dalam bentuk hard copy (print
out) yang dijilid rapi, disimpan oleh penerima bantuan
Kegiatan TKM Lanjutan untuk keperluan pemeriksaan auditor
internal (Inspektorat Jenderal Kemnaker) maupun ekstenal
(BPK atau BPKP). Laporan dalam bentuk file hasil scan
diupload ke laman bizhub.kemnaker.go.id dan media
penyimpanan digital lainnya dengan tautan atau link yang
akan ditentukan kemudian.
3. Dana APBN yang disalurkan kepada Penerima Bantuan TKM
Lanjutan adalah berupa Belanja Barang untuk Bantuan

[Dat 4
Lainnya yang Memiliki Karakteristik Bantuan Pemerintah
(Akun 526312) sebesar Rp15.000.000,- (lima belas juta
rupiah).
4. Dokumen LPJ Keuangan disusun pada kertas HVS ukuran A4
atau kwarto (297 x 210 mm) dengan urutan sebagai berikut:
a. Cover/sampul laporan (minimal memuat nama, jenis usaha
dan asal TKM Lanjutan).
b. Surat Pernyataan Tanggung Jawab Mutlak.
c. Pernyataan Bukti-Bukti Pengeluaran Asli Telah Disimpan.
d. Rincian Anggaran Biaya (RAB).
e. Laporan Realisasi Penggunaan Dana.
f. Bukti Pengeluaran/Belanja (Kuitansi, Nota, dll).
g. Rekapitulasi dan Bukti Setor Pajak.
h. Dokumentasi belanja barang (alat dan/atau bahan usaha)
5. Jangka waktu pelaksanaan kegiatan adalah maksimal 30 (tiga
puluh hari kalender) terhitung sejak diterimanya dana atau
sesuai tanggal SP2D. Apabila terjadi retur SP2D (dana tidak
masuk ke rekening penerima bantuan) maka tanggal BAST
akan ditentukan kembali setelah mendapat persetujuan dari
Tim BBPPK.
6. Rincian Anggaran Biaya (RAB) yang dilampirkan pada LPJ
Keuangan ini merupakan RAB yang disusun pada proposal
usaha (telah disetujui oleh tim BBPPK Bandung Barat), dengan
ketentuan sebagai berikut :
a. Disusun berdasarkan kebutuhan pada kegiatan usahanya
dengan nilai maksimal Rp15.000.000,- (lima belas juta
rupiah);
b. Persentase pembiayaan/pengeluaran masing-masing biaya
mengikuti ketentuan penggunaan dan pengalokasian dana
bantuan pada juknis TKM Lanjutan;
c. Pastikan uraian jenis biaya dan penjumlahan nilai RAB
benar, karena bukti pengeluaran harus berpedoman pada
RAB;

[Dat 5
7. Ketentuan pengalokasian dana bantuan sesuai juknis TKM
Lanjutan adalah sebagai berikut:
Batasan
No. Uraian Pengeluaran Batasan Pengeluaran
Biaya (Rp.)
Minimal 60%
1 Pembelian peralatan usaha dari total dana yang 9.000.000
diterima
Pembelian bahan usaha Maksimal 22%
2 (bahan baku atau bahan dari total dana yang 3.300.000
penunjang usaha) diterima
Biaya produksi (upah Maksimal 17%
3 pekerja dan/atau sewa dari total dana yang 2.550.000
bangunan atau tanah) diterima
Maksimal 1%
Pemasaran atau promosi
4 dari total dana yang 150.000
produk
diterima
Jumlah (Rp) 15.000.000

Khusus pada usaha eceran, retail, toko, dan usaha yang


memiliki peralatan usaha yang cukup dan memadai, maka
persentase pengalokasian dana untuk pembelian peralatan dan
bahan usaha diubah menjadi :

Batasan
No. Uraian Pengeluaran Batasan Pengeluaran
Biaya (Rp.)
Minimal 40%
Pembelian peralatan
1 dari total dana yang 6.000.000
usaha
diterima
Pembelian bahan usaha Maksimal 45%
2 (bahan baku atau bahan dari total dana yang 6.750.000
penunjang usaha) diterima

Biaya produksi (upah Maksimal 14%


3 pekerja dan/atau sewa dari total dana yang 2.100.000
bangunan atau tanah) diterima
Maksimal 1%
Pemasaran atau promosi
4 dari total dana yang 150.000
produk
diterima
Jumlah (Rp.) 15.000.000

[Dat 6
C. KETENTUAN KHUSUS
1. Penggunaan Dana
a. Dana bantuan Kegiatan TKM Lanjutan dipergunakan untuk
pembelian peralatan usaha, bahan usaha, biaya produksi,
dan biaya pemasaran atau promosi produk dengan
ketentuan sebagai berikut:
1) Peralatan Usaha
a) Dana bantuan TKM Lanjutan tidak diperkenankan
digunakan untuk pembelian kendaraan bermotor;
b) Bahan baku pembuatan kandang ternak, kolam
ikan, kumbung jamur dan kegiatan sejenis dapat
dikategorikan sebagai peralatan usaha, namun tidak
termasuk upah kerja pembuatan bangunan
tersebut;
c) Bahan baku pembuatan atau renovasi dapur
produksi berbentuk bangunan dapat dikategorikan
sebagai peralatan usaha sepanjang bangunan
tersebut dipergunakan hanya untuk kegiatan usaha
bukan untuk keperluan rumah tangga atau pribadi.
Pada LPJ Keuangan dilampirkan dokumentasi foto
bangunan sebelum dan setelah dibangun atau
direnovasi;
d) Khusus pada jenis usaha kluster pertanian
(tanaman, perikanan, peternakan), pembelian
tanaman/ternak/ikan termasuk pada kategori
peralatan usaha;
2) Bahan Usaha
Bahan baku atau bahan penunjang usaha merupakan
barang habis pakai atau barang yang hanya dapat
dipergunakan dalam satu kali pemakaian dan tidak
termasuk pembelian konsumsi berupa makan atau
snack;
3) Biaya Produksi

[Dat 7
a) Biaya produksi digunakan untuk pembayaran upah
pekerja tetap yang dibayar secara bulanan atau
pekerja lepas yang membantu proses produksi
dan/atau pemasaran usaha serta dibayar secara
harian atau mingguan;
b) Biaya produksi tidak dapat digunakan untuk
pembayaran upah pekerja pada pekerjaan
pembuatan kandang, pembuatan atau renovasi
dapur produksi dan pekerjaan sejenis lainnya;
c) Biaya produksi dapat berupa sewa bangunan atau
tanah, dengan ketentuan biaya sewa digunakan
untuk maksimal 1 (satu) bulan penyewaan;
d) Tidak dapat dipergunakan untuk pembayaran
tagihan internet, listrik, telepon, dan air.
4) Biaya Pemasaran atau Promosi Produk
a) Biaya pemasaran atau promosi produk digunakan
untuk pengeluaran seperti pencetakan brosur,
poster, spanduk, x-banner, dan lain-lain termasuk
pembelian pulsa atau paket data;
b) Tidak dapat digunakan untuk ongkos/biaya
transportasi pembelian barang atau promosi produk
usaha.
b. Apabila pengeluaran untuk pembelian bahan baku, bahan
penunjang, biaya produksi, dan/atau biaya pemasaran
atau promosi produk tidak dipergunakan atau
dipergunakan namun tidak mencapai batas maksimal
maka dana bantuan dapat dialihkan ke pembelian
peralatan usaha;
c. Pembelian barang/jasa harus dilakukan dalam jangka
waktu pelaksanaan kegiatan yaitu sejak diterimanya dana
bantuan sampai dengan paling lambat pada akhir kegiatan
sesuai dengan tanggal Berita Acara Serah Terima.

[Dat 8
2. Penatausahaan Bukti Pengeluaran/ Belanja
Penyusunan bukti-bukti pengeluaran atau belanja mengikuti
ketentuan sebagai berikut:
a. Melampirkan bukti pembayaran asli berupa kuitansi dan
bukti pembelian asli berupa nota, faktur, struk, invoice,
atau bukti pembelian lainnya;
b. Bukti pembayaran berupa kuitansi dengan nilai nominal
lebih dari Rp 5.000.000,- (lima juta rupiah), dikenakan
materai Rp. 10.000,- (sepuluh ribu) sesuai dengan
ketentuan Pasal 3 Ayat (1) dalam UU Nomor 10 Tahun
2020 tentang Bea Materai;
c. Bukti kuitansi, nota, faktur, struk, invoice, atau bukti
pembelian lainnya ditandatangani dan dikenakan stempel
penyedia barang/jasa (Toko, dll) serta ditandatangani dan
dikenakan stempel usaha penerima bantuan (bila ada)
sebagai bukti telah dilakukan transaksi pembayaran;
d. Khusus untuk belanja sewa, bukti pembayaran berupa
kuitansi dilengkapi dengan surat perjanjian sewa di atas
materai Rp. 10.000,- (sepuluh ribu) dan ditandatangani
oleh kedua belah pihak;
e. Bukti pengeluaran upah pekerja adalah berupa tanda
terima pembayaran upah dan dilampirkan fotocopy KTP
penerima upah;
f. Tanggal transaksi pada kuitansi dan nota/bukti pembelian
harus sama dengan tanggal pada saat pembelian
barang/jasa;
g. Tidak diperbolehkan adanya coretan dan/atau koreksi
berupa penebalan huruf atau angka pada bukti pembelian
dan pembayaran (kuitansi, nota, bon, dll);
h. Bukti yang dilampirkan pada pembelian barang yang
dilakukan secara online melalui aplikasi e-commerce
(Shopee, Lazada, Tokopedia, Blibli, dll) adalah berupa
kuitansi dan bukti faktur/nota pesanan/invoice;

[Dat 9
i. Bukti pengeluaran berupa struk dengan bahan dasar
thermal paper (dari toko swalayan, dll) sebaiknya segera
digandakan/scan karena mudah pudar, tidak terbaca dan
menyebabkan bukti pengeluaran menjadi tidak sah;
3. Penyetoran Sisa Dana (Bila Ada)
Apabila sampai dengan batas akhir pelaksanaan kegiatan yaitu
pada tanggal Berita Acara Serah Terima Kegiatan terdapat
dana yang tidak digunakan untuk kegiatan usaha sehingga
menjadi saldo/sisa penggunaan dana, maka penerima bantuan
wajib mengembalikan sisa dana tersebut ke Kas Negara
melalui Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) BBPKK Bandung
Barat. Penerima bantuan menyampaikan surat pernyataan
pengembalian sisa dana kepada PPK BBPKK yang memuat
jumlah sisa dana dan alasan pengembalian dana (surat
pernyataan terlampir). Tata cara pengembalian dan
penyetoran sisa dana tersebut akan diatur dalam ketentuan
yang akan ditetapkan kemudian.
4. Perhitungan, Pemungutan/Pemotongan dan Penyetoran
Pajak
(akan dijelaskan dibawah)

[Dat 1
D. OUTLINE LPJ KEUANGAN TKM LANJUTAN TA 2023
Cover.........................................................................................................
Halaman
Pengesahan...............................................................................................
A. Surat Pernyataan Tanggung Jawab Belanja........................
B. Laporan Pertanggungjawaban Operasional.........................
C. Surat Pernyataan Bukti-Bukti Pengeluaran Asli Telah
Disimpan............................................................................
D. Laporan Kemajuan Penyelesaian Pekerjaan.........................
E. Berita Acara Serah Terima...................................................
F. Rincian Anggaran Biaya......................................................
G. Laporan Realisasi Penggunaan Dana...................................
H. Bukti Pengeluaran Belanja..................................................
1. Pembelian Peralatan Usaha...........................................
2. Pembelian Bahan Usaha...............................................
3. Biaya Produksi (Upah Karyawan)..................................
4. Biaya Promosi Produk...................................................
5. Contoh Jenis Kuitansi Pembayaran Lainnya.................
I. Rekapitulasi dan Bukti Setor Pajak.....................................

[Dat 1
III. CONTOH LAPORAN TEKNIS TKML 2023

Berikut ini adalah contoh ilustrasi penyusunan Laporan Pertanggungjawaban Teknis


Kegiatan TKM Lanjutan Tahun Anggaran 2023.

1. Nama Penerima : DEWI PURNAMA


Bantuan
2. NIK : 123456789101112

3. Alamat : RT 01 RW 01 Nomor 21 Desa Melati, Kecamatan


Mawar, Kabupaten Garut, Provinsi Jawa Barat

4. Nama Usaha : Dewi Busana

5. Nama Bantuan : Tenaga Kerja Mandiri Lanjutan TA 2023

6. Nilai Bantuan : Rp. 15.000.000,-

(Lima Belas Juta Rupiah )

[Dat 1
[Date] 13
HALAMAN PENGESAHAN

Garut, 10 November 2023

Penerima Bantuan TKML 2023

Dewi Purnama

[Dat 1
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Kondisi ekonomi saat ini sedang dalam keadaan krisis, dan krisis ekonomi ini sangat
berpengaruh pada segi kehidupan ekonomi masyarakat, sehingga masyarakat sangat
kesulitan dalam memenuhi kebutuhan hidupnya. Selain itu banyak pula perusahaan -
perusahaan yang berhenti berproduksi karena perusahaan tersebut juga tidak dapat lagi
memproduksi dalam jumlah besar dan perusahaan banyak yang mengalami
gulung tikar sehingga mengakibatkan
penghentian karyawan - karyawan/yang lazim disebut PHK (Pemutusan Hubungan
Kerja). Akibatnya, angka pengangguran semakin tinggi dan khususnya di daerah saya
sendiri semakin sulit untuk mencari pekerjaan.

Perubahan ekonomi masyarakat di jaman sekarang ini sangat penting, sehingga


masyarakat di tuntut untuk lebih berusaha lagi dalam mencapai suatu perubahan yang lebih
baik demi memenuhi kehidupan sendiri, keluarga, maupun untuk membantu orang lain
yang mengalami kesulitan. Bukan hanya faktor tersebut saja melainkan juga masyarakat
sekarang ini harus lebih kreatif lagi dalam mencari pekerjaan.

Usaha konveksi merupakan usaha yang diminati banyak orang. Orang- orang di
kampung saya banyak belajar menjahit dan beberapa modifikasi dalam berbagai pakaian.
Pakaian jenis kaos, kemeja, celana, jaket, dan pakaian jenis lainnya diproduksi oleh
usaha yang dinamakan konveksi.

Melihat kenyataan bahwa masyarakat dikampung saya banyak yang pandai dalam
konveksi maka menjadi salah satu ketertarikan bagi saya untuk membuat usaha konveksi
dengan memaksimalkan potensi yang ada dimasyarakat.

Peluang memperluas pasar di usaha konveksi sangat dimungkinkan, mengingat


kebutuhan akan produk tersebut sangat dibutuhkan oleh masyarakat. Dalam industri ini
perkembangan sangat dinamis oleh karena itu faktor-faktor pendukung harus
diperhatikan supaya usaha makin maju dan berkembang dan juga menyerap tenaga kerja.

[Dat 1
B. Tujuan
Tujuan usaha konveksi ini adalah :
1. Untuk memenuhi kebutuhan ekonomi
2. Memperoleh keuntungan dan pemasukan usaha
3. Memperbesar relasi dan usaha konveksi agar dapat dikenal masyarakat luas
4. Dapat memanfaatkan SDM sekitar
5. Mengurangi pengangguran
Tujuan dibuatnya laporan kegiatan TKM Lanjutan TA 2022 adalah :
1. Sebagai bahan pertanggungjawaban penerima bantuan TKM Lanjutan baik secara
teknis maupun keuangan;
2. Untuk melihat bagaimana perkembangan usaha dari wirausaha pemula ke jenjang
lebih lanjut.

C. Manfaat
Manfaat pelaporan kegiatan TKM Lanjutan adalah agar dapat dijadikan referensi
wirausaha-wirausaha untuk memulai bisnis yang sama.

[Dat 1
BAB II
PERENCANAAN KEGIATAN YANG DILAKUKAN (IDE BISNIS)

A. Data Penerima Bantuan TKM Lanjutan

Profil Calon Penerima Dana Bantuan

1. Kategori Usaha : Jasa (Konveksi)

2. Nama (sesuai KTP) : Dewi Purnama

3. NIK : 123456789101112

4. Tempat Tanggal Lahir : Garut,23 Maret 1984

5. Pendidikan Terakhir : Sarjana

6. Alamat Tinggal : RT 01 RW 01 Desa Melati, Kecamatan

Mawar, Kabupaten Garut, Prov. Jawa

Barat:

7. No Telepon/ HP : 0812345678910

8. Email Aktif : purnama@gmail.com

9. Identitas Media Sosial : http://www.instagram.com/dewibusana/

10. Nama Orang Tua :

Ayah : Sukandar

Ibu : Sukamti

11. Nomor Rekening : 12345678

12. Nama Bank dan Cabang : Bank Daerah Kita

Profil Usaha Calon Penerima Dana Bantuan

13. Nama Usaha : Dewi Purnama

14. Jenis Usaha :

o Pertanian dan Peternakan

[Dat 1
o Perikanan dan Kelautan

o Industri Boga

o Industri Kreatif

o Perdagangan dan Jasa

o Sektor Lain

15. Alamat Usaha : RT 01 RW 01 Desa Melati, Kecamatan

Mawar

16. Kabupaten/ Kota : Kabupaten Garut

17. Provinsi : Prov. Jawa Barat

18. Mulai Usaha : Tahun 2000

19. Omset/ Bulan : Rp.10.000.000,-

20. Laba/Bulan : Rp.5.000.000,-

21. Total Aset Usaha : Rp.50.000.000,-

22. Jumlah Tenaga Kerja (jika : 3 pekerja

belum ada pekerja dianggap

tidak ada

pekerja)

23. Rata-rata Gaji Tenaga : Rp.1000.000/orang/bulan (24)

Kerja/Bulan

24. Kegiatan : Untuk Barang :

o Jual Beli

o Produksi dan Jual Beli

o Inovasi, produksi dan Jual Beli

[Dat 1
Untuk Jasa :

o Jasa secara umum

o Terdapat Inovasi

26. Asal Bahan Baku : o Lokal Provinsi Asal

o Lokal Indonesia

o Impor

28. Wilayah Pemasaran : o Kelurahan

o Kecamatan (lintas kelurahan

setempat)

o Kabupaten (lintas kecamatan

setempat)

o Provinsi (lintas Kabupaten

setempat)

o Nasional (lintas Provinsi

setempat)

o Internasional

[Dat 1
B. Profil Usaha
Kegiatan usaha konveksi adalah proses dari kain menjadi pakaian siap pakai. Usaha
konveksi dapat didefinisikan sebagai industri kecil skala rumah tangga yang melayani
pembuatan pakaian jadi secara massal dalam jumlah banyak. Model pakaian yang
diproduksi berupa pakaian berdasarkan ukuran standard yang susah ditentukan.
Karena produk yang dihasilkan oleh industri konveksi termasuk ke dalam salah satu
kebutuhan dasar manusia, kepopuleran bisnis konveksi ini diprediksi akan terus
meningkat. Didukung oleh permintaan pasar yang begitu besar peluang untuk
memulai dan mengembangkan usaha konveksi juga dirasa sangat besar. Seperti halnya
proses produksi yang dilakukan dalam industri garmen, untuk mengubah kain atau
barang setengah pakai menjadi pakaian siap pakai, terdapat beberapa tahapan yang harus
dilalui. Mulai dari proses pemotongan kain sesuai dengan pola baju yang diinginkan,
proses menjahit, dan proses merapikan baju. Dalam industri konveksi proses ini biasa
disebut dengan nama cut, make and trim.
1. cutting : pembuatan pola atau patron, marker, cutting, dan numbering
2. Making : menjahit dari awal sampai menjadi bahan siap pakai
3. Trimming : washing/dyeing, ironing/setrika, labeling dan packing.

C. Inovasi/ Diferensiasi
Untuk membuat konveksi saya ini agar menjadi unik dan mampu menghadapi
persaingan, maka saya membuat beberapa inovasi yang mampu meningkatkan daya
saing dan juga menjadi ciri khas yang mampu menarik pelanggan dengan harapan dapat
meningkatkan permintaan, yaitu antara lain :
1. Menyediakan majalah atau pola pola Design
Konveksi erat kaitannya dengan model atau design untuk menghasilkan suatu produk
yang enak dipandang dan diminati konsumen. Dalam usaha saya banyak
menyediakan majalah-majalah mode dan juga polo pola yang kita siapkan di meja
konsumen pada saat datang ke konveksi kita.
2. Pelayanan yang aktif dan konsultasi gratis tentang usaha konveksi
Ada kalanya pelanggan konveksi ingin mengetahui tentang model-model konveksi ,
sehingga kami melayani pelanggan yang ingin bertanya/konsultasi secara gratis.
Selain itu konveksi kami juga membuka layanan aduan mengenai pelayanan atau
hasil produk dari konveksi kita.

[Dat 2
D. Teknis dan Operasional
1. Peralatan
a. Mesin Jahit
b. Mesin Obras
c. Meja Mesin Jahit
2. Bahan
a. Benang Katun
b. Benang obras polyester
c. Gunting kain/ bahan
d. Kain Katun
e. Kain Shifon
f. Kain American Drill
E. Lokasi
Untuk saat ini, saya menjalankan usaha konveksi di satu lokasi yang beralamat di RT 01
RW 01 Desa Melati, Kecamatan Mawar, Kabupaten Garut belum mempunyai keinginan
untuk membuka cabang dikarenakan modal yang belum memadai. Apabila usaha ini
berkembang, saya merencanakan untuk membuat lokasi usaha baru.
F. Tenaga Kerja
Karyawan yang dibutuhkan untuk usaha ini idealnya adalah 3 akan tetapi berdasarkan
progress usaha selama ini, saya hanya mampu menggaji dua orang tenaga kerja. Apabila
usaha ini berkembang, saya akan menambah tenaga kerja sehingga dapat menambah
penyerapan tenaga kerja.
G. Proses Produksi
Konveksi saya membuka pelayanan setiap hari mulai dari jam 09.00 s/d
24.00 WIB. Pelayanan lain yang diberikan adalah penjelasan mengenai Konveksi.
H. Pendapatan
Omzet per bulan konveksi saya adalah Rp. Rp.10.000.000,- (sepuluh juta rupiah).
I. Aspek Pemasaran
1. Target Pemasaran
Seluruh proses produksi telah dilakukan, mulai dari pemilihan bahan konveksi yang
baik dan berkualitas sampai dengan cara pengolahannya, dan sekarang saya akan
mencari target pasar. Pada saat memulai usaha, target pasar menjadi kunci penting
agar usaha kita dapat berjalan dengan lancar. Kita juga

[Dat 2
dapat mengetahui siapa dan dimana saja produk ini akan dapat diterima. Ini adalah.
Saya harus menganalisa keunggulan dan kelemahan pesaing dan mengetahui sejauh
mana kemampuan saya untuk bersaing dengan mereka dalam segala aspek, baik itu
sisi harga, pelayanan dan kualitas. Saya telah mensurvei dan meneliti pesaing-
pesaing saya agar saya dapat menghasilkan konveksi yang tidak hanya berbeda
dengan lainnya, namun juga lebih kualitas dan sesuai dengan selera masyarakat.
Selain itu saya membangun sebuah konveksi di tempat yang cukup ramai dan dilalui
banyak orang, yaitu sekitar kampus atau perkantoran, sehingga konveksi saya akan
cepat dikenal banyak lapisan masyarakat.

2. Promosi
Promosi konveksi agar cepat laku terjual adalah pada tempat ramai seperti
sekolah, kampus, atau kantor, karena tempat tersebut merupakan tempat yang
strategis untuk mempromosikan produk usaha. Berikut ini adalah beberapa usaha
yang saya lakukan untuk mempromosikan konveksi saya:
a. Membangun konveksi yang dekat dengan kampus ini adalah cara paling efektif
karena biasanya mahasiswa mencari tempat cozy dan tempat yang dapat
memenuhi kebutuhan mereka.
b. Menyebarkan brosur, hal ini dilakukan karena target konsumen yang saya cari
bukan hanya yang ada di sekitar kampus, namun seluruh pelosok Kecamatan
bahkan Kabupaten.
c. Promosi melalui media sosial, cara ini efektif karena dapat menjangkau
konsumen yang lebih luas seperti facebook, Instagram, twitter, dan lain
sebagainya.

3. Tips pemasaran
a. Cari suatu hal yang berbeda;
b. Kenali kelas ekonomi masyarakat;
c. Cari tahu tentang bisnis tersebut;
d. Buat merek logo produk;
e. Turun kelapangan dan memperkenalkan produk;
f. Berdoa agar bisnis ini sukses.

[Dat 2
J. Aspek manajemen

Usaha konveksi saya ini masih di level pemula karena saya menjalankan usaha hanya
dibantu dua tenaga kerja, akan tetapi saya mempunyai rencana apabila usaha ini
berkembang dan jumlah karyawan juga bertambah maka saya akan mengelola usaha ini
sesuai dengan planning (perencanaan), organizing (pengorganisasian) dan controlling
dalam seluruh aspek (Sumber Daya Manusia, keuangan, pemasaran dan operasional).

K. Aspek
Keuangan
NERACA KEUANGAN
DEWI BUSANA
September 2022

PENERIMAAN
Penerimaan Penjualan Rp. 50.000.000,-
Total Rp. 50.000.000,-
Investasi Rp. 2.000.000,-
PENGELUARAN
Bahan Baku Rp. 21.000.000,-
Bahan Pembantu Rp. 1.000.000,-
Upah Buruh Produksi Rp. 12.500.000,-
Transport Rp. 722.000,-
Biaya Produksi Lain-lain Rp. 200.000,-
Biaya Pemasaran Rp. 100.000,-
Pulsa Rp. 50.000,-
Total Rp. 35.622.000,-
Selisih Kas Rp. 16.378.000,-

[Dat 2
LAPORAN RUGI LABA

DEWI BUSANA

September 2022
Hasil Penjualan
Penjualan Rp. 50.000.000,-
Total Rp. 50.000.000,-
Biaya variabel
Bahan Baku Rp. 21.000.000,-
Bahan Pembantu Rp. 1.000.000,-
Transport Rp. 772.000,-
Biaya lain-lain Rp. 200.000,-
Total Rp. 22.972.000,-
Biaya Tetap
Upah Pekerja Rp. 12.500.000,-
Biaya Administrasi
Biaya Pemasaran Rp. 100.000,-
Pulsa Rp 50.000,-
Total Rp 150..000,-
Total Biaya Rp. 35.622.000,-
Laba Bersih Rp. 15.378.000,-

L. Analisis SWOT
1. Strenght (kekuatan)
a. Harga konveksi ini terjangkau oleh kalangan masyarakat
b. Kualitas baik dan terjamin
c. Tersedia berbagai model
2. Weakness (kelemahan)
Susahnya mencari bahan baku kain yang baik dan berkualitas
3. Opportunity (peluang)
a. Tingginya tingkat masyarakat yang menggunakan konveksi
b. Permintaan pasar yang selalu meningkat

[Dat 2
4. Threats (ancaman)
a. Jumlah kompetitor yang terus meningkat
b. Muncul produk yang lebih unggul
c. Kenaikan harga bahan baku teritama kain karena jumlahnya terbatas

[Dat 2
BAB III
HASIL YANG TELAH DICAPAI

Bisnis konveksi memiliki target pasar yang lebih spesifik, sehingga segala sesuatunya
dapat lebih fokus. Mulai dari penunjang usaha yang dibutuhkan, hingga pemasaran yang
digunakan juga dapat lebih fokus untuk kalangan anak muda dan masyarakat luas. Di
samping itu, seiring dengan banyak bermunculannya konveksi di Indonesia, menjadikan
konveksi ini menjadi trend di Indonesia. Kondisi ini tentunya sangat menguntungkan
para pemilik konveksi, karena saat ini anak-anak muda dan masyarakat luas lebih
menyukai trend konveksi kekinian.
Hasil yang dicapai dari usaha konveksi ini sesuai dengan ide bisnis yang direncanakan
pada saat menerima bantuan TKM Lanjutan, usaha konveksi mengalami kemajuan
diuraikan dibawah ini :
A. Peralatan dan Bahan
Peralatan
Setelah mendapatkan bantuan TKM Lanjutan, jumlah peralatan dan bahan menjadi
bertambah sehingga menambah cepat pelayanan dan berdampak juga kepada jumlah
penghasilan. Berikut jumlah peralatan yang ditambah : Peralatan yang diterima dari
bantuan sarana usaha TKM Lanjutan adalah :
1. Mesin Jahit 2 unit = menjadi 4 unit
2. Mesin Obras 2 unit = menjadi 3 unit
3. Meja Mesin Jahit 2 unit = menjadi 3 unit
Bahan yang diterima dari bantuan sarana usaha TKM Lanjutan adalah :
1. Benang Katun
2. Benang Obras Polyester
3. Gunting Kain/Bahan
4. Kain Katun
5. Kain Shifon
6. Kain American Drill

[Dat 2
B. Hasil yang dicapai
Kegiatan Tenaga Kerja Mandiri Lanjutan yang saya ikuti menjadikan usaha konveksi
saya semakin berkembang dikarenakan adanya penambahan modal baik peralatan
maupun bahan produksi, sehingga pelayanan juga semakin baik dan pelanggan
semakin bertambah. Hal ini dapat dilihat dari :
1. Omzet per bulannya yaitu semula Rp. 5.000.000,- menjadi Rp.10.000.000,-
dikarenakan bertambahnya jumlah pelanggan dan dari pelayanan juga meningkat
dengan adanya perlatan-peralatan baru
2. Dari segi pemasaran yang dilakukan melalui media sosial juga menambah jumlah
pelanggan yang dating ke konveksi saya.
3. Jumlah tenaga kerja semula 1 orang menjadi 2 orang karena jumlah pelanggan
semakin banyak.

[Dat 2
BAB IV

PERMASALAHAN YANG MUNCUL

Permasalahan yang dihadapi pada saat menjalankan usaha konveksi ini adalah sebagai
berikut :

1. Perkembangan model design konveksi yang terbilang sangat cepat berubah, terkadang
memaksa para pekerja di bidang ini untuk terus mengupdate pengetahuan dan
keterampilan dalam hal konveksi.
2. Tenaga kerja yang sering berganti-ganti dikarenakan mendapatkan tawaran penghasilan
yang lebih tinggi di konveksi lainnya
3. Munculnya pesaing-pesaing baru di lokasi yang sama.

[Dat 2
BAB V

STRATEGI PEMECAHAN MASALAH

Untuk menyelesaikan masalah yang dihadapi selama menjalankan usaha maka saya
melakukan strategi pemecahannya sebagai berikut:
1. Agar bisnis konveksi saya tidak kalah bersaing dengan bisnis konveksi lainnya, saya
memberikan pelayanan prima kepada para pelanggan/konsumen, sehingga pelanggan
akan merasa senang karena dilayani dengan ramah dan akan kembali lagi ke
konveksi saya. Dengan demikian peluang usaha konveksi saya akan semakin
berkembang dan akan lebih banyak dikunjungi konsumen.
2. Pemasaran harus menggunakan strategi yang tepat sehingga dapat menarik lebih
banyak lagi konsumen ke konveksi saya.

[Dat 2
BAB VI

PENUTUP

Demikian laporan kegiatan Tenaga Kerja Mandiri (TKM) Lanjutan ini saya buat sebagai
bahan pertanggungjawaban kegiatan TKM Lanjutan. Semoga laporan ini dapat menjadi
referensi bagi wirausaha-wirausaha pemula lainnya untuk memulai usaha TKM Lanjutan.

[Dat 3
Lampiran :

[Dat 3
IV. CONTOH LPJ KEUANGAN TKML 2023
Berikut ini adalah contoh ilustrasi penyusunan Laporan Pertanggungjawaban
Keuangan Kegiatan TKM Lanjutan Tahun Anggaran 2023.

1. Nama Penerima : DEWI PURNAMA


Bantuan
2. NIK : 123456789101112

3. Alamat : RT 01 RW 01 Nomor 21 Desa Melati, Kecamatan


Mawar, Kabupaten Garut, Provinsi Jawa Barat

4. Nama Usaha : Dewi Busana

5. Nama Bantuan : Tenaga Kerja Mandiri Lanjutan TA 2023

6. Nilai Bantuan : Rp. 15.000.000,-

(Lima Belas Juta Rupiah )

[Dat 3
[Date] 33
A. HALAMAN PENGESAHAN

HALAMAN PENGESAHAN

Garut, 30 Agustus2023

Penerima Bantuan TKML 2023

Dewi Purnama

[Dat 3
B. SURAT PERNYATAAN TANGGUNG JAWAB BELANJA

SURAT PERNYATAAN TANGGUNG JAWAB BELANJA

Yang bertanda dibawah ini :

1. Nama Penerima : Dewi Purnama


Bantuan
2. NIK : 123456789101112

3. Alamat : RT 01 RW 01 Desa Melati, Kecamatan Mawar,


Kabupaten Garut, Prov. Jawa Barat:

4. Nama Bantuan : Tenaga Kerja Mandiri Lanjutan

Berdasarkan Surat Keputusan Nomor. 3.1/4324/PK.03.03/VII/2023 dan Perjanjian Kerja


Sama Nomor 3.1/3965/PK.03.03/VII/2023 mendapatkan Bantuan Operasional Tenaga Kerja
Mandiri Lanjutan TA 2023 sebesar Rp.15.000.000,- (lima belas juta rupiah).

Dengan ini menyatakan bahwa :

1. Sampai dengan bulan Agustus telah menerima pencairan Tahap Ke 1 (satu) atau
keseluruhan dengan nilai nominal sebesar Rp15.000.000,- (lima belas juta rupiah),
dengan rincian sebagai berikut :

a. Jumlah total dana yang telah diterima : Rp.15.000.000,- (Lima Belas Juta
Rupiah)
b. Jumlah total dana yang dipergunakan : Rp.15.000.000,- (Lima Belas Juta
Rupiah)
c. Jumlah total sisa dana : Rp.0,-.(nol rupiah)

2. Persentase jumlah dana bantuan operasional Tenaga Kerja Mandiri Lanjutan yang
telah digunakan adalah sebesar Rp. 15.000.000,-(lima belas juta rupiah)
3. Bertanggung jawab penuh atas pengeluaran yang telah dibayar lunas kepada yang
berhak menerima.
4. Bersedia menyimpan dengan baik seluruh bukti pengeluaran belanja yang telah
dilaksanakan.

[Dat 3
5. Bersedia untuk dilakukan pemeriksaan terhadap bukti-bukti pengeluaran oleh aparat
pengawas fungsional Pemerintah.
6. Apabila dikemudian hari, pernyataan yang saya buat ini mengakibatkan kerugian negara
dimaksud sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Demikian surat pernyataan ini dibuat dengan sebenarnya.

Garut, 30 Agustus 2023

Penerima Bantuan TKML TA 2023

Dewi Purnama

[Dat 3
C. LAPORAN PERTANGGUANJAWABAN BANTUAN OPERASIONAL

LAPORAN PERTANGGUNGJAWABAN BANTUAN OPERASIONAL

Yang bertanda tangan dibawah ini :

1. Nama Penerima : Dewi Purnama


Bantuan
2. NIK : 123456789101112

3. Alamat : RT 01 RW 01 Desa Melati, Kecamatan Mawar,


Kabupaten Garut, Prov. Jawa Barat:

4. Nama Bantuan : Tenaga Kerja Mandiri Lanjutan

Berdasarkan Surat Keputusan Nomor. 3.1/4324/PK.03.03/VII/2023 dan Perjanjian Kerja


Sama Nomor 3.1/3965/PK.03.03/VIII/2022 telah menerima bantuan Operasional Tenaga
Kerja Mandiri Lanjutan TA 2023 dengan nilai nominal sebesar Rp.15.000.000,-(Lima Belas
Juta Rupiah).

1. Laporan Penggunaan Jumlah Dana

a. Jumlah total dana yang telah diterima : Rp.15.000.000,- (Lima Belas Juta
Rupiah)
b. Jumlah total dana yang dipergunakan : Rp.15.000.000,- (Lima Belas Juta
Rupiah)
c. Jumlah total sisa dana : Rp.0,-.(nol rupiah)

2. Telah menyelesaikan seluruh pekerjaan (100%) Bantuan Operasional Tenaga Kerja


Mandiri Lanjutan berdasarkan Perjanjian Kerja Sama tersebut diatas.
Berdasarkan hal tersebut diatas, saya dengan ini menyatakan dengan sebenar- benarnya
bahwa :
1. Bukti-bukti pengeluaran penggunaan dana Bantuan Operasional Tenaga Kerja Mandiri
Lanjutan sebesar Rp. 15.000.000,- (Lima Belas Juta Rupiah) telah kami simpan sesuai
dengan ketentuan untuk kelengkapan administrasi dan keperluan pemeriksaan aparat
pengawas fungsional.
2. Telah menyetorkan sisa dana bantuan ke Kas Negara sebesar sebagaimana Bukti
Penerimaan Negara (BPN) terlampir .*)
3. Apabila di kemudian hari, atas penggunaan dana Bantuan Operasional Tenaga Kerja
Mandiri Lanjutan mengakibatkan kerugian Negara maka saya bersedia

[Dat 3
dituntut pengantian kerugian negara dimaksud sesuai dengan ketentuan peraturan
perundang-undangan.

Demikian laporan pertanggungjawaban Bantuan Operasional ini kami buat dengan sesungguhnya dan
penuh tanggung jawab.

Garut, 30 Agustus 2023

Penerima Bantuan

TKML TA 2023

Dewi Purnama

[Dat 3
D. SURAT PERNYATAAN BUKTI-BUKTI PENGELUARAN ASLI TELAH
DISIMPAN
PERNYATAAN BUKTI-BUKTI PENGELUARAN ASLI TELAH DISIMPAN

Yang bertanda tangan dua bawah ini :

Nama : Dewi Purnama

NIK : 123456789101112

Alamat : RT 01 RW 01 Desa Melati, Kecamatan Mawar, Kabupaten


Garut, Prov. Jawa Barat
Menyatakan dengan sesungguhnya bahwa :
1. Bukti-bukti pengeluaran asli telah disimpan baik sebagai bahan dan kelengkapan
dokumen pelaksanaan Kegiatan Tenaga Kerja Mandiri Lanjutan yang saya laksanakan
tahun 2023
2. Apabila dikemudian hari ternyata masih ada bukti-bukti pengeluaran yang tidak sesuai
dengan pelaksanaan Kegiatan Tenaga Kerja Mandiri (TKM) Lanjutan dan menyebabkan
kerugian negara, hal tersebut sepenuhnya menjadi tanggung jawab saya dan saya
bersedia untuk mengganti kerugian tersebut ke Kas Negara.

Demikian surat pernyataan ini saya buat dengan sebenar-benarnya.

Garut, 30 Agustus 2023

Penerima Bantuan

TKM Lanjutan 2023

Dewi Purnama

[Dat 3
E. LAPORAN KEMAJUAN PENYELESAIAN PEKERJAAN

LAPORAN KEMAJUAN PENYELESAIAN PEKERJAAN

Pada hari ini Rabu tanggal tiga puluh bulan Agustus tahun dua ribu dua puluh tiga, yang
bertanda tangan dibawah ini :

Nama : Dewi Purnama

NIK : 123456789101112

Alamat : RT 01 RW 01 Desa Melati, Kecamatan Mawar, Kabupaten Garut,


Prov. Jawa Barat
dengan ini menyatakan sebagai berikut :

Berdasarkan Surat Keputusan Nomor. 3.1/4324/PK.03.03/VII/2023 dan Perjanjian Kerja


Sama Nomor 3.1/3965/PK.03.03/VII/2023 mendapatkan bantuan Tenaga Kerja Mandiri
Lanjutan TA 2022 berupa peralatan dan bahan pengembangan usaha dengan nilai bantuan
sebesar Rp. 15.000.000,- (Lima Belas Juta Rupiah)

1. Sampai dengan tanggal sepuluh November , kemajuan penyelesaian pekerjaan peralatan


dan bahan pengembangan usaha sebesar 100 %.
2. Apabila dikemudian hari, atas laporan penyelesaian pekerjaan yang telah dibuat
mengakibatkan kerugian Negara maka saya bersedia untuk dituntut penggantian kerugian
negara sesuai dengan ketentuan perundang-undangan.
Demikian Laporan Kemajuan Penyelesaian Pekerjaan ini dibuat dengan sebenarnya untuk
dipergunakan sebagaimana mestinya.

Garut, 30 Agustus 2023

Penerima Bantuan TKM Lanjutan

Dewi Purnama

[Dat 4
F. BERITA ACARA SERAH TERIMA

BERITA ACARA SERAH TERIMA

Pada hari ini Rabu tanggal tiga puluh bulan Agustus tahun dua ribu dua puluh tiga yang
bertanda tangan dibawah ini :

1. Nama Penerima : Dewi Purnama


Bantuan
NIK : 123456789101112

Alamat : RT 01 RW 01 Desa Melati, Kecamatan Mawar,


Kabupaten Garut, Prov. Jawa Barat

yang selanjutnya disebut sebagai PIHAK KESATU

2. Nama : Iwan Darmawan,S.H,M.E

NIP : 197611292005011001

Jabatan : PPK Satker

yang selanjutnya disebut sebagai PIHAK KEDUA

dengan ini menyatakan sebagai berikut :

1. PIHAK KESATU telah melaksanakan penyelesaian pekerjaan berupa Bantuan


Operasional Tenaga kerja Mandiri Lanjutan TA 2023 sesuai dengan Surat Keputusan
Nomor. 3.1/4324/PK.03.03/VII/2023 dan Perjanjian Kerja Sama nomor
3.1/3965/PK.03.03/VII/2023
2. PIHAK KESATU telah menerima dana bantuan dari PIHAK KEDUA dan telah
dipergunakan untuk keperluan pelaksanaan pekerjaan sesuai dengan Perjanjian Kerja
Sama, dengan rincian sebagai berikut :

a. Jumlah total dana yang : Rp.15.000.000,- (Lima Belas Juta Rupiah)


diterima
b. Jumlah total dana yang : Rp.15.000.000- (Lima Belas Juta Rupiah)
dipergunakan
c. Jumlah total sisa dana : Rp.0,- (Nol Rupiah)

3. PIHAK KESATU menyatakan bahwa bukti-bukti pengeluaran dana Bantuan Tenaga


Kerja Mandiri Lanjutan TA 2023 sebesar Rp.15.000.000,-(Lima Belas

[Dat 4
Juta Rupiah) telah disimpan sesuai dengan ketentuan untuk kelengkapan administrasi
dan keperluan pemeriksaan aparat pengawas fungsional.
4. PIHAK KESATU menyerahkan kepada PIHAK KEDUA dan PIHAK KEDUA
menerima dari PIHAK KESATU berupa Bantuan Operasional Tenaga Kerja Mandiri
Lanjutan TA 2022 dengan nilai Rp.15.000.000,- (Lima Belas Juta Rupiah)
5. PIHAK KESATU telah meyetorkan sisa dana bantuan ke Kas Negara sebesar Rp.0,-
(Nol Rupiah) sebagaimana Bukti Penerimaan Negara (BPN) terlampir.*)
Demikian Berita Acara Serah Terima ini dibuat dengan sebenarnya dan ditandatangani oleh
Para Pihak pada hari ini dan tanggal tersebut diatas untuk dipergunakan sebagaimana
mestinya

PIHAK KESATU PIHAK KEDUA

Penerima Bantuan PPK Satker

TKML TA 2023

Dewi Purnama Jason Bosman Tambun,S.Pd.

NIP.19940601 202012 1 019

[Dat 4
G. RINCIAN ANGGARAN BIAYA

USAHA KONVEKSI “DEWI BUSANA”


Harga Satuan*) Jumlah Biaya*)
No. Jenis Pengeluaran Volume Satuan
(Rp) (Rp)
A. Pembelian Peralatan Usaha 9.000.000
1 Mesin Jahit 2 unit 3.820.000 7.640.000
2 Mesin Obras 1 unit 1.040.000 1.040.000
3 Meja mesin jahit 1 unit 320.000 320.000
B. Pembelian Bahan Usaha 3.300.000
4 Benang Katun 1 lusin 170.000 170.000
5 Benang obras polyester 4 gulung 17.500 70.000
6 Gunting kain/bahan 4 pcs 45.000 180.000
7 Kain katun 2 rol 840.000 1.680.000
8 Kain shifon 30 meter 10.000 300.000
9 Kain American drill 30 meter 30.000 900.000
C. Biaya Produksi 2.550.000
10 Upah pekerja (1 bulan) 2 Orang 1.275.000 2.550.000
D. Pemasaran/Promosi Usaha 150.000
11 Standing x banner (60 x 160 cm) 2 Pcs 75.000 150.000
TOTAL BIAYA (Rp) 15.000.000

*) Seluruh biaya sudah termasuk pajak

Kab. Garut, 30 Agustus 2023

Penerima Bantuan
TKM Lanjutan,

Dewi Purnama

[Dat 4
H. LAPORAN REALISASI PENGGUNAAN DANA

USAHA KONVEKSI “DEWI BUSANA”


Persentase
Batasan Sisa
Realisasi Realisasi Belanja
No. Jenis Pengeluaran Biaya/Pengeluaran Dana
Belanja (Rp.) terhadap
terhadap Anggaran (Rp.)
Anggaran*)
A. Pembelian Peralatan Usaha Minimal 60% 9.000.000 - 60%
B. Pembelian Bahan Usaha Maksimal 22% 3.300.000 - 22%
C. Biaya Produksi Maksimal 17% 2.550.000 - 17%
D. Biaya Pemasaran atau Promosi Maksimal 1% 150.000 - 1,00%
Produk
TOTAL (Rp.) 15.000.000 Nihil 100%

Kab. Garut, 30 Agustus 2023

Penerima Bantuan
TKM Lanjutan,

Dewi Purnama

DEJI
B

[Dat 4
*) Cara Menghitung Persentase Realisasi Belanja terhadap Anggaran :

9.000.000
A. Persentase Pembelian Peralatan Usaha
: 15.000.000 x100 =60,00%

B. Persentase Pembelian Bahan Usaha 3.300.000


: 15.000.000 x100 =22,00%

C. Persentase Biaya Produksi 2.550.000


: 15.000.000 x100 =17,00%

D. Persentase Biaya Pemasaran atau Promosi Produk


150.000
: x100 =1,00%
15.000.000

[Dat 4
I. BUKTI PENGELUARAN BELANJA
1. Pembelian Peralatan Usaha
a. Kutansi Pembelian

[Dat 4
b. Nota Pembelian

[Dat 4
[Dat 4
[Dat 4
[Dat 5
[Date] 51
2. Biaya Pembelian Bahan

a. Kuitansi Pembelian

[Dat 5
b. Nota Pembelian

[Dat 5
[Dat 5
[Dat 5
[Dat 5
3. Biaya Produksi (Upah Karyawan).

[Dat 5
[Dat 5
4. Biaya Promosi Produk

[Dat 5
5. Contoh Jenis Kuitansi Pembayaran Lainnya

[Dat 6
[Dat 6
[Dat 6
[Dat 6
[Date] 64
[Dat 6
[Dat 6
[Dat 6
[Dat 6
[Date] 69
VI. Contoh Rekapitulasi dan Bukti Setoran Pajak

[Dat 7
[Dat 7
[Dat 7
[Dat 7
[Dat 7
[Dat 7
[Dat 7
[Dat 7
[Dat 7
[Dat 7
[Dat 8
[Dat 8
[Dat 8

Anda mungkin juga menyukai