TARBIYAH ISLAMIAH SEBAGAI MODAL PENDIDIKAN
MASA DEPAN YANG CEMERLANG
Diajukan Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah
KAPITA SELEKTA
MAKALAH
Dosen Pengampu;
Oleh:
M.Ingisom Maulana 20.01.09.7.46
21.01.01.00.87
21.01.01.00.80
21.01.01.00.79
UNIVERSITAS ISLAM TRIBAKTI KEDIRI
FAKULTAS TARBIYAH
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
FEBRUARI 2024
KATA PENGANTAR
Puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat serta
inayahnya kepada penulis sehinnga penulis mampu menyelesaikan tugas yang
diberikan oleh dosen pembimbing dengan baik dan benar, dapat memberikan
manfaat bagi kita semua, serta diberikan kemudahan dan kelancaran dalam
mengerjakan tugas tersebut.
Sholawat serta salam semoga tetap tercurahkan kepada junjungan kita
Nabiyuna Wahabibuna Muhammad SAW. Semoga kita termasuk umatnya yang
diberi syafaat dan karomahnya di yaumul kiamat nanti, amin ya robbal alamin.
Adapun tujuan utama penulisan makalah ini adalah untuk memenuhi tugas
mata kuliah ilmu jiwa belajar PAI dengan judul “TARBIYAH
ISLAMIAH SEBAGAI MODAL PENDIDIKAN MASA DEPAN YANG
CEMERLANG”.Serta menambah wawasan kami sebagai mahasiswa dalam
memahami mata kuliah KAPITA SELEKTA.
Kami mohon maaf apabila terdapat kesalahan dalam penulisan makalah
serta bahasa yang digunakan,dan kami sangat mengharapkan kritik serta saran
dari para pembaca untuk bahan pertimbangan perbaikan makalah kami dan kami
ucapkan banyak terimakasih atas waktunya.
Kediri, Februari 2024
Penulis
ii
DAFTAR ISI
DAFTAR ISI.........................................................................................................iii
BAB I : PENDAHULUAN.....................................................................................1
A.Latar belakang......................................................................................................1
B.Rumusan Masalah................................................................................................1
BAB II : PEMBAHASAN......................................................................................2
A.Pengertian Tarbiyah Islamiah..............................................................................2
B.Tantangan Tarbiyah Islamiyah.............................................................................2
C.Strategi Tarbiyah Islamiah Masa Depan..............................................................4
BAB III : PENUTUP..............................................................................................8
A.Kesimpulan..........................................................................................................8
DAFTAR PUSTAKA.............................................................................................9
iii
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar belakang
Tarbiyah Islamiah adalah pendidikan islam yang berbasis agama
islam.Pendidikan dalam islam mempunyai kedudukan yang sangat penting,maka
dari itu banyak sekali hadits-hadist dan surah-surah yang menyatakan tentang
pendidikan atau tentang perintah menuntut ilmu baik ilmu agama maupun ilmu
umum karena dalam islam tidak mengenal kata dikotomi ilmu pengetahuan.
Dengan demikian,untuk melakukan perombakan yang berujung pada
kesesuaian antara ajaran islam dengan perkembangan zaman yang akhirnya
membangkitkan kembali peradaban yang gemilang Islam seperti pada abad
pertengahan adalah melalui pendidikan.Pendidikan merupakan hal pertama yang
menunjang pembaharuan,mendorongnya terjun dalam kritisme system pendidikan
Islam yang berkembang pada periode kemunduran dan pada awal pembaharuan
atau zaman modern.
Faktanya pendidikan Islam itu memang harus
dimodernisasikan.Pembaharuan islam merupakan benih-benih organisai dibidang
pendidikan Islam.Upaya tersebut adalah untuk merekontruksi penyelenggaraan
pendidikan Islam yang belum mengacu pada mengantisipasi zaman yang sedang
berubah, tetapi hanya menjaga dan melestarikan segala warisan yang bersifat
klasik.[1]
B.Rumusan Masalah
1. Apa pengertian tarbiyah islamiah?
2. Bagaimana tantangan tarbiyah islamiah?
3. Bagaimana strategi tarbiah islamiah masa depan?
1 Ninik Masruroh dan Umiarso,Modernisasi Pendidikan Islam Ala Azyumardi
Azra,Yogyakarta,Ar-Ruzz Media.2011.Hlm 13.
1
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian Tarbiyah Islamiah
Kata tarbiyah berasal berasal dari kata rabba, yarubbu, rabban.[2] yang
berarti mengasuh, memimpin, mengasuh (anak). Penjelasan atas kata Al-
Tarbiyah ini lebih lanjut dapat dikemukakan sebagai berikut. rabba, yarubbu
tarbiyatan yang mengandung arti memperbaiki (ashlaha), menguasai urusan,
memelihara dan merawat, memperindah, memberi makna, mengasuh, memiliki,
mengatur, dan menjaga kelestarian maupun eksistensinya. Dengan menggunakan
kata yang ketiga ini, meka terbiyah berarti usaha memelihara, mengasuh,
merawat, memperbaiki dan mengatur kehidupan peserta didik, agar
dapat survive lebih baik dalam kehidupannya. [3]Dengan demikian, pada kata Al-
Tarbiyah tersebut mengandung cakupan tujuan pendidikan, yaitu menumbuhkan
dan mengembangkan potensi; dan proses pendidikan, yaitu memelihara,
mengasuh, merawat, memperbaiki dan mengaturnya.
Dari pengertian diatas saya simpulkan bahwasanya Tarbiyah islamiah
merupakan sebuah pendidikan islam yang bertujuan untuk mencetak genarasi
insan kamil sehingga bisa survive dan mengembalikan lagi kejayaan islam.
B. Tantangan Tarbiyah Islamiyah
Ketika pendidikan islam ingin melakukan reorientasi berupa integarsi
ilmu umum dan agama, dan inetraksi antara knowledge,skill, dan attitude yang
dibingkai oleh nilai,moralitas dan spritualitas islam yang kompetensis,hal itu
menuntut pengelolaan pendidikan islam yang berbeda dari yang selama ini
dilakukan. Satu hal yang terus diperkuat adalah komitmen terhadap
kualitas,efesiensi, dan efektifitas.
Sistem pendidikan harus senantiasa bersama-sama dengan system lain
untuk mewujudkan cita-cita masyarakat madani Indonesia.Pendidikan bukan
merupakan sesuatu yang ekslusif dan terpisah dari masyarakat dan system
2 Mahmud Yunus. Kamus Bahasa Arab Indonesia.Jakarta.Muhammad Yunus Wa
Dzuriyat.2007.Hlm 136
3 Abdul Mujib.Ilmu Pendidikan Islam.Jakarta.Kencana Prenada Media.2010. Hlm 11
2
sosialnya,tetapi pendidikan sebagai suatu system terbuka dan senantiasa
berinteraksi dengan masyarakat dan lingkungannya.[4]
Dalam merespon tantangan dan kebaruan zaman.Kaidah itu berbunyi,
‘’al-muhafadzatu ‘ala al qadim al-ashalih wa al-akhzu bi al-jadid al-ashlah”, yang
artinya melestarikan nilai-nilai Islam lama yang baik dan mengambil nilai-nilai
baru yang lebih baik.[5]
Terdapat sejumlah tantangan masa depan yang harus dihadapi tarbiyah
islamiyah dalam menghadapi tantangan tersebut akan menjadi modal meraih
pendidikan masa depan.Tantangan tarbiyah islamiah tersebut dapat dikemukakan
sebagai berikut.
Pertama, adanya sejumlah kecendrungan kehidupan
social,politik,ekonomi dan ilmu pengetahuan diera globalisasi.Untuk menghadapi
tantangan kecendrungan global ini maka seluruh paradigma pendidikan harus
mengalami perubahan dengan tetap berjiwa pada nilai-nilai ajaran
islam.Kecendrungan era globalisasi tersebut tidak ubahnya bagaikan badai
besar(turbulence) yang menerpa seluruh dunia pendidikan islam.Jika kita ingin
menjadikan tarbiyah islamiyah sebagai model meraih pendidikan masa depan,
maka amat bergantung pada sejauh mana kita mampu menghadapi badai tersebut.
Kedua, adanya kecendrungan perubahan pola hidup masyarakat dari
agraris kedalam pola hidup urbanis, yaitu kehidupan yang dijalani dengan tergesa-
gesa, hidup dianggap sebagai persaingan,sikap dan tindakan pragmatis dalam
mengahdapi masalah,hidup dengan mobilitas tinggi, dan hidup dijalani dengan
interaksi yang anomin alias tidak saling mengenal dengan orang lain.[6]
Nurcholish madjid (Yaya M, Abdul Aziz,1998:ix) menyatakan bahwa perubahan
tersebut akan menyebabkan devrivasi relative,dislokasi,disorientasi, dan
negativism.[7 ]
4 Hasan Basri.Kapita Selekta Pendidikan.Bandung.CV Pustaka Setia.2012.Hlm 5
5 Syamsun Ni’am.Modernisasi pendidikan Islam ala Azyumardi Azra.Jogyakarta.Ar-Ruzz
Media.2011.Hlm 112.
6 Abuddin Nata.Kapita Selekta PAI:isu-isu kontemporer tentang pendidikan islam.Rajawali
Pers.2016.Hlm 91.
7 Ahmad Tafsir,Filsafat Pendidikan Islam.Bandung.PT Remaja Rosdakarya.2012.Hlm 192.
3
Ketiga, adanya kecendrungan menguatnya paham pragresif dan pragmatis,
sebagaimana yang digagas oleh William james dan john dewey, yaitu peham yang
menganggap bahwa ukuran suatu kemajuan apabila pendidikan yang
diselenggarakan mampu mendorong terjadinya perubahan kebudayaan yang
terdapat dimasyarakat.
Akibat dari keadaan ini, maka pendidikan yang menarik minat adalah pendidikan
yang mampu menjanjikan kemudahan bagi lulusannya untuk mendapatkan
pekerjaan yang membawa status perbaikan social dan ekonomi.
Tarbiyah islamiyah akan menjadi model pendiidikan masa depan,jika mampu
mengatasi kecendrunagan pragmatis tersebut.Upaya ini antara lain dapat
dilakukan dengan cara menyadarkan masyarakat tentang peran agama dalam
kehidupan.Pendidikan islam harus mampu menyadarkan masyarakat, bahwa
kemajuan dalam bidang ekonomi yang tidak didasarkan pada nilai-nilai agama
akan menimbulkan bencana kemanusiaan dan peradaban yang mengerikan
sebagai mana yang terjadi pada bangsa Romawi dan Persia di masa lalu.
Pendidikan islam harus mampu mengingatrakat bahwa kehidupan sesungguhnya
bukan hanya membutuhkan materi, melainkan juga nilai-nilai moral dan spiritual.
Keempat, adanya kecendrungan masyarakat yang cerdas dan kritis
sebagai akibat dari kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Tarbiyah islamiyah akan menjadi model pendidikan masa depan jika mampu
mengatasi kecendrungan masyarakat yang cerdas dan kritis tersebut.Berbagai
istilah dalam kajian tasawuf dan akhlak seperti tawakkal,syukur,sholat,dzikir dan
do’a dan seterusnya, jika pendidikan islam mampu memberi makna susbtansi
terhadap berbagai istilah diatas atau ajaran islam selama ini yang dilakukan oleh
umat islam.
Kelima, adanya perhatian yang semakin besar dari pemerintah Indonesia,
terhadap pentingnya tarbiyah islamiyah bagi kemajuan bangsa Indonesia secara
seimbang antara jasmani dan rohani,intelektual dan spiritual,material dan spiritual.
C. Strategi Tarbiyah Islamiah Masa Depan
4
Jika kita perhatikan kurikulum pendidikan Barat itu terdiri dari tiga
materi pokok yaitu materi kegiatan untuk tujuan penguasaan ilmu(sains),materi
kegiatan untuk tujuan penguasan kemampuan kerja, dan materi untuk tujuan sehat
serta kuat.
Filosofi pendidikan seperti itu tidak persis sama dengan filosofi
pendidikan dalam islam.dalam islam tujuan pertama dan utama pendidikan
sekolah(juga pendidikan luar sekolah) adalah pembentukankepribadian muslim.
Al-Abrasyi misalnya, menjelaskan bahwa kurikulum sekolah harus mendahulukan
pembentukan rohani atau hati.Ini berarti pelajaran ketuhanan atau akidah harus
diberikan hal ini pertama dan utama.
Menurut pandangan islam pendidikan harus mengutamakan pendidikan
keimanan.Sejarah membuktikan bahwa pendidikan yang tidak atau kurang
memperhatikan pendidikan keimanan akan menghasilkan lulusan yang kurang
baik akhlaknya.Akhlak rendah itu akan berbahaya bagi kehidupan bersama,dapat
menghancurkan sendi-sendi kehidupan bersama bahkan dunia. Lulusan sekolah
yang kurang kuat imannya akan sangat sulit menghadapi kehidupan pada zaman
yang benar-benar global kelak.[8]
Berdasarkan perspektif pemikiran islam tersebut pendidikan masa depan
haruslah memiliki kurikulum utama yang terdiri atas :
1. Pendidikan agama
2. Pendidikan bahasa inggris aktif
3. Pendidikan keterampilan kerja
Selain itu dalam pengembangan kurikulum perlu diperhatikan sebagai
berikut.
1. Mengkontruk program pengembangan keilmuan
2. Link and match
3. Pendidikan berkualitas.
8 Ibid.Hlm 206.
5
Dengan memperhatikan berbagai tantangan sebagaimana tersebut
diatas(B), maka strategi menjadikan tarbiyah islamiyah sebagai model pendidikan
masa depan dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut.
Pertama, penyelenggaraan tarbiyah islamiah dimasa sekarang dan yang
akan datang harus diarahkan pada upaya menjadikan ajaran islam sebagai
pendorong bagi kemajuan bangsa. Fungsi ajaran islam sebagai motivator dan
inspirasi harus diwujudkan diimplementasikan kedalam gerakan mewujudkan
bangsa yang unggul. Menurut Tilaar dalam pengembangan manusia unggul
diperlukan pengembangan sifat sebagai berikut.(a) kemampuan untuk
mengembangkan jaringan kerja, (b) kerja sama yang pada gilirannya
menghasilkan produk-produk yang bermutu tinggi, (c)cinta pada kualitas tinggi.[9]
Kedua, penyelenggaraan tarbiyah islamiyah dimasa depan harus
diarahkan pada upaya mengembalikan kejaan islam yang pernah dicapai pada
masa klasik yang ditandai oleh kerja keras,menuntut ilmu
pengetahuan,mengembangkan riset albayani dan seterusnya.
Ketiga, penyelenggaraan tarbiyah islamiah harus diarahkan pada upaya
membangun pendidikan islam yang memiliki karakter islami.Tiga domain
pendidikan yakni pembentukan kognitif,afektif dan psikomotor.Diantara tiga hal
ini yang paling terkait dengan karakter adalah transfer nilai(value),tanpa
mengabaikan bahwa keterkaitan pembentukan karakter ada hubungannya dengan
pembentukan kognitif dan psikomotor.
Keempat,tarbiyah islamiyah dimasa yang akan datang harus mampu
menghadapi kecendrungan diera globalisai ini.Untuk itu perlu dibuat rancangan
pendidikan islam tersebut meliputi,(a)pendidikan berkulitas,(b)produk yang
menunjukan kemampuan dalam memenuhi kebutuhan pelanggan secara langsung
atau tak langsung[10]
Kelima, tarbiyah islamiyah dimasa depan harus mampu memenuhi
standar nasional pendidikan yang ditetapkan oleh pemerintah Indonesia[11].
9 Haidar Putra Daulay.Pendidikan Nasional dalam Sistem Pendidikan Nasional Di
Indonesia.Jakarta.KENCANA.2004.Hlm 170.
10Haidar Putra Daulay dan Nurgaya Pasa.Pendidikan Islam Dalam lintasan
Sejarah.Jakarta.KENCANA.2013.Hlm 199.
11 Abuddin Nata.lock cit.Hlm 103.
6
7
BAB III
PENUTUP
A.KESIMPULAN
Berdasarkan uraian dan analisis sebagaimana tersebut diatas,dapat dikemukakan
catatan penutup sebagai berikut;
Pertama, bahwa peluang untuk menjadikan Tarbiyah Islamiyah sebagai modal
meraih masa depan sungguh terbuka lebar. Adanya kecendrungan era globalisasi
yang penuh tantangan merupakan salah satu hal peluang apabila dihadapi
dengansikap positif thinking dan kerja keras tanpa kenal lelah.
Kedua, agar tarbiyah islamiah dimasa depan dapat menjadi modal meraih masa
depan yang gemilang, maka pendidikan islam dimasa depan harus memiliki
culture of spirit yang didasarkan pada ajaran islam.
Ketiga,agar tarbiyah islamiyah dapat berkembang dan bersaing ditengah-tengah
persaingan global maka pendidikan tersebut harus ditingkatkan dan
dikembangkan seluruh aspeknya sesuai dengan perkembangan zaman.
8
DAFTAR PUSTAKA
Basri,Hasan.2015.Kapita Selekta Pendidikan.Bandung.CV Pustaka Setia.
Mujib.Abdul.2010.Ilmu Pendidikan Islam.Jakarta.Kencana Prenada Media.
Masruroh,Ninik dan Umiarso,2011.Modernisasi Pendidikan Islam Ala Azyumardi
Azra,Yogyakarta,Ar-Ruzz Media.
Nata,Abuddin.2013.Kapita Selekta PAI:isu-isu kontemporer tentang pendidikan
islam.Jakarta.Rajawali Pers.
Ni’am,Syamsudin.2011.Modernisasi pendidikan Islam ala Azyumardi
Azra.Jogyakarta.Ar-Ruzz Media.
Tafsir, Ahmad.2012.Filsafat Pendidikan Islam.Bandung.PT Remaja Rosdakarya.
Putra Daulay,Haidar.2004.Pendidikan Nasional dalam Sistem Pendidikan
Nasional Di Indonesia.Jakarta.KENCANA.dan Nurgaya Pasa.2013.Pendidikan
Islam Dalam lintasan Sejarah.Jakarta.KENCANA.
Yunus.Mahmud.2007. Kamus Bahasa Arab Indonesia.Jakarta.Muhammad Yunus
Wa Dzuriyat.