Anda di halaman 1dari 10

PRAKTIKUM

TEKNOLOGI FARMASI SEDIAAN LIKUID DAN SEMISOLID (FA3102)



EMULSI BENZIL BENZOAT

Tanggal Percobaan : 5 Oktober 2011
Tanggal Pengumpulan : 12 Oktober 2011
Kelompok : 1-2
ShiIt : Rabu

Disusun oleh:
Fransiska Kurniawan 10709009
Mega Rahmawati 10709018
Pradipta Ramadhan 10709030
Girinanda Puspanegara 10709084
Nurmazidah 10709086







LABORATORIUM LIKUIDA DAN SEMISOLIDA
PROGRAM STUDI SAINS DAN TEKNOLOGI FARMASI
SEKOLAH FARMASI
INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG
2011
EMULSI BENZIL BENZOAT

I. Tujuan Percobaan
1. Menentukan organoleptik, volume terpindahkan, pH sediaan, dan homogenitas sediaan
emulsi benzil benoat yang dibuat.
2. Menentukan usulan Iormula yang tepat.

II. Pendahuluan
Benzil benzoat merupakan obat kurap (scabies) pada kulit yang disebabkan karena tengu
atau parasit (Sarcoptes scabiei) dan pediculosis yang disebabkan oleh (Pediculus capitis). Benzil
benzoat dapat membunuh parasit ini dan menekan perkembangannya. Karakteristik dari kurap
tersebut adalah gatal-gatal (biasanya malam), bercak kemerahan, dan mungkin dapat
menyebabkan inIlamasi. Benzil benzoat mematikan kepada tengu ini sehingga menjadikannya
sangat berguna bagi pengobatan kurap ini.
Namun, benzil benzoat juga dapat menyebabkan iritasi dan seharusnya dihindari
pemakaiannya pada anak-anak. Benzil benzoat bukan merupakan satu-satunya obat yang dapat
mengobati kurap sehingga pemakaiannya jarang digunakan karena kurang eIektiI jika
dibandingkan dengan permetrin dan malation.

III. Tinjauan Pustaka
Emulsi adalah sistem dua Iase yang salah satu cairannya terdispersi dalam cairan yang
lain, dalam bentuk tetesan kecil. Jika minyak merupakan Iase terdispersi dan larutan air
merupakan Iase terdispersi dan minyak atau bahan seperti minyak merupakan Iase pembawa
maka sistem disebut emulsi air dalam minyak.
Dalam percobaan kali ini, pembuatan sediaan dan penentuan Iormulasi dilakukan
berdasarkan tinjauan pustaka terhadap zat aktiI dan eksipien seperti berikut :
Nama zat aktiI Benzil Benzoat
Struktur



Rumus molekul C
14
H
12
O
2

Sumber:
Farmakope Indonesia Edisi
IV halaman 135
Berat molekul 212,25
Pemerian
Cairan seperti minyak, jernih, tidak berwarna,
bau sedikit aromatis, menimbulkan rasa tajam
membakar lidah.
Bobot jenis Antara 1,116 dan 1,120
Kelarutan
Praktis tidak larut dalam air dan dalam
gliserol; bercampur dengan gliserin, etanol,
dan minyak.
Stabilita
Stabil bila disimpan dalam wadah tertutup
rapat, tidak tembus cahaya, terisi penuh dan
terhindar dari panas berlebih.

Inkompabilitas
Benzil benzoat tidak bercampur dengan
golongan alkali dan zat pengoksidasi.
Sumber:
Farmakope Indonesia Edisi
IV halaman 135

Nama zat Magnesium Aluminium Silicate (Veegum)
Struktur


Pemerian Krim atau buih yang ringan, serbuk yang baik
bebas atau hampir bebas dari partikel kasar.
Sumber : ritish
Pharmacopeiea 2009,
halaman 136
Titik leleh
Ketika dikeringkan pada suhu 105
o
, akan
berkurang tidak lebih dari 4 bobotnya.
Ketika dipanaskan pada suhu 600
o
, akan
berkurang tidak lebih dari 9 beratnya.
Berat Jenis 2,418 g/cm
3

Kelarutan Praktis tidak larut dalam alkohol dan pelarut
organik lain.


Sumber : Handbook of
Pharmaceutical Excipients
6
th
, halaman 395





Kapasitas
pengembangan
Pengembangan bersiIt reversibel. Veegum
dapat mengembang menjadi beberapa kali
lipat dari volume awal di air untuk
membentuk dispersi koloidal, dan mungkin
dikeringkan dan direhidrasi berulang kali.
Stabilitas Veegum stabil untuk waktu lama pada
penyimpanan dikondisi kering. Stabil dengan
rentang pH yang lebar, mempunyai kapasitas
pertukaran basa, menyeram beberapa
substansi organik, dan kompatibel dengan
pelarut organik. Disimpan pada tempat yang
tertutup rapat, ditempat yang sejuk, dan
kering.





Sumber : Handbook of
Pharmaceutical Excipients
6
th
, halaman 395-396
Inkompatibilitas Memberikan siIat inert, veegum memiliki
sedikit inkompabilitas namun secara umum
tidak cocok dengan pelarut asam dibawah pH
3,5. Veegum dengan clay lain memungkinkan
menyerap obat. Hal ini dapat mengakibatkan
turunnya bioavailabilitas dari obat jika diikat
kuat atau diserap lambat, contoh amIetamin
sulIat, tolbutamida, warIarin sodium,
diazepam, dan dicloIenak sodium.
Fungsi emulgator

Nama Zat Butil Hidroksi Anisole


Sinonim BHA (uthylated Hydroxyanisole) Sumber: Handbook of
Pharmaceutical Excipients
6
th
Edition, halaman 73



Sumber: Handbook of
Pharmaceutical Excipients
6
th
Edition, halaman 73
Rumus Empiris C
11
H
16
O
2

Bobot Molekul 180,25
Struktur

Pemerian Hablur/serbuk putih atau kuning pucat dengan
bau khas
Kelarutan Praktis tidak larut di dalam air, larut dalam
metanol, sangat larut dalam etanol 50,
propilen glikol.
Titik leleh 47
o
C
Bobot Jenis 1,117 g/cm
3

Stabilitas Jika terpapar cahaya, kelembaban, dan panas
dapat menyebabkan perubahan warna dan
kehilangan aktivitas.

Sumber: Handbook of
Pharmaceutical Excipients
6
th
Edition, halaman 73-74 Inkompatibilitas Mengandung gugus Ienolik, inkompatibel
dengan agen pengoksidasi kuat seperti
peroksida dan permanganat. Jika kontak
dengan agen pengoksidasi bisa menyebabkan
ledakan,. Garam besi dapat menyebabkan
perubahan warna dan hilangnya aktivitas.
Wadah dan
Penyimpanan
Dalam wadah tertutup rapat, dilindungi dari
cahaya, tempat sejuk dan kering.
Batasan
pemakaian
Pada Iormulasi sediaan topikal : 0,005-0,02 Sumber: Handbook of
Pharmaceutical Excipients
6
th
Edition, halaman 73 Fungsi Antioksidan

Nama Zat Butil Hidroksi Toluen
Sinonim Agidol, BHT (uthylated Hydroxytoluene)
Sumber: Handbook of
Pharmaceutical Excipients
6
th
Edition, halaman 75




Sumber: Handbook of
Pharmaceutical Excipients
6
th
Edition, halaman 75
Rumus Empiris C
15
H
24
O
Bobot Molekul 220,35
Struktur

Pemerian Hablur/serbuk putih atau kuning pucat dengan
bau khas
Kelarutan Praktis tidak larut di dalam air, gliserin dan
propilen glikol, larutan dengan hidroksida
alkali dan asam mineral.
Sangat mudah larut di dalam aseton, benzena,
etanol 95, toluena, fixed oil dan mineral oil.
Titik leleh 70
0
C
Bobot Jenis 0,48-0,6 g/cm
3
pada suhu 15
o
C.
Stabilitas Jika terpapar cahaya, kelembaban, dan panas
dapat menyebabkan perubahan warna dan
kehilangan aktivitas.
Sumber: Handbook of
Pharmaceutical Excipients
6
th
Edition, halaman 76
Inkompatibilitas Mengandung gugus Ienolik, inkompatibel
dengan agen pengoksidasi kuat seperti
peroksida dan permanganat. Jika kontak
dengan agen pengoksidasi bisa menyebabkan
ledakan,. Garam besi dapat menyebabkan
perubahan warna dan hilangnya aktivitas.
Wadah dan
Penyimpanan
Dalam wadah tertutup rapat, dilindungi dari
cahaya, tempat sejuk dan kering.
Batasan
pemakaian
Pada Iormulasi sediaan topikal : 0,0075-0,1
Sumber: Handbook of
Pharmaceutical Excipients
6
th
Edition, halaman 75 Fungsi Antioksidan

Nama Zat Cetyl alcohol
Rumus Empiris C
16
H
34
O
Sumber: Handbook of
Pharmaceutical Excipients
6
th
Edition, halaman 155-
156
Bobot Molekul 242,44
Struktur

Pemerian
Berminyak, bergranul, punya karakteristik bau
yang lemah.
Kelarutan
Sangat larut dalam etanol 95, praktis tidak
larut dalam air, bercampur dengan minyak
Titik leleh 45-52
o
C
Stabilitas
Stabil dengan kehadiran asam, basa, cahaya,
dan udara.
Inkompatibilitas Inkompatibel dengan oksidator kuat.
Wadah dan
Penyimpanan
Simpan di wadah tertutup rapat di tempat
kering dan sejuk.
Fungsi Emollient, emulsiIying agent

Nama zat aktiI Propilen Glikol
Struktur



Sumber : Handbook oI
Pharmaceutical Excipients
5
th
halaman 624

Rumus molekul C
3
H
8
O
2

Berat molekul 76,09
Pemerian
Cairan kental, jernih, tidak berwarna, tidak
berbau, rasa agak manis, higroskopis.
Sumber : Farmakope
Indonesia IV halaman 712
Titik didih 188
0
C Sumber : Handbook oI
Pharmaceutical Excipients Berat Jenis 1,038 g/cm
3
pada suhu 20
o
C
5
th
halaman 624
KD 32
Kelarutan
Dapat bercampur dengan air, etanol, gliserin,
kloroIorm, aseton. Tidak dapat bercampur
dengan minyak lemak.
Sumber : Farmakope
Indonesia IV halaman 712
Stabilitas
Dalam suhu dingin stabil dalam wadah yang
tertutup rapat, dalam suhu tinggi dan udara
terbuka akan teroksidasi. Stabil ketika
dicampur dengan air, etanol dan gliserin.
Dapat disterilisasi dengan autoklaI.
Higroskopis dan harus disimpan dalam
wadah tertutup rapat, terlindung dari cahaya,
di tempat yang sejuk dan kering.
Sumber : Handbook oI
Pharmaceutical Excipients
5
th
halaman 625

Inkompatibilitas
Inkompatibel dengan reagen pengoksidasi
seperti kalium permanganat.
Fungsi Pengawet dalam konsentrasi antara 15-30

IV. Formulasi
No. Nama Zat Jumlah Kegunaan
1. Benzil benzoat 25 Zat aktiI
2. Veegum 1 Pengemulsi
3. Butil Hidroksi Anisole (BHA) 0,01 Antioksidan
4. Butil Hidroksi Toluen (BHT) 0,01 Antioksidan
5. Propilen Glikol 20 Pengawet
6. Cetyl alcohol 5 Peningkat konsistensi
7. Aquadest Ad to 100 Pelarut

V. Prosedur pembuatan
1. Kalibrasi botol lotion dengan menggunakan air kran hingga 102 mL (dilebihkan 2 untuk
volume terpindahkan) kemudian diberi tanda dan air dibuang dan dikeringkan.
2. Kalibrasi matkan dengan menggunakan air kran untuk volume 500 mL, kemudian diberi
tanda, air dibuang dan keringkan.
3. Timbang benzil benzoat sebanyak 125 g, veegum 5 g, BHA 0,05 g, BHT 0,05 g, dan cetyl
alkohol 25 g.
4. Air yang akan digunakan sebagai pembawa dididihkan untuk menghilangkan karbon
dioksida dalam air, kemudian didinginkan sebelum dipakai.
5. Panaskan air sebanyak 250 mL di dalam gelas kimia 500 mL dan tunggu hingga hampir
mendidih.
6. Kemudian masukkan air panas tersebut ke dalam blender dan tebarkan veegum ke atas air.
Blender dan tunggu beberapa saat hingga veegum mengembang. Pindahkan larutan ke
dalam matkan yang telah dikalibrasi.
7. Kemudian larutkan BHA dan BHT ke dalam benzil benzoat di gelas kimia, kemudian
campuran ini ditambahkan sedikit demi sedikit ke dalam matkan sambil diaduk dengan
kecepatan 1000 rpm menggunakan stirrer hingga campuran homogen.
8. Panaskan cetyl alkohol hingga meleleh, kemudian masukkan ke dalam matkan sambil
diaduk hingga gomogen.
9. Timbang propilen glikol sebanyak 100 g, kemudian masukkan ke dalam matkan.
10. Campuran diaduk menggunakan stirrer dengan kecepatan 1000 rpm hingga homogen.
11. Tambahkan air hingga tanda batas kalibrasi dan pastikan campuran homogen (tidak
memisah antara minyak dan air).
12. Masukkan emulsi ke dalam botol lotion hingga tanda batas kalibrasi.
13. Sisa dari sediaan digunakan untuk evaluasi. Eveluasi yang dilakukan meliputi
organoleptik, volume terpindahkan, pH sediaan, serta homogenitas sediaan.

VI. Data Pengamatan dan Evaluasi
Emulsi yang dibuat dengan cara atas tidak terbentuk dengan baik, karena pada saat Iasa minyak
(campuran benzil benzoat dengan BHA dan BHT) dicampurkan ke dalam veegum yang telah
dikembangkan, emulsinya pecah (Iasa minyak dan Iasa air terpisah).
Oleh karena itu, tidak dilakukan evaluasi terhadap sediaan ini.

VII. Pembahasan
Pada praktikum kali ini akan dibuat sediaan lotion benzil benzoat. Untuk membuat emulsi
ini, digunakan emulgator veegum. Alasan pemilihannya adalah karena secara penelurusan
pustaka, veegum ini kompatible dengan benzil benzoat dan eksipien lainnya. Sebenarnya ada
emulgator lain yang bisa digunakan, yaitu kombinasi span-tween. Akan tetapi, di pustaka tidak
diketemukan nilai HLB butuh dari benzil benzoat sehingga untuk membuatnya diperlukan
metode trial and error dan hal ini tidak bisa dilakukan hanya dalam waktu 4 jam. Jadi kombinasi
emulgator span-tween tidak digunakan.
Sebelum membuat emulsi, pertama-tama veegum harus dikembangkan terlebih dahulu
dengan cara diblender bersama dengan air panas. Pada pembuatan sediaan yang pertama, veegum
yang digunakan adalah sebanyak 5 dan hal ini menyebabkan sediaan terlalu kental dan tidak
terbentuk emulsi yang baik. Bahkan ketika campuran benzil benzoat dengan BHA dan BHT
dimasukkan sedikit demi sedikit ke dalam matkan yang berisi veegum yang telah dikembangkan,
ketika dikocok dengan stirrer, tidak terbentuk emulsi yang baim seperti lotion pada umumnya,
akan tetapi terbentuk emulsi yang menyerupai bubur (karena terlalu kental dan emulsinya pecah).
Karena emulsinya pecah dan terlalu kental, pembuatan sediaan diulangi sekali lagi dengan
jumlah veegum yang dikurangi. Kali ini, veegum yang digunakan hanya 1. Ketika veegum
dikembangkan, terbentuk campuran yang bagus dan tidak terlalu kental. Kemudian, ketika
campuran benzil benzoat yang di dalamnya telah dilarutkan BHA dan BHT dicampurkan dalam
matkan berisi veegum, mulai menunjukkan tanda-tanda emulsi akan pecah. Campuran benzil
benzoat dan BHA serta BHT yang diletakkan di gelas kimia awalnya ada sekitar 30 mL, ketika
baaru dimasukkan kira-kira setengahnya, emulsi sudah mulai pecah. Dan akhirnya setelah semua
campuran benzil benzoat dimasukkan ke dalam matkan, emulsi benar-benar pecah. Jadi setelah
itu, cetyl alkohol dan propilen glikol tidak dimasukkan ke dalam matkan (pembuatan sediaan
tidak dilanjutkan karena emulsinya tidak terbentuk dengan baik).
Emulsi ini pecah karena kemungkinan veegum ini tidak bisa digunakan untuk membuat
emulsi benzil benzoat. Cara kerja dari veegum ini adalah dengan membuat lapisan koloid
sehingga kemudian Iasa minyak (dalam percobaan ini benzil benzoat), akan masuk ke dalamnya
membentuk suatu emulsi. Jadi kemungkinan emulsi pecah karena veegum tidak mampu
mengemulsikan benzil benzoat yang konsentrasinya cukup tinggi, yaitu 25. Berdasarkan
tinjauan pustaka, akan lebih baik jika digunakan surIaktan seperti span-tween sebagai emulgator.
Karena pada praktikum ini emulsi benzil benzoat tidak jadi, maka praktikan mencoba
untuk membuat lotion benzil benzoat dengan Iormula yang ditemukan pada kit Teori Sediaan
Apoteker tahun 2004/2005. Formula yang tertera di sana adalah benzil benzoat 25,
trietanolamin (TEA) 0,5, acidum oleinicum 2, aquades ad 100. Hasilnya, emulsi ini jauh
lebih baik dibandingkan dengan emulsi menggunakan Iormula yang dibuat oleh praktikan.
Emulsi ini berhasil dibuat dan tidak pecah. Untuk memastikan kestabilannya, sediaan ini
dimasukkan ke dalam tabung sedimentasi untuk diamati apakah Iasa minyak dan Iasa air
terpisah. Hasilnya, emulsi hanya memisah sekitar 3 cm namun setelah pengocokan akan menyatu
kembali dengan baik.
Jadi, Iormula yang terdapat pada kit Teori Sediaan Apoteker tahun 2004/2005 ini cukup
baik meskipun masih harus dilakukan tinjauan pustaka lebih lanjut mengenai penggunaan (perlu
ditambahkan atau tidak) pengawet, antioksidan, peningkat konsistensi, dan lain-lain.

VIII. Kesimpulan
1. Tidak dilakukan evaluasi karena sediaan gagal dibuat dengan baik.
2. Usulan Iormula yang diajukan :
Benzil benzoat 25
TEA 0,5
Acidum oleinicum 2
Aquades ad 100

IX. DaItar Pustaka
Departemen Kesehatan Republik Indonesia. 1994. armakope Indonesia. edisi IV. Jakarta:
Departemen Kesehatan. Halaman 135, 712
Wade, Ainley & Weller, Paul J. 2009. Handbook of Pharmaceutical Excipients ifth
Edition. London: Pharmaceutical Press. Halaman 624, 625
Wade, Ainley & Weller, Paul J. 2009. Handbook of Pharmaceutical Excipients Sixth
Edition. London: Pharmaceutical Press. Halaman 73, 74, 75, 76, 155, 156, 395,
396