Program Bimbingan Konseling SMA 2023/2024
Program Bimbingan Konseling SMA 2023/2024
PROGRAM
BIMBINGAN DAN KONSELING
TAHUN PELAJARAN 2023/2024
DI SUSUN OLEH:
DESIANA, S. PD
LEMBAR PENGESAHAN
Program Bimbingan dan Konseling SMA Santo Bonaventura Sambas tahun pelajaran
Hari : ...........................................................
Tanggal : ...........................................................
RUPINA,S. PD DESIANA, S. PD
KATA PENGANTAR
Puji syukur kami haturkan ke hadirat Tuhan YME, yang telah melimpahkan rahmat,
hidayah dan karunia-Nya sehingga kami dapat menyusun program Bimbingan dan Konseling
tahun pelajaran 2023/2024.
Dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 111 Tahun 2014 tentang
bimbingan dan konseling pada pendidikan dasar. Dalam permendiknas tersebut
menyebutkan bahwa Komponen layanan Bimbingan dan Konseling memiliki 4 (empat)
program yang mencakup: (a) layanan dasar; (b) layanan peminatan dan perencanaan
individual; (c) layanan responsif; dan (d) layanan dukungan sistem”. Sehubungan dengan hal
tersebut guru Bimbingan dan konseling perlu menyusun program guna menunjang
kelancaran pelaksanaan kegiatan bimbingan dan konseling di sekolah.
Penyusunan program Bimbingan dan Konseling ini didahului dengan menyusun angket
kebutuhan yang telah di sesuaikan dengan kondisi kebutuhan di sekolah, agar dapat
memenuhi kebutuhan peserta didik dan pihak-pihak lain yang terkait.
Pada kesempatan ini ijinkanlah kami mengucapkan terima kasih kepada
1. Sr. Rupina, S. Pd selaku kepala Sekolah SMA Santo Bonaventura Sambas
2. Bapak/Ibu Guru dan Karyawan SMA Santo Bonaventura Sambas
Kami berharap buku program pelayanan Bimbingan dan Konseling ini dapat
bermanfaat untuk kita semua. Kritik dan saran sangat kami perlukan dari teman-teman guru
Bimbingan dan Konseling untuk peningkatan mutu dalam menyusun buku program
Bimbingan dan Konseling yang akan datang.
Akhirnya kami mengucapkan banyak-banyak terima kasih pada semua pihak yang
membantu mudah-mudahan segala bantuan yang diberikan kepada kami menjadi berkat
dan diberkati oleh Tuhan Yang Maha Esa. Amin
Hormat Kami
Penyusun
DAFTAR ISI
Halaman Judul ................................................................................................................ i
Lembar Pengesahan ........................................................................................................... ii
Kata Pengantar ................................................................................................................ iii
Daftar Isi ....................................................................................................................... iv
LAMPIRAN-LAMPIRAN
A. Proses Penyusunan Angket Kebutuhan Peserta Didik Berdasarkan SKKPD .................
B. Angket Kebutuhan Peserta Didik (AKPD) Kelas X..........................................................
C. Panduan Aplikasi Angket Kebutuhan Peserta Didik (AKPD) ..........................................
D. ASESEMEN.....................................................................................................................
PROGRAM TAHUNAN
A. RASIONAL
Paradigma bimbingan dan konseling dewasa ini lebih berorientasi pada
pengenalan potensi, kebutuhan, dan tugas perkembangan serta pemenuhan kebutuhan
dan tugas-tugas perkembangan tersebut. Alih-alih memberikan pelayanan bagi peserta
didikyang bermasalah, pemenuhan perkembangan optimal dan pencegahan terjadinya
masalah merupakan fokus pelayanan. Atas dasar pemikiran tersebut maka pengenalan
potensi individu merupakan kegiatan urgen pada awal layanan bantuan. Bimbingan dan
konseling saat ini tertuju pada mengenali kebutuhan peserta didik, orangtua, dansekolah.
Bimbingan dan konseling di sekolah memiliki peranan penting dalam membantu
peserta didik dalam mencapai tugas-tugas perkembangan sebagaimana tercantum dalam
Standar Kompetensi Kemandirian Peserta Didik dan Kompetensi Dasar (SKKPD). Dalam
upaya mendukung pencapaian tugas perkembangan tersebut, program bimbingan dan
konseling dilaksanakan secara utuh dan kolaboratif dengan seluruh stakeholder sekolah.
Dewasa ini, layanan bimbingan dan konseling yang diselenggarakan oleh SMA
Santo Bonaventura Sambas memiliki banyak tantangan baik secara internal maupun
eksternal. Dari sisi internal, problematika yang dialami oleh sebagian besar peserta didik
bersifat kompleks. Beberapa diantaranya adalah problem terkait penyesuaian akademik
di sekolah, penyesuaian diri dengan pergaulan sosial di sekolah, ketidakmatangan
orientasi pilihan karir, dan lain-lainnya.
Dari sisi eksternal, peserta didik yang notabene berada dalam rentang usia anak
persiapan menuju remaja awal juga dihadapkan dengan perubahan-perubahan cepat
yang terjadi dalam skala global. Perkembangan teknologi informasi yang begitu cepat dan
massif seringkali memberikan dampak negatif bagi perkembangan pribadi-sosial peserta
didik di sekolah. Sebagai contoh, akses tak terbatas dalam dunia maya seringkali
melahirkan budaya instan dalam mengerjakan tugas, maraknya pornografi, dan problem
lainnya.
Namun demikian, pada dasarnya setiap individu memiliki kecenderungan untuk
menata diri dan mencapai tujuan hidup yang lebih bermakna, tidak terkecuali peserta
didik di sekolah. Dari berbagai problem yang ada, masih terdapat harapan yang besar
terhadap keunggulan-keunggulan yang dimiliki oleh peserta didik. Beberapa peserta didik
memiliki potensi untuk dikembangkan bakat dan minatnya, aktif dalam kegiatan
olahraga, berbakat dalam bidang seni dan lain-lainnya. Di samping itu, daya dukung yang
tersedia di SMA Santo Bonaventura Sambas dapat dikatakan cukup baik. Hal ini didukung
oleh fakta bahwa sebagian besar orang tua/wali peserta didik memiliki profesi beragam
dan telah menyatakan kesediaan untuk turut berkontribusi dengan kemampuan
profesionalnya masing-masing.
Kondisi ini merupakan modal yang luar biasa dalam mendukung keberhasilan
layanan bimbingan dan konseling di sekolah. Begitu pula dari segi daya dukung sarana
dan prasarana yang dimiliki, SMA Santo Bonaventura Sambasmemiliki kecukupan fasilitas
untuk menopang kegiatan pengembangan bakat dan minat peserta didik melalui
berbagai wadah kegiatan intra maupun ekstrakurikuler.
B. DASAR HUKUM
1. Pelayanan bimbingan dan konseling sebagai salah satu layanan pendidikan yang
harus diperoleh semua peserta didik telah termuat dalam Undang-Undang Republik
Indonesia Nomor 89 Tahun 1989 tentang Sistem Pendidikan Nasional dan Peraturan
Pemerintah Nomor 28 Tahun 1990 tentang Pendidikan Dasar dan Nomor 29 Tahun
1990 tentang Pendidikan Menengah.
3. Pelayanan konseling yang merupakan bagian dari kegiatan pengembangan diri telah
termuat dalam struktur kurikulum yang ditetapkan dalam Peraturan Menteri
Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi
untuk Satuan Pendidikan Dasar Menengah.
4. Beban kerja Guru Bimbingan dan Konseling atau Konselor pada Pasal 54 ayat (6)
Peraturan Pemerintah republik Indonesia Nomor 74 Tahun 2008 tentang Guru yang
menyatakan bahwa beban kerja Guru Bimbingan dan Konseling atau Konselor yang
memperoleh tunjangan profesi dan maslahat tambahan adalah mengampu
bimbingan dan konseling paling sedikit 150 (seratus lima puluh) peserta didik per
tahun pada satu atau lebih satuan pendidikan. Lebih lanjut dalam penjelasan Pasal 54
ayat (6) yang dimaksud dengan “mengampu layanan bimbingan dan konseling”
adalah pemberian perhatian, pengarahan, pengendalian, dan pengawasan kepada
sekurang-kurangnya 150 (seratus lima puluh) peserta didik, yang dapat dilaksanakan
dalam bentuk pelayanan tatap muka terjadwal di kelas dan layanan perseorangan
atau kelompok bagi yang dianggap perlu dan memerlukan.
5. Penilaian kinerja Guru Bimbingan dan Konseling atau Konselor pada Pasal 22 ayat (5)
Peraturan bersama Menteri Pendidikan Nasional dan Kepala Badan Kepegawaian
Negara Nomor 03/V/PB/2010 dan Nomor 14 tahun 2010 tentang Petunjuk
Pelaksanaan Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya dinyatakan bahwa
penilaian kinerja guru bimbingan dan konseling atau konselor dihitung secara
proporsional berdasarkan beban kerja wajib paling kurang 150 (seratus lima puluh)
orang Konseli dan paling banyak 250 dua ratus lima puluh) orang Konseli per tahun.
8. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 111 Tahun 2014 tentang bimbingan
dan konseling pada pendidikan dasar. Dalam permendiknas tersebut menyebutkan
bahwa Komponen layanan Bimbingan dan Konseling memiliki 4 (empat) program
yang mencakup: (a) layanan dasar; (b) layanan peminatan dan perencanaan
individual; (c) layanan responsif; dan (d) layanan dukungan system. Bidang layanan
bimbingan dan konseling mencakup : (a) bidang layanan pribadi, (b) bidangan layanan
belajar, (c) bidang layanan sosial, (d) bidang layanan karir
b. Misi
1. Melaksanakan pembelajaran, bimbingan, dan pelatihan yang efektif,
inovatif, dan kreatif.
2. Mengoptimalkan pengembangan diri dan muatan lokal.
3. Melaksanakan pengembangan sikap rendah hati.
D. DESKRIPSI KEBUTUHAN
BIDANG LAYANAN
WAKTU
JML
N BUTIR ANGKET PROSENT PRIORIT LAYANA
RESPOND PRIBA BELAJA
O MASALAH SISWA ASE AS N SOSIAL KARIR
EN DI R
(BULAN)
NOMOR
JUMLAH
NAMA SISWA L/P %
MASALAH
Uru
Kode Induk
t
1 AN10 0 ADIT SAPUTRA L 0 28,0%
2 AN11 0 ANDREAS AGE L 0 28,0%
3 AN12 0 ANGELICA BRITANY LIU P 0 28,0%
4 AN14 0 ANNA BELLE P 0 28,0%
5 AN15 0 EDOVIO VICTOR L 0 28,0%
6 AN16 0 EDWARD RAFAEL L 0 28,0%
7 AN17 0 FERRY FERNANDO L 0 28,0%
8 AN5 0 FITRI P 0 28,0%
9 AN19 0 HENGKY WIJAYA L 0 38,0%
10 AN13 0 IGNASIUS RIVAL L 0 38,0%
11 AN20 0 JOEL CHRISTEEN L 0 38,0%
12 AN2 0 JULIANTI L 0 38,0%
13 AN21 0 LOLA P 0 20,0%
14 AN4 0 LUSI P 0 20,0%
15 AN9 0 LUSIA ROTEA RANIL P 0 20,0%
16 AN22 0 MARSELLIA P 0 20,0%
17 AN28 0 MAURA GEOGERIA DEA A P 0 20,0%
18 AN29 0 MELSI P 0 20,0%
19 AN23 0 NICOLAS ANTONI L 0 20,0%
20 AN27 0 PELIGIA P 0 20,0%
21 AN1 0 PUTRI LIKA P 0 20,0%
22 AN26 0 RARA P 0 20,0%
23 AN25 0 RENO LEONARDO L 0 20,0%
24 AN8 0 SREFANUS JERIKO L 0 20,0%
25 AN7 0 TRIDA SANTARI P 0 20,0%
26 AN25 0 VINNY HERICA PUTRI P 0 20,0%
27 AN3 0 WILLIAM L 0 46,0%
0 YOPANDA PADRE LEMANDA L 46%
28 AN12 0
NOMOR
JUMLAH
NAMA SISWA L/P %
MASALAH
Uru
Kode Induk
t
1 AN10 0 ADVENTUS RAMESWARA L 0 28,0%
2 AN11 0 AGUSTINA SURYATI P 0 28,0%
3 AN12 0 ANNIE DENIELA P 0 28,0%
4 AN14 0 ASTUTI LESTARI P 0 28,0%
5 AN15 0 AUDIA AMANDA P 0 28,0%
6 AN16 0 BRANDON YOUNG L 0 28,0%
7 AN17 0 DONA P 0 28,0%
8 AN5 0 FITRIA ANJELA P 0 28,0%
9 AN19 0 GISELA MULIATI P 0 38,0%
10 AN13 0 IGNES FITRY OCTAVIA NAIBAH P 0 38,0%
11 AN20 0 JANUARIUS RINALDO B L 0 38,0%
12 AN2 0 JOHANDI CRISTOPHER L 0 38,0%
13 AN21 0 KRISTIA OLIANA P 0 20,0%
14 AN4 0 LIGIA PUBRA YANTI P 0 20,0%
15 AN9 0 LOLA P 0 20,0%
16 AN22 0 MARGARETHA BELLA P 0 20,0%
17 AN28 0 MINDA LESTARI P 0 20,0%
18 AN29 0 OKTI HARTANIA P 0 20,0%
19 AN23 0 PRETY ANGGELA JANA P 0 20,0%
20 AN27 0 RADEN L 0 20,0%
21 AN1 0 RIA P 0 20,0%
22 AN26 0 SAMUEL RYAN L 0 20,0%
23 AN25 0 TRIFONIA FITRI P 0 20,0%
24 AN8 0 YOLANDA P 0 20,0%
25 AN7 0 YOLENTA P 0 20,0%
26 AN25 0 YULITA FREMANIAS P 0 20,0%
27 AN3 0 L 0 46,0%
0 L 46,0%
28 AN12 0
NOMOR
JUMLAH
NAMA SISWA L/P %
MASALAH
Uru
Kode Induk
t
1 AN10 0 BEATA IRMAWATI P 0 28,0%
2 AN11 0 ELSA AGISTYA P 0 28,0%
3 AN12 0 FANNY AURORA P 0 28,0%
4 AN14 0 FEBRIANUS JUAN L 0 28,0%
5 AN15 0 FRANGKY L 0 28,0%
6 AN16 0 KELLI P 0 28,0%
7 AN17 0 KIN LYOCENT L 0 28,0%
8 AN5 0 LAURA THERESIA LIE P 0 28,0%
9 AN19 0 LOUIS DANIELSON L 0 38,0%
10 AN13 0 MARIA AGUSTIN MELANIA P 0 38,0%
11 AN20 0 NADINE ANGGELIKA MANULLANG P 0 38,0%
12 AN2 0 PENNY VANESSA P 0 38,0%
13 AN21 0 SISI VANIA P 0 20,0%
14 AN4 0 STEVEN ALESANDRO L 0 20,0%
15 AN9 0 SUCI P 0 20,0%
16 AN22 0 THEO VINCENT L 0 20,0%
17 AN28 0 TIRTOMO SUWITO L 0 20,0%
18 AN29 0 WILFRED ALVIN L 0 20,0%
19 AN23 0 WILSON SURYAJAYA L 0 20,0%
20 AN27 0 P 0 20,0%
21 AN1 0 P 0 20,0%
22 AN26 0 P 0 20,0%
23 AN25 0 L 0 20,0%
24 AN8 0 L 0 20,0%
25 AN7 0 P 0 20,0%
26 AN25 0 P 0 20,0%
27 AN3 0 L 0 46,0%
0 L 46%
28 AN12 0
NOMOR
JUMLAH
NAMA SISWA L/P %
MASALAH
Uru
Kode Induk
t
1 AN10 0 ADRIANUS MEHA L 0 28,0%
2 AN11 0 ANDREW MILLER L 0 28,0%
3 AN12 0 CECILLIA GRACHIELLA P 0 28,0%
4 AN14 0 CHRISTIAN ROBIN L 0 28,0%
5 AN15 0 DANIEL DANIORI L 0 28,0%
6 AN16 0 DAVID STEFFEN L 0 28,0%
7 AN17 0 DENNIS L 0 28,0%
8 AN5 0 EDELIA ELIS P 0 28,0%
9 AN19 0 ERISKA FEBRENSIA P 0 38,0%
10 AN13 0 FEBRIANI P 0 38,0%
11 AN20 0 HENDRA WIJAYA L 0 38,0%
12 AN2 0 INDAH KARLINA P 0 38,0%
13 AN21 0 IVEY P 0 20,0%
14 AN4 0 JOJO JONATHAN L 0 20,0%
15 AN9 0 KARTINA WIJAYA P 0 20,0%
16 AN22 0 MELKY L 0 20,0%
17 AN28 0 MONIKA P 0 20,0%
18 AN29 0 NOBERTA GRACIA NOVIA P 0 20,0%
19 AN23 0 NELSON AURELIUS L 0 20,0%
20 AN27 0 TERRY WIJAYA L 0 20,0%
21 AN1 0 VERONIKA P 0 20,0%
22 AN26 0 VLADIMIR VELIX L 0 20,0%
23 AN25 0 WILSON SAVERO L 0 20,0%
24 AN8 0 ADE ALEKSANDER NATALIS L 0 20,0%
25 AN7 0 EBENEZER SIMANJUTAK L 0 20,0%
26 AN25 0 P 0 20,0%
27 AN3 0 L 0 46,0%
0 L 46%
28 AN12 0
NOMOR
JUMLAH
NAMA SISWA L/P %
MASALAH
Uru
Kode Induk
t
1 AN10 0 CHRISTINE CONNITA P 0 28,0%
2 AN11 0 DALVIN P 0 28,0%
3 AN12 0 DIYA P 0 28,0%
4 AN14 0 DOMINIKA RINA P 0 28,0%
5 AN15 0 FRANSISKA OKTAVIANA RENI P 0 28,0%
6 AN16 0 HANS WIJAYA ICHSAN L 0 28,0%
7 AN17 0 JOVIAN NOEL L 0 28,0%
8 AN5 0 KRISTINA P 0 28,0%
9 AN19 0 NINI KENSI P 0 38,0%
10 AN13 0 OLIIA MIRANTI P 0 38,0%
11 AN20 0 PATRSIA PARIDA P 0 38,0%
12 AN2 0 SINDI AMELLIA P 0 38,0%
13 AN21 0 STEPHANIE PADMA PUTRI P 0 20,0%
14 AN4 0 TANTONY JESON L 0 20,0%
15 AN9 0 TIA AGISTA P 0 20,0%
16 AN22 0 TIARA OLIVIA P 0 20,0%
17 AN28 0 WINNIE CHEALSEA SANTANA P 0 20,0%
18 AN29 0 YOLA THARESA LEMANDA P 0 20,0%
19 AN23 0 YULIANA FAUSTINA REMBA L 0 20,0%
20 AN27 0 P 0 20,0%
21 AN1 0 P 0 20,0%
22 AN26 0 P 0 20,0%
23 AN25 0 L 0 20,0%
24 AN8 0 L 0 20,0%
25 AN7 0 P 0 20,0%
26 AN25 0 P 0 20,0%
27 AN3 0 L 0 46,0%
0 L 46%
28 AN12 0
NOMOR
JUMLAH
NAMA SISWA L/P %
MASALAH
Uru
Kode Induk
t
1 AN10 0 AGUS WIDARTA L 0 28,0%
2 AN11 0 ANDRIYAN CAHYANI L 0 28,0%
3 AN12 0 CHRISTINA P 0 28,0%
4 AN14 0 DANIEL P 0 28,0%
5 AN15 0 ERNA CAPRIATI P 0 28,0%
6 AN16 0 EVI PANIA KALISTA P 0 28,0%
7 AN17 0 HERI L 0 28,0%
8 AN5 0 JANUARIUS L 0 28,0%
9 AN19 0 JESSELYN AURELIA P 0 38,0%
10 AN13 0 JUWITA NATASHA P 0 38,0%
11 AN20 0 KRISTHINA MARSENDA KATRI P 0 38,0%
12 AN2 0 MARSANDA P 0 38,0%
13 AN21 0 MICHAEL ARRON L 0 20,0%
14 AN4 0 MALA SARI P 0 20,0%
15 AN9 0 MELISA P 0 20,0%
16 AN22 0 MELSON SETIAWAN L 0 20,0%
17 AN28 0 MICHAEL ARRON L 0 20,0%
18 AN29 0 NURLENI P 0 20,0%
19 AN23 0 ONESIMUS GIO L 0 20,0%
20 AN27 0 PAULA AYU P 0 20,0%
21 AN1 0 PAUS TINUS ROGER L 0 20,0%
22 AN26 0 SIAU CING P 0 20,0%
23 AN25 0 VERONIKA P 0 20,0%
24 AN8 0 L 0 20,0%
25 AN7 0 P 0 20,0%
26 AN25 0 P 0 20,0%
27 AN3 0 L 0 46,0%
0 L 46%
28 AN12 0
Berdasarkan profil kelas dari hasil angket di atas, permasalahan tertinggi terdapat pada bidang pribadi
sebesar 41,56% diikuti oleh bidang sosial sebesar 29,09%bidang belajar sebesar 13,77% dan bidang
karir sebesar 15,58%. Adapun butir masalah yang paling tinggi adalah Saya belum bisa mengatur
waktu bermain dan belajar oleh 25 [Link] peserta didik yang paling banyak memilih item
masalah adalah IGNASIUS RIVAL yaitu (23 butir).
3. DeskripsiKebutuhandariHasilAsesmen
DESKRIPSI KEBUTUHAN PESERTA DIDIK/KONSELI
SMASANTO BONAVENTURA SAMBAS
KELAS X,XI,XII
TAHUN 2022/2023
A. DESKRIPSI KEBUTUHAN PESERTA DIDIK DARI HASIL ASESMEN
AKPD
BIDANG
ASSESMEN KEBUTUHAN RUMUSAN KEBUTUHAN
LAYANAN
Saya belum bersungguh-sungguh beribadah pada Tuhan Memiliki kesdaran melakukan berbagai kegiatan
YME ibadah dengan kemauan sendiri
PRIBADI
Kadang-kadang perbuatan saya tidak sesuai dengan yang Memiliki kebiasaan untuk berpikir dan bersikap
diucapkan positif.
Saya kadang lupa bersyukur atas nikmat dan karunia dari
Memiliki kebiasan untuk bersyukur
Tuhan YME
Memiliki kesadaran untuk tidak mencontek saat
Saya merasa pernah menyontek pada waktu ulangan
mengikuti tes atau ujian
Memiliki kesadaran mempermainakan/mengolok-olok
Saya sering mempermainakan/mengolok-olok orang lain
orang lain
Memiliki kebiasaan untuk membuang sampah pada
Saya sulit membuag sampah pada tempatnya
tempatnya
Saya merasa malu dengan kondisi fisik (jasmani) yang Mampu menjaga kesehatan agar tetap fit menghadapi
dimiliki waktu ujian
Mampu mengatasi masalah dengan anggota keluarga
Saya merasa kurang mendapatkan perhatian dari orang tua
dirumah
Mampu menghindari stress dalam menghadapi
Saya meras sering tertekan.
kehidupan/kegiatan
Saya merasa jenuh saat masuk sekolah. Mampu mengatasi kejenuhan masuk sekolah
Saya belum memahami kelebihan dan kekurangan yang Mampu mengenali memahami kelebihan dan
saya miliki kekurangan yang dimiliki.
Memiliki kemampuan untuk mengelola keungan yang
Orang tua saya tidak mempunyai penghasilan tetap
diberikan orang tua.
Saya merasa kesulitan mengatur waktu belajar dan bermain Mampu mengatur waktu belajar dan bermain.
Saya belum mengenal jati diri saya yang sebenarnya Mampu mengenal jati diri yang sebenarnya.
Saya bergaul dengan siapa saja Mampu bergaul dengan siapa saja.
Saya belum tahu cara menjadi pribadi mandiri Mampu hidup mandiri
Saya belum banyak teman atau sahabat Memilik banyak teman atau sahabat
Saya belum tahu tentang bullying dan cara mensikapinya Memahami tentang bullying dan cara mensikapinya
Saya sering lupa waktu ketika bermain/membuka medsos Mampu meninggalkan ketergantungan dengan media
(fb, wa, dll) sosial (fc,wa,ig,dll)
Saya bergaul dengan siapa saja Mampu bergaul dengan siapa saja.
BELAJAR
Orang tua saya tidak peduli dengan kegiatan belajar saya Orang tua telibat dalam kegiatan belajar siswa
Mampu mengatasi kesulitan mempelajari dan
Saya masih kesulitan dalam memahami pelajaran tertentu
memahami mata pelajaran tertentu.
Saya merasa sulit konsentrasi dalam belajar Mampu meningkatkan konsentrai belajar
Saya belum tahu cara meraih prestasi di sekolah Mampu meraih prestasi di sekolah.
Saya belum ada teman yang cocok untuk belajar bersama Mampu belajar bersama dengan indivdu yang berbeda.
Saya belum mempunyai cita-cita yang pasti Mempunyai cita-cita yang pasti.
Saya belum banyak tahu tentang jenis-jenis pekerjaan di Mengetahui tentang jenis-jenis pekerjaan di
masyakarat masyakarat
Saya belum paham masalah peminatan jurusan
Memahami peminatan jurusan di/SMK/SMA/MA
di/SMK/SMA/MA
Saya masih binggung mau berkarir/ bekerja apa setelah
Memamhami pilihan karir/ kerja setelah tamat SMP
tamat SMP
TAHUN : 2023/2024
BIDANG
RUMUSAN KEBUTUHAN TUJUAN LAYANAN
LAYANAN
Memiliki kesdaran melakukan berbagai kegiatan Peserta didik/konseli memiliki kesdaran melakukan berbagai kegiataan
ibadah dengan kemauan sendiri ibadah dengan kemauan sendiri.
Memiliki kebiasaan untuk berpikir dan bersikap Peserta didik/konseli mamapu memilki kebiasaan berfikir positif serta
positif. mencapai pribadi yang mampu berfikir dan bersikap selalu postif.
Memiliki kebiasan untuk bersyukur Peserta didik/konseli senantiasa bersyukur atas nikmat dan karunia dari
Tuhan YME
Memiliki kesadaran untuk tidak mencontek saat Peserta didik/konseli memiliki pemahaman dan kesadran bahwa
mengikuti tes atau ujian menyontek adalah perbuatan tidak baik (tercela),memmahami penyebab
dan dampak dari perbuatan menyontek serta mampu untuk
menghindarinya.
Memiliki kesadaran mempermainakan/mengolok- Peserta didik/ konseli memiliki kesadaran mempermainakan/mengolok-
olok orang lain olok orang lain
Memiliki kebiasaan untuk membuang sampah pada Peserta didik/konseli memiliki kebiasaan hidup bersih dengan
tempatnya membuang sampah pada tempatnya.
Mampu mengendalikan emosi Peserta didik/konseli dapat mengendalikan emosi dan memantapkan
nilai serta cara bertingkah laku yang dapat diterima dalam kehidupan
sosial yang lebih luas.
Memiliki rasa percaya diri Peserta didik/konseli mampu meningkatkan rasa percaya diri
denganbaik untuk mencapai tujuan hidupnya
PRIBADI
Mampu menjaga kesehatan agar tetap fit Peserta didik/konseli mampu memahami pentingnya menjaga kesehtan
menghadapi waktu ujian tubuh serta dapat membiasakan pola hidup bersih dan sehat.
Mampu mengatasi masalah dengan anggota Peserta didik/konseli mampu mengatasi masalah dngan anggota
keluarga dirumah keluarga dirumah.
Mampu menghindari stress dalam menghadapi Peserta didik/konseli dapat memahami gejala-gejala sterss serta faktor-
kehidupan/kegiatan faktor penyebab dan cara mengatasinya
Mampu mengatasi kejenuhan masuk sekolah Peserta didik/konseli mampu menghilangkan kejenuhan masuk sekolah.
Mampu mengatasi timbulnya sakit/alergi Peserta didik/konseli mampu melakasnakan Pola Hidup Bersih dan
Sehat.
Mampu mengenali memahami kelebihan dan Peserta didik/konseli mampu mengenali kelebihan dan kekuarangan
kekurangan yang dimiliki. diri.
Memiliki kemampuan untuk mengelola keungan Pesera didik/konseli mampu hidup hemat.
yang diberikan orang tua.
Mampu mengatur waktu belajar dan bermain. Pesera didik/konseli mampu mengatur waktu belajar dan bermain
Mampu mengenal jati diri yang sebenarnya. Pesera didik/konseli mampu mengenali jati diri.
Mampu bergaul dengan siapa saja. Peserta didik/konseli dapat memahami kematangan hubungan dengan
teman sebaya.
Mampu mendisiplinkan diri. Peserta didik/konseli mampu hidup disiplin.
Mampu hidup mandiri Peserta didik/konseli mampu hidup mandiri.
Mampu memahami tentang bahaya atau dampak Peserta didik/konseli memahami bahaya asap rokok, dampak dan solusi.
rokok
SOSIAL Mampu mengucapkan kata maaf, tolong dan Peserta didik/konseli mengerti dan mampu mempraktekan etika
terimakasih kadang lupa saya ucapkan dalam pergaulan dalam kehidupan sehari-hari.
pergaulan
Mampu berinteraksi dengan para guru dan Peserta didik/konseli mengerti dan mempraktekan etika dalam
karyawan di sekolah berinteraksi dengan karyawan dan guru.
Mengenal lingkungan sekolah baru saya (guru, Peserta didik/konseli mengetahui profil sekolah.
fasilitas, prestasi, dll)
Mampu bergaul/kaku dengan teman-teman di Peserta didik/konseli mampu bergaul dengan teman sebaya.
sekolah
Mampu menyelesaikan masalah dengan teman Peserta didik/konseli mampu beradaptasi dalam berteman dengan
bermain menghormati teman.
Memilik banyak teman atau sahabat Peserta didik/konseli memilki kesetikawanan Sosial
Memahami tentang bullying dan cara Peserta didik/konseli mampu mencegah dan mensikapi bullying.
mensikapinya
Mampu meninggalkan ketergantungan dengan Peserta didik/konseli mampu menghilangkan ketergantungan dengan
media sosial (fc,wa,ig,dll) media soaial (fc,wa,ig, dll).
Memahami identitas gender Peserta disik/konseli dapat memahami pentingnya memiliki budaya
tertib berlalu lintas di jalan serta menumbuhkan kesadaran untuk
disiplin mentaati rambu-rambu lalu lintas
Mampu bergaul dengan siapa saja. Peserta didik/konseli dapat memahami kematangan hubungan dengan
teman sebaya.
Orang tua telibat dalam kegiatan belajar siswa Orang tua peserta didik/konseli terlibat dalam kegiatan belajar konseli.
Mampu mengatasi kesulitan mempelajari dan Peserta didik/konseli mampu mengatasi kesulitan mempelajari dan
memahami mata pelajaran tertentu. memahami mata pelajaran tertentu.
Mampu meningkatkan konsentrai belajar Peserta didik/konseli mampu meningkatkan konsentrasi belajar.
Mampu menghilangkan kebiasaan belajar apabila Peserta didik/konseli mampu menghilangkan kebiasaan belajar apabila
akan ada tes/ujian. akan ada tes/ujian.
Mampu belajar di rumah kalau disuruh/diperintah Peserta didik/konseli mampu belajar di rumah kalau disuruh/diperintah
BELAJAR
orang tua orang tua
Mampu mengubah kebiasaan menunda-nunda Peserta didik/konseli mampu mengubah kebiasaan menunda-nunda
pekerjaan sekolah pekerjaan sekolah
Mampu meraih prestasi di sekolah. Peserta didik/konseli mampu memahami cara meraih prestasi di
sekolah.
Memilki pemahaman tentang cara meningkatkan Peserta didik/konseli mampu menerapkan sikap dan kebiasaan yang
motivasi belajar. benar dalam belajar hingga dapat membangkitkan semangat belajar.
Mampu belajar kelompok Peserta didik/konseli mampu menerapkan sikap dan kebiasaan yang
benar dalam belajar kelompok.
Mampu belajar di sekolah baru (SMP/MTs) Peserta didik/konseli mampu menerapkan sikap dan kebiasaan yang
benar dalam belajar di SMP (sekolah baru)
Mampu belajar bersama dengan indivdu yang Peserta didik/konseli mampu menerapkan sikap dan kebiasaan yang
berbeda. benar dalam belajar bersama.
Mampu memperoleh bantuan pendidikan Peserta didik/konseli memahami cara memperoleh bantuan pendidikan
(beasiswa) (beasiswa)
Mampu Belajar Sambil Bekerja Peserta didik/konseli mampu belajar sambil bekerja
Mampu mengikuti kegiatan esktrakurikuler di Peserta didik/konseli meampu mengikuti kegiatan esktrakurikuler di
sekolah sekolah
KARIR Memiliki kemampuan menghilangkan rasa Peserta didik/konseli memiliki kemampuan menghilangkan rasa
kawatri/takut tidak naik kelas kawatri/takut tidak naik kelas
Mempunyai cita-cita yang pasti. Peserta didik/konseli memahami Bakat dan Kemampuan sehingga
selaras dengan cita-cita.
Mengetahui tentang jenis-jenis pekerjaan di Peserta didik/konseli memahami Jenis-jenis pekerjaan di masyakarat.
masyakarat
Memahami peminatan jurusan di/SMK/SMA/MA Peserta didik/konseli memahami Prospek karir peminatan/jurusan di
SMA/SMK/MA
Memamhami pilihan karir/ kerja setelah tamat Peserta didik/konseli memahami Pilihan Karir Setelah Tamat SMP
SMP
E. KOMPONEN PROGRAM
Komponen program bimbigan dan konseling di SMA meliputi : (1) layanan dasar, (2)
layanan peminatan dan perencanaan individual, (3) Layanan Responsif, dan (4) dukungan
sistem. Berikut penjelasan mengenai masing-masing komponen
1) LayananDasar
Layanan dasar adalah proses pemberian bantuan kepada semua peserta
didik/konseli yang berkaitan dengan pengembangan sikap, pengetahuan, dan
keterampilan dalam bidang pribadi, sosial, belajar, dan karir sebagai pengejawantahan
tugas-tugas perkembangan mereka. Layanan dasar merupakan inti pendekatan
perkembangan yang diorganisasikan berkenaan dengan pengetahuan tentang diri dan
orang lain, perkembangan belajar, serta perencanaan dan eksplorasi [Link] dasar
pada sekolah dasar dilaksanakan dalam aktivitas yang langsung diberikan kepada peserta
didik/konseli adalah bimbingan kelompok, bimbingan klasikal, dan bimbingan lintas kelas.
Aktivitas yang dilaksanakan melalui media adalah papan bimbingan, leaflet dan media
inovatif bimbingan dan konseling. Bagi guru kelas yang menjalankan fungsi sebagai guru
bimbingan dan konseling, layanan bimbingan klasikal dapat diintegrasikan dalam
kegiatan pembelajaran tematik.
2) LayananResponsif
Layanan responsif adalah layanan untuk memenuhi kebutuhan jangka pendek
peserta didik, atau masalah-masalah yang dialami peserta didik/konseli yang bersumber
dari lingkungan kehidupan pribadi, sosial, belajar, dan karir. Layanan terdiri atas
konseling individual, konseling kelompok, konsultasi, konferensi kasus, referal dan
advokasi. Sementara aktivitas layanan responsif melalui media adalah konseling melalui
elektronik dan kotak [Link] konteks layanan responsif di Sekolah Dasar, guru
bimbingan dan konseling atau konselor memberikan intervensi secara singkat. Pada
layanan responsif juga dilakukan advokasi yang menitikberatkan pada membantu peserta
didik/konseli untuk memiliki kesempatan yang sama dalam mencapai tugas-tugas
perkembangan. Guru bimbingan dan konseling atau konselor menyadari terdapat
rintangan-rintangan bagi peserta didik yang disebabkan oleh disabilitas, jenis
kelamin, suku bangsa, bahasa,orientasi seksual, status sosial ekonomi, pengaruh
orangtua, keberbakatan, dan sebagainya. Guru bimbingan dan konseling atau konselor
harus memberikan advokasi agar semua peserta didik/konseli mendapatkan perlakuan
yang setara selama menempuh pendidikan di Sekolah Dasar.
4) DukunganSistem
Dukungan sistem merupakan komponen pelayanan dan kegiatan manajemen, tata
kerja infrastruktur dan pengembangan keprofesionalan konselor secara berkelanjutan
yang secara tidak langsung memberikan bantuan kepada peserta didik atau
memfasilitasi kelancaran perkembangan peserta didik. Aktivitas yang dilakukan dalam
dukungan sistem adalah (1) administrasi, yang di dalamnya termasuk melaksanakan dan
menindaklanjuti asesmen, kunjungan rumah, menyusun dan melaporkan program
bimbingan dan konseling, membuat evaluasi, dan melaksanakan administrasi dan
mekanisme bimbingan dan konseling, serta (2) kegiatan tambahan dan pengembangan
profesi, bagi konselor atau guru kelas yang berfungsi sebagai guru bimbingan dan
konseling, kegiatan pengembangan profesi dilaksanakan sesuai dengan tugasnyasebagai
guru kelas dengan diperkaya oleh kegiatan pelatihan atau lokakarya tentang bimbingan
dan konseling untuk memperkuat kompetensi dalam menjalankan fungsi sebagai guru
bimbingan dan konseling [Link] Keprofesian Berkelanjutan (guru
sebagai pembelajar) bagi konselor atau guru bimbingan dan konseling dapat dilakukan
dengan moda tatap muka, daring dan kombinasi antara tatap muka dan daring.
Berdasarkan hasil angket kebutuhan peserta didik, maka alokasi waktu komponen
program adalah sebagai berikut :
KOMPONEN PROGRAM
SMA SANTO BONAVENTURA SAMBAS
KELAS : X,XI,XII
TAHUN : 2023/2024
JUMLAH PERHITUNGA
N KOMPONEN N PROPOR
MATERI / TOPIK / KEGIATAN LAYANA N
O PROGRAM O SI
N WAKTU/JAM
1 Layanan 1 Memiliki kesdaran melakukan berbagai kegiatan ibadah 10 35% 8,51
Dasar dengan kemauan sendiri
2 Memiliki kesadaran untuk tidak mencontek saat mengikuti tes
atau ujian
3 Memiliki kebiasaan untuk membuang sampah pada tempatnya
4 Mampu mengendalikan emosi
5 Mampu menjaga kesehatan agar tetap fit menghadapi waktu
ujian
G. BIDANG LAYANAN
Bimbingan dan konseling pada satuan pendidikan mencakup empat bidang layanan,
yaitu bidang layanan yang memfasilitasi perkembangan pribadi, sosial, belajar, dan karir
yang merupakan satu kesatuan utuh dapat dipisahkan dalam setiap diri individu peserta
didik/konseli
1. Pribadi
Suatu proses pemberian bantuan dari guru bimbingan dan konseling
ataukonselor kepada peserta didik atau konseli untuk memahami, menerima,
mengarahkan, mengambil keputusan, dan merealisasikan keputusannya secara
bertanggung jawab tentang perkembangan aspek pribadinya, sehingga dapat
mencapai perkembangan secara optimal dan mencapai kebahagiaan, kesejahteraan
dan keselamatan dalam kehidupannya.
Aspek perkembangan peserta didik/konseli yang
dikembangkanmeliputi(1)memahami potensi diri dan memahami kelebihan dan
kelemahannya, baik kondisi fisik maupun psikis, (2)mengembangkan potensi untuk
mencapai kesuksesan dalam kehidupannya, (3) menerima kelemahan kondisi diri dan
mengatasinya secarabaik.
2. Sosial
Suatu proses pemberian bantuan dari konselor kepada peserta didik/konseli untuk
memahami lingkungannya dan dapat melakukan interaksi sosial secara positif,
terampil berinteraksi sosial, mampu mengatasi masalah-masalah sosial yang
dialaminya, mampu menyesuaikan diri dan memiliki keserasian hubungan dengan
lingkungan sosialnya sehingga mencapai kebahagiaan dan kebermaknaan dalam
kehidupannya.
Aspek perkembangan peserta didik/konseli yang dikembangkan meliputi (1)
berempati terhadap kondisi orang lain, (2) memahami keragaman latar sosial budaya,
(3) menghormati dan menghargai orang lain, (4) menyesuaikan dengan nilai dan
norma yang berlaku, (5) berinteraksi sosial yang efektif, (6) bekerjasama dengan orang
lain secara bertanggung jawab, dan (8) mengatasi konflik dengan orang lain
berdasarkan prinsip yang salingmenguntungkan.
3. Belajar
Proses pemberian bantuan kepada peserta didik/ konseli dalam mengenali potensi
diri untuk belajar, memiliki sikap dan keterampilan belajar, terampil merencanakan
pendidikan, memiliki kesiapan menghadapi ujian, memiliki kebiasaan belajar teratur
dan mencapai hasil belajar secara optimal sehingga dapat mencapai kesuksesan,
kesejahteraan, dan kebahagiaan dalam kehidupannya. Aspekperkembanganyang
dikembangkan meliputi;
(1) Menyadari potensi diri dalam aspek belajar dan memahami berbagai hambatan
belajar
(2) Memiliki sikap dan kebiasaan belajar yang positif
(3) Memiliki motif yang tinggi untuk belajar sepanjang hayat
(4) Memiliki keterampilan belajar yang efektif
(5) Memiliki keterampilan perencanaan dan penetapan pendidikan selanjutnya
(6) Memiliki kesiapan menghadapi ujian
4. Karir
Proses pemberian bantuan oleh guru bimbingan dan konseling atau konselor
kepada peserta didik/konseli untuk mengalami pertumbuhan, perkembangan,
eksplorasi, aspirasi dan pengambilan keputusan karir sepanjang rentang hidupnya
secara rasional dan realistis berdasar informasi potensi diri dan kesempatan yang
tersedia di lingkungan hidupnya sehinggamencapai kesuksesan dalam kehidupannya.
Aspek perkembangan yang dikembangkan meliputi :
(1) Pengetahuan konsep diri yang positif tentang karir
(2) Kematangan emosi dan fisik dalam membuat keputusan karir
(3) Kesadaran pentingnya pencapaian prestasi untuk mendapatkan kesempatan karir
(4)Kesadaran hubungan antara pekerjaan dan belajar
(5)Keterampilan untuk memahami dan menggunakan informasi karir
(6)Kesadaran hubungan antara tanggung jawab personal, kebiasaan bekerja yang baik
dan kesempatan karir
(7)Kesadaran bagaimana karir berhubungan dengan fungsi dan kebutuhan di
masyarakat
(8)Kesadaran tentang perbedaan pekerjaan dan perubahan peran laki-laki -
perempuan.
PENGEMBANGAN TEMA/TOPIK
SMA SANTO BONAVENTURA SAMBAS
KELAS X,XI,XII
TAHUN 2023/2024
BIDANG
LAYANA RUMUSAN KEBUTUHAN TUJUAN LAYANAN TOPIK/TEMA
N
Memiliki kesdaran melakukan Peserta didik/konseli memiliki Ibadah dengan
berbagai kegiatan ibadah kesdaran melakukan berbagai kemauan sendiri.
dengan kemauan sendiri kegiataan ibadah dengan
kemauan sendiri.
Memiliki kebiasaan untuk Peserta didik/konseli mamapu Berfikir dan
berpikir dan bersikap positif. memilki kebiasaan berfikir bersikap positif
positif serta mencapai pribadi
yang mampu berfikir dan
bersikap selalu postif.
Memiliki kebiasan untuk Peserta didik/konseli senantiasa Bersyukur
bersyukur bersyukur atas nikmat dan
karunia dari Tuhan YME
PRIBADI Memiliki kesadaran untuk Peserta didik/konseli memiliki Menyontek,
tidak mencontek saat pemahaman dan kesadran bahwa penyebab dan
mengikuti tes atau ujian menyontek adalah perbuatan solusinya
tidak baik (tercela),memmahami
penyebab dan dampak dari
perbuatan menyontek serta
mampu untuk menghindarinya.
Memiliki kesadaran Peserta didik/ konseli memiliki Mereka
mempermainakan/mengolok- kesadaran Berpengaruh
olok orang lain mempermainakan/mengolok- Bagiku.
olok orang lain
Memiliki kebiasaan untuk Peserta didik/konseli memiliki Kebiasaan
membuang sampah pada kebiasaan hidup bersih dengan membuang sampah
tempatnya membuang sampah pada pada tempatnya
tempatnya.
Mampu mengendalikan emosi Peserta didik/konseli dapat Cara
mengendalikan emosi dan mengendalikan
memantapkan nilai serta cara emosi
bertingkah laku yang dapat
diterima dalam kehidupan sosial
yang lebih luas.
Memiliki rasa percaya diri Peserta didik/konseli mampu Membangun rasa
meningkatkan rasa percaya diri percaya diri
denganbaik untuk mencapai
tujuan hidupnya
Mampu menjaga kesehatan Peserta didik/konseli mampu Pentingnya
agar tetap fit menghadapi memahami pentingnya menjaga menjaga kesehatan
waktu ujian kesehtan tubuh serta dapat tubuh
membiasakan pola hidup bersih
dan sehat.
Mampu mengatasi masalah Peserta didik/konseli mampu Mengatasi masalah
dengan anggota keluarga mengatasi masalah dngan dengan anggota
dirumah anggota keluarga dirumah. keluarga dirumah.
Mampu menghindari stress Peserta didik/konseli dapat Stress dan cara
dalam menghadapi memahami gejala-gejala sterss mengatasinya
kehidupan/kegiatan serta faktor-faktor penyebab dan
cara mengatasinya
Mampu mengatasi kejenuhan Peserta didik/konseli mampu Mengatasi
masuk sekolah menghilangkan kejenuhan masuk kejenuhan masuk
sekolah. sekolah
Mampu mengatasi timbulnya Peserta didik/konseli mampu PHBS
sakit/alergi melakasnakan Pola Hidup Bersih
dan Sehat.
Mampu mengenali memahami Peserta didik/konseli mampu Mengenali
kelebihan dan kekurangan mengenali kelebihan dan kelebihan dan
yang dimiliki. kekuarangan diri. kekuarangan diri.
Memiliki kemampuan untuk Pesera didik/konseli mampu Belajar Hidup
mengelola keungan yang hidup hemat. Hemat
diberikan orang tua.
Mampu mengatur waktu Pesera didik/konseli mampu Kiat mengatur
belajar dan bermain. mengatur waktu belajar dan waktu belajar dan
bermain bermain
Mampu mengenal jati diri Pesera didik/konseli mampu Cara mengenali jati
yang sebenarnya. mengenali jati diri. diri.
Mampu bergaul dengan siapa Peserta didik/konseli dapat Kematangan
saja. memahami kematangan hubungan dengan
hubungan dengan teman sebaya. teman sebaya.
Mampu mendisiplinkan diri. Peserta didik/konseli mampu Cara
hidup disiplin. mendisiplinkan diri.
Mampu hidup mandiri Peserta didik/konseli mampu Cara hidup mandiri.
hidup mandiri.
SOSIAL Mampu memahami tentang Peserta didik/konseli memahami Bahaya asap rokok,
bahaya atau dampak rokok bahaya asap rokok, dampak dan dampak dan solusi.
solusi.
Mampu mengucapkan kata Peserta didik/konseli mengerti Etika dalam
maaf, tolong dan terimakasih dan mampu mempraktekan etika pergaulan
kadang lupa saya ucapkan pergaulan dalam kehidupan
dalam pergaulan sehari-hari.
Mampu berinteraksi dengan Peserta didik/konseli mengerti Etika dalam
para guru dan karyawan di dan mempraktekan etika dalam berinteraksi dengan
sekolah berinteraksi dengan karyawan karyawan dan guru
dan guru.
Mengenal lingkungan sekolah Peserta didik/konseli mengetahui Profil Sekolah
baru saya (guru, fasilitas, profil sekolah.
prestasi, dll)
Mampu bergaul/kaku dengan Peserta didik/konseli mampu Tips bergaul
teman-teman di sekolah bergaul dengan teman sebaya. dengan teman
sebaya.
Mampu menyelesaikan Peserta didik/konseli mampu Adaptasi dalam
masalah dengan teman beradaptasi dalam berteman berteman dengan
bermain dengan menghormati teman. menghormati
teman.
Memilik banyak teman atau Peserta didik/konseli memilki Kesetikawanan
sahabat kesetikawanan Sosial Sosial
Memahami tentang bullying Peserta didik/konseli mampu Stop bullying dan
dan cara mensikapinya mencegah dan mensikapi cara mensikapinya
bullying.
Mampu meninggalkan Peserta didik/konseli mampu Menghilangkan
ketergantungan dengan media menghilangkan ketergantungan ketergantungan
sosial (fc,wa,ig,dll) dengan media soaial (fc,wa,ig, dengan media
dll). soaial (fc,wa,ig,
dll).
Memahami identitas gender Peserta disik/konseli dapat Peran pria dan
memahami pentingnya memiliki Wanita
budaya tertib berlalu lintas di
jalan serta menumbuhkan
kesadaran untuk disiplin
mentaati rambu-rambu lalu lintas
BELAJAR Mampu bergaul dengan siapa Peserta didik/konseli dapat Kematangan
saja. memahami kematangan hubungan dengan
hubungan dengan teman sebaya. teman sebaya.
Orang tua telibat dalam Orang tua peserta didik/konseli Keterlibatan Orang
kegiatan belajar siswa terlibat dalam kegiatan belajar tua dalam kegiatan
konseli. belajar siswa.
Mampu mengatasi kesulitan Peserta didik/konseli mampu Mengatasi kesulitan
mempelajari dan memahami mengatasi kesulitan mempelajari mempelajari dan
mata pelajaran tertentu. dan memahami mata pelajaran memahami mata
tertentu. pelajaran tertentu.
Mampu meningkatkan Peserta didik/konseli mampu Meningkatkan
konsentrai belajar meningkatkan konsentrasi Konsentrasi
belajar. Belajar.
Mampu menghilangkan Peserta didik/konseli mampu Menghilangkan
kebiasaan belajar apabila akan menghilangkan kebiasaan belajar kebiasaan belajar
ada tes/ujian. apabila akan ada tes/ujian. apabila akan ada
tes/ujian.
Mampu belajar di rumah kalau Peserta didik/konseli mampu Belajar dengn
disuruh/diperintah orang tua belajar di rumah kalau gembira.
disuruh/diperintah orang tua
Mampu mengubah kebiasaan Peserta didik/konseli mampu Mengubah
menunda-nunda pekerjaan mengubah kebiasaan menunda- kebiasaan
sekolah nunda pekerjaan sekolah menunda-nunda
pekerjaan sekolah
Mampu meraih prestasi di Peserta didik/konseli mampu Cara meraih
sekolah. memahami cara meraih prestasi prestasi di sekolah.
di sekolah.
Memilki pemahaman tentang Peserta didik/konseli mampu Meningkatkan
cara meningkatkan motivasi menerapkan sikap dan kebiasaan Motivasi Belajar
belajar. yang benar dalam belajar hingga
dapat membangkitkan semangat
belajar.
Mampu belajar kelompok Peserta didik/konseli mampu Manfaat Belajar
menerapkan sikap dan kebiasaan Kelompok
yang benar dalam belajar
kelompok.
Mampu belajar di sekolah baru Peserta didik/konseli mampu Cara Belajar di
(SMP/MTs) menerapkan sikap dan kebiasaan SMP sekolah baru.
yang benar dalam belajar di SMP
(sekolah baru)
Mampu belajar bersama Peserta didik/konseli mampu Cara Belajar
dengan indivdu yang berbeda. menerapkan sikap dan kebiasaan Bersama
yang benar dalam belajar
bersama.
Mampu memperoleh bantuan Peserta didik/konseli memahami Cara memperoleh
pendidikan (beasiswa) cara memperoleh bantuan bantuan pendidikan
pendidikan (beasiswa) (beasiswa)
Mampu Belajar Sambil Peserta didik/konseli mampu Tips Bekerja dan
Bekerja belajar sambil bekerja Belajar
Mampu mengikuti kegiatan Peserta didik/konseli meampu Tips dan Trik
esktrakurikuler di sekolah mengikuti kegiatan Sukses dalam
KARIR esktrakurikuler di sekolah Pengembangan diri
Memiliki kemampuan Peserta didik/konseli memiliki Cara dan Langkah
menghilangkan rasa kemampuan menghilangkan rasa Tidak Tinggal
kawatri/takut tidak naik kelas kawatri/takut tidak naik kelas Kelas
Mempunyai cita-cita yang Peserta didik/konseli memahami Keselarasan Cita-
pasti. Bakat dan Kemampuan sehingga Cita Dengan Bakat
selaras dengan cita-cita. dan Kemampuan.
Mengetahui tentang jenis-jenis Peserta didik/konseli memahami Jenis-jenis
pekerjaan di masyakarat Jenis-jenis pekerjaan di pekerjaan di
masyakarat. masyakarat
Memahami peminatan jurusan Peserta didik/konseli memahami Prospek karir
di/SMK/SMA/MA Prospek karir peminatan/jurusan peminatan/jurusan
di SMA/SMK/MA di SMA/SMK/MA
Memamhami pilihan karir/ Peserta didik/konseli memahami Pilihan Karir
kerja setelah tamat SMP Pilihan Karir Setelah Tamat Setelah Tamat SMP
SMP
Rencana kegiatan (action plan) bimbingan dan konseling merupaan rencan yang
menguraikan tindakan-tindakan yang diperlukan untuk mencapai tujuan yang didapat
dari hasil assesmen terhadap kondisi peserta didik/konseli serta standar kompetensi
kemandirian Konseli. Rencana kegiatan bimbingan dan konseling terdiri dari beberapa
komponen, yaitu :
(a) Bidang layanan
Berisi tentang bidang layanan bimbingan dan konseling
(b)Tujuan Layanan
Berisi tentang tujuan yang akan dicapai yang berbasis hasil asesmen, tugas
perkembangan atau standar kompetensi kemandirian Konseli
(c) Komponenlayanan
Terdiri dari empat komponen yaitu (1) layanan dasar, (2) layanan responsif, (3)
peminatan dan perencanaan individual, (4) dukungan system
(d) Strategi layanan
Merupakan kegiatan/strategi layanan yang dilakukan dan disesuaikan dengan
komponen layanan. Contohnya, untuk komponen layanan dasar, strategi layanan
yang dapat dilaksanakan adalah bimbingan
(e) Kelas
Berisi kelas yang akan mendapatkan layanan bimbingan dan konseling
(f) Materi,
Berisi tentang tema/topik materi yang akan dibahas untuk mencapai tujuan.
(g) Metode,
Berisi teknik/strategi kegiatan layanan bimbingan dan konseling yang akandilakukan.
(h) Alat/media,
Berisi alat dan media yang akan digunakan misalnya power point presentation, kertas
kerja dansebagainya.
(i) Evaluasi,
Berisi jenis dan alat evaluasi yang digunakan untuk memastikan ketercapaian
tujuanlayanan.
(j) Ekuivalensi,
Berisi penyetaraan kegiatan bimbingan dan konseling yang dilakukan dengan
jumlah jam. (secara rinci dapat dilihat pada Lampiran Permendikbud No.111 Tahun
2014 tentang Bimbingan dan Konseling pada Pendidikan Dasar dan Menengah).
RENCANA KEGIATAN (ACTION PLAN) BIMBINGAN DAN KONSELING
KELAS : X,XI,XII
TAHUN : 2023
PRIBADI
Peserta didik/konseli
Ceramah &
memiliki kesdaran melakukan X, XI, Ibadah dengan Slide Power Point, Proses
Dasar Bimbingan Klasikal Tanya 1 Jam
berbagai kegiataan ibadah XII kemauan sendiri. Video dan Hasil
Jawab
dengan kemauan sendiri.
Peserta didik/konseli
mamapu memilki kebiasaan Ceramah &
X, XI, Berfikir dan Slide Power Point, Proses
berfikir positif serta mencapai Dasar Bimbingan Klasikal Tanya 1 Jam
XII bersikap positif Video dan Hasil
pribadi yang mampu berfikir Jawab
dan bersikap selalu postif.
Peserta didik/konseli
senantiasa bersyukur atas X, XI, Ceramah & Slide Power Point, Proses
Dasar Bimbingan Klasikal Bersyukur 1 Jam
nikmat dan karunia dari Tuhan XII Diskusi Video dan Hasil
YME
Peserta didik/konseli Dasar Bimbingan Klasikal X, XI, Menyontek, Ceramah & Slide Power Point, Proses 1 Jam
memiliki pemahaman dan XII penyebab dan Tanya Video dan Hasil
kesadran bahwa menyontek solusinya Jawab
adalah perbuatan tidak baik
(tercela),memmahami
penyebab dan dampak dari
perbuatan menyontek serta
mampu untuk menghindarinya.
Disesuaikan
Peserta didik/ konseli
Mereka dengan
memiliki kesadaran X, XI, Slide Power Point, Proses
Dasar Bimbingan Klasikal Berpengaruh pendekata 1 Jam
mempermainakan/mengolok- XII Video dan Hasil
Bagiku. n yang
olok orang lain
digunakan
Peserta didik/konseli Kebiasaan
memiliki kebiasaan hidup Bimbingan X, XI, membuang Ceramah & Slide Power Point, Proses
Dasar 1 Jam
bersih dengan membuang Kelompok XII sampah pada Diskusi Video dan Hasil
sampah pada tempatnya. tempatnya
Peserta didik/konseli dapat
Disesuaikan
mengendalikan emosi dan
Cara dengan Disesuaikan dengan
memantapkan nilai serta cara X, XI, Proses
Dasar Bimbingan Klasikal mengendalikan pendekata pendekatan yang 1 Jam
bertingkah laku yang dapat XII dan Hasil
emosi n yang digunakan
diterima dalam kehidupan
digunakan
sosial yang lebih luas.
Disesuaikan
Peserta didik/konseli mampu
dengan Disesuaikan dengan
meningkatkan rasa percaya diri Konseling X, XI, Membangun rasa Proses
Responsif pendekata pendekatan yang 1 Jam
denganbaik untuk mencapai Individual XII percaya diri dan Hasil
n yang digunakan
tujuan hidupnya
digunakan
Peserta didik/konseli mampu
memahami pentingnya Pentingnya
Bimbingan X, XI, Ceramah & Slide Power Point, Proses
menjaga kesehtan tubuh serta Dasar menjaga 1 Jam
Kelompok XII Diskusi Video dan Hasil
dapat membiasakan pola hidup kesehatan tubuh
bersih dan sehat.
Disesuaikan
Mengatasi
Peserta didik/konseli mampu dengan Disesuaikan dengan
Konseling X, XI, masalah dengan Proses
mengatasi masalah dngan Responsif pendekata pendekatan yang 1 Jam
Individual XII anggota keluarga dan Hasil
anggota keluarga dirumah. n yang digunakan
dirumah.
digunakan
Disesuaikan
Peserta didik/konseli dapat
dengan Disesuaikan dengan
memahami gejala-gejala sterss Bimbingan X, XI, Stress dan cara Proses
Dasar pendekata pendekatan yang 1 Jam
serta faktor-faktor penyebab Kelompok XII mengatasinya dan Hasil
n yang digunakan
dan cara mengatasinya
digunakan
Peserta didik/konseli mampu Responsif Konseling X, XI, Mengatasi Disesuaikan Disesuaikan dengan Proses 1 Jam
menghilangkan kejenuhan Individual XII kejenuhan masuk dengan pendekatan yang dan Hasil
masuk sekolah. sekolah pendekata digunakan
n yang
digunakan
Peserta didik/konseli mampu
Bimbingan X, XI, Ceramah & Slide Power Point, Proses
melakasnakan Pola Hidup Dasar PHBS 1 Jam
Kelompok XII Diskusi Video dan Hasil
Bersih dan Sehat.
Disesuaikan
Peserta didik/konseli mampu Mengenali dengan Disesuaikan dengan
Konseling X, XI, Proses
mengenali kelebihan dan Responsif kelebihan dan pendekata pendekatan yang 1 Jam
Individual XII dan Hasil
kekuarangan diri. kekuarangan diri. n yang digunakan
digunakan
Disesuaikan
dengan Disesuaikan dengan
Pesera didik/konseli mampu X, XI, Belajar Hidup Proses
Dasar Bimbingan Klasikal pendekata pendekatan yang 1 Jam
hidup hemat. XII Hemat dan Hasil
n yang digunakan
digunakan
Disesuaikan
dengan Disesuaikan dengan
Pesera didik/konseli mampu Konseling X, XI, Cara mengenali Proses
Responsif pendekata pendekatan yang 1 Jam
mengenali jati diri. Individual XII jati diri. dan Hasil
n yang digunakan
digunakan
Peserta didik/konseli dapat
Kematangan
memahami kematangan X, XI, Ceramah & Slide Power Point, Proses
Dasar Bimbingan Klasikal hubungan dengan 1 Jam
hubungan dengan teman XII Diskusi Video dan Hasil
teman sebaya.
sebaya.
Disesuaikan
Cara dengan Disesuaikan dengan
Peserta didik/konseli mampu X, XI, Proses
Dasar Bimbngan Klasikal mendisiplinkan pendekata pendekatan yang 1 Jam
hidup disiplin. XII dan Hasil
diri. n yang digunakan
digunakan
Disesuaikan
dengan Disesuaikan dengan
Peserta didik/konseli mampu X, XI, Cara hidup Proses
Dasar Bimbingan Klasikal pendekata pendekatan yang 1 Jam
hidup mandiri. XII mandiri. dan Hasil
n yang digunakan
digunakan
SOSIAL
Peserta didik/konseli Bahaya asap
X, XI, Ceramah & Slide Power Point, Proses
memahami bahaya asap rokok, Dasar Bimbingan Klasikal rokok, dampak dan 1 Jam
XII Diskusi Video dan Hasil
dampak dan solusi. solusi.
Peserta didik/konseli
mengerti dan mampu X, XI, Etika dalam Ceramah & Slide Power Point, Proses
Dasar Bimbingan Klasikal 1 Jam
mempraktekan etika pergaulan XII pergaulan Diskusi Video dan Hasil
dalam kehidupan sehari-hari.
Disesuaikan
Peserta didik/konseli Etika dalam
dengan Disesuaikan dengan
mengerti dan mempraktekan Konseling X, XI, berinteraksi Proses
Responsif pendekata pendekatan yang 1 Jam
etika dalam berinteraksi Individual XII dengan karyawan dan Hasil
n yang digunakan
dengan karyawan dan guru. dan guru
digunakan
Disesuaikan
Tips bergaul dengan Disesuaikan dengan
Peserta didik/konseli mampu X, XI, Proses
Dasar Bimbingan Klasikal dengan teman pendekata pendekatan yang 1 Jam
bergaul dengan teman sebaya. XII dan Hasil
sebaya. n yang digunakan
digunakan
Disesuaikan
Adaptasi dalam
Peserta didik/konseli mampu dengan Disesuaikan dengan
Konseling X, XI, berteman dengan Proses
beradaptasi dalam berteman Responsif pendekata pendekatan yang 1 Jam
Individual XII menghormati dan Hasil
dengan menghormati teman. n yang digunakan
teman.
digunakan
Disesuaikan
dengan Disesuaikan dengan
Peserta didik/konseli Konseling X, XI, Kesetikawanan Proses
Responsif pendekata pendekatan yang 1 Jam
memilki kesetikawanan Sosial Individual XII Sosial dan Hasil
n yang digunakan
digunakan
Peserta didik/konseli mampu X, XI, Menghilangkan Ceramah & Slide Power Point, Proses
Dasar Bimbingan Klasikal 1 Jam
menghilangkan XII ketergantungan Diskusi Video dan Hasil
dengan media
ketergantungan dengan media
soaial (fc,wa,ig,
soaial (fc,wa,ig, dll).
dll).
Peserta disik/konseli dapat
memahami pentingnya
memiliki budaya tertib berlalu
X, XI, Peran pria dan Ceramah & Slide Power Point, Proses
lintas di jalan serta Dasar Bimbingan Klasikal 1 Jam
XII Wanita Diskusi Video dan Hasil
menumbuhkan kesadaran
untuk disiplin mentaati rambu-
rambu lalu lintas
BELAJAR Disesuaikan
Peserta didik/konseli dapat
Kematangan dengan Disesuaikan dengan
memahami kematangan X, XI, Proses
Dasar Bimbingan Klasikal hubungan dengan pendekata pendekatan yang 1 Jam
hubungan dengan teman XII dan Hasil
teman sebaya. n yang digunakan
sebaya.
digunakan
Disesuaikan
Orang tua peserta Keterlibatan Orang dengan Disesuaikan dengan
Konseling X, XI, Proses
didik/konseli terlibat dalam Responsif tua dalam kegiatan pendekata pendekatan yang 1 Jam
Individual XII dan Hasil
kegiatan belajar konseli. belajar siswa. n yang digunakan
digunakan
Mengatasi Disesuaikan
Peserta didik/konseli mampu
kesulitan dengan Disesuaikan dengan
mengatasi kesulitan Bimbingan X, XI, Proses
Dasar mempelajari dan pendekata pendekatan yang 1 Jam
mempelajari dan memahami Kelompok XII dan Hasil
memahami mata n yang digunakan
mata pelajaran tertentu.
pelajaran tertentu. digunakan
Peserta didik/konseli mampu Konseling X, XI, Mengubah Disesuaikan Disesuaikan dengan Proses
Responsif 1 Jam
mengubah kebiasaan Individual XII kebiasaan dengan pendekatan yang dan Hasil
pendekata
menunda-nunda pekerjaan menunda-nunda
n yang digunakan
sekolah pekerjaan sekolah
digunakan
Disesuaikan
Peserta didik/konseli mampu dengan Disesuaikan dengan
Konseling X, XI, Cara meraih Proses
memahami cara meraih Responsif pendekata pendekatan yang 1 Jam
Individual XII prestasi di sekolah. dan Hasil
prestasi di sekolah. n yang digunakan
digunakan
Peserta didik/konseli mampu
menerapkan sikap dan
kebiasaan yang benar dalam X, XI, Meningkatkan Ceramah & Slide Power Point, Proses
Dasar Bimbingan Klasikal 1 Jam
belajar hingga dapat XII Motivasi Belajar Diskusi Video dan Hasil
membangkitkan semangat
belajar.
Disesuaikan
Peserta didik/konseli mampu
dengan Disesuaikan dengan
menerapkan sikap dan X, XI, Manfaat Belajar Proses
Dasar Bimbingan Klasikal pendekata pendekatan yang 1 Jam
kebiasaan yang benar dalam XII Kelompok dan Hasil
n yang digunakan
belajar kelompok.
digunakan
KARIR Disesuaikan
Peserta didik/konseli mampu
dengan Disesuaikan dengan
menerapkan sikap dan Konseling X, XI, Cara Belajar di Proses
Responsif pendekata pendekatan yang 1 Jam
kebiasaan yang benar dalam Individual XII SMP sekolah baru. dan Hasil
n yang digunakan
belajar di SMP (sekolah baru)
digunakan
Disesuaikan
Peserta didik/konseli mampu
dengan Disesuaikan dengan
menerapkan sikap dan Konseling X, XI, Cara Belajar Proses
Responsif pendekata pendekatan yang 1 Jam
kebiasaan yang benar dalam Individual XII Bersama dan Hasil
n yang digunakan
belajar bersama.
digunakan
Cara memperoleh
Peserta didik/konseli Disesuaikan dengan
X, XI, bantuan Ceramah & Proses
memahami cara memperoleh Dasar Bimbingan Klasikal pendekatan yang 1 Jam
XII pendidikan Diskusi dan Hasil
bantuan pendidikan (beasiswa) digunakan
(beasiswa)
Peserta didik/konseli mampu Responsif Konseling X, XI, Tips Bekerja dan Disesuaikan Disesuaikan dengan Proses 1 Jam
belajar sambil bekerja Individual XII Belajar dengan pendekatan yang dan Hasil
pendekata digunakan
n yang
digunakan
Tips dan Trik
Peserta didik/konseli
X, XI, Sukses dalam Ceramah & Slide Power Point, Proses
meampu mengikuti kegiatan Peminatan & Perencenaan IPD Bimbingan Klasikal 1 Jam
XII Pengembangan Diskusi Video dan Hasil
esktrakurikuler di sekolah
diri
Peserta didik/konseli
memiliki kemampuan X, XI, Cara dan Langkah Ceramah & Slide Power Point, Proses
Peminatan & Perencenaan IPD Bimbingan Klasikal 1 Jam
menghilangkan rasa XII Tidak Tinggal Kelas Diskusi Video dan Hasil
kawatri/takut tidak naik kelas
Peserta didik/konseli
Keselarasan Cita-
memahami Bakat dan X, XI, Ceramah & Slide Power Point, Proses
Peminatan & Perencenaan IPD Bimbingan Klasikal Cita Dengan Bakat 1 Jam
Kemampuan sehingga selaras XII Diskusi Video dan Hasil
dan Kemampuan.
dengan cita-cita.
Peserta didik/konseli
Prospek karir
memahami Prospek karir X, XI, Ceramah & Slide Power Point, Proses
Peminatan & Perencenaan IPD Bimbingan Klasikal peminatan/jurusan 1 Jam
peminatan/jurusan di XII Diskusi Video dan Hasil
di SMA/SMK/MA
SMA/SMK/MA
Sambas, Desember
Mengetahui :
2023
Kepala SMA STBonaventura
Guru Bimbingan
Konseling
RUPINA, [Link]
[Link]
PROGRAM KEGIATAN LAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING
N Jenis kegiatan JULI AGUS SEPT OKT NOV DES JAN FEB MAR APR MEI JUNI
O
I PERSIAPAN 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4
1. Pembagian
tugas guru
bimbingan
dan
konseling
2. Asesment
kebutuhan
angket
3. Menyusun
program BK
4. Konsultasi
BK
5. Pengadaan
sarana dan
prasarana
BK
II PELAKSANAAN
LAYANAN
A LAYANAN DASAR
1. Bimbingan
klasikal
2. Bimbingan
kelas besar /
lintas kelas
3. Bimbingan
kelompok
4. Pengembang
an media BK
5. Papan
bimbingan
LAYANAN
RESPONSIF
1. Konseling
individual
2. Konseling
kelompok
3. Referal (alih
tangan
kasus)
4. Konsultasi
5. bimbingan
teman
sebaya
6. konferensi
kasus
7. konseling
melalui
elektrik
B PEMINATAN DAN P.
INDIVIDUAL
1. bimbingan
klasikal
2. konseling
individual
3. konseling
kelompok
4. bimbingan
kelas besar
5. bimbingan
kelompok
6. konsultasi
C DUKUNGAN
SISTEM
1. kegiatan
manajem
en
2. kunjunga
n rumah
3. kolaboras
i
4. pengemb
angan
profesi
guru
a. Musy
awara
h
Guru
Bimbi
ngan
Konse
ling
(MGB
K)
b. In
Hous
e
Traini
ng
(IHT)
II AKUNTAB
I ILITAS
1. Evalu
asi
prose
s
2. Evalu
asi
hasil
3. Super
visi
4. Pemb
uatan
lapor
an
2. PELAPORAN
Pelaporan merupakan langkah lanjutan setelah evaluasi. Isi dalam pelaporan lebih
bersifat mendeskripsikan dan memberi uraian analisis terhadap hasil-hasil yang telah
dicapai dalam kegiatan evaluasi sebelumnya. Pelaporan pada hakikatnya merupakan
kegiatan menyusun dan mendeskripsikan seluruh hasil yang telah dicapai dalam evaluasi
proses maupun hasil dalam format laporan yang dapat memberikan informasi kepada
seluruh pihak yang terlibat tentang keberhasilan dan kekurangan dari program
bimbingan dan konseling yang telah dilakukan.
Terdapat tiga aspek pokok yang perlu diperhatikan dalam penyusunan laporan yiatu :
a. Sistematika laporan hendaknya logis dan dapat dipahami
b. Deskripsi laporan yang disusun hendaknya memperhatikan kaidah penulisan dan
kebahasan yang telah dilakukan
c. Laporan pelaksanaan program bimbingan dan konseling harus dilaporkan secara
akurat dan tepat waktu.
3. TINDAK LANJUT
Tindak lanjut dalam kegiatan evaluasi merupakan kegiatan yang dilakukan untuk
menindaklanjuti hasil pelaksanaan pelayanan bimbingan dan konseling. Berdasarkan
data dan informasi yang diperoleh dari hasil evaluasi, guru BK atau konselor dapat
memikirkan ulang keseluruhan program yang telah dilaksanakan denganc ara membuat
desain ulang atau merevisi seluruh program atau beberapa bagian dari program yang
dianggap belum begitu efektif.
Langkah-langkah tindak lanjut :
a. Menentukan aspek-aspek perbaikan atau peningkatan yang akan dilakukan.
b. Menyusun ulang desain program secara umum atau layanan bimbingan dan
konseling tertentu dalam rangka perbaikan atau pengembangan
c. Melaksanakan kegiatan tindak lanjut sesuai dengan aspek-aspek yang akan
diperbaiki atau dikembangkan dan alokasi waktu yang telah ditentukan.
Prasarana pokok yang diperlukan ialah ruang bimbingan dan konseling yang cukup
memadai. Ruang dimaksud hendaknya diatur sedemikian rupa sehingga peserta dididk yang
berkunjung merasa senang dan nyaman, serta ruangan tersebut dapat digunakan untuk
pelaksanaan berbagai jenis kegiatan layanan bimbingan dan konseling baik individu maupun
kelompok sesuai dengan asas-asas dan kode etik bimbingan dan konseling.
Sedangkan Sarana dan prasarana berisi fasilitas dan perlengkapan yang mendukung
terhadap keterlaksanaan program bimbingan dan konseling. Sarana yang akan digunakan
dalam kegiatan pelayanan bimbingan dan konseling meliputi :
a. Alat pengumpul data, baik tes maupun non tes, yaitu :
1) Angket Masalah Konseli / Aplikasi Angket Masalah Konseli
2) Sosiometri
3) Alat Ungkap Pemahaman Diri
4) Alat Penelusuran Minat Peserta Didik SMP
5) Alat Ungkap Masalah Seri PTSDL
6) Inventori Tugas Perkembangan
7) _______________________
8) _______________________
9) Catatan Anekdot
b. Alat penyimpan data, khususnya dalam bentuk himpunan data yaitu :
1) Cummulative Record
2) Basis Data Prestasi Akademik
3) Daftar Peserta Didik Asuh
c. Kelengkapan penunjang teknis yaitu :
1) Data informasi meliputi: Peta Peserta Didik
2) Paket bimbingan meliputi : Paket Materi Klasikal
3) Alat bantu bimbingan meliputi : Buku Saku, Poster.
d. Perlengkapan administrasi, yaitu :
1) Alat tulis
2) Format rencana kegiatan
3) Blanko laporan kegiatan
Sedangkan prasarana penunjang layanan :Ruang bimbingan dan konseling terdiri atas :
ruang tamu, ruang kerja, ruang bimbingan dan konseling kelompok/diskusi, ruang
dokumentasi (terlampir)
Jumlah
No Jenis Barang Kebutuhan
Barang Uang
1. Kertas HVS - Analisa AKPD 2 Kotak Rp. 500.000,-
- Angket Siswa
- Program BK
- Undangan orang tua
- Format-format BK
2. Spidol - Spidol besar (permanen ) 2 Rp. 15.000,-
- Spidol kecil 3
3. Buku Folio - Buku Tamu 1 Rp. 90.000,-
- Buku Kasus 1
- Buku Agenda surat 1
- Buku Agenda Kerja 3
4. Tampilan - Biblio konseling 10 Rp. 600.000,-
Kepustakaan
5. Gunting - 1 Rp. 15.000,-
6. Snel heckter - Jurnal Kegiatan Klasikal 3 Rp. 30.000,-
- Program umum 3
- Bukti Fisik 3
7. Staples - Kecil 1 Rp. 10.000,-
- Tanggung 1 Rp. 20.000.-
8. Transport - Home visit Rp. 1.065.000,-
( 27 X 3 X Rp. 15.000,-)
Jumlah Rp. 2.345.000,-
PROGRAM SEMESTERAN
Setelah membuat rencana kegiatan yang akan dilakukan selama satu tahun, kemudian
mendistribusikan komponen layanan dan strategi kegiatan dalam porgam semesteran dalam
bentuk yang lebih rinci.
Terdapat beberapa komponen dalam program semeseteran, yaitu :
1. Bulan dan komponen program
2. Layanan Dasar
Berisi tentang strategi layanan dan topik/tema layanan dalam komponen layanan dasar,
seperti bimbingan klasikal dengan tema yang sudah dibuat dalam rencana kegiatan
3. Layanan Peminatan dan Perencanaan Individual
Berisi tentang strategi layanan dan topik/tema dalam komponen layanan perencanaan
individual misalnya bimbingan klasikal dengan tema memilih sekolah lanjutan di tingkat
SMA/SMK - MA/MA atau Perguruan Tinggi
4. Layanan Responsif
Berisi strategi layanan dan topik/tema (bila ada) dalam komponen layanan responsif,
misalnya : konseling kelompok dengan tema/topik “3 Kata Penting dalam Pergaulan”
5. Dukungan sistem
Berisis tentang strategi kegiatan dalam dukungan sistem seperti pengembangan jejaring,
kegiatan manajemen dan PKB
Berikut program semesteran dalam bentuk yang lebih rinci, baik semester ganjil maupun
semester genap :
( Dicetak dari Aplikasi Angket Kebutuhan Peserta Didik yang sudah diisi dan diolah )
Bidang
Jenis Bimbingan Fungsi
No Tujuan Sasaran Waktu
Kegiatan/Layanan BK
P S B K
A. PERSIAPAN
Pembagian tugas Tercapainya efektivitas
1 guru bimbingan dan layanan bimbingan dan X Juli
konseling/konselor konseling
Assesmen kebutuhan
2 (Angket Masalah Terungkapnya kebutuhan X Juli
Siswa) peserta didik/konseli
Menyusun program Layanan bimbingan dan
3 bimbingan dan konseling lebih terarah dan X Juli
konseling tetap sasaran
Mendapat dukungan dari
4 Konsultasi program Kepala dan Komite XI Juli
BK Sekolah
Terpenuhinya kebutuhan
5 Pengadaan sarana / sarana yang menunjang XI Juli
prasarana BK keberhasilan layanan BK
B. LAYANAN BK
1 LAYANAN
. DASAR
a. Bimbingan
Klasikal
Peserta didik/konseli
memiliki kesadaran
Ibadah dengan Pemaha
V melakukan berbagai XI Juli
kemauan sendiri man
kegiatan ibadah dengan
kemauan sendiri
Peserta didik/konseli
mampu memiliki
Berpikir dan Pemaha kebiasaan berpikir positif
V XII Juli
bersikap positif man serta mencapai pribadi
yang mampu berpikir dan
bersikap selalu positif
Pemaha Peserta didik/konseli
Menyontek,
man dan memiliki pemahaman dan
penyebab dan V XII Agst
Pencega kesadaran bahwa
solusinya
han menyontek adalah
perbuatan tidak baik
(tercela), memahami
penyebab dan dampak dari
perbuatan menyontek serta
mampu untuk
menghindarinya
Peserta didik/konseli
Pemaha
dapat memahami gejala-
Stress dan cara man dan
V gejala stress serta faktor- XII Agst
mengatasinya Pencega
faktor penyebab dan cara
han
mengatasinya
Peserta didik/konseli dapat
mengendalikan emosi dan
memantapkan nilai serta
Cara mengendalikan Pemaha
V cara bertingkah laku yang X Sept.
emosi man
dapat diterima dalam
kehidupan sosial yang
lebih luas
Peserta didik/konseli
dapat mengenal dan
Kepribadian Pemaha memahami tipe-tipe
V X Sept.
Manusia man kepribadian manusia serta
dapat tumbuh menjadi
pribadi yang matang
Peserta didik/konseli
mampu memahami
Pemaha
pentingnya menjaga
Pentingnya menjaga man dan
V kesehatan tubuh serta X Oktb
kesehatan tubuh Pencega
dapat membiasakan pola
han
hidup bersih dan sehat
Peserta didik/konseli
dapat mengetahui
pentingnya komunikasi
Pemaha untuk menyampaikan
Komunikasi efektif V XI Oktb.
man pesan, ide atau gagasan
dalam hidup
bermasyarakat
Peserta didik/konseli
dapat memahami nilai-
nilai kehidupan serta dapat
Nilai-nilai Pemaha bersosialisasi dan
V XI Nov
Kehidupan man mengambil keputusan
berdasarkan nilai-nilai atau
norma kehidupan
Peserta didik/konseli
dapat memahami
pentingnya memiliki
budaya tertib berlalu lintas
Etika dan budaya Pemaha
V di jalan serta XI Nov
tertib berlalu lintas man
menumbuhkan kesadaran
untuk disiplin mentaati
rambu-rambu lalu lintas
Peserta didik/konseli
mampu memahami dan
menerima peran sosial pria
dan wanita dengan norma
Kiat sukses hidup Pemaha
V yang ada di masyarakat XII Des
bermasyarakat man
serta berprilaku sebagai
pria dan wanita sesauai
dengan norma masyarakat
1
Pemaha Peserta didik/konseli
Tawuran pelajar dan man dan dapat memahami dampak
V XII Des
akibatnya Pencega dari tawuran pelajar dan
han mampu menghindarinya
Peserta didik/konseli
Membina Pemaha
V dapat memiliki perasaan XII Des
persahabatan man
positif untuk membina
persahabatan dengan
kegiatan positif serta
memilki rencana kegiatan
untuk mengisi kegiatan
persahabatan yang positif
b. Bimbingan
Kelompok
Peserta didik/konseli
Kebiasaan
Pemaha memiliki kebiasaan hidup
membuang sampah V man bersih dengan membuang
X Nop
pada tempatnya
sampah pada tempatnya
c. Papan
Bimbingan
Pemaha Peserta didik/konseli Juli –
1 Tips dan Trik Sukses
man dan memperoleh informasi Desb
11 dalam V V V V pencega melalui media tulis
X
Pengembangan diri
1 han
d. Pengemb. Media Pemaha Peserta didik/konseli Juli –
BK man memperoleh informasi Des
V V V V yang bermanfaat bagi
X
dirinya
Pemaha Peserta didik/konseli
Juli –
man memperoleh informasi
e. Leafleat V V V V melalui media cetak
X Des
2 LAYANAN
. RESPONSIF
Terbantunya memecahkan
2. Konseling Pengent Juli –
masalah peserta didik XII
Kelompok asan Des
melalui kelompok
Terentaskannya masalah
konseli yang terkait
Pengent dengan pihak lain agar Juli –
5. Advokasi XI
asan hak-hak konseli tetap Des
terlindungi
Terselenggaranya layanan
6. Konseling Pengent Juli –
Bimbingan dan Konseling XI
elektronik asan Des
yang lebih efektif
Bidang
Jenis Bimbingan Fungsi
No Tujuan Sasaran Waktu
Kegiatan/Layanan BK
P S B K
A. PERSIAPAN
Pembagian tugas Tercapainya efektivitas
1 guru bimbingan dan layanan bimbingan dan X Juli
konseling/konselor konseling
Konsultasi program Mendapat dukungan dari
2 bimbingan dan Kepala dan Komite X Juli
konseling Sekolah
PengadaanPerangkat Terpenuhinya kebutuhan
3 BK sarana / sarana yang menunjang X Juli
prasarana BK keberhasilan layanan BK
B. LAYANAN BK
1 LAYANAN
. DASAR
a. Bimbingan
Klasikal
Peserta didik/konseli
memiliki kesadaran
Ibadah dengan Pemaha
V melakukan berbagai XI Juli
kemauan sendiri man
kegiatan ibadah dengan
kemauan sendiri
Peserta didik/konseli
mampu memiliki
Berpikir dan bersikap Pemaha kebiasaan berpikir positif
V XI Juli
positif man serta mencapai pribadi
yang mampu berpikir dan
bersikap selalu positif
Konseli memiliki
pemahaman dan
kesadaran bahwa
Pemaha menyontek adalah
Menyontek,
man dan perbuatan tidak baik
penyebab dan V XI Agst
Pencega (tercela), memahami
solusinya
han penyebab dan dampak
dari perbuatan
menyontek serta mampu
untuk menghindarinya
Peserta didik/konseli
Pemaha
dapat memahami gejala-
Stress dan cara man dan
V gejala stress serta faktor- XII Agst
mengatasinya Pencega
faktor penyebab dan cara
han
mengatasinya
Peserta didik/konseli
dapat mengendalikan
emosi dan memantapkan
Cara mengendalikan Pemaha
V nilai serta cara bertingkah VII Sept.
emosi man
laku yang dapat diterima
dalam kehidupan sosial
yang lebih luas
Peserta didik/konseli
dapat mengenal dan
memahami tipe-tipe
Pemaha
Kepribadian Manusia V kepribadian manusia XII Sept.
man
serta dapat tumbuh
menjadi pribadi yang
matang
Peserta didik/konseli
Pemaha mampu memahami
Pentingnya menjaga man dan pentingnya menjaga
V XII Oktb
kesehatan tubuh Pencega kesehatan tubuh serta
han dapat membiasakan pola
hidup bersih dan sehat
Peserta didik/konseli
dapat mengetahui
pentingnya komunikasi
Pemaha
Komunikasi efektif V untuk menyampaikan XI Oktb.
man
pesan, ide atau gagasan
dalam hidup
bermasyarakat
Peserta didik/konseli
dapat memahami nilai-
nilai kehidupan serta
Nilai-nilai Pemaha
V dapat bersosialisasi dan XI Novb.
Kehidupan man
mengambil keputusan
berdasarkan nilai-nilai
atau norma kehidupan
Peserta didik/konseli
dapat memahami
pentingnya memiliki
Etika dan budaya Pemaha budaya tertib berlalu
V XII Novb.
tertib berlalu lintas man lintas di jalan serta
menumbuhkan kesadaran
untuk disiplin mentaati
rambu-rambu lalu lintas
Peserta didik/konseli
mampu memahami dan
menerima peran sosial
pria dan wanita dengan
Kiat sukses hidup Pemaha norma yang ada di
V XII Desb.
bermasyarakat man masyarakat serta
berprilaku sebagai pria
dan wanita sesauai
dengan norma
masyarakat
Peserta didik/konseli dapat
Pemaha
memahami dampak dari
Tawuran pelajar dan man dan
V tawuran pelajar dan mampu XII Desb.
akibatnya Pencega
menghindarinya
han
Peserta didik/konseli
dapat memiliki perasaan
positif untuk membina
Membina Pemaha persahabatan dengan
V X Desb.
persahabatan man kegiatan positif serta
memilki rencana kegiatan
untuk mengisi kegiatan
persahabatan yang positif
b. Bimbingan
Kelompok
Peserta didik/konseli
Kebiasaan
Pemaha memiliki kebiasaan hidup
membuang sampah V man bersih dengan membuang
X Nop
pada tempatnya
sampah pada tempatnya
c. Papan
Bimbingan
Pemaha
Tips dan Trik Sukses
man dan Peserta didik/konseli Juli –
dalam V V V V pencega memperoleh informasi
X
Pengembangan diri Desb
han melalui media tulis
Peserta didik/konseli
d. Pengemb. Media Pemaha memperoleh informasi Juli –
BK
V V V V man yang bermanfaat bagi
XI
Desb
dirinya
Pemaha Peserta didik/konseli Juli –
e. Leafleat V V V V man memperoleh informasi XI
Desb
melalui media cetak
LAYANAN
2
RESPONSIF
Terbantunya peserta
1. Konseling Pengenta didik dalam mengatasi Juli –
XII
Individual san hambatan yang Desb
dialaminya
2. Konseling Pengenta Terbantunya Juli –
memecahkan masalah XII
Kelompok san Desb
peserta didik melalui
kelompok
Pemaha Terbantunya memberikan
man- informasi yang Juli –
3. Konsultasi X
pengenta dibutuhkan oleh peserta Desb
san didik
Diperolehnya
Pengenta kesepakatan bersama Juli –
4. Konferensi Kasus X
san mengenai masalah Desb
peserta didik
Terentaskannya masalah
konseli yang terkait
Pengenta Juli –
5. Advokasi dengan pihak lain agar X
san Desb
hak-hak konseli tetap
terlindungi
Terselenggaranya
6. Konseling Pengenta layanan Bimbingan dan Juli –
XI
elektronik san Konseling yang lebih Desb
efektif
Pemaha
man – Tertampungnya masalah Juli –
7. Kotak masalah XI
pengenta peserta didik/konseli Des
san yang introvert
PEMINATAN Terentaskannya
3 DAN masalah konseli yang
Pemaha terkait dengan
PERENC. man dan pemilihan jurusan dan
INVIDIVUAL pengenta rencana karir masa
san depan
DUKUNGAN
4 SISTEM
a. Melaksanakan dan
Pengumpulan data dan
menindaklanjuti
kebutuhan peserta didik
assesmen
Mengetahui langsung
b. Kunjungan rumah kondisi peserta didik di
lingkungan rumah
c. Menyusun dan Pertanggungjawaban
melaporkan program kinerja kepada kepala
BK sekolah
Penilaian ketercapaian
d. Membuat evaluasi program layanan
bimbingan dan konseling
e. Melaksanakan Bukti fisik pelaksanaan
administrasi BK bimbingan dan konseling
f. Pengembangan Pengembangan diri /
keprofesian konselor profesi
SEMESTER
GANJIL-GENAP
A. Identitas
Sekolah : SMA SANTO BONAVENTURA SAMBAS
Kelas/ Semester : Kelas X/Ganjil
TahunAjaran : 2023/2024
B. Alokasi Waktu : 1 x 40 menit
C. Bidang Bimbingan : Pribadi, Sosial
D. Metode : Ekspositori, diskusi
E. Jenis Layanan : Layanan bimbingan klasikal
F. Komponen Layanan : Layanan dasar
G. SKKPD : Kematanganpribadi
H. Nilai Karakter : Pedulisosial, pedulilingkungan
I. Topik Layanan : Bahayapenggunaan NAPZA
J. Tujuan : 1. Siswa mengetahuibahayapenggunaan NAPZA
2. Siswamenunjukkanperilakubebas NAPZA
K. Media : Laptop, LCD, spidol, papan tulis, power point
L. KegiatanLayanan
Tahap Kegiatan Waktu
1. Pembukaan 1. Konselor memberikan salam kepada siswa 5 menit
(Awal) 2. Konselor melakukan presensi/mengabsen siswa
3. Konselor memberikan materi pengait tentang
bahayapenggunaan NAPZA
2. Inti 1. Konselor menjelaskan tujuan dari materi yang akan 30 menit
disampaikan
2. Konselor menayangkan film pendek tentang
bahayapenggunaan NAPZA
3. Konselor menayangkan power point tentang
bahayapenggunaan NAPZA
4. Konselor menjelaskan topik menjalin bahayapenggunaan
NAPZA
5. Konselor mendapatkan feedback (balikan) dari siswa
dengan mengadakan tanya jawab tentang
bahayapenggunaan NAPZA
6. Konselor memberikan reinforcement kepada siswa yang
merespon jawaban dengan benar
3. Penutup 1. Konselor membuat kesimpulan kegiatan 5 menit
2. Konselor melakukan evaluasi
3. Konselor mengucapkan terima kasih karena konseli telah
aktif dalam mengikuti kegiatan
M. Sumber :
[Link] [Link]
N. Evaluasi
Evaluasi proses dilaksanakan dengan mengadakan pengamatan selama proses
kegiatan berlangsung. Aspek yang diamati antara lain:
1. Perhatian siswa selama kegiatan berlangsung
2. Partisipasi siswa dalam diskusi kelas
3. Penyampaian refleksi
4. Adapun model evaluasinya yaitu berupa pernyataan – pernyataan yang reflektif
yang dikembangkan dengan skala nominal, sbb :
Skala
No Pernyataan
Ya Tdk
1 NAPZA merupakan singkatan dari Narkotika, Psikotropika dan Zat
Adiktif
2 NarkobaMenimbulkan dampak negative yang mempengaruhi pada
tubuh baik secara fisik maupun psikologis
3 Narkoba adalah barang yang sangat berbahaya dan bisa merusak
susunan syaraf yang bisa merubah sebuah kepribadian seseorang
menjadi semakin buruk
4 BetapaindahnyahiduptanpaNarkoba
5 Salah satu penyebab terjerumusnya Seseorang ke dalam lingkaran
setan ini adalah kurangnya pendidikan moral dan keagamaan yang
mereka serap, sehingga perbuatan tercela seperti ini pun, akhirnya
mereka jalani.
Mengetahui, Guru BK/konselor
Kepala Sekolah
Materi
PENGGUNAAN NAPZA
Identitas
Sekolah : SMA Santo Bonaventura sambas
Kelas / Semester : Kelas XI/Ganjil
Taun Ajaran : 2023/2024
N. Evaluasi
Evaluasi proses di laksanakan dengan mengadakan pengamatan selama proses kegiatan berlangsung. Aspek
yang diamati antara lain:
Bahaya Merokok
A. Pengertian.
Rokok adalah silinder dari kertas berukuran panjang antara 70 hingga 120 mm dengan
diameter sekitar 10 mm yang berisi daun-daun tembakau yang telah dicacah. Rokok dibakar pada
salah satu ujungnya dan dibiarkan membara agar asapnya dapat dihirup lewat mulut pada ujung
lainnya.
Mungkin sudah bukan hal yang biasa lagi jika kita mendengar bahwa rokok sanga
berbahaya bagi kesehatan manusia, karena sebenarnya sudah banyak peringatan dan pesan
yang sering kita dengar dari berbagai media mengenai bahaya rokok tersebut bahkan
sebenarnya sudah ada peringatan mengenai bahaya rokok tersebut di kemasan rokok itu
[Link] anehnya tetap saja masih banyak orang yang merokok, entahh anyasekedar pengen
di anggap sebagai anak gaul atau mungkin sudah menjadi kebutuhan bagi dirinya.
Bahaya Merokok - Bahaya rokok dan dampak rokok bagi kesehatan memang sudah
dicantumkan dalam bungkus rokok yang dijual dipasaran. Disana disebutkan bahaya rokok untuk
kesehatan "bisa menyebabkan kanker, serangan jantung, impotensi dan gangguan kehamilan dan
janin".
Akan tetapi, walaupun bahaya rokok serta zat rokok yang terkandung didalamnya sudah
disebutkan bungkus, masih banyak masyarakat Indonesia yang merokok aktif. Bukan saja
Indonesia, bahkan dunia.
Sebenarnya, perang terhadap rokok sudah dilakukan oleh berbagai orang secara individu
maupun secara kelembagaan dan organisasi. Tidak salah akhirnya jika pada setiap tanggal 31
Mei seluruh dunia merayakan atau mengkampanyekan World No Tobacco Day, atau di
Indonesia kita menyebutnya hari tanpa asap rokok.
Perlu diketahui, bahwa World No Tobacco Day tersebut adalah anggota dari badan
kesehatan dunia-WHO. Jadi, bisa dipastikan bahaya merokok memang benar dan bukan main-
[Link], sebelum kita bicara tentang bahaya rokok, baiknya kita lihat dulu alasan kenapa
rokok itu disebut berbahaya bagi kesehatan. Maksudnya adalah, mari kita lihat zat berbahaya
rokok yang akan mengganggu kesehatan dalam setiap isapan rokok.
B. Zat Berbahaya dalam Rokok
1. Nikotin
Zat ini mengandung candu bisa menyebabkan seseorang ketagihan untuk trus
menghisap rokok
Bahan dasar pembuatan aspal yang dapat menempel pada paru-paru dan bisa
menimbulkan iritasi bahkan kanker
Gas yang bisa menimbulkan penyakit jantung karena gas ini bisa mengikat
oksigen dalam tubuh.
6. Menimbulkan Kebutaan
7. Beritau teman dan orang terdekat kalau kita ingin berhenti merokok
[Link]
RENCANA PELAKSANAAN LAYANAN (RPL)
KONSELING INDIVIDUAL
SMA SANTO BONAVENTURA SAMBAS
TAHUN AJARAN 2023/2024
Disiplin adalah sikap mental yang mengandung kerelaan mematuhi semau ketentuan, peraturan
dan norma yang berlaku dalam menunaikan tugas dan tanggung jawab. Disiplin belajar adalah
membiasakan diri dalam menuntut ilmu dengan tugas belajar setiap saat dan tidaka memaksakan
untuk belajar sehari penuh tapi dengan belajar sedikit demi sedikit
Tujuan disiplin belajar adalah menjadikan peraturan yang ada di sekolah sebagai pendukung
untuk giat belajar dan bukan sebagai alat untuk mencambuk demi masa depan
a. Mengerti maksud dan tujuan memasuki suatu sekolah, tidak hanya sekedar untuk diketahui oleh
teman.
b. Sekolah bertujuan bekerja keras untuk mendapatkan ilmu dan bukan untuk teman-teman
c. Belajar harus siap mental agar kelak bila ada sulitnya pelajaran sudah siap menerima kenyataan di
sekolah.
d. Harus mengikuti segala peraturan dan benar mengikuti pelajaran dengan kesungguhan hati
e. Memiliki sopan santun terhadap guru, orang tua, keluarga dan masyarakat
f. Tidak hanya mau menanggungnya sendiri
Sebagai seorang pelajar kita semua mempunyai tugas utama yaitu belajar. Proses belajar yang
baik diharapkan akan dapat menghasilkan prestasi yang optimal. Oleh karena itu kita perlu
memikirkan kebiasaan dan cara belajar yang baik agar dapat memperoleh hasil sesuai dengan yang
kita harapkan.
Sebelum melakukan kegiatan belajar, ada beberapa hal yang perlu dipersiapkan, antara lain
sebagai berikut :
1. Diri Sendiri
a. Kita harus menumbuhkan rasa senang terhadap pelajaran yang akan kita pelajari. Hal ini sangat
membantu dalam rangka menumbuhkan semangat belajar ( motivasi ) yang akan membuat kita
dapat menikmati belajar dan tidak cepat bosan.
b. Menumbuhkan rasa senang terhadap guru . Hal ini penting sekali karena apabila kita tidak
senang terhadap guru maka secara langsung kita tidak akan dapat menerima pelajaran dengan
baik dan tentunya kita tidak akan dapat berkonsentrasi dengan baik.
c. Badan harus sehat dengan makan dan olah raga teratur. Badan yang sehat akan sangat
membantu dalam proses belajar karena kita dapat belajar tanpa gangguan pusing, mual atau
gangguan kesehatan yang lain. Seperti pepatah, “ Di dalam badan yang sehat terkandung jiwa
yang kuat”, dengan demikian kita akan dapat belajar dengan baik.
d. Menumbuhkan rasa percaya diri bahwa kita bisa melakukannya.. Munumbuhkan optimisme
sangat penting untuk menumbuhkan semangat belajar, sedangkan pesimisme ( tidak percaya
diri ) akan cenderung melemahkan semangat.
2. Tempat Belajar
a. Sediakan tempat yang teratur.
Teratur dan dipersiapkan untuk belajar dan tidak bercampur dengan kegiatan yang lain. Tempat
diatur dengan baik sehingga menjadikan kita mudah mendapatkan apa yang kita butuhkan.
3. Bahan Pelajaran.
a. Menentukan bahan yang akan dipelajari, tidak campur baur.
Menyelesaikan masalah satu persatu lebih baik dibandingkan dengan menyelesaikan beberapa
masalah sekaligus. Demikian juga dengan belajar satu bidang studi tertentu satu waktu, baru
selanjutnya belajar bidang studi yang lain akan lebih baik.
4. Waktu Belajar.
Waktu belajar disesuaikan dengan jadwal atau kegiatan kita masing-masing. Oleh karena itu
penting sekali membuat program belajar atau jadwal belajar kita sehari-hari. Hal ini dimaksudkan
agar kegiatan yang satu tidak berbenturan waktunya dengan kegiatan yang lain. Sehingga dalam
belajarpun kita akan tenang karena memang sudah kita rencanakan waktunya.
Berikut ini kiat-kiat mengatur waktu yang ditulis leh Heanne Shay Schummm dalam buku
bejudual Sekolah? Siapa Takut ? berikut ini :
1. Tetapkan Prioritas !
Kalau banyak yang harus dikerjakan, buatlah daftar apa yang harus dan akan dikerjakan. Lalu,
urutkan setiap tugas dalam urutan 1,2,3 dan seterusnya menurut tingkat urgensi.
2. Jangan Membenani diri dengan jadwal yang berlebihan !
Lakukanlah perubahan untuk mencapai prestasi secara bertahap. Kalau terlalu banyak yang
harus kita lakukan, kita dapat menjadi bingung dengan jadwal tersebut.
3. Luangkah waktu untuk membiasakan diri menjadi teratur !
Menjadi teratur membutuhkan pembiasaan yang cukup lama.
4. Luangkan waktu untuk refreshing !
Waktu untuk penyegaran membantu Anda agar tetap sehat secara mental dan fisik.
5. Jangan Menunda-nunda !
Banyak orang menunda-nunda karena suatu alasan. Mungkin tugas yang mereka hadapi terlalu
sulit atau pekerjaan tersebut membuat stress. Apapun penyebabnya, menunda-nunda bisa
menjadi kebiasaan buruk.
5. Istirahat.
Istirahat yang baik bukan masalah lamanya istirahat tetapi kualitas istirahat tersebut. Istirahat
yang paling adalah tidur. Jadi setelah belajar sebaiknya tidak melakukan aktivitas yang berat yang
menyita pikiran, agar apa yang baru saja kita pelajari dapat tersimpan baik dalam ingatan kita. Cara
belajar yang baik juga akan menentukan hasil yang akan kita dapatkan, misalnya seperti berikut.
Ada seorang yang dapat belajar dengan baik yaitu dengan cara mendengarkan, ada yang dengan
cara melihat, dan adapula yang harus mempraktekkan. Kita harus mengenali type diri kita
sehingga dapat menerapkan cara belajar yang tepat.
b. Bagi yang sulit belajar ada beberapa cara yang dapat dicoba, antara lain sebagai berikut:
1) Baca keseluruhan dalam satu bab, sambil menandai hal yang penting. Menandai bagian yang
penting dengan cara menggaris bawahi atau dengan spidol/stabile berwarna agar kita
mudah mencarinya.
2) Membaca sambil menulis pokok-pokoknya dalam catatan.
Yaitu dengan menyediakan buku khusus ringkasan yang berisi pokok- pokok dari materi
yang kita pelajari.
Pelajaran matematika misalnya, apabila kita sering latihan mengerjakan soal maka akan
lebih mudah mengerti atau memahami materi. Juga untuk pelajaran olah raga , ada gerakan
–gerakan tertentu yang harus dipraktekkan dengan benar agar tidak terjadi cedera.