0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
117 tayangan3 halaman

Perjuangan Gadis Pemulung Meraih Mimpi

Dokumen ini menceritakan perjuangan seorang gadis dari keluarga miskin untuk meraih cita-cita dan mimpinya melalui kerja keras, kesabaran, dan dukungan ibunya. Ia berhasil meraih beasiswa untuk kuliah di Universitas Sumatera Utara meskipun banyak yang meragukannya.

Diunggah oleh

axioo473
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
117 tayangan3 halaman

Perjuangan Gadis Pemulung Meraih Mimpi

Dokumen ini menceritakan perjuangan seorang gadis dari keluarga miskin untuk meraih cita-cita dan mimpinya melalui kerja keras, kesabaran, dan dukungan ibunya. Ia berhasil meraih beasiswa untuk kuliah di Universitas Sumatera Utara meskipun banyak yang meragukannya.

Diunggah oleh

axioo473
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

MELEWATI BERBAGAI RINTANGAN

UNTUK MERAIH MIMPI


Setiap manusia pasti memiliki banyak mimpi, harapan dan cita-cita dalam menjalani kehidupannya.
Setiap langkah dilakukan dengan sungguh-sungguh dan setiap aktivitas dijadikan motivasi dalam
menggapai impiannya. Menjadi yang lebih baik lagi, serta menggenggam kesuksesan di masa depan
adalah impian terbesar setiap manusia.

Kehidupan yang sulit, hidup yang dihadapi penuh dengan lika-liku, menjadi orang kalangan
bawah, bukanlah menjadi penghalang bagi saya untuk menggapai banyak impian,harapan dan cita-cita
yang sejakkecil sudah saya impikan.

Saya seorang gadis remaja yang mempunyai impian begitu besar, impian yang tak kalah hebatnya
dengan orang sukses lainnya di luar sana. Kelak ketika saya dewasa saya ingin menjadi orang yang
berhasil, orang yang memiliki masa depan yang cemerlang, dapat berguna bagi orang lain, serta
menggapai salah satu tujuan yang begitu mulia yang pastinya dimiliki setiap anak yaitu membahagiakan
orang tua di masa tua nya kelak.

Berasal dari keluarga yang sangat sederhana di sebuah perkampungan yang semua
masyarakatnya dari berbagai macam golongan dan berbagai kriteria sikap dan kepribadian. Di kampung
inilah saya, ibu, dan 2 saudara kandung saya menjalani pahitnya kehidupan. Sejak kecil saya sudah
diajarkan sulitnya mencari uang oleh seorang ibu yang begitu luar biasa tanggung jawabnya. Di kampung
saya ini banyak dijumpai anak kecil yang seusia dengan saya yang mana mereka memiliki banyak waktu
untuk bermain setelah pulang sekolah. Namun, hal itu berbeda dengasn saya. Sejak duduk di bangku SD
saya mencari uang bersama dengan ibu. kami bekerja sebagai pemulung (pengutip barang-barang
bekas). Memulung memang pekerjaan yang rendah dan terhina. Namun, saya tak merasa malu karena
mulung adalah pekerjaan yang halal. Mungkin karna usia saya yang masih terlalu kecil sehingga saya
belum mengerti apa arti kata malu. Saya menjalani aktivitas ini dengan penuh semangat. Berjalan di
pinggiran jalan dengan terik panasnya sinar matahari, sinarnya yang begitu dahsyat dapat membakar
kulit halus seorang anak yang semangatnya berkobar-kobar seperti api.

Seorang anak kecil yang perasaannya masih labil dan tidak tetap. Terkadang saya malu dan
merasa sedih ketika banyak teman yang menggatakan saya sebagai pemulung atau tukang botot. Tetapi
ketika anak-anak yang orangtuanya lengkap dan hidup dengan serba kecukupan mengatakan seperti
itu, saya hanya diam dan mengadu di pangkuan ibu saya. Bahkan ketika saya mulung saat itu saya
melihat ada banyak teman yangsedang asyik bermain secepatnya saya berlari mencari tempat sembunyi
agar mereka tidak melihat. Walau memulung bukan berarti saya meninggalkan tugas sebagai pelajar.
Saya harus tetap belajar, mendapatkan nilai rapot yang baik dan melanjutkan ke sekolah menengah
pertama (SMP) di salah satu sekolah negeri yang telah menjadi salah satu sekolah favorit di daerah
kampung saya adalah mimpi dan harapan ketika saya masih SD.
Saya menamatkan SD pada tahun 2008, dan pada saat itu NEM yang saya terima tidak
memungkinkan saya untuk masuk ke SMP favorit itu. Hal ini mungkin karena saya bukan termasuk salah
satu siswi yang pintar, siswi yang tidak memiliki prestasi yang bagus di masa sekolah SD dulu. Namun,
karena besarnya harapan saya untuk bersekolah di SMP itu, lagi-lagi ibu saya berusaha sebisa mungkin
agar anaknya bisa menjadi salah satu siswi di sekolah favorit. Akhirnya, dengan usaha seorang ibu, saya
dapat masuk ke sekolah itu dengan jalan membeli bangku tambahan. Begitu besar pengorbanan dan
kasih sayang seorang ibu. Kasih sayang ibu sepanjang jalan yang tiada putusnya. Menjalani hari-hari
menjadi seorang siswi SMP. Saya tak meninggalkan aktivitas sebagai pemulung. Namun, dengan
bertambahnya usia rasa malu saya mulai timbul dan saya mengerti apa arti kata malu. Dengan usia yang
mulai beranjak remaja saya sudah mengerti betapa besarnya peran dan tanggung jawab ibu dalam
keluarga kecil kami. Beliau seorang ibu sekaligus seorang Ayah, beliau yang bekerja sendiri karna sejak
saya SD Ayah dan ibu sudah bercerai. Ayah meninggalkan kami tanpa memikirkan anak-anaknya yang
masih membutuhkan banyak biaya dan kasih sayang serta perhatian darinya. Di samping sebagai
pemulung, ibu saya juga bekerja sebagai buruh rumah tangga di rumah-rumah orang berada. Terkadang
di waktu libur saya membantu ibu menyelesaikan tugasnya agar cepat selesai dan kami dapat
melakukan aktivitas lainnya. Bagi saya waktu adalah uang, setiap menitnya waktu yang terbuang sama
saja kita membuang atau menghamburkan uang begitu saja. Orang mana yang mau membuang uangnya
begitu saja. Dan waktu adalah pedang, jika kita lalai dalam waktu maka pedang itu sendiri yang akan
menebas kita. Jalanilah kehidupan ini dengan segala aktivitas yang bermanfaat dan positif, jangan sia-
siakan waktu mengalir begitu saja tanpa menghasilkan manfaat bagi kita dan orang lain.

Salah satu SMA negeri yang menjadi favorit semua orang di kalangan itu menjadi motivasi saya
untuk lebih giat belajar. Salah satu sekolah yang melahirkan siswa siswi berprestasi dan menghasilkan
generasi masa depan yang kelak bermanfaat bagi bangsa dan negara. Hanya dengan generasi muda
yang cerdas dan berprestasilah bangsa dan negara ini akan tetap kokoh, masa depan bangsa dan Negara
di tangan generasi emas Indonesia.

Menjadi seorang wanita bukan berarti kita lemah dan tak dapat membela diri sendiri serta orang
lain, maka saya bermimpi untuk mengikuti kegiatan karate. Mimpi itu tercapai, saya mengikutinya di
masa SMP hingga akhirnya pengangkatan atau penaikan sabuk yang diadakan antar sekolah satu
kabupaten dan saat itu juga saya menyandang sabuk hijau. Karena dalam hidup ini saya tanamkan
prinsip jika kita ada kemauan pasti ada jalan. Niatkan semua yang kita impikan dan berusaha lah pasti
ada jalan untuk kita.

Di masa SMA saya dan ibu meninggalkan kerjaan mulung dan kami membuka pekerjaan baru yaitu
berjualan . setiap hari saya membawa berbagai makanan untuk dijual ke kawan-kawan sekolah
sedangkan ibu berjualan sarapan pagi. Di masa SMA inilah saya mulai merajut cita-cita saya. Menjadi
seorang direktur BUMN dan di samping itu menjadi seorang pengusaha. Jika dilihat dari keadaan
keluarga saya memang tidak mungkin seorang gadis pemulung dan seorang penjual makanan jadi
seorang direktur dan pengusaha. Namun saya menutup rapat-rapat tirai masa lalu itu, saya harus tetap
berusaha seperti pepatah mengatakan “ MAN JADDA WAJADA “ siapa yang bersungguh-sungguh pasti
mendapat.
Program studi ilmu sosial adalah pilihan yang saya ambil ketika saya SMA. Di masa SMA ini pula
saya mulai memupuk rasa cinta saya terhadap membaca. Banyak sekali buku yang disediakan oleh
perpustakaan sekolah yang dapat mendatangkan ilmu. Karena buku adalah jendela ilmu dengan
membaca kita mengetahui perkembangan dunia. Semua kerja keras saya ini saya lakukan dengan
sungguh-sungguh demi mencapai impian saya yang selanjutnya yaitu melanjutkan sekolah ke jenjang
perguruan tinggi. Dalam keadaan ini saya ingin sekali merasakan suasana kuliah, tapi saya berpikir apa
saya bisa? Sedangkan keadaan keluarga saya seperti ini. Jangankan untuk kuliah, untuk biaya SMA saja
saya dan ibu harus kerja keras dengan dibantu berbagai jenis bantuan dari sekolah. Namun kata putus
asa tidak ada pada diri saya , saya harus tetap bersungguh-sunguh dan terus bersabar. Kaerna menurut
buku yang pernah saya baca mengatakan “MAN SHABARA ZHAFIRA” siapa yang sabar pasti akan
beruntung. Saya bersabar menjalani hidup ini karna saya yakin bahwa nantinya saya akan memetik buah
keberuntungan. Dengan kerja keras saya di SMA saya pernah mengikuti Olimpiade Geografi tingkat
kabupaten meskipun hasilnya tak menyandang juara.

Cerita dan berita mengenai perguruan tinggi sedang ramai diperbincangkan di sekolah. Sampai
akhirnya ada berita mengenai beasiswa BIDIKMISI. Senang mendengarnya karena dengan beasiswa ini
mungkin saya akan bisa melanjutkan kuliah. Dan akhirnya saya mencoba untuk mengambil beasiswa itu.

Hari terus berlalu sampai pada akhirnya dengan mengucapkan rasa syukur dan terimakasi kepada
Tuhan, pada waktu pengumuman dengan rasa tak percaya tapi inilah nyatanya, ternyata saya diterima
di USU dengan program studi EKONOMI PEMBANGUNAN. Ibu dan 2 saudara saya sangat bangga, namun
di sisi lain banyak pula orang yang mengatakan ini dan itu , salah satu perkataan mereka yang tak pernah
saya lupakan yaitu “Apa bisa anak tukang jualan sarapan, cuma ibunya yang bekerja cari uang mau
kuliah ke USU di kota Medan?“ Namun saya dan ibu tidak ada mengambil sedikit pun respon dari
perkataan mereka. Begitulah orang ketika kita senang ada orang yang sedih karna tidak senang dengan
kesenangan kita. Aristoteles pernah berkata “Ketika kamu berhasil teman-temanmu akhirnya tahu siapa
kamu, ketika kamu gagal kamu akhirnya tahu siapa teman-temanmu”. Gerbang kesuksesan yang telah
terbuka sedikit demi sedikit bisa saja akan tertutup jika saya lalai dan menghiraukannya. Akan saya jalani
hidup ini dan terus membuka lebar gerbang itu agar saya masuk pada ruang kesuksesan itu, biar orang
berkata apa pun itu yang penting akan saya buktikan kepada mereka bahwa saya bisa. Saya pergi untuk
kembali, pergi kota Medan dan kembali dengan membawa mimpi dan cita-cita yang sudah saya
dapatkan. Mimpi yang besar akan membuat saya bersungguh-sungguh, meskipun hidup yang dilewati
banyak keterbatasan. Ada cahaya terang yang menghiasi jalan kita menuju semua impian itu. Mimpi dan
harapan yang besar akan menjadi motivasi kita untuk tetap tegar, tataplah masa depan mu yang cerah
yang telah lama menunggu kedatangan mu. masa depan yang cerah tidak akan pergi, jika kita memiliki
tekad yang kuat untuk datang menggapainya.

Anda mungkin juga menyukai