100% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
2K tayangan23 halaman

Penilaian 3 Pilar

Dokumen tersebut merupakan profil seorang konsultan perbankan bernama Andreas Ariefianto yang memiliki sertifikasi dan pengalaman lebih dari 27 tahun di bidang perbankan, termasuk sebagai auditor internal, direktur, dan komisaris bank. Dokumen selanjutnya menjelaskan tiga pilar penilaian kualitas aset produktif bank, yaitu prospek usaha, kinerja debitur, dan kemampuan pembayaran.

Diunggah oleh

Dimas Sukmana
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
100% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
2K tayangan23 halaman

Penilaian 3 Pilar

Dokumen tersebut merupakan profil seorang konsultan perbankan bernama Andreas Ariefianto yang memiliki sertifikasi dan pengalaman lebih dari 27 tahun di bidang perbankan, termasuk sebagai auditor internal, direktur, dan komisaris bank. Dokumen selanjutnya menjelaskan tiga pilar penilaian kualitas aset produktif bank, yaitu prospek usaha, kinerja debitur, dan kemampuan pembayaran.

Diunggah oleh

Dimas Sukmana
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

ANDREAS ARIEFIANTO, SE, MM, AFA, CRBD, CRBC, CDMS

HP / WA : 08121 767 7674


Email : andreasariefianto@gmail.com

 Accredited Financial Analyst dari AAFM, USA


 Certified Digital Marketing dari BNSP
 Certified Rural Banking Director
 Certified Rural Banking Commissioner
 Berpengalaman lebih dari 27 tahun di Perbankan
 Berpengalaman sebagai Internal Auditor di Bank Umum
 Berpengalaman sebagai Direktur dan Komisaris BPR
 Banyak memberikan pelatihan kepada SDM BPR di
seluruh Indonesia
3 PILAR

Kualitas Aset Produktif dalam bentuk kredit yang diberikan oleh


setiap BPR kepada 1 (satu) debitur atau 1 (satu) proyek atau usaha
dinilai berdasarkan faktor penilaian :

1.PROSPEK USAHA
2.KINERJA DEBITUR
3.KEMAMPUAN MEMBAYAR
PROSPEK USAHA

1. Potensi Pertumbuhan Usaha


2. Kondisi Pasar Dan Posisi Debitur Dalam Persaingan
3. Kualitas Manajemen Dan Permasalahan Tenaga Kerja
4. Dukungan Dari Pemilik, Grup Atau Afiliasi
5. Upaya Yang Dilakukan Debitur Untuk Memelihara
Lingkungan
KINERJA DEBITUR

1. Profitabilitas
2. Struktur Permodalan
3. Arus Kas
KEMAMPUAN MEMBAYAR

1. Ketepatan Pembayaran Pokok Dan/Atau Bunga


2. Ketersediaan Dan Keakuratan Informasi Keuangan Debitur
3. Kelengkapan Dokumentasi Kredit
4. Kepatuhan Terhadap Perjanjian Kredit
5. Kesesuaian Penggunaan Dana
6. Kewajaran Sumber Pembayaran Kewajiban
POTENSI PERTUMBUHAN USAHA

• Dinilai melalui potensi pertumbuhan


usaha debitur berdasarkan data historis,
dengan menggunakan metode
perbandingan laporan keuangan minimal
3 periode
PEROLEHAN LABA

• Profitabilitas dinilai melalui analisis


pendapatan dan biaya (cost and benefit
analysis) dan/atau pertumbuhan laba dari
periode ke periode (minimal
menggunakan data 3 periode)
RETURN ON ASSET (ROA)
Laba Bersih
ROA = ----------------------
Total Aset

RETURN ON EQUITY (ROE)


RASIO PROFITABILITAS
Laba Bersih
ROA = ------------------------
Total Ekuitas

NET PROFIT MARGIN


Laba Bersih
NPM = -------------------------------
Penjualan Bersih
ARUS KAS

• Arus kas dinilai melalui analisis likuiditas


dan modal kerja usaha debitur dan/atau
kemampuan debitur dalam memenuhi
kewajiban pembayaran pokok dan/atau
bunga tanpa dukungan sumber dana lain
selain proyek atau usaha yang dibiayai.
RASIO LANCAR (CURRENT RATIO)
Aset Lancar Kas + Piutang + Persediaan
Rasio Lancar = ------------------------------- = --------------------------------------------
Kewajiban Lancar Hutang Jangka Pendek

RASIO SANGAT LANCAR (QUICK RATIO / ACID TEST RATIO)


RASIO LIKUIDITAS
Kas + Piutang
Rasio Sangat Lancar = -------------------------------
Kewajiban Lancar

RASIO KAS (CASH RATIO)


Kas
Rasio Kas = -------------------------------
Kewajiban Lancar
RASIO HUTANG TERHADAP ASET (DEBT TO ASET RATIO)
Total Hutang
Rasio Hutang Terhadap Aset = -------------------------------
Total Aset

RASIO SOLVABILITAS

RASIO HUTANG TERHADAP MODAL (DEBT TO EQUITY RATIO)

Total Hutang
Rasio Hutang Terhadap Modal = -------------------------------
Total Modal
NERACA
Keterangan 31 Des 2021 31 Des 2022 31 Des 2023
ASET
Kas dan setara kas 187,222,412 3,920,927,372 15,587,722,955
Piutang 12,250,206,183 30,771,151,903 44,476,685,405
Persediaan 2,781,937,408 4,355,795,550 2,933,364,228
Jumlah aset lancar 15,219,366,003 39,047,874,825 62,997,772,588
Aset tetap setelah dikurangi penyusutan 72,349,321,219 76,435,484,259 77,267,145,311
Aset lainnya - - 7,501,372,538
Jumlah aset tidak lancar 72,349,321,219 76,435,484,259 84,768,517,849
JUMLAH ASET 87,568,687,222 115,483,359,084 147,766,290,437

KEWAJIBAN DAN EKUITAS


Hutang usaha 8,223,566,921 14,808,646,529 12,468,782,141
Hutang Bank < 1 tahun 7,717,460,913 16,451,586,934 10,910,908,570
Hutang lain-lain - - 10,595,279,195
Hutang lancar / Hutang jangka pendek 15,941,027,834 31,260,233,463 33,974,969,906
Hutang Bank > 1 tahun - 253,269,355 23,601,004,360
Hutang jangka panjang - 253,269,355 23,601,004,360
Kewajiban 15,941,027,834 31,513,502,818 57,575,974,266

Modal Disetor 430,338,881 430,338,881 430,338,881


Saldo Laba 71,197,320,507 83,539,517,385 89,759,977,290
Ekuitas 71,627,659,388 83,969,856,266 90,190,316,171
JUMLAH KEWAJIBAN DAN EKUITAS 87,568,687,222 115,483,359,084 147,766,290,437
Sampai jumpa di pelatihan berikutnya…

Anda mungkin juga menyukai