KESEIMBANGAN DI PASAR UANG
Disusun Untuk Memenuhi Tugas Kelompok Mata Kuliah Ekonomi Makro Islam
DISUSUN OLEH:
FEBI HALIMAH 2240600014
PRENDI 2240600028
DOSEN PENGAMPU
IHDI AINI, M. E.
PROGRAM STUDI AKUNTANSI SYARIAH
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS ISLAM
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYEKH ALI HASAN AHMAD ADDARY
PADANGSIDIMPUAN
TAHUN AJARAN 2023/2024
1
KATA PENGANTAR
Dengan mengucapkan puji syukur atas kehadirat Allah SWT, yang telah
melimpahkan rahmat dan hidayahnya, sehingga kami dapat menyelesaikan tugas
makalah ini dengan tepat waktu. Serta shalawat dan salam kita hadiahkan kepada
Nabi Allah yaitu Rasulullah SAW yang telah membawa kita dari alam kegelapan
hingga ke alam yang terang benderang seperti saat ini. Adapun makalah kami
yang berjudul “Keseimbangan Di Pasar Uang" ini bertujuan untuk memenuhi
tugas mata kuliah ini dan ilmu pengetahuan pada mata kuliah ini agar berkembang
dan lebih maju kedepannya.
Selanjutnya kami ucapkan terima kasih kepada Ibu Ihdi Aini, M. E. selaku
dosen pengampu pada mata kuliah ini yang telah membantu serta membimbing
kami sehingga selesainya makalah kami ini dan teman-teman yang telah
berpartisipasi dalam pembuatan makalah ini. Dan kami sadar dalam pembuatan
makalah ini masih terdapat kesalahan atau kekeliruan dalam penulisan, kami
berharap Ibu dan teman-teman memberikan saran dan ktirik yang membangun
demi keberhasilan makalah ini.
Padangsidimpuan, 4 Mei 2024
Penulis
i
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR .................................................................................................i
DAFTAR ISI .............................................................................................................. ii
BAB I PENDAHULUAN...........................................................................................1
A. Latar Belakang ...............................................................................................1
B. Rumusan Masalah .........................................................................................2
C. Tujuan Masalah .............................................................................................2
BAB II PEMBAHASAN ............................................................................................3
A. Definisi Pasar Uang .......................................................................................3
B. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Keseimbangan di Pasar Uang ......5
C. Instrumen Keuangan di Pasar Uang ..........................................................7
D. Studi Kasus .....................................................................................................9
E. Strategi untuk Mempertahankan Keseimbangan ..................................10
BAB III PENUTUP ..................................................................................................13
A. Kesimpulan ...................................................................................................13
B. Saran ..............................................................................................................14
DAFTAR PUSTAKA ...............................................................................................15
ii
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Pasar uang adalah salah satu elemen vital dalam sistem keuangan
global, di mana instrumen keuangan jangka pendek diperdagangkan.
Pendahuluan yang seimbang dalam konteks pasar uang haruslah mencakup
pemahaman yang mendalam tentang dinamika pasar, risiko, dan peluang
yang terkait. Seiring dengan globalisasi dan perkembangan teknologi,
pasar uang telah menjadi semakin kompleks, dengan berbagai instrumen
keuangan yang tersedia untuk diperdagangkan.
Salah satu aspek penting yang perlu dipahami dalam pendahuluan
pasar uang adalah peran lembaga keuangan seperti bank, pasar uang antar
bank, dan pasar uang primer. Lembaga-lembaga ini memainkan peran
penting dalam menyediakan likuiditas bagi pelaku pasar, serta dalam
mengelola risiko keuangan.
Selain itu, peraturan dan kebijakan pemerintah juga memengaruhi
dinamika pasar uang. Regulasi yang ketat dapat membatasi aktivitas
perdagangan, sementara kebijakan moneter yang longgar dapat mendorong
likuiditas yang lebih tinggi dalam pasar.
Pendahuluan yang seimbang juga harus mencakup pemahaman
tentang instrumen keuangan yang diperdagangkan di pasar uang, seperti
deposito berjangka, surat berharga pasar uang, dan instrumen derivatif.
Memahami karakteristik, risiko, dan potensi imbal hasil dari masing-
masing instrumen ini penting untuk mengambil keputusan investasi yang
cerdas.
Dengan pemahaman yang kuat tentang berbagai faktor yang
memengaruhi pasar uang, para pelaku pasar dapat membuat keputusan
investasi yang lebih baik dan mengelola risiko dengan lebih efektif. Oleh
karena itu, pendahuluan yang komprehensif dan seimbang sangat penting
dalam memahami pasar uang secara keseluruhan.
1
B. Rumusan Masalah
1. Apa Definisi Pasar Uang?
2. Apa saja Faktor-faktor yang Mempengaruhi Keseimbangan di Pasar
Uang?
3. Apa itu Instrumen Keuangan di Pasar Uang?
4. Bagaimana Studi Kasus?
5. Bagaimana Strategi untuk Mempertahankan Keseimbangan?
C. Tujuan Masalah
1. Untuk Mengetahui Definisi Pasar Uang.
2. Untuk Mengetahui Faktor-faktor yang Mempengaruhi Keseimbangan
di Pasar Uang.
3. Untuk Mengetahui Instrumen Keuangan di Pasar Uang.
4. Untuk Mengetahui Studi Kasus.
5. Untuk Mengetahui Strategi untuk Mempertahankan Keseimbangan.
2
BAB II
PEMBAHASAN
A. Definisi Pasar Uang
Definisi pasar uang merujuk pada segmen pasar keuangan di mana
instrumen keuangan jangka pendek diperdagangkan. Instrumen-instrumen
ini memiliki masa jatuh tempo kurang dari satu tahun, yang membuatnya
sangat cocok untuk kebutuhan likuiditas jangka pendek. Pasar uang
merupakan tempat di mana entitas keuangan seperti bank, lembaga
keuangan non-bank, dan investor institusional berinteraksi untuk
melakukan transaksi jangka pendek. Salah satu ciri utama dari pasar uang
adalah likuiditasnya yang tinggi. Ini berarti instrumen-instrumen yang
diperdagangkan di pasar uang dapat dengan mudah dijual atau dibeli
dengan harga yang relatif stabil. Likuiditas yang tinggi memungkinkan
pelaku pasar untuk mendapatkan dana tunai dengan cepat atau melakukan
investasi jangka pendek tanpa kesulitan yang signifikan. 1
Instrumen keuangan yang diperdagangkan di pasar uang bervariasi,
mulai dari deposito berjangka, sertifikat deposito, surat berharga pasar
uang, hingga instrumen derivatif seperti swap suku bunga dan futures
kontrak. Meskipun beragam, instrumen-instrumen ini memiliki beberapa
kesamaan. Mereka umumnya memiliki risiko yang lebih rendah
dibandingkan dengan instrumen keuangan jangka panjang karena masa
jatuh tempo yang lebih pendek dan karakteristiknya yang lebih stabil.
Selain itu, tingkat pengembalian atau imbal hasil dari instrumen-instrumen
pasar uang biasanya lebih rendah dibandingkan dengan instrumen jangka
panjang. Hal ini mencerminkan tingkat risiko yang lebih rendah dan fokus
pada likuiditas yang lebih tinggi dalam pasar uang. 2
1
Alexande Thian, How to Make Money in Stocks: Panduan Sukses Berbisnis Saham bagi
Pemula, (Yogyakarta: Penerbit Andi, 2021), hlm. 3.
2
Moh Saiful Hakiki, Buku Ajar Manajemen Keuangan 1A Konsep-Konsep Dan Studi
Kasus Dalam Bidang Keuangan, (Surabaya: Uwais Inspirasi Indonesia, 2023), hlm. 88.
3
Pasar uang memiliki peran penting dalam mendukung aktivitas
ekonomi secara keseluruhan. Selain menjadi tempat untuk memenuhi
kebutuhan likuiditas jangka pendek, pasar uang juga memfasilitasi
pembiayaan perusahaan, investasi jangka pendek, serta pengelolaan kas
dan likuiditas oleh lembaga keuangan. Dengan menyediakan akses mudah
ke likuiditas dan berbagai instrumen keuangan yang stabil, pasar uang
membantu menjaga stabilitas dan kelancaran aliran dana dalam sistem
keuangan secara keseluruhan. 3 Oleh karena itu, pemahaman yang
mendalam tentang pasar uang sangat penting bagi berbagai pihak, mulai
dari pelaku pasar keuangan hingga regulator dan pemangku kepentingan
ekonomi lainnya.
Selain sebagai tempat untuk memenuhi kebutuhan likuiditas jangka
pendek dan mendukung aktivitas ekonomi, pasar uang juga memiliki peran
penting dalam menjaga stabilitas sistem keuangan secara keseluruhan.
Keberadaannya membantu mengurangi risiko likuiditas dengan
menyediakan mekanisme untuk mendistribusikan risiko di antara berbagai
pelaku pasar.
Dengan adanya pasar uang yang efisien, entitas keuangan seperti
bank dapat dengan lebih mudah mengelola kas dan likuiditasnya,
menghindari kemungkinan kekurangan dana yang dapat mengganggu
stabilitas pasar. Selain itu, pasar uang juga memberikan sumber pendanaan
yang penting bagi pemerintah, institusi keuangan, dan perusahaan, yang
dapat digunakan untuk membiayai proyek-proyek jangka pendek atau
mengatasi kebutuhan keuangan mendesak.
Pasar uang juga berperan sebagai indikator penting dalam
menganalisis kondisi ekonomi dan kebijakan moneter. Perubahan dalam
suku bunga pasar uang dapat memberikan petunjuk tentang arah kebijakan
moneter yang mungkin diambil oleh bank sentral, serta memberikan
gambaran umum tentang kondisi likuiditas pasar dan persepsi risiko
3
Siti Khoirina, Pengantar Ilmu Ekonomi, (Kota Malang: Pustaka Peradaban, 2023), hlm.
113.
4
pelaku pasar. Oleh karena itu, para pengamat pasar dan regulator
seringkali memantau perkembangan pasar uang dengan cermat sebagai
bagian dari upaya mereka untuk memahami dinamika ekonomi dan
keuangan.
Selain fungsi utamanya sebagai tempat transaksi instrumen keuangan
jangka pendek, pasar uang juga menjadi tempat untuk inovasi produk
keuangan. Pengembangan instrumen keuangan baru seperti surat berharga
pasar uang yang lebih kompleks atau instrumen derivatif bertujuan untuk
memenuhi kebutuhan pasar yang berkembang dan memberikan solusi baru
bagi masalah-masalah keuangan yang kompleks. Ini mencerminkan
dinamika pasar uang yang terus berkembang seiring dengan perubahan
dalam kebutuhan dan tuntutan pasar serta kemajuan teknologi keuangan. 4
B. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Keseimbangan di Pasar Uang
Faktor-faktor yang memengaruhi keseimbangan di pasar uang
merupakan hal yang kompleks dan beragam, dan dapat bervariasi
tergantung pada kondisi ekonomi, kebijakan moneter, serta faktor-faktor
lain yang memengaruhi pasar keuangan. Beberapa faktor kunci yang
memengaruhi keseimbangan di pasar uang termasuk:
1. Kebijakan Moneter
Kebijakan moneter yang diambil oleh bank sentral memiliki
dampak signifikan terhadap keseimbangan di pasar uang. Keputusan
tentang suku bunga acuan, cadangan wajib, dan intervensi pasar dapat
memengaruhi tingkat likuiditas, arus dana, dan harga instrumen
keuangan di pasar uang.
2. Perkembangan Ekonomi
Kondisi ekonomi makro seperti tingkat inflasi, pertumbuhan
ekonomi, dan tingkat pengangguran juga memengaruhi keseimbangan
di pasar uang. Kondisi ekonomi yang kuat dan stabil cenderung
4
Heru Maruta, "Dinamika Pasar Modal Syariah, Perdagangan Indeks Saham Gabungan
Syariah Dan Pasar Uang Syariah (PUAS)", Jurnal: Ilmiah Ekonomi Kita, Vol. 3, No. 2, 2014, hlm.
810.
5
menciptakan kepercayaan pelaku pasar dan meningkatkan permintaan
akan instrumen keuangan jangka pendek. 5
3. Ketidakpastian Politik
Ketidakpastian politik, baik di tingkat domestik maupun
internasional, dapat mengganggu keseimbangan di pasar uang dengan
menciptakan volatilitas dan ketidakpastian yang meningkat. Keputusan
politik yang tidak stabil atau perubahan kebijakan yang tidak terduga
dapat memicu reaksi yang tajam dari pasar keuangan.
4. Regulasi Pasar
Regulasi pasar yang ketat atau perubahan dalam kerangka
regulasi dapat memengaruhi keseimbangan di pasar uang dengan
membatasi aktivitas perdagangan, meningkatkan biaya kepatuhan, atau
mengubah struktur pasar. Regulasi yang efektif dapat membantu
menjaga stabilitas pasar, namun, regulasi yang terlalu restriktif juga
dapat membatasi likuiditas dan pertumbuhan pasar.
5. Sentimen Pasar
Sentimen pasar, yang mencakup persepsi dan ekspektasi pelaku
pasar tentang kondisi pasar dan prospek ekonomi, juga berpengaruh
pada keseimbangan di pasar uang. Sentimen yang positif dapat
meningkatkan minat untuk berinvestasi di pasar uang, sementara
sentimen yang negatif dapat menyebabkan penarikan investasi dan
volatilitas pasar.
6. Perkembangan Teknologi
Perkembangan teknologi keuangan, termasuk inovasi dalam
sistem pembayaran dan perdagangan elektronik, juga dapat
memengaruhi keseimbangan di pasar uang. Teknologi baru dapat
meningkatkan efisiensi pasar, namun juga dapat menciptakan tantangan
baru terkait keamanan dan regulasi.
5
Juni Ahyar dan Muzir, Kamus istilah ilmiah : dilengkapi kata baku dan tidak baku,
unsur serapan, singkatan dan akronim, dan peribahasa, (Surabaya: CV Jejak (Jejak Publisher),
2019), hlm. 199.
6
Pemahaman yang mendalam tentang faktor-faktor ini penting bagi
pelaku pasar, regulator, dan pemangku kepentingan lainnya untuk
memahami dinamika pasar uang dan mengambil langkah-langkah yang
tepat untuk menjaga stabilitas dan efisiensi pasar.6
C. Instrumen Keuangan di Pasar Uang
Instrumen keuangan di pasar uang merujuk kepada berbagai jenis
aset atau surat berharga yang diperdagangkan dalam pasar keuangan
dengan jangka waktu pendek, umumnya kurang dari satu tahun.
Instrumen-instrumen ini dirancang untuk memenuhi kebutuhan likuiditas
jangka pendek dari berbagai pelaku pasar, mulai dari individu hingga
lembaga keuangan besar. Beberapa instrumen keuangan utama yang
diperdagangkan di pasar uang meliputi:
1. Deposito Berjangka
Deposito berjangka adalah simpanan yang dibuat oleh nasabah di
bank dengan jangka waktu tertentu dan tingkat bunga yang tetap.
Deposito berjangka umumnya memiliki masa jatuh tempo antara
beberapa bulan hingga satu tahun, dan biasanya menawarkan tingkat
pengembalian yang lebih tinggi daripada rekening tabungan biasa.
2. Sertifikat Deposito
Sertifikat deposito serupa dengan deposito berjangka, namun,
mereka diterbitkan oleh bank sebagai bukti kepemilikan atas deposito
berjangka tersebut. Sertifikat deposito dapat diperdagangkan di pasar
uang sekunder sebelum jatuh tempo, memberikan fleksibilitas tambahan
kepada pemegangnya. 7
3. Surat Berharga Pasar Uang
Surat berharga pasar uang adalah instrumen keuangan yang
diterbitkan oleh pemerintah, perusahaan, atau lembaga keuangan untuk
memenuhi kebutuhan pendanaan jangka pendek. Surat berharga ini
6
Asep Risman, Kurs Mata Uang Dan Nilai Perusahaan, (Semarang: CV Pena Persada,
2023), hlm. 18.
7
Mishkin, Ekonomi Uang, Perbankan, Pasar Keuangan 1(ed.9), (Jakarta: Penerbit
Salemba, 2018), hlm. 38.
7
umumnya memiliki jatuh tempo kurang dari satu tahun dan dapat
berupa Treasury bills (T-bills), commercial paper, atau sertifikat
deposito berjangka yang diterbitkan oleh lembaga keuangan.
4. Instrumen Derivatif
Instrumen derivatif seperti swap suku bunga, futures kontrak, dan
opsi juga dapat diperdagangkan di pasar uang. Instrumen-instrumen ini
memungkinkan para pelaku pasar untuk melindungi diri dari risiko suku
bunga, nilai tukar, atau harga komoditas dalam jangka pendek.
5. Rekening Pasar Uang
Rekening pasar uang adalah jenis rekening investasi yang
memungkinkan investor untuk menyimpan dana dalam instrumen pasar
uang seperti deposito berjangka, sertifikat deposito, atau surat berharga
pasar uang. Rekening pasar uang biasanya menawarkan tingkat
pengembalian yang stabil dan likuiditas yang tinggi. 8
Instrumen keuangan di pasar uang memberikan berbagai pilihan
investasi yang fleksibel dan likuid bagi para pelaku pasar. Mereka
memainkan peran penting dalam memfasilitasi aliran dana jangka pendek,
mengelola risiko likuiditas, dan menyediakan sumber pendanaan yang
diperlukan bagi individu, perusahaan, dan pemerintah. Adapun gambar
kurva keseimbangan di pasar uang sebagai berikut:
8
Darmawan, Manajemen Investasi dan Portofolio, (Jakarta: Bumi Aksara, 2023), hlm.
117.
8
D. Studi Kasus
Studi kasus merupakan cara yang efektif untuk memahami
bagaimana faktor-faktor tertentu memengaruhi keseimbangan di pasar
uang dalam konteks nyata. Salah satu studi kasus yang menarik adalah
krisis keuangan global tahun 2008. Pada periode ini, berbagai faktor
seperti peningkatan risiko kredit, gelembung properti, dan ketidakstabilan
pasar keuangan global berkontribusi pada ketegangan yang signifikan di
pasar uang. Pemberian pinjaman yang berlebihan dan kurangnya
pengawasan dalam sektor perbankan, terutama di Amerika Serikat,
memicu krisis likuiditas yang meluas, yang berdampak negatif pada pasar
uang global.
Dalam studi kasus ini, terlihat bagaimana kebijakan moneter,
terutama respons dari bank sentral seperti Federal Reserve, berperan
penting dalam memitigasi dampak krisis. Langkah-langkah darurat seperti
penurunan suku bunga acuan dan injeksi likuiditas ke pasar uang
9
membantu mengembalikan kepercayaan pelaku pasar dan memulihkan
likuiditas di pasar uang. Namun, krisis ini juga menyoroti kelemahan
dalam sistem keuangan global dan mendorong perubahan signifikan dalam
regulasi keuangan, seperti Dodd-Frank Act di Amerika Serikat, untuk
mencegah terulangnya krisis serupa di masa depan.
Selain itu, studi kasus dapat melibatkan peristiwa atau kebijakan
spesifik yang memengaruhi pasar uang dalam suatu negara tertentu.
Misalnya, keputusan bank sentral untuk menaikkan suku bunga acuan
dapat memicu reaksi yang signifikan di pasar uang, dengan mengurangi
likuiditas dan menaikkan biaya pinjaman. Studi kasus semacam ini
membantu memperkuat pemahaman tentang hubungan antara faktor
ekonomi, kebijakan, dan dinamika pasar uang dalam konteks yang lebih
spesifik.
Dengan menganalisis studi kasus yang relevan, para pengamat pasar
dan regulator dapat belajar dari pengalaman masa lalu untuk
mengantisipasi dan mengelola risiko yang terkait dengan keseimbangan di
pasar uang. Studi kasus memberikan wawasan yang berharga tentang
bagaimana berbagai faktor dapat saling berinteraksi dan memengaruhi
keseimbangan di pasar uang, serta pentingnya kebijakan yang tepat dalam
menjaga stabilitas pasar.
E. Strategi untuk Mempertahankan Keseimbangan
Untuk mempertahankan keseimbangan di pasar uang, diperlukan
strategi yang cermat dan proaktif dari berbagai pihak, termasuk regulator,
bank sentral, dan pelaku pasar. Beberapa strategi yang dapat diterapkan
untuk mencapai tujuan ini termasuk:
1. Kebijakan Moneter yang Akomodatif
Bank sentral dapat mengambil langkah-langkah kebijakan
moneter yang akomodatif, seperti menurunkan suku bunga acuan atau
menyediakan likuiditas tambahan melalui operasi pasar terbuka.
Langkah-langkah ini dapat membantu menjaga likuiditas pasar dan
mendorong aktivitas perdagangan di pasar uang.
10
2. Penguatan Regulasi Pasar
Regulator keuangan dapat meningkatkan pengawasan dan
regulasi pasar uang untuk mencegah kegiatan yang berpotensi merusak
stabilitas pasar. Langkah-langkah ini termasuk meningkatkan
transparansi pasar, menetapkan batasan risiko untuk institusi keuangan,
dan menguatkan aturan perlindungan investor. 9
3. Pengembangan Infrastruktur Pasar
Investasi dalam pengembangan infrastruktur pasar, termasuk
sistem pembayaran dan penyelesaian transaksi yang efisien dan andal,
dapat meningkatkan likuiditas dan mengurangi risiko di pasar uang.
Perkembangan teknologi juga dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan
aksesibilitas dan efisiensi pasar.
4. Pendidikan dan Kesadaran Pasar
Pendidikan dan kesadaran pasar yang lebih baik bagi para pelaku
pasar dapat membantu mengurangi risiko perilaku spekulatif dan
meningkatkan pengambilan keputusan investasi yang lebih cerdas.
Pelatihan tentang manajemen risiko dan pemahaman tentang
kompleksitas pasar uang dapat membantu mengurangi volatilitas pasar
dan menjaga keseimbangan.
5. Responsif terhadap Perubahan Ekonomi dan Politik
Para pelaku pasar, termasuk investor dan institusi keuangan, perlu
responsif terhadap perubahan dalam kondisi ekonomi dan politik yang
dapat memengaruhi pasar uang. Fleksibilitas dalam mengadaptasi
strategi investasi dan manajemen risiko dapat membantu menjaga
keseimbangan di tengah ketidakpastian.10
Dengan menerapkan strategi-strategi ini secara efektif, pihak terkait
dapat membantu mempertahankan keseimbangan di pasar uang,
mendorong stabilitas ekonomi, dan mengurangi potensi terjadinya krisis
9
Hubert, Total Performance Scorecard, (Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama, 2016),
hlm. 13.
10
Abdul Halim, Akuntansi Keuangan Daerah (ed. 3) HVS, (Jakarta: Penerbit Salemba,
2018), hlm. 29.
11
keuangan. Kolaborasi antara regulator, bank sentral, dan pelaku pasar
menjadi kunci dalam menjaga keberhasilan strategi-strategi ini dan
memastikan keseimbangan di pasar uang tetap terjaga.
12
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Keseimbangan di pasar uang merupakan elemen penting dalam
menjaga stabilitas dan efisiensi sistem keuangan secara keseluruhan.
Dalam pasar uang yang seimbang, likuiditas yang cukup tersedia untuk
memenuhi kebutuhan jangka pendek dari berbagai pelaku pasar, sementara
risiko dijaga pada tingkat yang dapat diterima. Dengan keseimbangan
yang baik, pasar uang dapat berfungsi sebagai mekanisme yang efisien
untuk memfasilitasi aliran dana, mendukung investasi jangka pendek, serta
mengelola risiko likuiditas oleh lembaga keuangan.
Namun, mencapai dan mempertahankan keseimbangan di pasar uang
tidaklah selalu mudah. Berbagai faktor seperti kebijakan moneter, kondisi
ekonomi makro, ketidakpastian politik, dan perubahan dalam regulasi
pasar dapat memengaruhi dinamika pasar uang. Oleh karena itu,
diperlukan strategi yang cermat dan responsif dari berbagai pihak,
termasuk regulator, bank sentral, dan pelaku pasar, untuk menjaga
keseimbangan tersebut.
Strategi-strategi seperti kebijakan moneter yang akomodatif,
penguatan regulasi pasar, pengembangan infrastruktur pasar, pendidikan
dan kesadaran pasar, serta responsif terhadap perubahan ekonomi dan
politik, dapat membantu mempertahankan keseimbangan di pasar uang.
Dengan kolaborasi yang kuat antara berbagai pihak terkait, pasar uang
dapat tetap stabil dan efisien, serta mampu mengatasi tantangan dan risiko
yang mungkin timbul di masa depan.
Sebagai kesimpulan, keseimbangan di pasar uang merupakan
prasyarat penting bagi stabilitas dan pertumbuhan ekonomi yang
berkelanjutan. Dengan pemahaman yang mendalam tentang faktor-faktor
yang memengaruhi keseimbangan tersebut dan penerapan strategi yang
13
tepat, kita dapat memastikan bahwa pasar uang tetap menjadi poros vital
dalam sistem keuangan global.
B. Saran
Demikianlah makalah ini kami susun dengan sebaik-baiknya, dengan
harapan menjadi bahan penambah wawasan bagi kita semua. Kami menyadari
bahwa tulisan kami ini masih belum sempurna. Oleh karena itu kritik dan saran
yang membangun dari pembaca sangat kami harapkan agar tulisan kami
selanjutnya menjadi lebih baik.
14
DAFTAR PUSTAKA
Ahyar Juni, dan Muzir. 2019. Kamus istilah ilmiah : dilengkapi kata baku dan
tidak baku, unsur serapan, singkatan dan akronim, dan peribahasa.
Surabaya: CV Jejak (Jejak Publisher).
Darmawan. 2023. Manajemen Investasi dan Portofolio. Jakarta: Bumi Aksara.
Hakiki, Moh Saiful. 2023. Buku Ajar Manajemen Keuangan 1A Konsep-Konsep
Dan Studi Kasus Dalam Bidang Keuangan. Surabaya: Uwais Inspirasi
Indonesia.
Halim, Abdul. 2018. Akuntansi Keuangan Daerah (ed. 3) HVS. Jakarta: Penerbit
Salemba.
Hubert. 2016. Total Performance Scorecard. Jakarta: PT Gramedia Pustaka
Utama.
Khoirina, Siti. 2023. Pengantar Ilmu Ekonomi. Kota Malang: Pustaka Peradaban.
Maruta, Heru. 2014. "Dinamika Pasar Modal Syariah, Perdagangan Indeks Saham
Gabungan Syariah Dan Pasar Uang Syariah (PUAS)". Jurnal: Ilmiah
Ekonomi Kita. Vol. 3. No. 2.
Mishkin. 2018. Ekonomi Uang, Perbankan, Pasar Keuangan 1(ed.9). Jakarta:
Penerbit Salemba.
Risman, Asep. 2023. Kurs Mata Uang Dan Nilai Perusahaan. Semarang: CV
Pena Persada.
Thian, Alexande. 2021. How to Make Money in Stocks: Panduan Sukses Berbisnis
Saham bagi Pemula. Yogyakarta: Penerbit Andi.
15