MAKALAH
PENGAMBILAN KEPUTUSAN DALAM MENGHADAPI DILEMA
ETIK DAN MORAL DALAM PELAYANAN KEBIDANAN
Dosen Pengampu Mata Kuliah: Wayan Mujung Asih, S.ST., S.Sos
DISUSUN OLEH:
KELOMPOK 6
1. DENDE PUTRI SALINA
2. IDA SULFIANA
3. IIN MUADDAH AZHARI
4. WIZROTUL AINI
FAKULTAS KESEHATAN
PROGRAM STUDI S1 KEBIDANAN
UNIVERSITAS QOMARUL HUDA BADARUDIN BAGU
2024
KATA PENGHANTAR
Puji dan syukur penulis haturkan kehadirat Allah SWT karena atas limpaan rahmat dan
karunia-Nya, makalah ini dapat terselesaikan. Makalah ini dibuat guna memenuhi tugas mata
kuliah Etika Profesi dan Hukum Kesehatan dengan mengambil pembahasan mengenai
Pengambilan Keputusan dalam Menghadapi Dilema Etik Moral Dalam Pelayanan Kebidanan.
Tidaklah akan terwujud dan terlaksana penulis ini tanpa adanya kebijaksanaan dan bantuan
dari pihak pihak lain, oleh karena itu penulis mengucapkan banyak terima kasih kepada
berbagai pihak yang telah membantu dalam penyelesaian penulisan makalah.
Penulis menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna. Oleh karena itu, adanya
kritik dan saran yang memebangun sangat penulis harapkan. Semoga makalah ini dapat
bermanfaat dan menambah pengetahuan dalam ilmu kesehatan
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL……………………………………………………………… i
KATA PENGANTAR……………………………………………………………...ii
DAFTAR ISI……………………………………………………………………… iii
BAB I PENDAHULUAN………………………………………………………… 1
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Bidan merupakan bentuk profesi yang erat kaitannya dengan etika karena
lingkup kegiatan bidan sangat berhubungan erat dengan masyarakat. Karena itu,
selain mempunyai pengetahuan dan keterampilan, agar dapat diterima di masyarakat
bidan juga harus memiliki etika yang baik sebagai pedoman bersikap/bertindak dalam
memberikan suatu pelayanan khususnya pelayanan kebidanan. Agar mempunyai etika
yang baik dalam pendidikannya bidan dididik etika dalam mata kuliah Etika profesi
namun semuanya mata kuliah tidak ada artinya jika peserta didik tidak
mempraktekannya dalam kehidupannya di masyarakat.
Pada masyarakat daerah, bidan yang di percaya adalah bidan yang beretika.
Hal ini tentu akan sangat menguntungkan baik bidan yang mempunyai etika yang baik
karena akan mudah mendapatkan relasi dengan masyarakat sehingga masyarakat juga
akan percaya pada bidan.
Etika dalam pelayanan kebidanan merupakan isu utama diberbagai tempat,
dimana sering terjadi karena kurang pemahaman para praktisi pelayanan kebidanan
terhadap etika. Pelayanan kebidanan adalah proses yang menyeluruh sehingga
membutuhkan bidan yang mampu menyatu dengan ibu dan keluarganya. Bidan harus
berpartisipasi dalam memberikan pelayanan kepada ibu sejak konseling pra konsepsi,
skrening antenatal, pelayanan intrapartum, perawatan intensif pada neonatal, dan
postpartum serta mempersiapkan ibu untuk pilihannya meliputi persalinan di rumah,
kelahiran seksio sesaria, dan sebagainya. Bidan sebagai pemberi pelayanan harus
menjamin pelayanan yang profesional dan akuntibilitas serta aspek legal dalam
pelayanan kebidanan. Peningkatan pengetahuan dan teknologi yang sedemikian cepat
dalam segala bidang serta meningkatnya pengetahuan masyarakat berpengaruh pula
terhadap meningkatnya tuntutan masyarakat akan mutu pelayanan kesehatan termasuk
pelayanan kebidanan.
Profesi kebidanan mempunyai kontrak sosial dengan masyarakat, yang berarti
masyarakat memberi kepercayaan kepada profesi keperawatan untuk memberikan
pelayanan yang dibutuhkan. Konsekwensi dari hal tersebut tentunya setiap keputusan
dari tindakan keperawatan harus mampu dipertanggungjawabkan dan
dipertanggunggugatkan dan setiap penganbilan keputusan tentunya tidak hanya
berdasarkan pada pertimbangan ilmiah semata tetapi juga dengan mempertimbangkan
etika.
B. Rumusan Masalah
1. Apa pengertian dari Etika Profesi?
2. Mengapa dilakukan Pengambilan Keputusan dalam dalam menghadapi Dilema/Etik
Moral Pelayanan Kebidanan?
3. Apa saja Teori pengambilan Keputusan?
4. Apa saja Teori Etika Profesi?
C. Tujuan
1. Untuk Mengetahui Pengertian dari Etika Profesi Kebidanan
2. Untuk Mengetahui Keputusan dalam dalam menghadapi Dilema/Etik Moral
Pelayanan Kebidanan
3. Untuk Mengetahui Teori pengambilan Keputusan
4. Untuk Mengetahui Teori Etika Profesi
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian Etika Profesi Kebidanan
Istilah etik secara umum, digunakan sehari hari pada hakekatnya berkaitan dgn
falsafah, dan moral yaitu mengenai apa yang dianggap baik atau buruk dimasyarakat dalam
kurun waktu tertentu. Sesuai dengan perubahan perkembangan norma/nilai. Dikatakan kurun
waktu tertentu karena etik dan moral bisa berubah dengan lewatnya waktu.
Etika Sosial (Etika Profesi) merupakan Suatu pemyataan komperhensif dari profesi
yang memberikan tuntunan bagi anggotanya untuk melaksanakan praktik dalam bidang
profesinya baik yang berhubungan dengan klien/ pasien, kelurga, masyarakat teman sejawat,
profesi & dirinya. sendiri,
Etik merupakan bagian dari filosofi yang berhubungan erat dengan nilai manusia
dalam menghargai suatu tindakan, apakah benar atau salah dan apakah penyelesaiannya baik
atau salah (Jones, 1994). Penyimpangan mempunyai konotasi yang negative yang
berhubungan dengan hukum. Seseorang bidan dikatakan professional bila ia mempunyai
kekhususan. Sesuai dengan peran dan fungsinya seorang bidan bertanggung jawab menolong
persalinan.
Dalam hal ini bidan mempunyai hak untuk mengambil keputusan sendiri yang harus
mempunyai pengetahuan yang memadai dan harus selalu memperbaharui ilmunya dan
mengerti tentang etika yang berhubungan dengan ibu dan bayi. Derasnya arus globalisasi
yang semakin mempengaruhi kehidupan sosial masyarakat dunia, juga mempengaruhi
munculnya masalah penyimpangan etik sebagai akibat kemajuan teknologi/ilmu pengetahuan
yang menimbulkan konflik terhadap nilai. Arus kesejahteraan ini tidak dapat dibendung, pasti
akan mempengaruhi pelayanan kebidanan. Dengan demikian penyimpangan etik mungkin
saja akan terjadi juga dalam praktek kebidanan misalnya dalam praktek mandiri, tidak seperti
bidan yangbekerja di RS. RB atau institusi Kesehatan lainnya, mempertanggungjawabkan
sendiri apa yang dilakukan. Dalam hal ini bidang yang praktek mandiri menjadi pekerja yang
bebas Mengontrol dirinya sendiri. Situasi ini akan besar sekali pengaruhnya terhadap
kemungkinan terjadinya penyimpangan etik.
B. Pengambilan Keputusan dalam dalam menghadapi Dilema/Etik Moral Pelayanan
Kebidanan
Menurut George R.Terry, pengambilan keputusan adalah memilih alternatif yang ada.
Ada 5 (lima) hal pokok dalam pengambilan keputusan:
1. Intuisi berdasarkan perasaan, lebih subyektif dan mudah terpengaruh
2. Pengalaman mewarnai pengetahuan praktis, seringnya terpapar suatu kasus
meningkatkan kemampuan mengambil keputusan terhadap nsuatu kasus
3. Fakta, keputusan lebih riel, valit dan baik.
4. Wewenang lebih bersifat rutinitas
5. Rasional, keputusan bersifat obyektif, trasparan, konsisten
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pengambilan Keputusan
1. Posisi kedudukan
2. Masalah, terstruktur, tidak tersruktur, rutin, insidentil
3. Situasi faktor konstan, faktor tidak konstan
4. Kondisi, faktor-faktor yang menentukan daya gerak
5. Tujuan, antam atau obyektif
Kerangka Pengambilan Keputusan
Sistim pengambilan keputusan merupakan bagian dasar dan integral dalam praktek
suatu profesi. Keberadaan yang sangat penting, karena akan menentukan tindakan
selanjutnya.
Keterlibatan bidan dalam proses pengambilan keputusan sangat penting karena
dipengaruhi oleh 2 hal:
1. Pelayanan "one to one": Bidan dan klien yang bersifat sangat pribadi dan bidan bisa
memenuhi kebutuhan.
2. Meningkatkan sensitivitas terhadap klien bidan berusaha keras untuk memenuhi
kebutuhan.
Mengapa AKI AKB di Indonesia masih tinggi ? ada 3 keterlibatan pengambilan
keputusan:
1. Terlambat mengenali tanda-tanda bahaya kehamilan sehingga terlambat untuk
memulai pertolongan
2. Terlambat tiba di fasilitas pelayanan kesehatan
3. Terlambat mendapat pelayanan setelah tiba di tempat pelayanan.
Contoh: Dokter tidak ada, persediaan darah di PMI habis(Empat) Tingkatan Kerja
Pertimbangan Moral Dalam Pengambilan Keputusan Ketika Menghadapi Delima Etik.
Tingkatan I
Keputusan dan tindakan Bidan merefleksikan pada pengalaman atau pengalaman rekan kerja.
Tingkatan II
Peraturan berdasarkan kaidah kejujuran (berkata benar), privasi, kerahasiaan dan kesetiaan
(menepati janji). Bidan sangat familiar, tidak meninggalkan kode etik panduan praktek
profesi.
Tingktan III
Ada 4 prinsip etik yang digunakan dalam perawatan praktek kebidanan:
1. ΑΝΤΟΝΟMY, memperhatikan penguasaan diri, hak kebebasan dan pilihan individu.
2. BENETICENCE, memperhatikan peningkatan kesejahteraan klien, selain itu berbuat
terbaik untuk orang lain.
3. NON MALETICENCE, tidak melakukan tindakan yang menimbulkan penderitaan apapun
kerugian pada orang lain.
4. YUSTICE, memperhatikan keadilan, pemerataan beban dan keuntungan. (Beaucamo &
Childrens 1989 dan Richard, 1997)
Dasar Pengambilan keputusan:
Ketidak sanggupan (bersifat segera)
Keterpaksaaan karena suatu krisis, yang menuntut sesuatu unutuk segera dilakukan.
Bentuk pengambilan keputusan:
Strategi dipengaruhi oleh kebijakan organisasi atau pimpinan, rencana dan masa
depan, rencana bisnis dan lain-lain.
Cara kerja yang dipengaruhi pelayanan kebidanan di dunia, klinik, dan komunitas.
Individu dan profesi dilakukan oleh bidan yang dipengaruhi oleh standart praktik
kebidanan.
Pendekatan tradisional dalam pengambilan keputusan:
Mengenal dan mengidentifikasi masalah
Menegaskan masalah dengan menunjukan hubungan antara masa lalu dan sekarang
Memperjelas hasil prioritas yang ingin dicapai.
Mempertimbangkan pilihan yang ada.
Mengevaluasi pilihan tersebut.
Memilih solusi dan menetapkan atau melaksanakannya.
PENGAMBILAN KEPUTUSAN YANG ETIS
Ciri 2nya:
1. Mempunyai pertimbangan yang benar atau salah
2. Sering menyangkut pilähn yang sukar
3. Tidak mungkin dielakkan.
4. Dipengaruhi oleh norma, situasi, iman, lingkungan sosial.
MENGAPA KITA PERLU MENGERTI SITUASI:
1. Untuk menerapakan norma-norma terhadap situasi
2. Untuk melakukan perbuatan yang tepat dan berguna
3. Untuk mengetahui masalah-masalah yang perlu diperhatikan.
Kesulitan Dalam Mengerti Situasi:
1. Kerumitan situasi dan keterbatasan pengetauan kita
2. Pengertian kita terhadp situasi sering dipengaruhi oleh kepentingan. prasangka dan factor
subyektif lain.
Bagaimana Kita Memperbaiki Pengertian Kita Tentang Situasi:
1. Melakukan penyelidikan yang memadahi
2. Menggunakan sarana ilmiah dan keterangan para ahli
3. Memperluas pandangan tentang situasi
4. Kepekaan terhadap pekerjaan
5. Kepekaan terhadap kebutuhan orang lain.
Tips pengambilan keputusan dalam keadaan kritis:
1. Identifikasi dan tegaskan apa masalahnya, baik oleh sendiri atau dengan orang lain.
2. Tetapkan hasil apa yang diinginkan.
3. Uji kesesuaian dari setiap solusi yang ada.
4. Pilih solusi yang lebih baik.
5. Laksanakan tindakan tanpa ada keterlambatan.
Pengambilan keputusan klinis adalah keputusan yg diambil berdasarkan kebutuhan
dan masalahyang dihadapi klien, sehingga semua tindakan yang dilakukan bidan dapat
mengatasi permasalahan yang dihadapi klien yang bersifat emergensi, antisipasi, atau rutin.
Pengambilan Keputusan Klinis Tergantung:
1. Pengetahuan
2. Latihan Praktek
3. Pengalaman
Pengambilan Keputusan Klinis yang benar dan tepat:
1. Menghindari pekerjan atau tindakan rutin yamng tidak sesuai dgn kebutuhan klien
2. Meningkatkan efektitivitas dan efesiensi pelayanan yang diberikan
3. Membiasakan Bidan berfikir dan bertindak sesuai standart
4. Memberikan kepuasan pelanggan
Dalam Kasus Emergensi Dan Menghadapi Situasi Panik: ada 2 Hal
a. Mempertimbangkan satu solusi berdasarkan pengalaman dimasa Lampau
b. Meninjau simpanan pengetahuan yg relevan dgn keadaan tsb
Langkah 2 Pengambilan Keputusan Klinis Menggunakan.
1. Penilaian (pengumpulan informasi)
2. DX (Penafsiran)
3. Perencanan
4. Intervensi
5. Evaluasi
C. Teori-teori Pengambilan Keputusan
1. Teori Utilitarisme:
1. Ketika keputusan diambil, memaksimalkan kesenangan, meminimalkan
ketidaksenangan.
2. Teori Deontology
3. Menurut Immanuel Kant: sesuatu dikatakan baik bila bertindak baik. Contoh bila
berjanji ditepati, bila pinjam hrus dikembalikan
4. Teori Hedonisme:
5. Menurut Aristippos, sesui kodratnya, setiap manusia mencari kesenangan dan
menghindari ketidaksenangan.
3. Teori Eudemonisme:
6. Menurut Filsuf Yunani Aristoteles, bahwa dalam setiap kegiatannya manusia
mengejar suatu tujuan, ingin mencapai sesuatu yang baik bagi kiata
D. Teori Etika
Teori etika adalah proses yang ditempuh dalam membenarkan suatu keputusan etis tertentu
1. KONSEKUENSIALISME
Menjawab pertanyaan" apa yang harus saya lakukan?" dengan memandang konsekuensi dari
berbagai jawaban.
Konsekuensi yang membawa paling banyak hal yang menguntungkan
Keuntungan:
Memperhatikan dampak aktual sebuah keputusan dan bertanya bagaimana orang
terpengaruh kepadanya.
Konsekuensialisme sesuai dengan nuansa kehidupan dan berusaha bersikap responsif
terhadapnya..
Kekurangan:
Tidak menyediakan standar (pegangan untuk mengukur hasil satu terhadap hasil lain.
Contoh kasus:
Ibu meminum minyak kelapa pada saat persalinan dengan maksud untuk. memperlancar
proses persalinan. Keputusan etik: Konsekuensialisme
Bidan membiarkan hal tersebut karena bila dilarang dapat membuat keluarga tersinggung dan
yang paling penting bidan berpikir hal tsb tidak mengganggu kemajuan persalinan serta tidak
membahayakan ibu & janin.
2. DEONTOLOGI
Keputusan yang diambil berdasarkan keterikatan/berhubungan dengan tugas,
Dalam pengambilan keputusan ini perhatian utama pada tugas.
Keuntungan:
Kejelasan dan kepastian dari titik tolaknya.
Mengenal aturan dan mengetahui kewajiban, serta jelas apa yang etis dan apa yang
tidak.
Kerugian:
Tidak peka terhadap konsekuensi-konsekuensi perbuatan
Dengan hanya berfokus pada kewajiban, orang tidak melihat beberapa aspek penting
sebuah problem.
Contoh kasus:
Pertolongan persalinan pada Ibu Inpartu yang menderita AIDS.
Keputusan etik: Deontologi
Bidan tetap melakukan pertolongan persalinan sesuai dengan tugas dan. wewenangnya.
3. HAK
Keputusan berdasarkan hak seseorang yang tidak dapat diganggu. Hak berbeda dengan
keinginan, kebutuhan dan kepuasan.
Tuntutan-tuntutan moral seseorang yaitu haknya ditanggapi dengan serius.
Keuntungan:
Teori hak ini pantas dihargai terutama karena tekanannya pada nilai moral seorang manusia
dan tuntutan moralnya dalam suatu situsi konflik etis.
Kerugian:
Teori ini tidak menjelaskan bagaimana konflik hak antara individu- individu harus
dipecahkan.
Teori menempatkan hak individu dalam pusat perhatian tanpa menerangkan
bagaimana memecahkan konflik hak yang bisa timbul.
Contoh kasus:
Pada saat pertolongan persalinan bayi prematur seorang bidan melihat bahwa otot-otot
perineum ibu sangat kaku dan diperlukan tindakan. episiotomi. Setelah dijelaskan pada ibu
ternyata ibu menolak dilakukan episiotomi.
Keputusan etik: Hak
Bidan tidak melakukan tindakan episiotomi. Karena kalau tetap dilakukan berarti bidan dapat
dianggap melanggar hak pasien. Tetapi disini bidan harus mengajukan pernyataan penolakan
tindakan (Informed Consent) untuk ditandatangani oleh pasien agar bidan tidak digugat suatu
saat nanti bila terjadi komplikasi.
4. INTUISIONISME
Memecahkan dilema-dilema etis dengan berpijak pada intuisi Intuisi kemungkinan yang
dimiliki seseorang untuk mengetahui secara langsung apakah sesuatu baik atau buruk.
Perasaan moral
Bukan berdasarkan:
Situasi
Kewajiban
Hak
Keuntungan:
Intuisi moral biasanya memberi keteguhan hati yang besar
Kekurangan:
Walaupun intuisionisme dapat menyajikan keberanian untuk tetap berpegang pada keyakinan
kita, tapi tidak memberikan cara untuk meyakinkan orang lain bahwa jalan itu benar.
Contoh kasus:
Seorang penderita kangker meminta pada bidan untuk mengakhiri hidupnya (euthanasia)
karena ia merasa beban yang ditanggungnya terlalu berat dan menambah beban bagi
keluarganya.
Keputusan etik: Intuisionisme
Bidan menolak melakukan tindakan euthanasia. Euthanasia merupakan suatu pembunuhan,
oleh karena itu hal ini dianggap pelanggaran terhadap nilai religi dan nilai moral
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
1. Etik merupakan bagian dari filosofi yang berhubungan erat dengan nilai manusia
dalam menghargai suatu tindakan, apakah benar atau salah dan apakah
penyelesaiannya baik atau salah (Jones, 1994).
2. Menurut George R.Terry, pengambilan keputusan adalah memilih alternatif yang ada
3. Pengambilan keputusan klinis adalah keputusan yg diambil berdasarkan kebutuhan
dan masalahyang dihadapi klien, sehingga semua tindakan yang dilakukan bidan
dapat mengatasi permasalahan yang dihadapi klien yang bersifat emergensi,
antisipasi, atau rutin.
B. Saran
Dari makalah ini mahasiswa dapat mengetahui bagaimana cara pengambilan
keputusan yang benar dan tepat untuk menjadi calon Tenaga Kesehatan terutama sebagai
seorang Bidan.
DAFTAR PUSTAKA