100% menganggap dokumen ini bermanfaat (2 suara)
4K tayangan65 halaman

Proses Audit Internal dan Manajemen Risiko

Diunggah oleh

Azmi Amin
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
100% menganggap dokumen ini bermanfaat (2 suara)
4K tayangan65 halaman

Proses Audit Internal dan Manajemen Risiko

Diunggah oleh

Azmi Amin
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Internal Audit 161440

1. Tahapan kegiatan dalam audit investigasi adalah sebagai berikut:


a. Perencanaan, Pelaksanaan, dan Pelaporan
b. Perencanaan, Pelaksanaan, Pelaporan, dan Monitoring Tindak Lanjut
c. Pra-perencanaan, Perencanaan, Pengumpulan dan Evaluasi Bukti,
Pelaporan,dan Monitoring Tindak Lanjut
d. Pra-perencanaan, Perencanaan, Pengumpulan dan Evaluasi Bukti, dan
Pelaporan

2. Mendorong unit akuntansi untuk segera memperbaiki laporan keuangan berdasarkan


hasil pemeriksaan BPK", adalah kegiatan Reviu Laporan Keuangan pada tahapan:
a. Perencanaan
b. Pelaksanaan
c. Pelaporan
d. Pendampingan selama pemeriksaan BPK

3. Lingkup tertentu penugasan adalah batasan hal-hal yang bakan diuji. Bataan tersebut
dapat berupa proses tertentu, tingkatan tertentu, periode waktu dan/atau memeriukan
wilayah. Keputusan dari pimpinan instansi dalam menentukan lingkup penugasan
a. Kebijakan tertulis
b. Kebijakan lisan
c. Professional judgement
d. Risk maturity

4. Dalam kondisi organisasi berada pada level risk aware dan risk naive, maka auditor
dalam proses pemahaman dan penerapan manajemen risiko bagi organisasi bertindak
sebagai:
a. Auditor
b. Konsultan
c. Evaluator
d. Quality assurance
5. Auditor harus melibatkan manajemen dalam proses identifikasi dan penilaian risiko.
Hal ini dilakukan untuk.
a. Meminta masukan manajemen dalam pelaksanaan kegiatan sehari-hari
b. Melihat bussiness process yang dilaksanakan oleh manajemen
c. Memberikan pemahaman kepada manajemen bahwa manajemen risiko
sangat diperlukan dalam pelaksanaan kegiatan
d. Menghindari kesalahpahaman pihak manajemen yang menganggap bahwa
auditor internal yang bertanggung jawab terhadap pengelolaan (manajemen)
risiko organisasi

6. Proses menetapkan apa, dimana, kapan, mengapa, dan bagaimana sesuatu risiko dapat
terjadi. sebelum risiko timbul dan berdampak negatif terhadap pencapian tujuan,
disebut
a. Identifikasi risiko
b. Analisis risiko
c. Pengendalian risiko
d. Penetapan risiko

7. Berdasarkan identifikasi risiko terdapat pernyataan risiko “Penyedia barang tidak


sanggup melaksanakan pengadaan", maka pengendalian yang harus ada untuk
meminimalkan risiko adalah:
a. Spesifikasi teknis menjadi bagian dokumen pengadaan
b. Spesifikasi teknis dimuat dalam kontrak
c. Pejabat Pembuat Komitmen membuat spesifikasi teknis
d. Kualifikasi penyedia diatur dalam dokumen lelang

8 Berdasarkan identifikasi risiko terdapat pernyataan risiko "Spesifikasi teknis tidak


sesuai kebutuhan", maka pengendalian yang harus ada untuk meminimalkan risiko
adalah
a. Jumlah barang diatur dalam dokumen pengadaan
b. Spesifikasi teknis menjadi bagian dokumen pengadaan
c. Jumlah barang dimuat dalam kontrak
d. Kualifikasi penyedia diatur dalam dokumen lelang

9. Sejumlah (sekumpulan) risiko dalam entitas yang akan diterima dalam rangka
pencapaian tujuan organisasi, disebut:
a. Risk response
b. Inherent risk
c. Risk appetite
d. Residual risk

10. Urutan langkah yang ditempuh, oleh auditor dalam, rangka memperolen bukti dengan
menggunakan berbagai teknis audit. Disebut
a. Langkah audit
b. Program audit
c. Cara audit
d. Prosedur audit

11. Pengujian secara rinci dan teliti tentang kebenaran, ketelitian, perhitungan, kesahihan,
pembukuan, pemilikan dan eksistensi suatu dokumen, disebut,
a. Cek
b. Uj/test
c. Verifikasi
d. Evaluasi

12. Teknik audit "Scanning" adalah:


a. Mene!usuri suatu bukti transaksi/ kejadian menuju ke penyajian/informasi
dalam suatu dokumen
b. Penelaahan secara umum dan dilakukan dengan cepat tetapi teliti untuk
menemukan hal-hal yang tidak lazim atas suatu informasi/data
c. Memperoleh bukti sebagai peyakin bagi auditor, dengan cara mendapatkan
informasi yang sah dari pihak yang relevan
d. Penelitian secara mendalam terhadap hal-hal yang esensial atau penting
13. Pengendalian kunci yang dilakukan Panitia Penerima Hasil Pekerjaan menerima dan
menguji barang yang diterima, pada risiko yang ada berupa "Spesifikasi teknis tidak
sesuai kebutuhan"', maka untuk meminimalkan risiko ini harus dilaksanakan prosedur
pengujian berupa:
a. Lakukan evaluasi apakah spesifikasi yang disusun oleh PPK sesuai dengan
yang dibutuhkan
b. Lakukan wawancara yang disusun petugas ULP tentang evaluasi teknis yang
dilakukan ULP
c. Bandingkan antara barang yang diterima dengan spesifikasi teknis
d. Lakukan wawancara dengan PPK apakah spesifikasi teknis yang disusun
telah sesuai ketentuan

14. Penyusunan KKA memungkinkan dilakukannya reviu oleh rekan sejawat (peer reviu)
atau lembaga yang berwenang. juga sebagai pertanggungjawaban auditor bahwa audit
telah dilaksanakan sesuai dengan:
a. Ketentuan yang berlaku
b. Program Kerja Audit yang telah disusun
c. Prosedur Audit
d. Standar Audit

15. Rekomendasi adalah usulan rencana perbaikan yang diberikan oleh auditor internal
untuk menutup gap antara kondisi dan kriteria. Materi rekomendasi harus dirancang
guna:
a. Memperbaiki kondisi sesuai dengan kriteria
b. Memperbaiki kelemahan (menghilangkan penyebab)
c. Melaksanakan tindak lanjut atas rekomendasi yang dibuat
d. Meminimalkan kondisi yang tidak sesuai dengan kriteria

16. Dalam memberikan/ merumuskan rekomendasi, auditor harus memperhatikan:


a. Rekomendasi yang diusulkan dapat dilaksanakan secara bertahap
b. Tindak lanjut atas rekomendasi yang ada tidak melebihi jangka waktu yang
ditetapkan
c. Biaya yang akan terjadi dalam mengimplementasikan rekomendasi harus
tidak melebihi manfaat yang akan diperolehnya
d. Tindak lanjut harus segera dilaksanakan sebelum periode penugasan
berikutnya

17. Laporan hasil penugasan hendaknya bermanfaat bagi auditi serta membawa ke arah
“perbaikan", berarti laporan ini telah memenuhi syarat kualitas komunikasi yang baik,
yaitu:
a. Objektif
b. Konstruktif
c. Lengkap
d. Jelas

18. Proses penugasan assurance tidak berakhir saat penugasan selesai. Setiap institusi
auditor internal harus mengembangkan:
a. Sistem Pengelolaan PKA untuk penugasan berikutnya
b. Sistem Pengelolaan KKA atas penugasan assurance
c. Sistem monitoring tindak lanjut hasil penugasan
d. Sistem monitoring hasil penugasan assurance

19. Beberapa alasan mengapa auditor internal harus memberi perhatian lebih pada
pemanfaatan teknologi informasi organisasi, salah satu diantaranya adalah:
a. Pengambilan keputusan dengan data yang ada
b. Penggunaan komputer yang efektif
c. Adanya risiko kehilangan dan kebocoran data
d. Murahnya nilai investasi Teknologi Informasi

20. Evaluasi efisiensi pengendalian yang ada" adalah salah satu prosedur yang
dilaksanakan dalam
a. Perencanaan penugasan konsultansi
b. Pelaksanaan penugasan konsultansi
c. Komunikasi dan tindak lanjut
d. Pelaporan penugasan konsultansi

21. Layanan konsultansi bertujuan untuk memberi nilai tambah dan meningkalkan tata
kelola, manajemen risiko, dan:
a. Pengelolaan keuangan
b. Pengelolaan aset daerah
c. Pengendalian organisasi
d. Pengamanan harta perusahaan

22. Peran auditor internal sebagai konsultan diharapkan dapat memberikan manfaat
berupa nasehat (advice) da!am pengelolaan sumber daya (resources) organisasi,
sehingga dapat membantu tugas para pimpinan pada tingkat:
a. Top management
b. Middle management
c. Pelaksana
d. Operasional

23. Pendekatan Internal audit berupa "Memfasilitasi penyempurnaan manajemen risiko".


Adalah risk maturity pada tingkatan:
a. Risk Naive
b. Risk Aware
c. Risk Defined
d. Risk Managed

24. Tingkatan sejauh mana manajemen risiko telah diadopsi dan diterapkan di seluruh
organisasi untuk mengidentifikasi, menganalisis, menentukan response risiko dan
melaporkan peluang/ancaman yang dapat memengaruhi pencapaian tujuan organisasi,
disebut:
a. Risk Naive Level
b. Risk Maturity Level
c. Risk Managed Level
d. Risk Enabled Level

25. Audit universe merupakan:


a. Daftar semua kemungkinan audit yang dapat dilakukan dan dimanfaatkan
untuk perencanaan audit jangka panjang. menyusun strategi audit. dan
aktivitas audit lainnya
b. Daftar semua kemungkinan audit yang dapat dilakukan dan dimanfaatkan
untuk perencanaan audit jangka menengah, menyusun strategi audit, dan
aktivitas audit lainnya
c. Daftar semua kemungkinan audit yang dapat dilakukan dan dimanfaatkan
untuk perencanaan audit jangka pendek, menyusun strategi audit, dan
aktivitas audit lainnya
d. Daftar semua kemungkinan audit yang dapat dilakukan dan telah memuat
informasi jumlah anggaran yang dikelola auditi

26. Rangkaian kegiatan membandingkan hasil/prestasi suatu kegiatan dengan standar,


rencana, atau norma yang telah ditetapkan, dan menentukan faktor-faktor yang
memengaruhi keberhasilan atau kegagalan suatu kegiatan dalam mencapai tujuan,
disebut:
a. Reviu
b. Pemantauan
c. Audit
d. Evaluasi

27. Dalam penilaian efektivitas kegiatan, pernyataan jaminan memadai dan diberikan
dalam bentuk "Dari hasil evaluasi yang telah dilakukan, tidak ditemukan bukti bahwa
pelaksanaan tugas dan fungsi Saker XYZ dilaksanakan dengan efektif", adalah contoh
dari:
a. Positive assurance
b. Negative assurance
c. Reasonable assurance
d. Assurance lain

28. Kegiatan konsultansi bersifat memberikan saran kepada manajemen. Kegiatan dapat
dilakukan dalam bentuk kajian dan penyampaian rekomendasi, disebut sebagai:
a. Advisory Role
b. Training Role
c. Facilitative Role
d. Assurance Role

29. Rangkaian kegiatan membandingkan hasil/prestasi suatu kegiatan dengan standar,


rencana, atau norma yang telah ditetapkan, dan menentukan faktor-faktor yang
memengaruhi keberhasilan atau kegagalan suatu kegiatan dalam mencapai tujuan,
disebut:
a. Reviu
b. Pemantauan
c. Audit
d. Evaluasi

30. Dalam penilaian efektivitas kegiatan, pernyataan jaminan memadai dan diberikan
dalam bentuk "Dari hasil evaluasi yang telah dilakukan, tidak ditemukan bukti bahwa
pelaksanaan tugas dan fungsi Saker XYZ dilaksanakan dengan efektif", adalah contoh
dari:
a. Positive assurance
b. Negative assurance
c. Reasonable assurance
d. Assurance lain

31. Kegiatan konsultansi bersifat memberikan saran kepada manajemen. Kegiatan dapat
dilakukan dalam bentuk kajian dan penyampaian rekomendasi, disebut sebagai:
a. Advisory Role
b. Training Role
c. Facilitative Role
d. Assurance Role

Audit Internal 2

1. Panitia Penerima Hasil Pekerjaan (PPHP) lalai dalam melaksanakan tugasnya karena
menerima hasil pengadaan barang tanpa melalui proses pengujian.
Kalimat temuan tersebut di atas merupakan pernyataan:
a. Kriteria
b. Kondisi
c. Rekomendasi
d. Sebab

2. Menurut Kontrak Nomor 13/11/Kont:/2014 tanggal 17 Maret 2014. Spesifikasi komputer


adalah Intel Core i7 3770-3.4Ghz, RAM 12 GB, HDD 2TB, DVD/RW, VGA AMD
Rodeon-2GB, Windows 8 Pro, Monitor 21.5":
Peraturan Presiden Nomor 54 Tahun 2010 pasal 5 mengatur bahwa pengadaan barang
dan jasa menerapkan prinsip efektifitas. Efektif berarti pengadaan barang dan jasa harus
sesuai dengan kebutuhan dan sasaran yang telah ditetapkan serta memberikan manfaat
yang sebesar - besarnya.
Kalimat temuan tersebut diatas merupakan pernyataan:
a. Kondisi
b. Sebab
c. Kriteria
d. Akibat

3. Dari hasil audit pengadaan 300 set komputer senilai Rp3.000.000.000,00 pada Satuan
Kerja ABC, diketahui dari 300 set komputer yang diterima, terdapat 100 set komputer
yang spesifkasi barang tidak sesuai dengan spesifikasi dalam kontrak. Spesifikasi 100 set
komputer yang dierima adalah Intel Core 15 2310-2.3Ghz, RAM 8 GB, HDD 2TB,
DVD/RW, VGA AMD Rodeon-2GB, Windows 8 Pro, Monitor 21.5":
Kalimat temuan tersebut di atas merupakan pernyataan:
a. Kriteria
b. Sebab
c. Akibat
d. Kondisi
4. Laporan hasil penugasan hendaknya bermanfaat bagi auditi untuk membangun serta
membawa ke arah perbaikan, atau dengan kata lain laporan harus:
a. Konstruktif
b. Obyektif
c. Akurat
d. Jelas
5. Pernyataan yang benar terkait dengan monitoring tindak lanjut adalah
a. Pemantauan atas pelaksanaan tindak lanjut merupakan kewajiban manajemen
b. Tanggapan auditi diterima dan dievaluasi setelah waktu audit berakhir
c. Pemantauan tindak lanjut hasil harus dilakukan agar auditi memahami dan
memperbaiki kelemahan dan kesalahan yang ada sehingga mampu meningkatkan
kinerja organisasinya
d. Kewajban untuk melaksanakan tindak lanjut berada pada pihak auditor

6. Kegiatan konsultansi yang termasuk dalam kelompok pelatihan adalah:


a. Berlaku sebagai perantara (liaison) dalam isu-isu pengendalian antara manajemen
dengan auditor ekstern, rekanan, dan kontraktor
b. Benchmark unit internal dengan unit lainnya dari organisasi yang serupa untuk
mengidentifikasikan praktik-praktik terbaik
c. Memfasilitasi proses penilaian risiko
d. Memfasilitasi penilaian mandiri terhadap pengendalian oleh manajemen

7. Dalam proses penugasan konsultansi, kegiatan evaluasi desain pengendalian


dikerjakan pada tahap:
a. Pra Perencanaan
b. Perencanaan
c. Pelaksanan
d. Pengumpulan dan evaluasi bukti

8. Contoh kegiatan konsultansi yang bersifat fasilitatif antara lain berlaku sebagai:
a. Perantara (liaison) dalam isu-isu pengendalian antara manajemen dengan auditor
ekstern, rekanan, dan kontraktor
b. Post mortem analisis yaitu mencarikan pekerjaan yang dapat diambil dari suatu
kegiatan setelah kegiatan tersebut diselesaikan
c. Pelatihan manajemen risiko dan pengendalian intern
d. Memberi saran atas rancangan pengendalian

9. Lengkapi sistem akuntansi berbasis komputer dibawah ini:


................... >>>>> Aplikasi Komputer >>>> Laporan keuangan
a. Buku Besar
b. Bukti Transaksi
c. Jurnal
d. Neraca Saldo

10. Program aplikasi Audit Command Language (ACL) dan Interactive Data Extraction
and Analysis (IDEA), dapat membantu auditor antara lain dalam hal:
a. Menyusun laporan
b. Mencari transaksi sejenis
c. Penginputan data, pemrósesan data, dan analisa data
d. Mencari transaksi sesuai kriteria yang ditentukan dari ribuan transaksi yang ada

11. Pengawasan intern adalah seluruh proses kegiatan audit, reviu, pemantauan, evaluasi,
dan kegiatan pengawasan lainnya berupa asistensi, sosialisasi dan konsultansi terhadap
penyelenggaraan tugas dan fungsi organisasi dalam rangka memberikan keyakinan
yang memadai bahwa kegiatan telah dilaksanakan sesuai dengan tolok ukur yang telah
ditetapkan secara efektifdan efisien untuk kepentingan pimpinan dalam mewujudkan
kepemerintahan yang baik.
Definisi pengawasan intern tersebut menurut:
a. American Accounting Association (AAA)
b. Ikatan Akuntan Indonesia (IAI)
c. Sawyer (2005: 10)
d. Standar Audit Aparat Pengawasan Intern Pemerintah

12. Jika organisasi belum menerapkan manajemen risiko secara formal, maka pendekatan
Internal audit yang di gunakan adalah
a. Menfasiltasi penyempurnaan manajemen risiko,
b. Audit memanfaatkan hasil penilaian risiko yang dilakukan manajemen
c. Auditor melakukan penilaian risiko dengan keterlibatan manajemen
d. Penekanan audit pada proses manajemen risiko

13. Pada tahun 1990-an, peran auditor yang semula sebagai watchdog atau konsultan
berkembang menjadi katalis. Sehingga proses, fokus dan Impact sebagai katalis
menjadi sebagai berikut:
a. Audit Operasional, Penggunaan Sumber Daya, dan Jangka Menengah
b. Assurance, Nilai dan Jangka Panjang
c. Audit Kepatuhan, Adanya variasi, dan Jangka Pendek
d. Assurance, Penggunaan Sumber Daya, Jangka Pendek

14. Lingkup penugasan audit internal yang disusun AAIPI adalah assurance dan consulting.
Berikut ini yang merupakan penugasan consulting adalah
a. Audit, reviu, pemantauan
b. Audit Keuangan, Audit Kinerja, dan Audit Tujuan Tertentu
c. Advisory, Fasilitative, dan Training
d. Reviu Laporan Keuangan, Audit Operasional, dan Audit Investigatif

15. Pernyataan berikut yang merupakan perbedaan Assurance dan Konsultansi adalah:
a. Assurance dilakukan melalui kegiatan pemberian saran perbaikan governance, risk
management, dan control. Sedangkan konsultansi dilakukan melalui pemeriksaan
bukti-bukti yang bertujuan menilai govemance, risk management, dan control
b. Konsultansi melibatkan tiga pihak (manajemen/auditi, auditor internal, dan pihak
ke tiga yang memanfaatkan assurance). Sedangkan assurance hanya melibatkan
dua pihak (manajemen, dan auditor internal)
c. Assurance bertujuan memberikan penilaian independen, sedangkan konsultani
bertujuan memberikan saran, pelatihan dan fasilitasi
d. Lingkup dan sifat kegiatan assurance tidak terbatas, sedangkan lingkup dar sift
kegiatan konsultansi terbatas

16. Organisasi telah mengintegrasikan manajemen risiko dan internal control merupakan
karakteristik kunci risk maturity pada tingkat:
a. Risk Managed
b. Risk Defined
c. Risk Naive
d. Risk Enabled

17. Secara umum penugasan konsultasi terdiri atas beberapa tahap sebagai berikut
a. Perencanaan, Pelaksanaan, pelaporan
b. Pra Perencanaan (survei), Perencanaan, Pelaksanaan, pelaporan
c. Perencanaan, Pelaksanaan, pelaporan, evaluasi
d. Perencanaan, Pelaksanaan, pelaporan, evaluasi ndan Tindak lanjut

18. Identifikasi dan penilaian resiko dalam penugasan assurance merupakan tahap
a. Pelaksanaan
b. Evaluasi
c. Pra Perencanaan
d. Perencanaan

19. Tahapan kegiatan audit investigatif meliputi:


a. Perencanaan, Pengumpulan dan Evaluasi Bukti, dan Pelaporan
b. Pra Perencanaan. Perencanaan, Pengumpulan dan Evaluasi bukti serta Pelaporan
c. Perencanaan, Survei Pendahuluan, Pengumpulan dan Evaluasi Bukti, serta
Pelaporan
d. Pra perencanaan, perencanaan, pengumpulan dan evaluasi bukti, pelaporan, serta
tindak lanjut

20. Proses penelahaan atas penyelenggaraan akuntansi dan penyajian laporan keuangan
kementerian/lembaga/pemerintah daerah (K/L/D) yang dilakukan oleh Aparat
Pengawas Intern Pemerintah (APJP) yang kompeten untuk memberikan berdasarkan
sistem keyakinan terbatas bahwa akuntansi telah diselenggarakan akuntansi dan telah
disajikan sesuai dengan Standar Akuntansi Pemerintah merupakan;
a. Audit Keuangan
b. Audit Akuntansi
c. Reviu Laporan Keuangan
d. Monitoring Laporan Keuangan

21. Rangkaian kegiatan yang bertujuan membandingkan hasil/prestasi suatu kegiatan


dengan standar, rencana, atau norma disebut:
a. Evaluasi
b. Reviu
c. Pemantauan
d. Perbandingan
22. Tahapan reviu laporan keuangan meliputi tahap sebagai berikut:
a. Perencanaan, pelaksanaan, pelaporan, dan pendampingan selama pemeriksaan
auditor internal/eksternal
b. Pra perencanaan, pelaksanaan, pelaporan, dan pendampingan selama pemeriksaan
auditor internal/eksternal
c. Pra perencanaan, pelaksanaan, pelaporan, dan pendampingan selama pemeriksaan
BPK
d. Perencanaan, pelaksanaan, pelaporan, dan pendampingan selama pemeriksaan
BPK

23. Data berikut untuk menjawab soal nomor 23 dan 24


Pada tahun 2013, Satker ABC melaksanakan pengadaan 300 set komputer untuk 30
sekolah. Pengadaan menggunakan dana APBN yang bersumber dari Satker ABC.
Auditor internal ditugaskan untuk memastikan bahwa kegiatan pengadaan komputer
tersebut telah sesuai peraturan yang berlaku tentang pengadaan barang / jasa instansi
pemerintah,
Atas penugasan tersebut, berikut ini merupakan lingkup penugasan audit:
a. Memberi positive assurance bahwa pengadaan komputer telah sesuai ketentuan
yang berlaku
b. Audit kinerja atas pengadaan komputer pada saker ABC tahun 2014
c. Pengadaan komputer pada Saker ABC pada tahun 2013
d. Memberi negative assurance bahwa pengadaan ketentuan yang berlaku komputer
telah sesuai

24. Jika pernyataan risikonya adalah "spesifikasi teknis tidak sesuai kebutuhan", maka
pengendalian yang lemah antara lain adalah:
a. Jumlah barang diatur dalam dokumen pengadaan
b. Panitia Penerima Hasil Pekerjaan (PPHP) menerima barang dibandingkan dengan
kontrak
c. Kualifikasi penyedia diatur dalam dokumen lelang
d. Jumlah barang dimuat dalam kontrak

25. Dalam merencanakan penugasan auditor harus memahami auditi. Pemahaman tujuan
auditi secara umum dapat diperoleh auditor dari data:
a. Rencana Strategis
b. Kebijakan
c. Uraian tugas masing-masing pegawai
d. Prosedur baku

26. Mengurai nilai kontrak ke dalam unsur-unsur yang lebih kecil merupakan contoh teknik
audit:
a. Verifikasi
b. Evaluasi
c. Observasi
d. Analisis

Internal Audit 351440


1. Penelahaan ulang bukti-bukti atas suatu kegiatan untuk memastikan bahwa kegiatan
tersebut telah dilaksanakan sesuai dengan ketentuan, standar, rencana, atau norma yang
telah ditetapkan, merupakan:
a. Pemantauan
b. Evaluasi
c. Reviu
d. Audit

2. Menurut standar Audit APIP. seluruh proses kegiatan audit, reviu, pemantauan,
evaluasi dan kegiatan pengawasan lainnya berupa asistensi, sosialisasi dan konsultasi
terhadap penyelenggaraan tugas dan fungsi organisasi dalam rangka memberikan
keyakinan yang memadai bahwa kegiatan telah dilaksanakan sesuai took ukur yang
telah ditetapkan secara efektif dan efisien untuk kepentingan pimpinan dalam
mewujudkan kepemerintahan yang baik, merupakan definisi:
a. Audit internal
b. Audit eksternal
c. Assurance
d. Audit operasional

3. Suatu kondisi dimana seorang auditor internal terbebas dari segala kondisi yang
mengancam kemampuannya dalam bertindak obyektif/tidak bias adalah:
a. Mandiri
b. Merdeka
c. Memihak
d. Independen

4. Kegiatan konsultasi dapat diberikan dalam bentuk:


a. Pemberian saran, pendidikan dan pelatihan
b. Pemberian saran, tindak lanjut, dan monitoring tindak lanjut
c. Pemberian saran, pelatihan , dan bimbingan teknis
d. Pemberian saran, perbaikan, dan evaluasi

5. Jika auditor melakukan audit kepatuhan dan menghasilkan rekomendasi yang


mempunyai dampak jangka pendek, maka auditor tersebut berperan sebagai:
a. Konsultan
b. Watchdog
c. Auditor
d. Mitra Kerja
6. Jika organisasi telah mengintegrasikan manajemen risiko dan internal control,
organisasi tersebut berada pada tingkat maturity berikut:
a. Risk naive
b. Risk defined
c. Risk enabled
d. Risk managed

7. Evaluasi bukti dan pengambilan simpulan dalam penugasan assurance berada pada
tahap:
a. Perencanaan
b. Pelaksanaan
c. Pelaporan
d. Monitoring

8. Audit yang bertujuan untuk menilai ketaatan terhadap peraturan tertentu adalah:
a. Audit Keuangan
b. Audit Kinerja
c. Compliance Audit
d. Audit Investigasi

9. Risiko yang murni ada tanpa memperhitungkan pengendalian yang sudah ada,
merupakan:
a. Risiko sisa
b. Risiko bawaan
c. Respon risiko
d. Dampak risiko

10. Proses penelaahan atas penyelenggaraan akuntansi dan penyajian laporan keuangan
kementerian/lembaga/pemerintah daerahyang dilakukan APIP untuk memberikan
keyakinan terbatas bahwa akuntansi telah diselenggarakan berdasarkan pada sistem
akuntansi dan telah disajikan sesuai dengan Standar Akuntansi Pemerintah, merupakan:
a. Reviu laporan keuangan
b. Audit laporan keuangan
c. Reviu khusus keuangan
d. Audit khusus keuangan

11. Penentuan tingkat kemungkinan terjadinya risiko seta pengaruh/akibat yang harus
ditanggung oleh organisasi merupakan:
a. Risiko
b. Dampak risiko
c. Tingkat kemungkinan terjadinya risiko
d. Penilaian risiko
12. Metode yang digunakan untuk pengukuran dampak risiko dan kemungkinan terjadinya
risiko adalah
a. Preventive dan mitigative
b. Inherent risk dan residual risk
c. Kualitatif, Kuantitatif, dan Campuran
d. Metode Tunggal dan Campuran

13. Laporan reviu oleh APIP atas laporan keuangan kementerian/lembaga/pemerintah


daerah terdiri atas
a. Catatan hasil reviv, Ikhtisar hasil reviu, dan laporan hasil reviu
b. Temuan reviu, Ikhtisar hasil reviu, dan Laporan hasil reviu
c. Catatan temuan, Ikhtisar hasil reviu, dan Laporan hasil reviu
d. Catatan yang pertu ditindaklanjuti, Ikhtisar hasil reviu, dan Laporan hasil reviu

14. Audit yang bertujuan mengungkapkan terjadi atau tidak suatu perbuatan yang melawan
hukum merupakan:
a. Audit Kinerja
b. Compliance Audit
c. Audit Keuangan
d. Audit Investigasi

15. Pengadaan komputer pada Dinas Penduduk dan Catatan Sipil Provinsi ABC tahun
2014. Pernyataan tersebut diatas merupakan contoh:
a. Tujuan Audit
b. Lingkup Audit
c. Prosedur Audit
d. Teknik Audit

16. Tahapan reviu laporan keuangan meliputi:


a. Perencanaan, Pelaksanaan, Pelaporan, dan Pendampingan selama pemeriksaan
BPK
b. Perencanaan, Pelaksanaan, Pembahasan Temuan, dan Pelaporan
c. Perencanaan, Pelaksanaan, Pelaporan, dan Monitoring tindak lanjut
d. Perencanaan, Pelaksanaan, Pembahasan Temuan, Pelaporan, Monitoring tindak
lanjut dan Pendampingan selama pemeriksaan BPK

17. Mengurai nilai kontrak pengadaan barang ke dalam unsur-unsur yang lebih kecil,
sehingga dapat diketahui pola hubungan antar unsur atau unsur penting yang
tersembunyi merupakan salah satu teknik audit, yaitu:
a. Observasi
b. Analisis
c. Verifikasi
d. Evaluasi

18. Unsur temuan yang mengungkapkan tentang mengapa terjadi ketidaksesuaian antara
kondisi dengan kriteria adalah:
a. Kondisi
b. Saran
c. Sebab
d. Akibat

Untuk menjawab soal nomor 19, perhatikan pernyataan berikut ini:


Kondisi ini mengakibatkan adanya potensi kerugian keuangan negara sebesar Rp1
milyar dan pengadaan 100 set komputer tidak dapat berfungsi optimal dalam
menunjang kegiatan operasi.
19. Kalimat temuan tersebut diatas adalah:
a. Kondisi
b. Sebab
c. Akibat
d. Saran
20. Langkah-langkah kerja dalam Program Kerja Audit (PKA) yang telah dilaksanakan
menghasilkan data beserta penarikan simpulan hasil audit dan didokumentasikan
sebagai:
a. Prosedur Audit
b. Simpulan Hasil Audit
c. Temuan Hasil Audit
d. Kertas Kerja Audit

21. Materi rekomendasi dirancang untuk:


a. Dapat ditindaklanjuti
b. Memperbaiki kelemahan dan meminimalisasi akibat
c. Memudahkan tindak lanjut temuan
d. Memudahkan monitoring temuan
Untuk menjawab soal nomor 22, perhatikan pernyataan berikut ini:
Panitia Penerima Hasil Pekerjaan (PPHP) lalai dalam melaksanakan tugasnya.
22. Kalimat temuan tersebut di atas adalah:
a. Kondist
b. Kateria
c. Sebab
d. Akibat

23. Pengembangan temuan dan rekomendasi dalam penugasan assurance berada pada
tahap:
a. Perencanaan
b. Pelaksanaan
c. Pelaporan
d. Tindak lanjut temuan

24. Laporan hasil penugasan harus memenuhi syarat kualitas komunikasi yang baik, yaitu:
a. Akurat. obyektif, jelas, ringkas, konstruktif, lengkap, dan tepat waktu
b. Akurat, obyektif, relevan, ringkas, konstruktif, lengkap, dan tepat waktu
c. Akurat, obyektif, jelas, konstruktif, lengkap, dan tepat waktu
d. Akurat, obyektif, relevan, konstruktif, lengkap, dan tepat waktu

25. Pernyataan yang benar mengenai monitoring tindak lanjut adalah:


a. Pelaksanaan tindak lanjut merupakan kewajiban manajemen, sedangkan
pemantauan atas pelaksanaan tersebut menjadi tanggung jawab auditor internal
b. Pelaksanaan tindak lanjut merupakan kewajiban manajemen, sedangkan
pemantauan atas pelaksanaan tersebut menjadi tanggung jawab manajemen
c. Pelaksanaan tindak lanjut merupakan kewajiban tersangka, sedangkan
pemantauan atas pelaksanaan tersebut menjadi tanggung jawab auditor ekternal
d. Pelaksanaan tindak lanjut merupakan kewajiban pihak yang bermasalah,
sedangkan pemantauan atas pelaksanaan tersebut menjadi tanggung jawab auditor
ekternal

26. Kegiatan konsultasi yang termasuk dalam kegiatan pelatihan, antara lain adalah:
a. Berlaku sebagai perantara (liaison) dalam isu-isu pengendalian antara manajemen
dengan auditor ekstern, rekanan, dan kontraktor
b. Post mortem analysis
c. Member saran atas rancangan prosedur pengendalian
d. Memfasilitasi proses penilaian risiko organisasi

27. Langkah-langkah komunikasi dalam penugasan assurance maupun konsultasi, antar:


lain:
a. Komunikasi hanya dilakukan di awal dan akhir penugasan
b. Kegiatan pemantauan dan tidak lanjut dalam jasa konsultasi hanya dilakukan
setelah berakhirnya penugasan
c. Komunikasi akhir penugasan konsultasi disampaikan kepada pihak eksternal
d. Melakukan pembahasan saran dengan manajemen

28. Pembahasan saran dengan manajemen dalam penugasan konsultasi berada pada tahap
a. Pra Perencanaan
b. Perencanaan
c. Pelaksanaan
d. Pelaporan

29. Perbedaan karateristik pemrosesan secara manual dan komputer, antara lain adalah:
a. Pemrosesan komputer menempatkan transaksi sejenis pada instruksi permosesan
yang berbeda
b. Jejak-jejak transaksi pemrosesan manual sama Kesalahan proses komputer
c. Kesalahan proses komputer akan mengakibatkan akan mengakibatkan kesalahan
seragam pada transaksi yang sama
d. Pemrosesan komputer tidak menghilangkan terjadinya kesalahan tulis yang biasa
terjadi pada proses manual

30. Alasan mengapanauditor internal harus member perhatian lebih pada pemanfaatan
teknologi informasi organisasi, antara lain adalah:
a. Tidak adanya kesalahan proses
b. Pengambilan keputusan yang akurat
c. Nilai investasi TI yang murah
d. Adanya risiko kehilangan dan kebocoran data
Audit Intern 111440

1. Pengawasan intern adalah seluruh proses kegiatan audit, reviu, pemantauan, evaluasi,
dan kegiatan pengawasan lainnya berupa asistensi, sosialisasi dan konsultansi terhadap
penyelenggaraan tugas dan fungsi organisasi dalam rangka memberikan keyakinan
yang memadai bahwa kegiatan telah dilaksanakan sesuai dengan took ukur yang telah
ditetapkan secara efektif dan efisien untuk kepentingan pimpinan dalam mewujudkan
kepemerintahan yang baik.
Definisi pengawasan intern tersebut menurut:
a. American Accounting Association (AAA)
b. Ikatan Akuntan Indonesia (IAI)
c. Sawyer (2005: 10)
d. Standar Audit Apart Pengawasan Intern Pemerintah

2. Jika organisasi belum menerapkan manajemen risiko secara formal, maka pendekatan
internal audit yang digunakan adalah:
a. Memfasilitasi penyempurnaan manajemen risiko
b. Audit memanfaatkan hasil penilaian risiko yang dilakukan manajemen
c. Auditor melakukan penilaian risiko dengan keterlibatan manajemen
d. Penekanan audit pada proses manajemen risiko

3. Pada tahun 1990-an, peran auditor yang semula sebagai watchdog atau konsultan
berkembang menjadi katalis. Sehingga proses, fokus dan impact sebagai katalis
menjadi sebagai berikut:
a. Audit Operasional, Penggunaan Sumber Daya, dan Jangka Menengah
b. Assurance, Nilai dan Jangka Panjang
c. Audit Kepatuhan, Adanya variasi, dan Jangka Pendek
d. Assurance, Penggunaan Sumber Daya, Jangka Pendek

4. Lingkup penugasan audit internal yang disusun AAIPI adalah assurance dan consulting.
Berikut ini yang merupakan penugasan consulting adalah:
a. Audit, reviu, pemantauan
b. Audit Keuangan, Audit Kinerja, dan Audit Tujuan Tertentu
c. Advisory, Fasilitative, dan Training
d. Reviu Laporan Keuangan, Audit Operasional, dan Audit Investigatif

5. Penyataan berkut yang merupakan perbedaan Assurance den Konsultansi adalah


a. Assurance dilakukan melalui kegiatan pemberian saran perbaikan goverment ris,
management, dan control. Sedangkan konsultasi dilakukan melaui pemeriksaan
bukti2 yang bertujuan menilai govemance, risk managemen, dan control
b. Konsultansi melibatkan 3 pihak (manajemen/ auditi, auditor internal, dan pihak
ke tiga yang memanfaatkan assurance). Sedangkan assurance hanya melibatkan 2
pihak (manajemen, dan auditor internal)
c. Assurance bertujuan memberikan penilaian independen, sedangkan konsultasi
bertujuan memberikan saran, pelatihan dan fasilitasi
d. Lingkup dan sifat kegiatan assurance tidak terbatas, sedangkan sifat kegiatan
konsultansi terbatas
6. Organisasi telah mengintegrasikan manajemen risiko dan internal control merupakan
karakteristik kunci risk maturity pada tingkat:
a. Risk Managed
b. Risk Defined
c. Risk Naive
d. Risk Enabled

7. Secara umum penugasan konsultansi terdiri atas beberapa tahap sebagai berikut
a. Perencanaan, Pelaksanaan, dan Pelaporan
b. Pra Perencanaan (Survei), Perencanaan, Pelaksanaan, dan pelaporan
c. Perencanaan, Pelaksanaan, Pelaporan, dan Evaluasi
d. Perencanaan, Pelaksanaan, Pelaporan, Evaluasi, dan Tindak Lanjut

8. Identifikasi dan penilaian risiko dalam penugasan assurance merupakan tahap


a. Pelaksanaan
b. Evaluasi
c. Pra Perencanaan
d. Perencanaan

9. Tahapan kegiatan audit investigatif meliputi:


a. Perencanaan, Pengumpulan dan Evaluasi Bukti, serta Pelaporan
b. Pra Perencanaan, Perencanaan, Pengumpulan dan Evaluasi Bukti, serta Pelaporan
c. Perencanaan, Survel Pendahuluan, Pengumpulan dan Evaluasi Butti, serta
Pelaporan
d. Pra perencanaan, Perencanaan, Pengumpulan dan Evaluasi Bukti,. Pelaporan,
serta Tindak lanjut

14. Jika pernyataan risikonya adalah "spesifikasi teknis tidak sesual kebutuhan", maka
pengendalian yang lemah antara lain adalah:
a. Jumlah barang diatur dalam dokumen pengadaan
b. Panitia Penerima Hasil Pekerjaan (PPHP) menerima barang dibandingkan dengan
kontrak
c. Kualifikasi penyedia diatur dalam dnkumen lelang
d. Jumlah barang dimuat dalam kontrak

15. Dalam merencanakan penugasan auditor harus memahami auditi. Pemahaman tujuan
auditi secara umum dapat diperoleh auditor dari data:
a. Rencana Strategis
b. Kebijakan
c. Uraian tugas masing-masing pegawai
d. Prosedur baku
16. Mengurai nilai kontrak ke dalam unsur-unsur yang lebih kecil merupakan conton teknik
audit:
a. Verifikasi
b. Evaluasi
c. Observasi
d. Analisis
17. Pernyataan yang benar mengenai vouching adalah:
a. Memperoleh bukti sebagai peyakin bagi auditor dengan cara
mendapatkan/meminta informasi yang sah dari pihak yang relevan
b. Menelusuri mengikuti ketentuan/prosedur yang berlaku dari hail menuju awal
kegiatan
c. Penelahaan secara umum dan dilakukan dengan cepat tetapi teliti
d. Mencocokkan dua data terpisah, mengenai hal yang sama yang dikerjakan
oleh instansi/unit/bagian yang berbeda

18. Bukti >>>>> buku besar >>>>> Laporan Keuangan


-----------------------------------------
Yang dimaksud dengan gambar arah panah ke kanan adalah:
a. Tracing
b. Scanning
c. Cross footing
d. Vouching

Audit kinerja
1. Peran watchdog umumnya menghasilkan rekomendasi yang mempunyai dampak:
a. Jangka pendek, yaitu perbaikan atas kesalahan yang sudah terjadi
b. Jangka menengah, yaitu perbaikan atas kesalahan yang sudah terjadi
c. Jangka panjang, yaitu perbaikan atas kesalahan yang sudah terjadi
d. Jangka menengah, yaitu memperbaiki d
meningkatkan efektifitas dan efisiensi operasi organisasi

2. Pada kegiatan assurance, pihak yang terlibat adalah:


a. Satu pihak, yaitu pihak manajemen saja
b. Dua pihak, yaitu pihak manajemen selaku peminta saran dan auditor internal
selaku pemberi saran
c. Tiga pihak, yaitu manajemen selaku auditi, auditor internal selaku pelaksana
kegiatan dan pihak ketiga yang memanfaatkan hasil kegiatan yaitu manajemen
selaku auditi, auditor internal selaku pelaksana
d. Empat pihak, kegiatan, pihak ketiga yang memanfaatkan hail kegiatan dan
Pemerintah selaku pembuat peraturan

3. Sudah sejauh mana manajemen risiko telah diadopsi dan diterapkan di seluruh
organisasi untuk mengidentifikasi, menganalisis, menentukan response risiko dan
melaporkan peluang/ancaman yang dapat mempengaruhi pencapaian tujuan
organisasi, disebut:
a. Risk Naïve Level
b. Risk Maturity Level
c. Risk Aware Level
d. Risk Enabled Level

4. Kegiatan penilaian atas kemungkinan dan dampak kejadian yang dapat mengancam
pencapaian tujuan Instansi Pemerintah, disebut:
a. Identifikasi risiko
b. Analisis risiko
c. Manajemen risiko
d. Penilaian risiko

5. Proses penelaahan atas penyelenggaraan akuntansi dan penyajian laporan keuangan


kementerian/lembaga/pemerintah daerah yang dilakukan oleh APIP yang kompeten
untuk memberikan:
a. Keyakinan mutlak bahwa akuntansi telah diselenggarakan berdasarkan sistem
akuntansi dan telah disajikan sesuai dengan standar akuntansi pemerintah
b. Keyakinan terbatas bahwa akuntansi telah diselenggarakan berdasarkan sistem
akuntansi dan telah disajikan sesuai dengan standar akuntansi pemerintah
c. Rekomendasi atas temuan hasil kegiatan yang tidak sesuai dengan peraturan tidak
sesuai dengan peraturan
d. Tindak lanjut atas temuan hasil kegiatan yang

6. Jika risk management dan dikomunikasikan ke seluruh anggota telah diterapkan


organisasi atau risk maturity auditi berada pada tingkat risk managed, maka
pendekatan audit internal yang sesuai adalah:
a. Auditor melakukan penilaian risiko dengan keterlibatan manajemen
b. Auditor memfasilitasi organisasi membangun manajemen risiko
c. Auditor memanfaatkan hasil penilaian risiko yang dilakukan manajemen
d. Auditor menekankan audit pada proses manajemen risiko

7. Setiap organisasi tentu mengalami berbagai tantangan, untuk menghadapinya


manajemen dapat meminta auditor untuk memberikan saran dalam hal kegiatan
"Membangun manajemen risiko". Kegiatan ini disebut:
a. Training Role
b. Facilitative Role
c. Advisory Role
d. Best Role

8. Daftar semua kemungkinan audit yang perencanaan audit jangka panjang, penyusunan
strategi audit, dan aktivitas audit lainnya, dapat merupakan pengertian:
a. Risk manajemen
b. Risk register
c. Audit universe
d. Audit register

9. Penelaahan atas penyelenggaraan akuntansi dan laporan keuangan K/L dalam reviu
laporan keuangan berada pada tahap:
a. Pendampingan selama pemeriksaan BPK
b. Perencanaan
c. Pelaporan
d. Pelaksanaan

10. "Evaluasi desain pengendalian"' adalah salah satu kegiatan konsultansi pada tahap:
a. Perencanaan
b. Pelaksanaan
c. Pelaporan
d. Monitoring
11. Tujuan kegiatan assurance adalah:
a. Memberikan saran, pelatihan dan fasilitasi
b. Memberikan saran terkait aktivitas organisasi
c. Memberikan nilai tambah organisasi
d. Memberikan penilaian independen dengan lingkup dan sifat kegiatan yang
ditentukan oleh auditor

12. Audit atas tindak kecurangan/fraud audit, termasuk dalam:


a. Audit keuangan
b. Audit dengan tujuan tertentu
c. Audit ketaatan
13. Pengembangan temuan dan rekomendasi" adalah salah satu kegiatan assurance pada
tahap:
a. Perencanaan
b. Pelaksanaan
c. Pelaporan
d. Monitoring

14. Aktivitas analisis yang sistematis, pemberian nilai, atribut, apresiasi, dan pengenalan
permasalahan, serta pemberian solusi atas masalah yang ditemukan untuk tujuan
peningkatan kinerja dan akuntabilitas instansi/unit kerja pemerintah, disebut:
a. Monitoring AKIP
b. Evaluasi AKIP
c. Reviu AKIP
d. Tindak Lanjut AKIP

15. Monitoring dana dekonsentrasi, adalah salah satu contoh dari kegiatan:
a. Audit
b. Reviu
c. Evaluasi
d. Pemantauan

16. Rangkaian kegiatan membandingkan hasil/prestasi suatu kegiatan dengan standar,


rencana, atau norma yang telah ditetapkan, dan menentukan faktor-faktor yang
mempengaruhi keberhasilan dan kegagalan suatu kegiatan dalam mencapai tujuan,
disebut:
a. Audit
b. Reviu
c. Evaluasi
d. Pemantauan

17. Auditor internal yang terbebas dari segala kondisi yang mengancam kemampuannya
dalam bertindak objektif/tidak bias, disebut:
a. Assurance
b. Konsultansi
c. Independen
d. Audit
18. Positive assurance diberikan oleh auditor internal untuk meyakinkan bahwa informasi
yang diaudit telah sesuai dengan ketentuan, berikut ini adalah contoh dari Positive
assurance, yaitu:
a. dilakukan, disimpulkan Dari hasil audit yang telah bahwa pelaksanaan tugas dan
fungi saker ABC telah dilaksanakan dengan efektif dalam mencapai tujuan
organisasi
b. Dari hasil evaluasi yang telah dilakukan, tidak ditemukan bukti bahwa
pelaksanaan tugas dan fungsi Saker ABC dilaksanakan dengan tidak efektif
c. Dari hasil evaluasi yang telah dilakukan, tidak ditemukan bukti bahwa
pelaksanaan tugas dan fungsi Saker ABC dilaksanakan dengan tidak efisien
d. Dari hasil evaluasi yang telah dilakukan, tidak ditemukan bukti bahwa
pelaksanaan tugas dan fungsi Saker ABC dilaksanakan dengan tidak ekonomis
19. Peran audit internal menurut Standar Audit APIP dan |IA dapat dibagi dalam dua
kelompok, yaitu assurance dan konsultansi. Persamaan kedua peran ini adalah
bertujuan untuk:
a. Memberikan penilaian independen dengan lingkup dan sifat kegiatan yang
ditentukan oleh auditor
b. Meningkatkan governance, risk management, and control (GRC) organisasi
c. Memberikan saran, pelatihan dan fasilitasi
d. Memberikan saran terkait aktivitas organisasi

20. Peran auditor internal pada awal keberadaannya berperan utama sebagai watchdog.
Pada saat peran watchdog maka audit yang dilakukan adalah:
a. Audit investigasi
b. Audit kepatuhan
c. Audit kinerja
d. Audit dengan tujuan tertentu
21. Hasil penelitian tingkat risk maturity dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan
dalam menentukan pendekatan audit yang akan digunakan oleh auditor internal. Dari
hasil penilaian risk maturity dapat diperoleh:
a. Daftar risiko
b. Peta audit
c. Risk owner
d. Risk score
22. Proses pengidentifikasian masalah dalam kegiatan yang memerlukan audit
investigatif, penyusunan hipotesis awal atas masalah yang diidentifikasi, dan
pengolahan hipotesis, hingga ditetapkannya simpulan apakah layak atau tidaknya
dilakukan suatu audit investigatif terhadap masalah tersebut, adalah salah satu tahap
dalam kegiatan audit investigasi, yaitu:
a. Pra perencanaan
b. Perencanaan
c. Pengumpulan dan Evaluasi Bukti
d. Pelaporan
KOMUNIKASI AUDIT AI 4000.0532

a. Konfirmasi
b. Kuesioner
c. Presentasi (Hal 8)
d. Rapat

7. Bentuk komunikasi audit yang tidak/kurang dapat digunakan dalam rangka


memperoleh bukti yang cukup dan valid, adalah:
a. Wawancara
b. Presentasi
c. Konfirmasi
d. Laporan Hasil Audit

8. Wawancara merupakan suatu proses interak si yang dilakukan secara lisan dengan
menggunakan metode tanya jawab yang mempunyai tujuan. Apabila wawancara orang
untuk tujuan menguji kebenaran dan kemantapan suatu telah diperoleh dengan cara
lain, maka wawancara akan berfungsi sebagai:
a. Metode primer
b. Metode pelengkap
c. Kriteria (Hal 10)
d. Alat pelengkap

9. Apabila wawancara dijadikan satu-satunya alat pengumpul data atau metode utama
dalam serangkaian metode pengumpulan data, maka wawancara akan berfungsi
sebagai:
a. Metode primer (Hal 10)
b. Metode pelengkap
c. Kriteria
d. Alat pelengkap

10. Jika pihak yang diwawancara telah memberikan pernyataan atau jawaban yang cukup
jelas, akan tetapi pewawancara ingin mengetahui lebih dalam mengenai : jawaban yang
telah diberikan maka pewawancara dapat menggunakan metode,
a. Paraphrase
b. Kuesioner
c. Probing (Hal 12)
d. Konfirmasi

11. Bentuk komunikasi tertulis dalam audit dapat berupa kertas kerja audit, daftar
pertanyaan, surat/memo, dan:
a. Surat Perintah Perjalanan Dinas
b. Laporan Hasil Audit (Hal 13)
c. Program Kerja Audit
d. Teleconference

12. Factor penting dalam komunikasi, antara lain berupa persepsi seseorang terhadap
tersebut dikenal dirinya sendiri, seperti saya pemalu, saya senang bergaul. Hal sebagai:
a. Konsep diri (Hal 16)
b. Keyakinan
c. Kepribadian
d. Harga diri

13. Sistem psikofisik individu sangat menetukan karakterisktik, tingkah laku, serta cara
berfikir seseorang, dan merupakan factor penting dalam komunikasi yang dikenal
sebagai:
a. Ciri fisik
b. Konsep diri
c. Kepribadian (Hal 17)
d. Keyakinan

14. Hambatan yang berkaitan dengan suasana psikologis yang terjadi sat komunikasi
berlangsung, seperti konflik, ketegangan, prasangka dan kekakuan, dikategorikan
sebagai:
a. Hambatan pada komunikator dan komunikan
b. Hambatan pada kode-kode yang digunakan
c. Hambatan pada saluran komunikasi
d. Hambatan situasi komunikasi (Hal 18)

15. Beberapa persiapan yang perlu dilakukan agar seseorang dapat mengendalikan dirinya
secara baik sat melakukan komunikasi, yaitu memeriksa keyakinan (confidence)
tentang komunikasi, membangun konsep diri yang positif, dan :
a. Merubah penampilan diri
b. Melepaskan ketegangan dan kecemasan (Hal 22)
c. Berusaha menguasai keadaan
d. Gerak tubuh agar dijaga

16. Cara mengungkapkan suasana hati, emosi dan pikiran ke dalam kata-kata, bahasa
tubuh, ekspresi wajah, dan penampilan, dikenal sebagai:
a. Konsep diri
b. Sikap dan perilaku
c. Ekspresi diri (Hal 23)
d. Kepribadian
17. Jika diri, bahasa tubuh, ekspresi wajah, dan penampilan telah siap, maka kini kita siap
untuk membangun keakraban dengan orang lain. Keakraban akan terbangun jika kawan
komunikasi merasa dimengerti/diperhatikan , disambut baik, merasa aman dan nyaman,
serta
a. Merasa penting (Hal 26)
b. Selalu tersenyum
c. Sering komunikasi
d. Berusaha menjaga jarak

18. Kita dapat membedakan komunikasi berdasarkan interaksi yang terjalin antara
komunikator dengan komunikannya, yaitu:
a. Komunikasi efektif, komunikasi simpatik, dan komunikasi empatik
b. Komunikasi efektif, komunikasi simpatik, komunikasi persuasive
c. Komunikasi persuasif, komunikasi empatik, dan komunikasi simpatik
d. Komunikasi efektif, komunikasi empatik, dan komunikasi persuasif (Hal 27)

19. Komunikasi yang bertujuan agar komunikan dapat memahami pesan yang disampaikan
oleh komunikator dan komunikan memberikan umpan balik yang sesuai dengan pesan,
dikenal sebagai:
a. Komunikasi empatik (Hal 27)
b. Komunikasi persuasive
c. munikasi efektif
d. Komunikasi simpatik

20. Terdapat du hal yang perlu diperhatikan agar komunikasi menjadi efektif, yaitu:
a. Komunikasi harus diperhatikan dan keselarasan elemen-elemen komunikasi
dengan pesan
b. Keselarasan elemen-elemen komunikasi dengan pesan dan minimalisasi
hambatan komunikasi (Hal 28)
c. Pihak yang berkomunikasi harus diam dan minimalisasi hambatan komunikasi
d. Minimalisasi hambatan komunikasi dan berusahalah mempertajam pandangan
mata

21. Komunikasi yang menunjukkan adanya saling pengertian antara komunikator dengan
komunikan, sehingga menciptakan interaksi yang membuat satu pihak memahami sudut
pandang pihak lainnya, dikenal sebagai:
a. Komunikasi empatik (Hal 28)
b. Komunikasi efektif
c. Komunikasi persuasive
d. Komunikasi simpatik

22. Jika auditor berhasil mengembangkan komunikasi empatik, maka diharapkan auditan
dapat memahami bahwa tujuan utama dari audit adalah:
a. Mencari-cari kesalahan pihak auditan
b. Agar auditan dapat menyelesaikan tanggungjawabnya secara lebih efektif
c. Mencari temuan-temuan audit dan apa penyebabnya
d. Mengembangkan temuan audit dan menentukan langkah tindak lanjut

23. Agar komunikasi empatik tercipta dan mendorong komunikan untuk lebih terbuka,
maka komunikator harus memperhatikan:
a. Sikap tenang, meskipun menangkap ungkapan emosi yang kuat
b. Keterkaitan terhadap sudut pandang komunikan
c. Sikap sabar untuk tidak memotong pembicaraan
d. Sikap awas pada isyarat permintaan pilihan atau saran

24. Dalam audit, komunikasi banyak digunakan, mulai dari permintaan kesediaan auditan
untuk membantu kelancaran audit, hingga mendorong auditan untuk melaksanakan
rekomendasi audit. Komunikasi tersebut dikategorikan sebagai komunikasi:
a. Komunikasi efektif
b. Komnikasi empatik
c. Komunikasi simpatik
d. Komunikasi persuasif (Hal 30)

25. Pengarahan ole pengendali mutu tentang bagaimana melakukan audit yang baik, cara
menjalin hubungan sehat dan harmonis dengan pihak auditan, dan pihak ketiga yang
relevan, merupakan bentuk komunikasi internal tim audit, yang terjadi pada:
a. Tahap perencanaan audit
b. Tahap pelaksanaan audit
c. Tahap pelaporan hasi audit
d. Tahap tindak lanjut hasil audit

26. Salah satu sarana komunikasi audit, untuk dapat mengetahui sejauh mana pelaksanaan
program kerja audit, permasalahan apa saja yang dijumpai dalam audit, dan langkah-
langkah apa yang telah ditempuh tim untuk menyelesaikannya adalah
a. Program kerja audit
b. Laporan audit
c. Kertas kerja audit
d. Rekomendasi audit

27. Berkomunikasi secara persuasive dan memperlakukan pihak auditan sebagai subyek,
serta memahami kesibukan auditan dengan tetap menjaga kelancaran dan ketepatan
pelaksanaan audit, merupakan aturan komponen dari:
a. Menjaga penampilan sesuai dengan tugasnya sebagai auditor
b. Menjalin interaksi yang sehat dengan auditan
c. Menciptakan iklim kerja yang sehat dengan auditan
d. Menggalang kerjasama yang shat dengan auditan

28. Tidak memanfaatkan auditan sebagai sumber untuk memperoleh keuntungan pribadi,
dan mencari informasi atau data dengan tidak berbelit-belit atau mengada- ada,
merupakan dua komponen dari:
a. Menjaga penampilan sesuai dengan tugasnya sebagai auditor
b. Menjalin interaksi yang shat dengan auditan
c. Menciptakan iklim kerja yang sehat dengan auditan (Hal 37)
d. Menggalang kerja sama yang sehat dengan auditan

29. Komunikasi auditor dengan auditan yang pada dasarnya bertujuan agar auditor dan
relevan sebagai dasar dapat memperoleh bukti audit yang cukup, kompeten, untuk
menyusun simpulan dan rekomendasi, adalah komunikasi pada
a. Tahap perencanaan audit
b. Tahap pelaksanaan audit
c. Tahap pelaporan hasil audit
d. Tahap tindak lanjut hasil audit

30. Untuk meningkatkan keberhasilan penanganan penyelamatan keuangan/kekayaan


Negara seta meningkatkan daya cegah atas kemungkinan timbulnya perbuatan yang
dapat merugikan keuangan Negara dikemudian hari, maka auditor perlu berkomunikasi
dengan:
a. Instansi teknis
b. Pihak ketiga yang ada hubungan kerja dengan auditan
c. Nara sumber/pakar
d. Instansi penyidik

Audit Intern

1 Kegiatan konsultansi dan assurance independen yang dirancang untuk


memberikan nilai tambah dan perbaikan operasi organisasi, disebut:
A Audit operasional
B Internal Audit
C Audit Kinerja
D Audit tujuan tertentu

2 Auditor internal yang terbebas dari segala kondisi yang mengancam


kemampuannya dalam bertindak objektif/tidak bias, disebut:
A Assurance
B Konsultansi
C Independen
D Audit

3 Peran auditor internal pada awal keberadaannya berperan utama sebagai


watchdog. Pada saat peran watchdog maka audit yang dilakukan adalah:
A Audit investigasi
B Audit kepatuhan
C Audit kinerja
D Auditor dengan tujuan tertentu

4 Peran watchdog umumnya menghasilkan rekomendasi yang mempunyai


dampak:
A Jangka pendek, yaitu perbaikan atas kesalahan yang sudah terjadi
B Jangka menengah, yaitu perbaikan atas kesalahan yang sudah
terjadi
C Jangka panjang, yaitu perbaikan atas kesalahan yang sudah terjadi
D Jangka menengah, yaitu memperbaiki dan meningkatkan efektivitas
dan efisiensi operasi organisasi

5 Kegiatan penilaian atas kemungkinan dan dampak kejadian yang dapat


mengancam pencapaian tujuan Instansi Pemerintah, disebut:
A Identifikasi risiko
B Analisis risiko
C Manajemen risiko
D Penilaian risiko

6 Sudah sejauh mana manajemen risiko telah diadopsi dan diterapkan di


seluruh organisasi untuk mengidentifikasi, menganalisis, menentukan
response risiko dan melaporkan peluang/ancaman yang dapat
mempengaruhi pencapaian tujuan organisasi, disebut:
A RiskNaive Level
B RiskMaturity Level
C RiskAware Level
D RiskEnabled Level

7 Hasil penelitian tingkat riskmaturity dapat digunakan sebagai bahan


pertimbangan dalam menentukan pendekatan audit yang akan digunakan
oleh auditor internal. Dari hasil penilaian riskmaturity dapat diperoleh:
A Daftar risiko
B Peta audit
C Riskowner
D Riskscore

8 Peran audit internal menurut Standar Audit APIP dan IIA dapat dibagi
dalam dua kelompok, yaitu assurance dan konsultansi. Persamaan kedua
peran ini adalah bertujuan untuk:
A Memberikan penilaian independen dengan lingkup dan sifat
kegiatan yang ditentukan oleh auditor
B Meningkatkan governance, riskmanagement, andcontrol (GRC)
organisasi
C Memberikan saran, pelatihan dan fasilitasi
D Memberikan saran terkait aktivitas organisasi

9 Tujuan kegiatan assurance adalah:


A Memberikan saran, pelatihan dan fasilitasi
B Memberikan saran terkait aktivitas organisasi
C Memberikan nilai tambah organisasi
D Memberikan penilaian independen dengan lingkup dan sifat
kegiatan yang ditentukan oleh auditor

10 Pada kegiatan assurance, pihak yang terlibat adalah:


A Satu pihak, yaitu pihak manajemen saja
B Dua pihak, yaitu pihak manajemen selaku peminta saran dan
auditor internal
C Tiga pihak, yaitu manajemen selaku auditi, auditor internal selaku
pelaksana kegiatan dan pihak ketiga yang memanfaatkan hasil
kegiatan
D Empat pihak, yaitu manajemen selaku auditi, auditor internal selaku
pelaksana kegiatan, pihak ketiga yang memanfaatkan hasil kegiatan
dan Pemerintah selaku pembuat peraturan

11 Audit atas tindak kecurangan/fraud audit, termasuk dalam:


A Audit keuangan
B Audit dengan tujuan tertentu
C Audit investigasi
D Audit kinerja

12 Monitoring dana dekonsentrasi, adalah salah satu contoh dari kegiatan:


A Audit
B Reviu
C Evaluasi
D Pemantauan

13 Rangkaian kegiatan membandingkan hasil/prestasi suatu kegiatan dengan


standar, rencana, atau norma yang telah ditetapkan, dan menentukan faktor-
faktor yang mempengaruhi keberhasilan dan kegagalan suatu kegiatan
dalam mencapai tujuan, disebut:
A Audit
B Reviu
C Evaluasi
D Pemantauan

14 Positiveassurance diberikan oleh auditor internal untuk meyakinkan bahwa


informasi yang diaudit telah sesuai dengan ketentuan, berikut ini adalah
contoh dari Positiveassurance, yaitu:
A Dari hasil audit yang telah dilakukan, disimpulkan bahwa
pelaksanaan tugas dan fungsi SKPD “Mega Mendung” telah
dilaksanakan dengan efektif dalam mencapai tujuan organisasi
B Dari hasil evaluasi yang telah dilakukan, tidak ditemukan bukti
bahwa pelaksanaan tugas dan fungsi SKPD “Mega Mendung”
dilaksanakan dengan tidak efektif
C Dari hasil evaluasi yang telah dilakukan, tidak ditemukan bukti
bahwa pelaksanaan tugas dan fungsi SKPD “Mega Mendung”
dilaksanakan dengan tidak efisien
D Dari hasil evaluasi yang telah dilakukan, tidak ditemukan bukti
bahwa pelaksanaan tugas dan fungsi SKPD “Mega Mendung”
dilaksanakan dengan tidak ekonomis

15 Setiap organisasi tentu mengalami berbagai tantangan, untuk


menghadapinya manajemen dapat meminta auditor untuk memberikan
saran dalam hal kegiatan “Membangun manajemen risiko”. Kegiatan ini
disebut:
A TrainingRole
B FacilitativeRole
C AdvisaryRole
D Best Role
16 “Pengembangan temuan dan rekomendasi” adalah salah satu kegiatan
assurance pada tahap:
A Perencanaan
B Pelaksanaan
C Pelaporan
D Monitoring

17 “evaluasi desain pengendalian” adalah salah satu kegiatan konsultansi pada


tahap:
A Perencanaan
B Pelaksanaan
C Pelaporan
D Monitoring

18 Penilaian objektif yang dilakukan auditor internal atas bukti untuk


memberikan pendapat independen mengenai tata kelola, manajemen risiko
dan proses pengendalian, merupakan:
A Kegiatan konsultansi
B Kegiatan assurance
C Kegiatan audit
D Kegiatan evaluasi

19 Evaluasi AKIP diatur dengan Petunjuk Pelaksanaan Evaluasi Akuntabilitas


Kinerja Instansi Pemerintah (Juklak Evaluasi AKIP) yang setiap tahun
diterbitkan oleh:
A Menteri Dalam Negeri
B Menteri Keuangan
C Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi
D Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan

20 Aktivitas analisis yang sistematis, pemberian nilai, atribut, apresiasi, dan


pengenalan permasalahan, serta pemberian solusi atas masalah yang
ditemukan untuk tujuan peningkatan kinerja dan akuntabilitas instansi/unit
kerja pemerintah, disebut:
A Monitoring AKIP
B Evaluasi AKIP
C Reviu AKIP
D Tindak Lanjut AKIP

21 Metodologi yang digunakan untuk melakukan evaluasi akuntabilitas kinerja


instansi akan menggunakan teknik:
A Criteriareferencedsurvey
B Normatif referencedsurvey
C Assurance referencedsurvey
D Observacyreferencedsurvey

22 Kriteria evaluasi kinerja instansi pemerintah ditentukan berdasarkan pada


salah satu hal di bawah ini:
A Kebenaran normatif yang bersumber pada Anggaran Pendapatan
dan Belanja Negara
B Kebenaran mutlak sebagaimana yang ditetapkan dalam pedoman
penyusunan laporan akuntabilitas kinerja instansi pemerintah
C Kebenaran normatif yang bersumber pada berbagai praktik
manajemen strategis, manajemen kinerja, dan sistem akuntabilitas
yang baik
D Kebenaran mutlak sebagaimana yang ditetapkan dalam
Perencanaan Strategis

23 Penilaian yang ditujukan untuk mengetahui apakah satu instansi telah


memenuhi suatu kriteria evaluasi kinerja instansi pemerintah, harus
didasarkan pada:
A Fakta objektif dan fakta subjektif dari para evaluator
B Fakta objektif dan professionaljudgment dari para evaluator
C Fakta independensi dan fakta objektif dari para evaluator
D Fakta integritas dan fakta independensi dari para evaluator

24 Untuk keberhasilan pelaksanaan evaluasi, terlebih dahulu perlu


didefinisikan kepentingan pihak-pihak pengguna hasil evaluasi. Informasi
yang dihasilkan dari suatu evaluasi antara lain mencakup:
A Informasi untuk menindaklanjuti temuan hasil evaluasi
B Informasi untuk melaksanakan rekomendasi yang telah dibuat
C Informasi untuk meningkatkan efektivitas
D Informasi untuk membantu agar kegiatan tetap dalam alurnya

25 Proses pengidentifikasian masalah dalam kegiatan yang memerlukan audit


investigatif, penyusunan hipotesis awal atas masalah yang diidentifikasi,
dan pengolahan hipotesis, hingga ditetapkannya simpulan apakah layak
atau tidaknya tahap dalam kegiatan audit investigasi, yaitu:
A Pra perencanaan
B Perencanaan
C Pengumpulan dan Evaluasi Bukti
D Pelaporan

26 Audit investigatif merupakan suatu upaya untuk membuktikan ada tidaknya


suatu perbuatan yang melanggar hukum sehingga apabila perbuatan
terbukti, maka akan dikualifikasikan apakah perbuatan tersebut termasuk
kesalahan administrasi yang nantinya akan dilakukan:
A Pemberian rekomendasi atas kelemahan yang ada
B Pelaksanaan tindak lanjut atas temuan yang ada
C Tuntutan ganti rugi/tuntutan perbendaharaan
D Pembetulan kembali atas kesalahan yang ada

27 Salah satu tahapan audit investigatif adalah Pengumpulan dan Evaluasi


Bukti. Pelaksanaan kegiatan ini harus difokuskan pada upaya pengujian
hipotesis untuk mengungkapkan: fakta-fakta dan proses kejadian, pihak
yang diduga terlibat atas kerugian keuangan negara/daerah, serta:
A Sebab dan dampak penyimpangan
B Akibat dari proses kejadian
C Modus operandi kejadian
D Tindak lanjut dari kerugian keuangan negara/daerah

28 Proses penelaahan atas penyelenggaraan akuntansi dan penyajian laporan


keuangan kementerian/lembaga/pemerintah daerah yang dilakukan oleh
APIP yang kompeten untuk memberikan:
A Keyakinan mutlak bahwa akuntansi telah diselenggarakan
berdasarkan sistem akuntansi dan telah disajikan sesuai dengan
standar akuntansi pemerintah
B Keyakinan terbatas bahwa akuntansi telah diselenggarakan
berdasarkan sistem akuntansi dan telah disajikan sesuai dengan
standar akuntansi pemerintah
C Rekomendasi atas temuan hasil kegiatan yang tidak sesuai dengan
peraturan
D Tindak lanjut atas temuan hasil kegiatan yang tidak sesuai dengan
peraturan

29 Memberikan penilaian secara independen berdasarkan pada lingkup dan


sifat kegiatan yang ditentukan auditor merupakan:
A Assurance
B Konsultansi
C Audit
D AdvisoryRole

30 Daftar semua kemungkinan audit yang dapat dilakukan dan dimanfaatkan


untuk perencanaan audit jangka panjang, penyusunan strategi audit, dan
aktivitas audit lainnya, merupakan pengertian:
A Riskmanagement
B Risk Register
C Audit Universe
D Audit Register

31 Jika riskmanagement telah diterapkan dan dikomunikasikan ke seluruh


anggota organisasi atau riskmaturityauditi berada pada tingkat
riskmanaged, maka pendekatan audit internal yang sesuai adalah:
A Auditor melakukan penilaian risiko dengan keterlibatan manajemen
B Auditor memfasilitasi organisasi membangun manajemen risiko
C Auditor memanfaatkan hasil penilaian risiko yang dilakukan
manajemen
D Auditor menekankan audit pada proses manajemen risiko

32 Jika peran auditor internal sebagai konsultan, maka yang menjadi fokus
kegiatannya adalah pada:
A Penyimpangan
B Kesalahan
C Penggunaan sumber daya
D Nilai jangka panjang
33 Proses penilaian terhadap informasi, kondisi, operasi dan/atau pengendalian
yang dilakukan secara objektif oleh pihak yang kompeten dan independen
adalah pengertian:
A Assurance
B Konsultansi
C Audit
D Reviu

34 Pada kegiatan konsultansi, permintaan persetujuan tujuan dan lingkup dari


manajemen berada pada tahap:
A Pra Perencanaan
B Perencanaan
C Pelaksanaan
D Pelaporan

35 Aktivis analisis secara sistematis, pemberian nilai, atribut, apresiasi, dan


pengenalan masalah, serta pemberian solusi atas masalah yang ditemukan
untuk tujuan peningkatan kinerja dan akuntabilitas instansi/unit kerja
pemerintah, merupakan pengertian:
A Evaluasi AKIP
B Analisis AKIP
C Reviu AKIP
D Audit AKIP

36 Proses pencarian, penemuan, dan pengumpulan bukti secara sistematis


yang bertujuan mengungkapkan kejadian suatu perbuatan dan pelakunya
guna dilakukan tindakan hukum selanjutnya, disebut sebagai:
A Audit ketaatan
B Audit investigatif
C Audit kinerja
D Audit dengan tujuan tertentu

37 Laporan keuangan pemerintah terdiri atas:


A Laporan realisasi anggaran, neraca, laporan arus kas dan bank
B Laporan realisasi anggaran, neraca, laporan arus kas, dan
pernyataan telah direviu
C Laporan rencana dan realisasi anggaran, neraca, laporan arus kas
dan bank, serta catatan atas laporan keuangan
D Laporan realisasi anggaran, neraca, laporan arus kas, dan catatan
atas laporan keuangan

38 Proses penelaahan atas penyelenggaraan akuntansi dan penyajian laporan


keuangan kementerian/lembaga/pemerintah daerah (K/L/D) yang dilakukan
oleh Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP) yang kompeten untuk
memberikan keyakinan terbatas bahwa akuntansi telah diselenggarakan
berdasarkan sistem akuntansi dan telah disajikan sesuai dengan standar
akuntansi pemerintah merupakan:
A Reviu penyelenggaraan akuntansi
B Audit laporan keuangan
C Reviu laporan keuangan
D Audit penyelenggaraan akuntansi

39 Tahapan reviu laporan keuangan yang diacak adalah sebagai berikut:


i. Pendampingan selama pemeriksaan BPK
ii. Perencanaan
iii. Pelaporan
iv. Pelaksanaan
Tentukan urutan tahapan reviu laporan keuangan yang benar:
A ii, iv, iii, i
B i, ii, iii, iv
C iv, ii, iii, i
D iii, ii, iv, i

40 Penelaahan atas penyelenggaraan akuntansi dan laporan keuangan K/L


dalam reviu laporan keuangan berada pada tahap:
A Pendampingan selama pemeriksaan BPK
B Perencanaan
C Pelaporan
D Pelaksanaan

41 Rangkaian kegiatan yang bertujuan untuk mengetahui kemajuan suatu


program/kegiatan dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan disebut
sebagai:
A Reviu
B Pemantauan
C Evaluasi
D Audit

42 “Pengadaan UPS pada Dinas Pendidikan Kota ABC tahun 2015”,


merupakan contoh:
A Tujuan penugasan audit
B Sasaran penugasan audit
C Lingkup penugasan audit
D Nama penugasan audit

43 Risiko yang murni ada tanpa memperhitungkan pengendalian yang sudah


ada, atau risiko yang diukur sebelum memperhitungkan kondisi
pengendaliannya, merupakan:
A Residualrisk
B Inherentrisk
C Riskresponse
D Riskappetite
44 Rina sebagai auditor muda dan timnya ditugasi oleh pimpinan APIP untuk
melakukan audit kegiatan pengadaan UPS pada Dinas Pendidikan Kota
ABC. Audit bertujuan untuk menilai efektivitas dan efisiensi kegiatan
pengadaan UPS. Audit tersebut dikelompokkan sebagai:
A Audit keuangan
B Audit ketaatan
C Audit investigatif
D Audit kinerja

45 Laporan atas hasil reviu laporan keuangan terdiri atas:


A Ikhtisar hasil reviu, laporan hasil reviu, dan rekomendasi
B Ikhtisar hasil reviu, laporan hasil reviu, dan tindak lanjut perbaikan
C Catatan hasil reviu, ikhtisar hasil reviu, dan laporan hasil reviu
D Catatan hasil reviu, ikhtisar hasil reviu, dan rekomendasi

46 Catatan (dokumentasi) yang dibuat auditor mengenai bukti-bukti yang


dikumpulkan, berbagai teknik dan prosedur audit yang diterapkan serta
simpulan-simpulan yang dibuat selama masa audit, adalah pengertian:
A Program audit
B Kertas kerja audit
C Tujuan audit
D Sasaran audit

47 Urutan unsur temuan hasil audit adalah sebagai berikut:


A Kriteria, Kondisi, Sebab, Akibat, Rekomendasi
B Rekomendasi, Kriteria, Akibat, Sebab, Kondisi
C Sebab, Kriteria, Kondisi, Akibat, Rekomendasi
D Kondisi, Kriteria, Sebab, Akibat, Rekomendasi

48 “Panitia Penerima Hasil Pekerjaan (PPHP) lalai dalam melaksanakan


tugasnya, yaitu PPHP menerima hasil pengadaan barang/jasa tanpa
melakukan proses pemeriksaan/pengujian”. Uraian kalimat tersebut di atas
merupakan contoh unsur temuan, yaitu:
A Kondisi
B Sebab
C Kriteria
D Akibat

49 Dalam penugasan assurance, penetapan tujuan dan ruang lingkup berada


pada tahap:
A Pra Perencanaan
B Perencanaan
C Pelaksanaan
D Pelaporan

50 Laporan hasil audit harus adil dan berimbang yang menyajikan penilaian
seluruh fakta dan kejadian yang relevan. Laporan yang demikian telah
memenuhi salah satu syarat kualitas komunikasi yang baik, yaitu:
A Akurat
B Obyektif
C Konstruktif
D Lengkap

51 Pernyataan yang benar mengenai pelaksanaan dan monitoring tindak lanjut


adalah:
A Pelaksanaan tindak lanjut merupakan kewajiban APIP
B Pemantauan tindak lanjut merupakan tanggung jawab pimpinan
auditi
C Pada saat audit ulangan, auditor harus melihat apakah rekomendasi
LHA sebelumnya telah ditindaklanjuti
D Untuk temuan audit yang sangat penting, auditi harus
menindaklanjuti pada periode audit tahun berikutnya

52 Unsur temuan yang penting apabila ditinjau dari tujuan audit yaitu
menghasilkan rekomendasi ke arah perbaikan di masa yang akan datang,
adalah:
A Sebab
B Kriteria
C Akibat
D Kondisi

53 Mengkomunikasikan hasil penugasan baik assurance maupun konsultansi


adalah sangat penting. Berikut ini langkah-langkah dalam komunikasi yang
diacak:
i. Melaksanakan komunikasi interim dan komunikasi awal penugasan
ii. Melakukan pembahasan saran dengan manajemen
iii. Membangun komunikasi akhir hasil penugasan
iv. Mendistribusikan komunikasi akhir hasil penugasan
v. Melaksanakan pemantauan dan tindak lanjut (jika diperlukan)
vi. Menentukan sifat dan bentuk komunikasi dengan pemberi tugas

Tentukan urutan langkah-langkah komunikasi tersebut di atas


A i, ii, iii, iv, v, vi
B ii, i, iii, v, iv, vi
C v, ii, iii, iv, i, vi
D vi, ii, i, iii, iv, v

54 Kegiatan konsultansi yang termasuk dalam kelompok pelatihan adalah:


A Memfasilitasi pelatihan mandiri terhadap pengendalian oleh
manajemen
B Memfasilitasi manajemen dalam merancang kembali pengendalian
dan prosedur untuk suatu area yang berubah secara signifikan
C Benchmark unit internal dengan unit lainnya dari organisasi yang
serupa untuk mengidentifikasi praktik-praktik terbaik
D Memfasilitasi proses penilaian risiko
55 Penyusunan rencana penugasan dan pengalokasian sumber daya pada
penugasan konsultansi pada tahap:
A Pra perencanaan
B Perencanaan
C Pelaksanaan
D Laporan

56 Perbedaan karakteristik pemrosesan secara manual dan pemrosesan


komputer, antara lain:
A Jejak transaksi manual berupa kertas dengan paraf, tanda tangan
dan thick mark
B Pemrosesan komputer menempatkan transaksi berbeda pada
instruksi pemrosesan
C Kesalahan proses manual akan mengakibatkan kesalahan seragam
pada transaksi yang sama
D Pemrosesan komputer tidak menghilangkan terjadinya kesalahan
tulis yang biasa terjadi pada proses manual

57 Aktivitas inspeksi, observasi, perhitungan, pengujian transaksi yang


bertujuan untuk memastikan ketaatan terhadap ketentuan, peraturan atau
kebijakan yang telah ditetapkan adalah merupakan peran auditor internal
sebagai:
A Consultant
B Catalyst
C Watchdog
D Inspection

58 Dampak peran auditor internal, auditor internal berperan sebagai fasilitator


dan agen perubahan bersifat:
A Jangka pendek
B Jangka menengah
C Jangka panjang
D Fleksibel

59 Tingkat riskmaturityauditi dengan karakteristik kunci organisasi telah


mengintegrasikan manajemen risiko dan internal control adalah:
A Risknaive
B Riskmanaged
C Riskenabled
D RiskDefined

60 Jika probabillitas risiko inheren tinggi, maka pengendalian yang diterapkan


harus bersifat:
A Refresive
B Defensive
C Preventive
D Mitigative

AUDIT INTERN II

1. Evaluasi desain pengendalian" adalah salah satu kegiatan konsultansi pada tahap
a. Pelaksanaan
b. Pelaporan
c. Monitoring
d. *Perencanaan

2. "Evaluasi pengendalian" adalah salah satu kegiatan dalam tahap penugasan assurance
pada tahapan
a. Pra perencanaan
b. *Perencanaan
c. Pelaksanaan
d. Pelaporan

3. Pengembangan temuan dan rekomendasi" adalah salah satu kegiatan assurance pada
tahap
a. Perencanaan
b. *Pelaksanaan
c. Pelaporan
d. Monitoring

4. Aktivitas analisis yang sistematis, pemberian nilai, atribut, apresiasi, dan pengenalan
permasalahan, serta pemberian solusi atas masalah yang ditemukan untuk tujuan
peningkatan kinerja dan akuntabilitas instansi/unit kerja pemerintah, disebut
a. Monitoring AKIP
b. *Evaluasi AKIP
c. Reviu AKIP
d. Tindak Lanjut AKIP

5. Andi sedang melaksanakan audit khusus dalam rangka serah terima jabatan
(sertijab)/alih jabatan. Audit yang dilakukan Andi termasuk dalam jenis
a. Audit keuangan
b. Audit kinerja
c. Audit investigatif
d. *Audit dengan tujuan tertentu

6. Audit atas tindak kecurangan/fraud audit, termasuk dalam


a. Audit keuangan
b. *Audit dengan tujuan tertentu
c. Audit investigasi
d. Audit kinerja

7. Audit investigatif merupakan suatu upaya untuk membuktikan ada tidaknya suatu
perbuatan yang melanggar hukum sehingga apabila perbuatan terbukti, maka akan
dikualifikasikan apakah perbuatan tersebut termasuk kesalahan administrasi yang
nantinya akan dilakukan
a. Pemberian rekomendasi atas kelemahan yang ada
b. Pelaksanaan tindak lanjut atas temuan yang ada
c. *Tuntutan ganti rugi/tuntutan perbendaharaan
d. Pembetulan kembali atas kesalahan yang ada

8. Audit sistem informasi dan audit operasional program/kegiatan merupakan contoh


a. *Audit kinerja
b. Audit dengan tujuan tertentu
c. Audit umum
d. Audit keuangan

9. Auditor ekstern dalam mengevaluasi sistem pengendalian intern auditi dapat


memanfaatkan hasil kerja auditor intern yang terkait dengan
a. Pedoman audit intern
b. Program kerja audit intern
c. *KKA yang disusun auditor intern
d. Laporan hasil audit intern

10. Auditor internal yang terbebas dari segala kondisi yang mengancam kemampuannya
dalam bertindak objektif/tidak bias, disebut
a. Assurance
b. Konsultansi
c. *Independen
d. Audit

11. Berikut ini yang merupakan kegiatan konsultasi yang termasuk dalam kelompok
advisory adalah
a. *Memberi saran selama proses pengembangan kebijakan dan prosedur
b. Berlaku sebagai perantara (liaison)
c. Pelatihan manajemen risiko dan pengendalian intern
d. Benchmark unit internal dengan unit lainnya

12. Bobot risiko yang diukur melalui penaksiran atas konsekuensi dan tingkat
kejadiannya terhadap terjadinya risiko setelah pengendalian intern diberlakukan,
disebut
a. Inherent risk
b. *Residual risk
c. Risk response
d. Risk appetite
13. Bukti yang diperoleh auditor dari pihak lain (baik dari pihak auditi maupun ...#Bukti
yang diperoleh auditor dari pihak lain (baik dari pihak auditi maupun pihak ketiga)
berdasarkan pertanyaan atau informasi tertentu yang diminta oleh auditor, disebut
a. Bukti pengujian fisik
b. Bukti Dokumen
c. Bukti Analisis
d. *Bukti Keterangan

14. Bukti yang diperoleh auditor untuk meyakinkan keberadaan dan mutu aktiva
berwujud merupakan
a. Bukti keterangan
b. Bukti analisis
c. *Bukti pengujian fisik
d. Bukti dokumen

15. Buku Kas Umum adalah salah satu contoh dari jenis bukti, yaitu
a. Pengujian fisik
b. *Dokumen
c. Analisis
d. Keterangan

16. Daftar semua kemungkinan audit yang dapat dilakukan dan dimanfaatkan untuk
perencanaan audit jangka panjang, menyusun strategi audit, dan aktivitas audit
lainnya, disebut\:{
a. Daftar risiko
b. *Audit universe
c. Risk owner
d. Risk score

17. Dalam kondisi manajemen risiko yang telah mencapai level managed dan
enabled,...#Dalam kondisi manajemen risiko yang telah mencapai level managed dan
enabled, maka auditor menggunakan risk register yang diperoleh dari\:{
a. *Manajemen
b. Hasil audit sebelumnya
c. Consultant
d. Hasilnya fasilitasi penyusunan risk register

18. Dalam penilaian efektifitas kegiatan, auditor memberikan pernyataan jaminan


memadai dengan kalimat “Dari hasil evaluasi yang telah dilakukan, tidak ditemukan
bukti bahwa pelaksanaan tugas dan fungsi Satker ABC dilaksanakan dengan tidak
efektif”.
Pernyataan tersebut adalah contoh dari
a. Advisory assurance
b. Positive assurance
c. *Negative assurance
d. Training assurance
19. Dalam praktiknya permasalahan yang dihadapi auditor antara lain adalah auditi tidak
memiliki kriteria untuk kegiatan yang diaudit, maka dalam kondisi tersebut auditor
dapat melakukan beberapa hal, antara lain
a. *Menggunakan keterangan tenaga ahli
b. Menyusun temuan tanpa kriteria
c. Menyarankan auditi untuk membuat kriteria
d. Menggunakan kriteria yang mendekati

20. Di bawah ini yang termasuk dalam kegiatan tahap pelaksanaan penugasan assurance
adalah
a. Evaluasi efektifitas
b. *Evaluasi bukti dan pengambilan kesimpulan
c. Monitoring tindak lanjut
d. Penyampaian simpulan sementara

21. Evaluasi AKIP diatur dengan Petunjuk Pelaksanaan Evaluasi Akuntabilitas Kinerja
Instansi Pemerintah (Juklak Evaluasi AKIP) yang diterbitkan oleh\:{
a. Menteri Dalam Negeri
b. Menteri Keuangan
c. *Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi
d. Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan

22. Hasil penelitian tingkat risk maturity dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan
dalam menentukan pendekatan audit yang akan digunakan oleh auditor internal. Dari
hasil penilaian risk maturity dapat diperoleh
a. *Daftar risik
b. Peta audit
c. Risk owner
d. Risk score

23. Jenis penugasan "Reviu" dengan derajat assurance "Sedang" dan sifat assurance
"Negatif" maka "Jumlah Bukti yang Dikumpulkan" harus
a. Banyak
b. *Cukup banyak
c. Bervariasi
d. Sedikit

24. enis penugasan di bawah ini yang bertujuan memberikan keyakinan memadai
(positive assurance)
a. Evaluasi
b. Pemantauan
c. *Audit
d. Reviu

25. Jenis sampel dimana cara pengambilan sampel yang memberikan kesempatan yang
sama untuk diambil kepada setiap elemen populasi adalah
a. Nonrandom sampling
b. Sampling error
c. Sampling audit
d. *Probability sampling
26. Jika ditemukan adanya pengendalian kunci yang tidak berfungsi, maka kemungkinan
terjadinya risiko tinggi dan untuk memastikan bahwa risiko benar-benar terjadi atau
tidak auditor harus melakukan
a. Pengujian dokumen
b. Reviu ulang
c. *Pengujian substantif
d. Pengujian bukti

27. Jika risk maturity organisasi berada pada level risk enabled, maka pendekatan...#Jika
risk maturity organisasi berada pada level risk enabled, maka pendekatan internal
audit yang dilakukan adalah
a. Menfasilitasi organisasi membangun manajemen risiko
b. Auditor melakukan penilaian risiko dengan keterlibatan manajemen
c. *Penekanan audit pada proses manajemen risiko. Perhatian khusus diberikan
untuk memverifikasi pemantauan risiko utama
d. Memfasilitasi penyempurnaan manajemen risiko. Audit memanfaatkan hasil
penilaian risiko yang dilakukan manajemen

28. Jika risk maturity organisasi pada level risk aware maka langkah pendekatan internal
yang dilakukan adalah
a. Memfasilitasi penyempurnaan manajemen risiko
b. Audit memanfaatkan hasil penilaian risiko yang dilakukan manajemen
c. *Memfasilitasi organisasi membangun manajemen risiko
d. Penekanan audit pada proses manajemen risiko

29. egiatan assurance (audit, reviu, pemantauan dan evaluasi) memiliki derajat yang
berbeda sesuai
a. Sifat dan jumlah anggaran yang akan diuji
b. *Sifat dan jumlah bukti yang akan diuji
c. Sifat dan jumlah rekomendasi yang akan diuji
d. Sifat dan jumlah temuan yang akan diuji

30. Kegiatan konsultansi dan assurance independen yang dirancang untuk memberikan
nilai tambah dan perbaikan operasi organisasi, disebut
a. Audit operasional
b. *Internal Audit
c. Audit kinerja
d. Audit tujuan tertentu

31. Kegiatan konsultansi sangat bervariasi baik bentuk dan sifatnya, disesuaikan dengan
kesepakatan antara auditor dan manajemen. Kegiatan konsultansi yang bersifat
membagikan/menyebarkan/mendesiminasikan pengetahuan terkait berbagai
peraturan, manajemen risiko, pengendalian intern dan best practices atas permintaan
manajemen melalui pelatihan, workshop, atau sosialisasi disebut
a. Advisory Role
b. *Training Role
c. Facilitative Role
d. Special Role

32. Kegiatan penilaian atas kemungkinan dan dampak kejadian yang dapat mengancam
pencapaian tujuan Instansi Pemerintah, disebut
a. Identifikasi risiko
b. Analisis risiko
c. Manajemen risiko
d. *Penilaian risiko

33. Kondisi sudah sejauh mana manajemen risiko telah diadopsi dan diterapkan di seluruh
organisasi untuk mengidentifikasi, menganalisis, menentukan response risiko dan
melaporkan peluang/ancaman yang dapat mempengaruhi pencapaian tujuan
organisasi, disebut
a. Risk Naïve Level
b. *Risk Maturity Level
c. Risk Aware Level
d. Risk Enabled Level

34. Konfirmasi yang meminta jawaban tertulis bila data yang dikonfirmasikan
berbeda/salah dan tidak perlu dijawab apabila data yang dikonfirmasikan telah
sama/benar dengan data yang bersangkutan, yaitu
a. Konfirmasi positif
b. *Konfirmasi negatif
c. Konfirmasi langsung
d. Konfirmasi tidak langsung

35. Kriteria evaluasi kinerja instansi pemerintah ditentukan berdasarkan pada salah satu
hal dibawah ini
a. Kebenaran normatif yang bersumber pada Anggaran Pendapatan dan Belanja
Negara
b. Kebenaran mutlak sebagaimana yang ditetapkan dalam pedoman penyusunan
laporan akuntabilitas kinerja instansi pemerintah
c. *Kebenaran normatif yang bersumber pada berbagai praktik manajemen
strategis, manajemen kinerja, dan sistem akuntabilitas yang baik
d. Kebenaran mutlak sebagaimana yang ditetapkan dalam Perencanaan Strategis

36. Langkah yang akan diambil auditor internal adalah “Penekanan audit pada proses
manajemen risiko dan perhatian khusus diberikan untuk memverifikasi pemantauan
risiko utama”, bila risk maturity organisasi berada pada level
a. Risk Naive
b. Risk Aware
c. Risk Defined
d. *Risk Managed

37. Laporan harus adil dan berimbang yang menyajikan penilaian seluruh fakta dan
kejadian yang relevan merupakan salah satu syarat kualitas komunikasi yang baik
yaitu
a. *Objektif
b. Jelas
c. Konstruktif
d. Akurat

38. Laporan yang dihasilkan harus sesuai dengan fakta yang terjadi dan bebas dari
kesalahan. Maka laporan yang bersangkutan telah memenuhi syarat kualitas
komunikasi yang baik, yaitu
a. *Akurat
b. Objektif
c. Jelas
d. Konstruktif

39. Mencarikan pelajaran yang dapat diambil dari suatu kegiatan setelah kegiatan
dilaksanakan (Post Mortem Analysis) contoh kegiatan konsultasi yang termasuk
dalam kelompok
a. Fasiltitative
b. *Training
c. Assurance
d. Advisory

40. Mengenali risiko-risiko yang mengancam tujuan organisasi yang bersumber dari
eksternal dan internal serta faktor lain yang dapat meningkatkan risiko disebut
a. Penilaian risiko
b. *Identifikasi risiko
c. Analisis risiko
d. Pemetaan risiko

41. Menurut COSO Internal Control – Integrated Framework Guidance on Monitoring


bahwa kegagalan pengendalian kunci dapat berdampak material terhadap pencapaian
tujuan organisasi karena
a. Dapat segera dideteksi oleh pengendalian kunci
b. Tidak dapat segera dideteksi oleh pengendalian kunci
c. Dapat segera dideteksi oleh pengendalian lain
d. *Tidak dapat segera dideteksi oleh pengendalian lain

42. Menurut COSO-Enterprise Risk Management (2004), sumber risiko dapat


dikelompokkan menjadi dua yaitu faktor internal dan faktor eksternal, yang termasuk
dalam faktor internal adalah
a. *Infrastruktur organisasi
b. Peristiwa politik
c. Perubahan sosial
d. Perubahan ekonomi

43. Metodologi yang digunakan untuk melakukan evaluasi akuntabilitas kinerja instansi
akan menggunakan teknik
a. *Criteria referenced survey
b. Normatif referenced survey
c. Assurance referenced survey
d. Observacy referenced survey

44. Monitoring dana dekonsentrasi, adalah salah satu contoh dari kegiatan
a. Audit
b. Reviu
c. Evaluasi
d. *Pemantauan

45. Pada kegiatan assurance, pihak yang terlibat adalah


a. Satu pihak, yaitu pihak manajemen saja
b. Dua pihak, yaitu pihak manajemen selaku peminta saran dan auditor internal
selaku pemberi saran
c. *Tiga pihak, yaitu manajemen selaku auditi, auditor internal selaku pelaksana
kegiatan dan pihak ketiga yang memanfaatkan hasil kegiatan
d. Empat pihak, yaitu manajemen selaku auditi, auditor internal selaku pelaksana
kegiatan, pihak ketiga yang memanfaatkan hasil kegiatan dan Pemerintah
selaku pembuat peraturan

46. Pemahaman auditor terkait risiko organisasi dapat diperoleh dari risk register yang
disusun oleh manajemen yang didahului dengan menilai tingkatan
a. Risk appetite
b. Risk response
c. Risk management
d. *Risk Maturity

47. Pemanfaatan komputer sebagai alat untuk melakukan dokumentasi, perhitungan,


perbandingan dan sebagainya adalah salah satu pendekatan dalam melaksanakan audit
yang disebut\:{
a. Auditing without computer
b. *Auditing with computer
c. Auditing through computer
d. Auditing around computer

48. Penentuan tingkat kemungkinan terjadinya risiko serta pengaruh/akibat yang harus
ditanggung oleh entitas/organisasi merupakan pengertian
a. Pengendalian risiko
b. Identifikasi risiko
c. *Penilaian risiko
d. Manajemen risiko

49. Pengalaman auditor dalam menentukan jumlah waktu, biaya dan jadwal agar
penugasan dapat diselesaikan tepat waktu, diperlukan pada tahap
a. Penyusunan Rencana Pengujian
b. *Pengalokasian Sumber Daya
c. Penyusunan Program Kerja
d. Evaluasi Pengendalian

50. Pengaruh atau akibat yang ditimbulkan seandainya risiko terjadi, disebut
a. Probabilitas
b. *Dampak risiko
c. Respon risiko
d. Selera risiko

51. Pengembangan temuan dan rekomendasi adalah salah satu kegiatan dalam tahap
penugasan assurance yang dilaksanakan pada tahapan
a. Perencanaan
b. *Pelaksanaan
c. Pelaporan
d. Pengawasan

52. Pengujian secara rinci dan teliti tentang kebenaran, ketelitian perhitungan, kesahihan,
pembukuan, pemilikan dan eksistensi suatu dokumen, disebut
a. Evaluasi
b. *Verifikasi
c. Cek
d. Uji/test

53. Penilaian objektif yang dilakukan auditor internal atas bukti untuk memberikan
pendapat independen mengenai tata kelola, manajemen risiko dan proses
pengendalian, merupakan
a. Kegiatan konsultansi
b. *Kegiatan assurance
c. Kegiatan audit
d. Kegiatan evaluasi

54. Penilaian objektif yang dilakukan auditor internal atas bukti untuk memberikan
pendapat independen mengenai tata kelola, manajemen risiko dan proses
pengendalian merupakan
a. *Kegiatan assurance
b. Kegiatan konsultansi
c. Kegiatan sosialisasi
d. Kegiatan evaluasi

55. Penilaian yang ditujukan untuk mengetahui apakah suatu instansi telah memenuhi
suatu kriteria kinerja instansi pemerintah, harus didasarkan pada
a. Fakta objektif dan fakta subjektif dari para evaluator
b. *Fakta objektif dan professional judgement dari para evaluator
c. Fakta independensi dan fakta objektif dari para evaluator
d. Fakta integritas dan fakta independensi dari para evaluator

56. Penugasan assurance bervariasi sesuai tujuan dan lingkupnya, dengan tahapan
penugasan relatif sama. Tiga tahapan yang dilakukan di setiap kegiatan assurance
adalah tahapan Perencanaan, Pelaksanaan dan Pelaporan. Kegiatan “Evaluasi bukti
dan pengambilan kesimpulan” termasuk dalam tahapan
a. Perencanaan
b. *Pelaksanaan
c. Pelaporan
d. Pengawasan

57. Penyusunan catatan hasil reviu adalah salah satu kegiatan dalam reviu laporan
keuangan pada tahapan
a. Perencanaan
b. Pelaksanaan
c. *Pelaporan
d. Pendampingan selama pemeriksaan BPK

58. Peran audit internal menurut Standar Audit AAIPI dan IIA dapat dibagi dalam dua
kelompok, yaitu assurance dan konsultansi. Persamaan kedua peran ini adalah
bertujuan untuk
a. Memberikan penilaian independen dengan lingkup dan sifat kegiatan yang
ditentukan oleh auditor
b. *Meningkatkan governance, risk management, and control (GRC) organisasi
c. Memberikan saran, pelatihan dan fasilitasi
d. Memberikan saran terkait aktivitas organisasi

59. Peran audit internal menurut Standar Audit AAIPI dan IIA dapat dibagi dalam dua
kelompok yaitu assurance dan konsultansi. Dalam kegiatan konsultansi, pihak yang
terlibat adalah
a. Pihak manajemen selaku peminta/penerima saran
b. Auditor internal selaku pemberi saran
c. *Pihak manajemen selaku peminta/penerima saran dan auditor internal selaku
pemberi saran
d. Manajemen selaku auditi, auditor internal selaku pelaksana kegiatan dan pihak
ketiga yang memanfaatkan hasil kegiatan ini

60. Peran auditor internal diharapkan dapat memberikan manfaat berupa nasehat dalam
pengelolaan sumber daya organisasi, sehingga dapat membantu tugas para pimpinan
di tingkat operasional, dalam hal ini peran auditor sebagai
a. *Consultant
b. Catalyst
c. Assurance
d. Watcdog

61. Peran auditor internal pada awal keberadaannya berperan utama sebagai watchdog.
Dalam peran watchdog, audit yang umumnya dilakukan adalah
a. Audit investigasi
b. *Audit kepatuhan
c. Audit kinerja
d. Audit dengan tujuan tertentu
62. Peran auditor internal pada awal keberadaannya berperan utama sebagai watchdog.
Peran watchdog umumnya menghasilkan rekomendasi atas perbaikan kesalahan yang
sudah terjadi . Rekomendasi yang diberikan mempunyai dampak\:{
a. *Jangka pendek
b. Jangka menengah
c. Jangka sedang
d. Jangka panjang

63. Peran watchdog umumnya menghasilkan rekomendasi yang mempunyai dampak


a. *Jangka pendek, yaitu perbaikan atas kesalahan yang sudah terjadi
b. Jangka menengah, yaitu perbaikan atas kesalahan yang sudah terjadi
c. Jangka panjang, yaitu perbaikan atas kesalahan yang sudah terjadi
d. Jangka menengah, yaitu memperbaiki dan meningkatkan efektifitas dan
efisiensi operasi organisasi

64. Perangkat lunak yang dirancang secara khusus sesuai kebutuhan auditor untuk situasi
audit tertentu adalah pengertian
a. Decission Support System
b. Decission Audit System
c. Generalized Audit Sofware
d. *Specialized Audit Sofware

65. Pernyataan di bawah ini yang benar berkaitan dengan derajat assurance, jumlah bukti
yang dikumpulkan dan sifat assurance adalah
a. *Jenis penugasan reviu memiliki derajat assurance sedang, jumlah bukti yang
dikumpulkan cukup banyak dan sifat assurance negatif
b. Jenis penugasan assurance lain memiliki derajat assurance sedang, jumlah
bukti yang dikumpulkan bervariasi dan sifat assurance negatif
c. Jenis penugasan audit memiliki derajat assurance tinggi, jumlah bukti yang
dikumpulkan banyak dan sifat assurance negatif
d. Jenis penugasan audit memiliki derajat assurance sedang, jumlah bukti yang
dikumpulkan bervariasi dan sifat assurance positif

66. Positive assurance diberikan oleh auditor internal untuk meyakinkan bahwa informasi
yang diaudit telah sesuai dengan ketentuan. Berikut ini adalah contoh dari Positive
assurance, yaitu
a. *Dari hasil audit yang telah dilakukan, disimpulkan bahwa pelaksanaan tugas
dan fungsi SKPD “Mega Mendung” telah dilaksanakan dengan efektif dalam
mencapai tujuan organisasi
b. Dari hasil evaluasi yang telah dilakukan, tidak ditemukan bukti bahwa
pelaksanaan tugas dan fungsi SKPD “Mega Mendung” dilaksanakan dengan
tidak efektif
c. Dari hasil evaluasi yang telah dilakukan, tidak ditemukan bukti bahwa
pelaksanaan tugas dan fungsi SKPD “Mega Mendung” dilaksanakan dengan
tidak efisien
d. Dari hasil evaluasi yang telah dilakukan, tidak ditemukan bukti bahwa
pelaksanaan tugas dan fungsi SKPD “Mega Mendung” dilaksanakan dengan
tidak ekonomis

67. Proses mencari, menemukan dan mengumpulkan bukti secara sistematis yang
bertujuan mengungkapkan terjadi atau tidaknya suatu perbuatan dan pelakunya guna
dilakukan tindakan hukum selanjutnya, disebut
a. *Audit Investigatif
b. Reviu Laporan Keuangan
c. Evaluasi Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah
d. Audit Operasional

68. Proses penelaahan atas penyelenggaraan akuntansi dan penyajian laporan keuangan
kementerian/lembaga/pemerintah daerah yang dilakukan oleh APIP yang kompeten
dilakukan untuk memberikan
a. Keyakinan mutlak bahwa akuntansi telah diselenggarakan berdasarkan sistem
akuntansi dan telah disajikan sesuai dengan standar akuntansi pemerintah
b. *Keyakinan terbatas bahwa akuntansi telah diselenggarakan berdasarkan
sistem akuntansi dan telah disajikan sesuai dengan standar akuntansi
pemerintah
c. Rekomendasi atas temuan hasil kegiatan yang tidak sesuai dengan peraturan
d. Tindak lanjut atas temuan hasil kegiatan yang tidak sesuai dengan peraturan

69. Proses pengidentifikasian masalah dalam kegiatan yang memerlukan audit


investigatif, penyusunan hipotesis awal atas masalah yang diidentifikasi, dan
pengolahan hipotesis, hingga ditetapkannya simpulan apakah layak atau tidaknya
dilakukan suatu audit investigatif terhadap masalah tersebut, adalah salah satu tahap
dalam kegiatan audit investigasi, yaitu
a. *Pra perencanaan
b. Perencanaan
c. Pengumpulan dan Evaluasi Bukti
d. Pelaporan

70. Proses penilaian kemajuan suatu program/kegiatan dalam mencapai tujuan yang telah
ditetapkan merupakan kegiatan
a. Reviu
b. *Pemantauan
c. Evaluasi
d. Audit

71. Rancangan prosedur dan teknik audit yang disusun secara sistematis yang harus
diikuti/dilaksanakan oleh auditor dalam kegiatan audit untuk mencapai tujuan audit,
disebut
a. Pedoman audit
b. Langkah kerja audit
c. *Program kerja audit
d. Petunjuk pelaksanaan audit
72. Rangkaian kegiatan membandingkan hasil/prestasi suatu kegiatan dengan standar,
rencana, atau norma yang telah ditetapkan, dan menentukan faktor-faktor yang
mempengaruhi keberhasilan atau kegagalan suatu kegiatan dalam mencapai tujuan,
disebut
a. Audit
b. Reviu
c. *Evaluasi
d. Pemantauan

73. Rekomendasi adalah usulan rencana perbaikan yang diberikan oleh auditor internal
untuk menutup gap antara kondisi dan kriteria. Materi rekomendasi harus dirancang
guna
a. Menyamakan kondisi yang ada dengan kriteria yang telah ditetapkan
b. Meningkatkan kinerja auditi dengan memperbaiki kondisi yang ada
c. *Memperbaiki kelemahan/menghilangkan penyebab
d. Menghilangkan akibat dari kelemahan yang ada

74. Risiko “Spesifikasi teknis tidak sesuai kebutuhan” akan ditangani dengan
pengendalian kunci “PPK menyusun spesifikasi teknis”, maka prosedur pengujian
yang akan dilaksanakan adalah
a. Lakukan wawancara dengan petugas ULP tentang evaluasi teknis yang
dilakukan ULP
b. *Lakukan evaluasi apakah spesifikasi yang disusun oleh PPK sesuai dengan
yang dibutuhkan
c. Lakukan pengamatan fisik barang yang dibeli
d. Bandingkan antara spesifikasi barang yang diterima dengan spesifikasi teknis
dalam SPK

75. Risk register atau daftar risiko merupakan sumber dalam penyusunan
a. Audit charter
b. Audit program
c. Laporan audit
d. *Audit universe

76. Salah satu tahapan audit investigatif adalah Pengumpulan dan Evaluasi bukti.
Pelaksanaan kegiatan ini harus difokuskan pada upaya pengujian hipotesis untuk
mengungkapkan\: fakta-fakta dan proses kejadian, pihak yang diduga terlibat atas
kerugian keuangan negara/daerah, serta
a. *Sebab dan dampak penyimpangan
b. Akibat dari proses kejadian
c. Modus operandi kejadian
d. Tindak lanjut dari kerugian keuangan negara/daerah

77. Setiap organisasi tentu mengalami berbagai tantangan, untuk menghadapinya


manajemen dapat meminta auditor untuk memberikan saran misalnya mengenai
“Membangun manajemen risiko”. Peran Internal Auditor seperti ini disebut
a. Training Role
b. Facilitative Role
c. *Advisory Role
d. Best Role

78. Suatu proses penilaian terhadap informasi, kondisi, operasi dan/atau pengendalian,
yang dilakukan secara obyektif oleh pihak yang kompeten dan independen merupakan
pengertian
a. Reviu
b. Evaluasi
c. Penilaian
d. *Audit

79. Suatu upaya untuk mengupas secara intensif suatu permasalahan melalui penjabaran,
penguraian, atau penelitian secara mendalam adalah pengertian salah satu teknik audit
yaitu
a. Verifikasi
b. *Investigasi
c. Evaluasi
d. Analisis

80. Teknik audit yang berupa penelaahan secara umum dan dilakukan dengan cepat tetapi
teliti untuk menemukan hal-hal yang tidak lazim atas suatu informasi/data disebut
a. *Scanning
b. Trasir
c. Vouching
d. Verifikasi

81. Teknik audit yang dilakukan dengan memecah/mengurai data/informasi ke dalam


unsur-unsur yang lebih kecil atau bagian-bagian sehingga dapat diketahui pola
hubungan antar unsur atau unsur penting tersembunyi, disebut
a. *Analisis
b. Observasi
c. Permintaan informasi
d. Uji/test

82. Tingkat risk maturity auditi dengan karakteristik kunci penerapan manajemen risiko
organisasi secara acak adalah
a. Risk Managed
b. *Risk Aware
c. Risk Defined
d. Risk Naïve

83. Tujuan kegiatan assurance adalah


a. Memberikan saran, pelatihan dan fasilitasi
b. Memberikan saran terkait aktivitas organisasi
c. Memberikan nilai tambah organisasi
d. *Memberikan penilaian independen dengan lingkup dan sifat kegiatan yang
ditentukan oleh auditor
84. Untuk keberhasilan pelaksanaan evaluasi, terlebih dahulu perlu didefinisikan
kepentingan pihak-pihak pengguna hasil evaluasi. Informasi yang dihasilkan dari
suatu evaluasi antara lain mencakup
a. Informasi untuk menindaklanjuti temuan hasil evaluasi
b. Informasi untuk melaksanakan rekomendasi yang telah dibuat
c. Informasi untuk meningkatkan efektivitas
d. *Informasi untuk membantu agar kegiatan tetap dalam alurnya

85. Untuk menjaga keamanan, konsistensi dan integritasnya maka peta audit sebaiknya
disimpan dalam bentuk
a. Soft copy
b. *Data base
c. Spreadsheet
d. Hard copy

86. Usulan rencana perbaikan yang diberikan oleh auditor internal untuk menutup gap
antara kondisi dan kriteria adalah pengertian
a. Temuan
b. Pemantauan
c. *Rekomendasi
d. Tindak lanjut

87. Area kedua dari tata kelola menurut The Institute of Internal Auditors (IIA)
digambarkan sebagai
a. Strategic Direction
b. Stakeholders
c. Board of Directors
d. *Governance Oversight

88. Asumsi, metode, dan sumber data yang digunakan merupakan salah satu dokumen
terkait dalam proses
a. *Mengidentifikasi risiko dan melakukan asesmen risiko
b. Memberi tanggapan dan perlakuan atas risiko
c. Menetapkan konteks
d. Memantau dan mengkaji ulang serta melakukan komunikasi dan konsultasi

89. Audit internal sebagai sumber yang obyektif dimana dapat memberikan value kepada
organisasi berupa saran-saran yang independen atas proses tata kelola, manajemen
risiko, dan pengendalian internal organisasi menurut IIA (The Institute of Internal
Auditors) merupakan elemen
a. Assurance
b. Insight
c. *Objectivity
d. Consulting

90. Beberapa opsi dalam penanganan risko antara lain adalah


a. Menolak risiko, menerima risiko, mengurangi kerugian risiko
b. Menghindari risiko, menerima risiko, mengurangi kerugian risiko
c. Menolak risiko, menerima risiko, membagi risiko
d. *Menghindari risiko, menerima risiko, mengurangi konsekuensi risiko

91. Berdasarkan perilaku organisasi, sejumlah risiko dalam organisasi yang akan diterima
dalam rangka pencapaian misi atau visi disebut sebagai
a. *Risk appetite
b. Risk taker
c. Risk avoidance
d. Risk tolerance

92. Berikut ini merupakan pengertian risiko menurut Badan Sertifikasi Manajemen Risiko
(2007) adalah
a. Suatu kejadian yang mungkin terjadi dan apabila terjadi akan memberikan
dampak negatif pada pencapaian tujuan organisasi
b. *Peluang terjadinya bencana, kerugian, atau hasil yang buruk
c. Kemungkinan terjadinya akibat buruk yang tidak diinginkan
d. Kemungkinan terjadinya akibat baik maupun buruk yang tidak diinginkan

93. Contoh hard control dari sub unsur lingkungan pengendalian kepemimpinan yang
kondusif adalah
a. Uraian tugas pokok dan fungsi masing-masing pegawai
b. Perekrutan pegawai dengan kualifikasi tertentu
c. Anggaran pengembangan kompetensi pegawai di dalam DIPA/DPA
d. *SOP penyusunan surat keputusan pimpinan

94. Contoh hard controls sub unsur stuktur organisasi atas unsur lingkungan pengendalian
adalah
a. Uraian tugas pokok dan fungsi masing-masing pegawai
b. Dokumen kode etik
c. Struktur organisasi yang mampu mempermudah identifikasi risiko
d. *Bagan struktur organisai

95. Contoh soft controls sub unsur pendelegasian wewenang dan tanggung jawab yang
tepat atas unsur lingkungan pengendalian adalah
a. *Tanggung jawab dan akuntabilitas dikomunikasikan dan dimengerti dengan
jelas
b. Perekrutan pegawai inspektorat yang bebas dari korupsi, kolusi, dan
nepotisme
c. Inspektorat yang berfungsi baik yang mampu mencegah penyimpangan
d. Para pegawai berperilaku sesuai dengan etika dan integritas yang tinggi

96. Control self assessment yang mewajibkan responden mengisi kuisioner yang
dirancang fasilitator tanpa menyebutkan nama, agar pengisian kuisioner dapat
dilakukan dengan jujur apa adanya dan selanjutnya hasil kuisioner tersebut digunakan
pimpinan dalam menilai pengendalian intern disebut metode
a. Reviu
b. Workshop
c. *Survei
d. Analisis manajemen
97. COSO merumuskan lima unsur utama pengendalian intern yang saling berkaitan.
Salah satu unsur utama tersebut antara lain
a. Identifikasi risiko
b. Analisis risiko
c. *Informasi dan komunikasi
d. Pengawasan

98. Dalam perilaku organisasi terhadap risiko, yang sering digunakan bergantian dengan
istilah ambang risiko atau limit risiko adalah
a. Risk avoidance
b. Risk appetite
c. *Risk tolerance
d. Risk taker

99. Dalam SPIP otorisasi atas transaksi dan kejadian yang penting merupakan salah satu
sub unsur dari unsur pengendalian intern yaitu
a. Lingkungan pengendalian
b. Penilaian risiko
c. *Kegiatan pengendalian
d. Informasi dan komunikasi

100. Dalam tahap manajemen risiko pada proses memantau dan mengkaji ulang serta
melakukan komunikasi dan konsultansi, maka dokumen terkait adalah
a. Kebijakan manajemen risiko
b. *Laporan status dan kemajuan serta rekomendasi penyempurnaan atau laporan
hasil monev
c. Asumsi, metode, dan sumber data yang digunakan
d. Matriks analisis risiko

101. Dalam tahap manajemen risiko pada proses pemberian tanggapan dan perlakuan atas
risiko, dokumen yang terkait adalah
a. Kriteria evaluasi risiko
b. Matriks analisis risiko
c. *Daftar rencana tindakan/mitigasi risiko
d. Catatan komunikasi dan konsultansi

102. Dari sudut pandang penetapan tujuan organisasi, suatu risiko yang berhubungan
dengan efektivitas dan efisiensi aktivitas operasi disebut
a. Risiko strategis
b. *Risiko operasional
c. Risiko pelaporan
d. Risiko ketaatan

103. Dari sudut pandang penetapan tujuan organisasi, terdapat risiko yang berhubungan
dengan keandalan dalam proses pengambilan keputusan, yaitu
a. Risiko strategis
b. Risiko operasional
c. *Risiko pelaporan
d. Risiko ketaatan
104. Definisi risiko menurut Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2008 tentang SPIP
adalah
a. Kemungkinan terjadinya sesuatu yang akan mempunyai dampak terhadap
tujuan
b. *Suatu kejadian yang mungkin terjadi dan apabila terjadi akan memberikan
dampak negatif pada pencapaian tujuan instansi pemerintah
c. Pengaruh ketidakpastian terhadap tujuan
d. Suatu kejadian yang mungkin terjadi dan memiliki probabilitas tinggi yang
dapat mempengaruhi pencapaian tujuan instansi pemerintah

105. Definisi Sistem Pengendalian Intern menurut Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun
2008 tentang SPIP adalah
a. Proses pengawasan terhadap tindakan dan kegiatan yang dilakukan secara
terus-menerus oleh pimpinan dan seluruh pegawai untuk memberikan
keyakinan yang memadai atas tercapainya tujuan organisasi melalui kegiatan
yang efektif dan efisien, keandalan pelaporan keuangan, pengamanan aset
Negara, dan ketaatan terhadap peraturan perundang-undangan
b. Proses pengawasan yang melekat yang dilakukan secara terus-menerus oleh
pimpinan dan seluruh pegawai untuk memberikan keyakinan yang memadai
atas tercapainya tujuan organisasi melalui kegiatan yang efektif dan efisien,
keandalan pelaporan keuangan, pengamanan aset Negara, dan ketaatan
terhadap peraturan yang berlaku
c. Proses yang berurutan dan menyeluruh yang dilakukan secara terus-menerus
oleh pimpinan dan seluruh pegawai untuk memberikan keyakinan yang
memadai atas tercapainya tujuan organisasi melalui kegiatan yang efektif dan
efisien, keandalan pelaporan keuangan, pengamanan aset Negara, dan ketaatan
terhadap peraturan perundang-undangan
d. *Proses yang integral terhadap tindakan dan kegiatan yang dilakukan secara
terus-menerus oleh pimpinan dan seluruh pegawai untuk memberikan
keyakinan yang memadai atas tercapainya tujuan organisasi melalui kegiatan
yang efektif dan efisien, keandalan pelaporan keuangan, pengamanan aset
Negara, dan ketaatan terhadap peraturan perundang-undangan

106. Di bawah ini yang merupakan salah satu konsep penting terkait penanganan risiko
yaitu
a. Mempertimbangkan tujuan organisasi
b. Proses penanganan risiko yang komprehensif
c. *Penanganan risiko diarahkan pada akar permasalahan dan bukan hanya gejala
permasalahan
d. Penanganan risiko diarahkan pada akibat yang mungkin timbul

107. Dinas PU Kabupaten FGD memiliki kegiatan yang cukup banyak dan sebagaian besar
terletak di wilayah yang sulit dijangkau. Sehingga sulit untuk mengumpulkan pegawai
bersama-sama dalam suatu pertemuan. Metode Control Self Assessment (CSA) yang
sebaiknya dipilih adalah
a. Analisis manajemen
b. Reviu
c. Workshop
d. *Survei

108. Elemen dalam manajemen risiko (menurut AS/NZS) yang bertujuan untuk
menentukan risiko mana yang ditindaklanjuti dengan penanganan dan risiko mana
saja yang hanya perlu pemantauan adalah
a. Penanganan risiko
b. *Evaluasi risiko
c. Analisis risiko
d. Monitoring dan Review

109. Identifikasi dan analisis perubahan yang signifikan, merupakan salah satu prinsip dari
komponen pengendalian intern COSO 2013, yaitu
a. Kegiatan pengendalian
b. Informasi dan komunikasi
c. Lingkungan pengendalian
d. *Penilaian risiko

110. Implementasi melalui kebijakan dan prosedur, merupakan salah satu prinsip dari
komponen pengendalian internal menurut COSO 2013, yaitu pada unsur
a. Lingkungan pengendalian
b. Penilaian risiko
c. *Kegiatan pengendalian
d. Pemantauan

111. Indonesia semula sangat mengandalkan batu bara sebagai sumber energi listrik, saat
ini telah memulai langkah baru dalam memberdayakan energi listrik terbarukan.
Tujuannya adalah mewujudkan ketahanan energi nasional dan upaya mengurangi
emisi karbon. Dalam hal ini Pemerintah telah menerapkan salah satu prinsip tata
kelola yang baik menurut BAPPENAS, yaitu
a. Komitmen dan pengurangan kesenjangan
b. *Komitmen pada lingkungan hidup
c. Komitmen pada ketahanan energi nasional
d. Komitmen pada energi terbarukan

112. Jika kemungkinan terjadinya risiko adalah sangat sering (skala 4) dan dampak yang
ditimbulkan rendah (skala 2), maka penghitungan risiko secara sederhana adalah
a. 1/2
b. 2
c. 4
d. *8

113. Kantor X melarang kantin di lantai basement menggunakan kompor untuk


memasak/memanaskan masakan. Dalam hal ini perilaku organisasi terhadap risiko,
adalah
a. Risk taker
b. Risk acceptable
c. Risk tolerance
d. *Risk avoider
114. Kegiatan audit intern harus mengevaluasi kecukupan dan efektivitas pengendalian
intern pemerintah dalam menanggapi risiko tata kelola auditi, operasi, dan sistem
informasi mengenai antara lain
a. Pengamanan visi dan misi organisasi
b. *Kepatuhan terhadap hukum, peraturan, kebijakan prosedur dan kontrak
c. Pengelolaan aset organisasi
d. Efektivitas setiap kegiatan

115. Kegiatan identifikasi risiko secara menyeluruh pada suatu organisasi/entitas akan
menghasilkan
a. Tingkat konsekuensi risiko
b. Peta risiko
c. *Daftar/register risiko
d. Level risiko

116. Kegiatan menyiapkan alat pemadam kebakaran, sehingga apabila terjadi kebakaran
dapat digunakan untuk mengurangi dampaknya. Hal tersebut merupakan contoh
kegiatan pengendalian yang disebut
a. Prevention
b. Detection
c. Impact
d. *Mitigation

117. Kegiatan untuk melihat dampak dengan mengisolasi efek dari suatu intervensi, dan
memerlukan data dan metodologi yang komplek serta memerlukan baseline sebagai
acuan dan melakukan perencanaan sejak awal seperti menetapkan tujuan, metodologi,
jadwal, dan pembiayaan, disebut sebagai
a. Pemantauan
b. Reviu
c. Audit
d. *Evaluasi

118. Kewenangan politik, ekonomi, dan administratif untuk mengelola kepentingan


nasional pada berbagai tingkatan, adalah definisi governance menurut
a. Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (BAPPENAS)
b. *United Nation Development Program (UNDP)
c. Asosiasi Auditor Intern Pemerintah Indonesia (AAIPI)
d. The Institute of Internal Auditors (IIA)

119. Lima komponen utama pengendalian internal yang saling berkaitan adalah
a. Lingkungan pengendalian, Penilaian risiko, Aktivitas pengendalian,
Penanganan risiko, Pemantauan
b. Lingkungan pengendalian, Penilaian risiko, Penanganan risiko, Informasi dan
komunikasi, Pemantauan
c. *Lingkungan pengendalian, Penilaian risiko, Aktivitas pengendalian,
Informasi dan komunikasi, Pemantauan
d. Lingkungan pengendalian, Penilaian risiko, Aktivitas pengendalian dan
penanganan risiko, Informasi dan komunikasi, Pemantauan
120. Maksud dan tujuan dilakukannya evaluasi penerapan manajemen risiko antara lain
untuk
a. *Mengetahui tingkat kematangan manajemen risiko (risk maturity level)
organisasi
b. Mengetahui adanya kejadian atau peristiwa yang mungkin terjadi
c. Mengetahui adanya dampak
d. Mengetahhui adanya probabilitas/kemungkinan kejadian

121. Manajemen Kantor TTS telah mengasuransikan seluruh gedung kantor dan kendaraan
dinas. Penanganan risiko yang dilakukan manajemen Kantor TTS adalah
a. Menghindari risiko
b. Menerima risiko
c. Mengurangi konsekuensi risiko
d. *Membagi risiko

122. Manajemen risiko dilaksanakan secara terus menerus dan dimonitor secara berkala.
Hal tersebut merupakan penjelasan definisi manajemen risiko berdasarkan kata kunci
a. Applied in strategy setting
b. Applied across enterprise
c. Designed to identify potential event
d. *On going process

123. Melakukan evaluasi berkelanjutan dan/atau terpisah, merupakan salah satu prinsip
dari komponen pengendalian intern COSO 2013, yaitu
a. *Pemantauan
b. Lingkungan pengendalian
c. Penilaian risiko
d. Kegiatan pengendalian

124. Mengetahui adanya penyimpangan atau perbedaan antara harapan dengan kenyataan
atas proses manajemen risiko, merupakan salah satu tujuan
a. Penyiapan opsi penanganan risiko
b. Implementasi penanganan risiko
c. *Monitoring dan review
d. Penilaian risiko residual

125. Menurut COSO Internal Control Integrated Framework 2013, komitmen terhadap
kompetensi merupakan salah satu prinsip dari unsur
a. *Lingkungan pengendalian
b. Penilaian Risiko
c. Kegiatan pengendalian
d. Pemantauan

126. Menurut Institute of Internal Auditor (IIA), audit internal harus memberikan value
bagi stakeholders. Tiga elemen penting dari value yang diberikan audit internal bagi
organisasi adalah
a. *Assurance, Insight, dan objectivity
b. Govermance, Risk, dan Control
c. Catalyst, Analisis, dan Assessment
d. Integrity, Accuntability, dan Independence
127. Menurut PP 60, Pimpinan instansi pemerintah wajib menyelenggarakan kegiatan
pengendalian. Pernyataan yang benar mengenai kegiatan pengendalian adalah
a. Kegiatan pengendalian hanya terdiri atas dua unsur yaitu pembinaan sumber
daya manusia dan pengendalian fisik atas aset
b. Dalam mengembangkan kegiatan pengendalian, instansi pemerintah harus
mengutamakan pengendalian yang bersifat detektif daripada preventif
c. Kegiatan pengendalian hanya dilakukan pada unit kerja yang penting, misal
unit kerja pengelola keuangan
d. *Penetapan kegiatan pengendalian harus didasarkan pada hasil penilaian risiko
dan mempertimbangkan kecukupan kegiatan pengendalian

128. Metode Control Self Assessment (CSA) berupa pertemuan yang difasilitasi oleh
fasilitator untuk menilai risiko terkait dengan tujuan yang akan dicapai, disebut
a. *Workshop
b. Survei
c. Analisis manajemen
d. Reviu

129. Opsi penanganan risiko yang memutuskan untuk tidak melakukan langkah mitigasi
risiko, adalah
a. *Menerima risiko
b. Membagi risiko
c. Mengurangi konsekuensi risiko
d. Mengurangi frekuensi risiko

130. Pada proses menetapkan konteks dalam manajemen risiko, dokumentasi terkait antara
lain, adalah
a. *Kriteria evaluasi risiko
b. Matriks analisis risko
c. Daftar hasil pemantauan risiko
d. Daftar rencana tindakan

131. Pemantauan berkelanjutan dalam pengendalian intern dapat diselenggarakan antara


lain melalui
a. Pengujian efektivitas pengendalian intern
b. Reviu
c. *Supervisi
d. Penilaian sendiri

132. Pemantauan dilakukan atas seluruh kegiatan di bawah kendalinya guna memastikan
bahwa seluruh pegawai yang ada di bawah kendalinya telah melaksanakan tanggung
jawabnya masing-masing. Pemantauan tersebut berada pada tingkat
a. Pegawai
b. *Penyelia
c. Manajer
d. Pimpinan eksekutif
133. Pemantauan pengendalian intern melalui kegiatan pengelolaan rutin, supervisi,
pembandingan, rekonsiliasi merupakan pemantauan dalam bentuk
a. *Pemantauan berkelanjutan
b. Evaluasi terpisah
c. Tindak lanjut rekomendasi hasil audit dan reviu lannya
d. Pemantuan sesaat

134. Pemantauan yang fokus untuk mengetahui bahwa pekerjaan dilaksanakan


sebagaimana mestinya, merupakan pemantauan pada tingkat
a. Manajer
b. Pimpinan eksekutif
c. *Pegawai
d. Penyelia

135. Pemerintah berupaya untuk tidak campur tangan dalam kegiatan ekonomi. Campur
tangan yang berlebihan dalam kegiatan ekonomi seringkali membebani anggaran
belanja dan bahkan dapat merusak pasar. Dalam hal ini Pemerintah telah menerapkan
salah satu prinsip tata kelola yang baik menurut BAPPENAS, yaitu
a. Komitmen dan pengurangan kesenjangan
b. *Komitmen pasar yang fair
c. Kefisienan dan keefektifan
d. Profesionalisme dan kompetensi

136. Pemerintah Kota ABC, telah menerapkan pelayanan satu atap untuk semua bentuk
perijinan dan waktu pelayanan maksimal satu hari bila persyaratan telah lengkap.
Dalam hal ini Pemerintah Kota ABC telah menerapkan salah satu prinsip tata kelola
yang baik menurut UNDP, yaitu
a. Participation
b. Rule of law
c. Transparency
d. *Responsiveness

137. Pemerintah Pusat telah mendelegasikan tugas dan kewenangan pusat kepada semua
tingkatan pemerintahan, sehingga dapat mempercepat proses pengambilan keputusan,
serta memberikan keleluasaan yang cukup untuk mengelola pelayanan publik dan
menyukseskan pembangunan di pusat dan daerah. Dalam hal ini Pemerintah telah
menerapkan salah satu prinsip tata kelola yang baik menurut BAPPENAS, yaitu
a. *Desentralisasi
b. Sentralisasi
c. Participation
d. Democrazy

138. Penentuan parameter internal dan eksternal, lingkup kerja, dan kriteria risiko, pada
proses manajemen risiko berada pada tahap
a. Identifikasi risiko
b. Analisis risiko
c. *Penetapan konteks
d. Penanganan risiko
139. Pengendalian intern dapat mencakup pengendalian yang berupa tindakan untuk
mengatasi penyimpangan yang sudah terjadi, hal ini disebut pengendalian yang
bersifat
a. Preventif
b. *Detektif
c. Refresif
d. Reaktif

140. Pengendalian yang berkaitan dengan lingkungan organisasi dan didesain secara
langsung untuk memitigasi risiko yang mungkin terjadi pada tingkat organisasi,
merupakan pengendalian tingkat
a. Transaksi
b. Proses
c. *Entitas
d. Pusat

141. Penilaian secara periodik atas kinerja organisasi dibandingkan dengan standar
pengukuran yang ada atau yang telah disepakati, merupakan pengertian
a. Analisis risiko
b. *Evaluasi terpisah
c. Evaluasi risiko
d. Penilaian risiko

142. Peran audit intern yang mencakup tanggung jawab untuk mengevaluasi dan
mengembangkan proses tata kelola sektor publik merupakan bagian dari fungsi
a. Watchdog
b. Consultant
c. Catalyst
d. *Assurance

143. Perumusan kebijakan pembangunan di Pemerintah Kota ABC didasarkan pada


keputusan yang dilakukan oleh Pemerintah Kota ABC dan DPRD Kota ABC. Hal
tersebut merupakan salah satu pencerminan pelaksanaan prinsip tata kelola sektor
publik, yaitu
a. Tanggung gugat
b. Keterbukaan dan transparansi
c. *Demokrasi
d. Daya tanggap

144. Perwujudan peran aparat pengawasan intern pemerintah yang efektif merupakan salah
satu sub unsur
a. *Control environment (lingkungan pengendalian)
b. Risk assessment (penilaian risiko)
c. Control activities (aktivitas pengendalian)
d. Monitoring (pemantauan)

145. Polisi ungkap kasus pemalsuan air galon merk X di kota ABC. Pelaku mengisi galon
dengan air tanah dan menyegelnya dengan tutup galon merk X. Pelaku bisa menjual
30 galon per hari ke warung-warung kecil dengan harga Rp15.000/galon. Usahanya
tersebut sudah dilakukan selama dua tahun.\nKesimpulan atas uraian tersebut adalah
a. Kejadian tersebut adalah kemungkinan
b. Kejadian tersebut tidak mengandung unsur kerugian
c. Kejadian tersebut merupakan suatu risiko
d. *Kejadian tersebut bukan merupakan suatu risiko

146. Prinsip dari komponen pengendalian internal menurut COSO 2013 di bawah ini yang
merupakan salah satu bagian dari unsur penilaian risiko adalah
a. Menegakkan akuntabilitas
b. *Menentukan tujuan yang sesuai
c. Menggunakan informasi yang relevan
d. Menunjukkan komitmen terhadap kompetensi

147. Prinsip fungsi pengendalian internal bertujuan untuk\#:Prinsip fungsi pengendalian


internal bertujuan untuk
a. Mengidentifikasi adanya kelemahan atas rencana yang telah ditetapkan dan
pelaksanaan kegiatannya
b. *Mengidentifikasi terjadinya deviasi atau penyimpangan atas pelaksanaan
kegiatan dibandingkan dengan rencana yang telah ditetapkan
c. Mengidentifikasi setiap penyimpangan untuk selanjutnya memberikan saran
perbaikan terhadap penyimpangan yang terjadi
d. Mengidentifikasi terjadinya deviasi secara dini sehingga dapat segera
dilakukan koreksi terhadap pelaksanaan kegiatan yang sedang berlangsung

148. Prinsip good governance yang dikemukakan oleh UNDP yang berkaitan dengan
proses pemerintahan dan lembaga yang membuahkan hasil sesuai kebutuhan warga
masyarakat dan dengan sumber - sumber daya yang ada seoptimal mungkin termasuk
dalam prinsip
a. Transparency
b. Responsiveness
c. *Effectiveness and efficiency
d. Acccountability

149. Prinsip tata kelola sektor publik menurut BAPPENAS yang menyatakan bahwa
instansi pemerintah dan para aparaturnya harus mempertanggungjawabkan
pelaksanaan kewenangan yang diberikan sesuai dengan tugas dan fungsinya, adalah
a. Daya tanggap
b. Partisipasi masyarakat
c. *Tanggung gugat
d. Keefisienan dan kefektifan

150. Prinsip tata kelola yang baik menurut UNDP yang menyatakan bahwa seluruh proses
pemerintahan, lembaga-lembaga, dan informasi perlu dapat diakses oleh pihak-pihak
yang berkepentingan, dan informasi yang tersedia harus memadai agar dapat
dimengerti dan dipantau adalah
a. Participation
b. *Transparency
c. Responsiveness
d. Accountability
151. Prosedur penilaian yang secara diskriptif dimaksudkan untuk mengidentifikasi
dan/atau mengukur pengaruh dari kegiatan yang sedang berjalan (on-going) tanpa
mempertanyakan hubungan kausalitas, disebut
a. Evaluasi
b. Audit
c. *Pemantauan
d. Analisis

152. Proses manajemen risiko adalah sebagai berikut


a. *Penetapan konteks -> Identifikasi risiko -> Analisis risiko -> Evaluasi risiko -
> Penanganan risiko -> Monitor dan reviu -> Komunikasi dan konsultasi
b. Penetapan tujuan -> Identifikasi risiko -> Analisis risiko -> Evaluasi risiko ->
Penanganan risiko -> Monitor dan reviu -> Komunikasi dan konsultasi
c. Penetapan konteks -> Analisis risiko -> Identifikasi risiko -> Evaluasi risiko -
> Penanganan risiko -> Monitor dan reviu -> Komunikasi dan konsultasi
d. Penetapan konteks -> Identifikasi risiko -> Analisis risiko -> Evaluasi risiko -
> Penanganan risiko -> Komunikasi dan konsultasi -> Monitor dan reviu

153. Proses yang diselenggarakan oleh manajemen untuk memahami dan mengelola
ketidakpastian yang dapat memengaruhi kemampuan organisasi dalam mencapai
tujuan, disebut
a. Tata kelola
b. *Manajemen risiko
c. Pengendalian internal
d. Prosedur pengendalian

154. Risiko residual adalah


a. Risiko yang tidak teridentifikasi atau timbul setelah opsi penanganan risiko
diputuskan dan rencana penanganan risiko diimplementasikan
b. Risiko yang tidak termasuk dalam daftar/register risiko setelah opsi
penanganan risiko diputuskan dan rencana penanganan risiko
diimplementasikan
c. Risiko yang telah teridentifikasi namun tidak dimasukkan ke dalam
daftar/register risiko karena dapat ditolerir dampaknya oleh manajemen
d. *Risiko yang tetap ada setelah opsi penanganan risiko diputuskan dan rencana
penanganan risiko telah diimplementasikan

155. Risiko yang dikelola dengan tepat dan wajar akan menyediakan jaminan bahwa
kegiatan dan pelayanan oleh organisasi dapat berlangsung secara optimal, merupakan
salah satu kata-kata kunci manajemen risiko, yaitu
a. On going process
b. Applied in strategy setting
c. Design to identify potential events
d. *Provide reasonable assurance

156. Risiko yang tetap ada setelah opsi penanganan risiko diputuskan dan rencana
penanganan risiko telah diimplementasikan disebut
a. Risiko inheren
b. *Risiko residual
c. Risiko intern
d. Risiko ekstern

157. Salah satu elemen dalam manajemen risiko yang bertujuan untuk mengetahui profil
dan peta dari risiko - risiko yang ada dalam suatu organisasi adalah
a. Identifikasi risiko
b. *Analisis risiko
c. Evaluasi risiko
d. Penanganan risiko

158. Salah satu kata kunci manajemen risiko yang artinya manajemen risiko ditentukan
oleh pihak-pihak yang berada di lingkungan organisasi, adalah
a. Applied in Strategy Setting
b. Designed to identify potential events
c. Applied across the enterprise
d. *Effected by People

159. Seorang pimpinan suatu organisasi yang meningkatkan laporan kegiatan/kinerja


organisasi untuk menutupi terjadinya ketidaktepatan dalam pencapaian target,
merupakan kegagalan dalam sistem pengendalian intern berupa
a. Pertimbangan yang kurang matang
b. Kegagalan menterjemahkan suatu perintah
c. *Pengabaian manajemen
d. Kolusi

160. Setiap pemangku kepentingan memiliki harapan yang berbeda-beda terhadap


organisasi. Efisiensi pemanfaatan aset adalah salah satu contoh tipe outcomes
a. Financial
b. Compliance
c. *Operations
d. Strategic

161. Setiap pemangku kepentingan memiliki harapan yang berbeda-beda terhadap


organisasi, maka yang harus dipertimbangan oleh manajemen salah satunya adalah
strategic, yaitu dipergunakan dalam hal
a. Aturan perilaku, kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan
b. Pencapaian tujuan, efisiensi pemanfaatan aset, pengelolaan informasi
c. *Reputasi organisasi, keberlangsungan organisasi, moral pegawai, dan
kepuasan pelanggan/masyarakat
d. Pengungkapan yang transparan, kelemahan material, penyerapan anggaran

162. Sistem pengeluaran kas memberi tanda (flag) terhadap duplikasi pembayaran,
merupakan contoh penerapan
a. Pengendalian preventif
b. Pengendalian detektif
c. *Pengendalian korektif
d. Pengendalian direktif
163. Suatu informasi dikatakan sebagai informasi yang tepat waktu apabila\#:Suatu
informasi dikatakan sebagai informasi yang tepat waktu apabila
a. Informasi telah tersedia dan tersusun rapi
b. *Informasi tersedia ketika diperlukan
c. Informasi yang terkini telah tersedia
d. Informasi dapat diperoleh dengan mudah

164. Suatu kondisi dimana risiko sesuai prioritas tidak memiliki pengendalian atau
pengendalian yang ada tidak mencukupi untuk membawa risiko kepada tingkat
residual risk yang berada dalam tingkat selera risiko manajemen adalah
a. Penilaian diri sendiri/CSA (Control Self Assessment)
b. RTP (Rencana Tindak Pengendalian)
c. *Celah pengendalian
d. Pemantauan pengendalian intern

165. Tahap dalam manajemen risiko yang menetapkan apa, di mana, kapan, mengapa, dan
bagaimana sesuatu dapat terjadi, sehingga dapat berdampak negatif terhadap
pencapaian tujuan adalah
a. Penetapan konteks
b. Analisis risiko
c. Evaluasi risiko
d. *Identifikasi risiko

166. Tanggung jawab dan akuntabilitas dikomunikasikan dan dimengerti dengan jelas,
merupakan contoh soft control dari sub unsur lingkungan pengendalian
a. Integritas dan nilai etika
b. Kepemimpinan yang kondusif
c. *Pendelegasian wewenang dan tanggung jawab yang tepat
d. Peran APIP yang efektif

167. Terdapat beberapa formulir dalam penanganan risiko, diantaranya formulir


monitoring risiko yang memuat antara lain
a. *Risiko, tren risiko, risiko residual aktual, risiko residual yang diharapkan,
kesenjangan, langkah korektif dan rekomendasi
b. Prioritas risiko, nomor risiko, rencana mitigasi risiko, level risiko residual
harapan setelah mitigasi risiko, realisasi mitigasi risiko
c. Risiko, tren risiko, residual aktual, level risiko residual harapan setelah
mitigasi risiko, realisasi mitigasi risiko
d. Prioritas risiko, nomor risiko, rencana mitigasi risiko, risiko residual yang
diharapkan, kesenjangan, langkah korektif dan rekomendasi[BK I/ Bab II hal
44]

168. Tipe outcomes yang harus dipertimbangkan oleh manajemen, seperti pengungkapan
yang transparan, kelemahan material, penyerapan anggaran, dikelompokkan kedalam
a. Compliance
b. Operations
c. *Financial
d. Strategic
169. Tujuh tahapan proses komunikasi menurut Stephen P. Robbins meliputi
a. Komunikator, pesan, encoding, saluran, decoding, komunikan, dan umpan
balik
b. Komunikator, encoding, decoding, pesan, saluran, komunikan, dan umpan
balik
c. *Komunikator, encoding, pesan, saluran, decoding, komunikan, dan umpan
balik
d. Komunikator, umpan balik, komunikan, encoding, pesan, saluran, dan
decoding

170. Unsur kegiatan pengendalian yang dilakukan sesuai dengan ukuran, kompleksitas,
serta sifat dari tugas dan fungsi instansi pemerintah memiliki beberapa sub unsur,
antara lain
a. Pembentukan struktur organisasi yang sesuai dengan kebutuhan
b. *Dokumentasi yang baik atas Sistem Pengendalian Intern serta transaksi dan
kejadian penting
c. Manajemen sistem informasi
d. Pemantauan berkelanjutan

171. Verifikasi fisik atas aset merupakan salah satu contoh pengendalian pada tingkat\:{
a. Pusat
b. Transaksi
c. *Proses
d. Entitas

Anda mungkin juga menyukai