Proses Audit Internal dan Manajemen Risiko
Proses Audit Internal dan Manajemen Risiko
3. Lingkup tertentu penugasan adalah batasan hal-hal yang bakan diuji. Bataan tersebut
dapat berupa proses tertentu, tingkatan tertentu, periode waktu dan/atau memeriukan
wilayah. Keputusan dari pimpinan instansi dalam menentukan lingkup penugasan
a. Kebijakan tertulis
b. Kebijakan lisan
c. Professional judgement
d. Risk maturity
4. Dalam kondisi organisasi berada pada level risk aware dan risk naive, maka auditor
dalam proses pemahaman dan penerapan manajemen risiko bagi organisasi bertindak
sebagai:
a. Auditor
b. Konsultan
c. Evaluator
d. Quality assurance
5. Auditor harus melibatkan manajemen dalam proses identifikasi dan penilaian risiko.
Hal ini dilakukan untuk.
a. Meminta masukan manajemen dalam pelaksanaan kegiatan sehari-hari
b. Melihat bussiness process yang dilaksanakan oleh manajemen
c. Memberikan pemahaman kepada manajemen bahwa manajemen risiko
sangat diperlukan dalam pelaksanaan kegiatan
d. Menghindari kesalahpahaman pihak manajemen yang menganggap bahwa
auditor internal yang bertanggung jawab terhadap pengelolaan (manajemen)
risiko organisasi
6. Proses menetapkan apa, dimana, kapan, mengapa, dan bagaimana sesuatu risiko dapat
terjadi. sebelum risiko timbul dan berdampak negatif terhadap pencapian tujuan,
disebut
a. Identifikasi risiko
b. Analisis risiko
c. Pengendalian risiko
d. Penetapan risiko
9. Sejumlah (sekumpulan) risiko dalam entitas yang akan diterima dalam rangka
pencapaian tujuan organisasi, disebut:
a. Risk response
b. Inherent risk
c. Risk appetite
d. Residual risk
10. Urutan langkah yang ditempuh, oleh auditor dalam, rangka memperolen bukti dengan
menggunakan berbagai teknis audit. Disebut
a. Langkah audit
b. Program audit
c. Cara audit
d. Prosedur audit
11. Pengujian secara rinci dan teliti tentang kebenaran, ketelitian, perhitungan, kesahihan,
pembukuan, pemilikan dan eksistensi suatu dokumen, disebut,
a. Cek
b. Uj/test
c. Verifikasi
d. Evaluasi
14. Penyusunan KKA memungkinkan dilakukannya reviu oleh rekan sejawat (peer reviu)
atau lembaga yang berwenang. juga sebagai pertanggungjawaban auditor bahwa audit
telah dilaksanakan sesuai dengan:
a. Ketentuan yang berlaku
b. Program Kerja Audit yang telah disusun
c. Prosedur Audit
d. Standar Audit
15. Rekomendasi adalah usulan rencana perbaikan yang diberikan oleh auditor internal
untuk menutup gap antara kondisi dan kriteria. Materi rekomendasi harus dirancang
guna:
a. Memperbaiki kondisi sesuai dengan kriteria
b. Memperbaiki kelemahan (menghilangkan penyebab)
c. Melaksanakan tindak lanjut atas rekomendasi yang dibuat
d. Meminimalkan kondisi yang tidak sesuai dengan kriteria
17. Laporan hasil penugasan hendaknya bermanfaat bagi auditi serta membawa ke arah
“perbaikan", berarti laporan ini telah memenuhi syarat kualitas komunikasi yang baik,
yaitu:
a. Objektif
b. Konstruktif
c. Lengkap
d. Jelas
18. Proses penugasan assurance tidak berakhir saat penugasan selesai. Setiap institusi
auditor internal harus mengembangkan:
a. Sistem Pengelolaan PKA untuk penugasan berikutnya
b. Sistem Pengelolaan KKA atas penugasan assurance
c. Sistem monitoring tindak lanjut hasil penugasan
d. Sistem monitoring hasil penugasan assurance
19. Beberapa alasan mengapa auditor internal harus memberi perhatian lebih pada
pemanfaatan teknologi informasi organisasi, salah satu diantaranya adalah:
a. Pengambilan keputusan dengan data yang ada
b. Penggunaan komputer yang efektif
c. Adanya risiko kehilangan dan kebocoran data
d. Murahnya nilai investasi Teknologi Informasi
20. Evaluasi efisiensi pengendalian yang ada" adalah salah satu prosedur yang
dilaksanakan dalam
a. Perencanaan penugasan konsultansi
b. Pelaksanaan penugasan konsultansi
c. Komunikasi dan tindak lanjut
d. Pelaporan penugasan konsultansi
21. Layanan konsultansi bertujuan untuk memberi nilai tambah dan meningkalkan tata
kelola, manajemen risiko, dan:
a. Pengelolaan keuangan
b. Pengelolaan aset daerah
c. Pengendalian organisasi
d. Pengamanan harta perusahaan
22. Peran auditor internal sebagai konsultan diharapkan dapat memberikan manfaat
berupa nasehat (advice) da!am pengelolaan sumber daya (resources) organisasi,
sehingga dapat membantu tugas para pimpinan pada tingkat:
a. Top management
b. Middle management
c. Pelaksana
d. Operasional
24. Tingkatan sejauh mana manajemen risiko telah diadopsi dan diterapkan di seluruh
organisasi untuk mengidentifikasi, menganalisis, menentukan response risiko dan
melaporkan peluang/ancaman yang dapat memengaruhi pencapaian tujuan organisasi,
disebut:
a. Risk Naive Level
b. Risk Maturity Level
c. Risk Managed Level
d. Risk Enabled Level
27. Dalam penilaian efektivitas kegiatan, pernyataan jaminan memadai dan diberikan
dalam bentuk "Dari hasil evaluasi yang telah dilakukan, tidak ditemukan bukti bahwa
pelaksanaan tugas dan fungsi Saker XYZ dilaksanakan dengan efektif", adalah contoh
dari:
a. Positive assurance
b. Negative assurance
c. Reasonable assurance
d. Assurance lain
28. Kegiatan konsultansi bersifat memberikan saran kepada manajemen. Kegiatan dapat
dilakukan dalam bentuk kajian dan penyampaian rekomendasi, disebut sebagai:
a. Advisory Role
b. Training Role
c. Facilitative Role
d. Assurance Role
30. Dalam penilaian efektivitas kegiatan, pernyataan jaminan memadai dan diberikan
dalam bentuk "Dari hasil evaluasi yang telah dilakukan, tidak ditemukan bukti bahwa
pelaksanaan tugas dan fungsi Saker XYZ dilaksanakan dengan efektif", adalah contoh
dari:
a. Positive assurance
b. Negative assurance
c. Reasonable assurance
d. Assurance lain
31. Kegiatan konsultansi bersifat memberikan saran kepada manajemen. Kegiatan dapat
dilakukan dalam bentuk kajian dan penyampaian rekomendasi, disebut sebagai:
a. Advisory Role
b. Training Role
c. Facilitative Role
d. Assurance Role
Audit Internal 2
1. Panitia Penerima Hasil Pekerjaan (PPHP) lalai dalam melaksanakan tugasnya karena
menerima hasil pengadaan barang tanpa melalui proses pengujian.
Kalimat temuan tersebut di atas merupakan pernyataan:
a. Kriteria
b. Kondisi
c. Rekomendasi
d. Sebab
3. Dari hasil audit pengadaan 300 set komputer senilai Rp3.000.000.000,00 pada Satuan
Kerja ABC, diketahui dari 300 set komputer yang diterima, terdapat 100 set komputer
yang spesifkasi barang tidak sesuai dengan spesifikasi dalam kontrak. Spesifikasi 100 set
komputer yang dierima adalah Intel Core 15 2310-2.3Ghz, RAM 8 GB, HDD 2TB,
DVD/RW, VGA AMD Rodeon-2GB, Windows 8 Pro, Monitor 21.5":
Kalimat temuan tersebut di atas merupakan pernyataan:
a. Kriteria
b. Sebab
c. Akibat
d. Kondisi
4. Laporan hasil penugasan hendaknya bermanfaat bagi auditi untuk membangun serta
membawa ke arah perbaikan, atau dengan kata lain laporan harus:
a. Konstruktif
b. Obyektif
c. Akurat
d. Jelas
5. Pernyataan yang benar terkait dengan monitoring tindak lanjut adalah
a. Pemantauan atas pelaksanaan tindak lanjut merupakan kewajiban manajemen
b. Tanggapan auditi diterima dan dievaluasi setelah waktu audit berakhir
c. Pemantauan tindak lanjut hasil harus dilakukan agar auditi memahami dan
memperbaiki kelemahan dan kesalahan yang ada sehingga mampu meningkatkan
kinerja organisasinya
d. Kewajban untuk melaksanakan tindak lanjut berada pada pihak auditor
8. Contoh kegiatan konsultansi yang bersifat fasilitatif antara lain berlaku sebagai:
a. Perantara (liaison) dalam isu-isu pengendalian antara manajemen dengan auditor
ekstern, rekanan, dan kontraktor
b. Post mortem analisis yaitu mencarikan pekerjaan yang dapat diambil dari suatu
kegiatan setelah kegiatan tersebut diselesaikan
c. Pelatihan manajemen risiko dan pengendalian intern
d. Memberi saran atas rancangan pengendalian
10. Program aplikasi Audit Command Language (ACL) dan Interactive Data Extraction
and Analysis (IDEA), dapat membantu auditor antara lain dalam hal:
a. Menyusun laporan
b. Mencari transaksi sejenis
c. Penginputan data, pemrósesan data, dan analisa data
d. Mencari transaksi sesuai kriteria yang ditentukan dari ribuan transaksi yang ada
11. Pengawasan intern adalah seluruh proses kegiatan audit, reviu, pemantauan, evaluasi,
dan kegiatan pengawasan lainnya berupa asistensi, sosialisasi dan konsultansi terhadap
penyelenggaraan tugas dan fungsi organisasi dalam rangka memberikan keyakinan
yang memadai bahwa kegiatan telah dilaksanakan sesuai dengan tolok ukur yang telah
ditetapkan secara efektifdan efisien untuk kepentingan pimpinan dalam mewujudkan
kepemerintahan yang baik.
Definisi pengawasan intern tersebut menurut:
a. American Accounting Association (AAA)
b. Ikatan Akuntan Indonesia (IAI)
c. Sawyer (2005: 10)
d. Standar Audit Aparat Pengawasan Intern Pemerintah
12. Jika organisasi belum menerapkan manajemen risiko secara formal, maka pendekatan
Internal audit yang di gunakan adalah
a. Menfasiltasi penyempurnaan manajemen risiko,
b. Audit memanfaatkan hasil penilaian risiko yang dilakukan manajemen
c. Auditor melakukan penilaian risiko dengan keterlibatan manajemen
d. Penekanan audit pada proses manajemen risiko
13. Pada tahun 1990-an, peran auditor yang semula sebagai watchdog atau konsultan
berkembang menjadi katalis. Sehingga proses, fokus dan Impact sebagai katalis
menjadi sebagai berikut:
a. Audit Operasional, Penggunaan Sumber Daya, dan Jangka Menengah
b. Assurance, Nilai dan Jangka Panjang
c. Audit Kepatuhan, Adanya variasi, dan Jangka Pendek
d. Assurance, Penggunaan Sumber Daya, Jangka Pendek
14. Lingkup penugasan audit internal yang disusun AAIPI adalah assurance dan consulting.
Berikut ini yang merupakan penugasan consulting adalah
a. Audit, reviu, pemantauan
b. Audit Keuangan, Audit Kinerja, dan Audit Tujuan Tertentu
c. Advisory, Fasilitative, dan Training
d. Reviu Laporan Keuangan, Audit Operasional, dan Audit Investigatif
15. Pernyataan berikut yang merupakan perbedaan Assurance dan Konsultansi adalah:
a. Assurance dilakukan melalui kegiatan pemberian saran perbaikan governance, risk
management, dan control. Sedangkan konsultansi dilakukan melalui pemeriksaan
bukti-bukti yang bertujuan menilai govemance, risk management, dan control
b. Konsultansi melibatkan tiga pihak (manajemen/auditi, auditor internal, dan pihak
ke tiga yang memanfaatkan assurance). Sedangkan assurance hanya melibatkan
dua pihak (manajemen, dan auditor internal)
c. Assurance bertujuan memberikan penilaian independen, sedangkan konsultani
bertujuan memberikan saran, pelatihan dan fasilitasi
d. Lingkup dan sifat kegiatan assurance tidak terbatas, sedangkan lingkup dar sift
kegiatan konsultansi terbatas
16. Organisasi telah mengintegrasikan manajemen risiko dan internal control merupakan
karakteristik kunci risk maturity pada tingkat:
a. Risk Managed
b. Risk Defined
c. Risk Naive
d. Risk Enabled
17. Secara umum penugasan konsultasi terdiri atas beberapa tahap sebagai berikut
a. Perencanaan, Pelaksanaan, pelaporan
b. Pra Perencanaan (survei), Perencanaan, Pelaksanaan, pelaporan
c. Perencanaan, Pelaksanaan, pelaporan, evaluasi
d. Perencanaan, Pelaksanaan, pelaporan, evaluasi ndan Tindak lanjut
18. Identifikasi dan penilaian resiko dalam penugasan assurance merupakan tahap
a. Pelaksanaan
b. Evaluasi
c. Pra Perencanaan
d. Perencanaan
20. Proses penelahaan atas penyelenggaraan akuntansi dan penyajian laporan keuangan
kementerian/lembaga/pemerintah daerah (K/L/D) yang dilakukan oleh Aparat
Pengawas Intern Pemerintah (APJP) yang kompeten untuk memberikan berdasarkan
sistem keyakinan terbatas bahwa akuntansi telah diselenggarakan akuntansi dan telah
disajikan sesuai dengan Standar Akuntansi Pemerintah merupakan;
a. Audit Keuangan
b. Audit Akuntansi
c. Reviu Laporan Keuangan
d. Monitoring Laporan Keuangan
24. Jika pernyataan risikonya adalah "spesifikasi teknis tidak sesuai kebutuhan", maka
pengendalian yang lemah antara lain adalah:
a. Jumlah barang diatur dalam dokumen pengadaan
b. Panitia Penerima Hasil Pekerjaan (PPHP) menerima barang dibandingkan dengan
kontrak
c. Kualifikasi penyedia diatur dalam dokumen lelang
d. Jumlah barang dimuat dalam kontrak
25. Dalam merencanakan penugasan auditor harus memahami auditi. Pemahaman tujuan
auditi secara umum dapat diperoleh auditor dari data:
a. Rencana Strategis
b. Kebijakan
c. Uraian tugas masing-masing pegawai
d. Prosedur baku
26. Mengurai nilai kontrak ke dalam unsur-unsur yang lebih kecil merupakan contoh teknik
audit:
a. Verifikasi
b. Evaluasi
c. Observasi
d. Analisis
2. Menurut standar Audit APIP. seluruh proses kegiatan audit, reviu, pemantauan,
evaluasi dan kegiatan pengawasan lainnya berupa asistensi, sosialisasi dan konsultasi
terhadap penyelenggaraan tugas dan fungsi organisasi dalam rangka memberikan
keyakinan yang memadai bahwa kegiatan telah dilaksanakan sesuai took ukur yang
telah ditetapkan secara efektif dan efisien untuk kepentingan pimpinan dalam
mewujudkan kepemerintahan yang baik, merupakan definisi:
a. Audit internal
b. Audit eksternal
c. Assurance
d. Audit operasional
3. Suatu kondisi dimana seorang auditor internal terbebas dari segala kondisi yang
mengancam kemampuannya dalam bertindak obyektif/tidak bias adalah:
a. Mandiri
b. Merdeka
c. Memihak
d. Independen
7. Evaluasi bukti dan pengambilan simpulan dalam penugasan assurance berada pada
tahap:
a. Perencanaan
b. Pelaksanaan
c. Pelaporan
d. Monitoring
8. Audit yang bertujuan untuk menilai ketaatan terhadap peraturan tertentu adalah:
a. Audit Keuangan
b. Audit Kinerja
c. Compliance Audit
d. Audit Investigasi
9. Risiko yang murni ada tanpa memperhitungkan pengendalian yang sudah ada,
merupakan:
a. Risiko sisa
b. Risiko bawaan
c. Respon risiko
d. Dampak risiko
10. Proses penelaahan atas penyelenggaraan akuntansi dan penyajian laporan keuangan
kementerian/lembaga/pemerintah daerahyang dilakukan APIP untuk memberikan
keyakinan terbatas bahwa akuntansi telah diselenggarakan berdasarkan pada sistem
akuntansi dan telah disajikan sesuai dengan Standar Akuntansi Pemerintah, merupakan:
a. Reviu laporan keuangan
b. Audit laporan keuangan
c. Reviu khusus keuangan
d. Audit khusus keuangan
11. Penentuan tingkat kemungkinan terjadinya risiko seta pengaruh/akibat yang harus
ditanggung oleh organisasi merupakan:
a. Risiko
b. Dampak risiko
c. Tingkat kemungkinan terjadinya risiko
d. Penilaian risiko
12. Metode yang digunakan untuk pengukuran dampak risiko dan kemungkinan terjadinya
risiko adalah
a. Preventive dan mitigative
b. Inherent risk dan residual risk
c. Kualitatif, Kuantitatif, dan Campuran
d. Metode Tunggal dan Campuran
14. Audit yang bertujuan mengungkapkan terjadi atau tidak suatu perbuatan yang melawan
hukum merupakan:
a. Audit Kinerja
b. Compliance Audit
c. Audit Keuangan
d. Audit Investigasi
15. Pengadaan komputer pada Dinas Penduduk dan Catatan Sipil Provinsi ABC tahun
2014. Pernyataan tersebut diatas merupakan contoh:
a. Tujuan Audit
b. Lingkup Audit
c. Prosedur Audit
d. Teknik Audit
17. Mengurai nilai kontrak pengadaan barang ke dalam unsur-unsur yang lebih kecil,
sehingga dapat diketahui pola hubungan antar unsur atau unsur penting yang
tersembunyi merupakan salah satu teknik audit, yaitu:
a. Observasi
b. Analisis
c. Verifikasi
d. Evaluasi
18. Unsur temuan yang mengungkapkan tentang mengapa terjadi ketidaksesuaian antara
kondisi dengan kriteria adalah:
a. Kondisi
b. Saran
c. Sebab
d. Akibat
23. Pengembangan temuan dan rekomendasi dalam penugasan assurance berada pada
tahap:
a. Perencanaan
b. Pelaksanaan
c. Pelaporan
d. Tindak lanjut temuan
24. Laporan hasil penugasan harus memenuhi syarat kualitas komunikasi yang baik, yaitu:
a. Akurat. obyektif, jelas, ringkas, konstruktif, lengkap, dan tepat waktu
b. Akurat, obyektif, relevan, ringkas, konstruktif, lengkap, dan tepat waktu
c. Akurat, obyektif, jelas, konstruktif, lengkap, dan tepat waktu
d. Akurat, obyektif, relevan, konstruktif, lengkap, dan tepat waktu
26. Kegiatan konsultasi yang termasuk dalam kegiatan pelatihan, antara lain adalah:
a. Berlaku sebagai perantara (liaison) dalam isu-isu pengendalian antara manajemen
dengan auditor ekstern, rekanan, dan kontraktor
b. Post mortem analysis
c. Member saran atas rancangan prosedur pengendalian
d. Memfasilitasi proses penilaian risiko organisasi
28. Pembahasan saran dengan manajemen dalam penugasan konsultasi berada pada tahap
a. Pra Perencanaan
b. Perencanaan
c. Pelaksanaan
d. Pelaporan
29. Perbedaan karateristik pemrosesan secara manual dan komputer, antara lain adalah:
a. Pemrosesan komputer menempatkan transaksi sejenis pada instruksi permosesan
yang berbeda
b. Jejak-jejak transaksi pemrosesan manual sama Kesalahan proses komputer
c. Kesalahan proses komputer akan mengakibatkan akan mengakibatkan kesalahan
seragam pada transaksi yang sama
d. Pemrosesan komputer tidak menghilangkan terjadinya kesalahan tulis yang biasa
terjadi pada proses manual
30. Alasan mengapanauditor internal harus member perhatian lebih pada pemanfaatan
teknologi informasi organisasi, antara lain adalah:
a. Tidak adanya kesalahan proses
b. Pengambilan keputusan yang akurat
c. Nilai investasi TI yang murah
d. Adanya risiko kehilangan dan kebocoran data
Audit Intern 111440
1. Pengawasan intern adalah seluruh proses kegiatan audit, reviu, pemantauan, evaluasi,
dan kegiatan pengawasan lainnya berupa asistensi, sosialisasi dan konsultansi terhadap
penyelenggaraan tugas dan fungsi organisasi dalam rangka memberikan keyakinan
yang memadai bahwa kegiatan telah dilaksanakan sesuai dengan took ukur yang telah
ditetapkan secara efektif dan efisien untuk kepentingan pimpinan dalam mewujudkan
kepemerintahan yang baik.
Definisi pengawasan intern tersebut menurut:
a. American Accounting Association (AAA)
b. Ikatan Akuntan Indonesia (IAI)
c. Sawyer (2005: 10)
d. Standar Audit Apart Pengawasan Intern Pemerintah
2. Jika organisasi belum menerapkan manajemen risiko secara formal, maka pendekatan
internal audit yang digunakan adalah:
a. Memfasilitasi penyempurnaan manajemen risiko
b. Audit memanfaatkan hasil penilaian risiko yang dilakukan manajemen
c. Auditor melakukan penilaian risiko dengan keterlibatan manajemen
d. Penekanan audit pada proses manajemen risiko
3. Pada tahun 1990-an, peran auditor yang semula sebagai watchdog atau konsultan
berkembang menjadi katalis. Sehingga proses, fokus dan impact sebagai katalis
menjadi sebagai berikut:
a. Audit Operasional, Penggunaan Sumber Daya, dan Jangka Menengah
b. Assurance, Nilai dan Jangka Panjang
c. Audit Kepatuhan, Adanya variasi, dan Jangka Pendek
d. Assurance, Penggunaan Sumber Daya, Jangka Pendek
4. Lingkup penugasan audit internal yang disusun AAIPI adalah assurance dan consulting.
Berikut ini yang merupakan penugasan consulting adalah:
a. Audit, reviu, pemantauan
b. Audit Keuangan, Audit Kinerja, dan Audit Tujuan Tertentu
c. Advisory, Fasilitative, dan Training
d. Reviu Laporan Keuangan, Audit Operasional, dan Audit Investigatif
7. Secara umum penugasan konsultansi terdiri atas beberapa tahap sebagai berikut
a. Perencanaan, Pelaksanaan, dan Pelaporan
b. Pra Perencanaan (Survei), Perencanaan, Pelaksanaan, dan pelaporan
c. Perencanaan, Pelaksanaan, Pelaporan, dan Evaluasi
d. Perencanaan, Pelaksanaan, Pelaporan, Evaluasi, dan Tindak Lanjut
14. Jika pernyataan risikonya adalah "spesifikasi teknis tidak sesual kebutuhan", maka
pengendalian yang lemah antara lain adalah:
a. Jumlah barang diatur dalam dokumen pengadaan
b. Panitia Penerima Hasil Pekerjaan (PPHP) menerima barang dibandingkan dengan
kontrak
c. Kualifikasi penyedia diatur dalam dnkumen lelang
d. Jumlah barang dimuat dalam kontrak
15. Dalam merencanakan penugasan auditor harus memahami auditi. Pemahaman tujuan
auditi secara umum dapat diperoleh auditor dari data:
a. Rencana Strategis
b. Kebijakan
c. Uraian tugas masing-masing pegawai
d. Prosedur baku
16. Mengurai nilai kontrak ke dalam unsur-unsur yang lebih kecil merupakan conton teknik
audit:
a. Verifikasi
b. Evaluasi
c. Observasi
d. Analisis
17. Pernyataan yang benar mengenai vouching adalah:
a. Memperoleh bukti sebagai peyakin bagi auditor dengan cara
mendapatkan/meminta informasi yang sah dari pihak yang relevan
b. Menelusuri mengikuti ketentuan/prosedur yang berlaku dari hail menuju awal
kegiatan
c. Penelahaan secara umum dan dilakukan dengan cepat tetapi teliti
d. Mencocokkan dua data terpisah, mengenai hal yang sama yang dikerjakan
oleh instansi/unit/bagian yang berbeda
Audit kinerja
1. Peran watchdog umumnya menghasilkan rekomendasi yang mempunyai dampak:
a. Jangka pendek, yaitu perbaikan atas kesalahan yang sudah terjadi
b. Jangka menengah, yaitu perbaikan atas kesalahan yang sudah terjadi
c. Jangka panjang, yaitu perbaikan atas kesalahan yang sudah terjadi
d. Jangka menengah, yaitu memperbaiki d
meningkatkan efektifitas dan efisiensi operasi organisasi
3. Sudah sejauh mana manajemen risiko telah diadopsi dan diterapkan di seluruh
organisasi untuk mengidentifikasi, menganalisis, menentukan response risiko dan
melaporkan peluang/ancaman yang dapat mempengaruhi pencapaian tujuan
organisasi, disebut:
a. Risk Naïve Level
b. Risk Maturity Level
c. Risk Aware Level
d. Risk Enabled Level
4. Kegiatan penilaian atas kemungkinan dan dampak kejadian yang dapat mengancam
pencapaian tujuan Instansi Pemerintah, disebut:
a. Identifikasi risiko
b. Analisis risiko
c. Manajemen risiko
d. Penilaian risiko
8. Daftar semua kemungkinan audit yang perencanaan audit jangka panjang, penyusunan
strategi audit, dan aktivitas audit lainnya, dapat merupakan pengertian:
a. Risk manajemen
b. Risk register
c. Audit universe
d. Audit register
9. Penelaahan atas penyelenggaraan akuntansi dan laporan keuangan K/L dalam reviu
laporan keuangan berada pada tahap:
a. Pendampingan selama pemeriksaan BPK
b. Perencanaan
c. Pelaporan
d. Pelaksanaan
10. "Evaluasi desain pengendalian"' adalah salah satu kegiatan konsultansi pada tahap:
a. Perencanaan
b. Pelaksanaan
c. Pelaporan
d. Monitoring
11. Tujuan kegiatan assurance adalah:
a. Memberikan saran, pelatihan dan fasilitasi
b. Memberikan saran terkait aktivitas organisasi
c. Memberikan nilai tambah organisasi
d. Memberikan penilaian independen dengan lingkup dan sifat kegiatan yang
ditentukan oleh auditor
14. Aktivitas analisis yang sistematis, pemberian nilai, atribut, apresiasi, dan pengenalan
permasalahan, serta pemberian solusi atas masalah yang ditemukan untuk tujuan
peningkatan kinerja dan akuntabilitas instansi/unit kerja pemerintah, disebut:
a. Monitoring AKIP
b. Evaluasi AKIP
c. Reviu AKIP
d. Tindak Lanjut AKIP
15. Monitoring dana dekonsentrasi, adalah salah satu contoh dari kegiatan:
a. Audit
b. Reviu
c. Evaluasi
d. Pemantauan
17. Auditor internal yang terbebas dari segala kondisi yang mengancam kemampuannya
dalam bertindak objektif/tidak bias, disebut:
a. Assurance
b. Konsultansi
c. Independen
d. Audit
18. Positive assurance diberikan oleh auditor internal untuk meyakinkan bahwa informasi
yang diaudit telah sesuai dengan ketentuan, berikut ini adalah contoh dari Positive
assurance, yaitu:
a. dilakukan, disimpulkan Dari hasil audit yang telah bahwa pelaksanaan tugas dan
fungi saker ABC telah dilaksanakan dengan efektif dalam mencapai tujuan
organisasi
b. Dari hasil evaluasi yang telah dilakukan, tidak ditemukan bukti bahwa
pelaksanaan tugas dan fungsi Saker ABC dilaksanakan dengan tidak efektif
c. Dari hasil evaluasi yang telah dilakukan, tidak ditemukan bukti bahwa
pelaksanaan tugas dan fungsi Saker ABC dilaksanakan dengan tidak efisien
d. Dari hasil evaluasi yang telah dilakukan, tidak ditemukan bukti bahwa
pelaksanaan tugas dan fungsi Saker ABC dilaksanakan dengan tidak ekonomis
19. Peran audit internal menurut Standar Audit APIP dan |IA dapat dibagi dalam dua
kelompok, yaitu assurance dan konsultansi. Persamaan kedua peran ini adalah
bertujuan untuk:
a. Memberikan penilaian independen dengan lingkup dan sifat kegiatan yang
ditentukan oleh auditor
b. Meningkatkan governance, risk management, and control (GRC) organisasi
c. Memberikan saran, pelatihan dan fasilitasi
d. Memberikan saran terkait aktivitas organisasi
20. Peran auditor internal pada awal keberadaannya berperan utama sebagai watchdog.
Pada saat peran watchdog maka audit yang dilakukan adalah:
a. Audit investigasi
b. Audit kepatuhan
c. Audit kinerja
d. Audit dengan tujuan tertentu
21. Hasil penelitian tingkat risk maturity dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan
dalam menentukan pendekatan audit yang akan digunakan oleh auditor internal. Dari
hasil penilaian risk maturity dapat diperoleh:
a. Daftar risiko
b. Peta audit
c. Risk owner
d. Risk score
22. Proses pengidentifikasian masalah dalam kegiatan yang memerlukan audit
investigatif, penyusunan hipotesis awal atas masalah yang diidentifikasi, dan
pengolahan hipotesis, hingga ditetapkannya simpulan apakah layak atau tidaknya
dilakukan suatu audit investigatif terhadap masalah tersebut, adalah salah satu tahap
dalam kegiatan audit investigasi, yaitu:
a. Pra perencanaan
b. Perencanaan
c. Pengumpulan dan Evaluasi Bukti
d. Pelaporan
KOMUNIKASI AUDIT AI 4000.0532
a. Konfirmasi
b. Kuesioner
c. Presentasi (Hal 8)
d. Rapat
8. Wawancara merupakan suatu proses interak si yang dilakukan secara lisan dengan
menggunakan metode tanya jawab yang mempunyai tujuan. Apabila wawancara orang
untuk tujuan menguji kebenaran dan kemantapan suatu telah diperoleh dengan cara
lain, maka wawancara akan berfungsi sebagai:
a. Metode primer
b. Metode pelengkap
c. Kriteria (Hal 10)
d. Alat pelengkap
9. Apabila wawancara dijadikan satu-satunya alat pengumpul data atau metode utama
dalam serangkaian metode pengumpulan data, maka wawancara akan berfungsi
sebagai:
a. Metode primer (Hal 10)
b. Metode pelengkap
c. Kriteria
d. Alat pelengkap
10. Jika pihak yang diwawancara telah memberikan pernyataan atau jawaban yang cukup
jelas, akan tetapi pewawancara ingin mengetahui lebih dalam mengenai : jawaban yang
telah diberikan maka pewawancara dapat menggunakan metode,
a. Paraphrase
b. Kuesioner
c. Probing (Hal 12)
d. Konfirmasi
11. Bentuk komunikasi tertulis dalam audit dapat berupa kertas kerja audit, daftar
pertanyaan, surat/memo, dan:
a. Surat Perintah Perjalanan Dinas
b. Laporan Hasil Audit (Hal 13)
c. Program Kerja Audit
d. Teleconference
12. Factor penting dalam komunikasi, antara lain berupa persepsi seseorang terhadap
tersebut dikenal dirinya sendiri, seperti saya pemalu, saya senang bergaul. Hal sebagai:
a. Konsep diri (Hal 16)
b. Keyakinan
c. Kepribadian
d. Harga diri
13. Sistem psikofisik individu sangat menetukan karakterisktik, tingkah laku, serta cara
berfikir seseorang, dan merupakan factor penting dalam komunikasi yang dikenal
sebagai:
a. Ciri fisik
b. Konsep diri
c. Kepribadian (Hal 17)
d. Keyakinan
14. Hambatan yang berkaitan dengan suasana psikologis yang terjadi sat komunikasi
berlangsung, seperti konflik, ketegangan, prasangka dan kekakuan, dikategorikan
sebagai:
a. Hambatan pada komunikator dan komunikan
b. Hambatan pada kode-kode yang digunakan
c. Hambatan pada saluran komunikasi
d. Hambatan situasi komunikasi (Hal 18)
15. Beberapa persiapan yang perlu dilakukan agar seseorang dapat mengendalikan dirinya
secara baik sat melakukan komunikasi, yaitu memeriksa keyakinan (confidence)
tentang komunikasi, membangun konsep diri yang positif, dan :
a. Merubah penampilan diri
b. Melepaskan ketegangan dan kecemasan (Hal 22)
c. Berusaha menguasai keadaan
d. Gerak tubuh agar dijaga
16. Cara mengungkapkan suasana hati, emosi dan pikiran ke dalam kata-kata, bahasa
tubuh, ekspresi wajah, dan penampilan, dikenal sebagai:
a. Konsep diri
b. Sikap dan perilaku
c. Ekspresi diri (Hal 23)
d. Kepribadian
17. Jika diri, bahasa tubuh, ekspresi wajah, dan penampilan telah siap, maka kini kita siap
untuk membangun keakraban dengan orang lain. Keakraban akan terbangun jika kawan
komunikasi merasa dimengerti/diperhatikan , disambut baik, merasa aman dan nyaman,
serta
a. Merasa penting (Hal 26)
b. Selalu tersenyum
c. Sering komunikasi
d. Berusaha menjaga jarak
18. Kita dapat membedakan komunikasi berdasarkan interaksi yang terjalin antara
komunikator dengan komunikannya, yaitu:
a. Komunikasi efektif, komunikasi simpatik, dan komunikasi empatik
b. Komunikasi efektif, komunikasi simpatik, komunikasi persuasive
c. Komunikasi persuasif, komunikasi empatik, dan komunikasi simpatik
d. Komunikasi efektif, komunikasi empatik, dan komunikasi persuasif (Hal 27)
19. Komunikasi yang bertujuan agar komunikan dapat memahami pesan yang disampaikan
oleh komunikator dan komunikan memberikan umpan balik yang sesuai dengan pesan,
dikenal sebagai:
a. Komunikasi empatik (Hal 27)
b. Komunikasi persuasive
c. munikasi efektif
d. Komunikasi simpatik
20. Terdapat du hal yang perlu diperhatikan agar komunikasi menjadi efektif, yaitu:
a. Komunikasi harus diperhatikan dan keselarasan elemen-elemen komunikasi
dengan pesan
b. Keselarasan elemen-elemen komunikasi dengan pesan dan minimalisasi
hambatan komunikasi (Hal 28)
c. Pihak yang berkomunikasi harus diam dan minimalisasi hambatan komunikasi
d. Minimalisasi hambatan komunikasi dan berusahalah mempertajam pandangan
mata
21. Komunikasi yang menunjukkan adanya saling pengertian antara komunikator dengan
komunikan, sehingga menciptakan interaksi yang membuat satu pihak memahami sudut
pandang pihak lainnya, dikenal sebagai:
a. Komunikasi empatik (Hal 28)
b. Komunikasi efektif
c. Komunikasi persuasive
d. Komunikasi simpatik
22. Jika auditor berhasil mengembangkan komunikasi empatik, maka diharapkan auditan
dapat memahami bahwa tujuan utama dari audit adalah:
a. Mencari-cari kesalahan pihak auditan
b. Agar auditan dapat menyelesaikan tanggungjawabnya secara lebih efektif
c. Mencari temuan-temuan audit dan apa penyebabnya
d. Mengembangkan temuan audit dan menentukan langkah tindak lanjut
23. Agar komunikasi empatik tercipta dan mendorong komunikan untuk lebih terbuka,
maka komunikator harus memperhatikan:
a. Sikap tenang, meskipun menangkap ungkapan emosi yang kuat
b. Keterkaitan terhadap sudut pandang komunikan
c. Sikap sabar untuk tidak memotong pembicaraan
d. Sikap awas pada isyarat permintaan pilihan atau saran
24. Dalam audit, komunikasi banyak digunakan, mulai dari permintaan kesediaan auditan
untuk membantu kelancaran audit, hingga mendorong auditan untuk melaksanakan
rekomendasi audit. Komunikasi tersebut dikategorikan sebagai komunikasi:
a. Komunikasi efektif
b. Komnikasi empatik
c. Komunikasi simpatik
d. Komunikasi persuasif (Hal 30)
25. Pengarahan ole pengendali mutu tentang bagaimana melakukan audit yang baik, cara
menjalin hubungan sehat dan harmonis dengan pihak auditan, dan pihak ketiga yang
relevan, merupakan bentuk komunikasi internal tim audit, yang terjadi pada:
a. Tahap perencanaan audit
b. Tahap pelaksanaan audit
c. Tahap pelaporan hasi audit
d. Tahap tindak lanjut hasil audit
26. Salah satu sarana komunikasi audit, untuk dapat mengetahui sejauh mana pelaksanaan
program kerja audit, permasalahan apa saja yang dijumpai dalam audit, dan langkah-
langkah apa yang telah ditempuh tim untuk menyelesaikannya adalah
a. Program kerja audit
b. Laporan audit
c. Kertas kerja audit
d. Rekomendasi audit
27. Berkomunikasi secara persuasive dan memperlakukan pihak auditan sebagai subyek,
serta memahami kesibukan auditan dengan tetap menjaga kelancaran dan ketepatan
pelaksanaan audit, merupakan aturan komponen dari:
a. Menjaga penampilan sesuai dengan tugasnya sebagai auditor
b. Menjalin interaksi yang sehat dengan auditan
c. Menciptakan iklim kerja yang sehat dengan auditan
d. Menggalang kerjasama yang shat dengan auditan
28. Tidak memanfaatkan auditan sebagai sumber untuk memperoleh keuntungan pribadi,
dan mencari informasi atau data dengan tidak berbelit-belit atau mengada- ada,
merupakan dua komponen dari:
a. Menjaga penampilan sesuai dengan tugasnya sebagai auditor
b. Menjalin interaksi yang shat dengan auditan
c. Menciptakan iklim kerja yang sehat dengan auditan (Hal 37)
d. Menggalang kerja sama yang sehat dengan auditan
29. Komunikasi auditor dengan auditan yang pada dasarnya bertujuan agar auditor dan
relevan sebagai dasar dapat memperoleh bukti audit yang cukup, kompeten, untuk
menyusun simpulan dan rekomendasi, adalah komunikasi pada
a. Tahap perencanaan audit
b. Tahap pelaksanaan audit
c. Tahap pelaporan hasil audit
d. Tahap tindak lanjut hasil audit
Audit Intern
8 Peran audit internal menurut Standar Audit APIP dan IIA dapat dibagi
dalam dua kelompok, yaitu assurance dan konsultansi. Persamaan kedua
peran ini adalah bertujuan untuk:
A Memberikan penilaian independen dengan lingkup dan sifat
kegiatan yang ditentukan oleh auditor
B Meningkatkan governance, riskmanagement, andcontrol (GRC)
organisasi
C Memberikan saran, pelatihan dan fasilitasi
D Memberikan saran terkait aktivitas organisasi
32 Jika peran auditor internal sebagai konsultan, maka yang menjadi fokus
kegiatannya adalah pada:
A Penyimpangan
B Kesalahan
C Penggunaan sumber daya
D Nilai jangka panjang
33 Proses penilaian terhadap informasi, kondisi, operasi dan/atau pengendalian
yang dilakukan secara objektif oleh pihak yang kompeten dan independen
adalah pengertian:
A Assurance
B Konsultansi
C Audit
D Reviu
50 Laporan hasil audit harus adil dan berimbang yang menyajikan penilaian
seluruh fakta dan kejadian yang relevan. Laporan yang demikian telah
memenuhi salah satu syarat kualitas komunikasi yang baik, yaitu:
A Akurat
B Obyektif
C Konstruktif
D Lengkap
52 Unsur temuan yang penting apabila ditinjau dari tujuan audit yaitu
menghasilkan rekomendasi ke arah perbaikan di masa yang akan datang,
adalah:
A Sebab
B Kriteria
C Akibat
D Kondisi
AUDIT INTERN II
1. Evaluasi desain pengendalian" adalah salah satu kegiatan konsultansi pada tahap
a. Pelaksanaan
b. Pelaporan
c. Monitoring
d. *Perencanaan
2. "Evaluasi pengendalian" adalah salah satu kegiatan dalam tahap penugasan assurance
pada tahapan
a. Pra perencanaan
b. *Perencanaan
c. Pelaksanaan
d. Pelaporan
3. Pengembangan temuan dan rekomendasi" adalah salah satu kegiatan assurance pada
tahap
a. Perencanaan
b. *Pelaksanaan
c. Pelaporan
d. Monitoring
4. Aktivitas analisis yang sistematis, pemberian nilai, atribut, apresiasi, dan pengenalan
permasalahan, serta pemberian solusi atas masalah yang ditemukan untuk tujuan
peningkatan kinerja dan akuntabilitas instansi/unit kerja pemerintah, disebut
a. Monitoring AKIP
b. *Evaluasi AKIP
c. Reviu AKIP
d. Tindak Lanjut AKIP
5. Andi sedang melaksanakan audit khusus dalam rangka serah terima jabatan
(sertijab)/alih jabatan. Audit yang dilakukan Andi termasuk dalam jenis
a. Audit keuangan
b. Audit kinerja
c. Audit investigatif
d. *Audit dengan tujuan tertentu
7. Audit investigatif merupakan suatu upaya untuk membuktikan ada tidaknya suatu
perbuatan yang melanggar hukum sehingga apabila perbuatan terbukti, maka akan
dikualifikasikan apakah perbuatan tersebut termasuk kesalahan administrasi yang
nantinya akan dilakukan
a. Pemberian rekomendasi atas kelemahan yang ada
b. Pelaksanaan tindak lanjut atas temuan yang ada
c. *Tuntutan ganti rugi/tuntutan perbendaharaan
d. Pembetulan kembali atas kesalahan yang ada
10. Auditor internal yang terbebas dari segala kondisi yang mengancam kemampuannya
dalam bertindak objektif/tidak bias, disebut
a. Assurance
b. Konsultansi
c. *Independen
d. Audit
11. Berikut ini yang merupakan kegiatan konsultasi yang termasuk dalam kelompok
advisory adalah
a. *Memberi saran selama proses pengembangan kebijakan dan prosedur
b. Berlaku sebagai perantara (liaison)
c. Pelatihan manajemen risiko dan pengendalian intern
d. Benchmark unit internal dengan unit lainnya
12. Bobot risiko yang diukur melalui penaksiran atas konsekuensi dan tingkat
kejadiannya terhadap terjadinya risiko setelah pengendalian intern diberlakukan,
disebut
a. Inherent risk
b. *Residual risk
c. Risk response
d. Risk appetite
13. Bukti yang diperoleh auditor dari pihak lain (baik dari pihak auditi maupun ...#Bukti
yang diperoleh auditor dari pihak lain (baik dari pihak auditi maupun pihak ketiga)
berdasarkan pertanyaan atau informasi tertentu yang diminta oleh auditor, disebut
a. Bukti pengujian fisik
b. Bukti Dokumen
c. Bukti Analisis
d. *Bukti Keterangan
14. Bukti yang diperoleh auditor untuk meyakinkan keberadaan dan mutu aktiva
berwujud merupakan
a. Bukti keterangan
b. Bukti analisis
c. *Bukti pengujian fisik
d. Bukti dokumen
15. Buku Kas Umum adalah salah satu contoh dari jenis bukti, yaitu
a. Pengujian fisik
b. *Dokumen
c. Analisis
d. Keterangan
16. Daftar semua kemungkinan audit yang dapat dilakukan dan dimanfaatkan untuk
perencanaan audit jangka panjang, menyusun strategi audit, dan aktivitas audit
lainnya, disebut\:{
a. Daftar risiko
b. *Audit universe
c. Risk owner
d. Risk score
17. Dalam kondisi manajemen risiko yang telah mencapai level managed dan
enabled,...#Dalam kondisi manajemen risiko yang telah mencapai level managed dan
enabled, maka auditor menggunakan risk register yang diperoleh dari\:{
a. *Manajemen
b. Hasil audit sebelumnya
c. Consultant
d. Hasilnya fasilitasi penyusunan risk register
20. Di bawah ini yang termasuk dalam kegiatan tahap pelaksanaan penugasan assurance
adalah
a. Evaluasi efektifitas
b. *Evaluasi bukti dan pengambilan kesimpulan
c. Monitoring tindak lanjut
d. Penyampaian simpulan sementara
21. Evaluasi AKIP diatur dengan Petunjuk Pelaksanaan Evaluasi Akuntabilitas Kinerja
Instansi Pemerintah (Juklak Evaluasi AKIP) yang diterbitkan oleh\:{
a. Menteri Dalam Negeri
b. Menteri Keuangan
c. *Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi
d. Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan
22. Hasil penelitian tingkat risk maturity dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan
dalam menentukan pendekatan audit yang akan digunakan oleh auditor internal. Dari
hasil penilaian risk maturity dapat diperoleh
a. *Daftar risik
b. Peta audit
c. Risk owner
d. Risk score
23. Jenis penugasan "Reviu" dengan derajat assurance "Sedang" dan sifat assurance
"Negatif" maka "Jumlah Bukti yang Dikumpulkan" harus
a. Banyak
b. *Cukup banyak
c. Bervariasi
d. Sedikit
24. enis penugasan di bawah ini yang bertujuan memberikan keyakinan memadai
(positive assurance)
a. Evaluasi
b. Pemantauan
c. *Audit
d. Reviu
25. Jenis sampel dimana cara pengambilan sampel yang memberikan kesempatan yang
sama untuk diambil kepada setiap elemen populasi adalah
a. Nonrandom sampling
b. Sampling error
c. Sampling audit
d. *Probability sampling
26. Jika ditemukan adanya pengendalian kunci yang tidak berfungsi, maka kemungkinan
terjadinya risiko tinggi dan untuk memastikan bahwa risiko benar-benar terjadi atau
tidak auditor harus melakukan
a. Pengujian dokumen
b. Reviu ulang
c. *Pengujian substantif
d. Pengujian bukti
27. Jika risk maturity organisasi berada pada level risk enabled, maka pendekatan...#Jika
risk maturity organisasi berada pada level risk enabled, maka pendekatan internal
audit yang dilakukan adalah
a. Menfasilitasi organisasi membangun manajemen risiko
b. Auditor melakukan penilaian risiko dengan keterlibatan manajemen
c. *Penekanan audit pada proses manajemen risiko. Perhatian khusus diberikan
untuk memverifikasi pemantauan risiko utama
d. Memfasilitasi penyempurnaan manajemen risiko. Audit memanfaatkan hasil
penilaian risiko yang dilakukan manajemen
28. Jika risk maturity organisasi pada level risk aware maka langkah pendekatan internal
yang dilakukan adalah
a. Memfasilitasi penyempurnaan manajemen risiko
b. Audit memanfaatkan hasil penilaian risiko yang dilakukan manajemen
c. *Memfasilitasi organisasi membangun manajemen risiko
d. Penekanan audit pada proses manajemen risiko
29. egiatan assurance (audit, reviu, pemantauan dan evaluasi) memiliki derajat yang
berbeda sesuai
a. Sifat dan jumlah anggaran yang akan diuji
b. *Sifat dan jumlah bukti yang akan diuji
c. Sifat dan jumlah rekomendasi yang akan diuji
d. Sifat dan jumlah temuan yang akan diuji
30. Kegiatan konsultansi dan assurance independen yang dirancang untuk memberikan
nilai tambah dan perbaikan operasi organisasi, disebut
a. Audit operasional
b. *Internal Audit
c. Audit kinerja
d. Audit tujuan tertentu
31. Kegiatan konsultansi sangat bervariasi baik bentuk dan sifatnya, disesuaikan dengan
kesepakatan antara auditor dan manajemen. Kegiatan konsultansi yang bersifat
membagikan/menyebarkan/mendesiminasikan pengetahuan terkait berbagai
peraturan, manajemen risiko, pengendalian intern dan best practices atas permintaan
manajemen melalui pelatihan, workshop, atau sosialisasi disebut
a. Advisory Role
b. *Training Role
c. Facilitative Role
d. Special Role
32. Kegiatan penilaian atas kemungkinan dan dampak kejadian yang dapat mengancam
pencapaian tujuan Instansi Pemerintah, disebut
a. Identifikasi risiko
b. Analisis risiko
c. Manajemen risiko
d. *Penilaian risiko
33. Kondisi sudah sejauh mana manajemen risiko telah diadopsi dan diterapkan di seluruh
organisasi untuk mengidentifikasi, menganalisis, menentukan response risiko dan
melaporkan peluang/ancaman yang dapat mempengaruhi pencapaian tujuan
organisasi, disebut
a. Risk Naïve Level
b. *Risk Maturity Level
c. Risk Aware Level
d. Risk Enabled Level
34. Konfirmasi yang meminta jawaban tertulis bila data yang dikonfirmasikan
berbeda/salah dan tidak perlu dijawab apabila data yang dikonfirmasikan telah
sama/benar dengan data yang bersangkutan, yaitu
a. Konfirmasi positif
b. *Konfirmasi negatif
c. Konfirmasi langsung
d. Konfirmasi tidak langsung
35. Kriteria evaluasi kinerja instansi pemerintah ditentukan berdasarkan pada salah satu
hal dibawah ini
a. Kebenaran normatif yang bersumber pada Anggaran Pendapatan dan Belanja
Negara
b. Kebenaran mutlak sebagaimana yang ditetapkan dalam pedoman penyusunan
laporan akuntabilitas kinerja instansi pemerintah
c. *Kebenaran normatif yang bersumber pada berbagai praktik manajemen
strategis, manajemen kinerja, dan sistem akuntabilitas yang baik
d. Kebenaran mutlak sebagaimana yang ditetapkan dalam Perencanaan Strategis
36. Langkah yang akan diambil auditor internal adalah “Penekanan audit pada proses
manajemen risiko dan perhatian khusus diberikan untuk memverifikasi pemantauan
risiko utama”, bila risk maturity organisasi berada pada level
a. Risk Naive
b. Risk Aware
c. Risk Defined
d. *Risk Managed
37. Laporan harus adil dan berimbang yang menyajikan penilaian seluruh fakta dan
kejadian yang relevan merupakan salah satu syarat kualitas komunikasi yang baik
yaitu
a. *Objektif
b. Jelas
c. Konstruktif
d. Akurat
38. Laporan yang dihasilkan harus sesuai dengan fakta yang terjadi dan bebas dari
kesalahan. Maka laporan yang bersangkutan telah memenuhi syarat kualitas
komunikasi yang baik, yaitu
a. *Akurat
b. Objektif
c. Jelas
d. Konstruktif
39. Mencarikan pelajaran yang dapat diambil dari suatu kegiatan setelah kegiatan
dilaksanakan (Post Mortem Analysis) contoh kegiatan konsultasi yang termasuk
dalam kelompok
a. Fasiltitative
b. *Training
c. Assurance
d. Advisory
40. Mengenali risiko-risiko yang mengancam tujuan organisasi yang bersumber dari
eksternal dan internal serta faktor lain yang dapat meningkatkan risiko disebut
a. Penilaian risiko
b. *Identifikasi risiko
c. Analisis risiko
d. Pemetaan risiko
43. Metodologi yang digunakan untuk melakukan evaluasi akuntabilitas kinerja instansi
akan menggunakan teknik
a. *Criteria referenced survey
b. Normatif referenced survey
c. Assurance referenced survey
d. Observacy referenced survey
44. Monitoring dana dekonsentrasi, adalah salah satu contoh dari kegiatan
a. Audit
b. Reviu
c. Evaluasi
d. *Pemantauan
46. Pemahaman auditor terkait risiko organisasi dapat diperoleh dari risk register yang
disusun oleh manajemen yang didahului dengan menilai tingkatan
a. Risk appetite
b. Risk response
c. Risk management
d. *Risk Maturity
48. Penentuan tingkat kemungkinan terjadinya risiko serta pengaruh/akibat yang harus
ditanggung oleh entitas/organisasi merupakan pengertian
a. Pengendalian risiko
b. Identifikasi risiko
c. *Penilaian risiko
d. Manajemen risiko
49. Pengalaman auditor dalam menentukan jumlah waktu, biaya dan jadwal agar
penugasan dapat diselesaikan tepat waktu, diperlukan pada tahap
a. Penyusunan Rencana Pengujian
b. *Pengalokasian Sumber Daya
c. Penyusunan Program Kerja
d. Evaluasi Pengendalian
50. Pengaruh atau akibat yang ditimbulkan seandainya risiko terjadi, disebut
a. Probabilitas
b. *Dampak risiko
c. Respon risiko
d. Selera risiko
51. Pengembangan temuan dan rekomendasi adalah salah satu kegiatan dalam tahap
penugasan assurance yang dilaksanakan pada tahapan
a. Perencanaan
b. *Pelaksanaan
c. Pelaporan
d. Pengawasan
52. Pengujian secara rinci dan teliti tentang kebenaran, ketelitian perhitungan, kesahihan,
pembukuan, pemilikan dan eksistensi suatu dokumen, disebut
a. Evaluasi
b. *Verifikasi
c. Cek
d. Uji/test
53. Penilaian objektif yang dilakukan auditor internal atas bukti untuk memberikan
pendapat independen mengenai tata kelola, manajemen risiko dan proses
pengendalian, merupakan
a. Kegiatan konsultansi
b. *Kegiatan assurance
c. Kegiatan audit
d. Kegiatan evaluasi
54. Penilaian objektif yang dilakukan auditor internal atas bukti untuk memberikan
pendapat independen mengenai tata kelola, manajemen risiko dan proses
pengendalian merupakan
a. *Kegiatan assurance
b. Kegiatan konsultansi
c. Kegiatan sosialisasi
d. Kegiatan evaluasi
55. Penilaian yang ditujukan untuk mengetahui apakah suatu instansi telah memenuhi
suatu kriteria kinerja instansi pemerintah, harus didasarkan pada
a. Fakta objektif dan fakta subjektif dari para evaluator
b. *Fakta objektif dan professional judgement dari para evaluator
c. Fakta independensi dan fakta objektif dari para evaluator
d. Fakta integritas dan fakta independensi dari para evaluator
56. Penugasan assurance bervariasi sesuai tujuan dan lingkupnya, dengan tahapan
penugasan relatif sama. Tiga tahapan yang dilakukan di setiap kegiatan assurance
adalah tahapan Perencanaan, Pelaksanaan dan Pelaporan. Kegiatan “Evaluasi bukti
dan pengambilan kesimpulan” termasuk dalam tahapan
a. Perencanaan
b. *Pelaksanaan
c. Pelaporan
d. Pengawasan
57. Penyusunan catatan hasil reviu adalah salah satu kegiatan dalam reviu laporan
keuangan pada tahapan
a. Perencanaan
b. Pelaksanaan
c. *Pelaporan
d. Pendampingan selama pemeriksaan BPK
58. Peran audit internal menurut Standar Audit AAIPI dan IIA dapat dibagi dalam dua
kelompok, yaitu assurance dan konsultansi. Persamaan kedua peran ini adalah
bertujuan untuk
a. Memberikan penilaian independen dengan lingkup dan sifat kegiatan yang
ditentukan oleh auditor
b. *Meningkatkan governance, risk management, and control (GRC) organisasi
c. Memberikan saran, pelatihan dan fasilitasi
d. Memberikan saran terkait aktivitas organisasi
59. Peran audit internal menurut Standar Audit AAIPI dan IIA dapat dibagi dalam dua
kelompok yaitu assurance dan konsultansi. Dalam kegiatan konsultansi, pihak yang
terlibat adalah
a. Pihak manajemen selaku peminta/penerima saran
b. Auditor internal selaku pemberi saran
c. *Pihak manajemen selaku peminta/penerima saran dan auditor internal selaku
pemberi saran
d. Manajemen selaku auditi, auditor internal selaku pelaksana kegiatan dan pihak
ketiga yang memanfaatkan hasil kegiatan ini
60. Peran auditor internal diharapkan dapat memberikan manfaat berupa nasehat dalam
pengelolaan sumber daya organisasi, sehingga dapat membantu tugas para pimpinan
di tingkat operasional, dalam hal ini peran auditor sebagai
a. *Consultant
b. Catalyst
c. Assurance
d. Watcdog
61. Peran auditor internal pada awal keberadaannya berperan utama sebagai watchdog.
Dalam peran watchdog, audit yang umumnya dilakukan adalah
a. Audit investigasi
b. *Audit kepatuhan
c. Audit kinerja
d. Audit dengan tujuan tertentu
62. Peran auditor internal pada awal keberadaannya berperan utama sebagai watchdog.
Peran watchdog umumnya menghasilkan rekomendasi atas perbaikan kesalahan yang
sudah terjadi . Rekomendasi yang diberikan mempunyai dampak\:{
a. *Jangka pendek
b. Jangka menengah
c. Jangka sedang
d. Jangka panjang
64. Perangkat lunak yang dirancang secara khusus sesuai kebutuhan auditor untuk situasi
audit tertentu adalah pengertian
a. Decission Support System
b. Decission Audit System
c. Generalized Audit Sofware
d. *Specialized Audit Sofware
65. Pernyataan di bawah ini yang benar berkaitan dengan derajat assurance, jumlah bukti
yang dikumpulkan dan sifat assurance adalah
a. *Jenis penugasan reviu memiliki derajat assurance sedang, jumlah bukti yang
dikumpulkan cukup banyak dan sifat assurance negatif
b. Jenis penugasan assurance lain memiliki derajat assurance sedang, jumlah
bukti yang dikumpulkan bervariasi dan sifat assurance negatif
c. Jenis penugasan audit memiliki derajat assurance tinggi, jumlah bukti yang
dikumpulkan banyak dan sifat assurance negatif
d. Jenis penugasan audit memiliki derajat assurance sedang, jumlah bukti yang
dikumpulkan bervariasi dan sifat assurance positif
66. Positive assurance diberikan oleh auditor internal untuk meyakinkan bahwa informasi
yang diaudit telah sesuai dengan ketentuan. Berikut ini adalah contoh dari Positive
assurance, yaitu
a. *Dari hasil audit yang telah dilakukan, disimpulkan bahwa pelaksanaan tugas
dan fungsi SKPD “Mega Mendung” telah dilaksanakan dengan efektif dalam
mencapai tujuan organisasi
b. Dari hasil evaluasi yang telah dilakukan, tidak ditemukan bukti bahwa
pelaksanaan tugas dan fungsi SKPD “Mega Mendung” dilaksanakan dengan
tidak efektif
c. Dari hasil evaluasi yang telah dilakukan, tidak ditemukan bukti bahwa
pelaksanaan tugas dan fungsi SKPD “Mega Mendung” dilaksanakan dengan
tidak efisien
d. Dari hasil evaluasi yang telah dilakukan, tidak ditemukan bukti bahwa
pelaksanaan tugas dan fungsi SKPD “Mega Mendung” dilaksanakan dengan
tidak ekonomis
67. Proses mencari, menemukan dan mengumpulkan bukti secara sistematis yang
bertujuan mengungkapkan terjadi atau tidaknya suatu perbuatan dan pelakunya guna
dilakukan tindakan hukum selanjutnya, disebut
a. *Audit Investigatif
b. Reviu Laporan Keuangan
c. Evaluasi Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah
d. Audit Operasional
68. Proses penelaahan atas penyelenggaraan akuntansi dan penyajian laporan keuangan
kementerian/lembaga/pemerintah daerah yang dilakukan oleh APIP yang kompeten
dilakukan untuk memberikan
a. Keyakinan mutlak bahwa akuntansi telah diselenggarakan berdasarkan sistem
akuntansi dan telah disajikan sesuai dengan standar akuntansi pemerintah
b. *Keyakinan terbatas bahwa akuntansi telah diselenggarakan berdasarkan
sistem akuntansi dan telah disajikan sesuai dengan standar akuntansi
pemerintah
c. Rekomendasi atas temuan hasil kegiatan yang tidak sesuai dengan peraturan
d. Tindak lanjut atas temuan hasil kegiatan yang tidak sesuai dengan peraturan
70. Proses penilaian kemajuan suatu program/kegiatan dalam mencapai tujuan yang telah
ditetapkan merupakan kegiatan
a. Reviu
b. *Pemantauan
c. Evaluasi
d. Audit
71. Rancangan prosedur dan teknik audit yang disusun secara sistematis yang harus
diikuti/dilaksanakan oleh auditor dalam kegiatan audit untuk mencapai tujuan audit,
disebut
a. Pedoman audit
b. Langkah kerja audit
c. *Program kerja audit
d. Petunjuk pelaksanaan audit
72. Rangkaian kegiatan membandingkan hasil/prestasi suatu kegiatan dengan standar,
rencana, atau norma yang telah ditetapkan, dan menentukan faktor-faktor yang
mempengaruhi keberhasilan atau kegagalan suatu kegiatan dalam mencapai tujuan,
disebut
a. Audit
b. Reviu
c. *Evaluasi
d. Pemantauan
73. Rekomendasi adalah usulan rencana perbaikan yang diberikan oleh auditor internal
untuk menutup gap antara kondisi dan kriteria. Materi rekomendasi harus dirancang
guna
a. Menyamakan kondisi yang ada dengan kriteria yang telah ditetapkan
b. Meningkatkan kinerja auditi dengan memperbaiki kondisi yang ada
c. *Memperbaiki kelemahan/menghilangkan penyebab
d. Menghilangkan akibat dari kelemahan yang ada
74. Risiko “Spesifikasi teknis tidak sesuai kebutuhan” akan ditangani dengan
pengendalian kunci “PPK menyusun spesifikasi teknis”, maka prosedur pengujian
yang akan dilaksanakan adalah
a. Lakukan wawancara dengan petugas ULP tentang evaluasi teknis yang
dilakukan ULP
b. *Lakukan evaluasi apakah spesifikasi yang disusun oleh PPK sesuai dengan
yang dibutuhkan
c. Lakukan pengamatan fisik barang yang dibeli
d. Bandingkan antara spesifikasi barang yang diterima dengan spesifikasi teknis
dalam SPK
75. Risk register atau daftar risiko merupakan sumber dalam penyusunan
a. Audit charter
b. Audit program
c. Laporan audit
d. *Audit universe
76. Salah satu tahapan audit investigatif adalah Pengumpulan dan Evaluasi bukti.
Pelaksanaan kegiatan ini harus difokuskan pada upaya pengujian hipotesis untuk
mengungkapkan\: fakta-fakta dan proses kejadian, pihak yang diduga terlibat atas
kerugian keuangan negara/daerah, serta
a. *Sebab dan dampak penyimpangan
b. Akibat dari proses kejadian
c. Modus operandi kejadian
d. Tindak lanjut dari kerugian keuangan negara/daerah
78. Suatu proses penilaian terhadap informasi, kondisi, operasi dan/atau pengendalian,
yang dilakukan secara obyektif oleh pihak yang kompeten dan independen merupakan
pengertian
a. Reviu
b. Evaluasi
c. Penilaian
d. *Audit
79. Suatu upaya untuk mengupas secara intensif suatu permasalahan melalui penjabaran,
penguraian, atau penelitian secara mendalam adalah pengertian salah satu teknik audit
yaitu
a. Verifikasi
b. *Investigasi
c. Evaluasi
d. Analisis
80. Teknik audit yang berupa penelaahan secara umum dan dilakukan dengan cepat tetapi
teliti untuk menemukan hal-hal yang tidak lazim atas suatu informasi/data disebut
a. *Scanning
b. Trasir
c. Vouching
d. Verifikasi
82. Tingkat risk maturity auditi dengan karakteristik kunci penerapan manajemen risiko
organisasi secara acak adalah
a. Risk Managed
b. *Risk Aware
c. Risk Defined
d. Risk Naïve
85. Untuk menjaga keamanan, konsistensi dan integritasnya maka peta audit sebaiknya
disimpan dalam bentuk
a. Soft copy
b. *Data base
c. Spreadsheet
d. Hard copy
86. Usulan rencana perbaikan yang diberikan oleh auditor internal untuk menutup gap
antara kondisi dan kriteria adalah pengertian
a. Temuan
b. Pemantauan
c. *Rekomendasi
d. Tindak lanjut
87. Area kedua dari tata kelola menurut The Institute of Internal Auditors (IIA)
digambarkan sebagai
a. Strategic Direction
b. Stakeholders
c. Board of Directors
d. *Governance Oversight
88. Asumsi, metode, dan sumber data yang digunakan merupakan salah satu dokumen
terkait dalam proses
a. *Mengidentifikasi risiko dan melakukan asesmen risiko
b. Memberi tanggapan dan perlakuan atas risiko
c. Menetapkan konteks
d. Memantau dan mengkaji ulang serta melakukan komunikasi dan konsultasi
89. Audit internal sebagai sumber yang obyektif dimana dapat memberikan value kepada
organisasi berupa saran-saran yang independen atas proses tata kelola, manajemen
risiko, dan pengendalian internal organisasi menurut IIA (The Institute of Internal
Auditors) merupakan elemen
a. Assurance
b. Insight
c. *Objectivity
d. Consulting
91. Berdasarkan perilaku organisasi, sejumlah risiko dalam organisasi yang akan diterima
dalam rangka pencapaian misi atau visi disebut sebagai
a. *Risk appetite
b. Risk taker
c. Risk avoidance
d. Risk tolerance
92. Berikut ini merupakan pengertian risiko menurut Badan Sertifikasi Manajemen Risiko
(2007) adalah
a. Suatu kejadian yang mungkin terjadi dan apabila terjadi akan memberikan
dampak negatif pada pencapaian tujuan organisasi
b. *Peluang terjadinya bencana, kerugian, atau hasil yang buruk
c. Kemungkinan terjadinya akibat buruk yang tidak diinginkan
d. Kemungkinan terjadinya akibat baik maupun buruk yang tidak diinginkan
93. Contoh hard control dari sub unsur lingkungan pengendalian kepemimpinan yang
kondusif adalah
a. Uraian tugas pokok dan fungsi masing-masing pegawai
b. Perekrutan pegawai dengan kualifikasi tertentu
c. Anggaran pengembangan kompetensi pegawai di dalam DIPA/DPA
d. *SOP penyusunan surat keputusan pimpinan
94. Contoh hard controls sub unsur stuktur organisasi atas unsur lingkungan pengendalian
adalah
a. Uraian tugas pokok dan fungsi masing-masing pegawai
b. Dokumen kode etik
c. Struktur organisasi yang mampu mempermudah identifikasi risiko
d. *Bagan struktur organisai
95. Contoh soft controls sub unsur pendelegasian wewenang dan tanggung jawab yang
tepat atas unsur lingkungan pengendalian adalah
a. *Tanggung jawab dan akuntabilitas dikomunikasikan dan dimengerti dengan
jelas
b. Perekrutan pegawai inspektorat yang bebas dari korupsi, kolusi, dan
nepotisme
c. Inspektorat yang berfungsi baik yang mampu mencegah penyimpangan
d. Para pegawai berperilaku sesuai dengan etika dan integritas yang tinggi
96. Control self assessment yang mewajibkan responden mengisi kuisioner yang
dirancang fasilitator tanpa menyebutkan nama, agar pengisian kuisioner dapat
dilakukan dengan jujur apa adanya dan selanjutnya hasil kuisioner tersebut digunakan
pimpinan dalam menilai pengendalian intern disebut metode
a. Reviu
b. Workshop
c. *Survei
d. Analisis manajemen
97. COSO merumuskan lima unsur utama pengendalian intern yang saling berkaitan.
Salah satu unsur utama tersebut antara lain
a. Identifikasi risiko
b. Analisis risiko
c. *Informasi dan komunikasi
d. Pengawasan
98. Dalam perilaku organisasi terhadap risiko, yang sering digunakan bergantian dengan
istilah ambang risiko atau limit risiko adalah
a. Risk avoidance
b. Risk appetite
c. *Risk tolerance
d. Risk taker
99. Dalam SPIP otorisasi atas transaksi dan kejadian yang penting merupakan salah satu
sub unsur dari unsur pengendalian intern yaitu
a. Lingkungan pengendalian
b. Penilaian risiko
c. *Kegiatan pengendalian
d. Informasi dan komunikasi
100. Dalam tahap manajemen risiko pada proses memantau dan mengkaji ulang serta
melakukan komunikasi dan konsultansi, maka dokumen terkait adalah
a. Kebijakan manajemen risiko
b. *Laporan status dan kemajuan serta rekomendasi penyempurnaan atau laporan
hasil monev
c. Asumsi, metode, dan sumber data yang digunakan
d. Matriks analisis risiko
101. Dalam tahap manajemen risiko pada proses pemberian tanggapan dan perlakuan atas
risiko, dokumen yang terkait adalah
a. Kriteria evaluasi risiko
b. Matriks analisis risiko
c. *Daftar rencana tindakan/mitigasi risiko
d. Catatan komunikasi dan konsultansi
102. Dari sudut pandang penetapan tujuan organisasi, suatu risiko yang berhubungan
dengan efektivitas dan efisiensi aktivitas operasi disebut
a. Risiko strategis
b. *Risiko operasional
c. Risiko pelaporan
d. Risiko ketaatan
103. Dari sudut pandang penetapan tujuan organisasi, terdapat risiko yang berhubungan
dengan keandalan dalam proses pengambilan keputusan, yaitu
a. Risiko strategis
b. Risiko operasional
c. *Risiko pelaporan
d. Risiko ketaatan
104. Definisi risiko menurut Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2008 tentang SPIP
adalah
a. Kemungkinan terjadinya sesuatu yang akan mempunyai dampak terhadap
tujuan
b. *Suatu kejadian yang mungkin terjadi dan apabila terjadi akan memberikan
dampak negatif pada pencapaian tujuan instansi pemerintah
c. Pengaruh ketidakpastian terhadap tujuan
d. Suatu kejadian yang mungkin terjadi dan memiliki probabilitas tinggi yang
dapat mempengaruhi pencapaian tujuan instansi pemerintah
105. Definisi Sistem Pengendalian Intern menurut Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun
2008 tentang SPIP adalah
a. Proses pengawasan terhadap tindakan dan kegiatan yang dilakukan secara
terus-menerus oleh pimpinan dan seluruh pegawai untuk memberikan
keyakinan yang memadai atas tercapainya tujuan organisasi melalui kegiatan
yang efektif dan efisien, keandalan pelaporan keuangan, pengamanan aset
Negara, dan ketaatan terhadap peraturan perundang-undangan
b. Proses pengawasan yang melekat yang dilakukan secara terus-menerus oleh
pimpinan dan seluruh pegawai untuk memberikan keyakinan yang memadai
atas tercapainya tujuan organisasi melalui kegiatan yang efektif dan efisien,
keandalan pelaporan keuangan, pengamanan aset Negara, dan ketaatan
terhadap peraturan yang berlaku
c. Proses yang berurutan dan menyeluruh yang dilakukan secara terus-menerus
oleh pimpinan dan seluruh pegawai untuk memberikan keyakinan yang
memadai atas tercapainya tujuan organisasi melalui kegiatan yang efektif dan
efisien, keandalan pelaporan keuangan, pengamanan aset Negara, dan ketaatan
terhadap peraturan perundang-undangan
d. *Proses yang integral terhadap tindakan dan kegiatan yang dilakukan secara
terus-menerus oleh pimpinan dan seluruh pegawai untuk memberikan
keyakinan yang memadai atas tercapainya tujuan organisasi melalui kegiatan
yang efektif dan efisien, keandalan pelaporan keuangan, pengamanan aset
Negara, dan ketaatan terhadap peraturan perundang-undangan
106. Di bawah ini yang merupakan salah satu konsep penting terkait penanganan risiko
yaitu
a. Mempertimbangkan tujuan organisasi
b. Proses penanganan risiko yang komprehensif
c. *Penanganan risiko diarahkan pada akar permasalahan dan bukan hanya gejala
permasalahan
d. Penanganan risiko diarahkan pada akibat yang mungkin timbul
107. Dinas PU Kabupaten FGD memiliki kegiatan yang cukup banyak dan sebagaian besar
terletak di wilayah yang sulit dijangkau. Sehingga sulit untuk mengumpulkan pegawai
bersama-sama dalam suatu pertemuan. Metode Control Self Assessment (CSA) yang
sebaiknya dipilih adalah
a. Analisis manajemen
b. Reviu
c. Workshop
d. *Survei
108. Elemen dalam manajemen risiko (menurut AS/NZS) yang bertujuan untuk
menentukan risiko mana yang ditindaklanjuti dengan penanganan dan risiko mana
saja yang hanya perlu pemantauan adalah
a. Penanganan risiko
b. *Evaluasi risiko
c. Analisis risiko
d. Monitoring dan Review
109. Identifikasi dan analisis perubahan yang signifikan, merupakan salah satu prinsip dari
komponen pengendalian intern COSO 2013, yaitu
a. Kegiatan pengendalian
b. Informasi dan komunikasi
c. Lingkungan pengendalian
d. *Penilaian risiko
110. Implementasi melalui kebijakan dan prosedur, merupakan salah satu prinsip dari
komponen pengendalian internal menurut COSO 2013, yaitu pada unsur
a. Lingkungan pengendalian
b. Penilaian risiko
c. *Kegiatan pengendalian
d. Pemantauan
111. Indonesia semula sangat mengandalkan batu bara sebagai sumber energi listrik, saat
ini telah memulai langkah baru dalam memberdayakan energi listrik terbarukan.
Tujuannya adalah mewujudkan ketahanan energi nasional dan upaya mengurangi
emisi karbon. Dalam hal ini Pemerintah telah menerapkan salah satu prinsip tata
kelola yang baik menurut BAPPENAS, yaitu
a. Komitmen dan pengurangan kesenjangan
b. *Komitmen pada lingkungan hidup
c. Komitmen pada ketahanan energi nasional
d. Komitmen pada energi terbarukan
112. Jika kemungkinan terjadinya risiko adalah sangat sering (skala 4) dan dampak yang
ditimbulkan rendah (skala 2), maka penghitungan risiko secara sederhana adalah
a. 1/2
b. 2
c. 4
d. *8
115. Kegiatan identifikasi risiko secara menyeluruh pada suatu organisasi/entitas akan
menghasilkan
a. Tingkat konsekuensi risiko
b. Peta risiko
c. *Daftar/register risiko
d. Level risiko
116. Kegiatan menyiapkan alat pemadam kebakaran, sehingga apabila terjadi kebakaran
dapat digunakan untuk mengurangi dampaknya. Hal tersebut merupakan contoh
kegiatan pengendalian yang disebut
a. Prevention
b. Detection
c. Impact
d. *Mitigation
117. Kegiatan untuk melihat dampak dengan mengisolasi efek dari suatu intervensi, dan
memerlukan data dan metodologi yang komplek serta memerlukan baseline sebagai
acuan dan melakukan perencanaan sejak awal seperti menetapkan tujuan, metodologi,
jadwal, dan pembiayaan, disebut sebagai
a. Pemantauan
b. Reviu
c. Audit
d. *Evaluasi
119. Lima komponen utama pengendalian internal yang saling berkaitan adalah
a. Lingkungan pengendalian, Penilaian risiko, Aktivitas pengendalian,
Penanganan risiko, Pemantauan
b. Lingkungan pengendalian, Penilaian risiko, Penanganan risiko, Informasi dan
komunikasi, Pemantauan
c. *Lingkungan pengendalian, Penilaian risiko, Aktivitas pengendalian,
Informasi dan komunikasi, Pemantauan
d. Lingkungan pengendalian, Penilaian risiko, Aktivitas pengendalian dan
penanganan risiko, Informasi dan komunikasi, Pemantauan
120. Maksud dan tujuan dilakukannya evaluasi penerapan manajemen risiko antara lain
untuk
a. *Mengetahui tingkat kematangan manajemen risiko (risk maturity level)
organisasi
b. Mengetahui adanya kejadian atau peristiwa yang mungkin terjadi
c. Mengetahui adanya dampak
d. Mengetahhui adanya probabilitas/kemungkinan kejadian
121. Manajemen Kantor TTS telah mengasuransikan seluruh gedung kantor dan kendaraan
dinas. Penanganan risiko yang dilakukan manajemen Kantor TTS adalah
a. Menghindari risiko
b. Menerima risiko
c. Mengurangi konsekuensi risiko
d. *Membagi risiko
122. Manajemen risiko dilaksanakan secara terus menerus dan dimonitor secara berkala.
Hal tersebut merupakan penjelasan definisi manajemen risiko berdasarkan kata kunci
a. Applied in strategy setting
b. Applied across enterprise
c. Designed to identify potential event
d. *On going process
123. Melakukan evaluasi berkelanjutan dan/atau terpisah, merupakan salah satu prinsip
dari komponen pengendalian intern COSO 2013, yaitu
a. *Pemantauan
b. Lingkungan pengendalian
c. Penilaian risiko
d. Kegiatan pengendalian
124. Mengetahui adanya penyimpangan atau perbedaan antara harapan dengan kenyataan
atas proses manajemen risiko, merupakan salah satu tujuan
a. Penyiapan opsi penanganan risiko
b. Implementasi penanganan risiko
c. *Monitoring dan review
d. Penilaian risiko residual
125. Menurut COSO Internal Control Integrated Framework 2013, komitmen terhadap
kompetensi merupakan salah satu prinsip dari unsur
a. *Lingkungan pengendalian
b. Penilaian Risiko
c. Kegiatan pengendalian
d. Pemantauan
126. Menurut Institute of Internal Auditor (IIA), audit internal harus memberikan value
bagi stakeholders. Tiga elemen penting dari value yang diberikan audit internal bagi
organisasi adalah
a. *Assurance, Insight, dan objectivity
b. Govermance, Risk, dan Control
c. Catalyst, Analisis, dan Assessment
d. Integrity, Accuntability, dan Independence
127. Menurut PP 60, Pimpinan instansi pemerintah wajib menyelenggarakan kegiatan
pengendalian. Pernyataan yang benar mengenai kegiatan pengendalian adalah
a. Kegiatan pengendalian hanya terdiri atas dua unsur yaitu pembinaan sumber
daya manusia dan pengendalian fisik atas aset
b. Dalam mengembangkan kegiatan pengendalian, instansi pemerintah harus
mengutamakan pengendalian yang bersifat detektif daripada preventif
c. Kegiatan pengendalian hanya dilakukan pada unit kerja yang penting, misal
unit kerja pengelola keuangan
d. *Penetapan kegiatan pengendalian harus didasarkan pada hasil penilaian risiko
dan mempertimbangkan kecukupan kegiatan pengendalian
128. Metode Control Self Assessment (CSA) berupa pertemuan yang difasilitasi oleh
fasilitator untuk menilai risiko terkait dengan tujuan yang akan dicapai, disebut
a. *Workshop
b. Survei
c. Analisis manajemen
d. Reviu
129. Opsi penanganan risiko yang memutuskan untuk tidak melakukan langkah mitigasi
risiko, adalah
a. *Menerima risiko
b. Membagi risiko
c. Mengurangi konsekuensi risiko
d. Mengurangi frekuensi risiko
130. Pada proses menetapkan konteks dalam manajemen risiko, dokumentasi terkait antara
lain, adalah
a. *Kriteria evaluasi risiko
b. Matriks analisis risko
c. Daftar hasil pemantauan risiko
d. Daftar rencana tindakan
132. Pemantauan dilakukan atas seluruh kegiatan di bawah kendalinya guna memastikan
bahwa seluruh pegawai yang ada di bawah kendalinya telah melaksanakan tanggung
jawabnya masing-masing. Pemantauan tersebut berada pada tingkat
a. Pegawai
b. *Penyelia
c. Manajer
d. Pimpinan eksekutif
133. Pemantauan pengendalian intern melalui kegiatan pengelolaan rutin, supervisi,
pembandingan, rekonsiliasi merupakan pemantauan dalam bentuk
a. *Pemantauan berkelanjutan
b. Evaluasi terpisah
c. Tindak lanjut rekomendasi hasil audit dan reviu lannya
d. Pemantuan sesaat
135. Pemerintah berupaya untuk tidak campur tangan dalam kegiatan ekonomi. Campur
tangan yang berlebihan dalam kegiatan ekonomi seringkali membebani anggaran
belanja dan bahkan dapat merusak pasar. Dalam hal ini Pemerintah telah menerapkan
salah satu prinsip tata kelola yang baik menurut BAPPENAS, yaitu
a. Komitmen dan pengurangan kesenjangan
b. *Komitmen pasar yang fair
c. Kefisienan dan keefektifan
d. Profesionalisme dan kompetensi
136. Pemerintah Kota ABC, telah menerapkan pelayanan satu atap untuk semua bentuk
perijinan dan waktu pelayanan maksimal satu hari bila persyaratan telah lengkap.
Dalam hal ini Pemerintah Kota ABC telah menerapkan salah satu prinsip tata kelola
yang baik menurut UNDP, yaitu
a. Participation
b. Rule of law
c. Transparency
d. *Responsiveness
137. Pemerintah Pusat telah mendelegasikan tugas dan kewenangan pusat kepada semua
tingkatan pemerintahan, sehingga dapat mempercepat proses pengambilan keputusan,
serta memberikan keleluasaan yang cukup untuk mengelola pelayanan publik dan
menyukseskan pembangunan di pusat dan daerah. Dalam hal ini Pemerintah telah
menerapkan salah satu prinsip tata kelola yang baik menurut BAPPENAS, yaitu
a. *Desentralisasi
b. Sentralisasi
c. Participation
d. Democrazy
138. Penentuan parameter internal dan eksternal, lingkup kerja, dan kriteria risiko, pada
proses manajemen risiko berada pada tahap
a. Identifikasi risiko
b. Analisis risiko
c. *Penetapan konteks
d. Penanganan risiko
139. Pengendalian intern dapat mencakup pengendalian yang berupa tindakan untuk
mengatasi penyimpangan yang sudah terjadi, hal ini disebut pengendalian yang
bersifat
a. Preventif
b. *Detektif
c. Refresif
d. Reaktif
140. Pengendalian yang berkaitan dengan lingkungan organisasi dan didesain secara
langsung untuk memitigasi risiko yang mungkin terjadi pada tingkat organisasi,
merupakan pengendalian tingkat
a. Transaksi
b. Proses
c. *Entitas
d. Pusat
141. Penilaian secara periodik atas kinerja organisasi dibandingkan dengan standar
pengukuran yang ada atau yang telah disepakati, merupakan pengertian
a. Analisis risiko
b. *Evaluasi terpisah
c. Evaluasi risiko
d. Penilaian risiko
142. Peran audit intern yang mencakup tanggung jawab untuk mengevaluasi dan
mengembangkan proses tata kelola sektor publik merupakan bagian dari fungsi
a. Watchdog
b. Consultant
c. Catalyst
d. *Assurance
144. Perwujudan peran aparat pengawasan intern pemerintah yang efektif merupakan salah
satu sub unsur
a. *Control environment (lingkungan pengendalian)
b. Risk assessment (penilaian risiko)
c. Control activities (aktivitas pengendalian)
d. Monitoring (pemantauan)
145. Polisi ungkap kasus pemalsuan air galon merk X di kota ABC. Pelaku mengisi galon
dengan air tanah dan menyegelnya dengan tutup galon merk X. Pelaku bisa menjual
30 galon per hari ke warung-warung kecil dengan harga Rp15.000/galon. Usahanya
tersebut sudah dilakukan selama dua tahun.\nKesimpulan atas uraian tersebut adalah
a. Kejadian tersebut adalah kemungkinan
b. Kejadian tersebut tidak mengandung unsur kerugian
c. Kejadian tersebut merupakan suatu risiko
d. *Kejadian tersebut bukan merupakan suatu risiko
146. Prinsip dari komponen pengendalian internal menurut COSO 2013 di bawah ini yang
merupakan salah satu bagian dari unsur penilaian risiko adalah
a. Menegakkan akuntabilitas
b. *Menentukan tujuan yang sesuai
c. Menggunakan informasi yang relevan
d. Menunjukkan komitmen terhadap kompetensi
148. Prinsip good governance yang dikemukakan oleh UNDP yang berkaitan dengan
proses pemerintahan dan lembaga yang membuahkan hasil sesuai kebutuhan warga
masyarakat dan dengan sumber - sumber daya yang ada seoptimal mungkin termasuk
dalam prinsip
a. Transparency
b. Responsiveness
c. *Effectiveness and efficiency
d. Acccountability
149. Prinsip tata kelola sektor publik menurut BAPPENAS yang menyatakan bahwa
instansi pemerintah dan para aparaturnya harus mempertanggungjawabkan
pelaksanaan kewenangan yang diberikan sesuai dengan tugas dan fungsinya, adalah
a. Daya tanggap
b. Partisipasi masyarakat
c. *Tanggung gugat
d. Keefisienan dan kefektifan
150. Prinsip tata kelola yang baik menurut UNDP yang menyatakan bahwa seluruh proses
pemerintahan, lembaga-lembaga, dan informasi perlu dapat diakses oleh pihak-pihak
yang berkepentingan, dan informasi yang tersedia harus memadai agar dapat
dimengerti dan dipantau adalah
a. Participation
b. *Transparency
c. Responsiveness
d. Accountability
151. Prosedur penilaian yang secara diskriptif dimaksudkan untuk mengidentifikasi
dan/atau mengukur pengaruh dari kegiatan yang sedang berjalan (on-going) tanpa
mempertanyakan hubungan kausalitas, disebut
a. Evaluasi
b. Audit
c. *Pemantauan
d. Analisis
153. Proses yang diselenggarakan oleh manajemen untuk memahami dan mengelola
ketidakpastian yang dapat memengaruhi kemampuan organisasi dalam mencapai
tujuan, disebut
a. Tata kelola
b. *Manajemen risiko
c. Pengendalian internal
d. Prosedur pengendalian
155. Risiko yang dikelola dengan tepat dan wajar akan menyediakan jaminan bahwa
kegiatan dan pelayanan oleh organisasi dapat berlangsung secara optimal, merupakan
salah satu kata-kata kunci manajemen risiko, yaitu
a. On going process
b. Applied in strategy setting
c. Design to identify potential events
d. *Provide reasonable assurance
156. Risiko yang tetap ada setelah opsi penanganan risiko diputuskan dan rencana
penanganan risiko telah diimplementasikan disebut
a. Risiko inheren
b. *Risiko residual
c. Risiko intern
d. Risiko ekstern
157. Salah satu elemen dalam manajemen risiko yang bertujuan untuk mengetahui profil
dan peta dari risiko - risiko yang ada dalam suatu organisasi adalah
a. Identifikasi risiko
b. *Analisis risiko
c. Evaluasi risiko
d. Penanganan risiko
158. Salah satu kata kunci manajemen risiko yang artinya manajemen risiko ditentukan
oleh pihak-pihak yang berada di lingkungan organisasi, adalah
a. Applied in Strategy Setting
b. Designed to identify potential events
c. Applied across the enterprise
d. *Effected by People
162. Sistem pengeluaran kas memberi tanda (flag) terhadap duplikasi pembayaran,
merupakan contoh penerapan
a. Pengendalian preventif
b. Pengendalian detektif
c. *Pengendalian korektif
d. Pengendalian direktif
163. Suatu informasi dikatakan sebagai informasi yang tepat waktu apabila\#:Suatu
informasi dikatakan sebagai informasi yang tepat waktu apabila
a. Informasi telah tersedia dan tersusun rapi
b. *Informasi tersedia ketika diperlukan
c. Informasi yang terkini telah tersedia
d. Informasi dapat diperoleh dengan mudah
164. Suatu kondisi dimana risiko sesuai prioritas tidak memiliki pengendalian atau
pengendalian yang ada tidak mencukupi untuk membawa risiko kepada tingkat
residual risk yang berada dalam tingkat selera risiko manajemen adalah
a. Penilaian diri sendiri/CSA (Control Self Assessment)
b. RTP (Rencana Tindak Pengendalian)
c. *Celah pengendalian
d. Pemantauan pengendalian intern
165. Tahap dalam manajemen risiko yang menetapkan apa, di mana, kapan, mengapa, dan
bagaimana sesuatu dapat terjadi, sehingga dapat berdampak negatif terhadap
pencapaian tujuan adalah
a. Penetapan konteks
b. Analisis risiko
c. Evaluasi risiko
d. *Identifikasi risiko
166. Tanggung jawab dan akuntabilitas dikomunikasikan dan dimengerti dengan jelas,
merupakan contoh soft control dari sub unsur lingkungan pengendalian
a. Integritas dan nilai etika
b. Kepemimpinan yang kondusif
c. *Pendelegasian wewenang dan tanggung jawab yang tepat
d. Peran APIP yang efektif
168. Tipe outcomes yang harus dipertimbangkan oleh manajemen, seperti pengungkapan
yang transparan, kelemahan material, penyerapan anggaran, dikelompokkan kedalam
a. Compliance
b. Operations
c. *Financial
d. Strategic
169. Tujuh tahapan proses komunikasi menurut Stephen P. Robbins meliputi
a. Komunikator, pesan, encoding, saluran, decoding, komunikan, dan umpan
balik
b. Komunikator, encoding, decoding, pesan, saluran, komunikan, dan umpan
balik
c. *Komunikator, encoding, pesan, saluran, decoding, komunikan, dan umpan
balik
d. Komunikator, umpan balik, komunikan, encoding, pesan, saluran, dan
decoding
170. Unsur kegiatan pengendalian yang dilakukan sesuai dengan ukuran, kompleksitas,
serta sifat dari tugas dan fungsi instansi pemerintah memiliki beberapa sub unsur,
antara lain
a. Pembentukan struktur organisasi yang sesuai dengan kebutuhan
b. *Dokumentasi yang baik atas Sistem Pengendalian Intern serta transaksi dan
kejadian penting
c. Manajemen sistem informasi
d. Pemantauan berkelanjutan
171. Verifikasi fisik atas aset merupakan salah satu contoh pengendalian pada tingkat\:{
a. Pusat
b. Transaksi
c. *Proses
d. Entitas