MAKALAH
TEORI BELAJAR SKINNER
Disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah Teori Pembelajaran Matematika
Dosen Pengampu:
Roisatun Nisa’ M.Pd.
Disusun oleh:
Kelompok 2
1. Amelia Rahmawati (2325110023)
2. Nurul Athimah (2325110024)
3. Ihda Imroatus Sa’diyah (2325110028)
4. M. Rifqul Ikhwan (2325110032)
5. Miftahul Hilmi (2325110029)
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN MATEMATIKA
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS QOMARUDDIN
2023/2024
KATA PENGANTAR
Alhamdulillah, segala puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Allah
SWT atas limpahan rahmat dan karunia-Nya sehingga makalah yang berjudul “Teori
Pembelajaran Skinner” dapat diselesaikan dengan baik. Makalah ini dibuat dengan
tujuan untuk memenuhi tugas mata kuliah Teori Pembelajaran Matematika di
Universitas Qomaruddin.
Pada kesempatan ini, penulis mengucapkan terimakasih kepada pihak yang
turut membantu dan memberikan konstribusi dalam penyusunan makalah ini. Kami
tidak akan bisa maksimal tanpa dukungan dan motivasi dari berbagai pihak. Harapan
kami sebagai penulis, informasi dan materi yang terdapat dalam makalah ini dapat
bermanfaat bagi pembaca.
Tiada yang sempurna di dunia ini melainkan Allah SWT. Tuhan yang maha
sempurna, Karena itu penulis memohon kritik dan saran yang membangun apabila
ada kekurangan dalam penyusunan makalah ini untuk perbaikan makalah
selanjutnya.
Akhir kata penulis mengucapkan terimakasih dan semoga makalah ini dapat
bermanfaat bagi kita semua.
Gresik, 24 Mei 2024
Penulis
ii
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR................................................................................................ii
PENDAHULUAN.......................................................................................................1
A. Latar Belakang.............................................................................................1
B. Rumusan Masalah........................................................................................1
C. Tujuan...........................................................................................................2
BAB II..........................................................................................................................3
PEMBAHASAN..........................................................................................................3
A. Biografi Penemu Teori Skinner..................................................................3
B. Teori Pembelajaran Skinner.......................................................................4
C. Prinsip-Prinsip Belajar Menurut Teori Skinner.......................................8
D. Kelebihan dan Kekurangan Teori Skinner...............................................8
E. Implementasi Teori Skinner dalam Pembelajaran...................................9
BAB III......................................................................................................................11
PENUTUP.................................................................................................................11
A. Kesimpulan.................................................................................................11
B. Saran...........................................................................................................12
iii
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Teori Skinner, yang juga dikenal sebagai behaviorisme radikal,
merupakan salah satu kontribusi terpenting dalam bidang psikologi, terutama
dalam memahami perilaku manusia. Ide-ide Skinner berkembang dari tradisi
behaviorisme yang dipelopori oleh tokoh-tokoh seperti Ivan Pavlov, John B.
Watson, dan Edward Thorndike. Skinner mengembangkan konsep
kondisioning operan, yang merupakan salah satu poin sentral dalam teorinya.
Konsepnya adalah tindakan seseorang dipengaruhi oleh akibat dari tindakan
tersebut. Dengan kata lain, perilaku yang diikuti penguatan positif cenderung
diulangi, sedangkan perilaku yang diikuti hukuman atau tidak menimbulkan
konsekuensi cenderung menurun.
Bahkan di era pendidikan modern, teori Skinner tetap menjadi dasar
berbagai strategi pembelajaran yang efektif. Misalnya, menggunakan
penguatan positif dalam bentuk pujian dan penghargaan untuk memotivasi
siswa dan memperkuat perilaku yang diinginkan adalah hal yang umum di
banyak ruang kelas. Meskipun teori ini menjadi dasar dari banyak strategi
pembelajaran, namun masih ada beberapa pertimbangan yang perlu dipahami
lebih lanjut terkait penerapannya di kelas.
Oleh karena itu, makalah ini akan membahas penerapan teori Skinner
dalam pembelajaran, dengan fokus pada prinsip-prinsip pembelajaran yang
dikemukakannya, kelebihan dan kekurangannya, serta strategi khusus
penerapannya di lingkungan kelas. Kami berharap dengan memperoleh
pemahaman yang lebih mendalam tentang teori ini dan cara-cara praktis
untuk menerapkannya, para pendidik dapat menciptakan lingkungan belajar
yang lebih efektif dan mendukung bagi siswanya.
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang diatas, maka dapat dirumuskan
permasalahan sebagai berikut;
1. Bagaimana biografi penemu teori skinner?
iv
2. Apa itu teori skinner?
3. Apa saja prinsip-prinsip teori skinner?
4. Apa kelebihan dan kekurangan teori skinner?
5. Bagaimana impelementasi teori skinner terhadap pembelajaran?
C. Tujuan
1. Untuk mengetahui biografi teori skinner
2. Untuk mengetahui definisi teori skinner
3. Untuk mengetahui prinsip-prinsip teori skinner
4. Untuk mengetahui kelebihan dan kekurangan teori skinner
5. Untuk mengetahui Impelementasi teori skinner
v
BAB II
PEMBAHASAN
A. Biografi Penemu Teori Skinner
Burrhus Frederic Skinner lahir
pada 20 Maret 1904, di
Susquehanna, dari pasangan
Willian dan Grace Skinner. Dia
wafat di Massachusetts pada 18
Agustus 1990. Dia adalah seorang
profesor psikologi di Harvard
University dari 1958 sampai ia
mengundurkan diri pada 1974.
Ayahnya merupakan seorang pengacara. Dia menjadi atheis setelah seorang
guru Agama Kristen yang merupakan penganut liberal mencoba meredakan
ketakutannya akan neraka yang diceritakan oleh neneknya. Dia belajar di
Hamilton College di New York dengan tujuan untuk menjadi seorang penulis
dan mengikuti Kelompok Lambda Chi Alpha. Dia menulis untuk paper
sekolah, namun karena atheis, dia dikritik berdasarkan sekolah tempatnya
belajar. Dia juga belajar di Harvard University setelah menerima gelar B.A.
untuk sastra Inggris pada 1926. Setelah lulus, dia tinggal di rumah orang
tuanya di Scranton, berharap menjadi seorang novelis. Dia mencoba menjadi
penulis di Greenwich Village, namun dengan cepat menjadi kecewa dengan
kemampuan menulisnya dan menyimpulkan bahwa dia memiliki sedikit
pengalaman dan tidak memiliki perspektif pribadi yang kuat dalam menulis.
Perjumpaannya dengan behaviorisme, karya John B. Watson, membawanya
mempelajari bidang psikologi.
Skinner memperoleh gelar PhD dari Harverd pada 1931 dan
merupakan seorang peneliti di sana sampai 1936. Dia kemudian mengajar di
Universitas Minnesota di Minneapolis dan kemudian berpindah ke
vi
Universitas Indiana di mana dia memiliki kedudukan di departemen psikologi
dari 1946-1947. Kemudian, dia kembali ke Harvard menjabat sebagai
profesor pada 1958. Dia kemudian menghabiskan sisa hidupnya di Harvard.
Pada 1973 Skinner merupakan salah satu penandatangan untuk Humanist
Manifesto II. Pada 1936, Skinner menikahi Yvonne Blue dan memiliki dua
anak, Julie dan Deborah., Dia adalah salah satu ilmuwan perilaku terkemuka
dan melakukan penelitian pada tikus dan merpati menggunakan kotak
Skinner. Skinner percaya bahwa semua konsep mengenai perilaku tikus dan
merpati dapat diterapkan pada manusia. Inti dari filosofi Skinner adalah
bahwa manusia dimotivasi oleh lingkungannya.Semua makhluk hidup
senantiasa dalam proses berinteraksi dengan lingkungannya. Makhluk hidup
berperilaku tertentu ketika menerima rangsangan atau stimulan tertentu.
Stimulus ini disebut stimulus pemicu respons. Rangsangan tertentu
menyebabkan orang melakukan tindakan tertentu dengan perubahan tertentu.
Dia meninggal karena leukemia pada 18 Agustus 1990, dan
dimakamkan di Pemakaman Mount Auburn di Cambridge, Massachusetts.
Dia Seorang tokoh kontroversial, Skinner telah digambarkan dalam banyak
hal, sebagai sosok yang jahat dan dibenci, tetapi juga ramah dan antusias.
Faktanya, dia adalah orang yang sangat teliti dan terbuka, tetapi emosional.
Penghargaan yang diterima Skinner sepanjang karirnya termasuk National
Medal of Science dari Presiden Lyndon B. Johnson (1968), American
Psychological Foundation Gold Medal (1971), Human of the Year Award
(1972), dan Lifetime Achievement Award keunggulan dalam bidang
psikologi.
B. Teori Pembelajaran Skinner
Dalam teori belajarnya, Skinner mengartikan belajar sebagai proses
perubahan perilaku yang dicapai sebagai hasil mempelajari perilaku baru
melalui berbagai penguatan, yang disebut operant conditioning. Belajar juga
dapat dipahami sebagai suatu perilaku dimana seseorang belajar dan menjadi
tanggap. Sebagai seorang behavioris, Skinner mengatakan pembelajaran
secara keseluruhan dapat dipahami, dijelaskan, dan diprediksi melalui
vii
peristiwa-peristiwa yang dapat diamati: perilaku siswa, dan konsekuensinya
dalam lingkungan.
Dasar teori Skinner adalah bahwa perubahan perilaku merupakan
fungsi dari kondisi dan peristiwa lingkungan. Skinner berpendapat bahwa
respons individu timbul tidak hanya dari rangsangan lingkungan, tetapi juga
dari sesuatu yang tidak diketahui atau tidak disadari dalam lingkungannya.
Teori ini berpendapat bahwa ada perbedaan antara penghargaan dan
penguatan, yang pada dasarnya memberi semangat, dan perilaku yang
bersifat subjektif, dengan penguatan meningkatkan kemungkinan respons
sebagai akibat dan lebih berfokus pada apa yang dapat diamati dan diukur .
Penguatan meliputi penguatan positif dan penguatan negatif.
Penguatan dapat dianggap sebagai stimulus positif jika berhubungan dengan
peningkatan pengulangan perilaku oleh anak. Dalam hal ini penguatan yang
diberikan kepada anak akan memperkuat perilaku anak dan menyebabkan
anak lebih sering melakukan perilaku tersebut. Contoh penguatan positif
antara lain memuji anak. Sikap guru yang gembira saat anak menjawab soal
juga merupakan penguatan positif. Untuk mengubah perilaku anak dari
negatif menjadi positif, guru harus memiliki pengetahuan psikologi untuk
memprediksi dan mengendalikan perilaku anak. Guru kelas bertanggung
jawab membimbing kegiatan belajar anak. Pada titik ini kendali ada pada
guru, yang mempunyai kewenangan memberikan petunjuk atau larangan
kepada siswa. Pujian setelah berhasil menyelesaikan tugas atau menjawab
pertanyaan akan membekas dalam diri anak. Dorongan berupa hadiah dan
pujian memotivasi anak untuk giat belajar dan mempertahankan nilainya.
Penguatan tersebut harus dilakukan segera dan tidak boleh ditunda.
Teori Skinner dikenal dengan “operant conditioning” dengan
beberapa konsepnya, yaitu:
1. Reinforcemen (Penguatan)
Reiforcement didefinisikan sebagai sebuah konsekuensi-
konsekuensi yang menguatkan tingkah laku atau frekuensi tingkah laku.
viii
Efektivitas penguatan dalam proses pembelajaran harus ditunjukkan.Hal
ini karena kita tidak dapat berasumsi bahwa suatu hasil merupakan suatu
penguat sampai kita dapat membuktikan bahwa hasil tersebut dapat
memperkuat perilaku tersebut. Misalnya saja, makanan manis secara
umum dapat memperkuat perilaku anak kecil, namun seiring dengan
pertumbuhannya, makanan manis tidak lagi dapat dinikmati dan beberapa
anak kecil menjadi tidak menyukai makanan manis.
Penguatan dibagi menjadi dua bidang: penguatan positif dan
penguatan negatif. Penguatan positif merupakan hasil penguatan atau
penguatan terhadap suatu perilaku, seperti hadiah, pujian, dan kelulusan.
Penguatan negatif adalah menarik diri dari situasi yang tidak
menyenangkan untuk menguatkan tingkah laku. Misalnya, guru yang
membebaskan muridnya dari tugas membersihkan kamar mandi jika
muridnya dapat menyelesaikan pekerjaan rumahnya (PR).
2. Punishment (Hukuman)
Konsekuensi yang tidak memperkuat perilaku, malah
melemahkannya, disebut hukuman. Perbedaan antara penguatan negatif
dan hukuman mengacu pada pengurangan perilaku dengan membawa
hasil yang tidak diinginkan. Jika konsekuensi yang tidak menyenangkan
tidak benar-benar mengurangi frekuensi perilaku yang tidak diinginkan,
maka hal tersebut belum dianggap sebagai hukuman. Adapun bentuk
hukuman efektif :
a. Teguran verbal (scolding)
Meski beberapa siswa tampak berusaha keras mendapatkan
omelan dari guru karena mendapat perhatian dari situ, kebanyakan
siswa khususnya bila mereka sesekali diomeli, mengangap teguran
verbal tidak menyenangkan dan menusuk dihati. Umumnya, teguran
lebih efektif apabila disampaikan secara langsung, singkat, dan tidak
emosional.
ix
b. Konsekuensi logis
Konsekuensi yang wajar atau logis setelah seorang siswa
berperilaku buruk disebut konsekuensi logis. Dalam hal ini akibat
logisnya adalah hukuman yang setimpal dengan kejahatannya.
Sebagai contoh, ketika siswa menghancurkan barang temanya,
kensekuensi yang masuk akal adalah siswa tersebut mengantinya atau
membayarnya untuk membeli yang baru.
c. Time Out
Siswa yang berprilaku tidak sesuai yang diberikan hukuman
time out ditempatkan dalam situasi yang sepi dan membosankan
(tetapi tidak menakutkan) barangkali sebuah ruangan terpisah yang
dirancang khusus untuk mereka yang mendapatkan hukuman time out,
sebuah ruangan yang tidak banyak di pakai, atau sebuah sudut kelas
yang terpencil. Waktu untuk time out sangat singkat sekitar 2-10
menit, tergantung usia dari siswa. Penelitian menunjukan time out
terbukti mengurangi beragam prilaku tidak patuh siswa.16
d. Skors di sekolah (in-schoool suspension)
Sebagaimana halnya time out skors di sekolah berarti
menempatkan siswa dalam sebuah ruangan yang senyap dan
membosankan di dalam gedung sekolah. Namun, bentuk hukuman ini
seringkali beralangsung selama satu hari sekolah atau lebih dan
melibatkan pengawasan orang dewasa.
3. Shaping (pembentukan)
Istilah shaping (pembentukan) digunakan dalam teori belajar
behavioristik untuk menunjukan pengajaran keterampilan keterampilan
baru atau prilaku prilaku baru dengan memberikan penguatan kepada
siswa untuk menguasai keterampilan atau perilaku tersebut dengan baik.
Dengan kata lain, shapingadalah mengunakan langkah langkah kecil yang
disertai dengan feedback untuk membantu siswa mencapai tujuaan yang
x
ingin di capai. Misalnya, mengajarkan anak kecil menata sepatunya
dengan rapi dengan menunjukan cara menata yang benar dan kemudian
membiarkan anak anak melakukan sendiri pekerjaan tersebut selesai, baru
diberi reinforcemen.
Dalam teori pembelajaran perilaku, “pembentukan” mengacu pada
pembelajaran keterampilan atau perilaku baru dengan memberikan
penguatan kepada siswa untuk mencapai perilaku akhir yang diinginkan.
Prinsip pelatihannya adalah anak harus memperkuat perilakunya sesuai
dengan kemampuannya saat ini dan mengembangkan kemampuan
tersebut menjadi keterampilan baru.
4. Pemusnahan/Menghilangkan (Extinction)
Kepunahan, penghilangan, atau kepunahan (extinction) adalah
suatu proses yang berlangsung terus-menerus dimana seorang individu
perlahan-lahan mengalami pengurangan atau bahkan punahnya
perilakunya seiring dengan dihilangkannya penguatan atas perilaku
tersebut. Penghapusan adalah salah satu kunci untuk menangani perilaku
siswa. Perilaku siswa yang tidak diinginkan seringkali dapat dihilangkan
dengan mengidentifikasi dan menghilangkan penguat yang
melanggengkan perilaku tersebut. Pemunahan dari suatu 7 perilaku yang
dipelajari sebelumnya dapat dipercepat jika ada beberapa stimulus atau
isyarat menginformasikan kepada individu itu bahwa perilaku-perilaku
yang sebelumnya pernah diperkuat, tidak akan diperkuat lagi.
Ekstingsi (extinction) Tingkah laku akan terus berlangsung
apabila mendapat penguatan. Tingkah laku yang tidak diperkuat pada
beberapa waktu akan hilang. Cepat hilangnya suatu tanggapan berkaitan
dengan lamanya waktu terhadap respon yang telah diperkuat. Ekstingsi
ini sangat penting dalam proses perkembangan karena memungkinkan
seseorang untuk menghilangkan tingkah laku yang tidak bermanfaat.
xi
C. Prinsip-Prinsip Belajar Menurut Teori Skinner
Beberapa prinsip belajar skinner:
a. Hasil belajar harus segera diberitahukan kepada siswa, jika salah
dibetulkan, jika benar diberi penguatan.
b. Proses belajar harus mengikuti irama dari yang belajar. Materi
pelajaran, digunakan system modul.
c. Dalam proses pembelajaran lebih dipentingkan aktivitas senidiri,
tidak digunakan hukuman. Untuk itu lingkungan perlu diubah, untuk
menghindari adanya hukuman.
d. Tingkah laku yang diinginkan pendidik, diberi hadiah dan sebaiknya
hadiah diberikan dengan digunakannya jadwal variable ratio reinforce
dalam pembelajaran digunakan shapping.
e. Tingkah laku yang tidak diinginkan, bila dilakukan siswa, diberikan
perhatian, tetapi tingkah laku yang diinginkan diberi reward.
f. Melaksanakan mastery learning. Yaitu anak mempelajari bahan secara
tuntas menurut waktunya masing-masing, karena tiap anak berbeda
irama belajarnya
D. Kelebihan dan Kekurangan Teori Skinner
Kelebihan
1. Pendidik diarahkan untuk menghargai setiap anak didiknya. Memberikan
penghargaan bagi anak didik yang bisa melakukan apa yang diajarkan
oleh guru. Hal ini juga ditunjukkan dengan dihilangkannya sistem
hukuman.
2. Memberikan semangat tersendiri bagi peserta didik karena adanya
pemberian hadiah, sehingga memicu anak didik untuk belajar semakin
giat.
xii
3. Peserta didik lebih aktif dan semangat menjawab pertanyaan karena
adanya hadiah
4. Memotivasi anak didik untuk berprestasi didalam kelas
Kekurangan
1. Proses belajar itu dianggap dapat diamati secara langsung, padahal belajar
adalah proses kegiatan mental yang tidak dapat disaksikan dari luar
kecuali sebagian gejalanya.
2. Proses belajar ini dipandang bersifat otomatis-mekanis, sehingga terkesan
seperti mesin dan robot. Padahal setiap siswa memiliki kemampuan
mengatur diri sendiri dan spengendalian diri yang bersifat kognitif, dan
karena itu ia bisa menolak merespons jika ia tidak menghendaki, misalnya
karena lelah atau berlawanan dengan kata hati.
3. Proses belajar manusia dianalogikan dengan perilaku hewan itu sangat
sulit diterima, mengingat amat mencoloknya perbedaan antara karakter
fisik dan psikis manusia dengan karakter fisik dan psikis pada hewan.
4. Adanya kecemburuan antar sesama
5. Peserta didik yang dapat menjawab pertanyaan guru, ia akan
mendominasi, sedangkan yang tidak bisa, ia akan tetap diam.
E. Implementasi Teori Skinner dalam Pembelajaran
Implementasi teori Skinner dalam pembelajaran matematika
melibatkan penggunaan prinsip operant conditioning, yang dikembangkan
oleh B.F. Skinner, untuk meningkatkan motivasi dan perilaku siswa dalam
belajar matematika. Berikut adalah beberapa cara implementasi teori Skinner
dalam pembelajaran matematika:
1. Sebelum memulai proses pembelajaran, pendidik harus memastikan siswanya
siap mengikuti pembelajaran tersebut, setidaknya ada aktivitas yang dapat
menarik perhatian siswa untuk semangat mengikuti kegiatan belajar
mengajar.
2. Pembelajaran yang diberikan sebaiknya memiliki hubungan dengan
materisebelumnya, hal ini dimaksudkan agar materi lampau dapat tetap
diingat oleh siswa.
xiii
3. Siswa yang telah belajar dengan baik harus segera diberi hadiah, dan yang
belum baik harus segera diperbaiki, dalam belajar
4. Dalam proses belajar, pendidik harus menyampaikan materi matematika
dengan cara yang menyenangkan siswa, contoh dan soal latihan yang
diberikan tingkat kesulitannya bertahap, dari yang mudah sampai yang susah.
Hal ini agar siswa mampu menyerap materi yang diberikan.
Dengan menggunakan strategi-strategi di atas, guru dapat meningkatkan
motivasi dan perilaku siswa dalam belajar matematika, serta mencapai tujuan
pembelajaran yang lebih efektif.
Contoh penerapan matematika teori Skinner. Siswa diberikan masalah
matematika sederhana untuk dipecahkan sendiri. Guru memuji siswa yang
berhasil memecahkan masalah. Melalui acara ini siswa memperoleh kepercayaan
diri terhadap kemampuannya dan mampu mempelajari pelajaran berikutnya yang
sesuai atau melanjutkan apa yang telah mampu diselesaikan sebelumnya.
Terlebih lagi, rangsangan seperti itu umumnya dikatakan mendahului tanggapan
yang dihasilkan. Pembelajaran melalui pengondisian subjek hanya efektif bila
suatu respons dihasilkan dari adanya stimulus tertentu.
xiv
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
1. Burrhus Frederic Skinner lahir pada 20 Maret 1904, di Susquehanna, dari
pasangan Willian dan Grace Skinner. Dia wafat di Massachusetts pada 18
Agustus 1990. Dia merupakan seorang profesor psikologi di Harvard
University dari 1958 sampai pengunduran dirinya pada 1974.
2. Dalam teori belajarnya Skinner mendefinisikan bahwa belajar adalah
sebuah proses perubahan prilaku yang telah dicapai dari hasil belajar
melalui beberapa penguatan-penguatan prilaku yang baru, yang disebut
dengan kondisioning operan (pengkondisian operan), antara lain
Reinforcemen (Penguatan), Punishment (Hukuman), Shaping
(pembentukan), dan Pemusnahan/Menghilangkan (Extinction)
3. Prinsip-prisnip belajar menurut teori skinner;
a. Hasil belajar harus segera diberitahukan kepada siswa, jika salah
dibetulkan, jika benar diberi penguatan.
b. Proses belajar harus mengikuti irama dari yang belajar.
c. Materi pelajaran, digunakan system modul.
d. Dalam proses pembelajaran, tidak digunakan hukuman.
e. Dalam proses pembelajaran, lebih dipentingkan aktivitas sendiri.
f. Tingkah laku yang diinginkan pendidik, diberi hadiah
4. Kelebihan teori skinner adalah pendidik diarahkan untuk menghargai
setiap anak didiknya. Hal ini ditunjukkan dengan dihilangkannya sistem
hukuman. Kekurangan teori skinner adalah 1.)Proses belajar adalah
proses kegiatan mental yang tidak dapat disaksikan dari luar kecuali
sebagian gejalanya, 2.) Proses belajar ini dipandang bersifat otomatis-
xv
mekanis, sehingga terkesan seperti mesin dan robot, 3.) Proses belajar
manusia dianalogikan dengan perilaku hewan itu sangat sulit diterima
5. Implementasi Teori Skinner dalam Peembelajaran
a. Memastikan siswa siap mengikuti pembelajaran
b. Pembelajaran memiliki hubungan dengan materi sebelumnya
c. Pemberian reward
d. Penyampaian materi dengan menyenangkan
B. Saran
Demikian yang dapat kami paparkan mengenai materi yang menjadi
pokok pembahasan dalam makalah ini, tentunya masih banyak kekurangan
dan kelemahannya, karena terbatasnya pengetahuan dan kurangnya rujukan
atau referensi yang ada hubungannya dengan judul makalah ini. Penulis
banyak berharap bagi para pembaca untuk memberikan kritik dan saran yang
membangun kepada penulis demi sempurnanya makalah ini
xvi
DAFTAR PUSTAKA
Haniyah, K. A.-z., & Maulfi, S. R. (2024). IMPLEMENTASI TEORI BELAJAR
BEHAVIORISME BF SKINNER DALAM PEMBELAJARAN
MERANCANG NOVEL PADA SISWA KELAS XII IPS. Jurnal Program
Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia .
Mariam Nasution, M. (2015). TEORI PEMBELAJARAN MATEMATIKA
MENURUT ALIRAN. Jurnal Ilmi-ilmu Kependidikan dan Sains , 109-121.
Mytra, P., Asrafiani, A., Budi, A., Hardiana, H., & Irmayanti, I. (2022).
Implementasi Teori Belajar Behavioristik dalam Pembelajaran Matematika.
JTMT: Jurnal Tadris Matematika , 45-54.
Nuryadi, S. M. (2009). Teori Belajar B.F Skinner dan Aplikasinya.
Pilipus M., K. (2021). BIOGRAFI DAN TEORI BELAJAR SKINNER. 1-9.
RK, R., & MA, K. (2013). THEORY OF LEARNING ACCORDING TO
EDUCATIONAL PSYCHOLOGY. Jurnal Sosial Humaniora , 62-67.
Yuliana, L., & Yenni, A. H. (2022). Teori Operant Conditioning Menurut Burrhusm
Fredic Skinner. Jurnal Arrabona: Jurnal Teologi dan Misi , 22-39.
Zubaidah, A. M., & Dr. Risnawati, M. (2015). PSIKOLOGI PEMBELAJARAN
MATEMATIKA. Ngaglik, Sleman, Yogyakarta: Aswaja Pressindo.
xvii