Pengembangan Pembelajaran Matematika SD
Teori Belajar Menurut Skinner
Kelompok 3:
1. Muin saban
2. Angela Marici Tapo
3. Ludowika Tampani (2022411028)
Kelas/semester: A/V
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH KUPANG
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR
KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan kehadiran Tuhan Yang Maha Esa yang telah
memberikan karunia-Nya kepada kita semua sehingga dapat menyelesaikan makalah
kami yang berjudul’’Teori- Teori Belajar Skinner’’.
Tidak lupa kami sampaikan terima kasih kepada pihak-pihak yang telah
membantudalam menyelesaikan makalah ini. Kami sadar bahwa masih terdapat
banyak kekurangandalam makalah ini, baik dari segi penyusunan maupun
kelengkapan dan ketepatan isimakalah. Untuk itu kami mengharapkan kritik dan
saran dari berbagai pihak agar selanjutnyadapat ditingkatkan dan disempurnakan.
Demikian makalah ini disusun agar dapat bermanfaat, diterima dan digunakan
sebagai acuan untuk makalah-makalah selanjutnya.
Penyusun
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar belakang
1.2 Rumusan Masalah
1.3 Tujuan
1.4 Manfaat
BAB II PEMBAHASAN
2.1 sejarah munculnya teori belajar Skinner
2.2 Teori belajar Skinner
2.3 Prinsip-prinsip teori belajar Skinner
2.4 Aplikasi teori Skinner terhadap pembelajaran
2.5 Kekurangan dan kelebihan teori Skinner
BAB III PENUTUP
3.1 Kesimpulan
DAFTAR PUSTAKA
PROFIL FOTO
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Menurut Skinner, penyelidikan mengenai kepribadian hanya sah jika memenuhi
beberapa beberapa kriteria. Skinner membedakan perilaku menjadi dua yaitu perilaku
yang alami dan perilaku operan. Menurutnya, perilaku alami adalah perilaku yang
ditimbulkan oleh stimulus byang jelas, sedangkan perilaku operan adalah perilaku
yang muncul dari stimulus yang tidak jelas atau tidak diketahui tetapi semata-mata
dihasilkan oleh organisme itu sendiri.
Hakikat dari teori belajar Skinner adalah teori belajar bagaimana individu
memiliki tingkah laku baru menjadi lebih terampil dan lebih tahu. Skinner
meyakinkan bahwa kepribadian dapat dipahami denganmempertimbangkan tingkah
laku dalam hubungannya yang terus menerus dengan lingkungannya, sedangkan cara
untuk mengontrol perilaku adalah dengan melakukan penguatan terhadap suatu
strategi kegiatan yang membuat tingkah laku itu terjadi atausebaliknya tidak terjadi
pada masa yang akan datang.
B. Rumusan Masalah
1. Bagaimanakah sejarah munculnya teori skinner?
2. Bagaimanakah teori belajar menurut Skinner?
3. Bagaimana prinsip-prinsip belajar menurut Skinner?
4. Bagaimana pengaplikasian teori belajar Skinner terhadap pembelajaran?
5. Apa kekurangan dan kelebihan teori belajar skinner?
C. Tujuan
1. Untuk mengetahui sejarah munculnya teori belajar skinner.
2. Untuk mengetahui teori-teori belajar menurut skinner.
3. Untuk mengetahui prinsip-prinsip belajar menurut skinner.
4. Untuk mengetahui cara mengaplikasikan teori belajar skinner dalam
pembelajaran.
5. Untuk mengetahui kekurangan dan kelebihan teori belajar skinner.
D. Manfaat
Manfaat dari pembahasan makalah ini, yaitu:
1. Agar penulis dan pembaca mengetahui sejarah munculnya teori skinner.
2. Agar penulis dan pembaca mengetahui teori belajar skinner dan
prinsipnya.
3. Agar penulis dan pembaca mengetahui cara mengaplikasikan teori belajar
skinner dalam pembelajaran.
4. Agar penulis dan pembaca mengetahui kekurangan dan kelebihan teori
skinner.
BAB II
PEMBAHASAN
A. Sejarah Teori Skinner
Burrhus Frederic Skinner (1904-1990) adalah seorang psikolog
AmerikaSerikat yang terkenal dari aliran behaviorisme. Inti pemikiran Skinner
adalah setiapmanusia bergerak karena mendapat rangsangan dari lingkungannya.
Setiap makhlukhidup selalu berada dalam proses interaksi dengan lingkungannya.
Di dalam prosesitu, makhluk hidup menerima rangsangan atau stimulan tertentu
yang membuatnya bertindak sesuatu. Rangsangan itu disebut stimulan yang
menimbulkan respon.stimulan tertentu menyebabkan manusia melakukan
tindakan-tindakan tertentudengan perubahan-perubahan tertentu.
Asas pengkondisian operan B.F Skinner dimulai awal tahun 1930-an, pada
waktu keluarnya teori S-R, model kondisian klasik dari Pavlov telah memberikan
pengaruh yang kuat pada pelaksanaan penelitian. Menurut Skinner banyak
tingkahlaku menghasilkan perubahan pada lingkungan yang mempunyai pengaruh
terhadap organisme.
Asas-asas kondisioning operan adalah kelanjutan dari tradisi yang
didirikanoleh John Watson. Artinya, agar psikologi bisa menjadi suatu ilmu,
maka studitingkah laku harus dijadikan fokus penelitian psikologi. Skinner
menghindari kontradiksi yang ditampilkan oleh model kondisioning klasik dari
Pavlov dan kondisioning instrumental dari Thorndike. Ia mengajukan suatu
paradigma yang mencakup kedua jenis respon itu dan berlanjut dengan mengupas
kondisi-kondisiyang berhubungan dengan munculnya respons atau tingkah laku
operan.
B. Teori Belajar Skinner
Menurut Skinner, hampir semua perilaku manusia di identifikasi jatuh kedalam
dua kategori yaitu perilaku responden dan perilaku operan. Perilaku responden adalah
perilaku tanpa sengaja (refleks). Agar perilaku responden terjadi,diperlukan stimulus
yang terjadi pada organisme. Contohnya stimulus dari binatang kecil yang
mengganggu terhadap mata Anda akan menyebabkan anda berkedip, suatu peristiwa
memalukan dapat menyebabkan anda bermuka merah, dan flash cahaya terang akan
mengakibatkan anda berkedip mata.
Sedangkan Perilaku operan adalah perilaku yang dipancarkan secara spontan yang
berbeda dengan perilaku responden dalam pengkondisian yang muncul karena adanya
stimulus tertentu. Dilihat dari pengertian "operan" sendiri, menjelaskan bahwa
seluruh perilaku yang beroperasi pada lingkungan untuk menghasilkan peristiwa atau
tanggapan dalam lingkungan. Jika kejadian atau tanggapan yang memuaskan maka
kemungkinan perilaku operan akan diulang secara terus menerus bahkan akan di
tingkatkan.Contoh perilaku operan yang mengalami penguatan adalah: anak kecil
yang tersenyum mendapat permen oleh orang dewasa yang gemas melihatnya, maka
anak tersebut cenderung mengulangi perbuatannya yang semula tidak disengaja atau
tanpa maksud tertentu. Tersenyum adalah perilaku operan dan permen adalah penguat
positifnya.
Dalam teori belajarnya Skinner mendefinisikan bahwa belajar adalah sebuah
proses perubahan prilaku yang telah dicapai dari hasil belajar melalui beberapa
penguatan-penguatan prilaku yang baru, yang disebut dengan kondisioning
operan(operan conditioning). menurut Skinner unsur yang terpenting dalam belajar
adalahadanya penguatan (reinforcement) dan hukuman(punishment). Penguatan
(reinforcement) adalah konsekuensi yang meningkatkan probabilitas bahwa suatu
perilaku akan terjadi. Sebaliknya, hukuman(punishment) adalah konsekuensi yang
menurunkan probabilitas terjadinya suatu perilaku.
Menurut Skinner unsur yang terpenting dalam belajar adalah adanya
penguatan(reinforcement) yang berarti memperkuat, penguatan dibagi menjadi dua
bagian, yaitu:
Penguatan positif
adalah penguatan berdasarkan prinsip bahwa frekuensi responsmeningkat karena
diikuti dengan stimulus yang mendukung (rewarding). Bentuk- bentuk penguatan
positif adalah berupa hadiah (permen, kado, makanan, dll), perilaku (senyum,
menganggukkan kepala untuk menyetujui, bertepuk tangan, mengacungkan jempol),
atau penghargaan (nilai A, Juara 1 dsb).
Penguatan negatif
adalah penguatan berdasarkan prinsif bahwa frekuensi responsmeningkat karena
diikuti dengan penghilangan stimulus yang merugikan (tidakmenyenangkan). Bentuk-
bentuk penguatan negatif antara lain: menunda/tidakmemberi penghargaan,
memberikan tugas tambahan atau menunjukkan perilaku tidaksenang (menggeleng,
kening berkerut, muka kecewa dll).
C. Prinsip-prinsip Belajar yang Dikembangkan Skinner
1. Hasil belajar harus segera diberitahukan kepada siswa, jika salah dibetulkan,
jika benar diberi penguat.
2. Proses belajar harus mengikuti irama dari yang belajar.
3. Materi pelajaran, digunakan sistem modul.
4. Dalam proses pembelajaran, lebih dipentingkan aktivitas sendiri.
5. Dalam proses pembelajaran, tidak digunakan hukuman. Namun ini
lingkungan perlu diubah, untuk menghindari adanya hukuman.
6. Tingkah laku yang diinginkan pendidik, diberi hadiah, dan sebagainya.
7. Dalam pembelajaran, digunakan shaping.
D. Aplikasi Teori Skinner Terhadap Pembelajaran
Beberapa aplikasi teori belajar Skinner dalam pembelajaran adalah sebagai
berikut:
1. Bahan yang dipelajari dianalisis sampai pada unit-unit secara organis.
2. Hasil berlajar harus segera diberitahukan kepada siswa, jika salah
dibetulkandan jika benar diperkuat.
3. Proses belajar harus mengikuti irama dari yang belajar.
4. Materi pelajaran digunakan sistem modul.
5. Tes lebih ditekankan untuk kepentingan diagnostik.
6. Dalam proses pembelajaran lebih dipentingkan aktivitas sendiri.
7. Dalam proses pembelajaran tidak dikenakan hukuman.
8. Dalam pendidikan mengutamakan mengubah lingkungan untuk mengindari
pelanggaran agar tidak menghukum.
9. Tingkah laku yang diinginkan pendidik diberi hadiah.
10. Hadiah diberikan kadang-kadang (jika perlu).
11. Tingkah laku yang diinginkan dianalisis supaya meningkatkan tujuan
yangingin dicapai.
12. Dalam pembelajaran sebaiknya digunakan shaping.
13. Mementingkan kebutuhan yang akan menimbulkan tingkah laku operan.
14. Dalam belajar mengajar menggunakan teaching machine.
15. Melaksanakan mastery learning, yaitu mempelajari bahan secara
tuntasmenurut waktunya masing-masing karena tiap anak berbeda-beda
iramanya.Sehingga naik atau tamat sekolah dalam waktu yang berbeda-beda
pula.
E. Kekurangan dan Kelebihan Teori Skinner
Kekurangan
Beberapa kelemahan dari teori ini berdasarkan analisa teknologi bahwa:
(i) teknologi untuk situasi yang kompleks tidak bisa lengkap;analisa
yang berhasil bergantung pada keterampilan teknologis.
(ii) (ii) keseringan responsukar diterapkan pada tingkah laku kompleks
sebagai ukuran peluang kejadian.Disamping itu pula, tanpa adanya
sistem hukuman akan dimungkinkan akan dapat membuat anak
didik menjadi kurang mengerti tentang sebuah kedisiplinan.
haltersebuat akan menyulitkan lancarnya kegiatan belajar-
mengajar. Dengan melaksanakan mastery learning,tugas guru akan
menjadi semakin berat.
Beberapa Kekeliruan dalam penerapan teori Skinner adalah
penggunaanhukuman sebagai salah satu cara untuk mendisiplinkan siswa. Menurut
Skinnerhukuman yang baik adalah anak merasakan sendiri konsekuensi dari
perbuatannya.Misalnya anak perlu mengalami sendiri kesalahan dan merasakan
akibat darikesalahan. Penggunaan hukuman verbal maupun fisik seperti: kata-kata
kasar, ejekan,cubitan, jeweran justru berakibat buruk pada siswa.
Kelebihan:
Pada teori ini, pendidik diarahkan untuk menghargai setiap anak didiknya.
halini ditunjukkan dengan dihilangkannya sistem hukuman. Hal itu didukung
dengan adanya pembentukan lingkungan yang baik sehingga dimungkinkan
akan meminimalkan terjadinya kesalahan.
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
1. Teori belajar Skinner memberi banyak kontribusi untuk praktik
pengajaran. Konsekuensi penguatan dan hukuman adalah bagian dari
kehidupan dan murid. Jika dipakai secaraefektif, pandangan teori ini akan
mendapat membantu para guru dalam pengelolaan kelas.Demikian pula
prinsip-prinsip dan hukum-hukum belajar yang tertuang dalam teori
iniakan membantu guru dalam menggunakan pendekatan pengajaran yang
cocok untukmencapai hasil belajar dan perubahan tingkah laku yang
positif bagi anak didik.
2. Pada teori belajar skinner, pendidik diarahkan untuk menghargai setiap
anak didiknya. halini ditunjukkan dengan dihilangkannya sistem
hukuman. Hal itu didukung dengan adanya pembentukan lingkungan yang
baik sehingga dimungkinkan akan meminimalkanterjadinya kesalahan.
3. Menurut Skinner unsur yang terpenting dalam belajar adalah adanya
penguatan dan hukuman. Penguatan adalah konsekuensi yang
meningkatkan probabilitas bahwa suatu perilaku akan terjadi. Sebaliknya,
hukuman adalah konsekuensi yang menurunkan probabilitas terjadinya
suatu perilaku.
4. Prinsip belajar skinner adalah sebagai berikut.
a. Hasil belajar harus segera diberitahukan pada siswa.
b. Dalam proses pembelajaran, tidak digunakan hukuman. Namun
lingkungan perludiubah, untuk menghindari adanya hukuman.
c. Tingkah laku yang diinginkan pendidik diberi hadiah dan sebagainya.
d. Dalam proses belajar lebih dipentingkan aktifitas itu sendiri.
e. Dalam belajar digunakan shaping.
5. Inti dari teori behaviorisme Skinner adalah Pengkondisian operan
(kondisioning operan).Pengkondisian operan adalah sebentuk
pembelajaran dimana konsekuensi-konsekuensidari prilaku menghasilkan
perubahan dalam probabilitas prilaku itu akan diulangi.
DAFTAR PUSTAKA
Arie Asnaldi, 2005.Teori -Teori belajar.
B.F. Skinner and radical behaviorism, Ali, Muh. 1978. Guru Dalam Proses Belajar
Mengajar.Bandung: Sinar Baru.
Light, G. and Cox, R. 2001.Learning and TeacTeori Belajar Behavioristik.