Triage Pasien Diabetes Mellitus di IGD
Triage Pasien Diabetes Mellitus di IGD
Nama : Tn “S”
Umur : 56 tahun
Jenis Kelamin : Laki-laki
Keadaan Saat MRS (First Triage): Yellow Zone (Triase Kuning)
• Airway
Sp02 : 100 %
GDS : 445 Perdarahan Ringan
Sedang
Berat
Keterangan Lain :
Fraktur : Pasien tidak mengalami fraktur ekstermitas atas dan bawah
Kesadaran : Kesadaran pasien compos mentis, nilai GCS E : 4, V : 5, M: 6 total : 15
Lainnya :
………………………………………………………………………………………………
KATEGORI :
EMERGENCY
URGENT
AMBULATORY
DIED
Kesimpulan : P1 / P2 / P3 / P0
Petugas TRIAGE
Observer 1 : ……………………………………… ………………
Observer 2 : ……………………………………… ………………
ASUHAN KEPERAWATAN
PADA TN. A DENGAN DIAGNOSA MEDIS DIABETES MELLITUS
DI RUANG IGD RSUD KOTA MATARAM
I. Pengkajian
a. IDENTITAS
Nama/Initial : Tn. S
Umur : 56 tahun
Pekerjaan : Pensiunan PNS
Tanggal MRS : 28 Maret 2022
Tgl pengkajian : 28 Maret 2022
Penanggung Jwb : Rosidah (isteri)
Alamat : Kr. Anyar
No.Register : 055656
Dx.Medis : DM Hiperglikemi
b. KELUHAN UTAMA
Saat MRS : lemas
Saat Pengkajian : Pasien diantar oleh keluarga datang ke IGD RSUD Kota
Mataram pada tanggal 28 Maret jam 09:10 Wita dengan keluhan lemas, demam, mual
(+), muntah (+) Batuk (+) gangguan integritas kulit sejak menderita diabetes hasil
pemeriksaan GDS : 445 . TD: 96/56 ,N: 136 , RR: 20x/mnit , suhu : 40,9 . spo2 : 100 % .
c. RIWAYAT PENYAKIT / MEKANISME TRAUMA
Pasien mengatakan memiliki riwayat penyakit DM sudah 22 tahun
d. RIWAYAT LINGKUNGAN (TKP)
Pasien tinggal di Pegesangan Timur, kecamatan Mataram. kondisi rumah bersih, keluarga
pasien mengatakan di rumah mempunyai ventilasi yang cukup, halaman yang bersih,
mempunyai septick tank, mempunyai jendela dan pintu, terdapat 3 kamar, keluarga pasien
mengatakan terdapat kamar mandi di dalam dan pencahayan yang bagus
e. PEMERIKSAAN FISIK
□ AIRWAY : Jalan nafas pasien bebas tidak ada sumbatan
□ BREATHING : Pernafasan pasien spontan
□ CIRCULATION : Nadi pasien cepat, mukosa bibir pucat, akral hangat,
turgor kulit kembali lambat dan capillary refill > 2 detik
□ DISABILITY : GCS 15, pupil isokor saat pengkajian akral hangat,
terpasang infus , 20 Tpm.
□ EXPOSURE : Tampak tidak ada kelainan dan cedera pada tubuh pasien
□ FULL Vital Sign & Five Intervention
o Nadi : 136 x/menit
o TD : 96/56 Mmhg
o Suhu : 40,9˚ C
o RR : 20x/M
o GDS : 445
Monitor Denyut Jantung -
Pulse Oximetri + (100 %)
Indwelling kateter -
NOT -
Pemeriksaan Laboratorium +(Pemeriksaan DL)
o GIVE A COMFORT
Menganjurkan pasien untuk melakukan posisi semi fowler
o HISTORY & HEAD TO TOE ASSESSMENT
▪ History: Tn. S diantar oleh keluarga datang ke IGD RSUD Kota
Mataram pada tanggal 28 Maret jam 09:10 Wita dengan keluhan
lemas, demam, mual (+), muntah (+) Batuk (+) gangguan integritas
kulit sejak menderita diabetes hasil pemeriksaan GDS : 445 . TD:
96/56 ,N: 136 , RR: 20x/mnit , suhu : 40,9 . spo2 : 100 % .
▪ Head to toe
• Kepala :
Inspeksi: Kulit kepala bersih, tidak terdapat ketombe, tidak ada
pembesaran pada kepala, rambut tampak beruban.
Palpasi: tidak terdapat benjolan, luka atau lesi di kepala pasien
• Leher
Inspeksi: Tidak ada benjolan di leher, tidak adanya pembekakan di
daerah leher, tidak ada lesi, warna kulit putih kemerahan.
Palpasi: Tidak ada pembesaran pada kelenjar tiroid, tidak ada
benjolan pada leher, tidak adanya nyeri tekan.
• Dada (Thorax)
Inspeksi: RR 20 x/m regular, tidak ada otot bantu nafas,
pengembangan dada simetris antara kiri dan kanan, tidak terdapat
luka, tidak ada edema
Palpasi : tidak ada nyeri pada dada
Perkusi : sonor
Auskultasi : vesikuler
• Abdomen :
Inspeksi : simetris kiri kanan, tidak terdapat luka, tidak adanya
pembesaran pada abdomen
Palpasi : tidak ada benjolan pada daerah abdomen, tidak ada nyeri
tekan pada abdomen, tidak ada masa dan penumpukan cairan di
daerah abdomen
Perkusi: terdengar bunyi timpani pada area lambung dan usus pada
kuadran kanan dan kiri bawah
• Panggul
Tidak terkaji
• Alat kelamin :
Tidak terkaji
• Ekstremitas : Atas :
Tidak ada lesi, tidak ada luka dan pembekakan pada
ektremitas atas, tidak ada fraktur, turgor kulit kembali
lambat, CRT > 2 detik akral hangat, terpasang infus
pada ekstremitas atas bagian kiri .20 tpm
Bawah :
Ny. R Tn. S
Keterangan :
: Laki laki : Garis perkawinan
: Meninggal
i. Pola pemenuhan ADL :
• Kebutuhan nutrisi
Sebelum sakit : Pasien mengatakan makan dengan porsi satu piring dewasa
Setelah sakit : Pasien mengatakan makan dengan porsi sedikit 2-3 sendok karena
• Pola eliminasi
Eliminasi
BAB
Saat Sehat : Pasien mengatakan BAB 1-2 x / hari konsistensi feses lunak,
warna kekuningan bau khas tidak ada kesulitan saat BAB.
Setelah Sakit: Pasien mengatakan sejak 7 hari BAB tidak BAB.
BAK
Saat Sehat : Psien mengatakan BAK 4-5 x/hari, warna urin kuning cerah, bau
pesing , tidak ada kesulitan dalam berkemih
Saat Sakit : Pasien mengatakan BAK 2-3 x/hari, warna kuning cerah, bau
pesing, tidak ada kesulitan dan gangguan saat berkemih.
• Pola istirahat tidur
Sebelum sakit : Pasien mengatakan biasanya tidur 6-7 jam sehari mulai tidur
pada jam 20:00 dan terbangun pada pukul 04:00 karena pasien biasa sholat
tahajud.
Setelah sakit : Pasien mengatakan tidur 4-5 jam tidurnya terganggu
• Pola aktifitas
Sebelum sakit : Pasien mengatakan melakukan aktivitas seperti biasa, bermain
dengan teman sebayanya, membaca kadang-kadang menanam bunga di halaman
rumahnya.
Setelah sakit : Pasien mengatakan aktifitasnya terganggu akibat penyakit yang
dialaminya.
mengatakan menyadari dan menerima kondisi dan penyakit yang diderita, pasien
rutin menjaga makanan dan rutin kontrol ke fasilitas kesehatan terdekat apabila gula
j. PEMERIKSAAN LABORATORIUM
□ Laboratorium (cek DL), (GDS : 445)
Nama Test Hasil Unit Nilai Normal
HEMATOLOGI MINDRAY
BC 5380
WBC 11.29 X10̂3/uL 4.50 – 11.50
□ Rontgen : -
□ EKG :-
□ Terapi medis :
o IVFD 20 tpm
o Injeksi metronidazole 1x2 .500 mg.
o Injeksi ondancentron 1 A. 4 mg.
DO:
Kulit pasien tampak Perubahan saraf perifer
kering kemerahan dan
besisik
Mukosa bibir pucat kerusakan vaskuler
Turgor kulit kembali
lambat
CRT > 2 detik
Mata tampak cekung
neuropati perifer
TTV :
TD : 96/56
N : 136x/menit
ulkus
RR : 20xmenit
SPO2 : 100%
GDS : 445mg/dL
kerusakan integritas kulit
S : 40,5˚C
IV. Planning
Tanggal No. dx Tujuan Intervensi Rasional
28 Maret I Setelah dilakukan 1. Identifikasi 1. Untuk mengetahui
2022 asuhan keperawatan kemungkinan penyebab terjadinya
selama 1 x 8 jam, penyebab hiperglikemia
diharapkan kadar hiperglikemi 2. Agar pasien menjaga
glukosa darah 2. Monitor kadar pola makan, kadar
membaik dengan glukosa darah glukosa dalam darah
Kriteria Hasil : 3. Monitor tanda 3. Untuk mengetahui
1. Lelah/lesu dan gejala kondisi pasien
menurn hiperglikemia hiperglikemi
2. Mulut kering (mis, poliuria, 4. Untuk mengetahui
menurun polifagia, output dan input
3. Rasa haus polidipsia, cairan pasien
menurun kelemahan, 5. Agar pasien
4. Kadar glukosa pandangan kabur, memahami cara
dalam darah sakit kepala) memonitor glukosa
membaik 4. Monitor intake darah di rumah secara
dan output cairan mandiri
5. Anjurkan monitor 6. Untuk membantu
kadar gula darah pasien memenuhi
secara mandiri insulin dan
6. Ajarkan menurunkan glukosa
penggunaan darah
diabetes (mis. 7. Untuk membantu
Penggunaan pasien dan keluarga
insulin, obat oral) agar tidak terjadi
7. Kolaborasi defisiensi insulin
dengan dokter dalam glukosa darah
pemberian insulin 8. Agar kebutuhan
8. Kolaborasi cairan tubuh pasien
dengan dokter terpenuhi
pemberian cairan
IV
28 Maret II Setelah dilakukan 1. Monitor frekuensi 1. Untuk mengetahui
2022 asuhan keperawatan dan kekuatan nadi frekuensi dan
selama 1x8 jam 2. Monitor tekanan kekuatan nadi apakah
diharapkan darah menurun atau
keseimbangan 3. Monitor intake meningkat, kekuatan
cairan dan elektrolit dan output cairan nadi lemah atau cepat
meningkat dengan 4. Identifikasi tanda- 2. Untuk mengetahui
Kriteria Hasil : tanda tekanan darah rentang
1. Asupan cairan hipovolemia (mis. normal atau
meningkat Frekuensi nadi meningkat
2. Dehidrasi meningkat, nadi 3. Untuk mengetahui
menurun teraba lemah, TD intake dan output
3. Haluaran urin menurun, turgor cairan tubuh
menurun kulit menurun, 4. Untuk
4. Kelembaban membran mukosa mengidentifikasi
membran kering) apakah nadi menigkat
mukosa Monitor mual, atau tidak, turgor kulit
meningkat muntah dan diare menurun atau tidak
5. Mata cekung elastis atau tidak dan
membaik tekanan darah normal
6. Turgor kulit atau meningkat
membaik Untuk mengetahui
Denyut nadi frekuensi BAB dan
membaik jenis cairan yang
keluar
28 Maret III Setelah dilakukan 1. Observasi luka : 1. Untuk
2022 asuhan keperawatan lokasi, dimensi, mengidentifikasi
selama 1 x 8 jam kedalaman luka, keadaan luka
diharapkan karakteristik, 2. Untuk menjaga
integritas kulit dan jaringan nekrotik, kelembapan kulit
jaringan meningkat tanda-tanda 3. Untuk menjaga
dengan Kriteria infeksi local kebersihan luka
Hasil : 2. Jaga kebersihan Untuk memnberikan
1. Nyeri menurun kulit agar tetap posisi yang nyaman
2. Kerusakan bersih dan kering dan mengurangi rasa
lapisan kulit 3. Ajarkan keluarga nyeri
menurun tentang cara
3. Nekrosis perawatan luka
menurun Berikan posisi
4. Kemerahan yang mengurangi
menurun tekanan pada luka
V. Implementasi
O:
Membran mukosa tampak
lembab
Turgor kulit kembali elastis
CRT <2 detik
Mata tampak tidak cekung
Akral teraba hangat
TTV
TD : 130/80 Mmhg
Nadi : 90x/menit
Suhu : 37,5 C
RR : 20x/M
SPO2 : 99%
GDS : 400 mg/dL
A : Masalah teratasi sebagian
P : Intervensi dilanjutkan
1. Memonitor frekuensi dan
kekuatan nadi
2. Memonitor tekanan darah
3. Mengidentifikasi tanda-tanda
hipovolemia (mis. Frekuensi nadi
meningkat, nadi teraba lemah,
tekanan daraah menurun, turgor
kulit menurun, membran mukosa
kering)
4. Memonitor mual, muntah dan
diare
28/03/2022 II S:
(Jam 14:15
Wita) Pasien mengatakan gatal di
kulitnya sedikit berkurang
O:
DISCHARGE PLANNING
□ Nama/Initial :Tn “ S”
□ Umur : 56 tahun
□ Alamat : Kr. Anyar .Pegesangan kec.mataram
□ Tanggal MRS : 28 Maret 2022
□ Tgl Pengkajian : 28 Maret 2022
□ No. Registrasi : 05565
□ Dx. Medis : DM Hiperglikemi
Subyektif : Pasien mengatakan masih lemas, pasien mengeluh pusing, pandangan pasien
masih sering kabur
Obyektif : Pasien tampak lemah dan lesu, pasien tampak dibantu keluarga ke kamar mandi
Assesment : Masalah belum teratasi
Planning :
1. Memonitor kadar glukosa darah
2. Monitor tanda-tanda vital
3. Memonitor tanda dan gejala hiperglikemi
4. Mengajarkan penggunaan diabetes (mis. Penggunaan insulin, obat oral)
5. Berkolaborasi dengan dokter pemberian insulin
6. Memodifikasi lingkungan untuk meminimalkan bahaya dan risiko
Intervention :
1. Memonitor kadar glukosa darah
2. Monitor tanda-tanda vital
3. Memonitor tanda dan gejala hiperglikemi
4. Mengajarkan penggunaan diabetes (mis. Penggunaan insulin, obat oral)
5. Berkolaborasi dengan dokter pemberian insulin
6. Memodifikasi lingkungan untuk meminimalkan bahaya dan risiko
Evaluasi :
Pasien mengeluh pusing, pasien mengeluh lemas dan tidak bertenaga
Pasien mengatakan pandangan masih sering kabur
TTV :
TD : 100/70 Mmhg
Nadi : 90x/menit
Suhu : 37,5 C
RR : 20x/M
SPO2 : 99%
GDS : 156 mg/dL
Ayu
Disusun Oleh :
NPM : 021.021.142
LEMBAR PENGESAHAN
Hari :
Tanggal :
Disusun oleh:
Mahasiswa
Ayu Wulandari
NPM: 021.021.142
Mengetahui
( Ns. Antoni Eka Fajar Maulana, M. Kep ) ( Ns. Hasrul Alfiani Ihtiar, S.Kep )