KEPERAWATAN KOMUNITAS PENYAKIT
STROKE
SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP)
STROKE
Bidang Studi : Keperawatan Komunitas
Topik : Stroke
Sasaran : Pasien dan keluarga pasien
Tempat : Puskesmas Kebomas
Hari/Tanggal : Minggu, 08 Desember 2024
Jam : Pukul 10.00 – 10.40 WIB
Pelaksana : Destania Dwi Puspita
A. TUJUAN
1. Tujuan Instruksional Umum
Setelah dilakukan kegiatan penyuluhan mengenai Stroke, Pengunjung
dapat mengetahui atau memahami tentang cara pencegahan dan penanganan
Stroke.
2. Tujuan Instruksional Khusus
Setelah diberikan penyuluhan selama 40 menit diharapkan peserta mampu:
Menyebutkan pengertian penyakit Stroke
Menyebutkan penyebab penyakit Stroke
Menyebutkan tanda dan gejala penyakit Stroke
Menyebutkan bahaya penyakit Stroke
Menyebutkan cara pencegahan penyakit Stroke
B. METODE PENYULUHAN
1 Ceramah
2 Diskusi
3 Tanya Jawab
C. MEDIA
1 Leaflet
D. WAKTU DAN TEMPAT
1. Hari : Minggu
2. Tanggal : 08 Desember 2024
3. Jam : 10.00 s/d 10.40 WIB
4. Tempat : Puskesmas Kebomas
E. SETTING TEMPAT
M L CL
O
D P
F F
Keterangan :
L : Leader (Pemateri)
CL: Co Leader (Observer)
F : Fasilitator
M : Moderator
P : Peserta
D: Dokumentasi
F. KEGIATAN PENYULUHAN
No Waktu Kegiatan Penyuluhan Kegiatan Peserta
1 5 Menit Pembukaan
Mengucapkan salam Menjawab salam
Perkenalan mahasiswa Memperhatikan
Menjelaskan tujuan Memperhatikan
Menjelaskan kontrak waktu Memperhatikan
Mereview pengetahuan peserta tentang Memperhatikan
mencuci tangan Menjawab
Pre-test pertanyaan singkat
2 15 Menit Penyampaian materi dan diskusi :
Menjelaskan pengertian Memperhatikan
penyakit Stroke Memperhatikan
Menjelaskan penyebab penyakit Stroke Memperhatikan
Menjelaskan tanda dan gejala penyakit Memperhatikan
Stroke Memperhatikan
Menjelaskan bahaya Bertanya
penyakit Stroke Menjawab
Menjelaskan cara Pencegahan penyakit
Stroke
3 10 Menit Penutup
Menyimpulkan dan menutup diskusi Memperhatikan
Post-test Menjawab
Dokumentasi dan mengucapkan pertanyaan
salam Mengikuti
pendokumentasian
H. KRITERIA EVALUASI
1. Evaluasi Struktur
a. Ruangan penyuluhan telah dikoordinasikan 1 hari sebelum kegiatan
b. Peserta diberitahu dan dipersiapkan 10 menit sebelum kegiatan
c. Media (leaflet) telah dipersiapkan 1 hari sebelum kegatan
d. Penyuluh/pemateri menyiapkan materi 2 hari sebelum kegiatan
2. Evaluasi Proses
a. Peserta dapat mengikuti kegiatan penyuluhan dengan baik
b. Peserta aktif bertanya dan menjawab pertanyaan yang diberikan
c. Penyuluh/pemateri dapat menyampaikan materi dengan baik
d. leaflet dibagikan 100%
3. Evaluasi Hasil
Setelah dilakukan penyuluhan tentang Stroke selama 30 menit, peserta mampu:
a. Menyebutkan kembali pengertian Stroke dengan benar
b. Menyebutkan penyebab dari Stroke
c. Menyebutkan 3 dari 5 tanda dan gejala dari Stroke
d. Menyebutkan 4 dari 7 cara pencegahan dan perawatan Stroke
MATERI PENYULUHAN
STROKE
A. Pengertian
Menurut World Health Organization (WHO), stroke didefinisikan sebagai tanda
klinis yang terjadi secara cepat atau mendadak yang menyebabkan penurunan fungsi
otak secara fokal (atau global) dan bertahan selama 24 jam atau lebih atau
menyebabkan kematian tanpa penyebab yang jelas selain penyebab vaskular. Stroke
adalah serangan otak yang timbul secara mendadak dimana terjadi gangguan fungsi
otak sebagian atau menyeluruh sebagai akibat dari gangguan aliran darah oleh karena
sumbatan atau pecahnya pembuluh darah tertentu di otak, sehingga menyebabkan sel-
sel otak kekurangan darah, oksigen atau zat-zat makanan dan akhirnya dapat terjadi
kematian sel-sel tersebut dalam waktu relatif singkat.
Stroke adalah penyakit pada otak atau sistem persyarafan yang terjadi secara
cepat dan tiba-tiba karena gangguan aliran darah ke otak. Aliran darah yang terganggu
dapat terjadi karena penyumbatan pembuluh darah atau rupture pembuluh darah.
Akibatnya, fungsi otak terhambat. (Sari & Ayubbana, 2021). Masalah klinis yang
sering timbul dan muncul pada pasien merupakan gangguan motorik,
sensorik, kognitif, bahasa, dan juga masalah dalam pengendalian emosi bahkan jika
tidak segera diatasi pasien stroke dapat mengalami kelumpuhan dalam waktu yang
lama (Pratama et al., 2022).
B. Jenis dan Penyebab
1. Stroke Iskemik jenis stroke yang paling umum, menyumbang sekitar 80% dari
semua kasus stroke. Jenis ini terjadi ketika terjadi ketika aliran darah ke bagian
otak terhambat atau berkurang, biasanya karena adanya penyumbatan pembuluh
darah. Stroke iskemik dibagi menjadi dua yaitu:
a. Trombosis: Penyumbatan pembuluh darah oleh gumpalan darah yang
terbentuk di dalam pembuluh darah otak itu sendiri, sering kali akibat
Gumpalan ini biasanya terbentuk akibat penumpukan lemak atau
kolesterol pada dinding pembuluh darah yang menyebabkan penyempitan.
b. Emboli: Penyumbatan yang terjadi karena gumpalan darah atau benda
asing lain yang terbawa aliran darah dari bagian tubuh lain, seperti
jantung, menuju otak. Embolisme ini bisa disebabkan oleh fibrilasi atrium
atau masalah jantung lainnya.
2 Stroke Hemoragik terjadi ketika pembuluh darah di otak pecah dan
menyebabkan perdarahan di dalam atau di sekitar otak. Stroke hemoragik dapat
disebabkan oleh berbagai hal, seperti tekanan darah tinggi yang tidak terkendali
atau adanya aneurisma.
C. Tanda dan Gejala
Menurut dari Kemenkes 2023, masyarakat perlu mengenal tanda dan gejala stroke
dibawah ini:
1 Senyum tidak simetris ( mencong ke satu sisi ).
2 Gerak separuh anggota tubuh melemah tiba – tiba.
3 Bicara pelo / tiba- tiba tidak dapat bicara/ tidak mengerti kata-kata/ bicara tidak
nyambung.
4 Kebas atau baal atau kesemutan separuh tubuh.
5 Rabun yaitu pandangan satu mata kabur, terjadi tiba tiba.
6 Sakit kepala hebat yang muncul tiba-tiba dan tidak pernah dirasakan sebelunya.
Gangguan fungsi keseimbangan, seperti terasa berputar, gerakan sulit (tremor,
gemetar, sempoyan).
D. Bahaya penyakit Stroke
Stroke adalah kondisi medis yang serius dan dapat berakibat fatal jika tidak ditangani
dengan cepat dan tepat. Penyakit stroke dapat menyebabkan berbagai komplikasi
yang membahayakan kesehatan pasien dalam jangka pendek maupun panjang. Berikut
adalah beberapa bahaya utama dari stroke yang perlu diketahui:
1 Kerusakan otak permanen
Stroke mengakibatkan gangguan aliran darah ke otak, yang dapat menyebabkan
kerusakan jaringan otak. Kerusakan ini seringkali bersifat permanen dan dapat
mengakibatkan defisit neurologis, seperti kesulitan berbicara, kehilangan
penglihatan, kelumpuhan, atau gangguan koordinasi tubuh. Semakin lama aliran
darah terganggu, semakin besar kemungkinan kerusakan otak yang lebih luas.
(Galarza et al., 2018)
2 Kehilangan Fungsi Motorik dan Sensorik
Stroke dapat menyebabkan kelumpuhan atau gangguan pada fungsi motorik dan
sensorik, tergantung pada bagian otak yang terkena. Hal ini dapat membuat pasien
tidak dapat bergerak atau merasakan sebagian tubuh mereka. Gangguan ini dapat
mempengaruhi kualitas hidup, di mana pasien mungkin membutuhkan perawatan
jangka panjang dan rehabilitasi untuk memulihkan kemampuan dasar mereka,
seperti berjalan, berbicara, atau merawat diri sendiri.
3 Resiko Syok dan Komplikasi Kardiovaskular
Pada beberapa kasus stroke, pasien dapat mengalami penurunan tekanan darah
yang signifikan, yang berpotensi menyebabkan syok. Syok ini terjadi ketika tubuh
tidak mendapatkan cukup darah untuk memenuhi kebutuhan organ vital, yang
dapat memperburuk kondisi stroke dan meningkatkan risiko komplikasi serius
lainnya, seperti serangan jantung atau kegagalan organ.
4 Resiko Kematian
Stroke adalah salah satu penyebab utama kematian di dunia. Faktor seperti usia,
jenis kelamin, serta kondisi medis yang sudah ada sebelumnya (misalnya
hipertensi, diabetes, atau penyakit jantung) dapat meningkatkan risiko stroke yang
fatal. Stroke hemoragik, terutama yang disebabkan oleh pecahnya pembuluh darah
otak, memiliki tingkat kematian yang lebih tinggi dibandingkan dengan stroke
iskemik.
5 Gangguan Kognitif dan Depresi
Stroke juga dapat menyebabkan gangguan kognitif, seperti kehilangan memori
dan kesulitan dalam berpikir atau mengambil keputusan. Selain itu, banyak pasien
yang mengalami stroke juga menderita depresi akibat perubahan dalam gaya
hidup dan keterbatasan yang mereka alami setelah stroke. Gangguan mental ini
dapat memperburuk kualitas hidup pasien dan memperlambat proses pemulihan
mereka.
E. Pencegahan
Stroke dapat menimbulkan dampak yang sangat besar pada kesehatan fisik dan mental
seseorang, serta mempengaruhi kualitas hidup mereka secara keseluruhan. Oleh
karena itu, deteksi dini, pencegahan faktor risiko, dan penanganan medis yang cepat
sangat penting untuk mengurangi risiko komplikasi serius akibat stroke. Menurut
Kemenkes tahun 2023, mencegah stroke dengan cara :
1. Cek kesehatan secara rutin.
2. Enyahkan asap rokok.
3. Rajin aktivitas fisik.
4. Diet seimbang.
5. Istrahat yang cukup.
6. Kelola stress.
Periode emas penanganan stroke: Periode emas atau golden period penanganan stroke
adalah waktu yang sangat penting untuk dilakukan penanganan stroke, yaitu dalam
waktu kurang dari 4,5 jam setelah gejala pertama muncul. Pada periode ini, risiko
kematian dan cacat permanen dapat dikurangi.
1. Diduga terkena serangan stroke langsung bawa ke UGD
2. Jam (serangan stroke, dari serangan ke telepon, respon ambulan, ambulan datang,
ambulan berangkat ke RS)
3. Tiba di RS (pemeriksaan dokter, Ct Scan, laboratorium dan Obat) maksimal 2,5
jam.
DAFTAR PUSTAKA
Ayerbe, L., Ayis, S., & Crichton, S. (2018). Post-Stroke Cognitive Impairment and Depression: Prevalence
and Impact on Recovery. British Journal of Psychiatry, 212(5), 312-318.
https://doi.org/10.1192/bjp.2017.198
Biller, J., & Swaminathan, A. (2019). Ischemic Stroke: Overview, Classification, and
Management. Journal of Clinical Neurology, 15(1), 12-22.
https://doi.org/10.3988/jcn.2019.15.1.12
Campbell, B. C. V., & Mitchell, P. J. (2017). Stroke Mortality and Long-Term Prognosis. The
Lancet Neurology, 16(12), 903-912. https://doi.org/10.1016/S1474-4422(17)30341-3
Galarza, M., Gazzeri, R., Alfaro, R., de la Rosa, P., Arraez, C., & Piqueras, C. (2018). Evaluation
and management of small dural tears in primary lumbar spinal decompression and
discectomy surgery. Journal of Clinical Neuroscience, 50, 177–182.
https://doi.org/10.1016/j.jocn.2018.01.008
Kemenkes. (2023, 20 November). Mengenal Stroke Lebih Dekat. Diakses pada 10 Desember
2024, dari https://yankes.kemkes.go.id/view_artikel/2936/mengenal-stroke-lebih-dekat
Langhorne, P., Bernhardt, J., & Kwakkel, G. (2019). Stroke Rehabilitation: A Decade of Progress.
The Lancet Neurology, 18(6), 481-493. https://doi.org/10.1016/S1474-4422(19)30062-7
Vione Sumakul, Brigita Karouw, & Monica Suparlan. (2024). Edukasi Tentang Pencegahan
Stroke . Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat MAPALUS, 3(1), 41–45. Diambil dari
https://www.e-journal.stikesgunungmaria.ac.id/index.php/jpmm/article/view/118
Wajngarten, M., & Nascimento, D. (2020). Stroke and Its Cardiovascular Complications: A
Review. Current Cardiology Reviews, 16(4), 269-275.
https://doi.org/10.2174/1573893720666200114104652
WHO. (2022, 29 Oktober). World Stroke Day. Diakses pada 09 Desember 2024, dari
https://www.who.int/srilanka/news/detail/29-10-2022-world-stroke-day-2022
Lampiran 1 Pre Test dan Post Test
1. Stroke adalah...
a. Kondisi medis yang terjadi akibat adanya peradangan atau iritasi pada dinding
lambung.
b. Penyakit paru-paru yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis.
c. Penyakit pada otak atau sistem persyarafan yang terjadi secara cepat dan tiba-tiba
karena gangguan aliran darah ke otak.
d. Penyakit infeksi menular yang menyebar melalui gigitan nyamuk.
2. Apa saja jenis stroke..
a. Stroke hemoragic
b. Jawaban salah semua
c. Stroke iskemik
d. Jawaban benar semua
3. Apa saja tanda dan gejala stroke
a. Senyum tidak simetris, bicara pelo, kelemahan gerak separuh tiba-tiba
b. Batuk berdahak, demam tinggi, muntah
c. Diare lebih dari 5 kali, mual, pusing
d. Sesak napas, lemas, nyeri
4. Penyakit stroke dapat menyebabkan berbagai komplikasi serius yang berujung pada?
a. Pingsan
b. Sesak napas
c. Demam tinggi
d. Kerusakan otak permanen
5. Sebutkan apa saja cara kita untuk mencegah penyakit stroke
a. Diet seimbang
b. Check kesehatan secara rutin
c. Kelola stress
d. Jawaban benar semua
Lampiran 2 Leaflet