Makalah Gout
Makalah Gout
NAMA KELOMPOK 4 :
2025
BAB 1
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Penyakit asam urat dalam dunia medis disebut gout arthritis
merupakan penyakit yang disebabkan oleh tingginya kadar asam urat
dalam darah. Tingginya kadar asam urat dalam darah yang melebihi batas
kadar normal menyebabkan nyeri persendian, nyeri pada bagian tubuh
tertentu dan menyebabkan peradangan sendi (Haryani & Misniarti, 2020).
Gout Arthritis merupakan penyakit yang mengakibatkan penumpukan
asam urat yang berlebihan di dalam tubuh karena peningkatan produksi
asam urat, penurunan sekresi oleh ginjal atau peningkatan konsumsi
makanan yang kaya purin. Penyakit asam urat di dunia berdasarkan WHO
mencapai 20 % dari jumlah penduduk di dunia (Widelia Welkriana &
Redyansya Putra, 2017).
Negara Indonesia adalah negara terbesar keempat di dunia dengan
populasi asam urat 35% penderita dan banyak tirade pada pria diatas 45
tahun. Prevalensi asam urat umur 65-74 tahun sebanyak 51,9% dan usia 75
tahun sebesar 54,8%. Prevalensi kasus penderita penyakit sendi di Provinsi
Kalimantan Tengah pada tahun 2018 dengan jumlah kasus 179.200
(Riskesdas, 2018). Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Kabupaten
Kotawaringin Barat tahun 2022 dari Januari-September berjumlah 376
kasus. Kasus Gout Arthritis tertinggi di tahun 2022 terjadi diwilayah Kerja
Puskesmas Natai Pelingkau dengan jumlah 65 kasus (Dinas Kesehatan
Kotawaringin Barat, 2022).
Kadar asam urat yang tinggi dapat menyebabkan kerusakan sendi,
penyakit jantung, batu ginjal, gagal ginjal dan menyebabkan nyeri. Rasa
nyeri disebabkan karena terbentuknya timbunan kristal monosodium urat
monohidrat (MSUM). Rasa nyeri pada asam urat ditemukan pada sendi
jempol jari kaki, sendi pergelangan, sendi kaki, sendi lutut dan sendi siku.
Sendi yang terserang asam urat akan membengkak dan kulit biasanya akan
berwarna merah, dan muncul benjolan pada sendi (tofus), nyeri yang tidak
ditangani dengan segera dapat menyebabkan kecacatan pada kegiatan
perharinya dan menurunkan aktivitas fisik (Radharani, 2020).
Menurut penelitian usia menjadi salah satu faktor yang sangat
berpengaruh terhadap kadar asam urat. Bertambahnya usia menyebabkan
kadar asam urat menjadi semakin tinggi, terutama pada laki-laki. Laki-laki
lebih sering terserang penyakit asam urat, dimulai dari usia pubertas
hingga usia (40-50) tahun, sedangkan pada perempuan persentase asam
urat meningkat ketika sudah mengalami masa menopause. Jenis kelamin
menjadi faktor penyebab terjadinya asam urat, hal ini disebabkan karena
laki-laki tidak memiliki hormon (estrogen) yang membantu pembuangan
kadar asam urat lewat urin. Serta pola hidup laki-laki yang tidak baik
seperti memiliki kebiasaan mengkonsumsi minuman beralkohol yang
dapat menyebabkan resiko terserang asam urat menjadi lebih tinggi.
Secara Epidemiologi asam urat lebih banyak terjadi pada laki-laki
dibandingkan dengan perempuan, prevalensi asam urat pada laki-laki
sebesar 5,9% dan perempuan 2% (Ida, 2019).
Dampak terjadinya asam urat adalah penderita mengalami
kelemahan, sakit ataupun nyeri ketika beraktivitas terutama pada sendi dan
anggota gerak, gejala ini cenderung parah pada orang di bawah usia 30
tahun (Widyalestari, 2020). Komplikasi lain yang dapat timbul akibat
asam urat adalah peningkatan purin sehingga kadar asam urat menjadi
naik, hal ini dapat menyebabkan nyeri pada persendian hingga
pembengkakan. Penatalaksanaan pada penderita arthritis gout umumnya
difokuskan untuk mengontrol peningkatan kadar asam urat (uric acid)
yang terjadi dalam tubuh sehingga efek nyeri yang ditimbulkan menurun
dan berkurang (Antoni et al., 2020).
Asam Urat perlu mendapatkan penanganan yang tepat seperti
melakukan istirahat yang cukup hingga memodifikasi diet rendah purin.
Penggunaan obat misal, Indometasin 200mg/hari ataupun diklofenak
150mg/hari asalkan tidak ada kontraindikasi pada penderita (Nurarif,
2019). Upaya yang bisa dilakukan oleh penderita asam urat guna
membantu menurunkan peningkatan kadar asam urat yang terjadi dalam
tubuh sehingga efek nyeri yang ditimbulkan menurun dan berkurang yaitu
secara farmakologi dan non farmakologi (Setiawan dan Nur, 2020).
B. Rumusan Masalah
Bagaimana pengaruh peningkatan kadar asam urat terhadap kesehatan, dan
apa saja upaya yang dapat dilakukan untuk mengurangi gejala asam urat?
C. Tujuan Umum
Menganalisis pengaruh peningkatan kadar asam urat terhadap kesehatan
dan mengetahui upaya yang dapat dilakukan untuk mengurangi gejala
asam urat.
D. Tujuan Khusus
1. Mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi peningkatan kadar
asam urat.
2. Menganalisis gejala-gejala yang timbul akibat peningkatan kadar asam
urat.
3. Mengetahui upaya yang dapat dilakukan untuk mengurangi gejala
asam urat.
E. Manfaat
1. Memberikan informasi tentang pengaruh peningkatan kadar asam urat
terhadap Kesehatan.
2. Membantu masyarakat untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang
mempengaruhi peningkatan kadar asam urat.
3. Memberikan informasi tentang upaya yang dapat dilakukan untuk
mengurangi gejala asam urat.
4. Membantu meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya
menjaga kesehatan dan mengurangi risiko peningkatan kadar asam
urat.
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
A. Konsep Penyakit
1. Definisi Gout Arthritis
Penyakit Asam Urat atau dalam dunia medis disebut penyakit
Pirai/penyakit (Arthritis Gout) adalah penyakit sendi yang disebabka
n oleh tingginya asam urat didalam darah. Kadar asam urat yang ting
gi di dalam darah melebihi batas normal menyebabkan penumpukan a
sam urat di dalam persendian dan organ tubuh lainnya. Penumpukan
asam urat inilah yang membuat sendi sakit, nyeri, dan meradang. Pad
a kasus yang parah, penderita penyakit ini tidak bisa berjalan, persend
ian terasa sangat sakit jika bergerak, mengalami kerusakan pada sendi,
dan cacat (Sutanto, 2013).
Gout adalah penyakit yang diakibatkan gangguan metabolism
e purin yang ditandai dengan hiperurisemi dan serangan sinopitis aku
t berulang-ulang. Penyakit ini paling sering menyerang pria usia perte
ngahan sampai lanjut usia dan wanita pasca Mennnnnnnnnuse (Nurar
if, 2015).
2. Etiologi
Secara garis besar penyebab terjadinya asam urat (Gout) diseb
abkan oleh faktor primer dan faktor sekunder, faktor primer 99% nya
belum diketahui (idiopatik). Namun, diduga berkaitan dengan kombi
nasi faktor genetik dan faktor hormonal yang menyebabkan gangguan
metabolisme yang dapat mengakibatkan peningkatan produksi asam
urat atau bisa juga disebabkan oleh kurangnya pengeluaran asam urat
dari tubuh. Faktor sekunder, meliputi peningkatan produksi asam urat,
terganggunya proses pembuangan asam urat dam kombinasi kedua p
eyebab tersebut (Susanto, 2013).
Menurut Prasetyono 2012, berikut beberapa penyebab muncul
nya asam urat :
a. Mengkonsumsi makanan yang banyak mengandung zat purin. Tu
buh manusia sebenarnya sudah menyediakan 85% senyawa purin
untuk kebutuhan sehari- hari. Ini berarti, kebutuhan tubuh akan p
urin yang berasal dari makanan hanya sekisar 15%. Jika lebih dar
i 15% maka tubuh akan kelebihan zat ini.
b. Mengkonsumsi alkohol juga dapat meningkatkan resiko terkena
penyakit asam urat. Sebab, alkohol menyebabkan pembuangan as
am urat lewat urin menjadi berkurang, sehingga asam urat tetap b
ertahan dalam peredaran darah dan penumpukan persendian.
3. Manifestasi Klinis
Menurut Hadibroto (2009), penyakit ini umumnya ditandai de
ngan rasa nyeri hebat yang tiba-tiba menyerang sebuah sendi pada sa
at tengah malam, biasanya pada ibu jari kaki (sendi) metatarsofalange
al pertama atau jari kaki (sendi tarsal). Jumlah sendi yang meradang k
urang dari empat (oligoartritis), dan serangannya di satu sisi (unilater
al). Kulit berwarna kemerahan, terasa panas, bengkak, dan sangat nye
ri. Pembengkakan sendi umumnya terjadi secara asimetris (satu sisi t
ubuh). Berikut beberapa tanda dan gejala asam urat:
a. Sendi terasa nyeri, ngilu, linu, kesemutan, bahkan membengkak
berwarna kemerahan (meradang).
b. Biasanya, persendian terasa nyeri saat pagi hari (baru bangun ti
dur) atau malam hari.
c. Rasa nyeri pada sendi terjadi berulang-ulang.
d. Yang diserang biasanya sendi jari kaki, jari tangan, lutut, tumit,
pergelangan tangan, dan siku.
e. Pada kasus yang parah, persendian terasa sangat sakit saat berg
erak, bahkan penderita sampai tidak bisa jalan. Tulang di sekita
r sendi juga bisa kropos atau mengalami pengapuran tulang
4. Patofisiologi
Kelainan pada sendi metatarsofangeal terjadi akibat ditemuka
n penimbunan Kristal pada membrane sinovia dan tulang rawan artik
ular. Pada fase lanjut akan terjadi erosi tulang rawan, proliverasi sino
via dan pembentukan panus, erosi kistik tulang serta perubahan gout
sekunder. Selanjutnya, terjadi tofus dan fibrosis serta ankilosis pada t
ulang kaki.
Adanya gout pada sendi kaki menimbulkan respon lokal, siste
mik dan psikologis. Respon inflamasi lokal menyebabkan kompresi s
araf sehingga menimbulkan respon nyeri. Degenerasi kartilago sendi
dan respon nyeri menyebabkan gangguan mobilitas fisik. Peningkata
n metabolism menyebabkan pemakaian energy berlebih sehingga klie
n cenderung mengalami malaise, anoreksia dan status nutrisi klien tid
ak seimbang. Pembentukan panus pada pergelangan kaki menyebabk
an masalah citra tubuh dan prognosis penyakit menimbulkan respons
ansietas (Muttaqim,2012)
5. Pathway
6. Penatalaksanaan
Menurut Helmi (2013), sasaran terapi gout arthritis yaitu mem
pertahankan kadar asam urat dalam serum dibawah 6 mg/dl dan nyeri
yang diakibatkan oleh penumpukan asam urat. Tujuan terapi yang ing
in dicapai yaitu mengurangi peradangan dan nyeri sendi yang dtimbul
kan oleh penumpukan kristal monosodium urat monohidrat. Kristal te
rsebut ditemukan pada jaringan kartilago, subkutan dan jaringan parti
cular, tendon, tulang, ginjal serta beberapa tempat lainnya. Selain itu t
erapi gout juga bertujuan untuk mencegah tingkat keparahan penyakit
lebih lanjut karena penumpukan kristal dalam medulla ginjal akan me
nyebabkan Chronic Urate Nephropathy serta meningkatkan resiko ter
jadinya gagal ginjal. Terapi obat dilakukan dengan mengobati nyeri y
ang timbul terlebih dahulu, kemudian dilanjutkan dengan pengobatan
dan penurunan kadar asam urat dalam serum darah.
a. Terapi Farmakologis
Pengobatan arthritis gout dilakukan antara lain :
1) Nonsteroid Anti-inflammatory Drugs (NSAID). Terdapat be
berapa NSAID, namun tidak semua memiliki infektifitas dan
keamanan yang baik untuk terapi gout akut.
2) Colchicine. Colchicine tidak direkomendasikan untuk terapi
jangka panjang gout akut. Colchicine hanya digunakan sela
ma saat kritis untuk mencegah serangan gout.
3) Corticosteroid. Kortikosteroid sering digunakan untuk meng
hilangkan gejala gout akut dan akan mengontrol serangan.
4) Probenecid. Digunakan terutama pada kondisi insufisiensi gi
njal GFR <50ml/min.
5) AllopurinoL. Sebagai penghambat xantin oksidase, allopurin
ol segera menurunkan plasma urat dan konsentrasi asam urat
disaluran urin, serta mamfasilitasi mobilisasi benjolan.
6) Uricosuric. Obat ini memblok reabsorbsi tubular dimana urat
disaring sehingga mengurangi jumlah urat metabolic, mence
gah pembentukan benjolan baru dan memperkecil ukuran be
njolan yang telah ada.
Apabila intervensi dan diagnosis gout arthritis dilakukan pad
a fase awal, intervensi ortopedi jarang dilakukan. Pembedah
an dengan bedah dilakukan pada kondisi gout arthritis kronis.
b. Terapi Non-Farmakologisn
1) Diet dibagi para penderita gangguan asam urat mempunyai s
yarat-syarat sebagai berikut :
a) Pembatasan urin. Apabila telah terjadi pembengkakan se
ndi, maka penderita TA gangguan asam urat harus melak
ukan diet bebas purin.
b) Kalori sesuai dengan kebutuhan. Jumlah asupan kalori h
arus benar disesuaikan dengan kebutuhan tubuh berdasa
rkan pada tinggi dan berat badan.
c) Tinggi karbohidrat. Karbohidrat kompleks seperti nasi, s
ingkong, roti, dan ubi sangat baik dikonsumsi oleh pend
erita asam urat karena akan meningkatkan pengeluaran a
sam urat melalui urine.
d) Rendah protein. Protein terutama yang berasal dari hew
an dapat meningkatkan kadar asam urat dalam darah. Su
mber makanan yang mengandung protein hewani dalam
jumlah yang tinggi misalnya daging kambing, ayam, ika
n, hati, keju, udang, telur.
e) Rendah lemak. Lemak dapat menghambat ekskresi asam
urat melalui urine.
f) Makanan yang digoreng, bersantan, serta margarine dan
mentega sebaiknya dihindari.
g) Tinggi Cairan. Konsumsi cairan yang yang banyak dapa
t membantu membuang asam urat melalui urin. Oleh kar
ena itu, disarankan untuk menghabiskan minum minima
l sebanyak 2,5 liter atau 10 gelas satu hari.
h) Tanpa alkohol. Berdasarkan penelitian diketahui bahwa
kadar asam urat mereka yang mengkonsumsi alkohol le
bih tinggi, dibandingkan mereka yang tidak mengkonsu
msi alkohol. Hal ini dikarenakan alkohol akan meningka
tkan asam laktat. Asam laktat ini akan menghambat pen
geluaran asam urat dari tubuh.
2) Menurut teori Andarmoyo (2013) manajemen non farmakolo
gi gout arthritis yaitu diantaranya dengan mengajarkan tekni
k distraksi, relaksasi, bimbingan antisipasi, dan terapi kompr
es hangat. Kompres hangat merupakan tindakan keperawata
n dengan memberikan kompres hangat yang digunakan untu
k memenuhi rasa nyaman dan mengurangi rasa nyeri tindaka
n ini digunakan untuk klien yang mengalami nyeri (Hidayat,
2012).
7. Komplikasi
Menurut Rotschild (2013), komplikasi dari arthritis gout meli
puti severe degenerative arthritis, infeksi sekunder, batu ginjal dan fra
ktur pada sendi. Sitokin, kemokin, protease, dan oksidan yang berper
an dalam proses inflamasi akut juga berperan dalam proses inflamasi
kronis sehingga menyebabkan sinovitis kronis, dekstruksi kartilago, d
an erosi tulang. Kristal monosodium urat dapat mengaktifkan kondro
sit untuk mengeluarkan IL-1, merangsang sintesis nitric oxide dan ma
triks metalloproteinase yang nantinya menyebabkan dekstruksi kartila
go, kristal monosodium urat mengaktivasi osteoblas sehingga mengel
uarkan sitokin dan menurunkan fungsi anabolic yang nantinya berkon
tribusi terhadap kerusakan juxta artikular tulang.
Gout Arthritis telah lama diasosiasikan dengan peningkatan re
siko terjadinya batu ginjal. Penderita dengan gout arthritis membentu
k batu ginjal karena urin memiliki pH rendah yang mendukung terjad
inya asam urat yang tidak terlarut. Terdapat tiga hal yang signifikan k
elainan pada urin yang digambarkan pada penderita dengan uric acid
nepbrolithiasis yaitu hiperurikosuria (disebabkan karena peningkatan
kandungan asam urat dalam urin), rendahnya pH (yang mana menuru
nkan kelarutan asam urat), dan rendahnya volume urin (menyebabkan
peningkatan konsentrasi asam urat pada urin).
7. Implementasi Keperawatan
Implementasi keperawatan dapat di definisikan sebagai bentuk
pelaksanaan dari perencanaan keperawatan yang sudah dibuat
sebelumnya oleh perawat dan ditujukan untuk dilakukan kepada
pasien yang sudah dikaji dan dibuat perencanaan tindakannya
(Napitu, 2020).
Definisi atau perngertian lain dari implementasi keperawatan
yaitu proses mengelola dan mewujudkan perencanaan keperawatan
yang telah disusun sebelumnya setelah dilakukan pengkajian dan
penetapan diagnosis keperawatan (Napitu, 2020).
8. Evaluasi Keperawatan
Evaluasi keperawatan dapat didefinisikan sebagai proses
melakukan pengkajian respon pasien setelah diberikan tindakan
keperawatan dan melakukan pengkajian ulang terkait asuhan
keperawatan yang telah diimplementasikan dengan indikator hasil
yang sudah ditetapkan apakah tercapai atau tidak (Damanik, 2019).
Evaluasi keperawatan sendiri perlu dilakukan secara rutin atau
berkala dengan tujuan menentukan intervensi keperawatan yang
sudah diberikan apakah efektif atau tidak dan apa rencana
keperawatan selanjutnya yang harus dilakukan seperti
dilakukannya revisi atau perbaikan rencana pemberian asuhan
keperawatan atau justru harus dihentikannya pemberian intervensi
keperawatan yang sebelumnya sudah direncanakan dengan acuan
kondisi kesehatan pasien, toleransi tubuh pasien dan status
kesehatan pasien termasuk perkembangan kondisi pasien
(Damanik, 2019).
A. Latar belakang
Asam urat merupakan salah satu masalah kesehatan yang berhubung
an dengan persendian dan pergerakan. Oleh karenanya apabila persendi
an terkena asam urat maka pergerakan menjadi terbatas, dan lama-lama
bila dibiarkan akan menjadi tofi dimana terjadi penumpukan kristal-kris
tal disekitar jaringan sehingga jika dilihat dari luar seperti ada daging ya
ng menonjol terutama pada daerah persendian. Hal tersebut, biasanya te
rjadi pada orang dewasa.
Kelebihan asam urat disebabkan karena proses pemasukan makanan
yang banyak mengandung purin atau karena proses pengeluaran purin l
ewat urin yang kurang. Ketika ditanyakan pada salah satu penderita asa
m urat mengaku kadang-kadang mengeluh sakit dan merasakan linu-lin
u pada pinggang sampai bawah kaki bila mau tidur atau istirahat pada m
alam hari. Biasanya asam urat mengenai sendi ibu jari, tetapi bisa juga p
ada tumit, pergelangan kaki dan tangan atau siku.
Pada masyarakat banyak ditemui keluhan-keluhan tersebut namun te
rkadang masyarakat langsung berpresepsi bahwa menderita penyakit as
am urat karena kondisinya mirip seperti keluhan tersebut. Maka dari itu
di adakan penyuluhan tentang asam urat agar masyarakat mengerti sakit
atau keluhan-keluhan yang dirasakan benar-benar karena menderita pen
yakit asam urat atau terkena penyakit lainnya. Selain itu, diadakannya p
enyuluhan agar masyarakat dapat mencegah atau mengurangi kadar asa
m uratnya.
B. Tujuan
1. Tujuan umum
Setelah diberikan asuhan keperawatan selama 1x45 menit keluarga
mampu memahami tentang Gout (asam urat).
2. Tujuan khusus
Setelah mendapatkan penyuluhan mengenai Gout (asam urat), diha
rapkan keluarga mampu :
1. Keluarga mampu menjelaskan penegertian gout
2. Keluarga mampu menjelaskan penyebab gout
3. Keluarga mampu menjelaskan tanda dan gejala gout
4. Keluarga mampu menyebutkan komplikasi gout
5. Keluarga mampu menjelaskan diet tentang gout
6. Keluarga mampu menjelaskan cara perawatan gout
C. Pelaksanaan kegiatan
Metode
1. Ceramah
2. Tanya jawab
Media
1. Leaflet
Waktu
Hari/tanggal :
Pukul :
Tempat : UMKT
Setting tempat
Pemateri
Fasilitator
Audien
Pengorganisasian
Pemateri
Fasilitator
Materi penyuluhan
1. Penegrtian gout
2. Penyebab gout
3. Tanda dan gejala
4. Komplikasi asam urat
5. 7 prinsip diet asam urat
6. Makanan yang harus dihindari bagi penderita asam urat
7. Cara perawatan asam urat
Kegiatan penyuluhan
Tahap kegia
No waktu Kegiatan penyuluhan sasaran media
tan
1 pembukaan 5 men Mengucapkan sa Menjawab sal Kata/kalimat
it lam am
Memperkenalkan Mendengarkan
diri dan menimak
Menyampaikan t bertanya
ujuan
Menyampaikan p
okok pembahasa
n
2 pelaksanaan 25 me menjelaskan pen Menjawab sala Kata kata/ka
nit egrtian gout m limat
menjelaskan peny Mendengarkan
ebab gout dan menimak
menjelaskan tand bertanya
a dan gejala
menjelakan komp
likasi gout
menjelaskan mak
anan yang dihind
ari
menjelaskan cara
pencegahan gout
menjelaskan cara
perawatan gout
3 penutup 10 me memberikan kese Menjawab sala Kata kata/ka
nig mpatan bertanya m limat
melakukanm eval Mendengarkan
uasi dan menimak
menyampaikan k Bertanya
esimpulan Menjawab sala
mengakhiri perte m
muan
MATERI
A. Definisi (Asam Urat)
Penyakit Pirai (gout) atau Arthritis Gout adalah penyakit yang di seb
abkan oleh tumpukan asam/kristal urat pada jaringan, terutama pada
jaringan sendi. Gout berhubungan erat dengan gangguan metabolism
e purin yang memicu peningkatan kadar asam urat dalam darah (hipe
rurisemia), yaitu jika kadar asam urat dalam darah lebih dari 7,5 mg/
dl. Catatan: kadar normal asam urat dalam darah untuk pria adalah 8
mg/dl, sedangkan untuk wanita adalah 7 mg/dl (Junaidi, 2013).
Gout adalah penyakit metabolik yang ditandai dengan penumpukan a
sam urat yang nyeri pada tulang sendi, sangat sering ditemukan pada
kaki bagian atas, pergelangan dan kaki bagian tengah. (Merkie, Carri
e. 2005).
Gout bisa diartikan sebagai sebuah penyakit dimana terjadi penumpu
kan asam urat dalam tubuh secara berlebihan, baik akibat produksi y
ang meningkat, pembuangan yang menurun, atau akibat peningkatan
asupan makanan kaya purin. Gout ditandai dengan serangan berulan
g arthritis (peradangan sendi) yang akut, kadang-kadang disertai pem
bentukan kristal natrium urat besar yan
dinamakan tophus, deformitas (kerusakan) sendi secara kronis dan ci
dera (Naga, 2012).
Jadi dapat disimpulkan bahwa Gout merupakan penyakit metebolik y
ang ditandai dengan penumpukan asam urat yang nyeri pada tulang s
endi yang umumnya lebih banyak menyerang pada laki-laki.
B. Penyebab
Menurut sustrani (2005), faktor yang berpengaruh sebagai penyebab
asam urat adalah
1. Faktor keturunan
2. Diet tinggi protein dan makanan kaya senyawa purin lainnya se
perti daging, makanan laut, kacang-kacangan, bayam, jamur da
n kembang kol.
3. Akibat konsumsi alkohol berlebihan
4. Hambatan dari pembuangan asam urat karena penyakit tertentu,
terutama gangguan ginjal.
5. Penggunaan obat tertentu yang meningkatkan kadar asam urat,
terutama diuretika (furosemida dan hidroklorotiazida).
6. Penggunaan antibiotika berlebihan.
7. Penyakit tertentu pada darah seperti leukimia dan polisitomia.
8. Faktor lain seperti stres, diet ketat, cidera sendi, darah tinggi da
n olah raga berlebihan.
Menurut Carter (dalam Arina Malya, 2003) penyebab dari gout
adalah
1. Diit tinggi purin
2. Konsumsi minumam beralkohol
3. Pengaruh obat-obatan terhadap kadar asam urat dengan efe
k yang ditimbulkanya dapat menghambat ekskresi asam urat
dalam ginjal (seperti : aspirin, diuretik)
Referensi
Khomsun A. S. Halinawati. 2008. ]erapi Lus untuk rematik dan @sam [rat, Detak
an W. Jakarta : Puspa Swara, Anggota IKAPI
Saraswati S., 2009. Miet Tehat untuk ^enyakit @sam [rat, Miahetes, Bipertensi da
n Ttroke, Detakan 0, Jogjakarta : A Plus Books
Sari M. 2010. Tehat dan Huaar tanpa @sam [rat, detakan 0. Nopember, Araska Pu
blisher
Smeltzer, SC & Bare, BG, 2002, Huku @jar keperawatan medikal bedah Hrunne
r & Tuddarth, Edisi 8 Vol 2, EGC, Jakarta.
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Gout adalah salah satu penyakit artritis yang disebabkan oleh metabolisme
abnormal purin yang ditandai dengan meningkatnya kadar asam urat dalam
darah. Hal ini diikuti dengan terbentuknya timbunan Kristal berupa garam urat
di persendian yang menyebabkan peradangan sendi pada lutut dan atau jari.
Penyebab tingginya asam urat darah (hiperurisemia) termasuk genetika,
obesitas, dan obat-obatan tertentu.
Etiologi dari artritis gout meliputi usia, jenis kelamin, riwayat medikasi,
obesitas, konsumsi purin dan alkohol. Pria memiliki tingkat serum asam urat
lebih tinggi daripada wanita, yang meningkatkan resiko mereka terserang
artritis gout. Perkembangan artritis gout sebelum usia 30 tahun lebih banyak
terjadi pada pria dibandingkan wanita. Namun angka kejadian artritis gout
menjadi sama antara kedua jenis kelamin setelah usia 60 tahun. Prevalensi
artritis gout pada pria meningkat dengan bertambahnya usia dan mencapai
puncak antara usia 75 dan 84 tahun.
Gambaran klinis artritis gout terdiri dari artritis gout asimptomatik, artritis
gout akut, interkritikal gout, dan gout menahun dengan tofus. Nilai normal
asam urat serum pada pria adalah 5,1 ± 1,0 mg/dl, dan pada wanita adalah 4,0 ±
1,0 mg/dl. Nilai-nilai ini meningkat sampai 9-10 mg/ dl pada seseorang dengan
artritis gout.
Diet pada penyakit gout disebut dengan diet rendah purin. Diet rendah purin
terbagi menjadi 2 bagian yaitu diet rendah purin I dan diet rendah purin II. Jenis
bahan makanan yang ama dikonsumsi pada penderita gout seperti nasi,
singkong, tepung beras, buah-buahan, dan lain sebagainya
B. Saran
DAFTAR PUSTAKA