0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
482 tayangan65 halaman

Provinsi Banten

Laporan ini menyajikan upaya percepatan penurunan stunting di Provinsi Banten selama Semester II Tahun 2023, yang merupakan bagian dari strategi nasional untuk meningkatkan kesehatan masyarakat, khususnya anak-anak di bawah lima tahun. Meskipun terdapat penurunan prevalensi stunting secara keseluruhan, Kota Serang mengalami peningkatan, menunjukkan tantangan yang masih ada. Pemerintah Provinsi Banten berkomitmen untuk terus melibatkan berbagai pihak dalam upaya ini, dengan target penurunan stunting sebesar 14% pada tahun 2024.

Diunggah oleh

Desi yuliasari
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
482 tayangan65 halaman

Provinsi Banten

Laporan ini menyajikan upaya percepatan penurunan stunting di Provinsi Banten selama Semester II Tahun 2023, yang merupakan bagian dari strategi nasional untuk meningkatkan kesehatan masyarakat, khususnya anak-anak di bawah lima tahun. Meskipun terdapat penurunan prevalensi stunting secara keseluruhan, Kota Serang mengalami peningkatan, menunjukkan tantangan yang masih ada. Pemerintah Provinsi Banten berkomitmen untuk terus melibatkan berbagai pihak dalam upaya ini, dengan target penurunan stunting sebesar 14% pada tahun 2024.

Diunggah oleh

Desi yuliasari
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

1

PEMERINTAH PROVINSI BANTEN


2023

LAPORAN
PENYELENGGARAAN
PERCEPATAN
PENURUNAN STUNTING
PROVINSI BANTEN
SEMESTER II
TAHUN 2023

TIM PERCEPATAN PENURUNAN STUNTING PROVINSI BANTEN

Jl. Syech Nawawi Al–Bantani No.1,


Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B)
Kecamatan Curug, Kota Serang, Provinsi Banten
i
ii
KATA PENGANTAR

Penyelenggaraan percepatan penurunan stunting di Provinsi Banten merupakan bagian


integral dari upaya pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan dan kesehatan masyarakat.
Stunting adalah masalah serius yang memerlukan perhatian khusus, terutama pada anak-anak
di bawah usia lima tahun. Laporan ini menyajikan hasil dan kegiatan yang dilakukan selama
Semester II Tahun 2023 untuk mencapai tujuan percepatan penurunan stunting di Provinsi
Banten Sesuai amanat Peraturan Presiden Nomor 72 Tahun 2021 tentang Percepatan
Penurunan Stunting dan Rencana Aksi Nasional Percepatan Penurunan Angka Stunting
Indonesia (RAN-PASTI) Tahun 2021-2024 yang meliputi pelaksanaan Strategi Nasional 5 Pilar
Percepatan Penurunan Stunting dan 8 Aksi Konvergensi.
Provinsi Banten menghadapi tantangan serius terkait tingginya angka stunting pada
anak-anak dibawah usia lima tahun. Stunting tidak hanya mempengaruhi pertumbuhan fisik
anak, tetapi juga berdampak pada perkembangan kognitif dan Kesehatan jangka Panjang. Oleh
karena itu diperlukan upaya Bersama melibatkan berbagai pihak untuk mencapai percepatan
penurunan stunting.
Berbagai Langkah percepatan penurunan stunting disampaikan melalui laporan ini
dengan merinci kegiatan dan hasil penyelenggaraan Program penurunan stunting selama
Semester II Tahun 2023 yang mencakup Kabupaten/Kota di Provinsi Banten, melalui kolaborasi
erat antara Pemerintah Daerah, Instansi Kesehatan, Pendidikan dan Masyarakat, program-
program ini diharapkan memberikan dampak positif pada kondisi gizi anak-anak di Wilayah
Provinsi Banten. Kami berharap laporan ini dapat memberikan pandangan yang komprehensif
dan memberdayakan setiap Kabupaten dan Kota di Provinsi Banten untuk terus berkolaborasi
dalam menciptakan lingkungan yang sehat dan produktif bagi generasi Mendatang.
Terima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi dan mendukung
penyelenggaraan Percepatan Penurunan Stunting yang dilaksanakan secara berkolaborasi
dengan berbagai pihak, baik dalam Penyelenggaraan Intervensi Gizi Spesifik dan Sensitif oleh
Pemerintah, Akademisi, Masyarakat, Dunia Usaha dan Media Massa, sehingga keterpaduan ini
dapat menunjukkan adanya kemajuan baik dalam hal pelaksanaan percepatan penurunan
stunting sehingga target penurunan stunting sebesar 14% pada tahun 2024 dapat tercapai.

iii
DAFTAR ISI

Halaman
LEMBAR PENGESAHAN i
KATA PENGANTAR iii
DAFTAR ISI Iv
RINGKASAN EKSEKUTIF 1
STRATEGI TIM PERCEPATAN PENURUNAN STUNTING PROVINSI BANTEN 5
CAPAIAN INDIKATOR TIM PERCEPATAN PENURUNAN STUNTING PROVINSI BANTEN 11
INOVASI TIM PERCEPATAN PENURUNAN STUNTING PROVINSI BANTEN 22
REKAPITULASI DUKUNGAN ANGGARAN PERCEPATAN PENURUNAN STUNTING PROVINSI 24
BANTEN
A. DUKUNGAN ANGGARAN PEMERINTAH PROVINSI BANTEN 24
B. DUKUNGAN ANGGARAN PERWAKILAN BKKBN 28
PENUTUP 30
A. KESIMPULAN
B. SARAN 31
LAMPIRAN 32

iv
RINGKASAN EKSEKUTIF

Upaya percepatan penurunan stunting terus dilakukan mulai dari Pemerintah Pusat
sampai ke Daerah. Pencegahan dan penurunan angka stunting di Indonesia bukan hanya
urusan pemerintah semata. Seluruh eleman bangsa harus terlibat dan berperan aktif
percepatan penurunan stunting di Indonesia. Data menunjukkan bahwa penurunan prevalensi
stunting di tingkat nasional sebesar 9.2 persen selama periode 5 tahun yaitu 30.8 persen tahun
2018 menjadi 27.7 persen (tahun 2019), 26.9 persen (tahun 2020), 24.4 persen (tahun 2021)
dan 21.6 persen (tahun 2022).
Pemerintah Provinsi Banten juga berkomitmen dalam percepatan penurunan stunting
ditunjukkan dengan Prevalensi Stunting yang dijadikan indikator daerah dan merupakan
tematik pembangunan, sehingga penurunan stunting menjadi fokus dan prioritas
pembangunan di Provinsi Banten. Hal ini dapat dibuktikan dengan capaian penurunan
Prevalensi Stunting tahun 2022 yaitu 20 persen turun 4.5 persen dari tahun 2021 (SSGI, 2022).
Sumber: Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) Tahun 2022

Dari tabel di atas, terlihat rata-rata Prevalensi Stunting di Kabupaten/Kota di Provinsi


Banten mengalami penurunan. Namun, di Kota Serang terjadi kenaikan 0.5 persen dari 23.3
persen di tahun 2021 menjadi 23.8 persen di tahun 2022.
Dalam perhitungan Prevalensi Stunting selain menggunakan hasil SSGI, Provinsi Banten juga
menggunakan data e-PPGBM yang berasal dari hasil input penimbangan balita di seluruh
Posyandu, sebagaimana tabel berikut :

1
Tabel 1. Data e-PPGBM Bulan Februari 2023
SASARAN JUMLAH JUMLAH PERSENTASE
NO KABUPATEN/KOTA
TERINPUT DIUKUR STUNTING (%)
1 KABUPATEN PANDEGLANG 101.317 89.648 3.082 3,4
2 KABUPATEN LEBAK 116.700 110.175 3.543 3,2
3 KABUPATEN TANGERANG 255.049 231.138 6.591 2,9
4 KABUPATEN SERANG 138.613 117.723 9.436 8,0
5 KOTA TANGERANG 106.173 88.672 3.132 3,5
6 KOTA CILEGON 34.881 32.827 1.164 3,5
7 KOTA SERANG 43.400 23.371 871 3,7
8 KOTA TANGERANG SELATAN 123.547 115.929 951 0,8
PROVINSI BANTEN 919.680 809.483 28.770 3,6
CATATAN: PERSENTASE TERINPUT PENGUKURAN TINGGI BADAN (88%)
Penanganan anak stunting berdasarkan hasil penimbangan bulan Februari 2023, dengan
sasaran sebanyak 919.680 anak dengan jumlah yang diukur sebanyak 809.483 anak masih
terdapat jumlah anak stunting sebanyak 28.770 anak. Angka stunting yang semula 20,0%
mengalami penurunan sebesar 3,6%, sehingga menjadi 15,4%. Data berdasarkan Elektronik
Pencatatan dan Pelaporan Gizi berbasis Masyarakat (E-PPGBM) dengan cakupan penimbangan
sebanyak 88%.
Tabel 2. Data e-PPGBM Bulan Desember 2023
SASARAN JUMLAH JUMLAH PERSENTASE
NO KABUPATEN/KOTA
TERINPUT DIUKUR STUNTING (%)
1 KABUPATEN PANDEGLANG 94383 63997 2145 3,4
2 KABUPATEN LEBAK 110552 94670 3575 3,8
3 KABUPATEN TANGERANG 200951 54578 3636 6,7
4 KABUPATEN SERANG 123537 37898 3575 9,4
5 KOTA TANGERANG 87044 68722 4705 6,8
6 KOTA CILEGON 32613 23858 1797 7,5
7 KOTA SERANG 37798 17112 882 5,2
8 KOTA TANGERANG SELATAN 109541 105802 856 0,8
PROVINSI BANTEN 796419 466637 21171 4,5
CATATAN: PERSENTASE TERINPUT PENGUKURAN TINGGI BADAN (58,5%)
Sumber data : Dinas Kesehatan Provinsi Banten

Penanganan anak stunting berdasarkan hasil penimbangan bulan Desember 2023,


dengan sasaran sebanyak 796.419 anak dengan jumlah yang diukur sebanyak 466.637 anak
masih terdapat jumlah anak stunting sebanyak 21.171 anak. Dengan persentase stunting 4.5 %.
Data berdasarkan Elektronik Pencatatan dan Pelaporan Gizi berbasis Masyarakat (E-PPGBM)
dengan cakupan penimbangan sebanyak 58.5%.
Penurunan prevalensi stunting sebagai salah satu indicator sasaran Misi 1 yaitu
Mewujudkan Masyarakat Sejahtera yang Berakhlak Mulia, Berbudaya, Sehat dan Cerdas pada
dokumen Rencana Pembangunan Daerah Provinsi Banten sebagaimana telah ditetapkan dalam
Peraturan Gubernur Provinsi Banten Nomor 3 Tahun 2022 tentang Rencana Pembangunan
Daerah Provinsi Banten Tahun 2023 – 2026.
2
Tabel 3. Misi 1 Mewujudkan Masyarakat Sejahtera yang Berakhlak Mulia, Berbudaya, Sehat dan
Cerdas
Visi: Banten yang Maju, Mandiri, Sejahtera Berlandaskan Iman dan Taqwa

Misi 1: Mewujudkan Masyarakat Sejahtera yang Berakhlak Mulia, Berbudaya, Sehat dan Cerdas
TUJUAN INDIKATOR TUJUAN SASARAN INDIKATOR SASARAN
Terwujudnya Indeks Pembangunan Meningkatnya kualitas Prevalensi Stunting pada
kesejahteraan Manusia kesehatan masyarakat BALITA
masyarakat
melalui
peningkatan
kualitas
sumberdaya
manusia
(Sumber: Rencana Pemerintah Daerah (RPD) Provinsi Banten Tahun 2023–2026, 2022)

Percepatan penurunan stunting yang merupakan salah salah satu prioritas RPD Provinsi
Banten Tahun 2023 – 2026 yang dibreack down dalam target tahunan yang ditetapkan melalui
Peraturan Gubernur Banten Nomor 8 Tahun 2022 Tentang Rencana Kerja Pemerintah Daerah
Provinsi Banten Tahun 2023. Pendekatan tematik pada RKPD Provinsi Banten 2023
dilaksanakan dalam rangka untuk lebih memprioritaskan (baik fokus maupun lokus) kegiatan,
sehingga akan dapat mengakselerasi upaya-upaya penanganan agar permasalahan-
permasalahan daerah dan target-target pembangunan dapat terealisasi sesuai dengan apa yang
direncanakan. Adapun tematik pembangunan dalam RKPD 2023 adalah sebagai berikut:
1. Ketahanan Pangan Daerah;
2. Pengurangan Pengangguran melalui pendidikan vokasi dan Kewirausahaan;
3. Percepatan Penurunan Stunting;
4. Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan DAS Cibanten;
5. Manajemen Kinerja Pemerintahan.

Stunting menjadi salah fokus prioritas pembangunan pada tahun 2023. Adapun Tematik
Percepatan Penurunan Stunting diarahkan melalui strategi dan fokus penanganan sebagai
berikut:
1. Penguatan perencanaan dan penganggaran;
2. Peningkatan kualitas pelaksanaan;
3. Peningkatan kualitas Pemantauan, Evaluasi, dan pelaporan;
4. Peningkatan kapasitas sumber daya manusia.

3
Provinsi Banten terus berkomitmen dalam percepatan penurunan stunting. Hal ini
tercermin dari dokumen Rancangan RKPD Provinsi Banten Tahun 2024 yang masih menjadikan
stunting sebagai prioritas. Pada dokumen Rancangan RKPD Tahun 2024 Pemerintah Provinsi
Banten menetapkan 5 Fokus Prioritas Pembangunan, yaitu:
1. Tematik Stabilisasi Inflasi Melaui Ketahanan Pangan Daerah;
2. Tematik Peningkatan Investasi Melalui Optimalisasi Jalan tol Serang – Panimbang
(SERPAN);
3. Tematik Penanganan Stunting dan Kemiskinan Ekstrim;
4. Tematik Pengurangan Pengangguran Melaui Link And Match Pendidikan Vokasi;
5. Tematik Gerakan Bangga Buatan Indonesia (BBI), Bangga Berwisata Indonesa di Banten
(BBWIDB) dan PDN.

Pada tematik Penanganan Stunting dan Kemiskinan Ekstim terdapat 20 OPD yang
terlibat melalui pendekatan:
1. Bantuan Sosial dan Jaminan Sosial;
2. Pemberdayaan Sosial;
3. Pengurangan Kantong-kantong Kemiskinan;
4. Kualitas Penanganan Stunting:
5. Penguatan Perencanaan dan Penganggaran;
6. Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Manusia;
7. Peningkatan Kualitas Pelaksanaan;
8. Peningkatan Kualitas Pemantauan, Evaluasi dan Pelaporan.

Selain menjadikan stunting sebagai prioritas pada Dokumen RPD Provinsi Banten Tahun
2023 – 2026, RKPD Provinsi Banten Tahun 2023 dan Rancangan RKPD Provinsi Banten Tahun
2024, stunting juga menjadi salah satu target dalam Rancangan RAD SDG’s Provinsi Banten
Tahun 2023 – 2026. Pada Tujuan 2 Menghilangkan Kelaparan, Mencapai Ketahanan Pangan dan
Gizi yang Baik, serta Meningkatkan Pertanian Berkelanjutan dengan indikator Prevalensi
Stunting (pendek dan sangat pendek) pada anak di bawah lima tahun/balita. Adapun target
pada tahun 2023 sebesar 17%, 2024 sebesar 14%, 2025 sebesar 13% dan 2026 sebesar 12%.
Dengan masuknya percepatan penurunan stunting menjadi prioritas pada dokumen
perencanaan daerah diharapkan target prevalensi stunting 14% di tahun 2024 bisa tercapai.

4
STRATEGI TIM PERCEPATAN PENURUNAN STUNTING PROVINSI BANTEN

Dalam mewujudkan percepatan penurunan stunting yang telah di targetkan oleh


Pemerintah sebesar 14% pada tahun 2024, pemerintah sebagai pengarah, regulator dan
sebagai pelaksana. Sebagai pengarah pemerintah menetapkan, melaksanakan, dan memantau
serta mengkoordinasikan berbagai pihak yang terlibat dalam pelaksanaan percepatan penuruan
stunting. Sebagai regulator, pemerintah melakukan penyusunan kebijakan sebagai pedoman
dalam pelaksanaan percepatan penurunan stunting bagi seluruh pemangku kepentingan untuk
memberikan pelayanan yang berkualitas dan bermanfaat dalam percepatan penurunan
stunting guna mewujudkan sumber daya manusia yang sehat, cerdas dan produktif, serta
pencapaian tujuan yang berkelanjutan.
Strategi dalam rangka Percepatan Penurunan Stunting Provinsi Banten meliputi 5 pilar sebagai
berikut:
Pilar 1 : Peningkatan Komitmen dan visi Kepemimpinan
1. Tersedia Kebijakan Gubernur untuk peserta Pelatihan Kepemimpinan Nasional Tingkat II
dan AKSI Perubahan PKA dan PKP Tahun 2023, dengan membuat tematik program dan
kegiatan judul proyek perubahan tentang Percepatan Penurunan Stunting dan
Penghapusan Kemiskinan Ekstrem sebagai berikut :
A. Proyek Perubahan Tentang Percepatan Penurunan Stunting
a. POSTER CETTING BANTEN (Pos Terpadu Cegah dan Tanggulangi Stunting) di
Banten
b. Program Belanja Cetting Banten (Perencanaan, pelaksanaan, monitoring evaluasi
bersama layanan jejaring cegah dan tanggulangi stunting)
c. Peningkatan Digitalisasi Pelayanan Kesehatan "PELMENKES" SKTM
d. Optimalisasi percepatan penurunan stunting melalui Gerasi Cetting Banten di
Dinas kesehatan Provinsi Banten
e. Optimalisasi penanganan Gizi buruk melalui TENSI 100 CETTING BANTEN (
Intervensi Spesifik F 100 Cegah dan Tanggulangi Stunting ) di Dinas Kesehatan
Provinsi Banten.
f. Upaya Menurunkan Angkka STUNTING melalui Digitalisasi Pelayanan Gizi Pasien
Post Rawat Inap RSUD Malingping
g. Upaya Penurunan Angka STUNTING melalui kegiatan TUMBANG NAGADADU
CETTING (Tumbuh Berkembang Penanganan Gawat Darurat)
h. Upaya Percepatan Penurunan STUNTING melalui Pembentukan Tim Khusus
Penanganan STUUNTING TITA GINA (Tim Tatalaksana Gizi Anak) di RSUD
Malingping.

5
i. Upaya Menurunkan Angka STUNTING melalui Hubungan Jejaring Pelayanan
Kasus.
j. POPI CETTING DI BANTEN (Perlibatan Organisasi Profesi Kesehatan untuk Cegah
dan Tanggulangi Stunting di Banten)
k. STUNTING dan KIA menggunakan Peta Data Spreadsheet di RSUD Malingping
l. TIM KULINTANG INTERNUSA KITA HUNTING BANTEN (Tim Kesehatan Untuk
Lindungi, Tanggulangi, dan Intervensi Demi Penurunan Stunting melalui program
kesehatan Ibu dan Balita Kita Cegah Stunting)
m. Layanan Antar Jemput Pasien Stunting (LANCAR PASTI) di UPT RSUD BANTEN
n. Optimalisasi Penatalaksanaan Pasien Stunting Melalui " Kejar Besti (kenali ajari
bersama atasi stunting) di Ruang Rawat Inap Anak dan Rawat Jalan (KIA) di RSUD
Banten
o. Upaya Penanggulangan Stunting dengan memanfaatkan Dashboard Online di
RSUD Banten
B. Proyek Perubahan dengan tema Penghapusan Kemiskinan Ekstrem :
a. Akselerasi Transformasi Digital Dalam Pengadaan Barang /Jasa Dalam
Pengentasan Kemiskinan.
b. Pemberdayaan Masyarakat Sekitar Hutan Melalui Pemanfaatan Perhutanan
Sosial Dalam Upaya Menekan Angka Kemiskinan di Provinsi Banten (BERKAT
HUTAN)
c. Penyediaan Layanan Pengaduan Masyarakat terhadap pencemaran lingkungan
dengan metode Berbasis IT (Hotline Pengaduan)
d. Pembentukan Bank Sampah Pada Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan
Provinsi Banten
e. Strategi Pengentasan Kemiskinan Ekstrem Melalui Gobang Salimah
f. Kerjasama Antar Kepala Daerah Melalui Kepala Dinas Perkim Kab/Kota dengan
Perkim Provinsi dalam Bantuan Pembangunan dan Perbaikan Rumah tidak Layak
Huni dan PSU untuk menekan kemiskinan Ekstrim Provinsi Banten
g. Optimalisasi Kepemilikan Tanah Untuk Program Rumah Tidak Layak Huni Pada
Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Provinsi Banten.
h. Penyusunan mekanisme pengelolaan Peningkatan Penggunaan Produk Dalam
Negeri (P3DN) pada Dinas Perumakan Rakyat dan Kawasan Permukiman Provinsi
Banten
i. Pembuatan Sistem Informasi Manajemen Aset Berbasis Web Dalam Pengelolaan
Aset Pada UPTD Pengelolaan Jalan dan Jembatan Wilayah Lebak Di Dinas PUPR
Provinsi Banten.

6
j. Penyusunan Rancangan Peraturan Gubernur Tentang Tata Cara dan Persyaratan
Pelaksanaan Program Bantuan Perumahan Untuk Pengentasan Kemiskinan di
Provinsi Banten
k. Pengembangan aplikasi sistem informasi geografis (SIG) dinas perumahan rakyat
dan kawasan permukiman provinsi banten dalam menunjang pengentasan
kemiskinan ekstrem di provinsi banten
l. Colaborative govermance dalam pengentasan kemiskinan di Provinsi Banten
melalui program pembangunan akses jalan menuju kantong kemiskinan
m. Pemberdayaan Masyarakat Lokal dan Multifungsi Irigasi Dalam Mengurangi
Angka Kemiskinan di Wilayah Kerja UPTD Pengelolaan DAS Ciliman Cisawarna
n. Strategi Pengembangan Sumber Daya ASN melalui Penyusunan Human Capital
Development Plan (HCDP) Dalam Rangka Percepatan Implementasi Reformasi
Berdampak
o. Monitoring dan Evaluasi Pelaksanaan Program Kegiatan Penanggulangan
Kemiskinan di Provinsi Banten
p. Monitoring dan Evaluasi Pengendalian Kemiskinan di Provinsi Banten
q. Optimalisai Fungsi Perpustakaan dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat
r. Strategi Peningkatan Pendapatan Daerah Melalui Penegakan Perda Perkada dan
Trantibum di Provinsi Banten
s. Tata Kelola Komunikasi Strategis dalam mendukung Upaya Percepatan
Pengentasan Kemiskinan Ekstrem di Provinsi Banten
2. Penguatan kelembagaan Tim Perceptan Penurunan Stunting (TPPS) secara berjenjang
melalui kegiatan bimbingan teknis, rapat koordinasi, webinar dan kegiatan lainnya.
3. Rapat koordinasi rutin bersama anggota TPPS Provinsi Banten untuk evaluasi kegiatan di
masing-masing bidang.
4. Rapat Koordinasi Evaluasi laporan capaian Indikator Percepatan Penurunan Stunting
dengan TPPS Kab/Kota.
5. Komitmen Para Forkompimda dan Lembaga Vertikal dalam Percepatan Penurunan
Stunting untuk menjadi Bapak dan Bunda Anak Stunting.
Pilar 2 : Peningkatan komunikasi perubahan perilaku dan Pemberdayaan Masyarakat
a. Melakukan kampanye dan komunikasi perubahan perilaku yang berkelanjutan
dengan indikator:
 Persentase keluarga yang stop Buang Air Bersih Sembarangan (BABS)
 Persentase keluarga yang melaksanakan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS)
 Persentase anak berusia dibawah lima tahun mendapat imunisasi lengkap

7
b. Melakukan penguatan institusi dalam komunikasi perubahan perilaku untuk
penurunan stunting,
 Terpenuhinya standar Pelayanan pemantauan tumbuh kembang Anak di
POSYANDU
 Peningkatan Peran Kader PKK sebagai Tim Pendamping Keluarga
 Melaksanakan Peningkatan Kapasitas Bina Keluarga Balita (BKB) tentang
Pengasuhan 1000 Hari Pertama Kehidupan
 Meningkatkan Persentase Lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) yang
mengembangkan Pendidikan Anak Usia Dini Holistik Integratif (PAUD HI)
c. Melakukan penguatan peran organisasi keagaman dalam percepatan penurunan
stunting dengan pesentase calon pengantin yang mendapatkan bimbingan dengan
materi Pencegahan Stunting
d. Memberdayakan keluarga yang mempuanyai anak Stunting dengan Pelatihan
Pemberdayaan Ekonomi Keluarga
Pilar 3: Peningkatan konvergensi intervensi spesifik dan sensitif di Kementerian Lembaga/
Lembaga, Pemerintah Daerah Provinsi, Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota dan
Pemerintah Desa

1. Melaksanakan konvergensi dalam perencanaan dan penganggaran, serta


pelaksanaan kegiatan untuk meningkatkan jenis, cakupan, dan kualitas intervensi gizi
di tingkat Provinsi dan Kab/Kota.
2. Bantuan Keuangan kepada Pemerintah Desa se-Provinsi Banten Tahun 2023,
diberikan untuk 1.238 Desa yang tersebar di 118 Kecamatan di 4 Kabupaten se-
Provinsi Banten.
3. Meningkatkan alokasi anggaran pada program dan kegiatan yang mendukung
indikator intervensi spesifik dan sensitif dalam Percepatan Penurunan Stunting.
4. Memastikan Rencana Program, Kegiatan dan Sub Kegiatan Percepatan Penurunan
Stunting di Provinsi dan Kabupaten/Kota terakomodir pada dokumen RKPD, RENJA,
KUA-PPAS, APBD-P 2023 dan APBD T.A 2024.
5. Memperkuat komitmen lintas sektor dalam intervensi dan integrasi dalam
percepatan penurunan stunting.
6. Pendampingan, monitoring dan evaluasi dalam setiap program kegiatan yang
dilaksanakan oleh Perangkat Daerah Provinsi Banten dan Kabupaten/Kota.
7. Pengukuhan Bapak dan Bunda Asuh Anak Stunting oleh Deputi Bidang Pelatihan,
Penelitian dan Pengembangan (Lalitbang) BKKBN, Prof. M. Rizal Martua Damanik
BKKBN RI kepada Bapak Pj. Gubernur Banten, Ibu Pj. Sekretaris Daerah, Forkopimda
dan Lembaga Vertikal.

8
Pilar 4: Peningkatan ketahanan pangan dan gizi pada tingkat individu, keluarga dan
Masyarakat

1. Memenuhi kebutuhan pangan dan gizi individu, keluarga yang mempunyai anak
stunting keluarga stunting yang mendapatkan manfaat sumber daya pekarangan
untuk peningkatan asupan gizi ;
2. Sosialisasi bagi keluarga yang memiliki anak stunting yang mendapatkan promosi
peningkatan konsumsi ikan dalam negeri
3. Pemberian makanan bernutrisi bagi anak stunting selama 3 bulan sebanyak 75 Anak
yang dilakukan oleh TP.PPK Pusat dan TP.PKK Provinsi berlokasi di Kelurahan Pager
Batu, Kecamatan Maja Sari, Kabupaten Pandeglang.
4. Alokasi dana Insentif Fiskal kinerja tahun berjalan kategori peningkatan
kesejahteraan masyarakat atas kinerja penurunan stunting yang dipergunakan untuk
pembiayaan kegiatan Bantuan Makanan bernutrisi dengan bentuk bantuan Paket
Makanan Basah 1.750 paket dan Paket Makanan Kering 1.766 paket, serta
membentuk 67 Dapur PKK dengan jumlah penerima manfaat sebanyak 3.516 anak di
4 Kabupaten, sebagai berikut :
1. Kabupaten Pandeglang 775 anak
2. Kabupaten Lebak 841 anak
3. Kabupaten Serang 978 anak
4. Kabupaten Tangerang 922 anak
5. Pemberian bantuan makanan bernutrisi yang dilaksanakan oleh DP3AKKB bersama
kader posyandu dan kader PKK melalui Dapur Banten Asik memasak dan
memberikan makanan kepada anak sebanyak 160 anak selama 3 bulan di 8 Posyandu
Kab/Kota se-Provinsi Banten. Dari kegiatan tersebut berat badan anak dan tinggi
badan anak terjadi peningkatan, sehingga tumbuh kembang anak menjadi optimal.
6. Pemberian bantuan makanan bernutrisi dan mainan edukatif bagi anak pada
Peringtan HUT Banten ke 23 pada kegiatan Ekspedisi Birokrasi Tematik Berdampak
penerima manfaat sebanyak 1000 anak di 8 Kab/Kota kolaborasi dengan Dunia
Usaha .
7. Pemberian Bantuan untuk anak stunting pada peringatan Hari Ibu ke-95 sebanyak
100 paket.
8. Pemberian bantuan makanan berupa telur dan susu sebayak 6.000 paket bagi anak
stunting dengan berkerjasama dengan gojek untuk disampaikan kepada Keluarga
Penerima Manfaat (KPM).

9
Pilar 5: Penguatan dan pengembangan sistem, data, informasi, riset dan inovasi

1. Melakukan penguatan sistem pemantauan dan evaluasi terpadu percepatan


penurunan stunting.
2. Melaksanakan Penilaian Kinerja Kab/Kota yang memiliki kinerja baik dalam
konvergensi percepatan penurunan stunting;
3. Melaksanakan pemantauan dan evaluasi percepatan penurunan stunting di
pemerintah daerah kabupaten/ kota;
4. Tersedianya data yang bersumber dari e-ppgbm dan data Kemiskinan ekstrem BNBA
dari Kemenko PMK.
5. Adanya inovasi yang dibuat oleh TP-PKK Provinsi Banten bekerja sama dengan
Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia berupa Aplikasi E-Dasawisma yaitu
sebuah aplikasi berbasis Web populasi rekaman Kesehatan untuk data stunting
penduduk di Provinsi Banten. Data Base anak tercatat bulan Februari 2023
berjumlah 29.794. Jumlah anak laki-laki 17.146 dan jumlah anak Perempuan 12.648.
Berdasarkan hasil survey status Gizi Indonesia (SSGI) angka prevalensi stunting
tahun 2022 di Provinsi Banten sebesar 20.0%. Setelah diintervensi sampai Per
tanggal 15 Januari 2024 Jumlah anak yang masih dalam penanganan 9.500 anak.
Adapun jumlah anak yang sudah pulih (sudah tertangani) sebanyak 20.294.
Sehingga estimasi prevalensi stunting di Provinsi Banten berdasarkan beberapa
asumsi sebesar 12,21%.

10
CAPAIAN INDIKATOR TIM PERCEPATAN PENURUNAN STUNTING PROVINSI BANTEN

A. Capaian Indikator Tanggung Jawab TPPS Provinsi Banten Semester II Tahun 2023
Provinsi Banten dalam Percepatan Penurunan Stunting melakukan berbagai upaya guna
mengoptimalisasi pencapaian target Percepatan Penurunan Stunting sesuai dengan Peraturan
Presiden Nomor 72 Tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting (PPS) dan Peraturan
BKKBN Nomor 12 Tahun 2021 tentang Rencana Aksi Nasional Percepatan Penurunan Angka
Stunting Indonesia (RAN PASTI) Tahun 2021-2024. Seluruh capaian indikator yang manjadi
tanggung jawab Bersama sebanyak 91 Indikator. Adapun terdapat 9 indikator yang menjadi
tanggungjawab dan telah dicapai oleh TPPS Provinsi Banten adalah sebagai berikut:
Tabel Capaian Indikator Tanggung Jawab TPPS Provinsi Banten Semester II Tahun 2023
No Indikator Target Capaian Keterangan
1 Pilar 1.1.4. 100% 100% Tercapai
Tersedianya kebijakan/peraturan bupati/walikota tentang
kewenangan desa/kelurahan dalam penurunan Stunting
2 Pilar 1.1.8. 100% 100% Tercapai
Persentase Pemerintah Daerah kabupaten/kota yang
meningkatkan alokasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah
untuk Percepatan Penurunan Stunting
3 Pilar 2.2.1. 100% 100% Tercapai
Jumlah kabupaten/kota yang memiliki minimal 20 tenaga pelatih
berjenjang tingkat dasar serta pendidikan dan pelatihan
pengasuhan stimulasi penanganan Stunting bagi guru Pendidikan
Anak Usia Dini (PAUD)
4 Pilar 3.1.2. 100% 100% Tercapai
Persentase kabupaten/kota yang melaksanakan aksi konvergensi
Percepatan Penurunan Stunting
5 Pilar 3.1.14. 100% 100% Tercapai
Persentase kabupaten/kota yang mengintervensi keamanan
pangan untuk mendukung Percepatan Penurunan Stunting
6 Pilar 3.1.15. 100% 100% Tercapai
Persentase kabupaten/kota yang mendapatkan fasilitasi sebagai
daerah ramah perempuan dan layak anak dalam Percepatan
Penurunan Stunting
7 Pilar 3.2.5. 80% 87,50% Tercapai
Persentase kabupaten/kota dengan Age Spesific Fertility Rate
/ASFR (15-19) paling sedikit 18 per 1.000
8 Pilar 5.1.5. 100% 100% Tercapai
Terselenggaranya Pemantauan dan Evaluasi Percepatan
Penurunan Stunting di Pemerintah Daerah Provinsi
9 Pilar 5.2.5 100% 100% Tercapai
Persentase kabupaten/kota yang mengimplementasikan sistem
data surveilans gizi elektronik dalam Pemantauan intervensi gizi
untuk penurunan Stunting

11
Gambar Capaian Indikator Tanggung Jawab TPPS Provinsi Banten

Hasil pemantauan dan evaluasi yang dilakukan oleh TPPS Provinsi Banten, terdapat 9 Indikator
yang menjadi Tanggung Jawab Utama Provinsi Banten dari total 91 Indikator yang tercantum di
dalam Peraturan Peraturan Presiden Nomor 72 Tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan
Stunting (PPS). Seluruh indikator tersebut telah memenuhi target capaian yang ditentukan
100%. Lebih lanjut terdapat Indikator yang menjadi tanggung jawab Kabupaten/Kota yang akan
dilihat agregasinya di tingkat Provinsi Banten.

12
B. Capaian Indikator PPS yang menjadi Tanggung Jawab TPPS Kabupaten/Kota Semester II
Tahun 2023
Tabel Capaian Indikator PPS yang menjadi Tanggung Jawab TPPS Kabupaten/Kota
Semester II Tahun 2023

Indikator Kabupaten Kabupaten Kabupaten Kabupaten Kota Kota Kota Kota Provinsi
Lebak Pandeglang Serang Tangerang Cilegon Serang Tangerang Tangerang Banten
Selatan
Indikator Pilar 1
Indikator Pilar 1A2 : 100 100 100 100 100 100 100 100 100
Terselenggaranya
rapat koordinasi di
tingkat
kabupaten/kota
Indikator Pilar 1A3 : 100 100 100 100 100 100 100 100 100
Terselenggaranya
rembug Stunting
tingkat kecamatan
Indikator Pilar 1A4 : 100 100 100 100 100 100 100 100 100
Tersedianya
kebijakan/peraturan
bupati/walikota
tentang kewenangan
desa/kelurahan dalam
penurunan Stunting
Indikator Pilar 1A5 : 100 100 100 100 100 100 100 100 100
Tersedianya bidan
desa/kelurahan sesuai
kebutuhan
Indikator Pilar 1A6 : 31 63 322 6 - - 104 16 542
Jumlah
desa/kelurahan bebas
Stunting
Indikator Pilar 1A8 : 100 100 100 100 100 100 100 100 100
Persentase
Pemerintah Daerah
kabupaten/kota yang
meningkatkan alokasi
Anggaran Pendapatan
dan Belanja Daerah
untuk Percepatan
Penurunan Stunting
Indikator Pilar 1B1 : 345 249 326 246 43 67 104 54 1.434
Jumlah pemerintah
desa yang
mendapatkan
peningkatan kapasitas
dalam penanganan
Percepatan Penurunan
Stunting
Indikator Pilar 1B3 : 99 3 100 36 100 30 100 100 71
Persentase
desa/kelurahan yang
kader pembangunan
manusianya
mendapatkan
pembinaan dari
Pemerintah Daerah
kabupaten/kota
Indikator Pilar 2
Indikator Pilar 2A1 : 100 100 100 100 100 100 100 100 100
Terlaksananya
kampanye nasional
pencegahan Stunting

13
Indikator Kabupaten Kabupaten Kabupaten Kabupaten Kota Kota Kota Kota Provinsi
Lebak Pandeglang Serang Tangerang Cilegon Serang Tangerang Tangerang Banten
Selatan
Indikator Pilar 2A2 : 37 100 83 16 100 43 100 100 72
Persentase keluarga
yang stop Buang Air
Besar Sembarangan
(BABS)

Indikator Pilar 2A3 : 80 100 38 80 81 100 80 95 82


Persentase keluarga
yang melaksanakan
Perilaku Hidup Bersih
dan Sehat (PHBS)
Indikator Pilar 2B1 : 1 1 1 1 1 1 1 1 8
Jumlah
kabupaten/kota yang
memiliki minimal 20
tenaga pelatih
berjenjang tingkat
dasar serta pendidikan
dan pelatihan
pengasuhan stimulasi
penanganan Stunting
bagi guru Pendidikan
Anak Usia Dini (PAUD)
Indikator Pilar 2B2 : 9 6 9 5 81 45 100 100 44
Persentase
desa/kelurahan yang
memiliki guru
Pendidikan Anak Usia
Dini (PAUD) terlatih
pengasuhan stimulasi
penanganan Stunting
sebagai hasil
pendidikan dan
pelatihan di
kabupaten/kota
Indikator Pilar 2B3 : 20 13 65 6 69 50 73 100 50
Persentase lembaga
Pendidikan Anak Usia
Dini (PAUD) yang
mengembangkan
Pendidikan Anak Usia
Dini Holistik Integratif
(PAUD-HI)
Indikator Pilar 2B4 : 100 100 7 100 100 100 18 93 77
Terpenuhinya standar
pelayanan
pemantauan tumbuh
kembang di posyandu
Indikator Pilar 2B5 : 100 36 100 100 100 100 100 100 92
Persentase
desa/kelurahan yang
melaksanakan kelas
Bina Keluarga Balita
(BKB) tentang
pengasuhan 1.000 Hari
Pertama Kehidupan
(HPK)

14
Indikator Kabupaten Kabupaten Kabupaten Kabupaten Kota Kota Kota Kota Provinsi
Lebak Pandeglang Serang Tangerang Cilegon Serang Tangerang Tangerang Banten
Selatan
Indikator Pilar 2B6 : 100 80 - 68 2 98 92 100 68
Persentase kelompok
Keluarga Penerima
Manfaat (KPM)
Program Keluarga
Harapan (PKH) yang
mengikuti Pertemuan

Indikator Pilar 2B7 : 100 92 100 82 100 61 25 100 82


Persentase Pusat
Informasi dan
Konseling (PIK) Remaja
dan Bina Keluarga
Remaja (BKR) yang
melaksanakan edukasi
kesehatan reproduksi
dan gizi bagi remaja
Indikator Pilar 2C2 : 100 82 100 82 94 38 100 18 77
Persentase pasangan
calon pengantin yang
mendapatkan
bimbingan perkawinan
dengan materi
pencegahan Stunting
Indikator Pilar 3
Indikator Pilar 3A2 : 100 100 100 100 100 100 100 100 100
Persentase
kabupaten/kota yang
melaksanakan aksi
konvergensi
Percepatan Penurunan
Stunting
Indikator Pilar 3A3 : 100 96 100 100 100 100 100 100 100
Persentase
desa/kelurahan yang
mengintegrasikan
program dan kegiatan
Percepatan Penurunan
Stunting dalam
dokumen perencanaan
dan penganggaran
desa/kelurahan
Indikator Pilar 3A4 : 100 96 100 100 100 100 100 100 100
Persentase
desa/kelurahan yang
meningkatkan alokasi
dana desa/kelurahan
untuk Intervensi
Spesifik dan Intervensi
Sensitif dalam
penurunan Stunting
Indikator Pilar 3A5 : 100 96 100 100 100 100 100 100 100
Persentase
desa/kelurahan yang
melakukan
konvergensi
Percepatan Penurunan
Stunting.
Indikator Pilar 3A6 : 12 100 100 7 100 100 100 100 77
Persentase
desa/kelurahan yang
melaksanakan Sanitasi
Total Berbasis
Masyarakat (STBM)

15
Indikator Kabupaten Kabupaten Kabupaten Kabupaten Kota Kota Kota Kota Provinsi
Lebak Pandeglang Serang Tangerang Cilegon Serang Tangerang Tangerang Banten
Selatan
Indikator Pilar 3A7 : 67 100 67 92 36 74 100 100 80
Persentase calon
pengantin/calon ibu
yang menerima Tablet
Tambah Darah (TTD)

Indikator Pilar 3A14 : 100 100 100 100 100 100 100 100 100
Persentase
kabupaten/kota yang
mengintervensi
keamanan pangan
untuk mendukung
Percepatan Penurunan
Stunting
Indikator Pilar 3A15 : 100 100 100 100 100 100 100 100 100
Persentase
kabupaten/kota yang
mendapatkan fasilitasi
sebagai daerah ramah
perempuan dan layak
anak dalam
Percepatan Penurunan
Stunting.
Indikator Pilar 3B2 : 29 82 100 100 94 38 100 18 70
Cakupan calon
pengantin yang
menerima
pendampingan
kesehatan reproduksi
dan edukasi gizi sejak 3
bulan pra-nikah
Indikator Pilar 3B3 : 86 93 12 93 41 74 64 83 68
Persentase remaja
putri yang menerima
layanan pemeriksaan
status anemia
(hemoglobin)
Indikator Pilar 3B4 : 100 100 100 100 100 100 100 100 100
Tersedianya data hasil
surveilans keluarga
berisiko Stunting
Indikator Pilar 3B5 : 8 25 20 12 1 14 9 14 13
Persentase
kabupaten/kota
dengan Age Spesific
Fertility Rate /ASFR
(15-19) paling sedikit
18 per 1.000
Indikator Pilar 3B7 : 6 5 11 12 2 10 14 15 9
Persentase unmet
need pelayanan
keluarga berencana
Indikator Pilar 4
Indikator Pilar 4A1 : 25 100 100 100 100 3 50 17 62
Persentase keluarga
berisiko Stunting yang
mendapatkan manfaat
sumber daya
pekarangan untuk
peningkatan asupan
gizi.

16
Indikator Kabupaten Kabupaten Kabupaten Kabupaten Kota Kota Kota Kota Provinsi
Lebak Pandeglang Serang Tangerang Cilegon Serang Tangerang Tangerang Banten
Selatan
Indikator Pilar 4A2 : 100 0 - 100 100 3 90 32 53
Persentase keluarga
berisiko Stunting yang
mendapatkan promosi
peningkatan konsumsi
ikan dalam negeri

Indikator Pilar 4A3 : 100 73 100 65 100 11 89 98 80


Persentase Keluarga
Penerima Manfaat
(KPM) dengan ibu
hamil, ibu menyusui
dan anak baduta yang
menerima variasi
bantuan pangan selain
beras dan telur
(karbohidrat, protein
hewani, protein
nabati, vitamin dan
mineral dan/atau
Makanan Pendamping
Air Susu Ibu/MPASI)
Indikator Pilar 4A4 : 100 58 - 100 100 88 97 100 80
Cakupan Pasangan
Usia Subur (PUS)
dengan status miskin
dan penyandang
masalah kesejahteraan
sosial yang menerima
bantuan tunai
bersyarat.
Indikator Pilar 4A5 : 100 80 - 100 85 99 70 100 79
Cakupan Pasangan
Usia Subur (PUS)
dengan status miskin
dan penyandang
masalah kesejahteraan
sosial yang menerima
bantuan pangan non-
tunai.
Indikator Pilar 4A6 : 100 73 - 100 100 99 70 100 80
Cakupan Pasangan
Usia Subur (PUS) fakir
miskin dan orang tidak
mampu yang menjadi
Penerima Bantuan
Iuran (PBI) jaminan
kesehatan
Indikator Pilar 4B1 : - 2 100 50 80 - - - 29
Persentase
pengawasan produk
pangan fortifikasi yang
ditindaklanjuti oleh
Pelaku Usaha
Indikator Pilar 5
Indikator Pilar 5A6 : 100 100 100 100 100 100 100 100 100
Terselenggaranya
Pemantauan dan
Evaluasi Percepatan
Penurunan Stunting di
Pemerintah Daerah
kabupaten/kota.

17
Indikator Kabupaten Kabupaten Kabupaten Kabupaten Kota Kota Kota Kota Provinsi
Lebak Pandeglang Serang Tangerang Cilegon Serang Tangerang Tangerang Banten
Selatan
Indikator Pilar 5A7 : 100 100 100 100 100 100 100 100 100
Terselenggaranya
Pemantauan dan
Evaluasi Percepatan
Penurunan Stunting di
Pemerintah Desa.
Indikator Pilar 5A8 : 100 100 100 100 100 100 100 100 100
Terselenggaranya
audit anak berusia di
bawah dua tahun
(baduta) Stunting.

Indikator Pilar 5B3 : 100 100 100 100 100 100 100 100 100
Tersedianya data
keluarga risiko
Stunting yang
termutakhirkan
melalui Sistem
Informasi Keluarga
(SIGA).
Indikator Pilar 5B5 : 100 100 100 100 100 100 100 100 100
Persentase
kabupaten/kota yang
mengimplementasikan
sistem data surveilans
gizi elektronik dalam
Pemantauan intervensi
gizi untuk penurunan
Stunting
Indikator RAN PASTI
Kluster Manajerial

Indikator RAN PASTI 100 100 100 100 100 100 100 100 100
M2 : Persentase
kabupaten/kota yang
mengalokasikan
proporsi 70% anggaran
intervensi sensitif, 25%
anggaran intervensi
spesifik dan 5%
anggaran intervensi
koordinatif
Indikator RAN PASTI 100 100 100 100 100 100 100 100 100
M3 : Persentase
kabupaten/kota yang
tidak memiliki temuan
hasil pemeriksaan atas
perencanaan dan
penyelenggaraan
kegiatan Percepatan
Penurunan Stunting
Indikator RAN PASTI 99 96 100 100 100 - 100 100 100
M4 : Persentase
desa/kelurahan yang
meningkatkan alokasi
APBDes minimal 10%
untuk Percepatan
Penurunan Stunting
dari tahun sebelumnya
Indikator RAN PASTI
Kluster Operasional
Indikator RAN PASTI 100 68 100 100 100 100 100 100 96
O3 : Persentase
desa/kelurahan yang
TPK nya melakukan KIE
kelompok minimal 1
kali per bulan

18
Indikator Kabupaten Kabupaten Kabupaten Kabupaten Kota Kota Kota Kota Provinsi
Lebak Pandeglang Serang Tangerang Cilegon Serang Tangerang Tangerang Banten
Selatan
Indikator RAN PASTI 100 98 100 25 100 89 100 100 89
O4 : Persentase
keluarga berisiko
Stunting yang
mendapatkan KIE
interpersonal sesuai
standar

Indikator RAN PASTI 81 53 100 40 100 163 100 100 92


O5 : Persentase Ibu
hamil yang menerima
pendampingan

Indikator RAN PASTI 12 - 67 100 100 100 100 - 60


O8 : Persentase Ibu
hamil dengan
Pertumbuhan Janin
Terhambat (PJT) yang
mendapat tata laksana
kesehatan
Indikator RAN PASTI 100 100 100 37 100 33 43 100 77
O11 : Persentase
keluarga dengan anak
usia 0-23 bulan yang
mendapatkan
pendampingan
Indikator RAN PASTI 100 100 100 90 100 1 100 100 86
O12 : Persentase
keluarga dengan anak
usia 0 bulan dengan
berat badan < 2.500
gram yang
mendapatkan
tatalaksana kesehatan
dan gizi
Indikator RAN PASTI 100 100 100 90 100 0 - 100 74
O13 : Persentase
keluarga dengan anak
usia 0 bulan dengan
panjang < 48 cm yang
mendapatkan
tatalaksana kesehatan
dan gizi
Indikator RAN PASTI 100 - 100 75 95 100 100 100 84
O17 : Persentase
keluarga dengan anak
usia 0-23 bulan
dengan infeksi kronis
yang mendapatkan
tatalaksana kesehatan
Indikator RAN PASTI 100 92 100 100 100 100 100 100 99
O19 : Persentase
keluarga anak usia 0-
23 bulan dengan gizi
buruk yang
mendapatkan tata
laksana gizi buruk
Indikator RAN PASTI 100 82 88 98 75 19 82 96 80
O20 : Persentase Balita
0-23 bulan dengan
berat badan dan
panjang/tinggi badan
sesuai standard

19
Indikator Kabupaten Kabupaten Kabupaten Kabupaten Kota Kota Kota Kota Provinsi
Lebak Pandeglang Serang Tangerang Cilegon Serang Tangerang Tangerang Banten
Selatan
Indikator RAN PASTI 100 88 100 65 86 18 74 100 79
O21 : Persentase balita
0-23 bulan yang
dipantau
perkembangannya
sesuai standard

Indikator RAN PASTI 100 - 100 65 95 100 100 100 83


O22 : Persentase anak
usia 24-59 bulan
dengan infeksi kronis
yang mendapatkan
tatalaksana kesehatan
Indikator RAN PASTI 100 86 95 95 64 77 84 98 87
O25 : Persentase Balita
0-59 bulan dengan
berat badan dan
panjang/tinggi badan
sesuai standard
Indikator RAN PASTI 100 87 86 65 75 88 98 100 87
O26 : Persentase balita
0-59 bulan yang
dipantau
perkembangannya
sesuai standard
Indikator RAN PASTI 100 56 26 100 100 - 80 15 60
O27 : Cakupan
keluarga prasejahtera
beresiko Stunting
penerima bantuan
sosial
Indikator RAN PASTI 71 76 97 97 95 68 99 100 88
O32 : Persentase
keluarga berisiko
Stunting yang
mempunyai air minum
layak
Indikator RAN PASTI 87 52 14 80 85 88 77 100 73
O33 : Persentase
keluarga berisiko
Stunting yang memiliki
rumah layak huni
Indikator RAN PASTI 41 33 90 95 69 63 79 100 71
O34 : Persentase
keluarga berisiko
Stunting yang
mempunyai jamban
sehat
Indikator RAN PASTI 3 31 3 39 26 1 100 44 31
O35 : Persentase desa
prioritas yang
melaksanakan Dapur
Gizi Keluarga berbasis
pangan local
Indikator RAN PASTI 100 100 64 95 16 74 100 114 83
O37 : Persentase catin
anemia yang
mengonsumsi 90
Tablet Tambah Darah
(TTD)

20
Indikator Kabupaten Kabupaten Kabupaten Kabupaten Kota Kota Kota Kota Provinsi
Lebak Pandeglang Serang Tangerang Cilegon Serang Tangerang Tangerang Banten
Selatan
Indikator RAN PASTI 100 98 49 80 89 74 50 100 80
O38 : Persentase catin
yang mendapatkan
tatalaksana kesehatan
dan gizi
Indikator RAN PASTI 100 100 100 100 100 100 100 100 100
O39 : Persentase
kab/kota yang
memiliki tim audit
Stunting
Indikator RAN PASTI 100 100 100 100 100 100 100 100 100
O40 : Persentase
pelaksanaan audit
kasus Stunting dan
manajemen
pendampingan
keluarga 2 kali dalam
setahun
Indikator RAN PASTI 100 100 100 100 100 100 100 100 100
O41 : Persentase
tindak lanjut hasil
audit kasus Stunting
dan manajemen
pendampingan
keluarga 2 kali dalam
setahun

Indikator RAN PASTI 100 100 100 100 100 100 100 100 100
O42 : Persentase
diseminasi hasil audit
kasus Stunting dan
manajemen
pendampingan
keluarga 2 kali dalam
setahun

Sumber Data: Laporan Capaian Indikator TPPS Kabupaten/Kota Semester 2 Tahun 2023 yang
disampaikan kepada Sekretariat Stunting Pusat (BKKBN) melalui aplikasi KoboTolbox.

21
INOVASI – INOVASI PERCEPATAN PENURUNAN STUNTING DI PROVINSI BANTEN

Inovasi dalam Percepatan Penurunan Stunting di Provinsi Banten telah banyak di


kembangkan dan tersebar di berbagai OPD mulai tingkat Provinsi hingga tingkat
Kabupaten/Kota, sebagai berikut:
NO PROVINSI/ INOVASI
KABUPATEN/KOTA
1. Provinsi Banten 1. Banten Asik (Banten Atasi Stunting Dengan Kolaborasi).
2. Gerakan Emas Oleh TP-PKK Provinsi Banten.
3. Aplikasi E-Stunting
4. Aplikasi Bumil Fit
5. Aplikasi E-Asuh
6. Aplikasi Dasawisma
7. Bunda Genre Sebagai Duta Penurunan Stunting
8. Gandeng Finalis Kang Dan Nong Sebagai Duta Peduli Stunting (Oleh TP. PKK
Provinsi Banten)
9. Membentuk Sekolah Peduli Stunting Yang Diikuti 1.300 Kader Di 90 Lokus
Stunting Di Provinsi Banten (Oleh TP. PKK Provinsi Banten).
10. Dapur Sehat Atasi Stunting (Dashat)
11. Dapur Atasi Stunting dengan Kolaborasi (DAPUR ASIK)
12. Dapur PKK Provinsi Banten
13. POSTER CETTING (Pos Terpadu Cegah dan Tanggulangi Stunting)
14. Kampung JAWARA (Sejahtera Jiwa dan Raga)
2. Pandeglang 1. Pangling : Pandeglang Peduli Stunting (Program Unggulan)
2. Sarita: Selasa Berseri Tanpa Anemia. Gerakan setiap hari selasa disetiap
sekolah SMP, SMA dan Sederajat remaja putri minum TTD setelah sarapan,
kemudian ada pemberian edukasi
3. Sarita Santik: Selasa Berseri Tanpa Anemia Bersama Santriwati Cantik,
berkerja sama dengan sarita hanya sasarannya adalah Remaja Putri yang
berada di Pondok Pesantren baik modern maupun tradisional.
4. Seupan Cau : Sehat Untuk Pandeglang Cegah Kematian Anak Dan Ibu (Dinkes)
5. Rabu Untuk Ibu,
6. Berkah : Bersalin Kuat Aman Hidup => (Puskesmas Buka Pelayanan
Pertolongan Persalinan/ Vk 24 Jam)
7. Aksi Emak Cerdik : Aksi Edukasi Masyarakat Cerdik, kegiatan senam Bersama
dan ada pemeriksaan Kesehatan TT, gula darah, kolesterol dan lain-lain.
8. KOALISI (Kolaborasi Lintas Sektor Atasi Stunting), by NGO, BAZNAS, Perguruan
Tinggi.
9. BESTI ASIK (Bebas Stunting melalui IMD ASI Ekslusif)
10. MADAM RIDA (Mari Dampingi Remaja Ibu dan Anak) melalui posyandu
pembinaan dan edukasi
11. PAGAR BESI (Pandeglang Generasi Berencana Bebas Stunting) melalui
peningkatan kapasitas Tim Pendamping Keluarga dengan memaksimalkan
peran mereka dilapangan dalam Upaya mengedukasi masyarakat.
3 Lebak 1. Jamban Gotong Royong Keluarga Sehat Produktif (Jaro Kasep)
2. Data Penting ( Deteksi Atasi Anak Peduli Stunting)
3. Lestari: Lebak Sehat Tanpa Anemia Pada Remaja Putri
4. Anjasmara, (Arisan Jamban Saniter Manfaat Terasa)
5. Jimat : Jaring Ibu Hamil Bersalin Selamat
6. Gerakan Jumat Seribu
4 Serang 1. Germani Canting (Gerakan Makan Ikan Cegah Stunting)
2. Cerita Legenda (Cerita Tanpa Anemia Lahirkan Generai Muda Bahagia)
3. Desa Giat (Desa Sadar Gizi Masyarakat)
4. Masita (Makanan Siap Antar Balita)&
5. Masitabu (Makanan Siap Antar Ibu Hamil Kek)
6. Bagi Pekaya (Perbaikan Gizi Dengan Pekarangan Berdaya)

22
NO PROVINSI/ INOVASI
KABUPATEN/KOTA
5 Kota Tangerang 1. Remaja Puteri
Edukasi Gizi, Pemberian Tablet Tambah Darah(TTD),Skrining Anemia,Kader
Yuk Jaim (Yuk, Jadi Remaja Anti anemia)
2. Calon Pengantin
Pemeriksaan Kesehatan, Bimbingan Perkawinan Pranikah, MoU Dispensasi
Usia Kawin
3. Ibu Hamil
Pendampingan oleh Kader Srikandi, Kelas Ibu Hamil, Pemberian TTD, Sisrute
(Sistem Rujukan Terintegrasi) EMAK IDEP (e-Kohort), PMT bumil KEK
4. Bayi Baru Lahir
Kabar Bahagia (Bayi dan Ibu cageur, Bawa Akte Kelahiran, Kartu Keluarga dan
Kartu Indonesia Sehat)
5. Balita Laksa Gurih
(Tatalaksana Gizi Buruk agar Segera Pulih),Klinik Pelayanan Balita Stunting,Pos
Gizi Imunisasi,Suplementasi Vitamin A,Taburia,Pemberian Obat Cacing, PMT
Balita gizi kurang,Simantab (Integrasi Gizi Masyarakat dan Penanggulangan
TB), bantuan dari CSR.
6. Kader Asmara TBC
(Aksi Skrining Mandiri TBC Berbasis Masyarakat)
7. SIKASEP
(Aplikasi Sertifikasi Keamanan Pangan)
8. Sekoper Semangat
(Sistem Elektronik Penilaian Perilaku Hidup Bersih dan Sehat Rumah Tangga
Kota Tangerang)
9. Kurbakala PAUD
(Ukur Berat Badan dan Tinggi Badan Secara Berkala)
10. P2L untuk Keluarga Balita Stunting
(Pekarangan Pangan Lestari)
11. Bantuan BKB KIT Stunting
(Kit Stunting untuk Bina Keluarga Balita)
12. Peningkatan Kompetensi SDM
(Pelatihan tenaga Kesehatan, kader, PKK, TPK,dll)
6 Kota Serang 1. Duta Sejati, Serang Jawara Anti Anemia.
2. Posyandu Remaja Kota Serang
3. Pos Gizi Anak Stunting
4. Pendampingan Keluarga Stunitng Dan Edukasi Kesehatan Reproduksi Pada
Rematri
5. Pagiku Pantas (Pantau Gizi Kurang Pantau Stunting)
7 Kota 1. Akm (Anjungan Kia Mandiri)
Tangerang Selatan 2. Milea (Milenial Anti Anemia) Tablet Tambah Darah Untuk Remaja Putri
3. Pos Gizi
4. Sipandai Kemas Tangsel (Sistem Informasi Peduli Anak Dan Ibu Kesehatan
Tangsel)
5. Ngider Bidan
6. Kelas Ibu Hamil Resiko Tinggi
7. Posyandu Remaja
8. Vaksinasi Ibu Hamil
9. Bapak Asuh
10. Dapur Dahsyat
11. Sosialisasi Stunting Pada Remaja Dan Calon Pengantin
8 Kota Cilegon 1. Kerjasama Dengan CSR (Chandra Asri) Dalam Pembentukan Pos Gizi
2. Inovasi Pos Gizi (Cfd) Puskesmas Citangkil
3. Kegiatan Pos Gizi Serentak
4. Komitmen Bersama Pencegahan Anemia Rematri & Pembentukan Kader
Segani

23
REKAPITULASI DUKUNGAN ANGGARAN PERCEPATAN PENURUNAN STUNTING PROVINSI
BANTEN TAHUN ANGGARAN 2023

A. DUKUNGAN ANGGARAN PEMERINTAH PROVINSI BANTEN


ANGGARAN PERUBAHAN
NO OPD PROGRAM/KEGIATAN/SUB KEGIATAN REALISASI 2023
2023

1 Dinas Pendidikan dan Kebudayaan 4,812,002,000 2,145,956,200

Program Pengelolaan Pendidikan 2,950,000,000 1,606,216,000

Kegiatan Pengelolaan Pendidikan Sekolah Menengah Atas 2,950,000,000 1,606,216,000

- Pembinaan Minat, Bakat dan Kreativitas Siswa 2,950,000,000 1,606,216,000

Program Pengembangan Kurikulum 1,738,602,400 539,740,200

Kegiatan Penetapan Kurikulum Muatan Lokal Pendidikan Menengah 1,738,602,400 539,740,200

Pelatihan Penyusunan Kurikulum Muatan Lokal Pendidikan


- 1,738,602,400 539,740,200
Menengah

2 Dinas Kesehatan 404,150,110,742 398,477,375,388

Program Pemenuhan Upaya Kesehatan Perorangan Dan Upaya Kesehatan


400,303,991,942 395,200,103,938
Masyarakat

Kegiatan Penyediaan Layanan Kesehatan untuk UKP Rujukan, UKM


400,303,991,942 395,200,103,938
dan UKM Rujukan Tingkat Daerah Provinsi

- Pengelolaan Pelayanan Kesehatan Ibu dan Anak 908,600,500.00 904,225,200.00

- Pengelolaan Pelayanan Kesehatan Gizi Masyarakat 755,539,900.00 751,273,900.00

- Pengelolaan Pelayanan Kesehatan Lingkungan 706,282,500.00 698,060,500.00

Pengelolaan Pelayanan Kesehatan Tradisonal, Akupuntur, Asuhan


- 976,822,100.00 965,711,084.00
Mandiri dan Tradisional Lainnya

Pengelolaan Pelayanan Kesehatan Penyakit Menular dan Tidak


- 2,326,225,240.00 2,297,751,125.00
Menular

- Pengelolaan Jaminan Kesehatan Masyarakat 394,364,130,802.00 389,323,391,229.00

Verifikasi dan Penilaian Kelayakan Puskesmas untuk Registrasi


- 182,605,200.00 182,605,200.00
Puskesmas

Investigasi Lanjutan Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi dan


- 83,785,700.00 77,085,700.00
Pemberian Obat Massal oleh Kabupaten / Kota

Program Pemberdayaan Masyarakat Bidang Kesehatan 3,846,118,800.00 3,277,271,450.00

Kegiatan Advokasi, Pemberdayaan, Kemitraan, Peningkatan Peran


1,427,203,700.00 1,349,783,600.00
Serta Masyarakat dan Lintas Sektor Tingkat Daerah Provinsi

Peningkatan Upaya Advokasi Kesehatan, Pemberdayaan,


- Penggalangan Kemitraan, Peran serta Masyarakat dan Lintas Sektor 1,427,203,700.00 1,349,783,600.00
Tingkat Daerah Provinsi

Kegiatan Pelaksanaan Komunikasi Informasi dan Edukasi (KIE) Perilaku


Hidup Bersih dan Sehat dalam rangka Promotif Preventif Tingkat 2,418,915,100.00 1,927,487,850.00
Daerah Provinsi

Penyelenggaraan Promosi Kesehatan dan Perilaku Hidup Bersih dan


- 2,418,915,100.00 1,927,487,850.00
Sehat

Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan


3 54,234,816,000 38,190,514,538
Ruang

Program Pengelolaan Sumber Daya Air (SDA) 49,774,816,000 35,715,876,007

Kegiatan Pengembangan dan Pengelolaan Sistem Irigasi Primer dan


Sekunder pada Daerah Irigasi yang Luasnya 1000 Ha-3000 Ha dan 49,774,816,000 33,241,237,476
Daerah Irigasi Lintas Daerah Kabupaten / Kota
- Rehabilitasi Jaringan Irigasi Permukaan 49,774,816,000 33,241,237,476
Program Pengembangan Permukiman 4,460,000,000 2,474,638,531
Kegiatan Penyelenggaraan Infrastruktur pada Permukiman di Kawasan
4,460,000,000 2,474,638,531
Strategis Daerah Provinsi

Pembangunan dan Pengembangan Infrastruktur Kawasan


- 4,460,000,000 2,474,638,531
Permukiman di Kawasan Strategis Daerah Provinsi

24
Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan
4 69.856.833.811 28.060.843.014
Permukiman

Program Kawasan Permukiman 69.856.833.811 28.060.843.014

Kegiatan Peningkatan Kualitas Kawasan Permukiman Kumuh dengan Luas 10 (Sepuluh) Ha


69.856.833.811 28.060.843.014
sampai dengan di Bawah 15 (Lima Belas) Ha

Koordinasi dan Sinkronisasi Pengendalian Penyelenggaraan Pemugaran /


Peremajaan / Pemukiman Kembali Permukiman Kumuh dan Rumah Tidak Layak Huni
- 4.657.045.900 2.194.339.000
untuk Pencegahan Terhadap Tumbuh dan Berkembangnya Permukiman Kumuh
dengan Luas 10 (Sepuluh) Ha sampai dengan di Bawah 15 (Lima Belas) Ha

Perbaikan Rumah Tidak Layak Huni dalam Kawasan Permukiman dengan Luas 10
17.261.060.025 9.332.024.443
(Sepuluh) Ha sampai dengan di Bawah 15 (Lima Belas) Ha

Pelaksanaan Pembangunan Pemugaran / Peremajaan Permukiman Kumuh dengan


47.938.727.886 16.534.479.571
Luas 10 (Sepuluh) Ha sampai dengan di Bawah 15 (Lima Belas) Ha

5 Dinas Ketahanan Pangan 2.846.884.630 2.407.345.260

PROGRAM PENINGKATAN DIVERSIFIKASI DAN KETAHANAN PANGAN MASYARAKAT 1.667.476.630 1.379.830.200

Promosi Pencapaian Target Konsumsi Pangan Perkapita/Tahun sesuai dengan Angka


1.667.476.630 1.379.830.200
Kecukupan Gizi Melalui Media Provinsi

Promosi Penganekaragaman Konsumsi Pangan Berbasis Sumber Daya Lokal 856.238.600 765.140.400

Koordinasi dan Sinkronisasi Pelaksanaan Advokasi, Edukasi, dan Sosialisasi Konsumsi


811.238.030 614.689.800
Pangan Beragam, Bergizi, Seimbang dan Aman (B2SA)

PROGRAM PENANGANAN KERAWANAN PANGAN KEWENANGAN PROVINSI 1.179.408.000 1.027.515.060

Pelaksanaan Pengadaan, Pengelolaan, dan Penyaluran Cadangan Pangan pada Kerawanan


Pangan yang Mencakup lebih dari 1 (satu) Daerah Kabupaten/Kota dalam 1 (satu) Daerah 1.179.408.000 1.027.515.060
Provinsi

6 Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan 6.728.412.700 6.354.332.334

Program Pengakuan Keberadaan Masyarakat Hukum Adat (MHA), Kearifan Lokal Dan Hak Mha
180.939.000 174.898.360
Yang Terkait Dengan PPLH

Peningkatan Kapasitas MHA dan Kearifan Lokal, Pengetahuan Tradisional dan Hak MHA
180.939.000 174.898.360
yang terkait dengan PPLH

Pemberdayaan, Kemitraan, Pendampingan dan Penguatan Kelembagaan MHA,


180.939.000 174.898.360
Kearifan Lokal, Pengetahuan Tradisional dan Hak MHA terkait dengan PPLH

Program Peningkatan Pendidikan, Pelatihan Dan Penyuluhan Lingkungan Hidup Untuk Masyarakat 871.868.000 809.397.875

Penyelenggaraan Pendidikan, Pelatihan, dan Penyuluhan Lingkungan Hidup untuk


871.868.000 809.397.875
Lembaga KeMasyarakatan Tingkat Daerah Provinsi

Penumbuhan Kesadaran Keluarga dalam Peningkatan Kualitas Kelestarian


871.868.000 809.397.875
Lingkungan Hidup

Program Pengelolaan Hutan 4.264.349.400 4.089.599.182

Pelaksanaan Rehabilitasi di Luar Kawasan Hutan Negara 2.132.251.700 2.102.557.180

Pembangunan Hutan Rakyat di Luar Kawasan Hutan Negara 1.778.851.700 1.754.585.625

Pengembangan Teknologi Rehabilitasi Hutan dan Lahan 219.375.000 216.873.425

Rehabilitasi Mangrove di luar kawasan hutan 134.025.000 131.098.130

Pelaksanaan Pengolahan Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) 720.841.400 706.605.085

Pembudidayaan Hasil Hutan Bukan Kayu dengan tidak Mengurangi Fungsi Pokoknya 720.841.400 706.605.085

Program Konservasi Sumber Daya Alam Hayati Dan Ekosistemnya 651.629.500 557.108.947

Pengelolaan Kawasan Bernilai Ekosistem Penting, Daerah Penyangga Kawasan Suaka


651.629.500 557.108.947
Alam dan Kawasan Pelestarian Alam

Penguatan Kapasitas dan Pemberdayaan Masyarakat di Kawasan Bernilai Ekosistem


167.606.500 107.815.600
Penting Kewenangan Daerah Provinsi

Pengelolaan Daerah Penyangga di Kawasan Bernilai Ekosistem Penting Kewenangan


484.023.000 449.293.347
Daerah Provinsi

Program Pendidikan Dan Pelatihan, Penyuluhan Dan Pemberdayaan Masyarakat Di Bidang


268.144.800 251.684.420
Kehutanan

Pelaksanaan Penyuluhan Kehutanan Provinsi dan Pemberdayaan Masyarakat di Bidang


268.144.800 251.684.420
Kehutanan

Penguatan dan Pendampingan Kelembagaan Kelompok Tani Hutan 140.400.000 136.129.200

Penyiapan dan Pengembangan Perhutanan Sosial 127.744.800 115.555.220

Program Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (DAS) 491.482.000 471.643.550

Pelaksanaan Pengelolaan DAS Lintas Daerah Kabupaten / Kota dan dalam Daerah
491.482.000 471.643.550
Kabupaten / Kota dalam 1 (satu) Daerah Provinsi

Pemberdayaan Masyarakat dalam Kegiatan Pengelolaan DAS 491.482.000 471.643.550

25
7 Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa 17.379.997.200 12.295.252.117

Program Administrasi Pemerintahan Desa 550.000.200 528.521.700

Pembinaan dan Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintahan Desa 550.000.200 528.521.700

Pembinaan Aparatur Pemerintah Desa 550.000.200 528.521.700

Program Pemberdayaan Lembaga Kemasyarakatan, Lembaga Adat Dan Masyarakat Hukum Adat 16.829.997.000 11.766.730.417

Pemberdayaan Lembaga keMasyarakatan yang Bergerak di Bidang Pemberdayaan Desa


dan Lembaga Adat Tingkat Daerah Provinsi serta Pemberdayaan Masyarakat Hukum Adat
16.829.997.000 11.766.730.417
yang Masyarakat Pelakunya Hukum Adat yang Sama Berada di Lintas Daerah Kabupaten /
Kota

Peningkatan Kapasitas Kelembagaan Lembaga KeMasyarakatan Desa /


Kelurahan (RT, RW, PKK, Posyandu, LPM, dan Karang Taruna), Lembaga Adat 1.750.000.000 1.104.886.000
Desa / Kelurahan dan Masyarakat Hukum Adat

Fasilitasi Penyediaan Sarana dan Prasarana Kelembagaan Lembaga


KeMasyarakatan Desa / Kelurahan (RT, RW, PKK, Posyandu, LPM, dan Karang 5.406.848.000 3.268.490.000
Taruna), Lembaga Adat Desa / Kelurahan dan Masyarakat Hukum Adat

9.673.149.000 7.393.354.417
Fasilitasi Tim Penggerak PKK dalam Penyelenggaraan Gerakan Pemberdayaan
Masyarakat dan Kesejahteraan Keluarga

Bantuan Makanan bernutrisi (Dana Fiskal), alokasi DID sebesar


Rp.5.723.149.000,-, dialokasikan untuk pengadaan PMT bagi penanganan
penurunan Stunting :
- Paket makanan basah 1.750 paket
- Paket makanan kering 1.766 paket
Dengan sebaran penerima bantuan PMT (makanan basah dan kering),
sebagai berikut :
1. Kabupaten Pandeglang 775 anak
2. Kabupaten Lebak 841 anak
3. Kabupaten Serang 978 anak
4. Kabupaten Tangerang 922 Anak
Adapun realisasi anggaran DID per 19 Desember 2023 sebesar
Rp.3.949.980.000,- terdapat sisa Rp.1.773.169.000,- dari pagu anggaran DID
sebesar Rp.5.723.149.000,-

Dinas Pemberdayaan Perempuan,


8 Perlindungan Anak, Kependudukan dan 892.379.900 875.458.239
Keluarga Berencana

Program Pengendalian Penduduk 82.784.000 80.389.920

Pemaduan dan sinkronisasi kebijakan Pemerintah Ousat dengan Pemerintah Daerah


41.226.000 40.171.000
Provinsi dalam rangka Pengendalian Kuantitas Penduduk

Pembinaan Dan Pengawasan Penyelenggaraan Pencatatan Dan Pelaporan 41.226.000 40.171.000

Pemetaan Perkiraan Pengendalian Penduduk Cakupan Daerah Provinsi 41.558.000 40.218.920

Koordinasi, Penyediaan, dan Pengolahan Data Kependudukan Berbasis


41.558.000 40.218.920
Keluarga

Program Pembinaan Keluarga Berencana (KB) 97.951.700 97.735.700

Pengembangan Desain Program, Pengelolaan dan Pelaksanaan Advokasi, Komunikasi,


Informasi dan Edukasi (KIE) PengendalianPenduduk dan Keluarga Berencana (KB) Sesuai 97.951.700 97.735.700
Kearifan Budaya Lokal

Pembinaan Promosi dan Konseling Kesehatan Reproduksi 97.951.700 97.735.700

Program Pemberdayaan Dan Peningkatan Keluarga Sejahtera (KS) 711.644.200 697.332.619

Pengelolaan Pelaksanaan Desain Program Pembangunan Keluarga Melalui Pembinaan


655.642.200 641.764.200
Ketahanan dan Kesejahteraan Keluarga

Sosialisasi dan Pembinaan Remaja tentang Generasi Berencana 23.874.000 23.674.000

Penyediaan Kebijakan dalam rangka Penyiapan Pengasuhan 1000 Hari


203.218.200 194.316.200
Pertama Kelahiran (HPK)

Pelaksanaan Fasilitasi, Pembimbingan, Pengembangan, dan Penguatan


394.000.000 389.253.000
Penyiapan Pengasuhan 1000 HPK

Penyediaan Sarana Penyiapan Pengasuhan 1000 HPK 34.550.000 34.521.000

26
Pemberdayaan dan Peningkatan Peran serta Organisasi KeMasyarakatan Tingkat Daerah Provinsi
56.002.000 55.568.419
dalam Pembangunan Keluarga Melalui Pembinaan Ketahanan dan Kesejahteraan Keluarga

Peningkatan Kapasitas Mitra dan Organisasi KeMasyarakatan dalam Pengelolaan


Program Ketahanan Keluarga Melalui Bina Keluarga Balita (BKB), Bina Keluarga Remaja
56.002.000 55.568.419
(BKR), Bina Keluarga Lansia (BKL), Unit Peningkatan Pendapatan Keluarga Sejahtera
(UPPKS) dan Pemberdayaan Ekonomi Keluarga

Dinas Komunikasi, Informatika,


9 819.142.100 770.776.900
Statistik dan Persandian

Program Pengelolaan Informasi Dan Komunikasi Publik 819.142.100 770.776.900

Pengelolaan Informasi dan Komunikasi Publik Pemerintah Daerah Provinsi 819.142.100 770.776.900

Pengelolaan Media Komunikasi Publik 819.142.100 770.776.900

10 Dinas Kelautan dan Perikanan 402.065.000 387.097.200

Program Pengolahan Dan Pemasaran Hasil Perikanan 402.065.000 361.810.200

Pembinaan Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan bagi Usaha Pengolahan dan Pemasaran Skala
140.759.000 136.600.200
Menengah dan Besar

Pelaksanaan Bimbingan dan Penerapan Persyaratan atau Standar Pada Usaha


140.759.000 136.600.200
Pengolahan dan Pemasaran Skala Menengah dan Besar

Penyediaan dan Penyaluran Bahan Baku Industri Pengolahan Ikan Lintas Daerah Kabupaten / Kota
261.306.000 250.497.000
dalam 1 (Satu) Daerah Provinsi

Pemetaaan dan Pemantauan Kebutuhan Bahan Baku Usaha Pengolahan / Distribusi


261.306.000 250.497.000
Ikan Lintas Daerah Kabupaten / Kota dalam 1 (Satu) Daerah Provinsi

Biro Pemerintahan dan Otonomi


11 240.000.000 240.000.000
Daerah

Program Kesejahteraan Rakyat 240.000.000 240.000.000

Fasilitasi Pengembangan Kesejahteraan Rakyat Pelayanan Dasar 240.000.000 240.000.000

Fasilitasi, Koordinasi dan Sinkronisasi, Evaluasi dan Capaian Kinerja Kebijakan Kesejahteraan
240.000.000 240.000.000
Rakyat Bidang Kesehatan

Badan Perencanaan
12 1.421.230.500 142.431.250
Pembangunan Daerah

Program Koordinasi Dan Sinkronisasi Perencanaan Pembangunan Daerah 1.421.230.500 142.431.250

Koordinasi Perencanaan Bidang Pemerintahan dan Pembangunan Manusia 1.421.230.500 142.431.250

Koordinasi Penyusunan Dokumen Perencanaan Pembangunan Daerah Bidang Pembangunan


37.533.500 37.533.500
Manusia (RPJPD, RPJMD dan RKPD)

Pelaksanaan Monitoring dan Evaluasi Penyusunan Dokumen Perencanaan Pembangunan


30.415.000 27.098.520
Perangkat Daerah Bidang Pembangunan Manusia

Koordinasi Pelaksanaan Sinergitas dan Harmonisasi Perencanaan Pembangunan Daerah


1.353.282.000 77.799.230
Bidang Pembangunan Manusia

13 Dinas Sosial 3.000.000.000 2.997.288.000

Program Fasilitasi Bantuan Kesejahteraan Keluarga 3.000.000.000 2.997.288.000

Cakupan Data Fakir Miskin lintas Daerah Kabupaten/Kota 3.000.000.000 2.997.288.000

Bantuan permakanan susu dan telur untuk Stunting dan Gizi Buruk 3.000.000.000 2.997.288.000

JUMLAH 572.023.874.583 493.344.670.440

27
B. DUKUNGAN ANGGARAN PERWAKILAN BKKBN
ANGGARAN REALISASI
NO INSTANSI VERTIKAL PROGRAM/KEGIATAN/SUB KEGIATAN PERUBAHAN ANGGARAN
2023 2023
1. BKKBN Provinsi Banten Tangging Stunting 19.579.679.000 18.720.034.266

Kelompok BKB yang mendapatkan fasilitasi dan pembinaan dalam pendukung 920.248.000 920.248.000
percepatan penurunan stunting
Jumlah kelompok BKB yang mendapatkan fasilitasi dan pembinaan dalam 920.248.000 920.248.000
mendukung percepatan penurunan stunting
Fasilitasi pembinaan percepatan penurunan stunting melalui kelompok BKB 920.248.000 920.248.000
Remaja usia 15-19 tahun yang mendapatkan edukasi gizi dan anemia dalam 950.000.000 950.000.000
mendukung percepatan penurunan stunting
Jumlah remaja usia 15-19 tahun yang mendapatkan edukasi gizi dan anemia 950.000.000 950.000.000
Edukasi Gizi dan Anemia kepada Remaja Usia 15-19 Tahun 950.000.000 950.000.000
Pemberdayaan kampung KB dalam rangka penurunan stunting 266.300.000 227.779.100
Kampung KB yang mendapat fasilitasi pemberdayaan dalam rangka penurunan 266.300.000 227.779.100
stunting
Kegiatan Pemberdayaan Percepatan Penurunan Stunting di Kampung KB 266.300.000 227.779.100
Pemerintah daerah yang mendapatkan fasilitasi pengembangan DASHAT di kampung 195.100.000 192.765.765
KB pada 12 Provinsi prioritas
Jumlah kabupaten/kota di 12 provinsi prioritas stunting yang mendapatkan 195.100.000 192.765.765
fasilitasi pengembangan DASHAT di kampung KB
Fasilitasi pengembangan DASHAT di kampung KB 195.100.000 192.765.765
Fasilitasi dan koordinasi pendampingan perguruan tinggi/mahasiswa kepada pemda 331.700.000 316.401.000
pemprov kab/kota
Jumlah pemerintah daerah yang mendapat fasilitasi pendampingan perguruan 331.700.000 316.401.000
tinggi/mahasiswa kepada pemda pemprov kab/kota
Pendampingan perguruan tinggi/mahasiswakepada pemda pemprov 331.700.000 316.401.000
kab/kota
Rekomendasi kebijakan hasil Studi Kasus Stunting provinsi 150.000.000 149.960.000
Jumlah Rekomendasi kebijakan hasil Studi Kasus Stunting provinsi 150.000.000 149.960.000
Studi kasus dan pembelajaran (provinsi) 150.000.000 149.960.000
Faskes yang mendapatkan Intensifikasi pelayanan KB dalam percepatan penurunan 289.400.000 289.365.000
stunting dan mendukung penurunan AKI
Jumlah faskes yang mendapat fasilitasi intensifikasi pelayanan KB dalam percepatan 289.400.000 289.365.000
penurunan stunting
Intensifikasi pelayanan KB di fasyankes 289.400.000 289.365.000
Pemerintah daerah yang mendapatkan fasilitasi dan pembinaan pendampingan ibu 155.200.000 155.200.000
hamil dan Ibu pascapersalinan
Jumlah Pemerintah daerah yang mendapatkan fasilitasi dan pembinaan 155.200.000 155.200.000
pendampingan ibu hamil dan ibu pascapersalinan
Pemerintah daerah yang mendapatkan fasilitasi dan pembinaan 155.200.000 155.200.000
pendampingan ibu hamil dan Ibu Pascasalin
Penguatan kualitas dan sistem data keluarga sasaran konvergensi percepatan 88.550.000 64.880.000
penurunan stunting
Jumlah Sistem Data keluarga sasaran konvergensi percepatan penurunan stunting 88.550.000 64.880.000
yang berkualitas
Penguatan kualitas dan sistem data keluarga sasaran konvergensi 88.550.000 64.880.000
percepatan penurunan stunting
Verifikasi dan validasi data keluarga sasaran konvergesi di 12 provinsi 544.366.000 544.366.000
Jumlah Data keluarga sasaran konvergensi di 12 Provinsi 544.366.000 544.366.000
Verifikasi dan validasi data keluarga sasaran konvergesi 544.366.000 544.366.000
Kampanye Percepatan Penurunan Stunting tingkat Provinsi dan kab/kota 4.125.000.000 3.960.590.480
Jumlah Kampanye Percepatan Penurunan Stunting tingkat Provinsi dan kab/kota 4.125.000.000 3.960.590.480
yang dilaksanakan
Kampanye Percepatan Penurunan Stunting 4.125.000.000 3.960.590.480
Penyelenggaraan koordinasi satgas Percepatan Penurunan Stunting Provinsi dan 1.417.325.000 1.294.345.947
kab/kota
Jumlah Penyelenggaraan koordinasi satgas Percepatan Penurunan Stunting 1.417.325.000 1.294.345.947
Provinsi dan kab/kota
SATGAS Percepatan Penurunan Stunting Provinsi dan Kab/kota 1.417.325.000 1.294.345.947
Penyelenggaraan koordinasi intensifikasi satgas Percepatan Penurunan Stunting 400.000.000 343.847.417
Provinsi dan kab/kota pada 12 Provinsi Prioritas
Jumlah koordinasi Intensifikasi SATGAS PPS pada 12 Provinsi prioritas 400.000.000 343.847.417
Intensifikasi SATGAS PPS 400.000.000 343.847.417
Laporan Monitoring dan evaluasi TPKTPPS SATGAS percepatan penurunan stunting 200.000.000 160.369.000
provinsi kab/kota
Jumlah Laporan Monitoring dan evaluasi TPKTPPS SATGAS percepatan penurunan 200.000.000 160.369.000
stunting provinsi kab/kota
Monitoring dan Evaluasi TPKTPPS SATGAS percepatan penurunan stunting 200.000.000 160.369.000
provinsi kab/kota
Pelatihan dan Refreshing dalam rangka percepatan penurunan stunting 8.072.506.000 8.039.142.257
Jumlah SDM eksternal yang mendapatkan Pelatihan dan Refreshing dalam rangka 8.072.506.000 8.039.142.257
percepatan penurunan stunting
Pelatihan dan Refreshing dalam rangka percepatan penurunan stunting 8.072.506.000 8.039.142.257
Pelatihan bagi pelaksana PPKS dalam percepatan penurunan stunting 864.522.000 860.776.350
Jumlah Pelatihan bagi pelaksana PPKS dalam percepatan penurunan stunting 864.522.000 860.776.350
Pelatihan bagi pelaksana PPKS dalam percepatan penurunan stunting 864.522.000 860.776.350

28
Penyelenggaraan Sekretariat Percepatan Penurunan Stunting Provinsi 392.840.000 392.819.500

Jumlah Kegiatan penyelenggaraan Sekretariat Percepatan Penurunan Stunting 392.840.000 392.819.500


Provinsi
Penyelenggaraan Sekretariat Percepatan Penurunan Stunting Provinsi 392.840.000 392.819.500
Layanan Humas Percepatan Penurunan Stunting tingkat Provinsi 131.250.000 123.640.000
Jumlah Layanan Humas Percepatan Penurunan Stunting tingkat Provinsi 131.250.000 123.640.000
Humas Percepatan Penurunan Stunting tingkat Provinsi 131.250.000 123.640.000
Layanan Pengawasan Kegiatan Percepatan Penurunan Stunting tk provinsi 85.372.000 85.345.000
Jumlah Laporan hasil Pengawasan Kegiatan Percepatan Penurunan Stunting 85.372.000 85.345.000
provinsi
Pengawasan Kegiatan Percepatan Penurunan Stunting Tk Provinsi 85.372.000 85.345.000

29
PENUTUP

Pada bagian akhir pada laporan ini, kami menyampaikan kesimpulan mengenai TPPS
Provinsi Banten yang telah diuraikan pada bab sebelumnya dan saran/rekomendasi yang
mungkin bermanfaat bagi Percepatan Penurunan Stunting di Provinsi Banten untuk siklus
selanjutnya.

A. KESIMPULAN
Penyelenggaraan Percepatan Penurunan Stunting Provinsi Banten sebagaimana yang
telah tertuang sebelumnya dapat kami simpulkan sebagai berikut :
1. Penanganan anak stunting berdasarkan hasil penimbangan bulan Desember 2023, dengan
sasaran sebanyak 796.419 anak dengan jumlah yang diukur sebanyak 466.637 anak masih
terdapat jumlah anak stunting sebanyak 21.171 anak. Dengan persentase stunting 4.5%.
Data berdasarkan Elektronik Pencatatan dan Pelaporan Gizi berbasis Masyarakat (E-PPGBM)
dengan cakupan penimbangan sebanyak 58.5%.
2. Data Base anak tercatat bulan Februari 2023 berjumlah 29.794. Jumlah anak laki-laki 17.146
dan jumlah anak Perempuan 12.648. Berdasarkan hasil survey status Gizi Indonesia (SSGI)
angka prevalensi stunting tahun 2022 di Provinsi Banten sebesar 20.0%. Setelah diintervensi
sampai Per tanggal 15 Januari 2024 Jumlah anak yang masih dalam penanganan 9.500 anak.
Adapun jumlah anak yang sudah pulih (sudah tertangani) sebanyak 20.294. Sehingga
estimasi prevalensi stunting di Provinsi Banten berdasarkan beberapa asumsi sebesar
12,21%.
3. Alokasi dana Insentif Fiskal kinerja tahun berjalan kategori peningkatan kesejahteraan
masyarakat atas kinerja penurunan stunting yang dipergunakan untuk pembiayaan kegiatan
Bantuan Makanan bernutrisi dengan bantuk bantuan Paket Makanan Basah 1.750 paket
dan Paket Makanan Kering 1.766 paket serta membentuk 67 Dapur PKK dengan jumlah
penerima manfaat sebanyak 3.516 anak di 4 Kabupaten, sebagai berikut :
1. Kabupaten Pandeglang 775 anak
2. Kabupaten Lebak 841 anak
3. Kabupaten Serang 978 anak
4. Kabupaten Tangerang 922 anak
4. Penentuan lokasi Prioritas berdasarkan Lokasi Kasus Stunting yang tinggi yang ditetapkan
oleh Bupati/Walikota.
5. Realisasi Capaian Kinerja berdasarkan Indikator menurut Perpres 72 Tahun 2021 dan
Rencana Aksi Nasional Percepatan Penurunan Stunting Indonesia (RAN PASTI),

30
ada 9 Indikator yang menjadi kewenangan Pemerintah Provinsi sudah semua mencapai
target yang ditetapkan.
6. Penilaian kinerja percepatan penurunan stunting di 8 Kabupaten/Kota berdasarkan
Keputusan Gubernur Banten Nomor 050/Kep.184-Huk/2023 tentang Penetapan Hasil
Penilaian Kinerja Kabupaten/Kota terhadap Pelaksanaan 8 (Delapan) Aksi Konvergensi
Penurunan Stunting Provinsi Banten Tahun 2022, dengan predikat kinerja baik dan
diberikan penghargaan kepada Kabupaten/Kota yang sudah melakukan inovasi dalam
Percepatan Penurunan Stunting dengan hasil sebagai berikut :
NO KABUPATEN/KOTA TOTAL SKOR PERINGKAT

1 KOTA TANGERANG SELATAN 113 I


2 KABUPATEN SERANG 111 II
3 KOTA TANGERANG 109 III
4 KABUPATEN LEBAK 107 Inovasi Data Penting
5 KOTA CILEGON 106 Inovasi Citangkil Food Delivery (CFD)
6 KABUPATEN TANGERANG 105 Inovasi CATIN KASEP
7 KABUPATEN PANDEGLANG 91 Inovasi Sarita Cantik
72 Inovasi Remaja Sehat Pantau Hipertensi dan
8 KOTA SERANG
Anemia

7. Inovasi Percepatan Penurunan Stunting yang dilaksanakan di tingkat Provinsi Banten


dengan menggunakan Web https://edasawisma.bantenprov.go.id/ adalah Aplikasi E-
Stunting, E-Bumil Fit, E-Asuh dan E-Dasawisma.
8. Hasil Fasilitasi RKPD Perubahan Tahun 2023 dan RKPD Tahun 2024 bahwa Kabupaten/Kota
se-Provinsi Banten sudah mengalokasikan ke dalam Penganggaran Program Kegiatan
Percepatan Penurunan Stunting.

B. SARAN
Untuk mencapai hasil dari Agenda kerja TPPS Provinsi Banten agar lebih efektif dan efisien,
perlu dilakukan:
1. Peningkatan kompetensi dan kerjasama tim sehingga pekerjaan dapat diselesaikan
dengan sinergi yang harmonis;
2. Memberikan informasi sebanyak-banyaknya dan seluas mungkin kepada masyarakat
terkait program percepatan penurunan stunting.
3. Memantau dan mengawasi kegiatan percepatan penurunan stunting di tingkat
Kabupaten/Kota terhadap pelaksanaan bantuan yang telah disampaikan oleh Organisasi
Perangkat Daerah Tingkat Provinsi Banten.

Demikian Laporan Penyelenggaraan Percepatan Penurunan Stunting Provinsi Banten


Semester II tahun 2023.

31
LAMPIRAN

32
33
34
35
Dokumentasi Kegiatan
Peringatan Hari Keluarga Nasional (HARGANAS) ke 30
Dilaksanakan Pengukuhan Bapak dan Bunda Asuh Anak Stunting oleh Deputi Bidang Pelatihan,
Penelitian dan Pengembangan (Lalitbang) BKKBN, Prof. M. Rizal Martua Damanik BKKBN RI
Kepada Bpk. Pj. Gubernur, Ibu Pj. Sekretaris Daerah dan Para Forkopimda dan
Pemberian Bantuan Makanan Bernutrisi serta Permainan Edukatif Kepada Anak Stunting
Tanggal 2 Agustus 2023
Bertempat di Pendopo Gubernur Banten

36
Dokumentasi Kegiatan
Ekspedisi Reformasi Birokrasi Tematik Berdampak Provinsi Banten dan Dalam Rangkaian
Peringatan HUT Provinsi Banten ke -23, Bapak Pj. Gubernur berserta para
Forkompimda berkerjasama dengan Dunia Usaha menyampaikan
Pemberian Bantuan Makanan Bernutrisi kepada Anak Stunting
Tanggal 24 September 2023
Bertempat di Alun-Alun Kota Serang

37
Dokumentasi Kegiatan
Apresiasi dari Pemerintah Pusat yang disampaikan oleh Bapak Wakil Presiden RI berupa
alokasi Insentif Piskal Kinerja Tahun Berjalan untuk Kategori Penurunan Stunting
Tahun Anggaran 2023
Tanggal 6 Oktober 2023
Bertempat di Gedung Istana Wakil Presiden

38
Dokumentasi Kegiatan
Ekspedisi Reformasi Birokrasi Tematik Berdampak Provinsi Banten dan
Dalam Rangkaian Peringatan HUT Provinsi Banten ke-23
Bpk. Pj.Gubernur berserta Forkompimda menyampaikan Pemberian Bantuan Makanan
Bernutrisi kepada Anak Stunting di Kota Serang
Tanggal 8 Oktober 2023
Bertempat di Lapangan Pancaniti KP3B

39
Dokumentasi Kegiatan
Kunjungan Lapangan dalam rangka Evaluasi Terpadu
Percepatan Penurunan Stunting dari Kemenko PMK dan 19 K/L
Provinsi Banten
Tanggal 9 Oktober 2023
Bertempat di SMAN 4 dan Kel. Kecamatan Kasemen Kota Serang

40
Dokumentasi Kegiatan
Evaluasi Terpadu Percepatan Penurunan Stunting
oleh Kemenko PMK dan 19 K/L Provinsi Banten
Tanggal 10 Oktober 2023
Bertempat di Hotel Aston Serang

41
Dokumentasi Kegiatan
Ekspedisi Reformasi Birokrasi Tematik Berdampak Provinsi Banten dan Dalam Rangkaian
Peringatan HUT Provinsi Banten Pemberian Bantuan Makanan Bernutrisi kepada Anak Stunting
Tanggal 14 Oktober 2023
Bertempat di Alun-Alun Kabupaten Tangerang

42
Dokumentasi Kegiatan
Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan untuk Cegah Stunting
Tanggal 24 Oktober 2023
Bertempat di Kelurahan Pager Batu Kec. Majasari Kab. Pandeglang

43
Dokumentasi Kegiatan
Ekspedisi Reformasi Birokrasi Tematik Berdampak Provinsi Banten dan Dalam Rangkaian
Peringatan HUT Provinsi Banten Pemberian Bantuan Makanan Bernutrisi kepada Anak Stunting
Tanggal 29 Oktober 2023
Bertempat di Taman Elektrik Kota Tangerang

44
Dokumentasi Kegiatan
Ekspedisi Reformasi Birokrasi Tematik Berdampak Provinsi Banten dan Dalam Rangkaian
Peringatan HUT Provinsi Banten Pemberian Bantuan Makanan Bernutrisi kepada Anak Stunting
Tanggal 12 November 2023
Bertempat di Alun-Alun Kota Cilegon

45
Dokumentasi Kegiatan
Ekspedisi Reformasi Birokrasi Tematik Berdampak Provinsi Banten dan Dalam Rangkaian
Peringatan HUT Provinsi Banten ke-23 Bpk Pj. Gubernur Banten Menyampaikan
Pemberian Bantuan Makanan Bernutrisi kepada Anak Stunting
Tanggal 19 November 2023
Bertempat Teras Kota, Kota Tangerang Selatan

46
Dokumentasi Kegiatan
Rembuk Stunting
Tanggal 22 November 2023
Bertempat di Pendopo Gubernur Banten

47
Dokumentasi Kegiatan
Ekspedisi Reformasi Birokrasi Tematik Berdampak Provinsi Banten dan Dalam Rangkaian
Peringatan HUT Provinsi Banten Pemberian Bantuan Makanan Bernutrisi kepada Anak Stunting
Tanggal 26 November 2023
Bertempat di Alun-Alun Kabupaten Pandeglang

48
Dokumentasi Kegiatan
Pelepasan Distribusi Pemberian Bantuan Susu dan Telur Program Penanganan Stunting
Pemerintah Provinsi Banten oleh Bapak Pj. Gubernur Banten, Bupati Pandeglang, Ibu Pj.
Sekretaris Daerah, Forkompimda dan para Kepala Organisasi Perangkat Daerah Provinsi Banten
Tanggal 26 November 2023
Bertempat di Pendopo Kabupaten Pandeglang

49
Dokumentasi Kegiatan
Kegiatan Rapat Koordinasi Evaluasi dan Laporan TPPS Semester II
Tanggal 30 November 2023
Bertempat di Ruang Aula DP3AKKB Provinsi Banten

50
Dokumentasi Kegiatan
Ekspedisi Reformasi Birokrasi Tematik Berdampak Provinsi Banten dan Dalam Rangkaian
Peringatan HUT Provinsi Banten Pemberian Bantuan Makanan Bernutrisi kepada Anak Stunting
Tanggal 3 Desember 2023
Bertempat di Alun-Alun Kabupaten Lebak

51
Dokumentasi Kegiatan
Pelepasan Distribusi Pemberian Bantuan Susu dan Telur Program Penanganan Stunting
Pemerintah Provinsi Banten oleh Bapak Pj. Gubernur Banten, Pj. Bupati Lebak,
Ibu Pj. Sekretaris Daerah, Forkopimda dan para Kepala Organisasi
Perangkat Daerah Provinsi Banten
Tanggal 3 Desember 2023
Bertempat di Pendopo Kabupaten Lebak

52
Dokumentasi Kegiatan
Kegiatan Rapat Koordinasi Percepatan Penurunan Stunting dengan OPD Kab/Kota
Tanggal 7 Desember 2023
Bertempat di Ruang Aula DP3AKKB Provinsi Banten

53
54
Dokumentasi Kegiatan
Peninjauan Program Pendampingan Pemeriksaan Kebugaran Jasmani
Ibu Hamil sebagai Upaya Pencegahan Stunting
Tanggal 8 Desember 2023
Bertempat di di Graha Cipacung, Kel. Saruni, Kec. Majasari, Kabupaten Pandeglang

55
Dokumentasi Kegiatan
Rapat Koordinasi TPPS Provinsi membahas Penyusunan Laporan Semester II
Tanggal 18 Desember 2023
Bertempat di Aula DP3AKKB Provinsi Banten

56
Dokumentasi Kegiatan
Focus Group Discussion (FGD) dengan mitra Pendanaan
Program Partnership To Accelerate Stunting Reduction in Indonesia (PASTI)
Tanggal 20 Desember 2023
Bertempat di Aula DP3AKKB Provinsi Banten

57
Dokumentasi Kegiatan
Peringatan Hari Ibu ke 95 Tk. Provinsi Banten dan Penutupan Penyaluran Bantuan Sosial
Masyarakat, Bapak Pj. Gubernur Banten memberikan bantuan makanan bernutrisi
bagi anak stunting sebanyak 100 paket
Tanggal 22 Desember 2023
Bertempat di Plaza Aspirasi dan Gedung Serba Guna Kab. Tangerang

58
Dokumentasi Kegiatan
Pelepasan Distribusi Pemberian Bantuan Susu dan Telur Program
Percepatan Penurunan Stunting Pemerintah Provinsi Banten
bekerjasama dengan Gojek oleh Bapak Pj. Gubernur Banten
Tanggal 22 Desember 2023
Bertempat di Gedung Serba Guna Kab. Tangerang

59
Dokumentasi Kegiatan
Laporan capaian kinerja Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten dalam percepatan penanganan
stunting. Khususnya pengalokasian dana insentif fiskal tahun berjalan 2023 pada kategori
percepatan penurunan stunting kepada Wapres KH Ma'ruf Amin
Tanggal 23 Desember 2023
Bertempat di Komplek Pondok Pesantren (Ponpes) An-Nawawi, Tanara, Serang, Banten

60

Anda mungkin juga menyukai