0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
2K tayangan14 halaman

Kesjaor 2025

Dokumen ini membahas rapat koordinasi program kesehatan kerja dan olahraga oleh Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat untuk tahun 2025. Agenda mencakup indikator program, tantangan, rencana pendampingan, dan diskusi terkait sasaran strategis kesehatan masyarakat. Indikator yang dibahas meliputi pelayanan kesehatan kerja, aktivitas fisik, dan kebijakan peningkatan kesehatan di masyarakat.

Diunggah oleh

Nuri Sahin
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
2K tayangan14 halaman

Kesjaor 2025

Dokumen ini membahas rapat koordinasi program kesehatan kerja dan olahraga oleh Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat untuk tahun 2025. Agenda mencakup indikator program, tantangan, rencana pendampingan, dan diskusi terkait sasaran strategis kesehatan masyarakat. Indikator yang dibahas meliputi pelayanan kesehatan kerja, aktivitas fisik, dan kebijakan peningkatan kesehatan di masyarakat.

Diunggah oleh

Nuri Sahin
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

RAPAT KOORDINASI

PROGRAM KESEHATAN
KERJA DAN OLAHRAGA

TIM KERJA KESEHATAN KERJA DAN OLAHRAGA


DINAS KESEHATAN PROVINSI JAWA BARAT
TAHUN 2025
Agenda
Indikator RPJM Program Kesehatan Kerja dan Olahraga
Tantangan
Rencana Pendampingan
Diskusi

5/6/2025 PRESENTATION TITLE 2


3
Indikator Sasaran Strategis Renstra Kementerian Kesehatan 2025-2029

VISI
MASYARAKAT YANG SEHAT DAN PRODUKTIF UNTUK INDONESIA EMAS
Angka Harapan Hidup 2045Sehat (HALE)
Angka Harapan Hidup UHC Service Coverage Index

Tujuan 3 : Layanan Kesehatan yg


Tujuan 1: Masyarakat sehat di Tujuan 2: Masyarakat Tujuan 4 : Sistem Ketahanan Kesehatan
berkualitas, baik, adil dan Tujuan 6: Teknologi Kesehatan yang Maju
setiap siklus hidup berperilaku hidup sehat yang tangguh dan responsif
terjangkau

SS 1.1 : Meningkatnya kualitas SS 4.1: Meningkatnya kualitas sistem SS 6.1: Meningkatnya kualitas ekosistem
SS 2.1 : Meningkatnya kualitas SS 3.1 : Meningkatnya kualitas
layanan kesehatan ibu, anak, ketahanan kesehatan teknologi kesehatan
budaya hidup sehat pelayanan kesehatan primer, lanjutan
usia dewasa dan lansia ISS. 21. Persentase jenis obat (termasuk
masyarakat dan labkes ISS. 29. Persentase fasyankes terintegrasi
vaksin) yang dapat diproduksi dalam
ISS. 1. Angka Kematian Ibu SIKN
ISS. 10. Nilai literasi kesehatan ISS. 14. Persentase kabupaten/kota negeri
ISS. 2. Angka Kematian Balita
ISS. 3. Prevalensi Stunting dengan Fasilitas Kesehatan sesuai ISS. 22. Persentase jenis alkes yang dapat ISS. 30. Persentase propulasi yang
ISS. 11. Proporsi penduduk standar diproduksi dalam negeri
ISS. 4. Kabupaten/Kota yang menggunakan SIKN
dengan aktivitas fisik yang ISS. 23. Indeks alat Kesehatan memenuhi
mencapai target memenuhi standar ISS. 15. Persentase faskes dengan SS 6.2 : Meningkatnya kuantitas dan
standar
kekebalan kelompok (%) perbekalan kesehatan sesuai kualitas uji klinis
ISS. 24. Nilai Kapasitas IHR dalam JEE
ISS. 5. Angka harapan hidup ISS. 12. Kabupaten/Kota Sanitasi standar
ISS. 25. Kabupaten/Kota memenuhi kualitas ISS. 31. Peningkatan Kapabilitas Riset
sehat pada umur 60 tahun Total Berbasis Masyarakat ISS. 16. Persentase faskes mencapai kesehatan lingkungan Kesehatan di Indonesia
(HALE60)
akreditasi paripurna
ISS. 13. Prevalensi Obesitas ISS. 32. Pertumbuhan layanan kesehatan
ISS. 17. Tingkat kepuasan pasien Tujuan 5 : Tata Kelola dan Pendanaan berbasis kedokteran presisi yang
terhadap layanan kesehatan Kesehatan yang efektif diimplementasikan
SS 1.2 : Meningkatnya kualitas
upaya pencegahan dan ISS. 18. Persentase belanja Kesehatan
SS 5.1 : Meningkatnya keselarasan kebijakan
pengendalian penyakit out of pocket Tujuan 7: Birokrasi dan layanan publik
dan prioritas bidang kesehatan antara
ISS. 19. Persentase Masyarakat memiliki yang agile, efektif dan efisien
pemerintah pusat dan daerah
ISS. 6. Persentase Depresi pada usia asuransi Kesehatan aktif
>= 15 Tahun ISS. 26. Persentase provinsi dan kabupaten/kota SS 7.1: Meningkatnya kualitas tata kelola
ISS. 7. Angka Populasi Bebas PTM yang menyelaraskan perencanaan Kementerian Kesehatan
ISS. 8. Angka populasi bebas PM SS 3.2: Meningkatnya kuantitas dan
pembangunan dan mencapai target ISS 33. Indeks Tata Kelola Kementerian
ISS. 9. Cakupan Pemeriksaan kualitas SDM kesehatan
tahunan pembangunan Kesehatan
Kesehatan Gratis ISS 34. Nilai Good Public Governance
ISS. 20. Rasio Nakes dan Named SS 5.2 Meningkatnya kualitas pendanaan Kementerian Kesehatan
terhadap populasi kesehatan yang berkelanjutan

ISS. 27. Ratio belanja kesehatan per kapita


*SS: Sasaran Strategis terhadap HALE
*ISS: Indikator Sasaran 4
Strategis ISS. 28. Skala investasi di sektor kesehatan
▪ Indikator
▪ Target dan Definisi Operasional

5
Indikator Kesehatan Primer dan Komunitas – Promkes Komunitas (1/3)

Tingkat
No. Indikator Renstra RIBK RPJMN Unit/Tim Kerja Catatan
(Renstra)

Persentase pekerja mendapatkan


5.2 IKP Promkes PP 1 Outcome 5 RPJMN
pelayanan kesehatan kerja

Persentase fasilitas pelayanan kesehatan


Promkes/
5.2.1 IKK melaksanakan pelayanan kesehatan PP 1 KP 3 RPJMN
Kesja
penyakit akibat kerja

Persentase tempat kerja formal yang Promkes/


5.2.2 IKK PP 1 KP 3 RPJMN
melaksanakan kesehatan kerja Kesja

Persentase tempat kerja informal yang Promkes/


5.2.3 IKK
menyelenggarakan kesehatan kerja Kesja

Jumlah Pos Upaya Kesehatan Kerja (Pos UKK) Promkes/


5.2.4 IKK PP 1 KP 3 RPJMN
yang terbentuk di tempat kerja informal Kesja
Indikator Kesehatan Primer dan Komunitas – Promkes
Sumber Baseli Target
Indikator DO dan Cara Perhitungan
data ne 2025 2026 2027 2028 2029
Persentase pekerja (baik sektor formal dan informal) yang memperoleh
pelayanan kesehatan kerja mencakup pemeriksaan kesehatan
berkala/medical check-up/ skrining kesehatan, termasuk faktor risiko
kesehatan kerja minimal satu tahun sekali.

IKP 5.2 Yang dimaksud dengan risiko kesehatan kerja meliputi gangguan kesehatan
Data
Persentase yang berhubungan dengan pekerjaan
program
pekerja
(Microsite
mendapatk Cara Perhitungan :
- 0 10 20 30 40 50
an Jumlah pekerja yang memperoleh pelayanan kesehatan kerja dalam kurun
Adaptasi
pelayanan waktu satu tahun, dibagi jumlah pekerja tahun berjalan dikali 100%
SITKO)
kesehatan
kerja Pelaporan dari Puskesmas dan diverifikasi oleh Dinkes Kab/Kota

Saran: Jumlah pekerja pada tempat kerja (formal dan informal) yang sudah
didata oleh Puskesmas, memperoleh pelayanan kesehatan kerja dalam
waktu satu tahun dibagi jumlah pekerja pada tempat kerja (formal dan
informal) yang sudah didata oleh Puskesmas
Persentase Fasilitas Pelayanan Kesehatan yang memiliki Dokter atau Dokter
spesialis yang kompeten dalam pelayanan kesehatan Penyakit Akibat Kerja,
diperoleh melalui pendidikan atau pelatihan yang dibuktikan dan
melakukan pencatatan dan pelaporan penyakit akibat kerja

IKK 5.2.1 Fasyankes yang dimaksud meliputi Puskesmas, klinik, dan rumah sakit
Persentase Data
fasilitas Pelayanan kesehatan penyakit akibat kerja yang dimaksud meliputi program
pelayanan pelaksanaan K3 Fasyankes atau K3 Rumah Sakit, termasuk pencatatan dan (Microsite
kesehatan pelaporannya. -
melaksanak Adaptasi 0 10 20 30 40 50
an Cara Perhitungan : SITKO)
pelayanan Jumlah Puskesmas, Fasyankes di Tempat Kerja, dan Rumah Sakit Puskesma
kesehatan melaksanakan K3 Fasyankes atau K3 Rumah Sakit dan penyakit akibat kerja s dan
penyakit yang memiliki Dokter atau Dokter spesialis yang kompeten dalam pelayanan Klinik
kesehatan Penyakit Akibat Kerja, diperoleh melalui pendidikan atau
Indikator
Indikator Kesehatan Primer
DO dan Cara Perhitungandan Komunitas –
Sumber
data Promkes
Baseline
2025 2026
Target
2027 2028 2029
Persentase Perusahaan, kantor instansi Pemerintah, rumah n.a 25 35 45 60 70
sakit, laboratorium kesehatan, dan puskesmas yang
melaksanakan kesehatan kerja sesuai standar

Perusahaan dan kantor instansi Pemerintah yang dimaksud di


atas adalah yang memiliki jumlah pekerja lebih dari 100 Data
IKK 5.2.2 orang. program
Persentase (Microsite)
tempat kerja Pelaksanaan kesehatan kerja sesuai standar yang dimaksud
formal yang di atas adalah memiliki SDM pengelola kesehatan kerja/K3 Pelaporan
melaksanakan dan melaksanakan kegiatan kesehatan kerja. oleh Dinas
kesehatan kerja Kesehatan
Cara Perhitungan : Kab/Kota
Jumlah perusahaan, kantor instansi Pemerintah, rumah sakit,
laboratorium kesehatan, dan puskesmas yang melaksanakan
kesehatan kerja sesuai standar dibagi jumlah seluruh
perusahaan, kantor instansi Pemerintah, rumah sakit,
laboratorium kesehatan, dan puskesmas dikali 100%
Usaha kecil dan mikro (UKM) yang pekerjanya mendapat skrining
IKK 5.2.3 Persentase kesehatan dan risiko kesehatan kerja minimal 1x setahun
tempat kerja Data
informal yang Cara perhitungan: program n.a 10 20 30 40 50
menyelenggarakan Jumlah usaha kecil dan mikro (UKM yang pekerjanya mendapat skrining (Microsite)
kesehatan kerja kesehatan dan risiko kesehatan kerja dibagi seluruh usaha kecil dan mikro
dikali 100%

Data
program
IKK 5.2.4 Jumlah Pos Upaya Kesehatan Kerja (Pos UKK) yang terbentuk
(Microsite)
Jumlah Pos dan terbina di tempat kerja informal (akumulasi)
Upaya Kesehatan Pelaporan
Kerja (Pos UKK) Cara perhitungan: 10.000 15.000 20.000 30.000 45.000 60.000
oleh
yang terbentuk di Jumlah Pos Upaya Kesehatan Kerja (Pos UKK) yang
Puskesmas
tempat kerja terbentuk dan terbina pada kelompok pekerja informal
informal (akumulasi)
5/6/2025 PRESENTATION TITLE 9
5/6/2025 PRESENTATION TITLE 10
Draft Indikator Renstra Direktorat Promosi Kesehatan dan Kesehatan Komunitas

Sumber Target
Indikator DO dan Cara Perhitungan Baseline
data 2025 2026 2027 2028 2029

Persentase penduduk yang melakukan aktivitas fisik yang


dianjurkan (≥150 menit) selama jangka waktu tertentu (1
ISS 11 minggu) terhadap penduduk berusia ≥ 10 tahun pada
Proporsi penduduk jangka waktu yang sama 62,6%
Survei 65% 66.5% 68% 69,% 70%
dengan aktivitas fisik (2023)
cukup Cara perhitungan:
Jumlah individu yang merupakan populasi aktif/target) *
100%
Kabupaten/kota memiliki minimal 2 kebijakan
(Perda/Surat Keputusan/Surat Edaran/Surat Perintah dai
Bupati/Walikota atau Kepala Dinas) yang mendukung
peningkatan aktivitas fisik , seperti:.
1. Kebijakan peningkatan akses akses dan fasiliitas
aktivitas fisik spt: kebijakan tata ruang untuk ruang
terbuka hijau, kebijakan jalur pejalan kaki/pesepeda,
penggunaan fasilitas olahraga bersama, integrasi
IKP 11.1
transportasi antar moda,dll
Persentase
2. Kebijakan mendorong aktivitas fisik/olahraga seperti
kabupaten/kota kebijakan terkait GERMAS, car free day, kegiatan Komdat
memiliki kebijakan kesmas, na 50% 60% 60% 75% 85%
olahraga bersama, dll.
meningkatkan
3. Kebijakan terkait pembinaan kebugaran jasmani di
aktivitas fisik
sekolah/tempat kerja/kelompok masyarakat.

Cara perhitungan:
(Jumlah Kabupaten/Kota yang memiliki kebijakan
aktivitas fisik dibagi jumlah seluruh kabupaten/kota)x100%
Draft Indikator Renstra Direktorat Promosi Kesehatan dan Kesehatan Komunitas
Sumber Target
Indikator DO dan Cara Perhitungan Baseline
data 2025 2026 2027 2028 2029
Pustu dan puskesmas melaksanakan kegiatan
peningkatan aktivitas fisik (senam/olahraga
Bersama,skrining kebugaran kelompok olahraga

Puskesmas menyelenggarakan program aktivitas fisik:


Puskesmas mampu melaksanakan minimal 2 dari 4
kegiatan berikut:
1. Skrining kebugaran jasmani siklus hidup (anak
sekolah/usia produktif/lanjut usia/calon Jemaah
haji/kelompok olahraga)
2. Edukasi aktivitas fisik di dalam Gedung dan luar
Gedung
3. Pembinaan Kelompok Olahraga Masyarakat
IKK 11.1.1 4. Penilaian faktor risiko dan pelayanan kesehatan pada
Persentase Pustu dan kegiatan olahraga
Komdat
Puskesmas yang na 40% 50% 60% 65% 70%
Kesmas
menyelenggarakan
program aktivitas fisik Pustu menyelenggarakan program aktivitas fisik adalah
Pustu yang melaksanakan kegiatan:
1. Edukasi aktivitas fisik siklus hidup sesuai kelompok
sasaran
2. Melaksanakan kegiatan senam/olahraga bersama
yang rutin, dilakukan minimal 1 (satu) kali perbulan).
Kegiatan senam/olahraga dapat dilakukan mandiri
oleh Pustu atau bergabung dengan kegiatan
kelompok olahraga Masyarakat

Cara perhitungan:
Jumlah Pustu dan Puskesmas melaksanakan kegiatan
peningkatan aktivitas fisik / Jumlah seluruh Pustu dan
Puskesmas di wilayah tersebut)x100%
RENCANA
PENDAMPINGAN
Diskusi

5/6/2025 PRESENTATION TITLE 14

Anda mungkin juga menyukai