0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
38 tayangan7 halaman

Book Chapter

Dokumen ini membahas pentingnya analisis forensik dalam mendeteksi kehilangan penjualan dan keuntungan, serta dampak dari biaya yang meningkat akibat pelanggaran kontrak. Selain itu, dijelaskan tentang perilaku biaya dan metode analisis yang dapat digunakan untuk memahami biaya dalam perusahaan. Komunikasi yang efektif dalam akuntansi forensik juga ditekankan sebagai kunci untuk menyampaikan informasi yang kompleks kepada berbagai pemangku kepentingan.

Diunggah oleh

Yuli Indrawati
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
38 tayangan7 halaman

Book Chapter

Dokumen ini membahas pentingnya analisis forensik dalam mendeteksi kehilangan penjualan dan keuntungan, serta dampak dari biaya yang meningkat akibat pelanggaran kontrak. Selain itu, dijelaskan tentang perilaku biaya dan metode analisis yang dapat digunakan untuk memahami biaya dalam perusahaan. Komunikasi yang efektif dalam akuntansi forensik juga ditekankan sebagai kunci untuk menyampaikan informasi yang kompleks kepada berbagai pemangku kepentingan.

Diunggah oleh

Yuli Indrawati
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

10.

12 Penjualan dan Keuntungan yang Hilang


Analisis forensik atas hilangnya penjualan dan keuntungan merupakan
alat penting untuk mendeteksi penipuan, kesalahan atau tindakan ilegal
lainnya yang dapat merugikan suatu badan usaha. Dengan melakukan
analisis yang komprehensif, perusahaan dapat mengambil langkah yang
tepat untuk memulihkan kerugian dan mencegah kejadian serupa di masa
mendatang. (Smith, n.d.) Dalam dunia bisnis yang kompetitif perusahaan
harus di tuntu untuk terus berinovasi untuk memenuhi kebutuhan konsumen
yang terus berubah. Melalui riset pasar dan pengembangan produk,
perusahaan dapat menciptakan produk-produk baru yang sesuai dengan
selera konsumen. Namun, inovasi produk saja tidak cukup. Promosi yang
efektif juga sangat penting untuk menginformasikan dan membujuk
konsumen untuk membeli produk baru tersebut. Dengan kata lain, baik
inovasi produk maupun promosi merupakan kunci keberhasilan perusahaan
dalam meningkatkan penjualan (Prastowohadi, 2020). Meskipun akuntansi
forensik lebih fokus pada deteksi dan pencegahan kecurangan, namun
pemahaman yang mendalam tentang aktivitas bisnis seperti inovasi produk
dan promosi dapat membantu akuntan forensik dalam melakukan tugasnya.
Dengan demikian, akuntansi forensik tidak hanya berperan dalam
mengungkap kasus-kasus kecurangan, tetapi juga dapat memberikan
kontribusi positif bagi perusahaan dalam mencapai tujuan bisnisnya.

A. Peningkatan Biaya Produksi atau Biaya Lainnya


Komponen kenaikan biaya pertama adalah yang diidentifikasi
a. Kenaikan biaya pembelian
Peningkatan Biaya Akuisisi "Kenaikan biaya" ini merupakan bentuk
kerugian. Para ahli dari pihak penggugat dan tergugat sepakat bahwa
barang-barang tersebut merupakan biaya "tambahan" yang sah yang harus
dibayar oleh perusahaan karena pelanggaran kontrak. Keduanya sepakat
bahwa harga pembelian yang diberikan ahli terdakwa adalah benar. Namun
analisa lebih lanjut menunjukkan bahwa harga yang digunakan adalah untuk
supplier yang menggunakan harga FOB pada titik pengiriman. Kontrak
Perusahaan adalah kontrak tujuan FOB. (Rozi & Shuwiyandi, 2022)
b. Kenaikan Biaya Tenaga Kerja
Peningkatan varians tenaga kerja langsung yang tidak menguntungkan
merupakan salah satu dampak negatif dari pemutusan kontrak . Untuk
mengatasi permasalahan tersebut, perusahaan harus melakukan berbagai
upaya untuk meningkatkan efisiensi produksi dan menurunkan biaya tenaga
kerja. Dengan demikian, perusahaan dapat memperoleh kembali
profitabilitas dan daya saingnya.
c. Kenaikan Biaya Lainnya
Gangguan aliran sumber daya produksi berdampak signifikan terhadap
biaya perusahaan. ketika terjadi ganguan dalam proses pasokan bahan baku,
untuk meminimalkan risiko, perusahaan harus memiliki strategi manajemen
rantai pasokan yang baik dan bersiap menghadapi berbagai kemungkinan
gangguan yang terjadi.Biaya Pengiriman Meningkat
peningkatan biaya pengiriman produk. Sebagai akibat dari persediaan
produk yang sedikit selama sebagian besar tahun, perusahaan sering kali
harus menggunakan cara yang lebih cepat untuk mengirimkan produk, yang
lebih mahal Oleh karena itu, peningkatan biaya pengiriman yang diperlukan
karena kegagalan kontrak
d. Kenaikan Biaya Iklan
Peningkatan biaya iklan, karena kurangnya pasokan yang berkualitas dan
memadai selama sebagian besar tahun menyebabkan banyak kekurangan
produk. Untuk membuat pelanggan senang dan menarik pelanggan baru.
(Rozi & Shuwiyandi, 2022)

B. Itikad Buruk Pelanggan dan Hilangnya Keuntungan di Masa Depan


Itikad buruk pelanggan akibat kekurangan produk memiliki dampak yang
sangat signifikan terhadap bisnis. Oleh karena itu, perusahaan perlu
mengambil langkah-langkah yang tepat untuk memulihkan kepercayaan
pelanggan dan mencegah terjadinya kerugian yang lebih besar di masa depan.
Litigasi yang melibatkan pelanggaran kontrak atau tindakan melawan hukum
lainnya dapat menimbulkan berbagai dampak merugikan, baik secara finansial
maupun non-finansial. Oleh karena itu, penting bagi perusahaan untuk
mengambil langkah-langkah preventif untuk menghindari terjadinya litigasi
dan memiliki strategi yang baik untuk mengelola risiko jika litigasi tidak dapat
dihindari. (Natalia, Amalia, 2024)

10.13 Perilaku Biaya dan Perhitungan Kerugian


Biaya Perilaku merupakan sebutan yang menunjukkan bahwa perubahan
biaya terjadi bersama dengan perubahan total output yang diproduksi. Ada
biaya tertentu yang dikeluarkan sebagai akibat dari operasi yang sedang
berlangsung , sementara biaya lain agak stabil dan tidak dipengaruhi oleh
operasi bisnis yang biaya berlangsung .yang dikeluarkan sebagai akibat dari
operasi yang sedang berlangsung , sementara biaya lainnya agak stabil dan
tidak dipengaruhi oleh operasi bisnis yang sedang berlangsung .
(Fatahillah et al., 2023)
perilaku biaya menggambarkan aktivitas naik turunya kegiatan
operasional suatu perusahaan dan dapat juga menganalisis perubahan total
biaya dan biaya per-unit seiring berubahnya produksi input bisnis.
(Yuni et al., 2021)
, artinya biaya komisi penjualan itu fleksibel. Semakin banyak
produk yang terjual, semakin besar komisi yang harus dibayar perusahaan.
Biaya variabel ini punya dua ciri utama: pertama, jumlahnya bisa naik
turun tergantung pada seberapa banyak aktivitas bisnis. Kedua, biaya ini
selalu berhubungan dengan suatu aktivitas tertentu, misalnya jumlah produk
yang dijual atau jumlah jam kerja Pentingnya memahami biaya variabel ini
sangat besar. Misalnya, saat menghitung biaya produksi, kita harus
perhatikan apakah kita akan menggunakan jumlah produk yang dibuat atau
total penjualan sebagai patokan. Karena cara menghitungnya bisa berbeda,
dan hasilnya pun bisa berbeda. (Pratiwi & Marlina, 2022)

A. Jenis Perilaku Biaya yang Umum


1. Fixed Cost (Biaya tetap)
Merupakan suatu biaya yang nilai dan jumlahnya konsisten tidak berubah
tergantung pada ruang lingkup kegiatan pada periode tertentu
(Li et al., 2021)
. Biaya tetap tidak akan berpengaruh pada tingkat aktivitas, dimana
biaya umum tetap sama, contoh biaya tetap, asuransi, pajak bumi dan
bangunan, dan biaya iklan, jika pada suatu tingkat atas aktivitas meningkat
atau menurun maka total biaya akan tetap sama tidak berubah.
(Fatahillah et al., 2023)
a. Penyusutan, penyusutan dalam akuntansi adalah penyusutan aset riil
(seperti peralatan produksi) secara bertahap dan sistematis selama masa
manfaatnya.
b. Asuransi, asuransi adalah pembayaran berkala berdasarkan kontrak
asuransi.
c. Pembayaran bunga (interest payment), Pembayaran bunga adalah
pembayaran uang
yang dipinjamkan pemberi pinjaman kepada perusahaan. Jika suatu
tingkat
bunga

termasuk dalam perjanjian pinjaman, maka tingkat bunga ini ditetapkan


sebagai tingkat bunga tetap.
d. Pajak properti (pajak properti), pajak properti adalah pajak yang dipungut
oleh pemerintah daerah atas bisnis berdasarkan nilai propertinya.
e. Biaya Sewa (Sewa) ,adalah biaya penggunaan properti (kantor, gudang,
dll) milik orang lain, yang digunakan oleh perusahaan untuk menjalankan
kegiatannya.
f. Upah, merupakan pembayaran kompensasi yang dibayarkan kepada
karyawan.
Utilitas , contoh tagihan utilitas adalah listrik, gas, telepon, dll. Biaya-
biaya ini mempunyai elemen yang berbeda-beda, namun sebagian besar
bersifat tetap. (Pratiwi & Marlina, 2022)

Gambar 10.3 Gambar grafik biaya tetap


Sumber :

a. BiayaVariabel
Biaya variabel berubah secara langsung dan proporsional sesuai dengan
volume kegiatan baik pada volume produksi ataupun volume penjualan,
biaya dengan total variasinya konsisten dengan perubahan kegiatan faktor
poduksi, dimana biaya satuanya tetap dalam batas khusus dimana harga
satuanya tidak berubah, contohnya biaya tenaga kerja langsung, biaya bahan
baku langsung, beberapa biaya overhead pabrik, dan biaya pada penjualan.
(Li et al., 2021)

Gambar 10.4 Gambar grafik biaya variabel


Sumber :

b. Biaya Semivariabel
Biaya semivariabel berubah seiring dengan volume kegiatan, tetapi tidak
sebanding dengan perubahan kegiatan untuk tujuan perencanaa dan
pengendalian biaya, biaya semi- variabel harus di pisah menjadi elemen
biaya tetap dan elemen biaya variabel, dalam akuntansi biaya penyusutan
gudang barang jadi dikategorikan sebagai biaya tetap. Namun, dalam
praktiknya, biaya ini dapat bersifat semi-variabel karena jumlahnya dapat
berubah secara signifikan ketika terjadi perubahan kapasitas produksi yang
signifikan. Contoh, biaya listrik, air. Penting bagi perusahaan untuk
memahami sifat semi-variabel dari biaya penyusutan ini, agar dapat
membuat perencanaan anggaran yang lebih akurat dan mengambil
keputusan investasi yang tepat. (Fahriani, 2020)

Gambar 10.5 Gambar grafik biaya semi variabel


Sumber :

c. Biaya Semitetap
Biaya ini meningkat secara bertahap atau mencapai puncaknya. Beberapa
orang berpendapat bahwa semua biaya tetap sebenarnya adalah biaya semi-
tetap pada berbagai tingkat aktivitas. Contoh yang baik dari biaya semi-tetap
adalah biaya penyusutan persediaan barang jadi. Ketika gudang menjadi
terlalu kecil untuk penambahan lini produk baru, perusahaan harus
membangun gudang lain. Biaya penyusutan meningkat secara signifikan
ketika persediaan habis, bukannya meningkat sedikit demi sedikit seiring
peningkatan produksi dengan lini produk baru. (Putri & Rahmi, 2019)

B. Asumsi Perilaku Biaya


Ada dua asumsi dasar yang mendasari konsep perilaku harga, yaitu
hipotesis kisaran relevan dan hipotesis waktu, meskipun mudah untuk
menganggap biaya sebagai biaya tetap, variabel, campuran, atau lainnya,
hanya sedikit biaya yang menunjukkan perilaku biaya yang sama di semua
tingkat aktivitas (Usmayanti, 2022) . Sebaliknya, biaya menunjukkan pola
biaya tertentu untuk rentang aktivitas tertentu yang disebut rentang relevan.
Evaluasi perilaku biaya umumnya didasarkan pada observasi dan analisis
biaya historis. Hipotesis penting kedua tentang perilaku biaya adalah
sebagai berikut. asumsi waktu, (Mostafaee, 2013) yang berarti bahwa seiring
berjalannya waktu, lingkungan bisnis berubah dan perilaku biaya juga dapat
berubah. Banyak faktor yang dapat menyebabkan model biaya berubah
seiring waktu. (Smith, n.d.), beberapa cara metode perilaku biaya :

a. Metode analisis akun


Metode analisis akun adalah teknik yang digunakan dalam akuntansi
biaya untuk mengklasifikasikan akun biaya menjadi biaya tetap, variabel
atau semi variabel berdasarkan pertimbangan dan pengalaman manajer atau
akuntan. Metode ini seringkali menjadi titik awal untuk menganalisis
perilaku biaya. (Usmayanti, 2022)
b. Metode Tinggi-Rendah

Gambar 10.6 Rumus Metode tinggi rendah


Sumber (Pratiwi & Marlina, 2022)

Metode tinggi-rendah adalah alat yang berguna untuk analisis awal,


namun memiliki keterbatasan. Untuk mendapatkan hasil yang lebih akurat
dan komprehensif, perlu dipertimbangkan untuk menggunakan metode yang
lebih canggih seperti regresi atau menggabungkan beberapa metode.
(Akinbowale et al., 2023)

c) Analisis Regresi
Analisis regresi mengambil semua data yang tersedia dan memperkirakan
fungsi biaya. Artinya analisis statistik ini menentukan jumlah rata-rata
perubahan variabel terikat menggunakan seluruh data yang tersedia. Dengan
demikian analisis regresi lebih akurat dibandingkan metode tinggi-rendah.
Analisis regresi lebih akurat menggunakan program komputer untuk
mencari hubungan antara faktor biaya atau volume (variabel independen)
dan biaya (variabel dependen). (Smith, n.d.)
Gambar 10.7 Rumus analisi Regreesi
Sumber (Susetyo et al., 2021)

b) Metode Teknik (Pengukuran Pekerjaan)


Metode rekayasa atau pengukuran kerja menggunakan rekayasa industri,
yang bisa jadi mahal, metode teknik atau pengukuran pekerjaan adalah alat
yang berharga dalam akuntansi biaya. Meski memerlukan investasi waktu
dan biaya yang besar, namun manfaat yang diperoleh jauh lebih besar, yaitu
data biaya yang akurat, peningkatan efisiensi, dan dasar pengambilan
keputusan yang kuat dan tepat. (Machmud & Hasan, 2023)

C. Periode Kerusakan dan Tingkat Diskonto


Penentuan periode ganti rugi dan tingkat diskonto merupakan aspek yang
sangat penting dalam perhitungan ganti rugi pasca putusan. Pendekatan yang
tepat akan sangat mempengaruhi besarnya ganti rugi yang dapat diperoleh
penggugat. Oleh karena itu, diperlukan analisis yang cermat dan menyeluruh
untuk memperoleh hasil yang adil dan masuk akal.. (Natalia, 2021) ,
Mengabaikan Ganti Rugi Pasca-Sidang, Kerugian pasca sidang harus
dikurangi menjadi nilai sekarang. Ada dua pendekatan utama untuk
mendiskontokan jumlah menjadi nilai sekarang. Salah satu pendekatannya
adalah memproyeksikan aliran pendapatan yang diharapkan pemohon,
memodelkan kerugian sesuai ekspektasi realistis dengan membebankan
kerugian di masa depan ke nilai sekarang dengan tingkat diskonto yang
relatif rendah sehingga mengurangi risiko. Pendekatan lain adalah
memproyeksikan jumlah yang diharapkan namun hilang dan kemudian
menerapkan biaya. diskon lebih tinggi yang memasukkan risiko atau
ketidakpastian ke dalam penentuan nilai sekarang.Hukum Kasus Diskon,
meskipun angka 20% sering disebut sebagai batas atas untuk tingkat
diskonto, penting untuk diingat bahwa setiap kasus hukum memiliki
karakteristik yang unik. Keputusan akhir mengenai tingkat diskonto akan
tergantung pada penilaian hakim setelah mempertimbangkan semua faktor
yang relevan. (Natalia, 2021)

D. Peran Unik Komunikasi dalam Akuntansi Forensik


Mengapa Mengomunikasikan Informasi Keuangan Menjadi Tantangan
Mengkomunikasikan informasi keuangan merupakan tantangan yang
kompleks, namun dapat diatasi dengan pendekatan yang tepat
(Rybina et al., 2022)
. Dengan memahami tantangan-tantangan yang ada dan menerapkan
solusi yang sesuai, perusahaan dapat memastikan bahwa informasi
keuangan yang mereka sampaikan efektif dan memberikan nilai tambah
bagi semua pemangku kepentingan. (Kau et al., 2024)
Mengapa Komunikasi Lebih Menantang dalam Akuntansi Forensik
Komunikasi dalam akuntansi forensik merupakan keterampilan yang
sangat penting dan kompleks. (Mustafa Airout et al., 2024) Kemampuan
untuk menyampaikan informasi yang kompleks secara sederhana, jelas, dan
persuasif adalah kunci keberhasilan dalam menjalankan peran sebagai
akuntan forensik. (Kau et al., 2024)
a) Tingkat pengetahuan akuntansi yang berbeda
Audiens yang berbeda, Orang-orang yang diajak bicara oleh akuntan
forensik memiliki pemahaman yang berbeda tentang akuntansi. Ada
yang paham, ada pula yang tidak permasalahan yang dihadapi dalam
akuntansi forensik seringkali rumit dan sulit dipahami, terutama bagi
orang yang tidak memahami akuntansi. (Sitanggang, 2022)
b) Komunikasi yang sulit Berbeda pendapat
Semua pihak dalam hal ini mempunyai pendapatnya masing-masing
dan ingin menang. Hal ini membuat komunikasi menjadi sulit.
c) Peran akuntan forensik pemilihan informasi: Akuntan forensik harus
memilih informasi penting dan menjelaskannya secara sederhana.
Akuntan forensik harus mampu menjelaskan istilah-istilah akuntansi
yang sulit dalam bahasa yang mudah dipahami
d) Pentingnya komunikasi
Bukti penting, Informasi yang diberikan oleh akuntan forensik sangat
penting untuk membuktikan sesuatu di pengadilan, mempengaruhi
keputusan, Cara akuntan forensik menyampaikan informasi dapat
memengaruhi keputusan hakim. (Sitanggang, 2022)

Anda mungkin juga menyukai