Anda di halaman 1dari 12

PROPOSAL

BUDIDAYA LELE KELOMPOK USAHA BERSAMA ORANG INDONESIA

SELATPANJANG TIMUR Email : orang_indonesia55@ymail.com

TAHUN 2011

Nomor Lampiran Perihal

: 06/TM.UM/IX/2011 : 1 Berkas : Permohonan Bantuan

Kepada Yth. Bapak Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Kepulauan Meranti di SELATPANJANG Dengan Hormat, Bering salam semoga bapak selalu dalam lindungan Tuhan Yang Maha Esa, serta diberikan kesehatan di dalam menjalankan aktivitas bapak sehari-hari dalam rangka mengabdikan diri sepenuhnya untuk perkembangan dan kemajuan Kabupaten Kepulauan Meranti, dalam bidang Perikanan Khususnya. Kami merupakan suatu kelompok pemuda yang sangat mempunyai keinginan keras untuk bekerja. Kami telah bersama-sama mengadakan pertemuan dan musyawarah untuk bekerja sama dalam bidan pembudidayaan lele. Tetapi sampai saat ini kami hanya mampu berbuat sangat sedikit. Hal ini dikarenakan rendahnya kemampuan ekonomi kami dalam faktor permodalan. Untuk itu kami berharap somoga dalam pengajuan proposal ini apa yang kami impikan dan kami cita-citakan bisa terwujud. Demikianlah proposal ini kami buat atas kesepakatan seluruh anggota, besar harapan kami kiranya bapak dapat mempertimbangkannya. Atas perhatian dari bapak, kami ucapkan terima kasih.

Selatpanjang, 9 Juni 2011 Mengetahui, Kelompok Usaha Bersama Tuah Meranti

Ketua

Sekretaris

MUHAIRIZAL

IRIT PRIHATIN, SE.

BAB I LATAR BELAKANG


1. DESKRIPSI PROGRAM a. Gambaran Umum Wilayah Kecamatan Tebing Tinggi sebagai salah satu tempat berpotensi untuk sentral budidaya ikan air laut maupun ikan air tawar, terutama untuk wilayah kabupaten Kepulauan Meranti dan sekitarnya. Kelurahan Selatpanjang Timur mempunyai potensi yang besar pada bidang peternakan dan perikanan. Keadaan air di wilayah tersebut layak sebagai tempat untuk budidaya ikan air tawar. b. Ide Program Kelurahan Selatpanjang Timur sebagai suatu daerah masih mempunyai lahan yang cukup luas dan cocok untuk budidaya ikan lele. Kelurahan Selatpanjang Selatan memiliki letak strategis untuk pemasaran ikan lele hal ini melihat dekatnya jarak dengan ibukota kecamatan dan banyak warga kota yang menyukai hidangan ikan lele baik itu lele bakar, lele goreng, maupun pecel lele. Ikan lele merupakan ikan yang relatif mudah untuk dibudidayakan. Kandungan gizi ikan lele cukup bagus untuk tumbuh kembang otak anak. Harga ikan lele cukup bersaing. Dan dengan kegiatan usaha budidaya lele ini. Diharapkan pada anggota kelompok mendapatkan lapangan pekerjaan ditengah sulitnya mencari kerja. c. Gagasan Program Berangkat dari beberapa persoalan dan fakta di lapangan Kelompok Usaha Bersama Orang Indonesia hadir untuk menjawab kebutuhan masyarakat dengan mengusahakan suatu program pembinaan untuk masyarakat di sekitar Desa, Kecamatan bahkan Kabupaten Kepulauan Meranti melalui usaha budidaya lele. Program budidaya lele ini diharapkan mampu menyerap tenaga kerja, meningkatkan taraf hidup masyarakat dan menambah gizi masyarakat pada umumnya. Namun sekarang program kegiatan kami ini mendapatkan beberapa hambatan, diantaranya modal & pemenuhan pangsa pasar . kami saat ini hanya

memiliki 4 buah kolam dengan kapasitas ikan hanya berjumlah 3000 ekor , & selama ini kami telah berhasil panen sebanyak 2 kali .namun kami masih kewalahan untuk memenuhi permintaan pasar yang banyak ini , bergerak dari masalah inilah kami bergegas untuk memajukan permohonan bantuan ini. 2. TUJUAN PROGRAM Tujuan dari program ini adalah untuk memberdayakan anggota kelompok pada awalnya dan masyarakat di Kelurahan Selatpanjang Timur hingga Kecamatan melalui program pembinaan dan usaha budidaya Lele. 3. MANFAAT PROGRAM Program ini ditekankan untuk dapat memberdayakan masyarakat, meningkatkan pendapatan masyarakat dan untuk mencukupi kebutuhan gizi masyarakat.

BAB II ASPEK TEKNIS BUDIDAYA

1. Pembesaran Lele yang dipilih untuk pembesaran adalah. Pembesaran lele di dalam kolam pembesaran. 2. Persiapan Kolam Pembesaran Pastikan terlebih dahulu dasar kolam rata dan dinding kolam rapi. Proses pertama kali adalah melakukan pemberantasan hama. Hal ini dilakukan agar ikan dapat tumbuh tanpa ada gangguan kesehatan yang disebabkan oleh hama. Kegiatan ini dilakukan dengan cara menaburkan kapur (gamping) serata mungkin di dasar kolam pembesaran dengan dosis rata-rata 20-30 g/m2. selama kapur ditaburkan kolam dibiarkan kering selama 5-7 hari, kemudian kembali diairi air setinggi 15 cm. Saat sudah terisi air, kapur ditaburkan kembali dengan dosis 30-50 g/m2. biarkan kolam tersebut selama 3 hari. 3. Pemupukan Kolam Kolam yang sudah dibiarkan selama 3 hari sesudah pengapuran perlu diberi pupuk. Sebelum pemberian pupuk, air kapur di dalam kolam sebaiknya dibuang terlebih dahulu. Pemupukan ini harus dilakukan dengan tujuan menciptakan jasadjasad renik didalam kolam agar nantinya lele yang dilepas di dalamnya tidak akan kekurangan pakan. Jenis dan dosis pupuk yang dibutuhkan pada pembesaran lele ini adalah Pemupukan dengan kotoran ternak ayam berkisar antara 500-700 gram/m2. Pupuk tersebut ditaburkan secara merata di seluruh permukaan kolam. Kemudian kolam diisi air hingga setinggi 20 cm atau disesuaikan dengan besarnya benih lele. 4. Pelepasan Benih ke Kolam Sebelum benih atau anakan lele dilepaskan ke kolam pembesaran, pH (derajat keasaman) air, suhu air, dan kedalaman air harus diamati secara seksama. Idealnya, pH air ideal untuk lele berkisar 6-9. Bila pH air kurang dari 6 atau lebih dari 9, benih lele dapat mati. Untuk suhu air idealnya 22 32 0C. Sementara kedalaman air yang ideal antara 40-80 cm dengan kemiringan kolam dari pemasukan air ke pembuangan 0,5%. Bentuk kolam yang ideal untuk pemeliharaan ikan lele adalah empat persegi panjang dengan ukuran 100-500 m2 5. Pemberian Pakan

Selama pembesaran di kolam, pakan sangat dibutuhkan benih untuk pertumbuhannya. Jenis, dosis, dan cara pemberian pakan harus diperhatikan agar efisien. Hal ini bertujuan untuk mengurangi pemborosan biaya pakan. a) Jenis pakan Sejak dilepaskan di kolam pembesaran umur sekitar 21 hari hingga umur 120 hari hari, benih lele mengalami tiga kali pergantian jenis pakan sesuai tingkat umurnya. Pada umur 21 40 hari, jenis pakan yang diberikan berbentuk butiran pelet berdiameter rata-rata 0,5 mm. Pakan ini merupakan pakan buatan pabrik dengan kode produksi 781-2SP. Pada umur 41 60 hari, jenis pakannya berbentuk butiran pelet berdiameter rata-rata 1 - 1,5 mm dengan kode produksi 781-2. Sementara pada umur lebih dari 60 hari, jenis pakan yang diberikan berbentuk butiran pelet berdiameter 1,5 2 mm dengan kode produksi 781. b) Jadwal pemberian pakan Jadwal pemberian pakan pada lele harus diperhatikan dengan baik. Bila pemberian pakan tidak teratur, akan berakibat kurang baiknya pertumbuhan lele dan terjadinya pemborosan pakan. Adapun jadwal pemberian pakan dilakukan setiap hari pada pukul 08.00 09.00; 13.00 14.00; dan 19.00 20.00. Pemberian pakan harus merata di seluruh permukaan kolam untuk memastikan bahwa semua lele sudah memperoleh pakan. Sebagai tanda bahwa lele tersebut sudah kenyang, pakan yang diberikan tampak mengapung di permukaan kolam.

BAB III

ANGGOTA KELOMPOK BUDIDAYA LELE ORANG INDONESIA


Dikarenakan masih sangat besarnya potensi budidaya lele di Kabupaten Kepulaua Meranti, maka kami kelompok Usaha Bersama ORANG INDONESIA berupaya mengembangkan pembudidayaan lele yang berlokasi di Kelurahan Selatpanjang Timur Kecamatan Tebing Tinggi Kabupaten Kepulauan Meranti. Adapun pengurus Kelompok Usaha Bersama ORANG INDONESIA terdiri dari : 1. Ketua : MUHAIRIZAL 2. Sekretaris : IRIT PRIHATIN, SE 3. Bendahara : AZDI ANGGOTA : 1. RUSTAM EFFENDI 2. JULI HENDRA 3. SAMSURIZAL 4. ARIONOVIANTO 5. HENDRI 6. ALI BAHAR 7. SUPIANTO

BAB IV

RENCANA ANGGARAN DAN GAMBARAN KEUNTUNGAN

A. Anggaran KOMPONEN BIAYA A. Pelaksanaan program 1. benih ikan 2. pengadaan pakan a. pelet berdiameter 0,5 mm b. pelet berdiameter 1-1,5 mm c. pelet berdiameter 1,5-2 mm 3. obat-obatan dll. 4. kolam 5. Peralatan dan Pengairan B. Pasca panen 1. perlengkapan 2. transportasi Total Anggaran Biaya BIAYA KESELURUHAN = Rp. 28.000.000,( Dua Puluh delapan juta Rupiah ) SATUAN 50.000 10 10 10 1 5 Ekor Karung Karung Karung Paket Paket BIAYA 300 150.000 250.000 250.000 300.000 450.000 2.000.000 TOTAL 15.000.000,1.500.000,2.500.000,2.500.000,1.500.000 2.000.000 2.000.000

1 1

Paket Paket

500.000 500.000

500.000 500.000 1.000.000 28.000.000

B. Gabaran keuntungan Keuntungan dari hasil budidaya ini dapat kita hitung melalui hasil penjualan per-panen dikurangi dengan biaya pengeluaran perpanen (tidak termasuk Kolam dan Peralatan. Jadi keuntungan yang diperoleh adalah 80% dari total ikan di bagi dengan 8 (karena kita memanen dengan bobot 8 ekor per-kilo. Dengan perhitungan : Laba Bersih = Laba kotor modal Laba Kotor = (80% x 50.000) : 8 x 20.000 = 40.000 : 8 20.000 = 5000 x 20.000 = 100.000.000,-

Modal = 7.500.000 Jadi Kuntungan bersih perpanen adalah : 100.000.000 7.500.000 = 92.500.000,-

BAB V PENUTUP
Demikian usulan Bantuan Modal Kerja ini kami sampaikan sebagai wujud kepedulian terhadap Pemenuhan Lapangan kerja dan Tersedianya produksi perikanan air tawar untuk kebutuhan masyarakat. Program ini diharapkan dapat mengurangi

tingkat pengangguran di pedesaan dan meningkatkan pendapatan masyarakat. Semoga ALLAH meridhoi niat dan ikhtiar kita. Amin Selatpanjang, 9 Januari 2012 Kelompok Usaha Bersama Tuah Meranti

Ketua

Sekretaris

MUHAIRIZAL

IRIT PRIHATIN, SE

Mengetahui, Camat Tebing tinggi Lurah Selatpanjang Selatan

H. SAIDJAMHUR NIP. 19640101 19401 1 002

H. A. KARIM. Z, S.H NIP. 19580918 198102 1 001

Lampiran I PROFILE KELOMPOK USAHA BERSAMA TUAH MERANTI


Visi: Menjadikan Masyarakat Mandiri, Produktif, dan Peduli terhadap Lingkungan Misi: 1. Melakukan pembinaan secara berkesinambungan terintegrasi kepada anak usia dini, remaja, keluarga serta masyarakat yang membutuhkan. 2. Menyelenggarakan kegiatan pemberdayaan masyarakat dibidang peningkatan kesejahtraan masyarakat, penyadaran keimanan, serta partisipasi dalam penyuksesan program-program pembangunan pemerintah yang pro rakyat berdasarkan syariah. 3. Memberikan kontribusi pada pengembangan wilayah serta penataan pranata sosial dan menjadi mitra masyarakat dalam berbagai kebijakan maupun karya nyata. Program Kerja Program Kerja Kelompok Usaha Bersama Orang Indonesia meliputi bidang-bidang: Pertanian, Pertukangan/keterampilan, Koperasi, Tenaga Kerja, Sosial, Seni Budaya, Agama, Perikanan serta Peternakan.

FOTO LELE & KOLAM BUDIDAYA KELOMPOK USAHA BERSAMA ORANG INDONESIA