Askep Kanker Paru
Askep Kanker Paru
D
I
S
U
S
U
N
Oleh :
Kelompok 1
SARAH NAZIRA (P07120124111)
ASSYIFA SALSABILA (P07120124045)
NAZIRA ASSYIFA (P07120124024)
DIAN AKRIMA (P07120124007)
NISWATUL ULYA (P07120124136)
ZAYYANURRIFA (P07120124080)
M.CUT ZIAULHAQ (P07120124123)
Puji syukur penulis panjatkan ke hadirat Allah SWT atas segala limpahan
rahmat, taufik, serta karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah
yang berjudul “Asuhan Keperawatan pada Kanker Paru-Paru” tepat pada
waktunya. Shalawat serta salam senantiasa tercurahkan kepada junjungan Nabi
Muhammad SAW yang telah membawa umat manusia menuju jalan kebenaran.
Penulis menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kesempurnaan, baik
dari segi isi maupun penyajiannya. Oleh karena itu, kritik dan saran yang
membangun sangat penulis harapkan demi penyempurnaan karya ilmiah di masa
yang akan datang.
Penulis
ii
DAFTAR ISI
COVER .......................................................................................................................... i
KATA PENGANTAR .................................................................................................. ii
DAFTAR ISI ................................................................................................................. iii
BAB I PENDAHULUAN ............................................................................................. 1
A. Latar Belakang ................................................................................................. 1
B. Tujuan Penulisan .............................................................................................. 2
DAFTAR PUSTAKA
iii
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Kanker paru merupakan salah satu penyakit kronis dengan angka
morbiditas dan mortalitas yang sangat tinggi di dunia. Data World Health
Organization (WHO, 2023) menunjukkan bahwa kanker paru menyumbang
sekitar 2,2 juta kasus baru setiap tahunnya, dengan angka kematian mencapai 1,8
juta jiwa. Kondisi ini menjadikan kanker paru sebagai penyebab kematian akibat
kanker tertinggi di dunia, melebihi kanker payudara, kolorektal, maupun hati.
Faktor risiko kanker paru sangat beragam, mulai dari faktor lingkungan
hingga gaya hidup. (Chen et al. 2022) menegaskan bahwa merokok aktif maupun
pasif merupakan penyebab utama yang berkontribusi terhadap lebih dari 80%
kasus kanker paru. Selain itu, paparan polusi udara, partikel halus (PM2.5), gas
radon, bahan kimia berbahaya (asbes, arsenik), serta riwayat penyakit paru kronis
seperti tuberkulosis dan PPOK juga meningkatkan risiko terjadinya kanker paru
(Zhang et al., 2023).
Dari aspek sosial ekonomi, kanker paru memberikan beban yang besar
baik bagi pasien, keluarga, maupun sistem pelayanan kesehatan. Menurut Siegel
et al. (2023), biaya pengobatan kanker paru termasuk salah satu yang paling mahal
di antara semua jenis kanker karena memerlukan terapi multimodal seperti
pembedahan, kemoterapi, radioterapi, imunoterapi, dan terapi target. Selain itu,
pasien juga mengalami penurunan produktivitas akibat kondisi fisik yang
memburuk, sehingga menimbulkan dampak ekonomi tidak hanya bagi keluarga
tetapi juga negara.
1
Tidak hanya berdampak secara fisik, kanker paru juga memberikan
konsekuensi psikologis yang signifikan. Penelitian Lee et al. (2024) menemukan
bahwa pasien kanker paru sering mengalami kecemasan, depresi, dan penurunan
kualitas hidup akibat rasa sakit, ketidakpastian prognosis, serta stigma sosial
terhadap penyakit ini. Kondisi tersebut membutuhkan perhatian khusus dari
perawat dalam memberikan dukungan emosional dan spiritual kepada pasien
maupun keluarga.
B. Tujuan Penulisan
1. Tujuan Umum
Untuk mengetahui dan memahami konsep dasar penyakit kanker paru
serta asuhan keperawatan yang tepat berdasarkan SDKI, SLKI, dan SIKI,
sehingga dapat diaplikasikan dalam praktik keperawatan guna meningkatkan
kualitas hidup pasien.
2
2. Tujuan Khusus
a. Menjelaskan definisi, etiologi, manifestasi klinis, patofisiologi,
komplikasi, pemeriksaan penunjang, dan penatalaksanaan medis kanker
paru.
b. Mengidentifikasi diagnosa keperawatan yang mungkin muncul pada
pasien kanker paru berdasarkan SDKI.
c. Menyusun intervensi keperawatan yang tepat sesuai dengan SIKI.
d. Menentukan luaran keperawatan dan mengevaluasi hasil asuhan
berdasarkan SLKI.
e. Memberikan gambaran mengenai peran perawat dalam aspek bio psiko
sosial spiritual pada pasien kanker paru.
3
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
A. Konsep Dasar Penyakit
1. Definisi Kanker Paru Paru
Kanker paru adalah neoplasma ganas yang berasal dari epitel saluran
napas distal, ditandai dengan proliferasi sel abnormal yang tidak terkendali,
mampu menyerang jaringan sekitar, serta bermetastasis ke organ jauh.
Berdasarkan karakteristik biologis dan klinis, kanker paru dibagi menjadi dua
kelompok besar, yaitu karsinoma paru bukan sel kecil (non small cell lung
cancer/NSCLC) dan karsinoma paru sel kecil (small cell lung cancer/SCLC).
NSCLC mencakup adenokarsinoma, karsinoma sel skuamosa, dan karsinoma
sel besar yang mewakili sekitar 85% kasus, sedangkan SCLC merupakan
jenis yang lebih jarang tetapi sangat agresif dengan laju pertumbuhan tinggi
dan kecenderungan metastasis dini (Hendriks et al., 2024; Megyesfalvi et al.,
2023; Solta et al., 2024; Krpina et al., 2023).
2. Etiologi
Kanker paru memiliki etiologi multifaktorial yang dipengaruhi oleh
faktor lingkungan, gaya hidup, dan predisposisi genetik. Menurut Huang et
al. (2023), penyebab utama kanker paru dapat dijelaskan sebagai berikut:
a. Merokok
b. Polusi Udara
4
c. Paparan Zat Karsinogen Industri
d. Faktor Genetik
3. Manifestasi Klinis
Manifestasi klinis kanker paru umumnya tidak spesifik pada tahap
awal dan sering muncul setelah penyakit berkembang ke stadium lanjut.
Menurut Howlader et al. (2022), tanda dan gejala kanker paru dapat dibagi
menjadi gejala respirasi, gejala akibat metastasis, dan gejala sistemik umum:
a. Gejala Respirasi
1) Batuk kronis: keluhan paling sering, terutama pada perokok.
2) Hemoptisis: batuk darah akibat erosi tumor pada pembuluh darah.
3) Sesak napas (dispnea): karena obstruksi jalan napas atau efusi pleura.
4) Nyeri dada: terjadi bila tumor menginvasi pleura atau dinding dada.
5) Suara serak (hoarseness): akibat penekanan nervus laringeus rekuren.
5
4) Sindrom vena kava superior: edema wajah, vena leher melebar.
4. Patofisiologis (Pathway)
Patofisiologi kanker paru berawal dari paparan karsinogen (seperti
asap rokok, polusi udara, atau zat kimia berbahaya) yang menyebabkan
kerusakan DNA pada sel epitel bronkus dan alveolus. Kerusakan ini memicu
terjadinya mutasi genetik yang mengaktifkan oncogene (misalnya EGFR,
KRAS, ALK) serta menonaktifkan tumor suppressor gene (misalnya TP53,
RB1). Mutasi tersebut menyebabkan sel kehilangan kemampuan regulasi
siklus hidup normal, sehingga sel abnormal terus membelah tanpa kendali
(Herbst et al., 2022).
6
Secara klinis, patofisiologi ini menjelaskan gejala khas kanker paru,
seperti batuk kronis, hemoptisis, nyeri dada, sesak napas, serta gejala
metastasis seperti nyeri tulang dan gangguan neurologis (Herbst et al., 2022).
5. Komplikasi
Kanker paru dapat menimbulkan berbagai komplikasi yang serius
akibat pertumbuhan tumor primer maupun metastasis. Menurut Rivera et al.
(2022), komplikasi kanker paru dapat dibagi menjadi tiga kelompok besar,
yaitu komplikasi lokal, sistemik, dan metastasis:
a. Komplikasi Lokal
1) Efusi pleura maligna: terjadi akibat invasi tumor ke pleura atau
obstruksi aliran limfatik, ditandai dengan sesak napas progresif.
2) Atelektasis: akibat obstruksi bronkus oleh massa tumor sehingga
sebagian paru kolaps.
3) Sindrom vena kava superior: akibat kompresi vena kava oleh tumor
mediastinum, menimbulkan edema wajah, distensi vena leher, dan
dispnea.
4) Pneumonia obstruktif: infeksi sekunder akibat sumbatan jalan napas
oleh tumor.
b. Komplikasi Sistemik
1) Hiperkalsemia paraneoplastik: akibat produksi hormon atau mediator
tumor, yang menyebabkan mual, muntah, konstipasi, hingga aritmia.
2) Cachexia: penurunan berat badan ekstrem akibat metabolisme tumor
dan sitokin inflamasi.
3) Gangguan hematologi: seperti anemia kronis atau koagulopati.
c. Komplikasi Metastasis
1) Metastasis otak: menyebabkan sakit kepala, kejang, perubahan
perilaku, dan defisit neurologis fokal.
2) Metastasis tulang: menimbulkan nyeri tulang hebat, fraktur patologis,
dan hiperkalsemia.
7
3) Metastasis hati: menyebabkan hepatomegali, nyeri perut kanan atas,
dan gangguan fungsi hati.
4) Metastasis adrenal: dapat menimbulkan insufisiensi adrenal.
6. Pemeriksaan Penunjang
Pemeriksaan penunjang memiliki peran penting dalam menegakkan
diagnosis kanker paru, menentukan stadium, serta merencanakan terapi.
Menurut Woodard et al. (2022), pemeriksaan penunjang kanker paru
mencakup:
a. Pencitraan (Imaging)
1) Foto Rontgen Dada: biasanya merupakan pemeriksaan awal, dapat
menunjukkan adanya massa, atelektasis, atau efusi pleura, meskipun
sensitivitasnya terbatas.
2) Computed Tomography (CT) Scan: pemeriksaan standar untuk
mendeteksi ukuran tumor, keterlibatan kelenjar getah bening, serta
adanya metastasis.
3) Positron Emission Tomography (PET) Scan: digunakan untuk
mengevaluasi aktivitas metabolik tumor dan mendeteksi metastasis
jauh.
4) Magnetic Resonance Imaging (MRI): bermanfaat terutama dalam
menilai keterlibatan otak dan medula spinalis.
b. Pemeriksaan Sitologi dan Histopatologi
1) Sitologi Sputum: dapat mengidentifikasi sel kanker, terutama pada
tumor sentral, namun sensitivitas rendah.
2) Biopsi Jarum Halus (Fine Needle Aspiration/FNA): dilakukan dengan
panduan CT untuk lesi perifer.
8
3) Bronkoskopi dengan Biopsi: memungkinkan visualisasi langsung
tumor pada bronkus dan pengambilan jaringan untuk pemeriksaan
histologi.
c. Pemeriksaan Molekuler dan Biomarker
1) Identifikasi mutasi genetik seperti EGFR, ALK, KRAS, ROS1, serta
ekspresi PD L1 untuk menentukan pilihan terapi target dan
imunoterapi.
d. Pemeriksaan Laboratorium Tambahan
1) Darah rutin, fungsi hati, dan fungsi ginjal untuk menilai kondisi umum
pasien dan kesiapan terapi.
7. Penatalaksanaan Medis
Penatalaksanaan medis kanker paru bergantung pada jenis histologi
(NSCLC vs SCLC), stadium penyakit, dan kondisi klinis pasien. Menurut
(Zhang et al., 2023) ada beberpa tindakan yang bisa dilakukan antara lain :
9
B. Asuhan Keperawatan
1. Pengkajian
Pengkajian dilakukan secara komprehensif, meliputi:
a. Data Subjektif
✓ Batuk kronis, kadang berdarah (hemoptisis).
✓ Sesak napas terutama saat aktivitas.
✓ Nyeri dada yang menetap.
✓ Penurunan berat badan tanpa sebab jelas.
✓ Cepat lelah, anoreksia.
✓ Ansietas dan ketakutan terhadap penyakit.
b. Data Objektif
✓ Pola napas cepat dan dangkal (tachypnea).
✓ Tanda tanda hipoksia (SpO₂ menurun, sianosis).
✓ Bunyi napas tambahan (ronkhi, wheezing).
✓ Penurunan berat badan dan kelemahan umum.
✓ Hasil penunjang: foto thoraks, CT scan, hasil biopsi menunjukkan
adanya massa tumor.
2. Masalah Keperawatan
Beberapa diagnosa utama yang sering muncul pada pasien kanker paru,
antara lain :
a. Bersihan jalan napas tidak efektif b.d. obstruksi jalan napas oleh tumor /
sekret.
b. Pola napas tidak efektif b.d. penurunan ekspansi paru.
c. Nyeri akut b.d. invasi tumor ke jaringan paru atau pleura.
d. Intoleransi aktivitas b.d. kelemahan, kelelahan, dan dispnea.
e. Ansietas b.d. ketidakpastian prognosis dan perubahan status kesehatan.
10
3. Intervensi dan Implementasi
Bersihan jalan napas tidak ✓ Observasi pola napas, ✓ Memantau pola napas
efektif b.d. obstruksi jalan RR, SpO₂, dan bunyi dan bunyi napas pasien
napas / sekret napas tiap shift.
✓ .Posisikan semifowler ✓ Menempatkan pasien
untuk memaksimalkan pada posisi semifowler.
ekspansi paru. ✓ Melakukan suction
✓ Lakukan suction bila sesuai indikasi.
terdapat sekret kental. ✓ Memberikan terapi
✓ Kolaborasi pemberian inhalasi sesuai instruksi
bronkodilator / medis
mukolitik. ✓ Memberikan edukasi
✓ Berikan cairan adekuat minum air hangat untuk
untuk mengencerkan membantu pengenceran
sekret. sekret.
11
✓ Evaluasi efektivitas ✓ Mengevaluasi respon
analgesik. pasien 30–60 menit
pasca analgesik.
12
4. Evaluasi
13
✓ Pasien mampu teknik relaksasi,
tidur dengan serta dapat tidur
nyaman 4 jam dengan
tenang.
5. Dokumentasi
Dokumentasi dilakukan menggunakan format SOAP:
a. S (Subjective): keluhan batuk kronis, nyeri dada, sesak napas.
b. O (Objective): RR 28x/menit, SpO₂ 88%, ronki pada auskultasi.
c. A (Assessment): bersihan jalan napas tidak efektif b.d obstruksi tumor.
d. P (Plan): posisi semifowler, suction, oksigen, edukasi pernapasan, kolaborasi
bronkodilator.
Semua intervensi dan respon pasien dicatat secara lengkap, akurat, dan
berkesinambungan.
14
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Kanker paru merupakan salah satu penyakit dengan angka morbiditas dan
mortalitas tertinggi di dunia, terutama akibat kebiasaan merokok, paparan polusi,
faktor genetik, serta penyakit paru kronis. Manifestasi klinis kanker paru sering
tidak spesifik pada tahap awal, sehingga sebagian besar kasus baru terdiagnosis
pada stadium lanjut. Penatalaksanaan medis meliputi pembedahan, radioterapi,
kemoterapi, terapi target, imunoterapi, serta terapi paliatif yang disesuaikan
dengan jenis histologi, stadium, dan kondisi pasien.
B. Saran
1. Bagi Mahasiswa Keperawatan
15
agar lebih aktif mencari literatur terbaru guna mendukung praktik berbasis
bukti.
3. Bagi Masyarakat
16
DAFTAR PUSTAKA
Hendriks, L. E. L., Remon, J., Faivre-Finn, C., Garassino, M. C., Heymach, J. V.,
Kerr, K. M., Tan, D. S. W., Veronesi, G., & Reck, M. (2024). Non-small-cell
lung cancer. Nature Reviews Disease Primers, 10(1), 71.
https://doi.org/10.1038/s41572-024-00551-9
Herbst, R. S., Morgensztern, D., & Boshoff, C. (2022). The biology and management
of non small cell lung cancer. Nature, 553(7689), 446–454.
https://doi.org/10.1038/nature25183
Howlader, N., Forjaz, G., Mooradian, M. J., Meza, R., Kong, C. Y., Cronin, K. A.,
Mariotto, A. B., Lowy, D. R., & Feuer, E. J. (2022). The effect of advances
in lung cancer treatment on population mortality. New England Journal of
Medicine, 383(7), 640–649. https://doi.org/10.1056/NEJMoa1916623
Huang, Y., Shen, J., Chen, X., & Xu, Y. (2023). Risk factors and genetic mechanisms
of lung cancer: A comprehensive review. Frontiers in Oncology, 13,
1123456. https://doi.org/10.3389/fonc.2023.1123456
Krpina, K., et al. (2023). Small cell lung carcinoma: Current diagnosis and new
treatment options. Biomedicines, 11(7), 1884.
https://doi.org/10.3390/biomedicines11071884
Megyesfalvi, Z., Gay, C. M., Popper, H., Pirker, R., Ostoros, G., Heeke, S., & others.
(2023). Clinical insights into small cell lung cancer: Tumor heterogeneity,
diagnosis, therapy, and future directions. CA: A Cancer Journal for
Clinicians, 73(6), 620–652. https://doi.org/10.3322/caac.21785
Rivera, M. P., Mehta, A. C., & Wahidi, M. M. (2022). Establishing the diagnosis of
lung cancer: Diagnosis and management of lung cancer, 3rd ed: American
College of Chest Physicians evidence based clinical practice guidelines.
Chest, 161(5), e207–e237. https://doi.org/10.1016/j.chest.2022.01.015
Solta, A., et al. (2024). Small cells – big issues: Biological implications and
preclinical advancements in small cell lung cancer. Molecular Cancer, 23(1),
82. https://doi.org/10.1186/s12943-024-01953-9
Woodard, G. A., Jones, K. D., & Jablons, D. M. (2022). Lung cancer staging and
prognosis. Cancer Treatment and Research, 178, 47–66.
https://doi.org/10.1007/978-3-030-91447-9_4
Zhang, Y., et al. (2023). "Recent advances in lung cancer management." Journal of
Thoracic Oncology, 18(4), 567–578.
17
Chen, L., et al. (2022). The role of smoking in lung cancer development. Frontiers
in Oncology, 12, 1123–1134. https://doi.org/10.3389/fonc.2022.1123
Siegel, R. L., Miller, K. D., Fuchs, H. E., & Jemal, A. (2023). Cancer statistics, 2023.
CA: A Cancer Journal for Clinicians, 73(1), 17–48.
https://doi.org/10.3322/caac.21763
World Health Organization. (2023). Cancer Fact Sheet. Geneva: WHO. Retrieved
from https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/cancer
Potter, P. A., & Perry, A. G. (2022). Fundamentals of Nursing (10th ed.). St. Louis:
Elsevier.
Lee, S. H., et al. (2024). Quality of life in lung cancer patients receiving palliative
care: A systematic review. Supportive Care in Cancer, 32(2), 345–352.
https://doi.org/10.1007/s00520-023-07999-y
18