0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
178 tayangan21 halaman

Askep Kanker Paru

Makalah ini membahas asuhan keperawatan pada pasien kanker paru-paru, termasuk pengertian, faktor penyebab, tanda dan gejala, serta penatalaksanaan medis dan keperawatan. Kanker paru merupakan penyakit dengan angka kematian tinggi, dan perawat memiliki peran penting dalam manajemen pasien melalui pendekatan bio psiko sosial spiritual. Tujuan penulisan makalah ini adalah untuk memberikan pemahaman yang lebih baik tentang kanker paru dan asuhan keperawatan yang tepat.

Diunggah oleh

nswatululya
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
178 tayangan21 halaman

Askep Kanker Paru

Makalah ini membahas asuhan keperawatan pada pasien kanker paru-paru, termasuk pengertian, faktor penyebab, tanda dan gejala, serta penatalaksanaan medis dan keperawatan. Kanker paru merupakan penyakit dengan angka kematian tinggi, dan perawat memiliki peran penting dalam manajemen pasien melalui pendekatan bio psiko sosial spiritual. Tujuan penulisan makalah ini adalah untuk memberikan pemahaman yang lebih baik tentang kanker paru dan asuhan keperawatan yang tepat.

Diunggah oleh

nswatululya
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

MAKALAH

ASUHAN KEPERAWATAN PADA PENYAKIT KANKER PARU PARU

D
I
S
U
S
U
N
Oleh :
Kelompok 1
SARAH NAZIRA (P07120124111)
ASSYIFA SALSABILA (P07120124045)
NAZIRA ASSYIFA (P07120124024)
DIAN AKRIMA (P07120124007)
NISWATUL ULYA (P07120124136)
ZAYYANURRIFA (P07120124080)
M.CUT ZIAULHAQ (P07120124123)

POLTEKES KEMENKES ACEH D-III JURUSAN KEPERAWATAN


BANDA ACEH TAHUN AJARAN 2024-2025
KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan ke hadirat Allah SWT atas segala limpahan
rahmat, taufik, serta karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah
yang berjudul “Asuhan Keperawatan pada Kanker Paru-Paru” tepat pada
waktunya. Shalawat serta salam senantiasa tercurahkan kepada junjungan Nabi
Muhammad SAW yang telah membawa umat manusia menuju jalan kebenaran.

Makalah ini disusun sebagai salah satu upaya dalam memperdalam


pemahaman mengenai konsep asuhan keperawatan, khususnya pada pasien
dengan kanker paru-paru. Penulis berusaha menyajikan pembahasan yang
meliputi pengertian, faktor penyebab, tanda dan gejala, serta penatalaksanaan
medis dan keperawatan secara sistematis sehingga dapat menjadi referensi bagi
mahasiswa keperawatan maupun tenaga kesehatan lainnya.

Dalam proses penyusunan makalah ini, penulis menyadari bahwa tidak


terlepas dari berbagai hambatan. Namun berkat bimbingan dosen, bantuan, serta
dukungan dari berbagai pihak, makalah ini dapat terselesaikan. Oleh karena itu,
penulis menyampaikan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua
pihak yang telah memberikan arahan, motivasi, dan bantuan dalam penyusunan
makalah ini.

Penulis menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kesempurnaan, baik
dari segi isi maupun penyajiannya. Oleh karena itu, kritik dan saran yang
membangun sangat penulis harapkan demi penyempurnaan karya ilmiah di masa
yang akan datang.

Akhir kata, penulis berharap makalah ini dapat memberikan manfaat,


menambah wawasan, serta menjadi bahan pembelajaran bagi pembaca dalam
memahami asuhan keperawatan pada kanker paru-paru.

Banda Aceh, 21 Agustus 2025

Penulis

ii
DAFTAR ISI

COVER .......................................................................................................................... i
KATA PENGANTAR .................................................................................................. ii
DAFTAR ISI ................................................................................................................. iii
BAB I PENDAHULUAN ............................................................................................. 1
A. Latar Belakang ................................................................................................. 1
B. Tujuan Penulisan .............................................................................................. 2

BAB II TINJAUAN PUSTAKA .................................................................................. 4


A. Konsep Penyakit ............................................................................................... 4
1. Definisi Kanker Paru .............................................................................. 4
2. Etiologi .................................................................................................. 4
3. Manifestasi Klinis .................................................................................. 5
4. Patofisiologi ( Pathway) ......................................................................... 6
5. Komplikasi ............................................................................................ 7
6. Pemeriksaan Penunjang ......................................................................... 8
7. Penatalaksanaan ..................................................................................... 9
B. Asuhan Keperawatan ....................................................................................... 10
1. Pengkajian ............................................................................................. 10
2. Masalah Keperawatan ............................................................................ 10
3. Intervensi dan Implementasi .................................................................. 11
4. Evaluasi ................................................................................................. 12
5. Dokumentasi .......................................................................................... 14

BAB III PENUTUP ...................................................................................................... 15


A. Kesimpulan ...................................................................................................... 15
B. Saran ................................................................................................................. 15

DAFTAR PUSTAKA

iii
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Kanker paru merupakan salah satu penyakit kronis dengan angka
morbiditas dan mortalitas yang sangat tinggi di dunia. Data World Health
Organization (WHO, 2023) menunjukkan bahwa kanker paru menyumbang
sekitar 2,2 juta kasus baru setiap tahunnya, dengan angka kematian mencapai 1,8
juta jiwa. Kondisi ini menjadikan kanker paru sebagai penyebab kematian akibat
kanker tertinggi di dunia, melebihi kanker payudara, kolorektal, maupun hati.

Di Indonesia, menurut laporan Global Cancer Observatory


(GLOBOCAN, 2022), kanker paru menempati urutan ketiga dari seluruh kasus
kanker, tetapi menjadi penyebab kematian tertinggi dengan jumlah kasus baru
sekitar 34.783 per tahun. Hal ini menunjukkan bahwa sebagian besar pasien
kanker paru di Indonesia didiagnosis pada stadium lanjut, sehingga prognosis dan
angka harapan hidup relatif rendah.

Faktor risiko kanker paru sangat beragam, mulai dari faktor lingkungan
hingga gaya hidup. (Chen et al. 2022) menegaskan bahwa merokok aktif maupun
pasif merupakan penyebab utama yang berkontribusi terhadap lebih dari 80%
kasus kanker paru. Selain itu, paparan polusi udara, partikel halus (PM2.5), gas
radon, bahan kimia berbahaya (asbes, arsenik), serta riwayat penyakit paru kronis
seperti tuberkulosis dan PPOK juga meningkatkan risiko terjadinya kanker paru
(Zhang et al., 2023).

Dari aspek sosial ekonomi, kanker paru memberikan beban yang besar
baik bagi pasien, keluarga, maupun sistem pelayanan kesehatan. Menurut Siegel
et al. (2023), biaya pengobatan kanker paru termasuk salah satu yang paling mahal
di antara semua jenis kanker karena memerlukan terapi multimodal seperti
pembedahan, kemoterapi, radioterapi, imunoterapi, dan terapi target. Selain itu,
pasien juga mengalami penurunan produktivitas akibat kondisi fisik yang
memburuk, sehingga menimbulkan dampak ekonomi tidak hanya bagi keluarga
tetapi juga negara.

1
Tidak hanya berdampak secara fisik, kanker paru juga memberikan
konsekuensi psikologis yang signifikan. Penelitian Lee et al. (2024) menemukan
bahwa pasien kanker paru sering mengalami kecemasan, depresi, dan penurunan
kualitas hidup akibat rasa sakit, ketidakpastian prognosis, serta stigma sosial
terhadap penyakit ini. Kondisi tersebut membutuhkan perhatian khusus dari
perawat dalam memberikan dukungan emosional dan spiritual kepada pasien
maupun keluarga.

Dalam konteks pelayanan kesehatan, perawat memiliki peran penting


dalam manajemen kanker paru. Perawat tidak hanya melakukan pengkajian fisik,
tetapi juga bertanggung jawab dalam memberikan edukasi, mendukung kepatuhan
pasien terhadap terapi, serta melakukan intervensi paliatif untuk meningkatkan
kualitas hidup pasien. Menurut Potter & Perry (2022), asuhan keperawatan yang
komprehensif pada pasien kanker paru melibatkan pendekatan bio psiko sosial
spiritual, yang meliputi manajemen nyeri, dukungan emosional, serta edukasi
tentang pencegahan komplikasi.

Berdasarkan uraian di atas, jelas bahwa kanker paru merupakan masalah


kesehatan masyarakat yang serius, dengan tantangan yang kompleks mulai dari
aspek medis, psikologis, hingga sosial ekonomi. Oleh karena itu, penyusunan
makalah ini bertujuan untuk memberikan gambaran mendalam mengenai asuhan
keperawatan pada pasien kanker paru, dengan pendekatan yang mengacu pada
standar nasional keperawatan Indonesia, yaitu SDKI, SLKI, dan SIKI.

B. Tujuan Penulisan
1. Tujuan Umum
Untuk mengetahui dan memahami konsep dasar penyakit kanker paru
serta asuhan keperawatan yang tepat berdasarkan SDKI, SLKI, dan SIKI,
sehingga dapat diaplikasikan dalam praktik keperawatan guna meningkatkan
kualitas hidup pasien.

2
2. Tujuan Khusus
a. Menjelaskan definisi, etiologi, manifestasi klinis, patofisiologi,
komplikasi, pemeriksaan penunjang, dan penatalaksanaan medis kanker
paru.
b. Mengidentifikasi diagnosa keperawatan yang mungkin muncul pada
pasien kanker paru berdasarkan SDKI.
c. Menyusun intervensi keperawatan yang tepat sesuai dengan SIKI.
d. Menentukan luaran keperawatan dan mengevaluasi hasil asuhan
berdasarkan SLKI.
e. Memberikan gambaran mengenai peran perawat dalam aspek bio psiko
sosial spiritual pada pasien kanker paru.

3
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
A. Konsep Dasar Penyakit
1. Definisi Kanker Paru Paru
Kanker paru adalah neoplasma ganas yang berasal dari epitel saluran
napas distal, ditandai dengan proliferasi sel abnormal yang tidak terkendali,
mampu menyerang jaringan sekitar, serta bermetastasis ke organ jauh.
Berdasarkan karakteristik biologis dan klinis, kanker paru dibagi menjadi dua
kelompok besar, yaitu karsinoma paru bukan sel kecil (non small cell lung
cancer/NSCLC) dan karsinoma paru sel kecil (small cell lung cancer/SCLC).
NSCLC mencakup adenokarsinoma, karsinoma sel skuamosa, dan karsinoma
sel besar yang mewakili sekitar 85% kasus, sedangkan SCLC merupakan
jenis yang lebih jarang tetapi sangat agresif dengan laju pertumbuhan tinggi
dan kecenderungan metastasis dini (Hendriks et al., 2024; Megyesfalvi et al.,
2023; Solta et al., 2024; Krpina et al., 2023).

2. Etiologi
Kanker paru memiliki etiologi multifaktorial yang dipengaruhi oleh
faktor lingkungan, gaya hidup, dan predisposisi genetik. Menurut Huang et
al. (2023), penyebab utama kanker paru dapat dijelaskan sebagai berikut:

a. Merokok

Merokok merupakan faktor risiko terbesar kanker paru dan


diperkirakan bertanggung jawab atas lebih dari 80% kasus kanker paru di
dunia. Zat karsinogenik dalam asap rokok, seperti benzopiren, nitrosamin,
dan radikal bebas, menyebabkan mutasi DNA pada sel epitel paru.

b. Polusi Udara

Paparan polusi udara, khususnya partikel halus (PM2.5) dan gas


berbahaya seperti radon, terbukti meningkatkan risiko kanker paru.
Individu yang tinggal di daerah dengan tingkat polusi tinggi memiliki
insidensi kanker paru lebih besar dibandingkan yang tinggal di daerah
dengan kualitas udara baik.

4
c. Paparan Zat Karsinogen Industri

Pekerja yang terpapar bahan kimia industri seperti asbes, arsenik,


kromium, dan nikel memiliki risiko lebih tinggi terkena kanker paru.
Faktor ini diperparah jika individu juga memiliki kebiasaan merokok.

d. Faktor Genetik

Perubahan genetik, termasuk mutasi pada EGFR, KRAS, dan


ALK, meningkatkan kerentanan seseorang terhadap kanker paru. Selain
itu, riwayat keluarga dengan kanker paru juga menjadi faktor predisposisi
penting.

e. Penyakit Paru Kronis

Individu dengan riwayat tuberkulosis paru, PPOK, atau fibrosis


paru kronis memiliki risiko lebih tinggi mengalami kanker paru karena
adanya kerusakan jaringan paru yang bersifat jangka panjang.

3. Manifestasi Klinis
Manifestasi klinis kanker paru umumnya tidak spesifik pada tahap
awal dan sering muncul setelah penyakit berkembang ke stadium lanjut.
Menurut Howlader et al. (2022), tanda dan gejala kanker paru dapat dibagi
menjadi gejala respirasi, gejala akibat metastasis, dan gejala sistemik umum:

a. Gejala Respirasi
1) Batuk kronis: keluhan paling sering, terutama pada perokok.
2) Hemoptisis: batuk darah akibat erosi tumor pada pembuluh darah.
3) Sesak napas (dispnea): karena obstruksi jalan napas atau efusi pleura.
4) Nyeri dada: terjadi bila tumor menginvasi pleura atau dinding dada.
5) Suara serak (hoarseness): akibat penekanan nervus laringeus rekuren.

b. Gejala Akibat Metastasis


1) Metastasis otak: sakit kepala, kejang, perubahan perilaku.
2) Metastasis tulang: nyeri tulang, fraktur patologis.
3) Metastasis hati: hepatomegali, nyeri perut kanan atas.

5
4) Sindrom vena kava superior: edema wajah, vena leher melebar.

c. Gejala Sistemik Umum


1) Penurunan berat badan yang signifikan.
2) Kelelahan (fatigue).
3) Anoreksia.
4) Demam ringan berulang.

Gejala gejala tersebut sering muncul terlambat, sehingga sebagian


besar pasien didiagnosis pada stadium lanjut dengan prognosis yang buruk
(Howlader et al., 2022).

4. Patofisiologis (Pathway)
Patofisiologi kanker paru berawal dari paparan karsinogen (seperti
asap rokok, polusi udara, atau zat kimia berbahaya) yang menyebabkan
kerusakan DNA pada sel epitel bronkus dan alveolus. Kerusakan ini memicu
terjadinya mutasi genetik yang mengaktifkan oncogene (misalnya EGFR,
KRAS, ALK) serta menonaktifkan tumor suppressor gene (misalnya TP53,
RB1). Mutasi tersebut menyebabkan sel kehilangan kemampuan regulasi
siklus hidup normal, sehingga sel abnormal terus membelah tanpa kendali
(Herbst et al., 2022).

Selanjutnya, terjadi perubahan pada mikro lingkungan tumor berupa


peningkatan angiogenesis (pembentukan pembuluh darah baru), pelepasan
faktor pertumbuhan, dan interaksi abnormal dengan sistem imun. Kondisi ini
mendukung pertumbuhan tumor lebih cepat dan membantu sel kanker
menghindari mekanisme apoptosis (kematian sel terprogram).

Seiring perkembangan, massa tumor dapat menyusup ke jaringan paru


di sekitarnya, menekan bronkus sehingga menyebabkan obstruksi jalan
napas, serta menimbulkan komplikasi seperti atelektasis dan pneumonia
obstruktif. Selain itu, sel kanker dapat masuk ke aliran darah dan sistem
limfatik, sehingga terjadi metastasis ke organ lain, terutama otak, tulang, hati,
dan kelenjar adrenal.

6
Secara klinis, patofisiologi ini menjelaskan gejala khas kanker paru,
seperti batuk kronis, hemoptisis, nyeri dada, sesak napas, serta gejala
metastasis seperti nyeri tulang dan gangguan neurologis (Herbst et al., 2022).

5. Komplikasi
Kanker paru dapat menimbulkan berbagai komplikasi yang serius
akibat pertumbuhan tumor primer maupun metastasis. Menurut Rivera et al.
(2022), komplikasi kanker paru dapat dibagi menjadi tiga kelompok besar,
yaitu komplikasi lokal, sistemik, dan metastasis:

a. Komplikasi Lokal
1) Efusi pleura maligna: terjadi akibat invasi tumor ke pleura atau
obstruksi aliran limfatik, ditandai dengan sesak napas progresif.
2) Atelektasis: akibat obstruksi bronkus oleh massa tumor sehingga
sebagian paru kolaps.
3) Sindrom vena kava superior: akibat kompresi vena kava oleh tumor
mediastinum, menimbulkan edema wajah, distensi vena leher, dan
dispnea.
4) Pneumonia obstruktif: infeksi sekunder akibat sumbatan jalan napas
oleh tumor.
b. Komplikasi Sistemik
1) Hiperkalsemia paraneoplastik: akibat produksi hormon atau mediator
tumor, yang menyebabkan mual, muntah, konstipasi, hingga aritmia.
2) Cachexia: penurunan berat badan ekstrem akibat metabolisme tumor
dan sitokin inflamasi.
3) Gangguan hematologi: seperti anemia kronis atau koagulopati.
c. Komplikasi Metastasis
1) Metastasis otak: menyebabkan sakit kepala, kejang, perubahan
perilaku, dan defisit neurologis fokal.
2) Metastasis tulang: menimbulkan nyeri tulang hebat, fraktur patologis,
dan hiperkalsemia.

7
3) Metastasis hati: menyebabkan hepatomegali, nyeri perut kanan atas,
dan gangguan fungsi hati.
4) Metastasis adrenal: dapat menimbulkan insufisiensi adrenal.

Komplikasi ini tidak hanya memperburuk prognosis, tetapi juga


meningkatkan angka mortalitas, sehingga penanganan kanker paru harus
dilakukan secara holistik dengan memperhatikan aspek kuratif dan paliatif
(Rivera et al., 2022).

6. Pemeriksaan Penunjang
Pemeriksaan penunjang memiliki peran penting dalam menegakkan
diagnosis kanker paru, menentukan stadium, serta merencanakan terapi.
Menurut Woodard et al. (2022), pemeriksaan penunjang kanker paru
mencakup:

a. Pencitraan (Imaging)
1) Foto Rontgen Dada: biasanya merupakan pemeriksaan awal, dapat
menunjukkan adanya massa, atelektasis, atau efusi pleura, meskipun
sensitivitasnya terbatas.
2) Computed Tomography (CT) Scan: pemeriksaan standar untuk
mendeteksi ukuran tumor, keterlibatan kelenjar getah bening, serta
adanya metastasis.
3) Positron Emission Tomography (PET) Scan: digunakan untuk
mengevaluasi aktivitas metabolik tumor dan mendeteksi metastasis
jauh.
4) Magnetic Resonance Imaging (MRI): bermanfaat terutama dalam
menilai keterlibatan otak dan medula spinalis.
b. Pemeriksaan Sitologi dan Histopatologi
1) Sitologi Sputum: dapat mengidentifikasi sel kanker, terutama pada
tumor sentral, namun sensitivitas rendah.
2) Biopsi Jarum Halus (Fine Needle Aspiration/FNA): dilakukan dengan
panduan CT untuk lesi perifer.

8
3) Bronkoskopi dengan Biopsi: memungkinkan visualisasi langsung
tumor pada bronkus dan pengambilan jaringan untuk pemeriksaan
histologi.
c. Pemeriksaan Molekuler dan Biomarker
1) Identifikasi mutasi genetik seperti EGFR, ALK, KRAS, ROS1, serta
ekspresi PD L1 untuk menentukan pilihan terapi target dan
imunoterapi.
d. Pemeriksaan Laboratorium Tambahan
1) Darah rutin, fungsi hati, dan fungsi ginjal untuk menilai kondisi umum
pasien dan kesiapan terapi.

Kombinasi antara pencitraan, biopsi, dan pemeriksaan molekuler


memberikan informasi komprehensif yang sangat diperlukan untuk diagnosis
pasti serta penentuan strategi manajemen kanker paru (Woodard et al., 2022).

7. Penatalaksanaan Medis
Penatalaksanaan medis kanker paru bergantung pada jenis histologi
(NSCLC vs SCLC), stadium penyakit, dan kondisi klinis pasien. Menurut
(Zhang et al., 2023) ada beberpa tindakan yang bisa dilakukan antara lain :

a. Pembedahan: lobektomi, segmentektomi (NSCLC stadium awal).


b. Radioterapi: untuk pasien yang tidak dapat dioperasi.
c. Kemoterapi: cisplatin, carboplatin, dll.
d. Targeted therapy: EGFR inhibitor, ALK inhibitor.
e. Imunoterapi: pembrolizumab, nivolumab.
f. Paliatif: manajemen nyeri, terapi oksigen, nutrisi.

9
B. Asuhan Keperawatan
1. Pengkajian
Pengkajian dilakukan secara komprehensif, meliputi:
a. Data Subjektif
✓ Batuk kronis, kadang berdarah (hemoptisis).
✓ Sesak napas terutama saat aktivitas.
✓ Nyeri dada yang menetap.
✓ Penurunan berat badan tanpa sebab jelas.
✓ Cepat lelah, anoreksia.
✓ Ansietas dan ketakutan terhadap penyakit.

b. Data Objektif
✓ Pola napas cepat dan dangkal (tachypnea).
✓ Tanda tanda hipoksia (SpO₂ menurun, sianosis).
✓ Bunyi napas tambahan (ronkhi, wheezing).
✓ Penurunan berat badan dan kelemahan umum.
✓ Hasil penunjang: foto thoraks, CT scan, hasil biopsi menunjukkan
adanya massa tumor.

2. Masalah Keperawatan

Beberapa diagnosa utama yang sering muncul pada pasien kanker paru,
antara lain :

a. Bersihan jalan napas tidak efektif b.d. obstruksi jalan napas oleh tumor /
sekret.
b. Pola napas tidak efektif b.d. penurunan ekspansi paru.
c. Nyeri akut b.d. invasi tumor ke jaringan paru atau pleura.
d. Intoleransi aktivitas b.d. kelemahan, kelelahan, dan dispnea.
e. Ansietas b.d. ketidakpastian prognosis dan perubahan status kesehatan.

10
3. Intervensi dan Implementasi

Tabel Imtervensi dan Implementasi Asuhan Keperawatan Kanker Paru

Diagnosa Keperawatan Intervensi (SIKI) Implementasi


(SDKI)

Bersihan jalan napas tidak ✓ Observasi pola napas, ✓ Memantau pola napas
efektif b.d. obstruksi jalan RR, SpO₂, dan bunyi dan bunyi napas pasien
napas / sekret napas tiap shift.
✓ .Posisikan semifowler ✓ Menempatkan pasien
untuk memaksimalkan pada posisi semifowler.
ekspansi paru. ✓ Melakukan suction
✓ Lakukan suction bila sesuai indikasi.
terdapat sekret kental. ✓ Memberikan terapi
✓ Kolaborasi pemberian inhalasi sesuai instruksi
bronkodilator / medis
mukolitik. ✓ Memberikan edukasi
✓ Berikan cairan adekuat minum air hangat untuk
untuk mengencerkan membantu pengenceran
sekret. sekret.

Pola napas tidak efektif ✓ Monitor status ✓ Melakukan pengukuran


b.d. penurunan ekspansi pernapasan: RR, SpO₂, RR dan SpO₂ secara
paru pola napas. rutin.
✓ Ajarkan teknik ✓ Mengajarkan pasien
pernapasan dalam dan latihan pursed lip
pursed lip breathing. breathing saat dispnea.
✓ Kolaborasi pemberian ✓ Memberikan oksigen
oksigen sesuai indikasi. nasal cannula 2–3
✓ Batasi aktivitas yang L/menit.
memperberat dispnea. ✓ Membatasi aktivitas
berat dan membantu
ADL pasien.

Nyeri akut b.d. invasi ✓ Observasi intensitas, ✓ Menilai nyeri pasien


tumor ke jaringan lokasi, kualitas nyeri. dengan skala numerik
paru/pleura ✓ Ajarkan teknik non 0–10.
farmakologis ✓ Mengajarkan teknik
(relaksasi, distraksi). relaksasi pernapasan.
✓ Kolaborasi pemberian ✓ Memberikan analgesik
analgesik. sesuai instruksi medis.

11
✓ Evaluasi efektivitas ✓ Mengevaluasi respon
analgesik. pasien 30–60 menit
pasca analgesik.

Intoleransi aktivitas b.d. ✓ Observasi tanda tanda ✓ Mengukur tanda vital


kelemahan dan dispnea kelelahan saat aktivitas. sebelum dan sesudah
✓ Bantu pasien dalam aktivitas ringan.
aktivitas sehari hari. ✓ Membantu pasien
✓ Atur periode istirahat mandi dan berpakaian.
antar aktivitas. ✓ Mengatur jadwal
✓ Dorong latihan ringan istirahat cukup setelah
sesuai toleransi. aktivitas.
✓ Mengajarkan latihan
ringan seperti duduk
tegak di tempat tidur.

Ansietas b.d. ✓ Kaji tingkat ansietas ✓ Menggunakan skala


ketidakpastian prognosis pasien. ansietas untuk menilai
✓ Berikan informasi kecemasan.
tentang kondisi & ✓ Memberikan edukasi
rencana terapi. terkait hasil
✓ Dukung pasien pemeriksaan dan
mengekspresikan rencana terapi.
perasaan. ✓ Mendengarkan keluhan
✓ Libatkan keluarga pasien tanpa
dalam dukungan menghakimi.
emosional & spiritual. ✓ Mengajak keluarga
mendampingi pasien
selama perawatan.

12
4. Evaluasi

Tabel Evaluasi Asuhan Keperawatan Kanker Paru

Diagnosa Kriteria Hasil / Indikator Hasil Evaluasi


Keperawatan Luaran (SLKI)
(SDKI)

Bersihan jalan Jalan napas efektif ✓ Bunyi napas Setelah intervensi,


napas tidak efektif bersih (tidak ada pasien mampu
ronki/wheezing) bernapas lebih lega,
SpO₂ ≥ 95% SpO₂ meningkat
(dengan/ tanpa dari 88% menjadi
oksigen) 95%, ronki
✓ Tidak ada berkurang, dan
penggunaan otot sputum lebih
bantu napas mudah dikeluarkan.
✓ Pasien dapat
mengeluarkan
sputum dengan
efektif

Pola napas tidak Pola napas ✓ Frekuensi napas ✓ Pasien


efektif membaik 16–20 x/menit menunjukkan
✓ Pola napas pola napas lebih
teratur teratur (RR
✓ Tidak ada 20x/menit),
dispnea saat dapat
istirahat melakukan
✓ Pasien mampu pursed lip
melakukan breathing, dan
latihan napas sesak berkurang
terutama saat
istirahat.

Nyeri akut Nyeri terkontrol ✓ Skala nyeri ≤ ✓ Pasien


3/10 melaporkan
✓ Pasien tampak nyeri dada
rileks menurun dari
✓ Tidak ada skala 7 menjadi
ekspresi wajah 3 setelah
menahan nyeri pemberian
analgesik dan

13
✓ Pasien mampu teknik relaksasi,
tidur dengan serta dapat tidur
nyaman 4 jam dengan
tenang.

Intoleransi Aktivitas ✓ Pasien mampu ✓ Pasien mampu


aktivitas meningkat sesuai melakukan duduk tegak
toleransi ADL ringan selama 30 menit
✓ Tidak terjadi dan makan
peningkatan sendiri tanpa
RR/HR sesak berat.
berlebihan ✓ Tanda vital
setelah aktivitas stabil setelah
✓ Pasien tampak aktivitas ringan.
tidak lemah
ekstrem
Ansietas Ansietas berkurang ✓ Pasien tampak ✓ Skala
lebih tenang kecemasan
Skala turun dari 7
kecemasan menjadi 3,
menurun pasien lebih
✓ Pasien mampu tenang, mau
menanyakan berdiskusi
kondisi dengan tentang rencana
jelas terapi, dan
✓ Pasien keluarga aktif
berpartisipasi mendampingi.
dalam
perawatan

5. Dokumentasi
Dokumentasi dilakukan menggunakan format SOAP:
a. S (Subjective): keluhan batuk kronis, nyeri dada, sesak napas.
b. O (Objective): RR 28x/menit, SpO₂ 88%, ronki pada auskultasi.
c. A (Assessment): bersihan jalan napas tidak efektif b.d obstruksi tumor.
d. P (Plan): posisi semifowler, suction, oksigen, edukasi pernapasan, kolaborasi
bronkodilator.

Semua intervensi dan respon pasien dicatat secara lengkap, akurat, dan
berkesinambungan.

14
BAB III

PENUTUP

A. Kesimpulan

Kanker paru merupakan salah satu penyakit dengan angka morbiditas dan
mortalitas tertinggi di dunia, terutama akibat kebiasaan merokok, paparan polusi,
faktor genetik, serta penyakit paru kronis. Manifestasi klinis kanker paru sering
tidak spesifik pada tahap awal, sehingga sebagian besar kasus baru terdiagnosis
pada stadium lanjut. Penatalaksanaan medis meliputi pembedahan, radioterapi,
kemoterapi, terapi target, imunoterapi, serta terapi paliatif yang disesuaikan
dengan jenis histologi, stadium, dan kondisi pasien.

Dalam praktik keperawatan, perawat memiliki peran penting melalui


proses asuhan keperawatan yang komprehensif, meliputi pengkajian, perumusan
diagnosa, intervensi, implementasi, evaluasi, serta dokumentasi sesuai standar
SDKI, SIKI, dan SLKI (PPNI, 2017). Diagnosa yang umum muncul antara lain
bersihan jalan napas tidak efektif, pola napas tidak efektif, nyeri akut, intoleransi
aktivitas, dan ansietas. Intervensi dilakukan secara terencana dengan kolaborasi
bersama tim medis untuk meningkatkan kualitas hidup pasien. Evaluasi dilakukan
untuk menilai pencapaian luaran keperawatan, yang mencakup perbaikan pola
napas, kontrol nyeri, peningkatan toleransi aktivitas, serta penurunan ansietas
pasien.

Dengan penerapan asuhan keperawatan yang tepat, diharapkan pasien


kanker paru tidak hanya mendapatkan perawatan medis, tetapi juga dukungan bio-
psiko-sosial-spiritual sehingga kualitas hidup tetap terjaga meski menghadapi
penyakit kronis dan berprognosis buruk.

B. Saran
1. Bagi Mahasiswa Keperawatan

Makalah ini diharapkan dapat menjadi referensi untuk memahami


asuhan keperawatan pada pasien kanker paru, serta mendorong mahasiswa

15
agar lebih aktif mencari literatur terbaru guna mendukung praktik berbasis
bukti.

2. Bagi Tenaga Keperawatan

Perawat diharapkan mampu menerapkan asuhan keperawatan kanker


paru secara komprehensif, berkolaborasi dengan tim medis, dan memberikan
dukungan psikososial bagi pasien serta keluarga untuk meningkatkan kualitas
hidup.

3. Bagi Masyarakat

Diharapkan semakin menyadari pentingnya upaya pencegahan


kanker paru melalui perilaku hidup sehat, berhenti merokok, serta
menghindari paparan polusi dan zat karsinogen. Deteksi dini juga perlu
ditingkatkan agar pasien dapat memperoleh terapi lebih cepat dengan hasil
yang optimal.

16
DAFTAR PUSTAKA

Hendriks, L. E. L., Remon, J., Faivre-Finn, C., Garassino, M. C., Heymach, J. V.,
Kerr, K. M., Tan, D. S. W., Veronesi, G., & Reck, M. (2024). Non-small-cell
lung cancer. Nature Reviews Disease Primers, 10(1), 71.
https://doi.org/10.1038/s41572-024-00551-9

Herbst, R. S., Morgensztern, D., & Boshoff, C. (2022). The biology and management
of non small cell lung cancer. Nature, 553(7689), 446–454.
https://doi.org/10.1038/nature25183

Howlader, N., Forjaz, G., Mooradian, M. J., Meza, R., Kong, C. Y., Cronin, K. A.,
Mariotto, A. B., Lowy, D. R., & Feuer, E. J. (2022). The effect of advances
in lung cancer treatment on population mortality. New England Journal of
Medicine, 383(7), 640–649. https://doi.org/10.1056/NEJMoa1916623

Huang, Y., Shen, J., Chen, X., & Xu, Y. (2023). Risk factors and genetic mechanisms
of lung cancer: A comprehensive review. Frontiers in Oncology, 13,
1123456. https://doi.org/10.3389/fonc.2023.1123456

Krpina, K., et al. (2023). Small cell lung carcinoma: Current diagnosis and new
treatment options. Biomedicines, 11(7), 1884.
https://doi.org/10.3390/biomedicines11071884

Megyesfalvi, Z., Gay, C. M., Popper, H., Pirker, R., Ostoros, G., Heeke, S., & others.
(2023). Clinical insights into small cell lung cancer: Tumor heterogeneity,
diagnosis, therapy, and future directions. CA: A Cancer Journal for
Clinicians, 73(6), 620–652. https://doi.org/10.3322/caac.21785

Rivera, M. P., Mehta, A. C., & Wahidi, M. M. (2022). Establishing the diagnosis of
lung cancer: Diagnosis and management of lung cancer, 3rd ed: American
College of Chest Physicians evidence based clinical practice guidelines.
Chest, 161(5), e207–e237. https://doi.org/10.1016/j.chest.2022.01.015

Solta, A., et al. (2024). Small cells – big issues: Biological implications and
preclinical advancements in small cell lung cancer. Molecular Cancer, 23(1),
82. https://doi.org/10.1186/s12943-024-01953-9

Woodard, G. A., Jones, K. D., & Jablons, D. M. (2022). Lung cancer staging and
prognosis. Cancer Treatment and Research, 178, 47–66.
https://doi.org/10.1007/978-3-030-91447-9_4

Zhang, Y., et al. (2023). "Recent advances in lung cancer management." Journal of
Thoracic Oncology, 18(4), 567–578.

17
Chen, L., et al. (2022). The role of smoking in lung cancer development. Frontiers
in Oncology, 12, 1123–1134. https://doi.org/10.3389/fonc.2022.1123

Global Cancer Observatory. (2022). Cancer Today: Lung Cancer Factsheet –


Indonesia. Lyon, France: International Agency for Research on Cancer.
Retrieved from https://gco.iarc.fr

Siegel, R. L., Miller, K. D., Fuchs, H. E., & Jemal, A. (2023). Cancer statistics, 2023.
CA: A Cancer Journal for Clinicians, 73(1), 17–48.
https://doi.org/10.3322/caac.21763

World Health Organization. (2023). Cancer Fact Sheet. Geneva: WHO. Retrieved
from https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/cancer

Potter, P. A., & Perry, A. G. (2022). Fundamentals of Nursing (10th ed.). St. Louis:
Elsevier.

Lee, S. H., et al. (2024). Quality of life in lung cancer patients receiving palliative
care: A systematic review. Supportive Care in Cancer, 32(2), 345–352.
https://doi.org/10.1007/s00520-023-07999-y

Global Cancer Observatory. (2022). Cancer Today: Lung Cancer Factsheet –


Indonesia. Lyon, France: International Agency for Research on Cancer.
Retrieved from https://gco.iarc.fr

18

Anda mungkin juga menyukai