Anda di halaman 1dari 40

LAPORAN KASUS KEMATIAN JANIN DALAM KANDUNGAN

Vivi Rosari.M.Sibarani 09000010

DEFINISI
WHO The American of Obstetricians and Gynecologists

Janin yang mati dalam rahim dengan berat badan 500 gram atau lebih atau kematian janin dalam rahim pada kehamilan 20 minggu atau lebih

ETIOLOGI

Faktor Maternal

Faktor Janin

Faktor Plasenta

Faktor Maternal

Post term (>42 minggu) Diabetes Melitus tidak terkontrol Infeksi Hipertensi Preeklmsia Eklamsia Hemoglobinopati Penyakit rhesus Ruptura uteri Antifosfolipid Sindrom Kematian Ibu

Hamil kembar

Hamil

tumbuh

Faktor Fetal

terhambat

Kelainan Kongenital
kelainan genetik

Infeksi

Kelainan tali pusat


Faktor Plasenta

Lepasnya
plasenta Ketuban pecah

dini
Vasa previa

DIAGNOSIS
I. ANAMNESIS

Gerakan Janin tidak ada atau berkurang Perut tidak bertambah besar Perut semakin keras dan merasakan sakit seperti ingin melahirkan

Ibu dapat merasakan :

Inspeksi Tidak kelihatan gerakan-gerakan janin yang biasanya dapat terlihat terutama pada ibu yang kurus Palpasi
Tinggi fundus uteri lebih rendah dari seharusnya tua

kehamilan, tidak teraba gerakan-gerakan janin


Dengan palpasi yang teliti, dapat dirasakan adanya krepitasi

pada tulang kepala janin

Auskultasi Baik memakai stetoskop, monoral maupun dengan doptone tidak terdengar denyut jantung janin (DJJ)

Pemeriksaan Penunjang
USG

Tidak ditemukan DJJ maupun gerakan janin,


seringkali tulang-tulang letaknya tidak teratur,

khususnya tengkorak dan sering ditemui cairan


ketuban berkurang.

Rontgen Foto Abdomen


Overlapping tulang tengkorak Gelembung udara di dalam jantung Hiperfleksi kolumna vertebralis

Edema Scalp

DIAGNOSIS BANDING
Gejala dan Tanda Selalu Ada Gejala dan Tanda Diagnosis Kadang-kadang ada Kemungkinan

Gerakan janin berkurang atau hilang DJJ abnormal (<100x/menit atai

Cairan ketuban bercampur mekonium

Gawat janin

>180x/menit)

Gejala dan Tanda Selalu Ada Gerakan janin berkurang

Gejala dan Tanda Diagnosis Kadang-kadang ada Kemungkinan Syok Solusio Plasenta

atau hilang
Nyeri perut hilang timbul atau menetap Perdarahan per vaginam sesudah hamil 22 minggu

Uterus tegang/kaku
Gawat janin/DJJ tidak terdengar

Gejala dan Tanda Selalu Ada

Gejala dan Tanda

Diagnosis

Kadang-kadang ada Kemungkinan

Gerakan janin dan

Syok

Ruptura Uteri

DJJ tidak ada


Perdarahan Nyeri perut hebat

Perut
Kembung/cairan bebas intraabdominal Kontur Uterus abnormal Abdomen nyeri Bagian-bagian janin

teraba

Gejala dan Tanda Selalu Ada

Gejala dan Tanda Diagnosis Kadang-kadang ada Kemungkinan

Gerakan DJJ hilang

Janin/ Tanda-tanda kehamilan berheti Tinggi fundus

Kematian janin

uteri berkurang
Pembesaran uterus berkurang

PENATALAKSANAAN
Penanganan Pasif
Menunggu persalinan spontan dalam waktu 2-4

minggu
Pemeriksaan kadar fibrinogen setiap minggu

Penanganan Aktif
Jika penanganan

aktif akan dilakukan, nilai

serviks :
Jika serviks matang, lakukan induksi persalinan

dengan okstitosin atau prostaglandin


Jika serviks belum matang, lakukan pematangan

serviks dengan prostaglandin atau kateter Foley


Persalinnan dengan seksio sesaria merupakan

alternative terakhir

Jika persalinan spontan tidak terjadi dalam dua


minggu, trombosit menurun dan serviks belum matang, matangkan serviks dengan misoprostol :
Tempatkan misoprostol 25mcg di puncak vagina,

dapat diulangi sesudah 6 jam


Bila

tidak

ada

respons

sesudah

2x25mcg

misoprostol, naikkan dosis menjadi 50mcg setiap 6 jam

Jika ada tanda infeksi, berikan antibiotika

untuk metritis
Jika tes pembekuan sederhana lebih dari 7

menit atau bekuan mulai pecah, waspada

koagulopati.
Berikan

kesempatan

kepada

ibu

dan

keluargaya untuk melihat dan melakukan


berbagai ritual bagi janin yang meninggal

tersebut.

LAPORAN KASUS
Identitas Pasien Nama : Ny.N.S Usia : 32 tahun Agama : Islam Pendidikan Terakhir : S1 Pekerjaan : IRT Alamat : Hutagambir Tanggal Masuk : 12 November 2013 Tanggal Keluar : 13 November 2013

Anamnesis KU : nyeri di perut yang menjalar ke pinggang

Telaah : Seorang pasien, Ny.N.S datang ke VK RSUD

Sidikalang pada pukul 19.30 WIB dengan keluhan nyeri di


perut sejak kemarin malam dan gerakan janin yang tidak dirasakan sejak 1 hari yang lalu Pasien mengatakan sudah keluar cairan bening pada pagi tadi, his dirasakan semakin lama semakin kuat. Pasien sebelumnya rutin

melakukan pemeriksaan kehamilan dan diperkirakan TTP


adalah tanggal 24 Oktober 2013 dan direncanakan untuk dilakukan section caesaria akan tetapi pasien tidak pergi

Berdasarkan hasil pemeriksaan, cairan amnion


sudah mulai berkurang dan dokter menyarankan

untuk segera dilakukan section caesaria tetapi


pasien juga tidak pergi ke RS. Pada tanggal 12 November 2013, pasien datang ke RSUD

Sidikalang karena nyeri perut serta gerakan janin yang sudah tidak dirasakan lagi.

Haid Menarche Umur : 14 tahun Haid Terakhir tanggal : 2 januari 2013 Siklus : Teratur/tidak teratur 1x 28 hari Lama : 5 hari, banyak darah sedikit/sedang/banyak

Kehamilan dan Persalinan yang Lalu : G2P0A1 1.Abortus 2. Hamil ini


Keputihan

Jumlah sedikit/sedang/banyak
Warna Bau

: tidak berwarna : tidak berbau

Seksual/Perkawinan Umur Kawin : 29 tahun Frekuensi coitus : 3 kali/minggu Keluarga berencana : (-)
Gizi dan Kebiasaan Nafsu makan : kurang/sedang/banyak Perubahan berat badan : kurang/sedang/gemuk Merokok/suntil : tidak merokok Alkohol : tidak mengkonsumsi alkohol

Penyakit yang pernah diderita


Pemeriksaan Laboratorium

: (-)

Tidak dilakukan pemeriksaan laboratorium

Pemeriksaan Fisik TB : 160 cm BB : 70 kg Kesadaran : Compos Mentis TD : 150/100 mmhg HR : 80x/menit RR : 22x/menit T : 36,90C

Pemeriksaan Obstetri
Leopold I Leopold II Leopold III

: TFU 3 jari di bawah px : Punggung kanan : Bagian terbawah janin adalah

kepala
Leopold IV

: Bagian terbawah janin telah

memasuki PAP

VT

: 8-9 cm

Ketuban

: (-)

Pemeriksaan Penunjang
USG : Gerakan janin tidak terlihat, DJJ (-) dan

menunjukkan kalsifikasi.

Diagnosis
Inpartu + Postdate + KJDK

Penatalaksanaan Pasien direncanakan persalinan normal Pada pukul 22.50 WIB his semakin kuat, pembukaan

lengkap, ibu dipimpin mengedan dan lahir bayi dengan BB : 3600 gram, Jenis Kelamin : Perempuan,

Panjang Badan : 49cm dengan exitus.


Pada pukul 23.00 plasenta lahir dengan spontan dan

lengkap, kontraksi uterus adekuat, laserasi jalan lahir tingkat 2, dilakukan hecting luar dan dalam

Terapi :
Infus RL + oksitosin 10 IU drips 29 gtt/menit 5Injeksi cefotaxime 1 gr/12 jam/IV Injeksi oksitosin 1 gr/IM

Injeksi Kalnex/IV

Follow Up pasien 13 November 2013 Kesadaran : Compos Mentis TD : 130/90 mmhg HR : 76x/menit RR : 20x/menit T : 370C Pasien PBJ.

Teori

Kasus

Analisis Kasus

Anamnesis :

Anamnesis

Gejala yang paling sering ibu pada kasus

Ibu tidak merasakan gerakan Pasien datang dengan keluhan dirasakan janin dalam beberapa hari atau : gerakan janin sangat - nyeri perut

kematian janin dalam rahim adalah gerakan janin yang

berkurang
Ibu merasakan

-gerakan janin yang tidak sangat berkurang bahkan tidak


perutnya dirasakan sejak 1 hari yang ada. Selain itu pada umumnya pasien mengeluhkan perut

tidak bertambah besar, bahkan lalu bertambah kehamilan biasanya Ibu merasakan belakangan kecil tidak atau seperti

yang tidak bertambah besar. Pada pasien ini, pasien

merasakan gerakan janin yang tidak dirasakan sejak 1 hari

ini perutnya semakin keras


dan merasa sakit seperti mau melahirkan

yang lalu.

Teori Pemeriksaan Obstetri

Kasus

Analisis Kasus dengan KJDK

- Tinggi fundus uteri : 3 Pasien

- TFU berkurang atau jari di atas pusat

seringkali merasakan besar

tidak sesuai dengan usia - Tidak dirasakan adanya perut tidak sesuai dengan kehamilam - Pada palpasi gerakan janin tidak dirasakan gerakan janin pada palpasi usia gerakan kehamilan janin serta yang

berkurang bahkan tidak ada pada pasien ini.

Teori

Kasus

Analisis Kasus

Etiologi Faktor Maternal

- Usia kehamilan di Salah satu penyebab atas 42 minggu terbesar dari KJDK

Faktor Janin
Faktor Plasenta

adalah kehamilan
lebih dari 42 minggu. Pada pasien ini cairan amnion pada bayi sudah sangat

berkurang.

Teori

Kasus

Analisis Kasus

Penatalaksanaan

Penanganan

aktif, Pada pasien dilakukan

- Pasif
- Aktif

pasien

melahirkan penanganan

aktif,

spontan dan diinduksi dimana serviks telah dengan pemberian matang, ketuban telah

oksitosin

pecah,

pembukaan

lengkap, his kuat dan pasien dapat dipimpin untuk normal persalinan

KESIMPULAN
Kematian janin adalah janin yang mati dalam

rahim dengan berat badan 500 gram atau lebih


atau kematian janin dalam rahim pada kehamilan

20 minggu atau lebih


Kematian janin dalam rahim dapat disebabkan

oleh faktor maternal, faktor janin dan faktor


plasenta

Diagnosis

ditegakkan

berdasarkan

anamnesis,

pemeriksaan obstetric dan pemeriksaan penunjang. Pada anamnesis , pasien paling sering datang dengan keluhan besar uterus yang tidak sesuai dengan usia kehamilan dan gerakan janin yang berkurang bahkan tidak ada. Pada pemeriksaan obstrtri akan didapat TFU yang tidak sesuai usia kehamilan, gerakan janin

yang tidak dirasakan. Pada pemeriksaan penunjang


seperti USG akan didapati gambaran kalsifikasi, caitan amnion yang berkurang, tidak adanya denyut jantung

Penatalaksanaan terbagi dua yaitu penanganan

aktif dan pasif. Pada penanganan pasif pasien

ditunggu untuk melahirkan spontan sedangkan


pada penaganan aktif dilakukan persalinan

normal. Seksio sesaria merupakan alternative terakhir.