Anda di halaman 1dari 21

LAPORAN KASUS GRANULOMA KONJUNGTIVA PALPEBRA

Disusun oleh : Afrida Sahestina (08310009)

KEPANITERAAN KLINIK SENIOR FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS MALAHAYATI BAGIAN ILMU PENYAKIT MATA RSUD 45 KUNINGAN 2014

Identitas pasien
Nama : An. H Umur : 15 th Jenis kelamin : Laki - Laki Suku bangsa : Sunda Pekerjaan : Siswa Alamat : Dukang Masa, Kuningan Tanggal Pemeriksaan : 27 Januari 2014

Anamnesa
Keluhan utama: Benjolan dimata kiri Riwayat Penyakit Sekarang: Pasien datang ke poliklinik mata RSUD 45 Kuningan dengan keluhan benjolan di mata kiri, adanya benjolan sudah dirasakan kurang lebih 10 hari. Mula-mula hanya terasa mengganjal pada mata kiri, kemudian semakin hari terlihat benjolan kecil dan makin lama membesar. Benjolan muncul tiba-tiba.

Benjolan tidak terasa nyeri, tidak berdarah, tidak merasa gatal, kotoran mata tidak ada dan mata tidak berair. Mata tidak kabur ataupun silau. Benjolan belum pernah diobati sebelumnya. Riwayat trauma sebelumnya di tempat benjolan disangkal. Mata sebelah kanan tidak ada keluhan.

Riwayat Penyakit Dahulu: Pasien pernah menderita bintitan kurang lebih 2 bulan yang lalu, bintitan mengecil sendiri tanpa obat. Riwayat Penyakit Keluarga: tidak ada keluarga yang mengalami penyakit yang sama dengan pasien

Pemeriksaan fisik
Kesadaran : composmentis Keadaan umum : baik

Pasien datang dengan keluhan benjolan di mata kiri, adanya benjolan sudah dirasakan kurang lebih 10 hari. Mula-mula hanya terasa mengganjal pada mata kiri, kemudian semakin hari terlihat benjolan kecil dan makin lama membesar. Benjolan muncul tiba-tiba. Benjolan tidak terasa nyeri, belum pernah diobati sebelumnya. Mata sebelah kanan tidak ada keluhan. Pasien pernah menderita bintitan kurang lebih 2 bulan yang lalu, bintitan mengecil sendiri tanpa obat.

Resume

Pemeriksaan oftalmologi : (OS) Visus : 5/30 (sebelumnya telah menggunakan kaca mata) Konjungtiva palpebra superior : Massa berukuran kira-kira 0,75x0,5x0,5 cm, kenyal, warna kemerahan, permukaan licin, mengkilat.

Diagnosis Banding OS granuloma konjungtiva palpebra superior OS papiloma konjungtiva palpebra superior
Diagnosis Kerja OS granuloma konjungtiva palpebra superior Pemeriksaan Anjuran Histopatologi

Penatalaksanaan
Eksisi granuloma pada konjungtiva palpebra superior dengan anestesia lokal Post-operative treatment Polygran 6x 1gtt OS Ciprofloksasin 2 x 500 mg Asam mefenamat 2 x 500mg

Prognosis Quo ad vitam : dubia ad bonam Quo ad functionam : dubia ad bonam

Pembahasan
Granuloma adalah suatu tumor vaskuler benigna yang didapat pada kulit atau membran mukosa yang tampak sebagai papul atau nodul vaskular yang cepat tumbuh.

Epidemiologi
Pada kasus ini menyerang laki-laki berusia 15 tahun, sesuai dengan teori bahwa granuloma jarang terjadi pada anak-anak kurang dari 6 bulan tetapi sering terjadi pada anak-anak dan dewasa muda. Satu studi dari 178 pasien yang lebih muda dari 17 tahun melaporkan rasio laki-laki sebanding perempuan sebagai 3:2.

Etiologi
Trauma: beberapa kasus berkembang di lokasi luka kecil baru-baru ini, seperti tertusuk peniti. Infeksi: Staphylococcus aureus sering terdapat dalam lesi Komplikasi dari perjalanan penyakit dengan penanganan yang tidak tepat. Pengaruh Hormonal

Gejala klinis
Granuloma berupa papul atau nodul vaskuler, lunak, warna kemerahan, terlihat seperti daging mentah, mudah berdarah jika kena trauma ringan. Permukaan lesi awalnya tipis/halus dengan epidermis yang utuh, tidak ada pulsasi, tidak sakit. Pada keadaan lanjut, jika terjadi perdarahan, permukaan lesi ulserasi superfisial dan krusta. Granuloma tumbuh cepat selama beberapa hari sampai minggu dengan diameter antara 2 mm dan 2 cm. Kadang-kadang mereka mungkin mencapai hingga 5 cm. Durasi rata-rata pada saat diagnosis adalah sekitar 3 bulan.

Dari anamnesa dan pemeriksaan oftalmologi keluhan yang dialami pasien serupa dengan gejala granuloma, serta menyerang pada daerah konjungtiva, yang merupakan salah satu predisposisi dari granuloma.

Diagonosa
Dokter biasanya dapat mendiagnosis kondisi ini dengan hanya melakukan anamnesis, pemeriksaan fisik.

Namun, biopsi kulit mungkin diperlukan untuk mengkonfirmasikan diagnosis. Dengan gambaran:
Proliferasi dari kapiler, Epidermis umumnya terkikis/erosi. Sebuah infiltrate yang padat dan jaringan granulasi dengan leukosit polimorfonuklear. Hiperproliferasi epidermis biasanya terdapat di pinggiran pertumbuhan pembuluh darah, yang menghasilkan collarette epidermis

Diagnosa banding
Untuk diagnosa banding pada kasus pasien ini adalah paipiloma karena dari epidemiologi sama menyerang pada anak, dan predisposisi salah satunya dikonjungtiva. Dan dari morfologi ditemukan massa berukuran kirakira 0,75x0,5x0,5 cm, kenyal, warna kemerahan, permukaan rata licin, mengkilat.

Tatalaksana
Pengobatan granuloma paling sering terdiri dari pengangkatan keseluruhan lesi dengan elektrokauter atau bedah eksisi dengan penutupan primer. Perawatan dilakukan secara rawat jalan setelah pengangkatan granuloma, perawatan luka secara rutin merupakan hal yang diperlukan.

Prognosa
Prognosis sangat baik setelah operasi pengangkatan sederhana dan perawatan luka. Granuloma yang paling dapat diangkat, tetapi jaringan parut mungkin muncul setelah pengobatan. Terdapat peluang bahwa granuloma akan kembali jika granuloma seluruh tidak hancur selama pengobatan.