Anda di halaman 1dari 47

ANALISIS

LAPORAN
KEUANGAN
PEMDA
Oleh:

KKD FE UB
Analisis Laporan
Keuangan
Penggunaan laporan keuangan
Untuk menganalisis posisi
keuangan dan kinerja
Untuk menilai kinerja keuangan
di masa yang akan datang
Laporan keuangan daerah
memberi informasi tentang 4
aktivitas Pemda berikut:
Aktivitas Perencanaan
Aktivitas Operasi
Aktivitas Investasi
Aktivitas Pembiayaan
Analisis laporan
keuangan daerah
Terdiri atas tiga cakupan besar
yang meliputi
Analisis surplus defisit

Analisis creditworthiness

Analisis sumber dan


penggunaan dana
Analisis surplus
defisit
Evaluasi terhadap surplus dan
defisit
Analisis
creditworthiness
Evaluasi terhadap kemampuan
Pemda dalam memenuhi
kewajibannya
Analisis sumber dan
penggunaan dana
Evaluasi bagaimana Pemda
memperoleh penerimaan dan
pengeluaran
TUJUAN
Tujuan analisis laporan keuangan adalah
sebagai berikut:
Screening
Untuk mengetahui situasi dan kondisi Pemda
dari laporan keuangan tanpa harus menemui
langsung obyek yang dituju.
Understanding
Untuk memahami kondisi suatu Pemda,
kondisi keungannya dan apa yang dihasilkan.
Forecasting
Untuk meramalkan kondisi keuangan suatu
daerah di masa yang akan datang.
TUJUAN (LANJUTAN)
Diagnosis
Untuk melihat kemungkinan masalah
yang terjadi, baik dalam manajemen,
operasi, keuangan, atau masalah lain
dalam suatu daerah.
Evaluation
Untuk menilai prestasi pihak eksekutif
dalam mengelola suatu daerah.
ANALISIS DAN
PENGAMBILAN
KEPUTUSAN
Pengguna mengumpulkan informasi
yang terkait dengan laporan
keuangan selengkap mungkin.
Semakin lengkap informasi yang
didapat, semakin optimal hasil yang
dicapai dan akan sangat membantu
dalam proses pengambilan
keputusan.
TEKNIK ANALISIS LAPORAN
KEUANGAN
Dalam menganalisis laporan
keuangan dibutuhkan alat/teknik
analisis laporan keuangan.

Alat/teknik analisis laporan


keuangan yang sekarang ada banyak
digunakan di organisasi bisnis.
TEKNIK ANALISIS LAPORAN
KEUANGAN
Di organisasi nonprofit, termasuk
pemerintah daerah, belum ada
alat/teknik analisis yang digunakan
secara mapan dan luas.
Sebab akuntansi sektor publik
sedang berkembang, khususnya satu
dekade terakhir ini.
TEKNIK ANALISIS LAPORAN
KEUANGAN
Analisis laporan keuangan
pemerintah daerah juga banyak
menggunakan alat/teknik analisis
laporan keuangan yang digunakan di
sektor bisnis
Dengan mengeliminasi alat/teknik
analisis yang tidak relevan dengan
lingkungan akuntansi sektor publik
TEKNIK ANALISIS LAPORAN
KEUANGAN (Lanjutan)
Alat/teknik analisis laporan keuangan dapat
digolongkan sebagai berikut:
Analisis Komparatif (Comparative
Analysis)
Common-size Analysis
Analisis Rasio (Ratio Anaysis)
Analisis Arus Kas (Cash Flow Analysis)
Ketaatan (Compliance)
Setiap teknik analisis di atas dapat
digunakan secara mandiri
Atau bersama-sama untuk tujuan
yang lebih komprehensif
Dan harus disadari bahwa setiap
teknik/alat mempunyai tujuan
sendiri-sendiri.
ANALISIS KOMPARATIF
Dilakukan dengan mereviu laporan
keuangan dari tahun ke tahun yang
berurutan
Analisis ini mereviu perubahan saldo
setiap akun dari tahun ke tahun atau
beberapa tahun sekaligus dengan tahun
dasar (multiyear basis)
Sering disebut analisis horizontal
(horizontal analysis)
1. ANALISIS
KOMPARATIF
Dua analisis komparatif yang sering digunakan:
Analisis perubahan dari tahun ke tahun

Analisis trend
Analisis Perubahan dari Tahun ke Tahun

Membandingkan dua laporan keuangan dalam


dua atau tiga periode yang berurutan dan
Kemudian menganalisis perubahan setiap
saldonya
Perubahan/selisih dapat disajikan dalam
jumlah maupun persentasenya
CONTOH

Tahun Perubahan
NO Jenis Pendapatan
2005 2004 Rp %

1 Pajak Daerah 25.000.000.000,00 23.000.000.000,00 2.000.000.000,00 8,696%

2 Retribusi Daerah 22.000.000.000,00 24.000.000.000,00 (2.000.000.000,00) -8,333%

3 Bagian Laba Badan Usaha Daerah 9.000.000.000,00 15.000.000.000,00 (6.000.000.000,00) -40,000%

4 Lain-lain Pendapatan 2.000.000.000,00 950.000.000,00 1.050.000.000,00 110,526%

Total PAD 58.000.000.000,00 62.950.000.000,00 (4.950.000.000,00) -7,863%


Analisis Tren
Menggunakan analisis perubahan dari
tahun ke tahun untuk membandingkan
laporan keuangan yang meliputi lebih
dari dua atau tiga periode
Ada periode yang menjadi periode
dasar (dianggap 100%)
Periode-periode selanjutnya dihitung
dengan rumus:
(Tahun Berjalan/Tahun Dasar)x100%
CONTOH

Tahun
NO Jenis Pendapatan
2005 2004 2003 2002 2001
1 Pajak Daerah 99 107 117 110 100
2 Retribusi Daerah 94 118 115 106 100
3 Bagian Laba Badan Usaha Daerah 144 10 141 148 100
4 Lain-lain Pendapatan 249 1 182 224 100
Total PAD 147 59 139 147 100
2. COMMON-SIZE
ANALYSIS
Teknik analisis untuk
mengetahui proporsi sebuah
akun atau kelompok akun dari
akun tertentu atau kelompok
akun total.
Disebut juga analisis vertikal
atau analisis up-down/down-up
CONTOH

2005 2004
NO Jenis Pendapatan
Rp % x PAD Rp % x PAD
25.000.000.000,00 23.000.000.000,00
1 Pajak Daerah 43,10% 36,54%
2 Retribusi Daerah 22.000.000.000,00 37,93% 24.000.000.000,00 38,13%
3 Bagian Laba Badan Usaha Daerah 9.000.000.000,00 15,52% 15.000.000.000,00 23,83%
4 Lain-lain Pendapatan 2.000.000.000,00 3,45% 950.000.000,00 1,51%
Total PAD 58.000.000.000,00 100,00% 62.950.000.000,00 100,00%
3. ANALISIS RASIO
Analisis rasio mempelajari hubungan dua
variabel yang berbeda.
Teknik analisis ini paling populer dan
digunakan secara luas dalam analisis
keuangan.
Analisis rasio di antaranya dapat
dikelompokkan menjadi: rasio posisi kas,
rasio likuiditas, rasio solvabilitas, rasio
perhitungan anggaran, rasio hutang
terhadap aset, analysis of earning
performance, dan struktur ekuitas.
Rasio Posisi Kas
Rasio posisi kas digunakan untuk
mengukur posisi kas terhadap aset
total. Rumus:
Posisi Kas = (Kas+Setara
Kas+SB)/Aset Total
Rasio Likuiditas
Rasio likuiditas digunakan untuk
mengukur kemampuan Pemda dalam
memenuhi kewajiban jangka pendek
dengan aset lancarnya.
Rumus:
Current Ratio = Aset Lancar/Hutang
Lancar
Rule of thumb dari current ratio
adalah 1.
Acid-test Ratio
Aturan Acid-test ratio hampir sama dengan
current ratio
Bedanya aset yang benar-benar likuid dari
yang menjadi dasar perhitungannya (kas,
kas ekuivalen, surat berharga, dan piutang)
Menunjukkan kemampuan membayar
hutang lancar dalam waktu yang lebih
singkat daripada current ratio
Acid-Test Ratio = (Kas + Setara Kas + SB +
Piutang)/Hutang Jangka Pendek
Rasio Solvabilitas
Rasio solvabilitas megukur
kemampuan Pemda dalam
memenuhi kewajiban jangka
panjangnya.
Rasio Solvabilitas = Aset
Total/Hutang Total
Rule of thumb = 1.
RASIO PERHITUNGAN
ANGGARAN
Mengukur tingkat pencapaian target selama
satu tahun anggaran.
Rasio Perhitungan Anggaran =
Realisasi/Anggaran.
Angka ini hanya indikator keuangan.
Tidak cukup melihat pencapaian target
keuangan, tetapi juga output yang dihasilkan
dengan rumus:

Biaya standar = Penyerapan Dana Total/Output


RASIO STRUKTUR
EKUITAS
Untuk mengukur/menghitung
proporsi hutang terhadap ekuitas
Hutang Terhadap Ekuitas = Hutang
Total/Ekuitas
ANALISIS ARUS KAS
LAK menyajikan informasi kas
sehubungan dengan aktivitas operasi,
investasi, dan pembiayaan selama periode
tertentu.
Tujuan analisis: mengetahui sumber dana
yang diperoleh Pemda dan
penggunaannya selama tahun berjalan.
Analisis dilakukan per klasifikasi yaitu
arus kas dari aktivitas operasi, investasi,
dan pembiayaan.
ARUS KAS AKTIVITAS
OPERASI
Aktivitas Pemda yang berhubungan dengan
operasi rutin kegiatan pemerintahaan.
Mencerminkan kemampuan Pemda untuk
menyelenggarakan kebutuhan operasionalnya.
Arus kas bersih aktivitas operasi merupakan
indikator kemampuan operasi pemerintah
dalam menghasilkan kas yang cukup untuk
membiayai aktivitas operasionalnya di masa
yang akan datang tanpa mengandalkan
sumber kas di luar operasional.
Bila bernilai positif: Pemda mampu
mencukupi kebutuhan
operasionalnya. Jadi, mandiri

Jika bernilai negatif: Pemda tidak


mampu menyediakan kas untuk
mencukupi kebutuhan
operasionalnya. Jadi, tidak mandiri.
CONTOH
ALIRAN KAS DARI AKTIVIT AS OPERASI

ALIRAN KAS MASUK


PENDAPATAN ASLI DAERAH 70.499.050.996,77
PENDAPATAN DARI DANA PERIMBANGAN 389.951.712.236,41
PENDAPATAN LAIN-LAIN YANG SAH 31.115.636.860,00
JUMLAH ALIARAN KAS MASUK 491.566.400.093,18

ALIRAN KAS KELUAR


BELANJA ADMINISTRASI UMU M
Belanja Pegawai/ Personalia 290.662.818.760,09
Belanja Barang Dan Jasa 31.097.131.279,75
Belanja Perjalanan Dinas 1.289.816.250,00
Belanja Pemeliharaan 2.839.538.376,00
325.889.304.665,84

BELANJA OPERASI DAN PEMELIHARAAN


Belanja Pegawai/ Personalia 17.735.418.526,86
Belanja Barang Dan Jasa 32.776.051.968,89
Belanja Perjalanan Dinas 1.392.001.370,00
Belanja Pemeliharaan 3.724.763.922,00
55.628.235.787,75

BELANJA BAGI HASIL DAN B ANTUAN KEUANGAN 25.394.897.459,00


BELANJA TAK TERSANGKA 2.835.251.320,00
JUMLAH ALIARAN KAS KELUAR 409.747.689.232,59

ALIRAN KAS BERSIH DARI AKTIVITAS OPERASI 81.818.710.860,59


ARUS KAS AKTIVITAS
INVESTASI
Mencerminkan penerimaan dan
pengeluaran kas bruto sehubungan
dengan perolehan dan pelepasan
sumber daya (investasi).
Untuk meningkatkan dan
mendukung pelayanan Pemda
kepada masyarakat di masa yang
akan datang.
Jika bernilai positif: Pemda sedang
mengalami penurunan kegiatan
operasionalnya, sehingga banyak aset
Pemda yang dilepas.
Jika bernilai negatif: Pemda sedang banyak
melakukan program pembangunan dan
melakukan pengadaan sarana prasarana
daerah.
Contoh aktivitas ini adalah penyertaan
modal Pemda di BUMD, Bagian laba
BUMD, penjualan aset tetap, dan lain-lain.
CONTOH

ALIRAN KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI

ALIRAN KAS MASUK


PENJUALAN INVESTASI JANGKA PANJANG 0,00
PENJUALAN AKTIVA TETAP 1.800.000,00
JUMLAH ALIRAN KAS MASUK 1.800.000,00

ALIRAN KAS KELUAR


BELANJA MODAL/PEMBANGUNAN 78.329.860.695,42
PEMBELIAN INVESTASI JANGKA PANJANG 0,00
JUMLAH ALIRAN KAS KELUAR 78.329.860.695,42

ALIRAN KAS BERSIH DARI AKTIVITAS INVESTASI (78.328.060.695,42)


ARUS KAS AKTIVITAS
PEMBIAYAAN
Untuk menyalurkan surplus atau
menutup defisit yang dihasilkan
dari selisih pendapatan dan belanja.
Tujuan analisis: untuk memprediksi
klaim pihak lain terhadap arus kas
pemerintah dan klaim pemerintah
terhadap pihak lain di masa yang
akan datang.
Contoh: hutang pemerintah, obligasi
pemerintah, privatisasi BUMD, dan
sebagainya.
Arus kas bersih dari aktivitas ini
mencerminkan kebijakan anggaran yang
ditempuh Pemda.
Jika terjadi surplus, maka arus kas bersih
aktivitas pembiayaan bernilai negatif.
Jika terjadi defisit, maka arus kas bersih
aktivitas pembiayaan bernilai positif.
CONTOH
ALIRAN KAS MASUK
Penerimaan Pinjaman dan Obligasi 0,00
Transfer dari Dana Cadangan 0,00
Penerimaan Dari Penjualan Aset Daerah yang Dipisahkan 0,00
Penerimaan Piutang Pajak Tahun Lalu 0,00
Penerimaan Penguatan Modal 1.653.964.150,00
JUMLAH ALIRAN KAS MASUK 1.653.964.150,00

ALIRAN KAS KELUAR


Pembayaran Pokok Pinjaman Dan Obligasi 137.744.928,40
Transfer ke Dana Cadangan 0,00
Penyertaan Modal 5.764.670.664,00
Pembayaran Hutang Pajak Tahun Lalu 0,00
Piutang PSS Sleman 3.660.898.000,00
Piutang Sekretariat 552.650.000,00
JUMLAH ALIRAN KAS KELUAR 10.115.963.592,40

ALIRAN KAS BERSIH AKTIVITAS PEMBIAYAAN (8.461.999.442,40)


ANALISIS KETAATAN TERHADAP
PERATURAN

Laporan keuangan Pemda merupakan sarana


pertanggungjawaban atas pengelolaan keuangan
daerah tahunan yang ditetapkan dengan
peraturan daerah.

Dalam melaksanakan anggaran maupun


menyusun laporan keuangan, Pemda harus
menaati peraturan yang berlaku.

Peraturan tersebut, antara lain:Pemda menganut


dana tunggal. Seluruh penerimaan disetor ke kas
daerah dan semua pengeluaran dibayar dari kas
daerah
ANALISIS KETATAAN

Belanja diatur dalam Perda atau peraturan lainnya.

Prinsip Prelabel. Anggaran harus disahkan terlebih


dahulu sebelum digunakan.

Prinsip Universalitas. Semua jenis pengeluaran


harus dicantumkan dalam anggaran

Prinsip Spesialitas. Anggaran yang telah


ditetapkan untuk pengeluaran tertentu tidak boleh
dialihkan untuk anggaran pengeluaran lainnya.
ANALISIS KETATAATAN
Pendapatan harus diatur dengan
undang-undang atau perda.
Prinsip Periodisitas. Laporan disusun
secara berkala sesuai dengan
peraturan.
Azas Bruto. Artinya, tidak ada
kompensasi antara penerimaan dan
pengeluaran.
ANALISIS KETAATAN
Anggaran belanja merupakan
plafon
Pelaksanaan anggaran sesuai

dengan pedoman yang mengatur


tentang hal itu.
Contoh: Pengadaan barang dan

jasa harus sesuai dengan Keppres


No. 80 tahun 2003
TERIMA KASIH
Quick ratio
(Kas + setara kas + sb)/utang lancar
Cash ratio
(kas + setara kas)/utang lancar