Anda di halaman 1dari 8

3.

Gaya Pembangitan Pasang Srut


Akibat Pengaruh dari Matahari dan
Bulan
Arah gaya pasang surut di bumi

Posisi pasang surut di bumi akibat pengaruh bulan


Gaya tarik bumi-matahari lebih kecil dibandingkan
Gaya tarik bumi-bulan, hal ini disebabkan jarak yang
besar antara bumi-matahari. Perbandingan kedua
gaya tersebut adalah :

Dengan :
Rm = jarak pusat bumi-bulan
Mm = massa bulan
Me = massa bumi
Rs = jarak pusat matahari-bumi
Ms = massa matahari

Karena itu besarnya pasang surut yang disebabkan


oleh bulan lebih dari dua kali pasang surut yang
disebabkan oleh matahari
Misalkan bumi tidak berputar pada porosnya, jadi diam
saja dan bidang khatulistiwa berimpit dengan bidang-
bidang orbit bumi dan bulan seperti gambar di bawah,
maka akan didapatkan empat keadaan yaitu:
a. Pekala candra (lunar tide) yang biasanya dominan akan terjadi pada
daera-daerah dekat titik sublunar dan nadir, tempat air naik akan dialami
2 kali dalam jangka 29,5 hari, yaitu merupakan jangka waktu dari siklus
tahap (phase sycle) atau siklus sinodik dari bulan baru ke bulan
berikutnya (ingat ada tahap-tahap dalam peredaran bulan yaitu :
tahap bulan baru, bulan purnama, bulan mati).
b. Pasang candra akan memiliki air pasang (high water) yang tertinggi
di titik-titik tersebut pada saat bulan berada di perigee dan air pasang
yang terendah pada saat bulan di apogee, jangka waktu siklus bulan
dari perigee ke perigee adalah 27,5 hari, yang disebut siklus anomalis.
Dalam jangka 1 tahun sumbu utama orbit bulan hanya 2 kali berimpit
dengan garis sumbu matahari-bumi, sekali perigee dan sekali di apogee,
sehingga bila digabungkan pengaruh matahari dan bulan, air pasang
yang benar-benar tertinggi dan terendah masing-masing akan terjadi
sekali setiap tahun
c. Pekala surya (solar tide) meskipun kurang dari kekuatan bulan, akan pula
terjadi pada titik-titik sublunar dan nadir dan air pasang tertinggi terjadi pada
saat bumi ada di perihelion dan air pasang terendah pada saat bumi di
aphelion, masing-masing terjadi sekali dalam setahun.
d. Dari ketiga akibat keadaan ini didapatkan jorong pekala atau tide ellipsoid,
sebagai hasil dari gaya-gaya traktif bulan dan matahari, yaitu gaya bulan
dominan sedangkan gaya matahari hanya bersifat memindahkan sumbu
jorong dari impitannya dengan garis sumbu bumi-bulan
Saat bulan berada di perigee dan dan pada saat bulan di apogee
Posisi bumi di perihelion dan di
aphelion