Anda di halaman 1dari 30

Pengertian dan Dasar

Pemikiran K3

Sulaeman Deni Ramdani, M.Pd.


Disampaikan dalam Pelatihan Kesehatan dan Keselamatan Kerja
Disampaikan dalam Pelatihan Kesehatan dan Keselamatan Kerja
Pendidikan Teknik Mesin, FKIP Universitas Sultan Ageng Tirtayasa
Pendidikan Teknik Mesin, FKIP Universitas Sultan Ageng Tirtayasa
Ruang CA-1 07 Lantai 2 Gedung baru, Serang 27 29 April 2017
Ruang CA-1 07 Lantai 2 Gedung baru, Serang 27 29 April 2017
Keselamatan
Setiap pihak tidak menginginkan terjadinya
MUSIBAH dalam bentuk apapun.

?
Sudah berbuat apa
Pendekatan K3 (Dasar Pemikiran)
Hukum
Kemanusiaan
Ekonomi
Philosophy
Keilmuan
Pendekatan Hukum
K3 merupakan ketentuan perundangan .
K3 wajib dilaksanakan
Pelanggaran thd K3 dpt dikenakan sangsi pidana
(denda/kurungan)
Undang-Undang K3
Undang-undang Uap tahun 1930 (Stoom Ordonnantie)
Undang-undang No. 1 tahun 1970 tentang Keselamatan
Kerja
Undang-undang Republik Indonesia No. 13 tahun 2003
tentang Ketenagakerjaan
Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003
tentang Ketenagakerjaan
Pasal 86

Pekerja/buruh mempunyai hak untuk


memperoleh perlindungan atas
keselamatan dan kesehatan kerja

Pasal 87

Setiap perusahaan wajib menerapkan


sistem manajemen keselamatan dan
kesehatan kerja yang terintegrasi dengan
sistem manajemen perusahaan
Peraturan Pemerintah
Peraturan Uap tahun 1930 (Stoom Verordening)
Peraturan Pemerintah No. 7 tahun 1973 tentang
Pengawasan Atas Peredaran, Penyimpanan dan Peredaran
Pestisida
Peraturan Pemerintah No. 19 tahun 1973 tentang
Pengaturan dan Pengawasan Keselamatan Kerja di Bidang
Pertambangan
Peraturan Pemerintah No. 11 tahun 1979 tentang
Keselamatan Kerja Pada Pemurnia dan Pengolahan Minyak
dan Gas Bumi
Peraturan Menteri
Peraturan Menteri Tenaga Kerja, Transkop Nomor : PER.01/MEN1976
tentang Kewajiban Latihan Hiperkes Bagi Dokter Perusahaan
Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi R.I. No.
Per.01/MEN/1978 tentang Keselamatan dan Kesehatan Kerja dalam
Pengangkutan dan Penebangan Kayu
Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi R.I. No.
Per.03/MEN/1978 tentang Penunjukan dan Wewenang, Serta Kewajiban
Pegawai Pengawas Keselamatan dan Kesehatan Kerja dan Ahli
Keselamatan Kerja
Peraturan Menteri Tenaga Kerja Dan Transmigrasi No.:
Per.01/MEN/1979 Tentang Kewajiban Latihan Hygiene Perusahaan
Kesehatan Dan Keselamatan Kerja Bagi Tenaga Para Medis Perusahaan.
Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi R.I. No.
Per.01/MEN/1980 tentang Keselamatan dan Kesehatan Kerja pada
Konstruksi Bangunan
Peraturan Menteri Tenaga Kerja Dan Transmigrasi No. Per.02/MEN/1980
Tentang: Pemeriksaan Kesehatan Tenaga Kerja Dalam
Penyelenggaraan Keselamatan Kerja.
Dst
Keputusan Menteri tentang K3
Keputusan Menteri Tenaga Kerja No. : Kep. 155/MEN/1984
Tentang Penyempurnaan Keputusan Menteri Tenaga Dan
Transmigrasi Nomor Kep. 125/MEN/82, Tentang Pembentukan,
Susunan Dan Tata Kerja Dewan Keselamatan Dan Kesehtan Kerja
Nasional, Dewan Keselamatan Dan Kesehatan Kerja Wilayah Dan
Panitia Pembina Keselamatan Dan Kesehatan Kerja
Keputusan Bersama Menteri Tenaga Kerja Dan Menteri Pekerjaan
Umum No.: Kep. 174/MEN/1986. No.: 104/KPTS/1986 tentang
Keselamatan Dan Kesehatan Kerja pada Tempat Kegiatan
Konstruksi
Keputusan Menteri Tenaga Kerja R.I. No. Kep. 1135/MEN/1987
tentang Bendera Keselamatan Dan Kesehatan Kerja
Keputusan Menteri Tenaga Kerja R.I. No.: KEPTS.333/MEN/1989
tentang Diagnosis dan Pelaporan Penyakit Akibat Kerja
Keputusan Menteri Tenaga Kerja R.I. No.: Kep.245/MEN/1990
tentang Hari Keselamatan Dan Kesehatan Kerja Nasional
Dst
Instruksi Menteri
Instruksi Menteri Tenaga Kerja No. Ins.11/M/BW/1997
tentang Pengawasan Khusus K3 Penanggulangan
Kebakaran
Surat Edaran dan Keputusan Dirjen
Pembinaan Hubungan Industrial Dan
Pengawasan Ketenagakerjaan
Surat Keputusan Direktur Jenderal Pembinaan Hubungan
Industrial Dan Pengawasan Ketenagakerjaan Departemen
Tenaga Kerja R.I. No. : Kep. 84/BW/1998 Tentang Cara
Pengisian Formulir Laporan dan Analisis Statistik Kecelakaan
Keputusan Direktur Jenderal Pembinaan Hubungan
Industrial dan Pengawasan Ketenagakerjaan No.
Kep.407/BW/1999 tentang Peryaratan, Penunjukan Hak dan
Kewajiban Teknisi Lift.
Keputusan Direktur Jenderal Pembinaan Hubungan Industrial
dan Pengawasan Ketenagakerjaan No.: Kep.311/BW/2002
tentang Sertifikasi Kompetensi Keselamatan dan Kesehatan
Kerja Teknisi Listrik
Himpunan Perundang-undangan
Pendekatan Kemanusiaan

K3 merupakan suatu kebutuhan


dan hak setiap manusia,
Kecelakaan menimbulkan
penderitaan bagi si korban/
keluarganya.
K3 melindungi pekerja dan
masyarakat
Pendekatan Ekonomi

K3 menjamin agar setiap sumber


produksi dapat dipakai secara aman
dan efisien serta proses produksi
berjalan aman.
K3 mencegah kerugian
Meningkatkan produktivitas
K3 menurut Philosophy
Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) adalah semua
kondisi danfactor yang dapat berdampak pada
keselamatan dan kesehatan kerja tenaga kerja maupun
orang lain (kontraktor, pemasok, pengunjung dan tamu)
ditempat kerja. (OHSMS 18001:2007)

Upaya atau pemikiran dan penerapannya yang ditujukan


untuk menjamin keutuhan dan kesempurnaan baik
jasmaniah maupun rohaniah tenaga kerja pada khususnya
dan manusia pada umumnya, hasil karya dan budaya,
untuk meningkatkan kesejahteraan tenaga kerja
Menurut Keilmuan

Suatu ilmu pengetahuan dan penerapannya dalam


upaya mencegah kecelakaan, kebakaran,
peledakan, pencemaran, penyakit akibat kerja , dll

ACCIDENT PREVENTION
Prinsip dasar
penerapan K3

Risk assessment Tindakan


identifikasi & analisa Pengendalian
potensi bahaya bahaya
HAZARD CONTROL
PENGERTIAN HAZARD
Adalah suatu obyek dimana terdapat energi, zat atau
kondisi kerja yang potensial dapat mengancam
keselamatan

Hazard dapat berupa : bahan-bahan , bagian-bagian


mesin, bentuk energi, metode kerja atau situasi kerja.
Jenis Potensi Bahaya (Hazard)

Physical
Chemical
Electrical
Mechanical
Physiological
Biological
Ergonomic
Pengertian Bahaya
Suatu kondisi yang telah teridentifikasi melalui
pemeriksaan/pengujian/analisis disimpulkan
telah menunjukkan melampaui batas aman.
Pengertian Aman
Aman (safe) adalah suatu kondisi dimana atau
kapan munculnya sumber bahaya telah dapat
dikendalikan ke tingkat yang memadai, dan ini
adalah lawan dari bahaya (danger).
Keselamatan (Safety)
Selamat adalah terpelihara atau terhindar dari bahaya,
aman sentosa, sejahtera dantidakkekuarangansuatuapa

Dalam pandangan K3, pengertian selamat yaitu


Mengendalikan kerugian dari kecelakaan (control of
accidenloss).
Kemampuan untuk mengidentifikasikan dan
menghilangkan (mengontrol) resiko yang tidak bisa
diterima
Kesehatan(Health)
Kesehatan didefinisikan sebagai derajat/tingkat keadaan
fisik dan psikologi individu

UU No.36 tahun 2009 tentang Kesehatan, memberikan


deffinisi :
Kesehatan adalah keadaan sehat , baik secara fisik,
mental, spiritual
mapunsosialyangmemungkinkansetiaporanguntukhid
upproduktifsecara sosial dan ekonomis
Incident
Suatu kejadian yang tidak diinginkan, bilamana pada saat
itu sedikitsajaada perubahanmaka dapatmengakibatkan
terjadinya kecelakaan (accident)
Kecelakaan atau Accident
Suatu kejadian yang tidak direncanakan, tidak rencana
dan
tidakdiinginkan,gangguanterhadappekerjaanberakibatc
ederapadamanusia, kerusakan barang, dan pencemaran
lingkungan
DANGER
hampir putus
putus
INSIDEN
T

ACCIDENT
Faktor-faktor yg mempengaruhi kesehatan tenaga kerja

Beban kerja Lingkungan kerja


-Fisik
-Mental -Fisik
-Kimia
-Biologi
-Ergonomi
-Psikologi
Kapasitas kerja
- Ketrampilan
- Kesegaran jasmani & rohani
- Status kesehatan/gizi
- usia
- Jenis kelamin
- Ukuran tubuh
Tujuan K3
Tujuan K3
Melindungi tenagakerja atashakkeselamatan dankesehatan
kerjadalam melakukan pekerjaan untuk kesejahteraan hidup.
Menjamin setiap sumber produksi dipakai secara aman dan
efisien
Menjamin proses produksi berjalan lancar
Menjamin keselamatan setiaporang yangberada ditempat
kerja
Menjaminpeningkatanproduktivitaskerja,
Menjamin keselamatan modalproduksi dariproses
pekerjaan,dan
Menjaminkepuasanhubunganantarapekerja,peralatankerja
.